Etnis Tionghoa Australia Dihasut Agar Menggulingkan Partai Liberal

0

EpochTimesId – Sepucuk surat terbuka beredar di media sosial Australia. Isinya menghasut warga etnis Tionghoa di Australia untuk menggulingkan Partai Liberal yang bersayap ekstrem kanan, dan mendesak pemilih di daerah Bennelong untuk tidak memilih John Alexander.

Seorang pria yang meneruskan surat ini dituduh telah bertemu dengan United Front Work Department Partai Komunis Tiongkok. Mereka disebut-sebut bertanggungjawab untuk memperluas pengaruhnya sampai ke luar negeri.

Sydney Morning Herald memberitakan, surat terbuka yang berisi sekitar 1.700 huruf Mandarin tersebut dikeluarkan oleh sekelompok orang yang menamakan diri ‘Kelompok Etnis Tionghoa yang Menganggap Australia Sebagai Rumah’. Ia mendesak para pemilih untuk mendukung kandidat dari Partai Buruh Australia, Kristina Keneally.

Surat terbuka tersebut menyebut Partai Liberal sebagai partai berkuasa ekstrem kanan. Sehingga partai tersebut memiliki kecenderungan untuk menentang Tiongkok, melawan warga etnis Tionghoa, menentang imigran asal Tiongkok dan menentang siswa internasional asal Tiongkok.

Surat tersebut juga menghasut warga etnis Tionghoa lokal untuk memobilisasi diri, berbagi pesan tersebut dan menggunakan hak pilihnya untuk menggulingkan Partai Liberal ekstrem kanan yang sedang berkuasa saat ini.

Baru-baru ini, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengumumkan kebijakan anti-spionase dan intervensi asing yang baru. Undang-undang baru tersebut menetapkan bahwa kontribusi atau donasi politik dari luar negeri kepada Australia telah dilarang.

Mereka yang mencoba mempengaruhi politik Australia dengan mengatasnamakan negara lain akan dinyatakan secara paksa ia bekerja untuk siapa. Turnbull mengungkapkan rasa keprihatinannya atas tindakan PKT untuk mempengaruhi politik dalam negeri Australia.

Senator dari Partai Buruh, Sam Dastyari, Selasa (12/12/2017) mengumumkan pengunduran diri setelah hubungan dekatnya dengan pengusaha bandar emas besar Tiongkok terekspos. Meskipun tidak diketahui siapa penulis surat terbuka itu, Sydney Morning Herald mengabarkan bahwa pria yang mengunggah surat tersebut ke WeChat bernama Yan Zehua (alih-aksara). Ia adalah seorang etnis Tionghoa berkewarganegaraan Australia yang tinggal di Sydney.

Yan Zehua adalah wakil ketua United Front Work Department-Partai Komunis Tiongkok Australia. Sampai saat ini, asosiasi tersebut masih beraktivitas di bawah pimpinan seorang bandar emas yang menjadi politisi bernama Huang Xiangmo. United Front Work Department ini bertanggung jawab untuk memperluas pengaruhnya ke luar negeri.

Menurut sebuah artikel yang diposting di situs web pemerintah Shanghai, terakhir kali Yan Zehua bertemu dengan pejabat United Front Work Department Tiongkok adalah pada bulan Oktober tahun ini. Tahun 2012, Yan Zehua diminta untuk menggunakan pengaruhnya di Australia untuk mengorganisir kelompok etnis Tionghoa demi meningkatkan hubungan persahabatan yang lebih erat dengan pemerintah Tiongkok.

Selain itu, sebuah laporan dari Shanghai Commercial Federation menunjukkan bahwa Yan Zehua juga bertemu dengan pejabat United Front Work Department sebagai anggota delegasi Asosiasi untuk Promosi Perdamaian pada tahun 2013.

Dalam sebuah wawancara dengan media Australia ‘Fairfax’, Yan Zehua awalnya membantah kabar pertemuannya dengan pejabat United Front Work Department. Namun, ia kemudian mengubahnya dengan mengatakan bahwa pertemuan mungkin saja terjadi secara tidak sengaja selama ia melakukan kegiatan di Australia dan Shanghai.

Xiong Huníng, seorang kenalan dekat Yan Zehua mengatakan bahwa masyarakat etnis Tionghoa setempat sedang berusaha mendorong para pemilih etnis Tionghoa untuk memilih kandidat dari Partai Buruh, Kristina Keneally.

“Asosiasi-asosiasi dan wadah perkumpulan etnis Tionghoa di Australia itu memiliki hubungan dekat dengan Kantor Urusan Etnis Tionghoa Luar Negeri, Tiongkok,” ujar Xiong.

Kantor tersebut merupakan badan yang memiliki kaitan dengan tugas United Front Work Department. PKT mengklaim bahwa United Front Work Department adalah sebuah ‘senjata ampuh’ karena berfungsi untuk memperluas pengaruh PKT ke luar negeri. Dengan demikian statusnya dalam politik Tiongkok pun ikut naik.

Proporsi warga Australia etnis Tionghoa di daerah Bennelong adalah yang tertinggi di antara daerah pemilihan lainnya, bahkan bisa mencapai 21 persen.

Ketika Malcolm Turnbull ditanya masalah apakah intervensi asing dapat menghambat langkah maju Partai Liberal, ia mengatakan bahwa apa yang dilakukannya sekarang juga untuk kepentingan etnis ini di Australia.

“Seluruh warga Australia, tidak peduli apa latar belakang mereka, semua pasti menginginkan para pemimpin mereka menempatkan kepentingan Australia di tempat terdepan. Itu yang saya lakukan. Sebagai Perdana Menteri, saya akan senantiasa menempatkan kepentingan Australia di tempat terdepan,” tegas Turnbull.

PKT berusaha menyandera masyarakat etnis Tionghoa, Setelah pemerintah Australia memperkenalkan undang-undang baru. Kedutaan Tiongkok untuk Australia mengatakan bahwa diskusi Australia mengenai infiltrasi PKT merupakan prasangka rasial, dan ucapan yang dengan sengaja untuk mengfitnah para mahasiswa asal Tiongkok dan masyarakat etnis Tionghoa di Australia.

Gurubesar Swinburne University, John Fitzgerald mengatakan, PKT mencoba untuk mengikat para etnis Tionghoa Australia guna mendukung kepentingannya.

“Kedutaan Besar Tiongkok sendiri tidak cukup punya keyakinan untuk memprovokasi masyarakat etnis Tionghoa di Australia,” kata Fitzgerald kepada The New York Times. “Media juga tidak menyerang masyarakat Tionghoa di Australia. Media sangat spesifik hanya memberitakan hal intervensi Partai Komunis Tiongkok di negara ini”.

Presiden National Security Institute di Australian National University, Rory Medcalf menulis dalam Australian Financial Review bahwa Australia memiliki sebuah komunitas Etnis Tionghoa yang besar dan beragam. Australia adalah surga kebebasan berekspresi bagi semua orang yang tinggal di sini. Inilah identitas nasional warga Australia.

Medcalf mengatakan, kebebasan berekspresi warga etnis Tionghoa Australia dapat menggema di Tiongkok Daratan dan berdampak pada stabilitas politik PKT. Oleh karena itu, PKT mengirim kaki tangannya untuk menekan kebebasan berekspresi dan berpendapat hingga ke Australia.
“Namun, pemerintah Australia tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi, tidak akan membiarkan sejumlah warga Australia hidup dan tinggal di lingkungan yang tidak memiliki kebebasan dan tidak aman. Inilah mengapa Australia memperkenalkan undang-undang yang baru,” tulis Medcalf. (ET/Qin Yufei/Sinatra/waa)

Satpam Robot Disebar di San Francisco untuk Atasi Masalah Tunawisma

0

ErabaruNews – Sebuah lembaga non-profit, SPCA, harus berurusan dengan protes dari warga dan legislator. Hujan protes datang setelah lembaga itu menyebar robot satuan keamanan (satpam). Mereka menyebar robot penjaga malam menghadapi gelombang kejahatan yang terkait dengan tunawisma.

