Dilaporkan Terjadi Perpecahan Internal di Rezim Iran, Presiden dan Garda Revolusi Saling Menyalahkan

 Dilaporkan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dan komandan Garda Revolusi Islam (IRGC), Ahmad Vahidi, terlibat konflik dan saling menyalahkan.

EtIndonesia. Pada 30 Maret 2026, ketika konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah berlangsung selama satu bulan, muncul laporan bahwa terjadi perebutan kekuasaan serius di dalam pemerintahan Teheran. Media mengungkap bahwa Presiden Pezeshkian dan pimpinan IRGC terlibat pertikaian sengit.

Menurut media independen berbahasa Persia, Iran International, yang mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, Presiden Pezeshkian baru-baru ini secara terbuka mengkritik Garda Revolusi karena terus melancarkan serangan ke negara-negara tetangga dan sengaja meningkatkan ketegangan regional, yang menurutnya akan membawa dampak kehancuran jangka panjang bagi ekonomi Iran.

Ia dengan tegas menuntut agar semua keputusan administratif terkait perang dikembalikan ke kendali pemerintah sipil, bukan dikuasai oleh IRGC. Namun, tuntutan ini langsung ditolak keras oleh Vahidi. Pihak Garda Revolusi bahkan balik menyalahkan pemerintah Pezeshkian, dengan menyatakan bahwa krisis ekonomi saat ini disebabkan oleh kegagalan pemerintah melakukan reformasi struktural sebelum perang.

Ketegangan internal ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal bulan. Menurut laporan media Israel Ynetnews, pada 7 Maret Pezeshkian merilis sebuah video yang jarang terjadi, di mana ia meminta maaf atas tindakan pasukan Iran yang “menembak secara sembarangan” ke negara tetangga, serta memerintahkan penghentian serangan. Namun, militer tampaknya mengabaikan perintah tersebut dan segera melanjutkan serangan.

Sumber anonim memperingatkan bahwa Pezeshkian secara pribadi pernah menyatakan, jika tidak ada gencatan senjata, ekonomi Iran bisa runtuh sepenuhnya dalam hitungan minggu.

Saat ini, harga-harga di dalam negeri Iran melonjak sangat cepat, bahkan disebut meningkat “per jam”. Beberapa bahan makanan pokok telah naik lebih dari 50% dibandingkan sebelum perang. Ditambah dengan gangguan internet dan kekurangan bahan baku yang parah, banyak pabrik terhenti dan sistem administrasi terganggu.

Bahkan, sejumlah pegawai negeri mengungkapkan bahwa selama tiga bulan terakhir, gaji dan tunjangan mereka tidak dibayarkan secara normal. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

UEA Secara Besar-besaran Cabut Visa Warga Iran, Libatkan Investasi Dana Besar

Setelah Iran diserang oleh Amerika Serikat dan Israel, serangan balasan Iran ke berbagai negara di Timur Tengah memicu reaksi berantai. Baru-baru ini, sejumlah warga Iran yang tinggal di Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa otoritas imigrasi setempat telah secara besar-besaran mencabut visa kerja, visa pasangan, serta visa jangka panjang yang terkait dengan investasi milik warga Iran. Namun hingga kini, pemerintah UEA belum mengeluarkan pernyataan resmi.

EtIndonesia. Media Türkiye Today mengutip laporan media Iran yang menyebutkan bahwa UEA berencana mencabut izin tinggal ribuan warga Iran. Langkah ini disebut terkait dengan program “sewa hak guna 99 tahun”, yaitu skema memperoleh izin tinggal jangka panjang melalui pembelian properti.

Dalam skema tersebut, warga negara asing dapat memperoleh hak penggunaan properti jangka panjang, namun tidak memiliki hak kepemilikan penuh (freehold). Program ini banyak dimanfaatkan oleh investor dan pembeli properti. Dalam kerangka ini, sebagian warga Iran memperoleh izin tinggal melalui kepemilikan properti atau investasi jangka panjang.

Namun laporan terbaru menunjukkan bahwa izin-izin tersebut kini termasuk dalam kategori yang dicabut, bahkan mencakup pemegang izin tinggal jangka panjang.

Pihak yang terdampak menyatakan bahwa meskipun mereka memiliki izin tinggal yang terikat dengan properti atau investasi, status residensi mereka tetap dihentikan. Dalam beberapa kasus, anggota keluarga mereka yang bukan warga Iran masih diizinkan masuk kembali ke UEA.

Sampai saat ini, pemerintah UEA belum memberikan pernyataan resmi terkait skala maupun dasar hukum dari pencabutan izin tersebut.

Diperkirakan terdapat antara 500.000 hingga 800.000 warga Iran yang tinggal di UEA, sehingga potensi dampaknya sangat besar. Saat ini, banyak dari mereka yang terdampak tidak dapat kembali ke UEA, dan belum ada jadwal penyelesaian yang jelas.

Warga Iran merupakan salah satu investor asing utama di pasar properti Dubai, menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat investasi dan perlindungan aset. Nilai aset yang mereka miliki mencapai puluhan miliar dolar AS, bahkan media Iran menyebut angka tersebut bisa mencapai 530 miliar dolar.

Selain individu, pencabutan visa juga disertai pembatasan terhadap berbagai entitas yang terkait Iran di UEA, termasuk sekolah, rumah sakit, asosiasi budaya, cabang universitas, hingga masjid—yang kini telah dihentikan operasinya. Para pegawai yang terkait dengan institusi tersebut juga terdampak, sebagian kehilangan izin tinggal. Dilaporkan setidaknya lima sekolah Iran telah ditutup, dan berkas akademik siswa telah dikembalikan kepada orang tua.

Sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Iran melakukan serangan balasan ke negara-negara di kawasan, termasuk UEA. Berdasarkan data resmi, Iran telah meluncurkan 393 rudal balistik dan rudal jelajah serta 1.835 drone ke wilayah UEA, menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas dan 171 orang luka-luka.

Pejabat tinggi UEA juga mulai menggunakan pernyataan yang lebih keras. Menteri Luar Negeri Abdullah bin Zayed Al Nahyan menyebut Iran sebagai “teroris”, sementara Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan menyebut Iran sebagai “musuh.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Trump: Rezim Iran Telah Berganti, Gelombang Kepemimpinan Ketiga adalah Wajah Baru

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 30 Maret mengatakan bahwa Iran secara substansial telah menyelesaikan “pergantian rezim”. Ia menyebut kepemimpinan sebelumnya telah “hancur total” dan kini digantikan oleh kelompok baru yang dianggapnya “sangat rasional”.

Pada hari itu, Trump berbicara kepada wartawan di atas Air Force One. Ia mengatakan bahwa seiring perkembangan perang, struktur kekuasaan di Iran kini telah sepenuhnya berbeda dari sebelumnya. 

“Jika Anda melihat situasi saat ini, kita sebenarnya sudah mencapai pergantian rezim. Karena rezim sebelumnya telah dihantam dan dihancurkan, mereka semua sudah tiada,” katanya. 

Trump menambahkan bahwa gelombang kedua kepemimpinan Iran pada dasarnya juga telah runtuh, dan kini kekuasaan berada di tangan gelombang ketiga.

 “Gelombang ketiga ini adalah orang-orang baru yang sebelumnya belum pernah berinteraksi dengan kita. Mereka benar-benar berbeda. Saya rasa inilah yang disebut pergantian rezim, dan terus terang, mereka sekarang terlihat sangat masuk akal,” ujarnya. 

Dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei beserta puluhan pejabat inti dilaporkan tewas. Setelah itu, putranya, Mojtaba Khamenei, disebut-sebut diangkat sebagai pemimpin, namun tidak pernah muncul di publik. Ia dikabarkan terluka dalam serangan udara, dan kondisi hidup-matinya belum diketahui.

