Iran Akhirnya Mengaku: Rahasia Gelap di Balik Kehancuran Nuklir, Trump Buka-Bukaan di Depan Dunia!
EtIndonesia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah Iran secara terbuka mengakui kerusakan besar-besaran pada fasilitas nuklir utamanya akibat serangkaian serangan udara presisi yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Pengakuan langka ini disampaikan setelah beredarnya pernyataan resmi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Direktur CIA yang menegaskan bahwa program nuklir Iran benar-benar lumpuh dan mundur ke titik nol.
Pengakuan Terbuka Iran: Sebuah Babak Baru
Keterangan resmi itu diungkapkan oleh juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam konferensi pers yang diadakan di Teheran. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa selama 12 hari eskalasi konflik militer antara Iran dan Israel, fasilitas nuklir utama di Fordow, Natanz, dan Isfahan mengalami kerusakan sangat serius.
“Kami harus mengakui bahwa fasilitas inti kami di Fordow, Natanz, dan Isfahan terkena dampak serangan militer yang sangat presisi. Sebagian besar struktur dan sistem pengayaan uranium mengalami kerusakan yang sangat berat,” ujarnya dengan nada serius.
Pengakuan ini menjadi yang pertama kali dalam sejarah program nuklir Iran, yang selama ini terkenal sangat tertutup dan selalu membantah setiap laporan mengenai kerusakan maupun kegagalan operasional.
“Kami selama ini berusaha menjaga rahasia ini dari dunia luar, tetapi situasinya telah berubah,” lanjutnya.
Bocoran Trump di KTT NATO: Fakta yang Mengguncang Dunia
Dalam sebuah pernyataan mengejutkan di sela-sela KTT NATO yang berlangsung di Belanda pada 25 Juni 2025, Presiden Donald Trump secara terbuka membocorkan fakta bahwa agen-agen intelijen Israel berhasil menyusup ke fasilitas pengayaan uranium Fordow. Trump menyampaikan, “Agen Israel yang masuk ke Fordow melapor langsung kepada saya, mereka sampaikan bahwa semuanya sudah dihancurkan. Tidak ada yang tersisa.” Ia menegaskan bahwa operasi militer yang dijalankan AS berjalan sangat cepat dan sangat presisi, sehingga Iran bahkan tidak sempat melakukan upaya penyelamatan terhadap aset strategis mereka.
“Kami bertindak lebih cepat dari dugaan mereka. Mereka tidak punya waktu untuk memindahkan apapun. Semua sudah hancur sebelum mereka sadar apa yang terjadi,” tegas Trump di hadapan awak media.
Penegasan Dari Pentagon: “Misi Sempurna”
Senada dengan pernyataan Trump, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan bahwa serangan udara yang dilancarkan terhadap Fordow benar-benar menghancurkan fasilitas bawah tanah Iran secara permanen.
“Bom presisi yang digunakan benar-benar mengenai target di Fordow. Kerusakan yang dihasilkan tidak hanya menghancurkan sistem pengayaan uranium, tetapi juga membuat struktur bawah tanah itu mustahil digunakan kembali dalam waktu dekat,” jelas Heggersas.
Direktur CIA: Iran Lumpuh, Pulihnya Butuh Bertahun-tahun
Menambah bobot pernyataan Trump, Direktur CIA, John Ratcliffe, pada hari yang sama mengonfirmasi bahwa intelijen AS dan Israel memiliki bukti nyata bahwa sejumlah fasilitas nuklir paling vital milik Iran kini dalam kondisi hancur total. “Sumber-sumber kami di lapangan sudah memastikan kehancuran Fordow, Natanz, dan Isfahan. Kami perkirakan Iran butuh bertahun-tahun untuk bisa membangun kembali fasilitas tersebut,” ungkap Ratcliffe dalam konferensi pers di Washington DC.
Ratcliffe juga menambahkan bahwa keberhasilan operasi gabungan ini telah melumpuhkan program nuklir Iran secara signifikan. “Dengan rusaknya fasilitas utama mereka, Iran hampir mustahil bisa memulai kembali pengayaan uranium dalam waktu dekat. Mereka telah kehilangan sumber daya, teknologi, dan infrastruktur vital,” tambahnya.
Spekulasi Tentang Uranium: Bantahan Tegas Gedung Putih
Di tengah keberhasilan operasi ini, muncul spekulasi bahwa Iran sempat memindahkan sekitar 400 kilogram uranium yang sudah diperkaya ke lokasi lain sebelum serangan terjadi. Namun, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam wawancara dengan Fox News secara tegas membantah klaim tersebut.
“Tidak ada bukti yang menunjukkan Iran berhasil memindahkan uranium mereka sebelum serangan dimulai. Semua laporan tentang pemindahan uranium itu tidak berdasar dan telah diverifikasi tidak benar,” tegas Lewitt.
Pernyataan ini semakin memperkuat klaim keberhasilan AS dan Israel dalam misi penghancuran fasilitas nuklir Iran.
Implikasi Global: Titik Balik Keamanan Regional
Keberhasilan operasi militer yang hingga kini belum diumumkan namanya secara resmi ini menjadi bukti nyata efisiensi dan efektivitas kerja sama intelijen serta militer antara Amerika Serikat dan Israel. Lebih dari itu, keberhasilan menghancurkan fasilitas Fordow yang selama ini dianggap sebagai benteng terakhir pertahanan nuklir Iran, telah mengguncang sistem pertahanan dan strategi keamanan nasional Teheran.
Menurut para pakar militer, Fordow adalah simbol kekuatan dan kemandirian teknologi nuklir Iran yang dibangun jauh di dalam tanah untuk menghindari serangan udara. Fakta bahwa fasilitas ini bisa dilumpuhkan dalam hitungan hari membuktikan adanya celah besar dalam sistem pertahanan Iran sekaligus membuka babak baru dalam peta persaingan kekuatan di Timur Tengah.
“Ini adalah momen paling menentukan dalam sejarah konflik nuklir Iran. Setelah ini, Iran akan kehilangan posisi tawarnya di tingkat internasional, dan dunia harus siap menghadapi potensi reaksi balasan dari rezim Teheran,” ungkap seorang analis pertahanan di Washington.
Respon Internasional dan Ketegangan Baru
Berbagai negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, UEA, dan Turkiye, dikabarkan segera mengadakan pertemuan darurat untuk membahas dampak dari kehancuran program nuklir Iran ini. Sementara itu, Rusia dan Tiongkok yang selama ini menjadi sekutu Iran, menyatakan keprihatinan dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera membahas situasi terbaru di Timur Tengah.
