Politisi Minta Militer Amerika Bunuhi Milisi ISIS Berkebangsaan Inggris

EpochTimesId – Seorang politisi meminta militer Amerika dan Inggris untuk membunuhi milisi ISIS yang berkebangsaan Inggris.

Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Rory Stewart mengatakan bahwa satu-satunya cara menangani warga Inggris yang menjadi teroris di Suriah ialah dengan membunuh mereka.

Menurut Stewart, para pengikut kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS itu meyakini ‘doktrin kebencian’. Maka itu berarti mereka sudah tidak lagi setia kepada Inggris.

“Mereka meyakini doktrin kebencian, yang membolehkan membunuh diri sendiri, membunuh orang lain, serta menggunakan kekerasan dan kebrutalan untuk menciptakan suatu negara. Jadi menurut hemat saya kita perlu serius menyikapi fakta bahwa orang-orang ini menimbulkan bahaya serius bagi kita,” kata Stewart, seperti dikutip dari BBC, Rabu (25/10/2017).

Menurut mantan diplomat ini, mereka menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan Britania Raya. Pernyataan Stewart disampaikan menanggapi pernyataan Wakil Amerika Serikat dalam koalisi melawan ISIS, Brett McGurk.

McGurk menyatakan bahwa misi Amerika saat ini adalah memastikan setiap milisi berkebangsaan asing di Suriah tewas di sana. Pendapat Stewart sejalan dengan sikap Menteri Pertahanan Sir Michael Fallon.

Fallon menyatakan bahwa petarung ISIS berkebangsaan Inggris di Suriah dan Irak telah menjadikan diri mereka ‘sasaran yang sah,’ yang dapat berakhir di ‘ujung rudal angkatan udara Inggris atau AS.’

Namun, sikap Stewart tersebut ditentang oleh pengamat undang-undang terorisme, Max Hill QC. Hill mengatakan kepada BBC bahwa warga Inggris yang bergabung dengan ISIS karena ‘kenaifan’ tidak perlu dituntut jika mereka pulang kampung.

Mereka sebaiknya disadarkan dari pemahaman sesat dan diintegrasikan kembali ke masyarakat.

Baru-baru ini perekrut ISIS berkebangsaan Inggris, Sally-Anne Jones dilaporkan tewas dalam serangan pesawat tanpa Awak Amerika di Suriah. Kepala dinas inteljen Inggris (MI5) mengungkap jumlah warga Inggris yang tewas karena bertempur untuk ISIS lebih dari 130 orang. (waa)

AS Memulai Tindakan Melawan Militer Myanmar karena Menindas Rohingya

Epochtimes.id- Amerika Serikat hari ini, Selasa (24/10/2017) mengumumkan  telah memulai tindakan terhadap kepemimpinan militer Myanmar yang terlibat dalam kekerasan terhadap Muslim Rohingya. Tragedi ini memicu krisis kemanusiaan yang parah di Bangladesh.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert mengatakan AS sedang berkonsultasi dengan teman dan sekutu mengenai opsi pertanggungjawaban.

AS akan terus mendukung transisi Myanmar menuju demokrasi, serta upaya untuk menyelesaikan krisis saat ini di Negara Bagian Rakhine, kata Nauert dalam sebuah pernyataan.

“Namun, Pemerintah Burma, termasuk angkatan bersenjata, harus segera mengambil tindakan untuk memastikan perdamaian dan keamanan; menerapkan komitmen untuk memastikan akses kemanusiaan kepada masyarakat yang sangat membutuhkannya; memfasilitasi kembalinya orang-orang yang melarikan diri atau mengungsi di Rakhine State, “katanya.

Lebih dari 600.000 anggota kelompok minoritas Muslim telah melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh.

Perlawanan militan terhadap pasukan keamanan Myanmar di Rakhine memicu tindakan keras tentara terhadap masyarakat.

AS menyatakan keprihatinannya atas kejadian baru-baru ini di Negara Bagian Rakhine dan “kekerasan, pelecehan traumatis” Rohingya dan komunitas lainnya yang bertahan.

“Sangat penting bahwa setiap individu atau segala yang bertanggung jawab atas kekejaman, termasuk aktor non negara serta negara untuk dimintai pertanggungjawaban,” kata Nauert.

“Dengan demikian, di samping pembatasan yang ada mengenai keterlibatannya yang sudah terbatas dengan angkatan bersenjata Myanmar dan embargonya yang sudah berlangsung lama terhadap semua perdagangan militer, Amerika Serikat mengambil beberapa tindakan untuk mencari pertanggungjawaban dan diakhirinya kekerasan.”

Sejak 25 Agustus, AS telah berhenti mempertimbangkan travel waivers pada saat ini dan mantan pimpinan senior militer Myanmar.

Ini juga menilai pihak berwenang berdasarkan Undang-Undang JADE untuk mempertimbangkan opsi ekonomi yang tersedia untuk menargetkan orang-orang yang terkait dengan kekejaman.

Menurut Leahy Law, Pemerintah AS menemukan semua unit dan petugas yang terlibat dalam operasi di negara bagian Rakhine utara tidak memenuhi syarat untuk menerima atau berpartisipasi dalam program bantuan AS.

AS juga membatalkan undangan untuk pasukan keamanan senior Myanmar untuk menghadiri acara yang disponsori AS.

