Pelaku Penembakan SMA Santa Fe Kebingungan dan Tidak Emosional

0

EpochTimesId – Pelajar berusia 17 tahun yang melakukan penembakan dan menewaskan 10 orang di sebuah kelas seni di SMA Santa Fe Amerika Serikat kebingungan setelah mengamuk. Pengacaranya mengatakan pelaku cenderung tidak menunjukkan sikap emosional dan cenderung mati rasa, Sabtu (19/5/2018) waktu Amerika.

Remaja yang diidentifikasi oleh penegak hukum sebagai Dimitrios Pagourtzis, telah didakwa melakukan pembunuhan besar-besaran. Dia ditahan dan ditolak permohonan pembebasan dengan jaminan oleh otoritas penuntut umum Santa Fe, Texas.

Jaksa penuntut mengatakan pelaku melepaskan tembakan sekitar pukul 8 pagi pada hari Jumat (18/5/2018) waktu setempat. Selain sembilan siswa dan satu guru tewas di tempat, tembakan juga melukai 10 orang lainnya. Dua di antara korban yang dilarikan ke rumah sakit berada dalam kondisi kritis.

Nicholas Poehl, salah satu dari dua pengacara yang disewa oleh orang tua tersangka untuk mewakilinya, mengatakan kepada Reuters bahwa Dia telah menghabiskan total satu jam dengan Pagourtzis pada Jumat malam dan Sabtu pagi.

“Dia sangat aneh tanpa emosi,” kata pengacara ketika diminta untuk menggambarkan keadaan pikiran kliennya. “Ada beberapa aspek yang dia pahami dan ada aspek yang dia tidak mengerti.”

Ditanya apakah Pagourtzis telah memberikan otoritas informasi tentang penembakan, Poehl berkata, “Jujur karena keadaan emosinya, saya tidak punya banyak hal tentang itu.”

Pagourtzis melepaskan haknya untuk tetap diam. Tersangka membuat pernyataan kepada pihak berwenang dengan mengakui penembakan itu, menurut pernyataan tertulis sebelum penangkapannya.

Pada Jumat pagi, Sekolah Menengah Santa Fe, di sebelah tenggara Houston, menjadi tempat penembakan massal paling mematikan keempat di sekolah negeri AS dalam sejarah modern. Insiden ini menambah panjang daftar SMA AS dimana pelajar dan staf sekolah menjadi korban penembakan.

Insiden Texas itu lagi-lagi memicu debat jangka panjang negara itu atas kepemilikan senjata api. Peristiwa ini terjadi tiga bulan setelah gerakan meminta upaya pengendalian senjata api yang dipimpin para siswa muncul setelah penembakan massal di Parkland, Florida, yang menyebabkan 17 remaja dan pendidik tewas.

Kedutaan Besar Pakistan di Washington DC mengidentifikasi di Twitter bahwa salah satu korban adalah Sabika Sheikh, seorang peserta pertukaran pelajar Pakistan.

Teman sekelas di sekolah dengan 1.460 siswa itu menggambarkan pelaku sebagai sosok pendiam yang bermain di tim sepak bola. Pada hari Jumat, mereka mengatakan dia mengenakan jas hujan ke sekolah. Padahal suhu udara relatif panas, hingga mencapai 32 derajat Celcius.

Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan Pagourtzis memperoleh senjata api dari ayahnya. Sang ayah kemungkinan memperolehnya secara legal. Dia juga membawa alat peledak.

Abbott mengatakan kepada wartawan bahwa Pagourtzis ingin bunuh diri. Tetapi, dia tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.

Jaksa Agung Texas, Ken Paxton mengatakan kepada CNN, bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki apakah ada orang lain yang membantu pelaku dalam serangan itu.

Pihak berwenang belum mengungkapkan berapa banyak alat peledak yang ditemukan atau jika ada yang meninggal terbunuh atau terluka oleh ledakan. Juga tidak jelas mengapa penembak membidik kelas seni.

Pagourtzis menyelamatkan orang-orang yang disukainya sehingga dia bisa menceritakan kisahnya, dokumen pengisian yang diperoleh oleh Reuters menunjukkan.

Abbott mengatakan para penyelidik telah melihat T-shirt pada halaman Facebook tersangka yang bertulisan “Born to Kill,”. Pihak berwenang sedang memeriksa jurnalnya. Tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa Dia telah merencanakan serangan. (The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Mantan Intel Rusia Korban Racun Saraf Tinggalkan Rumah Sakit Inggris

EpochTimesId – Sergei Skripal, mantan mata-mata Rusia yang kritis akibat serangan racun saraf di Inggris lebih dari dua bulan yang lalu keluar dari rumah sakit. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh badan layanan kesehatan Inggris, akhir pekan kemarin.

Pria 66 tahun itu dan putrinya Yulia, ditemukan kolaps dan tidak sadarkan diri di sebuah bangku di kota Salisbury, Inggris selatan pada 4 Maret 2018.

Inggris menuduh Rusia berada di belakang serangan racun saraf itu. Pemerintah negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat telah mengusir lebih dari 100 diplomat Rusia. Rusia membantah keterlibatannya dalam meracuni dan membalas dendam terhadap agen yang berkhianat dengan menyerahkan puluhan data agen Rusia di luar negeri kepada badan intelijen Inggris.

Mantan kolonel intelijen militer Rusia itu sempat berada dalam kondisi kritis selama berminggu-minggu. Dokter bahkan sempat khawatir bahwa, bahkan jika mereka selamat, mereka mungkin akan menderita kerusakan otak.

Namun, akhirnya kesehatan mereka mulai membaik dengan cepat. Bahkan, Yulia sudah benar-benar sehat dan meninggalkan rumah sakit bulan lalu.

“Ini adalah berita fantastis bahwa Sergei Skripal cukup sehat untuk meninggalkan Salisbury District Hospital,” kata Kepala Eksekutif rumah sakit, Cara Charles-Barks dalam sebuah pernyataan.

Polisi mengatakan mereka tidak akan membahas pengaturan keamanan untuk duo Skripal. Peneliti berharap kesehatan mereka yang membaik akan memungkinkan Skripal untuk membantu mengungkap apa yang terjadi di Salisbury.

Inspektur senjata kimia Inggris dan internasional mengatakan Skripal diracun dengan Novichok. Itu adalah sejenis racun saraf mematikan yang dikembangkan oleh militer Soviet pada 1970-an dan 1980-an.

Seorang juru bicara untuk Perdana Menteri Inggris Theresa May, menyebut serangan itu sebagai ‘tindakan sembrono dan tercela’.

Rusia membantah terlibat dalam penggunaan pertama secara terbuka racun saraf seperti itu di tanah Eropa sejak Perang Dunia II.

