Dikabarkan Bendungan di Wenzhou, Tiongkok  Jebol Tengah Malam, Banjir Mencapai Lantai Dua Kediaman Warga

EtIndonesia.com Topan “Saudel”, yang sebelumnya telah melemah dan kehilangan statusnya, kembali menguat secara tiba-tiba dan “berbalik menyerang”. Sejumlah wilayah di Fujian dan Zhejiang dilaporkan melakukan pelepasan air dari waduk tanpa peringatan yang memadai, sehingga menyebabkan banjir meluas.

Beredar informasi di internet bahwa sebuah bendungan di Kabupaten Pingyang, Wenzhou, Zhejiang, jebol, menyebabkan wilayah hilir terendam pada tengah malam. Hingga kini, belum diketahui jumlah korban jiwa maupun korban luka.

Baru-baru ini, sebuah video yang beredar di internet memperlihatkan sebuah jalan dilanda banjir pada malam hari. Arus air deras mengalir menuruni lereng, sementara sejumlah warga terdengar berteriak ketakutan.

Menurut pengunggah video, lokasi tersebut adalah Desa Shangzhou di Kota Mabu, Kabupaten Pingyang. Jebolnya bendungan di bagian hulu disebut menyebabkan banjir besar, sehingga seluruh warga desa harus melarikan diri dengan tergesa-gesa pada tengah malam.

Kondisi di Desa Xiafan, yang juga berada di kota yang sama, disebut lebih parah. “Air sudah mencapai lantai dua rumah-rumah lama,” demikian keterangan yang beredar. Banyak warga dilaporkan terjebak dan membutuhkan pertolongan.

Bendungan Longtan Pernah Dinyatakan Bermasalah

Menurut data publik, terdapat Bendungan Longtan di Desa Shunxin, Kota Mabu. Bendungan tersebut tergolong bendungan kecil dengan kapasitas total 207.000 meter kubik.

Bendungan itu dibangun pada 1974. Bendungannya telah mengalami sejumlah masalah dan pada 2023 ditetapkan sebagai bendungan yang mengalami kerusakan dan memiliki risiko keselamatan.

Pada 2024, bendungan tersebut baru saja menyelesaikan proyek yang disebut sebagai proyek “penguatan dan perbaikan untuk menghilangkan risiko keselamatan”.

Topan Saudel Kembali Menguat

Topan “Saudel”, yang sebelumnya telah berhenti diberi nomor, tiba-tiba “hidup kembali” di perairan bagian barat Laut Tiongkok Selatan pada  Selasa (1 September) dini hari.

Topan tersebut kembali menguat menjadi badai dan kemudian bergerak ke arah utara.

Sejumlah wilayah di Fujian dan Zhejiang kemudian dilanda banjir serius, menciptakan pemandangan yang digambarkan seperti bencana besar.

Pada 1 September, dua waduk utama di Kabupaten Cangnan, Wenzhou—Waduk Qiaodun dan Waduk Wujia Yuan—membuka pintu air untuk melepaskan air.

Sejumlah wilayah perkotaan di pusat kabupaten, serta Kota Lingxi, Kota Zaoxi, dan daerah-daerah rendah di sepanjang sungai, kemudian terendam.

Banyak toko, kendaraan, dan lahan pertanian terendam air, menyebabkan kerugian besar.

Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Putian dan Quanzhou di Provinsi Fujian, Kota Ningde-Fuding, serta Kota Ruian di Wenzhou.

Karena pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) selama ini dianggap kerap menutupi informasi mengenai bencana, jumlah korban jiwa dan besarnya kerugian materi hingga kini belum diketahui secara jelas. (***)

INSPIRASI ERABARU

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari. Emma Suttie Serumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

Mengapa Kita Masih Membutuhkan Buku Fisik

Oleh Ila Bonczek Ila meraih gelar Sarjana dari College of Agriculture and Life Sciences, Cornell University. Ia tinggal di Garden State, tempat ia telah menanam...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine