EtIndonesia.com Seiring persaingan antara negara-negara besar di kawasan Arktik terus meningkat, perhatian strategis Eropa kini semakin bergeser ke utara. Pada Minggu waktu setempat, para pemimpin dari sejumlah negara Eropa akan berkumpul di kota Rovaniemi, Finlandia, yang terletak di kawasan Lingkar Arktik, untuk mengadakan KTT Arktik yang berkaitan erat dengan lanskap geopolitik Eropa.
Tugas utama KTT ini sangat jelas: menghadapi ancaman militer Rusia dan perluasan kepentingan PKT, Eropa harus segera memperjelas wilayah kepentingannya dan secara menyeluruh memperkuat keamanan “sayap utara” Eropa.
Ini merupakan KTT keamanan NATO ketiga yang diselenggarakan Finlandia dalam waktu kurang dari dua tahun. Kanselir Jerman Friedrich Merz, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot, Presiden Dewan Eropa António Costa, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, serta para perdana menteri atau presiden dari Polandia, Denmark, Rumania, dan negara-negara Baltik akan menghadiri pertemuan tersebut.
Perdana Menteri Finlandia Petteri Orpo, sebagai tuan rumah, secara terus terang menyatakan menjelang KTT: “Garis pertahanan Eropa dipertahankan di sini.”
Finlandia memiliki perbatasan sepanjang 1.340 kilometer dengan Rusia, yang mencakup sekitar setengah dari perbatasan sayap timur NATO dan Uni Eropa. Finlandia juga berada dekat Semenanjung Kola, tempat Rusia menempatkan kapal selam nuklir dan Armada Utara. Karena itu, Finlandia berada di garis depan dalam menghadapi Rusia.
Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman hibrida yang dirasakan negara-negara tetangga Rusia di Eropa meningkat berlipat ganda, mulai dari pelanggaran wilayah udara dan serangan siber hingga arus migran ilegal yang diduga dijadikan sebagai senjata.
Untuk menghadapi situasi tersebut, Uni Eropa tengah bersiap memperbarui strategi Arktiknya secara menyeluruh. Menurut draf pernyataan yang diungkap Bloomberg, UE akan meningkatkan pendanaan pertahanan dan keamanan secara signifikan. Alokasi untuk bidang pertahanan, keamanan, dan antariksa akan mencapai 131 miliar euro, atau lima kali lipat dari dana yang tersedia dalam kerangka saat ini.
Sementara itu, pengeluaran untuk “mobilitas militer” bahkan direncanakan meningkat lebih dari sepuluh kali lipat, dengan fokus pada peningkatan jalan raya, jalur kereta api, jaringan digital, serta teknologi satelit, untuk memastikan pasukan dan peralatan NATO dapat dikerahkan dengan cepat ke wilayah Arktik.
Selain itu, seiring perubahan iklim yang membuat jalur pelayaran Arktik semakin terbuka, kemampuan pemecah es juga menjadi salah satu fokus persaingan antarnegara besar. Finlandia berencana memanfaatkan keunggulannya dalam industri pembuatan kapal untuk mendorong negara-negara Eropa membangun armada kapal pemecah es secara bersama-sama, guna mengamankan akses Eropa ke jalur laut Arktik.
Rusia sedang melancarkan perang hibrida terhadap Uni Eropa, termasuk pelanggaran wilayah udara, menjadikan arus migran sebagai senjata, serangan siber yang berulang kali, serta ancaman secara terang-terangan.
Orpo menegaskan bahwa Eropa harus menunjukkan sikap yang sangat tegas agar dapat mencegah Rusia melakukan provokasi apa pun.
Kawasan Arktik tidak lagi sekadar hamparan tandus yang membeku, melainkan telah menjadi garis depan keamanan geopolitik Eropa. KTT ini mengirimkan sinyal yang jelas: Eropa sedang secara menyeluruh membangun kembali kendalinya atas kawasan Arktik. (***)
Sebuah kabar besar yang berkaitan dengan geopolitik memicu guncangan dalam hubungan AS-Tiongkok. Menurut pengungkapan pejabat Amerika Serikat, sebelum Iran menyerang sebuah pangkalan militer AS di Yordania pada Juli lalu, Iran telah memperoleh citra satelit beresolusi tinggi dari pangkalan tersebut melalui sebuah entitas Tiongkok. Serangan itu menyebabkan 3 tentara AS tewas.
EtIndonesia.com Menurut laporan The Wall Street Journal, pejabat AS secara langsung mengaitkan citra satelit tersebut dengan serangan yang terjadi saat itu. Pada 17 Juli lalu, Iran melancarkan beberapa gelombang serangan rudal terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania dan secara tepat menghantam area tempat tinggal personel militer AS, menewaskan 3 tentara dan melukai 4 orang.
Iran juga menargetkan pesawat berawak maupun tanpa awak yang berada di pangkalan tersebut. Serangan itu merupakan salah satu dari tiga gelombang serangan rudal terhadap pangkalan tersebut dalam kurun waktu 24 jam.
Mantan analis CIA mengatakan bahwa citra satelit beresolusi tinggi tidak hanya dapat membantu Iran memilih target yang memiliki nilai strategis paling tinggi untuk diserang, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai tingkat kerusakan setelah serangan, sehingga menyediakan data bagi serangan lanjutan.
Pejabat AS mengatakan bahwa ini merupakan bukti paling jelas sejauh ini bahwa layanan satelit dari pihak Tiongkok telah menimbulkan konsekuensi mematikan terhadap militer AS. Namun, pihak AS tidak menuduh pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) terlibat langsung dalam serangan tersebut dan menolak mengungkapkan nama perusahaan yang terlibat.
Yang lebih mengkhawatirkan, pihak AS juga menduga teknologi terkait dapat digunakan untuk melacak kapal-kapal perang AS yang berlayar di laut, termasuk kapal induk. Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa kemampuan Iran dalam menentukan sasaran tampaknya telah meningkat, bahkan beberapa serangan disebut “nyaris mengenai sasaran.”
Sebenarnya, perhatian AS terhadap perusahaan satelit komersial terkait sudah berlangsung cukup lama. Pada Mei tahun ini, Departemen Keuangan AS pernah memasukkan sejumlah perusahaan satelit komersial Tiongkok ke dalam daftar sanksi dengan alasan memberikan kemampuan pemantauan satelit kepada Iran.
Dalam laporan investigasinya pada April, Financial Times menyebut bahwa berdasarkan dokumen militer Iran yang bocor, Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada akhir 2024 memperoleh data satelit yang dibuat dan diluncurkan oleh perusahaan Tiongkok Beijing Mumei Xingkong Technology.
Militer Iran kemudian memerintahkan satelit tersebut untuk memantau sejumlah fasilitas penting militer AS di Timur Tengah.
Menanggapi tuduhan tersebut, Kedutaan Besar PKT untuk AS menegaskan bahwa kerja sama antara PKT dan Iran sesuai dengan hukum internasional.
Karena Xi Jinping dan Presiden Donald Trump akan segera mengadakan pertemuan tingkat tinggi, pengungkapan kasus ini tidak diragukan lagi kembali membayangi suasana diplomatik AS-PKT yang memang sudah sensitif. (***)
EtIndonesia.com Pada 12 September siang waktu setempat, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping tiba di New Delhi, India, untuk menghadiri KTT BRICS. Dalam kunjungan tersebut terjadi sejumlah insiden, termasuk adegan ketika penerjemah pria yang mendampinginya kembali dicegat oleh petugas keamanan.
Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa Xi Jinping tiba di Pangkalan Angkatan Udara Palam di New Delhi dengan pesawat khusus. India hanya menugaskan seorang pejabat setingkat menteri untuk menyambutnya di bandara, yang dinilai jelas lebih rendah dibandingkan penyambutan ketika Xi menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan.
Pada Agustus 2023, ketika Xi Jinping menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa secara langsung menyambut Xi di bandara. Namun, pada KTT BRICS kali ini di India, Perdana Menteri India Narendra Modi tidak terlihat hadir di bandara.
Sebelum Xi Jinping tiba di New Delhi, pihak Tiongkok telah mengirimkan dua mobil khusus Hongqi N701 ke New Delhi. Kedua kendaraan tersebut ditutupi rapat dengan penutup berwarna hitam dan sempat direkam warga ketika melintas di jalanan India. Setelah turun dari pesawat, Xi Jinping menggunakan mobil Hongqi tersebut menuju lokasi KTT BRICS.
