Akhirnya Terbongkar Rencana Kerja dan Tuntutan Khusus PKT untuk Menganiaya Falun Gong Secara Global

ETIndonesia. World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG) atau Organisasi Internasional untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong yang berbasis di New York, Amerika Serikat pada 5 Desember 2024, merilis sebuah pengumuman yang mengungkap rencana kerja dan tuntutan khusus dari sistem politik dan hukum Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk menganiaya Falun Gong sepanjang tahun ini. 

Sebelumnya, Kementerian Keamanan Negara dan Kementerian Keamanan Publik PKT diketahui telah merencanakan serangkaian serangan terhadap Falun Gong di luar negeri, yang merupakan bagian dari aktivitas kriminal PKT di luar negeri.

Menurut laporan yang diterima WOIPFG, pada paruh pertama tahun 2024, sistem politik dan hukum PKT mengadakan beberapa pertemuan untuk menetapkan target dan rencana kerja tahunan. 

Pada Mei, pertemuan yang diselenggarakan oleh Komisi Politik dan Hukum dihadiri oleh Sekretaris Chen Wenqing. 

Pada Juni, Kementerian Keamanan Publik, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Chen Siyuan, mengadakan pertemuan untuk mengimplementasikan arahan tersebut. Pertemuan ini diadakan secara virtual dengan partisipasi berbagai cabang di seluruh daerah, dengan fokus utama pada penindasan terhadap Falun Gong di luar negeri.

Pada pertemuan yang diadakan pada 18 Mei, lima poin penting disampaikan terkait rencana serangan terhadap Falun Gong:

  1. Memantau Aktivitas Falun Gong di Dalam Negeri: Mengamati rencana penyebaran informasi Falun Gong ke dalam negeri, terutama menjelang tanggal-tanggal penting seperti 13 Mei, 4 Juni, dan 20 Juli. Semua instansi keamanan diinstruksikan untuk merancang langkah-langkah kontra.
  2. Menyusup ke Falun Gong di Luar Negeri: Menggunakan berbagai saluran intelijen untuk memperoleh rencana internal Falun Gong di luar negeri, seperti dalam bidang budaya, ekonomi, dan pengembangan bakat. Agen khusus diperintahkan menyusup ke kalangan pemimpin Falun Gong di luar negeri.
  3. Memantau Hubungan Falun Gong dengan Barat: Mengawasi hubungan Falun Gong dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya, termasuk dukungan bipartisan di AS, serta kebijakan baru yang dirancang untuk PKT. Fokus khusus diberikan pada pemilihan umum AS, sikap Falun Gong, dan tindakan mereka.
  4. Mencegah Sanksi terhadap Pemimpin PKT: Memberikan perhatian khusus pada rencana kerja sama Falun Gong dengan politisi Barat untuk memberikan sanksi terhadap pejabat tinggi PKT. Semua upaya harus dilakukan untuk menghentikan aksi tersebut.
  5. Memecah Belah Kelompok Antikomunis: Mengumpulkan informasi tentang tokoh utama dari kelompok pro-demokrasi di Tiongkok, memanfaatkan kelemahan mereka untuk kontra-propaganda, dan merusak kerja sama antara Falun Gong dan berbagai organisasi pro demokrasi. Strategi ini bertujuan menciptakan konflik di antara mereka sehingga tidak dapat mengganggu urusan dalam negeri PKT.

Pengumuman WOIPFG juga mengungkap bahwa serangan terhadap media independen seperti The Epoch Times hanyalah bagian dari rencana yang lebih luas. Target utama PKT adalah membubarkan komunitas Falun Gong di luar negeri. Mereka bahkan berencana menggunakan cara-cara yang tidak terbayangkan oleh masyarakat umum untuk menyerang individu penting di The Epoch Times dan Shen Yun.

Kelompok aksi khusus PKT di luar negeri diketahui menyebarkan rumor seperti “Pemerintah AS telah dibeli oleh PKT dan akan membubarkan Falun Gong” untuk memprovokasi konflik antara praktisi Falun Gong dan pemerintah AS. Mereka juga menyebarkan propaganda ini melalui akun-akun media sosial yang dikontrol oleh PKT.

WOIPFG mengonfirmasi bahwa berbagai serangan terhadap Falun Gong di luar negeri dirancang oleh Kementerian Keamanan Negara dan Kementerian Keamanan Publik PKT. 

Operasi ini dilakukan melalui “Kantor Kerja Penumpasan Falun Gong” (disingkat “Kantor Kerja Penumpasan”), yang merupakan cabang dari Kantor 610 di luar negeri, sebuah organisasi rahasia yang secara khusus menangani penindasan Falun Gong.

BACA JUGA : (Eksklusif) Dalam Rapat Rahasia, Xi Jinping Menginstruksikan Strategi Baru untuk Menyerang Falun Gong Secara Global

Sejak 1999, PKT telah menggunakan seluruh mesin negara untuk melancarkan penganiayaan terhadap jutaan praktisi Falun Gong, termasuk penyiksaan, pemenjaraan ilegal,  bahkan menjadi sasaran empuk pengambilan organ secara paksa. Tindakan ini digolongkan sebagai kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Partai Komunis Tiongkok (PKT) memandang kepopuleran dan ajaran spiritual Falun Gong sebagai ancaman terhadap ideologi mereka.

Untuk diketahui, Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa dengan melibatkan latihan meditasi dan ajaran moral yang didasarkan pada prinsip Sejati-Baik-Sabar. 

Setelah diperkenalkan pada tahun 1992, Falun Gong mendapatkan pengakuan luas atas manfaatnya bagi kesehatan, menarik sekitar 70 juta hingga 100 juta praktisi pada akhir dekade ini. 

WOIPFG menyerukan kepada semua masyarakat  di seluruh dunia yang mencintai keadilan untuk segera bertindak, mengumpulkan bukti dan daftar nama pelaku penganiayaan untuk mendukung pengadilan mendatang atas kejahatan terhadap kemanusiaan oleh PKT. Hal ini tidak hanya untuk menghukum kejahatan mereka tetapi juga untuk mempertahankan moralitas dan hati nurani umat manusia. 

Sumber : NTDTV.com

Lihat laporan WOIPFG : Investigation Notice on Escalated Transnational Repression by the Chinese Communist Regime

‘Burung Tertua di Dunia’ Akan Menjadi Induk Lagi, Bertelur di Usia 74

EtIndonesia. Menjadi orang tua bisa jadi sulit, bahkan bagi yang muda dan energik, tetapi seekor burung albatros tua akan mengalaminya lagi – di usianya yang sangat tua (dan tampaknya memecahkan rekor) yaitu 74 tahun.

Wisdom, seekor Albatros Laysan, adalah satu dari jutaan burung laut besar yang kembali ke Midway Atoll, dekat Hawaii, setiap tahun untuk bersarang.

Para ahli satwa liar mengatakan selama beberapa dekade dia melakukan ini dengan pasangan yang sama – burung-burung tersebut dikenal sebagai burung monogami – dan telah bertelur lebih dari 50 butir sepanjang hidupnya.

Tetapi pasangannya tidak terlihat selama bertahun-tahun, dan Wisdom baru-baru ini mulai menggoda burung jantan lain.

Pada kunjungan tahun ini, dia telah menghasilkan telur yang dibantu oleh pasangan barunya untuk dierami.

“Kami optimis bahwa telur itu akan menetas,” kata Jonathan Plissner, ahli biologi satwa liar pengawas di Midway Atoll National Wildlife Refuge.

Foto dan video yang disediakan oleh US Fish and Wildlife Service menunjukkan calon induk yang bangga itu tampaknya berceloteh kepada telur mereka sebelum si jantan mengeraminya.

Wisdom diidentifikasi dan diberi tanda saat dia bertelur pertama kali di tempat perlindungan tersebut pada tahun 1956, saat dia berusia setidaknya lima tahun – saat Albatross Laysan mencapai kematangan seksual.

Itu berarti pada akhir bulan ini, Wisdom akan berusia setidaknya 74 tahun, dan bisa jadi beberapa tahun lebih lama lagi, menjadikannya burung liar tertua yang diketahui di dunia.

Albatross Laysan dapat memiliki lebar sayap hingga 203 sentimeter dan menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer untuk mencari makanan.

Rentang hidup rata-rata burung sangat bervariasi menurut spesiesnya. Burung kecil biasanya hanya hidup dua hingga tiga tahun, sementara burung laut – termasuk albatros dan penguin – terkadang mencapai usia 40 atau 50 tahun. Burung beo, satu-satunya burung, dapat hidup lebih lama dari manusia, dengan seekor kakatua yang diduga dapat hidup lebih lama dari 100 tahun.

Ada lebih dari selusin spesies albatros, yang ditemukan di Belahan Bumi Selatan serta di Samudra Pasifik Utara.

Burung-burung ini telah lama ditampilkan dalam cerita tentang kehidupan di laut, terutama dalam “The Rime of the Ancient Mariner” karya Samuel Taylor Coleridge, di mana seorang pelaut mendatangkan malapetaka pada kapalnya dengan membunuh salah satu burung, yang mayatnya kemudian digantung di lehernya. (yn)

Sumber: sciencealert

Laporan Penelusuran Asal  Muasal Virus COVID-19 oleh Kongres AS : Suatu Hal yang Paling Ditakuti Beijing

ETIndonesia. Kongres Amerika Serikat pada 2 Desember 2024 merilis laporan penyelidikan asal-usul COVID-19, yang menyimpulkan bahwa virus tersebut kemungkinan besar bocor dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok. Kesimpulan ini merupakan sesuatu yang telah diupayakan keras oleh pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) agar dihindari selama bertahun-tahun, namun akhirnya gagal total. 

Laporan  yang disusun oleh Kongres AS ini, berpotensi menjadi dasar baru bagi masyarakat internasional untuk melanjutkan penyelidikan asal-usul virus dan mempertanggungjawabkan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah PKT. 

