Dari Kebun ke Dapur: Banyak Manfaat Bawang Putih

Temukan cara menanam, memanen, dan menikmati bawang putih sambil meningkatkan cita rasa masakan serta menjaga kesehatan keluarga Anda.

Oleh: Alexandra Roach


Saat musim flu mendekat, ada satu bahan sederhana yang bisa meningkatkan cita rasa masakan sekaligus kesehatan Anda: bawang putih. Sejak lama, bawang putih dikenal sebagai obat alami untuk berbagai hal—mulai dari melawan kanker hingga membantu mengontrol kadar gula darah. Bawang putih merupakan cara praktis untuk menambah cita rasa pada masakan sambil memberikan dukungan ekstra bagi sistem kekebalan tubuh.

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menanamnya—tanamlah di akhir musim gugur, tambahkan ke dalam sup favorit Anda, dan simpan selalu sebagai sekutu alami selama bulan-bulan dingin.

Artikel ini akan memberikan panduan tentang berbagai jenis bawang putih dan mana yang paling cocok untuk daerah Anda. Juga akan dijelaskan langkah-langkah menanam, memanen, mengeringkan, dan menyimpan bawang putih dengan benar.


Menanam Bawang Putih

Melissa Norris, pembawa acara podcast “Pioneering Today”, telah berkebun sejak kecil bersama orang tuanya dan terus melakukannya hingga kini. Ia mengawetkan makanan melalui metode canning, fermentasi, pengeringan, dan pembekuan, dengan total lebih dari 400 toples setiap tahun.

“Saya menanam bawang putih di musim gugur, biasanya bulan Oktober di wilayah Pacific Northwest, setelah embun beku pertama tapi sebelum tanah membeku. Ini memberi waktu bagi siung bawang untuk berakar sebelum musim dingin,”
ujar Norris kepada The Epoch Times.

Ia mendorong semua orang untuk mencoba menanam bawang putih karena caranya mudah dan hasilnya memuaskan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Masalah utama adalah menghindari “kaki basah”, yaitu ketika tanah terlalu becek dan air tidak mengalir dengan baik.

“Jika tanah Anda liat dan berat, sebaiknya gunakan bedengan tinggi atau tambahkan mulsa agar umbi tidak membusuk. Lapisan jerami setebal sekitar 10–15 cm juga membantu melindungi tanaman dari cuaca dingin,” jelasnya.

Courtesy of Melissa Norris

Tanah yang gembur dan memiliki drainase baik adalah kondisi ideal untuk bawang putih.

Sebagai pedoman umum, tanam bawang putih beberapa minggu setelah embun beku pertama. Jika suhu masih terlalu hangat, siung bisa tumbuh terlalu cepat; tapi jika terlambat menanam, akar tidak sempat tumbuh sebelum tanah membeku. Bawang putih juga membutuhkan masa dingin (disebut vernalization) agar umbinya terbentuk sempurna.

Anda bisa menggunakan kalkulator tanggal embun beku untuk menentukan waktu tanam terbaik, lalu tambahkan 2–3 minggu sebagai panduan.

Dalam hal jarak tanam, setiap siung sebaiknya diberi ruang sekitar 15 x 15 cm, dengan jarak antarbaris 15–30 cm agar pertumbuhan umbi optimal. Tanam siung dengan ujung runcing menghadap ke atas, sedalam 7–10 cm (15 cm untuk jenis elephant garlic). Tutup dengan jerami setebal 7–10 cm untuk menahan gulma dan menjaga kelembapan tanah. Setelah itu, biarkan bawang putih tumbuh sendiri hingga panen di musim panas berikutnya—tanaman ini tergolong mudah dirawat bahkan untuk pemula.


Jenis Bawang Putih: Softneck vs Hardneck

Bawang putih terbagi dalam dua kelompok utama: softneck dan hardneck. Perbedaannya terletak pada kondisi tumbuh, struktur, daya simpan, dan rasa.

Aaron Steil, pakar sumber daya pertanian dari Iowa State University, menjelaskan: “Perbedaan paling mencolok adalah hardneck garlic memiliki batang tengah yang kaku di dalam umbi, sedangkan softneck tidak. Jenis hardneck biasanya memiliki siung lebih sedikit tetapi berukuran lebih besar—cocok untuk dipanggang. Banyak juru masak mengatakan rasanya lebih kompleks dan lebih mudah dikupas dibandingkan softneck.”

Menurut Steil, jenis bawang yang cocok ditanam tergantung pada iklim: “Kebanyakan tukang kebun di daerah utara menanam hardneck, sedangkan di selatan menanam softneck. Jenis hardneck lebih tahan dingin, sementara softneck sering kesulitan bertahan di musim dingin.”

Keunggulan lain dari hardneck adalah menghasilkan “scape”—tangkai melingkar yang bisa dimakan. Garlic scape enak dibuat menjadi pesto, sambal, atau ditumis bersama sayuran.

Sementara itu, softneck memiliki keunggulan utama pada daya simpan yang lebih lama, sehingga sering dijual di toko-toko.

“Dari sisi penanaman, hardneck biasanya ditanam di musim gugur dan dibiarkan melewati musim dingin,” tambah Steil.
“Sedangkan softneck bisa ditanam di musim semi atau gugur, tetapi kurang cocok untuk daerah dingin.”

Jenis hardneck membutuhkan periode dingin untuk membentuk umbi sempurna, sedangkan softneck lebih cocok di daerah hangat. Namun, ada beberapa kultivar yang bisa beradaptasi lintas iklim, seperti ‘Polish Softneck’ (tahan dingin) dan ‘Georgia Crystal’ (tahan panas).

Steil juga menyarankan untuk membeli benih bawang putih khusus tanam, bukan bawang putih dari pasar, karena beberapa varietas pasar telah diberi perlakuan anti-tumbuh yang membuatnya membusuk jika ditanam.


Elephant Garlic

Elephant garlic sebenarnya bukan bawang putih sejati, melainkan bagian dari keluarga daun bawang (leek family). Dikenal juga sebagai “bawang putih kepala besar”, jenis ini menghasilkan umbi 3–4 kali lebih besar dari bawang putih biasa dan membutuhkan masa dingin untuk tumbuh baik.

Rasanya jauh lebih ringan, cocok untuk salad, saus, dan hidangan mentah lainnya. Juga sangat lezat jika dipanggang utuh di oven.


Panen, Pengeringan, dan Penyimpanan

Di wilayah Pacific Northwest, Norris biasanya memanen bawang putih pada Juli. Ia membagikan tanda-tanda bawang siap panen:

“Untuk hardneck, ketika dua atau tiga daun bagian bawah sudah menguning, tapi daun atas masih hijau. Untuk softneck, saat sekitar 90 persen batangnya sudah rebah,” katanya.

Setelah dipanen, bawang putih perlu dikeringkan atau di-curing.

Untuk jenis hardneck, gantung di tempat yang sejuk dan berventilasi baik selama 3–4 minggu, atau gunakan kipas agar proses lebih cepat (sekitar dua minggu).
Jenis softneck bisa dikeringkan dengan cara dikepang dan digantung di dapur—praktis sekaligus indah dipandang.


Ada ungkapan bahwa rahasia di dapur adalah cinta. Saya akan menambahkan: rahasia itu juga adalah bawang putih.

Pernahkah Anda menyalakan kompor, menuang minyak zaitun, dan menambahkan bawang putih cincang—lalu seluruh ruangan langsung dipenuhi aroma harum yang menggugah selera?

Keluarga saya sering bertanya, “Masak apa, enak sekali baunya?” padahal yang saya masak baru bawang putih saja.

Baik Anda membelinya di toko atau menanam sendiri di kebun, bawang putih memberikan manfaat kuliner dan kesehatan yang tak ternilai.

Cobalah menanam atau menggunakannya lebih sering—Anda tidak akan menyesalinya.


Tentang Penulis:
Alexandra Roach adalah praktisi kesehatan holistik bersertifikat, herbalis komunitas, dan ahli taman berpengalaman. Ia mempelajari pertanian berkelanjutan dan tinggal bersama keluarganya di lahan pertanian mandiri tanpa listrik umum. Roach bekerja sebagai jurnalis dan penulis yang berfokus pada kesehatan, berkebun, dan gaya hidup alami.

Jangan Memberi Makan Hewan Peliharaan Milik Tetangga

0

Kucing mengeong dan mengelus kita saat mereka ingin diperhatikan dan disayang, bukan dikarenakan lapar semata 

Oleh: Lee Pickett


Tanya: Eddie, kucing tetangga kami yang sering keluar rumah, sangat manis. Ia sering datang saat kami duduk di teras atau sedang bekerja di halaman. Karena ia begitu manja, kami sering memberinya sedikit camilan kucing. Tapi sekarang Eddie terlihat makin gemuk, dan saya curiga ia juga mendapat camilan dari tetangga lain. Haruskah kami berhenti memberinya makan?

