Amerika Darurat Opium Pabrik Tiongkok Dituding Jadi Biang Kerok

0

EpochTimesId – Amerika Serikat kini mengalami darurat Opium jenis Opioid. Krisis tersebut bermula ketika kebanyakan warga Amerika mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit.

Krisis opioid Amerika bermula ketika beredar tablet dengan kandungan 80 persen heroin marak digunakan. Setelah ketagihan, pecandu biasanya menghabiskan semua pilihan untuk mendapatkan lebih banyak tablet tersebut. Akhirnya, mereka pun kecanduan heroin, dan kemudian fentanil menjadi pilihan yang lebih murah dan lebih mudah diakses.

Pada tahun 2016, lebih dari 64.000 orang Amerika meninggal karena overdosis obat terlarang. Overdosis kini menjadi penyebab utama kematian bagi mereka yang berusia di bawah 50 tahun.

Opioid sintetis yang kuat seperti fentanyl menaikkan tingkat overdosis, jumlah korban tewas 2017 berada pada jalur kritis. Pada tahun 2015, hampir setengah dari semua kematian overdosis opioid melibatkan resep opioid, menurut Centers for Disease Control and Prevention.

Presiden Donald Trump mengumumkan krisis opioid sebagai keadaan darurat nasional. Status tersebut setara dengan penunjukan yang dapat diberikan negara saat terjadi bencana alam.

Status darurat nasional akan membebaskan penggunaan dana dan memberi wewenang kepada instansi berwenang untuk mengalihkan sumber daya guna mengasatasi krisis.

Sheriff Plummer telah meminta bantuan Pemerintah Federal sajak empat tahun lalu. Daerahnya dengan populasi 532.000 jiwa, telah terpukul oleh krisis opioid. Mereka memiliki jumlah overdosis per kapita yang lebih tinggi daripada daerah lain di negara ini.

Anggota lembaga penegak hukum khas Amerika itu rata-rata menerima panggilan darurat sebanyak 10 kasus overdosis per hari sepanjang tahun. Sejauh tahun ini, county atau kota kabupaten ini memiliki 517 kematian akibat overdosis, menurut Kantor Coroner Montgomery County (per 20 Oktober). Padahal, pada tujuh tahun yang lalu, angka korban hanya 127 orang.

Angka tersebut naik lagi dari tahun lalu, terutama karena lonjakan overdosis fatal dari fentanil opioid sintetis dan opium sejenisnya.

“Kami senang pemerintah federal menyadari masalah ini dan kami hanya perlu melakukan arahannya. Masalahnya semakin parah setiap tahun, jadi inilah saatnya untuk ditangani dengan benar,” kata Plummer.

Dia mengatakan bahwa sumber daya tambahan diperlukan untuk memutus pasokan yang masuk ke dalam negeri. Mereka juga membutuhkan pengobatan, pencegahan, dan pendidikan ekstra.

Dalam sebuah pergantian kebijakan yang belum lama berjalan, Plummer mengatakan bahwa overdosis di county-nya telah berkurang setengahnya pada bulan lalu.

“Karena mereka menggunakan obat pilihan yang berbeda. Saya pikir mereka mulai tahu heroin dan fentanyl membunuh mereka, jadi mereka bermigrasi ke methamphetamines dan kokain. Setidaknya, mereka tidak sekarat secepatnya, jadi kita punya lebih banyak waktu untuk memberi mereka pengobatan dan rehabilitasi,” tuturnya.

Plummer mengatakan pecandu tidak sering overdosis pada methamphetamines. Mereka hanya mengalami luka dan kerontokan gigi, sehingga proses kematiannya lebih lambat.

Fentanyl, awalnya dikembangkan sebagai obat penghilang rasa sakit dan obat bius. Dia 50 kali lebih manjur daripada heroin dan 100 kali lebih kuat daripada morfin. Dua miligram fentanil adalah dosis mematikan bagi pengguna non-opioid.

Carfentanil jauh lebih mematikan; Ini digunakan sebagai obat penenang gajah dan 10.000 kali lebih kuat daripada morfin, menurut badan narkotika AS, DEA. Bahkan beberapa hirupan hawa-nya bisa berakibat fatal.

Fentanyl diproduksi secara sembunyi-sembunyi di Meksiko dan Tiongkok, masih menurut DEA.

Departemen Kehakiman AS mengumumkan sebuah dakwaan pertamanya terhadap dua produsen fentanyl dan zat opium Tiongkok sitetis asal Tiongkok lainnya, pada 17 Oktober 2017.

“Mereka menggunakan internet untuk menjual fentanyl kepada pedagang obat bius dan pelanggan perorangan di Amerika Serikat,” kata Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein dalam sebuah pernyataan.

Dalam kasus pertama, dalam kurun waktu setidaknya enam tahun, Xiaobing Yan mengoperasikan situs web yang mengiklankan dan menjual asetil fentanil dan fentanil analog mematikan lainnya secara langsung ke pelanggan AS di beberapa kota di seluruh Amerika, menurut DOJ.

“Yan mengoperasikan setidaknya dua pabrik kimia di China yang mampu menghasilkan ber-ton-ton fentanyl dan fentanyl oplosan,” kata Rosenstein.

“Yan memantau undang-undang dan kegiatan penegak hukum di Amerika Serikat dan Tiongkok. Mereka memodifikasi struktur kimia dari fentanyl sintetis yang dihasilkannya untuk menghindari tuntutan hukum di Amerika Serikat,” sambungnya.

Kasus kedua mengarah kepada Jian Zhang di Tiongkok. Mereka memproduksi fentanil di setidaknya empat pabrik di Tiongkok dan menjualnya ke pelanggan di Amerika Serikat menggunakan situs ilegal. Mereka menerima pembayaran dengan bitcoin dan matauang-kripto.

“Kartel Zhang akan mengirim pesanan fentanil dan obat-obatan terlarang lainnya. Ada pula pil-pil, perangko, dan bahan dasar obat-obatan yang dapat digunakan untuk membuat fentanil menjadi pil. Dikirim kepada pelanggan di Amerika Serikat melalui pengiriman surat atau perkapalan internasional. Zhang mengirim ribuan paket ini sejak Januari 2013,” kata Rosenstein.

Rosenstein mengatakan bahwa fentanyl dijual dalam berbagai bentuk di Amerika Serikat, yang semuanya mematikan.

“Itu bisa dibeli sebagai fentanil murni; fentanil yang dicampur dengan heroin, kokain, atau bahkan ganja; dan fentanyl dioplos ke dalam bentuk pil dan dijual secara ilegal sebagai resep opioid. Pengguna sering tidak tahu bahwa mereka menenggak fentanyl, hingga semuanya terlambat,” katanya.

Presiden Donald Trump mengumumkan pembentukan Komisi Pemberantasan Narkoba dan Krisis Opioid, yang dipimpin oleh Gubernur New Jersey Chris Christie, pada 29 Maret 2017.

Komisi tersebut menerbitkan sebuah laporan interim pada tanggal 31 Juli. Laporan mengatakan bahwa deklarasi darurat nasional merupakan rekomendasi yang pertama dan yang paling mendesak dari mereka.

“Pernyataan Anda akan memberdayakan kabinet Anda untuk mengambil langkah berani dan akan memaksa Kongres untuk fokus pada pendanaan dan memberdayakan Cabang Eksekutif lebih jauh lagi untuk mengatasi hilangnya nyawa,” demikian laporan tersebut.

Laporan tersebut juga mencakup rekomendasi untuk meningkatkan kapasitas pengobatan dengan cepat melalui keringanan dalam program Medicaid; meningkatkan dana untuk perawatan pengobatan; mendanai kemampuan deteksi fentanyl di Dinas Pos A.S.; meningkatkan berbagi data antarnegara; dan memberikan pelatihan manajemen krisis untuk staf medis.

Komisi tersebut mengatakan bahwa hanya 10 persen dari hampir 21 juta pecandu yang bisa ditangani. Lebih dari 40 persen pecandu juga memiliki masalah kesehatan mental, namun kurang dari setengahnya yang menerima perawatan untuk kedua masalah tersebut.

Pada 2016, Kongres mengeluarkan undang-undang untuk memperbaiki akses terhadap pengobatan kecanduan opioid, termasuk memberi otorisasi $US 1 miliar untuk negara-negara bagian. Anggaran tersebut diarahkan untuk memberikan akses peningkatan terhadap pencegahan overdosis dan rehabilitasi.

