Infiltrasi Komunis Tiongkok Membuat “Kerajaan Dongeng” Denmark Dipermalukan

Hai Feng

Kerajaan Denmark adalah salah satu monarki tertua di dunia. Cerita dongeng sangat populer dibawah pena Andersen seperti “Ugly Duckling”, “Little Girl Selling Matches”, “Daughter of the Sea”, “Pakaian Baru Kaisar” dan lain-lain. Cerita-cerita itu telah membuat Denmark dinobatkan sebagai “Kerajaan Dongeng”. 

Namun demikian, seiring dengan infiltrasi Komunis Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir ini, Denmark, “Kerajaan Dongeng” yang terkenal di dunia ini telah dipermalukan.

Melansir dari epochtimes.com,  dalam beberapa tahun terakhir, Komunis Tiongkok menggunakan proyek-proyek seperti “One Belt and One Road”, Institut Konfusius dan Pusat Kebudayaan Tiongkok untuk melakukan infiltrasi ke bidang politik, militer, budaya, sosial dan ekonomi ke semua negara di dunia. 

Diantaranya Denmark dan negara-negara Eropa Utara lainnya juga menjadi daerah infiltrasi Komunis Tiongkok yang paling parah.

Dengan dimulainya pertempuran “Anti-Infiltrasi Komunis Tiongkok” oleh Amerika Serikat, negara-negara Nordik Eropa juga mulai mewaspadai infiltrasi Komunis Tiongkok. 

Menurut laporan media, Søren Espersen, ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Denmark, dalam dengar pendapat tentang masalah Tiongkok yang diadakan parlemen Denmark pada 4 April 2019 mengatakan: “ Ancaman militer Rusia di masa lalu sama sekali berbeda dengan ancaman yang ditimbulkan oleh Komunis Tiongkok saat ini, ancaman dari  Komunis Tiongkok bersifat komprehensif dan multi-domain serta satu gelombang lebih hebat dari gelombang berikutnya. Sekarang kondisi membahayakan kita ini semakin membesar.” 

Dapat dilihat bahwa pemerintah Denmark juga telah mewaspadai infiltrasi komunis Tiongkok.

Sejauh mana pengaruh Komunis Tiongkok di Denmark? Kita dapat melihat pengaruh Komunis Tiongkok di Denmark dari pembatalan pertunjukan tarian klasik Shen Yun baru-baru ini di Denmark.

Komunis Tiongkok selama ini selalu melaksanakan kebijakan luar negeri yang “asalkan punya uang  hantupun dapat disuruh mendorong gilingan”. 

Menurut laporan Televisi Fein TV2 Denmark pada 21 November 2019 lalu bahwa di kota terbesar ketiga Odense di Denmark, teater ODEON setempat terpikat oleh rayuan pemerintah tiongkok, tiba-tiba memutuskan untuk membatalkan pertunjukan Shen Yun, setelah sebelumnya mengkonfirmasi tanggal pertunjukan dengan Grup Shen Yun dan telah memesankan kamar hotel tempat para aktor menginap. Tanpa diduga, praktik Teater ODEON ini telah membangkitkan kemarahan masyarakat setempat.

Anggota dewan kota, surat kabar, stasiun TV dan stasiun radio semuanya menuntut agar pihak teater memberikan alasan pembatalan mendadak pertunjukan Shen Yun tersebut, tetapi pihak teater menutup mulut.

Untuk memboikot penetrasi komunis Tiongkok terhadap pasar budaya Denmark, Dewan Kota Odense mengusulkan untuk menyelidiki pembatalan pertunjukan Shen Yun di Teater ODEON. Namun, usulan itu ditolak oleh walikota Peter RahbækJuel. 

Berkenaan dengan sikap sang walikota itu, banyak anggota parlemen kota dan publik menyatakan ketidakpuasan mereka. 

