Eksekutif Perusahaan Korea Selatan Ditangkap Karena Menyelundupkan Chip AS ke Tiongkok
NTD
Meskipun Amerika Serikat telah menerapkan kontrol ekspor chip ke Tiongkok, tetapi Tiongkok masih saja memperoleh chip buatan Amerika Serikat melalui berbagai saluran bawah tanah. Beberapa hari lalu, pemerintah Korea Selatan mengungkapkan bahwa pihaknya untuk pertama kalinya telah membongkar kasus penyelundupan chip AS ke Tiongkok, dan menangkap eksekutif perusahaan Korea Selatan tersebut.
Media keuangan Korea Selatan “Business Korea” yang mengutip laporan Kantor Bea Cukai Seoul pada 25 Januari mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menyerahkan kepada Kantor Kejaksaan Seoul CEO dan manajer senior Perusahaan A, sebuah perusahaan Korea Selatan yang dicurigai melanggar “hukum asing” karena menjual komponen elektronik ke luar negeri.
Pejabat bea cukai mengatakan, Perusahaan A membeli chip impor yang termasuk barang strategis melalui pengembang peralatan komunikasi Korea. Menurut peraturan, chip yang diimpor tersebut hanya boleh dipakai untuk keperluan dalam negeri Korea Selatan.
Namun, dari Agustus 2020 hingga Agustus 2023, perusahaan A ini tanpa sepengetahuan pihak berwenang telah menyamarkan chip impor tersebut dengan mengemas ulang kemudian dikirim sebagai sampel ke Tiongkok melalui udara, yang totalnya telah mencapai 144 kali. Chip ini mungkin digunakan untuk memproduksi senjata pemusnah massal, dan yang jelas tidak mendapat izin ekspor dari pemerintah Korea Selatan.
Investigasi menunjukkan bahwa Perusahaan A menyelundupkan 96.000 chip senilai sekitar 13,9 miliar won (setara USD.10,43 juta), di mana 53.000 chip di antaranya diklasifikasikan sebagai barang strategis dengan nilai mencapai 11,8 miliar won (setara USD.8,85 juta).
Ini adalah pertama kalinya Korea Selatan mengungkap kasus perusahaan Tiongkok menggunakan Korea Selatan sebagai jalur untuk mendapatkan chip Amerika Serikat.
Demi mengekang ambisi hegemoni teknologi Partai Komunis Tiongkok, sejak 2022 Amerika Serikat menerapkan pembatasan ekspor chip yang komprehensif terhadap Tiongkok. Dalam kenyataannya, sanksi ini memberikan tekanan besar kepada industri teknologi Tiongkok, sehingga perusahaan-perusahaan Tiongkok mengalami kesulitan untuk memperoleh komponen-komponen utama, kecuali melalui berbagai cara ilegal, termasuk menggunakan perusahaan pihak ketiga sebagai perantara pembelian.
Ada laporan daring yang belum terkonfirmasi menyebutkan bahwa ada orang di Tiongkok yang kerjanya merekrut secara online para penyelundup “patriotik” untuk melakukan “semut pindah rumah”. Jadi mereka itu direkrut khusus untuk membawa dalam ransel chip-chip canggih yang diselundupkan ke negara-negara di Asia Tenggara untuk diangkut secara bolak-balik masuk ke Tiongkok lewat perbatasan di selatan Tiongkok. (sin)
Zealandia Adalah Benua Pertama di Bumi yang Dipetakan Sepenuhnya
EtIndonesia. Anda mungkin mengira Anda tahu semua benua, tapi bagaimana dengan Zealandia?
Pada tahun 2017, sebuah gugusan yang sebelumnya tidak dikenal ditemukan di pantai Selandia Baru dan menjadi berita utama secara global.
Zealandia, yang dikenal sebagai Te Riu-a-Māui dalam bahasa Māori, mencakup wilayah lebih dari 5 juta kilometer persegi, menjadikannya dua kali luas anak benua India.
Pasalnya, 95 persen wilayahnya terendam di bawah barat daya Samudera Pasifik, menghilang jauh sebelum manusia ada di Bumi. Hanya rangkaian pegunungan besar (dua pulau di Selandia Baru) dan beberapa pulau samudera kecil yang terlihat di permukaan.
Sedikit yang diketahui tentang benua yang baru ditemukan ini, terutama karena benua tersebut hampir sepenuhnya tidak dapat diakses. Namun, tim ahli geologi dari seluruh dunia telah menyusun peta geologi baru yang berisi Zealandia. Peta tersebut dibentuk menggunakan kombinasi sampel batuan yang diambil dari laut dan metode pemetaan geofisika.

Ahli geologi menemukan formasi batupasir besar dan endapan kerikil batuan basaltik, mengikuti batas luar Zealandia saat mereka mencari sampel.
Batupasir tersebut diyakini berumur sekitar 95 juta tahun dan mengandung granit dan kerikil vulkanik yang lebih tua, menunjukkan bahwa ketika Zealandia masih berupa daratan kering, sungai-sungai yang mengalir dari dataran tinggi vulkanik memenuhi cekungan tektonik.
Dataran tinggi tersebut merupakan rangkaian gunung berapi aktif setidaknya 30 hingga 50 juta tahun sebelumnya tetapi kemungkinan besar terkikis ketika batu pasir diendapkan.
Ahli geologi percaya bahwa Zealandia secara bertahap dibanjiri sekitar 40 juta tahun yang lalu, berkat penemuan kerikil basal, yang berhubungan dengan vulkanisme bawah air.
Studi “Reconnaissance basement geology and tectonics of North Zealandia” diterbitkan dalam jurnal Tectonics (2023). (yn)
Sumber: indy100
Bernard Arnault, Pendiri LVMH Mendapatkan Kembali Gelar Sebagai Orang Terkaya Dunia
NTD
Seiring dengan anjloknya harga saham Tesla, sementara membumbungnya harga saham raksasa barang mewah LVMH. Kekayaan bersih pendiri LVMH Bernard Arnault telah melampaui kekayaan CEO Tesla Elon Musk, sehingga ia kembali menjadi orang terkaya di dunia.
Menurut peringkat miliarder real-time “Forbes”, bahwa kekayaan bersih Bernard Arnault yang berusia 74 tahun dan keluarganya kini meningkat menjadi USD.207,8 miliar, melampaui kekayaan Elon Musk yang sebesar USD.204,5 miliar. Sedangkan Jeff Bezos, pendiri Amazon berada di peringkat ketiga.
Pada Jumat lalu (26 Januari), LVMH mengumumkan bahwa pendapatan dan laba perusahaannya mencapai rekor tertinggi baru pada tahun 2023. Pendapatan kuartal keempat meningkat sebesar 10%, tidak melambat seperti yang diperkirakan oleh analis. Hal itu mendorong harga saham perusahaannya melonjak sebesar 7,2% menjadi USD.167,75. Ditinjau dari perspektif regional, Asia masih menjadi pasar konsumen terbesar bagi LVMH.
Sebelumnya, Tesla merilis laporan keuangan kuartal keempat 2023 pada 25 Januari. Meskipun total pendapatan tahun ini meningkat sebesar 3%, tetapi laba bersih Tesla turun 39% YoY, sedangkan margin laba kotor hanya 17.6%, yang lebih rendah dari prediksi analis. Karena itu harga saham Tesla (TSLA) anjlok 12,13%, nilai pasarnya menguap sebesar USD.80 miliar dalam semalam. Sehingga kekayaan bersih Elon Musk juga berkurang sebesar USD.18 miliar lebih. Secara kumulatif penurunan harga saham Tesla tahun ini mencapai lebih dari 26%.
Selain itu, meskipun harga-harga melonjak dan kondisi ekonomi yang buruk bagi banyak orang setelah pandemi ini, kelompok super kaya kini menjadi lebih kaya dibandingkan sebelumnya. Organisasi nirlaba Oxfam baru-baru ini merilis laporan bahwa sejak Maret 2020 hingga akhir tahun 2023, kekayaan gabungan dari lima orang terkaya di dunia telah meningkat lebih dari dua kali lipat.
Kelima orang kaya ini adalah Elon Musk dari Tesla, Jeff Bezos dari Amazon, Larry Ellison dari Oracle, investor Warren Buffett, dan bos Louis Vuitton Group Bernard Arnault.
Pada awal epidemi, nilai kekayaan gabungan mereka mencapai USD.405 miliar. Kekayaan mereka kini meningkat dua kali lipat menjadi USD.869 miliar, kata Oxfam. (sin)
Bersihkan Rumah, Keajaiban Akan Menyinari Kehidupan Anda
Dalam masyarakat Tionghoa juga terdapat ucapan untuk Hari Raya Imlek yang berbunyi: “Chu Jiu Bu Xin – Guo Hao Nian (除旧布新 过好年)” yang bermakna “Singkirkan benda-benda usang dan susunlah sesuatu yang baru – Selamat Hari Raya Imlek!”. (GRAPHIC NETWORK)
Mari lakukan suatu uji coba: Lihatlah sekeliling rumah Anda. Jika Anda sedang tidak ada di rumah, bayangkan kondisi rumah Anda saat Anda terakhir meninggalkan rumah. Adakah debu di lantai, adakah majalah yang menumpuk di sofa, apakah lemari pakaian berantakan, adakah bercak-bercak minyak di dapur… jika ada, maka hati-hatilah, hidup Anda mungkin sedang dikelilingi ancaman. Ini bukan sekedar kalimat penggelisah saja, melainkan filosofi yang berasal dari kekuatan “bersih-bersih”.
Kamar Anda ibarat Anda sendiri
Melalui penelitian bertahun-tahun, Fakultas Ekonomi Harvard Amerika Serikat menemukan suatu fenomena: Orang sukses yang penuh rasa syukur dan berbahagia, lingkungan rumahnya biasanya sangat bersih dan tertata, sementara orang-orang yang kurang bahagia umumnya hidup di rumah yang kotor berantakan. Mulai dari rumah kecil hingga rumah besar, suatu perusahaan yang sukses biasanya emiliki kantor yang bersih dengan jendela kinclong; sebaliknya sebuah perusahaan yang nyaris bangkrut, dipastikan memiliki salah satu sudut yang kotor berantakan. Maka didapatlah kesimpulan sebagai berikut: “Kamar yang Anda tempati adalah refleksi diri Anda sendiri, kehidupan Anda sebenarnya adalah seperti kamar Anda sendiri.”
Begitu dirilis pernyataan ini, sontak membuat heboh. Makin lama Makin banyak orang, mulai dari CEO perusahaan hingga ke ibu rumah tangga menjadi penggemar “kekuatan bersih-bersih”. Seorang gadis yang selalu bersedih akibat patah hati sambil membaca Sweeping Force sembari membersihkan benda-benda di dalam lemari pakaiannya sebanyak 14 kantong sampah. Yang mengejutkannya adalah, seiring dengan kembali rapinya lemari pakaiannya yang tadinya penuh sesak, suasana hatinya yang tadinya sangat tertekan kini menjadi lebih ceria.
Perusahaan elektronik Kyocera, Jepang sempat mengalami situasi tidak sehat, para karyawan pun banyak yang mengundurkan diri. Inamori selaku CEO Kyocera sangat kebingungan, di tengah kesenggangannya karena tidak bisa melakukan apa-apa, setiap hari ia membersihkan pabrik, toilet, memotong rumput, seketika itu ia menyadari makna eksistensi suatu perusahaan, dan kemudian mengubah prinsip manajemennya, sejak saat itu Kyocera menjadi perusahaan yang kembali berkembang.
Benarkah “sweeping force” atau kekuatan bersih-bersih itu memiliki sisi magis yang begitu kuat? Memang menyapu atau membersihkan kelihatannya seperti suatu pekerjaan fisik yang sangat sederhana, padahal sesungguhnya justru mengandung banyak makna kehidupan dan kebijaksanaan yang sangat mendalam di dalamnya. Lewat membersihkan, kita bisa meletakkan keangkuhan, dan belajar merendah, menemukan diri sendiri lewat pekerjaan yang melupakan siapa diri kita sebenarnya.