Anggaran pertama sudah dicairkan sebesar $US 500 juta pada tahun 2016. Sisanya dicairkan pada tahun anggaran fiskal 2018 di masa kepemimpinan Presiden Trump.

Pada aspek penegakan hukum, Jaksa Agung Jeff Sessions mengumumkan pada bulan Agustus 2017 pembentukan sebuah unit yang akan menyelidiki overprescribing opioid di dalam sistem perawatan kesehatan.

Dia juga mengatakan bahwa $US 58,8 juta telah dialokasikan untuk memperkuat program pengadilan narkoba dan untuk membantu petugas kesehatan masyarakat menangani penyalahgunaan resep obat terkait opioid.

“Memerangi racun ini adalah prioritas utama Presiden Trump dan pemerintahannya, dan Anda dapat memastikan bahwa kita mengambil tindakan untuk mengatasinya,” kata Sessions pada 22 September 2017.

Sessions mengatakan sekitar $ 24 juta akan diberikan ke 50 kota, kabupaten, dan departemen kesehatan masyarakat untuk menciptakan pengalihan dan pilihan yang komprehensif untuk program penahanan bagi mereka yang terkena dampak epidemi opioid.

Tambahan $ 3.1 juta akan diberikan oleh National Institute of Justice untuk penelitian dan evaluasi tentang narkoba dan kejahatan. Prioritas penelitian adalah heroin dan opioid dan obat sintetis lainnya.

$ 22,2 juta lainnya akan digunakan untuk perawatan bagi para veteran dan $ 9,5 juta untuk program remaja.

Undang-Undang Darurat Nasional tahun 1976 memberi wewenang kepada presiden untuk mengumumkan sebuah keadaan darurat nasional. Pengumuman Darurat Nasional dilakukan jika negara terancam oleh krisis, keadaan darurat, atau keadaan darurat selain situasi bencana alam, perang, atau situasi ancaman perang.

Penetapan Darurat bagi masalah jangka panjang seperti krisis opioid telah menjadi preseden baru Amerika. Deklarasi darurat terkait kesehatan masyarakat umumnya hanya menyangkut penyebaran penyakit menular dengan cepat, seperti virus West Nile (2002), acute respiratory syndrome (2003), influenza H1N1 (2009), virus Ebola (2014), dan virus Zika (2016).

Deklarasi darurat berakhir secara otomatis setelah satu tahun. Kecuali presiden secara resmi meneruskannya untuk satu tahun berikutnya. Deklarasi tersebut dapat diakhiri lebih awal oleh presiden atau kongres. (waa)

Jaksa Kembali Menunjukkan Video Dua Orang Lagi Tersangka Pembunuhan Kim Jong Nam

Epochtimes.id– Jaksa Malaysia mengatakan pada Rabu (2510/2017) mereka akan menghadirkan video kamera keamanan yang menunjukkan dua orang lagi tersangka laki-laki di bandara pada hari pembunuhan Kim Jong-nam.

Video yang dibeberkan di pengadilan sebelumnya menunjukkan terdakwa asal Vietnam Doan Thi Huong berjalan di bandara dengan seorang pria mengenakan topi bisbol.

Secara terpisah, terdakwa asal Indonesia Siti Aisyah terlihat bertemu dengan pria lain, yang juga mengenakan topi, di sebuah kafe bandara sesaat sebelum terjadi serangan terhadap Kim Jong Nam. Wajah pria tidak bisa terlihat jelas.

Seorang saksi polisi telah memberi kesaksian bahwa kedua pria tersebut termasuk di antara empat orang yang diyakini warga Korea Utara. Jaksa menuduh keempatnya berniat bersama dengan kedua wanita muda tersebut untuk membunuh Kim.

Jaksa Iskandar Ahmad mengatakan kepada wartawan dia akan menunjukkan video keamanan terkait dua orang lainnya pada sidang Kamis. Dia mengatakan ketidakhadiran mereka di persidangan tidak akan melemahkan kasus penuntutan Siti Aisyah dan Doan Huong.

Kepala polisi petugas penyelidikan, Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz sebelumnya mengidentifikasi kedua pria tersebut yang terlihat dengan wanita itu hanya sebagai “Mr. Y” dan “Mr. Chang.”

Dia telah mengatakan kepada pengadilan bahwa kedua orang tersebut diyakini telah menaruh cairan ke tangan kedua wanita itu sebelum mereka mengolesnya ke wajah Kim.

Dia menamai dua tersangka besar lainnya sebagai “James”, perekrut Aisyah yang dicurigai, dan “Hanamori,” yang dijuluki “Kakek” atau “Paman” dan dicurigai memberi arahan kepada Mr. Y.

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang keempat tersangka tersebut diungkapkan di pengadilan terbuka. Namun jaksa dan tim pembela mengatakan rincian lebih lanjut tentang mereka akan keluar sebelum persidangan usai.

Huong dan Aisyah adalah dua tersangka yang ditahan dalam pembunuhan Kim. Kedua wanita tersebut mengaku tidak bersalah pada awal persidangan mereka pada 2 Oktober lalu ketika dituduh membunuh Kim Jong-nam.

Pengacara pembela mengatakan Huong dan Aisyah telah diperdaya oleh agen Korea Utara.Ā  Mereka diduga menjebak dengan permainan lelucon yang tidak berbahaya untuk sebuah acara reality show.

Pengacara Aisyah, Gooi Soon Seng, mengatakan kepada wartawan sebelum persidangan bahwa dia direkrut pada awal Januari oleh seorang pria Korea Utara yang hanya mengenalnya sebagai James untuk melakoni dalam video prank .

Pengacara tersebut mengatakan James dan Aisyah pergi ke mal, hotel dan bandara, di mana dia akan menggolesi minyak gosok atau merica pada orang asing. James merekam pertemuan di teleponnya, dan membayar Aisyah antara $ 100 dan $ 200.

James kemudian memperkenalkan Aisyah kepada seorang pria yang dia sebut Chang. Pria ini diyakinkan seorang produser acara video prank dari Tiongkok. Pada hari kematian Kim, Chang telah menunjuk Kim kepada Aisyah sebagai sasaran berikutnya dan menaruh cairan di tangannya.

Polisi mengatakan Chang sebenarnya adalah Hong Song Hak, satu dari empat tersangka Korea Utara yang meninggalkan Malaysia pada hari pembunuhan untuk kembali ke Pyongyang. Sebuah red notice Interpol telah dikeluarkan untuk keempat pria ini, namun tidak jelas apakah mereka orang yang sama seperti disebutkan oleh jaksa. (asr)

Sumber : Associated Press/Newindianexpress

Serangan Bom Sasar Anggota Parlemen Seorang Bodyguard Tewas Terbunuh

EpochTimesId – Sebuah ledakan bom yang diduga mengincar anggota Parlemen terjadi di Kiev, Ukraina. Teror tersebut menewaskan seorang bodyguard dan melukai tiga orang lainnya, Rabu (25/10/2017) waktu setempat.

Salah seorang korban luka adalah anggota parlemen Ukraina, Ihor Mosiychuk. Dia adalah anggota Partai Radikal, partai oposisi Ukraina.

Mosiychuk dilarikan ke rumah sakit namun tidak mengalami luka serius yang berpotensi mengancam nyawa. Sementara korban tewas adalah pengawalnya, seperti dikutip dari The Epoch Times, Kamis (26/10/2017).

Penasihat Kementerian Dalam Negeri, Zoryan Shkiryak mengatakan, penyidik sudah berada di lokasi kejadian. Dia menjelaskan bahwa ledakan tersebut bersumber dari sebuah sepeda motor di dekat pintu masuk sebuah stasiun TV.

“Secara keseluruhan empat orang terluka dalam ledakan tersebut. Sayangnya, seseorang tidak bisa diselamatkan. Dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit dari luka yang dia terima,” kata Shkiryak.

Juru bicara polisi Kiev Oksana Blyshchyk mengatakan bahwa pada 19.05 GMT pihak berwenang telah menerima informasi tentang ledakan mobil di distrik Solomensky di Kiev.

Polisi belum bisa memastikan tersangka dan motif serangan tersebut. Namun Lyashko mengatakan bahwa dia tidak yakin insiden tersebut bermotif politik.

“Serangan terhadap Mosiychuk dikaitkan dengan aktivitas profesional dan posisi politiknya,” katanya pada laman sosial medianya.