Lalu, apa temuan baru dalam laporan ini? Dan bagaimana dampaknya terhadap hubungan Tiongkok-AS serta masyarakat internasional?

Laporan Penelusuran Asal Virus oleh DPR AS: Kebocoran dari Laboratorium Wuhan

Dr. Lin Xiaoxu, seorang ahli virus Amerika dan anggota Komisi Krisis Tiongkok, menjelaskan dalam program Forum Elite New Tang Dynasty bahwa laporan akhir ini disusun oleh Komite Khusus Pandemi COVID-19 di bawah Komite Pengawasan DPR AS. Laporan setebal 520 halaman tersebut menyimpulkan bahwa laboratorium di Tiongkok adalah sumber paling mungkin dari kebocoran virus.

Menurut Dr. Lin, laporan ini didasarkan pada bukti yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk wawancara dengan sejumlah saksi, meskipun penyelidikannya terbatas pada wilayah Amerika Serikat karena kurangnya kerja sama dari pemerintah PKT. 

Kesimpulan laporan ini menyoroti lima poin utama yang mendukung teori kebocoran laboratorium Wuhan, salah satunya adalah karakteristik unik dari virus itu sendiri.

Temuan Utama dalam Laporan

  1. Karakteristik Virus Menunjukkan Intervensi Buatan
    Laporan ini menyoroti keberadaan Furin Cleavage Site pada protein lonjakan virus, yang dianggap sebagai indikasi modifikasi buatan. Berdasarkan dokumen komunikasi antar ilmuwan terkemuka yang disertakan dalam laporan ini mengungkapkan bahwa banyak dari mereka awalnya mencurigai virus tersebut merupakan hasil rekayasa laboratorium.
    Salah satu contohnya adalah artikel yang diterbitkan di Nature Medicine oleh Dr. Anthony Fauci dan sejumlah ilmuwan lainnya. Artikel tersebut bertujuan untuk menepis teori kebocoran laboratorium. Namun, laporan ini menunjukkan bahwa banyak ilmuwan yang berkontribusi pada artikel itu sebenarnya awalnya meragukan bahwa virus ini berasal dari alam.
  2. Laboratorium Wuhan Tidak Dapat Membuktikan Keamanan dan Kepatuhan
    Laboratorium Wuhan tidak menyediakan bukti yang menunjukkan bahwa virus tersebut bukan berasal dari laboratorium mereka. Bahkan pada September 2019, beberapa peneliti di laboratorium itu dilaporkan terinfeksi penyakit mirip SARS-CoV-2.
  3. Hambatan dalam Penyelidikan
    Ketika Kongres AS mencoba menyelidiki melalui EcoHealth Alliance—organisasi nirlaba yang bekerja sama dengan Laboratorium Wuhan—mereka menghadapi hambatan. Direktur EcoHealth, Peter Daszak, meminta catatan laboratorium kepada Shi Zhengli, seorang ilmuwan di Laboratorium Wuhan, tetapi tidak mendapatkan respons. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah PKT untuk menghalangi investigasi.
  4. Kelemahan Hipotesis Asal-usul Alami
    Jika virus menyebar secara alami, seharusnya terdapat beberapa kejadian transmisi lintas spesies secara bersamaan di berbagai lokasi. Namun, pola penyebarannya tidak menunjukkan hal ini.

Laporan ini menyimpulkan bahwa hipotesis kebocoran laboratorium adalah yang paling masuk akal, sekaligus menyangkal teori bahwa virus berasal dari pasar makanan laut Huanan atau hewan seperti trenggiling.

Implikasi Internasional

Menurut Dr. Lin, sekitar sepertiga dari laporan ini membahas asal-usul virus dengan menyertakan analisis dari berbagai ilmuwan terkemuka. Temuan ini menantang narasi resmi pemerintah PKT dan berpotensi memicu tuntutan internasional untuk penyelidikan lebih lanjut serta langkah-langkah pertanggungjawaban terhadap pemerintah PKT.

Tiongkok Melakukan Penelitian Gain of Function dengan Dukungan Amerika Serikat

Dalam Forum Elite yang digelar NTD – Epoch Times , Dr. Lin Xiaoxu menjelaskan bahwa penelitian gain of function (peningkatan fungsi) merupakan salah satu topik penting dalam laporan tersebut. Laporan itu menyatakan dengan jelas bahwa beberapa pemimpin utama di National Institutes of Health (NIH) mendukung penelitian ini. 

Melalui organisasi EcoHealth Alliance, NIH secara tidak langsung menggunakan uang pajak rakyat Amerika untuk mendanai penelitian gain of function di Laboratorium Wuhan. Selain itu, disebutkan bahwa sejak tahun 2017, Laboratorium Wuhan memiliki kerja sama erat dengan militer PKT, yang menjadi isu penting: mengapa uang pajak rakyat AS digunakan untuk mendukung penelitian berbahaya seperti ini?

Penelitian gain of function melibatkan pengeditan genetik untuk meningkatkan fungsi virus corona, seperti kemampuan menular antar spesies atau meningkatkan tingkat patogenitasnya.

Kritik terhadap Pendekatan Internasional

Dr. Lin menyoroti bahwa konsep di balik dukungan ini memiliki kelemahan besar. Para pemimpin NIH dan komunitas kesehatan masyarakat serta epidemiologi internasional memiliki pandangan bahwa untuk mencegah pandemi global berikutnya, diperlukan kerja sama lintas negara dan pengumpulan sampel virus penting di seluruh dunia, termasuk penelitian gain of function.

Namun, menurut Dr. Lin, pendekatan ini memiliki cacat mendasar. Ide bahwa dunia akan bekerja sama demi kebaikan bersama adalah pandangan utopis yang tidak mempertimbangkan realitas keberadaan pemerintah jahat dan kelompok teroris. Ketika sampel virus dikumpulkan, tidak ada jaminan bahwa penelitian terhadapnya dilakukan di lingkungan yang aman dan terkendali. Para pemimpin NIH dan ilmuwan internasional tidak mampu mengendalikan risiko penelitian ini.

Motivasi Ilmuwan dan Risiko Penelitian

Dr. Lin juga berpendapat bahwa banyak ilmuwan didorong oleh ambisi untuk mengejar nama dan prestasi. Mereka mengumpulkan berbagai sampel virus dengan tujuan mempublikasikan temuan baru yang signifikan, seperti hasil analisis sekuensing, tanpa memikirkan apakah risiko dari penelitian ini dapat dikelola dengan baik.

Laporan Kongres AS menunjukkan dengan jelas hubungan erat antara EcoHealth Alliance dan Dr. Anthony Fauci dari NIH, termasuk penasihat seniornya. Hubungan ini memainkan peran kunci dalam mempromosikan penelitian gain of function.

Kesimpulan

Temuan ini menyoroti perlunya peninjauan ulang tentang bagaimana penelitian berisiko tinggi seperti gain of function didanai dan dilaksanakan, terutama ketika melibatkan kerja sama dengan negara atau institusi yang memiliki potensi konflik kepentingan atau standar keamanan yang dipertanyakan.

Komunitas Ilmiah Internasional Membantu PKT Mengembangkan Patogen Berbahaya

Dalam Forum Elite, Dr. Lin Xiaoxu menjelaskan bahwa artikel yang diterbitkan di jurnal Nature Medicine pada awalnya ditolak oleh editor karena dinilai tidak cukup keras dalam menolak teori kebocoran laboratorium. Editor meminta artikel tersebut direvisi agar sepenuhnya menyangkal kemungkinan kebocoran laboratorium. Akhirnya, versi akhir artikel tersebut secara tegas menolak teori kebocoran laboratorium. Artikel ini kemudian dijadikan acuan oleh WHO, pejabat kesehatan masyarakat AS, dan pihak lainnya, sehingga membantu PKT menghindari pertanggungjawaban internasional. Pendapat yang berbeda tentang kebocoran laboratorium ditekan, dan mekanisme ini sepenuhnya dimanfaatkan oleh PKT.

Dukungan Internasional terhadap Program Biologi PKT

Selain itu, Dr. Lin menyoroti bahwa PKT memiliki program besar dalam pengembangan senjata biologis. Dalam dua dekade terakhir, virologi di Tiongkok berkembang pesat dengan dukungan internasional, termasuk pendanaan, teknologi, dan kerja sama dengan virolog dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Singapura. 

Para ilmuwan seperti Shi Zhengli sengaja dikirim ke luar negeri untuk pelatihan, dan teknologi yang diperoleh digunakan untuk memperkuat kemampuan penelitian virologi Tiongkok, dengan militer PKT secara diam-diam terlibat dalam pengembangan senjata biologis yang berbahaya.

Dr. Lin menegaskan bahwa komunitas ilmiah internasional secara tidak langsung telah dimanfaatkan oleh PKT untuk mengembangkan patogen yang berbahaya bagi dunia.

Kemungkinan Amerika Serikat Menuntut Kompensasi dari PKT

Produser independen Li Jun mengatakan dalam Forum Elite bahwa pandemi COVID-19 telah menyebabkan dampak besar di seluruh dunia. Sebuah laporan think tank Heritage Foundation yang dirilis pada Juli 2024 memperkirakan bahwa hingga akhir 2023, pandemi telah menyebabkan satu juta kematian di Amerika Serikat, sementara angka kematian global mendekati delapan juta orang. 

Namun demikian, angka dari Tiongkok tidak termasuk karena pemerintah PKT terus menutupi fakta sebenarnya. Laporan tersebut juga memperkirakan bahwa pandemi menyebabkan kerugian ekonomi hanya di AS mencapai sekitar $18 triliun. Jika digabungkan dengan kerugian ekonomi global, angkanya akan mencapai jumlah astronomis.

Dr. Lin menilai bahwa pemerintah Trump kemungkinan besar akan memanfaatkan laporan ini untuk menuntut kompensasi dari PKT. Kongres AS telah mengkonfirmasi bahwa kebocoran laboratorium adalah kemungkinan terbesar sebagai sumber virus, sehingga bola ada di tangan eksekutif untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kapan dan berapa jumlah tuntutan kompensasi.

