Insiden Terbaru di Salisbury Inggris Dipastikan Serangan Racun Saraf

EpochTimesId – Seorang pria dan seorang wanita ditemukan dalam kondisi sakit parah dan kritis di Inggris pada 4 Juli 2018. Mereka dipastikan terpapar racun pelumpuh saraf Novichok.

Polisi Metropolitan mengatakan Itu adalah zat yang sama dengan yang digunakan dalam serangan terhadap mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia.

Insiden terbaru itu terjadi di pinggiran kota Salisbury, tepatnya di Amesbury, Wiltshire, Inggris. Polisi mengatakan para korban adalah seorang pria dan seorang wanita berusia 40-an tahun. Mereka ditemukan dalam keadaan tidak sadar di sebuah rumah.

“Mereka berdua saat ini menerima perawatan karena terpapar zat yang tidak diketahui di Salisbury District Hospital. Mereka berdua dalam kondisi kritis,” tambah pernyataan polisi.

Awalnya, para pejabat berpikir bahwa pasien menjadi sakit karena mengkonsumsi campuran kokain atau heroin crack yang terkontaminasi.

“Tapi, malam ini kami telah menerima hasil tes dari Porton Down yang menunjukkan dua orang tersebut telah terkena racun saraf Novichok.”

Identitas pasangan tersebut belum dikonfirmasi. Namun, keduanya diduga kuat warga negara Inggris yang juga warga lokal daerah tersebut.

Sampel dari racun saraf tersebut telah dikirim ke pusat penelitian militer terdekat dari Porton Down untuk dilakukan pengujian lebih lanjut.

“Kasus itu ditangani dengan serius,” kata juru bicara Perdana Menteri Theresa May, Rabu (4/7/2018).

Komite tanggap darurat pemerintah Inggris telah menggelar pertemuan membahas insiden di Wiltshire. Menteri yang bertanggungjawab akan dikirimi laporan secara teratur.

Polisi Metropolitan mengatakan bahwa petugas kontraterorisme terlibat dalam penyelidikan, “Mengingat kejadian baru-baru ini di Salisbury, petugas dari jaringan kontra-terorisme bekerja sama dengan rekan-rekan dari Wiltshire Police dalam menangani insiden di Amesbury.” (Jack Phillips/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Diduga Bunuh Delapan Bayi Perawat Inggris Ditangkap Polisi

EpochTimesId – Seorang perawat wanita Inggris ditangkap karena dicurigai membunuh delapan bayi. Tersangka juga diduga berusaha membunuh enam orang lainnya setelah penyelidikan atas kematian pada unit neonatal (kesehatan bayi) di Inggris utara.

Tersangka kemudian ditangkap setelah penyelidikan atas kematian 17 orang bayi, dan kolapsnya 15 bayi namun tidak fatal. Kasus puluhan bayi itu terjadi antara Maret 2015 dan Juli 2016 di unit neonatal Rumah Sakit ‘The Countess of Chester’.

“Ini adalah investigasi yang sangat kompleks dan sangat sensitif dan, seperti yang dapat Anda hargai, kita perlu memastikan bahwa kita melakukan segala yang dapat kita lakukan untuk menetapkan secara terperinci apa yang menyebabkan kematian bayi dan kolaps-nya bayi,” kata Inspektur Detektif, Paul Hughes dalam sebuah pernyataan, baru-baru ini.

Polisi, yang meluncurkan penyelidikan mereka pada Mei tahun lalu, tidak akan memberikan rincian lebih lanjut tentang wanita yang ditangkap. Tersangka hanya digambarkan sebagai pekerja profesional perawatan kesehatan. Hughes mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan dan masih ‘sangat aktif’.

“Ini adalah waktu yang sangat sulit bagi semua keluarga dan penting untuk diingat bahwa, pada pusat dari masalah ini, ada sejumlah keluarga yang berduka. Mereka sedang mencari jawaban mengenai apa yang terjadi pada anak-anak mereka,” tambah Inspektur Hughes.

Pihak rumah sakit mengatakan siap mendukung para detektif dalam pekerjaan penyelidikan mereka. RS Chester menambahkan bahwa pihaknya yakin unit bayi mereka kini sudah aman untuk melanjutkan pelayanan dan perawatan kesehatan.

“Meminta polisi untuk melihat ini bukan sesuatu yang kami lakukan dengan sengaja, tetapi kami perlu melakukan semua yang kami bisa untuk memahami apa yang telah terjadi di sini,” kata Direktur Medis RS Chester, Ian Harvey.

Sebuah laporan dari ‘Royal College of Paediatrics dan Child Health’ yang diterbitkan pada Februari 2017 menemukan bahwa jumlah staf di unit neonatal rumah sakit tidak mencukupi.

Ada dua bayi yang meninggal di unit tersebut pada tahun 2013, dan tiga bayi pada tahun 2014. Delapan bayi meninggal pada tahun 2015 dan lima bayi lainnya pada tahun 2016. Laporan tidak dapat menjelaskan secara pasti penyebab kematian belasan bayi tersebut. (Michael Holden dan John Smithies/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Perluas Pengaruh Tiongkok Investasi di 16 Negara Kecil Balkan

0

EpochTimesId – Tiongkok dan negara-negara Eropa Tengah dan Timur akan mengadakan pertemuan puncak “16 + 1” pekan ini di Sofia, ibukota Bulgaria pada 6-7 Juli 2018. Investasi skala besar Tiongkok di negara-negara Balkan Eropa telah menyebabkan Uni Eropa khawatir. Langkah itu dikhawatirkan akan memecah belah Uni Eropa dan memperluas pengaruh negara komunis itu di Eropa Tengah dan Timur.

Istilah “16 + 1” mengacu pada 16 negara Eropa Tengah dan Timur ditambah Tiongkok. Proyek kerjasama ini telah dimulai pada tahun 2012 dan telah berulang kali dipertanyakan oleh UE sejak pelaksanaannya.

Tiongkok melakukan investasi besar-besaran di sejumlah negara kecil Eropa untuk meraih keuntungan berupa pengaruh politik. The Financial Times pada 2 Juli 2018 memberitakan bahwa investasi Tiongkok total berjumlah 9,4 miliar dolar AS pada tahun 2016 dan 2017.

Sekitar 4,9 miliar dolar AS dari transaksi antara Tiongkok dengan kelompok “16+1” terkonsentrasi di 5 negara yang bukan anggota Uni Eropa. Negara itu adalah Albania, Bosnia dan Herzegovina, Makedonia, Montenegro dan Serbia.