Video yang beredar di platform X menunjukkan bahwa selama kunjungan Xi Jinping ke India terjadi sejumlah insiden. Setelah mobil yang ditumpangi Xi tiba di lokasi acara, situasi di area penyambutan tampak kacau dan tidak teratur.
Xi menunggu cukup lama di dalam mobil, tetapi tidak ada orang yang datang membukakan pintu untuknya. Sementara itu, para petugas dari pihak Tiongkok dan India yang berdiri di luar kendaraan tampak terlibat perdebatan dan saling menunjuk, meskipun tidak diketahui secara pasti apa yang mereka perdebatkan.
Setelah beberapa waktu, seseorang akhirnya membukakan pintu mobil Xi Jinping. Setelah turun, seorang pejabat India menyapanya secara singkat dan kemudian memberi isyarat agar Xi masuk ke lokasi acara. Xi Jinping berjalan seorang diri menuju karpet merah yang mengarah ke tempat acara. Wajahnya tampak memerah dan muram, seolah-olah merasa tidak nyaman karena mendapat sambutan yang dianggap dingin.
Penerjemah pria yang mendampinginya berusaha mengikuti Xi, tetapi dicegat oleh seorang petugas keamanan India yang memberi isyarat bahwa ia harus menggunakan jalur lain. Penerjemah tersebut kemudian berlari secepat mungkin menuju sisi lain. Adegan itu tampak cukup menggelikan.
Momen ketika penerjemah pendamping Xi Jinping dicegat petugas keamanan tersebut kemudian menjadi sorotan dan dianggap membuat Xi Jinping berada dalam situasi yang sangat canggung.
Video lainnya menunjukkan Xi Jinping tampak murung ketika berjalan seorang diri memasuki lokasi acara. Setelah masuk, ia terlihat menoleh ke berbagai arah sambil berjalan. Tidak lama kemudian, ia bertemu dan berfoto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, yang datang menyambutnya.
Setelah Modi berjabat tangan dengan Xi, ia berbalik dan memperkenalkan sebuah mural yang dipasang di luar lokasi acara. Karena tidak ada penerjemah di sampingnya dan Xi Jinping tidak dapat berbicara bahasa Inggris, ia tampak agak kebingungan. Untungnya, seorang penerjemah India segera maju untuk membantu sehingga situasi canggung tersebut dapat diatasi.
Pada malam harinya, Xi Jinping tidak menghadiri jamuan makan malam para kepala negara yang mengikuti KTT. Ini bukan pertama kalinya Xi absen dari jamuan makan malam KTT BRICS, yang menurut laporan tersebut menunjukkan kurangnya kemampuan diplomatiknya di panggung internasional.
Adegan ketika penerjemah Xi Jinping dicegat petugas keamanan pada KTT BRICS di Afrika Selatan pada 2023 juga kembali menjadi topik perbincangan.
Pada Agustus 2023, ketika Xi Jinping menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan, sebuah video di lokasi acara menunjukkan bahwa ketika Xi memasuki tempat acara, penerjemah pendampingnya entah bagaimana tertinggal. Sambil membawa tas kerja, penerjemah tersebut berlari kecil untuk mengejar Xi. Namun, ketika hendak memasuki lokasi acara, ia tiba-tiba dicegat oleh seseorang yang diduga petugas keamanan di pintu masuk.
Penerjemah pria tersebut berusaha keras melepaskan diri, tetapi petugas keamanan tetap menahannya dengan kuat dan segera menutup pintu.
Xi Jinping yang berjalan di depan mendengar keributan tersebut dan langsung menoleh. Namun, pada saat itu pintu besi sudah tertutup. Xi sempat ragu, tetapi akhirnya terpaksa melanjutkan langkahnya. Setelah berjalan beberapa langkah, ia kembali menoleh untuk melihat apakah penerjemahnya berhasil menyusul.
Bahkan setelah berjabat tangan dengan Presiden Afrika Selatan yang menyambutnya dan hendak meninggalkan lokasi, Xi masih secara spontan menoleh ke arah pintu besi tersebut. Namun, sejak awal hingga akhir, tidak ada seorang pun yang membuka pintu untuk membiarkan penerjemahnya masuk.
Saat itu, banyak warganet mengejek kejadian tersebut dengan mengatakan, “Wah, ini gawat. Penerjemahnya ditangkap, Xi Jinping hanya bisa diam sepanjang acara.”
Reporter: Luo Tingting, dirangkum dari berbagai sumber / Editor: Wen Hui
Dalam sepuluh tahun terakhir, populasi Tiongkok terus menurun dan angka kelahiran juga terus merosot. Kondisi ini semakin parah dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di daerah pedesaan, tetapi juga di kota-kota besar seperti Shenzhen. Data resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) menunjukkan bahwa tahun ini hampir 30 ribu sekolah dasar dan taman kanak-kanak ditutup. Para analis mengatakan, kondisi tersebut merupakan masalah struktural yang disebabkan oleh kebijakan di bawah sistem PKT.
EtIndonesia.com Dalam sepuluh tahun terakhir, penurunan populasi dan kemerosotan ekonomi di bawah pemerintahan PKT secara bertahap telah berdampak pada keluarga, guru, serta lembaga-lembaga pendidikan.
Menurut wawancara yang dihimpun kanal “Jinri Huaxia” (Tiongkok Masa Kini), seorang kepala sekolah dasar di daerah pedesaan mengatakan bahwa setelah enam sekolah dasar dari enam desa digabungkan, jumlah muridnya hanya 24 orang.
Ada laporan yang menyebutkan bahwa sejak awal tahun ini, sekitar 40 taman kanak-kanak di 10 distrik di Guangzhou telah tutup.
Para analis menilai, fenomena penuaan penduduk dan rendahnya angka kelahiran di Tiongkok harus dikaitkan dengan kebijakan satu anak PKT serta kemerosotan ekonomi.
“Ketika kami berada di Shenzhen pada tahun-tahun awal, kami sudah melihat taman kanak-kanak mulai ditutup. Misalnya di pedesaan, sejak awal tahun 2000-an banyak sekolah dasar mulai ditutup dan digabungkan,” kata Ai Shicheng, pemimpin redaksi media dan mantan pendiri sebuah LSM di Shenzhen.
“Masalah besar Tiongkok adalah ketidakseimbangan struktur populasi. Struktur keluarga terdiri dari beberapa orang lanjut usia dan hanya satu atau dua anak. Ke depannya, jumlah penduduk akan terus berkurang secara geometris. Ini bukan sekadar penurunan biasa,” jelasnya.
Para analis mengatakan bahwa terus berkurangnya jumlah anak usia sekolah dapat memberikan dampak serius terhadap sektor pendidikan, termasuk menyebabkan kelebihan tenaga guru dan kemerosotan industri pendidikan.
“Berkurangnya jumlah anak di taman kanak-kanak dan sekolah dasar akan merambat ke seluruh rantai industri terkait. Produk ibu dan bayi, pelatihan anak, perumahan di kawasan sekolah, penitipan anak di luar sekolah, dan seluruh rantai konsumsi yang terbentuk di sekitarnya akan ikut menyusut, bahkan beberapa di antaranya bisa menghilan,” kata Xu Zhen, veteran pasar modal Tiongkok.
“Khususnya sistem perumahan di kawasan sekolah, yang sebelumnya menjadi salah satu penopang penting harga pasar properti Tiongkok. Dengan terus menurunnya jumlah anak selama sepuluh tahun, ekspektasi kenaikan harga rumah dalam jangka pendek secara bertahap akan menjadi sia-sia,” jelasnya.
Menurut data yang diumumkan otoritas PKT, jumlah kelahiran turun dari sekitar 12 juta bayi pada 2020 menjadi 9,02 juta pada 2023. Pada 2025, jumlah kelahiran di Tiongkok tercatat 7,92 juta, turun 1,62 juta dibandingkan 9,54 juta pada 2024.
Pada Juli tahun ini, PKT merilis data yang menyebutkan bahwa jumlah sekolah dasar reguler secara nasional berkurang sekitar 8.000 sekolah dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah taman kanak-kanak berkurang 21.400 sekolah. Secara keseluruhan, hampir 30 ribu sekolah dasar dan taman kanak-kanak telah berkurang.
Para analis menunjukkan bahwa akar masalahnya terletak pada kebijakan dan persoalan struktural di bawah pemerintahan PKT.
“Sekarang seluruh perekonomian sedang mengalami penurunan. Tekanan terhadap kaum muda sangat besar dan mereka tidak melihat adanya harapan. Ketika kaum muda memasuki dunia kerja, mereka langsung menghadapi pengangguran atau tekanan persaingan yang sangat tinggi. Mereka tidak melihat harapan, ekspektasi psikologis terhadap masyarakat telah hilang, sehingga mereka memilih untuk ‘rebahan’ atau tidak lagi berjuang,” ujar Ai Shicheng.
Xu Zhen: “Penurunan tajam jumlah anak usia sekolah bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri dalam sistem pendidikan. Ini merupakan respons dan dampak balik dari seluruh sistem ekonomi dan sosial terhadap harga rumah yang tinggi selama beberapa dekade, biaya membesarkan anak yang mahal, budaya kerja berlebihan seperti 996 dan 007, serta minimnya perlindungan bagi keluarga untuk memiliki anak.
“Jika model pembangunan ekonomi Tiongkok tidak mengalami perubahan mendasar, krisis ekonomi dan demografi yang berlangsung panjang ini akan terus menggerus sumber daya penggerak perekonomian Tiongkok.”
Laporan reporter New Tang Dynasty Television (NTD), Qiu Yue.
Di tangan Nova Christiana, kota bukan sekadar ruang yang dihuni manusia, melainkan lanskap yang menyimpan memori. Setiap sapuan cat air menjadi upaya merekam cahaya, sejarah, dan nostalgia sebelum semuanya larut oleh waktu.
Nova perupa muda yang memiliki profesi sebagai pengajar dan peneliti ini sangat tertarik dengan suasana kota tua yang menjadi objek lukisan cat airnya. Jalan Kembang Jepun, Jembatan Merah, Songoyudan, hingga Pasar Pabean muncul bukan sebagai dokumentasi arsitektur, melainkan sebagai ruang yang dipenuhi aroma hujan, cahaya senja, dan kenangan masa lampau. Itulah dunia visual Nova Christiana, seorang perupa muda Surabaya yang menjadikan kota sebagai subjek sekaligus saksi perjalanan batinnya.
“Saya suka melukis, hobi saya sejak kecil dan saya terus mengasahnya hingga kini,” tutur Nova yang juga pecinta media The Epoch Times dengan The Epoch Times.
Bagi Nova, melukis bukan tentang menciptakan pemandangan yang indah semata. Ia percaya bahwa setiap tempat memiliki atmosfer yang hanya dapat dipahami ketika seseorang benar-benar hadir, mengamati, dan merasakan denyutnya. Karena itulah sebagian besar karyanya lahir dari praktik on location—melukis langsung di tempat sebagai bentuk dialog dengan ruang dan waktu.
Tembok rumah adalah kanvas pertamanya
Jauh sebelum mengenal galeri dan komunitas seni, Nova adalah anak pendiam yang gemar mencoret dinding rumah. Tembok yang dipenuhi garis-garis itu dibiarkan begitu saja oleh ayahnya hingga bertahun-tahun kemudian. Saat dewasa, ayahnya pernah berkata sambil membersihkan dinding, “Ini pekerjaanmu waktu kecil.”
Kenangan sederhana itu menjadi titik awal kesadarannya bahwa menggambar bukan sekadar hobi. Ia tumbuh menjadi bahasa yang paling jujur untuk mengenali diri sendiri. Dalam wawancara, Nova menyebut melukis sebagai identitas—cara mengekspresikan kegelisahan, perasaan, sekaligus cara berbicara ketika kata-kata terasa tidak cukup.
Perjumpaannya dengan media cat air terjadi saat duduk di bangku SMP. Transparansi warna, sifatnya yang spontan, dan tantangan mengendalikan air membuat Nova jatuh cinta pada medium ini. Sejak itu, ia nyaris tak pernah meninggalkannya.
Ketika kota menjadi subjek utama
Tidak semua pelukis memilih kota sebagai tema utama. Nova justru menemukan keindahan pada bangunan tua, lorong-lorong heritage, pasar tradisional, hingga aktivitas sehari-hari masyarakat urban.
Baginya, arsitektur adalah tubuh yang menyimpan cerita. Sebuah jendela kayu, balkon kolonial, atau jalan sempit di kawasan lama Surabaya memiliki lapisan sejarah yang tak selalu terlihat oleh mata yang tergesa-gesa.
Pandangan itu mencapai bentuk paling matang dalam pameran tunggal Surabaya’s Timeless Aesthetic pada Juni 2024. Sebanyak 16 lukisan cat air menampilkan wajah Surabaya lama—Ampel, Kembang Jepun, Songoyudan, Jembatan Merah, dan kawasan bersejarah lainnya—sebagai upaya menghidupkan kembali memori kolektif kota. Dapat dikatakan pameran tersebut sebagai perayaan visual terhadap bangunan-bangunan tua Surabaya, sementara sejumlah kritikus seni menilai karya Nova berhasil membangun suasana nostalgia yang kuat.
Dalam artist statement-nya, Nova menjelaskan bahwa perjalanan menjadi bagian penting dari proses kreatif. Ia merespons arsitektur, situs bersejarah, dan lanskap melalui cahaya serta atmosfer, bukan semata bentuk fisiknya. Setiap perjalanan adalah kesempatan untuk memahami pengalaman sebuah tempat sebelum diterjemahkan menjadi lukisan.
Melukis cahaya, bukan sekadar objek
Salah satu kekuatan karya Nova terletak pada caranya memperlakukan cahaya. Dalam ulasan Harian Disway, tekniknya disebut dekat dengan tradisi plein air dan sketsa impresif. Garis ditarik dengan keyakinan, sementara warna cat air diaplikasikan dalam sapuan yang spontan—karena pada medium ini, setiap olesan nyaris tak bisa diulang.
Pendekatan itu menjadikan lukisannya terasa hidup. Bangunan memang menjadi kerangka visual, tetapi cahaya sore, bayangan pepohonan, kabut pagi, atau keramaian manusia justru menjadi tokoh utamanya.
Nova sendiri mengakui bahwa ia tidak ingin sekadar membuat orang berkata, “Bangunannya mirip.” Yang lebih penting adalah menghadirkan rasa: panasnya jalan kota, lembutnya matahari menjelang senja, atau nostalgia ketika melihat Surabaya yang perlahan berubah.
Seniman yang terus belajar
Menariknya, kehidupan Nova tidak hanya berada di studio. Lulusan Magister Manajemen Universitas Airlangga ini juga berkecimpung dalam dunia riset dan statistik. Dua dunia yang tampak bertolak belakang itu justru membentuk karakternya sebagai seniman: disiplin dalam berpikir, namun peka dalam mengamati.
Ia percaya bahwa seorang pelukis tidak pernah benar-benar selesai menemukan jati dirinya. Gaya, teknik, bahkan tema akan terus berubah seiring pengalaman hidup. Karena itu, Nova menolak mendefinisikan dirinya secara kaku. Baginya, menjadi seniman adalah proses mencari yang tak pernah berakhir.
Perjalanan ke Baduy, Toraja, hingga berbagai kota di Indonesia menjadi bagian dari pencarian tersebut. Di Baduy ia menemukan kualitas cahaya pagi yang berbeda, sementara di Toraja ia terpesona oleh atmosfer budaya yang menghadirkan kematian sebagai bagian dari keindahan hidup. Semua pengalaman itu kelak muncul sebagai seri-seri karya baru yang terus berkembang.
Menjaga ingatan melalui warna
Nama Nova Christiana kini menjadi bagian dari generasi baru perupa Surabaya yang aktif menghidupkan skena seni rupa kota. Selain menggelar pameran tunggal, ia juga terlibat dalam berbagai pameran kelompok serta menjadi administrator Urban Sketchers Surabaya, komunitas yang mendorong praktik menggambar langsung di ruang publik.
