Mohammed Al- Bashir dan Mohammad Ghazi Al-Jalali   : PM Suriah yang Bisa Tentukan Arah Timur Tengah

ETIndonesia. Suriah memasuki babak baru yang penting setelah terbentuknya pemerintah transisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri sementara Mohammed Al Bashir. Penunjukan Bashir pada 10 Desember 2024  oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS),sebagai Perdana Menteri penjaga menandai awal dari fase peralihan kekuasaan yang krusial. 

Masa jabatan Bashir akan berlangsung hingga 1 Maret tahun depan, dengan tugas utama untuk memastikan transisi kekuasaan yang mulus dengan Perdana Menteri sebelumnya, Mohammad Ghazi Al-Jalali dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang dapat mengarah pada stabilitas dan pemulihan negara.

Siapa Mohammed Bashir?

Muhammad Bashir, yang baru berusia 41 tahun, sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri dalam pemerintahan pemberontak Suriah. Faksi yang dipimpinnya adalah  Hayat Tahrir al-Sham, yang telah beroperasi sejak 2017 di wilayah barat laut Suriah, tepat di perbatasan dengan Turkiye. 

Menariknya, tentara pemberontak memilih mantan Perdana Menteri mereka untuk memimpin negara ini dalam periode transisi, mencerminkan hubungan erat antara pemerintahan baru dan faksi-faksi pemberontak.

Bashir adalah seorang insinyur dengan latar belakang pendidikan yang mengesankan, termasuk gelar Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Aleppo, serta gelar Sarjana Kehormatan dalam Hukum Islam dan Hukum. Sebelum memasuki dunia politik, ia memiliki pengalaman dalam manajemen publik dan bahasa Inggris, memberikan dasar yang kuat untuk perannya sebagai Perdana Menteri.

Kisah Perdana Menteri Assad yang Lama: Mohammad Ghazi Al-Jalali

Cerita tentang Perdana Menteri sebelumnya, Jallali, tak kalah menarik. Pada 8 Desember 2024, saat pasukan pemberontak menyerbu Damaskus dan banyak pejabat Assad melarikan diri, Jallali mengunggah video di media sosial yang menyatakan bahwa ia tetap akan berada di Damaskus dan siap bekerja sama dengan pemimpin yang dipilih rakyat. 

Namun, tidak lama setelah itu, sebuah video muncul menunjukkan Jallali dibawa oleh pasukan pemberontak dari rumahnya. 

Dalam rekaman tersebut, ia terlihat berbicara di telepon, kemungkinan berhubungan dengan pejabat militer untuk meminta penyerahan senjata. Hal ini menunjukkan betapa dramatisnya perubahan yang terjadi dalam dinamika politik Suriah.

Kebijakan Pertama Pemerintah Baru: Mengarah pada Pemulihan Ekonomi dan Sosial

Meskipun awalnya ada keraguan tentang efektivitas pemerintah baru ini, langkah-langkah pertama yang diambil pada hari pertama pemerintahan cukup mengejutkan. 

Salah satu keputusan utama adalah instruksi kepada seluruh pegawai negeri untuk kembali bekerja, membuka kembali bank sentral, dan mengumumkan bahwa bank-bank komersial akan dibuka kembali pada hari Kamis. Langkah ini bertujuan untuk menghidupkan kembali mekanisme negara dan memulihkan kehidupan ekonomi yang terpuruk akibat perang.

Selain itu, pemerintah juga mengumumkan bahwa Bandara Aleppo akan kembali membuka penerbangan domestik. Ini menunjukkan bahwa Perdana Menteri Bashir menyadari pentingnya pemulihan infrastruktur dan mobilitas untuk memulai fase baru pembangunan ekonomi di Suriah.

Isu Sosial dan Kebebasan: Mengarah ke Arah yang Lebih Terbuka

Pemerintah baru juga membuat kebijakan yang menarik dalam hal sosial. Pejabat Suriah mengumumkan bahwa wanita di negara itu kini dapat mengenakan pakaian sesuai dengan keinginan mereka. 

Kebijakan ini memiliki dampak besar karena menunjukkan perubahan dalam sikap terhadap kebebasan individu, meskipun ini juga bisa menjadi pertanda besar tentang apakah Suriah akan bergerak ke arah yang lebih sekuler atau semakin radikal dan Islamis.

Salah satu kebijakan sosial lainnya yang mencuri perhatian adalah pengumuman bahwa melukai jurnalis akan dikenakan hukuman penjara. Kebebasan berbicara adalah fondasi dari masyarakat demokratis, dan langkah ini bisa menjadi sinyal baik bahwa pemerintah baru Suriah berusaha melindungi kebebasan pers di tengah situasi yang sangat tegang. 

Selain itu, pemerintah juga mengumumkan pengampunan kepada semua personel militer Suriah, yang mungkin merupakan langkah pertama menuju rekonsiliasi nasional.

Pemimpin Pemberontak Abu Mohammed al-Jawlani : Mendorong Perdamaian

Di tengah transisi ini, peran pemimpin tentara pemberontak Suriah, al-Jawlani , juga patut diperhatikan. Dalam sebuah pernyataan yang menarik, al-Jawlani  mengungkapkan bahwa ia terbuka untuk membangun hubungan persahabatan dengan semua negara di kawasan ini, termasuk Israel. 

Ia menekankan bahwa “Kami tidak punya musuh selain rezim Assad, Partai Perlis, dan Iran,” dan menyatakan bahwa serangan Israel terhadap Partai Perlis sangat membantu mereka dalam perjuangan melawan rezim Assad.

Pernyataan ini tidak hanya menunjukkan perubahan arah politik yang signifikan, tetapi juga membuka kemungkinan baru dalam hubungan Suriah dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Israel. 

Meskipun demikian, Israel, yang sudah berpengalaman dalam menghadapi negara-negara Muslim di kawasan tersebut, tidak akan mudah percaya begitu saja. Bagi Israel, meskipun kata-kata yang baik didengar, tindakan tetap menjadi ukuran utama.

Pengaruh Rusia dan Israel dalam Geopolitik Suriah

Selain peran internal, faktor eksternal juga memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah masa depan Suriah. Rusia, yang selama ini mendukung rezim Assad, menyatakan bahwa mereka siap melakukan dialog serius dengan pemerintah baru Suriah. Peskov, juru bicara Kremlin, menyatakan bahwa Rusia sedang melalui periode transformasi yang memerlukan waktu, dan negara ini berharap dapat mempertahankan pangkalan angkatan laut mereka di Tartus, Suriah.

Namun, pada 9 Desember 2024, Israel menunjukkan sikap tegas dengan menghancurkan pangkalan angkatan laut Rusia di Tartus. Langkah ini menunjukkan ketegangan yang terus berlangsung antara Israel dan Rusia, meskipun ada indikasi positif dari Julani mengenai hubungan dengan Israel. Di sisi lain, Rusia juga terus memainkan peran kunci dalam konflik ini, dengan harapan bahwa mereka bisa mempertahankan pengaruhnya di Suriah.

Kesimpulan

Suriah sedang memasuki babak baru yang penuh tantangan, dengan pemerintah baru yang mengambil langkah-langkah untuk memulihkan ekonomi dan kehidupan sosial yang telah terbelah oleh perang. 

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa meskipun konflik masih menyelimuti negara ini, ada harapan untuk perbaikan, terutama dalam hal kebebasan individu, rekonsiliasi nasional, dan pemulihan ekonomi. 

Namun, faktor eksternal seperti hubungan dengan negara-negara besar dan perubahan dinamika geopolitik di Timur Tengah akan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan apakah Suriah dapat mencapai stabilitas jangka panjang atau justru terjerumus ke dalam ketegangan lebih lanjut. (kyr)

Rayakan Liburan Akhir Tahun dengan “Back to School” di The Southern Hotel Surabaya

0

Surabaya – Musim liburan akhir tahun telah tiba! Bagi Anda yang mencari pengalaman berbeda untuk merayakan Natal dan Tahun Baru, The Southern Hotel Surabaya menghadirkan tema unik “Back to School” yang menjanjikan kenangan tak terlupakan bersama keluarga dan orang terdekat.

