Longsor Gunung di Chongqing, Tiongkok, Bongkahan Batu Sebesar Gedung Diduga Dipicu Ledakan Pabrik Petasan

EtIndonesia.com Pada 17 Juli 2026, terjadi longsor besar di Kabupaten Pengshui, Chongqing, Tiongkok. Suara gemuruh yang sangat keras terdengar di sepanjang tepi Sungai Wujiang. Sejumlah bangunan di kaki gunung tertimbun batu dan tanah, sementara bongkahan batu terbesar yang jatuh disebut berukuran lebih dari 3.000 meter kubik, kira-kira sebesar sebuah gedung. Sejumlah warga menduga sebelum longsor terjadi, sebuah pabrik petasan di dekat lokasi mengalami ledakan yang kemudian memicu runtuhnya lereng gunung.

Menurut laporan media di Tiongkok, longsor terjadi sekitar pukul 09.08 di Jalan Hanjia, Kabupaten Pengshui. Sejumlah bangunan tempat tinggal di kaki gunung tertimbun dan roboh akibat material longsoran.

Karena ukuran batu-batu yang sangat besar, proses penyelamatan menjadi sangat sulit. Tim penyelamat harus terlebih dahulu memindahkan bongkahan batu sebelum dapat mencari korban yang diduga masih tertimbun.

Menurut keterangan resmi pemerintah setempat, hingga saat ini 8 orang dilaporkan meninggal dunia dan 34 orang masih hilang. Namun, foto-foto yang beredar di internet sebelum dan sesudah kejadian memperlihatkan area permukiman yang luas tertimbun tanah dan batu. Sebagian pihak berspekulasi bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin lebih besar daripada angka resmi, meskipun hal tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebuah video yang beredar menunjukkan sekitar 20 menit sebelum longsor, sebuah mobil yang melintas merekam suasana di lokasi melalui kamera dasbor. Terlihat banyak warga keluar dari rumah dan berkumpul di jalan. Sebagian masih mengenakan pakaian tidur sambil melihat ke arah gunung dan terdengar suara gemuruh keras dari kejauhan.

Sekitar 20 menit kemudian, menurut laporan tersebut, jalan beserta deretan bangunan di lokasi itu tertimbun material longsoran. Pengunggah video menuliskan harapan agar seluruh warga yang terlihat dalam rekaman telah berhasil mengungsi dengan selamat.

Dugaan Ledakan Pabrik Petasan

Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan bahwa longsor mungkin berkaitan dengan ledakan di sebuah pabrik petasan yang berada di belakang lereng gunung.

Seorang warga bermarga Yan mengatakan bahwa rumah-rumah yang terdampak dibangun di dekat lereng yang sebelumnya pernah mengalami pekerjaan peledakan, sementara di belakang gunung terdapat sebuah pabrik kembang api dan petasan.

Warga lain bermarga Xie mengatakan bahwa pada pagi hari terdengar suara ledakan keras dari arah gunung, disusul suara runtuhan batu seperti ledakan, kemudian lereng gunung runtuh beberapa kali secara berturut-turut.

“Setelah ledakan itu terjadi, kondisi tanah menjadi longgar, lalu lereng terus runtuh sedikit demi sedikit,” katanya. 

Menurutnya, sekitar 12 hingga 13 bangunan mengalami keruntuhan. Sebuah kendaraan yang sedang melintas juga dikabarkan tertimbun longsor, dan disebut membawa sejumlah penumpang. Ia menggambarkan kondisi di lokasi sangat memprihatinkan.

Seorang perempuan lain yang berada di lokasi mengatakan bahwa setelah longsor terjadi, masih terdengar beberapa suara ledakan kecil dari arah kompleks pabrik petasan.

Warga bermarga Wen mengatakan bahwa sekitar pukul 08.40, ia mendengar suara ledakan petasan yang sangat keras, “seperti suara petir atau peledakan”. Dari tepi Sungai Wujiang ia melihat kepulan asap tebal, sementara beberapa bangunan di tepi sungai terdorong ke dalam sungai akibat hantaman batu besar. Bangunan yang disebut terdampak antara lain sebuah toko kembang api dan sebuah hotel.

Warga bermarga Zhang juga mengatakan bahwa sekitar pukul 08.00, ia mendengar suara retakan batu yang sangat keras sebelum akhirnya terjadi longsor besar.

Seorang saksi mata bermarga Wang mengatakan bahwa ia mula-mula mendengar suara batu berjatuhan dari atas gunung, kemudian menyaksikan sendiri seluruh lereng gunung meluncur turun.

“Kami hanya bisa melihat ketika seluruh lereng itu tiba-tiba meluncur ke bawah,” ujarnya. 

Menurut Wang, beberapa bangunan di dekat tepi sungai terdorong langsung masuk ke Sungai Wujiang oleh material longsoran. Saat itu masih ada penghuni di dalam bangunan, sehingga peristiwa tersebut sangat mengerikan dan masih membekas dalam ingatannya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir tidak terjadi hujan di daerah tersebut sehingga ia tidak mengetahui penyebab pasti longsor.

Lokasi Ditutup, Penyebab Masih Diselidiki

Setelah kejadian, aparat menutup seluruh area bencana dan memerintahkan warga sekitar untuk segera mengungsi. Wang mengatakan bahwa ia bahkan tidak sempat menutup tokonya sebelum diminta meninggalkan lokasi.

Hingga saat ini, pemerintah setempat belum mengumumkan penyebab pasti longsor di Kabupaten Pengshui.

Laporan disusun oleh Luo Tingting

Trump Ungkap Dugaan Campur Tangan Partai Komunis Tiongkok dalam Pemilu AS, Analis: Manuver Xi Mengalami Kemunduran Besar 

EtIndonesia.com Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato yang disiarkan secara nasional menyatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) diduga memperoleh sekitar 220 juta data pemilih Amerika selama Pemilu Presiden AS tahun 2020. Ia juga menuduh bahwa sejak tahun 2018, PKT menggerakkan berbagai pihak yang anti-Trump, baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat, untuk berupaya memaksanya mengundurkan diri atau mencegahnya terpilih kembali. Selain itu, Trump menuduh PKT menyuap media untuk menyerangnya.

Trump menyebut dugaan tersebut sebagai kebocoran data pemilu terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai pernyataannya menegaskan sebuah fakta mendasar.

“Trump pertama-tama mengungkapkan sebuah fakta mendasar. Pada masa pemerintahan Trump pertama, ia mengakhiri kebijakan peredaan (appeasement) yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun, ketika para politisi kiri di Barat bersikap lunak terhadap rezim PKT,” ujar pakar hukum yang tinggal di Australia, Yuan Hongbing. 

“Saat itu, modal keuangan internasional dari Wall Street, sampai batas tertentu, membentuk aliansi saling menguntungkan dengan para pejabat korup PKT,” katanya. 

“Di bawah aliansi kepentingan ekonomi tersebut, perekonomian PKT mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui cara-cara yang tidak mengikuti aturan serta bertentangan dengan prinsip keadilan dan persaingan yang wajar,” tambahnya. 

Para analis menilai bahwa selama masa jabatan pertamanya, Trump mengubah kebijakan lama Amerika Serikat yang dinilai terlalu lunak terhadap PKT. Hal itu membuat kalangan politik dan akademisi Amerika secara bertahap memandang PKT sebagai ancaman strategis terbesar bagi Amerika Serikat, yang menurut mereka kemudian memicu reaksi keras dari pihak PKT.

Menurut laporan yang dikaitkan dengan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA), PKT sejak 2018 diduga menggerakkan berbagai kekuatan anti-Trump di dalam dan luar negeri untuk memengaruhi Pemilu Presiden AS 2020, termasuk melalui jalur politik, bisnis, dan media.

“Ini bahkan dapat disebut sebagai sebuah tindakan perang. Sejak pertengahan tahun 1990-an, PKT telah melancarkan apa yang mereka sebut sebagai ‘perang tanpa batas’ terhadap dunia bebas, khususnya Amerika Serikat,” ujar pengamat politik Lan Shu. 

“Pada tahun 2020, upaya tersebut mencapai puncaknya karena PKT berusaha menggunakan cara-cara itu untuk mencampuri pemilihan presiden Amerika. Menurut pandangan saya, itu merupakan tindakan yang bertujuan menggoyahkan pemerintahan Amerika Serikat,” tambahnya. 

Menurut analisis tersebut, keputusan Presiden Trump kembali mengangkat isu ini bukan hanya untuk menekankan ancaman strategis yang dianggap berasal dari PKT, tetapi juga berkaitan dengan pemilu sela (midterm election) Amerika Serikat yang akan datang, sehingga masyarakat Amerika lebih menyadari bahaya komunisme menurut pandangannya.

“Partai Republik juga menghadapi tantangan besar menjelang pemilu sela. Kenyataannya, rezim PKT bukan hanya musuh Partai Republik, tetapi juga musuh Amerika Serikat, bahkan menjadi kekuatan inti dari poros rezim yang dianggap jahat di dunia saat ini. Dengan kata lain, cita-cita untuk ‘Membuat Amerika Hebat Kembali’ tidak dapat diperdamaikan dengan ambisi ekspansi global PKT,” ujar Yuan Hongbing. 

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada kemungkinan kunjungan pemimpin PKT Xi Jinping ke Amerika Serikat pada bulan September dan dampaknya terhadap hubungan AS–Tiongkok.

“Saat ini Trump tampaknya tidak berniat membawa hubungan AS–Tiongkok langsung ke titik terendah dan masih menyisakan ruang untuk meredakan ketegangan. Dugaan campur tangan PKT dalam pemilu sekitar tahun 2020 sudah menjadi masa lalu,” kata pengamat politik Zheng Haochang.

“Prioritas saat ini adalah Save America Act (Undang-Undang Selamatkan Amerika). Karena itu saya merasa sasaran utama Trump sebenarnya lebih ditujukan kepada lawan-lawan di dalam negeri,” katanya. 

Yuan Hongbing menambahkan: “Xi Jinping kini berada dalam situasi yang semakin terisolasi. Upayanya untuk memperoleh dukungan Trump guna memperkuat posisinya dalam politik domestik akan mengalami kemunduran yang serius.”

Laporan wartawan NTD Television, Chen Yue, Chang Chun, dan Luo Ya.

Pidato Trump Picu Perhatian, Ungkap Dugaan Campur Tangan PKT dalam Pemilu AS

EtIndonesia.com Pada Kamis (16 Juli) malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan secara nasional. Dalam pidato tersebut, ia mengumumkan sejumlah dokumen intelijen yang telah dideklasifikasi dan menyatakan Partai Komunis Tiongkok (PKT) diduga memperoleh sekitar 220 juta data pemilih Amerika Serikat. Ia juga mempertanyakan mengapa sebagian informasi intelijen tersebut disebut tidak diungkapkan kepada publik pada saat itu.

Trump mengatakan bahwa ia telah memerintahkan setiap negara bagian untuk meninjau kembali daftar pemilih dan memperbaiki kelemahan dalam sistem pemilu. Ia juga kembali mendesak Kongres agar segera mengesahkan Save America Act (Undang-Undang Selamatkan Amerika).

“Pertama, dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa sejak siklus pemilu 2020 dimulai, PKT melakukan operasi penyusupan data pemilu terbesar dalam sejarah, sehingga memperoleh sekitar 220 juta data pribadi pemilih Amerika,” kata Trump. 