“Kami bekerja sama dengan mitra internasional untuk mendesak agar Birma mengizinkan akses tanpa hambatan ke wilayah untuk Misi Pencarian Fakta PBB, organisasi kemanusiaan internasional, dan media,” kata juru bicara tersebut.

“Kami berkonsultasi dengan sekutu dan mitra mengenai opsi pertanggungjawaban di PBB, Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan tempat lain yang sesuai,” tambahnya.

AS juga mengeksplorasi mekanisme akuntabilitas yang ada di bawah undang-undang AS, termasuk sanksi yang berdasarkan UU Global Magnitsky. (asr)

Sumber : Reuters/PTI

Terkepung Pertempuran, Ribuan Anak-anak Dilaporkan UNICEF Menderita Gizi Buruk Akut di Suriah dan Ini Buktinya

Epochtimes.id– Lebih dari 1.100 anak-anak menderita kekurangan gizi buruk akut di daerah Ghouta yang dikepung pemberontak di luar ibukota Suriah. Demikian laporan yang disampaikan lembaga Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) kepada AFP, Senin (23/10/2017).

Berdasarkan survei yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, badan tersebut mengatakan 1.114 anak menderita berbagai bentuk kekurangan gizi, termasuk yang paling berbahaya,  dikenal sebagai “malnutrisi akut parah”.

Juru bicara Monica Awad mengatakan bahwa penilaian dalam tiga bulan terakhir menemukan 232 anak-anak  menderita gizi buruk akut, tingkat kekurangan gizi yang memerlukan penanganan segera jika anak tersebut ingin bertahan.

Sedangkan 882 lainnya menderita malnutrisi akut sedang, dengan lebih dari 1.500 anak berisiko lainnya.

“Selama bulan lalu, telah terjadi dua kematian yang dilaporkan di antara bayi-bayi, satu bayi perempuan berusia 34 hari dan seorang bayi laki-laki berusia 45 hari, karena kurang menyusui,” kata Awad.

“Para Ibu juga tidak memiliki akses terhadap makanan berkualitas, membuat mereka lemah dan tidak bisa menyusui anak mereka.”

Sahar Dofdaa, yang baru berumur 34 hari, meninggal pada Minggu ini di sebuah rumah sakit di kota Hamouria, Ghouta Timur.

Foto-foto yang didokumentasikan oleh seorang reporter yang bekerja untuk AFP menunjukkan seorang gadis bermata lebar dengan mata lesu dengan hanya berbalut tulang belulang di tubuhnya.

Bayi ini mencoba menangis tapi tidak memiliki kekuatan untuk mengeluarkan suara lebih banyak. Ibunya yang masih muda terpaksa menangis terisak-isak di dekatnya.

Paha bagian tubuhnya menusuk keluar dari popok di atas tubuhnya. Ditempatkan pada timbangan, beratnya kurang dari dua kilogram.

Ibunya terlalu kekurangan gizi untuk menyusui. Ayahnya tidak mampu membeli susu dan makanan pendamping ASI.

Dia meninggal di rumah sakit pada hari Minggu pagi dan orang tuanya membawanya – anak tunggal mereka – ke kota terdekat mereka di Kafr Batna untuk menguburkannya.

“Kebutuhan kemanusiaan sangat besar,” kata Awad.

“Mereka membutuhkan makanan berkualitas, obat-obatan dan persediaan nutrisi terapeutik.”

Lebih 400.000 orang diyakini tinggal di Ghouta Timur, salah satu benteng oposisi terakhir yang tersisa di Suriah.

Kawasan tersebut dikepung oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad sejak tahun 2013, menyebabkan kekurangan pangan dan medis dan melonjaknya harga untuk produksi lokal atau selundupan.

Konvoi bantuan jarang bisa mengakses kawasan tersebut, yang dulunya dikenal sebagai kawasan pertanian utama.

Pada 23 September, sebuah konvoi yang membawa makanan dan bantuan medis untuk sekitar 25.000 orang memasuki tiga wilayah yang dikepung di Ghouta Timur, menurut PBB.

Tapi Awad mengatakan “itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan semua anak. (asr)

Sumber : AFP/Dailymail

Brasil Bersiap Ekstradisi Gembong Pemberontak Komunis Italia

EpochTimesId – Pemerintah Brasil mengatakan kepada Mahkamah Agung setempat bahwa Presiden Michel Temer memiliki wewenang penuh untuk mencabut status suaka mantan gerilyawan sayap kiri yang dihukum karena pembunuhan di Italia. Presiden Tremer bisa mengekstradisinya atas permintaan Italia.

Mantan gerilyawan yang dimaksud adalah Cesare Battisti, yang dituding melakukan empat pembunuhan pada tahun 1970an ketika dia memimpin sebuah kelompok gerilya di Italia. Kelompok pemberontak itu dikenal dengan nama Armed Proletarians for Communism atau Tentara Bersenjata untuk Komunisme.

Menurut pemerintah Italia, dia melarikan diri dari penjara pada tahun 1981. Battisti sempat tinggal di Prancis sebelum melarikan diri ke Brasil guna menghindari diekstradisi ke Italia.

Mahkamah Agung Brasil mengesahkan ekstradisi Battisti pada tahun 2009. Namun dia tidak pernah dikirim kembali ke Italia karena mantan presiden sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva memberinya status pengungsi menjelang akhir masa jabatannya pada 2010.

Dalam catatan kepada pengadilan, kepala pengacara pemerintah Grace Mendonça berpendapat bahwa ekstradisi adalah keputusan politik yang hanya dapat dibuat oleh presiden. Seperti dikutip TheEpochTimes dari Reuters.