Dengan berbagai hiburan menarik seperti Magic and Puppet Show, Bubble Show, hingga live music, The Southern Hotel siap menciptakan suasana yang penuh keceriaan menjelang pergantian tahun. Tak ketinggalan, ada kejutan spesial berupa hadiah dari Santa Claus dan doorprize menarik dalam promo buffet eksklusif hotel ini.

“Kami ingin memberikan pengalaman Natal yang istimewa melalui berbagai hidangan spesial bertemakan *back to school*, mulai dari appetizer hingga hidangan penutup,” ujar Sarto, Executive Chef The Southern Hotel Surabaya. Menu-menu ini tersedia dalam paket Jingle Bell Dinner seharga Rp258.000 net pada malam Natal (24 Desember 2024) dan Christmas Brunch dengan harga Rp178.000 net pada siang hari Natal (25 Desember 2024).

Untuk merayakan malam pergantian tahun, hotel ini menggelar acara spesial bertajuk “Back to School New Year Eve”. Dengan harga Rp358.000 net per orang, tamu dapat menikmati makan malam istimewa yang dilengkapi berbagai hidangan luar biasa. Bahkan, paket spesial untuk dua orang seharga Rp1.588.000 sudah termasuk kamar, sarapan, dan akses ke perayaan Tahun Baru.

General Manager Kencana Herdianto menyatakan, “Kami ingin menciptakan suasana Natal dan Tahun Baru yang berkesan dengan menghadirkan tema dan acara yang berbeda dari biasanya.”

The Southern Hotel juga memanfaatkan platform digital untuk menyemarakkan perayaan ini. Melalui akun Instagram @thesouthernhotelsurabaya, hotel ini mengadakan kompetisi media sosial bertajuk The Southern Idol, yang mengundang publik untuk menunjukkan bakat terbaik mereka. Semua informasi terbaru terkait event dan promo dapat diakses melalui akun ini.

“Make Your Wish Come True with The Southern Hotel Surabaya,” ajak Reimons Santoso, Marcomm Coordinator. “Rasakan kehangatan dan suasana unik di penghujung tahun ini bersama kami. As Unique As Your Imagination!”

XL Axiata dan Smartfren Resmi Merger: Dorong Transformasi Telekomunikasi Indonesia

Jakarta, 11 Desember 2024 – Dua raksasa telekomunikasi Indonesia, PT XL Axiata Tbk (“XL Axiata”) dan PT Smartfren Telecom Tbk (“Smartfren”), resmi mengumumkan merger senilai IDR 104 triliun (US$6,5 miliar). Langkah ini menciptakan entitas baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (“XLSmart”) yang siap menjadi pemain utama dalam industri telekomunikasi nasional. Merger strategis ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital dan mendukung akselerasi ekonomi digital di Indonesia.

Latar Belakang dan Alasan Strategis

Merger ini menggabungkan kekuatan XL Axiata dan Smartfren untuk memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas jaringan, serta mendukung inovasi produk. Dengan total pendapatan proforma IDR 45,4 triliun (US$2,8 miliar) dan EBITDA sebesar IDR 22,4 triliun (US$1,4 miliar), XLSmart berada di posisi strategis untuk menjawab tantangan dan kebutuhan pelanggan di era digital. Menurut CEO Axiata Group, Vivek Sood, merger ini menjadi landasan untuk menghadirkan konektivitas yang lebih baik, menjembatani kesenjangan digital, dan menciptakan peluang pertumbuhan baru.

“Kami sangat yakin bahwa konsolidasi ini membuka jalan bagi Indonesia yang lebih terkoneksi. Melalui investasi pada infrastruktur dan inovasi digital, kami dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung inklusi digital,” ujar Sood.

Langkah merger ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam mempercepat implementasi jaringan 5G, mempromosikan persaingan sehat, dan menciptakan struktur pasar telekomunikasi yang lebih efisien.

Struktur Merger dan Pemegang Saham

Sebagai entitas hasil merger, XLSmart akan dipimpin oleh dua pemegang saham utama: Axiata Group Berhad (“Axiata”) dan Sinar Mas. Masing-masing akan memiliki 34,8% saham, memberikan pengaruh setara dalam arah strategis perusahaan. Transaksi ini mencakup pembayaran sebesar US$475 juta kepada Axiata, yang terdiri dari US$400 juta pada saat penyelesaian dan US$75 juta pada akhir tahun pertama, tergantung pada syarat tertentu.

Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, menyatakan bahwa merger ini adalah langkah strategis untuk memberikan manfaat signifikan kepada semua pemangku kepentingan. “Dengan menyatukan sumber daya dan keahlian, kami dapat menciptakan peluang baru, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan layanan telekomunikasi di Indonesia,” ujarnya.

Meningkatkan Kompetisi dan Layanan Digital

Merger ini memposisikan XLSmart sebagai pemain dominan dengan pangsa pasar seluler mencapai 27% dan total pelanggan 94,51 juta. Dengan skala finansial dan operasional yang lebih besar, XLSmart berencana memperluas jaringan 5G, meningkatkan layanan internet, dan memperkenalkan produk digital yang inovatif.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pelanggan di seluruh Indonesia mendapatkan konektivitas berkualitas, internet cepat, dan produk yang relevan untuk mendukung kebutuhan digital mereka,” kata Dian Siswarini, CEO XL Axiata.

Kolaborasi ini juga diharapkan menghasilkan sinergi biaya yang signifikan, dengan estimasi penghematan biaya tahunan sebelum pajak sebesar US$300–400 juta melalui integrasi jaringan dan optimalisasi sumber daya.

Dampak Bagi Pemangku Kepentingan

Merger ini tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga mendukung visi pemerintah Indonesia untuk mempercepat ekonomi digital. Pelanggan akan menikmati kualitas jaringan yang lebih baik, sementara pelaku bisnis, termasuk UMKM, akan memiliki akses ke solusi digital yang inovatif.

Bagi karyawan, merger ini membuka peluang karir baru dengan fokus pada pengembangan keterampilan dan peran strategis. “Kami memastikan proses integrasi berjalan mulus tanpa mengganggu kesejahteraan karyawan,” tambah Fachys.

Di sisi lain, investor dapat mengharapkan pengembalian yang lebih baik berkat skala operasi yang lebih besar, penghematan biaya, dan posisi pasar yang kuat.

Visi Bersama: Mendorong Digitalisasi Indonesia

Franky Oesman Widjaja, Chairman Sinar Mas Telecommunication and Technology, menekankan pentingnya kolaborasi dalam merger ini. “Seperti pepatah, ‘If you want to go far, go together.’ Melalui XLSmart, kami ingin mempercepat transformasi digital dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, merger ini akan memperkuat upaya inklusi digital dengan menjangkau area terpencil dan menghadirkan layanan telekomunikasi yang dapat diandalkan di seluruh pelosok Indonesia.

Langkah Selanjutnya

Proses merger ini telah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi kedua perusahaan, tetapi masih memerlukan persetujuan regulator dan pemegang saham. Jika semua syarat terpenuhi, merger diharapkan selesai pada paruh pertama tahun 2025.

Selama proses integrasi, XLSmart berkomitmen untuk menjaga stabilitas layanan dan memberikan pembaruan secara berkala kepada semua pihak terkait.

Merger XL Axiata dan Smartfren menandai tonggak penting dalam industri telekomunikasi Indonesia. Dengan visi yang kuat dan strategi yang matang, XLSmart siap membawa industri ini ke era baru, mendukung pertumbuhan ekonomi digital, dan menciptakan masyarakat digital yang inklusif.

“Kami optimis bahwa langkah ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pelanggan, karyawan, investor, dan masyarakat,” tutup Siswarini.

Suami Menanggung Biaya Adopsi 40 Hewan Peliharaan Sebagai Hadiah Ulang Tahun ke-40 untuk Istrinya

EtIndonesia. Kecintaan sepasang suami istri terhadap hewan dan satu sama lain menginspirasi sebuah gerakan ulang tahun ke-40 yang mengharukan, saat seorang suami menanggung biaya adopsi untuk 40 hewan peliharaan di tempat penampungan untuk menghormati kasih sayang dan dedikasi istrinya dalam membantu hewan.

