Double 11 Paling Suram dalam Sejarah: Gelombang Kebangkrutan Baru Menghantam Industri E-commerce Tiongkok

Festival belanja “Double 11” di Tiongkok yang berlangsung lebih dari satu bulan akhirnya berakhir. Namun, banyak pelaku e-commerce menyebut tahun ini sebagai yang paling panjang sekaligus paling suram. Penjualan lesu, ditambah pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN), tingginya tingkat pengembalian barang, dan maraknya denda platform, telah memicu gelombang kebangkrutan baru setelah perayaan belanja tersebut selesai.

EtIndonesia. Tahun ini, berbagai platform belanja memulai kampanye Double 11 sejak awal Oktober, jauh lebih awal dari biasanya. Namun karena minat belanja konsumen tidak meningkat, banyak platform kembali memperpanjang periode promo, membuatnya menjadi Double 11 terpanjang dalam sejarah.

Banyak penjual online yang mengikuti program promo resmi dari platform berharap penjualan akan melonjak, tetapi kenyataannya volume penjualan tetap datar. Biaya promosi yang dibayarkan kepada platform pun menjadi sia-sia. Video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa volume paket di perusahaan ekspedisi dan logistik anjlok drastis, jauh di bawah tahun-tahun sebelumnya.

Seorang penjual e-commerce asal Zhejiang, Tuan Zhang, mengeluhkan bahwa promosi Double 11 justru membuatnya merugi:

“Saya ikut program Double 11, tapi rugi. Akhirnya saya batalkan. Platform kasih diskon 15% pun tidak ada pengaruh. Harga sudah murah, tapi pesanan tidak naik. Setelah perang harga seperti ini, tidak ada yang dapat untung. Makin lama makin kecil skalanya. Setelah Double 11, ada beberapa toko yang mulai menaikkan harga, lalu semua ikut naik.”

Di Hangzhou, pemilik ratusan toko online, Tuan Chen, mengalami situasi yang lebih berat. Biasanya Double 11 membawa lonjakan pesanan, tetapi tahun ini jumlah pesanan sama seperti hari biasa. Banyak karyawan kehilangan bonus dan memilih berhenti, memaksa Chen menutup sebagian tokonya.

“Double 11 tahun ini lebih buruk dari tahun lalu. Harga sudah dipangkas, semua promo sudah jalan, tapi tetap tidak ada peningkatan. Saya hanya jual pakaian wanita, bulan ini saja sudah ada lebih dari 20 ribu pesanan yang dikembalikan, tingkat retur lebih dari 60%. Banyak orang tidak sanggup bertahan. Perang harga makin gila. Aturan e-commerce berubah cepat, pajak e-commerce naik, biaya operasional naik. Semakin besar perusahaan, semakin besar tekanan. Sangat mudah tumbang.”

Usai Double 11, Gelombang Kebangkrutan Baru Terjadi

Pelaku e-commerce menilai bahwa kebijakan platform yang semakin tidak bersahabat menjadi penyebab terbesar kehancuran ini. Denda yang dianggap semena-mena, aturan “refund tanpa syarat”, dan sistem “refund tanpa pengembalian barang” menyebabkan kerugian besar. Selain itu, sejak kuartal ketiga tahun ini, pemerintah mulai menerapkan PPN, sehingga penjual terpaksa menaikkan harga, namun konsumen tidak mampu membeli karena ekonomi lesu.

Seorang penjual dari Shandong, Tuan Li, mengungkapkan: “Jangan masuk e-commerce sekarang. Aturan makin banyak. Setiap aturan baru muncul, pasti ada banyak penjual yang tersapu. Dendanya sangat parah. Dana toko bisa dibekukan. Saya tidak sanggup lagi. Banyak yang sudah tutup toko.”

Penjual dari Hebei, Tuan Wang, juga menyoroti masalah struktural yang semakin parah: “90% masalah datang dari platform. Hampir semua penjual tidak lagi sanggup bertahan. Dua tahun ini perang harga terlalu brutal. Siapa yang tidak punya rantai pasok stabil atau tidak berada di kawasan produksi langsung tersingkir. Yang hanya mengambil barang dari internet, sudah habis semua.” (jhon)

Sumber : NTDTV.com

Kisah Inspiratif – Bangkit dari Keterpurukan

EtIndonesia. Setelah Perang Dunia II, Jepang mengalami krisis ekonomi berat. Banyak pabrik merugi dan tak mampu bertahan, angka pengangguran pun melonjak tajam.