Dunia kini menantikan bagaimana rezim Iran akan merespons kekalahan telak ini—apakah akan mengambil jalur diplomasi, atau justru memilih opsi balas dendam yang bisa memicu perang berskala lebih luas di kawasan. (***)
Kokoon Hotel Surabaya Luncurkan “Heritage Walking Tour”: Menelusuri Jejak Sejarah Tionghoa di Surabaya Utara
Surabaya, Juni 2025– Kokoon Hotel Surabaya memperkaya pengalaman wisatawan dengan meluncurkan program terbaru bertajuk Heritage Walking Tour. Tur jalan kaki ini dirancang khusus untuk mengajak peserta menjelajahi kawasan bersejarah Tionghoa di Surabaya Utara, menawarkan perspektif unik tentang warisan budaya dan arsitektur yang telah ada sejak abad ke-19.
Jejak Sejarah dalam 90 Menit
Program Heritage Walking Tour berdurasi 60–90 menit ini menyusuri empat lokasi ikonik yang menjadi saksi perkembangan komunitas Tionghoa di Surabaya:
1. Klenteng Sukhaloka
Klenteng Tri Dharma tertua di Surabaya (berdiri sejak 1821) ini memamerkan arsitektur Tionghoa klasik dan menjadi pusat aktivitas keagamaan.
2. Rumah Keluarga Han
Terletak di Jalan Karet No. 72, bangunan ini dulunya berfungsi sebagai pusat sosial dan keagamaan bagi marga Han.

3. Pasar Pabean
Pasar tradisional yang beroperasi sejak 1849 ini terkenal sebagai pusat rempah dan ikan segar, sekaligus bukti sejarah perdagangan Tionghoa di masa lalu.
4. Hwie Tiauw Ka

Bangunan berusia 200 tahun ini merupakan perkumpulan sosial komunitas Hakka yang masih aktif hingga kini.
Setelah tur, peserta akan kembali ke Kokoon Hotel Surabaya untuk menikmati refreshment sebagai penutup acara.
Kombinasi Edukasi dan Wisata
Menurut Tegar Kanugran, Asst. Marcomm Manager Kokoon Hotel Surabaya, program ini bukan sekadar wisata biasa. “Kami ingin tamu memahami Surabaya dari kacamata sejarah yang sering terlupakan. Setiap lokasi memiliki cerita unik tentang peran komunitas Tionghoa dalam membentuk kota ini,” ujarnya.
Tur ini dipandu oleh pemandu berpengalaman yang akan membagikan fakta menarik, seperti:
– Peran Pasar Pabean sebagai pusat ekonomi Tionghoa di era kolonial.
– Arsitektur Klenteng Sukhaloka yang menggabungkan unsur Tionghoa dan lokal.
Harga dan Aksesibilitas
Paket tur ditawarkan dengan harga Rp200.000 net per orang (minimal 2 peserta) dan wajib dipesan sehari sebelumnya. Program ini cocok untuk:
– Wisatawan asing yang ingin mengenal sejarah lokal.
– Wisatawan domestik pencinta budaya dan arsitektur kuno.
– Pelajar atau peneliti yang tertarik pada sejarah urban.
Terletak di kawasan kota tua, Kokoon Hotel Surabaya sendiri adalah bagian dari warisan sejarah. Desain kolonialnya yang dipadukan dengan fasilitas modern menjadikannya basis ideal untuk menjelajahi Surabaya Utara.
“Hotel kami bukan hanya tempat menginap, tapi juga titik awal untuk meresapi jiwa Surabaya,” tambah Tegar.
Antusiasme Wisatawan dan Rencana Ke Depan
Peluncuran program ini telah menarik minat wisatawan, terutama dari kalangan pecinta sejarah. Ke depan, Kokoon Hotel berencana mengembangkan tur serupa dengan tema berbeda, seperti *”Jejak Kolonial Belanda”* atau *”Surabaya Era Revolusi”*.
“Heritage Walking Tour adalah undangan untuk melihat Surabaya dengan mata yang berbeda,” — Tegar Kanugran, Kokoon Hotel Surabaya.
Dengan menggabungkan wisata, edukasi, dan pelestarian budaya, program ini tidak hanya memperkaya pengalaman tamu tetapi juga turut menjaga warisan sejarah Surabaya agar tetap hidup bagi generasi mendatang.
Jika ingin bergabung dapat menghubungi Tegar Kanugran/62 822 3217 3536
Militer Iran Mengonfirmasi Kematian Ali Shadmani, Petinggi Korps Garda Revolusi Islam
EtIndonesia. Pada hari Rabu (25/6), militer Iran mengonfirmasi kematian Ali Shadmani, petinggi Korps Garda Revolusi Islam. Dia memimpin Markas Pusat Khatam al-Anbiya, dan militer bersumpah untuk melakukan ‘balas dendam yang keras’ dari militer Israel atas ‘tindakan kriminal’ tersebut, lapor kantor berita negara IRNA. Shamdmani meninggal karena luka-luka yang dideritanya selama serangan Israel.
Kematiannya dikonfirmasi sehari setelah Presiden AS, Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Tel Aviv dan Teheran. Shamdmani telah mengambil alih komando setelah Jenderal Gholamali Rashid, yang tewas dalam serangan awal Israel pada 13 Juni.
Pada 17 Juni, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mencuit: “Untuk kedua kalinya dalam 5 hari—IDF telah melenyapkan Kepala Staf Iran di Masa Perang, komandan militer tertinggi rezim tersebut. Ali Shadmani, pejabat militer paling senior di Iran dan penasihat militer terdekat Khamenei, tewas dalam serangan IAF di Teheran tengah, setelah mendapat informasi intelijen yang akurat.”
Dua pemimpin tertinggi membantah pembunuhan tersebut, salah satunya adalah penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei, Ali Shamkhani yang selamat tetapi mengalami luka-luka. Pernyataan yang dikaitkan dengan penasihat tersebut telah muncul, yang berbunyi : “Saya hidup dan siap mengorbankan diri saya sendiri.” Laporan juga mengatakan kondisinya stabil saat ini.
Berita tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi menggagalkan upaya pembunuhan. Mohammad Hossein Rangbaran, seorang pejabat senior dan penasihat Kementerian Luar Negeri, mencuit tentang hal itu pada hari Jumat.
Dia menulis, yang secara kasar diterjemahkan menjadi: “Sejak diumumkan bahwa Menteri Luar Negeri akan berangkat ke Jenewa untuk berunding dengan Troika Eropa, saya telah menerima banyak panggilan untuk memastikan bahwa rezim Zionis tidak menargetkannya.” (yn)
Ilmuwan Temukan Virus Baru pada Kelelawar di Tiongkok, Terkait dengan Virus Hendra dan Nipah yang Mematikan
Mereka menemukan 20 virus baru di ginjal kelelawar, termasuk dua henipavirus baru yang berpotensi menular ke manusia.