Sejak pertempuran dengan separatis pro-Rusia di wilayah timur Ukraina pecah pada tahun 2014, jumlah insiden yang melibatkan bahan peledak di luar zona konflik terus meningkat. Namun pemboman kendaraan relatif jarang terjadi.

Pada bulan Juni, seorang kolonel intelijen militer Ukraina terbunuh oleh sebuah bom mobil di pusat kota Kiev. Sementara pada tahun 2016 seorang jurnalis investigasi terkemuka, Pavel Sheremet, terbunuh karena mobilnya diledakkan.

Anggota parlemen Partai Radikal Evhen Deidei memposting foto di halaman Facebook-nya dari lokasi serangan terhadap koleganya. Foto yang diposting menunjukkan kerangka sepeda motor yang terbakar di depan sebuah kendaraan yang juga terkena ledakan.

“Dilihat dari kerusakan pada mobil dan lubang pecahan peluru di pintu, kekuatan ledakan cukup kuat. Ada banyak darah di tangga, tempat Ihor berada pada saat ledakan,” tulis Deidei.

Menteri Dalam Negeri, Shkiryak mengatakan analis politik Vitaliy Bala adalah salah satu dari tiga korban yang menjadi korban dalam ledakan tersebut. Bala hanya mengalami luka-luka, namun tidak terlalu parah. (waa)

Pria Selamatkan Bocah 3 Tahun Tergantung Lehernya dari Jendela

0

Dua orang Samaria membantu menyelamatkan bocah berusia 3 tahun yang tergantung di lehernya dari teralis anti maling di jendela lantai dua.

Bocah itu bermain di dekat jendela rumahnya di Tiongkok Selatan saat dia terjatuh dari celah dan terjebak. Orang-orang di jalan di bawah memperhatikan dan dua pria, Li Weizhong dan Guo Zeyong, naik ke balkon sempit di bawah jendela untuk menyelamatkan bocah tersebut, jaringan berita Chenzhou melaporkan, melalui Dailymail.

Kedua pria itu mengangkat si bocah sehingga dia tidak akan mati lemas sekitar 20 menit sampai keluarga bocah itu tiba dan menariknya dari kisi-kisi teralis.

Bocah itu ketakutan, tapi tidak terluka.

Li adalah operator toko bahan bangunan di dekatnya sementara Guo adalah mantan tentara. Keduanya mengenal keluarga bocah tersebut.

Orang tua si bocah dilaporkan sedang pergi bekerja. Dia dan saudara laki-lakinya yang berusia 5 tahun dirawat oleh kakek dan nenek mereka, tinggal di kota Zixing di Provinsi Hunan. Ini adalah situasi yang umum terjadi di Tiongkok, di mana orang sering harus pindah kerja, namun sulit membawa keluarga mereka karena sistem registrasi rumah tangga yang ketat.

Tahun lalu, seorang anak laki-laki berusia 2 tahun selamat dari kecelakaan yang lebih dramatis.

Kamera pengawas menangkap Ā bocah laki-laki tersebut jatuh dari sebuah mobil bergerak di Suzhou, Provinsi Jiangsu, pada pagi hari tanggal 27 Februari 2016.

Bocah berusia 2 tahun itu telah jatuh dari pintu belakang saat pintu dibuka perlahan, ke tengah jalan.

Mobil yang berada di belakang mobil yang mengantar anak itu lalu berhenti.

Setelah segera menyadari apa yang telah terjadi, keluarga tersebut menghentikan minivan-nya dan keluar untuk menyelamatkan si bocah, yang kemudian membawanya ke rumah sakit untuk perawatan.

Menurut pejabat setempat, bocah tersebut hanya menderita luka ringan. (ran)

(Video) Petani Kalifornia Kisahkan Pengalaman Berjumpa Lima Big Foot

0

EpochTimesId – Seorang petani di Amerika mengaku berulangkali melihat penampakan big foot di kebun buah miliknya. Seorang petani dengan nama samaran, Keith mengaku bertemu makhluk besar mirip manusia itu di Fresno Timur, Kalifornia.

Keith baru-baru ini menuturkan pengalamannya melihat penampakan Bigfoot di dekat Danau Avocado di Fresno Timur County. Dia menceritakan pengalamannya dalam acara talk show Paranormal Central, yang dipandu oleh Jeffrey Gonzalez.

Saat melewati kebun buahnya di California suatu malam, Keith melihat ada gerakan yang tidak biasa di dekatnya.

ā€œSaya melihat ke kiri saya, saya melihat gerakan ke bawah salah satu truk yang terletak di sebuah peternakan tak jauh dari sini,ā€ katanya.

https://youtu.be/Heiew_G5Dpg

Dia menghentikan truknya, meraih teropongnya, dan saat itulah dia melihat penampakkan seperti kepala manusia menyembul dari balik pepohonan.

Dia berteriak, ā€œHei Bung! Apa yang sedang kamu lakukan? Aku bisa melihatmu di bawah sana. Aku punya sebuah teropong. Aku bisa melihatmu! Kamu siapa?ā€

“Katakan saja siapa dirimu. Apa yang kamu lakukan di sini? Apa yang kamu lakukan di rumahku? Mereka tidak mau bicara, tidak mau menjawab, tidak mau mengatakan apapun,” kenang petani itu, ketika pertamakali melihat Big Foot.

Petani yang kebingungan itu kemudian melihat kepala kedua muncul. Mereka berdua menatapnya.

Namun, waktu itu sang Petani Keith yakin mereka hanyalah orang iseng yang mau mengerjainya.

“Saya mengambil pistol saya dan saya berkata, ā€˜Saya akan menembak,’ā€ kata Keith, saat menceritakan kembali adegan itu.

Setelah meneriakkan lebih banyak pertanyaan, dan masih belum menanggapi, ā€œSaya menembak sebanyak dua kali, dan mereka pun lari.ā€

Tapi Keith tidak menyerah di sana. Dia mengenali arah rute yang mereka lalui, dan tahu jalan lain di sana.

Jadi, dia dengan cepat mengemudikan truknya untuk mengikuti mereka hingga ke puncak bukit peternakannya.

Dia berharap bisa tiba lebih dulu, karena dengan cara itu, dia bisa menunggu mereka. Keith ingin melihat dan memastikan siapa yang masuk secara ilegal ke areal perkebunannya.

Tapi saat dia berhenti, saat itulah dia mengklaim bahwa dia melihat lima sosok tubuh manusia tiba-tiba berlari melewati lampu depan truknya.

“Saya naik ke jalan dan tiba-tiba kelima tubuh ini, apa pun itu, berlari melewati bagian depan lampu depan truk saya. Tepat di seberang saya,” tutur Keith.

Lima sosok yang berjalan di peternakannya diyakini merupakan satu keluarga Bigfoot. Keith juga yakin salah satunya diantaranya membawa babi.

“Salah satu dari mereka, yang bertubuh sangat tinggi, membawa seekor babi di bahunya. Dan lima tubuh beserta babi itu berlari sangat cepat, sehingga tidak melihat pipa irigasi dan tersandung, mengakibatkan babi itu terbang karena terpental,” timpal Gonzalez, mengulang penuturan Keith.

Keith mengawasi saat mereka semua menghilang hingga tak terlihat. Sayangnya, tidak ada rekaman video yang menangkap momen ini.

Sebagai catatan, Keith tidak menyatakan apa yang dia lihat adalah Bigfoot di akun tersebut, namun mengatakan, ā€œSaya melihat lima atau enam jenis tubuh, manusia, atau tubuh makhluk apa pun. Saya tidak tahu mereka termasuk makhluk apa, walaupun saya telah melihatnya melalui teropong saya.”

Ini bukan penampakan Bigfoot pertama kalinya di Fresno County Timur. Di Paranormal Central, Gonzalez menyebutkan bahwa selama lima tahun terakhir, ada dua penampakan Bigfoot lain yang dilaporkan berada di area yang sama.

Gonzalez mengatakan seorang wanita pernah memberitahunya bahwa kedua putranya melihat binatang misterius di kebun mereka pada suatu sore.

Dan beberapa tahun kemudian, di kebun yang sama, ada pria lain yang melihat lima sosok seperti manusia berbulu dari rumahnya.

Setelah ekspedisi pencarian jejak Bigfoot beberapa tahun yang lalu, Gonzalez sendiri menemukan sidik jari di mobilnya. Setelah diuji oleh ahli DNA setempat, DNA itu adalah milik spesies yang sejenis dengan gorila.