Masyarakat San Francisco akhir-akhir ini mengalami masalah dengan kekejaman terhadap Hewan, pengerusakan mobil, dan kejahatan lainnya. Pelakunya diduga adalah para tuna wisma, seperti dikutip NTDTV dari Fox News.

Melihat kondisi tersebut, sebuah lembaga nirlaba akhirnya mengeluarkan robot Knightscope. Sebuah robot otonom yang disewakan sebagai penjaga malam.

“Kita sama sekali tidak bisa menggunakan trotoar saat ada jarum suntik dan tenda atau sepeda (di trotoar). Jadi dari sudut pandang tersebut, saya menemukan robot lebih mudah dinavigasi,” ujar presiden SPCA, Jennifer Scarlett, dalam sebuah wawancara dengan San Francisco Business Times.

Scarlett mengatakan bahwa setelah robot tersebut mulai berpatroli di trotoar, ada sedikit masalah kerusakan ringan pada mobil dan rusaknya tenda tuna wisma sehingga mereka kehilangan tempat tinggal. Dia menambahkan bahwa tidak mungkin untuk membuktikan bahwa robot-lah yang bertanggung jawab atas kerusakannya, walau masih ada korelasinya.

Perusahaan menyewa robot alih-alih mempekerjakan orang untuk melakukan pekerjaan itu. Karena biaya petugas satpam sangat mahal mengingat upah minimal mencapai 14 dolar AS per jam di San Francisco. Sebagai perbandingan, robot tersebut menghabiskan biaya $US 6 per jam untuk disewa.

Para tunawisma yang berkemah di trotoar menunjukkan ketidaksenangan mereka dengan para penjaga otonom itu. Setidaknya pada satu kesempatan, pemilik tenda memasukkan saus barbeque ke sensor robot, memukulinya dan membungkus robot dengan terpal.

Tapi tunawisma bukan satu-satunya pihak yang kesal. Penduduk lokal, Fran Taylor bertemu mesin itu ketika berjalan dengan anjingnya. Dia mengatakan anjingnya mulai menggonggong robot saat mendekat. Taylor berteriak pada mesin itu untuk berhenti dan robot itu berhenti hanya pada jarak 10 kaki darinya.

Taylor merasa terkejut dan terganggu dengan kehadiran robot tersebut di trotoar. Dia pun bergabung dengan sebuah komunitas pejalan kaki yang meminta pejabat setempat untuk melarang robot berada di trotoar. Dia dengan cepat mengirim email ke SPCA dan meneruskan salinannya kepada wakil rakyat setempat.

Kini, terlepas dari kemerahan dan pembersihan jalanan, Kota San Francisco memarahi SPCA karena menggunakan robocops. Otoritas kota setempat mengancam akan mengeluarkan denda $US 1.000 per hari, jika robot-robot penjaga tersebut tertangkap sedang patroli di trotoar.

“Saya bisa mengerti bahwa kita takut akan teknologi baru di jalan, dan kita harus mengajukan pertanyaan tentang hal itu. Tapi mungkin rasa marah kita bisa sedikit berkurang karena organisasi nirlaba menghabiskan banyak uang untuk keamanan pada saat yang bersamaan,” kata Scarlett kepada Business Times.

“Dalam lima tahun kita akan melihat kembali hal ini dan berpikir. Kami percaya diri dengan ini karena mereka sangat inovatif,” sambung Scarlett. (NTDTV/waa)

5 Isu Sensitif Utama Menjadi Perhatian Xi Jinping dan Presiden Korsel Moon Jae-in

oleh Xu Jian

Epochtimes.id- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Rabu (13 Desember) tiba di Beijing untuk memulai kunjung kenegaraan selama 4 hari di Tiongkok.

Moon Jae-in telah bertemu Xi Jinping pada 14 Desember. Interaksi tingkat tinggi Tiongkok – Korea Selatan sedang menarik perhatian dunia.

Bulan Juli tahun lalu, pemerintah Tiongkok melancarkan kritikan keras terhadap Korea Selatan karena penempatan sistem penangkal rudal AS. Akibatnya, hubungan kedua negara ini  menjadi tegang.

Sebelum kunjungan Presiden Trump ke Asia, Tiongkok tiba-tiba mengeluarkan isyarat ingin memperbaiki hubungan.

Moon mengatakan bahwa pertemuannya dengan Xi Jinping bertujuan untuk ‘menormalkan’ hubungan kedua negara. Tetapi para pengamat internasional percaya bahwa pertemuan mereka adalah dalam rangka membahas beberapa isu penting saat ini.

Isu Korea Utara

Uji coba senjata nuklir dan rudal Korea Utara menimbulkan ancaman bagi Asia. Menurut kantor keamanan nasional Korea Selatan bahwa bagaimana cara mengekang program Korea Utara akan menjadi salah satu topik pembicaraan dalam pertemuan tingkat tinggi hari Kamis kemarin.

Sejak Moon Jae-in menjabat presiden, Korea Utara sudah melakukan total 11 kali uji coba rudal. 2 pekan lalu, Korea Utara meluncurkan ‘Huasong-15’ yang membuat ketegangan kembali meningkat dan pemberian sanksi lebih lanjut oleh PBB.

Hari Senin (4 Desember) Militer Korea Selatan dan AS memulai latihan pertempuran udara. Beijing berulang kali meminta diberlakukannya ‘moratorium ganda’ (AS dan Korsel menghentikan latihan militer dan Korut menghentikan uji coba senjata nuklir).

Isu THAAD

Isu tersebut merupakan isu yang paling menghambat kelancaran hubungan Tiongkok – Korea Selatan. pemerintah kedua negara telah berupaya untuk mencapai beberapa pemahaman umum mengenai penyelesaian masalah sulit ini, namun tetap masih memiliki perbedaannya.

Sebelumnya, media luar mengatakan bahwa kedua kepala negara telah bersepakat untuk  tidak mengeluarkan pernyataan bersama dan tidak akan mengadakan konferensi pers bersama. Kecuali masing-masing pihak yang memberikan siaran pers kepada media.

Bulan Juni tahun ini, Moon Jae-in bersedia menangguhkan penyebaran lebih lanjut THAAD, tetapi Beijing menuntut agar Seoul secara resmi berjanji untuk tidak menggunakan perangkat peluncur atau bergabung dengan sistem pertahanan rudal regional Amerika Serikat.

Sebelum berangkat, Moon Jae-in menerima sebuah wawancara dari Stasiun TV Nasional Tiongkok CCTV. Sikap kasar dengan sifat menyerang dalam pertanyaan soal THAAD yang diajukan reporter TV Tiongkok kepada Moon telah membangkitkan ketidakpuasan masyarakat Korea.

Isu larangan perjalanan wisata

Perbedaan pendapat soal THAAD menyebabkan otoritas Tiongkok mengeluarkan larangan melakukan perjalanan ke Korea Selatan. Menimbulkan penurunan tajam jumlah wisatawan asal Tiongkok.

Jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Korea Selatan selama liburan panjang di awal bulan Oktober tahun lalu mengalami penurunan sebanyak 70% dari tahun lalu.

Sebelum kunjungan Moon kali ini, otoritas Beijing pada bulan lalu telah melonggarkan sebagian larangan perjalanan kelompok, ijin untuk mengadakan perjalanan ke Korea Selatan dalam kondisi tertentu hanya diberikan kepada agen-agen perjalanan di Beijing dan Shandong.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh bagian anggaran dari Kongres Korea Selatan pada 3 Desember dapat diketahui bahwa devisa negara dari penerimaan wisatawan Tiongkok tahun 2017 saja sudah berkurang sebesar RMB.45.5 miliar. Masyarakat luar menduga bahwa Moon bisa jadi akan mempengaruhi Tiongkok untuk menghapus seluruh larangan perjalanan itu.