Dalam sebuah tulisan reflektif, jurnalis seni Amang Mawardi menyebut karya-karya Nova sebagai “sublimasi keindahan”—lukisan yang tidak berhenti pada realisme ataupun impresionisme, tetapi menghadirkan ruang kota sebagai pengalaman emosional. Ia melihat kemampuan Nova membangun déjà vu sebagai kualitas yang jarang dimiliki perupa muda.
Barangkali di situlah letak kekuatan sesungguhnya dari karya Nova Christiana. Ia tidak berusaha menghentikan perubahan kota, sebab itu mustahil dilakukan. Yang ia lakukan adalah menyelamatkan ingatan: tentang bangunan yang mungkin akan hilang, tentang cahaya yang hanya muncul beberapa menit setiap sore, dan tentang perasaan pulang yang sering kali lahir dari sebuah jalan tua.
Nova juga memiliki perhatian khusus terhadap cara media menyampaikan informasi. Ia mengaku menyukai The Epoch Times karena menurutnya media tersebut tidak mengandalkan judul-judul yang bombastis, melainkan menghadirkan tulisan yang berbobot dan memberi ruang bagi pembaca untuk memahami persoalan secara lebih mendalam. Baginya, cara sebuah media menyampaikan informasi semestinya tidak sekadar mengejar perhatian sesaat, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi pembacanya. Salah satu rubrik yang paling ia sukai adalah geopolitik. Menurut Nova, pembahasan dalam rubrik tersebut dapat menjadi pembanding terhadap pemberitaan media arus utama, sehingga pembaca memiliki sudut pandang yang lebih luas dan tidak terpaku pada satu sumber atau perspektif. Ia melihat pendekatan semacam itu sebagai bentuk jurnalisme yang tidak tergesa-gesa, tidak sensasional, tetapi tetap memiliki kedalaman dan nilai pengetahuan.
“Saya suka The Epoch Times itu pada headline-nya tidak menggunakan judul yang bombastis tapi netral, dengan tulisannya yang berbobot. Yang paling saya suka adalah rubrik geopolitiknya, berbeda dengan yang ditulis media kebanyakan.” Pungkasnya.
Pertemuan Trump-Xi diperkirakan akan berlangsung pada 24 September. Menjelang keberangkatan Xi Jinping, pihak PKT mulai mengirimkan sejumlah sinyal ekonomi dan perdagangan yang menunjukkan bahwa mereka “bersedia berunding dan memberikan konsesi.” Namun, para akademisi menilai langkah-langkah tersebut pada dasarnya lebih menyerupai “plester penutup luka, bukan pisau bedah”—hanya dapat meredakan suasana, tetapi tidak mampu menyelesaikan konflik mendasar.
EtIndonesia.com Pada 10 September, juru bicara Kementerian Perdagangan PKT, Huang Ling, mengatakan bahwa tim ekonomi dan perdagangan PKT-AS sedang melakukan pembahasan mengenai “pengaturan kerangka pengurangan tarif timbal balik senilai US$30 miliar”, dengan tujuan agar kesepakatan tersebut dapat segera diterapkan.
Pada saat yang sama, pembeli Tiongkok pada pekan ini menambah pembelian sekitar 1 juta ton kedelai AS, yang terutama dilakukan oleh perusahaan-perusahaan milik negara seperti COFCO dan Tiongkok Grain Reserves Corporation (Sinograin).
Pemimpin PKT Xi Jinping diperkirakan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Washington pada 24 September. Kedua langkah tersebut dilakukan menjelang keberangkatannya.
“Pengaturan kerangka pengurangan tarif timbal balik senilai US$30 miliar” merupakan informasi yang disampaikan pihak PKT. Kedua negara akan memilih produk yang dianggap tidak sensitif dan kemudian saling menurunkan tarif atas produk dengan nilai yang setara. Produk pertanian diperkirakan akan masuk dalam daftar tersebut, tetapi daftar final dan besaran penurunan tarif belum diumumkan.
“Saya belum melihat pemerintahan Trump atau pihak AS memberikan sinyal yang sama. Ini seharusnya merupakan semacam uji coba dari PKT, yaitu memberikan sedikit keuntungan sebelum negosiasi untuk menguji reaksi dan nada pihak Amerika. Namun saya yakin Trump tidak tertarik dengan tarif senilai US$30 miliar ini,” kata Profesor Xie Tian dari Aiken School of Business, University of South Carolina.
“Sebelumnya, defisit perdagangan AS terhadap Tiongkok mencapai US$300 miliar hingga US$500 miliar per tahun. Sekarang PKT masih memiliki surplus perdagangan luar negeri yang sangat besar, tentu saja terhadap negara-negara lain. Namun Trump sama sekali tidak akan membiarkan produk-produk Tiongkok kembali membanjiri pasar AS,” tambahnya.
Associate Professor Sun Guoxiang dari Nanhua University, Taiwan, mengatakan bahwa “penurunan tarif secara terbatas” yang dilakukan PKT hanya memiliki dampak yang sangat terbatas dalam meredakan perang tarif.
“Kedua pihak hanya menurunkan tarif atas produk masing-masing senilai sekitar US$30 miliar yang dianggap tidak sensitif. Artinya, mereka sengaja menghindari konflik struktural yang sebenarnya, seperti teknologi, kendaraan listrik, baja dan aluminium, tanah jarang, semikonduktor, pemeriksaan keamanan nasional, serta subsidi industri. Karena itu, langkah tersebut tidak akan mengubah arah umum persaingan strategis AS-PKT dan juga tidak berarti perang tarif telah berakhir,” katanya.
Setelah perusahaan perdagangan milik negara PKT membeli tambahan 1 juta ton kedelai AS pada pekan ini, PKT hampir menyelesaikan separuh dari komitmen pembelian tahunannya.
Sebelumnya, setelah pertemuan Trump-Xi pada Mei, PKT berkomitmen untuk membeli sedikitnya 25 juta ton kedelai AS setiap tahun selama 2026–2028.
Sun Guoxiang mengatakan bahwa pembelian kedelai oleh PKT merupakan langkah “sekali mendayung tiga pulau terlampaui.”
“Kebutuhan riil memang ada. Namun, jika ini hanya didorong oleh kebutuhan pasar, belum tentu pembelian dalam jumlah besar oleh perusahaan milik negara akan dilakukan tepat menjelang pertemuan puncak Trump-Xi. Waktunya jelas memiliki pertimbangan politik,” ujarnya.
“Selain itu, ini merupakan bentuk pendekatan dengan biaya rendah kepada pemerintahan Trump. Langkah ini memberikan hasil yang dapat dipromosikan oleh pemerintahan Trump kepada publik domestik. Di sisi lain, ini juga merupakan sinyal kepada pasar bahwa masih ada ruang untuk negosiasi antara AS dan PKT,” jelasnya.
“Namun pada dasarnya, ini lebih seperti plester penutup luka daripada pisau bedah. Artinya, langkah tersebut dapat mengurangi sebagian gesekan dan menciptakan suasana rekonsiliasi, tetapi tidak mampu menangani persoalan institusional, industri, dan geopolitik yang berada di balik konflik perdagangan AS-PKT,” tambahnya.
Kantor berita Reuters pada 4 September juga mengutip dua sumber yang mengatakan bahwa Xi Jinping sedang mempersiapkan delegasi bisnis besar untuk ikut dalam kunjungannya. Pemerintah PKT belum mengkonfirmasi informasi tersebut.
Xie Tian mengatakan bahwa Xi Jinping jarang melakukan kunjungan luar negeri bersama para eksekutif perusahaan. Jika benar membawa delegasi bisnis dalam jumlah besar, hal tersebut akan sangat tidak biasa.
“Jika kali ini benar-benar membawa delegasi, hal itu memang cukup jarang terjadi. Namun sebelumnya Trump membawa delegasi bisnis besar ke Tiongkok dan juga tidak berhasil menandatangani kesepakatan besar apa pun,” ujarnya.
“Sekarang Xi Jinping membawa delegasi bisnis besar ke AS. Mereka kemungkinan bukan datang untuk berinvestasi. PKT juga tidak akan membiarkan mereka datang untuk berinvestasi. Tentu saja AS menyambut investasi mereka, tetapi jika mereka datang untuk menjual produk, AS juga tidak akan menyambutnya,” jelasnya.
Gencatan senjata perdagangan AS-PKT saat ini berlaku hingga 10 November.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer baru-baru ini mengisyaratkan bahwa selama pertemuan Trump-Xi mungkin akan diumumkan langkah-langkah terkait pertanian dan hambatan non-tarif.
Ia meredam ekspektasi mengenai “kesepakatan perdagangan raksasa yang mencakup segala hal”, dan lebih menekankan pembentukan kerangka pengelolaan serta peningkatan penjualan barang-barang AS ke Tiongkok.
Saat ini, kedua pihak masih mempertahankan tarif atas sejumlah besar produk satu sama lain, sekaligus tetap memberlakukan berbagai pembatasan di bidang teknologi canggih, investasi, pengendalian ekspor, dan sektor lainnya.
EtIndonesia.com Polisi Taiwan berhasil membongkar sebuah kelompok kriminal yang diduga menipu warga Taiwan untuk pergi ke Tiongkok dengan tujuan mengambil organ mereka. Dalam grup percakapan yang digunakan para tersangka, bahkan disebutkan bahwa “organ orang Taiwan adalah yang terbaik”, dan juga terdapat pembicaraan mengenai organ orang Amerika.
Sejumlah anggota parlemen menyatakan keprihatinan atas kasus tersebut. Tokoh teknologi Taiwan, Tu Yi-chin, mengecam bahwa hukuman hanya tujuh tahun bagi pelaku yang mengirim orang ke Tiongkok untuk “membongkar dan mengambil organ” terlalu ringan.
Polisi dan jaksa di Taoyuan, Taiwan, membongkar kasus perdagangan manusia lintas batas. Kelompok kriminal yang dipimpin seorang pria bermarga Jiang menggunakan tawaran pekerjaan bergaji tinggi sebagai umpan untuk menipu tiga korban agar datang ke sebuah rumah di distrik Zhongli, Taoyuan. Para korban kemudian ditahan dan diawasi di sana.
Kelompok tersebut berencana membawa para korban ke pelabuhan dan mengirim mereka ke Tiongkok untuk diambil organnya. Beruntung, polisi berhasil mencegah rencana tersebut tepat waktu. Tujuh tersangka dituntut dengan hukuman penjara tujuh tahun.
Dalam grup percakapan di ponsel para tersangka, terdapat percakapan yang dinilai sangat kejam. Mereka mengatakan bahwa untuk setiap orang yang berhasil dikirim, mereka dapat meminta 9 juta dolar Taiwan (NT$9 juta) dari pembeli di Tiongkok. Mereka juga mengatakan bahwa “organ orang Taiwan adalah yang terbaik.”
Pendiri Taiwan AI Labs, Tu Yi-chin, menulis di media sosial bahwa hukuman tujuh tahun bagi orang yang mengirim manusia ke Tiongkok untuk diambil organnya terlalu ringan.
Tu Yi-chin juga mengungkapkan bahwa kelompok penipu menyebut “sumber daya manusia” Taiwan memiliki harga tertinggi. Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya kualitas organ, tetapi juga penggantian identitas.
Ia lebih lanjut mengingatkan bahwa kejahatan lintas batas semacam ini bukan sekadar masalah keamanan publik, tetapi juga mengungkap kemungkinan adanya celah sistemik dalam keamanan identitas Taiwan.
Tu Yi-chin mengatakan Taiwan harus melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kasus-kasus seperti penerbitan ulang dokumen identitas, ketidaksesuaian data biometrik, serta perubahan tidak wajar pada golongan darah dan tinggi badan.
Menurutnya, identitas Taiwan sangat bernilai karena dapat digunakan untuk memengaruhi atau mengoperasikan proses pemilu Taiwan, memperoleh akses ke sistem asuransi kesehatan nasional, serta menggunakan paspor Taiwan untuk bepergian ke lebih dari 100 negara tanpa visa.
“Data pribadi kita dan identitas kita sebenarnya sangat, sangat penting. Bahkan jika sejumlah besar data tersebut bocor, hal itu dapat menimbulkan masalah keamanan nasional. Oleh karena itu, bagian ini harus benar-benar diawasi dan dicegah secara ketat,” kata anggota Dewan Kota Chiayi, Wang Hao.
“Tindakan PKT berupa kekejaman pengambilan organ secara paksa merupakan suatu bentuk kekejaman yang serius. Ini menunjukkan bahwa masalah tersebut sudah berada pada kondisi yang sangat genting dan tidak boleh diremehkan,” katanya.
Anggota Dewan Kota Chiayi, Lin Wei-xuan: “Saya pikir ini bukan sekadar kasus penipuan biasa. Di baliknya terdapat kelompok yang bekerja secara sistematis dan memiliki tujuan tertentu. Karena itu, saya berharap dalang di balik kasus ini serta aliran dananya dapat diselidiki, termasuk apakah ada keterlibatan PKT. Karena pelanggaran hak asasi manusia oleh PKT bukanlah sesuatu yang terjadi untuk pertama kalinya.”
Sejak tahun 2006, PKT telah dituduh melakukan pengambilan organ secara paksa dari praktisi Falun Gong dan tahanan hati nurani.
Dewan Urusan Daratan Taiwan (MAC) menyatakan akan mempelajari lebih lanjut organisasi kriminal dan rantai pasokan yang terlibat dalam kasus ini.
Saat ini, Legislatif Yuan Taiwan sedang membahas “Undang-Undang Pemberantasan dan Pencegahan Pengambilan Organ Secara Paksa”, yang bertujuan memperkuat kekurangan dalam peraturan yang berlaku terkait kejahatan lintas negara dan transplantasi organ ilegal.
Laporan gabungan Fang Ya-xian, Lin Jia-wei, dan Yao Han-yu, NTD Asia Pasifik, Chiayi, Taiwan.
EtIndonesia.com KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan terkait kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9). Kapal tersebut membawa sebanyak 243 orang.
Informasi kejadian diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA dari Yoel Rihi selaku General Manager PT Virgo.
Berdasarkan informasi yang diterima, kapal Virgo Transport 8 diketahui hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah sebelumnya dilaporkan sedang menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Kapal Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.13 GMT. Hingga laporan diterima, kapal belum dapat dihubungi dan keberadaannya belum diketahui. Posisi terakhir yang diterima berada di perairan Laut Jawa, dengan jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 04.30 WITA Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim rescue berjumlah enam personel menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih.
Tim selanjutnya akan melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.
Dalam pelaksanaan operasi pencarian, Kantor SAR Banjarmasin berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait, di antaranya KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, serta agen kapal Virgo Cabang Banjarmasin.
Sejumlah peralatan telah disiapkan untuk mendukung operasi, meliputi KN SAR Laksmana 241, Rescue Car D-Max, peralatan water rescue, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, Starlink, serta peralatan pendukung lainnya. Kondisi cuaca di wilayah Kantor SAR Banjarmasin dilaporkan cerah, sementara perkembangan kondisi cuaca di wilayah pencarian akan terus dipantau oleh tim.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana menyampaikan bahwa pencarian akan dilakukan secara optimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir. Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar I Putu Sudayana.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin mengimbau masyarakat maupun keluarga penumpang untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari petugas.
Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pemantauan dan pencarian sesuai perkembangan situasi di lapangan, serta menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan signifikan. (***)
KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Kapal yang mengangkut 243 penumpang dan awak kapal berangkat pada Sabtu (12 September) dalam kondisi cuaca buruk, tetapi kemudian kehilangan kontak di tengah perjalanan. Tim pencarian dan pertolongan Banjarmasin telah mengerahkan personel serta kapal penyelamat KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi terakhir yang diperkirakan. Kabar terbaru menyebutkan bahwa 103 orang telah dievakuasi, satu di antaranya meninggal dunia, sementara 140 orang lainnya masih belum ditemukan.
EtIndonesia.com Menurut laporan AFP yang dikutip NTDTV.com, kapal penumpang dan kargo Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (12 September). Kapal tersebut kemudian menghadapi cuaca buruk dan pada dini hari Minggu (13 September) kehilangan kontak dengan perusahaan pelayaran yang mengoperasikannya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan lokasi terakhir kapal terdeteksi berada di perairan Laut Jawa, sekitar 150 kilometer dari Pelabuhan Banjarmasin, yang merupakan tujuan kapal. Angkatan Laut, kepolisian, serta perusahaan pelayaran Virgo segera memulai operasi penyelamatan pada Minggu pagi (13 September).
KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Kapal yang mengangkut 243 penumpang dan awak kapal berangkat pada Sabtu (12 September) dalam kondisi cuaca buruk (BASARNAS) pic.twitter.com/bq9hsS6Ok2
Sudayana mengatakan kepada AFP bahwa kapten kapal sempat melaporkan bahwa feri tersebut “sedang miring”, setelah itu komunikasi dengan kapal terputus.
“Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal cukup banyak, kami sedang memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh awak kapal dan penumpang,” katanya.
Dalam pernyataan melalui video pada Minggu, Sudayana juga mengatakan bahwa 103 orang telah dievakuasi menggunakan berbagai kapal, dan sebagian dari mereka telah dibawa ke pelabuhan di Jawa Timur.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau. Transportasi sehari-hari dan sektor pariwisata sangat bergantung pada konektivitas melalui jalur laut, sehingga kecelakaan kapal cukup sering terjadi di negara tersebut. Standar keselamatan yang relatif longgar serta kondisi cuaca yang sulit diprediksi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kecelakaan.
EtIndonesia.com Pejabat Kementerian Energi Arab Saudi pada Jumat (11 September) mengatakan kepada media pemerintah bahwa “Jalur Pipa Minyak Timur-Barat” (East-West Pipeline) telah diserang. Pihak berwenang menutup jalur pipa yang berada di wilayah Riyadh dan Madinah. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah orang terluka dan memicu kekhawatiran di pasar.
Menurut laporan AFP, pejabat tersebut mengatakan kepada Saudi Press Agency (SPA): “Bagian Jalur Pipa Minyak Timur-Barat yang berada di wilayah Riyadh dan Madinah mengalami beberapa kali serangan pada (10 September) pagi.”
Pejabat tersebut mengatakan: “Sebagai tindakan pencegahan, Jalur Pipa Minyak Timur-Barat telah dihentikan operasinya. Serangan ini menyebabkan sejumlah personel terluka.”
Citra satelit Sentinel-3 menunjukkan kepulan asap hitam raksasa sepanjang hampir 100 kilometer muncul di sepanjang jalur pipa, membentang melintasi gurun antara Madinah dan Mahd adh Dhahab.
Data citra satelit menunjukkan kebakaran juga terjadi di lokasi yang sama. Beberapa titik anomali panas terkonsentrasi dalam radius kurang dari 10 kilometer. Daya radiasi kebakaran melebihi 70 megawatt, lebih dari dua kali lipat kebakaran biasa. Berdasarkan data FIRMS yang dirilis NASA hari ini, kebakaran tersebut berlangsung setidaknya selama 8 jam.
“Jalur Pipa Minyak Timur-Barat” mengangkut minyak mentah Arab Saudi dari Abqaiq menuju Yanbu di pesisir Laut Merah. Jalur ini merupakan satu-satunya jalur ekspor Arab Saudi yang tidak melewati Selat Hormuz. Kebakaran tersebut terjadi ketika kelompok Houthi telah melancarkan beberapa serangan terhadap wilayah Arab Saudi dalam 24 jam sebelumnya.
Jalur pipa minyak mentah Timur-Barat memiliki panjang sekitar 1.200 kilometer dengan kapasitas pengangkutan maksimum hingga 7 juta barel minyak per hari.
Namun, menurut laporan Badan Energi Internasional (IEA) pada 11 September, produksi minyak mentah Arab Saudi pada Agustus anjlok sebesar 2,3 juta barel per hari menjadi hanya 6 juta barel per hari, terendah dalam lebih dari 30 tahun. Tahun lalu, produksi rata-rata Arab Saudi mencapai sekitar 9,4 juta barel per hari.
Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, harga minyak internasional terus mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak mentah Brent pada penutupan perdagangan 11 September menembus US$104 per barel.
Kenaikan harga minyak juga dengan cepat berdampak pada pasar obligasi, sehingga mendorong naik biaya pembiayaan dan pinjaman secara keseluruhan, termasuk suku bunga hipotek.
Disadur dari Central News Agency/CNA — Editor: Lu Yongxin
EtIndonesia.com Arab Saudi telah menutup jalur pipa minyak yang membentang dari timur ke barat setelah sebelumnya terjadi serangan drone. Sementara itu, di tengah tekanan dan sanksi yang terus ditingkatkan Amerika Serikat, Presiden Iran tiba-tiba menyatakan hari ini bahwa dirinya menentang kelanjutan perang dengan Amerika Serikat.
AS Tingkatkan Tekanan, Presiden Iran: Menentang Kelanjutan Perang dengan AS
Menteri Perang AS Pete Hegseth : “Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Tekanan ekonomi terus meningkat. Kami mengendalikan selat tersebut, dan kami akan membawa persaingan ini sampai akhir.”
Hegseth menegaskan tindakan pemerintahan Trump terhadap rezim Teheran dalam upacara peringatan 9/11 di Pentagon pada hari ini.
“Kami masih mengirim para teroris ke tempat yang seharusnya menjadi tujuan mereka, yaitu neraka, dan mengirim kapal tanker minyak mereka ke tempat yang seharusnya, yaitu dasar laut,” ujarnya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa meskipun perang tersebut mungkin berdampak pada pemilu paruh waktu pada November, dirinya tidak menyesal telah melancarkan perang terhadap Iran.
“Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukan semuanya persis seperti yang saya lakukan. Saya menghancurkan kemampuan nuklir mereka,” katanya.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS juga akan kembali memperluas tekanan ekonomi terhadap Iran pada Senin depan (14 September), dengan menjatuhkan sanksi terhadap sebuah “bank besar”. Namun, nama bank maupun negara tempat bank tersebut berada masih menunggu pengumuman dari pihak AS.
Menghadapi tekanan yang semakin intensif dari pemerintahan Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian hari ini mengatakan bahwa dirinya menentang kelanjutan perang dan menyerukan agar Iran bersiap menghadapi tekanan yang akan datang.
Ia berpendapat bahwa Iran perlu menghindari situasi di mana mereka dipaksa bernegosiasi dengan Amerika Serikat dalam kondisi yang lebih buruk.
Sebelumnya, Reuters mengutip pejabat AS yang mengatakan bahwa serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada pekan ini menyebabkan beberapa pesawat militer AS mengalami kerusakan. Di antaranya sebuah pesawat serang A-10 yang salah satu sayapnya putus akibat ledakan. Sekitar delapan pesawat tempur F-15 lainnya mengalami kerusakan ringan, tetapi saat ini telah kembali beroperasi.
Selain itu, Penjabat Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengatakan kepada The Epoch Times pada Kamis bahwa serangan Iran telah menyebabkan kerusakan serius pada Naval Support Activity Bahrain, yang merupakan lokasi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.
Hung Cao mengatakan kerusakan pada pangkalan Bahrain menyebabkan para pejabat dan awak kapal induk AS “tidak memiliki tempat untuk berlabuh.” Namun, saat ini telah dibentuk tim khusus untuk melakukan evaluasi terkait pembangunan kembali atau perbaikan fasilitas tersebut.
Khawatir Krisis Laut Merah Memburuk, Dilaporkan Perwira Militer AS Tiba di Arab Saudi untuk Memberikan Saran Strategis
Setelah kelompok Houthi sebelumnya merebut kota pelabuhan Laut Merah, Mocha, terdapat laporan bahwa ratusan perwira Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berada di Yaman dan bertempur bersama pasukan Houthi untuk membantu melakukan blokade di Selat Bab el-Mandeb.
Pada saat yang sama, lebih dari 100 penasihat militer AS, termasuk komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), dilaporkan telah tiba di Arab Saudi untuk membantu menyusun strategi menghadapi situasi tersebut. Rincian informasi ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Ledakan Setara Guncangan Gempa Magnitudo 4,1, Israel Hancurkan Fasilitas Bawah Tanah Hizbullah
Sebelumnya, Israel menggunakan 1.100 ton bahan peledak untuk menghancurkan terowongan penting yang dibangun oleh kelompok bersenjata Hizbullah di bawah Pegunungan Ali al-Taher di Lebanon selatan.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa “peledakan besar-besaran” yang dilakukan Israel menimbulkan guncangan dan suara ledakan yang sangat keras. USGS kemudian melaporkan bahwa gempa dengan magnitudo 4,1 terjadi di wilayah tersebut.