“Kemungkinan ada tiga orang, tiga keluarga berbeda, yang tidak mengenal satu sama lain dan tinggal dalam radius 2 sampai 3 mil, datang dan mengatakan apa yang mereka saksikan, dan ini cocok,” kata Gonzalez.

“Saya percaya ada lebih banyak orang di luar sana yang telah melihat banyak hal dan menyimpannya di dalam diri mereka sendiri. Mereka tidak ingin keluar dan memberitahu orang-orang, mereka tidak ingin diejek. Mereka tidak mau diolok-olok,” tambah sang pembawa acara.

Misteri seputar Bigfoot ini memang telah menjadi perdebatan selama ratusan tahun silam.

Bigfoot, juga dikenal sebagai Sasquatch, dikatakan sebagai humanoid atau makhluk yang menyerupai manusia yang bertubuh raksasa dan berbulu. Tingginya sekitar 2-3 meter, dan konon memiliki berat lebih dari 222 kg.

Makhluk mirip kera raksasa dengan jejak kaki berukuran 17 inci ini diyakini kerap berkeliaran di hutan daerah Pasifik Barat Laut.(int/rp/waa)

Tragedi Tabrakan Maut Dua Bus Pabrik di Malaysia, 7 WNI Tewas

Epochtimes.id- Hingga kini diketahui 7 WNI tewas akibat tabrakan maut antara bus karyawan pabrik Sony dan bus karyawan pabrik Plexus di KM 47, Lebuh Utara Selatan, Pulau Penang, Malaysia, Selasa (24/10/2017) sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Korban tewas sebanyak 8 orang terdiri 7 WNI dan 1 warga negara Malaysia. Tabrakan tersebut juga menyebabkan 44 penumpang lainnya cedera.

Insiden tersebut terjadi di depan Institut Teknik Malaysia-Jepang pada pukul 6 pagi di KM 147, North-South Expressway, ke utara, dekat Juru Tol Plaza.

Juru bicara tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sungai Bakap kepada Astroawani mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan dua bus dan sebuah van yang membawa pekerja pabrik.

Petugas pemadam kebakaran menerima telepon sekitar pukul 6.02 sebelum tiba di tempat kejadian dengan 32 anggota termasuk supervisor.

Kepala Polisi Seberang Perai Utara, Nik Ros Azhan Nik Ab Hamid membenarkan kejadian tersebut. “Enam korban dipastikan tewas di lokasi kejadian sementara dua lainnya meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Seberang Jaya (HSJ),” katanya.

Sejauh ini polisi Malaysia telah menahan dua supir bus pabrik untuk diselidiki lebih lanjut. Polisi juga telah mengambil urin dan sampel darah kedua supir untuk tindakan lebih lanjut.

Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Undang-Undang Transportasi yang dimiliki Malaysia.

Adapun idenitas sebanyak 7 WNI sudah diketahui KJRI Penang dan siap dipulangkan ke Indonesia dan mengurus segala haknya. Korban meninggal dunia berasal dari Sumatera Utara (3), Aceh (2), Jawa Tengah (1), dan Jawa Timur (1). (asr)

Mengucilkan London Pasca Brexit Berbahaya Bagi Uni Eropa

EpochTimesId – Kota London harus tetap didukung oleh Eropa guna menjadi pusat keuangan global setelah Inggris resmi keluar dari Uni Eropa (Brexit). Menteri Keuangan Luksemburg, Pierre Gramegna mengatakan dukungan untuk London guna menghindari layanan keuangan melayang ke bagian lain dunia di luar Eropa.

Pusat keuangan seperti Luxembourg, Paris dan Frankfurt saling bertarung untuk menarik perhatian bank. Perusahaan asuransi dan manajer aset di Inggris yang membutuhkan basis Uni Eropa (EU) setelah Inggris meninggalkan blok tersebut pada 2019.

Perusahaan dari seluruh Uni Eropa menggunakan London untuk perdagangan mata uang, derivatif dan mengelola dana investasi. Beberapa pembuat kebijakan EU menginginkan bagian dari aktivitas ini bergeser ke Eropa daratan setelah Brexit, demi menghindari bergantung pada kota yang akan segera menjadi pusat keuangan asing bagi EU.

“Ini lebih merupakan masalah mendesak daripada yang dipikirkan orang. Ini kunci bagi Eropa… bahwa pusat keuangan nomor satu di dunia tetap berada di Eropa (walau bukan di Uni Eropa),” kata Gramegna di London School of Economics, seperti dikutip dari TheEpochTimes, Rabu (25/10/2017).

Gramegna melanjutkan, ada kebutuhan untuk memanfaatkan Kota London bagi Eropa, guna memastikan bahwa London terus berkinerja baik. Menghukum London untuk tidak mendapatkan potongan kue adalah pemikiran yang pendek.

Tidak ada kesepakatan setelah Brexit tidak akan menguntungkan Uni Eropa. Tidak ada kerjasama pasca Brexit justru akan membuat jasa layanan keuangan Inggris pindah ke negara-negara di luar Eropa.

“Inggris kemudian, dalam arti tertentu, hanyut ke Atlantik. Saya menemukan bahwa kesepakatan akhir yang seimbang dengan Inggris, khususnya untuk layanan keuangan, adalah untuk kepentingan Eropa itu sendiri,” tambah Gramegna.

Inggris dan Uni Eropa telah mengadakan beberapa pertemuan untuk menyetujui penyelesaian perceraian. Hanya sedikit kemajuan yang diperoleh terkait pembicaraan mengenai hubungan perdagangan di masa depan.

Gramegna menolak menyebutkan angka pada rekening perceraian Inggris. Menurutnya itu adalah sebuah batu sandungan utama.

“Berapa nilai akses ke pasar tunggal EU? Bisakah kamu menempatkan sosok itu? Saya tidak bisa. Uang sebenarnya bukan yang terpenting,” katanya.

Mengenai hubungan dagang Inggris di masa depan dengan Uni Eropa, dia mengatakan bahwa Swiss telah menunjukkan bagaimana hal itu dapat bekerja ketika menyangkut pergerakan bebas orang-orang. Hal yang oleh rakyat Inggris ingin mengekangnya.

Dia mendesak politisi Inggris dan Uni Eropa untuk tidak mendramatisir perceraian dan menghindari diplomasi megafon. Mereka diminta untuk fokus pada masalah faktualnya.

“Kita harus tidak boleh berpuas diri, atau mencoba menghukum Inggris. Tidak memiliki kesepakatan perdagangan akan buruk bagi kedua belah pihak,” katanya.

Menurutnya masa transisi antara Brexit dan persyaratan perdagangan baru, diperlukan untuk meyakinkan pelaku bisnis. “Tekanan pada perusahaan jauh lebih tinggi daripada yang diantisipasi pemerintah,” katanya.

Perusahaan teknologi keuangan di London, misalnya, telah bertemu dengan Luksemburg, mengatakan bahwa mereka memerlukan akses ke pelanggan UE setelah Brexit. “Ini jauh lebih penting daripada yang dipikirkan orang,” kata Gramegna. (waa)

Rusia Siap Uji Coba Rudal Nuklir Baru Antar Benua

EpochTimesId – Rusia bersiap untuk uji coba rudal nuklir balistik antar benua yang baru. Negara terbesar warisan Uni Soviet ini mengklaim rudal baru ini dibuat untuk dapat menembus pertahanan rudal Amerika Serikat dan sanggup menghancurkan area seluas negara bagian Texas.

Uji coba awal akan dilakukan di Cosmodrome Plesetsk, sekitar 500 mil sebelah utara Moskow. Rudal baru, yang dijuluki RS-28 Sarmat, diumumkan Desember tahun 2016 lalu oleh Kolonel Jenderal Sergey Karakayev.

Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia itu mengatakan, rudal nuklir siap untuk diproduksi massal di Pabrik pembuatan mesin Krasnoyarsk.

Desain dan konstruksi rudal baru, dimulai pada tahun 2009. Mesin tahap pertama berhasil diuji pada 10 Agustus 2016. Rudal baru ini ditargetkan siap digunakan pada tahun 2019 atau 2020.

Sarmat ditargetkan siap untuk melakukan pengujian pada awal tahun ini. Namun rudal maupun ruang kendali peluncuran tidak selesai sesuai jadwal. Ruang kendali seharusnya cukup kokoh untuk menahan tujuh serangan nuklir berturut-turut.