Kedutaan Rusia menolak berkomentar mengenai keluarnya Skripal dari rumah sakit. Namun, duta besar Rusia untuk London, Alexander Yakovenko, akan segera menggelar konferensi pers.

Dia sebelumnya telah meminta akses konsuler untuk menawarkan bantuan kepada Yulia Skripal sejak kesembuhannya, yang belum dikabulkan. Inggris mengatakan Yulia telah memilih untuk tidak mengambil tawaran bantuan Rusia. (The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Trump Akan Maksimalkan Kewenangan untuk Lindungi Pelajar dari Penembakan

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengirim pesan dukungan untuk korban dan orang-orang yang terkena dampak peristiwa penembakan sekolah di Texas, akhir pekan kemarin. Trump bersumpah untuk melakukan segala sesuatu dalam kapasitasnya sebagai Presiden untuk melindungi para siswa.

“Kami berduka atas kehilangan kehidupan yang mengerikan, dan mengirimkan dukungan dan cinta kami kepada semua orang yang terkena dampak serangan yang benar-benar mengerikan ini,” kata Trump di Gedung Putih.

“Kepada para siswa, keluarga, guru, dan personil di Sekolah Menengah Santa Fe — kami bersama Anda di saat tragis ini, dan kami akan bersamamu selamanya.”

“Ini telah berlangsung terlalu lama di negara kita, terlalu banyak tahun, terlalu banyak dekade,” lanjut Trump. “Pemerintahan saya bertekad untuk melakukan segala upaya untuk melindungi siswa kita, mengamankan sekolah kami dan untuk menjaga senjata dari tangan orang-orang yang menjadi ancaman bagi diri mereka sendiri dan orang lain.”

Trump juga berbicara melalui telepon dengan Gubernur Texas, Greg Abbott.

Setidaknya delapan orang tewas dalam penembakan di sebuah SMA di Santa Fe, Texas. Polisi yang memeriksa gedung itu mengatakan mereka telah menahan seorang pelajar yang dicurigai melakukan serangan dan menemukan bahan peledak di gedung sekolah.

Suara tembakan senjata api menggema di udara SMA Santa Fe sesaat sebelum pukul 8 pagi, saksi mengatakan kepada media setempat. Gambar TV langsung menunjukkan barisan siswa yang dievakuasi dari gedung, sementara polisi bersenjata lengkap dikerahkan menanggapi peristiwa tersebut.

Sheriff Harris County, Ed Gonzalez mengatakan bahwa delapan hingga 10 siswa dan orang dewasa meninggal dalam insiden di sekolah sekitar 30 mil sebelah tenggara Houston itu.

“Ada satu orang, tersangka, dalam tahanan dan orang kedua yang mungkin terkait yang ditahan dan diinterogasi,” kata Gonzalez pada konferensi pers.

Perangkat eksplosif juga ditemukan di sekolah dan di luar kampus, kicau Gonzalez di Twitter. “Penegakan hukum sedang dalam proses membuat mereka aman. Sekolah telah dievakuasi.”

Tersangka adalah pria berusia 17 tahun, menurut seorang sumber penegak hukum yang berbicara dengan syarat anonim, karena dia tidak berwenang untuk secara terbuka membahas penyelidikan, kepada Reuters.

Setidaknya sembilan orang dibawa ke rumah sakit daerah untuk perawatan, kata pejabat rumah sakit. Kondisi orang-orang itu belum jelas. Gonzalez mengatakan seorang petugas polisi juga dirawat karena cedera.

Trump telah mengambil beberapa langkah untuk melindungi sekolah dan siswa setelah penembakan di Parkland, Florida, sekolah menengah pada bulan Februari 2018. Gedung Putih mengusulkan undang-undang untuk memperkuat pemeriksaan latar belakang dan mempersenjatai personel sekolah yang terlatih. (The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Gunung Merapi Kembali Meletus Freatik, Status Tetap Normal

Epochtimes.id- Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali meletus freatik sebanyak 2 kali. BPPTKG melaporkan letusan pertama terjadi pada Senin (21/05/2018) pukul 01.25 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan letusan berlangsung selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 meter teramati dari pos Babadan. Amplitudo seismik terukur 20 mm.

Sutopo menambahkan kemudian letusan freatik kedua berlangsung pada 21-5-2018 pukul 09.38 WIB selama 6 menit. Tinggi asap 1.200 meter dengan angin condong ke arah Barat. Amplitudo maksimum 23 mm.

Hujan abu tipis terjadi Srumbung, Kaliurang dan Kemiren pasca letusan freatik kecil yang pertama.

Sedangkan letusan kedua diperkirakan jatuh di daerah sekitar barat di wilayah Kabupaten Magelang dengan jarak yang tidak jauh dari puncak Gunung Merapi.

Menurut Sutopo, pasca letusan, kegempaan yang terekam di beberapa Pos Pengamatan Gunung Merapi tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. Aktivitas kegempaan dan vulkanik tidak ada lonjakan.

PVMBG tetap menetapkan status Normal (level I). Tidak ada kenaikan status dari Gunung Merapi. Masyarakat dihimbau tetap tenang. Tidak perlu panik dan masyarakat belum perlu mengungsi.

“Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa serta mengantisipasi hujan abu di sekitar Gunung Merapi,” tulis Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

Kegiatan pendakian Gunung Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak Gunung Merapi saat ini rawan terjadi longsor sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan pendaki.

BNPB terus melakukan koordinasi dengan PVMBG dan BPBD. BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Magelang, BPBD Klaten, BPBD Boyolali, BPBD Sleman dan BPBD DI Yogyakarta telah mengambil langkah-langkah antisipasi.

Pasca letusan Gunung Merapi 2010 lalu telah memberikan banyak pembelajaran. Saat ini tingkat kesiapsiagaan Pemda dan masyarakat dalam menghadapi letusan Gunung Merapi telah lebih baik. (asr)

‘Biarkan Rakyat Mengawasi Pemerintah’ Pidato Li Keqiang dengan Cepat Ditarik dari Peredaran

oleh Zhong He

Media resmi PKT baru-baru ini melaporkan bahwa untuk menghindari kontroversi lebih jauh mengenai pidato Perdana Menteri Li Keqiang yang mengatakan “membiarkan rakyat mengawasi pemerintah”, maka laporan tersebut segera dihapus.

Analisis menunjukkan bahwa alasan penghapusan laporan adalah karena “mengawasi tindakan pemerintah secara penuh” dapat memprovokasi masalah kepada PKT sendiri. Bagaimanapun juga,  stabilitas adalah prioritas yang paling diutamakan oleh PKT.