Dia mengingatkan pengadilan bahwa mereka telah menyetujui ekstradisi Battisti pada tahun 2009 dan meminta hakim untuk menolak sebuah surat ijin tinggal yang dikeluarkan oleh salah satu Hakim Agung, baru-baru ini.

Battisti sempat ditangkap pada 4 Oktober 2017 lalu saat mencoba menyeberangi perbatasan ke Bolivia dengan sebuah taksi. Dia diperkirakan hendak melarikan diri karena khawatir pemerintah Brazil akan mencabut status suaka atas permintaan Italia. Namun, dia lalu dibebaskan dua hari kemudian.

Penolakan mantan Presiden Lula untuk mengekstradisi Battisti mengganggu hubungan antara Brasil dan Italia. Presiden Temer, seorang presiden berhaluan kanan tengah baru-baru ini memutuskan bahwa sudah saatnya dia menyingkirkan duri itu. Temer baru menjabat sebagai Presiden setelah pengganti pengganti Lula, Dilma Rousseff, dipecat tahun lalu. (waa)

Mantan Direktur FBI Klaim Akun Twitter Rahasia Cuitannya Langsung Viral

0

EpochTimesId – Mantan Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (Federal Bureau Investigation/FBI), James Comey selama ini dikenal rendah diri dan jauh dari keriuhan sosial media. Apalagi sebelum namanya menjadi sorotan sejak bulan Mei tahun ini.

Tapi, Senin (23/10/2017), Comey mengklaim sebuah akun twitter sebagai akun resminya, seperti dikutip dari NTD.tv. Dia menegaskan bahwa dirinya adalah orang di balik akun Twitter yang sebelumnya anonim.

Comey memposting gambar dirinya berdiri sendiri, di tengah pinggir jalan di Iowa dengan mengenakan kacamata hitam dan sepatu olahraga. Dia menuliskan tulisan tweetnya, “Di jalan pulang. Harus kembali menulis. Akan mencoba berbagi cuit yang bermanfaat.”

Caption foto menjelaskan bahwa Comey berencana untuk bergabung kembali dalam membahas isu-isu nasional. Dia berjanji akan berusaha menyampaikan opini-opininya terkait permasalahan nasional Amerika.

Tweet itu sendiri menjadi viral setelah dia mempostingnya pada Senin pagi waktu setempat. Senin sorenya, tweetnya itu telah memperoleh lebih dari 1.993 retweet dan lebih dari 9.402 favorit.

Sebenarnya, awal tahun ini, reporter Gizmodo sudah melacak akun Twitter Comey, setelah melakukan empat jam penyamaran.

“Akun Comey dengan nama samaran ‘Reinhold Niebuhr’, merujuk pada nama seorang teolog terkenal yang dia tulis dalam tesis magister di College of William & Mary,” tulis Gizmodo dalam laporannya.

NPR juga menjabarkan petunjuk lain terkait akun itu. Yaitu @FormerBu, yang berarti mantan anggota biro (FBI).

Baru minggu lalu akun tersebut memposting dua tweet publik. Satu gambar di West Point dan yang lainnya, sebuah foto dari Little Round Top, di Gettysburg, dengan komentar, “Tempat yang baik untuk memikirkan nilai-nilai dan kepemimpinan”.

Tapi dugaan tersebut tidak terkonfirmasi, sampai akhirnya Comey secara resmi mengakui bahwa dia adalah orang di balik akun tersebut.

Benjamin Wittes, Senior Fellow di Brookings dan kepala redaksi di Lawfare juga memastikan bahwa akun tersebut digunakan oleh Comey sendiri.

“Ok, mengingat tweet terbaru ini, saya akan mengonfirmasi bahwa @FormerBu sebenarnya adalah James Comey sendiri,” tulis Wittes dalam tweetnya.

Comey served as the top federal prosecutor in Manhattan, deputy U.S. attorney general, and the top lawyer at Lockheed Martin before he was picked to run the FBI by President Barack Obama. He was abruptly fired by President Trump in May.

Comey pernah menjabat sebagai jaksa federal di Manhattan. Dia kemudian pernah menjadi wakil Jaksa Agung AS, dan menjadi pengacara di Lockheed Martin.

Dia ditunjuk untuk memimpin FBI oleh Presiden Barack Obama sejak September 2013. Namun dia dipecat dengan tiba-tiba oleh Presiden Donald Trump pada bulan Mei 2017. (waa)

Medali Kehormatan Tertinggi untuk Dokter Militer Perang Vietnam

0

EpochTimesId – Dokter militer Amerika Serikat yang bertugas selama Perang Vietnam, Kapten (Purnawirawan) Gary Michael Rose mendapatkan medali tertinggi untuk keberanian, the Medal of Honor, dari Pemerintahnya. Veteran perang itu mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan tentara Amerika selama perang Vietnam.

Medali tersebut diserahkan langsung oleh Presiden AS, Donald Trump, Senin (23/10/2017) waktu setempat. Rose menerima penyerahan medali bersama 10 anggota unitnya yang menghadiri upacara Medal of Honor.

“Selama bertahun-tahun, kisah kepahlawanan Mike tidak terhitung. Tapi hari ini kami berkumpul untuk menceritakan kepada dunia tentang keberaniannya. Dengan bangga kami mempersembahkan medali kehormatan militer tertinggi negara kami,” kata Presiden Trump, dalam penyerahan medali itu.