Para peneliti dari Tiongkok dan Australia menemukan 20 virus baru pada kelelawar dari Tiongkok barat daya, termasuk dua henipavirus yang berkerabat dengan virus mematikan Hendra dan Nipah, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada Selasa (24/6/2025).
Sebanyak 22 virus—termasuk 20 yang tergolong baru—ditemukan setelah para peneliti meneliti ginjal dari 142 kelelawar yang dikumpulkan antara tahun 2017 dan 2021 dari lima kota atau kabupaten di Provinsi Yunnan, Tiongkok bagian barat daya. Para peneliti juga menemukan dua spesies bakteri yang “sangat melimpah,” termasuk satu spesies yang baru ditemukan, menurut studi tersebut.
“Dalam studi ini, kami melaporkan deteksi pertama dari dua genom henipavirus baru dari ginjal kelelawar di Tiongkok, salah satunya merupakan kerabat terdekat yang diketahui dari henipavirus patogen hingga saat ini,” demikian isi laporan tersebut.
Studi tersebut menyebutkan Henipavirus baru ini berkerabat dekat dengan virus Nipah (NiV), virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang otak pada manusia; serta virus Hendra (HeV), yang menyebabkan sejumlah wabah mematikan pada manusia dan kuda.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), tingkat kematian akibat infeksi NiV berada di kisaran 40 hingga 75 persen, dan “belum ada pengobatan yang berlisensi” untuk saat ini.
CDC menyatakan bahwa infeksi HeV pada manusia masih jarang terjadi, dengan hanya tujuh kasus yang pernah dilaporkan.
CDC juga menyebutkan bahwa obat antivirus ribavirin telah terbukti efektif melawan NiV dan HeV dalam eksperimen laboratorium, namun belum jelas seberapa efektif obat tersebut dalam mengobati manusia.
Para penulis studi memperingatkan adanya potensi penularan henipavirus baru ini ke manusia atau ternak karena virus ditemukan pada kelelawar yang tinggal di kebun buah di dekat permukiman warga.
Menurut para penulis, kelelawar berpotensi menularkan virus ke manusia dengan mencemari buah-buahan melalui air kencing mereka.
Dari seluruh 22 virus yang ditemukan, sembilan di antaranya diperkirakan mampu menginfeksi mamalia. Para penulis mencatat bahwa virus-virus yang berasosiasi dengan mamalia yang ditemukan di ginjal kelelawar—organ yang sebelumnya jarang diperiksa—berbeda dengan virus-virus yang ditemukan di jaringan rektum kelelawar yang sama.
Para penulis menyatakan bahwa temuan ini menyoroti pentingnya untuk meneliti berbagai organ dalam tubuh kelelawar, dan bahwa “penelitian di masa depan sebaiknya mencakup pengambilan sampel dari ginjal dan urin untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelepasan patogen dan risiko penularan yang terkait.”
Studi ini diterbitkan di jurnal PLOS Pathogens, dan dilakukan oleh para peneliti Tiongkok dari Laboratorium Kunci Provinsi Yunnan untuk Pengendalian dan Pencegahan Zoonosis—lembaga afiliasi dari Institut Pengendalian Penyakit Endemik Yunnan milik negara—serta Laboratorium Kunci Nasional untuk Pelacakan dan Peramalan Cerdas Penyakit Menular, yang berafiliasi dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok; Universitas Fudan, Universitas Sun Yat-sen; dan dua ilmuwan dari Universitas Sydney, Australia. (asr)
Sumber : Theepochtimes.com
BeSS Mansion Hotel Surabaya Hadirkan Menu “Arabic Mix Grilled” dalam Acara The Little Arabian
Surabaya, 25 Juni 2025 – Dalam rangka memperkenalkan pengalaman kuliner baru, BeSS Mansion Hotel Surabaya menggelar acara The Little Arabian dengan meluncurkan menu spesial Arabic Mix Grilled. Acara yang berlangsung meriah ini juga menjadi ajang kolaborasi antara BeSS Mansion Hotel Surabaya dan brand fashion muslim ternama, KARITA.
Menu Baru dengan Cita Rasa Timur Tengah
Menu Arabic Mix Grilled menjadi sorotan utama dalam acara ini. Dibuat oleh Executive Chef BeSS Mansion Hotel Surabaya, Chef Loloh, hidangan ini menawarkan tiga varian daging premium, yaitu domba, ayam, dan sapi, yang dimasak dengan rempah khas Timur Tengah. Setiap porsi disajikan lengkap dengan nasi biryani dan parata, memberikan pengalaman makan yang autentik.
Menu ini dapat dinikmati di Gardenia Restoran dan Bess Coffee, serta melalui aplikasi pesan-antar online. Dengan harga promo Rp89.000 NET per porsi, menu ini akan tersedia mulai 1 hingga 31 Juli 2025. Selain Arabic Mix Grilled, BeSS Mansion Hotel Surabaya juga menghadirkan dua menu baru lainnya:
– Nasi Madura Cumi Bumbu Hitam (Rp69.000 NET)
– Rujak Aceh dengan cita rasa asam segar (Rp45.000 NET)
Kedua menu ini turut menjadi pilihan menarik bagi tamu yang menginap di hotel selama liburan Juli mendatang.
Sinergi dengan KARITA dan Konsep Acara yang Unik
Acara The Little Arabian tidak hanya fokus pada kuliner, tetapi juga menghadirkan nuansa Timur Tengah melalui dresscode khusus yang dikenakan oleh staf BeSS Mansion Hotel Surabaya. Koleksi fashion muslim terbaru dari KARITA menjadi pilihan attire untuk memperkuat tema acara.
Sebagai sponsor utama, KARITA turut memeriahkan acara dengan menggelar fashion show yang memamerkan koleksi terbarunya. Tak hanya itu, berbagai voucher menarik juga dibagikan kepada tamu undangan, yang terdiri dari rekan media dan pelaku industri di Surabaya.
Membangun Brand Awareness dan Tren Baru

Yudhi Meidiyanto, General Manager BeSS Mansion Hotel Surabaya, menyampaikan bahwa acara ini merupakan langkah awal untuk membangun sinergi antara hotel dan media.
“Kami ingin memperkuat brand awareness BeSS Mansion Hotel Surabaya sekaligus menciptakan kolaborasi unik yang berbeda di masa depan,” ujarnya.
Johan Darmawan, Food & Beverages Manager, menambahkan bahwa acara ini menjadi tren baru untuk memperkenalkan promo spesial bulanan dengan cara yang kreatif.
“Kami ingin tamu tidak hanya menikmati hidangan lezat, tetapi juga pengalaman yang memorable,” jelasnya.
Acara The Little Arabian berhasil menarik perhatian tamu undangan, terutama dengan paduan konsep kuliner dan fashion. Kehadiran menu baru dan kolaborasi dengan KARITA dinilai sebagai terobosan segar di industri perhotelan Surabaya.