Serbia dan Montenegro saat ini sedang bernegosiasi untuk bergabung dengan Uni Eropa. Sementara Albania dan Macedonia baru-baru ini memperoleh persetujuan bersyarat dari Uni Eropa dan mulai tahun depan akan mengadakan negosiasi untuk memasuki Uni Eropa.

Sebuah laporan analisis dari CSIS Washington menunjukkan bahwa investasi Tiongkok telah mencerminkan kepedulian tinggi negara komunis tersebut terhadap 16 negara Balkan yang ingin bergabung dengan Uni Eropa.

Menghadapi investasi besar-besaran Tiongkok di negara-negara Eropa kecil ini, Uni Eropa menunjukkan kekhawatir yang tinggi. Bernd Lange, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa mengatakan bahwa di balik peningkatan investasi Tiongkok di negara-negara Eropa Tengah dan Timur itu, mungkin secara tidak langsung memiliki tujuan untuk meraih keuntungan berupa pengaruh politik.

Bernd Lange berharap kepada Komisi Eropa dan pemerintah dari anggota Uni Eropa untuk mendalami tujuan investasi Tiongkok di Eropa.

Jonathan Hillman, Direktur the Reconnecting Asia Project dari CSIS mengatakan bahwa bagi Tiongkok, 16 negara Eropa Tengah dan Timur tersebut merupakan jembatan untuk memasuki Uni Eropa.

New York Times menyebutkan, ketika Tiongkok mengumumkan bahwa investasi senilai 900 miliar dolar di Serbia, negara Eropa di Balkan telah menempati posisi sentral dari pembangunan infrastruktur inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan (One Belt One Road/OBOR). Ini sama artinya dengan mengatakan kepada dunia bahwa Tiongkok telah membentuk benteng di sisi tenggara benua Eropa.

Tiongkok berjanji membantu Serbia untuk meningkatkan lapangan kerja lokal, meningkatkan standar hidup masyarakat setempat, dan mempromosikan perkembangan ekonomi Serbia. Hesteel Group (Hegang) sebuah BUMN milik Tiongkok menghabiskan 46 juta euro (setara 55 juta dolar AS) untuk membeli satu-satunya pabrik baja di Serbia. Pabrik itu dulunya adalah milik US Steel yang dijual kepada pemerintah Serbia, dengan harga nominal 1 dolar AS pada tahun 2012.

Mileta Gujanicic, seorang pekerja yang sudah mengabdi selama 40 tahun di US Steel mengatakan, “Sepanjang hidup saya diberitahu bahwa kapitalisme, terutama kapitalisme Amerika akan membawa kondisi (kehidupan) berubah semakin buruk. Namun, ketika pabrik ini dioperasikan oleh orang-orang Amerika, kami para pekerja memperoleh cukup perhatian, upah tinggi, lagi pula mereka respek terhadap kita.”

Mileta mengatakan bahwa cara mengoperasikan pabrik baja sangat berbeda antara orang Tiongkok dengan orang Amerika. Di bawah pimpinan majikan orang Tiongkok, kontrak kerja berubah menjadi bersifat rahasia.

Selain itu, ada pula penurunan standar keamanan. Perawatan mesin-mesin pabrik hanya dilakukan bila diperlukan, dan tidak ada komunikasi antara pemilik pabrik dengan karyawannya. Mileta menegaskan bahwa hak-hak pekerja telah dilanggar dan majikan mengabaikan hukum perburuhan yang membuat karyawan merasa tidak nyaman.

Investasi Tiongkok di negara-negara Balkan telah meningkatkan risiko utang mereka. Menurut sebuah laporan dari Dana Moneter Internasional, di bawah inisiatif OBOR Tiongkok, terjadi investasi besar-besaran untuk membangun infrastruktur di negara Balkan barat. Seperti meningkatkan kualitas jalan raya dan infrastruktur lainnya, telah meningkatkan risiko utang negara-negara di kawasan tersebut. Situasi yang paling serius kini sedang dihadapi Republik Montenegro.

Sebuah laporan yang dirilis pada bulan Maret oleh Lembaga Pengembangan Nirlaba Think Tank Global di Washington menyebutkan bahwa pinjaman proyek-proyek berkaitan dengan OBOR Tiongkok secara signifikan telah meningkatkan risiko krisis utang 8 negara kecil Balkan.

Menghadapi langkah Tiongkok ini, Uni Eropa pada 6 Februari 2018 memutuskan untuk menerima negara-negara Balkan termiskin di benua Eropa sebagai negara anggota sebelum tahun 2025. Namun, Eropa menekankan bahwa negara-negara ini harus menyelesaikan sengketa perbatasan terlebih dahulu.

Sesuai ketentuan itu, Montenegro dan Serbia adalah negara yang mungkin bisa bergabung lebih awal. Sementara Albania, Bosnia, Kosovo dan Makedonia masih membutuhkan proses yang lama.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa langkah Uni Eropa tersebut adalah untuk mengekang pengaruh Tiongkok, Rusia dan Turki di negara-negara Balkan.

Jerman, pemimpin Uni Eropa, tidak puas dengan perluasan pengaruh Tiongkok di Eropa. Pada bulan September tahun lalu, Wakil Perdana Menteri Jerman dan Menteri Luar Negeri Sigmar Gabriel meminta Beijing untuk menghormati Kebijakan Satu Eropa. Ia mengatakan bahwa tindakan pemerintah Tiongkok itu adalah memecah belah Eropa dan mengancam persatuan Eropa.

“Jika kita tidak berhasil mengembangkan strategi terpadu untuk menghadapi Tiongkok, maka negara komunis itu akan berhasil memecah belah Eropa,” kata Sigmar Gabriel.

Beberapa pejabat Eropa juga menuduh Beijing menggunakan statusnya sebagai investor utama di beberapa negara Eropa kecil untuk memperoleh dukungan, atas keinginan mereka dalam urusan dengan Uni Eropa. Contoh paling nyata adalah Yunani.

Pada bulan Juni tahun lalu, pada pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Uni Eropa mencoba untuk mengangkat kembali perhatian terhadap isu-isu hak asasi manusia di Tiongkok. Namun, upaya itu justru ditentang oleh negara anggota Uni Eropa, Yunani.

New York Times mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya Uni Eropa mengeluarkan pernyataan tentang pelanggaran hak asasi manusia di Dewan Hak Asasi Manusia. Uni Eropa selalu bangga dengan sikap hak asasi manusia progresifnya di Dewan, tetapi beberapa negara dengan catatan hak asasi manusia yang buruk di Dewan telah terbiasa menolak resolusi Uni Eropa dan melarang penyelidikan kasus pelanggaran HAM di negara mereka.