Rose lahir di Watertown, New York, dan di didik oleh ayahnya. Ayahnya adalah seorang pekerja logam dan veteran Perang Dunia II. Ayahnya mengajarkan agar selalu mencintai, menghargai, dan membela negaranya.

Dia mendaftar di Angkatan Darat setelah tahun pertamanya kuliah. Pada usia 22, Rose bertugas sebagai tenaga medis untuk Unit Pasukan Khusus ke-5 dalam Perang Vietnam.

Trump teringat misi mengerikan saat Rose melakukan tindakan heroiknya. Rose adalah satu-satunya petugas medis untuk 136 pria yang ditugaskan pada ‘Operasi Tailwind’. Mereka ditempatkan di Laos dalam sebuah misi untuk mencegah Vietnam Utara melakukan pengiriman senjata di sepanjang Jalur Ho Chi Minh yang digunakan melawan pasukan Amerika.

“Mike dan unitnya meluncur menembus hutan lebat, menghindar peluru, menghindari bahan peledak, menghindari segala sesuatu yang bisa Anda hindari karena musuh melemparkan semua senjata ke arah mereka. Mereka terus menerus membalas tembakan saat mereka bergerak lebih dalam dan lebih jauh ke wilayah musuh,” kata Trump.

Orang-orang Vietnam bisa menggunakan senjata dengan baik. Secara jumlah mereka lebih unggul dari pasukan khusus AS. Pasukan Amerika terus-menerus terlibat pertempuran dalam empat hari. Mereka diterjang roket B-40 dan peluru mortir, serta tembakan senapan mesin.

Dalam sebuah kesempatan, Rose dan unit nya dihujani peluru. Dia berlari ke samping prajurit yang terluka. Dia menggunakan tubuhnya sendiri untuk melindunginya. Dia kemudian membawa tentara tersebut menghindari zona tempur yang dilanda hujan peluru menuju daerah yang lebih aman.

Itu hanyalah satu contoh dari banyak kasus dimana Rose mempertaruhkan nyawanya sendiri, dan mengekspos dirinya pada tembakan musuh sehingga dia bisa mencapai tentara yang terluka untuk memberikan bantuan medis.

Pada kesempatan lain, Rose pernah terjatuh dan terluka di kepala, tangan, dan kakinya. Saat itu sebuah bom B-40 musuh meledak tidak jauh dari tempatnya.

Rose mengabaikan luka-lukanya sendiri dan terus memberikan bantuan kepada tentara lain yang terluka.

 

After extraction helicopters arrived, Rose helped to put the wounded on the first set of helicopters, and then returned while under enemy soldiers, to move more wounded soldiers.

When the last extraction helicopter arrived, the gunner was shot in the neck, Rose administered critical medical treatment to him aboard the helicopter, thus saving his life.

The helicopter crashed just a few hundred yards from the extraction point, injuring Rose and the others aboard.

Despite his multiple sustained wounds, Rose continued to pull out other wounded troops, some of which were unconscious, out of the burning wreckage and administered aid.

“Finally, another helicopter rescued them, and by the time they reached the base, Mike was covered in blood. He refused treatment until all of his men had been cared for first,” Trump said.

“Nations are formed out of the strength and patriotism that lives in the hearts of our heroes,” he said.

Rose was joined by 10 members of his unit who attended the Medal of Honor ceremony.

Setelah helikopter evakuasi tiba, Rose mengangkut tentara yang terluka menuju helikopter. Dia kemudian kembali menuju medan pertempuran untuk menjemput lebih banyak tentara yang terluka menuju heli.

Ketika helikopter terakhir tiba, penembak yang bertugas tertembak di leher. Rose memberikan perawatan medis kritis kepadanya di atas helikopter, sehingga berhasil menyelamatkan nyawanya.

Namun, Helikopter itu jatuh beberapa ratus meter dari titik penjemputan, sehingga melukai Rose dan tentara yang lainnya.

Meskipun mengalami luka, dia terus menarik pasukan-pasukan lain yang terluka menuju titik aman. Beberapa di antaranya bahkan tidak sadarkan diri, sehingga harus digotong keluar dari puing-puing yang terbakar.

“Akhirnya, helikopter lain menyelamatkan mereka. Saat mereka tiba di pangkalan, Mike berlumuran darah. Namun Dia menolak pengobatan sampai semua tentara lainnya dirawat terlebih dahulu. Bangsa terbentuk dari kekuatan dan patriotisme yang hidup di hati pahlawan kita,” kata Trump. (waa)

Warga Amerika Tembak Mati Babi Liar Raksasa Karena Mangsa Ternak Rusa

0

EpochTimesId – Seorang pria di Texas, Amerika Serikat menembak mati babi hutan seberat 416 pound atau sekitar 188 Kilogram. Babi hutan itu beberapa kali menerobos halaman belakang rumahnya dan memburu ternak rusa di perkebunannya.

Joe Clowers, warga dari kota kecil Union Grove, Texas, mengatakan bahwa dia menembak babi hutan dengan senapan semi-otomatis AR-15. Dia mengaku kesal dengan babi hutan itu karena mengincar dan membunuh rusa selama lima tahun terakhir.

“Perkebunan dan peternakan saya terletak di antara beberapa daerah berpenduduk. Saya mencoba untuk mempertahankan lingkungan seperti tempat perlindungan atau pembibitan bagi rusa untuk meningkatkan populasi rusa,” kata Clowers kepada the Houston Chronicle dan dikutip NTD.tv.

