Agar Bisa Membelikan Donat untuk Ibunya yang Sakit, Remaja Ini Menawarkan Bantuan Membawakan Tas Belanjaan Pengunjung Supermarket

Erabaru.net. Dalam kehidupan yang semakin menantang saat ini, ada banyak golongan yang membutuhkan bantuan. Dan mereka ada di sekitar kita berusaha mencari sumber rezeki apa pun untuk mempertahankan kehidupannya.

Seorang remaja berusia 16 tahun bernama Chauncy Jones adalah salah satunya.

Remaja ini adalah murid yang sangat cemerlang dalam pelajaran tetapi kehidupan sehari-harinya sangat sulit. Chauncy berusaha melakukan pekerjaan apa saja untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang memiliki masalah kesehatan.

Dengan sedikit uang yang diperoleh, Chauncy akan dapat membayar uang sewa rumah, tagihan listrik dan membeli makanan.

(Foto : ABC News)

Ketika berada di Supermarket Kroger, yang terkenal dikunjugi golongan orang berada, Chauncy Jones bertemu dengan pengunjung supermarket tersebut yang bernama Matt White dan menawarkan bantuannya apakah dia boleh membawakan tas belanjaan ke mobil, dan sebagai imbalannya Matt membelikan Chauncy sekotak donat untuk dirinya sendiri dan ibunya di rumah.

Apa yang tidak diketahui Chauncy adalah ialah cara terpaksanya mencari rezeki itu akan mengubah nasib dan kehidupannya setelah berkenalan dengan Matt.

Matt White setuju dengan tawaran Chauncy untuk membawakan tas belanjaanya ke mobilnya. Namun, Matt telah menyanggupi permintaan Chauncy dan tak sekedar membelikan sekotak donat. Matt kemudian juga membawa Chauncy ke restoran untuk sarapan.

(Foto: ABC News)

Kemudian Matt membawa Chauncy ke supermarket lagi dan membelikan barang-barang kebutuhan rumah tangganya, makanan dan kebutuhan Chauncy dan ibunya, Barbara.

Matt lalu mengantar semua barang itu ke rumah Chauncy, dan membagikan pengalamannya di Facebook dengan menulis:

“Saya baru saja bertemu seorang remaja yang menginspirasi saya. Namanya adalah Chauncy Jones. Dia baru 16 tahun dan berasal dari Memphis. Dia datang kepada saya ketika saya sedang berbelanja dan bertanya apakah dia bisa membantu saya membawa tas belanja ke mobil saya dan sebagai imbalannya saya membelikannya sekotak donat. ”

“Raut wajah anak muda ini sepertinya telah ditolak 100 kali. Dia sangat pemalu, lapar dan putus asa. Di hati saya, saya berteriak, “Boleh!”. Tetapi dia hanya mendengar saya berkata, ‘Ya, tentu saja, saya akan membelikan Anda sekotak donat.’ Saya bertanya kepadanya apakah dia sendirian? ‘

“Lalu dia bilang dia datang ke supermarket terebut berharap siapa pun bisa menerima bantuannya dan kemudian membelikannya makanan karena dia dan ibunya tidak mempunyai makanan untuk dimakan di rumah. Dia tidak memiliki telepon, hanya naik bus, dan dia bergantung pada orang asing untuk membelikannya makanan dalam masa satu jam sebelum bus pergi. ”

“Jadi, akhirnya saya mengajak remaja ini berbelanja. Kami menikmati menghabiskan waktu bersama! Kami membeli sereal sarapan, kerupuk, sayuran beku, pizza, melon dan pasta, mentega, susu, sabun, sikat gigi dan banyak lagi. Ketika kami berbicara dengannya, dia memberi tahu saya bahwa dia selalu mendapat nilai A di semua mata pelajaran di sekolah, dan berusaha mendapatkan pekerjaan untuk membantu ibunya membayar sewa rumah. Remaja ini sangat cemerlang dan sangat mengesankan. ”

“Chauncy masih menyebut dirinya miskin, tetapi dia mengatakan kepada saya bahwa pada suatu masa kelak, dia akan menjadi kaya dengan memiliki perusahaan sendiri, supaya dia juga dapat membantu orang lain di lingkungannya yang miskin dan membelikan mereka barang-barang seperti yang saya membelikan untuknya. Saya merasa sangat terharu. ”

(Foto : ABC News)

Ketika Matt mengantar Chauncy pulang, dia menyadari bahwa remaja ini memiliki kehidupan yang sangat sulit. Rumah tidak memiliki sofa dan tempat tidur yang sempurna. Hanya seprei dan kantong tidur. Di dalam kulkas tidak ada makanan.

Menurut Matt, ibunya mengalami masalah kesehatan dan kakinya tidak bisa untuk berjalan dengan baik.

Matt kemudian mengetahui bahwa bantuan itu tidak cukup baginya, tetapi memberikan banyak hal kepada Chauncy. Matt memberi Chauncy pelukan sebelum kembali ke rumah dan memberi tahu Tuhan selalu bersama remaja ini.

(Foto : People Now)

Setelah itu, Matt melanjutkan hubungannya dengan Chauncy. Untuk membantunya, Matt membuka akun di GoFundMe untuk membantu Chauncy mengumpulkan uang untuk membeli mesin rumput dan membiarkannya bekerja sendiri. Tanpa diduga mereka berhasil mengumpulkan 300.000 dollar AS (sekitar 4,1 miliar rupiah).

Matt sangat terkejut dan bahagia kemudian membagikan berita baik ini di Facebook dengan menulis:

” saat ini, Barbara dan Chauncy Jones telah berhasil mengubah hidup mereka. Tuhan telah memberi rumah bagi mereka, sebuah mobil, sekolah baru untuk Chauncy dan Barbara telah sehat kembali setelah dirawat di rumah sakit dan saya akan selalu membantu mereka di masa depan. Semua uang yang disalurkan ke Chauncy akan tercakup dalam dana khusus, untuk kebutuhan masa depan Chauncy. ”

(Foto : PEOPLE.com)

Nasib hidup seseorang tidak ada yang tahu. Seorang remaja yang hanya bertanya pada seorang pemuda untuk menawarkan bantuan sederhana di sebuah supermarket untuk membeli sekotak donat, dan sekarang hidupnya telah berubah dengan tinggal di rumah yang lebih nyaman dan akan memiliki masa depan yang lebih cerah. Tindakan yang luhur akan mampu mengubah nasib dan kehidupan seseorang.(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.