Andrew dan Jennifer Duhe telah menjadi relawan di Chesapeake Animal Services selama lebih dari setahun. Komitmen mereka terhadap pusat adopsi tersebut tidak hanya menyediakan perawatan bagi hewan yang membutuhkan tetapi juga ikatan yang unik bagi pasangan tersebut.

“Kami bersenang-senang, dan itu tidak hanya membantu hewan. Saya pikir itu benar-benar membantu kami. Itu seperti alternatif yang murah dan hemat biaya untuk terapi pernikahan,” Jennifer berbagi sambil tertawa.

Meskipun keluarga Duhe mendedikasikan sebagian besar waktu mereka untuk membantu hewan di tempat penampungan, mereka juga pemilik hewan peliharaan yang setia. Baru-baru ini, mereka mengalami patah hati karena kehilangan salah satu anjing kesayangan mereka secara tak terduga, kehilangan yang sulit untuk diproses.

“Kami masih dalam tahap mengatasi masalah,” Jennifer mengakui. “Saya agak kesulitan menghadapi itu.”

Di tengah kesedihan mereka, Andrew menemukan cara yang bermakna untuk merayakan ulang tahun Jennifer yang ke-40 sekaligus menghormati kecintaannya pada hewan.

“Kecintaan istri saya pada hewan benar-benar, menurut saya, luar biasa,” jelas Andrew. “Mencoba menemukan sesuatu yang bermakna dan praktis dan sebagainya. Dan meskipun kami bekerja keras di sini, hal itu terasa dekat dengan rumah kami. Kami hanya ingin melakukan sesuatu yang hebat dan juga menunjukkan betapa hebatnya dia sebagai pribadi.”

Ide Andrew yang bijaksana? Membiayai biaya adopsi untuk semua 40 hewan di Chesapeake Animal Services untuk merayakan ulang tahun Jennifer yang bersejarah.

“Saya sudah menghubungi Nona Casey, koordinator sukarelawan, dan awalnya saya bertanya berapa banyak kandang yang kami miliki. Untungnya, sebenarnya ada 40 kandang anjing, jadi saya pikir itu cocok,” kata Andrew. “40 kandang dan ulang tahun ke-40, keduanya berjalan beriringan.”

Sumbangan yang murah hati, dengan total lebih dari 4.000 dolar, telah memberikan dampak, dengan 10 adopsi yang telah terlaksana sejauh ini. Jennifer menggambarkan tindakan itu sebagai hadiah ulang tahun yang sempurna.

“Senang sekali mengetahui bahwa dia mengerti di dalam hati saya,” kata Jennifer. “Itulah yang paling saya hargai, Anda tahu, dan dia cukup mendukung bahkan untuk melakukan tindakan seperti itu, yang sangat berarti. Dan itu benar-benar sangat berarti.”

Pasangan itu berharap bahwa tindakan kebaikan mereka tidak hanya akan menginspirasi orang lain untuk mengadopsi tetapi juga membantu hewan-hewan tersebut menemukan rumah lebih cepat.(yn)

Sumber: sunnyskyz

Guncangan di Laut Hitam: Drone Ukraina Hancurkan Helikopter dan Kapal Rusia dalam Serangan Mendadak!

EtIndonesia.  Dalam operasi malam hari yang belum pernah terjadi sebelumnya, drone permukaan laut dan udara Ukraina melakukan serangan masif terhadap aset militer Rusia, memberikan kerugian berat bagi tentara Rusia.

Serangan Drone Masif di Laut Hitam

Pada malam 5 hingga 6 Desember, Dinas Keamanan Nasional Ukraina melancarkan serangan besar-besaran menggunakan drone maritim canggih, yang dikenal sebagai “bayi laut”. Drone ini dilengkapi dengan senapan mesin berat dan sistem bidik otomatis, yang secara terus-menerus menyerang helikopter, pesawat, serta kapal patroli kelas Raptor milik Rusia di perairan Laut Hitam. Menurut laporan intelijen sumber terbuka “Defender”, serangan ini berhasil menghancurkan helikopter Rusia, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa di pihak Rusia.

Peningkatan Aktivitas Militer Ukraina di Krimea dan Perbatasan Rusia

Selain serangan di Laut Hitam, Angkatan Laut Ukraina juga menghancurkan sistem pengawasan dan radar di pangkalan gas alam Rusia di lepas pantai barat Krimea. Ukraina meluncurkan serangan simultan dengan kawanan drone ke berbagai wilayah perbatasan Rusia, menunjukkan bahwa Krimea hanya sebagian kecil dari rangkaian serangan udara ini. Sejak dini hari tanggal 8 Desember, alarm drone berbunyi di Belgorod, Kursk, dan beberapa daerah lain di Rusia. Meskipun Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil menembak jatuh sebagian besar drone, rekaman lapangan dan kesaksian menunjukkan adanya ledakan di berbagai wilayah, kemungkinan berasal dari puing-puing drone Ukraina.

Pertempuran Intens di Beberapa Front

Di medan perang, dinamika tempur dalam 24 jam terakhir menunjukkan 182 kontak tembak, 40 bom luncur diluncurkan oleh Rusia, 429 drone serang digunakan, dan 3.100 serangan artileri dilakukan terhadap posisi Ukraina. Pejabat media Brigade Mekanis ke-33 Ukraina, Nazar Voi-tenkov, menyampaikan bahwa serangan infanteri Rusia yang berulang kali tidak berhasil menggoyahkan garis pertahanan Ukraina. Satuan drone Ukraina setiap hari mampu menewaskan 5 hingga 15 tentara musuh di sektor mereka.

Kemajuan Terbatas Rusia di Krasnohorivka dan Vuhledar

Di arah Krasnohorivka, pasukan Rusia hampir mencapai Shchufrynky dan berupaya memotong jalur pasokan utama Ukraina. Meskipun Rusia telah berusaha keras di front ini selama setahun, mereka belum berhasil memecahkan pertahanan Ukraina. Di arah Vuhledar, Rusia meraih sedikit kemajuan, namun pergerakan mereka terhambat oleh posisi Ukraina yang kuat dan terorganisir.

Pembaruan Situasi di Kursk dan Kharkiv

Di Kursk, pasukan Ukraina kembali merebut wilayah Korenevo, menguasai sebagian besar Pohrebky setempat setelah sempat mundur akibat serangan balik Rusia. Analis menduga ini menandai serangan besar Ukraina yang akan datang, mengejutkan pihak Rusia. Di Kharkiv, Brigade ke-92 dan Brigade Presiden Pertama Ukraina berhasil menghancurkan pasukan Rusia di dekat Kruklyakivka, dengan laporan staf umum Ukraina menyebutkan 1.220 tentara musuh tewas.

Dampak Ekonomi dan Dukungan Internasional

Presiden Zelenskyy menegaskan bahwa sejak invasi skala penuh, Ukraina telah kehilangan 43.000 prajurit dengan 370.000 lainnya terluka, sementara Rusia kehilangan lebih dari 750.000 orang, termasuk 198.000 tewas dan lebih dari 550.000 terluka. 

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, menyatakan perang ini telah menghabiskanlebih dari 200 miliar dolar AS, sebuah beban ekonomi yang tidak berkelanjutan. Menlu Polandia, Sikorski, menyebut perang akan berakhir ketika Presiden Rusia mengakui invasi tersebut sebagai kesalahan.

Pengiriman Dukungan Militer dan Teknologi Canggih

Barat terus meningkatkan dukungan militer kepada Ukraina. Denmark mengumumkan pengiriman gelombang kedua dan ketiga pesawat F-16 serta paket tambahan dana bantuan militer pada akhir 2024. Uni Eropa juga meningkatkan anggaran pertahanan dari 10 miliar euro menjadi 100 miliar euro dalam tujuh tahun ke depan. Selain itu, SpaceX menerima kontrak dari Pentagon untuk menyediakan 3.000 terminal Starshield bagi militer Ukraina, meningkatkan akses Ukraina pada layanan komunikasi satelit yang aman dan terenkripsi.