Yunani menghadapi tekanan dari negara-negara kreditor, menjadi semakin aktif mengandalkan transaksi perdagangan dan investasi Tiongkok. Perusahaan milik negara Tiongkok COSCO Group telah mengakuisisi saham mayoritas pelabuhan Piraeus, Yunani. Pelabuhan Yunani sangat penting bagi perkembangan proyek OBOR.

CNN sebelumnya memberitakan bahwa kekhawatiran terbesar adalah jika salah satu dari negara-negara ini mengalami masalah dalam pengelolaan utang. Maka, Tiongkok akan berada dalam posisi yang kuat untuk mempengaruhi keputusan strategis negara-negara ini demi menguasai hak kontrol dari infrastruktur penting yang mereka danai.

Tiongkok juga memperluas pengaruhnya di Eropa Tengah dan Timur melalui kerja sama militer. Suara Amerika melaporkan bahwa pemerintah Tiongkok penuh semangat mempromosikan proyek OBOR. Disamping itu, mereka juga menggunakan cara lain, yaitu memperluas pengaruhnya di Eropa melalui kerjasama teknologi militer.

Tiongkok berpartisipasi dalam pameran senjata di Republik Ceko serta membantu Belarus dan Ukraina mengembangkan teknologi rudal. Ukraina akhir-akhir ini telah melakukan uji coba beberapa rudal baru yang berhasil. Ada dugaan bahwa keberhasilan Ukraina itu tidak dapat dipisahkan dengan komponen elektronik yang disediakan oleh Tiongkok.

Situs web Praha ‘Echo24’ melaporkan bahwa meskipun proyek OBOR menghubungkan Tiongkok dan Eropa, tetapi tujuan Tiongkok mempromosikan proyek ini juga tidak menyembunyikan motif militernya selain perdagangan.

Tiongkok dengan hati-hati memilih lokasi untuk pangkalan militer baru di luar negeri. Alasannya adalah untuk melindungi keamanan kegiatan ekonomi luar negeri. Tetapi mereka secara diam-diam sedang mengkonsolidasikan posisi kekuatan militernya di Eropa Tengah dan Timur.

Dengan demikian, tidak mengherankan jika perusahaan industri militer Tiongkok ikut ambil bagian dalam pameran teknologi pertahanan dan keselamatan yang diadakan di Republik Ceko pada tahun 2015. (Zhang Ting/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Sebuah Laporan Menyebut Iran Mencoba Mengembangkan Senjata Pemusnah Massal

Jack Philips- The Epochtimes

Epochtimes.id- Badan intelijen Jerman mengatakan bahwa Iran telah berulang kali mencoba mendapatkan teknologi untuk mengembangkan senjata pemusnah massal saat mengerjakan program rudal yang mereka miliki.

Kantor Perlindungan Konstitusi di negara bagian North-Rhine Westphalia (BfV), sebuah badan intelijen regional, mengatakan dalam laporan tahunannya untuk 2017:

“Di North Rhine-Westphalia, serta di seluruh negeri, telah terjadi peningkatan kegiatan dari apa yang disebut Quds “badan intelijen, yang merupakan unit khusus dari Garda Revolusi Iran dan memiliki” departemen intelijen, layanan keamanan, dan kontra intelijen sendiri.”

Iran, Korea Utara, Suriah, dan Pakistan, tambahnya, “melakukan upaya untuk memperluas persenjataan senjata konvensional mereka melalui produksi senjata pemusnah massal,” menurut terjemahan laporan yang dilaporkan oleh Jerusalem Post.

“Iran terus fokus pada program rudal di bidang proliferasi” dan memiliki permintaan untuk barang-barang yang relevan itu,” kata laporan itu, menurut terjemahan.

Laporan itu menambahkan bahwa negara-negara tersebut belum berhasil dalam pembuatan komponen yang diperlukan untuk mengembangkan senjata di negara mereka.

“Rhine-Westphalia Utara sebagai lokasi bisnis yang kuat dengan sejumlah besar perusahaan dan lembaga penelitian yang relevan” yang pada tahun 2017, terus menjadi fokus bagi intelijen Iran,” demikian menurut laporan tersebut.

Iran, menurut kantor berita ini, menggunakan metode “spionase klasik” untuk menargetkan target politik, militer, dan ekonomi di negara bagian tersebut.

Sementara itu, pasukan Quds mencoba memata-matai “institusi Israel dan pro-Israel, warga negara Israel yang tinggal di Jerman, dan orang-orang dari keyakinan Yahudi,” tambah laporan ini.

Laporan ini diterbitkan dua bulan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penarikan Amerika Serikat dari kerangka kerja perjanjian nuklir Iran. Kesepakatan itu, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, dibuat di bawah mantan Presiden Obama pada tahun 2015, dan diduga untuk menghentikan Iran dari pengadaan senjata nuklir sebagai imbalan bagi Amerika Serikat dengan mencabut sanksi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Brian Hook mengatakan bahwa sanksi baru akan diberlakukan pada 4 Agustus, dan mereka akan “termasuk menargetkan sektor otomotif Iran, perdagangan emas, dan logam-logam lainnya.” Lebih banyak sanksi akan digulirkan November mendatang dengan menargetkan “sektor energi Iran dan transaksi terkait minyak dan transaksi dengan Bank Sentral Iran.”

Duta Besar PBB Nikki Haley pada 2017 menjelaskan bahwa ada kebutuhan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir karena “tekadnya untuk mengancam tetangga Iran dan memajukan revolusi.”

“Bersamaan dengan dukungannya untuk terorisme dan perang proksi, militer Iran telah lama mengejar senjata nuklir, semua ketika mencoba untuk menyembunyikan niatnya,” tambahnya.

“Program rahasai senjata nuklir,” mencatat penemuan 2002 dari pabrik pengayaan uranium dan reaktor air berat yang melanggar perjanjian internasional. Pada tahun 2009, intelijen asing mengungkapkan keberadaan pabrik pengayaan uranium jauh di dalam gunung. (asr)

Saat 200 Lebih Produsen Sepeda Sewaan di Tiongkok Gulung Tikar

Epochtimes.id- Ekonomi bersama gaya Tiongkok telah mengalami luluh lantak. Baru-baru ini, media daratan mengungkapkan bahwa pabrikan sepeda yang berakar di kota Tianjin kini banyak yang bangkrut.