Menurut Trump, data yang dimaksud meliputi:

  • Nama pemilih;
  • Alamat;
  • Nomor telepon;
  • Preferensi partai politik; dan
  • Informasi sensitif lainnya yang menurutnya dapat digunakan untuk pendaftaran pemilih atau kegiatan ilegal.

Ia juga mengatakan bahwa dokumen intelijen menunjukkan PKT membentuk sebuah tim khusus untuk memanfaatkan data tersebut dalam operasi yang disebut sebagai infiltrasi.

Trump menambahkan bahwa badan-badan intelijen Amerika sebenarnya telah mengetahui sejak tahun 2020 bahwa data puluhan juta pemilih di 18 negara bagian mungkin telah diperoleh secara ilegal oleh PKT, tetapi informasi tersebut, menurutnya, tidak diungkapkan secara memadai kepada publik.

Ia juga menuduh adanya anggota “deep state” (negara dalam) di lingkungan badan intelijen yang sengaja menyembunyikan informasi mengenai dugaan campur tangan PKT.

“Laporan-laporan intelijen hampir setiap hari disampaikan kepada saya, tetapi semua informasi yang benar-benar penting justru dikeluarkan. Salah satu email antar-analis intelijen mengakui bahwa mereka ‘secara sengaja menyesuaikan Presidential Daily Brief’ untuk menyembunyikan informasi mengenai dugaan campur tangan PKT dalam pemilu,”  katanya. 

Kekhawatiran terhadap Infrastruktur Pemilu

Trump juga menyoroti keamanan sistem pemilu Amerika Serikat. Menurutnya, mesin pemungutan suara elektronik dan sistem penghitungan suara memiliki risiko menjadi sasaran serangan siber.

Ia mengutip salah satu laporan penilaian intelijen: “Kami menilai bahwa negara-negara yang memusuhi Amerika Serikat, termasuk setidaknya Rusia, PKT, Iran, Korea Utara, serta beberapa organisasi lainnya, memiliki kemampuan untuk menyusup ke infrastruktur pemilu Amerika.”

Trump menambahkan: “Itu adalah pernyataan yang sangat mengejutkan, bukan?”

Dugaan Kecurangan Pendaftaran Pemilih

Trump juga mengutip sebuah dokumen FBI yang menurutnya menunjukkan adanya dugaan penyimpangan dalam kegiatan pendaftaran pemilih berskala besar di Muskegon, Michigan.

Menurut dokumen tersebut, sebagian petugas penggalangan pemilih diduga menggunakan identitas orang lain untuk menandatangani formulir pendaftaran, bahkan mengajukan permohonan pemungutan suara atas nama orang yang tidak ada.

Selain itu, Trump mengatakan bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS), setelah meninjau daftar pemilih dan data publik di berbagai negara bagian, menemukan sekitar 278.000 warga non-Amerika yang terdaftar sebagai pemilih yang memenuhi syarat.

Trump menyatakan bahwa ia telah memerintahkan DHS untuk memberi tahu seluruh negara bagian agar segera menghapus nama-nama yang tidak memenuhi syarat memilih serta membantu memperbaiki kerentanan teknis sebelum pemilu sela mendatang.

Seruan untuk “Save America Act”

Dalam pidatonya, Trump kembali menegaskan bahwa: “Tanpa pemilu yang adil dan jujur, tidak ada negara yang benar-benar bisa menjadi besar.”

Ia juga kembali mendesak Senat AS agar segera mengesahkan Save America Act.

Trump mengatakan: “Apa susahnya mengesahkan undang-undang ini? Kecuali jika Anda ingin berbuat curang, tidak ada alasan untuk menolaknya. Satu-satunya alasan Anda tidak ingin mengesahkannya adalah karena Anda ingin berbuat curang. Kebijakan Anda terlalu buruk dan kandidat Anda terlalu lemah sehingga Anda tidak bisa menang dengan cara lain.”

Menurut laporan tersebut, masyarakat kini dapat mengunjungi halaman khusus “Election Integrity” (Integritas Pemilu) di situs resmi Gedung Putih untuk melihat dan mengunduh dokumen intelijen serta berkas penyelidikan yang telah dideklasifikasi.

Laporan wartawan NTD Television, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

AS Membombardir Iran Selama Enam Malam Berturut-turut, Pos Pengawas Pelabuhan Garda Revolusi Diklaim Hancur 

EtIndonesia.com Sekitar pukul 03.00 waktu setempat pada 18 Juli 2026 militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Pada malam keenam operasi militernya, AS dikabarkan menghancurkan sebuah menara pengawas pelabuhan milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Selain itu, sejumlah jembatan dan simpul jaringan kereta api juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Pada saat yang sama, muncul laporan yang menyebut badan intelijen Israel, Mossad, telah mengetahui lokasi persembunyian Mojtaba Khamenei.

“Presiden Trump tidak akan tinggal diam membiarkan tindakan terorisme Iran terjadi di kawasan selat tanpa konsekuensi. Itulah yang sedang kita saksikan saat ini,” ujar juru bicara Gedung Putih Caroline Leavitt. 

Menurut laporan tersebut, untuk malam keenam berturut-turut militer AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran dengan mengerahkan pesawat tempur, drone, dan kapal perang yang menembakkan rudal ke puluhan sasaran militer Iran, termasuk fasilitas pengawasan pesisir, sistem pertahanan udara, infrastruktur logistik militer, serta kemampuan maritim Iran.

Salah satu sasaran yang disebut berhasil dihancurkan adalah menara pengawas di Pelabuhan Shahid Kalantari, yang terletak di Chabahar, pesisir Teluk Oman. Menurut laporan tersebut, fasilitas itu selama bertahun-tahun digunakan oleh Garda Revolusi Iran untuk memantau kapal-kapal dagang yang melintasi selat. Penghancuran fasilitas itu diklaim telah mengurangi kemampuan Teheran untuk menyerang kapal-kapal sipil.

Setelah gelombang serangan terbaru, tiga jembatan dan sebuah stasiun kereta api di kota pesisir Bandar Khamir dilaporkan mengalami kerusakan parah dan terbakar.

Media pemerintah dan semi-pemerintah Iran juga melaporkan bahwa serangan AS menghantam beberapa jembatan dan sebuah pusat jaringan kereta api di Provinsi Hormozgan. Selain itu, Pelabuhan Abbas dan jaringan listrik di sekitarnya juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kuwait menyatakan bahwa sebagai aksi balasan, Iran menyerang sebuah fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air laut sehingga memicu kebakaran dan menyebabkan “sejumlah besar unit pembangkit listrik mengalami kerusakan.” Serangan drone Iran lainnya juga dilaporkan mengakibatkan beberapa personel militer terluka.

Kapal Tanker Diperiksa

Laporan tersebut juga menyebut bahwa militer AS memaksa tiga kapal dagang yang berusaha menembus blokade untuk mengubah haluan, sementara satu kapal yang tidak mematuhi perintah dibuat tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Korps Marinir AS juga dilaporkan menaiki kapal tanker Wen Yao untuk melakukan pemeriksaan.

Menurut laporan, kapal tanker yang mengangkut minyak Iran itu mengganti nama kapalnya saat dikejar militer AS, serta mengubah benderanya dari Curaçao menjadi bendera Iran. Rekaman yang dirilis militer AS disebut memperlihatkan bendera Iran di kapal tersebut.

Laporan Mengenai Mojtaba Khamenei

Di tengah serangan militer AS terhadap Iran, muncul laporan yang menyebut badan intelijen Israel Mossad telah mengetahui lokasi persembunyian Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Iran.

Pihak Iran menanggapi bahwa lokasi Mojtaba dijaga dengan sangat rahasia dan tidak pernah ditemukan oleh Amerika Serikat.

Sebagai tanggapan, Mossad dikutip menyatakan bahwa para agen intelijennya telah beroperasi di dalam wilayah Iran selama lebih dari satu tahun tanpa terdeteksi dan mengaku sangat yakin mengetahui lokasi persembunyian Mojtaba.

Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Klaim Mengenai Hamas

Di sisi lain, laporan itu juga menyebut bahwa dalam operasi terpisah, militer Israel menewaskan Anas Mahmoud Ahmed Hamdan, yang disebut sebagai asisten seorang komandan militer Hamas.

Selain itu, muncul pula laporan yang menyatakan bahwa seorang komandan Hamas bernama Walid Haniya telah tewas dalam sebuah operasi rahasia.

Laporan disusun oleh Wang Ziyi, NTD Television.

Pesta 10 Gol! Inggris Gilas Prancis 6–4 untuk Rebut Tempat Ketiga Piala Dunia

Dua gol Kylian Mbappé, gol ke-9 dan ke-10-nya di turnamen ini, membuatnya memimpin perburuan Sepatu Emas (Golden Boot) sekaligus memecahkan rekor sepanjang masa pencetak gol terbanyak Piala Dunia dengan total 22 gol.

EtIndonesia.com Declan Rice mencatatkan satu gol dan satu assist dalam waktu kurang dari 20 menit untuk membuka pesta gol Inggris, sebelum rekan setimnya Bukayo Saka mencetak hattrick dan membawa Inggris meraih finis peringkat ketiga Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Meski pertandingan berlangsung dalam cuaca panas dan lembap, Inggris tampil penuh energi. Mereka menguasai bola sejak awal dan beberapa kali menembus pertahanan Prancis melalui umpan-umpan terobosan. Lini belakang Prancis tampak kurang agresif pada awal laga, meski kemudian meningkatkan intensitas permainan.

Kedua tim hanya menurunkan empat pemain inti reguler dalam susunan pemain awal.

Kapten Inggris Harry Kane, gelandang Jude Bellingham, dan kiper Jordan Pickford memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Di kubu Prancis, bintang utama Kylian Mbappé tampil sejak menit pertama, tetapi penyerang Ousmane Dembélé—yang telah mencetak lima gol di turnamen ini—tidak masuk susunan starter.

The Three Lions membuka keunggulan pada menit ketiga. Rice, yang berposisi sebagai gelandang bertahan, merebut bola setelah kesalahan Prancis di lini tengah. Ia menggiring bola dari sisi kiri, bergerak ke tengah, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang bersarang di pojok kanan bawah gawang.

Inggris menggandakan keunggulan 15 menit kemudian melalui sepak pojok Rice. Bek Ezri Konsa memenangkan duel udara dan menyundul bola melewati kiper Prancis Mike Maignan.

Pada menit ke-37, kiper Inggris Dean Henderson menggagalkan tendangan keras mendatar Mbappé. Setelah itu, sebuah umpan panjang mengarah kepada Marcus Rashford. Tembakannya sempat ditepis, tetapi ia berhasil menguasai bola pantul dan mengoper kepada Bukayo Saka yang menyelesaikannya menjadi gol ketiga Inggris.

Saka kembali mencetak gol pada menit ke-46 setelah menerima umpan terobosan dari Eberechi Eze. Dengan satu sentuhan kaki kiri untuk mengontrol bola, ia melepaskan tendangan keras kaki kiri yang melesat melewati Maignan di sisi kanan gawang.

Mbappé memperkecil ketertinggalan pada menit ketiga babak kedua. Ia menyambut umpan diagonal Michael Olise dengan penyelesaian satu sentuhan ke gawang. Gol tersebut membuat Mbappé memimpin perlombaan Golden Boot dengan sembilan gol.

Pemain pengganti Prancis Bradley Barcola mencetak gol kedua timnya hanya enam menit kemudian. Berlari kencang dari sisi kiri, ia lolos dari jebakan offside Inggris sebelum membawa bola lebih dekat ke gawang dan melepaskan tembakan yang berbuah gol.