Bahkan ada anggota parlemen yang curiga bahwa walikota telah terseret oleh Komunis Tiongkok. Karena keterlibatan media besar, kasus pembatalan pertunjukan Shen Yun di Denmark itu menyebar ke seluruh Eropa utara, dan orang-orang dari semua negara khawatir tentang infiltrasi komunis Tiongkok.

Untuk meredam kemarahan publik, pada 3 Desember 2019, Dewan Kota Odense mengadakan dengar pendapat semua anggota fraksi. Kecuali partai berkuasa Denmark yakni Partai Sosial Demokrat yang terdiri dari 13 orang yang mewakili walikota dan satu orang dari Partai Sosial Rakyat , total 14 orang yang tidak setuju dengan penyelidikan, total 14 orang dari partai lain menyatakan dukungan untuk penyelidikan. 

Pada akhirnya, hanya anggota Partai Liberal Sosial (RV) yang belum menyatakan sikap, satu suara dari anggota parlemen ini akan menentukan apakah kasus tersebut akan diselidiki atau tidak.

Dari kasus pembatalan pertunjukan Shen Yun di Denmark ini, dapat dilihat bahwa penetrasi Komunis Tiongkok di Denmark sudah berada di mana-mana. 

Beberapa anggota parlemen Denmark menyatakan, bahwa jika orang-orang Denmark tidak menyadarinya secara tepat waktu, maka dikemudian hari gangguan Komunis Tiongkok tidak hanya pada pertunjukan Shen Yun saja. Melainkan pada gilirannya adalah pemilihan walikota dan pemilihan perdana menteri di Denmark.

Apa itu Shen Yun? sejak awal, rezim Komunis Tiongkok menentang Shen Yun karena dua alasan: Ancaman yang ditimbulkan oleh kebangkitan kembali kebudayaan tradisional Tiongkok, dan penggambaran penganiayaan terhadap latihan spiritual Falun Gong yang artistik oleh Shen Yun.

Berawal dari tahun 2007 sebagai perusahaan tari dan musik di bagian utara New York, Shen Yun berkeyakinan untuk menghidupkan kembali kebudayaan tradisional Tiongkok dan menampilkan 5.000 tahun sejarah seni melalui seni.

Alasan lain mengapa Komunis Tiongkok mencemari Shen Yun adalah ancaman promosi kebudayaan tradisional Shen Yun terhadap rezim Komunis Tiongkok. 

Sejak awal rezim komunis Tiongkok berusaha untuk mencabut kebudayaan tradisional Tiongkok. 

Selama Revolusi Kebudayaan dari tahun 1960-an hingga1970-an, rezim komunis Tiongkok berusaha menghilangkan kebudayaan tradisional Tiongkok secara sempurna. Teks dan monumen bersejarah dibakar dan dihancurkan sementara para sarjana dan biarawan dihina, dipenjara, dan dibunuh. 

Kepercayaan tradisional telah digantikan dengan apa yang kadang disebut orang Tiongkok sebagai “kebudayaan Partai.” 

Sebuah bentuk campuran revisionisme historis, ateisme dogmatis, materialisme, dan pengejaran kekuasaan dan laba yang diam-diam disetujui demi keuntungan yang dikondisikan atas kepatuhan pada rezim Tiongkok.

Bahkan kebudayaan tradisional itu sendiri ditafsirkan kembali untuk melayani tujuan Komunis Tiongkok. Loyalitas, misalnya, adalah salah satu dari lima kebajikan utama Konfusianisme. 

Secara tradisional, loyalitas termasuk konsep mengkritik atasan seseorang untuk membantu sang atasan memperbaiki kekurangannya. Namun, dalam kebudayaan Partai, loyalitas berarti kepatuhan secara membabi buta kepada Komunis Tiongkok.

Di sisi lain, Shen Yun tidak hanya menampilkan kebudayaan tradisional. Akan tetapi secara terbuka membela prinsip-prinsip yang mendasarinya serta menentang penghancuran dan penganiayaan terhadap kebudayaan tradisional. (lin/whs)