Beberapa media Tiongkok memberitakan bahwa sebuah kabupaten yang termasuk wilayah kekuasaan pemerintah daerah Tianjin bernama Wang Qìng Tuo dikenal juga sebagai Kota  Produsen Sepeda Sewaan Pertama Tiongkok. Namun setelah mencicipi kejayaan yang singkat, perusahaan yang terlibat dalam produksi sepeda satu per satu gulung tikar.

Kabupaten Wang Qing Tuo pernah memiliki 500 buah toko dan kios, sekarang tinggal kurang dari 300 yang masih buka. Kebanyakan dari mereka yang tutup usaha itu adalah yang terlibat dalam usaha penyewaan sepeda.

Pengusaha di Wang Qing Tuo sekarang tidak berani secara gampang menerima order pemesanan sepeda sewaan, karena khawatir dengan perputaran modal usaha, apalagi ketika pemesan mengalami paceklik untuk melunasi pembayaran, “Sulit untuk menarik kembali sepeda melalui jalur hukum” sebut seorang pengusaha.

Tianjin Gieyda Bicycle Co.,Ltd. Yang Qingliang mengatakan bahwa banyak perusahaan produsen gulung tikar akibat pemesan tidak melunasi seluruh pembayarannya.

Sejak bulan Juni 2017, pasar untuk sepeda sewaan sudah mulai berangsur-angsur sepi.

Bulan Pebruari tahun ini, Liu Xiaoming, Wakil Menteri Perhubungan dalam acara tanya jawab dengan wartawan mengatakan, saat ini terdapat 77 perusahaan sepeda sewaan, termasuk lebih dari 20 yang telah menutup usahanya, masalahnya adalah sulit untuk menarik kembali dana jaminannya.

‘Laporan Perkembangan Usaha Sepeda Sewaan Tiongkok Tahun 2018’ yang dirilis Mobike menunjukkan bahwa, pada tahun 2016, sekitar 2 juta sepeda telah masuk dalam industri yang meliputi 33 perkotaan. Dan pada tahun 2017 terjadi peningkatan yang substansial mencapai 23 juta untuk 200 kota, membuat pasar menjadi jenuh.

Akibat pasar sepeda sewaan mengalami kejenuhan dan bangkrutnya pengusaha, saat ini ada sejumlah besar sepeda sewaan yang terbengkalai di jalanan. Menurut Li Shuheng, sepeda sewaan memiliki onderdil yang berbeda dengan sepeda konvensional, sehingga sulit untuk mendapatkan onderdil penggantinya.

Saking banyaknya sepeda sewaan, diletakkan di sembarang tempat dan tanpa perawatan.  Banyak jalan-jalan kota dan halaman hijau dipenuhi dengan sepeda yang terbengkalai dan berwarna-warni.

Menurut perkiraan, sedikitnya 300 ribu sepeda sewaan terbengkalai di jalanan kota Guangzhou. Di dalam lokasi yang sudah dibatasi Pemda dengan police line untuk menempatkan sepeda sewaan, terdapat sekitar 85 ribu buah sepeda. Dinas Perhubungan Guangzhou tahun lalu telah mengeluarkan aturan melarang penambahan tumpukan pada lokasi tersebut.

Sepeda sewaan di Shanghai kira-kira 1.7 juta buah, paling-paling hanya 60 % nya yang masih layak dipakai.

Netizen Tiongkok mengatakan : “Sepeda sewaan di Tiongkok merupakan usaha penghaburan modal, alat untuk menghalalkan penghasilan. Sebuah industri yang cacat.”

Sebuah komentar di The New York Times mengatakan bahwa belum ada perusahaan sepeda sewaan mencapai profitabilitas. PKT hanya meminjam istilah ‘ekonomi bersama’ hanya untuk menggerakkan usaha tanpa memikirkan hasil yang berupa pendapatan. (Sin/asr)

Amerika Berpotensi Tinggalkan Pesawat Antariksa Sekali Pakai

0

EpochTimesId – Amerika Serikat nampaknya akan segera meninggalkan pesawat antariksa sekali pakai, untuk misi masa depan di ruang angkasa. Mereka akan beralih membuat dan menggunakan pesawat yang dapat meninggalkan Bumi dan kembali ke Bumi dalam keadaan utuh.

Perubahan itu dijelaskan dalam ketentuan Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional FY2019 (NDAA), yang dicantumkan pada draft ‘Section 1605’ (Bagian 1605) RUU. The Hill mencatat bahwa NDAA mengganti nama pesawat antariksa dari ‘Evolved Expendable Launch Vehicle’ menjadi ‘National Security Space Launch Program’ (‘Program Peluncuran Antariksa Keamanan Nasional).

Bagian ini menyatakan bahwa dalam 60 hari setelah anggaran disetujui, sekretaris Pertahanan akan menyerahkan kepada Komunitas Pertahanan Kongres sebuah laporan yang menentukan apakah kendaraan peluncur yang dapat digunakan kembali sesuai dengan kebutuhan lembaga pertahanan.

SpaceX dari Elon Musk menunjukkan bahwa sangat mungkin untuk mengembangkan pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan berulang kali. Baru-baru ini mereka menunjukkan hal itu dengan peluncuran Misi Pengisian Ulang Komersial 15 untuk NASA (Commercial Resupply Mission 15 for NASA). Misi yang mampu terbang dan mendaratkan kembali roket Falcon 9 dan kapsul Dragon yang dibutuhkan untuk peluncuran selanjutnya.

Persyaratan baru, yang akan berlaku untuk program pertahanan masa depan, bisa menjadi anggukan kepala untuk Space Force. Angkatan Antariksa pada militer yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui perintah eksekutif pada 18 Juni 2018. Pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan berkali-kali (ReUse) dapat membantu menyelesaikan beberapa kontroversi seputar bagaimana cabang militer baru akan didanai.

Ketika Trump menandatangani perintah eksekutif, dia menyatakan, “Inti dari karakter Amerika adalah untuk mengeksplorasi cakrawala baru dan menjinakkan batas baru. Tapi takdir kita di luar Bumi bukan hanya masalah identitas nasional, tetapi juga masalah keamanan nasional.”

“Ketika datang untuk membela Amerika, itu tidak cukup hanya memiliki kehadiran Amerika di luar angkasa. Kita harus memiliki dominasi Amerika di luar angkasa,” imbuh Trump. (Joshua Philipp/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Evakuasi Penumpang KM Lestari Maju Selesai, Terhambat Cuaca Buruk

Epochtimes.id- Evakuasi para penumpang di atas kapal telah selesai dilakukan dini hari (04/07/2018) pukul 00.05 WITA dengan menggunakan kapal-kapal nelayan dan tim SAR terpadu.