Clowers akan mengawetkan babi raksasa ini untuk dijadikan pajangan di rumahnya. Sebelum diawetkan, dagingnya akan dikeluarkan untuk dimasak dan dimakan.

“Ini babi jantang. Kami menyebutnya binatang semak,” sambung Clowers.

Babi liar telah menjadi hama serius di Amerika Serikat. Mereka dianggap sebagai spesies invasif, menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat.

Populasi babi hutan ini meledak sejak tahun 1980an. Texas memiliki jumlah terbesar, yaitu sebanyak empat juta babi liar.

Pemerintah Amerika Serikat telah berusaha keras untuk mengendalikannya. Sebab, babi hutan ini biasanya memburu ternak pada malam hari dan memiliki indera penciuman dan pendengaran yang sangat baik sehingga seringkali dengan mudah meloloskan diri.

“Mereka sangat pintar, itu sebabnya saya menyukai mereka. Anda bisa kehilangan 50 persen dari rusa, ketika berburu. Tapi jika berburu babi, 90 persennya pasti akan lolos,” komentar seorang warga, Brian ‘Pig Man’ Quaca kepada Smithsonian Magazine.

The New York Times melaporkan bahwa babi liar menyebabkan sekitar kerugian hingga $US 52 juta per tahun. Gerombolan babi biasanya menjarah tanaman pangan, menghancurkan pagar, memangsa ternak muda, dan menggali saluran utilitas yang terkubur. Mereka juga dikenal menularkan penyakit pada ternak dan babi peliharaan.

Pemerintah dan warga masih berdebat tentang bagaimana mengendalikan populasi babi hutan itu. Ada yang menyarankan untuk meracuni mereka, namun para penentang berpendapat bahwa racun akan berbahaya bagi lingkungan.

Perburuan yang menghasilkan uang dari daging babi hutan juga akan terancam jika menggunakan racun. Pemburu dan pengolah daging tidak akan mampu mengolah babi yang telah diracun.

Babi liar yang mengganggu Texas dan negara-negara lain adalah keturunan babi peliharaan yang dilepaskan di alam liar atau persilangan antara babi liar yang dibawa dari Eropa yang dibesarkan dengan babi liar peliharaan di Amerika Serikat, menurut the Houston Chronicle. (waa)

Indonesia Raih Dua Gelar Juara Dunia Badminton Junior

0

EpochTimesId – Kontingen bulutangkis junior Indonesia berhasil meraih dua medali emas pada turnamen Sunrise BWF World Junior Championships 2017, Minggu (22/10/2017). Gelar juara dunia junior diraih nomor tunggal putri dan ganda campuran, pada turnamen yang digelar di GOR Among Rogo, Yogyakarta ini.

Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya setelah membungkam pemain Tiongkok, Han Yue. Dalam duel sengit tiga set itu, Gregoria menang dengan poin 21-13, 13-21 dan 24-22.

“Saya berpikir untuk tidak melakukan kesalahan sendiri. Kalau hasil sudah ada yang mengatur, yang penting saya berusaha semaksimal mungkin,” kata Gregoria, seperti dikutip dari situs PBSI, Selasa (24/10/2017).

Satu gelar juara lainnya dipersembahkan oleh pasangan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Mereka mengandaskan kampatriotnya sesama Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dengan skor 21-23, 21-15 dan 21-18.

“Kami sudah tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing karena ketemu teman sendiri. Pertandingan tadi juga cukup sengit karena mereka juga memberikan perlawanan. Cuma kami yakin sama diri sendiri kalau kami pasti bisa,” komentar Rinov.

Sayangnya, hasil berbeda diraih oleh wakil Indonesia pada nomor Ganda Putri. Pasangan Jauza Sugiarto/Ribka Sugiarto hanya meraih medali perak setelah kalah dari pasangan Korea Selatan pada babak final, dengan skor 18-21, 21-11, dan 21-3. (waa)

Juarai Balapan Sengit Marquez Berpeluang Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP

0

EpochTimesId – Pebalap MotoGP asal Spanyol, Marc Marquez berhasil memenangkan balapan MotoGP seri Australia, Minggu (22/10/2017) lalu. Dalam seri yang digelar di Sirkuit Phillip Island, perlombaan berlangsung sengit dan beberapa kali para pebalap nyaris bertabrakan.

“Mereka agresif terhadap saya, tapi saya juga berusaha menggunakan strategi agresif yang sama. Balapan ini sangat bagus, tapi tentu saja itu berbahaya dan saya berusaha menjaga agar tidak menjadi bencana,” komentar Marquez seperti dikutip dari Crash.net.

Pada akhirnya, Pebalap Repsol Honda itu tampil sebagai pemenang. Dia disusul oleh pebalap veteran, Valentino Rossi dan Maverick Vinales di posisi ke-tiga.

Marquez yang memulai balapan dari posisi paling depan berhasil mencatatkan waktu tercepat, 40 menit 49,772 detik. Dia sempat diasapi oleh Valentino Rossi dalam beberapa putaran, namun akhirnya bisa menyelesaikan balapan sepanjang 27 lap lebih dulu.

Marquez kini memuncaki klasemen sementara dengan koleksi 269 poin. Dia unggul 33 poin dari Andrea Dovizioso yang mengumpulkan 236 poin dan berada di peringkat ke-dua.