Di Tiongkok, kebijaksanaan dari pekerjaan membersihkan diwarisi turun temurun. Dalam aksara Mandarin “kaum wanita” ﹝婦, Fù﹞, terdiri dari wujud seorang perempuan memegang sapu. Hingga sekarang ini di banyak tempat, tradisi membungkus bakcang pada hari Duan Wu (di Indonesia dikenal dengan Pehcun) membiasakan anak-anak mencintai pekerjaan fisik serta menjaga kerapian (memiliki hati yang tertata). “Jika rumah saja tidak bisa dibersihkan, bagaimana bisa membersihkan dunia?” Filosofi sebuah kata “menyapu” bahkan begitu sarat dengan cita-cita dan harapan yang mendunia.
Proses membersihkan, termasuk di dalamnya proses merapikan, memilah, dan menyingkirkan, adalah interaksi antara Anda dengan lingkungan sekitar. Lingkungan yang bersih dan rapi dengan jelas menunjukkan logika dan kerapian Anda.
“Dewa Harta” suka rumah yang bersih dan cerah
Jika Anda bepergian, ada 2 teman Anda yang mengundang Anda bermalam di rumah mereka masing-masing. Rumah teman pertama sangat bersih, cerah, dan rapi. Sementara teman kedua rumahnya kotor, berantakan, dan bau. Rumah siapakah yang akan menjadi pilihan Anda? Pasti Anda akan memilih rumah yang bersih, rapi, dan cerah!
Menurut kepercayaan di zaman Tiongkok kuno, demikian pula Dewa juga menyukai rumah-rumah yang bersih, cerah dan rapi, jika ingin “Dewa Harta” sering-sering mendatangi rumah Anda, lekaslah bersihkan rumah Anda! Sebaliknya, rumah atau perusahaan diambang kebangkrutan, pasti terlihat ada 1-2 sudut yang kotor.
Membersihkan rumah adalah meningkatkan kebijaksanaan
Setiap ada kekalutan atau masalah, bersihkan rumah Anda! Lingkungan di luar diri adalah refleksi dari suasana di dalam hati! Kekotoran, berantakan, dan bau merupakan energi negatif dan akumulasi suasana hati buruk. Bertindaklah: seminggu lakukan sekali pembersihan kecil, sebulan lakukan sekali pembersihan besar. Ubahlah lingkungan menjadi bersih dan rapi, orang yang berdiam di dalamnya pun pasti dengan sendirinya akan merasa nyaman, rasa bahagia pun akan bertambah, dan perasaan bahagia akan mendatangkan keberhasilan. Sementara orang-orang yang tidak beruntung, umumnya hidup di tengah lingkungan yang kotor dan berantakan!
Kekacauan di rumah juga menjadi sumber kekalutan pikiran. Membersihkan rumah sama artinya membersihkan sampah di dalam benak, kebijaksanaan dengan sendirinya pun akan meningkat!
Membersihkan rumah berarti membuang kuman dan bakteri
Jika melalui sebuah tempat pembuangan sampah, kita terbiasa menutup hidung dan cepat-cepat berlalu dari tempat itu. Jika dalam jangka waktu panjang berdiam di rumah yang kotor dan berantakan seperti tempat sampah: “Lama berdiam di taman anggrek tidak menyadari keharumannya, lama berdiam di rumah kotor tidak menyadari keberantakannya.” Lama berdiam di rumah yang kotor ibarat tempat sampah menyebabkan kotoran di luar akan mudah mendatangkan penyakit, membersihkan rumah sama artinya dengan menyingkirkan bakteri, maka tubuh kita akan lebih sehat! Saya memiliki murid yang menderita alergi selama 8 tahun, waktu saya ke rumahnya, di dalam lemarinya tersimpan pakaian yang sudah 18 tahun tidak dipakai, saya menyuruh membuang pakaian lamanya itu, alergi pada kulitnya pun lenyap seketika!
Membersihkan rumah tingkatkan energi positif
Dalam film-film di TV, rumah hantu selalu kotor berantakan penuh sarang laba-laba dan remang-remang, sementara Surga selalu tampak terang benderang, dan cerah ceria. Jadi rumah yang gelap akan semakin mudah mengundang energi yang tidak baik, jika energi tidak baik maka hawa keberuntungan pun tidak akan ada. Sebaliknya rumah yang cerah akan mengundang energi yang positif, dan energi positif akan mengundang hawa keberuntungan!
Seseorang bisa berjalan dengan santai dan leluasa jika tidak membawa beban, tapi jika memanggul banyak benda, Anda pasti tidak akan bisa berjalan dengan leluasa dan santai! Sebuah rumah yang penuh sesak dengan barangbarang, akan menyebabkan energi rumah itu menjadi lamban dan diam, tidak bisa mengalir dengan leluasa, dan tidak mungkin bisa mendatangkan perasaan indah dan ceria, setelah membuang benda-benda tak berguna itu, energi positif yang rileks dan nyaman akan datang dengan sendirinya!
Membersihkan rumah berarti membersihkan jiwa
Jika di rumah kita sering menumpuk benda-benda yang tak terpakai, termasuk baju, semua energi itu sangat negatif. Seperti kaisar zaman dulu yang memiliki 3 istana 6 paviliun dan 72 selir, hanya beberapa selir yang akan benar-benar disayangi kaisar, selir-selir yang lain akan mengeluh dan memendam benci, menebar fitnah serta intrik mengintrik.
Dan benda-benda termasuk baju yang tidak terpakai oleh pemiliknya, energi yang disebarkan pasti juga bermuatan negatif, mengandung kekesalan dan kebencian. Penyelesaikan terbaik adalah membuangnya atau memberikannya pada orang lain, biarkan mereka mendapatkan pemilik yang baru. Tentunya semakin Anda membersihkan, semakin banyak tempat-tempat yang tadinya penuh sesak akan menjadi longgar dan nyaman, menjadi rileks, maka cinta kasih dan rasa syukurpun akan mengalir masuk!
Kehidupan ibarat sebuah perjalanan, ada kesulitan, kekurangan ini dan itu, tapi juga ada kebahagiaan setelah menemukan secercah sinar di ujung sana. Dilihat sepanjang perjalanan hidup, perasaan negatif hanya akan membuang-buang waktu dan energi dari kehidupan kita. Orang Tiongkok mengatakan, tidak terbuai oleh apa yang kita raih dan tidak tergoyah karena kehilangan, ini adalah sikap hidup yang kokoh. Jadi, memahami untuk menyingkirkan emosi negatif dari dalam jiwa, baru bisa menikmati kehidupan ini di setiap sisinya.