Pembunuhan Sergey Yevshukov: Dampak Operasi Intelijen Ukraina

Kantor berita RIA Novosti melaporkan bahwa Sergey Yevshukov, mantan penanggung jawab kamp tawanan perang Rusia di Olenivka, tewas dibom di jalanan Donetsk. Yevshukov, yang diduga terlibat dalam pembunuhan tawanan perang Ukraina pada 2022, dianggap sebagai salah satu pelaku utama oleh pihak Kyiv. Meskipun Rusia mengklaim serangan ini merupakan akibat rudal HIMARS Ukraina, bukti lapangan menunjukkan sebaliknya, menandakan kemungkinan keterlibatan langsung operasi intelijen Ukraina.

Kesimpulan

Serangan masif drone Ukraina terhadap aset militer Rusia di Laut Hitam dan wilayah perbatasan menunjukkan peningkatan intensitas konflik yang berdampak signifikan pada posisi dan moral tentara Rusia. Dengan dukungan internasional yang terus meningkat dan kemampuan teknologi yang berkembang, Ukraina semakin memperkuat posisinya di medan perang. Sementara itu, tekanan ekonomi dan militer yang dialami Rusia menunjukkan dampak jangka panjang dari konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda resolusi.

Mengejutkan! Israel Dirikan Pos Militer di Suriah: Era Assad Usai, Siapa Penguasa Berikutnya?

EtIndonesia. Situasi di Suriah mengalami pergeseran tajam setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad. Untuk pertama kalinya dalam 51 tahun, Israel dilaporkan telah memasuki wilayah Suriah, mengubah konstelasi pengaruh di kawasan. Langkah ini menandai peristiwa bersejarah setelah stabilitas yang rapuh selama beberapa dekade.

Menurut laporan The Jerusalem Post tertanggal 8 Desember, tank-tank Israel melintas dari Dataran Tinggi Golan ke dalam wilayah Suriah, kemudian membangun pos-pos militer baru. Pasukan Israel pun bergerak lebih jauh, memasuki wilayah Quneitra yang berbatasan langsung dengan Israel, menguasai puncak Gunung Hermon di sisi Suriah, serta sejumlah titik strategis di zona penyangga. Ini merupakan kali pertama sejak Perang Yom Kippur 1973 Israel benar-benar menjejakkan kaki ke dalam wilayah Suriah.

Dataran Tinggi Golan dan Kepentingan Strategis Israel

Dataran Tinggi Golan, sekitar 60 kilometer di barat daya Damaskus, adalah wilayah yang direbut Israel dari Suriah pada Perang Enam Hari 1967. Pada 1981, Israel secara sepihak mencaplok sebagian besar wilayah itu, sementara sebagian kecil tetap berada di bawah kendali Suriah. 

Masyarakat internasional umumnya memandang Golan sebagai wilayah Suriah yang diduduki Israel. Namun, pada 2019, mantan Presiden AS Donald Trump mengakui kedaulatan Israel atas Golan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut pengakuan itu sebagai “hari bersejarah di Timur Tengah” sembari menegaskan bahwa Israel tidak akan pernah mundur dari Golan.

Meski demikian, Netanyahu menekankan bahwa pergerakan pasukan Israel ke dalam Suriah hanyalah langkah sementara untuk mencegah potensi serangan bersenjata dari wilayah yang kini kehilangan kepemimpinan yang kuat pasca tumbangnya rezim Assad.

Perubahan Kebijakan dan Serangan Udara Israel

Media AS menggarisbawahi bahwa pengiriman pasukan darat Israel melewati zona demiliterisasi menandai perubahan kebijakan besar bagi negara tersebut. Sumber pejabat keamanan mengonfirmasi bahwa Angkatan Udara Israel juga telah melancarkan serangan udara ke sejumlah target di dalam Suriah. Tujuannya adalah mencegah senjata-senjata canggih—termasuk persediaan kimia seperti gas mustard dan VX, serta rudal Scud dan perangkat pertahanan udara Rusia—jatuh ke tangan kelompok pemberontak yang dipandang membahayakan keamanan Israel.

Sejumlah target, termasuk Pangkalan Militer Mezze yang dahulu menjadi pusat intelijen Suriah, terus digempur oleh jet-jet Israel, memicu kebakaran hebat. Laporan dari Mossad menyebut bahwa di lokasi tersebut sebelumnya terdapat kelompok bersenjata yang didukung Iran, mengembangkan rudal anti-Israel. 

Di sisi lain, pihak oposisi Suriah justru berjanji akan menjalin hubungan baik dengan Israel. Pemimpin oposisi, Abu Muhammad al-Julani, menganggap Israel sebagai mitra potensial dalam melawan Hizbullah. Dia dikabarkan telah tiba di Damaskus untuk mempersiapkan transisi kekuasaan, menandai babak baru dalam politik Suriah.

Turki dan Perebutan Pengaruh Jangka Panjang

Para analis melihat Turki sebagai aktor yang akan memiliki pengaruh terbesar di Suriah dalam jangka panjang. Laporan Reuters mengungkap bahwa oposisi Suriah telah memberi tahu Turki terkait rencana serangan mereka enam bulan sebelum aksi dimulai, dan diam-diam Turki memberi restu. Dukungan Turki terhadap oposisi Suriah sudah lama menjadi rahasia umum, sekaligus menjadikannya pemain kunci di masa depan Suriah pasca-Assad.

Rusia Terjebak, Iran Melemah, dan Dampak Regional

Runtuhnya rezim Assad terjadi sangat cepat—hanya 11 hari setelah gempuran intens oposisi yang didukung serangan Israel. Rusia, yang secara historis menjadi sekutu utama Assad, kali ini tidak dapat memberi bantuan berarti. Terjebak dalam konflik berkepanjangan dengan Ukraina, daya tawar dan kekuatan Rusia di Timur Tengah tergerus. Bahkan ketika rezim Assad tumbang, keluarga Assad dikabarkan telah tiba di Moskow pada 9 Desember 2024, menandakan berakhirnya kekuasaan keluarga itu.

Padahal, Suriah memiliki arti strategis yang sangat penting bagi Rusia. Dalam satu dekade terakhir, Moskow menanamkan investasi besar, membangun pangkalan laut di Tartus serta pangkalan udara Hmeimim dan sejumlah pangkalan kecil lainnya. Dengan pangkalan-pangkalan tersebut, Rusia dapat memproyeksikan kekuatan ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan bahkan mengawasi aktivitas NATO di Laut Tengah. Suriah selama ini menjadi simpul strategis yang memungkinkan Rusia mengontrol jalur energi, memudahkan ekspor senjata, serta memberikan akses mudah ke Benua Afrika melalui jalur udara dan laut.

Kehilangan Suriah berarti Rusia akan kesulitan melanjutkan kepentingannya di kawasan. Kegagalan mempertahankan Suriah memaksa Rusia untuk mengevakuasi kapal-kapal mereka dari Tartus, memindahkan persenjataan dari pangkalan Hmeimim dan Salin, serta meminta bantuan Turki guna menarik pasukan mereka melewati wilayah yang dikuasai Ankara. Laporan menyebut bahwa tentara Rusia yang tertinggal di Tartus dan Latakia kini terjebak dan diserang oleh pemberontak. Di Latakia, Angkatan Darat Israel bahkan dikabarkan telah menyerang sebuah kapal perang Rusia di pelabuhan, meski dampaknya belum jelas.

Dampak Bagi Pengaruh Rusia di Afrika dan Timur Tengah

Hilangnya Suriah sebagai basis operasi membuat langkah Rusia di Afrika turut terhambat. Sebelumnya, Suriah berfungsi sebagai jalur logistik bagi operasi militer maupun ekonomi Rusia di Afrika—terutama lewat grup tentara bayaran Wagner, yang selama ini memanfaatkan Afrika untuk mengekstraksi emas, berlian, dan sumber daya mineral. Tanpa Suriah, upaya Rusia untuk mempertahankan dominasi ekonomi dan geopolitik di Afrika menjadi jauh lebih sulit dan mahal.

Dua peristiwa besar—invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 dan serangan teror Hamas terhadap Israel pada 2023—dianggap sebagai faktor yang mempercepat kejatuhan Assad. Rusia kini tampak terpaksa melepaskan Suriah secara penuh, suatu tanda kegagalan besar dalam strategi jangka panjang Moskow di Timur Tengah dan Afrika. Kejadian ini menyiratkan bahwa dinamika geopolitik di kawasan telah memasuki fase baru yang dipenuhi ketidakpastian, sekaligus membuka ruang bagi aktor-aktor regional lain, seperti Turki dan Israel, untuk memperluas pengaruhnya.

Suriah Masih Memiliki Senjata Kimia? Israel Lakukan Lebih dari 300 Serangan Udara

EtIndonesia. Setelah rezim diktator Suriah digulingkan oleh pemberontak, situasi domestik menjadi tidak jelas. Kekhawatiran internasional meningkat bahwa Suriah mungkin masih memiliki senjata kimia, dan Israel menggunakan ini sebagai dalih untuk melakukan lebih dari 300 serangan udara.

Suriah Masih Menyimpan Senjata Kimia? Peringatan dari PBB

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada 10 Desember menyatakan bahwa setelah Presiden Bashar al-Assad digulingkan, mereka telah memperingatkan pihak berwenang Suriah untuk memastikan keamanan semua bahan terkait senjata kimia.

OPCW menegaskan: “Sangat penting untuk memastikan keamanan semua bahan dan fasilitas terkait senjata kimia di Suriah.”

Pada tahun 2013, serangan gas kimia di Damaskus menyebabkan lebih dari 1.400 kematian. Insiden tersebut mendorong Suriah untuk bergabung dengan OPCW dan menyerahkan senjata kimia yang mereka deklarasikan untuk dimusnahkan. Namun, OPCW tetap khawatir deklarasi Suriah tidak lengkap dan senjata kimia lainnya mungkin masih ada.

“Deklarasi Suriah mengenai program senjata kimianya hingga saat ini tidak dapat dianggap benar atau lengkap,” ujar OPCW. Mereka juga menyatakan kekhawatiran tentang keberadaan senjata kimia yang dilaporkan hilang.

Sementara itu, kelompok pemberontak Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang saat ini menguasai Suriah, berjanji akan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk mengawasi senjata dan fasilitas sensitif.

Assad Melarikan Diri, Israel Lakukan Lebih dari 300 Serangan Udara

Kelompok pengawas hak asasi manusia Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, pada 10 Desember melaporkan bahwa Israel telah melakukan lebih dari 300 serangan udara terhadap Suriah sejak Presiden Bashar al-Assad digulingkan. Serangan ini menghancurkan sejumlah situs militer penting.

Assad melarikan diri setelah pemberontak HTS berhasil menyerbu Damaskus. Saat ini, Assad dilaporkan mendapatkan suaka politik dari Rusia.

Kelompok pengawas tersebut menyatakan bahwa serangan udara Israel telah menargetkan gudang senjata, kapal perang, dan pusat penelitian yang diduga terlibat dalam produksi senjata kimia. Selain itu, serangan juga dilakukan di fasilitas pertahanan udara di dekat Latakia serta fasilitas militer dan komando elektronik di Damaskus dan sekitarnya.

Negara-Negara yang Terlibat dalam Perang Saudara Suriah

Perang saudara di Suriah pecah 13 tahun yang lalu, dimulai dengan Arab Spring, dan kemudian berkembang menjadi konflik berdarah yang melibatkan berbagai kekuatan, termasuk oposisi dalam negeri, faksi ekstremis, dan negara-negara kuat seperti Amerika Serikat, Iran, dan Rusia. Menurut laporan, perang saudara telah menewaskan lebih dari 500.000 warga Suriah dan memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka. Berikut adalah beberapa negara yang berperan dalam konflik ini:

 1. Turki

Turki sering melakukan intervensi militer, mendukung oposisi Suriah, dan menguasai wilayah perbatasan utara Suriah. Beberapa analis percaya bahwa Turki mungkin mendukung serangan terbaru yang dipimpin oleh HTS.

2. Iran dan Hizbullah

Sebagai sekutu utama Assad, Iran dan Hizbullah telah menjadi bagian dari “Poros Perlawanan” yang bertujuan melawan Israel dan mengurangi pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah.

3. Israel

Israel aktif menargetkan pasokan senjata dan pangkalan militer yang terkait dengan Hizbullah dan Iran di Suriah. Target utama meliputi jalur logistik senjata ke Lebanon dan fasilitas senjata di Suriah.

4. Rusia

Rusia adalah sekutu kuat Assad, memberikan dukungan militer, termasuk serangan udara terhadap oposisi, serta mempertahankan pangkalan militer strategis di Suriah untuk memperkuat pengaruhnya di kawasan.

5. Amerika Serikat

Peran Amerika Serikat dalam perang saudara Suriah telah mengalami banyak perubahan. Pada awal konflik, pemerintahan Presiden Barack Obama mendukung kelompok oposisi yang melawan pemerintah Bashar al-Assad dengan memberikan pelatihan dan persenjataan. Namun, upaya ini menghasilkan dampak yang terbatas.

Ketika ISIS muncul sebagai ancaman besar pada tahun 2014, Amerika Serikat beralih fokus ke perang melawan kelompok tersebut. Melalui serangan udara dan dukungan kepada pasukan Kurdi, Amerika Serikat berhasil membantu mengalahkan sebagian besar wilayah kekuasaan ISIS. Untuk mencegah kebangkitan ISIS, pasukan Amerika kemudian ditempatkan di timur laut Suriah.

Pada tahun 2019, Presiden Donald Trump menarik sebagian besar pasukan Amerika dari Suriah, tetapi sekitar 900 tentara tetap ditempatkan di wilayah tersebut. Pasukan ini sebagian besar berada di ladang minyak yang dikuasai oleh Kurdi di timur laut Suriah. Selain itu, sejumlah kecil pasukan Amerika ditempatkan di tenggara Suriah, dekat perbatasan dengan Irak dan Yordania.Meskipun pemberontak Suriah, termasuk kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), menyatakan tujuan mereka adalah menggulingkan Assad, pejabat Amerika Serikat tetap bersikap hati-hati terhadap kelompok ini. HTS memiliki hubungan dengan jaringan ekstremis seperti Al-Qaeda, yang menimbulkan kekhawatiran serius bagi Washington.(jhn/yn)

Seluruh Jet Tempur MiG-29 Suriah Hancur! Israel Lancarkan Lebih dari 100 Serangan Udara ke Pangkalan Militer Suriah, Dunia Internasional Bereaksi

EtIndonesia.  Menurut laporan International Financial News 10 Desember, statistik dari Al-Arabiya TV menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, Israel telah melancarkan lebih dari 100 serangan terhadap basis militer Suriah. Hingga kini, Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait hal ini.

Pada 9 Desember waktu setempat di Suriah, Israel melancarkan serangan terhadap ibu kota Damaskus dan beberapa lokasi di Kota Homs. Daerah di sekitar pinggiran barat Damaskus mengalami beberapa kali serangan udara, termasuk serangan terhadap Pusat Penelitian Ilmiah Damaskus (yang dikenal sebagai basis senjata kimia), yang menyebabkan lebih dari empat ledakan. 

Dalam beberapa jam, pasukan Israel menghancurkan semua basis pertahanan udara Suriah, sebagian besar bandara militer, armada pesawat tempur MiG-29 dan helikopter Suriah, gudang rudal jarak jauh, gudang senjata strategis, serta puluhan terowongan yang menghubungkan Suriah dan Lebanon.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Miller, dalam konferensi persnya membahas tindakan militer Israel di Suriah. Dia menyatakan bahwa Israel menjelaskan serangan tersebut sebagai langkah sementara untuk melindungi perbatasannya, menyusul penarikan pasukan Suriah dari kawasan tersebut, dan bukan tindakan permanen. 

Miller juga menyampaikan harapan AS agar pada akhirnya tercipta stabilitas yang langgeng antara Israel dan Suriah, serta mendukung semua pihak untuk mematuhi Perjanjian Pelepasan Pasukan yang ditandatangani pada tahun 1974.

Beberapa negara Eropa yang terdampak oleh situasi di Suriah telah menangguhkan pemrosesan permohonan suaka dari warga Suriah. Sebelumnya, negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman, Denmark, Belgia, Kroasia, dan Italia telah menghentikan penerimaan permohonan suaka dari warga Suriah.