Isu Perdagangan kedua negara

Perbedaan dalam THAAD juga membuat Tiongkok melakukan pemboikotan terhadap perusahaan Korea Selatan di Tiongkok. Hyundai dan Lotte Group mengalami dampak paling serius.

alah satu tujuan utama Moon bertemu Xi adalah mencoba untuk memperbaiki stagnasi ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. Menurut Reuters, perjalanan Moon ke Tiongkok kali ini diikuti oleh lebih dari 300 orang eksekutif senior perusahaan dari berbagai bidang usaha di Korea Selatan.

Menurut data tahun 2016, komoditas Korea Selatan yang diekspor ke Tiongkok mencapai 25,1% dari total ekspor Korea Selatan pada tahun itu. Media Korea Selatan melaporkan bahwa Moon Jae-in berharap melalui kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan antar kedua bangsa, ia dan Xi Jinping dapat menandatangani beberapa perjanjian perdagangan baru.

Isu pertemuan tingkat tinggi Tiongkok – Jepang – Korea Selatan

Akibat hubungan dingin yang menyelimuti ketiga negara. pertemuan tingkat tinggi yang semula akan digelar pada bulan Juli tahun ini dibatalkan. Presiden Moon Jae-in berkeinginan untuk merealisasikan pertemuan tersebut pada tahun 2018. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Sepanjang Tahun 2017 Sebanyak 41 Jurnalis Tiongkok Dipenjara

oleh Luo Tingting

Epochtimes.id- Committee to Protect Journalists (CPJ) yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat dalam laporan terbarunya menyebutkan bahwa jurnalis yang dipenjara di seluruh dunia mencapai 262 orang, dan Tiongkok menjadi salah satu negara terburuk di dunia karena memenjarakan 41 orang jurnalis mereka.

Komite Perlindungan Jurnalis pada 13 Desember menerbitkan laporan baru yang menyebut Turki, Tiongkok dan Mesir sebagai negara-negara terburuk karena memenjarakan 134 dari total 262 (51 %) orang jurnalis dalam tahun 2017.

Selama dua tahun berturut-turut, Turki memenjarakan paling banyak jurnalis mereka. Dalam tahun 2017, 73 orang jurnalis dipenjara dan belasan lainnya masih menghadapi putusan pengadilan. Tiongkok tahun ini ada 41 orang dan tahun lalu 38 orang.

Laporan menyebutkan bahwa tuduhan terhadap para jurnalis yang paling umum digunakan oleh pengadilan ketiga negara itu adalah subversif.

Sebagaimana telah diketahui bahwa CPJ telah mengadakan survei tahunan sejak era 1990. Daftar ini berdasarkan data para jurnalis yang dipenjara per 1 Desember 2017.

Daftar tersebut hanya mencakup para jurnalis yang telah dipenjara karena telah menjalani tugas mereka tetapi tidak termasuk sejumlah jurnalis yang dipenjara dan dibebaskan tahun ini.

Selama bertahun-tahun Tiongkok dikritik dunia karena menghalangi kebebasan pers di negaranya. PBB telah menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers Dunia. Freedom House di Washington DC pada 28 April merilis ‘Laporan Kebebasan Pers tahun 2017’.

Laporan menunjukkan bahwa Tiongkok dan Rusia pada tahun lalu telah menambah halangan untuk kebebasan pers. Sementara itu, kebebasan pers global telah turun ke level terendah dalam 13 tahun terakhir.

Laporan tersebut mengatakan bahwa tingkat kebebasan Pers Tiongkok menempatkan urutan bawah di dunia, hanya berada di urutan 186 dari total 199 negara dan wilayah di dunia.

Laporan tersebut mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok telah memberlakukan tindakan keras yang paling parah terhadap kritikan dan komentar siber.

Zhang Haitao, seorang aktivis hak asasi manusia di Xinjiang, dijatuhi hukuman 19 tahun penjara karena berulang kali mengkritik kebijakan Partai Komunis Tiongkok di media sosial.

Direktur Senior Freedom House Sarah Repucci mengatakan : “Tahun ini kita melihat pemerintah Tiongkok berusaha untuk menindak keras media sosial yang merupakan satu-satunya saluran yang dapat memberikan suara secara independen. Otoritas juga terus melakukan pemeriksaan ketat terhadap media, memberikan tekanan pada para jurnalis dan mengontrol setiap berita yang diberikan kepada media.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa pada tahun 2016, setidaknya sekitar 100 orang wartawan, blogger, warga Tibet, Uighur dan praktisi Falun Gong dijatuhi hukuman penjara karena berbagi informasi melalui media sosial atau online.

BBC bahasa Mandarin dalam laporannya mengatakan : Meninjau keseluruhan pengalaman para jurnalis Tiongkok sejak berdirinya pemerintahan PKT, yakni selama 30 tahun sejak 1949 hingga 1980, para jurnalis Tiongkok hanya diijinkan untuk memikul satu tanggungjawab, yaitu menjadi corong suara partai. Jika melaporkan berita negatif berarti yang bersangkutan menghambat perjuangan partai yang digolongkan sebagai tindakan kontra-revolusioner.

Meskipun dalam konstitusi, pemerintah Tiongkok menetapkan berlakunya kebebasan berbicara dan publikasi, tetapi tidak berfungsi karena kurangnya perlindungan hukum.

Sudah banyak tokoh media Tiongkok selama 30 tahun lalu menyerukan agar Undang-undang Pers dibuat dan diberlakukan.

Namun, hingga tahun 1988, otoritas terkait baru melakukan usaha sebatas mulai merancang aturan mainnya, dan sampai sekarang, puluhan tahun sudah lewat, undang-undang tentang pers masih belum juga adad. Kalaupun peraturannya sudah dibuat, apakah bisa terealisasi juga masih perlu dipertanyakan.

Chen Yun, seorang petinggi militer jaman Mao Zedong pernah mengeluarkan ucapan yang mungkin dapat menjelaskan mengapa tidak ada undang-undang pers di Tiongkok.

“Undang-undang pers sudah ada pada era Kuomingtang berkuasa, dan kita orang-orang komunis memanfaatkan celah-celahnya untuk kepentingan dan tujuan kita. Sekarang kita yang berkuasa, saya pikir jangan lagi ada undang-undang itu lagi. Karena jika tidak ada hukum kita yang mengambil inisiatif. apa yang kita inginkan dapat kita lakukan,” katanya. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv

Jurnalis Foto Korsel yang Mengikuti Kegiatan Presidennya di Tiongkok Diserang Polisi Beijing

oleh Chen Juncun

Epcohtimes.id- Dua orang jurnalis foto Korea Selatan yang meliput kegiatan Presiden Moon Jae-in di Beijing, Tiongkok mendapat serangan dari polisi Beijing, Kamis (14/12/2017).

Pihak Korea Selatan telah menyampaikan sikap protes atas tindakan polisi Beijing yang membuat kedua wartawan itu terluka, dan menuntut permintaan maaf secara formal.

Media Korea Selatan ‘Korea Times’ melaporkan, insiden pemukulan tersebut terjadi pada hari Kamis sekitar pukul 11 siang.

Pada saat kejadian tersebut, Moon Jae-in dan pengawalnya sedang beranjak meninggalkan sebuah pusat pameran komersial di Beijing, diikuti dari belakang oleh sekelompok jurnalis foto Korea Selatan yang sedang meliput adegan. Namun langkah mereka dihentikan oleh polisi Beijing yang berjaga-jaga. Bahkan 2 orang wartawan di antaranya tiba-tiba mendapat serang tanpa alasan.