Operasi peledakan ini melibatkan 8 terowongan dengan total panjang 5,4 kilometer. Jaringan bawah tanah tersebut dibangun Hizbullah selama 20 tahun dengan dukungan Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu:“Di sini ada beberapa senjata yang telah kami keluarkan dari sana, jumlahnya sangat besar, semuanya didanai dan diorganisasi oleh Iran selama bertahun-tahun. Yang Anda lihat sekarang adalah sebuah meriam anti pesawat. Di sini ada rudal, ranjau, komputer, serta banyak benda lainnya. Semuanya telah dikeluarkan. Semuanya berada dalam kendali kami.”
EtIndonesia.com Seorang Kepala biara sebuah kuil terkenal di Thailand baru-baru ini ditangkap oleh polisi Thailand setelah muncul dugaan bahwa ia menggelapkan donasi senilai sekitar US$2,8 juta serta terlibat dalam skandal seksual.
Menurut laporan surat kabar Inggris The Guardian, Phra Wachirayan Wi, 66 tahun, ditangkap pada Kamis (10/9/2026). Ia menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk penggelapan dana dan pencucian uang.
Ia merupakan kepala biara Wat Phutthaisawan di Ayutthaya, kota kuno Thailand.
Kuil tersebut merupakan kuil kerajaan yang terkenal, didirikan pada abad ke-14, dan memiliki banyak pengikut, termasuk pejabat pemerintah, kalangan bisnis, serta tokoh militer.
Komandan Departemen Penindakan Kejahatan Kepolisian Thailand, Patthanasaak, mengatakan dalam konferensi pers pada Jumat bahwa penyelidik telah menelusuri aliran dana dari dua jenis kwitansi donasi yang diterbitkan Wachirayan atas nama kuil.
Sekitar 89 juta baht (sekitar Rp 47,41 Miliar) merupakan donasi untuk proyek renovasi kuil. Selain itu, terdapat 2,8 juta baht yang merupakan pembayaran untuk membeli jimat Buddha dan barang-barang keagamaan Buddha lainnya.
“Namun dana yang berasal dari dua jalur ini—bahkan satu baht pun—tidak pernah masuk ke rekening kuil,” kata pejabat kepolisian Patthanasaak.
Ia mengatakan pihak berwenang kini telah menyita aset senilai sekitar 215 juta baht, termasuk 16 kilogram (sekitar 35 pon) emas batangan dan perhiasan, serta 28 sertifikat hak kepemilikan tanah. Polisi masih menyelidiki mana yang merupakan harta pribadi dan mana yang merupakan aset milik kuil.
Seorang perempuan berusia 47 tahun, Punyavee Rungrueang, juga ditangkap karena diduga membantu Wachirayan memindahkan dan menyembunyikan dana tersebut.
Menurut laporan Bangkok Post, polisi menuduh Punyavee membantu Wachirayan mengelola dana yang digelapkannya. Setiap tahun, dana senilai puluhan juta baht mengalir melalui rekening bank miliknya.
Polisi menemukan melalui rekaman kamera pengawas bahwa keduanya melakukan hubungan seksual di kediaman sang biksu.
Polisi menerima laporan anonim pada pertengahan Juli yang menuduh Wachirayan melakukan tindakan tidak pantas serta menyalahgunakan dana kuil. Setelah itu, penyelidikan pun dimulai.
Ini merupakan skandal terbaru di Thailand yang melibatkan seorang biksu Buddha senior.
Tahun lalu, seorang perempuan ditangkap karena diduga memeras sedikitnya 11 biksu yang pernah berhubungan seksual dengannya dan memeras dana hampir US$12 juta dari berbagai kuil. Kasus tersebut menggemparkan Thailand.
Situasi di Timur Tengah kembali memanas. Pada Jumat (11 September), kelompok bersenjata Houthi di Yaman yang didukung Iran melancarkan serangan kilat dan merebut titik strategis di Selat Bab el-Mandeb. Di sisi lain, pelayaran di Selat Hormuz terus mengalami gangguan. Dua jalur energi utama Timur Tengah kini menghadapi tekanan secara bersamaan.
EtIndonesia.com Setelah pasukan Houthi berturut-turut merebut kota pelabuhan Mocha dan Kepulauan Hanish pada Kamis (10 September), pada Jumat mereka kembali menguasai Pulau Perim dan kota strategis Bab al-Mandab, yang berada di posisi penting di kawasan Selat Bab el-Mandeb. Pasukan pemerintah Yaman di pulau tersebut terpaksa mundur.
Pulau Perim terletak dekat bagian tersempit Selat Bab el-Mandeb dan membagi jalur perairan tersebut menjadi dua rute pelayaran, sehingga memiliki nilai strategis yang sangat tinggi.
Selat Bab el-Mandeb hanya memiliki lebar sekitar 28 kilometer dan menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia. Selat ini merupakan jalur pelayaran penting dari Terusan Suez menuju Asia dan menampung sekitar 12% perdagangan laut dunia.
Sejak Iran memblokade Selat Hormuz, Arab Saudi sangat bergantung pada Selat Bab el-Mandeb untuk mengirim minyak ke berbagai penjuru dunia.
Data pelacakan kapal terbaru menunjukkan bahwa pada 10 September, hanya 7 kapal yang melewati Selat Hormuz, jauh di bawah rata-rata 10 hari terakhir yang mencapai 15 kapal. Sementara itu, Selat Bab el-Mandeb untungnya belum sepenuhnya terputus; pada hari yang sama masih terdapat 26 kapal dagang yang melintas.
Jika Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb sama-sama mengalami gangguan, pasokan energi global dan jalur perdagangan laut dunia akan menghadapi dampak yang jauh lebih besar.
Pada saat yang sama, terjadi kebakaran yang tidak biasa di dekat pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi. Pipa tersebut memungkinkan Arab Saudi menghindari Selat Hormuz untuk mengekspor minyak dan merupakan jalur transportasi darat alternatif yang sangat penting.
Jika pipa ini juga mengalami gangguan, dampaknya akan sangat besar. Namun, pemerintah Arab Saudi hingga saat ini belum mengonfirmasi bahwa pipa tersebut telah diserang.
Krisis saat ini telah menyebabkan harga minyak internasional melonjak tajam. Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Jumat sempat mencapai US$109,97 per barel, hanya beberapa sen di bawah level US$110.
Ada kekhawatiran bahwa jika situasi terus memanas, hal tersebut tidak hanya akan mendorong harga minyak dunia semakin tinggi, tetapi juga memberikan daya tawar yang lebih besar kepada pemerintah Iran dalam perundingan.
Seorang peneliti yang pernah bekerja di dua perusahaan raksasa AI, OpenAI dan Anthropic, memposting peringatan di internet bahwa AI mungkin dapat memusnahkan umat manusia sebelum tahun 2030. Ia juga mengatakan bahwa bahkan orang-orang yang mengembangkan AI secara pribadi merasa takut terhadap risiko yang ditimbulkan AI. Hanya dalam dua hari setelah dipublikasikan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 100 juta kali.
EtIndonesia.com Pada 8 September 2026, seorang karyawan Anthropic asal Inggris berusia 27 tahun, Jacob Coxon, mengumumkan melalui media sosial X bahwa dirinya mengundurkan diri dari Anthropic. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia pernah bekerja di OpenAI.
Coxon mengkritik bahwa kedua perusahaan tersebut “sedang terus bergerak menuju superinteligensi yang mampu meningkatkan dirinya sendiri, dengan mempertaruhkan kehidupan kita.” Ia memperingatkan, “Sistem-sistem ini akan segera melampaui manusia, mampu meretas sistem apa pun, mengubah bidang apa pun dalam semalam, serta memperoleh kekuasaan dan sumber daya nyata.”
Hanya dalam dua hari, unggahan tersebut telah mencapai 140 juta tayangan.
“AI dapat melakukan banyak hal. Salah satunya adalah membantu penelitian AI. Tidak memerlukan prompt, tidak memerlukan manusia, atau mungkin hanya membutuhkan satu prompt: ‘Jadilah lebih kuat.’ Kemudian AI akan menjalankannya sendiri,” ujar Mantan peneliti AI OpenAI dan Anthropic, Jacob Coxon (9 September 2026).