Nakhoda kapal dan pemilik kapal merupakan orang terakhir yang berhasil dievakuasi dari atas kapal KMP. Lestari Maju yang kandas di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Agus Purnomo menjelaskan bahwa sisa penumpang di atas kapal KMP. Lestari Maju sudah berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Proses evakuasi penumpang di atas kapal sudah selesai tadi pagi sekitar pukul 00.05 WITA. Nakhoda dan pemilik kapal merupakan dua orang terakhir yang turun dari kapal KMP. Lestari Maju yang dievakuasi tim SAR,” ujar Dirjen Agus dalam rilis tertulisnya.

Agus menyebutkan cuaca buruk menghambat proses evakuasi para penumpang kapal karena susah bagi kapal-kapal merapat ke lokasi kandasnya KM Lestari Maju.

Agus mengapresiasi tim SAR yang telah memaksimalkan evakuasi penumpang dengan hati-hati, terencana dengan baik sehingga para penumpang di atas kapal bisa dievakuasi.

Saat ini, Dirjen Agus mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuju lokasi musibah KMP. Lestari Maju di Selayar, Sulawesi Selatan untuk memastikan dan melihat langsung langkah-langkah lanjut terkait musibah kandasnya kapal KMP. Lestari Maju.

Pada kesempatan ini, Dirjen Agus telah menerima laporan adanya korban penumpang yang meninggal dunia akibat musibah kandasnya KM Lestari Maju.

“Saya menyampaikan turut berduka cita bagi para korban meninggal dunia atas musibah KMP. Lestari Maju di perairan Selayar. Saya dan jajaran Perhubungan Laut sangat prihatin dengan adanya kejadian ini,” ujar Dirjen Agus.

Sedangkan penyebab terjadinya musibah KMP. Lestari Maju, Dirjen Agus menegaskan bahwa saat ini Ditjen Perhubungan Laut sedang fokus pada penanganan penumpang yang telah dievakuasi.

Hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk memastikan jumlah korban yang meninggal.

Kapal penyeberangan KM Lestari Maju dikandaskan di perairan Selayar Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (3/7) pukul 14.30 WITA.

Kapal KM Lestari Maju tujuan Pamatata dinakhodai oleh Agus Susanto dan sesuai manifes membawa 139 orang penumpang dikandaskan sekitar 300 meter dari Pantai Pabadilang, Selayar.

Sebagai informasi, Kapal KMP. Lestari Maju merupakan Kapal jenis Ro-Ro yang melayani lintas penyeberangan Bira – Pamatata. (asr)

Insiden Zat Misterius Kembali Terjadi di Salisbury Inggris

EpochTimesId – Insiden yang melibatkan paparan zat misterius kembali terjadi di Salisbury, Inggris. Seorang pria dan seorang wanita dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Mereka diduga kuat terpapar zat yang belum diketahui jenisnya, di pinggiran kota Salisbury, Inggris selatan.

“Polisi Wiltshire malam ini mengumumkan insiden besar, setelah diduga bahwa dua orang mungkin telah terpapar zat yang tidak diketahui di Amesbury,” kata polisi dalam sebuah pernyataan, Selasa (3/7/2018).

“Layanan darurat dipanggil ke sebuah alamat di Muggleton Road, Amesbury pada 30 Juni 2018, setelah seorang pria dan wanita, keduanya berusia 40-an, ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah properti,” lanjut pernyataan polisi.

Polisi pada 4 Juli 2018 mengatakan, awalnya diduga pria dan wanita di Amesbury mungkin telah menggunakan kokain atau heroin dari sejumlah obat yang terkontaminasi. Namun, polisi menambahkan bahwa pengujian lebih lanjut sedang berlangsung. Sebab, ada indikasi zat selain narkoba yang terdeteksi, mengkontaminasi.

Juru bicara Dinas Kesehatan Masyarakat Inggris (Public Health England/PHE) mengatakan, belum ada indikasi masyarakat lain terpapar oleh zat yang sama. Namun, PHE mengaku akan meningkatkan pemantauan publik.

“Saran saat ini dari PHE, berdasarkan jumlah korban yang jatuh, adalah bahwa tidak diyakini ada risiko kesehatan yang signifikan bagi masyarakat yang lebih luas. Ini akan terus dievaluasi saat informasi lebih lanjut diketahui,” ujar juru bicara PHE.

Kedua korban kini dirawat di Salisbury District Hospital. Rumah sakit tetap buka seperti biasa ketika menangani dua pasien tersebut.

Amesbury terletak sekitar 11 kilometer di sisi utara Salisbury. Pada Maret 2018 lalu, mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia, jatuh sakit parah setelah terpapar racun saraf militer era Soviet.

Duo Skripal kala itu ditemukan tidak sadarkan diri di bangku teras sebuah pusat perbelanjaan di Salisbury. Keduanya kemudian dinyatakan positif terkena serangan racun pelumpuh saraf jenis Novichok yang dikembangkan semasa era Uni Soviet.

Pensiunan Kolonel Intelijen Rusia dan putrinya itu bahkan sempat kritis dan dirawat selama sekitar dua bulan. Kini mereka sudah keluar dari rumah sakit dan berada dalam perlindungan Inggris. Sebab, Rusia diduga dan dituding terlibat dalam serangan terhadap Skripal. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Buronan Paling Dicari Inggris Tertangkap di Swiss

EpochTimesId – Salah satu pria paling dicari di Inggris, Mark Acklom, berhasil ditangkap di Swiss. Pria 45 tahun itu, dituduh melakukan berbagai penipuan.

Buronan itu diantaranya dilaporkan menipu seorang janda untuk meminjamkan 850.000 euro (sekitar 1.120.000 dolar AS/sekitar 14 miliar rupiah) tabungannya. Acklom memperdaya korban dengan menyamar sebagai bankir Swiss dan agen MI6 (lembaga intelijen Inggris).

Acklom diidentifikasi berada di sebuah apartemen mewah di Zurich pada akhir pekan lalu. Dia tinggal di sana dengan menggunakan nama dan identitas palsu. Operasi penangkapan gabungan kemudian digelar, dengan melibatkan Polisi Avon dan Somerset, National Crime Agency (NCA) Inggris, dan otoritas Swiss.

Pada tahun 2016, surat perintah penangkapan Eropa dikeluarkan untuk sang penipu. Dia kala itu diduga sedang dalam pelarian dan persembunyian di Spanyol.

Dia pun menjadi target dalam Operasi Captura. Sebuah operasi gabungan antara Inggris dan Spanyol, yang menargetkan buron NCA yang paling dicari di Spanyol.