Menurut laporan media resmi PKT bahwa, Li Keqiang pada 27 April di rapat kerja pertama dari Dewan Negara mengatakan : “Pemerintah harus secara komprehensif mempromosikan keterbukaan dalam urusan pemerintahan dan terus meningkatkan pengawasan, khususnya lebih memanfaatkan teknologi informasi modern seperti internet dan data yang memungkinkan masyarakat dapat ikut mengawasi berjalannya pemerintah”.

Namun, artikel pidato Li Keqiang yang diberi judul ‘Lie Keqiang : Membiarkan Rakyat Ikut Mengawasi Tindakan Pemerintah’ yang semula dimuat dalam situs Dewan Negara segera dihapus.

Tapi menggunakan fasilitas pencarian dengan kata-kata tersebut, masih dapat ditemukan di situs resmi Dewan Negara di bagian belakang dari artikel yang berjudul ‘Li Keqiang : Meminimalkan Alokasi Sumber Daya Pasar Langsung dari Pemerintah’

Pidato tersebut memicu banyak komentar di internet, ada warganet Tiongkok yang menulis : Apa yang dapat digunakan rakyat untuk ikut mengawasi Anda ? Surat kabar, televisi, jaringan internet, studio radio, meriam, polisi, Pasukan 50 sen, para sinisme semua berada dalam genggaman, pengawasan Anda …. begitu warga menulis di microblog, Anda hapus sesuka hati. Dimintai keterangan, diancam, ditangkap. Mohon petunjuk donk para pembesar, Apa yang dapat saya gunakan untuk mengawasi pemerintah ?

Ada juga netizen yang menulis : Ucapan yang enak didengarkan tidak akan keluar dari Zhongnanhai.

Komentator Yuan Bin menganalisa mengapa pidato Li Keqiang ini juga dihapus. Ia berpendapat bahwa PKT yang belum pernah berbuat baik selalu menggunakan manis di mulut untuk membohongi rakyat. Ucapan Li ini sekedar membuat pikiran rakyat melayang, semestinya tidak perlu dihapus, bahkan seharusnya ditempatkan pada sudut yang menyolok mata.

Tetapi mengapa ucapan tersebut dihapus ? Ia berpendapat, pertama, soal sensitifitasnya  ucapan ini. soal kekuasaan yang diawasi. Kedua, dengan semakin mendalamnya krisis kekuasaan, pemerintah semakin rentan dalam mengendalikan rakyar. sehingga dalam beberapa tahun terakhir pemerintah terus mengupayakan peningkatan monitoring.

Dalam situasi demikian, pemerintah jelas takut jika rakyat memanfaatkan ucapan Li Keqiang itu untuk benar-benar menggunakan internet, dan teknologi informasi modern lainnya ikut  mengawasi tindakan pemerintahan. Daripada mencari masalah dan mengganggu stabilitas, mendingan tulisannya yang dihapus.

Dari kejadian tulisan netizen dihapus, ucapan Li Keqiang pun dihapus kita melihat bahwa, PKT sudah berada dalam keadaan sangat cemas terhadap kekuasaannya yang semakin sulit dipertahankan. (Sinatra/asr)

 

Ledakan Menghantam Stadion Olahraga Afghanistan, 8 Orang Tewas dan 50 Lebih Terluka

Epochtimes.id- Setidaknya delapan orang tewas setelah sejumlah ledakan di sebuah stadion Olahraga di Jalalabad City, di Provinsi Nangarhar timur, Afghanistan.

Ledakan itu terjadi ketika kerumunan massa sedang menonton pertandingan kriket di sebuah stadion lokal di kota itu. Kejadian ini dibenarkan oleh juru bicara gubernur provinsi, Attaullah Khogyani kepada TOLOnews, Sabtu (19/05/2018).

Penyelenggara turnamen kriket, Hedayatullah Zahir, dan Dr Nikmal, wakil wali kota Provinsi Mehtarlam di Kota Laghman, termasuk di antara mereka yang tewas dalam ledakan itu.

Pertandingan itu adalah bagian dari turnamen kriket yang diadakan antara tim lokal untuk menandai Ramadhan.

Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas pemboman mematikan tersebut. Taliban membantah terlibat dalam ledakan Jalalabad.

Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) menyatakan mengutuk serangan di sebuah stadion kriket ini. Tak hanya menewaskan delapan warga sipil, insiden ini melukai sedikitnya 55 orang lainnya.

Menurut pernyataan UNAMA, dua dari bahan peledak itu diledakkan di dalam stadion, dan dua lainnya di luar. Waktu ledakan dinilai dalam upaya untuk menargetkan mereka yang melarikan diri dari ledakan pertama.

“Ledakan itu menyebabkan sejumlah korban tewas dan luka-luka, dengan banyak yang terluka sekarang dalam kondisi kritis.”

“Saya marah dengan serangan yang menggunakan empat bom yang dengan dikalkulasikan dihitung untuk membunuh dan melukai warga sipil yang menonton pertandingan kriket,” kata Tadamichi Yamamoto, Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Afghanistan.

“Tindakan dingin dan brutal ini tidak bisa dibenarkan sama sekali; mereka yang bertanggung jawab harus bertanggung jawab.”

“Pada saat ketika orang-orang Afghanistan mencari perdamaian yang sangat dibutuhkan, kita tidak boleh membiarkan serangan seperti itu untuk menghalangi keputusan bersama kita untuk membuat kemajuan dalam mengakhiri konflik,” kata Yamamoto, selaku kepala UNAMA.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri bersama rakyat Afghanistan dalam solidaritas dan tetap berkomitmen pada proses perdamaian yang dipimpin Afghanistan yang akan mengakhiri perang dan memungkinkan Afghanistan mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk melindungi semua warga negara dari kekejaman semacam itu.”

Utusan PBB menyatakan belasungkawa kepada mereka yang tewas. Pimpinan lembaga PBB ini berharap pemulihan penuh dan cepat bagi mereka yang terluka. (asr)

Marak Bom Aksi Teroris Akhir-Akhir Ini, BIN Bantah Kecolongan

Epochtimes.id- Badan Intelijen Negara (BIN) membantah lembaga spionase di dalam negeri kecolongan alias kebobolan terkait maraknya aksi teror bom oleh pelaku terduga aksi terorisme di tiga gereja dan polrestabes di Surabaya, Jawa Timur.

“Tidak ada kecolongan, karena kita dan polisi semuanya terawasi,” kata Direktur Komunikasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/05/2018).

Menurut dia, aparat intelijen sudah memiliki data serta mengidentifikasi para pelaku teror di wilayah Indonesia. Hanya saja, kata Wawan, aparat hukum tak bisa serta merta menangkap para pelaku tanpa adanya bukti hukum.

“Tetapi memang tak ada bukti, ya akhirnya tidak bisa ditindak pada waktu itu, mereka kelompok lama artinya dalam keterlibatan mereka serta pertemuan kelompok ekstrem itu sudah ada, dan terkendala bukti,” katanya.