Ke depan, BeSS Mansion Hotel Surabaya berencana untuk terus menghadirkan inovasi serupa, baik dalam hal kuliner maupun kerja sama dengan brand lokal. Dengan strategi pemasaran yang kreatif, hotel ini berkomitmen untuk tetap menjadi destinasi unggulan di Surabaya.
“The Little Arabian adalah awal dari banyak kejutan menarik yang akan kami hadirkan,” – Yudhi Meidiyanto, General Manager BeSS Mansion Hotel Surabaya.
Dengan menggabungkan kuliner eksklusif dan kolaborasi kreatif, BeSS Mansion Hotel Surabaya membuktikan diri sebagai pelopor inovasi di industri hospitality. Acara ini tidak hanya memperkenalkan menu baru, tetapi juga memperkuat positioning hotel sebagai destinasi yang selalu menghadirkan pengalaman berbeda bagi tamunya.
Setelah Dihajar Amerika, Iran Cari ‘Perlindungan’ di Tiongkok—Ada Apa di Balik KTT SCO?”
EtIndonesia. Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah serangan besar-besaran terhadap fasilitas nuklir Iran. Dalam situasi penuh tekanan ini, Iran tampaknya mulai menggeser poros diplomatiknya. Pada 25 Juni 2025, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Qingdao, Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh secara terbuka meminta dukungan lebih lanjut dari Beijing untuk meredakan situasi pasca-serangan dan menjaga perdamaian kawasan.
Pertemuan Para Menteri Pertahanan Negara Anggota SCO
Dalam pertemuan di Qingdao yang dihadiri oleh Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun, serta Menhan dari Belarus, Pakistan, Kirgistan, dan Rusia, Aziz Nasirzadeh tidak sekadar melakukan basa-basi diplomatik. Ia menegaskan, “Iran baru saja menghadapi serangan yang serius, dan kami sangat menghargai sikap Tiongkok selama krisis ini. Kami berharap Beijing tetap bersikap adil dan konsisten demi menjaga gencatan senjata serta stabilitas kawasan.”
Permintaan ini diutarakan Ashtiani di tengah tekanan luar biasa terhadap pemerintah Iran, yang baru-baru ini mengalami kehancuran fasilitas nuklir akibat serangan militer Amerika Serikat dan sekutunya. Serangan tersebut bukan hanya memukul kekuatan militer Iran, tetapi juga menempatkan negara itu pada posisi yang sangat rentan dalam peta geopolitik global.
Tiongkok Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Global
Menanggapi permintaan Iran, Menteri Pertahanan Tiongkok, Dong Jun, menyampaikan komitmen Beijing untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Dong menegaskan, “Kerja sama dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa, SCO, dan forum multilateral lainnya sangat krusial untuk menjamin stabilitas strategis global. Tiongkok berkomitmen mendukung solusi damai dan kolaborasi yang setara di antara negara-negara kawasan.”
Pernyataan Dong Jun tersebut mendapat perhatian luas. Banyak pengamat menilai bahwa Tiongkok saat ini memang menjadi poros baru dalam upaya Iran mencari pelindung dan penyeimbang setelah kehilangan sebagian besar daya tawar militernya di mata dunia.
Iran Cari “Pelindung Baru” Pasca-Serangan
Sejumlah analis geopolitik membaca langkah Iran ini sebagai tanda bahwa Teheran mulai “menggantungkan harapan” pada kekuatan besar non-Barat. Dalam beberapa dekade terakhir, Iran dikenal kerap mengandalkan jaringan sekutunya di Timur Tengah, seperti Rusia dan Tiongkok, untuk menyeimbangkan tekanan dari Amerika Serikat dan sekutu Eropanya.
Namun, kali ini situasi dinilai berbeda. Serangan udara yang menghancurkan fasilitas nuklir Iran dianggap sebagai pukulan paling telak sepanjang sejarah program nuklir negara tersebut. Seperti dikemukakan oleh Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan terbarunya, “Iran sekarang tidak lagi punya kemampuan untuk membangun senjata nuklir. Fasilitas itu sudah hancur total.”
Gedung Putih: “Fasilitas Nuklir Iran Benar-Benar Dihancurkan”
Juru Bicara Gedung Putih, Leavitt, pada hari yang sama, 25 Juni 2025, juga menegaskan bahwa semua informasi yang menyebut Iran masih memiliki fasilitas nuklir operasional adalah kabar bohong atau hoaks. “Fakta di lapangan sudah jelas. Fasilitas nuklir Iran telah benar-benar dihancurkan. Dunia internasional tidak perlu lagi khawatir akan ancaman nuklir dari Teheran dalam waktu dekat,” tegas Leavitt dalam konferensi pers di Washington.
Tiongkok di Persimpangan Diplomasi Global
Posisi Tiongkok kini menjadi sorotan utama. Beijing dihadapkan pada dilema strategis: di satu sisi, menjaga hubungan baik dengan Iran penting untuk akses energi dan pengaruh di Timur Tengah; di sisi lain, Tiongkok harus berhati-hati agar tidak dinilai terlalu menantang kepentingan Amerika Serikat secara terbuka.
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Fudan, Prof. Zhang Wei, mengatakan, “Langkah Iran meminta Tiongkok bersikap adil adalah kode keras bahwa mereka benar-benar butuh pelindung. Namun, Tiongkok secara tradisional selalu memilih jalan tengah, menyeimbangkan dukungan pada sekutunya tanpa terlibat terlalu dalam dalam konflik militer yang bisa memicu eskalasi global.”
Dampak Terhadap Stabilitas Kawasan dan Dunia
Serangan ke fasilitas nuklir Iran, dan langkah Iran mencari perlindungan baru lewat SCO, menandakan babak baru dalam perebutan pengaruh global antara blok Barat dan Timur. Keterlibatan Tiongkok di forum-forum multilateral seperti SCO diprediksi akan semakin intens, terutama dalam upaya meredakan konflik, menjaga aliran energi, dan mencegah konflik regional menjadi perang terbuka.
Kawasan Timur Tengah sendiri berada di persimpangan berbahaya. Negara-negara seperti Pakistan, Kirgistan, dan Belarus, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, secara terbuka menyatakan mendukung dialog damai dan kerja sama multilateral. Namun, sikap Iran yang kini lebih “membuka diri” ke Timur bisa menjadi game changer dalam geopolitik kawasan ke depan.
Penutup
Pertemuan di Qingdao kali ini menjadi bukti bahwa krisis di Iran telah mengguncang tatanan hubungan internasional secara nyata. Upaya Menteri Pertahanan Iran untuk mengajak Tiongkok turun tangan secara aktif bukan hanya urusan diplomasi, melainkan juga sinyal pergeseran strategis menuju era baru—di mana “keseimbangan kekuatan” antara Barat dan Timur kembali diuji di panggung dunia. (***)
‘Daddy’ Trump Terkesan dengan Julukan Barunya ? Gedung Putih Mengunggah Video KTT NATO Presiden AS dengan Lagu Latar Ini..
EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump tampaknya menyukai julukan barunya – ‘Daddy/Ayah’! Gedung Putih baru saja merilis video berdurasi satu menit yang memperlihatkan kedatangan dan interaksi Trump di KTT NATO yang diiringi lagu latar Daddy’s Home oleh Usher.
Semuanya bermula ketika Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte mengatakan bahwa Trump berperilaku seperti ‘Daddy’ dalam berurusan dengan Iran dan Israel. Pernyataan Rutte menanggapi perbandingan Trump yang biasa tentang Iran dan Israel sebagai “dua anak sekolah yang bertengkar.”
“Mereka bertengkar hebat, seperti dua anak di halaman sekolah,” kata Trump, merujuk pada Israel dan Iran. “Anda tahu, mereka bertengkar hebat. Anda tidak bisa menghentikan mereka. Biarkan mereka bertengkar sekitar dua, tiga menit, lalu akan lebih mudah untuk menghentikannya.”
🎶 Daddy’s home… Hey, hey, hey, Daddy.
— The White House (@WhiteHouse) June 26, 2025
President Donald J. Trump attended the NATO Summit in The Hague, Netherlands. pic.twitter.com/asJb5FD2Ii
Menanggapi hal itu, Rutte menanggapi: “Dan terkadang Daddy harus menggunakan bahasa yang kasar,” merujuk pada penggunaan kata-F oleh Trump setelah Israel dan Iran melanggar gencatan senjata.
Trump menertawakan pernyataan Rutte dan berkata: “Semua orang berkata, ‘Baiklah, Anda harus menggunakan kata tertentu.’
Sebelum menaiki Air Force One untuk menghadiri KTT NATO di Belanda, Trump dengan marah berkata, ketika ditanya tentang pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan Iran: “Kedua negara telah bertempur begitu lama dan begitu keras sehingga mereka tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan, apakah Anda mengerti itu?”
Trump pada tanggal 24 Juni menyatakan bahwa gencatan senjata telah disepakati antara Israel dan Iran dan perang telah berhenti, tetapi kedua negara melanggarnya segera setelah pengumuman Trump dan saling menembakkan rudal. Ini merupakan kekecewaan besar bagi Trump, yang dengan marah memperingatkan Israel agar tidak mengebom Iran dan kehilangan ketenangannya di depan wartawan.
Pernyataan ‘Ayah’ tidak pernah berhenti!
Selama interaksi pers di sela-sela KTT NATO, Trump ditanya tentang pernyataan ‘Daddy’ Rutte, yang ditanggapi Trump: “Dia melakukannya dengan sangat penuh kasih sayang,” kata Trump. “Ayah, kamu ayahku.”
Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Rutte mengatakan bahwa dia tidak memanggil Presiden Trump dengan sebutan “Daddy,” dan pernyataan itu merupakan metafora untuk kepemimpinan AS.
Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Rutte menjelaskan konteksnya. Dia berkata: “Dan saya berkata, itu terdengar seperti anak kecil yang bertanya kepada ayahnya, ‘Hei, apakah kamu masih tinggal dengan keluarga?’ Jadi, dalam hal itu, saya menggunakan kata ‘Daddy,’ bukan berarti saya memanggil Presiden Trump dengan sebutan ayah.”
Ketika ditanya apakah dia memuji Trump secara berlebihan untuk membuatnya senang di tengah keluhan yang terus berlanjut tentang ketergantungan NATO pada dukungan AS, Rutte mengatakan bahwa dia tidak berpikir demikian.
“Saya pikir itu sedikit masalah selera,” katanya. Rutte menyebut Trump sebagai “teman baik” selama lebih dari sepuluh tahun, dan menambahkan bahwa ia layak mendapatkan pujian tersebut.(yn)
Pakar Keamanan AS: Jika Rezim Iran Tumbang, Akan Merugikan Kepentingan Partai Komunis Tiongkok
EtIndonesia. Situasi di Timur Tengah tengah mengalami perubahan besar. Dalam kondisi ini, bagaimana sikap Amerika Serikat mengirimkan sinyal ke Partai Komunis Tiongkok (PKT)? Apakah keterlibatan jangka panjang AS dalam konflik di Timur Tengah akan menguntungkan Partai PKT? Dan jika rezim di Iran tumbang, apa dampaknya bagi AS, sekutunya, dan juga PKT? Wartawan NTD mewawancarai penasihat kebijakan keamanan nasional dari lembaga Polaris National Security, Yousif Kalian, untuk menyimak pandangannya.
Steve Lance (Wartawan NTD): “Yousif, selamat datang.”
Yousif Kalian (Penasihat Kebijakan Keamanan Nasional Polaris): “Terima kasih atas undangannya.”
Steve Lance: “Saat ini AS sedang menghadapi konflik di Timur Tengah. Bagaimana cara memastikan bahwa ancaman dari PKT tidak terabaikan?”
Yousif Kalian : “PKT sebenarnya sedang memantau dengan saksama dukungan AS terhadap Israel, guna menguji bagaimana respons AS terhadap isu Taiwan. PKT tahu bahwa Israel adalah sekutu terdekat AS di Timur Tengah. Jika AS berdiam diri ketika Israel diserang oleh Iran, itu akan menjadi sinyal bagi PKT bahwa menyerang Taiwan mungkin tidak akan mendapat balasan besar. Oleh karena itu, membela Israel adalah sinyal kuat bahwa kekuatan pencegahan AS masih sangat besar, baik di Taiwan maupun di wilayah lainnya di dunia.”
Steve Lance: “Jika AS terlibat dalam urusan Timur Tengah dalam jangka panjang, apakah itu akan menguntungkan PKT karena ‘pengalihan strategis’? Seperti yang dikatakan beberapa orang, saat perang melawan teror terjadi, PKT menyusup ke AS dan banyak negara lain.”
Yousif Kalian : “Saya melihat Iran kini menjadi kunci strategi PKT, tujuannya adalah membentuk poros anti-AS bersama Rusia. Iran yang memiliki senjata nuklir hanya akan memperburuk ancaman dari PKT, memungkinkan Beijing mengendalikan kawasan yang sangat penting bagi perdagangan global, energi, dan kepentingan keamanan nasional AS. Kita telah melihat PKT menginvestasikan miliaran dolar di Teheran melalui proyek Belt and Road, memperdalam hubungan energi, dan melanggar sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran. Suka atau tidak suka, konflik ini saling terkait. Menurut saya, ini bukan sekadar pengalihan strategis, ini bagian dari strategi besar mereka.”
Steve Lance: “Seberapa dalam hubungan antara Iran dan PKT? Jika terjadi perubahan rezim di Iran, apa dampaknya bagi Tiongkok?”
Yousif Kalian : “PKT telah menginvestasikan miliaran dolar dalam ekspor minyak Iran. Kedua negara juga bekerja sama di bidang teknologi, dan PKT membangun banyak infrastruktur di Iran. Hubungan mereka makin erat, menandatangani banyak perjanjian, dan dalam kebijakan luar negeri pun makin sejalan. Beijing jelas sedang menopang rezim ini. Jadi jika rezim ini melemah atau akhirnya tumbang, itu akan sangat merugikan kepentingan Beijing di Timur Tengah. Karena itu akan memperkuat kekuatan dan pengaruh AS, serta menghancurkan pengaruh Iran di Irak, Lebanon, dan wilayah lain melalui para proksinya. Tatanan kawasan akan lebih menguntungkan AS dan para sekutunya, termasuk mitra di kawasan Teluk. Semua ini tentu merugikan PKT.”
Steve Lance: “Jika perubahan rezim di Iran benar-benar terjadi, bagaimana itu bisa terjadi? Apa pandangan rakyat Iran? Apa sikap mereka terhadap pergantian pemerintahan?”
Yousif Kalian : “Kita tahu bahwa rakyat Iran tidak menyukai rezim yang sekarang. Ada jajak pendapat yang menunjukkan bahwa hampir 75% rakyat Iran menolak sistem Republik Islam saat ini, dan sekitar 80% ingin membentuk pemerintahan baru, bukan hanya sekadar reformasi.”
“Pangeran Iran sebelumnya juga telah beberapa kali menyatakan bahwa ia memiliki kontak dengan militer dan pejabat pemerintah Iran. Jadi untuk saat ini, dia mungkin menjadi tokoh yang paling diterima dan paling mungkin untuk memimpin pemerintahan transisi di Iran.”
Steve Lance: “Youssef Kalilian, terima kasih atas wawasan Anda. Terima kasih.” (Hui/asr)
Israel dan Iran Langgar Perjanjian Gencatan Senjata, Trump Desak Kedua Pihak Menahan Diri
Pada Selasa (24 Juni), Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melakukan pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mendesaknya agar mematuhi perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh AS dengan Iran dan tidak melakukan serangan balasan. Sebelumnya, Israel menuduh Iran telah meluncurkan sejumlah rudal sebelum perjanjian ditandatangani, yang menyebabkan 4 warga Israel tewas. Selama konflik 12 hari, serangan rudal Iran telah menewaskan 28 orang di Israel dan melukai lebih dari 3.000 orang.
EtIndonesia. Pejabat Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa dalam percakapan telepon Selasa (24/6/2025), Trump memuji Israel karena telah mencapai semua tujuan strategisnya, namun menyatakan ketidakpuasan atas serangan yang terus terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata. Trump secara tegas meminta Israel untuk tidak membalas pelanggaran Iran terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditengahi AS.
“Ya, saya tahu mereka melanggar perjanjian, tapi Israel juga melanggarnya. Begitu perjanjian tercapai, Israel langsung menjatuhkan bom dalam jumlah besar. Saya belum pernah melihat bom sebesar itu sebelumnya,” ujar Presiden AS Donald Trump.
Trump kemudian menulis serangkaian pernyataan:
“Iran tidak akan pernah membangun kembali fasilitas nuklir!”
“Tidak akan ada yang terluka, perjanjian gencatan senjata sudah berlaku!”
Netanyahu menanggapi bahwa serangan balasan tidak bisa dibatalkan, namun Israel harus memberikan respons terhadap pelanggaran oleh Iran.
Kantor Netanyahu mengkonfirmasi bahwa pada Selasa (24/6) pukul 07.06 waktu setempat, Iran menembakkan satu rudal ke Israel, dan dua rudal lagi pada pukul 10.25.
Sebelumnya, pejabat Israel mengkonfirmasi bahwa Angkatan Udara Israel melakukan serangan kecil terhadap radar militer di wilayah utara Teheran, sebagai respons atas serangan rudal Iran tiga jam setelah gencatan senjata dimulai.
Namun, pihak Iran membantah telah menembakkan rudal-rudal tersebut.
Presiden Israel Isaac Herzog, saat meninjau sebuah apartemen yang hancur di kota selatan Israel, mengatakan bahwa rudal Iran sangat berat, menyebabkan empat warga sipil tewas dan setidaknya 22 orang luka-luka.
“Rudal ini adalah salah satu yang paling berat milik Iran, bernama ‘Qadr’, beratnya lebih dari 400 kg. Rudal ini menghantam area ini dengan tujuan membunuh wanita, anak-anak, lansia, dan warga sipil biasa. Ia menghancurkan satu taman kanak-kanak dan menghancurkan sebuah apartemen,” ujarnya.
Konflik antara Israel dan Iran telah berlangsung selama 12 hari. Presiden Trump menulis di media sosial pada malam hari waktu Timur AS bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk gencatan senjata total.
Trump menjelaskan bahwa Iran akan memulai gencatan senjata selama 12 jam, disusul oleh Israel selama 12 jam berikutnya. Setelah 24 jam, perang ini secara resmi dianggap berakhir.
Pada Selasa, Uni Eropa juga mendesak Iran dan Israel untuk menahan diri semaksimal mungkin setelah gencatan senjata.
“Ini adalah langkah penting menuju stabilitas kawasan yang tegang, dan harus menjadi prioritas bersama. Kami menyerukan Iran untuk serius terlibat dalam proses diplomatik yang kredibel, karena meja perundingan tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak,” ujar Juru bicara Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa, Anouar El Anouini.
Kanselir Jerman Friedrich Merz juga menyatakan: “Kami sekarang menyerukan kepada Iran dan Israel untuk merespons seruan Presiden AS.”
Sebelum berangkat ke KTT NATO, Trump kembali menulis di Truth Social : “Tiongkok sekarang bisa kembali membeli minyak dari Iran. Semoga mereka juga membeli dalam jumlah besar dari Amerika. Saya merasa terhormat telah memfasilitasi hal ini! Perjalanan ke NATO kali ini—sebanyak apapun tantangannya—akan tetap lebih tenang dibandingkan apa yang saya alami dalam masalah Israel dan Iran sebelumnya. Saya menantikan bertemu dengan semua sahabat Eropa dan lainnya. Semoga semua berjalan lancar!”
Trump juga membagikan pesan dari Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang menulis:
“Terima kasih atas keputusan bijak Anda terkait tindakan terhadap Iran. Tak ada yang bisa menandinginya. Anda telah membuat kita semua merasa lebih aman.”