Mbappé dan Olise kembali bekerja sama pada menit ke-65 melalui serangkaian kombinasi umpan satu-dua di area penalti Inggris. Mbappé menuntaskan peluang dengan sekali sentuh untuk mencetak gol keduanya dalam pertandingan. Gol itu menjadi gol ke-22 Mbappé di ajang Piala Dunia, melampaui rekor 21 gol yang sebelumnya dipegang Lionel Messi setelah turnamen ini. Sementara itu, assist Olise membuatnya menyamai rekor assist terbanyak dalam satu Piala Dunia yang dicatat legenda Brasil Pelé pada 1970.

Saka tampaknya memastikan kemenangan Inggris pada menit ke-87 ketika ia sukses mengeksekusi penalti. Tendangan kaki kirinya meluncur deras ke sudut kanan gawang.

Namun, Dembélé memperkecil ketertinggalan Prancis pada masa tambahan waktu babak kedua yang tersisa kurang dari dua menit. Ia melewati beberapa pemain bertahan Inggris sebelum mencetak gol dari jarak dekat.

Kurang dari satu menit kemudian, pemain pengganti Jude Bellingham menampilkan aksi individu gemilang. Ia menggiring bola melewati lawan ke kiri dan kanan sebelum mencetak gol ketujuhnya di turnamen ini—jumlah terbanyak yang pernah dicetak pemain Inggris dalam sejarah Piala Dunia.

Di babak semifinal, Prancis secara mengejutkan disingkirkan Spanyol, sementara Argentina bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Inggris.

Inggris meraih satu-satunya gelar Piala Dunia pada tahun 1966. Finis di peringkat ketiga kali ini merupakan yang pertama dalam tiga kesempatan perebutan tempat ketiga, setelah sebelumnya kalah dari Belgia pada 2018 dan Italia pada 1990.

Pertandingan ini juga menjadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis, mengakhiri masa kepemimpinannya selama 14 tahun. Ia membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 dan meraih posisi runner-up empat tahun lalu.

Peringatan 27 Tahun Perlawanan Damai Falun Gong terhadap Penganiayaan, Berbagai Kalangan di Sydney Menyatakan Dukungan

EtIndonesia.com Pada Kamis (16 Juli), sejumlah praktisi Falun Gong di Sydney, Australia, mengadakan aksi damai di Martin Place, pusat kota Sydney untuk memperingati 27 tahun perlawanan damai terhadap penganiayaan Falun Gong. Berbagai tokoh dari berbagai kalangan mengecam tindakan represif Partai Komunis Tiongkok (PKT) serta dugaan penindasan lintas negara, sekaligus memuji keteguhan praktisi Falun Gong dalam mempertahankan prinsip “Sejati, Baik, Sabar”. 

“Kami berada di Martin Place, kawasan pusat bisnis Sydney. Praktisi Falun Gong menggelar aksi untuk menuntut PKT menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong yang telah berlangsung selama 27 tahun,” kata reporter NTD Wang Weibiao melaporkan. 

Pada 20 Juli 1999, PKT melancarkan kampanye penganiayaan sistematis terhadap Falun Gong. Rezim tersebut menerapkan kebijakan yang oleh para pengkritiknya digambarkan sebagai upaya untuk “mencemarkan nama baik, menghancurkan secara ekonomi, dan memusnahkan secara fisik” para praktisi Falun Gong.

Sejak saat itu, banyak praktisi Falun Gong dilaporkan ditangkap, ditahan, dan mengalami penyiksaan karena menolak melepaskan keyakinan mereka. Selain itu, terdapat tuduhan bahwa sejumlah praktisi menjadi korban pengambilan organ secara paksa saat masih hidup.

Profesor Yuan Hongbing, ahli hukum dan penulis yang bermukim di Australia, menyampaikan pidato dalam rapat umum tersebut. (Wen Qingyang/Epoch Times)

Seorang Pakar Hukum Yuan Hongbing menyatakan: “Gerakan penyebaran Sembilan Komentar tentang Partai Komunis serta gerakan mendorong masyarakat keluar dari Partai Komunis Tiongkok dan organisasi-organisasi afiliasinya merupakan salah satu gerakan kemanusiaan terbesar di abad ke-21, karena yang ingin diselamatkan adalah hati nurani dan jiwa rakyat Tiongkok.”

Sementara itu, pakar hukum Australia David Flint mengatakan: “Organ tubuh mereka diduga diambil secara paksa dan kemudian diperjualbelikan. Perdana Menteri Australia dan pemimpin oposisi seharusnya bersama-sama mendorong pembentukan undang-undang agar Australia tidak terlibat, dalam bentuk apa pun, dalam praktik pengambilan organ secara paksa, sebagaimana langkah yang telah diambil Amerika Serikat.”

Profesor David Flint, pakar hukum senior Australia, menyampaikan pidato dalam rapat umum tersebut. (Wen Qingyang/Epoch Times)

Mantan anggota DPR Federal Australia Craig Kelly mengatakan: “Saya selalu bersimpati dan mendukung Falun Gong serta Falun Dafa. Saya bangga karena selama ini saya secara terbuka mengecam penganiayaan brutal yang dilakukan rezim Komunis Tiongkok terhadap rakyatnya.”

Mantan anggota parlemen federal Australia, Craig Kelly, menyampaikan pidato dalam rapat umum tersebut. (Wen Qingyang/Epoch Times)

Ketua Nasional Family First Party, Lyle Shelton, menyatakan: “Jika saya mendapat kehormatan terpilih sebagai anggota Dewan Legislatif New South Wales, saya berjanji akan menjadi suara yang berani menentang PKT di parlemen negara bagian.”

Dalam beberapa tahun terakhir, dugaan penindasan lintas negara oleh PKT semakin menjadi perhatian masyarakat internasional.

“Penindasan lintas negara yang dilakukan PKT terhadap komunitas di luar negeri bukan lagi sekadar persoalan kebebasan beragama dan hak asasi manusia bagi praktisi Falun Gong, tetapi juga telah menjadi ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan negara-negara demokrasi Barat,” ujar Presiden Himpunan Falun Dafa Australia, Dr. Lucky Zhao.

Associate Professor Studi Tiongkok di University of Technology Sydney, Feng Chongyi, mengatakan: “Hingga hari ini mereka (PKT) masih melakukan penindasan secara gencar terhadap Falun Gong dan kelompok-kelompok lainnya. Namun, menurut saya, ini adalah kegilaan menjelang akhir; mereka hanya sedang melakukan perjuangan terakhir.”

Associate Professor Universitas Teknologi Sydney (UTS) sekaligus pakar terkemuka masalah Tiongkok, Feng Chongyi (kiri), menyampaikan pidato dalam rapat umum tersebut. (Wen Qingyang/Epoch Times)

Mantan calon anggota parlemen federal Australia Ganesh Loke mengatakan: “Saya pikir pemerintah Australia perlu mengambil sikap yang lebih tegas karena ini dapat dianggap sebagai bentuk campur tangan terhadap politik dalam negeri Australia.”

Seorang praktisi Falun Gong Tang Yiwen, yang pernah mengalami penahanan dan penyiksaan oleh PKT, tiba di Australia pada Mei tahun ini setelah sembilan tahun hidup dalam pengasingan dan akhirnya memperoleh kebebasan.

“Saya sangat berterima kasih kepada orang-orang baik di pemerintah Australia. Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Australia yang memungkinkan kami, praktisi Falun Dafa, dapat bermeditasi dan berkultivasi secara damai di sini,” katanya. 

Anggota komunitas warga Hong Kong di New South Wales, Shi Enman, mengatakan: “Selama kita terus berusaha dan tetap berpegang pada keyakinan kita, suatu hari nanti kita pasti akan berhasil.”

Anggota komunitas yang sama, Venus, mengatakan: “Saya mendukung Falun Gong! Kami berharap suatu hari nanti PKT akan runtuh, dan semua orang dapat menyaksikan hari itu.”

Aktivis demokrasi Fu Shengli mengatakan: “Teruslah berjuang. Saya percaya suatu hari nanti Tiongkok akan menjadi negara yang bebas, demokratis, dan memiliki kebebasan berbicara. Saya yakin hari itu akan segera tiba.”

Feng Chongyi menambahkan: “Selama orang-orang yang berhati nurani dan beritikad baik bersatu dan terus berjuang, saya yakin rezim yang jahat seperti ini pada akhirnya akan berakhir.”

Di lokasi acara, banyak warga turut menandatangani petisi yang menyerukan agar PKT menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.

Laporan Kantor Berita New Tang Dynasty Television (NTD), Sydney, Australia.

Dukung Falun Gong, Asisten Menlu AS Tegaskan AS Akan Meminta Pertanggungjawaban Pejabat PKT yang Terlibat Penganiayaan 

EtIndonesia.com — Menjelang peringatan 27 tahun perlawanan damai praktisi Falun Gong terhadap penganiayaan, Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Riley Barnes secara terbuka mengecam penganiayaan brutal yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Falun Gong. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan seluruh sarana yang tepat untuk meminta pertanggungjawaban pejabat PKT yang terlibat dalam penganiayaan terhadap Falun Gong dan kelompok lainnya.

Barnes juga menyatakan bahwa represi lintas negara merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Amerika Serikat dan pemerintah AS akan menindak tegas serta meminta pertanggungjawaban para pelakunya.

Mengecam Penganiayaan Brutal PKT terhadap Falun Gong

Barnes menyampaikan pernyataan tersebut pada 16 Juli dalam sebuah acara di Washington yang memperingati 250 tahun berdirinya Amerika Serikat dan membahas kebebasan beragama. Saat ini ia menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Tenaga Kerja, serta Koordinator Khusus untuk Isu Tibet.

Sebelumnya, Barnes pernah memegang sejumlah posisi senior di Departemen Luar Negeri AS, termasuk Wakil Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Organisasi Internasional dan Penasihat Senior bagi Duta Besar Keliling untuk Kebebasan Beragama Internasional.

Dalam pidatonya, Barnes mengecam tindakan PKT yang menekan kebebasan beragama.

“Beijing mengabaikan kebebasan beragama dan bersikap memusuhi sebagian besar kelompok agama dan spiritual. Kelompok-kelompok tersebut mencakup warga Uyghur yang mayoritas Muslim, umat Buddha Tibet, umat Protestan, umat Katolik, serta praktisi Falun Gong,” katanya.

Barnes secara khusus menyinggung upaya PKT untuk memusnahkan Falun Gong.

“Senin depan, 20 Juli, menandai 27 tahun sejak PKT melancarkan penindasan brutal terhadap Falun Gong dalam upaya melenyapkan kelompok ini,” ujarnya.

Menurut data yang dihimpun melalui jalur masyarakat sipil, selama 27 tahun terakhir setidaknya 5.359 praktisi Falun Gong dilaporkan meninggal dunia akibat penganiayaan. Selain itu, terdapat tuduhan bahwa jumlah praktisi yang menjadi korban pengambilan organ secara paksa oleh PKT jauh lebih besar dan sulit dihitung.

Falun Gong adalah sebuah metode kultivasi spiritual aliran Buddha yang berlandaskan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar (Zhen, Shan, Ren), serta mencakup lima perangkat latihan. Praktik ini dikenal luas karena manfaatnya bagi kesehatan dan pernah berkembang pesat di Tiongkok. Menurut laporan Epoch Times, mantan pemimpin PKT Jiang Zemin memerintahkan kampanye penganiayaan terhadap Falun Gong karena jumlah praktisinya dianggap melebihi jumlah anggota Partai Komunis dan prinsip ajarannya dinilai tidak sejalan dengan ideologi komunis.