Rudal tersebut dilaporkan memiliki berat lebih dari 100 ton, dengan muatan 10 sampai 15 MIRV (multiple independent reentry vehicles). Yaitu 15 hulu ledak self-guide yang lebih kecil, yang masing-masing dapat menyerang target yang berbeda.

Kantor berita RIA Novosti milik negara Rusia melaporkan bahwa masing-masing hulu ledak bisa mencapai berat 750 kiloton.

Dalam konfigurasi alternatif, rudal itu bisa membawa sepuluh hulu ledak yang lebih berat, atau 24 hulu ledak glider ringan. Rudal tersebut juga dapat melakukan tindakan pencegahan anti-rudal yang dirancang untuk mengalahkan sistem pertahanan udara.

Sarmat diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 7000 mil. Rudal ini diprediksi memiliki laju lebih cepat dari rudal pada umumnya, agar tidak mampu dihentikan oleh sistem pertahanan udara.

RIA telah melaporkan bahwa Sarmat memiliki berat muatan sekitar lima ton. Namun, Michael Kofman, seorang ilmuwan riset dari Pusat Analisis Naval nirlaba di Washington DC tidak yakin dengan klaim tersebut.

“Jika RIA benar, dan mungkin tidak benar, bagaimana Anda bisa memasukkan 10 hulu ledak dengan berat masing-masing satu ton ke dalam rudal seberat lima ton? Ada banyak pertanyaan yang beredar tentang klaim yang bertentangan tentang kekuatan lemparan, hulu ledak dan alat bantu penetrasi,” ujar Kofman.

RS-28 Sarmat akan menggantikan rudal R-36M. Sepertinya, rudal baru akan menghadapi rudal NATO ‘SS-30 Satan 2’ saat siap digunakan. NATO menyebut R-36M sebagai ‘SS-18 Satan’. R-36 telah menjadi rudal utama Rusia sejak 1974.

Sarmat memiliki sekitar setengah dari jangkauan dan berat R-36M. RS-28 Sarmat akan menggantikan R-36M di pangkalan udara Dombarovsky Air Base di tenggara Rusia, dan Uzhur di Rusia tengah. (waa)

Kartel Narkoba Meksiko Gunakan Drone Jadi Senjata Pembunuh

0

EpochTimesId – Polisi Federal Meksiko menangkap empat orang anggota genk kartel narkoba yang mengendarai sebuah kendaraan curian di Guanajunto, di Meksiko Tengah. Mereka menemukan sebuah senjata yang diklaim bisa mengubah peta persaingan dalam perang antar kartel narkoba.

Mereka menemukan pesawat tanpa awak yang dipasangi sistem persenjataan pada bagasi mobil. Drone pembunuh itu ditemukan bersama senapan otomatis jenis AK-47, dalam operasi penangkapan yang digelar pada 20 Oktober 2017 lalu.

Pesawat tak berawak jarak jauh itu bisa dibeli secara online dengan kisaran harga $US 229. Namun drone itu dilengkapi dengan bom rakitan.

Fakta penangkapan tersebut mengungkap fakta bahwa kartel obat bius Meksiko telah berhasil merancang bom terbang untuk melakukan pembunuhan terhadap orang yang ditargetkan. Penggunaan teknologi remote control untuk senjata rakitan itu sebelumnya juga digunakan oleh kelompok teroris komunis Kolombia, FARC dan ISIS.

Peneliti senior pada jurnal Small Wars Journal-El Centro, Dr Robert Bunker dan Dr John Sullivan dalam sebuah wawancara via email mengatakan bahwa perkembangan persenjataan kartel semacam itu sudah tidak terelakkan lagi.

“Sebuah pemberontakan kriminal telah berkecamuk di Meksiko selama lebih dari satu dekade. Lebih dari 100.000 peristiwa pembunuhan telah terjadi,” kata Bunker via email, dikutip dari The Epoch Times.

Pemberontakan di Meksiko mengaburkan batas antara aktivitas kriminal dan perang. Konflik tersebut juga terus berkembang dalam strategi penggunaan senjata pembunuh.

“Strategi teroris, baik taktik, teknik, dan prosedur semakin berkembang. Dari penggunaan perisai manusia dan sekarang penggunaan pesawat tak berawak atau drone,” ujar Dr Bunker.

Para ahli memperingatkan tentang tren bom terbang dan dampaknya terhadap keamanan AS.

Penggunaan drone bom adalah sebuah tren. Sebelumnya kartel obat bius di Meksiko juga sudah menggunakan pesawat tak berawak untuk menyelundupkan obat terlarang melintasi perbatasan menuju Amerika Serikat.

Laporan Small Wars Journal mencatat bahwa antara tahun 2012 dan 2014 kartel menghasilkan sekitar 150 aksi dengan pesawat tak berawak ke Amerika Serikat. Mereka juga telah menggunakan pesawat tak berawak untuk beragam kebutuhan, seperti mengumpulkan informasi untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian.

Tren berikutnya adalah alat peledak yang ditemukan di pesawat tak berawak. Inilah yang oleh pemberontak disebut bom kentang, atau “Papas Bombas”, atau “Bombas de impacto”, yang terdiri dari bahan peledak yang dibungkus bola dengan pecahan peluru.

Laporan tersebut mencatat bahwa bom tersebut telah digunakan oleh CÔrtel de Jalisco Nueva Generación dan oleh komplotan pemberontak FARC.

Setidaknya empat kasus Papas Bombas atau Bom Kentang yang digunakan dalam serangan di Meksiko sejak Februari 2017. Ide untuk memasang bom kentang ke pesawat tak berawak bukan konsep baru, tapi sudah menjadi senjata andalan yang digunakan oleh kelompok teroris.

Teroris ISIS telah menggunakan pesawat tak berawak untuk membawa dan menjatuhkan bom ke sasaran. Penggunaan semacam itu diketahui dan telah diidentifikasi dalam tindakan taktis ISIS yang terjadi pada awal Desember 2015 di Tishrin, Suriah dan Juni 2016 di Khan Touman, Suriah.

Menurut Bunker keempat orang yang ditangkap dengan senapan dan bom itu belum pasti adalah anggota kartel CJNG. Namun, teknologi dan barang-barang lain yang disita dalam penangkapan, dan lokasi penangkapan memang mendukung fakta tersebut.

Bunker mencatat bahwa CÔrtel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) telah menggunakan senjata semacam itu, dan penangkapan tersebut terjadi di Guanajunto. Itu adalah lokasi CJNG berjuang untuk mengendalikan dua kartel obat lain, Los Zetas dan kartel Sinaloa.

“Kami bekerja di bawah asumsi bahwa pesawat tak berawak ini mungkin terkait CJNG namun tidak ada bukti keterkaitan yang terkonfirmasi untuk saat ini,” kata Bunker.

Bunker menyatakan bahwa dia berbicara di Mexico City pada bulan Juni 2017 di sebuah konferensi Kendaraan Bermotor Amerika Latin. Di sana dia mengangkat isu kartel menggunakan pesawat tak berawak sebagai senjata.

Dia mengatakan penggunaan pesawat tak berawak akan segera menempatkan situasi polisi negara bagian dan polisi federal Meksiko serta militer secara defensif. Posisi itu akan bertahan hingga mereka dapat meluncurkan teknologi untuk melawan perangkat teknologi yang tidak dimiliki pemerintah daerah saat ini.

“Perkembangan penggunaan teknologi sedang berlangsung di wilayah yang telah menjadi kawah neraka dari kartel. Mereka bereksperimen dengan teknologi dan senjata baru. Sementara ini, daerahnya relatif jauh dari perbatasan AS Meksiko. Namun, teknologi kartel semacam itu menggunakan difusi dan tentu saja berpotensi menyebar ke utara, menuju kartel dan/atau faksi kartel yang beroperasi di perbatasan Amerika,” sambung peneliti senior itu.

Pemerintah Amerika Serikat sudah menyadari ancaman yang berkembang. Mereka telah meluncurkan sistem yang diklaim mampu mengantisipasi dan melumpuhkan pesawat tidak berawak. (waa)

Laporan Memperingatkan Potensi Ancaman Program Senjata Biologi Korea Utara

Epochtimes.id- Periset di Harvard, Amerika Serikat memperingatkan upaya Korea Utara untuk menciptakan pestisida dan pupuk dapat menjadi rencana terselubung dalamĀ  program senjata biologi korea utara.

Sementara Korea Utara mulai menyebarkan horor mengenai program nuklirnya yang sedang berlangsung dan ancamannya untuk menyerang Jepang dan Amerika Serikat, rezim tersebut menolak memiliki program senjata biologis untuk dibicarakan.