Trump juga mengungkapkan bahwa pemerintah Iran saat ini, untuk menunjukkan itikad baik, baru-baru ini mengirimkan sejumlah besar minyak mentah ke Amerika Serikat. “Empat hari lalu saya mengatakan menerima sebuah hadiah. Sekarang saya bisa mengatakannya, itu adalah hadiah ‘8 tambah 2’, yaitu 10 kapal tanker minyak. Hari ini mereka mengirim 20 kapal lagi, dan pengiriman akan dimulai besok.”

Trump menyatakan bahwa militer AS mungkin akan mengambil alih Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama ekspor minyak Iran dan menangani hampir 90% ekspor minyak mentah negara tersebut—menjadi urat nadi ekonomi Iran.

“Kami mungkin akan mengambil alih Pulau Kharg, atau mungkin tidak. Kami punya banyak opsi,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa jika operasi dilakukan, pasukan AS mungkin harus ditempatkan di sana untuk jangka waktu tertentu.

Terkait negosiasi antara AS dan Iran, Trump menunjukkan sikap optimistis. Ia mengungkapkan bahwa Iran telah menyetujui sebagian besar dari “proposal 15 poin” yang diajukan AS, termasuk tidak memiliki senjata nuklir.

Trump menegaskan bahwa pembicaraan antara kedua pihak berlangsung sangat lancar dan sedang menuju ke arah mengakhiri perang.

Hingga saat ini, serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap Iran telah berlangsung selama sebulan, dan rezim Iran mengalami pukulan berat. Menurut laporan media, konflik internal serius juga terjadi di dalam pemerintahan Iran.

Media independen berbahasa Persia “Iran International” mengutip sumber yang mengetahui situasi tersebut, menyebutkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian terlibat konflik sengit dengan komandan Islamic Revolutionary Guard Corps, Ahmad Vahidi dengan saling menyalahkan.

Pezeshkian secara terbuka mengkritik tindakan IRGC yang menembaki negara-negara tetangga dan sengaja meningkatkan ketegangan regional, yang mana menurutnya akan berdampak buruk jangka panjang terhadap ekonomi Iran. Ia menuntut agar semua keputusan terkait perang dikembalikan ke pemerintahan sipil, bukan dikendalikan oleh IRGC, namun permintaan tersebut ditolak oleh Vahidi.

Menurut sumber anonim, Pezeshkian pernah secara pribadi menyatakan bahwa jika gencatan senjata tidak dilakukan, ekonomi Iran bisa runtuh sepenuhnya dalam beberapa minggu.

Dalam sebuah video yang dirilis pada 7 Maret, Pezeshkian bahkan meminta maaf atas tindakan militer Iran yang “sembarangan menembak” ke negara tetangga dan memerintahkan penghentian aksi tersebut. Namun, IRGC mengabaikan perintah presiden dan kembali melancarkan serangan.

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui

Fenomena Fatamorgana Skala Besar Muncul di Hebei, Tiongkok, Pemandangan Langka Berlangsung Selama Satu Jam

EtIndonesia. Pada 28 Maret 2026, di Pantai Emas Aranya, Qinhuangdao, Provinsi Hebei, Tiongkok, muncul fenomena langka berupa fatamorgana berbentuk “pita” yang membentang, berlangsung setidaknya selama satu jam. Pemandangannya sangat mengesankan.

Banyak warganet menyaksikan dan merekam kejadian tersebut pada hari itu. Video menunjukkan bahwa fatamorgana ini berbentuk pita horizontal yang teratur, membentang di atas permukaan laut. Tepiannya tampak rapi seperti dipotong, dengan batas yang jelas antara langit dan laut. Para saksi menggambarkannya seperti “kereta balok yang melayang”.

Menurut laporan media daratan Tiongkok, Jimu News, seorang pria bermarga Ma yang mengelola penginapan di Qinhuangdao mengatakan bahwa sekitar pukul 14.20, saat ia merekam video di tepi laut, ia melihat bayangan samar mulai muncul di dekat garis horizon, lalu semakin lama semakin jelas.

Ia menggambarkan bahwa bayangan tersebut membentuk satu garis horizontal yang rapi, memanjang dari kiri hingga kanan cakrawala. Gambar itu terlihat seperti kereta yang tersusun dari balok-balok, berisi berbagai bangunan, dengan pilar-pilar besar sebagai penyangga. Di bagian depan tampak kapal besar yang bergerak dan melayang. Dengan mata telanjang, terlihat berwarna-warni dan sangat spektakuler.

Seorang fotografer perjalanan lokal bermarga Zhao mengatakan bahwa ia berada di pantai sepanjang sore itu. Sekitar pukul 15.40, ia diberi tahu oleh orang lain tentang adanya fatamorgana, lalu merekam beberapa video. Dalam rekaman, fatamorgana di garis cakrawala tampak menyatu dengan bangunan di teluk yang jauh, dan semakin memudar saat menjauh dari pantai.

Berdasarkan catatan waktunya, dari awal terbentuk hingga menghilang, fenomena ini berlangsung setidaknya satu jam. Saat ia meninjau foto-foto sebelumnya di ponselnya, ia menemukan bahwa sekitar pukul 14.40, garis cakrawala sudah menunjukkan beberapa lapisan, yang kemungkinan menandai awal terbentuknya fatamorgana.

Ma mengatakan bahwa selama lebih dari 30 tahun tinggal di daerah tersebut, ia belum pernah melihat fatamorgana. Bahkan yang pernah ia lihat di televisi biasanya berupa bangunan atau pegunungan yang tidak beraturan, sementara yang kali ini sangat unik dan sulit dipercaya.

Warganet di Tiongkok juga berkomentar:

  • “Sekitar pukul 2 siang hari itu, tiba-tiba terlihat fatamorgana besar di atas laut Aranya, sangat berbeda dari biasanya yang hanya lautan kosong.”
  • “Fatamorgana itu adalah pertemuan singkat antara dua dimensi paralel—orang di sana juga melihat kita!”
  • “Saya tidak percaya penjelasan pembiasan cahaya, itu hanya istilah yang dibuat karena para ahli tidak bisa menjelaskan!”

Fatamorgana, yang juga disebut “haishi”, “shenlou”, atau “mirage”, telah banyak dicatat dalam literatur klasik Tiongkok. Fenomena ini tidak hanya berupa gambar statis, tetapi juga bisa menampilkan objek bergerak, bahkan konon dapat “memantulkan” suara.

Dalam buku Mengxi Bitan karya ilmuwan Dinasti Song Utara, Shen Kuo, terdapat deskripsi tentang fenomena ini: “Di laut Dengzhou kadang muncul awan berbentuk istana, menara, kota, manusia, kereta dan kuda, semuanya tampak jelas.”

Deskripsi ini bahkan menyebutkan bahwa orang-orang dapat mendengar suara kendaraan dan manusia dari dalam “fatamorgana” tersebut.

Mengenai penyebab fatamorgana, penjelasan ilmiah modern menyatakan bahwa ini adalah fenomena optik alami akibat pembiasan cahaya. Namun, penjelasan ini masih dianggap tidak sepenuhnya meyakinkan oleh sebagian orang, karena sering kali tidak dapat ditemukan lokasi nyata yang sesuai dengan bayangan yang terlihat.

Sebagian orang juga berpendapat bahwa fatamorgana adalah gambaran dari dimensi lain yang secara kebetulan terpantul ke dunia manusia, sehingga tidak memiliki padanan nyata di dunia ini. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Rincian Insiden Ekskavator Menabrak Warga di Beijing :  Belasan Tewas—Dokumen Pengaduan Ditemukan di Kendaraan

Terjadi insiden penabrakan brutal di Distrik Fangshan, Beijing, pada 29 Maret 2026. Seorang pria mengendarai ekskavator besar dan menabrak pasar, melindas para pedagang dan orang-orang di sekitarnya. Lokasi kejadian tampak porak-poranda dengan sejumlah orang tergeletak setelah tertabrak.