Sementara itu, Hizbullah Lebanon mengecam serangan Israel terhadap Suriah. Dalam pernyataannya, Hizbullah menegaskan bahwa perluasan pendudukan Israel di Dataran Tinggi Golan dan serangan terhadap kemampuan pertahanan Suriah merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Suriah dan akan semakin merusak stabilitas negara tersebut. Hizbullah juga menuduh Israel mengarang alasan palsu untuk membenarkan tindakannya dan menyerukan dunia Arab agar bersatu memberikan tekanan di berbagai bidang untuk menghentikan agresi Israel.

Selain itu, Duta Besar Iran untuk Suriah, Hossein Akbari, pada 8 Desember memperingatkan bahwa jika rezim Assad digulingkan, dampaknya akan berada di luar kendali Amerika Serikat dan dapat menyebabkan konflik yang melibatkan negara-negara kawasan dan Turki.

Akbari menjelaskan bahwa penggulingan rezim Assad akan memunculkan aliansi kompleks antara kekuatan di wilayah utara dan selatan Suriah, yang dapat memicu konflik antara negara-negara Islam dan Arab dengan Turki. Dia menambahkan bahwa mengingat situasi saat ini, beragam pandangan, dan intervensi dari berbagai negara, masyarakat Suriah menghadapi risiko kehilangan rasa aman.(jhn/yn)

Netanyahu Bantah Semua Tuduhan Korupsi dalam Sidang Perdana di Pengadilan

EtIndonesia. Pada 10 Desember, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kalinya menghadiri sidang pengadilan atas tuduhan korupsi yang menjeratnya. Dia membantah semua tuduhan dan mengatakan bahwa dirinya menjadi sasaran karena kebijakan keamanan yang keras.

Netanyahu, 75 tahun, menghadapi dakwaan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Dia menjadi perdana menteri pertama dalam sejarah Israel yang didakwa melakukan kejahatan saat masih menjabat.

Pekan lalu, hakim memutuskan bahwa Netanyahu harus memberikan kesaksian tiga kali seminggu, memaksanya untuk bolak-balik antara ruang pengadilan dan pusat komando perang Kementerian Pertahanan Israel.

Sidang dilakukan di ruang pengadilan bawah tanah Tel Aviv karena alasan keamanan yang tidak diungkapkan. Sebelum bersaksi, pengacaranya mengajukan argumen tentang dugaan cacat mendasar dalam penyelidikan. Pengacara Netanyahu menyatakan bahwa kasus ini adalah “perburuan terhadap seseorang, bukan penyelidikan atas kejahatan”.

Kesempatan untuk Mengungkap Kebenaran

Di pengadilan, Netanyahu mengecam media Israel yang dianggapnya bias kiri. Dia menuduh para jurnalis telah menyerangnya selama bertahun-tahun karena kebijakannya yang bertentangan dengan pendirian mereka tentang pembentukan negara Palestina.

Dia berkata kepada tiga hakim: “Saya telah menunggu delapan tahun untuk saat ini agar dapat mengatakan kebenaran. Tetapi saya juga seorang perdana menteri… Saya memimpin negara dalam perang yang melibatkan tujuh front. Saya percaya keduanya dapat berjalan bersamaan.”

Netanyahu menggambarkan dirinya sebagai pemimpin yang berdedikasi, seorang pembela kepentingan Israel, dan menilai tuduhan terhadapnya sebagai “setetes air di lautan” dibandingkan tantangan yang dia hadapi untuk melindungi negara.

Keluarga dan anggota partai Likud, termasuk putranya Avner Netanyahu, hadir untuk menunjukkan dukungan.

Netanyahu menolak semua tuduhan, menyebutnya sebagai upaya “perburuan politik” yang diatur oleh media dan sistem hukum yang bias. Dia yakin kesaksiannya akan “membongkar absurditas tuduhan ini.”

Kehadiran di Pengadilan tidak mengganggu Tugasnya

Diperkirakan Netanyahu akan bersaksi selama enam jam sehari, tiga kali seminggu, selama beberapa pekan. Hal ini memicu kritik bahwa jadwal tersebut dapat mengganggu efektivitasnya dalam menjalankan pemerintahan.

Pengacaranya meminta pengadilan untuk mengizinkannya menerima catatan selama kesaksian agar tetap dapat menjalankan tugas kenegaraan. Permintaan ini ditolak oleh pengadilan, begitu pula permintaan untuk mengurangi waktu kesaksian.

Membantah semua tuduhan

Netanyahu dituduh memberikan keuntungan regulasi senilai 1,8 miliar shekel baru Israel  kepada sebuah perusahaan telekomunikasi dengan imbalan liputan positif dari media yang dimiliki mantan ketua perusahaan tersebut.

Dia juga diduga menegosiasikan kesepakatan dengan pemilik surat kabar untuk mengurangi persaingan dari media lain demi mendapatkan liputan yang lebih baik. Netanyahu membantah semua tuduhan tersebut.

Dia mengatakan: “Jika saya menginginkan liputan positif, saya hanya perlu mendukung solusi dua negara (pembentukan negara Palestina). Jika saya bergeser ke kiri, saya akan dipuji.”

Dia dituduh menerima cerutu dan sampanye senilai puluhan ribu dolar sebagai imbalan untuk bantuan yang terkait dengan kepentingan pribadi dan bisnis. Netanyahu menceritakan pandangannya tentang peristiwa tersebut dan membagikan detail kehidupan pribadinya. 

Dia menyatakan bahwa pada awal karirnya dalam pelayanan publik, dia sering tidak bisa tidur karena laporan media, tetapi kemudian menyadari bahwa itu tidak memiliki dampak substansial, sementara jaksa berusaha menggambarkannya sebagai seseorang yang terlalu memperhatikan citra. Dia juga mengatakan bahwa dia merokok cerutu, tetapi karena kesibukan kerja, dia hampir tidak bisa menyelesaikannya, dan dia benci sampanye.

Sebagai pemimpin partai kanan Likud, Netanyahu hampir selalu menjadi Perdana Menteri Israel sejak 2009. Selama proses kesaksian sepanjang pagi, dia selalu berdiri di kursi saksi, bukan duduk.

Perpecahan Publik Israel

Sebelum perang Gaza, kasus Netanyahu menyebabkan perpecahan dalam opini publik Israel. Pemerintahnya tahun lalu berusaha melemahkan kekuasaan peradilan, yang semakin memperburuk perpecahan di kalangan warga Israel.

Sebelum hadir di pengadilan, dia kembali menuduh lembaga penegak hukum melakukan penyelidikan terhadapnya sebagai tindakan pemburuan penyihir (persekusi politik).

Pada 7 Oktober 2023, serangan Hamas terhadap Israel dan perang Gaza membuat kasus Netanyahu menghilang dari agenda publik, warga Israel bersatu dalam kesedihan dan trauma. Namun, seiring berlanjutnya perang, persatuan politik mulai runtuh.

Dalam beberapa minggu terakhir, dengan tercapainya gencatan senjata antara Israel dan sekutu Hamas, Hizbullah, pertempuran di satu garis depan melemah. Anggota kabinet Netanyahu, termasuk menteri peradilan dan menteri polisi, terlibat konflik dengan lembaga peradilan.

Kasus ini diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan. Menurut hukum Israel, Netanyahu tidak wajib mundur selama persidangan, namun jika dinyatakan bersalah, dia harus mengundurkan diri kecuali jika dia mengajukan banding.

Tuduhan suap di Israel dapat dihukum hingga 10 tahun penjara atau denda, sementara penipuan dan pelanggaran kepercayaan dapat dijatuhi hukuman  hingga tiga tahun penjara. (jhn/yn)

Bos Geng Kriminal Haiti Diduga Perintahkan Pembantaian Lebih dari 184 Orang Karena Curiga Anaknya Mati Akibat Ilmu Hitam

ETIndonesia. Kelompok HAM Haiti National Human Rights Defense Network (RNDDH) melaporkan pada Senin (10 Desember) bahwa seorang bos geng di kawasan kumuh Cité Soleil, ibu kota Haiti, memerintahkan pembantaian lebih dari 100 orang tua lanjut usia. Hal ini diduga terjadi karena ia mencurigai bahwa ilmu hitam telah menyebabkan anaknya sakit.

Menurut laporan dari Reuters dan AFP, RNDDH menyatakan bahwa semua korban berusia di atas 60 tahun.