Prospek dan Dampaknya

Namun, Dr. Lin mengakui bahwa keberhasilan mendapatkan kompensasi dari PKT sangat kecil karena PKT akan menggunakan berbagai cara untuk mengelak. Meski demikian, langkah ini akan menunjukkan kepada dunia peran PKT dalam pandemi ini, serta dampaknya yang merugikan secara global. Hal ini diharapkan membuka mata lebih banyak orang terhadap sifat buruk pemerintah PKT.

Jika Trump atau negara lain seperti Eropa dan Australia ikut menuntut pertanggungjawaban, meskipun tuntutan kompensasi mungkin tidak berhasil, langkah ini dapat mengisolasi Tiongkok secara geopolitik. Menurut Dr. Lin, efek ini akan sangat signifikan dalam memperlemah posisi PKT di kancah internasional.

Laporan Penelusuran Asal Usul Virus Akan Menjadi Senjata Amerika Melawan PKT

Jurnalis senior Guo Jun dalam program Forum Elite menyatakan bahwa dunia di masa depan akan menghadapi situasi konfrontasi antara dua blok besar. Menurut Wang Juntao, jenis konfrontasi ini lebih panas daripada perang dingin tetapi lebih dingin daripada perang panas, disebut sebagai “perang hangat”. Dalam situasi seperti ini, penting untuk merebut posisi moral yang tinggi dan mendapatkan dukungan opini publik internasional sebesar-besarnya.

Guo Jun menjelaskan bahwa perang moral yang dilancarkan oleh negara-negara otoriter terhadap negara-negara demokratis sebenarnya sudah dimulai. Sebagai contoh, dalam konflik Hamas-Israel, muncul organisasi pendukung Palestina di universitas-universitas Amerika Serikat yang bersikap anti-Amerika dan anti-Israel. Perang moral ini tidak hanya terjadi di Amerika, tetapi juga di seluruh dunia, termasuk di Eropa, PBB, dan Mahkamah Internasional. Saat ini, blok Barat belum memiliki strategi konsisten dalam menghadapi ini, kecuali kecaman atas kamp konsentrasi Uyghur di Xinjiang yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Namun, penelusuran asal usul COVID-19 dan pertanggungjawaban PKT mungkin menjadi langkah penting, mengingat setiap negara telah menderita kerugian akibat pandemi ini.

Dampak Pandemi pada Tatanan Global

Guo Jun menambahkan bahwa pandemi dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak besar pada situasi politik global. Pertama, reputasi lembaga-lembaga internasional seperti PBB dan WHO merosot tajam. Hal ini membuktikan bahwa lembaga-lembaga ini tidak mampu berfungsi secara efektif saat menghadapi krisis nyata.

Kedua, globalisasi tahap kedua kemungkinan besar akan mengalami kemunduran besar. Dalam istilah politik, ini dapat diartikan sebagai kebangkitan kembali paham populisme. Globalisasi tahap kedua merujuk pada upaya negara-negara untuk tidak hanya menyatukan perdagangan dan ekonomi, tetapi juga nilai-nilai dan sistem politik. Namun, pandemi menunjukkan berbagai efek samping dari globalisasi ini, termasuk penyebaran virus yang cepat.

Laporan Virus Kongres Amerika Serikat 

Guo Jun menyatakan bahwa laporan Kongres AS tentang asal usul virus memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk merenungkan nilai dan fungsi lembaga-lembaga internasional di bawah pemikiran globalisasi, serta mengevaluasi dampak positif dan negatif globalisasi terhadap umat manusia. Kedua, laporan ini berpotensi menjadi senjata Amerika Serikat dalam menghadapi Tiongkok di masa depan.

Dr. Lin Xiaoxu dalam Forum Elite menegaskan bahwa laporan ini penting karena menunjukkan keberanian Amerika untuk mengakui kesalahan di masa lalu. Laporan ini dihasilkan oleh Kongres yang melibatkan kedua partai besar, menunjukkan adanya konsensus bipartisan untuk memperbaiki berbagai kebijakan, termasuk perlindungan kebebasan individu, pengawasan terhadap perusahaan farmasi, serta penanganan efek samping vaksin dan mekanisme kompensasi. Selain itu, laporan ini juga bisa menjadi contoh bagi masyarakat internasional.

Lebih jauh lagi, tanggung jawab PKT atas penyebaran pandemi secara global akan membuka mata lebih banyak negara untuk mengambil sikap lebih keras terhadap PKT. Hal ini bukan hanya tentang hubungan AS-Tiongkok, tetapi juga mencerminkan perubahan sikap komunitas internasional terhadap PKT.

Program televisi baru Forum Elite yang diproduksi oleh NTD dan The Epoch Times berfokus pada isu-isu hangat dan memberikan analisis mendalam tentang peristiwa terkini serta fakta sejarah. Program ini menyatukan tokoh-tokoh elit dari berbagai bidang di seluruh dunia untuk memberikan pandangan mendalam kepada pemirsa. Seluruh episode program ini dapat disaksikan secara daring. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Rakyat Suriah Bebas! Rezim Assad Runtuh Setelah 50 Tahun Berkuasa

EtIndonesia. Warga Suriah merayakan kemenangan besar pada hari ini setelah berhasil menggulingkan rezim otoriter keluarga Assad yang telah berkuasa selama hampir setengah abad. Demonstrasi damai menyebar ke seluruh negeri, menandai akhir dari pemerintahan yang ditandai oleh kekerasan dan penindasan.

Menurut laporan Reuters, Presiden Bashar al-Assad telah melarikan diri ke Moskow, bersama keluarganya dan diberikan suaka oleh Rusia. Langkah ini terjadi setelah negosiasi intens antara pemberontak dan pemerintah internasional, yang mengakibatkan penyerahan kekuasaan secara damai oleh Assad. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa negara tersebut akan terus berkomunikasi dengan semua kelompok oposisi Suriah untuk memastikan transisi yang stabil.

Di Amerika Serikat, Presiden terpilih AS,  Donald Trump merespons melalui platform media sosialnya. Trump mengungkapkan bahwa Rusia, yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin, kini kehilangan minat dalam urusan Suriah karena terlibat dalam perang dengan Ukraina yang menguras sumber daya dan mengakibatkan lebih dari 600.000 tentara Rusia terluka atau tewas. Trump menyerukan gencatan senjata segera dan dialog antara Ukraina dan Rusia untuk menghentikan konflik yang telah mengorbankan ribuan nyawa.

Sementara itu, televisi nasional Suriah melaporkan penggulingan Assad dan pembebasan semua tahanan politik. Warga yang telah lama menderita di bawah rezim tersebut kini merayakan kebebasan mereka.

“Saya sudah dipenjara selama 10 tahun, dan sekarang rezim telah runtuh,” ujar seorang narapidana yang baru saja dibebaskan.

Perayaan serupa juga dirayakan oleh para diaspora Suriah, termasuk di Berlin, yang dibandingkan oleh warga Suriah di Jerman dengan runtuhnya Tembok Berlin.

Sementara itu, pasukan Israel melancarkan operasi besar-besaran untuk merebut kembali Dataran Tinggi Golan dan zona buffer yang telah lama menjadi titik konflik antara Israel dan Suriah. 

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan keamanan perbatasan Israel dari ancaman ekstremis. Serangan udara terbesar yang pernah dilancarkan Israel terhadap Suriah sejak Perang Yom Kippur menargetkan berbagai fasilitas militer dan infrastruktur strategis, tanpa menimbulkan korban sipil.

Organisasi oposisi terbesar di Suriah, HTS, melalui pemimpinnya  Abu Mohammed al-Jolani, menyatakan kesiapan mereka untuk membangun hubungan persahabatan dengan negara-negara di kawasan, termasuk Israel.

“Kami tidak memiliki musuh selain rezim Assad, Hizbullah, dan Iran. Tindakan Israel terhadap Hizbullah sangat membantu kami,” ujar Jolani.

Pusat Komando Amerika Serikat juga mengambil langkah tegas dengan melancarkan 75 serangan udara terhadap kamp-kamp ISIS di tengah Suriah. Serangan ini ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur dan kepemimpinan ISIS, tanpa menimbulkan korban sipil. Komandan Pusat Komando AS, Kurila, menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan ISIS melakukan reorganisasi di tengah kekacauan politik saat ini.

Presiden Joe Biden mengomentari situasi tersebut dengan mengatakan bahwa sekutu tradisional Assad seperti Rusia, Iran, dan Hizbullah kini berada dalam kondisi lemah dan terpecah belah.

“Dukungan mereka terhadap Assad telah runtuh dalam seminggu terakhir. Ini adalah momen penting bagi rakyat Suriah untuk membangun masa depan yang lebih baik,” kata Biden.

Profesor Zhang Ping dari Universitas Tel Aviv menyoroti peran intervensi militer asing dalam mempertahankan rezim Assad. 

“Rezim Assad bertahan berkat dukungan militer dari Rusia, Iran, dan Hizbullah. Kini, dengan hilangnya dukungan tersebut, rakyat Suriah memiliki kesempatan untuk menggulingkan diktator dan membangun pemerintahan yang lebih adil dan demokratis.”

Reaksi internasional terhadap kejatuhan rezim Assad sangat beragam. Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan kesiapan Eropa untuk mendukung rekonstruksi Suriah dan menjaga persatuan nasional. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan penghormatan kepada rakyat Suriah dan menegaskan komitmen Prancis terhadap keamanan Timur Tengah. Kanselir Jerman Olaf Scholz mendukung upaya rekonstruksi hukum dan tatanan di Suriah, menyoroti penderitaan panjang yang dialami rakyat Suriah.