Atas kebutuhan di lapangan ini, BIN berharap revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dipercepat apalagi Undang-undang sekarang mengandung kelemahan mendasar dan memungkinkan untuk terus diserang.

Menurut Wawan dirinya tak bermaksud menyalahkan pihak manapun atas insiden yang terjadi. Hanya saja, kata dia, waktu itu ada euforia demokrasi yang berkembang di Indonesia dan seolah-olah ingin menjadikan negara yang sebebas-bebasnya.

Menurut dia, dampak lemahnya UU Terorisme bisa dirasakan sekarang ini. Bahkan ideologi Pancasila pun tidak lagi diajarkan di sekolah hingga dikhawatirkan ideologi asing masuk ke dalam negeri.

Dia mengibaratkan, seperti gigi kalau dicabut selanjutnya tak bisa difungsikan sesuai kegunaan semestinya. Meskipun pada kenyataan aparat keamanan mengetahui gerak terorisme, aparat hanya bisa mengawasi .

“Kalau pun tau, terpaksa hanya diawasi, ditongkrongi tapi tidak bisa ditangkap. Hal-hal seperti ini menjadi kendala,” katanya.

Wawan mencontohkan Malaysia dan Singapura yang memiliki hukum untuk menindak keras para pelaku terorisme. Hingga kemudian aksi terorisme sulit berkembang dan justru berpindah ke wilayah Indonesia.

“Mengapa orang-orang dari negeri jiran justru beroperasi di sini seperi dr Azhari, Noordin M Top ke sini? Karena di sana pasti ditangkap. Di sini longgar Undang-undangnya,” katanya. (asr)

Bos ISIS Indonesia Dituntut Hukuman Mati, BIN Bakal Persempit Gerakan Terorisme

Epochtimes.id- Pasca bos Daesh atau Daulah Islamiyah di Indonesia Aman Abdurahman dituntut hukuman mati oleh Jaksa, Badan Intelijen Negara (BIN) sudah melakukan langkah-langkah untuk mempersempit ruang gerak terorisme di wilayah Indonesia.

“Memang ada kemungkinan-kemungkinan. Tetap diantisipasi dan diminimalisir ruang geraknya serta dipersempit,” kata Direktur Komunikasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/05/2018).

Menurut Wawan, para teroris adalah masih saudara sebangsa yang perlu didekati. Oleh karena itu, kata Wawan, tindakan bersama perlu dilakukan sebagai upaya meminimalisir gerak teroris  termasuk upaya penyadaran kepada saudara-saudara  yang kebetulan memiliki pandangan yang berbeda ini.

“Mereka saudara kita juga,” katanya.

Wawan menegaskan vonis mati yang dijeratkan oleh Jaksa kepada Aman Abdurahman bukan hanya sebatas kemungkinan pemicu adanya gerakan terorisme ini. Apalagi, kelompok-kelompok ini beraksi atas perintah pimpinan mereka di Suriah.

“Tidak ada tuntutan hukuman mati pun, mereka memang sudah diperintahkan oleh koordinator mereka di ISIS untuk menyerang di negeri masing-masing. Jadi, harus kita antisipasi,” kata Wawan.

Pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dituntut hukuman mati oleh Jaksa Jumat (18/5/2018). Aman diduga sebagai aktor di balik aksi di Gereja Oikumene di Samarinda pada 2016, Bom Thamrin 2016, dan Bom di Terminal Kampung Melayu 2017.

Aman disangka melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana seumur hidup atau hukuman mati.

Sosok Aman yang dikenal sebagai penggagas dan pendiri JAD, memiliki keyakinan bahwa Indonesia adalah negara kafir dan harus diperangi.

Oleh karena itu, ajaran yang dimiliki oleh Aman selalu mendokrin pengikutnya untuk melakukan amaliyah Istisyhad atau teror. Walaupun korban-korban tak berdosa ikut menjadi sasaran.

Tak hanya bom Thamrin, sejumlah aksi pidana terorisme pernah menjerat Aman sebelumnya. Dia pernah dipenjara selama 7 tahun terkait ledakan bom di rumahnya di Cimanggis, Jawa Barat. Selanjutnya, kurungan 7 Tahun turut pernah dia alami dikarenakan kasus pelatihan bersenjata di Aceh. (asr)

Najib Razak Menyimpan Sejumlah Besar Uang Kontan dan Perhiasan Dalam Rumah

Epochtimes.id- Demi penyelidikan Najib Razak, kepolisian Malaysia menggeledah rumah dan kantor mantan perdana menteri yang baru digulingkan tersebut. Penggeledahan menemukan sejumlah besar tas tangan dan yang di antaranya sudah terisi penuh oleh uang kontan dan perhiasan berharga, jumlahnya masih sulit untuk diperkirakan.

Central News Agency mengutip laporan Reuters memberitakan bahwa, hasil penggeledahan dilakukan pada beberapa jam menjelang subuh di kediamanan Najib Razak yang sangat mewah. Barang-barang yang kemudian diangkut polisi tersebut termasuk perhiasan, jam tangan, dan sejumlah barang mewah lainnya.

Amar Singh, Direktur Kantor Polisi Unit Investigasi Kejahatan Komersial hari ini 18 Mei siang pada sebuah lokasi penggeledahan memberitahu media bahwa, karena jumlahnya terlalu besar, tidak bisa langsung memperkirakan nilai total barang yang disita.

Ia mengatakan : “Staf kami memeriksa tas dan menemukan bahwa di dalam 72 tas tersebut berisi berbagai mata uang, termasuk Ringgit dan Dolar AS, serta jam tangan dan perhiasan”

“Saya tidak bisa merinci banyaknya permata yang kita sita kecuali kantung yang dipakai untuk mengisi barang sitaan, yang pasti jumlah dan nilainya mencengangkan” Singh mengatakan bahwa polisi telah melakukan penggerebekan ke enam lokasi yang mencurigakan, termasuk kantor Perdana Menteri yang berada di Putrajaya, dan empat rumah pribadi yang berhubungan dengan Najib.

AFP melaporkan, sejumlah besar barang-barang berharga yang disita polisi tampaknya didapat dari apartemen mewah gedung tinggi di Kuala Lumpur.

Saat ini belum ada indikasi tentang penangkapan Najib Razak.

Tetapi Perdana Menteri baru Mahathir Bin Mohamad dan Anwar Ibrahim, mantan pemimpin oposisi yang dipenjarakan Najib yang dibebaskan pada tanggal 16 Mei mengatakan akan segera membuat tuduhan terhadap Najib.

Polisi Malaysia Menemukan 284 buah tas bermerek di rumah Najib.