Kedua jurnalis foto tersebut adalah adalah Mr. Ko dari media ‘Korea Daily’ dan Mr. Lee dari ‘Daily Economic News’ mereka ini dipegang kerah bajunya, dijatuhkan ke tanah kemudian ditendang oleh beberapa anggota di antara satu kelompok polisi yang terdiri dari sekitar 15 orang.

Luka yang dialami oleh Mr. Ko tidak mengkhawatirkan tetapi Mr. Lee lebih serius dan dilarikan ke rumah sakit. Mr. Lee mengalami bengkak di kelopak matanya juga mimisan.

Seorang wartawan foto lainnya yang berada di sana bermaksud untuk merekam kejadian itu, tetapi dihalangi polisi dan kameranya disita.

‘Yonhap’ melaporkan bahwa pusat pameran dagang saat itu sedang menjadi tuan rumah sebuah pameran dagang yang diikuti oleh sekitar 200 perusahaan Korea Selatan dan sekitar 500 perusahaan pembeli potensial Tiongkok. Ada sekelompok wartawan Korea Selatan yang terdiri dari 14 orang sedang melakukan peliputan berita di sana.

Saat Moon hendak beranjak meninggalkan sebuah stan Korea Selatan, polisi Beijing langsung menghalangi langkah maju para wartawan itu, tidak mengijinkan mereka mengikuti Moon Jae-in dari belakang. Saat itu, mereka memprotes sehingga satu dari mereka diseret ke luar dari gedung pameran dagang oleh polisi.

Meskipun wartawan lain termasuk pejabat Korea Selatan (pejabat dari Cheong Wa Dae) melakukan protes keras tetapi wartawan itu tetap dipukuli hingga mengalami luka.

Seorang pejabat Cheong Wa Dae mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan sudah menyampaikan sikap protes atas insiden tersebut dan menuntut pihak Tiongkok untuk meminta maaf secara resmi.

Pejabat tersebut kemudian mengatakan, polisi-polisi itu mungkin saja adalah para petugas keamanan gedung yang menyelenggarkan pameran, tetapi jelas berada di bawah komando Kepolisian Beijing.

Kunjungan Moon Jae-in ke Tiongkok ini dipandang sebagai perjalanan pemecah kebekuan untuk memperbaiki hubungan diplomatik kedua negara.

Masyarakat internasional tentu juga berharap Moon akan membawa isu senjata nuklir Korea Utara sebagai salah satu topik pembahasan tingkat tinggi.

Presiden Moon Jae-in telah bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada 14 Desember siang hari untuk pembicaraan tingkat puncak. Sorenya, mereka beserta ibu negara dan delegasi Korea Selatan hadir dalam jamuan makan malam. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Singa Betina Berlari dan Menerjang Seorang Pria Tampak Menakutkan Tapi Berakhir sempurna

0

ErabaruNews – Seekor singa betina berlari cukup kencang menuju seorang pria. Segera saja, singa betina itu melompat ke atas tubuh sang Pria. Scene itu berakhir dalam pertunjukan kasih sayang yang bagi sebagian besar orang sesungguhnya tampak mengerikan.

Menurut Daily Mail, singa betina tersebut menyapa pria yang pertama kali mengadopsinya. Artikel tersebut mengklaim bahwa pria tersebut menyelamatkannya ketika masih kecil, dan kemudian membawanya ke yayasan Black Jaguar White Tiger untuk mendapat perawatan khusus.

Memang, tampaknya berbahaya saat raja kucing itu mendekati sang Pria. Tapi segera menjadi jelas bahwa ‘Lioness’ hanya menyapa ‘bapak angkatnya’ seperti menyapa kaumnya sendiri.

Rekaman tersebut berasal dari reuni yang terjadi pada tahun 2015, menurut Daily Mail.

Black Jaguar White Tiger Foundation memiliki cuplikan up-close-dan-pribadi lain dari reuni semacam itu dari tahun yang sama dalam sebuah video berjudul, ‘Kiara menyukai saat-saat Adolfo, ayah angkatnya, mengunjunginya’.

Black Jaguar White Tiger Foundation telah menjadi sensasi melalui pemilik banyak posting media sosial Eduardo Serio yang menunjukkan dirinya bermain-main dengan kucing liar. Menurut situs web organisasi tersebut, misi mereka adalah untuk menyelamatkan Big Felines dari kekejaman dan memberi mereka gaya hidup terbaik.

https://www.facebook.com/jaguarandtiger/posts/790134694521195:0

Situs tersebut juga mengatakan bahwa lebih dari 300 singa, harimau, jaguar, macan tutul, serviks dan lynxes telah diselamatkan. Mereka diselamatkan dan dirawat bersama 200 individu dari berbagai spesies hewan lainnya.

Tidak ada lokasi yang terungkap di situs web yayasan tersebut. Namun laman Tentang Kami menyatakan bahwa organisasi tersebut adalah organisasi nirlaba, yang beroperasi di Amerika Serikat dan Meksiko.

Laporan tentang selebriti yang mengunjungi properti tersebut hanya membantu reputasinya tumbuh. Baru bulan lalu, sebuah laporan Daily Mail menunjukkan foto penyanyi pop Demi Lovato yang berpelukan dengan singa di sana. Foto-foto itu juga menunjukkan Lovato berpose bersama Serio.

Artikel tersebut juga berbicara tentang bagaimana Khloe Kardashian dan Kendall Jenner berkunjung saat sebuah episode, ‘Keeping Up With The Kardashians’. Paris Hilton, Debra Messing, dan Kellan Lutz juga dilaporkan telah berkunjung.

Meskipun situs web mengizinkan masyarakat umum untuk menyumbang, dengan paket donasi mulai dari $US 25 sampai $US 1.000 per bulan, tidak ada yang menyebutkan masyarakat umum yang memiliki akses ke hewan di lokasi tersebut. Namun artikel Daily Mail sebelumnya menyatakan bahwa paket sumbangan tertinggi menawarkan kesempatan untuk menghabiskan beberapa hari dengan hewan yang disponsori. Itu mungkin sudah terjadi sebelumnya.

Namun ada penolakan terhadap organisasi tersebut, termasuk upaya dari para konservasionis dan yang lainnya untuk menghentikan adopsi hewan, seperti yang terpapar di halaman Facebook Black Jaguar.

Halaman ini sering mengkritik dan menyebut mereka ‘pembenci’ atau ‘pengecut’. Situs web 911 Animal Abuse mencantumkan sejumlah kritik tentang Black Jaguar White Tiger Foundation dan bagaimana hewan ditangani di sana. (NTD/waa)

Waspadalah! Silica Gel Buatan Tiongkok yang Meletus Bisa Membuat Mata Buta

0

ErabaruNews – Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun di kota Zhengzhou, Henan, menghabiskan sebungkus makanan ringan, baru-baru ini. Dia lalu iseng membuka bungkusan kecil berisi silica gel yang umumnya disertakan oleh pabrik pembuat makanan untuk menjaga kualitas produknya.

Bocah itu lalu memasukkan butiran silica ke dalam botol plastik bekas minuman yang berisi air. Tak lama kemudian terjadilah letusan dari botol tersebut, dan bola mata sebelah kanannya terkena percikan cairan dalam botol itu. Hanya dalam 20 menit, bola mata kanan anak itu meleleh dan buta untuk selamanya.

Media Tiongkok melaporkan bahwa bocah laki-laki bernama Keke itu sedang menikmati makanan ringan kesukaannya di rumah usai pulang mengikuti ujian sekolah.

Sesungguhnya, sang ibu sudah langsung berinisiatif segera membawa Keke ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Namun sayang, bola mata kanannya sudah terlanjur meleleh. Dia harus rela kehilangan fungsi penglihatan meskipun tidak membahayakan jiwanya.

Mengapa sebuah kantong kecil berisi silica desiccant dapat menyebabkan luka yang cukup serius?

Menurut survei bahwa sebagian besar bahan desiccant dalam bungkusan makanan buatan Tiongkok itu adalah kapur tohor. Bahan itu juga dikenal sebagai kalsium oksida (CaO).

Begitu bahan tersebut berkontak dengan air, maka akan langsung berubah menjadi kalsium hidroksida. Ini adalah cairan alkali korosif yang kuat dan mudah menimbulkan letusan dan menyebabkan luka-luka.

Dilaporkan bahwa sering terjadi insiden serupa di Daratan Tiongkok. Pada tahun 2011, seorang siswa kelas tiga SMP di Taiyuan, provinsi Shanxi menempatkan bungkusan pengering itu ke dalam termos air dan ledakannya menyebabkan mata kanannya buta.

Pada bulan Juli 2013, seorang siswa kelas dua di Jiangsu melakukan tes ledakan desiccant yang airnya melukai lengannya karena kurang berhati-hati.

Kemudian, pada tahun 2015, seorang balita berusia 5 tahun Zhejiang membuka bungkusan pengering itu tanpa berhati-hati sehingga butiran desiccant itu masuk ke mata. Sehingga menyebabkan ke dua bola matanya mengalami luka bakar.

Oleh karena itu, laporan tersebut mengingatkan kepada para orang tua untuk berhati-hati jangan sampai bungkusan pengering kecil itu digunakan untuk mainan saat anak-anak menikmati makanan cemilan. Agar tidak menyesal seumur hidup jika kecelakaan terjadi. (NTDTV/Luo Tingting/Sinatra/waa)

Wanita Afghanistan yang Menjadi Korban Pelecehan Seksual Menunjukkan Angka Peningkatan

Epochtimes.id- Lembaga Women and Children Legal Research Foundation menyebutkan Wanita Afghanistan yang menghadapi pelecehan seksual di negara itu menunjukkan angka peningkatan.

Data tersebut berdasarkan survei yang baru dirilis seperti dilansir oleh media setempat, Ariananews.af, Kamis (14/12/2017).

Pelecehan seksual dianggap sebagai jenis kekerasan yang paling meningkat terhadap perempuan di berbagai tempat, termasuk lingkungan kerja, jalanan dan pasar di Afghanistan.

Survei yang telah dilakukan di lima provinsi menunjukkan bahwa fenomena tersebut berkembang di negara ini.

Sebanyak 60 anggota komisi provinsi yang bertugas melakukan penghapusan kekerasan terhadap perempuan telah diminta dalam survei tentang persepsi masyarakat terhadap perempuan yang dilecehkan secara seksual.

Sektitar 27 persen orang menggambarkan para korban sebagai penyebab, sementara 19 persen mendukung para korban.

hasil lainnya sektiar 30 persen responden menyatakan bersedia menghukum korban dan 24 persen telah mengindikasikan ketidaksepakatan dengan kegiatan para perempuan dan yang bekerja di luar rumah.

Kepala Urusan Wanita di provinsi Balkh mengungkapkan keprihatinan atas situasi tersebut. Dia mengatakan bahwa faktor utama di balik kekerasan terhadap perempuan adalah budaya, ketidakamanan dan buta huruf.

Women and Children Legal Research Foundation (WCLRF) adalah yayasan yang didirikan pada Maret 2003 di Kabul, Afghanistan.

Yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk melawan ketidakadilan dan tradisi berbahaya yang menyakiti perempuan dan anak-anak di Afganistan.

Misi jangka lembaga ini adalah untuk menangani semua masalah sensitif yang mempengaruhi wanita Afghanistan dan kesehatan dan kesejahteraan anak perempuan.

Lembaga ini menyatakan tujuan obyektif WCLRF adalah untuk memberdayakan perempuan dan anak-anak untuk membela dan mengakses hak asasi mereka
terutama kehormatan, prestasi, akses terhadap keadilan dan kesetaraan.

WCLRF melakukan segala upaya untuk mengidentifikasi tuntutan perempuan dan anak-anak di seluruh negeri, dan meningkatkan dukungan mereka untuk advokasi, serta mendorong pria untuk mengubah rumah tangga dan tempat umum sebagai surga bagi wanita dan anak-anak. (asr)

Sumber : Ariananews.af

Ini Alasan di Balik Membaiknya Hubungan Tiongkok – Korea Selatan

Epochtimes.id- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 13 Desember mengunjungi Tiongkok. Mengenai hubungan kedua negara yang tiba-tiba berubah hangat, media Jepang menganggap hal itu terutama disebabkan karena 2 alasan.

Sebelumnya, hubungan kedua negara tersebut sempat memburuk gara-gara penempatan senjata penangkal rudal THAAD.

Namun, pada 31 Oktober, kedua negara melalui media resmi mereka tiba-tiba mengumumkan kesepakatan untuk memulihkan hubungan baik melalui meningkatkan komunikasi dalam penyelesaian isu THAAD dan kerjasama di segala bidang.

Sebelum Kongres Nasional ke 19, Tiongkok dan Korea Selatan sama-sama menghadapi situasi untuk memperbaharui ‘kesepakatan pertukaran mata uang’, tetapi sulit terlaksana akibat konflik isu THAAD.

Seoul awalnya mengira tidak ada harapan. Namun, Beijing secara tidak terduga sepakat untuk memperbarui kesepakatan tersebut. Media Korea Selatan mengungkapkan bahwa Tiongkok telah menunjukkan langkah bersemangat yang sangat langka dalam memperbaiki hubungan diplomatik kedua negara.

‘Nihon Keizai Shimbun’ dalam ulasannya menyebutkan, Beijing yang selama ini terus menyuarakan kritikan atas penempatan THAAD di Korea Selatan tiba-tiba menunjukkan sikap  proaktif dalam memperbaiki hubungan Tiongkok – Korea Selatan.  Tujuannya adalah menghendaki Jepang, AS dan Korea Selatan bersatu dalam menghadapi isu nuklir Korea Utara.

‘Nihon Keizai Shimbun’ mengatakan, Presiden Moon juga menganggap penting perbaikan hubungan diplomatik dengan Tiongkok karena alasan ingin mengundang Xi Jinping menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada Februari 2018.

Dengan latar belakang negara-negara peserta sedang mencurahkan perhatian pada situasi keamanan di Semenanjung Korea, pemerintahan Moon berharap bisa mempromosikan ‘Olimpiade Pyeongchang yang damai.’

Untuk mensukseskan Olimpiade Musim Dingin, Korea Selatan akan berusaha untuk menghindari peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea.

Moon saat ini berada dalam posisi yang sulit, di satu sisi ia menghadapi kesepakatan dengan sekutunya AS untuk menambah tekanan sampai maksimal kepada Korea Utara. Tetapi di sisi lain, ia juga khawatir kalau intensifikasi kontradiksi antara AS dengan Korea Utara menimbulkan konflik sporadis. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Kegagalan Uji Coba Senjata Baru Tiongkok Diduga Sebabkan Pesawat Tak Berawak India Jatuh

Epochtimes.id- Baru-baru ini, sebuah pesawat tanpa awak (UAV) milik India ‘jatuh’ dalam wilayah Tiongkok. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa pada hari terjadinya insiden tersebut, militer Tiongkok sedang melakukan uji coba senjata gelombang mikro di wilayah perbatasan dengan  India.

Meskipun uji coba dinyatakan gagal, tetapi akibat kekacauan frequensi gelombang yang ditimbulkan senjata baru itu, menyebabkan UAV India itu tak terkendali lagi oleh pusat pengendaliannya di India dan ‘jatuh’ di wilayah Tiongkok.

UAV India pada 7 Desember lalu terbang melintasi Sikkim, perbatasan antara Tiongkok dengan India, kemudian jatuh di dalam wilayah Tiongkok.

Komando Daerah Militer Barat dan Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyaebut UAV India tersebut telah mamasuki wilayah udara Tiongkok secara ilegal dan menyampaikan ‘sikap tidak puas’ terhadap pemerintah India.

Kementerian Pertahanan India mengatakan, UAV tersebut sedang berada dalam latihan rutin di wilayah udara India yang kemudian terbang melampaui garis LAC (Line of Actual Control)dan memasuki wilayah udara daerah bagian Sikkim Tiongkok karena kehilangan kontrol dengan stasiun darat.

Pihak India mengatakan, ketika pihak Tiongkok mempublikasikan berita ini, mereka menyembunyikan fakta penting yakni ketika UAV berada dalam situasi tak terkendalikan,  personil perbatasan India segera memberitahu pihak Tiongkok sesuai prosedur operasional internasional yang berlaku.

Pihak Tiongkok juga dengan cepat telah menanggapi, memberitahu lokasi dan rincian ‘jatuh’ -nya pesawat.

Kementerian Pertahanan India mengatakan bahwa penyebab yang pasti masih dalam pengusutan.

Seorang sumber berita asal Tiongkok pada 12 Desember mengungkapkan kepada media AS : Pada Kamis (7/12/2017), pihak berwenang Tiongkok sedang melakukan uji coba senjata gelombang mikro di wilayah perbatasan antara Tiongkok dengan India.

Meskipun eksperimen tersebut gagal, tetapi ‘yang bukan sasaran jadi kena sasaran’. Saat itu, gelombang yang dipancarkan perangkat uji coba itu membuat sinyal UAV India terganggu sehingga tak terkendali lagi oleh stasiun pengontrol, lalu terbang melintasi Gunung Himalaya dan ‘jatuh’ di wilayah Tiongkok.

Sumber mengatakan bahwa daya gelombang mikro yang dipancarkan oleh senjata baru Tiongkok itu dapat menghancurkan perangkat elektronik dalam jarak puluhan kilometer.

Daya rendah dapat digunakan sebagai jammer GPS. Senjata microwave juga dapat digunakan untuk mengusir para demonstran. Jika gelombang mikro tersebut masuk telinga maka orang akan merasa mual sangat tidak nyaman, bahkan menemui ajal.

Dilaporkan bahwa UAV India yang ‘jatuh’ di Tiongkok itu sama dengan pesawat UAV pengintai jarak jauh ‘burung cangak’ yang dikembangkan Israel. Ia memiliki kecepatan terbang maksimum 220 km / jam dengan waktu terbang terus menerus selama 20 sampai 45 jam. Dapat membawa Photoelectric radar dan Synthetic Aperture Radar,SAR dalam melaksanakan tugas.

India meluncurkan program pengembangan UAV pada tahun 1982 dan usaha selama lebih dari 30 tahun ini Angkatan Darat India kini telah memiliki lebih dari 200 buah pesawat tanpa awak.

Saat ini, Angkatan Darat India sudah mengoperasikan lebih dari 50 pesawat UAV untuk membantu memperkuat pengintaian melalui udara.

Tiongkok juga terus memperkuat pengawasan perbatasan dengan India, memonitor dan mengumpulkan intelijen.

Sebagaimana dilaporkan bahwa Tiongkok juga telah mengerahkan UAV pengintai BZK-005 yang mampu terbang lama di atas udara untuk mengawasi perbatasan dengan India. informasi gambar real-time kemudian diteruskan oleh sistem UAV ke pos komando di darat.

Kemampuan BZK-005 antara lain adalah UAV tersebut dapat memindai ribuan kilometer persegi area dalam 1 jam. Sehari 100.000 km persegi  area yang relevan dipantau secara ketat. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv

Dua Minggu Korut Luncurkan Rudal Balistik, Presiden Korsel Gelar Kunjungan Pertama ke Beijing

Epochtimes.id- Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 13 Desember siang tiba di Beijing untuk memulai kunjungan kenegaraan selama 4 hari. Ini merupakan kunjungan pertamanya sejak sejak ia menjabat.

Kunjungan Moon terjadi dua minggu setelah Korea Utara meluncurkan rudal antar benua.

Media Korea Selatan ‘Yonhap’ melaporkan bahwa Presiden Moon berangkat dari Seoul dengan pesawat khusus, setelah tiba di Bandara internasional Beijing pada siang hari ia langsung menghadiri acara silaturahmi dengan para warga Korea Selatan ekspatriat di Beijing.

Kemudian ia akan menghadiri pertemuan meja bundar antar Kadin kedua negara, dan menyampaikan pidato dalam forum tersebut.

Pada 14 Desember siang hari besok, Moon Jae-in akan menghadiri upacara pembukaan pertemuan mitra ekonomi dan perdagangan RRT-ROK, Sorenya ia akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping.

Menurut jadwal yang diumumkan oleh Istana Cheong Wa Dae, kunjungan Moon akan dilanjutkan dengan pendalaman pembicaraan puncak, jamuan makan malam dan menghadiri Malam Pertukaran Budaya yang diadakan untuk memperingati 25 tahun hubungan diplomatik KorselTiongkok – Korea Selatan.

Dilaporkan bahwa ini merupakan pertemuan ketiga para pemimpin kedua negara. Sebelumnya terjadi saat diselenggaranya KTT G20 pada bulan Juli tahun ini dan KTT APEC pada bulan November, kedua pemimpin tersebut sudah mengadakan pembicaraan.

Laporan Yonhap sebelum pernah menyebutkan bahwa Moon dan Xi akan memfokuskan topik pembicaraan pada masalah pengembangan senjata nuklir dan senjata rudal Korea Utara serta mencari solusinya.

Laporan juga mengatakan bahwa kunjungan Moon ke Tiongkok terjadi dua minggu setelah Korea Utara menguji rudal antarbenua.

Tokyo News Jepang pada 29 November memberitakan bahwa kunjungan Moon Jae-in ke Beijing ini mungkin akan memasukkan isu FTA ke dalam salah satu topik utama pembicaraan dengan Xi Jinping.

Perundingan FTA menjadi terhenti gara-gara Korea Selatan mengizinkan Amerika Serikat untuk menempatkan sistem anti rudal darat – udara THAAD di wilayah Korea Selatan.

FTA mulai berlaku pada bulan Desember 2015, yang mengamanatkan penurunan tingkat tertentu tarif barang perdagangan pada tanggal 1 Januari setiap tahunnya. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Ratusan Sekolah di Inggris Ditutup Akibat Suhu Udara Malam Terendah Tahun Ini

ErabaruNews – Suhu dingin di sebagian wilayah Inggris Raya terus berlanjut. Ratusan sekolah di Inggris dan Wales pun ditutup selama dua hari.

Suhu udara pada Senin (11/12/2017) malam waktu setempat turun drastis menjadi -13′ Celcius (10.4′ F) di beberapa bagian negara ini. Suhu ini menjadi suhu malam terdingin sementara pada tahun ini.

Temperatur terendah itu dikabarkan terjadi di Shawbury, Shropshire. Sementara Llysdinam di Powys, Wales juga mendekati angka tersebut, yaitu -10′ Celcius. Banyak suhu pada wilayah Inggris dan Wales lainnya berada di bawah titik beku.

Banyak sekolah akhirnya memutuskan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar. Para siswa pun mendapat libur ekstra pada Senin dan Selasa waktu setempat. Sebagian sekolah tersebut berada di Midlands, Wales, dan South West, Inggris.

Sementara di Worcestershire, lebih dari 200 sekolah juga ditutup dengan alasan cuaca buruk. Beberapa sekolah mengatakan bahwa jalan ke sekolah masih sangat dingin dan berbahaya. Jalur menuju sekolah ditutupi salju. Sementara itu, otoritas Powys di Wales telah menutup sekitar 85 sekolah.

Namun, beberapa orang tua mengkritik dewan sekolah karena menutup sekolah di daerah di mana hujan salju sangat minim. Salah satu orang tua mengeluh di sosial media, karena Caldicot School di Wales ditutup. Dia menyebut hal ini sebagai lelucon.