Carolyn Woods, 61, memiliki kisah cinta selama setahun dengan Acklom di kota Bath, Inggris. Woods menuturkan bahwa Acklom mengaku sebagai agen MI6, dan meminjam tabungannya untuk pekerjaan renovasi di sejumlah properti di Bath.

“Saya senang bahwa setelah sekian lama Mark Acklom berada dalam tahanan dan saya berharap dia dibawa kembali untuk diadili,” kata Woods kepada Sky News.

Ian Cruxton, kepala operasi internasional untuk NCA, mengaku turut gembira seperti Carolyn Woods. Karena dia sudah menunggu lama untuk berita penangkapan agen palsu itu.

“Kami memiliki perjanjian ekstradisi yang sudah mapan dengan otoritas Swiss dan proses pengadilan akan segera dimulai,” ujar Cruxton.

“Perburuan untuk penipu Mark Acklom dimulai di Spanyol, tetapi segera setelah intelijen menunjukkan dia telah pindah ke Swiss, kami memanfaatkan aset kami di sana dan bekerja sama dengan otoritas Swiss dan Polisi Avon & Somerset untuk melacaknya,” sambung Cruxton. (Jane Gray/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Gugat UMC Micron Justru Dihukum Pengadilan Tiongkok

EpochTimesId – Perusahaan semikonduktor Amerika Serikat, Micron Technology menggugat United Microelectronics Corporation (UMC) Taiwan dan mitranya di Tiongkok daratan tahun lalu. Perusahaan Tiongkok tersebut digugat karena mencuri kekayaan intelektual milik Micron.

Namun, UMC Taiwan menyebutkan bahwa kini sebuah pengadilan Tiongkok melarang sementara Micron menjual chip mereka di Tiongkok.

UMC mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa Pengadilan Menengah Fuzhou mengeluarkan perintah awal untuk menghentikan Micron menjual 26 produk, Selasa (3/7/2018). Produk itu termasuk Dynamic Random Access Memory, DRAM dan produk-produk Nand flash.

Micron mengatakan bahwa mereka belum menerima larangan tersebut dan tidak bersedia berkomentar. Namun berita tersebut telah membuat saham Micron turun hingga 8 persen.

Bloomberg melaporkan bahwa kasus tersebut adalah bagian dari perselisihan yang lebih luas antara kedua perusahaan. Micron menuduh UMC mencuri desain Micron untuk membantu PKT mengembangkan industri chip domestiknya.

Tahun lalu, Micron menggugat UMC dan mitranya Fujian Jinhua IC Co., Ltd., karena mereka telah mencuri rahasia dagang chip. Pasar Tiongkok menyumbang lebih dari 50 persen laba perusahaan Micron pada tahun 2017.

Tiongkok merupakan pasar semikonduktor terbesar di dunia. Namun, mereka tidak berhasil mencetak satu pun perusahaan produsen semikonduktor untuk menduduki ranking 10 besar di dunia.

Produk unggulan chip memori semakin terkonsentrasi di Micron dan dua perusahaan Korea, yaitu Samsung dan SK Hynix. Chip sangat penting bagi superkomputer dan smartphone.

Larangan penjualan terhadap Micron diprediksi akan meningkatkan sengketa perdagangan antara Tiongkok dan AS. Presiden Donald Trump sudah sering menyerang perusahaan-perusahaan Tiongkok karena mencuri hak kekayaan intelektual dari perusahaan-perusahaan AS.

Pemerintah AS juga telah mengindikasikan akan memutus pemasok dan pelanggan potensial perusahaan telekomunikasi Tiongkok, Huawei dan ZTE. Pemutusan pasokan itu menggunakan alasan keamanan nasional dan pelanggaran sanksi.

Pada hari Senin (2/7/2018), Amerika Serikat juga mengambil tindakan untuk memblokir China Mobile memasuki pasar AS dengan alasan keamanan nasional. Pada saat yang sama, Qualcomm masih menunggu regulator Tiongkok untuk menyetujui akuisisi NXP. (Qin Yufei/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Najib Razak Ditangkap Komisi Antikorupsi Malaysia

Epochtimes.id- Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ditangkap oleh Komisi Antrikorupsi Malaysia Selasa (03/07/2018) malam.

Melansir dari Reuters, penangkapan tersebut bersamaan kekalahan mengejutkan pada Pemilu Mei lalu di tengah tuduhan korupsi besar-besaran dan penyelewengan dana negara.

Sejak reputasinya hilang di tempat pemungutan suara setelah dikalahkan mentornya Mahathir Mohamad, Najib telah dilarang meninggalkan negara tersebut. Dia memiliki jutaan dolar barang yang disita dari rumah dan apartemennya dari penyelidikan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Mahathir (92) mengatakan dalam wawancara dengan Reuters pada bulan lalu mengatakan penggelapan dan penyuapan uang negara termasuk di antara tuduhan yang ingin dilakukan Malaysia terhadap Najib dikarenakan terjerat “kasus yang hampir sempurna” terhadapnya.

Penangkapan Najib terkait dengan penyelidikan ke SRC International, mantan unit 1MDB, satuan tugas yang menyelidiki dana tersebut. Ia dijadwalkan akan dituntut di pengadilan pada Rabu (04/07/2018) pagi.

Sumber yang dekat dengan masalah itu mengatakan dia mungkin menghadapi beberapa tuduhan.

Agen anti-korupsi menangkap Najib dari rumahnya setelah melayangkan surat perintah penahanan seperti disampaikan sumber-sumber yang dekat dengan keluarga.

Seorang juru bicara Najib tidak berkomentar dan Najib secara konsisten membantah melakukan kesalahan.

Najib berkuasa pada 2009 dan mendirikan 1MDB yang sedang diselidiki di setidaknya enam negara karena dugaan pencucian uang dan korupsi.

Skandal 1MDB membuat runyam masa jabatan kedua Najib yang akhirnya mengarah pada tersingkirnya koalisi yang telah memerintah Malaysia sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1957 silam.

Follow The Money

Tuntutan hukum perdata yang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS menuduh bahwa hampir $ 4,5 miliar dari 1MDB menjadi pencucian uang melalui berbagai transaksi dan perusahaan shell.

Tiga tahun lalu hingga hari ini, Wall Street Journal melaporkan bahwa penyelidik Malaysia melacak hampir $ 700 juta uang 1MDB ke dalam rekening bank pribadi Najib.

Najib bersikeras bahwa dana itu adalah sumbangan dari kerajaan Saudi.