Polisi Malaysia tadi malam menggerebek lagi rumah kerabat mantan Perdana Menteri Najib, penggeledahan menemukan selain perhiasan yang bernilai miliaran Ringgit, juga menyita mata uang nasional Ringgit, dan 284 buah tas bermerek seperti Hermes dan Chanel dan tas desainer lainnya.

Polisi dari Kantor Investigasi Kejahatan Komersial Bukit Aman di Malaysia, pada 17 Mei pergi ke Rumah Mewah Pravilion, Kuala Lumpur untuk melakukan penggeledan kembali dan menggunakan lima truk polisi besar untuk mengangkut semua barang sitaan yang ditemukan.

Pernyataan polisi menyebutkan bahwa setelah menerima instruksi untuk menyelidiki kasus pencucian uang oleh Malaysia Development Corporation (1MDB), polisi mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk memperoleh surat perintah penggeledahan sebelum bertindak, Pada 17 Mei sekitar pukul 19.00 aparat polisi melakukan penggeledahan rumah di Pavilion tapi tidak ada orang dalam rumah.

Setelah 5 jam penggeledahan, selain 72 buah kopor dan tas yang digunakan untuk mengisi barang sitaan, 284 tas bermerek, polisi menghabiskan 2 jam untuk mengangkut barang-barang tersebut ke dalam truk.

Pernyataan menyebutkan, aparat polisi membawa barang-barang sitaan tersebut ke kantor sebagai barang bukti penyidikan. Penggeledahan masih akan dilanjutkan tetapi tidak ada perintah penangkapan.

‘China News’ Malaysia memberitakan, unit perumahan yang digeledah itu dimiliki oleh istri Najib, Rosmah Mansor, dan putranya yang lahir dari mantan suaminya.

Polisi Malaysia pernah melakukan penggeledahan apartemen ini pada 12 Mei untuk menemukan dokumen yang relevan, Pemerintah Malaysia khawatir informasi sensitif dapat dibawa ke luar negeri. (Sinatra/asr)

Australia Perketat Standar Kesejahteraan Ekspor Hewan Hidup

0

EpochTimesId – Australia akan mewajibkan kapal-kapal yang membawa ternak hidup, termasuk ekspor domba memiliki pengamat independen. Kebijakan itu diambil guna memastikan standar kesejahteraan hewan.

Kebijakan baru ini muncul setelah 2.400 domba mati karena tekanan panas. Peristiwa itu memicu seruan untuk melarang industri ekspor hewan hidup bernilai 1,3 miliar dolar AS.

Australia juga akan memperkenalkan undang-undang baru untuk menghukum setiap eksportir yang melanggar standar kesejahteraan baru. Berdasarkan proposal RUU, seorang direktur perusahaan bisa menghadapi ancaman 10 tahun penjara atau denda 2,1 juta dolar AS jika standar kesejahteraan tidak dipenuhi.

Pemerintah Australia, yang bergantung pada dukungan pada pemilih pedesaan, menolak larangan ekspor langsung. Mereka beralasan larangan akan menyebabkan terlalu banyak kerusakan pada sektor pertanian negara itu.

Menteri Pertanian David Littleproud mengatakan, Kamis (17/5/2018), bahwa pemerintah akan mengurangi jumlah domba yang dapat dibawa oleh kapal selama bulan-bulan pada musim panas sebesar 28 persen. Selain itu, pengamat independen wajib mendampingi di atas kapal untuk memastikan standar kesejahteraan dipatuhi.

Kebijakan itu muncul ketika Australia berusaha untuk membendung kemarahan publik. Kemarahan dipicu rekaman yang menunjukkan 2.400 domba mati akibat udara panas pada sebuah kapal yang menuju Timur Tengah tahun lalu.

“Rekaman itu memalukan, tetapi apa yang tidak perlu Anda lakukan adalah mengambil keputusan berdasar emosi dan tanpa fakta, ini adalah satu eksportir, satu insiden,” kata Littleproud kepada wartawan di Sydney.

“Dengan menempatkan pengamat independen pada semua kapal, itu akan memberantas perilaku semacam ini ke depan.”

Kelompok hak asasi hewan RSPCA Australia mengatakan perubahan itu tidak cukup. “Apa yang telah dilakukan menteri adalah menanggapi kepentingan ekonomi industri ini lagi,” ujar Bidda Jones, kepala ilmu pengetahuan dan perwira strategi di RSPCA Australia.

“Saya pikir masyarakat mengharapkan kesejahteraan hewan harus didahulukan dari kepentingan ekonomi.”

Australia adalah salah satu eksportir ternak terbesar di dunia. Meskipun sebagian besar ekspor daging Australia adalah olahan, pasar seperti Timur Tengah dan Indonesia lebih memilih untuk membeli hewan hidup.

Peramal komoditas utama Australia mengatakan pada bulan Maret bahwa mereka mengharapkan penjualan 930.000 ekor sapi dan 260.000 domba tahun ini.

Standar kesejahteraan baru datang tujuh tahun setelah Australia menangguhkan penjualan ternak langsung ke Indonesia, yang kemudian menjadi pembeli tunggal.

Larangan itu dicabut hanya satu bulan kemudian, meskipun memusnahkan industri karena para petani tidak dapat menjual ternak mereka, membuat banyak orang tidak dapat memenuhi pembayaran hutang.

Petani Australia menyambut pengekangan dari pemerintah.

“Kami harus memperbaikinya, bukan melarangnya. Kami melihat dampak buruk dari larangan industri peternakan pada tahun 2011 dan dampaknya meluas,” kata Fiona Simson, ketua Federasi Petani Nasional, kepada wartawan di Canberra. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Pesawat Dengan Seratus Lebih Penumpang Jatuh di Kuba

0

EpochTimesId – Sebuah pesawat Boeing 737 jatuh tidak lama setelah lepas landas dari bandara utama Havana, Kuba, Jumat (18/5/2018) waktu setempat. Walau memiliki rute domestik, ada kemungkinan warga negara asing di antara 105 penumpang dan sembilan awak pesawat, menurut media pemerintah Kuba, Prensa Latina.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, langsung mengunjungi lokasi kecelakaan itu. Dia mengatakan kepada wartawan Agence France Presse (AFP), “Tampaknya ada sejumlah besar korban.”

Seorang wartawan NBC di Havana dikutip oleh Miami Herald mengatakan pesawat jatuh di sebuah peternakan pemerintah. Dia menambahkan bahwa rumah-rumah di daerah itu tidak terkena dampak.

Puing-puing pesawat berserakan di tempat kejadian. Bagian tubuh korban yang terbakar terlihat diantara puing-puing pesawat.

“Kami mendengar ledakan dan kemudian melihat asap besar membubung,” kata Gilberto Menendez, yang mengelola restoran di dekat lokasi kecelakaan di daerah pertanian Boyeros, kepada Reuters.