Sebuah perusahaan makanan yang hampir bangkrut memutuskan untuk melakukan langkah terakhir demi menyelamatkan diri: merencanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepertiga karyawan.

Ada tiga kelompok yang masuk daftar itu:

•         Petugas kebersihan

•         Sopir angkutan barang

•         Petugas gudang yang tidak memiliki keahlian teknis

Totalnya lebih dari 30 orang.

Manajer perusahaan memanggil mereka satu per satu untuk menjelaskan rencana PHK. Namun siapa sangka, jawaban dari ketiga kelompok ini justru mengubah nasib perusahaan.

Petugas kebersihan berkata: “Tanpa kami, lingkungan kerja akan kacau.”

Ketika diberitahu bahwa mereka akan di-PHK, petugas kebersihan menjawab tenang : “Kami penting, Pak. Tanpa kami yang menjaga kebersihan, lingkungan kerja menjadi kotor dan tidak sehat. Jika lingkungan tidak nyaman, bagaimana karyawan lain bisa bekerja dengan konsentrasi penuh?”

Sopir berkata: “Tanpa kami, produk tidak akan sampai ke pasar.”

Para sopir pun menyampaikan alasannya: “Kami penting. Produk sebanyak apa pun tidak akan bernilai jika tidak bisa dikirim ke pasar tepat waktu. Tugas kamilah yang memastikan barang sampai ke tangan konsumen.”

Petugas gudang berkata: “Tanpa kami, barang bisa hilang dicuri.”

Petugas gudang menambahkan alasan yang tak kalah kuat:

“Perang baru saja berakhir, banyak orang masih hidup dalam kelaparan. Jika tidak ada kami yang menjaga gudang, bisa saja makanan-makanan itu dicuri orang yang kelaparan.”

Manajer terdiam.

Jawaban mereka membuatnya tersentak.

Selama ini, tiga pekerjaan tersebut dianggap paling rendah dan paling mudah digantikan. Namun ternyata, merekalah yang menopang fondasi perusahaan.

Setelah mempertimbangkan masak-masak, manajer membuat keputusan besar:

  • Tidak ada PHK

– Perusahaan justru akan membenahi sistem manajemen

Dan cia melakukan satu hal kecil namun berdampak besar…

Di pintu utama perusahaan, dia memasang sebuah papan besar bertuliskan: “SAYA PENTING”

Empat kata yang menyelamatkan perusahaan

Setiap karyawan yang datang ke kantor, baik pegawai biasa maupun staf manajemen, selalu melihat tulisan itu begitu masuk.

Tulisan sederhana ini membuat setiap orang merasa: “Perusahaan menghargai aku. Aku dibutuhkan di sini.”

Motivasi kerja meningkat, sikap menjadi lebih positif, dan semua orang lebih bertanggung jawab.

Semangat kerja mereka bangkit, sehingga produktivitas melonjak dengan cepat.

Beberapa tahun kemudian, perusahaan yang sebelumnya hampir bangkrut itu justru bangkit menjadi salah satu perusahaan makanan terkemuka di Jepang.

Pesan Sukses: Jangan Pernah Meremehkan Diri Sendiri

Tidak peduli apa jabatanmu, apa tugasmu, atau seberapa kecil peranmu, ingatlah:

✔ Kamu penting.

✔ Kamu dibutuhkan.

✔ Posisi kamu tidak bisa digantikan begitu saja.

Karyawan yang baik bukanlah yang punya jabatan tinggi, tetapi yang bertanggung jawab, berkomitmen, dan membuat dirinya bernilai.

Sukses selalu dimulai dari keyakinan bahwa: “Aku penting, dan kontribusiku berarti.” (jhn/yn)

Tiongkok Tingkatkan Aksi Balasan terhadap Jepang, Diduga Demi Alihkan Krisis Politik dan Ekonomi Dalam Negeri

Pada 18 November, Tiongkok dan Jepang kembali menggelar konsultasi tingkat direktur jenderal terkait pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, soal “Taiwan dalam keadaan darurat”. Namun, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kemajuan yang jelas. Di saat yang sama, langkah balasan Beijing terhadap Tokyo terus meningkat.