Di Timur Tengah, Iran menegaskan komitmennya terhadap kedaulatan dan persatuan Suriah, menyerukan penghentian konflik militer dan dialog nasional. Raja Abdullah dari Yordania dan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, juga menyerukan agar masa depan Suriah ditentukan oleh rakyatnya sendiri dan pemerintahan baru harus inklusif. Perdana Menteri Netanyahu menyatakan bahwa kejatuhan Assad merupakan hasil langsung dari tindakan Israel terhadap Hizbullah dan Iran, dan menegaskan bahwa Israel akan terus melindungi perbatasannya dari ancaman eksternal.

Sebagai bagian dari upaya internasional, PBB dan para pemimpin multinasional mendesak Suriah untuk segera memulihkan hukum dan tatanan, melindungi kelompok minoritas, serta melaksanakan dialog inklusif. Utusan khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, berharap bahwa transisi politik akan berlangsung damai dan inklusif, menghormati hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia.

Kejatuhan rezim Assad membuka babak baru bagi Suriah, penuh dengan harapan namun juga tantangan besar. Rekonstruksi negara yang telah lama dilanda perang ini akan membutuhkan dukungan internasional dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat Suriah untuk membangun masa depan yang lebih stabil dan damai.

Heboh Suriah: Pemberontak Menjatuhkan Assad, Damaskus Berpesta Merdeka

EtIndonesia. Dalam perkembangan terbaru yang mengejutkan, pasukan oposisi Suriah berhasil merebut ibu kota  Damaskus, pada tanggal 7 Desember. Keberhasilan ini ditandai dengan munculnya video yang menunjukkan para pemberontak yang mengenakan seragam kamuflase menembakkan senjata ke udara sebagai simbol kemenangan. Di berbagai sudut kota, warga Damaskus terlihat memanjat tank dan bersorak sorai merayakan pembebasan ibu kota.

Menurut pernyataan dari berbagai organisasi milisi dan kelompok pengamat hak asasi manusia, Presiden Bashar al-Assad telah melarikan diri dari Damaskus. Abdul, Direktur Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah, mengonfirmasi bahwa Assad kabarnya meninggalkan kota melalui Bandara Internasional Damaskus. 

Informasi lebih lanjut diperoleh dari blogger militer Tandar di platform X, yang melaporkan bahwa sebuah pesawat dengan nomor penerbangan 76 yang berangkat dari Damaskus menuju pesisir Suriah jatuh di dekat kota Homs. Pesawat tersebut diduga ditembak jatuh oleh pasukan anti-pemerintah, memicu spekulasi bahwa Assad mungkin berada di dalamnya.

Beberapa analis politik mengemukakan dugaan bahwa Presiden Assad mungkin berada dalam pesawat tersebut. CNN melaporkan bahwa pasukan intelijen pemberontak telah melakukan pencarian intensif di Damaskus pada malam hari untuk menemukan Assad, namun hingga kini belum berhasil menemukannya.

Dalam perkembangan terkait, Perdana Menteri Suriah, Mohammad Ghazi al-Jalali, mengumumkan kesiapan untuk menyerahkan kekuasaan pada hari Minggu. 

Dalam sebuah video yang diunggah ke akun Facebook resminya, Jalali menyatakan bahwa dia siap menyerahkan kendali kepada siapa pun yang akan memimpin rakyat Suriah dan mengikuti prosedur penyerahan kekuasaan pada pagi hari Minggu.

“Saya tidak akan meninggalkan negara ini karena saya adalah bagian dari negara ini. Saya akan tetap di kantor untuk melanjutkan pekerjaan dan mengimbau warga Suriah agar tidak merusak properti publik,” ujar Jalali.

Meskipun demikian, Jalali tidak memberikan komentar mengenai laporan yang menyatakan bahwa Assad telah meninggalkan negara tersebut. Namun, dikabarkan bahwa keluarga Assad memiliki banyak properti di Dubai, yang menimbulkan spekulasi lebih lanjut mengenai keberadaan sang presiden.

Pemimpin pemberontak Suriah, Abu Mohammed al-Jolani, mengeluarkan perintah melalui aplikasi Telegram kepada semua pasukan pemberontak di Damaskus untuk tidak mendekati lembaga-lembaga pemerintah lokal. Hal ini dikarenakan lembaga-lembaga tersebut akan terus diawasi oleh mantan perdana menteri hingga penyerahan resmi dilakukan. Selain itu, pasukan pemberontak juga dilarang menembakkan senjata ke udara.

Pemberontak mengumumkan bahwa setelah lebih dari 50 tahun penindasan oleh rezim Assad, era kelam tersebut kini berakhir, dan era baru Suriah dimulai. Mereka menyatakan Damaskus telah bebas dan pasukan Assad telah melarikan diri, yang merupakan momen yang dinantikan oleh para pengungsi dan tahanan politik untuk akhirnya meraih kebebasan setelah bertahun-tahun mengalami penindasan dan penderitaan.

Menurut laporan Bloomberg pada hari Sabtu tanggal 7 Desember, sumber yang mengetahui situasi di Suriah mengungkapkan bahwa saat pasukan pemberontak mendekati ibu kota, Assad melakukan upaya terakhir untuk mempertahankan kekuasaannya dengan mengirimkan sinyal meminta bantuan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Sumber tersebut menyebutkan bahwa Assad bersedia mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat asalkan fia dapat mempertahankan wilayah yang masih dikuasai pasukannya atau dijamin pengasingannya dengan aman. Sebagai imbalannya, Suriah akan menghentikan semua kontak dengan kelompok-kelompok radikal yang didukung oleh Iran, termasuk Hizbullah. Namun, Trump yang saat itu berada di Paris menanggapi melalui media sosial bahwa situasi di Suriah adalah kekacauan dan bukan merupakan urusan Amerika Serikat, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak perlu terlibat lebih jauh.

Beberapa media juga melaporkan bahwa sebelumnya, pasukan pemerintah Suriah telah meninggalkan pusat kota Damaskus, sementara pemberontak telah menguasai Penjara Sednaya di Damaskus dan membebaskan para tahanan

Penjara Sednaya dikenal luas sebagai tempat penahanan para tahanan politik, termasuk ribuan orang yang memiliki pandangan berbeda, aktivis, dan anggota oposisi. Video yang beredar menunjukkan pemberontak yang menduduki beberapa kota membebaskan para tahanan di penjara tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan rapat kabinet keamanan pada malam Sabtu tanggal 7 Desember untuk membahas perkembangan situasi di Suriah. Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Halevi, menyatakan bahwa militer Israel sedang memantau dengan ketat pergerakan pasukan anti-pemerintah di perbatasan untuk memastikan bahwa mereka tidak berbalik arah menuju Israel.

Situasi di Suriah terus berkembang dengan cepat, dan dunia internasional memantau dengan seksama perubahan signifikan ini yang dapat berdampak luas pada stabilitas regional dan global.

Sempat Tersiar Kabar Pesawat Terbang yang Membawa Kabur Assad Diduga Jatuh Ditembak

ETIndonesia. Saat serangan pasukan oposisi Suriah yang berlangsung selama sepekan terus menunjukkan kemajuan pesat. Mereka kemudian berhasil memasuki ibu kota Suriah, Damaskus pada Minggu (8/12/2024), menandai akhir dari hampir 50 tahun kekuasaan keluarga al-Assad di Suriah. Bashar Assad dilaporkan telah meninggalkan negara tersebut dengan pesawat sebelum oposisi menyerbu Damaskus. Namun, ada dugaan bahwa pesawat yang ditumpanginya berhasil ditembak jatuh.

Menurut situs pelacakan penerbangan Flightradar24, sekitar waktu pasukan oposisi mengambil alih Damaskus, satu unit pesawat Syrian Air terdeteksi lepas landas dari Bandara Damaskus. Namun, beberapa menit kemudian pesawat tersebut tiba-tiba berbalik arah sebelum akhirnya hilang dari radar.

Pesawat itu awalnya direncanakan terbang menuju wilayah pesisir Suriah, markas besar sekte Alawite yang menjadi basis kekuasaan Assad. Namun, menurut dua sumber Suriah, Assad kemungkinan berada di dalam pesawat tersebut. 

Hingga kini, Reuters belum dapat memastikan siapa yang berada di dalam pesawat. Penyebab pesawat itu berbalik arah dan menghilang dari radar masih menjadi misteri.

Pernyataan Perdana Menteri Suriah

Setelah pasukan oposisi merebut Damaskus, Perdana Menteri Suriah Mohammed Ghazi Jalali menyatakan bahwa pemerintah siap “mengulurkan tangan” kepada oposisi dan menyerahkan fungsi pemerintahan kepada pemerintah sementara.

Dalam sebuah pernyataan video, Jalali mengatakan, “Saya tetap di rumah, saya tidak meninggalkan negara ini karena saya adalah bagian dari negeri ini.” Ia menegaskan akan tetap bekerja dari kantornya dan mengimbau warga Suriah untuk tidak merusak aset publik. Namun demikian, Jalali tidak menyebutkan keberadaan Assad yang dikabarkan telah meninggalkan Suriah.

Pada 8 Desember 2024, ketika Kurdi Suriah merayakan jatuhnya ibu kota Damaskus ke tangan pemberontak, mereka menggantung Potret Presiden Suriah Bashar al-Assad di kota Qamishli. Potret Assad yang rusak. (DELIL SOULEIMAN/AFP melalui Getty Images)
Pada 8 Desember 2024, Istanbul, Turkiye, polisi menjaga Konsulat Suriah di Istanbul setelah pemberontak Suriah mengumumkan penggulingan Bashar al-Assad. (Burak Kara/Getty Images)

Momen Penting dalam Perang Suriah

Ini adalah pertama kalinya sejak tahun 2018 pasukan oposisi mencapai Damaskus. Sebelumnya, pemerintah berhasil merebut kembali wilayah pinggiran Damaskus setelah pengepungan bertahun-tahun oleh oposisi.

Menurut laporan radio pro-pemerintah Sham FM, semua staf Bandara Damaskus telah dievakuasi dan penerbangan di bandara tersebut dihentikan sepenuhnya.