Mulai sekarang, biarkan kehidupan Anda menebarkan keajaibannya! (Lie/Yant)
VIDEO REKOMENDASI
https://www.youtube.com/watch?v=7CbfATVuHb0
Akankah Beijing Serang Taiwan? Pasca Terpilihnya Lai Ching-te Sebagai Presiden
Time to Explore
Pada 13 Januari lalu, Republik Tiongkok (Taiwan) mengadakan pilpres, dan William Lai Ching-te sukses terpilih menjadi presiden. Sejumlah kalangan menilai, dengan terpilihnya Lai Ching-te menjadi presiden, akankah mempercepat Beijing menyerang Taiwan?
Dalam setahun terakhir, kata-kata “Timur (RRT) membubung Barat (AS) merosot” sudah jarang terdengar lagi. Tetapi terutama sebelum pandemi, istilah itu berulang kali dilontarkan oleh Xi Jinping.
Dalam asumsi Xi Jinping, seiring dengan semakin menguatnya perekonomian Tiongkok, kekuatan militernya pun ikut meningkat, maka AS dipastikan bakal melemah, dan mereka akan mempunyai kekuatan militer yang cukup untuk mempersatukan Taiwan dengan menggunakan kekuatan militer.
Namun dua tahun lalu terjadi tiga peristiwa yang menimbulkan keraguan Xi Jinping terhadap kekuatannya sendiri. Yang pertama adalah Perang Ukraina, yang kedua adalah masalah korupsi di tubuh Angkatan Roket (AR) Tiongkok, dan yang ketiga adalah decoupling hubungan Beijing-Washington pasca pandemi, membuat perekonomian Tiongkok terjebak dalam keterpurukan.
Dua peristiwa pertama membuat Xi Jinping menyadari bahwa kekuatan militer Tiongkok mungkin tidak setangguh dan sebesar yang ia bayangkan sebelumnya, dan peristiwa ketiga membuat Xi Jinping menyadari, kemampuan ekonomi Tiongkok tidak cukup mapan untuk decoupling dengan dunia. Dari tiga aspek: politik, militer, dan ekonomi, akan penulis sajikan analisa bahwa terpilihnya William Lai Ching-te tidak sampai membuat Xi Jinping dengan gegabah mengobarkan perang.
Taiwan Tidak Berinisiatif Menantang, PKT Tidak Beralasan Menyerang
Dari aspek politik, setelah terpilih menjadi presiden, Wiliam Lai menggelar konferensi pers, dan secara jelas menyebutkan akan menaati sistem ketatanegaraan Republik Tiongkok (Taiwan), tidak arogan juga tidak merendah dengan mempertahankan kondisi sekarang.
Dengan kata lain, ia akan melanjutkan jalur diplomatik Presiden Tsai Ing-wen,dan tidak akan mendeklarasikan kemerdekaan. Maka atas dasar mempertahankan kondisi saat ini, Xi Jinping tak ada alasan untuk menyerang Taiwan. Dengan kata lain, pemerintah Taiwan tidak akan melakukan tindakan apapun yang memprovokasi PKT untuk bertindak agresif.
Mungkin ada pembaca yang berpikir, menyerang Taiwan atau tidak, sepenuhnya adalah keputusan PKT, jika mereka benar-benar hendak menyerang, sama sekali akan abai apa yang sedang Taiwan lakukan. Sebagai contoh, pada saat PD-II, hal berlebihan apa yang telah dilakukan Albania? Tidak ada, tapi Italia tetap harus menduduki Albania. Apakah Cekoslowakia telah melakukan kejahatan? Tidak juga, tapi Hitler tetap mencaploknya. Dengan kata lain, Taiwan Merdeka sebenarnya adalah suatu proposisi yang salah, kunci permasalahan ada pada pihak Partai Komunis Tiongkok sendiri. Jika Xi Jinping benar-benar ingin menyerang Taiwan, meski Taiwan sudah berlutut pun ia akan menyalahkan cara berlututnya.
Secara Militer, PKT Tidak Persiapkan Diri dengan Baik untuk Menyerang Taiwan
Menyerang Taiwan, adalah suatu keputusan militer, jadi membahas aspek kedua ini, maka harus dimulai dari sudut pandang militer. Jika Beijing ingin menyerang Taiwan, ini berarti pasukan mereka harus mempunyai kekuatan yang cukup untuk menyeberangi Selat Taiwan, sekaligus mempunyai kemampuan cukup kuat untuk berperang melawan Amerika Serikat, atau memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk mencegah AS ikut campur dalam konflik di Selat Taiwan. Itu sebabnya sejak Xi Jinping mulai menjabat pada 2012, ia segera membenahi pasukan militernya, dan Xi telah melakukan tiga hal:
Hal pertama adalah membersihkan korupsi di tubuh militer. Xi Jinping mulai menangkapi semua “macan besar (istilah untuk koruptor)” di tubuh militer, dua macan terbesar dari Komisi Militer Pusat (organisasi khas dari negara otoriter yang bertanggung jawab atas kekuasaan partai dan memegang kendali atas angkatan bersenjata negara. Red.) yakni dua wakil ketuanya: jenderal Guo Boxiong dan jenderal Xu Caihou.
Hal kedua yang dilakukan Xi adalah melakukan reformasi militer. Pada 2016, PKT telah melakukan reformasi militer berskala terbesar sepanjang sejarah pendirian pemerintahannya, dan mulai dengan mengubah wilayah militer menjadi palagan tempur (zona perang, red.), sekaligus mengubah struktur pasukan dari divisi menjadi brigade.
Xi Jinping berharap lewat reformasi militer dapat meningkatkan modernisasi pada militer, tentu saja melakukan hal ini juga atas pertimbangan politik, dan harus mendobrak fraksi militer yang ada sebelumnya.
Hal ketiga adalah mempercepat produksi perlengkapan dan persenjataan. Kapal induk pertama yakni Liaoning dibeli dari Ukraina, kapal induk produksi dalam negeri pertama yakni Shandong mulai diproduksi pada 2013, lalu mulai mengabdi pada 2019, semua dilakukan semasa jabatan Xi Jinping. Kapal induk ketiga yakni Fujian mulai melaut pada 2022, masih butuh waktu untuk benar-benar siap tempur. Sementara itu kapal perusak type 055 dan type 052 telah diproduksi puluhan unit selama 10 tahun terakhir.