Mantan kepala bank sentral Malaysia mengatakan bahwa pada tahun 2015 Najib memintanya untuk mengeluarkan pernyataan yang mengatakan “dia tidak melakukan kesalahan terkait rekening pribadinya” yang dia tolak. (asr)

Inggris Singkirkan Kolombia untuk Melaju ke Babak Delapan Besar Piala Dunia

EpochTimesId – Tim Nasional Inggris berhasil mengatasi rintangan pada babak 16 besar turnamen sepakbola Piala Dunia 2018. Harry Kane Cs berhasil menyingkirkan Timnas Kolombia melalui adu penalti, untuk selanjutnya berhak berlaga di babak perempatfinal.

Dalam laga di Spartak Stadium, Selasa (3/7/2018) malam waktu setempat, kedua kesebelasan bermain imbang 1-1 hingga akhir babak ke-dua. Kedua tim baru bisa mencetak gol pada babak ke-dua.

Inggris mencetak gol lewat hadiah penalti pada menit ke-57, setelah Harry Kane dijatuhkan pemain Kolombia di area terlarang. Sang kapten yang mengeksekusi sendiri, berhasil menjalankan tugas dengan baik.

Ketika tampaknya Inggris akan lolos dengan kemenangan murni, timnas Kolombia justru membuat kejutan. Sundulan Yerry Mina membuyarkan kemenangan anak asuh Southgate.

Laga kedua kesebelasan pun harus dilanjutkan melalui babak tambahan waktu. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga akhir laga, sehingga pemenang tiket babak delapan besar harus ditentukan dengan adu penalti.

Penendang pertama Kolombia, Falcao menjebol gawang Pickford. Sementara Harry Kane menyamakan kedudukan 1-1 untuk Inggris.

Eksekutor ke-dua Kolombia, Cuadrado, dan Rashford dari Inggris juga berhasil menjalankan tugas dengan baik.

Drama mulai muncul pada penendang ke-tiga. Muriel membawa Kolombia unggul 3-2. Sementara Henderson gagal menyelesaikan tugas dengan baik, sehingga Inggris tertinggal 2-3.

Eksekutor ke-empat Kolombia, Uribe justru gagal mempertahankan keunggulan. Pasalnya, Trippier berhasil menjebol gawang Ospina.

Penendang ke-lima Kolombia kembali gagal menyelesaikan misi. Sepakan Bacca yang maju sebagai penendang terakhir ditepis oleh Pickford.

Pada kubu Inggris, Dier menjalankan tugas dengan sangat baik. Dia menjebol gawang Kolombia dengan sempurna. Skor adu penalti pun menjadi 4-3 untuk keunggulan Inggris.

Inggris selanjutnya akan menghadapi Swedia di babak perempatfinal pada Sabtu (7/7/2018) malam. Swedia melaju ke babak delapan besar setelah mengalahkan Swiss pada babak 16 besar. Keunggulan Swedia tercipta berkat gol semata wayang Emil Forsberg, yang tercipta pada menit 66 di babak ke-dua. (waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Menlu AS Akan Menemui Kim Jong-un untuk Bahas Denuklirisasi

oleh Xia Yu

Gedung Putih paa Senin (2/07/2018) mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan melakukan perjalanan ke Korea Utara pada Kamis (5/07/2018) untuk menemui Kim Jong-un dalam rangka membahas masalah terkait denuklirisasi Semenanjung Korea.

Ini adalah pertama kalinya Pompeo menemui Kim sejak KTT di Singapura pada 12 Juni lalu. Sebelum KTT tersebut Pompeo telah mengunjungi Korea Utara sebagai bagian dari persiapan pertemuan kedua kepala negara. Pada KTT tersebut Kim Jong-un dan Trump telah menyetujui denuklirisasi Semenanjung Korea.

Namun, dalam pernyataan bersama yang ditandatangani di Singapura itu tidak menjelaskan secara rinci bagaimana atau kapan Pyongyang menanggalkan senjata nuklir dan rudalnya. Sejak itu, para pejabat AS telah bekerja keras untuk memperkaya rincian denuklirisasi.

Sanders : AS – DPRK mengalami kemajuan dalam pembicaraan negosiasi

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam siaran persnya mengatakan : “Untuk melanjutkan pekerjaan denuklirisasi Semenanjung Korea yang sedang berlangsung dan penting, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan melakukan perjalanan ke Korea Utara pada 5 Juli, menemui para pemimpin Korea Utara dan tim mereka untuk melanjutkan pembicaraan”

Sanders mengatakan bahwa AS dan DPRK mengalami kemajuan dalam pembicaraan negosiasi

“Kemarin kita telah melakukan pertemuan yang baik … Akhir pekan ini, Menteri Luar Negeri akan berada di sana (Korea Utara) untuk melanjutkan pembahasan” katanya.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS membenarkan bahwa pada hari Minggu, sebuah delegasi AS yang dipimpin oleh duta besar AS untuk Filipina, Sung Kim telah bertemu dengan pejabat Korea Utara di Panmunjom untuk membahas langkah-langkah selanjutnya dalam mengimplementasikan pernyataan bersama di KTT itu.

Menurut media Korea Selatan ‘JoongAng Ilbo’ pada 2 Juli, sesuai apa yang disampaikan oleh beberapa sumber dari Deplu bahwa Sung Kim dalam pembicaraan di Panmunjom pada 1 Juli itu telah menekan DPRK agar secara terbuka melaporkan jumlah senjata nuklirnya yang dirahasiakan untuk memenuhi janji denuklirisasi.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan : “Sebagaimana yang disetujui Kim Jong-un di Singapura, tujuan akhir kami masih untuk mencapai denuklirisasi penuh”

Sanders mengatakan, ia tidak akan mengkonfirmasi atau menyangkal laporan spekulasi media tentang senjata nuklir Korea Utara baru-baru ini, spekulasi yang hanya akan menimbulkan keraguan terhadap kesediaan Korea Utara untuk meninggalkan program senjata nuklirnya.

Ia mendukung komentar yang dibuat oleh penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton pada hari Minggu. Bolton mengatakan : “Jika mereka (Korea Utara) telah membuat keputusan strategis untuk melakukannya”, ia percaya bahwa sebagian besar fasilitas senjata nuklir Korea Utara dapat selesai dibongkar dalam waktu satu tahun.

Sanders mengatakan : “Saat ini sedang menghadapi tren perubahan positif yang sangat besar, dan kami sedang bekerja sama untuk menindaklanjuti negosiasi”

Pompeo akan bertemu dengan pemimpin Jepang dan Korea Selatan di Jepang

Juru bicara Deplu AS, Heather Nauert mengatakan, Pompeo akan terbang menuju Tokyo pada 7 Juli mendatang dan akan bertemu dengan pemimpin Jepang dan Korea Selatan untuk membicarakan selain denuklirisasi semenanjung juga masalah bilateral dan regional.