EtIndonesia. Pada 18 November 2025, media propaganda Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa beberapa film Jepang — termasuk “Crayon Shin-chan: The Glorious Kasukabe Dancers” dan “Cells at Work” — ditangguhkan penayangannya di Tiongkok. Selain itu, CCTV.com dan Beijing Daily mulai memanaskan isu “masalah Ryukyu”, mengisyaratkan bahwa kedaulatan Okinawa saat ini “tidak sepenuhnya milik Jepang”.

Langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari rangkaian aksi balasan Beijing terhadap pernyataan Takaichi. Sebelumnya, Konsul Jenderal Tiongkok di Osaka, Xue Jian, tiba-tiba melontarkan komentar ekstrem tentang “pemenggalan kepala”, namun setelah itu pemerintah pusat tak memberi respons besar. Baru sekitar seminggu kemudian, kampanye balasan mulai digencarkan dan terus ditingkatkan.

Beijing Tidak Ingin Tampak Lemah

Profesor Yao-Yuan Yeh, Ketua Studi Internasional Universitas St. Thomas, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa Beijing sedang berusaha menjaga “gengsi” nasionalisnya:

“Jika mereka tidak bereaksi, mereka merasa martabat mereka runtuh di hadapan Jepang. Bagi mereka, ini bukan hanya soal wajah pemerintah, tetapi juga menjaga narasi nasionalisme Tiongkok yang tidak boleh terlihat lemah terhadap Jepang.”

Selain mengeluarkan peringatan perjalanan dan larangan studi ke Jepang, Beijing juga menaikkan ketegangan militer:

  • Mengirim kapal penjaga pantai ke wilayah Senkaku/Diaoyu,
  • Menggelar latihan perang dengan peluru tajam di Laut Kuning,
  • Media militer Tiongkok memperingatkan bahwa “jika Jepang menggunakan kekuatan dalam isu Taiwan, seluruh Jepang berisiko menjadi medan perang.”

“Tiongkok Sedang Mencari Musuh untuk Dicalonkan”

Menurut Zuo Zhihai, anggota Dewan Aliansi Pengacara HAM di luar negeri, Tiongkok sedang “mencari musuh buatan” untuk menopang legitimasi politiknya.

“Partai Komunis Tiongkok terus menimbang apakah akan menyerang Taiwan. Jika AS dan Jepang ikut campur, peluang menang sangat kecil. Karena itu, setiap ada sinyal Jepang ikut campur, mereka langsung ‘memotong’ dengan sikap paling keras.”

Media Partai juga menyerang keras Takaichi, menuduh pernyataannya “menyeberangi garis merah”. Padahal, Takaichi sudah mengatakan hal yang sama tahun lalu dalam acara TV yang sama. Pernyataan tersebut baru kembali ramai setelah anggota oposisi Jepang mengangkatnya lagi dalam sesi parlemen 7 November.

Mantan Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, yang juga hadir dalam acara TV tersebut tahun lalu, menegaskan bahwa pernyataan Takaichi saat itu merespons skenario hipotetik yang dibahas acara, sehingga memotong sebagian konteksnya dan menjadikannya bahan kritik dianggap tidak tepat.

Beijing Diduga Sedang Mengalihkan Masalah dalam Negeri

Profesor Yeh menyatakan bahwa media Partai memanfaatkan isu ini untuk mengalihkan perhatian rakyat dari masalah ekonomi yang memburuk:

“Mereka membesar-besarkan isu ini untuk membangkitkan kembali sentimen anti-Jepang. Ini pola klasik. Pada krisis ekonomi 2008, Tiongkok melakukan hal yang sama untuk mengalihkan perhatian publik.”

Narasi “Musuh Eksternal” Dibangun Demi Legitimasi Politik

Pengacara HAM Zuo Zhihai menambahkan bahwa Beijing menciptakan narasi bahwa Jepang ingin “menginjak-injak Tiongkok”, padahal tujuan Jepang dan AS adalah mencegah Beijing menyerang Taiwan.