Menumpas korupsi, reformasi militer, dan mengembangkan perlengkapan militer, ketiga hal ini tidak diragukan telah secara positif meningkatkan kepercayaan diri Xi Jinping untuk menyatukan Taiwan secara militer.
Dampak Perang Rusia-Ukraina
Namun Perang Rusia-Ukraina pada 2022, sedikit banyak telah mengubah pemikiran Xi Jinping. Misalnya surat kabar Inggris Financial Times memberitakan, Hillary berkata dirinya pernah memprediksi setelah mengukuhkan kekuasaannya dalam tempo tiga atau empat tahun Xi Jinping “akan mengambil tindakan terhadap Taiwan”.
Selanjutnya Hillary menambahkan, “Menurut saya Ukraina benar-benar telah mencegah hal ini. Menurut pendapat saya, yang terjadi di Ukraina telah menimbulkan dampak yang amat serius terhadap para pemimpin Tiongkok itu.”
Setelah Rusia menginvasi Ukraina, perang ini hingga sekarang telah berlangsung dua tahun lamanya, dan belum juga ada tanda-tanda akan berakhir, pihak Rusia tidak dalam posisi unggul di medan perang: Kapal andalan utamanya Moskva dari Armada Laut Hitam telah ditenggelamkan musuh, kapal perang yang berlabuh di pelabuhan pun dapat dihancurkan oleh rudal anti kapal Ukraina; di darat, di sekitar daerah Kupyansk, Rusia telah dibuat kewalahan oleh Ukraina, dan mereka telah menarik pasukannya dari kota besar Kherson di selatan, sekarang garis pertempuran kedua negara berlangsung relative stagnan di sekitaran Zaporizhia sepanjang Sungai Dnipro.
Melihat kekuatan di atas kertas, Rusia tidak lebih buruk daripada RRT, sementara kemampuan militer Taiwan pasti lebih kuat daripada Ukraina, Rusia menyerang Ukraina sampai mengalami babak belur seperti ini, jika PKT benar-benar menginvasi Taiwan, tentu akibatnya tidak bisa dibayangkan. Perang Ukraina adalah sebuah pelajaran yang nyata, dan membuat Xi Jinping mau tidak mau harus mempertimbangkan lagi kemampuan militernya apakah benar-benar sekuat yang selama ini telah dipropagandakannya?
Perang Ukraina membuat Xi Jinping meragukan masalah kedua, yaitu pekerjaan intelijen PKT. Sebelum Perang Ukraina berkobar, media massa Barat memberitakan, sebenarnya PKT telah sejak lama mengetahui rencana Rusia menyerang Ukraina, khususnya pada saat Olimpiade Musim Dingin di Beijing, Putin dan Xi Jinping telah bertemu, yang kala itu menyatakan kerjasama antara kedua pihak tidak terbatas. Sedangkan di saat perang Ukraina meletus, Kedubes Tiongkok bahkan tidak mengumumkan rencana apapun untuk mengevakuasi warganya. Bahkan beberapa saat setelah perang dimulai, Kedubes Tiongkok untuk Ukraina mengingatkan warga Tiongkok untuk menempelkan sticker bendara Tiongkok pada mobil miliknya.
Apakah pembaca tidak merasa aneh mengeluarkan pengumuman demikian pada saat perang? Mengapa saat perang tidak mengevakuasi warga negaranya? Apakah dengan menempelkan sticker bendera Tiongkok mampu menjamin keselamatan warganya? Sangat jelas, para petinggi PKT beranggapan, Rusia dengan sangat cepat akan berhasil menguasai wilayah Ukraina, dan hubungan Rusia-RRT begitu akrabnya, sehingga hanya dengan menempelkan sticker bendera merah bintang lima saja, maka tentara Rusia tidak akan berani melakukan apapun terhadap para warga Tiongkok.
Maka muncullah pertanyaan, badan intelijen tingkat tinggi PKT dan pihak militer telah menyimpulkan Rusia akan dengan segera menguasai Ukraina, tapi ternyata telah ditampar wajahnya oleh realita. Maka tentu ada alasan bagi Xi Jinping untuk meragukan kemampuan kerja badan intelijennya sendiri, karena badan intelijennya merasa Rusia akan menguasai Ukraina dalam tiga hari, ternyata sekarang sudah dua tahun perang belum juga usai. Jika saja pihak intelijen mengatakan pada Xi Jinping, untuk menguasai Taiwan hanya dibutuhkan waktu seminggu, tapi apakah benar begitu, sepertinya di dalam benak Xi Jinping telah timbul tanda tanya besar.
Masalah Korupsi Pada Angkatan Roket
Menyusul terjadi lagi masalah lain, yang semakin memperkuat kekhawatiran Xi Jinping, yakni masalah korupsi di tubuh Angkatan Roket (AR). Sejak tahun lalu, Xi Jinping telah membersihkan petinggi AR dalam skala besar, termasuk Menhan Li Shangfu, Komandan AR Li Yuchao berikut sejumlah perwira tinggi lainnya.
Belum lama ini kantor berita Bloomberg menjelaskan, pada tubuh AR terdapat masalah korupsi serius selama jangka waktu yang cukup panjang, misalnya rudal balistik yang biasanya bukan diinjeksi dengan bahan bakar, melainkan air, dan tutup lubang peluncuran rudal, ternyata tidak bisa dibuka saat perang karena tutupnya terlalu berat. Yang tampak pada permukaan adalah korupsi di tubuh AR, tapi sebenarnya adalah masalah korupsi pada keseluruhan sistem militer RRT. Apakah hanya AR yang bermasalah, dan AD, AU, AL semuanya bersih? Semuanya berasal dari satu sistem yang sama.
Contoh yang paling mencolok adalah kasus Hu Wenming. Hu Wenming disebut-sebut sebagai bapak kapal induk pertama buatan dalam negeri RRT, dialah yang mengomandoi pengembangan kapal induk Shandong, pada Desember 2023 lalu Hu Wenming dijatuhi vonis 13 tahun penjara. Mengapa? Masalahnya sangat banyak, termasuk transaksi kekuasaan dan seks, korupsi dan suap. Menurut berita resmi RRT, Hu telah meraup uang haram sekitar 50 juta Yuan RMB (783 miliar rupiah, kurs per 23/01), angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.