Pihak Iran menyatakan bahwa selama Israel mematuhi ketentuan gencatan senjata, maka Iran akan menghormati perjanjian gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. (Hui/asr)
Laporan gabungan oleh reporter Yu Liang dan Tian Yuan untuk NTD
Militer AS Bombardir Iran untuk Menunjukkan Kekuatan Militernya, Halangi Ambisi Partai Komunis Tiongkok Menyerang Taiwan
Militer Amerika Serikat mengerahkan pembom siluman B-2 untuk menyerang tiga fasilitas nuklir di Iran, memicu perhatian global. Aksi ini disebut sebagai unjuk kekuatan militer terbesar sejak Perang Dunia II, dan diperkirakan akan mengubah situasi strategis di Timur Tengah serta tatanan global. Terutama, hal ini dipandang sebagai peringatan strategis serius terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT), mengingat sebelumnya mantan Presiden Trump telah menyatakan bahwa jika PKT menyerang Taiwan, ia akan membalas dengan mengebom Beijing.
EtIndonesia. Pada 23 Juni 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata total dan menyeluruh. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran akan menghentikan serangan lebih dulu, kemudian Israel akan menyusul 12 jam setelahnya.
Selama periode masing-masing, pihak lain harus menjaga perdamaian dan saling menghormati. Setelah 24 jam, maka “perang 12 hari” ini resmi berakhir.
Israel dan Iran pun menyetujui gencatan senjata ini guna mengakhiri konflik berdarah selama 12 hari.
Namun, hanya berselang tiga jam setelah gencatan senjata, militer Israel menyatakan pada pukul 08.30 pagi bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal dari Iran dan berhasil mencegatnya di wilayah udara utara Israel. Iran membantah telah menembakkan rudal, tetapi Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menuding Iran “telah melanggar secara serius” perjanjian gencatan senjata yang diumumkan Trump, dan menegaskan bahwa Israel akan “melanjutkan serangan intensif terhadap Teheran.”
Meskipun situasinya masih belum jelas, para analis menilai bahwa serangan udara besar-besaran AS terhadap fasilitas nuklir Iran adalah unjuk kekuatan militer terbesar sejak Perang Dunia II, yang tidak hanya mengubah peta strategi di Timur Tengah, tetapi juga memberikan sinyal keras kepada PKT.
“Perang kali ini membuat Tiongkok merasa cemas. Di satu sisi, mereka khawatir ini akan mengganggu pasokan energi dari Iran, di sisi lain juga berpengaruh terhadap pengaruh Tiongkok di Timur Tengah. Yang paling penting adalah, perang yang berakhir dengan cepat ini menunjukkan kemampuan militer AS untuk menggertak Tiongkok. Selain itu, AS bisa segera memindahkan kekuatan militer penting ke kawasan Indo-Pasifik untuk melawan ekspansi PKT,” kata peneliti dari Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi.
Ahli hukum di Australia, Yuan Hongbing, mengatakan: “Rezim tirani PKT masih berupaya memanfaatkan aliansi strategisnya dengan Iran untuk menarik perhatian dan sumber daya militer AS ke Timur Tengah, demi memberi peluang bagi PKT untuk memulai perang di Selat Taiwan sebagai langkah penting ekspansi komunisme global. Serangan gabungan Trump dan Israel ke Iran ini bertujuan utama untuk menghancurkan pijakan PKT di kawasan Timur Tengah.”
Yuan menambahkan bahwa pada hari keenam perang Israel-Iran, kantor urusan Taiwan di bawah PKT telah memerintahkan kantor urusan Taiwan di Provinsi Fujian untuk mempelajari secara menyeluruh bagaimana Israel menyusup ke lembaga-lembaga vital Iran sebelum perang.
Yuan berkata: “Rezim PKT sama sekali tidak menduga bahwa Israel bisa dalam waktu hanya 24 jam menyingkirkan hampir semua pemimpin militer dan senjata Iran, termasuk membunuh ilmuwan nuklir paling terkenal mereka. Informasi ini sangat mengejutkan bagi Beijing. Oleh karena itu, Kantor Pusat Urusan Taiwan PKT memerintahkan kantor-kantor regional, termasuk di Fujian, untuk menganalisis dan meniru strategi Israel, dan menyiapkannya untuk kemungkinan perang di Selat Taiwan.”
Trump sendiri sebelumnya pernah menyatakan: “Jika Tiongkok (PKT) menyerang Taiwan selama saya menjabat, saya akan membalas dengan mengebom Beijing.”
Pernyataan ini kembali memicu perdebatan publik.
Pengamat politik di AS, Tang Jingyuan, mengatakan: “Kita bisa melihat bahwa dalam serangan ini, Iran hampir tidak bereaksi. Pesawat-pesawat AS sudah terbang di atas kepala mereka, dan mereka bahkan tidak menyadarinya. Setelah dibom, Iran tidak punya kemampuan untuk melawan. Aksi militer ini menunjukkan kesenjangan besar kekuatan antara militer AS dan peralatan yang dimiliki PKT, dan kesenjangan ini dapat menimbulkan efek domino jika PKT berani menyerang Taiwan.”
Beberapa tahun terakhir, PKT tidak hanya sering melakukan latihan pengepungan militer terhadap Taiwan, tetapi juga melakukan simulasi serangan rudal, menembakkan meriam air terhadap kapal Filipina di Laut Cina Selatan, dan melakukan pencegatan berbahaya terhadap pesawat dan kapal perang Australia.
Shen Mingshi melanjutkan: “Serangan AS terhadap Iran jelas memberikan efek gentar besar kepada Tiongkok. Baik dari segi performa pesawat pembom maupun kekuatan bom penembus bunker (bunker buster), itu semua jauh melebihi kemampuan militer Tiongkok. Jika AS benar-benar ikut campur dalam perang di Selat Taiwan, militer Tiongkok (PLA) tidak akan punya kemampuan untuk melawan. Itulah sebabnya tokoh-tokoh anti-Xi Jinping seperti Zhang Youxia menentang serangan ke Taiwan pada saat ini.”
Tang Jingyuan menambahkan: “Tindakan cepat Trump kali ini benar-benar menghancurkan persepsi PKT terhadap dirinya. Ini memberikan efek psikologis besar terhadap Beijing. Karena Trump sudah menyatakan dengan tegas bahwa jika PKT berani memulai perang di Selat Taiwan, maka ia akan berani mengebom Beijing – dan Trump adalah orang yang menepati ucapannya.”