“PKT adalah rezim komunis warisan Uni Soviet. Mereka pernah menyerang Republik Tiongkok dan menguasai daratan; merebut Taiwan bagi mereka adalah penyempurnaan agresi itu. Jika rakyat Tiongkok tahu bahwa Jepang bukan ingin menyerang Tiongkok, tetapi ingin mencegah PKT membantai rakyat Taiwan, maka legitimasi PKT runtuh. Karena itu mereka harus memindahkan kebencian itu ke Jepang.”

Hubungan Kedua Negara Tetap Tegang

Pada 18 November, konsultasi tingkat direktur jenderal Tiongkok–Jepang kembali digelar tanpa hasil konkrit. Sementara itu, pada 17 November malam, Kedutaan Besar Jepang di Beijing telah mengeluarkan pemberitahuan yang meminta seluruh warga Jepang di Tiongkok untuk memperkuat langkah-langkah keamanan pribadi. (jhon)

PBB Loloskan Resolusi Perdamaian Gaza Usulan Pemerintahan Trump — Disambut Berbagai Pihak

EtIndonesia. Pada  Senin (17/11/2025), Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi “Rencana Perdamaian 20 Poin” yang diajukan oleh Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza, sekaligus memberikan mandat pembentukan Pasukan Penjaga Perdamaian Internasional di wilayah tersebut.

Keputusan ini menandai dukungan resmi PBB terhadap upaya Amerika Serikat dalam mendorong rekonstruksi dan perdamaian di Gaza, serta menjadi kemajuan penting bagi agenda perdamaian yang diusung pemerintahan Trump.

Presiden Sierra Leone, Julius Maada Bio, selaku ketua sidang saat itu, mengumumkan hasil pemungutan suara:  “13 suara setuju, 0 menolak, 2 abstain.”

Rencana Perdamaian 20 Poin tersebut menetapkan pembentukan “Dewan Perdamaian” yang dipimpin langsung oleh Presiden Trump, sekaligus memberi wewenang luas kepada Pasukan Stabilitas Internasional untuk melucuti senjata Hamas dan menghancurkan infrastruktur militernya. Masa mandat Dewan dan Pasukan tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir tahun 2027.

Reaksi Internasional

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menyampaikan apresiasi:  “Terima kasih kepada para anggota Dewan Keamanan yang telah mengesahkan resolusi bersejarah dan konstruktif ini. Terima kasih telah bekerja bersama kami untuk membuka jalan baru bagi rakyat Israel, Palestina, dan seluruh kawasan Timur Tengah.”

Presiden Donald Trump melalui media sosial Truth Social memuji pengesahan resolusi tersebut, sembari menjanjikan bahwa daftar anggota Dewan Perdamaian dan beberapa pengumuman penting lainnya akan dirilis dalam beberapa minggu ke depan. Ia menyebut resolusi ini sebagai salah satu keputusan paling signifikan dalam sejarah PBB, yang akan membawa dunia menuju perdamaian yang lebih luas.

Israel Menyambut Keputusan PBB

Pada hari Selasa, Presiden Israel Isaac Herzog memberikan selamat atas keberhasilan resolusi tersebut lolos di Dewan Keamanan.

Herzog menyatakan:  “Resolusi ini merupakan tonggak penting karena secara jelas menetapkan arah rekonstruksi Gaza, serta memastikan pengerahan pasukan internasional untuk memberantas militan Hamas dan kemampuan tempurnya.”

Jerman Siap Berperan dalam Rekonstruksi Gaza

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul  menyampaikan bahwa pemerintah Jerman siap memainkan peran konstruktif dalam proses rekonstruksi Gaza.

Ia mengatakan:  “Dengan disahkannya resolusi Dewan Keamanan PBB ini, Rencana 20 Poin kini dapat diterapkan secara nyata. Ini memberikan dasar hukum yang diperlukan bagi tim kerja perdamaian untuk menjalankan tugasnya di lapangan. Pemerintah Jerman sangat menyambut hal ini.”

Respons dari Otoritas Palestina

Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Varsen Aghabekian, saat berada di Manila, menyatakan bahwa resolusi ini adalah langkah penting di jalan panjang menuju perdamaian.

Ia menegaskan:  “Resolusi PBB adalah langkah pertama menuju perdamaian — dan langkah ini sangat penting. Tanpa gencatan senjata, kita tidak dapat memulai proses apa pun.”

Perbedaan Sikap Masih Ada

Walau resolusi telah disahkan dengan dukungan luas, perbedaan pandangan tetap muncul terkait pembentukan negara Palestina dan pemerintahan masa depan Gaza. Israel secara konsisten menolak gagasan negara Palestina dan menentang keterlibatan Otoritas Palestina dalam pemerintahan Gaza setelah perang.

Sementara itu, Hamas menolak resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak akan bersedia untuk melucuti senjata. (jhon)

Rencana Damai Berujung Badai: AS–Rusia Sepakat Diam-Diam, Ukraina Justru Terancam Serangan 48 Jam!

EtIndonesia. Pada delegasi tinggi dari United States Army (Angkatan Darat AS), yang dipimpin oleh Menteri Angkatan Darat AS Michael E. Driscoll dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal James C. McConville (Catatan: beberapa laporan mencatat Jenderal Randy A. George sebagai pejabat tinggi militer AS yang terlibat) tiba di ibu kota Ukraina.  

Kunjungan ini dilakukan untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan pejabat militer Kyiv, sambil membawa sebuah rencana perdamaian baru hasil diskusi antara AS dan Rusia.

Pada saat yang sama, Kyiv menghadapi ancaman nyata: intelijen Ukraina memperingatkan kemungkinan serangan gabungan besar-besaran dari Rusia dalam kurun “48 jam ke depan”.

Rencana Perdamaian 28 Poin

 Menurut laporan pertama dari media AS, terutama Axios, pemerintah AS — dalam koordinasi dengan Rusia — telah menyusun kerangka perdamaian yang terdiri dari 28 poin. Kerangka tersebut mencakup empat blok besar: perdamaian di Ukraina, jaminan keamanan Ukraina, keamanan Eropa secara keseluruhan, dan masa depan hubungan AS-Rusia serta hubungan AS-Ukraina.


Beberapa poin penting yang dilaporkan mencakup:

·         Jaminan keamanan bagi Ukraina, namun bersyarat.

·         Pengaturan ulang hubungan AS–Rusia yang memberi perhatian terhadap kepentingan keamanan Moskow.

·         Pengaturan status keamanan Eropa, termasuk kemungkinan pembatasan aliansi militer atau kehadiran militer asing di wilayah Ukraina.

·         Tuntutan agar Ukraina melepas atau merestrukturisasi sebagian senjata dan mencabut beberapa posisi strategis, termasuk wilayah yang diduduki Rusia.

Rusia sendiri menegaskan bahwa proposal tersebut “berdasarkan prinsip yang dibahas di Alaska pada Agustus lalu” antara Presiden Donald J. Trump dan Presiden Vladimir Putin.


Sementara itu, Ukraina — melalui pejabat di kabinet Zelenskyy — menyatakan bahwa Kyiv tidak terlibat langsung dalam penyusunan rancangan 28 poin tersebut, dan menyoroti ketiadaan kejelasan bagaimana isu wilayah yang kini diduduki Rusia akan diselesaikan. Beberapa media, seperti Politico dan Financial Times, juga melaporkan bahwa AS mempertimbangkan syarat agar Ukraina melepaskan sebagian wilayah dan senjata tertentu agar perang dapat dihentikan.

Kunjungan Militer AS ke Kyiv & Pertemuan Diplomatik

Delegasi militer AS tiba di Kyiv pada 19 Oktober 2025 sebagai bagian dari misi intelijen dan diplomatik yang lebih luas untuk mendukung proses perdamaian — sekaligus mengirim sinyal kepada Rusia agar merespon upaya mediasi AS secara lebih konstruktif. Menurut sumber, Driscoll dijadwalkan bertemu pejabat Rusia dalam kunjungan mendatang sebagai bagian dari rangkaian pembicaraan. (Tanggal pastinya belum diumumkan secara resmi.)