Namun klaim tersebut ditantang oleh beberapa pemerhati militer dan intelijen yang digunakan oleh para periset di Pusat Ilmu Pengetahuan dan hubungan internasional di Sekolah Kennedy Harvard.

Dalam sebuah laporan baru, mereka merasa bahwa rezim Kim Jong Un memiliki program senjata biologis. Lembaga ini mendesak Korea Selatan dan sekutu-sekutunya untuk mempersiapkan kemungkinan Korea Utara dapat menggunakan obat antraks, cacar air, atau senjata biologis lainnya pada tahap awal konflik bersenjata.

Laporan militer dan intelijen A.S. dan Korea Selatan telah memetakan 13 jenis senjata biologis yang dimiliki rezim komunis, mulai dari botulisme dan Kolera hingga wabah pes.

Para penulis mencatat bahwa ancaman senjata biologis sering diabaikan di tengah ancaman meningkatnya program nuklir Korea Utara.

Tapi ketika saudara tiri Kim Jong Un terbunuh dengan agen saraf VX pada bulan Februari 2017, hal itu menimbulkan perhatian baru pada program pemusnah massal Korea Utara lainnya.

“Jika digunakan dalam skala besar, senjata ini dapat menyebabkan tidak hanya puluhan ribu kematian, tapi juga menciptakan masyarakat panik dan melumpuhkan,” laporan tersebut memperingatkan.

Korea Utara bisa menjatuhkan perantara biologis dari pesawat tak berawak yang secara teratur masuk ke Korea Selatan.

Beberapa senjata biologis (BW) juga dapat dikirim melalui pesawat terbang atau memasukkannya ke dalam persediaan air.

“Secara teoritis mungkin bahwa agen Korea Utara yang menyamar sebagai petugas pembersihan dan disinfeksi dapat menyebarkan kimia biologis dengan penyemprot ransel,” tulis laporan tersebut.

Para penulis mengatakan bahwa ini menantang untuk menilai kemampuan senjata biologis Korea Utara. Ini dikarenakan program senjata tersebut tidak membeberkan perkembangan seperti gempa saat uji coba bom nuklir meledak di bawah tanah.

“Meskipun program nuklir dapat dipantau dengan jumlah uji coba nuklir dan keberhasilan uji coba rudal, tapi membuat bakteri tetap tak terlihat di balik pintu tertutup.”

Bagian dari tantangan yakni mencari tahu apakah fasilitas yang ditujukan untuk penggunaan pertanian memiliki tujuan ganda yakni memproduksi atau membuat senjata agen biologis.

Kim telah menekankan reformasi pertanian sebagai “garis depan sosialisme,” termasuk upaya untuk meningkatkan produksi pestisida hayati.

Beberapa analis, mencatat laporan tersebut, percaya hal ini bisa menandakan rezim yang terisolasi tersebut memperluas program senjata biologisnya.

Foto-foto yang dirilis pada bulan Maret oleh surat kabar negara Korea Utara Rodong Sinmun telah mengajukan pertanyaan tentang berbagai produksi pupuk yang dikelola militer besar-besaran, Institut Bio-teknis Pyongyang.

Rezim korut mengklaim kompleks ini bisa menghasilkan ribuan ton pupuk organik, namun foto-foto dalam bentuk propaganda mengungkapkan pihaknya memiliki fasilitas yang mampu menghasilkan antraks model militer.

Penulis laporan tersebut memperingatkan bahwa terbatasnya informasi tentang kemampuan senjata biologis Korea Utara dapat menyebabkan ilusi bahwa ancaman tersebut kecil, sehingga merongrong persiapan untuk kemungkinan serangan.

“Meskipun demikian,” membaca laporan “persiapan melawan senjata biologi sangat mendesak dan perlu serta berfungsi sebagai pertahanan terhadap epidemi alami yang semakin mengancam abad ke-21.”

Laporan tersebut menyarankan dinas kesehatan militer dan masyarakat bekerja sama untuk segera mempersiapkan tanggapan terhadap serangan potensi senjata biologi.

Respon tersebut akan melihat komunitas militer dan intelijen bekerja dengan kesehatan masyarakat untuk mendeteksi dan merespons serangan tersebut. Para penulis juga menyerukan pengawasan yang lebih baik terhadap program senjata biologi Korut. (asr)

Sumber : The Epochtimes

FBI Sejak Lama Mengetahui Kolusi Rusia Dengan Clinton

0

EpochTimesId – Pengacara Negara, Robert Mueller, yang menyelidiki apakah tim kampanye Donald Trump berkolusi dengan Rusia dalam pemilihan 2016 kini menjadi sorotan. Tindakan masa lalu dan keterkaitan finansial dengan Rusia terungkap.

Ketika Mueller menjadi direktur FBI, agen tersebut sedang menyelidiki sebuah operasi militer Rusia untuk mengembangkan bisnis energi nuklirnya di Amerika Serikat. Seperti dilaporkan media The Hill, pada 17 Oktober 2017 lalu bahwa operasi milter Rusia menggunakan upaya-upaya penyuapan, pembayaran kembali, pemerasan dan pencucian uang.

FBI menemukan, operasi tersebut mengaitkan Rusia kepada Bill dan Hillary Clinton. Operasi itu juga berkaitan dengan sebuah kesepakatan yang memberi Rusia kontrol 20 persen uranium Amerika dengan pembelian produk perusahaan pertambangan Uranium One.

Bank investasi Rusia, Renaissance Capital, yang terlibat dalam kesepakatan tersebut, membayar Clinton Foundation $US 500.000 untuk sebuah pidato oleh Bill Clinton. Dalam waktu yang berdekatan, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menandatangani kontrak Uranium One untuk Rusia.

Antara tahun 2009 dan 2013, Rusia menguasai Uranium One, dan New York Times melaporkan pada bulan April 2015 bahwa ada ‘arus kas untuk Yayasan Clinton’. Bahwa kontribusi yang tidak diungkapkan secara terbuka oleh Clinton, walaupun sebuah kesepakatan yang telah dilakukan oleh Hillary Clinton dengan Gedung Putih ketika dipimpin oleh Obama, untuk secara terbuka mengidentifikasi semua pemberi donasi.

The Hill memberitakan rincian lebih lanjut tentang transaksi ini, dan menyatakan pejabat nuklir Rusia mentransfer jutaan dolar ke Amerika Serikat yang dirancang agar menguntungkan yayasan amal mantan Presiden Bill Clinton. The Hill mencatat pembayaran dilakukan ketika Hillary Clinton melaksanakan tugasnya di badan pemerintah dalam mengambil dan mengarahkan keputusan agar menguntungkan pihak Moskow.

FBI, yang dipimpin oleh Mueller dari tahun 2001 sampai 2013, diduga mengetahui kepentingan Rusia di Clintons.

Dalam sebuah cerita lanjutan pada 22 Oktober, The Hill mengungkapkan bahwa saat Hillary Clinton memulai pekerjaannya sebagai Sekretaris Negara di bawah pemerintahan Obama, “agen federal mengamati beberapa senjata mesin Vladimir Putin melepaskan sebuah kampanye pengaruh yang dirancang untuk memenangkan akses kepada sekretaris baru negara bagian, suaminya Bill Clinton dan anggota lingkaran dalam mereka,” kutip artikel tersebut sesuai hasil wawancara dan catatan FBI.

Artikel itu menambahkan bahwa beberapa kegiatan Rusia yang diamati oleh agen FBI pada tahun 2009 dan 2010 diklasifikasikan sebagai tersamar dan ilegal. Ketika Renaissance Capital asal Rusia mentransfer uang untuk Clinton Foundation, agen FBI curiga dengan waktu dan nilai transfer $US 500.000.

Seorang sumber yang tidak disebutkan namanya mengaku mengetahui bukti yang dimiliki oleh FBI. Dia mengatakan kepada The Hill bahwa Tidak ada sedikit keraguan dari bukti yang ada bahwa kami memiliki bukti bahwa orang-orang Rusia telah mengarahkan pengaruh mereka pada lingkaran Hillary Clinton. Sebab dia adalah quarterback strategi reset Obama-Rusia dan calon penerus Obama sebagai presiden.

Alih-alih menghentikan upaya Rusia untuk menguasai uranium Amerika, Mueller malah ambil bagian dalam kesepakatan tersebut. Pada tahun 2009, Mueller terbang ke Moskow untuk mengantarkan sampel 10 gram uranium jenis HEU kepada Rusia.