Jawab: Ya! Sebaiknya Anda tidak memberi makan hewan peliharaan milik tetangga, dan berikut empat alasannya:

  1. Mendorong Eddie berkeliaran jauh dari rumahnya.
    Jika ia menyeberang jalan untuk datang ke rumah Anda, ia berisiko tertabrak kendaraan.
  2. Bisa menimbulkan masalah kesehatan.
    Beberapa jenis makanan dapat menyebabkan alergi kulit atau diare pada hewan, dan Anda mungkin tidak tahu makanan apa saja yang tidak cocok untuk Eddie.
  3. Camilan berlebihan membuat pola makannya tidak seimbang.
    Bayangkan jika orang lain memberi anak Anda permen tanpa sepengetahuan Anda, lalu anak Anda menolak makan malam sehat yang Anda siapkan di rumah.
  4. Kelebihan berat badan berbahaya bagi kesehatan Eddie.
    Kucing yang gemuk lebih berisiko terkena diabetes, radang sendi, dan penyakit lain. Banyak kucing obesitas juga mengalami nyeri punggung sehingga sulit membersihkan bagian belakang tubuhnya, yang akhirnya menjadi kotor dan kusut.
    Kucing gemuk juga rentan terhadap gangguan saluran kemih, masalah pernapasan, bahkan kanker.
    Sayangnya, pada usia 8–12 tahun, kucing obesitas hampir tiga kali lebih mungkin meninggal lebih cepat dibandingkan kucing dengan berat badan normal.

Kucing biasanya mengeong dan menggesekkan tubuhnya ke kita untuk mencari perhatian dan kasih sayang—bukan karena lapar.

Saya sarankan Anda berterus terang kepada pemilik Eddie dan mengganti camilan dengan belaian, pelukan, atau waktu bermain. Anda juga bisa memberi tahu tetangga lain melalui grup WhatsApp atau media sosial agar mereka melakukan hal yang sama.


Tanya: Saya punya anjing dan kuda, dan saya penasaran tentang cara mereka berjalan. Saya perhatikan saat anjing saya berlari kecil (canter), mereka sering menggunakan langkah “silang”—artinya satu kaki depan dan kaki belakang yang berlawanan bergerak lebih dulu. Tapi pada kuda, kaki depan dan belakang yang sama yang memimpin. Apakah ada yang salah dengan anjing saya?

Jawab: Tidak, itu sama sekali normal.

Seperti kuda, anjing memiliki empat gaya berjalan utama: jalan (walk), trotting (lari kecil), canter (lari sedang), dan gallop (lari cepat).
Gaya trot paling efisien karena menempuh jarak terjauh dengan energi paling sedikit. Anjing juga bisa amble (transisi antara jalan dan trot) serta pace (kedua kaki di sisi yang sama bergerak bersamaan).

Gaya pace normal bagi beberapa ras kuda, tapi agak tidak efisien bagi anjing karena membuat tubuh mereka bergoyang ke samping, bukan maju.

Yang menarik, anjing memiliki dua jenis canter dan dua jenis gallop.

Biasanya, anjing menggunakan cross canter (canter silang), juga disebut rotary canter, di mana kaki depan kiri dan belakang kanan (atau sebaliknya) bergerak bergantian. Gaya ini membuat anjing lebih mudah berbelok tajam, misalnya saat mengejar kelinci atau tupai.

Sementara itu, transverse canter (canter sejajar)—di mana kaki depan dan belakang di sisi yang sama memimpin—lebih umum pada kuda, tapi jarang pada anjing.

Saat berlari cepat (gallop), anjing juga sering menggunakan langkah silang depan dan belakang yang berlawanan, sedangkan kuda menggunakan sisi yang sama.
Gaya ini membantu anjing bermanuver cepat di medan yang sempit.

Salah satu anjing saya dulu menggunakan gaya ini untuk mengusir hewan pengerat di halaman belakang—tapi untungnya, tidak ada yang benar-benar tertangkap.


Untuk Para Pembaca:
Kami ingin mendengar pendapat Anda!
Topik apa yang ingin Anda baca selanjutnya?
Kirimkan masukan dan ide Anda ke: [email protected].

Lee Pickett, VMD, adalah dokter hewan yang berpraktik dalam bidang pengobatan hewan pendamping di Carolina Utara.

Hubungi beliau melalui situs AskTheVet.pet.

Hak cipta © 2024 Lee Pickett, VMD.

Didistribusikan oleh Creators.com.

Kegiatan Praktisi Falun Gong di Australia Ungkap Rekam Jejak Pelanggaran Hak Asasi Manusia Zhao Leji, Dorong Pemerintah Bertindak

EtIndonesia. Zhao Leji, pejabat tingkat tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang sedang berkunjung ke Australia adalah “bukan sekadar tamu biasa, melainkan pelanggar HAM berat.”  Juru bicara Asosiasi Falun Dafa Australia, John Deller menyerukan pemerintah Australia agar tidak mengabaikan isu hak asasi manusia ketika bertemu pejabat PKT, serta menuntut pertanggungjawaban atas penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong.

“Menyambut pejabat asing bukan hal luar biasa, tapi Australia seharusnya tidak sembarangan menyambut seorang pejabat rezim komunis yang melakukan penganiayaan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap rakyatnya,” kata  Deller, saat menggelar aksi damai di depan Parlemen Canberra, Senin (24/11/2025).

Zhao Leji, anggota Komite Tetap Politbiro dan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional PKT, melakukan kunjungan empat hari ke Australia pada 22–25 November. Dalam karier politiknya, Zhao dikenal sebagai pengikut setia Jiang Zemin, mantan pemimpin PKT, yang aktif menindas Falun Gong. 

Saat pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, berkunjung ke Canberra, sekelompok praktisi Falun Gong Australia menggelar aksi damai di depan Gedung Parlemen pada siang hari, 24 November 2025. Foto memperlihatkan juru bicara Asosiasi Falun Dafa Australia, John Deller, saat menyampaikan pernyataan dalam aksi tersebut. (Wen Qingyang/Epoch Times)

Organisasi Internasional World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong  (WOIPFG ) atau “Organisasi Global untuk Menyelidiki Penganiayaan Falun Gong” pernah menempatkannya sebagai salah satu pejabat PKT yang ditindaklanjuti untuk penganiayaan terhadap Falun Gong. Pada 11 Agustus 2020, organisasi ini merilis laporan resmi terkait Zhao.

Deller menjelaskan, selama menjabat Gubernur dan Sekretaris Partai Provinsi Qinghai pada awal 2000-an, serta Sekretaris Partai Provinsi Shaanxi 2007–2012, Zhao memimpin dan mengawasi penganiayaan, penyiksaan, bahkan pembunuhan praktisi Falun Gong. 

“Di setiap provinsi yang dipimpinnya, ada kasus praktisi Falun Gong yang meninggal karena penganiayaan,” tegas Deller.

Dr. Lucy Zhao, Presiden Asosiasi Falun Dafa Australia, dalam wawancara dengan NTD di lokasi aksi, menyebut Zhao Leji sebagai salah satu “otak” penganiayaan Falun Gong. Ia menambahkan, saat memimpin Qinghai, Zhao terlibat dalam tindakan mengerikan, termasuk dugaan pengambilan organ dari praktisi yang masih hidup.

Bertepatan dengan kunjungan pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, ke Canberra, sejumlah praktisi Falun Gong Australia menggelar aksi damai di depan Gedung Parlemen pada tengah hari 24 November 2025. Presiden Asosiasi Falun Dafa Australia, Dr. Lucy Zhao, memberikan wawancara kepada NTD di lokasi. (Zhou Dong/NTD)

Dr. Zhao menegaskan, pemerintah Australia harus menyoroti isu hak asasi manusia dalam pertemuan dengan Zhao dan rombongannya, tidak hanya fokus pada perdagangan. 

“Penganiayaan terhadap Falun Gong telah berlangsung 26 tahun dan masih berlanjut. Banyak warga Australia memiliki kerabat di Tiongkok yang ditahan atau dianiaya karena keyakinan mereka. Kami berharap pemerintah Australia tidak menomorduakan HAM demi perdagangan,” ujarnya. Ia menegaskan, “Kami menuntut pemerintah Australia mewakili rakyat dan keluarga di sini untuk menuntut Tiongkok menghentikan penganiayaan dan membebaskan semua praktisi Falun Gong yang ditahan.”

Menjelang kunjungan Zhao, Falun Dafa Australia telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong, meminta pemerintah mendesak otoritas Tiongkok menghentikan penganiayaan Falun Gong. 

Surat itu menyoroti catatan penganiayaan yang luas sejak 1999, termasuk penahanan sewenang-wenang, cuci otak paksa, penyiksaan, hingga kematian selama ditahan, yang telah dicatat oleh Amnesty International, Human Rights Watch, US Commission on International Religious Freedom, dan Kementerian Dalam Negeri Inggris.

Pengalaman Praktisi Falun Gong

Dalam aksi itu, sejumlah praktisi membagikan pengalaman pahit mereka dan keluarga yang menjadi korban penganiayaan PKT, meminta dukungan internasional untuk menghentikan kekerasan terhadap warga yang berkeyakinan.

Saat pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, berkunjung ke Canberra, sekelompok praktisi Falun Gong Australia mengadakan aksi damai di depan Gedung Parlemen pada siang hari, 24 November 2025. Dalam kesempatan itu, praktisi Falun Gong Emma Lu (kanan) menceritakan pengalaman pilu tentang penganiayaan yang dialami dirinya dan keluarganya oleh rezim Tiongkok. (Wen Qingyang/Epoch Times)

Emma Lu menceritakan, ia dan keluarganya mulai berlatih Falun Gong sejak 1996. Setelah penganiayaan dimulai pada 20 Juli 1999, keluarganya langsung menjadi target. Emma sendiri diculik, dipukuli, dikurung selama tiga tahun, dan mengalami penyiksaan fisik dan psikologis berat. Orang tuanya juga mengalami penahanan berulang, kerja paksa, dan tekanan yang berujung pada kematian akibat kesehatan memburuk.