Pada saat terjerat kasus itu Hu Wenming adalah direktur dari China State Shipbuilding Corporation, tapi sebenarnya ia berasal dari AU, di saat yang sama juga pernah menjadi Wakil Manager Norinco Group di AD. Dengan kata lain, satu orang ini pernah menjabat posisi penting di bagian perlengkapan di AL, AD, dan AU, seseorang yang begitu penting posisinya berperilaku begitu korupnya, apakah orang-orang di bawahnya bisa bersih? Bayangkan betapa buruknya kualitas produk persenjataan dan perlengkapan militer Tiongkok.
Persenjataan dan perlengkapan militer RRT dari tampak luarnya terlihat cukup bagus, tapi apakah bisa dipakai atau tidak itu adalah persoalan lain. Misalnya pada 2020, ketika terjadi konflik antara Tiongkok dengan India di perbatasan Tibet, pernah ada rumor beredar, waktu itu kualitas kendaraan khusus militer Mengshi tipe EQ2050 buatan Dongfeng Motor Corporation itu bermasalah, mereka diam-diam menggantikan plat baja berkualitas mobil itu dengan baja biasa, yang mengakibatkan mobil Mengshi itu bermasalah di Tibet.
Peristiwa ini belum memperoleh pembuktiannya hingga saat ini. Tapi pasca beredarnya rumor, para penanggung jawab Dongfeng M-Hero Group telah diperiksa, misalnya Sekretaris Partai Divisi Perlengkapan Khusus Dongfeng sekaligus Wakil GM yakni Zhou Wangsheng dan Wakil Chief Engineer Chen Jianxian telah diperiksa, dan masing-masing telah dijatuhi vonis. Kejadian ini menjelaskan kualitas Mengshi sedikit banyak bermasalah. Jadi masalah kualitas perlengkapan militer PKT, kita bisa lihat hanyalah secuil dari puncak gunung es itu.
Walaupun Xi Jinping mampu mengganti semua pemimpin tersebut dalam waktu singkat, tapi untuk membangun kembali kekuatan tempur pasukan militer, memproduksi kembali perlengkapan yang layak dan memenuhi standar, sepertinya bukan masalah yang bisa diselesaikan hanya dalam tempo dua atau tiga tahun saja. Yang lebih penting adalah, ini bukan pertama kalinya Xi Jinping berusaha memberantas korupsi di tubuh militer.
Sekarang semua petinggi militer telah dipromosikan oleh Xi Jinping sendiri. Dengan kata lain, Xi Jinping memerlukan waktu 12 tahun untuk memberantas korupsi hingga ke akarnya, dan didapatinya orang-orang yang diangkatnya juga sama korupnya. Ini membuktikan, terdapat masalah yang sangat besar di seluruh tubuh militer, siapapun yang diangkat akan sama saja korupnya.
Dukungan AS Terhadap Taiwan
Yang paling penting adalah, di belakang Taiwan ada dukungan AS, selama beberapa tahun terakhir, pada kesempatan yang berbeda Presiden AS Joe Biden telah empat kali menyatakan secara terbuka, jika Tiongkok menyerang Taiwan, maka AS akan mengirim pasukan membantu Taiwan. Sedangkan pada Januari 2023 lalu, CSIS telah membuat simulasi militer yang sangat rinci, dengan melakukan simulasi terhadap 24 kondisi, dalam ke-24 simulasi tersebut, AS memenangkan 22 kali di antaranya. Dengan kata lain, dengan kondisi AS bertekad untuk mengirimkan pasukannya, maka invasi Tiongkok terhadap Taiwan akan menghadapi risiko yang teramat besar.
Dari segi militer, PKT tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk menyerang Taiwan, juga tidak ada persiapan yang baik untuk terlibat konflik dengan AS di kawasan Samudera Pasifik, jadi dari hasil pilpres Taiwan kali ini, siapapun yang menjabat, tidak akan terjadi perang.
Ekonomi Tiongkok Terjebak Dalam Keterpurukan
Lalu dari tinjauan aspek ekonomi, kantor berita Bloomberg baru-baru ini mengeluarkan laporan yang menyebutkan, jika di Selat Taiwan terjadi perang, seluruh dunia akan membayar sekitar 10 triliun dolar AS, atau setara dengan 10% PDB seluruh dunia. Berdasarkan laporan ini, PDB Taiwan akan berkurang 40%, dan PDB Tiongkok pada tahun pertama akan turun 16,7%, sedangkan PDB AS akan turun 6,7%.
Dengan kata lain, jika terjadi perang di Selat Taiwan, maka kerugian Taiwan akan teramat besar, dan kerugian ekonomi Tiongkok juga akan sangat besar, khususnya ekspor impor barang akan terhenti total. Selama dua tahun terakhir, Xi Jinping terus menekankan sirkulasi ekonomi domestik, sedikit banyak ini adalah bagian dari persiapannya untuk berperang.
Tapi selama setahun terakhir, sangat jarang terdengar lagi istilah sirkulasi ekonomi domestik, mungkin karena para petinggi PKT telah menyadari, jika ekonomi Tiongkok decoupling dengan dunia, maka akan mendatangkan pukulan yang sangat mematikan. Belum lama ini Menteri Hubungan Eksternal RRT telah berkunjung ke AS, juga telah beberapa kali mengemukakan kerjasama RRT-AS, dan niat hidup berdampingan secara damai.
Intinya, dua tahun lalu Xi Jinping mungkin mengira pasukannya dan ekonominya telah mempersiapkan diri dengan matang. Tapi sejumlah peristiwa yang terjadi dua tahun terakhir ini, mulai dari perang Ukraina, korupsi di tubuh militer, sampai ekonomi yang terus merosot hingga setahun terakhir, telah membuat Xi Jinping menyadari bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk berurusan dengan AS.