Klasemen sementara pebalap MotoGP :

1. Marc Marquez (Spanyol/Honda) 269
2. Andrea Dovizioso (Italia/Ducati) 236
3. Maverick Vinales (Spanyol/Yamaha) 219
4. Valentino Rossi (Italia/Yamaha) 188
5. Dani Pedrosa (Spanyol/Honda) 174
6. Johann Zarco (Prancis/Yamaha) 138
7. Jorge Lorenzo (Spanyol/Ducati) 117
8. Danilo Petrucci (Italia/Ducati) 111
9. Cal Crutchlow (Inggris/Honda) 103
10. Jonas Folger (Jerman/Yamaha) 84

Ajang MotoGP Musim 2017 kini hanya menyisakan dua seri terakhir. Seri berikutnya adalah di Sepang, Malaysia, pada 29 Oktober 2017 dan Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol pada 12 November.

Dovizioso masih berpeluang mengejar Marquez. Namun, dengan selisih poin yang cukup besar, butuh keajaiban bagi pebalap asal Italia itu. (waa)

 

Kembar Siam Langka Lahir di Gaza Butuh Segera Perawatan di Luar Negeri

0

Seorang dokter Palestina mengatakan bayi kembar siam yang lahir di Jalur Gaza dalam keadaan sehat, namun membutuhkan perawatan di luar negeri.

Dr Allam Abu Hamda, spesialis neonatal di rumah sakit Shifa di Gaza, mengatakan bahwa anak-anak tersebut dalam kondisi “stabil” dan dokter mulai memberi mereka makan.

Mereka lahir pada hari Sabtu dengan operasi caesar setelah menjalani kehamilan secara penuh.

Sebagian besar kasus meninggal dalam waktu 24 jam setelah kelahiran, kata dokter tersebut.

Dua bayi perempuan tersebut dempet di perut dan panggul tapi mereka memiliki kepala dan paru-paru yang terpisah. Rumah sakit Palestina kekurangan peralatan dan keahlian yang dibutuhkan untuk memisahkan si kembar.

Dr Hamda mengatakan bahwa para dokter mencoba mengatur pemindahan anak-anak tersebut ke rumah sakit tingkat lanjut di AS atau Arab Saudi untuk menentukan apakah mereka dapat dipisahkan. (ran)

Dalam Upaya Menstabilkan Ekonomi, Kota-kota Besar di Seluruh Tiongkok Mengurangi Penjualan Properti

0

Tiongkok telah menemukan cara baru untuk mencegah uang mengalir ke luar negeri: dengan membatasi penjualan properti rumah.

Bulan lalu, tujuh ibu kota provinsi dan Chongqing, sebuah kotamadya yang terpusat, melarang pemilik rumah dan investor menjual properti mereka.

Shijiazhuang, ibu kota Provinsi Hebei, telah melarang investor menjual rumah yang baru dibeli hingga lima tahun, sementara Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, telah melarang pemilik rumah membeli properti kedua hingga tiga tahun sejak pembelian rumah pertama mereka, menurut juru bicara negara Xinhua News Agency.

Changsha juga membatasi penjualan properti ke penduduk non-lokal menjadi satu unit per orang.

Beberapa kota besar mulai menerapkan pembatasan tersebut di awal tahun. Kini total 41 kota memiliki penjualan rumah terbatas.

Merasakan ketidakstabilan politik rezim tersebut, elit berduit Tiongkok terus-menerus memindahkan kekayaan mereka ke luar negeri. Dengan menghentikan orang untuk menjual rumah mereka, rezim tersebut memastikan bahwa mereka dan modal mereka tetap tinggal, kata komentator urusan Tiongkok saat ini, Zhao Pei.

Zhao juga percaya bahwa tindakan ini adalah upaya rezim menciptakan stabilitas. “Jika orang mulai menjual properti mereka, uangnya akan masuk sirkulasi dan berpotensi menimbulkan inflasi dan harga naik,” katanya. (ran)

Lewis Hamilton Juara F1 Amerika Peluang Juara Dunia Makin Besar

0

EpochTimesId – Pebalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton, berhasil finish paling depan pada turnamen balap mobil Formula1 seri Grand Prix Amerika Serikat. Hamilton keluar sebagai juara dalam balapan yang digelar di Circuit of Americas, Austin, Amerika Serikat Minggu malam waktu setempat atau Senin (23/10/2017) dinihari WIB.

Hamilton memulai balapan dari depan dengan kurang mantap. Dia pun disalip pesaing terdekatnya menuju gelar juara dunia, Sebastian Vettel, dan harus rela diasapi pada lima lap awal.

Namun pada putaran ke-enam, Hamilton berhasil menemukan performa terbaiknya dan mendahului Vettel guna memimpin balapan hingga lap terakhir. Vettel pun harus puas finis kedua.

Mereka ditemani oleh Kimi Raikkonen dengan menginjak posisi ke tiga. Padahal, pembalap yang finis ke-tiga adalah Max Verstappen.

Verstappen kehilangan hak atas podium ketiga karena mendapat penalti lima detik. Dia dianggap melakukan aksi ilegal saat menyalip Raikkonen dari sisi luar trek.

Usai hasil GP Amerika ini, membuat peluang meraih gelar juara dunia makin terbuka lebar bagi Hamilton. Hamilton kini berada di puncak klasemen dengan 331 poin.