Praktisi lain, Wang Zhishan, sejak 1999 mengalami tujuh kali penangkapan ilegal, dua kali penahanan kriminal, satu kali cuci otak, dan satu kali hukuman penjara dua tahun, total hampir tiga tahun. Ia menyebut pengalaman di penjara penuh kekerasan fisik dan psikologis yang membuatnya trauma, dan menegaskan penganiayaan serupa masih terjadi pada praktisi di Tiongkok.

Saat pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, berkunjung ke Canberra, sekelompok praktisi Falun Gong Australia menggelar aksi damai di depan Gedung Parlemen pada siang hari, 24 November 2025. Terlihat dalam foto, praktisi Falun Gong Wang Zhishan (kiri) menyampaikan pernyataannya dalam aksi tersebut. (Wen Qingyang/Epoch Times)

Li Kun menceritakan, ia ditahan selama 14 tahun karena keyakinannya. Selama di penjara Guangdong, ia disiksa dengan berbagai cara: pengawasan ketat, dipaksa jongkok lama, disiram air es, dibakar rokok, disiksa dengan air, obat-obatan paksa, hingga tekanan ekstrem pada tubuh. “Penjara terus berusaha membuat hidup kami sengsara,” kenangnya. 

Li Kun melarikan diri ke Australia pada 2019. Ia menekankan, kisahnya hanyalah sebagian kecil dari pengalaman jutaan praktisi Falun Gong yang masih menderita.

Saat pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, berkunjung ke Canberra, sekelompok praktisi Falun Gong Australia menggelar aksi damai di depan Gedung Parlemen pada siang hari, 24 November 2025. Dalam foto terlihat praktisi Falun Gong Li Kun (kiri) tengah menyampaikan pernyataannya dalam aksi tersebut. (Wen Qingyang/Epoch Times)

Gangguan Kelompok Pro-PKT

Saat kedatangan Zhao, sejumlah kelompok pro-PKT yang dipimpin Kedutaan Besar Tiongkok muncul di jalan menuju Parlemen. Meski demikian, praktisi Falun Gong tetap menggelar aksi damai dengan spanduk dan yel-yel, menuntut pengakhiran penganiayaan.

John Deller mengatakan, kelompok pro-PKT ini sebagian besar dikontrol oleh Departemen United Front Tiongkok dan kerap mencoba menutupi spanduk Falun Gong serta mendorong pengunjuk rasa, termasuk lansia.

Pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, tiba di Canberra pada tengah hari 24 November 2025. Foto memperlihatkan kelompok pro-Beijing mencoba menutupi spanduk informasi Falun Gong. (Disediakan oleh saksi mata di lokasi)

Ketua Asosiasi Falun Dafa Australia, Dr. Zhao, mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak pemerintah Australia untuk menyelidiki kelompok-kelompok yang diduga berada di bawah kendali Partai Komunis Tiongkok (PKT). Ia meminta agar penyelidikan dilakukan berdasarkan Foreign Influence Transparency Scheme Act guna menjaga nilai-nilai demokrasi dan kebebasan di Australia.

“Kelompok-kelompok ini menyerang pihak yang berbeda pendapat di Australia karena dipengaruhi dan diarahkan oleh PKT. Secara faktual, mereka adalah agen asing,” tegas Dr. Zhao.

Pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, tiba di Canberra pada tengah hari 24 November 2025. Foto menunjukkan kelompok pro-Beijing berupaya menutupi spanduk informasi Falun Gong. (Foto dari saksi mata di lokasi)

 “Kami berharap pemerintah Australia memberi perhatian serius, serta menindaklanjuti aktivitas individu dan kelompok pro-Beijing yang merusak nilai-nilai inti Australia.”

Sejumlah rekaman video dari saksi mata menunjukkan kelompok pro-PKT melakukan penghinaan verbal dan aksi kekerasan terhadap praktisi Falun Gong di beberapa lokasi. Menurut Dr. Zhao, insiden seperti penggunaan bendera atau perlengkapan untuk menutupi spanduk Falun Gong, hingga perebutan dan dorong-mendorong, kerap berulang setiap kali pejabat tinggi PKT berkunjung ke Australia.

Ia menambahkan, ketakutan pejabat PKT untuk berhadapan dengan praktisi Falun Gong dan aksi mereka menghindari permohonan damai para praktisi justru membuktikan bahwa mereka sadar tindakan penganiayaan terhadap Falun Gong bertentangan dengan nilai moral, melanggar hukum, dan menyalahi hati nurani.

“Itulah sebabnya mereka tidak berani melihat spanduk para praktisi, tidak berani mendengar suara kami, dan berusaha menutupi seruan para praktisi dengan segala cara,” ujar Dr. Zhao.

Dr. Zhao juga membenarkan bahwa terjadi beberapa serangan dari kelompok pro-PKT terhadap praktisi Falun Gong di lokasi kegiatan. Dua insiden kekerasan telah secara resmi dilaporkan kepada kepolisian Australia. (***)

Artikel ini terbit di Epoch Times Australia

15 Negara Serukan Akhiri Pelanggaran HAM Berat di Tiongkok

Uighur, Kristen, Tibet, dan praktisi Falun Gong mengalami ‘penindasan yang ditargetkan,’ demikian disebutkan dalam pernyataan bersama

EtIndonesia.  Amerika Serikat bersama 14 negara lainnya mengeluarkan pernyataan bersama yang menuntut pembebasan segera semua individu yang ditahan secara tidak adil oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) karena menjalankan kebebasan dasar mereka.

Pernyataan tersebut menyoroti praktik penahanan sewenang-wenang, kerja paksa, pengawasan massal, serta pembatasan ekspresi keagamaan dan budaya oleh PKT yang disebut sebagai pelanggaran serius.

“Kami sangat prihatin dengan pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung di Tiongkok,” bunyi pernyataan yang dirilis United States Mission to the United Nations atau kantor diplomatik AS di PBB pada 21 November 2025.

Kelompok minoritas etnis dan agama — termasuk Uyghur, Muslim lainnya, Kristen, Tibet, dan praktisi Falun Gong — disebut menghadapi penindasan yang ditargetkan, termasuk pemisahan anak-anak dari keluarga melalui sekolah asrama, penyiksaan, dan perusakan warisan budaya.

Negara-negara tersebut juga mengungkapkan kekhawatiran atas “pengikisan kebebasan sipil dan supremasi hukum yang terus berlangsung di Hong Kong,” serta penerbitan surat perintah penangkapan dan imbalan bagi individu di luar perbatasan Hong Kong karena mengekspresikan pendapat.

Jin Mingri, gembala utama Gereja Zion, berpose di Beijing pada 12 September 2018. Ia ditahan di rumahnya di Beihai, sebuah kota di Provinsi Guangxi, Tiongkok bagian tenggara, pada 10 Oktober 2025. Fred Dufour/AFP via Getty Images

Selain itu, penekanan terhadap jurnalis, pembela hak asasi, dan pengacara, baik di dalam maupun di luar Tiongkok, dinilai semakin menciptakan iklim ketakutan yang bertujuan membungkam kritik.

“Kami menyerukan Republik Rakyat Tiongkok untuk membebaskan semua yang ditahan secara tidak adil hanya karena menjalankan hak asasi manusia dan kebebasan fundamental mereka, yang merupakan fondasi pemerintahan sah dan kredibilitas global, serta sepenuhnya mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional,” bunyi pernyataan itu.

Selain Amerika Serikat, negara-negara penandatangan lainnya adalah Albania, Australia, Ceko, Estonia, Israel, Jepang, Latvia, Lituania, Makedonia Utara, Palau, Paraguay, San Marino, Ukraina, dan Inggris. Mereka mendorong anggota PBB menekan PKT untuk mengatasi pelanggaran HAM dan “meningkatkan akuntabilitas yang nyata.”

Pernyataan ini muncul kurang dari seminggu setelah 18 pendeta dan pemimpin Gereja Zion, salah satu gereja Kristen bawah tanah terbesar di Tiongkok, ditangkap oleh aparat. Termasuk di antaranya Ezra Jin, pendiri gereja tersebut, yang ditahan awal Oktober dalam operasi penekanan yang melibatkan beberapa kota. Anak perempuannya yang tinggal di Amerika Serikat meminta pemerintah Trump untuk menekan Beijing agar melakukan pembebasan.

Di Tiongkok, hanya gereja  terdaftar di bawah organisasi yang dikontrol negara yang diizinkan beroperasi. Pemimpin dan jemaat di luar organisasi resmi menghadapi pengawasan ketat, pelecehan, penahanan, dan sanksi lainnya. Berdasarkan laporan U.S. Commission on International Religious Freedom, pemerintah Tiongkok mewajibkan rohaniwan mengajarkan ideologi PKT, memerintahkan pencopotan salib, dan menyesuaikan ajaran agama agar sejalan dengan pandangan PKT.

Para praktisi Falun Dafa mengikuti sebuah pawai yang menyerukan diakhirinya 26 tahun penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok terhadap latihan spiritual tersebut di Tiongkok, berlangsung di Washington pada 17 Juli 2025. (Foto: Madalina Kilroy/The Epoch Times)

Seruan 15 negara ini juga menyoroti kampanye nasional PKT terhadap Falun Gong, sebuah praktik spiritual berbasis prinsip Sejati-Baik-Sabar. Di Jinan, hampir 40 praktisi Falun Gong ditangkap pada akhir September, dan per 21 November, setidaknya 16 masih ditahan, menurut Minghui.org, situs yang mendokumentasikan penganiayaan terhadap Falun Gong.