EtIndonesia. Menurut laporan pada 30 Maret 2026, insiden ini terus memicu perhatian. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa lebih dari belasan orang tewas. Setelah pelaku dikendalikan, polisi menemukan setumpuk dokumen pengaduan setebal puluhan sentimeter di dalam kendaraan, sehingga diduga pelaku melakukan aksi ini sebagai bentuk balas dendam karena pengaduannya tidak ditanggapi.

Kejadian berlangsung sekitar tengah hari di pasar Dahancun, Distrik Fangshan, Beijing. Pelaku mengendarai ekskavator berwarna kuning dan berulang kali menabrak serta melindas para pedagang dan kerumunan di pasar. Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa sedikitnya 13 orang tewas dalam kejadian ini.

Meskipun pihak berwenang dengan cepat membatasi penyebaran informasi, berbagai video masih beredar di platform X di luar negeri, dan warga di dalam negeri juga membicarakan kejadian ini secara diam-diam.

Pada 30 Maret, beredar tangkapan layar percakapan yang diklaim berasal dari warga lokal Beijing, yang mengungkap lebih banyak detail. Disebutkan bahwa pelaku telah menunggu lebih dari satu jam sebelum beraksi hingga pasar ramai dengan pengunjung. 

Saat aksi berlangsung, ekskavator tersebut berhenti setelah ban mengalami pecah, dan pelaku kemudian berhasil dilumpuhkan oleh warga. Jika ban tidak pecah, kemungkinan korban akan lebih banyak.

Dalam percakapan tersebut juga disebutkan bahwa polisi menemukan “dokumen pengaduan setebal puluhan sentimeter” dari kendaraan pelaku. 

(Tangkapan layar dari internet)

Ada pula komentar seperti: “Ini akibat orang biasa yang terdesak hingga putus asa”, “Tadi di Douyin dan Xiaohongshu penuh video, sekarang semuanya sudah hilang”, serta “Masalahnya sudah besar, jadi informasinya diblokir”.

Video lain yang beredar di platform X memperlihatkan ekskavator melaju cepat ke dalam pasar dan menabrak orang-orang di kedua sisi. Banyak korban terlihat tergeletak dan tidak bergerak.

Beberapa warganet menyebut korban tewas sekitar tujuh hingga delapan orang, sementara ada juga yang mengatakan jumlahnya mencapai belasan. Hingga kini, jumlah pasti korban belum dapat dipastikan.

(Tangkapan layar dengan tanda X)

Ada juga video yang menunjukkan pelaku ditarik keluar dari kendaraan oleh warga, kemudian ditekan ke tanah dan dipukuli.

Komentar warganet di platform X antara lain:

  • “Kejadian balas dendam terhadap masyarakat seperti ini hampir selalu terjadi karena orang yang memperjuangkan haknya sudah tidak punya jalan keluar.”
  • “Dalam sistem seperti ini, tak ada yang bisa lolos—entah mati di tangan pelaku seperti ini, atau di tangan rezim.”
  • “Banyak bencana di Tiongkok adalah bencana sistemik—orang dipaksa hingga ke titik putus asa.”

Ada juga yang berkomentar bahwa tragedi semacam ini mencerminkan kegagalan perlindungan hak individu, sehingga pada akhirnya semua orang berpotensi menjadi korban. (hui)

Sumber : NTDTV.com

Turkiye Melepaskan 60 Ton Emas dalam Dua Minggu! Kegilaan Melepaskan Emas Demi Mendapatkan Dolar AS Mengejutkan Pasar

Dalam dua minggu terakhir, Turkiye—yang dikenal sebagai salah satu “pemain besar” dalam pasar emas global—telah melepas sekitar 60 ton emas, mengguncang pasar internasional. Analisis menunjukkan bahwa otoritas Turkiye menggunakan dua pendekatan sekaligus: “penjualan langsung” dan “swap emas dengan valuta asing”, guna meminimalkan dampak pasar sambil memperoleh dolar AS untuk menstabilkan nilai tukar mata uang dan pasar keuangan domestik. Namun demikian, dampak terhadap harga emas global tetap tidak dapat dihindari.

EtIndonesia. Selama sepuluh tahun terakhir, Turkiye merupakan salah satu pembeli emas paling agresif di dunia. Cadangan emasnya meningkat dari 116 ton pada 2011 menjadi lebih dari 820 ton. Namun sejak pecahnya konflik Iran, pasar emas global mengalami perubahan besar, dengan harga emas terus berfluktuasi dan cenderung menurun. Baru-baru ini, Turkiye melakukan aksi penjualan emas besar-besaran, melepas sekitar 60 ton cadangan emas hanya dalam dua minggu.

Menurut data mingguan resmi Turkiye, pada minggu pertama Maret tahun ini, cadangan devisa (tidak termasuk emas) turun dari 55 miliar dolar AS (6 Maret) menjadi 47,8 miliar dolar AS (13 Maret). Namun pada 19 Maret, cadangan devisa kembali naik menjadi 53,6 miliar dolar AS. 

Sementara itu, cadangan emas Turkiye terus menurun, dari 134,1 miliar dolar menjadi 116,2 miliar dolar pada 19 Maret—turun hampir 18 miliar dolar hanya dalam satu minggu. Ini menunjukkan bahwa pemerintah Turkiye sedang menjual emas dalam jumlah besar untuk ditukar dengan dolar guna menstabilkan cadangan devisa.

Media asing mengungkapkan bahwa lebih dari setengah pengurangan emas ini dilakukan melalui mekanisme “swap”, bukan penjualan langsung. Artinya, bank sentral Turkiye menyerahkan emas kepada pihak lawan (biasanya bank investasi besar) untuk ditukar dengan dolar dalam jumlah setara, sambil menandatangani kontrak berjangka untuk membeli kembali emas tersebut di masa depan dengan harga sedikit lebih tinggi. Metode ini pada dasarnya adalah bentuk pembiayaan jangka pendek.

Pelaku pasar menilai bahwa pilihan menggunakan swap memiliki beberapa alasan:

  1. Bank sentral Turkiye menilai lonjakan harga minyak akibat konflik Iran hanya bersifat sementara. Dengan swap emas, mereka dapat mengatasi kebutuhan mendesak sambil tetap mempertahankan kepemilikan jangka panjang, sehingga dapat membeli kembali emas di kemudian hari dan tidak kehilangan cadangan yang dibangun selama 10 tahun.
  2. Mengurangi dampak terhadap harga emas global. Jika Turkiye menjual 60 ton emas secara langsung, hal itu bisa memicu kejatuhan tajam harga emas dan menggerus nilai cadangan emas yang tersisa. Transaksi swap di pasar luar bursa (OTC) dapat menekan dampak tersebut.
  3. Menghindari kepanikan domestik. Pengumuman penjualan emas besar-besaran dapat memicu kekhawatiran publik, sementara swap secara teknis lebih “tersamar”.

Selain itu, sekitar 111 ton emas Turki disimpan di Bank of England dengan nilai sekitar 30 miliar dolar AS. Emas ini dapat langsung dijadikan jaminan di pasar keuangan London tanpa perlu dipindahkan secara fisik, sehingga memungkinkan transaksi berlangsung cepat dalam dua minggu.

Analis keuangan menyebutkan bahwa di tengah konflik Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi global, permintaan dolar meningkat tajam. Sementara itu, tekanan inflasi di Turkiye tetap tinggi. Untuk menstabilkan nilai tukar lira yang terus melemah, pemerintah Turkiye terpaksa menggunakan cadangan emas sebagai “pemadam darurat”.

Sejak konflik Iran pecah, nilai tukar lira terhadap dolar terus melemah, dan pada 25 Maret mencapai sekitar 44,35 lira per dolar AS.

Perlu dicatat, meskipun pemerintah Turkiye berusaha mengurangi dampak dari langkah ini, penurunan tajam cadangan emas dalam waktu singkat tetap meningkatkan kekhawatiran pasar akan efek domino, sehingga menambah tekanan penurunan harga emas.