Sementara itu, sejumlah saksi mengaku pesawat terbakar setelah jatuh. Petugas pemadam kebakaran dan ambulance mondar-mandir menuju lokasi kejadian.

“Puing-puing berserakan di daerah itu dan ambulans serta petugas pemadam kebakaran tampak berada di lokasi kejadian,” kata seorang saksi kepada Reuters. “Api telah padam, dan bagian-bagian pesawat yang berwarna kehitaman bisa terlihat.”

“Kami mendengar ledakan dan kemudian melihat asap besar naik,” kata Gilberto Menendez, yang mengelola restoran dekat lokasi kecelakaan di daerah pertanian Boyeros, 12 mil sebelah selatan Havana.

Seorang pekerja di rumah sakit Havana, Calixto Garcia mengatakan kepada Reuters tiga korban kecelakaan telah tiba sejauh ini. Satu meninggal karena luka bakar dan trauma lainnya, dan dua lainnya berada dalam kondisi kritis.

“Dia masih hidup tetapi sangat terbakar dan bengkak,” kata seorang kerabat yang tertekan dari salah seorang yang selamat di rumah sakit.

Penerbangan itu dijadwalkan menuju Holguin dan disewa oleh maskapai penerbangan Cubana dari sebuah maskapai kecil Meksiko bernama Damojh atau Global. Menurut media pemerintah Kuba, Cubana menolak berkomentar.

Holguin di Kuba timur adalah rumah bagi beberapa pantai paling murni di pulau itu, dan menarik wisatawan. Kewarganegaraan orang-orang di penerbangan itu belum jelas. Media negara mengatakan bahwa awak pesawat itu adalah orang asing, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Situs web pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa penerbangan itu CU972, berangkat dari Havana pada pukul 11 pagi.

Boeing Co mengatakan dalam sebuah posting Twitter, “Kami mengetahui laporan berita dari Kuba dan memantau situasi dengan cermat.”

Kecelakaan fatal terakhir di Kuba adalah pada tahun 2017, kata Jaringan Keselamatan Penerbangan. Itu adalah penerbangan militer yang menewaskan delapan personil di dalamnya. Pada tahun 2010, sebuah pesawat komersial Aero Caribbean jatuh di Kuba tengah. Semua dari 68 orang di dalamnya tewas. (The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Trump Bertemu Pemimpin Uzbekistan di Gedung Putih

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bertemu dengan Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev di Gedung Putih pada 17 Mei 2018. Pertemuan ini menandai era baru dalam hubungan Amerika dengan Uzbekistan yang terus mencoba untuk menjauh dari warisan otoriternya.

Kedua pemimpin membahas masalah keamanan di Asia Tengah, termasuk stabilitas di Afghanistan. Mereka mengutuk ekstremisme dan terorisme internasional, dan setuju untuk bekerja sama lebih banyak melawan ancaman-ancaman ini.

Selama pertemuan, Trump mengangkat isu kebebasan pers dan hak asasi manusia, khususnya promosi kebebasan beragama di Uzbekistan.

Trump memuji upaya Mirziyoyev untuk memperbaiki situasi hak asasi manusia di negara tersebut. Seperti diantaranya pembebasan tahanan aliran kepercayaan, mengurangi kerja paksa, dan penghapusan pekerja anak yang sistematis.

Menurut para kritikus, Mirziyoyev telah mengambil beberapa langkah ke arah yang benar sejak menjadi presiden pada akhir tahun 2016. Tetapi negara ini masih memiliki jalan panjang menuju perbaikan yang berarti dalam catatan hak asasi manusianya.

Presiden otoriter Uzbekistan yang telah lama berkuasa, Islam Karimov meninggal pada September 2016 setelah memimpin negara itu selama hampir 27 tahun. Mantan Perdana Menteri, Shavkat Mirziyoyev menjadi presiden sementara setelah kematian Karimov dan beberapa bulan kemudian dia memenangkan pemilihan presiden yang dikontrol ketat.

“Dia orang yang sangat dihormati di negaranya dan di seluruh dunia,” kata Trump. “Kami telah bekerja sangat erat dalam berbagai hal, termasuk perdagangan. Mereka benar-benar melakukan investasi di sini. Kami melakukan investasi di sana.”

Uzbekistan menandatangani lebih dari 20 transaksi bisnis utama dengan perusahaan AS. Jumlah total kontrak ini bernilai hampir 5 miliar dolar AS, menurut Gedung Putih. (Emel Akan/The Epoch Times/waa)

Pemerintahan Malaysia yang Baru Kaji Ulang Proyek Infrastruktur Tiongkok

oleh Gu Qinger

Setelah Mahathir Mohamad yang berusia 92 tahun memenangkan pemilihan Perdana Menteri Malaysia, dunia luar menaruh perhatian pada komitmennya untuk melakukan pengkajian ulang secara saksama investasi besar-besaran Tiongkok pada pembangunan infrastruktur di Malaysia.

Menurut laporan media Inggris, Mahathir berjanji untuk mengkaji semua proyek infrastruktur Tiongkok dan membuka kembali perundingan tentang proyek-proyek ini dengan Beijing. Namun, ada juga suara yang mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menilai bahwa Mahathir bermaksud menghentikan proyek investasi Tiongkok.

Mahathir berjanji untuk mengkaji secara saksama penanaman modal Tiongkok

Pada 10 Mei koalisi Partai Pakatan Harapan yang mengusung Mahathir dalam pemilihan perdana menteri memperoleh kemenangan dan berhasil mengakhiri 61 tahun dominasi Koalisi Partai Barisan Nasional dalam memimpin Malaysia.

Selain memerangi korupsi, Mahathir juga berjanji untuk menyelidiki secara menyeluruh investasi Tiongkok di Malaysia setelah ia berkuasa. “Para investor Tiongkok datang, tetapi orang-orang kita tidak dikaryakan, perusahaan kita juga tidak dapat berpartisipasi baik dalam perancangan, perencanaan, pengawasan, manajemen dan lainnya. Kita tidak mendapatkan apa-apa”

Ia menekankan : “Hingga saat ini, kita sama sekali tidak memperoleh apa-apa, tenaga kerja kita tidak terpakai, mereka tidak membayar pajak, bahkan cenderung mendapatkan pemotongan pajak”

Mengambil kasus Sri Lanka sebagai contoh, Mahathir mengatakan bahwa karena negara itu tidak mampu membayar hutang investasi Tiongkok, tanah mereka sewakan kepada Tiongkok sebagai pembayaran, karena itu Sri Lanka kehilangan banyak lahan.