Bos geng dari kawasan Wharf Jeremie, Monel “Mikano” Felix, dikatakan telah meminta saran dari seorang pentolan voodoo, yang menuduh bahwa para lansia di daerah tersebut menggunakan ilmu hitam untuk mencelakai anak-anak. Setelah anak Felix jatuh sakit, ia memerintahkan pembantaian massal.

Menurut kelompok HAM, anggota geng menggunakan parang dan pisau untuk membunuh lebih dari 100 orang lansia secara brutal pada 6 dan 7 Desember.

Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, menyebutkan bahwa insiden kekerasan yang diorganisir oleh pemimpin geng berpengaruh di ibu kota Haiti selama akhir pekan tersebut menyebabkan setidaknya 184 orang tewas.

Cité Soleil, yang terletak di dekat pelabuhan ibu kota Port-au-Prince, adalah salah satu daerah termiskin dan paling berbahaya di Haiti.

RNDDH juga melaporkan bahwa anak Felix meninggal dunia pada  7 Desember sore.

PBB sebelumnya memperkirakan pada  Oktober bahwa geng Felix memiliki sekitar 300 anggota. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Kemewahan Hidup Assad yang Mencengangkan! Lebih dari 100.000 Orang Terjebak di Penjara Bawah Tanah yang Mengerikan

EtIndonesia. Setelah pemberontak Suriah melancarkan serangan kilat, ibu kota Damaskus berhasil direbut pada 8 Desember, sekaligus menggulingkan rezim otoriter Assad yang telah berkuasa selama puluhan tahun. Di setiap wilayah yang berhasil dikuasai, para pemberontak membebaskan tahanan dari berbagai penjara, termasuk Penjara Militer Saydnaya yang terkenal kejam. Di penjara tersebut, ditemukan lebih dari 100.000 tahanan yang terjebak dalam kondisi mengerikan di sel bawah tanah, menunggu untuk diselamatkan.

Sejak perang saudara Suriah pecah pada 2011, pasukan pemerintah telah menangkap ratusan ribu orang. Kondisi penahanan mereka digambarkan oleh organisasi HAM sebagai sangat buruk.

Pada 7 Desember, aliansi pemberontak Hayat Tahrir al-Sham (HTS) membebaskan lebih dari 3.500 tahanan dari Penjara Militer Homs. Setelah memasuki Damaskus pada 8 Desember, mereka mengumumkan berakhirnya “era tirani” di Penjara Saydnaya, yang selama pemerintahan Assad dikenal sebagai simbol kekejaman paling gelap.

Menurut laporan dari kelompok penyelamat Suriah White Helmets, banyak tahanan ditemukan terjebak di ruang bawah tanah Penjara Saydnaya. Organisasi ini telah mengerahkan lima tim tanggap darurat khusus untuk melakukan penyelamatan dengan bantuan informan yang mengetahui lokasi tahanan.

Pihak berwenang di Damaskus melaporkan bahwa upaya untuk membebaskan para tahanan masih berlangsung. Sebagian tahanan hampir meninggal karena kurangnya ventilasi di ruang bawah tanah. 

Melalui media sosial, mereka meminta bantuan mantan pejabat rezim Assad, termasuk tentara dan staf penjara, untuk memberikan kode elektronik pintu sel bawah tanah. Hal ini diperlukan untuk membebaskan lebih dari 100.000 tahanan yang terlihat dalam rekaman kamera pengawas.

Video yang dilaporkan oleh Al Jazeera menunjukkan upaya orang-orang masuk ke tingkat lebih bawah dari ruang bawah tanah. Dalam salah satu klip, seorang pria menggunakan tongkat untuk membongkar dinding pendek yang menutupi ruangan gelap. Di dalam, terdapat seorang anak kecil bersama ibunya yang ditahan. 

“Assad sudah tumbang, jangan takut,” ujar seseorang di sekitar mereka. Di luar penjara, kerumunan orang berkumpul dengan harapan dapat menyelamatkan keluarga mereka.

Rekaman dari Reuters menunjukkan pemberontak menembaki pintu dan kunci penjara Saydnaya, memungkinkan sejumlah besar tahanan melarikan diri ke lorong. 

Di jalan-jalan Damaskus, beberapa tahanan yang baru bebas berlari sambil bertanya kepada orang-orang apa yang sebenarnya terjadi. Ketika mengetahui bahwa rezim Assad telah tumbang, mereka tertawa penuh kegembiraan.

Menurut laporan BBC, di bawah pemerintahan Assad, puluhan ribu tahanan di Penjara Saydnaya mengalami penyiksaan, pelecehan seksual, dan eksekusi massal. Banyak dari mereka yang hilang, dan keluarga mereka sering kali tidak mengetahui nasib mereka selama bertahun-tahun.

Pada 8 Desember, salah satu penyintas bernama Omar al-Shogre, yang dipenjara selama tiga tahun sejak usia remaja, mengungkapkan kekejaman yang dia alami. 

“Mereka memaksa sepupu saya yang sangat saya cintai untuk menyiksa saya, dan memaksa saya untuk menyiksa dia. Jika tidak, kami berdua akan dieksekusi,” ujarnya.

Menurut Syrian Network for Human Rights, lebih dari 130.000 orang telah ditahan dalam kondisi serupa sejak perang saudara dimulai pada 2011.

Laporan dari Association of Detainees and Missing Persons in Saydnaya Prison (ADMSP) yang berbasis di Turki menyebutkan bahwa sejak perang saudara dimulai, Penjara Saydnaya telah berubah menjadi kamp kematian. Antara 2011 dan 2018, lebih dari 30.000 tahanan dieksekusi, meninggal karena penyiksaan, kekurangan perawatan medis, atau kelaparan. Antara 2018 hingga 2021, setidaknya 500 tahanan juga dieksekusi.

Pada 2017, Amnesty International menggambarkan Penjara Saydnaya sebagai “rumah jagal manusia”, menuding bahwa eksekusi massal tersebut disetujui oleh pihak tertinggi dalam pemerintahan Assad. Namun, pemerintah Suriah membantah tuduhan ini, menyebutnya “tidak berdasar” dan mengklaim bahwa semua eksekusi dilakukan melalui prosedur hukum yang sah.

Kemewahan Assad Terbongkar: Koleksi 40 Mobil Mewah

Setelah Assad melarikan diri, warga Suriah menyerbu kediaman presidennya, menjarah berbagai barang seperti furnitur, perlengkapan tidur, karya seni, hingga mobil-mobil mewah.

Video yang beredar di media sosial, yang telah diverifikasi oleh CNN, menunjukkan bahwa Assad memiliki lebih dari 40 mobil mewah. Di antaranya terdapat Ferrari F50 merah yang bernilai lebih dari 3 juta dolar.

Garasi besar yang terletak di dekat istana presiden tersebut menyimpan berbagai mobil, mulai dari mobil klasik hingga supercar, termasuk Rolls-Royce, Bentley, Lamborghini Diablo, Audi R8, Mercedes-Benz SLS AMG, dan SL65 Black Series.

Kemewahan hidup Assad selama 24 tahun berkuasa kini terungkap. Kediamannya yang megah menampilkan jacuzzi, lantai marmer, lukisan mahal, furnitur kayu premium, dan dekorasi yang sangat mewah. Dalam video lainnya, warga terlihat membawa furnitur, memilih peralatan makan dan perlengkapan tidur, atau bahkan berswafoto di depan interior rumah yang glamor dengan menggunakan tongkat selfie.(jhn/yn)

TikTok Ajukan Permohonan Darurat untuk Menunda Larangan Sambil Menunggu Peninjauan MA AS

Pada Senin (9/12/2024), perusahaan Tiongkok ByteDance dan aplikasi video pendek internasionalnya, TikTok, mengajukan permohonan darurat ke Pengadilan Banding Distrik Columbia AS. Mereka meminta pengadilan untuk sementara menghentikan pemberlakuan undang-undang AS yang menargetkan perusahaan tersebut sambil menunggu peninjauan Mahkamah Agung AS

ETIndonesia. Pada Maret tahun ini, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengesahkan Undang-Undang Melindungi Warga Amerika dari Aplikasi yang Dikontrol oleh Musuh Asing. Undang-undang ini mewajibkan ByteDance menjual semua saham dan bisnisnya di AS dalam waktu 9 bulan. Jika tidak, TikTok akan dilarang beroperasi di wilayah AS. Namun, TikTok tetap memiliki opsi untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

ByteDance dan TikTok mengajukan gugatan terhadap undang-undang tersebut, dengan alasan bahwa undang-undang tersebut “tidak konstitusional dan melanggar kebebasan berbicara.” Namun, pada Jumat (6 Desember), Pengadilan Banding Distrik Columbia menolak permohonan banding TikTok dan memutuskan untuk mempertahankan pemberlakuan undang-undang tersebut.