“Jatuh salju yang berat pada hari Minggu diikuti oleh perkiraan suhu di bawah nol dan kami sadar bahwa murid, guru, dan staf lainnya pergi ke sekolah lebih awal pada Pagi hari saat jalanan sangat sibuk, dan hari ini kemungkinan akan berbahaya,” kata Anggota kabinet Dewan Monmouthshire untuk Anak-Anak, Richard John, kepada BBC.

Peringatan cuaca kuning yang parah untuk es masih berlaku pada hari Selasa dan Rabu, waktu setempat. Peringatan mencakup sebagian wilayah Skotlandia dan Wales, serta beberapa wilayah di Inggris, termasuk Midlands, Yorkshire dan Humber, London, Timur Selatan, Timur, Barat Daya, Timur Laut, dan Utara Barat.

Cuaca dingin telah membuat ribuan orang di Inggris Raya kehilangan suply listrik. Cuaca ekstrim juga menyebabkan kekacauan transportasi selama tiga hari.

Penumpang di Bandara Heathrow misalnya harus rela perjalanannya terganggu. Puluhan penerbangan dibatalkan pada hari Senin, dan 16 penerbangan dijadwal ulang menjadi hari Selasa.

Pada hari Senin, Kongres Serikat Perdagangan (TUC) meminta pengusaha untuk tidak memaksa staf melakukan perjalanan berbahaya dalam melakukan pekerjaan.

“Bagi banyak karyawan, cuaca buruk akan membuat perjalanan mereka hampir tidak mungkin. Tapi untungnya banyak bos sekarang memiliki ‘kebijakan cuaca buruk’ sehingga staf tahu apa yang diharapkan dari mereka,” ujar Sekretaris Jenderal TUC, Frances O’Grady. (The Epoch Times/waa)

Remaja Amerika Ditangkap Polisi karena Mencoba Membantu ISIS

0

ErabaruNews – Seorang remaja berusia 18 tahun, Kaan Sercan Damlarkaya, disidang pengadilan Houston karena mencoba untuk mendukung kelompok radikal ISIS. Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengatakan remaja pria itu didakwa menyebarkan informasi tentang panduan membuat bom.

“Terdakwa yang memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat, ditangkap pada hari Jumat (7/12/2017) di Houston setelah mengajukan pengaduan pidana oleh jaksa federal,” tulis Departemen Kehakiman dalam sebuah pernyataan via email kepada sejumlah media, seperti dikutip The Epoch Times dari Reuters.

https://twitter.com/PoliticalShort/status/940370420498292736

Penangkapan dilakukan menyusul sebuah penyelidikan oleh Biro Investigasi Federal (FBI). Mereka menemukan bahwa terdakwa berencana melakukan perjalanan ke luar negeri untuk bergabung bersama ISIS. Namun, jika Kaan Damlarkaya gagal melakukannya, dia akan melakukan serangan teror di Amerika Serikat.

“Tuduhan tersebut juga mengindikasikan Damlarkaya bertanya apakah dia bisa memberikan video perpisahan untuk diterbitkan jika dia menindaklanjuti dengan sebuah serangan yang mengakibatkan kematiannya untuk menginspirasi orang lain,” kata pernyataan tersebut.

Damlarkaya juga mampu menjelaskan kepada agen FBI yang menyamar melalui komunikasi online cara menggunakan senjata api. Dia menjelaskan bagaimana merakit senapan serbu AK-47 atau AR-15 dengan bagian-bagian yang mudah diperoleh di pasaran. Dia juga mampu menjelaskan bagaimana cara membuat bom dengan panci presto.

Tuntutan pidana tersebut menyatakan bahwa Damlarkaya mengklaim telah berusaha untuk pergi ke Suriah sebanyak dua kali. Namun, dia selalu gagal mencapai tujuannya.

Tidak segera jelas apakah Damlarkaya menggunakan pengacara dalam menghadapi dakwaan hukum tersebut. Dia ditahan sambil menunggu sidang penahanan yang akan digelar pada 14 Desember 2017 mendatang. (waa)

Dua Makam Zaman Mesir Kuno Ribuan Tahun Diperlihatkan ke Publik

Epochtimes.id- Dua makam pejabat tak diidentifikasi dari era Kerajaan Mesir telah dibuka untuk publik di pekuburan Draa Abul Naga di Tepi Barat Luxor, Mesir. Kota ini adalah ibu kota kuno Mesir.

Pembukaan ini setelah kuburan kuno awalnya ditemukan oleh arkeolog Jerman, Frederica Kampp pada 1990-an.

Pembukaan makam tersebut diumumkan pada konferensi internasional yang dihadiri oleh Gubernur Luxor, Menteri Solidaritas Sosial, Direktur Jenderal Dana Moneter Internasional, awak media internasional, Duta Besar Negara Asing, anggota parlemen, dan Menteri Purbakala Mesir, Khaled El-Enany.

“Ini adalah penemuan yang sangat penting karena kedua kuburan mengandung koleksi penguburan yang sangat kaya, dan salah satunya memiliki patung wanita yang sangat terkenal dari bentuk Osiris,” kata El-Enany, menambahkan bahwa Tahun 2017 telah menjadi tahun penemuan.

“Tampaknya nenek moyang Mesir kuno menganugerahkan berkat mereka pada ekonomi Mesir karena penemuan ini merupakan promosi yang baik bagi negara dan industri pariwisata,” El-Enany kepada Ahram Online.

Sekretaris Jenderal Dewan Agung Benda Purbakala dan Kepala Misi Penggalian Mesir, Mostafa Waziri, menjelaskan bahwa kedua makam tersebut diberi nomor khusus oleh arkeolog Jerman Frederica Kampp pada 1990-an.

Makam pertama, yang diberi nama “Kampp 161,” tidak pernah digali, sementara penggalian berlangsung pada yang kedua, “Kampp 150,” dilakukan oleh arkeolog Kampp dan langsung memasuki makam itu sendiri.

Makam itu tidak tersentuh sampai penggalian dimulai pada sesi arkeologi baru-baru ini.

Sebagian besar benda yang ditemukan di Kampala 161 adalah fragmen peti jenazah terbuat kayu.

Penemuan yang paling menonjol adalah topeng kayu besar yang pada awalnya merupakan bagian dari peti jenazah, topeng kayu kecil yang dicat, pecahan topeng kayu bersepuh emas dalam kondisi buruk, empat kaki kursi kayu yang termasuk peralatan penguburan jenazah.

Temuan lainnya adalah bagian bawah peti mati berbentuk Osiris kayu yang dihiasi dengan dewi Isis mengangkat tangannya.

“Penghuni Kampp 150 belum diketahui, tapi ada dua nama yang mungkin,” kata Waziri kepada Ahram Online.

Dia mengatakan bahwa kemungkinan pertama orang yang dimakamkan tersebut milik seseorang bernama Djehuty Mes, karena nama ini terukir di salah satu dinding.

Kemungkinan kedua adalah bahwa pemiliknya bisa menjadi juru tulis “Maati,” karena namanya dan nama istrinya “Mehi” juga ditemukan dalam tulisan.

Makam itu hanya memiliki satu prasasti di salah satu pilar utaranya. Prasastinya menunjukkan sebuah penampakan dengan seorang pria duduk yang memberi makanan kepada empat ekor sapi, dengan yang pertama berlutut di depan pria itu, yang memberinya ramuan obat.

Pintu masuk aula panjang itu bertuliskan teks hieroglif dengan nama “Djehuty Mes.” Langit-langit ruangan itu bertuliskan prasasti hieroglif dan gambar gulungan ornamen Raja Thutmose I.

Sebagaimana diketahui, Raja Thutmose I adalah raja dinasti Mesir Kuno ke 18. Dia berkuasa di Mesir berlangsung dari tahun 1506 hingga 1493 SM.