Barnes menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus meminta pertanggungjawaban para pelaku penganiayaan.

“Pemerintah Amerika Serikat memandang serius serangan terhadap anggota kelompok agama seperti Falun Gong dan berkomitmen menggunakan seluruh sarana yang tepat untuk meminta pertanggungjawaban para pejabat Tiongkok (PKT) yang terlibat dalam aktivitas penindasan yang terus meningkat ini,” katanya.

AS Bertekad Menindak Represi Lintas Negara

Barnes menekankan bahwa Amerika Serikat sangat memperhatikan praktik represi lintas negara yang dilakukan pemerintah asing di wilayah AS dan berjanji akan meminta pertanggungjawaban para pelakunya.

“Ketika suatu pemerintah memperluas jangkauannya ke luar negeri untuk membungkam komunitas diaspora, menindas kelompok minoritas agama, membocorkan informasi sensitif para aktivis, menyalahgunakan mekanisme kerja sama internasional termasuk permintaan ekstradisi, atau secara keliru melabeli organisasi hak asasi manusia sebagai organisasi teroris, maka pada dasarnya mereka sedang mengekspor penindasan,” katanya. 

“Represi lintas negara juga menargetkan individu dan organisasi yang berada di Amerika Serikat,” ujarnya. 

“Kami bertekad meminta pertanggungjawaban siapa pun yang melanggar kedaulatan Amerika Serikat dan melakukan tindakan terhadap warga Amerika di wilayah AS,” katanya. 

Barnes menambahkan bahwa pemerintah AS juga akan memberikan pelatihan untuk menghadapi ancaman represi lintas negara.

“Kami secara rutin bekerja untuk mendukung kelompok-kelompok yang menghadapi risiko, termasuk memberikan edukasi mengenai represi lintas negara dan cara menghadapinya, menyediakan pelatihan bagi aparat penegak hukum, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menangani kasus-kasus tertentu.”

Membela Kebebasan Beragama Menjadi Prioritas Pemerintahan Trump

Barnes mengatakan bahwa peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat merupakan momen untuk merenungkan nilai-nilai yang melahirkan negara tersebut.

“Kebebasan beragama sering disebut sebagai ‘kebebasan pertama’ Amerika dan secara tegas tercantum dalam klausul pertama Amendemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat,” ujarnya.

Menurut Barnes, kebijakan luar negeri ‘America First’ dibangun di atas fondasi yang kuat dalam membela kebebasan beragama.

Ia menambahkan bahwa Strategi Keamanan Nasional Amerika Serikat 2025 menegaskan bahwa kebebasan berbicara, kebebasan beragama dan hati nurani, serta hak untuk memilih dan mengarahkan pemerintahan bersama merupakan hak-hak inti yang tidak boleh dilanggar.

“Mempromosikan dan membela kebebasan beragama di seluruh dunia adalah prioritas pemerintahan Trump dan juga sangat penting bagi keamanan nasional kami.

“Amerika Serikat akan selalu membela hak setiap orang untuk menjalankan keyakinannya secara terbuka, bebas, dan tanpa rasa takut.”

Pada tingkat internasional, kata Barnes, Amerika Serikat menitikberatkan pada mekanisme pertanggungjawaban.

Ia mengungkapkan bahwa pada Desember 2025, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengumumkan kebijakan pembatasan visa pertama yang secara khusus ditujukan kepada pelanggar kebebasan beragama.

Kebijakan tersebut memperluas cakupan aturan sebelumnya yang hanya berlaku bagi pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas pelanggaran berat terhadap kebebasan beragama.

Menurut Barnes, berdasarkan kebijakan baru itu, “setiap individu yang memerintahkan, mengizinkan, memberikan dukungan signifikan, berpartisipasi dalam, atau melakukan pelanggaran kebebasan beragama di luar negeri—beserta anggota keluarga dekatnya—dapat kehilangan hak untuk memasuki Amerika Serikat.”

Sumber : Epochtimes.com

Profira Bawa XERF ke Surabaya, Saat Industri Estetika Beralih ke Perawatan Anti-Aging Tanpa Operasi

Surabaya – Industri estetika Indonesia tengah memasuki babak baru. Jika beberapa tahun lalu prosedur bedah menjadi pilihan utama untuk mengatasi tanda-tanda penuaan, kini tren bergeser menuju perawatan non-invasif yang menawarkan hasil lebih alami, minim rasa sakit, dan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perubahan perilaku konsumen itu bukan tanpa alasan. Masyarakat modern, terutama kelompok usia produktif, semakin menginginkan perawatan wajah yang efektif tetapi tetap praktis. Di tengah tren tersebut, Profira Clinic meluncurkan Profira XERF, teknologi Dual Monopolar Radio Frequency yang diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di dunia dengan kemampuan menghasilkan efek lifting dan tightening dalam satu kali treatment.

Peluncuran dilakukan melalui rangkaian press conference, talkshow, dan live demonstration di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat (17/7), yang dihadiri dokter estetika, praktisi kecantikan, media, serta para tamu undangan.

Bagi Profira, kehadiran XERF bukan sekadar memperkenalkan alat baru, melainkan bagian dari strategi menghadirkan layanan estetika berteknologi tinggi yang semakin dibutuhkan masyarakat Indonesia.

“Kami bangga menjadi salah satu klinik di Indonesia yang menghadirkan Profira XERF. Kehadiran teknologi ini memperkuat komitmen kami sebagai klinik estetika yang terus menghadirkan inovasi dengan standar internasional,” ujar dr. Ruth Julyana, Director of Profira Clinic.

Pasar Estetika Terus Bertumbuh

Peluncuran XERF datang pada saat industri estetika global menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat.

Laporan Grand View Research memperkirakan pasar non-invasive aesthetic treatment akan terus bertumbuh dengan laju dua digit setiap tahun hingga awal dekade berikutnya. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit, bertambahnya populasi usia produktif, serta berkembangnya teknologi estetika yang semakin aman.

Sementara itu, data International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) menunjukkan bahwa prosedur estetika non-bedah kini tumbuh lebih cepat dibanding tindakan operasi plastik. Konsumen cenderung memilih prosedur yang memberikan hasil alami tanpa harus menjalani masa pemulihan yang panjang.

Fenomena tersebut juga mulai terlihat di Indonesia. Klinik estetika tidak lagi hanya bersaing pada jumlah layanan, tetapi juga berlomba menghadirkan teknologi terbaru sebagai nilai tambah bagi pasien.

Mengapa Kulit Mulai Mengendur?

Secara medis, tanda-tanda penuaan mulai muncul sejak usia pertengahan 20-an ketika produksi kolagen dalam tubuh mulai menurun sekitar satu persen setiap tahun.

Kolagen merupakan protein utama yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis. Ketika produksinya berkurang, kulit perlahan kehilangan kekencangan sehingga muncul garis halus, kerutan, dan kontur wajah mulai turun.

Di sinilah teknologi berbasis Radio Frequency (RF) bekerja.

Energi RF akan menghasilkan panas terkontrol di jaringan kulit sehingga merangsang pembentukan kolagen baru. Berbeda dengan prosedur bedah yang mengangkat jaringan secara langsung, radio frequency memanfaatkan kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki struktur kulit.

Apa yang Berbeda dari XERF?

Teknologi radio frequency sebenarnya telah lama digunakan dalam dunia estetika. Namun Profira XERF menawarkan pendekatan berbeda.

Jika sebagian besar perangkat radio frequency bekerja menggunakan satu frekuensi, XERF menggabungkan dua frekuensi sekaligus, yakni 6,78 MHz dan 2 MHz.

Menurut Profira, kombinasi tersebut memungkinkan energi menjangkau dua lapisan kulit secara bersamaan.

Frekuensi yang lebih tinggi bekerja pada lapisan kulit bagian atas untuk membantu memperbaiki tekstur sekaligus mengencangkan kulit (tightening).

Sementara frekuensi yang lebih rendah menghantarkan energi lebih dalam sehingga membantu menghasilkan efek pengangkatan jaringan (lifting).

Artinya, pasien dapat memperoleh dua manfaat dalam satu kali tindakan.

“Melalui Profira XERF, kami ingin menghadirkan solusi perawatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern akan treatment yang efektif dengan downtime minimal. Kami percaya inovasi terbaik bukan hanya menghadirkan teknologi tercanggih, tetapi juga memberikan hasil optimal dan meningkatkan kepercayaan diri pasien,” kata dr. Ruth.

Lebih Nyaman Tanpa Mengganggu Aktivitas

Selain mengedepankan hasil, Profira menaruh perhatian besar pada kenyamanan pasien.

Perangkat XERF dilengkapi sistem pendingin yang diklaim 12 kali lebih kuat, sehingga panas yang dihantarkan ke jaringan kulit tetap terasa nyaman.

Teknologi ini juga memiliki fitur Real-time Energy Customization, yakni kemampuan dokter menyesuaikan energi secara presisi sesuai kondisi kulit pasien selama tindakan berlangsung.

Keunggulan lainnya meliputi:

  • hasil lifting dan tightening mulai terlihat setelah treatment;
  • tindakan dilakukan tanpa anestesi;
  • minim rasa sakit;
  • tidak memerlukan masa pemulihan (no downtime);
  • pasien dapat langsung kembali bekerja atau beraktivitas setelah prosedur selesai.

Bagi masyarakat perkotaan dengan mobilitas tinggi, karakteristik tersebut menjadi nilai tambah karena tidak perlu mengalokasikan waktu khusus untuk proses pemulihan.

Inovasi Menjadi Kunci Persaingan Klinik Estetika

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan industri klinik estetika di Indonesia semakin kompetitif.

Bukan hanya jumlah klinik yang bertambah, tetapi juga meningkatnya ekspektasi pasien terhadap kualitas layanan.

Konsumen kini tidak lagi sekadar mencari harga yang kompetitif, melainkan memperhatikan kredibilitas dokter, keamanan alat, kenyamanan tindakan, hingga teknologi yang digunakan.

Karena itu, investasi pada teknologi menjadi strategi penting bagi pelaku industri.

Masuknya perangkat generasi baru seperti XERF menunjukkan bahwa inovasi kini menjadi faktor pembeda utama dalam memenangkan persaingan.

Bagi Profira, menghadirkan teknologi berstandar internasional sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi perusahaan di segmen estetika premium yang terus berkembang.

Edukasi Tetap Menjadi Prioritas

Meski menawarkan berbagai keunggulan, Profira mengingatkan bahwa tidak semua prosedur estetika cocok untuk setiap orang.

Setiap pasien tetap memerlukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kulit, menentukan indikasi tindakan, serta memilih terapi yang paling sesuai.

Melalui sesi presentasi dan demonstrasi langsung selama peluncuran XERF, Profira juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilih prosedur yang dilakukan tenaga medis profesional menggunakan perangkat yang memenuhi standar keamanan.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa keberhasilan treatment tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga diagnosis, pengalaman dokter, dan penanganan yang tepat.

Momentum Perkenalkan Teknologi Baru

Sebagai bagian dari peluncuran XERF, Profira juga menggelar program Mid Year Sale pada 20–27 Juli 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk mencoba teknologi terbaru tersebut melalui berbagai penawaran khusus.

Namun di balik program promosi itu, peluncuran XERF mencerminkan sesuatu yang lebih besar: perubahan arah industri estetika menuju layanan yang semakin personal, berbasis teknologi, dan minim tindakan invasif.