Dalam keputusan pengadilan, tiga hakim menyatakan: “Amendemen Pertama dirancang untuk melindungi kebebasan berbicara warga AS. Tindakan pemerintah ini sepenuhnya bertujuan untuk melindungi kebebasan tersebut dari campur tangan negara musuh asing dan membatasi kemampuan negara musuh tersebut mengumpulkan data dari rakyat Amerika.”

Keputusan tersebut juga menegaskan: “Undang-undang ini dirancang dengan hati-hati, hanya menargetkan kontrol oleh musuh asing, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menangani ancaman keamanan nasional yang didukung bukti kuat yang ditimbulkan oleh (Partai Komunis) Tiongkok.”

Saat ini, TikTok memiliki lebih dari 170 juta pengguna di AS. TikTok juga menghadapi beberapa gugatan hukum, termasuk tuduhan menggunakan algoritma dan fitur adiktif untuk membuat anak di bawah umur kecanduan, yang dinilai merugikan kesehatan mental remaja. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak berusia 4 hingga 18 tahun di seluruh dunia menghabiskan rata-rata 112 menit sehari menonton TikTok, lebih banyak 60% dibanding waktu yang dihabiskan di YouTube.

TikTok pertama kali menjadi target pemerintah AS selama masa jabatan pertama Donald Trump. Pada Agustus 2020, Trump mencoba melarang TikTok dan WeChat melalui perintah eksekutif, tetapi upaya tersebut diblokir oleh pengadilan AS. Pada 2023, negara bagian Montana juga mengeluarkan larangan awal terhadap TikTok. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Rezim Assad Tumbang, Israel Gempur Pos Militer Hingga Turkiye Serang Wilayah Utara Suriah

ETIndonesia. Setelah kelompok pemberontak Suriah menggulingkan Presiden Bashar al-Assad pada Minggu (8/12/2024), Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa Israel pada Senin (9/12/2024) melancarkan serangan udara terhadap pos-pos militer bekas pasukan pemerintah Suriah di Damaskus, wilayah selatan, dan pesisir. Sementara itu, drone milik Turkiye menyerang wilayah yang dikuasai Kurdi di utara Suriah, menewaskan 11 warga sipil, termasuk enam anak-anak.

Israel Tingkatkan Serangan Udara

Pejabat Israel menyatakan bahwa untuk mencegah potensi ancaman, mereka akan meningkatkan serangan terhadap lokasi penyimpanan senjata canggih di Suriah dan tetap mempertahankan kehadiran militer terbatas di wilayah tersebut.

Menurut laporan AFP, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, melalui direktur Rami Abdel Rahman, menyebutkan bahwa serangan udara Israel menghantam gudang senjata yang menyimpan rudal antitank dan sistem pertahanan udara.

Meskipun kelompok pemberontak Suriah berhasil menggulingkan Assad dan memutus pengaruh Iran di wilayah tersebut, keberadaan kelompok pemberontak yang mengadopsi ideologi seperti Al-Qaeda juga menjadi ancaman baru bagi keamanan kawasan.

Pernyataan Israel

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa militer Israel akan menghancurkan senjata strategis di seluruh Suriah, termasuk rudal darat-ke-udara, sistem pertahanan udara, rudal darat-ke-darat, rudal jelajah, roket jarak jauh, dan rudal pertahanan pantai.

Pejabat senior Israel juga mengungkapkan bahwa serangan udara akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menegaskan bahwa pihaknya tidak berniat campur tangan dalam urusan internal Suriah, tetapi fokus pada kpeada perlindungan keamanan warga Israel.

Saar menambahkan, “Kami menyerang senjata strategis seperti senjata kimia, rudal jarak jauh, dan roket untuk mencegahnya jatuh ke tangan ekstremis.”

Serangan Drone Turkiye di Wilayah Kurdi

Selain itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia juga melaporkan bahwa drone Turkiye menyerang wilayah yang dikuasai Kurdi di utara Suriah, menewaskan 11 warga sipil dari satu keluarga, termasuk enam anak-anak.

Sejak perang saudara Suriah meletus pada 2011, Turkiye sering melakukan intervensi militer lintas batas, terutama menargetkan pasukan yang dipimpin Kurdi. Saat ini, Turkiye mengendalikan sebagian wilayah perbatasan utara Suriah. (hui)

Israel Bombardir Pangkalan Militer Suriah, Membantah Melewati Zona Penyangga

EtIndonesia. Pada hari Selasa (10/12) Israel melancarkan serangan udara terhadap pangkalan militer Suriah, dengan alasan mencegah senjata jatuh ke tangan pemberontak, namun membantah bahwa pasukannya telah melewati zona penyangga perbatasan ke wilayah Suriah.

Sumber keamanan lokal dan pejabat militer Suriah yang kini telah runtuh menggambarkan serangan udara pagi itu sebagai salah satu yang paling dahsyat. Serangan tersebut menghancurkan berbagai fasilitas militer dan pangkalan udara di seluruh Suriah, termasuk puluhan helikopter, pesawat tempur, serta aset Pasukan Garda Republik di Damaskus dan sekitarnya.

Sumber tersebut memperkirakan sekitar 200 serangan udara yang dilakukan pada malam hari hampir menghancurkan semua aset militer Suriah.

Israel menyatakan bahwa serangan ini akan berlangsung beberapa hari, tetapi kepada Dewan Keamanan PBB, mereka menegaskan tidak terlibat dalam konflik Suriah. Israel mengklaim telah mengambil “langkah terbatas dan sementara” semata-mata untuk melindungi keamanannya.

Sejak akhir pekan, jet tempur Israel telah menargetkan beberapa fasilitas pemerintah Suriah. Tujuannya adalah memastikan bahwa peralatan militer, termasuk pesawat tempur, rudal, dan senjata kimia, tidak jatuh ke tangan kelompok pemberontak.

Israel menyambut baik kejatuhan Assad—sekutu utama Iran, musuh bebuyutannya. Namun, Israel bersikap hati-hati terhadap kelompok pemberontak utama, Front Nasional Pembebasan–Tahrir al-Sham, karena memiliki hubungan dengan Al-Qaeda dan ISIS.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin menyatakan bahwa setelah jatuhnya Assad, Israel akan menggunakan segala cara untuk melindungi keamanannya.

Bantahan Masuk ke Wilayah Suriah

Israel membantah bahwa pasukannya telah melewati zona penyangga Dataran Tinggi Golan ke wilayah Suriah. Sebelumnya, sumber Suriah melaporkan bahwa pasukan Israel telah masuk sejauh 25 kilometer dari ibu kota Damaskus.

Setelah rezim Assad runtuh, pasukan Israel dilaporkan masuk ke zona penyangga yang didirikan setelah Perang Timur Tengah tahun 1973. Pasukan khusus Israel juga merebut pos pengawasan yang ditinggalkan di sisi Suriah Gunung Hermon, sebuah lokasi strategis yang memberikan pandangan luas ke Damaskus.

Sumber keamanan Suriah mengatakan pasukan Israel telah mencapai sebuah kota di barat daya Damaskus, di sisi timur zona demiliterisasi. Namun, klaim ini dibantah oleh militer Israel.

Juru bicara militer Israel mengatakan: “Laporan media tentang tank Israel yang bergerak menuju Damaskus adalah palsu. Pasukan Pertahanan Israel tetap berada di dalam zona penyangga, seperti yang sebelumnya dinyatakan.”

Israel juga menyatakan bahwa meskipun telah mencapai gencatan senjata dengan Hizbullah Lebanon yang didukung Iran setelah berminggu-minggu pertempuran, mereka tidak menginginkan konfrontasi dengan kekuatan baru yang menguasai Damaskus.(jhn/yn)