Warga Suriah yang tinggal di Turkiye mengibarkan bendera anti-pemerintah di depan Masjid Fatih untuk merayakannya setelah pasukan anti-pemerintah Suriah mengumumkan penggulingan Assad pada 8 Desember 2024 di Istanbul, Turki. (Burak Kara/Getty Images)

Selama hampir lima dekade, Suriah berada di bawah pemerintahan represif keluarga Assad, dimulai oleh Hafez al-Assad dan dilanjutkan oleh Bashar al-Assad. Pada Maret 2011, demonstrasi pro-demokrasi di Suriah meletus, yang kemudian disusul oleh tindakan keras Assad yang berubah menjadi perang saudara selama bertahun-tahun. Assad dan pemerintahannya telah berulang kali dituduh menggunakan senjata kimia selama konflik, membuatnya menjadi figur yang tercela di mata dunia dan mengundang sanksi dari Barat.

Perayaan di Dalam dan Luar Suriah

Pada 8 Desember 2024, warga Kurdi di kota Qamishli merayakan jatuhnya Damaskus ke tangan oposisi dengan menggantung potret Assad yang telah dirusak.

Di Istanbul, Turkiye, pasukan keamanan menjaga konsulat Suriah setelah oposisi mengumumkan jatuhnya rezim Assad. Warga Suriah yang tinggal di Turki berkumpul di depan Masjid Fatih, mengibarkan bendera oposisi untuk merayakan kemenangan tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Kekuasaan Otoriter Assad di Suriah Berakhir, Begini Tanggapan Internasional

EtIndonesia. Setelah pasukan pemberontak Suriah merebut kendali ibu kota Damaskus pada Minggu (8/12), mereka mengumumkan pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad. Peristiwa bersejarah ini menandai berakhirnya kekuasaan otoriter keluarga Assad yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Suriah. Pada hari yang sama, para pemimpin dunia memberikan tanggapan terhadap kabar mengejutkan tersebut.

Seiring dengan kejatuhan rezim Assad, komunitas Suriah di berbagai belahan dunia turun ke jalan untuk merayakan momen bersejarah ini.

Amerika Serikat

Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan, menyebutkan: “Presiden Biden dan timnya memantau dengan saksama perkembangan luar biasa yang terjadi di Suriah, dan terus menjalin komunikasi dengan mitra regional.”

Presiden terpilih Donald Trump menulis di platform media sosialnya, Truth Social : “Assad telah pergi. Dia melarikan diri dari negaranya.”

Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Urusan Timur Tengah, Daniel Shapiro, berbicara pada konferensi keamanan Manama Dialogue di Bahrain. Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus mempertahankan kehadirannya di Suriah timur dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kebangkitan ISIS.

Shapiro juga menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan menghormati norma-norma internasional.

Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron menulis di platform media sosial X: “Pemerintahan barbar di Suriah telah runtuh.”

“Saya menghormati rakyat Suriah atas keberanian dan kesabaran mereka. Pada masa yang tidak pasti ini, saya berharap mereka menemukan perdamaian, kebebasan, dan persatuan,” ujar Macron. “Prancis akan terus berkomitmen untuk menjaga keamanan bagi semua orang di Timur Tengah.”

Jerman

Kanselir Jerman Olaf Scholz menyatakan bahwa Bashar al-Assad telah secara brutal menindas rakyatnya sendiri, menyebabkan kehilangan banyak nyawa, dan memaksa banyak orang melarikan diri dari Suriah, termasuk ke Jerman.

“Rakyat Suriah telah mengalami penderitaan yang mengejutkan. Akhir dari pemerintahan Assad adalah kabar baik,” kata Scholz. 

Ia menambahkan bahwa penting untuk segera memulihkan hukum dan ketertiban di Suriah, dengan perlindungan untuk semua kelompok agama dan minoritas.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah

Geir Pedersen, Utusan Khusus PBB untuk Suriah, dalam sebuah pernyataan, menekankan bahwa jutaan warga Suriah telah menyuarakan keinginan mereka untuk transisi yang stabil dan inklusif.

Dia mendesak semua pihak di Suriah untuk memprioritaskan dialog, persatuan, dan penghormatan terhadap hukum internasional serta hak asasi manusia dalam upaya membangun kembali masyarakat. Pedersen menyatakan kesiapannya untuk mendukung rakyat Suriah dalam mencapai masa depan yang stabil dan inklusif.

“Hari ini adalah momen penting dalam sejarah Suriah… Negara ini telah mengalami hampir 14 tahun penderitaan tak berujung dan kerugian yang tak terhitung… Meski babak kelam ini meninggalkan luka yang mendalam, hari ini kita menyaksikan harapan baru untuk perdamaian, rekonsiliasi, martabat, dan inklusi bagi semua warga Suriah,” ujar Pedersen.

Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia mengonfirmasi bahwa Presiden Assad telah mengundurkan diri dan meninggalkan Suriah setelah memerintahkan transisi kekuasaan secara damai.

Meskipun tidak mengungkapkan lokasi Assad saat ini, Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan bahwa mereka tidak terlibat dalam negosiasi terkait kepergiannya. Pangkalan militer Rusia di Suriah berada dalam status siaga tinggi, tetapi tidak menghadapi ancaman serius saat ini.

Rusia juga menyatakan bahwa mereka tetap menjalin komunikasi dengan semua kelompok oposisi di Suriah dan mendesak semua pihak untuk menghindari tindakan kekerasan.

Iran

Kementerian Luar Negeri Iran, dalam sebuah pernyataan, menegaskan penghormatan mereka terhadap kesatuan dan kedaulatan Suriah. Mereka menyerukan diakhirinya konflik militer secara cepat, mencegah aksi terorisme, dan memulai dialog nasional dengan semua elemen masyarakat Suriah.

Teheran menyatakan bahwa hubungan persahabatan jangka panjang antara Iran dan Suriah akan terus berlanjut.

Yordania

Raja Abdullah dari Yordania menyatakan penghormatan terhadap pilihan rakyat Suriah. Ia menyerukan agar konflik yang dapat menyebabkan kekacauan di Suriah dihindari dan menekankan pentingnya menjaga keamanan negara tetangganya di utara.

Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut runtuhnya rezim Assad sebagai hari bersejarah dan hasil langsung dari upaya Israel dalam melawan Hizbullah dan Iran.

“Kami tidak akan membiarkan kekuatan musuh bercokol di perbatasan kami,” tambah Netanyahu.

Qatar

Kementerian Luar Negeri Qatar kembali menyerukan penyelesaian krisis Suriah sesuai dengan Resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB tahun 2015, yang menetapkan langkah-langkah untuk gencatan senjata dan transisi politik.

Arab Saudi

Seorang pejabat Saudi mengatakan bahwa Arab Saudi terus berkomunikasi dengan semua pihak terkait di wilayah tersebut untuk mencegah hasil yang kacau di Suriah.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan Turki dan semua pemangku kepentingan,” ujar pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa lokasi Assad saat ini tidak diketahui.

Mesir

Kementerian Luar Negeri Mesir menyerukan kepada semua pihak di Suriah untuk melindungi kapasitas operasional lembaga pemerintah dan negara. Mesir juga menegaskan dukungannya terhadap rakyat Suriah serta kedaulatan dan kesatuan negara tersebut.

Italia

Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan melalui platform X bahwa ia memantau perkembangan di Suriah dengan cermat dan telah mengadakan pertemuan darurat di Kementerian Luar Negeri Italia.

Turki

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan bahwa Suriah kini memasuki fase di mana rakyatnya harus membentuk masa depan negara mereka sendiri.

 “Hari ini membawa harapan di depan mata,” ujar Fidan dalam konferensi pers di Doha.

Dia menekankan bahwa stabilitas dan keamanan Suriah memerlukan kerja sama semua pihak tanpa dendam. Turki menyerukan semua pihak untuk bertindak hati-hati dan mencegah situasi dimanfaatkan oleh kelompok teroris. (jhn/yn)

Tiongkok Melakukan Serangan Strategis, Memaksa Eropa dan Amerika untuk Merestrukturisasi Rantai Pasokan Mineral Kunci

EtIndonesia. Menurut laporan Reuters pada 7 Desember, raksasa kimia dan barang konsumen asal Jerman, Henkel, dalam surat kepada pelanggannya pada 8 November, mengumumkan penghentian pengiriman empat jenis perekat dan pelumas yang banyak digunakan oleh produsen mobil. Hal ini disebabkan oleh kebijakan pembatasan ekspor antimon (antimony) yang diumumkan Beijing pada Agustus lalu.

Henkel menggunakan logam berwarna perak ini untuk memproduksi produk Bonderite dan Teroson, yang merupakan produk inti dari divisi Teknologi Perekat perusahaan. Divisi ini menghasilkan pendapatan sebesar €10,79 miliar  pada tahun 2023.

Dalam surat yang ditandatangani oleh dua eksekutif Henkel, perusahaan menyatakan:
“Para pemasok kami telah memberi tahu bahwa impor bahan mentah ini tertunda, menunggu persetujuan izin ekspor dari Pemerintah Tiongkok.” 

Dalam surat itu menambahkan: “Henkel dengan ini mengumumkan keadaan terkait pengiriman produk ini.” 

Henkel juga menyebut bahwa mereka tidak dapat memprediksi berapa lama penghentian pengiriman perekat dan pelumas ini akan berlangsung.

Surat ini menyoroti dampak serius pembatasan perdagangan mineral strategis oleh Beijing dan upaya perusahaan-perusahaan Barat untuk mencari pengganti dalam rantai pasokan mereka yang bergantung pada Tiongkok. 

Dalam wawancara dengan Reuters, Henkel menyatakan bahwa perusahaan sedang berusaha keras untuk mendukung pelanggan dan mencari pasokan alternatif:  “Kami memantau secara ketat situasi pasokan global antimon, dengan tujuan menemukan solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.”