Di bagian akhir pemilihan, isu tentang proyek Satu Sabuk dan Satu Jalan Tiongkok juga menjadi masalah pemilihan. Saat ini, proyek infrastruktur Tiongkok di Malaysia bernilai total sebesar 34,2 miliar dolar AS. Mahathir pernah mempertanyakan kepada pemerintahan Najib berkaitan dengan kebijakan membuka pintu bagi Tiongkok untuk menanam modal di bidang infrastruktur dan real estat Malaysia dapat merusak kedaulatan nasional.

Mahathir mengkritik perusahaan Tiongkok Country Garden yang bermaksud menginvestasikan  100 miliar Dolar AS untuk proyek reklamasi dan perumahan Forest City di Johor. Harga rata-rata rumah pada real estate tersebut lebih dari 2,6 juta Dolar AS dan masyarakat Malaysia umumnya tidak akan mampu membelinya kecuali untuk menarik pemodal asing untuk berinvestasi di bidang real estat.

Selain itu, proyek perkeretaapian pantai timur Malaysia yang didorong pemerintahan Najib  juga mendapat kritikan Mahathir. Jalur KA yang panjangnya 688 kilometer dengan biaya pembangunan yang mencapai 13 miliar Dolar AS akan dibiayai oleh Tiongkok dan dikerjakan oleh kontraktor dari Tiongkok yakni China Communications Construction.

Mahathir pernah mengatakan kepada Bloomberg bahwa jika dia terpilih, investasi Tiongkok di Malaysia akan lebih banyak memperoleh pemeriksaan.

Media Inggris : Malaysia mungkin akan meninjau kembali proyek infrastruktur Tiongkok di Malaysia.

Setelah Mahathir terpilih, dunia luar fokus pada sikap pemerintah baru terhadap investasi Tiongkok, apakah Mahathir akan memenuhi janjinya sebelum pemilihan ? Dunia luar memiliki pandangan yang berbeda.

Laporan Financial Times pada 16 Mei menyebutkan, Mahathir telah berjanji akan meninjau semua proyek infrastruktur Tiongkok dan membuka kembali perundingan terhadap perjanjian yang tidak adil.

Mahathir mengatakan : “Tiongkok memiliki pengalaman panjang dalam berurusan dengan perjanjian yang tidak adil , Tiongkok memecahkan masalah dengan mengadakan negosiasi kembali. Oleh karena itu, kita juga merasa memiliki hak untuk melakukan penelitian terhadap kesepakatan dan negosiasi ulang bila diperlukan.”

Laporan mengutip ucapan Euben Paracuelles, seorang ekonom Nomura Jepang melaporkan bahwa investor pada proyek inisiatif Satu Sabuk Satu Jalur dipaksa untuk meninjau kembali keuntungan yang diperoleh Malaysia, meskipun sulit untuk memprediksikan apakah proyek bisa dihapus, tetapi yang pasti adalah bisa tertunda secara signifikan.

Zhang Bohui, seorang profesor ilmu politik dari Lingnan University di Hongkong percaya bahwa Beijing akan mempertimbangkan untuk membuat konsesi kepada Mahathir karena Malaysia memiliki arti strategis yang sangat penting bagi Tiongkok.

Namun, setelah pemilu Mahathir pernah mengatakan bahwa ia tidak menentang proyek inisiatif Tiongkok itu. Tetapi bagaimanapun, beberapa proyek investasi Tiongkok di Malaysia harus dinegosiasikan kembali. Pernyataan ini mengundang argumentasi dari luar, ada yang menunjukkan bahwa sikap Mahathir terhadap Tiongkok mungkin telah berubah.

Courtney Weatherby, peneliti urusan Asia Tenggara pada ‘The Stimson’ Pusat think tank di Washington kepada VOA mengatakan, bagaimana Mahathir memenuhi ucapannya pra-pemilu, apakah ia akan mencegah investasi Tiongkok di masa depan, sekarang terlalu dini untuk memberikan penilaian.

Dr Su Yingxin, mantan editor ‘Malaysiakini’ kepada BBC mengatakan : “Saya pikir beliau (Mahathir) berubah”, “Sebelumnya beliau itu tidak anti investasi Tiongkok, hanya menentang Najib membuka lebar-lebar pintu investasi untuk Tiongkok, karena prosesnya melibatkan banyak prosedur yang tidak transparan, progres yang tidak jelas”

Dr Wong Chin Huat, peneliti dari Penang menyebutkan : “Mahathir bersikap tidak pro  Tiongkok, juga tidak pro Amerika kecuali pro Malaysia. Sepanjang investasi Tiongkok memberikan keuntungan bagi Malaysia, Mahathir tidak akan mengangkat batu yang dapat menimpah kaki sendiri”.

Sejumlah negara menarik diri dari proyek OBOR Tiongkok

Dalam beberapa tahun terakhir ini proyek OBOR (One Belt One Road) Tiongkok di Asia Tenggara dan Asia Tengah mengalami stagnasi.

Tidak hanya di Malaysia, Indonesia, Sri Lanka dan lainnya rata-rata dapat terdengar suara protes. Proyek-proyek perkeretaapian berprofil tinggi di Indonesia, Laos, dan Thailand mengalami penundaan karena masalah biaya, pembiayaan, dan lahan.

Bulan Desember tahun lalu, Pakistan, Nepal, dan Myanmar secara berturut-turut menegaskan bahwa mereka telah membatalkan atau menangguhkan tiga proyek pembangkit listrik tenaga air utama yang direncanakan oleh perusahaan Tiongkok. Ketiga proyek senilai hampir 20 miliar Dolar AS tersebut ditolak, menyebabkan strategi OBOR Tiongkok terganggu.

VOA (Suara Amerika) ketika itu melaporkan, kondisi pembiayaan yang keras dari pihak Tiongkok adalah alasan Pakistan membatalkan proyek pembangunan bendungan Diamer Basha senilai 14 miliar Dolar AS.

Menurut laporan media setempat, Presiden Pakistan Hydropower Development Authority Muzammil Hussain mengatakan kepada parlemen bagian Komite Akun Publik bahwa, perusahaan Tiongkok yang terlibat dalam proyek menetapkan kondisi pembayaran yang sangat keras, termasuk persyaratan untuk menyerahkan hak penggunaan bendungan baru dan bendungan yang ada kepada Tiongkok sebagai jaminan pinjaman.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Nepal mengumumkan pembatalan pembangunan stasiun pembangkit listrik tenaga air Budhi Gandaki yang bernilai 2.5 miliar Dolar AS dengan alasan yang diberikan adalah ilegal, kurangnya proses penawaran yang kompetitif.

Myanmar mengumumkan bahwa mereka tidak lagi tertarik dengan proyek pembangkit listrik tenaga air skala besar. Tiga tahun lalu, Myanmar menghentikan pembangunan bendungan dengan dana dukungan Tiongkok senilai 3,6 milyar Dolar AS.