Dia unggul 66 poin dari Vettel di posisi kedua dengan 265 poin. Sementara balapan musim ini hanya tinggal menyisakan tiga seri lagi. Sehingga butuh keajaiban bagi Vettel untuk mengejar gelar juara dunia tahun ini. (waa)

Peluang Satu-Satunya Kandas Indonesia Gagal Raih Juara Denmark Open

EpochTimesId – Indonesia gagal meraih gelar juara dari turnamen Denmark Open Super Series Premier 2017. Satu-satunya wakil Indonesia pada babak pamungkas gagal memanfaatkan peluang juara pada turnamen yang digelar di Odense Sports Park, Kota Odense, Denmark.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang tampil pada babak final harus mengakui keunggulan pasangan juara dunia 2017, Zhang Nan/Liu Cheng. Kevin/Marcus yang sempat mencoba membalik keadaan dengan memenangi set ke-dua, harus mengakui keunggulan lawan pada set ke-tiga.

Kevin/Marcus membuat banyak kesalahan sendiri dan bermain lambat pada set pertama. Pada game kedua, Kevin/Marcus berhasil membalikkan keadaan dan memperpanjang nafas.

Sayangnya pada game ke-tiga, Kevin/Marcus kembali bermain dibawah tekanan. Mereka pun harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 16-21, 24-22, dan 19-21.

Marcus mengaku gagal menampilkan permainan terbaik karena cedera lengan yang dialaminya. “Kami merasa tidak bermain bagus, terutama saya, karena saya mengalami cedera pada lengan saya. Jadi saya tidak punya power untuk melakukan smash. Ini memecah konsentrasi saya antara memikirkan cedera dan permainan,” ujar Marcus seperti dikutip dari Laman PBSI, Senin (23/10/2017).

Akibat cedera yang diderita Marcus, pelatih Ganda Putra PBSI, Aryono Miranat memutuskan agar anak didiknya mengundurkan diri dari Perancis Terbuka.

“Kevin/Marcus batal main di French Open 2017. Cederanya bahu kanan sebetulnya tidak parah, tapi terasa ngilu kalau lagi smash. Kami putuskan untuk mundur demi menjaga supaya cedera tidak tambah parah,” ujar Aryono. (waa)

Serangan Angkatan Udara AS Berhasil Hancurkan Kamp Pelatihan Bom Bunuh Diri ISIS di Afghanistan

Epochtimes.id– Serangan angkatan udara AS yang mematikan menargetkan sebuah kamp pelatihan pelaku bom bunuh diri di provinsi Nangarhar, Afghanistan timur berlangsung dengan mulus.

Melansir dari kantor berita Afghanistan, Khaama Press, Minggu (22/10/2017) menurut petugas keamanan setempat, serangan udara tersebut dilakukan di distrik Achin, Nangarhar, Sabtu lalu.

Pernyataan polisi provinsi tersebut dalam sebuah keterangan mengatakan setidaknya 40 orang termasuk dua pelatih kelompok teror tersebut tewas.

Serangan udara itu juga menyebabkan beberapa pelaku bom bunuh diri terbunuh dalam aksi tersebut.

Pernyataan tersebut selanjutnya menambahkan kamp pelatihan tersebut berlokasi di kawasan Pekha di Achin.

Dua pelatih ISIS yang tewas dalam serangan tersebut telah diidentifikasi sebagai Qari Quran dan Qari Fida, demikian pernyataan polisi menambahkan.

Keterangan komandan polisi mengatakan beberapa senjata, amunisi, dan bahan peledak milik kelompok teror juga dihancurkan dalam serangan udara.

Kelompok militan bersenjata anti-pemerintah belum berkomentar mengenai laporan sejauh ini.

Penghancuran kamp pelatihan dapat memainkan peran penting dalam membatasi aktivitas kelompok teror. Ini dikarenakan mereka telah melakukan banyak serangan bunuh diri mematikan di kota Kabul dan bagian lain negara ini selama beberapa bulan terakhir ini.

Kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas pemboman masjid di Kabul yang menyebabkan lebih dari 50 orang tewas dan beberapa lainnya terluka. (asr)

Sumber : Khaama Press

ISIS Kritis Pengamat Waspadai Propaganda untuk Rekrut Teroris Baru

0

EpochTimesId – Lepasnya Raqqa dari pangkuan ISIS merupakan pukulan besar bagi kelompok teroris itu. Mereka selama ini menyatakan kota itu sebagai ibukota kekhalifahannya.

Raqqa adalah kubu besar terakhir kelompok tersebut, menyusul hilangnya Mosul di Irak baru-baru ini. Kelompok teroris sekarang didorong ke Lembah Sungai Efrat, dan mereka menyatakan diri telah berakhir.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini mengumumkan bahwa kota Raqqa di Suriah telah berhasil direbut dari para tentara ISIS.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Pasukan Demokrat Suriah, mitra kami dalam perang melawan ISIS di Suriah, telah berhasil merebut kembali Raqqah. Bersama-sama, pasukan kita telah membebaskan seluruh kota dari kendali ISIS,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Trump mengatakan dalam pernyataannya bahwa mengalahkan ISIS dan melawan penyebaran ideologi kebenciannya adalah salah satu janji kampanyenya yang inti.

“Kami telah membuat, di samping mitra koalisi kami, lebih banyak kemajuan melawan teroris jahat ini dalam beberapa bulan terakhir daripada beberapa tahun terakhir,” katanya.

Trump memuji mitra koalisi Amerika untuk pengorbanan yang telah mereka lakukan dalam usaha mulia ini.