Sebuah studi menunjukkan bahwa mumi yang ditemukan di dalam ruang berukuran panjang tersebut bisa jadi sebagai sosok pejabat tinggi atau orang kuat pada masanya. (asr)

Sumber : Nevine el-Aref/Al-Ahram

Kebaikan Telah Bisa Dibuktikan Ilmu Pengetahuan 3 (TAMAT)

0

Oleh Xie Tian

Secara umum diyakini bahwa setiap orang bergulat dalam dua konsep: kebaikan lawan keburukan dan gejolak itu selamanya eksis.

Oleh karena itu, setiap kejadian seperti peristiwa 11 September WTC, kita melihat kegilaan, kebrutalan dan kebencian.

Tapi pada saat yang sama, kita juga melihat para penyelamat di garis terdepan sebagai pasukan pemadam kebakaran dan tim medis, mereka merupakan orang-orang yang demi menyelamatkan orang lain bersedia mengorbankan nyawa dengan menarik keluar orang-orang yang terjebak dalam puing-puing.

Bagi mereka yang mencoba mencari  cara dan kemampuan seseorang untuk melawan godaan, dan  kemampuan berperilaku untuk menolak ideologi yang menyesatkan, keserakahan dan egoisme, Profesor Donadl W. Pfaff bertanya dari manakah “bahan baku” manusia berkualitas baik yang bagus ini berasal?

Pfaff beranggapan bahwa “bahan baku” yang mengarahkan pada perbuatan baik, pikiran baik dan kebaikan hati berada dalam otak kita. Ia percaya bahwa otak manusia sejak lahir telah terprogram, agar kita berniat baik pada orang lain.

Banyak motif mendasar manusia, reaksi, dan ketrampilan, semua adalah bawaan sejak lahir, bukan ada setelah lahir. Ia beranggapan bahwa karakteristik biologis umat manusia adalah mendorong kita untuk mempertahankan kebaikan, sehingga kita bisa berbuat baik secara alami.

Para neuroscientists mengeksplorasi hubungan antar manusia, misalnya mengapa dengan orang-orang tertentu kita dapat bergaul dengan baik, namun dengan beberapa orang lainnya tidak dapat? Mengapa kita menyukai atau tidak menyukai satu sama lain? Manusia butuh kerja sama, tapi terkadang konflik interpersonal justru muncul dari kerja sama yang buruk.

Menurut pandangan Pfaff, penelitian para filsuf, ahli biologi, dan psikologi semuanya tidak dapat dianggap sebagai “hard science“, sedangkan penelitian yang dilakukan tim Universitas Rockefeller New York justru menggunakan “hard science” yakni: ilmu saraf.

Pfaff yang juga sebagai Direktur Laboratorium Neurobiologi dan Ilmu Perilaku di Universitas Rockefeller menggunakan positivism ilmiah, menggunakan sains untuk memverifikasi dan meneliti motif perilaku manusia.

Secara konkret, menurut mereka perilaku manusia yang baik dapat diprediksi melalui zat-zat dalam ilmu saraf dan biologi. Penelitian mereka dinyatakan dalam 5 langkah sebagai berikut:

Pertama, ketika Anda akan melakukan sesuatu, pada sel saraf sistem saraf pusat akan dihasilkan banyak data, hal ini menunjukkan bahwa otak manusia akan mengirimkan sinyal sebelum berlangsungnya perilaku.

Kedua, akan timbul gambar objek tindakan tersebut.

Ketiga, gambar objek tindakan akan kabur membaur dengan gambar diri sendiri. Pfaff menjelaskan bahwa hal ini sangat penting karena mereka menganggap orang itu sebagai diri mereka sendiri.

Keempat, Anda akan mengalami suatu “perasaan”, yang akan memungkinkan Anda menilai potensi konsekuensi dari perilaku itu. Ketika perilaku muncul di dalam pikiran Anda, dan citra Anda membaur dengan citra objek, neuron dalam otak akan memberikan penilaian positif atau negatif terhadap perilaku tersebut. Dengan demikian, otak yang dipenuhi dengan sifat altruistik diaktifkan.

Kelima, orang memutuskan apakah akan mengambil tindakan untuk mewujudkan perilaku ini.

Sesuai penilaian dari langkah keempat, jika sinyalnya positif, Anda akan bertindak, jika negatif, Anda tidak akan bertindak.

Pfaff menyimpulkan: Manusia itu pada dasarnya adalah baik; prinsip panduan untuk manusia yang normal dan sehat adalah bertindak dahulu sesuai etika, baru kemudian bertanya mengapa.

Berbicara dengan sejujurnya, walaupun Pfaff mengutip insiden kereta bawah tanah New York sebagai contohnya, namun teori Pfaff tidak sepenuhnya dapat menjelaskan perilaku kepahlawanan kereta bawah tanah.

Wesley Autrey sendiri pernah mengatakan bahwa ia tidak berpikir begitu banyak, juga tiada waktu untuk berpikir begitu banyak, ia juga tidak bertindak setelah menerima sinyal tindakan, juga tidak membaurkan citra dirinya dengan citra Cameron Hollopeter.

Mereka masing-masing berkulit hitam dan putih; satunya seorang pekerja kasar setengah baya, sementara yang lainnya seniman muda; satunya sarat beban keluarga, yang lainnya masih mahasiswa jurusan perfilman.

Sulit dibayangkan kedua peran itu akan berbaur dalam waktu yang sangat singkat dan Wesley Autrey sendiri juga tidak mengevaluasi aspek positif dan negatif dari perilaku tersebut.

Yang lebih krusial adalah, setelah Autrey bertindak sesuai moral dan hati nuraninya, dia tidak menilai konsekuensinya.

Jika dia benar-benar menilai konsekuensi kegagalan menyelamatkan orang dan kematian malang di bawah roda kereta bawah tanah, kedua putrinya yang masih kecil tersebut mungkin sandang pangannya tidak tercukupi, dan akan terlunta-lunta sebatangkara. Menurut teori ilmiah ini, dia mungkin tidak akan melakukan penyelamatan orang lain!

Tentu saja, pemahaman seperti itu oleh Pfaff dan ilmuwan lainnya, dari sudut pandang Buddhisme adalah terbatas dan terletak di dalam pola lama positivisme. Karena dalam pandangan Buddhisme dan para praktisi kultivasi, kesadaran manusia termasuk niat baik adalah berasal dari jiwa primer manusia, otak hanyalah alat untuk memproses.

Apakah seseorang terlahir baik hati, bukanlah karena komponen material di dalam otak yang membentuk manusia sedemikian rupa.  Melainkan hakikat, ciri khas dan keistimewaan jiwa primer manusia (termasuk jiwa primer utama, jiwa primer sekunder dan seterusnya) telah menentukan apakah seseorang itu baik hati dan akankah ia bersedia mengorbankan diri sendiri demi menyelamatkan orang lain.

Sebagai contoh kasus naluri baik hati manusia, Pfaff mengutip wejangan Konfusius “Apa yang tidak Anda kehendaki, janganlah dipaksakan kepada orang lain.”

Profesor ini juga telah mengutip ajaran Sakyamuni, yang menunjukkan bahwa kebaikan dan altruisme adalah nilai unggul yang umum bagi umat manusia, adalah kharakter dasar manusia, juga adalah keharusan untuk menopang dunia manusia.

Namun di dalam menjelaskan asal usul altruisme dan niat baik, hakikat kebaikan serta sebab musabab munculnya niat baik, sepertinya sains belum dapat melakukannya.

Ilmu pengetahuan, bagaikan makhluk teramat kecil di dalam alam semesta ini, hanya dapat memberikan sebuah catatan kaki kecil untuk membuktikan kebaikan dalam agama Buddha. dan kelaziman akan eksistensi kebaikan di dalam hati manusia. (PUR/whs/asr)

Sumber : Epoch Weekly

Xie Tian adalah Profesor, University of South Carolina Aiken Business School, Amerika Serikat