Analis pasar juga menunjukkan bahwa dalam pasar OTC London, ketika bank sentral Turkiye menggunakan emas sebagai jaminan untuk memperoleh dolar, lembaga keuangan penerima emas biasanya akan melakukan lindung nilai (hedging) dengan menjual atau melakukan short di pasar spot maupun derivatif. Hal ini menyebabkan likuiditas emas tetap mengalir ke pasar dan secara tidak langsung menekan harga emas.

Para ahli memperingatkan bahwa jika konflik Iran terus berlanjut, negara-negara berkembang lainnya juga bisa menghadapi tekanan kekurangan dana dan terpaksa menjual emas untuk mendapatkan dolar. Ini berpotensi membalik tren “bull market” emas yang sebelumnya didorong oleh pembelian bank sentral global, dan membuat harga emas terus tertekan.

Dilaporkan oleh He Yating/Disunting oleh Lin Qing – NTDTV.com

Dari Nuklir Hingga Internet: Iran Diserang Total, Dunia Masuk Era Perang Baru

EtIndonesia. 27 Maret 2026 menjadi titik balik dramatis dalam konflik Timur Tengah. Pada hari itu, pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer berskala besar yang secara langsung menargetkan inti dari program nuklir Iran—sebuah langkah yang dinilai sebagai perubahan strategi paling agresif dalam beberapa dekade terakhir.


Pabrik “Yellowcake” Iran Dihancurkan: Rantai Nuklir Diputus dari Akar

Dalam operasi tersebut, target utama yang dihancurkan adalah satu-satunya fasilitas produksi “yellowcake” milik Iran yang terletak di Ardakan.

“Yellowcake” merupakan bahan baku awal dalam proses pemurnian uranium—berupa bubuk kuning hasil ekstraksi dari bijih uranium. Tanpa bahan ini, proses pengayaan uranium tidak dapat dilakukan, secepat apa pun teknologi sentrifugal yang dimiliki.

Dengan dihancurkannya fasilitas ini, maka:

  • Rantai pasokan utama program nuklir Iran terputus total
  • Kemampuan Iran untuk memproduksi bahan bakar nuklir praktis lumpuh
  • Jalan menuju pengembangan senjata nuklir menjadi sangat terhambat

Serangan ini bukan sekadar simbolis, melainkan pukulan strategis yang langsung menyasar fondasi program nuklir Iran.


Reaktor Khondab Diserang: Target Plutonium Ikut Dihabisi

Tak berhenti di Ardakan, pasukan gabungan juga menyerang reaktor air berat di Khondab, Iran tengah.

Fasilitas ini sebelumnya diklaim sebagai pembangkit listrik sipil. Namun, berbagai laporan intelijen menyebutkan bahwa reaktor tersebut berpotensi digunakan untuk memproduksi plutonium berkadar tinggi, bahan alternatif untuk senjata nuklir.

Sebagai catatan historis, bom atom “Fat Man” yang dijatuhkan di Nagasaki pada tahun 1945 menggunakan plutonium sebagai bahan utamanya.

Pesan dari dua serangan ini sangat tegas:

➡️ Seluruh jalur pengembangan nuklir Iran—baik berbasis uranium maupun plutonium—akan dihancurkan tanpa kompromi.


Perubahan Strategi Barat: Dari Negosiasi ke Penghancuran Total

Selama bertahun-tahun, pendekatan Barat terhadap Iran didominasi oleh negosiasi dan kesepakatan nuklir. Namun kebijakan tersebut dinilai justru memberi waktu bagi Iran untuk memperkuat fasilitas bawah tanah dan memperluas kapasitas militernya.

Kini, strategi berubah drastis menjadi pendekatan langsung:

“Selama ancaman masih ada, maka akan dihancurkan.”

Dalam dua hari terakhir (26–27 Maret 2026) saja, laporan militer menyebutkan:

  • 3 pabrik baja utama Iran dihancurkan (sekitar 70% kapasitas nasional)
  • Sejumlah pembangkit listrik pendukung ikut dilumpuhkan

Baja merupakan fondasi industri militer. Tanpa baja, produksi rudal, drone, dan kendaraan tempur tidak dapat berjalan.

Lebih jauh, rencana militer Amerika Serikat menunjukkan skala operasi yang sangat besar:

  • Sekitar 3.000 target militer Iran telah masuk daftar serangan
  • Jika digabung dengan operasi Israel, total target bisa mencapai 20.000 hingga akhir April 2026

➡️ Ini bukan lagi sekadar perang terbatas, melainkan operasi pelucutan militer skala nasional.


Blok Arab Berbalik Arah: Enam Negara Resmi Melawan Iran

Perkembangan besar lainnya terjadi di kawasan Teluk.

Enam negara Arab secara resmi menyatakan sikap melawan Iran:

  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab
  • Bahrain
  • Qatar
  • Kuwait
  • Yordania

Selama ini, negara-negara tersebut cenderung berhati-hati—di satu sisi khawatir terhadap Iran, namun di sisi lain menghindari konfrontasi langsung.

Kini, posisi itu berubah drastis.

Arab Saudi dan UEA bahkan menyatakan secara terbuka:

“Menghancurkan kemampuan militer Iran secara total.”

➡️ Ini menandai terbentuknya poros regional baru yang memperkuat tekanan terhadap Teheran.


Senjata Baru Muncul: Drone Kapal “Gark” Ubah Wajah Perang Laut

Dalam konflik ini, Amerika Serikat juga memperkenalkan teknologi baru berupa kapal tempur tanpa awak (drone boat) bernama “Gark”.

Spesifikasinya:

  • Panjang: sekitar 5 meter
  • Kecepatan: hingga 40 knot
  • Fungsi: pengintaian, patroli, hingga serangan langsung
  • Dilengkapi radar, sistem gangguan elektronik, dan senjata otomatis
  • Mampu membawa roket anti-kapal atau bahan peledak

Dengan biaya hanya sekitar 250.000 dolar, sistem ini jauh lebih murah dibanding kapal perang konvensional bernilai miliaran dolar.

➡️ Ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan perang laut akan didominasi sistem tanpa awak berbiaya rendah.


A-10 Warthog Kembali Bersinar: Senjata Lama, Efisiensi Tinggi

Menariknya, pesawat lawas A-10 “Warthog” justru menjadi salah satu senjata paling efektif di medan perang Iran.

Pesawat ini sebelumnya sempat direncanakan untuk dipensiunkan. Namun dalam konflik terbaru, A-10 menunjukkan performa luar biasa, terutama dalam menghadapi:

  • Kapal cepat Garda Revolusi Iran
  • Unit pertahanan pantai

Keunggulannya:

  • Meriam 30mm mampu menembakkan 130 peluru dalam 2–3 detik
  • Biaya serangan kurang dari 10.000 dolar
  • Satu lintasan mampu menghancurkan banyak target kecil sekaligus

Sebagai perbandingan, satu rudal anti-kapal bisa menelan biaya hingga jutaan dolar.

➡️ Efisiensi inilah yang membuat A-10 kembali menjadi “bintang” di medan tempur modern.


Pengerahan Militer Besar-besaran: AS Siap Operasi Darat

Di lapangan, Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya.

Per 27 Maret 2026, situasinya adalah:

  • USS Abraham Lincoln terus melakukan ratusan sortie serangan
  • USS George H.W. Bush sedang menuju Timur Tengah
  • Kemungkinan pengerahan kapal induk ketiga

Selain itu:

  • Rencana penambahan 10.000 pasukan darat AS
  • Fokus utama: menguasai titik strategis di Selat Hormuz

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga mengonfirmasi:

  • USS Tripoli telah tiba di kawasan
  • Membawa sekitar 3.500 Marinir (MEU ke-31)

➡️ Ini menandakan kesiapan penuh untuk operasi pendaratan amfibi kapan saja.


Iran Mulai Goyah dari Dalam: Tanda-Tanda Instabilitas Muncul

Di dalam negeri Iran, tekanan militer mulai berdampak pada stabilitas internal.