“AI akan memeriksa kodenya sendiri, meretas dirinya sendiri, dan membuat dirinya semakin cerdas. Begitu AI mampu membuat dirinya sendiri menjadi lebih cerdas, seluruh proses perkembangannya akan berlangsung begitu cepat sehingga tidak ada seorang pun yang memiliki kesempatan untuk mengendalikannya,” katanya.
Jacob Coxon
Coxon menulis di X, “Orang-orang yang membangun AI percaya dari lubuk hati mereka bahwa AI mungkin akan memusnahkan seluruh umat manusia dalam dekade ini.”
Ia melanjutkan, “Banyak eksekutif senior dan peneliti berpengalaman akan memilih kata-kata yang lebih hati-hati ketika berbicara kepada media, … tetapi secara pribadi saya pernah mendengar orang-orang ini mengungkapkan ketakutan mereka secara langsung.”
Dalam wawancara dengan media televisi, Coxon menggunakan sebuah insiden yang terjadi sekitar dua bulan sebelumnya sebagai contoh. Saat itu, agen AI yang menggunakan model AI milik OpenAI dilaporkan meretas Hugging Face secara mandiri.
“Jika kemampuan AI ini kita proyeksikan ke masa depan, dengan tingkat otonomi yang sama, mereka dapat menyebabkan kehancuran yang sangat besar. Misalnya, meretas infrastruktur penting atau membuat senjata biologis yang dapat menyebabkan kepunahan. Ada begitu banyak cara bagi AI untuk diwujudkan dan mengambil tindakan di dunia nyata,” kata Jacob Coxon.
Di tengah persaingan antara berbagai negara dan perusahaan besar, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Coxon mengatakan, “Pada akhir tahun depan, keadaan mungkin sudah berada di luar kendali.”
“Ini adalah sebuah perlombaan, dan di baliknya ada rasa takut. Orang-orang ini terus memohon adanya regulasi. Mereka tidak ingin menghancurkan dunia, tetapi mereka merasa orang lain akan bergerak lebih dahulu,” katanya.
“Mereka takut terhadap OpenAI, mereka takut terhadap Tiongkok. Jadi bagi mereka, seolah-olah mereka terjebak dalam situasi yang tidak dapat mereka hindari,” jelasnya.
Belakangan ini, OpenAI dan Anthropic berturut-turut menemukan sejumlah insiden ketika model AI mereka secara mandiri melancarkan serangan peretasan. Bahkan, ada beberapa agen AI yang bekerja secara terkoordinasi, meninggalkan catatan untuk AI yang akan dikembangkan selanjutnya, serta berusaha menyembunyikan tindakan tersebut dari manusia.
Laporan gabungan Lin Jiawei dan Qiu Chunrong, NTD Asia Pasifik.
Media corong propaganda Partai Komunis Tiongkok (PKT), CGTN, terungkap menerapkan sensor berita secara ketat. Bahkan, karyawan disebut diminta menayangkan apa yang disebut sebagai laporan “pengakuan bersalah” di televisi, meskipun mereka sendiri merasa malu untuk menyiarkannya.
EtIndonesia.com Laporan terbaru dari organisasi hak asasi manusia internasional Safeguard Defenders mewawancarai delapan mantan karyawan asing CGTN dan mengungkap bagaimana CGTN memutarbalikkan fakta serta menekan kebebasan pers. Analis mengatakan bahwa pada hakikatnya, CGTN merupakan versi luar negeri dari CCTV, televisi pemerintah PKT.
Mesin propaganda luar negeri PKT kembali mendapat sorotan. Dalam laporan terbarunya, organisasi hak asasi manusia internasional Safeguard Defenders mewawancarai delapan mantan karyawan asing CGTN. Mereka mengungkap bagaimana PKT memasukkan sensor berita ke dalam setiap tahap, mulai dari peliputan, penyuntingan naskah hingga penyiaran.
Di permukaan, CGTN mengklaim menjunjung “objektivitas dan keseimbangan”. Namun pada kenyataannya, media tersebut merupakan corong propaganda luar negeri yang dikendalikan PKT. Komentator politik yang tinggal di Amerika Serikat, Lan Shu, mengatakan bahwa stasiun televisi tersebut pada dasarnya adalah versi luar negeri CCTV. Para jurnalis harus mematuhi tuntutan politik Beijing; jika tidak, mereka berpotensi diberhentikan.
Komentator politik Lan Shu: “Media milik Partai harus tunduk kepada Partai. CGTN, misalnya, adalah versi luar negeri CCTV. Pada dasarnya, tuntutannya sama seperti CCTV. Jika Anda tidak memiliki tingkat loyalitas politik kepada Beijing seperti yang dituntut dari para wartawan CCTV, mereka akan meminta Anda pergi.”
Laporan terbaru dari organisasi hak asasi manusia internasional Safeguard Defenders
Skandal PKT yang memaksa orang memberikan “pengakuan bersalah” di televisi kembali diungkap oleh mantan karyawan asing CGTN.
Pada 2019, Simon Cheng, mantan pegawai Konsulat Jenderal Inggris di Hong Kong, ditahan oleh polisi PKT dan kemudian dipaksa tampil di televisi untuk “mengakui kesalahan”. CGTN tidak hanya menggunakan rekaman pengakuan tersebut untuk membantah wawancara Cheng dengan BBC, tetapi juga membuat narasi bahwa ia ditahan karena “mengunjungi pekerja seks”.
Seorang mantan editor asing CGTN secara terus terang mengatakan bahwa itu merupakan naskah terburuk yang pernah ia edit. Namun, karena pimpinan memerintahkan agar laporan tersebut disiarkan, para karyawan hanya bisa menjalankannya.
Bahkan, ada yang mengungkapkan bahwa video pengakuan tersebut diam-diam disisipkan ke dalam daftar materi siaran. Meskipun para karyawan asing mengetahui adanya masalah, mereka hanya bisa diam.
Lan Shu : “Media-media ini harus menyelesaikan tugas propaganda luar negeri yang diberikan PKT kepada mereka. Terutama dalam beberapa tahun terakhir, ketika hubungan AS–Tiongkok mengalami perubahan yang sangat drastis dan perekonomian internal Tiongkok juga mengalami kemerosotan. Ekspor menjadi sumber utama perekonomian dan pendapatan fiskalnya. Dalam kondisi seperti ini, kita bisa membayangkan bahwa tugas propaganda luar negerinya menjadi sangat berat.”
“PKT telah menerapkan blokade menyeluruh terhadap kebebasan berbicara, informasi, dan pemberitaan bagi seluruh rakyat yang berada di bawah kekuasaannya selama puluhan tahun,” kata Wakil ketua Aliansi Demokrasi Hong Kong (Hong Kong Alliance in Support of Patriotic Democratic Movements of China) dan juru bicara Independent Chinese PEN Center, Sheng Xue.
“Karena itu, mereka telah mencurahkan banyak upaya di bidang ini, bahkan sampai memasuki dunia demokratis untuk membeli atau memengaruhi orang-orang di negara-negara demokrasi tersebut. Salah satu sasaran utamanya adalah kalangan media,” jelasnya.
Analis menilai, seiring Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya memberlakukan undang-undang terkait, termasuk undang-undang mengenai agen asing, serta memperkuat pencegahan terhadap represi lintas negara yang dilakukan PKT, langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan tekanan yang lebih besar dan membuat semakin banyak orang memahami hakikat propaganda luar negeri PKT.
Sheng Xue: “Saat ini sejumlah negara utama, khususnya Amerika Serikat, telah mengeluarkan sejumlah undang-undang dan peraturan yang ditujukan terhadap PKT, termasuk undang-undang mengenai agen asing. Selain itu, kini juga terdapat sejumlah langkah untuk menghadapi represi lintas negara yang dilakukan PKT.”
“Setelah semua ini perlahan membentuk tekanan arus utama tertentu, saya rasa orang-orang yang berani melakukan hubungan atau kerja sama terbuka dengan PKT, khususnya kalangan media, akan semakin sedikit.”
Laporan wawancara oleh Yi Xin dan Li Yun, NTD Television.