Pengamat Tang menyimpulkan bahwa serangan presisi Trump terhadap fasilitas nuklir Iran merupakan peringatan langsung kepada PKT: Jika mereka ingin memulai perang, sebaiknya pikirkan matang-matang dulu. (Hui/asr)
Huang Yimei | Luo Ya | Gao Yu – NTDTV.com
Fenomena Langka “Kubah Panas” Selimuti Pantai Timur AS, Puluhan Juta Orang Serasa Terpanggang
Musim panas baru saja dimulai, namun wilayah timur dan tengah Amerika Serikat sudah dilanda fenomena langka berupa “kubah panas” (heat dome) bertekanan tinggi. Saat berada di luar ruangan, orang-orang merasa seperti berada di dalam “air fryer udara”—pengap dan sangat panas. Pada puncaknya, suhu yang dirasakan (indeks panas) bahkan melebihi 110°F (43°C). Gelombang panas ini diperkirakan akan berlangsung selama seminggu, dan suhu tinggi yang terus-menerus di kota-kota seperti New York dan Philadelphia diprediksi akan memecahkan rekor tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
EtIndonesia. Pada pekan ini, wilayah timur dan tengah AS sedang diselimuti fenomena cuaca ekstrem yang berbahaya—kubah panas (heat dome)—yang menyebabkan suhu di banyak tempat melampaui 100°F (37,8°C), tertinggi dalam lebih dari 10 tahun terakhir. Menurut situs resmi pemerintah tentang kesehatan akibat panas, wilayah dari Chicago hingga Pittsburgh, serta sebagian besar North Carolina dan New York, berada dalam kategori risiko panas tertinggi.
Para ahli meteorologi menjelaskan bahwa “kubah panas” terjadi ketika sistem tekanan tinggi di lapisan atas atmosfer bertahan lama di satu tempat, seperti tudung yang memerangkap udara panas di bawahnya dan menghalangi masuknya udara dingin. Akibatnya, suhu di bawah “kubah” terus meningkat dan menyebabkan cuaca panas ekstrem selama berhari-hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca, sekitar 245 juta orang di seluruh AS mengalami suhu di atas 90°F (32°C) pada hari Senin (23 Juni). Pada hari Selasa (24 Juni), suhu panas mencapai puncaknya di wilayah timur laut, dengan 33 juta orang menghadapi suhu di atas 100°F, dan karena kelembaban yang tinggi, indeks panas di beberapa wilayah bahkan bisa melampaui 110°F.
Para ahli mencatat bahwa New York belum pernah mencatat suhu 100°F sejak tahun 2011, dan Philadelphia juga belum mengalami suhu di atas 100°F selama beberapa hari berturut-turut sejak 2012.
Pada Senin sore, suhu di pusat kota Baltimore melonjak hingga lebih dari 90°F, menyebabkan puluhan orang memadati pusat bantuan untuk berteduh. Beberapa pusat perbelanjaan lokal terpaksa tutup lebih awal karena kerusakan AC, dan berbagai kegiatan luar ruangan dibatalkan karena panas ekstrem.
Seorang pakar cuaca memperingatkan bahwa jika gelombang panas ini terjadi di akhir musim panas, tubuh manusia mungkin sudah mulai beradaptasi dengan suhu tinggi, sehingga risikonya tidak akan sebesar ini. Namun, gelombang panas kali ini datang segera setelah titik balik musim panas (summer solstice), sehingga memberikan tekanan lebih besar terhadap kesehatan manusia. (Hui/asr)
Laporan dari Liu Jiajia, reporter NTDTV, dari Amerika Serikat.
Negara Bagian Texas, AS, Sahkan Undang-Undang Baru: Larang Anggota Partai Komunis Tiongkok Beli Tanah
- Gubernur Texas, Amerika Serikat, Greg Abbott, pada Senin (23 Juni) menandatangani undang-undang yang secara menyeluruh melarang anggota Partai Komunis Tiongkok, serta individu dan perusahaan dari negara-negara musuh seperti Iran dan Korea Utara, untuk membeli tanah dan properti di negara bagian Texas. Undang-undang ini akan mulai berlaku pada September tahun ini.
- Abbott menekankan bahwa ini adalah salah satu larangan paling ketat di seluruh Amerika Serikat.
- Para legislator Texas menyatakan bahwa tujuan dari undang-undang ini adalah untuk melindungi keamanan nasional dan mencegah infiltrasi dari kekuatan musuh. Saat ini, sudah ada 22 negara bagian di AS yang telah mengesahkan undang-undang serupa.
EtIndonesia. Pada Senin 23 Juni, Gubernur Texas Greg Abbott secara resmi mengumumkan penandatanganan Senate Bill 17 (RUU Senat No. 17 Texas), yang akan mulai berlaku pada 1 September 2025.
Abbott mengatakan, “Ini adalah salah satu larangan paling ketat di seluruh negeri, yang melarang penjualan tanah dan properti lainnya kepada individu dan perusahaan dari Tiongkok komunis, Iran, Korea Utara, dan Rusia.”
Undang-undang ini terutama ditujukan kepada negara-negara yang telah dikategorikan sebagai ancaman terhadap keamanan nasional oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional AS.
Menurut laporan dari Congressional Research Service (CRS) yang dirilis pada Agustus 2024, dari Januari 2023 hingga Juli 2024, sudah ada 22 negara bagian di AS yang telah mengesahkan undang-undang serupa yang membatasi atau melarang kepemilikan tanah oleh warga negara asing.
Anggota DPR Texas Mitch Little mengatakan, “Sekarang, kami telah memberikan wewenang kepada Jaksa Agung Texas untuk menghapus properti milik Partai Komunis Tiongkok dan negara musuh lainnya dari wilayah Texas.”
Sementara itu, Senator Texas Juan Hinojosa juga menekankan bahwa “keamanan nasional harus menjadi prioritas utama.”
Senator Juan Hinojosa mengatakan, “Saya ingin mengingatkan semua orang bahwa memang ada negara-negara di dunia ini yang ingin menghancurkan negara kita, menghancurkan kebebasan kita, menghancurkan cara hidup kita. Oleh karena itu, kita sekarang harus benar-benar serius dalam memandang masalah ini.”
Menurut laporan terbaru dari Departemen Pertanian AS, total tanah pertanian yang dimiliki oleh keempat negara musuh ini hanya kurang dari 1% dari total kepemilikan asing atas tanah pertanian di seluruh AS. Di antaranya, investor dari Tiongkok memiliki jumlah terbesar berupa hutan dan lahan pertanian, dengan total mencapai 277.336 acre.
Undang-undang ini juga membatasi pembelian tanah di Texas oleh “partai yang memerintah atau unit di bawahnya dari negara-negara tersebut.” Ini berarti, anggota Partai Komunis Tiongkok tidak akan dapat membeli tanah di Texas. Selain itu, siapa pun yang bertindak sebagai “agen atau perwakilan dari negara yang ditentukan,” juga akan dilarang membeli tanah. Undang-undang ini juga melarang mereka memperoleh tanah dengan cara lain, dan membatasi masa sewa hanya sampai setahun. (Hui/asr)
Laporan oleh reporter magang New Tang Dynasty Television, Tian Xin.