Menurut Drew Berquist, mantan perwira intelijen dan pemimpin redaksi OpsLens, ISIS menyadari bahwa kedua ibu kota ini akan jatuh dan mereka perlu membangun cabang-cabang. Kelompok teror tersebut telah mengirim anggota ke Libya, Yaman, bagian lain dari Afrika, dan Eropa.

“Bagi ISIS, tersingkir dari Raqqa dan Mosul berarti mereka akan memiliki lebih sedikit pemasukan. Dukungan infrastruktur komando dan kontrol terpusat juga berkurang,” kata Berquist.

Dia menambahkan bahwa kondisi ini telah membunuh semangat para pejuangnya. Sehingga semangat tempur ISIS kemungkinan besar akan melemah untuk bertarung di wilayah tersebut.

Sementara itu, profesor riset pada Institut Studi Strategis di Akademi Perang Angkatan Darat AS, Robert J. Bunker, mengatakan prediksi tersebut mungkin saja kurang tepat. ISIS kemungkinan akan menggunakan isu kekalahan mereka untuk merekrut lebih banyak teroris baru.

“Khilafah secara harfiah dicabik-cabik, tapi ISIS akan memakainya seperti kain kafan syahid untuk propaganda dan mendukung tujuan perekrutan yang kini sedang dan terus berlangsung. ISIS akan memiliki bahan untuk membual,” katanya.

Bunker dan Berquist sepakat bahwa ISIS telah melihat kematian teritorial mereka akan datang. Tentu mereka telah merencanakan strategis fisik dan ideologis untuk itu.

Bunker mengatakan bahwa ini mungkin berarti bahwa kelompok tersebut memindahkan personil dan sumber keuangan ke luar daerah. ISIS mungkin pergi ke bawah tanah, melakukan pemberontakan di Suriah dan Irak.

Mereka juga berpotensi mencoba untuk meluncurkan serangan teroris ke arah Barat sambil mencari daerah dengan pemerintahan yang lemah dimana mereka dapat kembali melakukan perebutan dan kontrol daerah baru.

Dia menambahkan, bagaimanapun, bahwa militer AS kemungkinan akan terus melawan ISIS dimanapun mereka mencoba untuk mengambil alih kekuasaan.

“AS akan mengikuti mereka. Kecuali, tentu saja, jika Rusia atau beberapa kekuatan regional lainnya memiliki sekutu di wilayah tersebut dan mereka yang mengambil alih peran untuk menumpas ISIS,” ujar Bunker.

Mereka menyoroti peristiwa di Yaman baru-baru ini. Pada 16 Oktober 2017 pasukan AS telah membunuh puluhan anggota ISIS saat menyergap kamp pelatihan ISIS. Kala itu tentara Amerika berkoordinasi dengan pemerintah Yaman. Laporan the Pentagon’s DoD News tersebut mencatat bahwa Yaman telah menjadi pusat perekrutan, pelatihan, dan transit teroris.

Walau demikian, dua peneliti itu yakin keruntuhan kekhalifahan ISIS akhirnya tak terelakkan. Profesor ilmu politik di Northeastern University, Max Abrahms, mengatakan bahwa penggunaan kekerasan terhadap populasi sipil adalah jalur cepat untuk menghancurkan diri sendiri.

Profesor yang telah mendedikasikan banyak penelitiannya untuk mempelajari metode yang digunakan oleh organisasi teroris dan rezim politik, ini menyebut ISIS yang juga disebut Negara Islam menyatakan kekhalifahannya pada tahun 2014.

“Saya memperkirakan ratusan kali ledakan dari Negara Islam, karena ini adalah kelompok yang berperilaku dengan cara yang akan menghancurkan kelompok militan,” ujarnya.

Dia mencatat bahwa banyak lembaga pemikir telah terbukti salah dalam menganalisis ISIS. Karena beberapa orang mengatakan bahwa penggunaan kekerasan terhadap warga sipil, video propaganda dengan kekerasan berdarah, dan metode pengendalian yang ketat dan brutal dianggap strategis.

“Komunitas pemikir sangat lamban untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Masalahnya bukan hanya negara Islam yang menggunakan kekerasan, banyak kelompok militan menggunakan kekerasan. Masalahnya, negara Islam itu tidak tahu bagaimana menggunakan kekerasan,” bebernya.

“Itu hanya mencoba membunuh siapa saja, di seluruh dunia. Dan ini pada dasarnya mempersatukan dunia melawan kelompok tersebut. Tapi komunitas pemikir, selama bertahun-tahun, sejak Juni 2014, telah memuji setiap keputusan Negara Islam sebagai strategi. Kelompok yang menggunakan kekerasan dengan cara ini secara historis membayar harga yang mahal,” imbuhnya.

Kekalahan ISIS dipercepat di bawah administrasi Trump, yang menghapus pita merah dari medan perang dan membentuk misi yang jelas untuk membunuh teroris. Menteri Pertahanan, Jenderal Jim Mattis mengatakan pada bulan Mei bahwa Amerika Serikat telah beralih menuju taktik pemusnahan terhadap ISIS.

“niat kami adalah bahwa pejuang asing tidak dapat bertahan dalam perjuangan untuk kembali ke negara asal mereka,” ujarnya.

Wakil Presiden Mike Pence juga mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada 13 Oktober 2017 bahwa berkat kepemimpinan presiden Trump, ISIS kini sedang kocar-kacir. (waa)