Satu setengah tahun lalu ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan, sebagian orang di Tiongkok sesumbar dengan mengatakan, selama pesawat yang ditumpangi Pelosi berani mendarat, maka itulah saatnya reunifikasi Taiwan secara militer. Tetapi Pelosi sudah datang, Dimana pasukan PKT? (mantan pemimpin redaksi surat kabar Global Times) Hu Xijin juga pernah menyatakan, di saat tentara AS tiba di Taiwan, itulah waktunya mengobarkan perang terhadap Taiwan, tapi nyatanya beberapa kali surat kabar Wall Street Journal memberitakan, pasukan AS telah tiba di Taiwan membantu tentara negara itu berlatih, berarti pasukan AS sudah datang, dimana pasukan PKT? Sekarang ada lagi orang yang mengatakan, William Lai Ching-te terpilih menjadi presiden, perang akan meletus. (sud/whs)
Pawai 2 Juta Warga Hongkong Gemparkan Dunia
Gao Tianyun
Masih marak pemberitaan peristiwa unjuk rasa di Hongkong, tanggal 16 Juni lalu. Seperti diketahui hampir 2 juta orang warga Hongkong berunjuk rasa turun memenuhi jalan jalan di Hongkong untuk mengajukan tuntutan pada pemerintah eksekutif Hongkong.
Ada 5 tuntutan, yakni tidak menuntut pengunjuk rasa; menghapus definisi kerusuhan; menyelidiki penembakan dan pertanggung jawabannya; mencabut undang-undang ekstradisi dan turunkan Carrie Lam dari jabatannya.
Aksi protes itu memecahkan rekor pengunjuk rasa terbanyak sepanjang sejarah Hongkong dan telah menorehkan catatan spektakuler tentang perlawanan terhadap tirani Komunis Tiongkok. Masyarakat Tiongkok, Taiwan, warga Hongkong di luar negeri, etnis Tionghoa dan seluruh masyarakat berkeadilan memberi semangat kepada warga Hongkong yang berani.
Hanya selisih satu minggu, dua kali pawai akbar dengan massa mencapai jutaan orang, secara telak menghantam arogansi Komunis Tiongkok, dan memporak-porandakan rencana yang dimainkan kubu pengacau Hongkong.
Sejak penyerahan kedaulatan pada tahun 1997 silam, setahap demi setahap Komunis Tiongkok mengendalikan pemerintahan zona eksekutif Hongkong, menggerogoti hak otonomi dan kebebasan demokrasi di Hongkong, serta memanfaatkan kelompok mafia dan mata-mata di Hongkong untuk mengacaukan ketertiban masyarakat.
Di bidang budaya dan media massa, budaya partai secara terang-terangan telah menyusup, bahkan telah menduduki posisi dominasi.
Selain itu, pemerintah Hongkong tunduk pada Komunis Tiongkok, dengan membuat daftar hitam. Berulang kali telah menolak kaum akademis dan tokoh aktivis Hak Asasi Manusia – HAM untuk masuk ke wilayah Hongkong dalam rangka pertukaran akademisi. Selain itu, juga pernah secara paksa mendeportasi sekelompok praktisi Falun Gong Taiwan, serta menolak memberikan visa bagi para teknisi dari kelompok pertunjukan Shenyun Performing Arts.
Pada April tahun ini, Pengadilan Hongkong telah memvonis bersalah para “9 pelaku Occupy Central”. Hal itu jelas menunjukkan bahwa hukum di Hongkong secara mengenaskan telah berputar haluan di bawah kekuasaan Komunis Tiongkok.
Soal ‘ordonansi ekstradisi’ yang menyusul kemudian, para analis mengatakan, itu adalah persiapan Komunis Tiongkok dalam rangka membersihkan sektor finansial dan menangkap tokoh oposan di kemudian hari, sekaligus berniat mengintimidasi Taiwan. Dengan kata lain, begitu peraturan disahkan, maka Komunis Tiongkok dapat menangkap siapa saja yang melewati jalur Hongkong itu.
Dengan mengibarkan panji “satu negara dua sistem”, Komunis Tiongkok bertindak semena-mena di Hongkong. Kali ini aksi amandemen ordonansi terhambat. Komunis Tiongkok tiba-tiba bertindak anarkis, mengira dengan pentungan dan peluru bisa menyelesaikan masalah. Mengira dengan ‘jangan mengintervensi urusan dalam negeri’ dapat menghalau dukungan dari luar negeri.
Komunis Tiongkok tidak menyangka, satu juta warga Hongkong telah melangkah keluar, dan dengan lantangnya menentang undang-undang jahat itu. Seminggu kemudian, dua juta warga Hongkong turun lagi ke jalan, dan kali ini meneriakkan slogan ‘tidak ada kerusuhan, yang ada hanya tirani’, ‘tirani pasti binasa’ dan lain-lain.
Komunis Tiongkok terlebih lagi tidak menduga, puluhan kota di seluruh dunia telah menyuarakan dukungannya bagi pawai dan unjuk rasa di Hongkong, melangkah bersama dengan warga Hongkong. Amerika, Inggris, Kanada, Jerman, Taiwan dan banyak pemerintahan negara lain beramai-ramai mengecam pemerintahan Komunis Tiongkok, serta mempertimbangkan tindakan sanksi sebagai reaksi terhadap insiden ini.
Komunis Tiongkok selama ini sok berkuasa, tapi kali ini dihadang oleh kekuatan keadilan. Kondisi membuatnya terpaksa meletakkan gada pemukulnya. Mengumumkan penangguhan sementara amandemen itu dan bahkan kepala eksekutif di bawah tekanan terpaksa meminta maaf untuk meredakan amarah warga.
Bisa dikatakan, inilah perlawanan rakyat berskala besar yang paling sengit dan paling langsung dihadapi oleh Komunis Tiongkok dalam puluhan tahun terakhir. Aksi Hongkong menentang undang-undang jahat, menentang tirani, terjadi di tengah badai Huawei dan perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok, bagi rezim otoriter merah yang tengah dirundung masalah itu, adalah satu pukulan telak, yang akan mempercepat keruntuhannya.
Dunia mendukung Hongkong. Hongkong memotivasi dunia. Di tengah penyusupan seperti ‘OBOR’ yang diusung Komunis Tiongkok dan berbagai rencana ekspansi lainnya, aksi ‘anti ordonansi ekstradisi” di Hongkong itu telah mengguncang masyarakat di Hongkong, Taiwan, Tiongkok dan seluruh dunia.