PKT memulai penganiayaan brutal terhadap Falun Gong pada 1999, setelah praktik ini menyebar cepat sejak diperkenalkan pada publik Tiongkok pada 1992 dan diperkirakan memiliki 70–100 juta pengikut. Sejak itu, banyak yang mengalami penahanan, kerja paksa, penyiksaan, hingga kematian akibat pengambilan organ paksa karena menolak meninggalkan keyakinannya.

Di Hong Kong, Beijing terus membungkam kritik dan membatasi kebebasan dasar melalui undang-undang keamanan nasional yang diterapkan lima tahun lalu. Pada 3 November, Pengadilan Tinggi Hong Kong menolak permohonan seorang aktivis pro-demokrasi untuk membatalkan dakwaan terhadapnya. Chow Hang-tung, pendiri kelompok yang dulu mengorganisir peringatan tahunan korban tragedi Lapangan Tiananmen 1989, dituduh melakukan subversi di bawah undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan Beijing.

Wakil Ketua Aliansi Hong Kong untuk Mendukung Gerakan Demokratis Patriotik Tiongkok, Chow Hang-tung, berpose dengan lilin menjelang peringatan ke-32 pembantaian demonstran pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen Beijing pada 1989, di Hong Kong pada 3 Juni 2021. Lam Yik/Reuters

Undang-undang ini, yang dirancang dengan bahasa kabur, mengkriminalisasi percakapan atau tindakan yang dianggap separatis, subversif, teroris, atau bekerja sama dengan kekuatan asing melawan rezim komunis, dengan hukuman hingga penjara seumur hidup. Per Maret 2025, setidaknya 320 orang telah ditangkap atas dugaan pelanggaran undang-undang ini, menurut laporan tahunan Departemen Luar Negeri AS tentang iklim investasi di kota tersebut. (***)

Bom Bundir Serang Markas Pasukan Paramiliter Pakistan, 3 Tewas dan 5 Luka

EtIndonesia. Tiga pelaku bom bundir pada (24/11/2025) dini hari menyerang markas pasukan paramiliter Pakistan. Insiden tersebut menyebabkan tiga anggota tewas dan setidaknya lima orang lainnya terluka. Polisi Pakistan mengatakan para penyerang menerobos masuk ke markas pasukan penjaga perbatasan yang terletak di Peshawar.

Seorang pejabat tinggi yang tidak bersedia disebutkan namanya (karena tidak berwenang berbicara kepada media) mengatakan kepada Reuters:  “Pelaku bom bunuh diri pertama menembakkan senjatanya di gerbang markas, dan dua orang lainnya kemudian masuk ke dalam markas.” Ketiganya kemudian meledakkan diri.

Ia menambahkan:  “Petugas penegak hukum, termasuk militer dan polisi, telah menutup wilayah tersebut dan menangani situasi dengan hati-hati, karena kami mencurigai masih ada teroris lain di dalam markas.”

Wakil komandan Javed Iqbal menyatakan bahwa tiga personel paramiliter telah meninggal dunia.

Seorang juru bicara Lady Reading Hospital mengatakan bahwa lima orang yang terluka, termasuk dua anggota paramiliter, telah dibawa ke rumah sakit tersebut untuk mendapatkan perawatan.

Saat ini belum ada kelompok bersenjata yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Dalam beberapa minggu terakhir, kelompok militan  yang aktif di wilayah tersebut meningkatkan serangan mereka, setelah pecahnya bentrokan mematikan antara Pakistan dan Afghanistan di perbatasan sebulan lalu. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Selamat dari Bahaya Maut! Travel Blogger Low-Budget Ceritakan Pengalaman Diracun di Sebuah Kota Kecil di Fujian, Tiongkok 

EtIndonesia. Seiring gencarnya pada warganet daratan Tiongkok yang menuntut keadilan dalam kasus hilangnya anak muda serta isu terkait perdagangan organ dan “anti-penuaan”, sebuah video travel blogger asal Tiongkok menjadi viral setelah dibagikan di platform X. Dalam beberapa video, blogger tersebut menceritakan pengalaman menyeramkan ketika ia diracun saat bepergian. Ia memperingatkan para travel blogger lain agar tidak tertipu.

Pemilik kanal “Perjalanan Wang Ankang” adalah seorang YouTuber yang mengendarai motor tiga roda yang dimodifikasi menjadi rumah kecil. Sejak tahun lalu, ia telah mengunjungi lebih dari 10 provinsi dan mendokumentasikan perjalanan hematnya. Namun ketika ia sedang fokus membangun kanal tersebut, seseorang mulai mengincarnya. Di sebuah kota kecil terpencil di Kota Nanping, Provinsi Fujian, ia mengalami kejadian diracun dan berhasil lolos dari maut.

Menurut ceritanya, kejadian itu terjadi pada suatu pagi di Januari 2025. Ia tiba di sebuah kota kecil di Fujian dan setelah tidur siang, ia bermain game di ponselnya. Tiba-tiba, seorang pria dengan motor listrik mendekatinya. Awalnya ia tidak ingin menanggapi, tetapi pria tersebut menarik minatnya dengan membahas perjalanan, video, dan hal-hal lain. Setelah berkali-kali diajak, akhirnya ia mengikuti pria itu ke sebuah “penginapan”.

Pria tersebut menyebut dirinya “San Ge” (Kakak San). Ia meminta Wang memarkir motor rumahnya di hutan kecil belakang penginapan, lalu mengajaknya naik ke lantai atas melalui pintu belakang untuk minum teh. Mereka minum teh sepanjang sore, kemudian diajak menginap beberapa hari. Malamnya, pria itu memasak sepiring paru babi dan membuka sebotol minuman keras. Mereka minum hingga pukul 10 malam.

Wang mengatakan ia hanya minum sedikit, tetapi langsung merasakan detak jantungnya meningkat dan kepalanya mulai pusing. Ia kembali ke motor rumahnya untuk tidur, tetapi sekitar tengah malam, pria itu mengirim pesan mengatakan ada hal penting yang ingin dibicarakan. Ia kembali diajak masuk untuk minum. Namun kali ini Wang menolak minum karena merasa ada yang aneh.

Dalam periode itu, pria tersebut melakukan dua panggilan video—satu dengan pria botak, satu lagi dengan seorang pemuda. Karena mereka berbicara dengan bahasa Hakka, Wang tidak mengerti. Yang membuatnya curiga, setiap panggilan video itu diarahkan ke dirinya dan ia diminta menyapa.

Pria itu kemudian mendorong Wang untuk mandi di kamar tertentu dan memberinya kartu kamar, mengatakan bahwa kamar itu lebih tenang dan ia bisa tidur di sana. Namun Wang merasa tidak enak dan menolak, lalu kembali ke motor rumahnya. Ia berkata, “Kalau malam itu aku tidur di kamar itu, akibatnya mungkin sangat buruk.”

Malam itu ia melakukan Livestreaming selama beberapa menit, tetapi tubuhnya mulai terasa tidak beres, seakan-akan akan pingsan. Dalam kondisi masih sadar, ia memutuskan berkendara pergi menembus kabut tebal pada tengah malam, meninggalkan penginapan “Longmen Inn” tersebut.

Setelah keluar, ia memanggil ambulans, tetapi membatalkannya karena takut tidak mampu membayar biaya. Ia kemudian mencari rumah sakit kecil di kota tersebut dan juga melapor ke polisi. Namun dokter hanya mengukur tekanan darah dan denyut nadi—tidak melakukan tes darah atau urine. Polisi juga tidak membuka penyelidikan dan tidak mencari pria tersebut. “Orang-orang di tempat itu terasa aneh,” kata Wang. Ia akhirnya pergi meninggalkan kota itu.

Keesokan harinya, ia bertanya langsung kepada “San Ge” tentang obat apa yang telah diberikan. Pria itu hanya menjawab: “Paru babi yang kemarin makin enak rasanya.” Wang kemudian beristirahat di sebuah desa kecil lebih dari 20 hari sebelum kesehatannya pulih.

Ia mengatakan bahwa meskipun berada di ambang kematian, ia tetap berusaha merekam video. “Saya bahkan tidak tahu pada siapa saya harus meninggalkan pesan terakhir. Rasanya benar-benar seperti saya akan mati.”

Setelah pulih, ia melanjutkan perjalanan hematnya. Namun di Guangxi ia kembali hampir terjebak dalam skenario yang sama: seseorang menawarinya barbeque, tetapi dua pria lain muncul dan ketika ia ingin pergi, ia ditahan. Ia berhasil lolos berkat golok yang ia bawa dan postur tubuhnya yang besar. Ia khawatir jika tidak, ia mungkin telah dibawa ke kawasan penipuan siber di Kamboja.

Ia mengatakan dirinya yang bertubuh besar saja sudah dua kali mengalami kejadian seperti itu. Ia khawatir bahwa dengan memburuknya ekonomi Tiongkok, semakin banyak orang yang nekat karena menganggur dan putus asa. “Mereka bermain dengan cara licik—entah meracunimu atau menipumu lalu membawamu pergi.”

Dalam perjalanannya, ia menyadari bahwa ada jaringan perdagangan manusia yang bekerja dengan cara menipu orang dan membawa mereka ke pusat penipuan di Myanmar atau Kamboja. 

Dalam sebuah video YouTube yang diunggah pada Juli, ia mengatakan, “Sekarang, pusat kegiatan dari Myanmar sudah berpindah ke Kamboja. Jalur yang digunakan adalah dari Guangxi, lewat jalur air di Fangchenggang.”

Pengalaman Wang bukanlah kasus tunggal. Bertahun-tahun lalu, “Raja Petualangan Tibet” Wang Xiangjun pernah memperingatkan para pejalan kaki dan wisatawan yang bepergian sendirian ke Tibet. Ia menemukan banyak KTP milik gadis muda yang hangus terbakar separuh. Ia juga memperingatkan agar tidak sembarangan pergi ke Motuo (di Prefektur Linzhi, Tibet), karena banyak penginapan gelap yang meracuni pengunjung—banyak di antaranya “pergi dan tidak pernah kembali”.

Wang Xiangjun telah merekam banyak video tentang gletser. Ia meninggal secara misterius pada 2020 dan penyebab kematiannya penuh tanda tanya.

Sumber : NTDTV.com

Laporan oleh Jin Hong / Lin Qing

Intelijen Ukraina Ungkap Isi Drone Shahed-107 Rusia

EtIndonesia. Para pakar dari Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR) telah mengungkap struktur, komponen, dan basis elemen drone Shahed-107 Iran, yang digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Drone baru ini pertama kali diperkenalkan ke publik oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran pada bulan Juni tahun ini di tengah eskalasi konflik Iran-Israel.

Shahed-107 adalah kendaraan udara nirawak bersayap tinggi dengan lebar sayap 3 meter dan ekor berbentuk X yang berfungsi sebagai stabilisasi. Bodinya terbuat dari serat karbon, dan elemen strukturalnya terbuat dari aluminium.

Desain Drone

Model yang diteliti dilengkapi dengan hulu ledak fragmentasi kumulatif seberat 15 kg, yang memiliki karakteristik serupa dengan hulu ledak Shahed Iran lainnya. Mesin penggeraknya adalah mesin bensin dua langkah DLE 111 buatan Tiongkok.

Mesin berkapasitas kecil serupa telah berulang kali ditemukan dalam desain drone Rusia Gerbera, BM-35, Parodia, dan Delta.

Dengan kapasitas tangki bahan bakar 28 liter, Shahed-107 memiliki jangkauan sekitar 300 km.

Sistem navigasinya didasarkan pada sistem navigasi inersia, mirip dengan Sadra, yang menyediakan blok pelindung terhadap interferensi, dan dilengkapi antena empat elemen tahan derau. Pengendali penerbangan menjalankan kendali penerbangan.

HUR telah mengungkap desain drone Shahed-107 yang digunakan Rusia untuk menyerang Ukraina.

Komponen untuk pembuatan drone.

Geografi basis komponen elektronik drone ini merupakan ciri khas pengembangan Iran dan Rusia: AS, Swiss, Tiongkok, Jepang, Taiwan, Belanda, dan Irlandia.

“Kemunculan Shahed-107 di Rusia dan penggunaannya terhadap Ukraina merupakan bukti lebih lanjut dari kerja sama yang semakin erat antara Teheran dan Moskow. Senjata-senjata Iran terus menjalani uji coba tempur di tanah Ukraina,” tambah HUR.

Sebelumnya, HUR melaporkan 68 komponen baru yang ditemukan dalam rudal dan drone Rusia yang digunakan Rusia untuk menyerang fasilitas energi Ukraina.

Turbojet Shahed Rusia mengandung komponen dari AS, Tiongkok, Swiss, dan negara-negara lain.(yn)

Malaysia Ikuti Jejak Australia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial

EtIndonesia— Pemerintah Malaysia berencana melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun membuat akun media sosial mulai tahun 2026. Kebijakan ini mengikuti langkah Australia dan beberapa negara lain yang menetapkan aturan serupa untuk melindungi anak-anak dari risiko di dunia maya.

Menteri Komunikasi Malaysia, Fahmi Fadzil, mengatakan pemerintah berharap seluruh platform media sosial akan menerapkan sistem verifikasi identitas. Sistem ini mewajibkan pengguna untuk membuktikan usia melalui dokumen resmi, seperti paspor atau MyDigitalID.

“Negara lain memiliki pendekatan masing-masing, dan kami akan meninjau cara terbaik agar anak-anak di bawah 16 tahun tidak dapat menggunakan media sosial,” ujar Fahmi usai menutup seminar tentang penipuan online, pada 23 November 2025.

Wakil Menteri Komunikasi, Teo Nie Ching, menambahkan bahwa pemerintah berharap platform akan memperkenalkan sistem verifikasi elektronik (Know Your Customer) saat pembuatan akun agar anak-anak tidak dapat melewati batasan usia. Diskusi lebih lanjut dengan pihak industri juga direncanakan untuk menentukan jadwal implementasi.

Australia: Pelopor Regulasi Dunia

Australia menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Aturan ini mulai berlaku pada 10 Desember, setelah disahkan pada November 2024.

Larangan ini menetapkan bahwa remaja tidak boleh membuat akun media sosial sebelum berusia 16 tahun, naik tiga tahun dari batas usia sebelumnya, yaitu 13 tahun. Platform seperti TikTok, Facebook, Snapchat, Reddit, X, dan Instagram bisa dikenai denda hingga AU$50 juta (sekitar USD 32,3 juta) jika gagal mencegah anak-anak di bawah usia tersebut membuat akun.

Meski bertujuan melindungi anak, regulasi ini menuai kontroversi. Kelompok hak digital mengkhawatirkan masalah privasi, perlindungan data, dan proporsionalitas aturan verifikasi usia.

Denmark dan Negara Lain Mengikuti

Awal bulan ini, Denmark mengumumkan rencana melarang akses media sosial bagi anak di bawah 15 tahun. Pemerintah Denmark menekankan pentingnya memberi anak waktu untuk bermain, belajar, dan berkembang sebelum aktif di media sosial. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menilai penggunaan media sosial dan telepon genggam terlalu banyak “mencuri masa kecil anak-anak.”

Norwegia juga mengusulkan batas usia minimal 15 tahun, sementara di Eropa, Prancis, Spanyol, dan Yunani mendorong penerapan usia mayoritas digital. Madrid bahkan menyarankan batas usia 16 tahun.

Di Amerika Serikat, beberapa negara bagian juga mencoba membatasi akses anak ke media sosial. Utah mewajibkan izin orang tua, verifikasi usia, melarang iklan tertarget untuk anak di bawah umur, dan memberlakukan jam malam penggunaan media sosial tanpa persetujuan orang tua. Florida melarang anak di bawah 14 tahun memiliki akun, serta mewajibkan izin orang tua bagi usia 14–15 tahun, meski implementasinya terhambat karena sengketa hukum.

Langkah Malaysia ini menunjukkan tren global untuk melindungi anak-anak dari risiko digital, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kesehatan mental dan keselamatan anak di dunia maya. (***)

Sumber : Theepochtimes.com

AS Resmi Tetapkan Kartel de Los Soles Venezuela sebagai Organisasi Teroris Asing

EtIndonesia. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, secara resmi menetapkan Kartel de Los Soles dari Venezuela sebagai organisasi teroris asing, meningkatkan tekanan yang sudah berlangsung terhadap negara Amerika Selatan tersebut. Rubio mengajukan penetapan ini pada 16 November, dan Federal Register mempublikasikan pemberitahuan resminya pada 24 November 2025.

Kartel de Los Soles—yang namanya diambil dari lambang matahari pada epaulet jenderal militer Venezuela—adalah kelompok kriminal yang menurut AS tertanam dalam rezim Venezuela, termasuk Presiden Nicolás Maduro. Penetapan ini dilakukan di tengah konsentrasi pasukan AS di Laut Karibia sejak Agustus dan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal narkoba di perairan Amerika Latin sejak September.

Pemerintahan AS menuding Maduro memimpin jaringan perdagangan narkoba skala luas, tuduhan yang dibantah keras oleh Presiden Venezuela. Rubio kembali menegaskan tuduhan ini dalam pernyataannya pada 16 November, saat mengumumkan rencana pelabelan Kartel de Los Soles sebagai organisasi teroris asing.

“Berasal dari Venezuela, Kartel de Los Soles dipimpin oleh Nicolás Maduro dan sejumlah pejabat tinggi rezim Maduro yang telah merusak militer, intelijen, legislatif, dan yudikatif Venezuela,” ujar Rubio.

 “Maduro maupun kroninya tidak mewakili pemerintahan sah Venezuela. Kartel de Los Soles, bersama organisasi teroris asing lain seperti Tren de Aragua dan Kartel Sinaloa, bertanggung jawab atas kekerasan teroris di seluruh belahan benua kami serta penyelundupan narkoba ke AS dan Eropa.”

Apa Itu Kartel de Los Soles?

Kartel de Los Soles menjadi kelompok kriminal berbasis Amerika Latin ke-14 yang ditetapkan AS sebagai organisasi teroris asing sejak awal masa jabatan kedua Presiden Trump.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri Venezuela, Yván Gil Pinto, menolak keras, menyebutnya sebagai “pencemaran nama baik yang baru dan konyol” karena Kartel de Los Soles dianggap tidak ada.

Label “Kartel de Los Soles” muncul di masyarakat Venezuela pada awal 1990-an untuk menggambarkan korupsi di pemerintahan, khususnya terkait praktik suap di unit militer perbatasan yang memungkinkan aliran kokain dari Kolombia. Kekhawatiran akan korupsi berlanjut di era Presiden Hugo Chávez dan Maduro, sehingga istilah ini meluas merujuk pada banyak pejabat pemerintah Venezuela.

Kasus terkenal terjadi pada November 2015, ketika Departemen Kehakiman AS menangkap Efraín Antonio Campo Flores dan Franqui Francisco Flores de Freitas, yang kemudian diidentifikasi sebagai keponakan Ibu Negara Venezuela, Cilia Flores, atas tuduhan konspirasi impor sekitar satu ton kokain ke AS.

Pada Maret 2020, Departemen Kehakiman AS menuntut Maduro beserta 14 pejabat militer dan pemerintah Venezuela lainnya, serta menawarkan hadiah USD 15 juta bagi informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro. Hadiah ini kemudian dinaikkan menjadi USD 25 juta dan akhirnya USD 50 juta pada Agustus.

Implikasi Penetapan Teroris

Penetapan Kartel de Los Soles sebagai organisasi teroris asing membuka opsi lebih luas bagi pemerintah AS untuk menjatuhkan sanksi dan membekukan aset pejabat Venezuela. Langkah ini juga bisa menjadi sinyal kemungkinan konfrontasi militer yang lebih langsung antara AS dan Venezuela.

Selama dua dekade terakhir, AS telah menerapkan berbagai sanksi terhadap pejabat dan entitas Venezuela, termasuk Maduro, keluarganya, dan pejabat tinggi lainnya seperti Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López. 

Pada Juli lalu, Departemen Keuangan AS menetapkan Kartel de Los Soles sebagai Entitas Teroris Global yang Ditunjuk Khusus, memperluas tekanan ekonomi dan meningkatkan tanggung jawab sipil dan pidana bagi pihak yang tetap melakukan transaksi dengan kartel ini.

Menurut Menhan AS Pete Hegseth, penetapan teroris ini memberikan “banyak opsi baru” bagi pemerintah AS untuk menindak perdagangan narkoba di kawasan, memastikan bahwa “belahan benua kami tidak akan dikendalikan oleh narco-teroris atau kartel, maupun rezim ilegal yang mencoba memaksakan pengaruh kepada rakyat Amerika.”

4 Kisah Pendek Inspiratif

Kisah 1: Mengerti Memberi, Baru Bisa Mendapatkan Balasan

Ada seorang pria yang berjalan di padang pasir selama dua hari. Di tengah perjalanan dia terkena badai pasir. Setelah badai lewat, dia kehilangan orientasi dan hampir tidak bisa bertahan. Tepat ketika harapannya hampir habis, dia menemukan sebuah gubuk tua.

Dia menyeret tubuhnya masuk. Di dalam gubuk gelap dan penuh kayu-kayu lapuk. Saat dia hampir putus asa, dia melihat pompa air tua di sudut ruangan.

Dia segera mencoba memompa, namun tidak setetes pun air keluar. Dia hampir menyerah, sampai dia melihat sebuah botol berpenutup gabus di samping pompa, dengan secarik kertas lusuh bertuliskan:

“Kamu harus menuangkan air ini ke pompa untuk memancing air keluar. Jangan lupa isi ulang botol ini sebelum kamu pergi.”

Dia membuka botol itu—benar, botol itu penuh air.

Saat itu hatinya berkecamuk: Jika minum airnya, dia bisa bertahan hidup.

Jika dia menuangkan ke pompa, dan pompa tidak berhasil, dia akan mati kehausan.

Pada akhirnya—dengan tangan bergetar— dia memilih percaya. Dia menuangkan seluruh air ke dalam pompa dan mulai memompa…

Tiba-tiba, air mengalir deras!

Dia minum sepuasnya, menyegarkan diri, lalu mengisi ulang botol tersebut. 

Di bawah tulisan lama, ia menambahkan kalimat baru: “Percayalah, ini benar-benar berhasil. Dalam hidup, sebelum mendapat, kamu harus berani memberi dulu.”

Kisah 2: Tidak Semua Hal Seperti yang Terlihat

Dua malaikat pengelana singgah di rumah seorang yang kaya raya. Tuan rumah memperlakukan mereka dengan buruk, tidak memberi mereka kamar tamu, bahkan hanya mengizinkan mereka tidur di ruang bawah tanah yang dingin.

Saat menata tempat tidur, malaikat tua melihat lubang di dinding dan menambalnya. 

Malaikat muda heran: “Kenapa kamu membantu orang semacam ini?”

Malaikat tua hanya berkata: “Tidak semua hal seperti yang terlihat.”

Keesokan malam, mereka bermalam di rumah pasangan petani miskin. Mereka disambut dengan hangat dan diberikan makanan terbaik yang mereka punya. Bahkan tempat tidur satu-satunya pun diberikan kepada para malaikat.

Namun esok harinya, petani itu menangis—sapi kesayangan, satu-satunya sumber penghasilan mereka, mati.

Malaikat muda marah: “Bagaimana bisa? Yang kaya dan serakah kamu bantu, yang miskin dan baik hati malah kehilangan segalanya!”

Malaikat tua menjawab: “Tidak semua hal seperti yang terlihat. Saat kita tidur di rumah orang kaya itu, aku melihat banyak emas tersimpan di balik dinding. Karena dia begitu serakah, aku menutup lubang itu agar dia tidak menemukannya. Dan tadi malam, malaikat kematian datang untuk mengambil istri petani itu. Aku menggantikannya dengan sapi mereka.”

Kisah ini mengajarkan:

Jangan terburu-buru menilai hidup dari apa yang tampak di permukaan. Kadang ‘kesialan’ adalah bentuk perlindungan.  Kadang ‘kehilangan’ adalah cara Tuhan menyelamatkan.

Kisah 3: Hati yang Mau Mengasihi

Ini kisah nyata di Inggris.

Seorang kakek yang hidup sendirian dan sakit-sakitan memutuskan menjual rumahnya untuk pindah ke panti jompo. Rumah itu indah, sehingga banyak pembeli datang. Harga dasar 8.000 pound naik cepat menjadi 10.000 pound.

Kakek duduk termenung, tidak rela berpisah dengan rumah penuh kenangan itu.

Tiba-tiba datang seorang pemuda berpakaian sederhana. 

Dia berbisik kepada sang kakek: “Pak, saya ingin sekali membeli rumah ini. Tapi saya hanya punya 1.000 pound.  Jika Bapak menjualnya kepada saya, saya janji Bapak tetap boleh tinggal di sini. Saya akan menemani Bapak minum teh, membaca koran, jalan-jalan… Saya akan menjaga Bapak dengan sepenuh hati.”

Kakek tersenyum—dan menjual rumah itu kepada pemuda itu, hanya dengan 1.000 pound.

Pelajarannya?

Mewujudkan mimpi tidak selalu harus bersaing atau saling menjatuhkan.  Kadang, cukup dengan satu hal: hati yang mau mengasihi.

Kisah 4: Sisakan Ruang untuk Orang Lain

Seorang pengusaha sukses sedang memberikan seminar. Seorang peserta bertanya: “Pak, rahasia keberhasilan Anda apa?”

Pengusaha itu tidak menjawab langsung. Dia menggambar sebuah lingkaran di papan, namun tidak menutupnya sempurna—sengaja menyisakan celah.

Lalu dia bertanya: “Menurut kalian ini apa?”

Ada yang menjawab “nol”, “lingkaran”, “pekerjaan yang belum selesai”, dan sebagainya.

Pengusaha itu tersenyum dan berkata: “Ini hanyalah titik yang Tidak ditutup penuh. Saya berhasil karena saya tidak pernah menyelesaikan semuanya sendiri. Saya selalu menyisakan celah, memberi ruang agar orang lain bisa melengkapinya.”

Dia menambahkan: “Berikan monyet sebuah pohon—dia akan terus memanjat.”

“Berikan harimau sebuah gunung—dia akan berlari bebas.”

Begitulah cara memimpin: memberi ruang untuk berkembang adalah bentuk tertinggi dari kecerdasan dan kebijaksanaan. (jhn/yn)

Pendukung Partai Komunis Tiongkok Mendorong dan Menyerang Praktisi Falun Gong Saat Kunjungan Pejabat Tinggi PKT di Australia 

Sejumlah praktisi Falun Gong mengalami baju robek, perlengkapan dirusak dan  dipukuli oleh kelompok pro-Partai Komunis Tiongkok (PKT)

EtIndonesia. Para praktisi Falun Gong yang menggelar aksi dalam rangka menentang kunjungan pejabat tinggi PKT, Zhao Leji selama dua hari menghadapi pelecehan yang dilancarkan oleh kelompok pro-Partai Komunis Tiongkok. 

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah suatu praktik spiritual yang berpusat pada prinsip Sejati, Baik, Sabar. Diperkenalkan ke publik di Tiongkok pada awal 1990-an, praktik ini menjadi sangat populer, dengan perkiraan jumlah praktisi mencapai antara 70 juta hingga 100 juta orang pada akhir dekade tersebut, menurut data resmi pemerintah.

Pada Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT), karena khawatir popularitas Falun Gong mengancam kekuasaan rezim komunis, memulai kampanye brutal untuk memberantas praktik ini. Sejak saat itu, banyak praktisi mengalami penahanan sewenang-wenang, kerja paksa, penyiksaan, dan bahkan kematian akibat pengambilan organ paksa.

Selama 24–25 November 2025, komunitas Falun Gong Australia melakukan aksi protes terhadap penganiayaan yang telah berlangsung selama 25 tahun serta praktik pengambilan organ dari praktisi yang ditahan.

Cao Zhuxing dari Sydney, bajunya menjadi sobek yang dilakukan oleh anggota Asosiasi Fuqing yang pro-PKT. Massa ini menghabiskan sebagian besar hari mereka mencoba menutupi spanduk yang menyerukan pertanggungjawaban PKT atas pelanggaran HAM.

Cao berada dekat Hyatt Hotel Canberra — tempat pejabat PKT Zhao menginap — ketika dia dihadang oleh kelompok Fuqing.

Zhuxing Cao, seorang praktisi dari Sydney, bajunya robek oleh pendukung Partai Komunis Tiongkok (PKT) di dekat Hotel Hyatt Canberra pada 24 November 2025. Disediakan

 “Mereka mulai merekam, jadi saya juga merekam. Salah satu dari mereka menuntut saya menghapusnya. Saya tidak melakukan apa-apa, jadi mereka mencoba merampas ponsel saya, tapi saya berhasil lolos,” kata Cao kepada The Epoch Times. 

“Mereka mengejar saya dan merobek baju saya. Ada orang lain yang jatuh ke jalanan, tapi saya tidak peduli dan terus berlari.”

Pengunjuk rasa komunitas Falun Gong lainnya, Layla Gu, mengalami hal serupa.

 “Kami sedang memasang spanduk hari ini, saya dan saudara perempuan saya melakukannya bersama. Kemudian, orang-orang dari Asosiasi Fuqing mulai mengganggu dan menghalangi kami. Saat kami memasang spanduk, mereka memblokir dengan spanduk mereka sendiri,” kata Gu kepada The Epoch Times dalam bahasa Mandarin.

Masalah semakin memanas ketika seorang demonstran tandingan  meraih tiang bendera miliknya.

 “Melihat agresivitas mereka terhadap praktisi Falun Gong, saya menghentikannya dan berkata, ‘Jangan sentuh barang saya,’” ujar Gu, sambil memperingatkan bahwa dia akan memanggil polisi.

Meski orang tersebut melepaskan tiang setelah mendengar peringatan, tiang bendera sudah rusak.
“Kami memasang spanduk untuk mempromosikan ‘Falun Dafa itu baik,’ dan ‘Sejati, Baik, Sabar itu baik,’” kata Gu.

 “Ini adalah tujuan yang benar, tapi mereka datang untuk mengganggu dan merusaknya.”

Tongkat penyangga spanduk milik Layla Gu patah setelah dirusak oleh seorang pendukung PKT pada 24 November 2025. (Dokumentasi pribadi)

Kunjungan Zhao juga memicu kontroversi di gedung Parlemen Federal Australia.

Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, anggota parlemen dan penasihat Australia diperingatkan mengenai potensi risiko keamanan siber saat berada dekat delegasi PKT.

Sebelum kunjungan, Departemen Layanan Parlemen (DPS) mengedarkan panduan agar orang mematikan perangkat mereka, bahkan menyertakan rute delegasi di gedung Parlemen.

Zhao secara resmi berada di bawah pemimpin PKT Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang dalam hierarki partai. Dia memainkan peran utama dalam penganiayaan Falun Gong. Bahkan, pada bulan lalu menjadi sasaran dorongan sanksi di Amerika Serikat.

Pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, tiba di Canberra pada tengah hari 24 November 2025. Foto memperlihatkan kelompok pro-Beijing mencoba menutupi spanduk informasi Falun Gong. (Disediakan oleh saksi mata di lokasi)

Staf Kedutaan PKT Menyaksikan Agresi

Sunny Wang, yang melakukan protes di kedutaan PKT diusir oleh anggota Fuqing.

 “Karena takut mereka akan bertindak kekerasan, saya merekam video sebagai bukti. Seorang pemimpin dari Asosiasi Fuqing menjerit dengan marah dan sangat agresif,” kata Wang.

 “Kemudian, beberapa orang berpakaian jas dengan emblem bintang lima PKT di dada, yang tampak sebagai staf kedutaan, datang untuk memantau situasi, dan individu pro-PKT menjadi lebih agresif dan kasar. Salah satu bahkan menggunakan tiang bendera untuk memukul kepala saya dan mendorong saya sehingga hampir jatuh. Orang itu juga mencoba merampas ponsel saya. Belakangan, salah satu staf kedutaan mendekat dan mengancam, mengatakan jika saya terus merekam, dia akan membuang ponsel saya.”

Pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, tiba di Canberra pada tengah hari 24 November 2025. Foto menunjukkan kelompok pro-Beijing berupaya menutupi spanduk informasi Falun Gong. (Foto dari saksi mata di lokasi)

Asosiasi Fuqing mengklaim mewakili 10.000 warga Tionghoa-Australia di Sydney dan aktif mencoba menutup kegiatan Falun Gong, termasuk mengirimkan pengajuan ke pertemuan dewan untuk menentang peringatan resmi Hari Falun Dafa Sedunia.

 “Di masyarakat demokratis dan bebas Australia, PKT mengirimkan pendukungnya untuk melakukan tindakan diktatorial dan otoriter guna menganiaya organisasi dan pembangkang lintas batas,” ujar Wang.

Aktivitas Fuqing berlangsung di tengah peringatan berkelanjutan mengenai represi transnasional oleh aktor asing —  bagi G7 disebut sebagai bentuk ‘campur tangan asing’ yang agresif untuk membungkam kritik di luar negeri.

Kasus Cao dan Gu sedang dilaporkan ke Kepolisian Australian Capital Territory (ACT). The Epoch Times juga mencoba menghubungi Asosiasi Fuqing, tetapi tidak mendapat konfirmasi atau jawaban.

Bertepatan dengan kunjungan pejabat nomor tiga Partai Komunis Tiongkok, Zhao Leji, ke Canberra, sejumlah praktisi Falun Gong Australia menggelar aksi damai di depan Gedung Parlemen pada tengah hari 24 November 2025. Presiden Asosiasi Falun Dafa Australia, Dr. Lucy Zhao, memberikan wawancara kepada NTD di lokasi. (Zhou Dong/NTD)

Dr. Lucy Zhao, presiden Asosiasi Falun Dafa Australia, menyatakan perlunya pengawasan lebih terhadap campur tangan asing secara lokal.

 “Organisasi ini tidak terdaftar sebagai agen asing sesuai ketentuan [Foreign Influence Transparency Scheme]. Jadi kami menilai kegiatan mereka tidak pantas,  bahkan melanggar hukum,” katanya kepada The Epoch Times. (***)

Para Ahli Menjelaskan Mengapa Gunung Berapi Hayli Gubbi Meletus Setelah 12.000 Tahun

EtIndonesia. Sebuah gunung berapi yang telah lama tidak aktif di Etiopia utara meletus pada hari Minggu (23/11), mengirimkan gumpalan abu yang menjulang tinggi melintasi Laut Merah menuju Yaman, Oman, dan bahkan sebagian India. 

Gunung berapi Hayli Gubbi, yang terletak di wilayah Afar, sekitar 800 km timur laut Addis Ababa, tetap tenang selama hampir 12.000 tahun. Gunung tersebut meletus selama beberapa jam dan menyelimuti desa tetangga, Afdera, dengan abu.

Para ahli menggambarkan kejadian ini sebagai sesuatu yang sangat tidak biasa, dengan mengatakan betapa “kurangnya kajian” aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.

Arianna Soldati, seorang ahli vulkanologi di Universitas Negeri Carolina Utara, mengatakan kepada Majalah Scientific American: “Selama masih ada kondisi yang memungkinkan magma terbentuk, sebuah gunung berapi masih dapat meletus meskipun belum meletus dalam 1.000 tahun atau 10.000 tahun.”

Hayli Gubbi adalah gunung berapi perisai yang terletak di Zona Rift Afrika Timur, tempat lempeng tektonik Afrika dan Arab secara bertahap terpisah dengan kecepatan 0,4 hingga 0,6 inci per tahun.

Juliet Biggs, seorang ilmuwan bumi di Universitas Bristol di Inggris, mengatakan: “Saya akan sangat terkejut jika [lebih dari 12.000 tahun yang lalu] benar-benar merupakan tanggal letusan terakhir.”

Biggs mengatakan bahwa meskipun tidak ada letusan yang terkonfirmasi terjadi selama periode ini, citra satelit menunjukkan gunung berapi tersebut mungkin baru saja mengeluarkan lava.

“Melihat kolom letusan besar, seperti awan payung besar, sangat jarang di daerah ini,” tambahnya.

Pejabat setempat mengatakan tidak ada korban jiwa, tetapi dampak letusan mungkin sangat memengaruhi komunitas pastoral.

Para ilmuwan sebelumnya mengamati tanda-tanda bahwa letusan di Hayli Gubbi dapat terjadi. Pada bulan Juli, gunung berapi Erta Ale di dekatnya meletus, memicu pergerakan tanah di bawah Hayli Gubbi dan mengungkap intrusi magma hampir 30 km di bawah permukaan. Biggs dan rekan-rekannya juga mencatat awan putih tebal di puncak Hayli Gubbi dan sedikit pengangkatan permukaan tanah sebelum letusan hari Minggu.

Derek Keir, seorang ilmuwan bumi di Universitas Southampton, yang kebetulan berada di Etiopia saat letusan terjadi, mengumpulkan sampel abu pada hari Senin. Biggs mengatakan sampel-sampel ini akan membantu menentukan jenis magma dan apakah gunung berapi tersebut benar-benar tidak aktif selama 12.000 tahun. 

“Ini benar-benar menunjukkan betapa minimnya penelitian di wilayah ini,” ujarnya.

Letusan tersebut mengirimkan awan abu hingga 14 km ke langit, yang memengaruhi Yaman, Oman, India, dan Pakistan utara, menurut Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse (VAAC) di Prancis. Dengan ketinggian sekitar 500 meter, Hayli Gubbi berada di dalam Lembah Rift yang aktif secara geologis, tempat lempeng tektonik bertemu.

Program Vulkanisme Global Smithsonian Institution mencatat bahwa Hayli Gubbi tidak pernah mengalami letusan selama Holosen, zaman geologi saat ini yang dimulai sekitar 12.000 tahun yang lalu pada akhir Zaman Es terakhir.(yn)

Paku 

EtIndonesia. Ada seorang anak laki-laki yang memiliki temperamen sangat buruk. Suatu hari, ayahnya memberinya sekantong paku, lalu berkata: “Setiap kali kamu marah, tancapkan satu paku ke pagar di halaman belakang.”

Hari pertama, anak itu menancapkan tiga puluh tujuh paku. Namun seiring waktu, jumlah paku yang dia tancapkan semakin berkurang. Dia menyadari bahwa mengendalikan amarah jauh lebih mudah daripada memukul paku ke pagar setiap hari.

Sampai suatu hari, dia berhasil menahan diri dan tidak lagi kehilangan kesabaran. Dia pun memberi tahu ayahnya.

Ayahnya kemudian berkata: “Mulai sekarang, setiap kali kamu berhasil mengendalikan amarahmu, cabut satu paku.”

Hari demi hari berlalu, dan akhirnya anak itu kembali berkata: “Ayah, semua paku sudah aku cabut.”

Ayahnya menggenggam tangannya, membawanya ke halaman belakang dan berkata: “Anakku, kamu sudah melakukan yang sangat baik. Tapi lihatlah lubang-lubang itu. Pagar ini tidak akan pernah kembali seperti semula.

Ketika kamu marah dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti orang lain, luka itu akan tetap tertinggal seperti lubang-lubang pada pagar ini.

Jika kamu menusuk seseorang dengan pisau, meski kamu berkata ‘maaf’ berkali-kali, luka itu tetap ada.”

Luka dari kata-kata sama menyakitkannya seperti luka fisik.

Cerita anak laki-laki ini memberi kita pelajaran penting: ketika seseorang terbawa marah, lalu muncul kebencian, dendam, atau kata-kata kasar, bahkan melakukan hal yang tak bisa diperbaiki — semua penyesalan datangnya terlambat.

Luka sudah terjadi. Perbaikan apa pun sudah tidak mampu menghapus bekasnya.

Coba lihat kehidupan kita sehari-hari: adakah peristiwa tidak menyenangkan, tekanan, atau kegagalan yang membuatmu terpukul?

Lalu bagaimana caramu menghadapi semuanya?

Apakah kamu memilih menenangkan diri, menguatkan hati, dan menghadapi masalah dengan kepala dingin?

Atau kamu tenggelam dalam amarah, saling menyalahkan, menyerang satu sama lain, dan “menang sendiri”?

Ingatlah: sebaik apa pun hati seseorang, jika ucapan dan temperamennya buruk, dia tetap bukan orang baik.

Satu kalimat baik bisa menyenangkan hati seperti bunga teratai merekah. Satu kalimat buruk bisa seperti racun yang membuat orang menjauh, terutama mereka yang terluka oleh perkataan kita — betapa tidak bersalahnya mereka.

Dalam Jalan Spiritual, Lidah adalah Ujian Terbesar

Dalam proses menempuh jalan spiritual atau mendisiplinkan diri, tantangan terbesar justru adalah mulut kita sendiri.

Manusia sering tak bisa mengendalikan ucapan — demi “menang bicara”, demi merasa benar, atau demi meluapkan emosi. Tanpa sadar, kita menciptakan karma dari ucapan.

Karma ucapan adalah rintangan besar:  dia menghambat kemajuan kita, merusak hati spiritual, dan menunjukkan kurangnya kedewasaan, kebijaksanaan, disiplin, serta ketidakmatangan batin seseorang.

Satu kalimat yang terucap dalam emosi bisa berdampak pada hubungan, kedamaian batin, bahkan pada sebab-akibat hidup seseorang.

Karena itu, siapa pun yang sedang menempuh jalan kebaikan harus sangat berhati-hati.

Setiap ucapan membawa jejaknya sendiri — dan jejak itu mungkin tidak bisa dihapus.(jhn/yn)

Hargai Apa yang Kamu Miliki, Jangan Terus Mengeluh pada Apa yang Tidak Kamu Punyai

EtIndonesia. Dalam hidup, hal yang paling sering kita abaikan sebenarnya bukanlah mimpi besar yang jauh di depan. Justru yang paling mudah terlewat adalah hal-hal kecil yang setiap hari diam-diam menemani kita — begitu dekat, namun jarang kita syukuri.

Banyak orang berkata:
– Ketika hati penuh keluhan, kehidupan yang baik pun akan terasa kelabu.
– Ketika hati tahu bersyukur, hari-hari yang biasa pun bisa bersinar.

Dalam proses tumbuh dewasa, kita diajarkan caranya mengejar sesuatu, tapi sangat jarang ada yang mengajarkan kita cara menghargai.

Ketika Kita Terlalu Sibuk Berlari

Kita berlari mengejar: pekerjaan yang lebih baik, prestasi yang lebih menonjol, kehidupan yang lebih membanggakan.

Hingga suatu hari kaki terhenti, kita menoleh ke belakang…

Barulah sadar: 

Banyak kehangatan kecil yang dulu kita punya ternyata telah lama kita abaikan: sapaan “selamat pagi” dari keluarga, pesan singkat dari teman yang menanyakan kabar, makanan sederhana namun hangat di meja makan, dan diri kita sendiri — yang masih mau berusaha dan mau memulai dari awal lagi.

Keluhan Datang dari Perbandingan

Keluhan muncul karena hati penuh perbandingan.

Melihat orang lain punya keluarga lebih harmonis, karier lebih stabil, hubungan lebih manis, kita mulai bertanya: “Kenapa itu bukan aku?”

Padahal hidup bukanlah kompetisi yang adil untuk semua orang.

Yang kita lihat hanyalah bagian yang orang lain izinkan untuk kita lihat.

Yang tidak kita lihat adalah: perjuangan yang mereka telan diam-diam, air mata yang jatuh tanpa suara, luka yang tak pernah mereka ceritakan.

Berhenti Fokus pada Apa yang Tidak Ada

Daripada terus memikirkan apa yang tidak kamu miliki, lihatlah apa yang sudah ada di genggamanmu: Mungkin kamu belum punya rumah impian, tapi kamu punya tempat yang membuatmu merasa pulang.

Mungkin hidupmu belum sangat berkecukupan, tapi kamu punya kemampuan untuk bertahan dan bekerja.

Mungkin hubunganmu tak seindah film romantis, tapi ada seseorang yang bersedia mendengarkanmu saat kamu rapuh.

Mungkin kamu belum mencapai puncak kesuksesan, tapi kamu masih bisa melangkah — itu sudah sebuah keberuntungan.

Percayalah, ada orang di luar sana yang sedang iri pada kehidupanmu sekarang.

Ada yang berharap bisa berjalan, bisa bernapas tanpa alat bantu, bisa duduk dengan tenang membaca tulisan ini.

Beberapa orang bahkan tidak punya kesempatan untuk mengeluh, karena mereka sedang berjuang sekuat tenaga hanya untuk bertahan hidup.

Bahagia Tidak Selalu Datang Setelah Mencapai Sesuatu

Kita sering berpikir kebahagiaan ada di masa depan:  “Kalau aku capai ini… kalau aku punya itu…”

Namun ketika kamu mulai benar-benar “hidup”, kamu akan sadar: Kebahagiaan itu ada di sini. Di momen-momen kecil yang sederhana.

Dalam: aroma teh panas, angin senja yang lembut, perasaan lega setelah menyelesaikan satu hari yang berat.

Syukur adalah Keterampilan

Menghargai hidup bukan sifat bawaan — itu adalah kemampuan yang harus dilatih.

Cobalah setiap hari pikirkan tiga hal kecil yang membuatmu tersenyum: Tidak perlu besar, tidak perlu istimewa, asal nyata.

Bisa saja: sepatah kata baik, perjalanan ke kantor yang lancar, minuman favorit, lima menit istirahat di sela kesibukan.

Semakin kamu peka terhadap hal-hal kecil yang indah, semakin tenang hatimu. Dan hal-hal yang dulu terasa menyakitkan, perlahan tak lagi mengganggu.

Hidup Tidak Pernah Sempurna, Tapi Bisa Sangat Indah

Menghargai apa yang kamu punya bukan berarti berhenti bermimpi. Justru itu membuatmu bisa berjalan lebih ringan — tanpa tercekik oleh kecemasan dan perbandingan.

Kamu sudah jauh lebih kaya daripada yang kamu kira: kamu punya kesempatan, kamu punya tenaga, kamu punya pilihan, kamu punya kemungkinan untuk memulai kembali kapan saja, kamu bisa mengasihi dan dikasihi, kamu bisa berpikir, memutuskan, dan melangkah menuju hari esok.

Ketika hatimu melembut, hidupmu pun bertambah indah. Pada akhirnya, kebahagiaan bukan datang dari dunia yang berubah… tetapi dari hati yang belajar menghargai.

Dan momen saat kamu mulai belajar bersyukur — itulah momen ketika bahagia benar-benar mulai tumbuh. (jhn/yn)