Bulan April tahun ini, para cendekiawan dalam masalah internasional memperingatkan bahwa pemerintah dari beberapa negara tertarik untuk membangun proyek kinerja, mereka jadi rentan terhadap jebakan utang dari proyek OBOR.

Seperti Sri Lanka yang gagal membayar hutang kepada Tiongkok, Pada bulan Desember tahun lalu mereka terpaksa melalui perjanjian menyerahkan hak pengelolaan pelabuhan laut Hambantota kepada perusahaan Tiongkok China Merchants Port Holdings Company Limited. Perusahaan Tiongkok tersebut menguasai 70 % dari ekuitas atas pelabuhan selama 99 tahun.

Rencana di atas jelas mengalami pertentangan di dalam negeri Sri Lanka. Bulan Januari 2017, sejumlah besar rakyat Sri Lanka memprotes pemerintah menyerahkan hak operasi pelabuhan Hambantota kepada Tiongkok. Demonstran sampai bentrok dengan polisi hingga sedikitnya 21 orang luka-luka dan 52 demonstran ditangkap.

Mantan menteri luar negeri Jerman Gabriel telah mengkritik Tiongkok di satu sisi sedang memanfaatkan proyek OBOR untuk membangun ekonomi mereka, di sisi lain, Tiongkok mempromosikan sistem nilai yang berbeda dengan Barat, dan sistem komunis itu tidak didasari kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia.

Dia menunjukkan bahwa Tiongkok telah mencoba untuk sepenuhnya membentuk dunia sesuai dengan kepentingannya sendiri. (Sinatra/asr)

Prancis Membekukan Aset 3 Orang dan Lebih 9 Perusahaan Terkait Senjata Kimia Assad

Epochtimes.id- Pemerintah Perancis mengatakan pada Jumat (18/05/2018) pihaknya telah membekukan aset tiga orang dan sembilan perusahaan yang diduga terlibat dalam pengembangan senjata kimia di Suriah.

Dalam pernyataan bersama, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan langkah itu bertujuan untuk menindak jaringan yang dicurigai membantu Pusat Studi dan Penelitian Ilmiah Suriah.

Pemerintah AS dan negara-negara lain menuduh pusat bantuan tersebut mengembangkan senjata kimia bagi pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

“Tiga orang dan sembilan perusahaan telah ditargetkan untuk peran mereka dalam penelitian dan/atau akuisisi bahan untuk pengembangan bahan kimia dan senjata balistik untuk negara ini,” bunyi pernyataan itu dilansir dari Reuters.

Pernyataan itu tidak mengungkapkan identitas individu atau perusahaan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Jumat, 13 April 2018 malam waktu Amerika memerintahkan serangan rudal terhadap seluruh fasilitas senjata kimia Suriah.

Trump berdalih serangan untuk menghukum rezim Assad karena menggunakan senjata kimia untuk menyerang warga sipil. Angkatan Udara Inggris dan Perancis juga berpartisipasi dalam serangan itu.

Pentagon mengatakan, Presiden Trump sesuai kekuasaan yang diberikan oleh konstitusi telah menginstruksikan militer AS untuk menyerang sejumlah fasilitas senjata kimia Suriah.

Arab Saudi menyatakan dukungan untuk serangan udara yang dipimpin AS dan sekuturnya terhadap fasilitas senjata kimia Suriah.

“Kami sepenuhnya mendukung operasi militer terhadap sasaran militer di Suriah,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam sebuah pernyataan, pada Sabtu (14/04/2018) dilansir dari al-Arabiya.net.

Menurut sebuah sumber di Kementerian, pejabat Saudi mengatakan operasi militer sebagai tanggapan terhadap penggunaan rezim Suriah secara terus-menerus terhadap senjata kimia yang dilarang secara internasional terhadap warga sipil yang tidak bersalah. (asr)

Amerika Jatuhkan Sanksi Baru Terhadap Perusahaan yang Terkait dengan Hisbullah

0

EpochTimesId – Amerika Serikat berusaha mencekik sumber pendanaan untuk Hezbollah yang didukung Iran. Amerika menjatuhkan sanksi pada perwakilan Hezbolah Iran, serta pemodal besar dan lima perusahaannya di Eropa, Afrika Barat, dan Timur Tengah, Kamis (17/5/2018).

Departemen Keuangan AS mengatakan Mohammad Ibrahim Bazzi adalah seorang pemodal Hizbullah yang beroperasi melalui Belgia, Libanon dan Irak. Dia merupakan rekan dekat dari mantan presiden Gambia Yahya Jammeh, yang dituduh memperoleh kekayaan besar selama pemerintahannya berkuasa beberapa dekade.

Amerika juga menjatuhkan sanksi pada perwakilan Hezbollah untuk Iran, Abdallah Safi Al-Din, yang dikatakan sebagai penghubung antara Hizbullah dan Iran dalam masalah keuangan.

Departemen itu mengatakan, pihaknya telah memasukkan daftar hitam layanan energi Belgia konglomerat Global Trading Group; Perusahaan perminyakan Gambia, dan Euro African Group.

“Africa Middle East Investment Holding yang berbasis di Lebanon, Grup Investasi Premier SAL Lepas Pantai dan Grup Ekspor-impor Layanan Pengawalan Mobil. Semua ditunjuk karena mereka dimiliki atau dikendalikan oleh Bazzi,” kata Departemen Keuangan AS.

“Tindakan biadab dan bejat salah satu pemodal Hizbullah yang paling terkemuka tidak dapat ditoleransi,” ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, dalam sebuah pernyataan.

“Pemerintahan ini akan mengekspos dan mengganggu Hezbollah dan jaringan teror Iran dalam setiap kesempatan, termasuk mereka yang memiliki hubungan dengan Bank Sentral Iran,” kata Mnuchin.

Sanksi-sanksi itu merupakan salah satu langkah baru yang ditujukan kepada Iran dan Hizbullah sejak Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pekan lalu.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dijadwalkan untuk menguraikan dalam pidato di Washington pada hari Senin (21/5/2018) terkait rencana Amerika Serikat untuk membangun koalisi. “Untuk melihat lebih dekat pada apa yang terlihat sebagai kegiatan destabilisasi Iran,” kata juru bicara Heather Nauert, kepada wartawan di Departemen Luar Negeri.

Dalam salah satu gerakan terbesar minggu ini yang bertujuan untuk mengawasi operasi luar negeri Iran, Departemen Keuangan memberi sanksi kepada gubernur bank sentral Iran, Valiollah Seif.

Pada hari Rabu, Amerika Serikat, yang didukung oleh negara-negara Teluk, memberlakukan sanksi tambahan terhadap dua pemimpin utama Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah dan Naim Qassem. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA