Seorang Anak Berusia 8 Tahun yang Buta Ingin Bisa Melihat, Sang Ibu Menghiburnya: “Selama Tidak Menyerah, Tuhan Pasti akan Tersentuh Suatu Hari Nanti!”, 30 Tahun Kemudian

ETIndonesia-Di Kota Forks, Washington, AS, ada seorang bocah malang yang menderita tumor di kepalanya yang didiagnosis sebagai kanker ganas oleh dokter setempat. Operasi berhasil mengangkat tumor, namun, ia harus membayar mahal karena tumor ini, dia menjadi buta pasca operasi.

Ilustrasi.

”Bu, apa aku masih bisa melihat lagi ? Aku ingin sekolah, aku mau bermain sepak bola dengan teman-teman.” kata bocah malang yang baru berusia 8 tahun itu sambil terisak.

“Nak, selama kamu tidak pernah menyerah, maka kamu pasti bisa melihat lagi, suatu hari nanti Tuhan pasti akan tersentuh dengan ketabahanmu. Sampai saat itu, kamu bebas melakukan apa pun,” sahut Ibunya sambil membelai kepalanya.

Oleh ibunya, bocah itu didaftarkan ke sekolah khusus penyandang tunanetra. Dia adalah anak yang paling rajin di kelas.

“Anakmu sangat cerdas. Dia adalah murid yang paling cepat mengusai huruf Braille yang pernah saya temui. Dia punya keinginan belajar yang kuat, tegar, dan sangat disukai teman-temannya,” kata guru pembimbing pada ibu si bocah yang tersenyum gembira mendengar pujiannya.

Suatu hari, bocah itu dengan gembira berkata pada ibunya bahwa dia telah ikut serta dalam pertandingan sepak bola yang diselenggarakan oleh sekolah, rekan timnya sama sepertinya tidak dapat melihat, tetapi mereka tahu posisi bola dan ke arah mana menendangnya melalui indra pendengar. Dan ibunya pun memujinya sebagai anak yang pintar.

Si bocah tersenyum bahagia mendengar pujian ibunya, dan dengan penuh harap, dia berkata pada ibunya, “Apa aku hampir membuat Tuhan tersentuh ya bu, aku akan segera bisa melihat lagi kan bu ?”

“Ya nak, selama kamu tetap tegar, pasti akan membuat Tuhan tersentuh,” sahut ibunya sambil mengusap lembut wajah polos anaknya.

Seiring berlalunya waktu, performa bocah itu juga semakin mengagumkan di sekolah, para guru maupun teman-temannya sangat menyukainya. Di sekolah menengah atas, dia berencana menekuni bidang musik, dia berharap menjadi seorang guru musik dan orangtuanya juga sangat mendukung keinginannya.

Suatu hari, ibu si bocah mengatakan bahwa seorang teman sekantornya dituntut ke pengadilan terkait masalah rumah, karena keluarganya miskin, dia tidak mampu membayar pengacara, sehingga ibu ini tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu temannya

Sejak itu, si bocah memutuskan menekuni bidang hukum. Dia ingin menjadi pengacara dan membantu orang-orang miskin terkait masalah hukum.

Ibunya menasihatinya bahwa musik mungkin lebih cocok untuknya. Namun, dengan serius dia berkata: “Bu, tolong percaya pada pilihan saya. Pengacara pasti akan cocok untuk saya,” katanya tegas.

Pada usia 25 tahun, ia mendapat lisensi pengacara dan berencana melamar pekerjaan di firma hukum. Namun, beberapa kantor menolaknya karena masalah pada penglihatannya.

Kemudian, dia memposting di Internet dan menjadi pengacara untuk orang-orang miskin tanpa dipungut biaya sepersen pun.

Awalnya, semua orang ragu dengan kemampuannya. Meskipun gratis, tapi tidak ada yang berani menunjuknya sebagai pengacara.

Sehubungan dengan itu, dia pun bergumam tidak boleh hanya menunggu di rumah, dan dia memutuskan untuk mencari peluang di luar.

Dia ke stasiun kereta bawah tanah bersama dengan anjing pemandu. Saat menunggu di kereta bawah tanah, dia mendengar seorang wanita sedang berbicara di telepon, dari pembicaraan itu, dia mendengar wanita itu sedang mengalami masalah hukum , dan ingin menyewa pengacara yang lebih murah. Wanita itu meminta rekomendasi dari rekannya.

Dia menunggu wanita itu selesai bicara di telepon, lalu secara aktif menghampiri wanita itu dan memperkenalkan dirinya sebagai pengacara.

Wanita itu berkonsultasi sejenak dengannya tentang beberapa pengetahuan hukum. Dan jawabannya sangat memuaskan wanita tersebut, saat itu juga dia memutuskan menunjuknya menjadi pengacaranya.

Di pengadilan, kepiawaiannya sebagai pengacara membuat orang-orang yang memenuhi ruang pengadilan berdecak kagum. Sebagai pengacara pemula, sudah mendapatkan pengakuan dari semua orang, dan ini semakin meningkatkan kepercayaan dirinya.

Cyrus Habib

Dalam persidangan yang direkam itu, seseorang mengunggah video pembelaan terhadap kliennya ke internet. Dan tak disangka, video itu menjadi viral dan dia pun seketika menjadi terkenal.

Semakin banyak orang menunjuknya sebagai pengacara. Tujuan utamanya adalah memprioritaskan orang-orang miskin dan bebas biaya, kemudian baru akan memilih mengenakan biaya pada kelompok orang tertentu. Seiring dengan ketenarannya, dia membuka firma hukum sendiri.

Seorang wartawan yang mengaguminya secara khusus bertandang ke kantornya untuk wawancara : “Anda menjadi pengacara terutama untuk membantu orang-orang miskin, boleh tahu apa yang mendorong Anda berbuat seperti ini ?”

“Sejak tidak bisa melihat lagi semasa kanak-kanak, ibu saya mengatakan kepada saya bahwa selama bisa membuat Tuhan tersentuh, maka saya bisa melihat cahaya lagi. Saya hanya ingin membuat Tuhan tersentuh dengan kesabaran dan ketegaran saya !”Jawabnya sambil tersenyum.

Cyrus Habib,Wakil Gubernur Washington DC, AS.

Pria Buta itu adalah Cyrus Habib, Wakil Gubernur Washington DC, yang terpilih pada November 2016 lalu. Dia juga merupakan seorang wakil gubernur tunanetra pertama di negara bagian Amerika tersebut.

Dia akhirnya membuat Tuhan tersentuh. Meskipun matanya tidak bisa melihat, tapi dia memberikan cahaya kepada orang-orang yang membutuhkannya. Baginya, inilah cahaya yang sesungguhnya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.