Pentingnya Antimon dan Kenaikan Harga

Antimon, meskipun jarang ditemukan di alam, sangat penting untuk pembuatan peralatan militer seperti amunisi, rudal inframerah, senjata nuklir, dan kacamata malam. Pada tahun 2023, harga antimon di pasar spot Rotterdam melonjak hingga 2,3 kali lipat, mencapai sekitar 39.000 dolar per ton.

Tiongkok adalah produsen antimon terbesar di dunia dan mendominasi produksi banyak bahan strategis lainnya. 

Pada tahun 2023, Beijing juga membatasi ekspor galium, germanium, dan beberapa jenis grafit—bahan penting untuk semikonduktor, panel surya, dan baterai kendaraan listrik.

Sebagai tanggapan atas langkah-langkah baru AS yang menargetkan industri chip Tiongkok, Beijing baru-baru ini melarang sepenuhnya ekspor galium, germanium, dan antimon ke Amerika Serikat.

Perusahaan Barat Mencari Alternatif

Pembatasan perdagangan oleh Beijing membuat perusahaan-perusahaan Barat semakin mendesak untuk mengurangi ketergantungan mereka pada mineral asal Tiongkok. Misalnya, perusahaan tambang Perpetua Resources sedang mengembangkan tambang antimon di Idaho, AS, dengan dukungan pemerintah. Namun, pengembangan tambang baru membutuhkan waktu bertahun-tahun, memaksa perusahaan internasional seperti Henkel mencari pengganti yang sering kali lebih mahal.

Dalam suratnya, Henkel menulis: “Perlu diketahui, kami terus menjalin komunikasi erat dengan pemasok dan menggunakan semua cara komersial yang wajar untuk memanfaatkan rantai pasokan global dalam menangani situasi ini demi mendukung pelanggan kami.”

Sementara itu, beberapa perusahaan tambang dan pengolah Barat telah mulai meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Setelah Beijing mengumumkan pembatasan ekspor antimon pada Agustus, perusahaan pengolah logam antimon satu-satunya di Amerika Utara, US Antimony Corporation (USAC), berencana meningkatkan kapasitas produksinya di pabrik peleburan di Montana, yang sebelumnya hanya beroperasi pada kapasitas 50%.

Gary Evans, Ketua USAC, mengatakan kepada Reuters: “Kami memutuskan untuk meningkatkan produksi terutama karena harga antimon di Rotterdam naik lebih dari dua kali lipat. Pembatasan perdagangan oleh Beijing secara signifikan meningkatkan permintaan produk kami.”

Evans menyebutkan bahwa USAC, yang tidak bergantung pada Tiongkok, sedang bernegosiasi dengan pemasok dari empat negara dan satu pemasok domestik AS. Namun, ia menolak menyebutkan nama pemasok tersebut karena alasan persaingan.

Lonjakan Permintaan Grafit dan Galium

CEO Northern Graphite, Hugues Jacquemin, yang berbasis di Ottawa dan merupakan satu-satunya produsen grafit serpihan alami di Amerika Utara, mengatakan kepada Reuters bahwa pesanan perusahaannya meningkat sebesar 50% setelah Tiongkok mengumumkan pembatasan ekspor grafit pada Oktober 2023.

“Permintaan meningkat signifikan sejak pembatasan ekspor mulai berlaku pada Desember tahun lalu,” kata Jacquemin. “Kami telah mulai meningkatkan kapasitas produksi.”

Tiongkok menyuplai lebih dari 70% grafit alami dan sintetis dunia. Mark Jensen, CEO ReElement Technologies—anak perusahaan American Resources yang berspesialisasi dalam daur ulang dan pemurnian mineral langka—mengatakan bahwa larangan ekspor baru-baru ini oleh Tiongkok membuat setidaknya 10 penambang AS menghubungi perusahaan tersebut minggu ini untuk mencari solusi alternatif. Sebelumnya, bahan-bahan ini dikirim ke Tiongkok untuk diolah karena biaya tenaga kerja yang lebih rendah dan standar lingkungan yang berbeda.

“Kami telah menghubungi pemasok bahan mentah di AS, mendorong mereka untuk menjual kepada kami daripada mengirimkannya ke Tiongkok, karena kami sekarang menjadi pengganti Tiongkok,” kata Jensen kepada Reuters.

Kekacauan di Pasar

Pembatasan ekspor mineral strategis oleh Beijing telah memicu kenaikan harga signifikan di pasar internasional untuk banyak bahan strategis.

Neo Performance Materials, yang berbasis di Toronto dan memproduksi galium melalui daur ulang limbah industri, melaporkan pada Agustus bahwa harga galium di luar Tiongkok naik 30%-40% pada paruh pertama 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data bea cukai Tiongkok menunjukkan bahwa bahkan sebelum pembatasan terbaru Beijing terhadap AS, tidak ada galium atau germanium yang diekspor ke AS dari Januari hingga Oktober 2023. Pada periode yang sama tahun 2022, AS merupakan pasar ekspor terbesar keempat dan kelima untuk mineral ini.

Bagi pengguna akhir, pembatasan ekspor oleh Beijing menegaskan pentingnya diversifikasi rantai pasokan. Negara-negara Barat dan perusahaan-perusahaan kini mempercepat upaya mereka untuk mengembangkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan pada dominasi Tiongkok dalam mineral strategis. (jhn/yn)

Viral Kuliah Profesor dari Universitas Tufts, AS, Sebut Kebangkitan Tiongkok Sudah Berakhir 

ETIndonesia. Pada 7 Desember 2024, laporan menunjukkan bahwa prospek ekonomi Tiongkok semakin memburuk. Baik Kamar Dagang Jerman di Tiongkok maupun Kamar Dagang Inggris di Tiongkok secara bersamaan mengungkapkan bahwa ekonomi Tiongkok menunjukkan tren memburuk. Bukan hanya kalangan ekonom Tiongkok yang pesimis, akan tetapi Professor Michael Beckley dari Universitas Tufts, Amerika Serikat, baru-baru ini berbicara dalam forum internasional di Korea Selatan dan mengungkapkan bahwa kebangkitan Tiongkok telah berakhir. Video kuliah tersebut kini viral dan memicu diskusi hangat di dunia maya.

Laporan dari Kamar Dagang Jerman dan Inggris

Pada 4 Desember 2024, Kamar Dagang Jerman di Tiongkok merilis laporan “Survei Kepercayaan Bisnis 2024/2025,” yang menunjukkan bahwa 60% perusahaan Jerman di Tiongkok merasa kondisi ekonomi di Tiongkok memburuk dibandingkan tahun lalu. 

Selain itu, 56% perusahaan Jerman menganggap permintaan pasar Tiongkok yang lemah sebagai tantangan terbesar yang mereka hadapi, dan 29% lainnya memperkirakan penurunan yang berlanjut. Ini mencatatkan tingkat kepercayaan terendah dalam sejarah.

Laporan dari Kamar Dagang Inggris di Tiongkok juga menunjukkan kesulitan besar yang dihadapi perusahaan asing di Tiongkok. Lebih dari separuh perusahaan Inggris yang disurvei menyatakan bahwa kondisi bisnis di Tiongkok pada 2024 lebih sulit dibandingkan tahun sebelumnya.

Profesor Beckley Mengatakan Kebangkitan Tiongkok Sudah Berakhir

Keadaan ekonomi dan geostrategi Tiongkok pasca-pandemi semakin menarik perhatian dunia. Professor Michael Beckley, seorang ahli Tiongkok dari Universitas Tufts, berbicara dalam sebuah kuliah di Korea Selatan dengan judul “Akhir Pertumbuhan Tiongkok dan Tatanan Global Masa Depan.” 

Dalam kuliahnya, Beckley menyatakan, “Kita sering diberitahukan bahwa kita hidup di abad Asia, dengan Tiongkok sebagai pusat yang terus berkembang. Namun, saya pikir ketika sejarah menulis tentang tahun 2020-an, mereka akan berkata bahwa kebangkitan Tiongkok  telah berakhir.”

Kuliah ini memicu diskusi hangat dan menjadi viral di media sosial.

Komentar dari Para Pakar

Penulis Epoch Times Wang He menyatakan bahwa kebijakan keras terhadap Tiongkok yang diterapkan sejak pemerintahan Trump hingga Biden, serta potensi kembalinya Trump ke pemerintahan, telah mengubah sepenuhnya lingkungan ekonomi internasional Tiongkok. 

Dengan kebijakan saat ini dari pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT), tidak ada kemungkinan pemulihan ekonomi, dan masa depan ekonomi Tiongkok semakin suram. Menurut Wang He, kuliah Beckley merangkum pandangan yang sudah banyak dibicarakan, dengan cara yang lebih jelas dan mendalam, sehingga menarik perhatian luas.

Profesor Xie Tian dari Sekolah Bisnis Aiken, Universitas Carolina Selatan, mengatakan bahwa mitos kebangkitan Tiongkok yang disebarkan oleh pemerintah PKT sudah berakhir. Ini sesuai dengan pengamatannya selama bertahun-tahun di luar negeri. Xie Tian menambahkan bahwa Beckley juga mengungkapkan bahwa angka GDP Tiongkok mungkin lebih rendah 20% dari yang tercatat dalam data resmi pemerintah.

Xie Tian menyebutkan bahwa mantan Perdana Menteri PKT, Li Keqiang, sendiri tidak mempercayai angka ekonomi resmi pemerintah, yang mendorongnya untuk menggunakan indikator seperti konsumsi energi, volume pengiriman barang, dan jumlah pinjaman untuk memperkirakan pertumbuhan ekonomi. Menurut Xie, penggunaan indikator semacam ini lebih akurat, dan memang, bagi Beckley, ini menandakan berakhirnya kebangkitan ekonomi Tiongkok.

Beckley Menyoroti Krisis Utang dan Dampak Global

Beckley menekankan bahwa tingkat utang Tiongkok saat ini tidak hanya melebihi sebagian besar negara berkembang, tetapi juga banyak negara maju. 