Warga Hongkong melangkah keluar, karena mereka dengan sedih menyaksikan: Hongkong telah berubah. Mereka menyadari, tidak bisa mundur lagi, “Hongkong milik sendiri, harus diselamatkan sendiri”.
Komentar tentang peristiwa itu datang dari asisten dosen Xu Peiyun dari Fakultas Administrasi Sosial di Hongkong University.
“Saya tidak tahu apakah pemerintah sekarang dikuasai Komunis Tiongkok, karena yang kami lihat adalah polisi atau pejabat Hongkong yang melakukan pekerjaan itu. Sebenarnya mereka adalah warga Hongkong asli yang lahir dan dibesarkan di Hongkong, bagaimana boleh memperlakukan pelajar dan anaknya sendiri dengan cara seperti ini?” kata Xu Peiyun.
Banyak yang mengatakan, Carrie Lam juga adalah ibu dari anak-anak Hongkong, tapi Lam bergeming melihat polisi memukul para muda-mudi itu. Jika bukan karena tekad kuat dari 2 juta demonstran itu dan jika bukan karena tekanan dari atas, mungkin Carrie Lam tidak akan meminta maaf.
Posisi kepala eksekutif, dipastikan hanya bisa diduduki oleh orang yang paling tunduk terhadap Komunis Tiongkok, dan bisa membuat Komunis Tiongkok paling tenang.
Sebagai kepala eksekutif, Carrie Lam adalah pejabat dengan tingkat dukungan terendah dari mantan empat kepala eksekutif, juga merupakan pejabat yang paling antusias menjalankan instruksi Komunis Tiongkok. Perannya sama dengan semua orang yang dipakai oleh Komunis Tiongkok, yakni disalahgunakan, dikendalikan, akhirnya lantaran melakukan kejahatan bersama maka menanggung hujatan bersama.
Di dalam badan administratif yang dikendalikan oleh Komunis Tiongkok, pejabat pemerintahan Hongkong lainnya tanpa bisa menghindar telah dibatasi oleh instruksi Komunis Tiongkok dan dikikis oleh budaya partai Komunis Tiongkok. Yang dibutuhkan oleh Komunis Tiongkok bukan pemerintah Hongkong yang bekerja bagi warga Hongkong, juga bukan untuk menjamin kebebasan dan penegakan hokum.
Oleh karena itu, seiring dengan arahan besar itu, pejabat dan polisi dalam instruksi yang diterimanya hari demi hari, terus menerus mendistorsi dan mengikis nilai kehidupannya. Jika dapat teguh mempertahankan prinsip dan tidak terbawa arus bersama Komunis Tiongkok, barulah secara sejati mengabdi bagi Hongkong.
Pada 16 Juni pagi hari, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen kembali menanggapi peristiwa “anti ordonansi ekstradisi” dengan mengatakan, beberapa hari ini melihat Hongkong berniat mempertahankan demokrasi, kebebasan, dan HAM. Kejadian itu ‘membuktikan bahwa satu negara dua sistem sangat tidak efektif’, semua orang harus kompak, melindungi kedaulatan, demokrasi, kebebasan dan HAM di Taiwan.
Tanggapan Tsai Ing-wen atas peristiwa tanggal 16 Juni sore hari,dimana puluhan ribu mahasiswa Hongkong di Taiwan dan ormas Taiwan menggelar aksi “16 Juni Mendukung Hongkong, Tolak Ordonansi Ekstradisi”, mengecam pemerintah Hongkong yang telah menindas HAM warga Hongkong dengan kekerasan.
Seperti diketahui, selama ini Komunis Tiongkok terus mengincar Taiwan. Aksi penyusupan untuk menggulingkan Taiwan telah berlangsung selama puluhan tahun. Beberapa tahun terakhir ini malah berkembang sampai mengendalikan kelompok mafia mengibarkan bendera lima bintang Tiongkok di jalan-jalan. Bertepatan dengan pemilihan langsung presiden Taiwan, aksi anti-ordonansi ekstradisi Hongkong kali ini telah memperingatkan kalangan politik dan masyarakat Taiwan, itu adalah suatu hal baik.
Melihat kembali daratan Tiongkok. Terbalik dengan perlakuan Komunis Tiongkok terhadap Hongkong yang ibarat memasak katak dengan air hangat, rakyat Tiongkok mengalami tekanan dan ketakutan yang ekstrem.
Selama 70 tahun, Komunis Tiongkok telah menginjak-injak hukum, menindas kemanusiaan, melanggar HAM, menggunakan berbagai cara mulai dari pembunuhan, cuci otak dan ancaman, untuk menebar jaring ketakutan raksasa di atas kepala seluruh rakyatnya, membuat mayoritas rakyat kehilangan keinginan untuk melawan, dan rela takluk serta tenggelam.
Saat ini, auman warga Hongkong, telah mengguncang rakyat Tiongkok dengan dahsyat. Mereka melihat, kebebasan belum lagi sirna, rekan di Hongkong telah melawan dengan darah. Hanya dengan mendobrak ketakutan itu, baru dapat menyelamatkan diri dan negara.
Bagi masyarakat internasional, insiden ‘anti-ordonansi ekstradisi’ telah memberikan bahan pelajaran segar yang hidup dan begitu intens. Komunis Tiongkok berniat merajalela atas nama hukum, menyalahgunakan kekuatan militer terhadap demonstran yang berunjuk rasa damai, menghancurkan ‘satu negara dua sistem’ lebih lanjut.
Di saat yang sama, media massa ofisial Komunis Tiongkok dan juru bicara Kemenlu serta para pejabat di Kedubes Tiongkok terus mengumbar kebohongan, mengatakan amandemen ekstradisi mendapat dukungan kalangan arus utama, mengatakan kekuatan asing mengintervensi urusan dalam negeri dan lain sebagainya.
Menghadapi kekejaman Komunis Tiongkok yang selamanya tidak berubah itu, siapa yang masih percaya ‘kesepakatan damai’-nya Komunis Tiongkok? Siapa yang percaya dengan pernyataan yang menyebutkan Komunis Tiongkok akan menaati tatanan perdagangan serta akan saling menguntungkan kedua pihak? (SUD/whs)






