Amerika Serikat saat ini memiliki puluhan ribu pasukan yang ditempatkan di Jepang dan Korea Selatan. Baru-baru ini Washington telah secara terbuka menekankan tekad untuk bersama-sama melindungi keamanan Jepang dan Korea Selatan.

Pada 28 Juni, Menteri Pertahanan AS James Mattis saat berada di Korea Selatan mengatakan : Tekad Amerika Serikat untuk melindungi keamanan Korea Selatan tetap kokoh. Dia mengatakan bahwa meskipun AS sedang mencari kesepakatan dengan Korea Utara mengenai denuklirisasi, tetapi militer AS akan mempertahankan skala dan kekuatan sebagaimana yang ditempatkan di Korea Selatan.

Kemudian ia akan gterbang ke Hanoi untuk membahas denuklirisasi dengan pemimpin Vietnam.

Mike Pompeo juga akan mengunjungi Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, kemudian melakukan perjalanan ke Brussels, Belgia untuk bergabung dengan Presiden Trump dalam KTT NATO yang diadakan pada 11 hingga 12 Juli mendatang.  (Sin/asr)

Presiden Afghanistan Memerintahkan Pasukan untuk Melanjutkan Operasi Melawan Taliban

Epochtimes.id- Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyatakan secara resmi mengakhiri gencatan senjata pemerintahnya dengan Taliban pada Sabtu (31/07/2018).

Namun demikian, dia menyerukan kepada para pemberontak untuk menyetujui pembicaraan perdamaian penuh setelah gencatan senjata tiga hari selama liburan Idul Fitri bulan ini.

“Ini sekarang keputusan Taliban, apakah mereka ingin terus membunuh atau bergabung dengan proses perdamaian,” kata Ghani dalam konferensi pers di Kabul di mana dia mengulangi seruan untuk pembicaraan perdamaian yang komprehensif.

Ghani telah memerintahkan pasukan pemerintah untuk menangguhkan operasi serangan selama 10 hari setelah gencatan senjata Idul Fitri pada 15-17 Juni 2018.

Saat kumpul bersama pejuang Taliban yang tidak bersenjata berbaur dengan tentara, polisi dan warga sipil di jalan-jalan Kabul dan tempat lain.

Pengumuman Sabtu lalu berarti pasukan keamanan Afghanistan, yang telah mengadopsi postur pertahanan yang sangat besar sejak Idul Fitri, dapat melanjutkan operasi normal mereka melawan Taliban dan teroris daesh atau IS yang tidak ada gencatan senjata.

Gencatan senjata lebaran menyulap harapan mengakhiri 40 tahun pertempuran di Afghanistan.

Sementara tetangga regional, mitra internasional dan gerakan sipil Afghanistan semuanya menyerukan perdamaian, Taliban telah menolak pembicaraan dan pertempuran sengit telah berlangsung di banyak bagian Afghanistan sejak akhir Idul Fitri.

Pada Sabtu, Taliban mengatakan mereka telah menyerang Dasht-e Qala, distrik di provinsi utara Takhar yang sempat mereka serbu bulan lalu. (asr)

Sumber : NTD.TV

Pengadilan Myanmar Dengarkan Pembelaan Wartawan yang Dituduh Terlibat Pencurian Rahasia Negara

Epochtimes.id- Jaksa dan pengacara menyampaikan pembelaannya dan argumentasi pada 2 Juli 2018 untuk dua wartawan Reuters yang dituduh memperoleh dokumen rahasia di Myanmar setelah fase pra-sidang enam bulan dari kasus tersebut berakhir pada bulan lalu.

Setelah penyampaian pembelaan, pengadilan di Yangon akan memutuskan apakah Wa Lone, 32, dan Kyaw Soe Oo, 28, akan dituntut di bawah Undang-Undang Rahasia era kolonial yang menjerat hukuman maksimal 14 tahun penjara.

Keputusan itu kemungkinan ditetapkan pada Juli ini.

Persidangan pra-sidang, yang dimulai bulan Januari, selesai bulan lalu. Jaminan Kedua wartawan ditolak dan ditahan di penjara Insein Yangon sejak ditangkap pada Desember lalu.

Pengacara pembela Khin Maung Zaw dan Than Zaw Aung mengajukan tuntuan pada April meminta hakim distrik Ye Lwin untuk membatalkan kasus tersebut, dengan alasan tidak ada bukti yang cukup untuk menyeret tuduhan mendapatkan dokumen rahasia pemerintah. Namun, pihak hakim menolak.

Selama argumentasi, jaksa dinilai gagal untuk menetapkan bagaimana dokumen yang diduga telah menjadi kepemilikan wartawan.

“Dalam Undang-Undang yakni Undang-undang Rahasia, dikatakan bahwa dokumen-dokumen ini, dokumen-dokumen rahasia resmi itu, harus diperoleh,” kata Khin Maung Zaw dalam sidang 18 Juni. “Mereka tidak dapat membuktikan bahwa mereka mendapatkannya.”

Pihak pembela mengatakan bahwa penuntutan gagal menunjukkan bagaimana wartawan mengancam keamanan nasional atau menamai “musuh” mereka yang diduga bertujuan untuk memberikan dukungan.

Selain itu, mereka berpendapat bahwa informasi yang dimasukkan dalam dokumen sudah dipublikasikan dan karena itu tidak rahasia.

Selama persidangan sebelumnya, salah satu saksi polisi mengatakan kepada pengadilan bahwa dia telah memusnahkan catatannya yang dibuat pada saat penangkapan.

Seorang saksi sipil berada di lokasi di mana polisi mengatakan penangkapan dilakukan – yang muncul sebagai saksi kunci pertikaian selama persidangan – ditulis di tangannya.

Penuntut utama Kyaw Min Aung, yang pada April menentang pencabutan kasus itu, mengatakan dokumen yang dimiliki oleh para wartawan itu adalah rahasia dan pengadilan bisa berasumsi bahwa mereka bermaksud untuk merusak keamanan negara.

Dalam keputusannya pada saat itu, Hakim Ye Lwin mengatakan ada “alasan yang tepat” untuk tuduhan terhadap dua wartawan dan karena itu “mereka seharusnya tidak dibebaskan.”

Juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, menolak berkomentar sepanjang proses persidangan. Dia mengatakan pengadilan Myanmar independen dan kasus akan diputuskan sesuai dengan hukum. (asr)