Xie Tian menambahkan bahwa Beckley juga membahas bagaimana perlambatan ekonomi Tiongkok mempengaruhi ekonomi global, dengan mengungkapkan krisis sumber daya dan masalah demografis Tiongkok, serta penurunan efisiensi pemerintahan yang bersifat otoriter. 

Selain itu, masalah militer PKT dan hubungan internasional yang memburuk turut memperburuk situasi, yang menunjukkan bahwa mitos kebangkitan Tiongkok sudah berakhir.

Beckley juga menyebutkan bahwa penurunan ekonomi Tiongkok tidak hanya mempengaruhi masyarakat dalam negeri, tetapi juga memicu reaksi berantai dalam sistem ekonomi global. 

Banyak negara yang sangat bergantung pada pasar Tiongkok dalam hal ekspor, investasi, dan pinjaman, dan kini mulai merasakan dampak negatif akibat penurunan permintaan pasar Tiongkok, serta pengurangan atau penghentian pinjaman.

Dampak Global dari Kejatuhan Tiongkok

Wang He mengungkapkan bahwa Tiongkok, dengan ekonomi terbesar kedua di dunia yang mencapai 18 triliun dolar AS, memiliki dampak besar pada perekonomian global. Negara-negara seperti Jerman, Jepang, India, dan Inggris, meskipun berada di posisi berikutnya, tidak dapat menandingi ukuran ekonomi Tiongkok. Jika Tiongkok mengalami keruntuhan mendalam, dampaknya terhadap ekonomi global akan sangat besar dan sulit diprediksi, sehingga negara-negara di dunia harus mempersiapkan langkah antisipasi.

Beckley juga mencatat bahwa kompetisi kekuatan besar selama 200 tahun terakhir sering berakhir dengan perang, namun konflik AS-Rusia pada Perang Dingin yang berakhir dengan damai memberikan sedikit harapan bagi hubungan AS-Tiongkok. Ia memprediksi bahwa arah hubungan AS-Tiongkok di masa depan mungkin akan bergantung pada perubahan internal kedua negara tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

Senjata Makan Tuan akibat Darurat Militer, Ketua Partai Berkuasa Korea Selatan: Yoon Suk-yeol Tidak Akan Lagi Terlibat dalam Urusan Diplomasi dan Negara

EtIndonesia. Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol baru-baru ini memicu kerusuhan darurat militer. Ketua Partai Kekuatan Rakyat (partai berkuasa) Korea Selatan, Han Dong-hoon, pada Minggu (8/12) menyatakan bahwa Yoon Suk-yeol mulai hari ini tidak akan lagi menangani urusan diplomasi dan negara untuk mengurangi kekhawatiran rakyat serta masyarakat internasional.

Menurut laporan Yonhap, Ketua Partai Kekuatan Rakyat Han Dong-hoon, pada 8 Desember, menyampaikan pidato kepada rakyat di kantor pusat partai. Dia menyatakan bahwa partai akan mengupayakan proses pengunduran diri presiden secara damai untuk meminimalkan kekacauan yang mungkin terjadi terhadap negara dan rakyat, menstabilkan situasi politik saat ini, serta membangun kembali nilai-nilai demokrasi.

Terkait insiden darurat militer baru-baru ini, Han Dong-hoon mengecamnya sebagai pelanggaran konstitusi yang merusak demokrasi Republik Korea. Namun, parlemen hanya membutuhkan waktu 2 jam 30 menit untuk mengesahkan resolusi pencabutan darurat militer. 

Darurat militer ini secara resmi berakhir dalam waktu 5 jam melalui prosedur yang sah. Ini menunjukkan bahwa mekanisme demokrasi Korea Selatan masih berfungsi dengan baik. Namun demikian, darurat militer ini menyebabkan kerugian besar yang tidak dapat diperbaiki bagi negara dan rakyat, membuat rakyat sangat kecewa dan kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Sebagai partai berkuasa, Partai Kekuatan Rakyat akan menerima evaluasi dan keputusan rakyat.

Han Dong-hoon menyatakan bahwa mayoritas rakyat percaya Yoon Suk-yeol tidak dapat lagi menjalankan tugasnya dengan baik di sisa masa jabatannya dan harus mengundurkan diri.

Mengenai pengunduran diri presiden lebih awal, partai berkuasa akan membahas hal ini dan segera mengumumkan rencana spesifik. Han juga menambahkan bahwa sebelum pengunduran dirinya, presiden tidak akan terlibat dalam urusan negara, termasuk diplomasi. Ia menambahkan bahwa pertemuan rutin mingguan antara ketua partai dan perdana menteri akan diadakan untuk mencegah kekosongan dalam pengelolaan negara.Yonhap News juga melaporkan bahwa Han Dong-hoon menyatakan dukungannya untuk penyelidikan transparan dan adil atas insiden darurat militer tersebut. Pemerintah dan partai berkuasa tidak akan melindungi siapa pun, termasuk presiden.(jhn/yn)

Gedung Putih: Amerika Tidak Akan Ikut Campur dalam Perang Saudara di Suriah

EtIndonesia. Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan menyatakan dalam diskusi di Forum Pertahanan Reagan di California bahwa Amerika Serikat tidak akan terlibat dalam konflik militer Suriah.

 “Kami fokus pada prioritas dan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat,” kata Sullivan.

Dia menambahkan bahwa meskipun Amerika Serikat tidak akan berpihak dalam perang saudara yang sedang berlangsung, langkah-langkah akan diambil untuk memastikan ISIS tidak bangkit kembali di timur laut Suriah. Selain itu, Amerika Serikat juga akan memberikan dukungan kepada mitra regionalnya.

“Yang pertama dan paling utama, kami akan mencegah kebangkitan ISIS, dan kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan itu tidak terjadi,” ujar Sullivan. “Kedua, kami sangat peduli dengan keamanan mitra regional kami, seperti Israel, Yordania, Irak, dan negara lainnya. Ketiga, kami akan fokus pada situasi kemanusiaan, karena kami merasa itu adalah kewajiban kami.”

Pernyataan Sullivan muncul setelah Trump meminta Amerika Serikat untuk tidak melakukan intervensi terhadap potensi perubahan rezim di Suriah dan membiarkan konflik berkembang dengan sendirinya.

Trump memposting di media sosialnya “Truth Social” pada Sabtu pagi: “Pemberontak Suriah melancarkan operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya (melawan pasukan pemerintah Assad), menduduki beberapa kota melalui serangan yang sangat terkoordinasi. Kini telah mencapai pinggiran Damaskus (ibu kota) ) dan jelas sedang mempersiapkan serangan besar-besaran untuk melenyapkan Assad.”

“Suriah berada dalam kekacauan, apa pun yang terjadi, namun (Suriah) bukanlah sekutu kami dan Amerika Serikat tidak boleh terlibat. Ini bukan perjuangan kami. Biarkan hal ini berkembang dengan sendirinya. Jangan terlibat!” tambah Trump.

Ukraina Perburuk Posisi Rusia dalam Konflik Suriah

Trump sebelumnya menyatakan bahwa keterlibatan Rusia di Suriah telah melemah akibat keterlibatan mereka dalam perang Ukraina, di mana Rusia mengalami kerugian besar. Trump mengungkapkan bahwa Rusia telah kehilangan lebih dari 600.000 tentara di Ukraina, yang membuat mereka tidak mampu mendukung Assad menghadapi serangan pemberontak di Suriah.

Sullivan menambahkan: “Rusia telah kehilangan kapasitas mereka untuk mendukung rezim Assad. Dengan situasi di Ukraina, mereka terpaksa mengalihkan sumber daya mereka.”

Namun, Sullivan juga memperingatkan bahwa beberapa kelompok pemberontak di Suriah memiliki hubungan dengan organisasi teroris yang telah ditetapkan oleh Amerika Serikat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak jangka panjang konflik Suriah terhadap stabilitas regional.

Sullivan menegaskan kembali bahwa para pejabat AS prihatin dengan situasi di masa depan mengingat barisan depan pemberontak telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat. Para pejabat AS khawatir dengan situasi yang akan terjadi di masa depan. Dia mengatakan kelompok (bersenjata anti-pemerintah) dipenuhi dengan darah anggota Amerika. Ketika ditanya seberapa besar kekhawatiran pemerintah AS mengenai potensi dampak buruk di kawasan ini, Sullivan mengakui bahwa “ini merupakan masalah yang memprihatinkan” dan bahwa para pejabat AS menaruh perhatian yang sangat besar.

Israel Mengamati Perkembangan di Suriah dan Pergerakan Iran

Militer Israel mengumumkan bahwa mereka “memantau” dengan cermat situasi di Suriah, dengan fokus utama pada pergerakan Iran. Kepala Staf Umum Angkatan Pertahanan Israel, Herzi Halevi, yang mengunjungi perbatasan Suriah pada Sabtu, menegaskan bahwa Israel tidak akan terlibat dalam konflik Suriah tetapi akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi kedaulatan mereka.

“Kami fokus pada ancaman yang mungkin muncul dari wilayah ini, termasuk pergerakan Iran,” ujar Halevi. “Selain itu, kami juga memantau kelompok pemberontak lokal untuk memastikan mereka tidak salah arah dan mengarahkan tindakan mereka kepada kami.”

Selama lebih dari satu dekade, Iran telah menjaga kehadiran militer di Suriah untuk mendukung rezim Assad. Iran juga memanfaatkan Suriah sebagai jalur pasokan senjata kepada kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon.

Halevi menyebutkan bahwa Israel telah memperkuat pasukannya di perbatasan Suriah untuk mencegah segala bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan Israel.(jhn/yn)

Latihan Gabungan AS, Filipina, Jepang di Laut: Pakar Sebut Upaya Menghadapi Provokasi PKT

Dalam situasi meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan, pada Jumat (6/12/2024), Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina menggelar latihan gabungan di laut. Para pakar menganalisis bahwa latihan ini bertujuan untuk menghalau provokasi Partai Komunis Tiongkok (PKT) di kawasan tersebut

ETIndonesia. Pada 6 Desember 2024, pasukan bersenjata dari Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina melaksanakan latihan militer gabungan dengan nama sandi “Multilateral Maritime Cooperation Exercise” di zona ekonomi eksklusif Filipina.

Komando Indo-Pasifik AS dalam pernyataannya menyebutkan bahwa tujuan dari latihan ini adalah meningkatkan interoperabilitas taktik, teknik, dan prosedur pertahanan.


“Pada April tahun ini, Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina mengadakan pertemuan puncak pertama mereka. Tujuannya adalah membentuk struktur multilateral kecil di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik untuk bersama-sama menghadapi hegemoni dan agresi maritim PKT,” kata Wang He, seorang penulis kolom di Epoch Times.

Pada 4 Desember, di sekitar Scarborough Shoal, kapal penjaga pantai Tiongkok kembali menabrak kapal pemerintah Filipina dan menggunakan meriam air untuk menyerang.


“Di Laut Cina Selatan, PKT mencoba merangkul Vietnam, Malaysia, dan Indonesia sebagai mitra, namun hanya Presiden Filipina yang tegas bersikap anti-PKT dan mendukung Amerika Serikat. Akibatnya, Filipina menjadi target utama intervensi dan gangguan PKT. Namun, kita melihat Filipina tidak menyerah,” ujar Mark, seorang blogger militer terkenal.

Pada April tahun ini, Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Filipina mengadakan latihan gabungan pertama mereka. Latihan-latihan berikutnya juga melibatkan negara-negara lain seperti Kanada dan Selandia Baru.


“Filipina sekarang menjadi fokus, menyatukan negara-negara Barat yang bersahabat untuk bersama-sama menghadapi tindakan bully pKT di Laut Cina Selatan,” ujar Wang He. 

Dibandingkan dengan periode sekitar September, aktivitas gangguan PKT terhadap Filipina sedikit menurun. Analisis menyebutkan hal ini mungkin terkait dengan konflik internal di PKT serta pembersihan korupsi di militer.


“Ini sebagian besar disebabkan oleh masalah internal PKT, seperti kemungkinan tekanan maksimal dari Trump jika dia kembali berkuasa, serta konflik politik internal yang mempengaruhi dan melemahkan angkatan laut mereka. Pada akhirnya, tindakan mereka ini akan terekspos di masyarakat internasional, yang membuat perilaku PKT semakin dikenali sebagai tindakan yang tidak bermoral,” kata Mark. 

Sumber : New Tang Dynasty Television

Assad Kabur, Pemberontak Umumkan “Suriah Telah Bebas”

EtIndonesia. Pasukan pemberontak Suriah, pada Minggu (8/12) mengumumkan bahwa ibu kota Damaskus telah “bebas”, serta menyatakan bahwa Presiden Bashar al-Assad telah melarikan diri menggunakan pesawat. Mereka juga menyerukan kepada warga negara Suriah di luar negeri untuk kembali ke tanah air. Perdana Menteri Suriah Mohammed al-Jalali menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan kepemimpinan baru yang dipilih oleh rakyat.

Komando Militer Suriah dalam sebuah pernyataan di Telegram menulis: “Kami mengumumkan bahwa Damaskus telah bebas dari kekuasaan tirani Bashar al-Assad.” 

Pernyataan tersebut juga menambahkan: “Kepada para pengungsi di seluruh dunia, Suriah yang bebas kini menanti kalian.”

Pemberontak menyatakan: “Diktator Assad telah melarikan diri, dan kami mengumumkan kota Damaskus telah bebas.”

Mereka menegaskan bahwa: “Setelah 50 tahun penindasan di bawah rezim Partai Baath dan 13 tahun kejahatan, tirani, serta pengungsian paksa, kami hari ini mengumumkan berakhirnya era kelam ini. Suriah memasuki awal era baru.”

Pasukan pemberontak menyerukan kepada warga Suriah di luar negeri untuk kembali ke “Suriah yang bebas.”

Mereka sebelumnya mengklaim telah memasuki Damaskus dan menguasai Penjara Militer Saydnaya yang terkenal kejam di utara kota tersebut.

Pemimpin organisasi Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Abu Mohammed al-Jolani, memerintahkan pasukannya untuk tidak menyentuh lembaga-lembaga pemerintah hingga “transisi resmi” selesai. Dia juga melarang tembakan ke udara sebagai bentuk perayaan.

Perdana Menteri Mohammed al-Jalali, dalam pernyataan di akun Facebook-nya, mengatakan: “Negara ini dapat menjadi negara normal yang menjalin hubungan baik dengan tetangga dan dunia. Namun, keputusan ini berada di tangan kepemimpinan baru yang dipilih oleh rakyat Suriah. Kami siap bekerja sama dengan mereka dan memberikan bantuan penuh.”

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB pada 6 Desember menyatakan bahwa perang yang pecah di Suriah sejak 27 November telah menyebabkan setidaknya 370.000 orang mengungsi. (jhn/yn)

Rusia Menyebut Assad  Meninggalkan Suriah Saat Pemberontak Menguasai Damaskus

ETIndonesia. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Assad telah meninggalkan Suriah setelah melakukan negosiasi dengan kelompok pemberontak dan memberikan instruksi untuk “mentransfer kekuasaan secara damai.”

Dalam sebuah unggahan di aplikasi pesan Telegram pada Minggu (8/12/2024), kementerian tersebut menyatakan bahwa Moskow tidak secara langsung terlibat dalam pembicaraan ini. Selain itu, mereka menyebutkan bahwa pihaknya mengikuti perkembangan di Suriah “dengan keprihatinan yang mendalam.”

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa pasukan Rusia yang ditempatkan di Suriah telah berada dalam siaga tinggi, dan hingga Minggu siang, belum ada “ancaman serius” terhadap keamanan pangkalan militer Rusia di sana.

Rusia telah melancarkan kampanye militer di Suriah sejak September 2015, bekerja sama dengan Iran untuk mendukung pemerintah Assad melawan kelompok oposisi bersenjata dan merebut kembali kendali atas sebagian besar wilayah negara itu.

Meskipun Rusia saat ini memusatkan sebagian besar sumber daya militernya di Ukraina, negara itu tetap mempertahankan kehadiran militernya di Suriah dengan menjaga pasukan di pangkalan militernya.

Reaksi Biden dan Trump

“Presiden Biden dan timnya sedang memantau dengan cermat peristiwa luar biasa di Suriah dan terus berkomunikasi dengan mitra-mitra regional,” kata Gedung Putih dalam pernyataan yang dirilis Sabtu malam.

Presiden terpilih Donald Trump mengatakan di Truth Social pada Minggu pagi, “Assad telah pergi. Dia telah meninggalkan negaranya. Pelindungnya, Rusia, Rusia, Rusia, yang dipimpin oleh Vladimir Putin, tak lagi tertarik melindunginya. … Rusia dan Iran saat ini berada dalam kondisi lemah, satu karena Ukraina dan ekonomi yang buruk, yang lain karena Israel dan keberhasilan militernya.”

Pentagon : AS Akan Tetap di Suriah Timur

Amerika Serikat akan mempertahankan kehadirannya di Suriah timur dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok teroris ISIS, kata Wakil Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Timur Tengah, Daniel Shapiro, pada Minggu.

Berbicara beberapa jam setelah pemberontak Suriah mengumumkan bahwa mereka telah menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad, Shapiro menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil, terutama kelompok minoritas, dan menghormati norma-norma internasional.

“Kami menyadari bahwa situasi yang kacau dan dinamis di lapangan di Suriah dapat memberi ruang bagi ISIS untuk kembali aktif, merencanakan operasi eksternal, dan kami bertekad untuk bekerja sama dengan mitra-mitra tersebut guna terus melemahkan kemampuan mereka,” katanya pada konferensi keamanan Manama Dialogue di ibu kota Bahrain.

“[Kami bertekad] untuk memastikan kekalahan ISIS yang berkelanjutan, menjamin penahanan yang aman bagi para pejuang ISIS, dan repatriasi orang-orang yang terlantar,” tambah Shapiro.

Kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang memimpin kemajuan pemberontak di seluruh Suriah barat, sebelumnya adalah afiliasi al-Qaeda yang dikenal sebagai Front Nusra hingga pemimpinnya, Abu Mohammed al-Golani, memutuskan hubungan dengan gerakan jihad global pada tahun 2016.

Pemerintah Barat, yang mana selama bertahun-tahun memboikot negara yang dipimpin Assad, kini harus memutuskan bagaimana menghadapi pemerintahan baru di mana HTS tampaknya akan memiliki pengaruh.

Warga Suriah Merayakan Berakhirnya Kekuasaan Assad

Kerumunan orang berkumpul di Damaskus, Suriah, pada  Minggu untuk merayakan jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad dengan nyanyian, doa, dan sesekali tembakan senjata setelah pejuang oposisi memasuki ibu kota menyusul kemajuan yang mengejutkan.

Dengan penuh semangat, orang-orang berbondong-bondong ke Alun-Alun Ummayed di jantung ibu kota Suriah untuk menandai jatuhnya pemerintahan Assad.

Alun-alun tersebut menjadi lokasi gedung Kementerian Pertahanan.

Pria di jalanan dan beberapa yang menumpang di belakang truk pikap menembakkan tembakan perayaan, sementara asap mengepul terlihat dari kejauhan. Beberapa orang mengibarkan bendera hijau yang mewakili pemberontakan Suriah melawan dinasti Assad, sebuah momen pertama dalam lebih dari satu dekade sejak protes besar-besaran berubah menjadi perang saudara.

Beberapa mil jauhnya, warga Suriah menyerbu istana presiden, menurunkan potret Assad dari ruang tamu istana tempat Assad biasa menjamu kepala negara. (asr)