Di tengah meningkatnya permintaan terhadap prosedur anti-aging non-bedah, kehadiran teknologi seperti XERF menunjukkan bahwa klinik estetika di Indonesia tidak lagi sekadar mengikuti perkembangan global, tetapi mulai menghadirkan inovasi yang mampu bersaing dengan layanan berstandar internasional. Pada akhirnya, bagi konsumen, persaingan tersebut menjadi kabar baik karena menghadirkan lebih banyak pilihan perawatan yang mengutamakan efektivitas, keamanan, dan kenyamanan dalam satu layanan.

Media Corong PKT CCTV Melaporkan “Pertanian Kertas” di Hunan, Tiongkok, Memicu Kecaman di Kolom Komentar, Apa Penyebabnya?

Demi memenuhi indikator (target) penanaman pangan yang diturunkan oleh atasan, sebuah daerah di Hunan membuat pembukuan palsu. Jumlah yang dilaporkan di atas kertas berselisih puluhan ribu mu dengan jumlah yang sebenarnya ditanam. Baru-baru ini, program Focus Interview dari CCTV (stasiun televisi terpusat Tiongkok) melaporkan hal ini dan menyebutnya sebagai “bertani di atas kertas”. Tak disangka, laporan tersebut justru memicu kecaman luas dari netizen, membuat kolom komentar dipenuhi kritik yang berbalik menyerang.

EtIndonesia.com Pada 14 Juli, CCTV melaporkan bahwa demi menyelesaikan tugas penanaman padi seluas 390.000 mu (26.000 hektare) yang dibebankan oleh atasan, Pemerintah Kabupaten Jianghua di Hunan menciptakan “Metode Bertani Berdasarkan Jangkauan Visual”. Jika dilihat dari pinggir sawah, semuanya tampak seperti hamparan padi yang hijau royo-royo. Namun, begitu pesawat tanpa awak (drone) terbang ke bagian dalam lahan, area sawah yang luas tersebut ternyata ditanami komoditas ekonomi seperti buah biksu (luohan guo) dan labu.

Selain itu, pemerintah setempat juga membuat “buku catatan ganda (asli dan palsu)”. Padahal lahan yang ditanami secara nyata hanya 230.000 mu, tetapi mereka melaporkan telah menyelesaikan 389.000 mu. 

Seorang kader tingkat kota praja (kecamatan) setempat mengakui secara jujur bahwa tugas target padi setiap tahunnya sangat sulit diselesaikan. Indikator target yang tidak bisa dipenuhi akhirnya dibagi-bagikan kepada para kader desa. Setiap orang wajib mengklaim tugas seluas 200 mu. Begitu buku catatan diisi dan selesai, tugas dianggap telah mencapai target, meskipun di lahan tersebut tidak benar-benar ditanami padi.

Laporan ini pun langsung memicu kritik seragam dari para netizen. 

Beberapa netizen berkomentar, “Silakan Anda sendiri yang turun ke sawah menanam. Sekelompok orang yang hanya bisa bicara tanpa merasakan lelahnya bekerja terus menekan dengan indikator dari tingkat ke tingkat, mana berani aparat akar rumput berkata jujur?”, 

“Sepanjang berita tidak ada yang mempertanyakan mengapa masyarakat memilih untuk tidak menanam padi dan beralih ke tanaman lain”, 

“Tolong jangan hanya meributkan hasilnya saja, wartawan seharusnya menyelidiki penyebab utamanya. Jika hanya menanam padi, petani bahkan tidak bisa makan, sama sekali tidak menghasilkan uang. Siapa di dunia ini yang tidak perlu memikirkan masalah bertahan hidup?”, 

“Kurangi duduk di kantor dan mengatur indikator tugas. Kenyataan sebenarnya adalah menanam padi itu melelahkan dan keuntungannya rendah. Menanam komoditas ekonomi juga tidak merusak lapisan tanah produktif, dan pendapatan petani lebih terjamin. Mengapa kalau tidak menanam padi dianggap salah? Dalam situasi sekarang, ini semua dilakukan hanya demi meloloskan diri dari pemeriksaan. Data yang ditetapkan oleh atasan itu sendiri yang bermasalah”

 “Mengapa Anda sendiri tidak pergi bertani? Jika bertani itu menghasilkan uang, apakah giliran itu akan tersisa untuk petani?”, “Bertani itu setengah mati lelahnya, hasilnya bahkan tidak menutup modal. Sekelompok orang yang bicara tanpa merasakan lelah justru datang mendikte.” 

Banyak netizen menilai bahwa pejabat di tingkat akar rumput terpaksa melakukan hal tersebut karena tidak punya pilihan lain.

 “Keterlaluan! Meminta untuk menyelesaikan target sekian-sekian mu, tetapi sama sekali tidak mempertimbangkan situasi riil di lapangan. Apakah sekarang masih banyak masyarakat yang mau bertani? Bekerja setengah mati sepanjang tahun dari menjual hasil panen, hasilnya bahkan tidak menyamai gaji dua bulan orang yang bekerja di kota. Bagi yang tanahnya sedikit, setahun hanya menghasilkan beberapa ribu yuan, lebih baik membiarkannya dan pergi merantau untuk bekerja! Jadi, Anda merancang begitu banyak indikator sementara tidak ada orang sebanyak itu yang menanam, maka jangan salahkan orang di bawah membuat pembukuan palsu”,

 “Wartawan juga hanya melihat pemalsuan buku catatan di permukaan saja, mengapa tidak menggali lebih dalam betapa beratnya perjuangan orang-orang di tingkat akar rumput? Apakah mereka yang tidak ingin menyelesaikan indikator? Apakah indikatornya masuk akal? Wawancaranya terlalu dangkal di permukaan.” 

Ada juga netizen yang menunjukkan bahwa penipuan semacam ini terjadi di seluruh penjuru negeri. Akar masalahnya terletak pada monopoli kekuasaan oleh otoritas PKT yang menjalankan formalisme.

 “Masyarakat mau menanam dan tidak menelantarkan lahan saja sudah bagus. Jika tidak menanam komoditas ekonomi, dari mana masyarakat punya uang untuk menyambung hidup? Harga padi hanya 1 yuan lebih per kati (setengah kilogram), di daerah perbukitan tenaga kerja dan materielnya sangat sulit. Jika kalian tidak menurunkan tugas, siapa juga yang mau beroperasi seperti ini. Kader desa melakukan ini juga dengan niat baik yang mendalam, sebenarnya tidak ada masalah”, “Banyak lahan terlantar yang tidak dilaporkan, sedangkan orang-orang di Jianghua ini menanam buah biksu/Lohanguo, sebenarnya itu sudah lumayan bagus. Coba Anda pergi lihat ke pedesaan di kabupaten lain, berapa banyak lahan yang terlantar.”

“Atas dasar apa kami harus mendengarkan kalian? Orang-orang ingin menanam apa pun terserah mereka, apa yang menghasilkan uang ya itu yang ditanam. Mengapa harus mengatur-atur petani? Jika Anda punya kemampuan, naikkan saja tunjangan dan kesejahteraannya”, 

“Siapa sebenarnya yang merampas hak otonomi petani untuk menanam apa yang mereka inginkan di tanah mereka sendiri?”, “Menurut saya perkara menanam pangan seperti ini tidak seharusnya menggunakan perintah administratif, melainkan harus menggunakan metode ekonomi—berikan lebih banyak subsidi, beli dengan harga tinggi. Jika petani bisa menghasilkan uang, mereka dengan sendirinya akan menanam”, “Sekarang semua kerangka sistem dirancang untuk memaksa Anda melakukan apa pun yang mereka perintahkan.”

Sejak PKT berkuasa, mereka selalu memonopoli harga pangan dan menjalankan apa yang disebut sebagai “regulasi makro”, secara artifisial menekan harga pangan untuk merampas keuntungan para petani. 

Dalam beberapa tahun terakhir, PKT kembali memunculkan slogan “menjaga ketat garis merah 18 ratus juta mu lahan subur” dan mengklaim bahwa “mangkuk nasi orang Tiongkok harus ‘terutama diisi oleh pangan Tiongkok sendiri'”. 

Dalam Rencana Lima Tahun ke-14 PKT, kapasitas produksi pangan komprehensif untuk pertama kalinya dijadikan sebagai salah satu indikator pengikat untuk jaminan keamanan. Target penanaman pangan pun diturunkan dari tingkat ke tingkat, namun subsidi yang diberikan sangatlah sedikit, sehingga petani hanya bisa melakukan perlawanan secara pasif. 

Reporter: Li Li / Editor Penanggung Jawab: Xu Gengwen

JCFF 2026 Resmi Dibuka, BI Jatim Perkuat Ekosistem Kopi dan Rempah untuk Dongkrak Ekspor serta Pertumbuhan Ekonomi

Surabaya – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 untuk kelima kalinya sebagai upaya memperkuat ekosistem komoditas unggulan berorientasi ekspor, seperti kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah. Festival yang berlangsung di Alun-Alun Surabaya pada 17–19 Juli 2026 itu diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru berbasis hilirisasi dan pemberdayaan UMKM.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifky Ismal mengatakan penyelenggaraan JCFF 2026 dilakukan di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, tingginya harga energi, dan fluktuasi harga komoditas. Meski demikian, perekonomian Jawa Timur tetap menunjukkan kinerja yang positif.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 masih sangat baik, sementara ekonomi Pulau Jawa tumbuh sekitar 5,79 persen, dan Jawa Timur bahkan mencapai sekitar 5,96 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi ini menunjukkan ekonomi Jawa Timur masih sangat prospektif,” ujar Rifky saat membuka JCFF 2026 di Alun-Alun Surabaya, Jumat (17/7).

Menurutnya, salah satu faktor yang menopang pertumbuhan tersebut adalah sektor riil, terutama komoditas unggulan Jawa Timur seperti kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah yang memiliki potensi besar di pasar domestik maupun internasional.

Indonesia Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia

Rifky mengungkapkan Indonesia saat ini menempati posisi produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Produksi kopi nasional mencapai sekitar 780 ribu ton per tahun, sedangkan wilayah Pulau Jawa menjadi salah satu sentra produksi utama.

Di antara provinsi di Pulau Jawa, Jawa Timur menjadi daerah dengan produksi kopi tertinggi, mencapai sekitar 53 ribu ton per tahun. Posisi tersebut disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah yang masing-masing memproduksi sekitar 25 ribu ton.

“Potensi kopi Jawa sangat besar untuk terus dikembangkan. Karena itu Bank Indonesia berkomitmen mendorong peningkatan produksi, kualitas, pemasaran, hingga perluasan pasar ekspor bagi komoditas unggulan tersebut,” katanya.

Targetkan Transaksi Lampaui Rp107 Miliar

JCFF 2026 menghadirkan puluhan UMKM binaan Bank Indonesia dari seluruh kantor perwakilan di Pulau Jawa yang memamerkan berbagai produk kopi, teh, cokelat, rempah-rempah, serta produk olahan lainnya.

Pemilihan Alun-Alun Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

Rifky menyebut pada penyelenggaraan tahun lalu, JCFF berhasil menarik sekitar 130 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp107 miliar. Tahun ini, BI optimistis jumlah transaksi dapat meningkat seiring bertambahnya ragam produk dan kegiatan yang ditawarkan.

“Kami berharap transaksi tahun ini bisa lebih tinggi karena tidak hanya menghadirkan kopi, teh, dan cokelat, tetapi juga berbagai produk unggulan lainnya,” ujarnya.