Beberapa perkembangan penting:

  • Serangan presisi menghancurkan menara gangguan sinyal
  • Warga mulai dapat mengakses siaran luar negeri
  • Kelompok anti-pemerintah mulai melakukan aksi bersenjata

Sebuah video yang beredar menunjukkan penyergapan terhadap kendaraan polisi di Iran tenggara yang menewaskan beberapa personel.

Para analis menilai:

➡️ Tekanan eksternal yang besar dapat memicu gelombang perlawanan internal yang lebih luas.


Ancaman Baru: Perang Internet dan Kabel Bawah Laut

Iran juga mengeluarkan ancaman strategis baru, yaitu: Memutus kabel internet bawah laut di Selat Hormuz dan Laut Merah

Padahal:

  • Lebih dari 95% lalu lintas internet global bergantung pada kabel bawah laut
  • Jalur Hormuz merupakan simpul vital penghubung Asia–Eropa–Afrika

Namun langkah ini berpotensi mempercepat munculnya alternatif baru, seperti:

➡️ Starlink milik Elon Musk, dengan lebih dari 9.500 satelit aktif

Amerika Serikat bahkan dilaporkan sedang berdiskusi dengan India untuk memperluas akses Starlink ke Iran.


Dampak Global: Dunia Sedang Dibentuk Ulang

Konflik ini kini telah melampaui skala regional.

Dampaknya mulai terasa pada berbagai sektor global:

  • Politik internasional: terbentuknya blok baru
  • Ekonomi global: potensi lonjakan harga energi
  • Keamanan energi: Selat Hormuz sebagai titik kritis
  • Teknologi komunikasi: pergeseran dari kabel ke satelit

Bahkan, perusahaan antariksa SpaceX dilaporkan tengah bersiap melakukan IPO dengan valuasi hingga 1,7 triliun dolar—sebuah indikasi bahwa teknologi luar angkasa kini menjadi bagian dari strategi geopolitik.


Kesimpulan: Perang yang Mengubah Arah Dunia

Serangan pada 27 Maret 2026 bukan sekadar operasi militer biasa. Ini adalah sinyal dimulainya fase baru—di mana konflik tidak lagi terbatas pada medan perang, tetapi merambah ke:

  • Infrastruktur global
  • Sistem komunikasi
  • Keseimbangan kekuatan dunia

➡️ Dunia kini tidak hanya menyaksikan perang, tetapi juga transformasi besar tatanan global.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah konflik ini akan meluas—melainkan seberapa jauh dampaknya akan mengubah masa depan dunia. (***)

Teheran Dibombardir 120 Bom! Perang Masuk Fase Baru, AS Siapkan Invasi Darat Besar-Besaran

EtIndonesia. Perang di Timur Tengah kini dipastikan telah memasuki fase baru yang jauh lebih berbahaya. Serangkaian serangan besar, perubahan strategi militer, hingga persiapan operasi darat skala besar oleh Amerika Serikat menunjukkan bahwa konflik ini tidak lagi sekadar perang terbatas—melainkan telah bergerak menuju eskalasi penuh.

Serangan Udara Besar Israel Guncang Teheran

Pada 30 Maret 2026, militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran langsung ke ibu kota Iran, Teheran. Puluhan pesawat tempur dikerahkan secara simultan dalam satu gelombang operasi, menjatuhkan lebih dari 120 bom presisi tinggi.

Target serangan bukan sembarangan. Berdasarkan laporan militer dan media regional, sasaran utama meliputi:

  • Fasilitas penelitian rudal
  • Basis produksi senjata strategis
  • Markas utama Garda Revolusi Iran

Serangan ini disebut sebagai salah satu operasi paling terkoordinasi yang pernah dilakukan Israel terhadap Iran, dengan fokus pada pusat-pusat kekuatan militer inti negara tersebut.

Pemadaman Listrik Massal: Strategi Baru dalam Perang Modern

Pada hari yang sama, media pemerintah Iran melaporkan bahwa sebagian besar wilayah Teheran serta kota Karaj (Provinsi Alborz) mengalami pemadaman listrik total.

Yang menarik, sejumlah laporan mengindikasikan bahwa Israel tidak secara langsung menghancurkan pembangkit listrik, melainkan menggunakan amunisi khusus yang memicu korsleting besar pada jaringan listrik kota.

Metode ini dinilai sebagai:

  • Bentuk perang infrastruktur generasi baru
  • Upaya melumpuhkan sistem tanpa menghancurkan aset permanen
  • Uji coba terhadap daya tahan pemerintahan Iran dalam kondisi krisis

Beberapa analis menyebut bahwa ini adalah “serangan peringatan”, karena serangan langsung terhadap pembangkit listrik utama justru direncanakan pada 6 April 2026, namun efek gangguan sudah mulai dirasakan lebih awal.

Fasilitas Nuklir Iran Lumpuh Total

Dampak serangan sebelumnya juga mulai terlihat. Pada 27 Maret 2026, fasilitas produksi air berat di Khondab, Iran tengah, dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Pada 30 Maret, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut kini:

  • Sepenuhnya tidak beroperasi
  • Mengalami kerusakan struktural signifikan

Meskipun tidak menyimpan bahan nuklir aktif, pabrik ini merupakan bagian penting dalam rantai pengembangan teknologi nuklir Iran, terutama dalam produksi material pendukung reaktor dan potensi program senjata.

Selain itu, media Israel melaporkan tewasnya seorang ilmuwan senior Iran yang memimpin penelitian di sektor inovasi pertahanan, dalam serangan udara terpisah.

Serangan Balasan Iran Meluas ke Kawasan

Iran tidak tinggal diam. Pada 29 Maret 2026, Iran melancarkan serangan balasan yang meluas ke beberapa wilayah:

1. Israel

  • Rudal balistik menghantam pabrik kimia di Israel selatan
  • Kebakaran besar terjadi, namun tidak ada korban jiwa
  • Militer Israel mengeluarkan peringatan darurat kepada warga

2. Bahrain

  • Serangan drone dan rudal menghantam Pangkalan Udara Isa
  • Hanggar pesawat patroli P-8 Poseidon milik AS dilaporkan rusak

3. Irak

  • Kelompok paramiliter pro-Iran menembakkan roket ke kompleks Victory di Bandara Baghdad
  • Sebuah pesawat militer Irak tipe An-32B mengalami kerusakan

4. Uni Emirat Arab dan Bahrain

  • Dua fasilitas industri terkena serangan rudal
  • Salah satu perusahaan yang terdampak diketahui memasok sekitar 4% kebutuhan global di sektor terkait

Serangan ini menandai perluasan konflik dari perang bilateral menjadi konflik kawasan.

Negosiasi Mandek, Iran Cari Dukungan Rusia dan Tiongkok

Hingga 30 Maret 2026, Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal gencatan senjata 15 poin yang diajukan Amerika Serikat.

Media Israel melaporkan bahwa keterlambatan ini kemungkinan disebabkan oleh:

  • Upaya Iran mencari dukungan diplomatik dari Tiongkok dan Rusia
  • Perhitungan ulang strategi menghadapi tekanan militer

Trump: “Kami Bernegosiasi, Tapi Tetap Akan Membombardir”

Dalam wawancara pada 29 Maret 2026 di pesawat kepresidenan Air Force One, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan yang mencerminkan dualitas strategi Washington.

Ia menyebut bahwa:

  • Negosiasi berjalan “sangat baik”
  • Namun Iran tetap sulit diprediksi

Pernyataan paling kerasnya:

“Kami bernegosiasi dengan mereka, tapi pada akhirnya kami tetap harus membombardir mereka.”

Trump juga mengklaim Iran menawarkan 20 kapal pesiar sebagai “hadiah”, meskipun klaim ini belum diverifikasi secara independen.

AS Siapkan Operasi Darat Besar-Besaran

Sumber militer AS mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, Amerika Serikat akan mengerahkan kekuatan darat dalam jumlah besar.

Pasukan yang disiapkan meliputi:

  • Divisi Lintas Udara ke-82
  • Korps Marinir AS
  • Pasukan khusus seperti Army Rangers dan Navy SEAL

Pada 30 Maret 2026, media AS melaporkan bahwa:

  • Ratusan pasukan khusus telah tiba di Timur Tengah
  • Total kekuatan bisa mencapai lebih dari 17.000 personel

Operasi darat ini diperkirakan:

  • Menargetkan wilayah strategis Iran
  • Berlangsung selama beberapa bulan

Insiden Keamanan di AS: NORAD Cegat Pesawat Misterius

Pada 29 Maret 2026, Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) mencegat pesawat mencurigakan di dekat Palm Beach, Florida, saat Presiden Trump berada di lokasi tersebut.

Langkah yang diambil:

  • Pesawat militer menembakkan flare peringatan
  • Target kemudian dikawal keluar wilayah udara

Insiden ini menambah ketegangan di tengah situasi global yang semakin tidak stabil.

Drone Laut “Bunuh Diri” AS Dikerahkan di Selat Hormuz

Pentagon juga mengonfirmasi bahwa Armada Kelima AS telah mengerahkan kapal tanpa awak jenis drone bunuh diri (GNRC) di Selat Hormuz.

Kemampuan sistem ini:

  • Patroli jangka panjang
  • Mengunci target otomatis
  • Menabrak dan meledakkan diri

Data operasional:

  • Lebih dari 450 jam operasi
  • Menempuh 2.200 mil laut

Ini merupakan pertama kalinya AS secara resmi menggunakan kapal otonom dalam perang nyata, sebagai respons terhadap taktik Iran yang sebelumnya menggunakan kapal kecil tanpa awak yang disamarkan sebagai kapal nelayan.

Perang Jadi Ajang Ekspor Teknologi Militer

Konflik ini juga memicu dinamika global baru.

Pada 30 Maret 2026, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan:

  • Perjanjian kerja sama keamanan 10 tahun dengan Arab Saudi dan Qatar
  • Rencana ekspansi kerja sama dengan Uni Emirat Arab

Ukraina akan:

  • Mengekspor teknologi drone ke negara-negara Teluk
  • Mendapatkan keuntungan miliaran dolar

Langkah ini menunjukkan bahwa perang Timur Tengah kini telah berkembang menjadi:

  • Arena uji coba teknologi militer
  • Pasar baru bagi industri pertahanan global

Kesimpulan: Menuju Eskalasi yang Lebih Besar

Per 30 Maret 2026, konflik Timur Tengah telah berubah secara fundamental:

  • Serangan kini menyasar inti infrastruktur dan nuklir
  • Perang meluas ke berbagai negara kawasan
  • Amerika Serikat bersiap untuk intervensi darat langsung
  • Teknologi perang otonom mulai digunakan secara luas

Dengan semua perkembangan ini, dunia kini menghadapi kemungkinan bahwa konflik ini akan berkembang menjadi perang regional berskala penuh, dengan dampak global yang jauh lebih besar—terutama terhadap stabilitas energi dan keamanan internasional. (***)

Israel Membombardir Beirut dan Teheran, Houthi Bergabung dalam Perang

Perang di Timur Tengah telah berlangsung selama sebulan penuh. Pada Jumat (27 Maret), Israel terus membombardir Beirut dengan rencana menduduki sebagian wilayah untuk membentuk zona penyangga, serta menyerang fasilitas nuklir Iran. Pada Sabtu, Israel juga melancarkan serangan udara ke berbagai wilayah di Teheran. Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menembakkan rudal ke Israel dan resmi bergabung dalam konflik.

EtIndonesia. Militer Amerika Serikat pada Jumat (27/3/2026) merilis video yang menunjukkan serangan terhadap fasilitas yang diduga milik Iran. Pemerintahan Donald Trump menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan melemahkan kekuatan militer Iran, termasuk menenggelamkan angkatan lautnya, menghancurkan kemampuan rudal dan drone, serta memastikan Republik Islam itu tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Pada Jumat, Israel terus membombardir Beirut dan meminta warga Lebanon untuk mengungsi dari sekitar 15% wilayah negara tersebut. Israel menyatakan akan menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan untuk membentuk “zona penyangga” guna mencegah ancaman dari Hezbollah.

Israel juga menyerang fasilitas nuklir Iran pada Jumat, dan pada Sabtu melanjutkan serangan udara ke beberapa wilayah di Teheran.

“Saya bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memperingatkan rezim teroris Iran untuk menghentikan penembakan rudal ke warga sipil Israel. Meski telah diperingatkan, serangan masih berlanjut, sehingga operasi militer Israel di Iran akan ditingkatkan dan diperluas. Mereka akan membayar harga yang mahal dan terus meningkat atas kejahatan perang ini,” kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Pada Sabtu (28 Maret) dini hari, rudal Iran terlihat di langit Israel, menyebabkan kerusakan pada bangunan dan kendaraan di berbagai lokasi. Kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran juga mengkonfirmasi telah pertama kali menembakkan rudal ke Israel, namun Israel menyatakan semua berhasil dicegat.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa saat Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, sebanyak 12 tentara AS terluka, termasuk 2 orang dalam kondisi serius.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat menyatakan bahwa seiring meningkatnya ketegangan kawasan, tidak menutup kemungkinan akan diambil langkah tambahan terhadap Iran. Ia juga menyebut Iran pernah menembakkan rudal ke kapal induk USS Abraham Lincoln, namun semuanya berhasil dicegat, dan sistem pertahanan udara Iran telah sangat melemah dalam konflik ini.

Meski demikian, Trump masih memperpanjang penangguhan serangan terhadap fasilitas energi Iran. Pada Kamis, ia mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama 10 hari hingga 6 April, dan menyatakan bahwa negosiasi berjalan dengan baik.

Dilaporkan bahwa sebuah kapal tanker India “Jag Vasant” yang membawa 47.000 ton gas petroleum cair tiba di pelabuhan Kandla di India barat pada Sabtu (28 Maret).

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Jumat mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan operasi militer akan berakhir dalam beberapa minggu, bukan berbulan-bulan. Ia juga menegaskan bahwa rencana sebagian pejabat Iran untuk memberlakukan pungutan permanen di Selat Hormuz tidak dapat diterima dan seharusnya memicu kemarahan global.

Sumber yang mengetahui situasi mengungkapkan bahwa Trump telah memerintahkan pengerahan sekitar 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah. Selain itu, dua unit ekspedisi Marinir AS dengan total sekitar 5.000 personel juga diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari ke depan.

Kapal induk AS USS Gerald R. Ford pada Sabtu bersandar di pelabuhan di Kroasia untuk perawatan. Kapal induk terbesar dan terbaru di dunia ini sebelumnya menjalankan misi “Epic Fury” di Laut Merah terhadap Iran, dengan lebih dari 5.000 personel dan lebih dari 75 pesawat tempur, termasuk F/A-18 Super Hornet.

Pakistan akan menjadi tuan rumah pertemuan dengan Arab Saudi, Turkiye, dan Mesir pada Minggu (29 Maret) untuk membahas perang Iran. Pada saat yang sama, Pakistan berharap dapat menjadi lokasi potensial bagi negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik ini. 

Laporan ini disampaikan oleh reporter NTDTV, Liu Jiajia

Perang Timur Tengah Memasuki Minggu Kelima, Analisis: Trump Hanya Ingin Mencapai Dua Tujuan

Operasi militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini telah memasuki minggu kelima. Kapan perang ini akan berakhir menjadi perhatian luas.

EtIndonesia. Pada Sabtu (28 Maret), Israel menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap infrastruktur militer di Teheran. Pada hari yang sama, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran mengonfirmasi telah menembakkan rudal ke Israel dan menyatakan siap terlibat dalam konflik.

Muncul kekhawatiran bahwa keterlibatan Houthi dapat memperluas dan memperpanjang perang yang telah memasuki minggu kelima ini, serta mengganggu jalur pelayaran di Semenanjung Arab dan sekitar Laut Merah.

Host kanal militer “Mark Space”, Mark, mengatakan: “Dipengaruhi oleh berita ini, saya percaya harga minyak akan naik dalam jangka pendek. Serangan rudal dari Houthi ini lebih sebagai pernyataan sikap kepada dunia luar. Namun dari skala dan intensitasnya, ancamannya masih jauh di bawah dibandingkan dengan ancaman Hizbullah terhadap Israel. Sebenarnya, kelompok garis keras di Iran ingin menyeret dunia ke dalam konflik ini dan menciptakan kepanikan global.”

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Jumat menyatakan bahwa ada tanda-tanda Iran bersedia melakukan negosiasi mengenai beberapa isu. Amerika Serikat memperkirakan operasi militer “Epic Fury” akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan.

“Di bawah tekanan perang seperti ini, pemerintah Iran pasti mengalami perpecahan internal. Hal terpenting adalah bagaimana menghapus kekuatan kelompok garis keras di Iran, ini adalah kunci utama,” Mark menambahkan. 

“Dengan begitu, masa depan Iran bisa bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel. Tujuan utama yang ingin dicapai oleh Presiden Donald Trump sebenarnya ada dua: pertama, menghapus program senjata nuklir Iran; kedua, membuka Selat Hormuz. Saya rasa tujuan ini bisa dicapai dalam jangka pendek. Jika tujuan tersebut tercapai, maka Presiden Trump pada dasarnya dapat mengumumkan berakhirnya perang,” ujarnya. 

Laporan ini disampaikan oleh reporter NTDTV, Guo Yuexi

Kilang Minyak Besar di Pesisir Texas Meledak, Asap Tebal Membumbung dan Api Menjulang Tinggi

EtIndonesia. Pada  Senin (23/6/2026), sebuah kilang minyak besar milik Valero Energy di dekat pesisir Port Arthur, negara bagian Texas, Amerika Serikat mengalami ledakan. Asap tebal terlihat membumbung dan api menjulang tinggi di lokasi kejadian.

Kilang tersebut terletak sekitar 90 mil (145 kilometer) di sebelah timur Houston. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Foto dan video yang beredar di internet menunjukkan kepulan asap tebal dan kobaran api besar dari kilang. Sejumlah warga melaporkan mendengar suara ledakan keras dan merasakan getaran pada jendela rumah mereka.

Menurut situs resmi Valero Energy, kilang tersebut mempekerjakan sekitar 770 karyawan dan mampu mengolah sekitar 435.000 barel minyak mentah per hari. Kilang ini berfungsi mengolah minyak mentah berat yang mengandung sulfur menjadi bensin, solar, dan bahan bakar jet.

Seorang anggota DPR negara bagian Texas, Christian Manuel, menyatakan di media sosial bahwa Texas Commission on Environmental Quality telah membawa peralatan pemantauan kualitas udara ke lokasi kilang. Ia mengimbau warga di sekitar untuk tetap berada di dalam rumah, menutup pintu dan jendela, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta mengikuti arahan dari pejabat setempat.

Laporan ini disusun secara komprehensif oleh reporter NTDTV, Meilin.

Menyumbang 9% Pasokan Aluminium Dunia, Iran Serang Pabrik Aluminium di UEA dan Bahrain

EtIndonesia. Produsen aluminium terbesar di Timur Tengah, Emirates Global Aluminium (EGA), pada 28 Maret menyatakan bahwa rudal dan drone Iran menyerang fasilitas produksi penting mereka di Uni Emirat Arab, menyebabkan “kerusakan signifikan”. Fasilitas Aluminium Bahrain juga dilaporkan ikut diserang dengan dua karyawan mengalami luka ringan.

Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa sebagai balasan atas serangan terhadap dua pabrik baja Iran, mereka menargetkan Aluminium Bahrain dan Emirates Global Aluminium. 

IRGC mengklaim kedua perusahaan tersebut memiliki keterkaitan dengan perusahaan militer dan dirgantara Amerika Serikat, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Foto tersebut menunjukkan kerusakan di wilayah Manamasef setelah serangan pesawat tak berawak pada 10 Maret 2026. Wilayah Teluk yang kaya minyak ini adalah yang pertama kali terkena serangan balasan atas serangan udara AS dan Israel. (AFP via Getty Images)

Menurut laporan Reuters, EGA dalam pernyataannya menyebut fasilitas Al Taweelah yang berlokasi di kawasan ekonomi Khalifa di Abu Dhabi menjadi sasaran serangan. Beberapa karyawan dilaporkan terluka, namun tidak ada yang dalam kondisi mengancam jiwa.

EGA menyatakan bahwa mereka masih menilai tingkat kerusakan akibat serangan di kompleks peleburan Al Taweelah tersebut, dan belum mengumumkan apakah operasional akan dihentikan.

Di sisi lain, Aluminium Bahrain melalui kantor berita resmi negara, Bahrain News Agency, menyatakan bahwa keselamatan karyawan selalu menjadi prioritas utama dan mengkonfirmasi dua pekerja mengalami luka ringan. Namun, mereka tidak merinci detail serangan maupun tingkat kerusakan fasilitas.

Sebagai salah satu produsen aluminium terbesar dunia, Aluminium Bahrain menyatakan sedang mengevaluasi dampak insiden terhadap operasional dan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut.

Pada 12 Maret 2026, Iran diduga menyerang tangki penyimpanan bahan bakar di Muharragh, menyebabkan kepulan asap membumbung ke udara. Bahrain juga melaporkan bahwa Iran menyerang tangki penyimpanan bahan bakarnya. (Fadhel MADHAN / AFP via Getty Images)

Setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, jalur pelayaran di Selat Hormuz praktis terhenti. Kawasan Teluk Persia yang menyumbang sekitar 9% pasokan aluminium global kini kesulitan menyalurkan produk ke pasar dunia melalui jalur normal.

Reuters sebelumnya juga melaporkan bahwa EGA berencana mengalihkan ekspor aluminium dan impor bahan baku melalui Pelabuhan Sohar di Oman. Diketahui, pabrik peleburan Al Taweelah milik EGA memproduksi sekitar 1,6 juta ton aluminium cor pada 2025, serta memiliki kilang alumina terdekat yang memproduksi 2,4 juta ton bahan baku tahun lalu.

Sementara itu, Aluminium Bahrain sebelumnya telah menutup tiga lini produksi peleburan aluminium yang mencakup sekitar 19% dari total kapasitasnya, guna menjaga kelangsungan operasional. Pada 4 Maret, perusahaan juga mengumumkan kondisi “force majeure” karena tidak dapat mengirim produk ke pelanggan.

Gangguan produksi ini menjadi contoh terbaru dampak konflik antara AS dan Israel melawan Iran terhadap industri aluminium di Timur Tengah.

Harga aluminium sendiri sudah menunjukkan tren kenaikan sebelum konflik Iran pecah. Dengan meningkatnya kekhawatiran pasar akan pengetatan pasokan dan menurunnya stok global, harga diperkirakan masih akan terus naik. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Kebakaran Hebat di Taiyuan, Tiongkok Tewaskan 3 Orang, 23 Terluka; Kobaran Api Menjulang Tinggi Picu Kepanikan

Pada 28 Maret 2026 malam, sebuah bangunan komersial di Taiyuan, Provinsi Shanxi, Tiongkok, mengalami kebakaran. Hingga 29 Maret pagi, sedikitnya 3 orang dilaporkan tewas dan 23 lainnya terluka dengan 9 orang di antaranya dalam kondisi serius.

EtIndonesia.  Beberapa video yang beredar di internet menunjukkan bahwa kebakaran terjadi di dekat Jalan Qin Xian Bei, Distrik Xiaodian, Taiyuan, sekitar pukul 19.50 pada 28 Maret 2026. Menurut rekaman saksi mata, api awalnya muncul di bagian atas sebuah restoran barbekyu di lantai bawah bangunan, lalu dengan cepat merambat ke atas sepanjang dinding luar gedung. Potongan material yang terbakar jatuh bersama asap tebal.

Bangunan yang terbakar merupakan gedung komersial dengan berbagai usaha di dalamnya, termasuk restoran barbekyu, rumah makan, kedai makanan ringan, supermarket, toko lotre, serta lantai atas yang digunakan untuk KTV dan warnet.

Seorang saksi mengatakan api menyebar sangat cepat, terutama karena material dinding luar seperti panel aluminium-plastik ikut terbakar dan jatuh. 

Seorang pemilik toko di sekitar lokasi menyebut, “Belum jam 8 malam, karyawan saya sudah melihat dari kaca bahwa gedung seberang terbakar, bagian luar bangunan terbakar dengan sangat cepat.”

Media resmi awalnya melaporkan 1 orang tewas dan 25 orang terluka. Namun kemudian diperbarui bahwa 2 orang meninggal dunia setelah gagal diselamatkan di rumah sakit, sehingga jumlah korban tewas meningkat menjadi 3 orang, dengan total 23 orang terluka, termasuk 9 orang dalam kondisi serius.

Namun demikian, beberapa netizen menyatakan bahwa saat kebakaran terjadi, ada orang yang melompat dari gedung untuk menyelamatkan diri, sehingga jumlah korban sebenarnya belum dapat dipastikan.

Seorang saksi yang mengaku berada di dekat lokasi kejadian mengatakan bahwa mobil pemadam kebakaran sempat terhambat aksesnya. Ia menulis bahwa sejak awal api belum besar, mobil pemadam sudah terlihat dari kejauhan, namun terhalang jalan sempit dan kemacetan, termasuk pedagang kaki lima dan kendaraan yang parkir sembarangan, sehingga menghambat waktu emas untuk pemadaman.

Seorang netizen yang mengaku mengetahui situasi mengungkapkan tiga kemungkinan penyebab kebakaran:

  1. Titik api berada di bagian luar lantai bawah (dekat restoran).
  2. Penyebab langsung diduga karena material pelapis dinding yang tidak tahan api sehingga memicu kebakaran pada bahan insulasi luar.
  3. Proyek bangunan tersebut pernah dikeluhkan karena belum lulus inspeksi keselamatan kebakaran dan lama tidak bisa mendapatkan sertifikat properti, sehingga diduga memiliki masalah keselamatan sejak lama.

Setelah kebakaran terjadi, orang-orang di dalam gedung dan toko-toko sekitar segera menyelamatkan diri. 

Seorang pemilik toko di sebelah gedung, bermarga Tang (nama samaran), mengatakan kepada media bahwa saat kebakaran terjadi, adiknya sedang bekerja di toko dan segera menghubunginya setelah berhasil menyelamatkan diri, mengatakan bahwa “toko sebelah terbakar.”

Ia menambahkan bahwa awalnya mengira hanya kebakaran kecil, tetapi kemudian menjadi sangat besar. Setelah melihat berita, ia mengetahui papan nama tokonya juga telah hangus terbakar, dan seluruh barang masih berada di dalam toko, sehingga kerugian belum dapat dihitung.

Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi kejadian tampak porak-poranda. Dinding luar bagian timur bangunan terlihat hangus terbakar, beberapa toko di sekitar jalur akses mengalami kerusakan parah, banyak sepeda listrik terbakar hingga tinggal rangka, dan jalanan dipenuhi puing-puing serta barang berserakan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Seorang Pria Mengeluh Kelelahan Saat Ziarah Cheng Beng, Tiba-tiba Jatuh dan Meninggal Dunia

EtIndonesia. Menjelang Qingming Festival atau Cheng Beng, masyarakat Tionghoa di berbagai tempat mulai bersiap melakukan ziarah makam untuk menghormati leluhur. Namun, sebuah insiden terjadi di Malaysia, di mana seorang pria meninggal duni secara mendadak saat berziarah.

Menurut laporan media Malaysia, korban adalah seorang pria keturunan Tionghoa bermarga Ye, berusia 57 tahun. Pada 28 Maret, ia mengemudi sendiri ke makam untuk berziarah. Tanpa sengaja, ia memicu kebakaran hutan kecil. 

Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, mereka menemukan pria tersebut sedang bersembahyang di depan makam, sementara rumput liar di sekitarnya terbakar. Ia mengakui bahwa percikan api dari pembakaran kertas sembahyang menyulut rumput kering di sekitar.

Setelah api berhasil dipadamkan, pria tersebut mulai membereskan perlengkapan sembahyang dan bersiap pulang. Karena makam yang diziarahi berada di lereng bawah, ia harus naik turun tangga di area miring, sehingga kelelahan dan duduk untuk beristirahat.

Saat beristirahat, ia mengeluh, “Sangat capek, tahun depan tidak datang lagi saat Qingming.” Namun tak lama setelah itu, ia bangkit untuk melanjutkan perjalanan. Ketika mencoba menopang tubuhnya dengan kedua tangan untuk naik, ia tiba-tiba kehilangan kesadaran dan pingsan.

Petugas pemadam yang berada di lokasi segera melakukan pertolongan pertama dan memanggil ambulans untuk membawanya ke rumah sakit. Namun, setelah upaya penyelamatan, ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (Hui)

Bangunan Ambruk di Heilongjiang, Tiongkok,  9 Orang Terjebak Nasibnya Belum Diketahui

EtIndonesia. Pada 29 Maret 2026 dini hari, sebuah bangunan di Hailin, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok, runtuh. Hingga saat ini diketahui ada 9 orang yang terjebak, dengan kondisi hidup atau meninggal dunia yang belum diketahui.

Video yang beredar di internet menunjukkan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 00.00 pada 29 Maret, di dekat stasiun kereta di Kota Hailin. Sebuah bangunan yang memiliki beberapa lantai usaha tiba-tiba runtuh. Di sekitar bangunan tersebut terdapat pemukiman warga yang berdekatan.

Menurut keterangan netizen yang mengetahui situasi, lantai bawah bangunan tersebut merupakan restoran hotpot, sementara lantai atas digunakan sebagai tempat karaoke. Saat runtuh, suara yang ditimbulkan sangat keras hingga membangunkan banyak warga di sekitar.

Pihak berwenang menyatakan bahwa insiden ini menyebabkan 9 orang terjebak, namun pernyataan tersebut memicu keraguan dari netizen di daratan Tiongkok. Ada yang berkomentar, “Hanya 9 orang? Jumlah pelayan saja pasti lebih dari itu,” serta, “Video sudah beredar sejak pagi tapi dihapus, baru siang hari diberitakan, kenapa?”

Sebagian netizen juga menyebut kejadian ini sebagai bencana akibat “konstruksi berkualitas buruk (tofu-dreg project)”, dan menduga adanya praktik pengurangan material di masa lalu. Komentar lain menyebut, “Perlu diselidiki baik-baik apakah ini akibat penghematan bahan sebelumnya,” “Mengapa bangunan yang terlihat baik tiba-tiba runtuh? Kualitas bangunannya sangat mengkhawatirkan,” dan “Sudah berapa banyak bangunan yang runtuh di provinsi ini?”

Sebelumnya, Provinsi Heilongjiang juga telah mengalami beberapa insiden runtuhnya bangunan.

Pada Juli 2023, atap gedung olahraga sebuah sekolah di Qiqihar runtuh, menewaskan 11 orang di antaranya 10 siswi.

Pada November tahun yang sama, atap gimnasium di Kabupaten Huanan, Kota Jiamusi, runtuh. Menurut laporan resmi, insiden tersebut menyebabkan 3 orang tewas dan 1 orang terluka.

Beberapa hari kemudian, netizen juga mengunggah video yang menunjukkan runtuhnya atap gedung krematorium Sixin di Qitaihe. (Hui)

Sumber : NTDTV.com