Transaksi itu terungkap dalam sebuah kabel telegram pemerintah yang dibocorkan oleh situs WikiLeaks. Kabel diplomatik itu menyatakan bahwa, “Kedutaan Besar Moskow diminta untuk memberi peringatan di tingkat tertinggi Federasi Rusia bahwa Direktur FBI, Mueller berencana untuk mengirimkan sampel HEU begitu dia tiba di Moskow pada 21 September 2009.”

Mueller diduga memiliki kepentingan finansial dalam keberhasilan ekonomi Rusia. Pada 23 Oktober, media Offended America mengutip bocoran keuangan Mueller. Data menunjukkan bahwa dia berinvestasi pada perusahaan Mellon Optima L/S Strategy Fund, LLC.

Catatan mengungkap pada 2017 perusahaan SEC Filipe, mencatat bahwa reksa dana OCCO Eastern European Fund dikelola oleh Charlemagne Capital, yang memiliki catatan panjang pada pasar Rusia.

“Ini berarti bahwa Robert Mueller memperoleh keuntungan finansial jika pasar Rusia berjalan dengan baik,” katanya.

Mueller diduga tidak sendirian dalam hal ini. Tokoh penting lainnya yang terseret dalam kasus Rusia, politisi Adam Schiff, Anggota Komisi Intelijen Parlemen dilaporkan memiliki setidaknya $US 16.000 investasi yang terkait dengan Rusia dalam catatan keuangan terbarunya.

Senator Chuck Grassley (Republikan/Iowa) sedang mencari informasi lebih lanjut mengenai kesepakatan Rusia dengan duo Clinton dan atas tindakan FBI saat mengamati operasi militer Rusia seputar kesepakatan tersebut.

Grassley menunjuk sebuah artikel The Hill pada 18 Oktober 2017 yang mengungkap bahwa FBI memiliki saksi atas operasi penyuapan Rusia di Amerika Serikat. Namun FBI melarang saksi untuk bersaksi di depan Kongres.

FBI meminta saksi untuk menandatangani perjanjian nondisclosure (NDA). Departemen Kehakiman pada masa Presiden Obama, yang dipimpin oleh Loretta Lynch, diduga mengancam akan mengajukan tuntutan pidana kepada saksi jika dia melanggar NDA.

Informasi tentang operasi militer Rusia, dan hubungannya dengan kroni Clinton akhirnya disembunyikan dari publik Amerika saat James Comey memimpin FBI.

Sementara FBI ketika dipimpin oleh Comey tidak mengungkapkan hubungan Clinton dengan Rusia. Comey ketika dipecat justru mengungkap dugaan kolusi Trump dengan Rusia.

Comey mengakui pada catatan tanggal 8 Juni 2017 bahwa dia merancang dan membocorkan memo ke The New York Times. Dengan maksud meminta nasihat khusus yang ditunjuk untuk penyelidikan Rusia oleh Mueller.

Grassley sekarang meminta informasi tentang saksi FBI. Dia mengirim serangkaian surat kepada 18 lembaga federal pada 18 Oktober 2017. Senator meminta salinan NDA yang ditandatangani oleh saksi dan meminta agar saksi diizinkan untuk memberi kesaksian di depan Kongres.

Selama dengar pendapat pada 18 Oktober 2017, Grassley juga mencatat bahwa Wakil Jaksa Agung Rod Rodenstein juga terkait dengan kasus tersebut. Rodenstein adalah Jaksa yang memerintahkan Mueller untuk memimpin penyelidikan kasus Rusia. Senator mempertanyakan apakah Rosenstein layak untuk terlibat dalam penyelidikan Rusia.

Rosenstein mengawasi penyelidikan kriminal terhadap kampanye Rusia saat dia menjadi Jaksa AS di Maryland. Di tengah semua ini, penyelidikan pengacara khusus mungkin mengalihkan fokusnya karena belum ada bukti kolusi antara tim Trump dan Rusia.

NBC News melaporkan pada 23 Oktober 2017 bahwa Mueller sekarang menyelidiki pelobi Demokrat, Tony Podesta dan Grup Podesta. Berita itu mengutip tiga sumber yang tidak disebutkan namanya dengan pengetahuan tentang masalah bahwa apa yang dimulai sebagai misi pencarian fakta yang mengarah ke Grup Podesta telah berubah menjadi “penyelidikan kriminal mengenai apakah perusahaan tersebut melanggar Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing, yang dikenal dengan nama FARA.”

Tony Podesta adalah pelobi yang terdaftar untuk bank terbesar Rusia, Sberbank, dan merupakan pendukung kampanye utama dan penyandang dana kampanye calon Presiden Hillary Clinton. Dokumen bocor dari Panama Papers mengungkapkan bahwa Grup Podesta melobi Washington atas nama Sberbank.

Grup Podesta didirikan oleh saudara Tony Podesta, John Podesta, yang merupakan manajer kampanye Hillary Clinton. John Podesta juga memiliki hubungan keuangan dengan Rusia.

Menurut laporan 2016 dari Institut Pertanggungjawaban Pemerintah, John Podesta bergabung dengan dewan perusahaan energi berbasis di Massachusetts, Joule Energy pada 2011, dua bulan sebelum menerima investasi 35 juta dolar dari Rusnano, sebuah perusahaan saham gabungan milik pemerintah Rusia.

John Podesta mengklaim telah mengungkapkan 75.000 sahamnya di perusahaan tersebut dan mentransfernya sebulan sebelum dia menjadi konselor di bawah Presiden Barack Obama. Namun menurut laporan tersebut, pengungkapan John Podesta tidak mencakup tahun 2011 sampai 2012, dan dia gagal mengungkapkan keanggotaannya di dewan Joule Stichting dalam bentuk pengungkapan keuangan federalnya saat dia bergabung dengan Gedung Putih Obama sebagai penasihat senior. (waa)

WHO Percayakan Internasional Conferrence Health Security 2017 kepada TNI

Epochtimes.id- Untuk pertama kalinyaĀ World Health OrganizationĀ (WHO) memadukan kegiatan militer dan sipil, guna membicarakan upaya mewujudkan ketahanan kesehatan global dalam rangka kerja sama antar negara dan pertama kali di dunia WHO mempercayakan pelaksanaan InternasionalĀ Conferrence And Table Top Exercise On Global Health SecurityĀ kepada TNI.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara pembukaan InternasionalĀ Conferrence And Table Top Exercise On Global Health SecurityĀ Ā 2017 dihadapan Presiden RI Ir. Joko Widodo dan para peserta konferensi yang diikuti dari 50 negara, bertempat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan ketahanaan kesehatan global merupakan suatu kondisi adanya kesiapan, kewaspadaan dan ketahanan terhadap kejadian luar biasa akibatĀ emerging diseasesĀ maupunĀ new emerging diseasesĀ yang menular dengan cepat antar manusia dengan tujuan untuk mencegahnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pada Konferensi Tingkat Tinggi G-20 tanggal 7-8 Juli 2017 di Hamburg Jerman, isuĀ health security merupakan salah satu tren yang hangat dibicarakan pemimpin dunia.

“Untuk itulah maka Presiden RI berinisiatif dan memerintahkan TNI untuk melakukan aksi nyata yang dapat memberi sumbangsih bagi negara dan dunia internasional dalam bidang ketahanan kesehatan global,” tegasnya.

Panglima TNI menuturkan bahwa TNI akan menampilkan peran Babinsa sebagai mata telinga TNI di seluruh wilayah Indonesia, karena Babinsa berhubungan langsung dan berada ditengah-tengah masyarakat, hal ini sebagai konsepĀ Table Top Exercise.

“Apabila terjadi suatu peristiwa di masyarakat, Babinsa akan mengkoordinir Babinkamtibmas, Kepala Desa/Lurah, LKMD serta Puskesmas untuk memberikan pertolongan pertama dan lapor cepat tentang kasus,” ujarnya.

Disisi lain, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa TNI merupakan salah satuĀ first responderĀ pada setiap kejadian baik musibah massal maupun bencana alam yang membutuhkan penanganan cepat.

“Ini berdasarkan letak geografis Indonesia tepat berada di persimpangan lalu lintas dunia, hal ini menyebabkan ancaman wabah penyakit tropis dan penyakit infeksi sangat tinggi,” katanya.

“TNI melalui perannya dalam Operasi Militer Selain Perang, selalu siap digerakkan apabila terjadi musibah massal yang datang tiba-tiba dan tidak mudah dipredeksi, seperti bencana alam ataupun bencana buatan, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, terkait tentang kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa hal ini akan menjadikan percepatan perpindahan barang, jasa dan manusia, juga menjadi ancaman penyakit dari suatu negara, bisa menjadi ancaman global dalam hitungan menit. “Ancaman penyakit itu berupa virus MersCov, Zika dan Flu Burung yang menjadi ancaman global beberapa waktu yang lalu,” tuturnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dari perspektif militer patut mewaspadai adanya ancaman senjata biologi massal yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi mengakibatkan pandemi.

“Ini menjadi sangat penting dan membutuhkan kerja sama antara sipil dengan militer serta kerja sama antar negara untuk mengatasinya,” pungkasnya. (asr)

Sekutu-sekutu Xi Jinping yang Bantu Dia Memerintah Partai Komunis Tiongkok

0

Pada akhir Kongres Nasional ke-19 Tiongkok, perombakan Partai lima tahun sekali tersebut telah tampak dalam keinginan pemimpin saat ini Xi Jinping.

Banyak dari 200 pejabat tinggi yang terdiri dari Komite Pusat akan pensiun pada kongres ini, sesuai dengan konvensi Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang sudah ditetapkan.

Berapa banyak sekutunya yang dimasukkan ke dalam Komite Pusat menunjukkan berapa banyak wewenang yang dimiliki Xi terhadap Partai.

Pada 24 Oktober, media pemerintah Tiongkok merilis daftar anggota penuh di Komite Pusat dan badan anti korupsi PKT, Central Commission for Discipline Inspection (CCDI), Komisi Pusat untuk Disiplin Inspeksi. CCDI telah menjadi kekuatan pendorong di balik kampanye Xi untuk menyingkirkan Partai musuh politik, yaitu pejabat yang masih setia kepada mantan pemimpin PKT Jiang Zemin.

Dalam beberapa minggu terakhir, spekulasi telah banyak beredar mengenai apakah Xi akan melanggar konvensi tentang kemungkinan Wang Qishan, ujung tombak kampanye anti korupsi CCDI, untuk bertahan, karena dia telah melewati masa pensiun untuk menjadi anggota Komite Tetap Politbiro (68 tahun, Wang berusia 69 di bulan Juli).

Wang dikeluarkan dari daftar anggota Komite Sentral, membenarkan bahwa dia akan pensiun dari jabatannya di Komite Tetap Politbiro, di bawah Xi, Komite ini menjalankan PKT.

Xi tidak bisa berpegang pada Wang, tapi rekan-rekannya lainnya ditempatkan di Komite Sentral.

Zhao Leji baru saja masuk dalam CCDI, mengisyaratkan kemungkinan dia menggantikan Wang untuk menjadi kepala badan anti korupsi. Sebagai pimpinan Departemen Organisasi saat ini, Zhao bertanggung jawab untuk mengangkat jabatan ke posisi senior. Dia membantu mempromosikan sekutu Xi, menurut Brookings Institut.

Pada tahun 2015, Zhao juga menulis artikel 4.000 kata di Qiushi, sebuah jurnal politik PKT, yang secara terbuka menyuarakan dukungannya untuk Xi.

Xi juga mempertahankan banyak bawahannya di Komite Pusat, termasuk Li Zhanshu, yang telah menjabat sebagai kepala staf Xi sejak Xi berkuasa pada tahun 2012. Li memulai karir awalnya bekerja sama dengan Xi. Dia dan Xi sama-sama memegang jabatan sebagai sekretaris partai kabupaten setempat di Provinsi Hebei.

Wang Huning, pembantu kebijakan luar negeri Xi, juga merupakan sekutu tepercaya. Dia telah mendapatkan julukan “kekayaan ilmu Zhongnanhai,” mengacu pada kompleks kepemimpinan di Beijing.

Li, Wang, dan Wang Yang (tidak ada hubungan), wakil perdana menteri saat ini, membentuk kelompok kuat yang sering menyertai Xi dalam perjalanan domestik dan internasionalnya.

Sementara itu, Cai Qi, sekretaris partai Beijing saat ini; Huang Kunming, wakil menteri departemen propaganda; dan Li Qiang, sekretaris partai Provinsi Jiangsu, semuanya bekerja di bawah Xi selama mereka berada di Provinsi Zhejiang, dan baru saja diangkat ke Komite Sentral (bukan anggota pada kongres sebelumnya). (ran)

Korban Meninggal Wabah Pes di Madagaskar Menjadi 124 Jiwa, Ribuan Lainnya Terinfeksi

Epochtimes.id- Korban tewas akibat wabah pes di Madagaskar telah mencapai 124 orang, menurut keterangan beberapa pejabat Selasa waktu setempat.

Wabah yang sangat menular telah menyebabkan tanda bahaya di pulau Samudra Hindia itu sejak Agustus, menyebar ke ibu kota Antananarivo dan kota lainnya.

Sebanyak 1.133 orang telah terinfeksi, berdasarkan laporan kementerian kesehatan setempat.

“Ada penurunan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit, peningkatan pasien yang sembuh yang meninggalkan rumah sakit,” Manitra Rakotoarivony, seorang pejabat kementerian, mengatakan kepada radio nasional.

Madagaskar telah menderita wabah wabah hampir setiap tahun sejak 1980 – biasanya antara bulan September dan April.

Wabah saat ini tidak biasa karena telah menyebar hingga daerah perkotaan meningkatkan risiko penularan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

WHO telah mengirimkan 1,2 juta dosis antibiotik untuk melawan penyakit tersebut sementara Palang Merah telah melatih ratusan sukarelawan di pulau tersebut sebagai tindakan pencegahan.

Bakteri wabah berkembang pada tikus dan dibawa oleh kutu.

Pada manusia, versi pneumonia ditulari melalui batuk dan bisa berakibat fatal dalam waktu 72 jam.

Sebagian besar korban yang tercatat di Madagaskar telah terinfeksi dengan jenis wabah pes pneumonia. Sedangkan jenis bubonic tak terlalu berbahaya.

Kedua wabah tersebut bisa disembuhkan dengan menggunakan antibiotik jika ditangani dengan cepat. (asr)

Sumber : AFP

Jaksa Identifikasi Karyawan yang Jadi Korban Pelecehan Seksual Weinstein

0

EpochTimesId – Kasus skandal pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh produser terkemuka Hollywood, Harvey Weinstein, terus melebar. Kali ini, Kejaksaan kota New York menyelidiki perusahaan yang didirikan oleh Weinstein

“Kami ingin tahu apakah pelecehan seksual itu meluas. Tidak ada warga New York yang boleh dipaksa dan diintimidasi sehingga mengalami pelecehan seksual,” ungkap Jaksa Agung New York, Eric Schneiderman, seperti dikutip dari BBC.

Jaksa menyita sejumlah dokumen perusahaan untuk kepentingan penyelidikan. Dokumen yang disita diantaranya laporan para karyawan yang mengeluhkan adanya pelecehan seksual, serta dokumen penanganan keluhan tersebut oleh manajemen perusahaan.

Perusahaan Weinstein, yang berbasis di New York, mendapat tekanan kuat setelah skandal tersebut terungkap. Weinstein sendiri telah dicopot dari jajaran dewan direksi awal bulan ini.

Lebih dari 24 wanita mengatakan bahwa mereka mengalami pelecehan seksual dari Weinstein. Diantara deretan nama itu ada aktris Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow dan Rose McGowan.

Harvey Weinstein merupakan produser film kawakan Amerika Serikat. Karya-karyanya masuk nominasi Oscar lebih dari 300 kali. Dia sudah membantah secara tegas terhadap tuduhan melakukan kekerasan seksual.

Sebelumnya, Kepolisian Los Angeles juga menangani kasus yang diduga melibatkan Weinstein di California. Kasus pelecehan seksual tersebut terjadi pada 2013.

“Kami telah mewawancarai seorang korban kekerasan seksual yang diduga melibatkan Weinstein yang terjadi pada 2013,” kata juru bicara LAPD, Sal Ramirez, kepada BBC.

Kantor Lapangan FBI di London juga menerima laporan yang melibatkan Weinstein. Dia dituduh melakukan penyerangan terhadap sejumlah Wanita dalam insiden terpisah pada akhir 1980-an, 1992, 2010, 2011 dan 2015 di kawasan Westminster, Camden dan London bagian barat. (waa)