Dorong Hilirisasi dan Digitalisasi UMKM

Selain memperluas pasar, JCFF juga menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia dalam mendorong hilirisasi komoditas serta peningkatan nilai tambah produk lokal.

Menurut Rifky, BI terus mendorong inovasi produk, pengembangan varietas unggulan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan transaksi.

Seluruh transaksi selama penyelenggaraan festival dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS, sebagai bagian dari percepatan digitalisasi sistem pembayaran nasional.

“Kalau ingin membeli atau mencicipi kopi di sini, seluruh transaksi menggunakan QRIS. Ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia mempercepat transformasi digital UMKM,” katanya.

Ke depan, Bank Indonesia juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan hilirisasi komoditas unggulan sehingga mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.

Surabaya Dinilai Tepat Menjadi Tuan Rumah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik konsistensi Bank Indonesia menjadikan Surabaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan JCFF selama lima tahun terakhir.

Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi kopi dan rempah-rempah, tetapi juga mempertemukan investor, akademisi, komunitas, dan pelaku UMKM dalam satu ekosistem bisnis.

“Acara seperti ini mampu mempertemukan investor dengan UMKM, akademisi, dan komunitas. Dampaknya sangat baik terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya yang selama ini selalu berada di atas rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Timur,” ujar Eri.

Ia optimistis JCFF akan semakin memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat promosi produk unggulan Jawa Timur sekaligus meningkatkan daya saing kopi dan komoditas lokal Indonesia di pasar internasional.

Mengusung konsep pameran, edukasi, temu bisnis, hingga promosi produk UMKM, JCFF 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan transaksi selama penyelenggaraan, tetapi juga memperluas akses pasar ekspor serta memperkuat kontribusi sektor kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan nasional.

Dana Bergulir dengan Jaminan Pohon hingga Tips Perbaiki SLIK, Ini Peluang Pembiayaan UMKM dari OJK, BPDLH, dan Bank Jatim

SURABAYA – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur kini memiliki lebih banyak jalan untuk mengakses pembiayaan formal. Dalam acara Business Matching Pembiayaan pada rangkaian Java Coffee and Flavor Fest (JCFF) 2026 di Hotel Kampi, Surabaya, tiga lembaga keuangan memaparkan peluang dan syarat pembiayaan yang selama ini mungkin belum diketahui para pelaku usaha.

Acara yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas UMKM dalam Mengakses Pembiayaan Formal yang Produktif dan Berkelanjutan” ini menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), dan Bank Jatim. Ketiganya sepakat: akses pembiayaan bukan sekadar urusan modal, tetapi juga soal literasi, persiapan administrasi, dan kolaborasi.

“Tema kali ini adalah penguatan kapasitas UMKM dalam mengakses pembiayaan formal yang produktif dan berkelanjutan yang berarti UMKM itu perlu didorong untuk pencapaian pembiayaan,” jelas Donni Fajar Anugrah, Advisor kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam kata sambutannya.

OJK: Literasi Keuangan adalah Tameng dari Scam dan Pinjol Ilegal

Indrawan Nugroho Utomo, Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK Edukasi dan Perlindungan OJK Jawa Timur, membuka pemaparan dengan data mengejutkan: pembiayaan UMKM di Jawa Timur sudah menjadi yang tertinggi di Indonesia, mencapai Rp222 triliun. Namun, indeks literasi keuangan untuk sektor pasar modal masih sangat rendah, hanya 1 persen.

“Literasi keuangan itu penting sebagai pondasi perlindungan diri. Banyak masyarakat yang sudah mengakses lembaga jasa keuangan tetapi tidak memahami hak dan kewajibannya,” ujar Indrawan

Ia mengingatkan agar pelaku UMKM mewaspadai tiga sindrom berbahaya: YOLO (You Only Live Once – menghabiskan uang tanpa perencanaan), FOMO (Fear Of Missing Out – ikut-ikutan tanpa riset), dan FOPO (Fear Of Other People’s Opinion – takut omongan tetangga).

“Di Jawa Timur, FOPO itu nyata. Takut dianggap tidak sukses sama tetangga, akhirnya usaha masih berkembang tapi sudah beli mobil dengan kredit yang tidak sesuai kemampuan,” tegasnya.

SLIK dan Perbaikan Profil Kredit

Salah satu pertanyaan paling krusial dari peserta: bagaimana memperbaiki riwayat kredit di SLIK OJK jika pernah bermasalah? Indrawan menjawab tegas: harus dilunasi.

“SLIK bukan syarat mutlak, tapi kalau riwayatnya jelek dan tidak dilunasi, tidak akan hilang. Sekarang OJK sudah punya kebijakan percepatan update SLIK: 3 hari kerja setelah lunas, langsung terupdate,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pelaku UMKM rutin mengecek riwayat kreditnya melalui laman debiku.ojk.go.id untuk memastikan tidak ada kesalahan input data dari lembaga keuangan.

Waspada Scam dan Pinjol Ilegal

Indrawan membeberkan fakta mencengangkan: berdasarkan survei 112 negara, Indonesia berada di peringkat 111 dalam hal kerentanan terhadap penipuan (scam).

“Indonesia darurat scam. Hati-hati membagikan data pribadi di media sosial, jangan gunakan password yang mudah ditebak seperti nama anak atau tanggal lahir, dan jangan pernah klik link APK yang tidak dikenal,” pungkasnya.

BPDLH: Jaminan Pohon, Suku Bunga 3 Persen per Tahun

Eko Prasondita, Kepala Divisi Penyaluran Pinjaman BPDLH, membawa kabar menarik bagi UMKM di sektor perkebunan dan kehutanan. BPDLH adalah satu-satunya lembaga pembiayaan di dunia yang menerima jaminan berupa pohon.

“Selama pembiayaan, pohon itu harus dijaga. Karena misi kami tidak hanya memberikan pendanaan, tapi juga menjaga lingkungan,” ujar Eko.

BPDLH memiliki dua skema utama:

1. Dana Hibah (Dana Layanan Masyarakat)

– Untuk penggiat lingkungan, komunitas, hingga sekolah

– Plafon hingga Rp50 juta per aktivitas

– Dibuka tiga kali setahun, sudah menjangkau 36 provinsi dengan total penyaluran Rp11,4 miliar

2. Pembiayaan Pinjaman (Fasilitas Dana Bergulir)

– Untuk UMKM di bidang kehutanan/agroforestri (kopi, kakao, buah-buahan)

– Jaminan: pohon** (dihitung nilai komersialnya)

– Suku bunga 2-3 persen per tahun

– Maksimal Rp50 juta per orang, tenor hingga 3 tahun

– Syarat: tergabung dalam kelompok tani atau kelompok usaha legal

“Kami sudah menyalurkan hampir Rp1,7 triliun kepada 61 ribu debitur dari Aceh sampai Papua,” jelas Eko.

BPDLH juga membuka pembiayaan untuk ekonomi sirkular, seperti pengolahan sampah organik, maggot, dan pupuk organik, dengan bunga 2,8-3,2 persen per tahun.

“Kalau kopi, kami bisa hubungkan dengan offtaker seperti PT Olam atau Mars Indonesia. Petani dapat insentif tambahan jika menggunakan kriteria hijau dengan sertifikasi Rainforest Alliance,” tambahnya.

 Bank Jatim: Dari KUR hingga Bimbingan Naik Kelas

Alam Kurniawan, Senior Officer Group Manajemen Micro Credit Division Bank Jatim, memaparkan bahwa UMKM menyumbang 59,5 persen terhadap PDRB Jawa Timur. Jumlah UMKM di provinsi ini mencapai 9,78 juta unit, dengan 5,16 juta di antaranya di sektor pertanian.

Bank Jatim menawarkan berbagai produk pembiayaan:

Produk Kerja Sama Pemerintah:

– KUR (Kredit Usaha Rakyat): bunga bersubsidi

– Kredit Dagulir: kerja sama Pemprov Jatim, bunga 4 persen, maksimal Rp300 juta

– Kredit Alsintan: untuk alat mesin pertanian

Produk Internal Bank Jatim:

-Kredit Jatim Mikro: tanpa batasan akses, bisa berulang kali

Persyaratan Kredit:

– KTP (NIK) untuk pengecekan SLIK

– NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta

– Kartu Keluarga, Akta Nikah

– NIB (Nomor Induk Berusaha)

– Agunan berupa aset tetap (sertifikat tanah/BPKB/deposito)

Proses Pengajuan Kredit:

1. Pengajuan dengan data lengkap

2. Verifikasi dan pengecekan SLIK

3. Wawancara dan survei lapangan (on the spot)

4. Analisis 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition of Economy)

5. Realisasi kredit

Solusi bagi UMKM Tanpa Agunan Cukup

Pertanyaan menarik muncul dari Edi, pelaku usaha Kopi Wonosalam. Ia mengaku memiliki kontrak kerja sama (PO) dengan pembeli, tapi agunan yang dimiliki tidak sebanding dengan nilai pembiayaan yang dibutuhkan. Bisa kah kontrak tersebut dijadikan jaminan?

Alam menjawab: bisa.

“Ada skema cessie (pengalihan piutang). Pembayaran dari pemberi kerja akan dialihkan ke Bank Jatim, sehingga kami bisa memotong kewajiban debitur terlebih dahulu. Ini solusi bagi UMKM yang memiliki kontrak kerja sama tapi agunan terbatas,” jelas Alam.

Bank Jatim juga memiliki program B-Skill Center, pusat pelatihan UMKM naik kelas yang mencakup literasi keuangan, manajemen laporan keuangan, hingga digital marketing.

“Kami tidak hanya memberikan pendanaan, tapi juga berfungsi sebagai konsultan. Kami kawal UMKM dari awal sampai benar-benar tumbuh dan naik kelas,” pungkas Alam.

Business Matching Pembiayaan ini merupakan rangkaian dari Java Coffee and Flavor Fest (JCFF) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. Acara bertujuan mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga pembiayaan formal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

 Tanggul Bendungan di Guangxi, Tiongkok  Jebol, Korban Sebut Bencana Akibat Ulah Manusia: Kondisi Pasca Bencana seperti Kiamat

Pada awal Juli, banyak wilayah di Guangxi dilanda hujan deras yang terus-menerus. Tanggul Waduk Liulan di Kota Hengzhou jebol, mengakibatkan beberapa desa di hilir tersapu banjir bandang. Warga setempat menyatakan bahwa keterlambatan pelepasan air dari Waduk Liulan menjadi penyebab jebolnya tanggul, sehingga bencana ini merupakan kelalaian manusia (man-made disaster) yang sebenarnya bisa dihindari. 

Beberapa korban yang diwawancarai menggambarkan kondisi daerah bencana saat ini hancur lebur bak “hari kiamat”. Hingga kini, masih ada desa-desa yang akses transportasinya terputus dan kehilangan kontak dengan dunia luar.

EtIndonesia.com Akibat dampak dari Topan “Maysak”, sejak  4 Juli, banyak wilayah di Guangxi diguyur hujan badai yang sangat ekstrem. Mulai 6 Juli, sedikitnya 15 waduk, termasuk Waduk Liulan di Kota Hengzhou, jebol secara berurutan. Akibatnya, banyak kota dan desa di bagian hilir seketika tenggelam oleh banjir bandang.

Warga desa setempat mengungkapkan bahwa bencana ini murni akibat ulah manusia. Waduk Liulan dikontrakkan oleh pemerintah kepada pihak swasta untuk budidaya ikan. Pemilik usaha tersebut khawatir pelepasan air waduk akan menghanyutkan ikan-ikannya, sehingga tidak membuka pintu air tepat waktu, yang akhirnya menyebabkan tanggul waduk jebol.

Chen Jiawei (nama samaran), seorang warga Desa Liulan, Kota Hengzhou, menuturkan: “Pintu air itu tampaknya patah saat ditarik ke atas, lalu terhempas kembali ke dasar. Jika saja ada pelepasan air pada tanggal 5 Juli, air seharusnya tidak sampai meluap melampaui puncak tanggul.”

Pada 6 Juli pagi, Chen Jiawei masih tertidur lelap ketika ia dikejutkan oleh panggilan telepon. Ia segera membangunkan adik perempuannya, dan keduanya yang masih mengenakan baju tidur langsung berlari kencang menuju ke arah gunung.

“Saat itu kami tidak berani membawa barang apapun karena banjirnya sangat besar. Begitu kami berhasil naik ke atas, banjir langsung menerjang di bawah kami, mengejar tepat di belakang kami. Desa kami cukup besar, dan sebagian orang tidak sempat berlari ke arah gunung,” katanya. 

Dari desa Chen Jiawei, hanya ada “seribuan orang” yang berhasil menyelamatkan diri ke atas gunung. Ia mengenang betapa mengerikannya kekuatan banjir tersebut, yang tidak hanya membengkokkan struktur baja, tetapi juga mencabut pohon-pohon besar setinggi belasan meter hingga ke akar-akarnya.

Chen Jiawei: “Begitu pintu air jebol dan air menerjang, tidak ada waktu untuk bereaksi. Desa yang paling dekat di bawah waduk adalah Dutian, baru kemudian desa kami, Liulan. Desa Dutian pada dasarnya rata dengan tanah. Sekarang masih ada satu desa lagi di bagian atas yang jalan pegunungannya terputus, sehingga mereka tidak bisa keluar. Saat ini pengiriman barang-barang ke sana harus menggunakan drone.”

Ibu Sun, seorang warga Desa Yabei di Kota Praja Yunbiao, menyatakan bahwa pada tanggal 6 Juli sekitar pukul 5 pagi, ia membawa ketiga anaknya melarikan diri dengan tergesa-gesa ke atas gunung. Jika terlambat melangkah satu saja, akibatnya tidak akan terbayangkan. Paman dan bibinya hanyut terbawa banjir, dan seluruh desa mereka juga hancur.

Ibu Sun, korban bencana dari Desa Yabei, Kota Praja Yunbiao: “Masih hidup saja sudah untung. Malam saat kami melarikan diri ke gunung itu benar-benar menyedihkan! Karena hujan terus turun, anak-anak ingin tidur tetapi tidak ada tempat untuk duduk maupun berbaring. Saya tidak menyikat gigi selama 10 hari, tidak mencuci rambut selama beberapa hari. Tidak ada air, tidak ada listrik, jalanan terputus, dan jaringan internet mati, sehingga sangat sulit untuk menghubungi siapa pun.”

Ibu Sun menceritakan bahwa pada 7 Juli pagi, saat mereka berjalan turun gunung, mereka melihat desa-desa di sepanjang jalan hampir seluruhnya terendam banjir. Banjir tersebut juga menghanyutkan dan mengeluarkan banyak ular. Sejak bencana itu hingga sekarang, ia terus-menerus mengalami mimpi buruk dan kesulitan tidur.

Ibu Sun: “Saya belum pernah menyisir rambut, mencuci muka, ataupun bercermin sejak tanggal 6 Juli. Pada hari-hari pertama setelah berhasil keluar, ketika keluarga menelepon, saya terus menangis di sana dan tidak bisa berkata-kata, otak saya kosong sama sekali. Mobil sudah tidak ada, semuanya hilang, bahkan tanah tempat rumah kami berdiri pun sudah tidak dapat ditemukan lagi.”

Beberapa petugas penyelamat sipil juga menggambarkan kepada jurnalis NTD betapa hancurnya seluruh wilayah Kota Praja Yunbiao setelah banjir surut, yang digambarkan bak “hari kiamat”.

Yang, seorang sukarelawan dari Hengzhou: “Ini adalah salah satu sudut Kota Praja Yunbiao, bahkan tiang listrik beserta fondasi betonnya tersapu hingga beberapa ratus meter jauhnya. Ini belum selesai dibersihkan, masih ada tumpukan besar yang tidak mungkin habis dibersihkan tanpa bantuan alat berat!”

Zhang Jian (nama samaran), seorang sukarelawan penyelamat sipil, mengungkapkan bahwa 90% dari desa-desa yang ia kunjungi kondisinya sangat mengenaskan.

Zhang Jian, sukarelawan penyelamat sipil: “Saya sudah pergi ke banyak tempat, pemandangannya seperti hari kiamat dunia, sangat mencekam dan membuat merinding saat melihatnya. Ada bangkai sapi dan babi berukuran besar tergeletak mati di jalanan. Mengenai korban jiwa, saya tidak akan membicarakannya.”

Zhang Jian menjelaskan bahwa Kota Praja Yunbiao berada di wilayah dataran rendah, sehingga banjirnya bisa menyebar; sedangkan banjir di wilayah pegunungan mengalir deras melalui lembah-lembah dengan daya rusak yang jauh melampaui wilayah dataran rendah.

“Di daerah Zhenlongjiang terdapat banyak gunung yang semuanya mengalami tanah longsor. Pada tepi aliran sungai, kami mengukur dengan jelas bahwa air yang menerjang turun setinggi 8, 9, hingga 15 meter. Debit air banjir bandang dari gunung itu sangat luar biasa besar. Banjir terus menerjang hingga menghancurkan jalan dan merusak apa saja yang dilewatinya,” katanya. 

Zhang Jian mengungkapkan bahwa krisis kehidupan yang dihadapi para korban juga sangat diremehkan, di mana 95% desa tidak memiliki air minum. Warga terpaksa menggunakan air sungai untuk bertahan hidup, padahal di sungai tersebut mengapung bangkai-bangkai hewan seperti babi dan ayam mati, yang menimbulkan risiko sanitasi dan kesehatan yang sangat serius.

“Area yang terdampak bencana kali ini sangat luas. Hal tersulit bagi kami adalah menyalurkan bantuan logistik, karena pemerintah menahan barang-barang tersebut dan tidak mengizinkan kami membagikannya. Semua mobil off-road milik sukarelawan menunggu di sana tetapi tidak bisa membagikan bantuan kepada mereka. Ketika warga desa datang untuk mengambil bantuan, mereka justru diusir,” ujarnya. 

Otoritas setempat melaporkan bahwa bencana banjir ini menyebabkan 39 orang tewas dan 9 orang hilang. Namun, banyak korban bencana mengatakan bahwa jumlah korban tewas yang sebenarnya setidaknya mencapai “empat digit” (ribuan orang), karena banyak desa yang rata dengan tanah dan seluruh penduduk desa tersebut lenyap. 

Saat ini, beberapa desa masih mengalami pemutusan akses transportasi dan komunikasi, sehingga sulit bagi dunia luar untuk mengetahui kondisi nyata para korban di sana.

Editor: Li Yun / Reporter: Gu Xiaohua, Xiong Bin /: Zhong Yuan

Industri Panel Surya Tiongkok Rugi Puluhan Miliar Yuan dalam Setengah Tahun, Dumping Harga Murah Merugikan Diri Sendiri dan Orang Lain

Meskipun industri panel surya Tiongkok berhasil menguasai lebih dari 80% pangsa pasar global mutlak dalam beberapa tahun terakhir, industri ini justru terjerumus ke dalam kerugian besar kolektif yang bersejarah sejak tahun 2024 hingga sekarang. Total kerugian tersebut bahkan dengan mudah mencapai puluhan miliar yuan.

EtIndonesia.com Kesulitan yang dihadapi industri panel surya Tiongkok masih terus berlanjut. Pada  14 hingga 15 Juli, sejumlah perusahaan panel surya yang terdaftar di bursa saham berturut-turut merilis prakiraan kinerja keuangan mereka untuk paruh pertama tahun 2026, yang menunjukkan bahwa industri panel surya masih berada di titik nadir seluruh rantai industri.

21st Century Business Herald melaporkan pada 15 Juli bahwa lima perusahaan panel surya terdaftar mengalami total kerugian sebesar 11,943 miliar yuan hingga 13,68 miliar yuan pada paruh pertama tahun 2026. Di antaranya, dua perusahaan raksasa, Longi Green Energy dan Tongwei Co., Ltd., diperkirakan menyumbang kerugian gabungan sebesar 8,2 miliar yuan hingga 9,2 yuan pada paruh pertama tahun ini. Tidak hanya itu, kerugian ini juga mulai merembet ke rantai industri hilir.

Para akademisi menilai penyebab mendasar dari masalah ini adalah adanya upaya dari otoritas kebijakan untuk mengubah pasar dengan kekuasaan, serta menggunakan politik untuk mengubah hukum ekonomi, sehingga tindakan ini berujung pada serangan balik dari pasar.

“Pemerintah pusat Beijing menetapkan panel surya sebagai industri strategis yang berkembang pesat. Pemerintah daerah, demi memperebutkan prestasi politik dan mendongkrak PDB, secara gila-gilaan memberikan berbagai macam insentif kepada perusahaan-perusahaan panel surya. Akibatnya, sinyal pasar kehilangan umpan balik yang realistis,” ujar Ekonom asal AS, Davy J. Wong (Huang Dawei). 

“Banyak perusahaan memperluas kapasitas produksi mereka secara membabi buta tanpa mempedulikan biaya, serta mengalihkan dana dan sumber daya sosial yang seharusnya dialokasikan untuk industri lain atau bahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat ke dalam industri panel surya ini. Hasil akhirnya adalah kelebihan kapasitas produksi (over kapasitas),” katanya. 

Warganet pun mempertanyakan, mengapa industri panel surya Tiongkok yang merupakan nomor satu di dunia justru mengalami kerugian massal?

“Dulu, negosiasi iklim dengan Eropa dan AS masih bisa dijadikan alat tawar-menawar. Namun sekarang, industri ini sudah diboikot oleh Eropa dan AS, sementara pasar domestik sendiri tidak memiliki kemampuan untuk menyerap konsumsinya. Hasil akhirnya adalah mereka harus bertahan mati-matian demi konsep politik dan demi menjalankan kebijakan pemerintah pusat.” katanya. 

“Saat ini, kondisi keuangan negara pada dasarnya sangat ketat, sehingga mustahil untuk memberikan subsidi lagi, yang akhirnya mempercepat kehancuran. Masa depan industri ini akan suram, sebagai akibat dari runtuhnya tiga faktor yang saling tumpang tindih: pengepungan global, over kapasitas, dan persaingan internal yang sangat brutal (neijuan,” ujarnya. 

Laporan dari Nikkei Chinese Network menyebutkan bahwa kapasitas produksi tahunan panel surya Tiongkok melonjak hingga lebih dari 1.000 GW, jauh melampaui permintaan instalasi aktual global yang hanya sekitar 600 GW per tahun. Ketidakseimbangan serius antara penawaran dan permintaan ini memicu perang harga yang sengit, menyebabkan margin laba kotor beberapa produk jatuh ke angka negatif, sehingga terjebak dalam dilema “semakin banyak menjual, semakin besar kerugiannya.”

Sun Guoxiang, seorang profesor di Universitas Nanhua Taiwan, menyatakan bahwa ekspansi berlebihan yang dipicu oleh kebijakan tersebut akhirnya harus dibayar mahal oleh pasar berupa anjloknya harga dan kerugian perusahaan. Inilah hasil yang terjadi saat ini.

“Penyebab langsung dari membengkaknya kerugian panel surya Tiongkok adalah kelebihan pasokan yang parah dan perang harga yang kejam. Demi mempertahankan tingkat operasional pabrik dan pangsa pasar, mereka terus menurunkan harga, sehingga menciptakan situasi di mana semakin banyak berproduksi, semakin rugi,” katanya.  

“Di saat yang sama, penambahan instalasi baru di domestik Tiongkok mengalami penurunan suhu, masalah jaringan listrik, serta kurangnya kapasitas penyerapan daya, sementara pasar luar negeri juga dihadapkan pada tuntutan anti-dumping, tarif, dan lokalisasi. Tentu saja, ini sebenarnya bukan sekadar siklus pasar biasa, melainkan overkapasitas yang dibentuk oleh kebijakan,” ujarnya. 

Ulasan menunjukkan bahwa keunggulan harga murah dari panel surya Tiongkok telah mencapai titik kritis seiring dengan pengetatan anggaran keuangan pemerintah daerah Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya rasa arah masa depan industri panel surya yang dipimpin oleh kebijakan untuk membersihkan kapasitas produksi ini akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lini kedua dan ketiga menghentikan produksi, bangkrut, atau diakuisisi,” ujar Sun Guoxiang. 

“Sementara itu, perusahaan-perusahaan terkemuka akan mempertahankan operasinya melalui perpanjangan utang, pertukaran utang menjadi saham (debt-to-equity swap), serta koordinasi pemerintah. Hal ini kecil kemungkinannya memicu krisis keuangan secara mandiri, namun akan meningkatkan kredit macet bank, kerugian finansial daerah, pengangguran, serta deflasi industri, sekaligus memicu lebih banyak tindakan anti-subsidi dan tarif dari luar negeri,” katanya. 

Sun Guoxiang berpendapat bahwa risiko yang sebenarnya adalah penundaan kerugian dalam jangka panjang, di mana utang tersebut secara bertahap dibebankan kepada masyarakat (debt socialization). Pada akhirnya, hal ini akan menciptakan situasi di mana meskipun volume produksinya adalah nomor satu di dunia, seluruh industri tersebut tidak akan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.

Editor: Huang Yimei / Reporter: Yi Ru 

Tindakan Melanggar Hukum: Pengadilan Jinan, Tiongkok  Mengurung Pengacara Pembela di Dalam Sangkar Selama Persidangan

Kasus-kasus penyalahgunaan kekuasaan oleh hakim Tiongkok terus bermunculan. Baru-baru ini, sebuah pengadilan di Jinan, Provinsi Shandong, Tiongkok mengurung seorang pengacara pembela di dalam sangkar besi selama persidangan, yang memicu kemarahan banyak pengacara. Beberapa pengacara mengecam pengadilan tersebut sebagai “melanggar hukum.”

EtIndonesia.com Pada 15 Juli 2026, pengacara Hou Zhiyuan memposting pesan yang mengatakan bahwa pada pagi hari itu, persidangan pengacara Wang Qing, yang diduga melakukan penipuan sedang dimulai. Banyak orang mengantri di luar Pengadilan Distrik Lixia di Jinan pada pukul 8:00 pagi. Setelah memasuki ruang sidang, mereka mendapati lebih dari belasan orang sudah “memesan tempat duduk” di ruang audiensi dan membawa dokumen internal terdakwa.

Namun demikian, pengadilan tidak mengizinkan teman-teman terdakwa untuk menghadiri sidang. Ponselnya disita oleh hakim karena merekam orang-orang yang “memesan tempat duduk” tersebut yang secara ilegal menghadiri sidang.

Kemudian, seorang pengacara lain yang hadir melihat orang-orang yang “memesan tempat duduk” tersebut memegang dokumen internal terdakwa dan meminta mereka untuk menyerahkannya sebagai “bukti,” yang mereka tolak. Karena bersikeras untuk mendapatkan kembali dokumen-dokumen tersebut, ia ditahan di sel tahanan oleh hakim ketua, Sun Zhibin, dengan tuduhan “mengganggu ketertiban pengadilan.”

Setelah ditahan selama 20 menit, ia mengalami gejala seperti tekanan darah tinggi dan sesak dada, dan pengadilan menghubungi 120 (layanan darurat).

(Tangkapan layar dari internet) 

Seorang pengacara yang hadir di tempat kejadian memposting di Weibo, menambahkan bahwa sebelum persidangan, pengacara Hou Zhiyuan memperhatikan bahwa penonton belum memasuki ruang sidang, tetapi deretan kursi sudah penuh, diduga sebagai “pemesanan tempat duduk.” Ia merekam kejadian tersebut sebagai bukti, tetapi ponselnya disita secara paksa oleh petugas pengadilan.

Setelah kerabat terdakwa memasuki ruang sidang, mereka menemukan bahwa individu yang diduga melakukan “pemesanan tempat duduk” tersebut memiliki tumpukan besar garis besar dan materi persidangan. 

Anggota keluarga di antara penonton, yang percaya bahwa mereka telah membocorkan rahasia pengadilan dan diduga melanggar hukum, mengambil dokumen-dokumen tersebut dan menyerahkannya kepada Pengacara Hou. Akibatnya, petugas pengadilan bergegas masuk, menyita dokumen-dokumen tersebut, dan membawa Pengacara Hou ke ruang tunggu tempat terdakwa ditahan.

Banyak pengacara membagikan berita ini di media sosial, mengungkapkan kemarahan mereka atas tindakan pengadilan.

“Ini bukan persidangan; ini adalah eksekusi publik terhadap para profesional hukum!” 

“Saya telah menyaksikan penyalahgunaan kekuasaan publik yang tak terkendali—pengadilan mengatur agar orang-orang memesan tempat duduk di ruang sidang; orang-orang ini memasuki ruang sidang melalui jalur khusus; pengadilan membagikan garis besar dan materi persidangan kepada orang-orang ini, yang diduga membocorkan rahasia persidangan, melanggar Undang-Undang Rahasia Negara, dan menghakimi kasus tersebut sebelum waktunya; ketika pengacara Hou Zhiyuan menemukan hal ini dan mencoba mengumpulkan bukti untuk melaporkannya, hakim memerintahkan petugas pengadilan untuk mengurungnya di dalam sel yang digunakan untuk menahan terdakwa.” 

“Ini adalah pertama kalinya saya mendengar pengadilan mengurung seorang pengacara yang sedang menjalankan tugasnya di dalam sel selama persidangan. Mengurung pengacara Hou di dalam sel juga berarti mengurung martabat pengacara dan martabat supremasi hukum.” “Pengadilan Distrik Lixia belum mengurung kekuasaan di dalam sistem, tetapi telah mengurung pengacara pembela; batas bawah telah dilanggar sekali lagi.”

Hukum pidana dengan jelas menetapkan bahwa prosedur persidangan pidana harus terbuka untuk umum, tetapi sangat umum bagi pengadilan di semua tingkatan di Tiongkok untuk membatasi dan mencabut hak kerabat serta teman terdakwa untuk menghadiri persidangan. 

Pada saat yang sama, mereka secara ilegal menyewa pejabat untuk menyamar sebagai peserta dan menduduki kursi, praktik yang oleh para pengacara disebut “perebutan kursi.”

Dilaporkan oleh Li Li/Disunting oleh Lin Qing

Menlu AS Marco Rubio Mengeluarkan Peringatan Keras: Terorisme Sayap Kiri Ekstrim Kembali Bangkit

EtIndonesia.com Pada Kamis (16 Juli), Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyelenggarakan konferensi kontra-terorisme internasional tingkat tinggi di Departemen Luar Negeri, yang berfokus pada “terorisme politik sayap kiri ekstrem.” Perwakilan dari lebih dari 65 negara hadir. 

Dalam pidatonya, ia secara blak-blakan menyatakan bahwa ancaman kekerasan dari kekuatan sayap kiri ekstrim telah lama diabaikan dalam sistem kontra-terorisme global, dan ia menyerukan negara-negara demokratis untuk bekerja sama mengatasi hal tersebut.

“Untuk waktu yang lama, strategi kontra-terorisme kita memiliki titik buta. Titik buta itu adalah kekerasan ekstrem dari kekuatan politik sayap kiri,” ujarnya. 

Rubio menyatakan bahwa terorisme politik sayap kiri ekstrem adalah ancaman transnasional nyata yang telah ada selama beberapa dekade tetapi sekarang muncul kembali.

Ia menunjukkan bahwa beberapa media, kalangan akademisi, dan lembaga tradisional di Amerika Serikat telah lama meremehkan atau bahkan menyangkal bahaya kekerasan sayap kiri ekstrem.

Ia mengutip protes dan kerusuhan nasional setelah insiden George Floyd pada tahun 2020 sebagai contoh. Banyak media dan pemerintah daerah, alih-alih mengutuk kekerasan dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab, malah merasionalisasi beberapa kekerasan dan bahkan bersimpati kepada para pelaku.

Rubio: “Ini adalah kejahatan yang unik dan langka. Itu selalu berakar dari kebencian—pertama dan terutama, kebencian terhadap peradaban itu sendiri.”

Rubio menekankan bahwa sayap kiri radikal dapat mengenakan jubah ideologis yang berbeda dari waktu ke waktu; mereka dapat menyebut diri mereka anti-kapitalis, anti-imperialis, komunis, anarkis, atau Marxis, tetapi esensinya tetap sama: untuk menghancurkan tatanan yang ada melalui kekerasan.

“Dunia yang dibayangkan oleh komunisme adalah dunia tanpa Tuhan. Bagi para perencana kekerasan revolusioner ini, pencapaian gemilang peradaban kita merupakan penghinaan yang tak tertahankan, pengingat akan ketidakmampuan mereka, dan peringatan akan ketidakmampuan mereka untuk mencapai sesuatu. Oleh karena itu, mereka memilih kehancuran. Mereka menyerang jalur pipa minyak, jalur kereta api, jaringan listrik, dan laboratorium—simbol kekuasaan, penemuan, dan pencapaian. Inilah esensi terorisme yang kita hadapi saat ini,” katanya. 

Rubio mendesak negara-negara untuk membangun kembali mekanisme kerjasama kontra-terorisme, membongkar jaringan jahat ini satu per satu melalui pertukaran intelijen, penegakan hukum bersama, dan serangan finansial.

Rubio: “Sudah saatnya rakyat dunia beradab membela diri. Bersatu melawan kekuatan kegelapan yang mengancam ini dan berjuang untuk apa yang menjadi milik kita.”

Stephen Miller, Wakil Kepala Staf Gedung Putih untuk Kebijakan dan Penasihat Keamanan Dalam Negeri AS juga menyatakan bahwa pemerintah AS telah mengambil tindakan yang diperlukan dan penting, secara resmi mendefinisikan kekerasan sayap kiri sebagai bentuk terorisme politik yang secara langsung mengancam keamanan nasional dan kelangsungan sistem republik.

 “Ini seperti kanker mematikan bagi peradaban. Jika peradaban adalah rumah Anda, maka Anda harus melindungi rumah Anda seolah-olah musuh telah menerobos masuk, dan mempertahankannya dengan semangat dan kekuatan yang sama. Itulah dedikasi dan urgensi yang kita butuhkan,” katanya. 

Laporan dari reporter NTD Television, Yi Jing.