Dalam waktu yang bersamaan, Presiden Zelenskyy dijadwalkan menuju Turki untuk bertemu Presiden Recep Tayyip Erdogan dan utusan AS. Namun, Zelenskyy menolak bertemu dengan utusan AS terkait rencana perdamaian tersebut — ini menandakan penolakan secara terbuka dari Ukraina terhadap kerangka yang dirancang tanpa keterlibatan penuh Kyiv. Ukraina juga membawa alternatif rencana bersama mitra Eropa — yang menurut pejabat AS dianggap tidak akan disetujui Rusia.

Ancaman Serangan Rusia & Tanda-Tanda Eskalasi

 Sejak akhir 2023 hingga 2025, Rusia terus meningkatkan serangan drone dan rudal ke Ukraina, termasuk target infrastruktur energi dan wilayah barat yang sebelumnya kurang terpapar. Contoh terkini: pada 19 November 2025 (lebih lanjut dari tanggal 19 Oktober yang disampaikan), Rusia melancarkan serangan masif di wilayah barat Ukraina, dengan korban tewas sedikitnya 25 orang dan lebih dari 90 luka-luka.

Laporan intelijen Ukraina menyebut bahwa Rusia telah memindahkan bombardir strategis jenis Tu‑95MS dari kawasan Timur Jauh menuju pangkalan dekat Eropa, serta menyiagakan kapal peluncur rudal hipersonik — sinyal bahwa Rusia bersiap untuk melancarkan “gelombang serangan” ke Ukraina dalam 48 jam ke depan.

Lebih lanjut, pada 18 November 2025, AS menyetujui penjualan suku cadang sistem pertahanan udara Patriot PAC‑3 senilai US$105 juta kepada Ukraina – sebagai upaya memperkuat pertahanan udara Ukraina di tengah meningkatnya ancaman.

Analisis dan Implikasi

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan tiga tren yang saling terkait:

1. Upaya diplomatik AS untuk merumuskan solusi perdamaian yang lebih luas — tidak hanya bagi Ukraina tetapi juga keamanan Eropa dan relasi AS–Rusia.

2. Ketidakpuasan Ukraina terhadap kerangka yang dianggap “dibuat tanpa mereka” dan cenderung mengakomodasi tuntutan Rusia.

3. Eskalasi militer Rusia yang agresif – dengan serangan di wilayah barat Ukraina dan pengembangan kemampuan strategis – yang memberikan tekanan tambahan bagi Kyiv dan mitra Barat.

Bagi Ukraina, menerima kerangka 28 poin berarti harus membuat konsesi besar — termasuk kemungkinan kehilangan wilayah atau pembatasan militer — yang dikhawatirkan sebagai “kapitulasi”. Rusia, di sisi lain, tampak belum siap untuk menerima solusi yang tidak mencerminkan tuntutannya: menarik Ukraina dari keanggotaan NATO, pengakuan wilayah yang diduduki, atau pembatasan militer Ukraina.

Pertanyaan Utama

 Apakah Ukraina akan menerima rencana 28 poin tersebut? Jawabannya saat ini tampak “tidak” — Kyiv sudah menolak bertemu utusan AS terkait kerangka itu dan membawa alternatif sendiri.

 Apakah Presiden Putin sungguh ingin menghentikan perang? Analisis intelijen menunjukkan bahwa Kremlin, meskipun berada di tekanan finansial (contoh: perusahaan LNG Rusia menurunkan harga 30-40 % akibat penurunan permintaan) — tetap memilih mempertahankan perang karena khawatir tekanan domestik jika berhenti terlalu cepat. (***)

Proposal Perdamaian AS Akan Membuat Ukraina Menyerahkan Tanah Setelah Serangan Rusia Tewaskan 26 Orang

EtIndonesia. Sebuah proposal perdamaian baru AS akan membuat Kyiv menyerahkan tanah dan mengurangi lebih dari separuh pasukannya, kata seorang sumber kepada AFP pada hari Rabu (19/11), sementara serangan Rusia di Ukraina barat menewaskan 26 orang, termasuk tiga anak-anak.

Proposal tersebut tampaknya mengulangi tuntutan maksimalis Rusia untuk mengakhiri perang — tuntutan yang secara konsisten ditolak oleh Ukraina karena dianggap sama saja dengan menyerah.

Inisiatif mengejutkan ini muncul ketika rudal Rusia menghantam Kota Ternopil, jauh dari garis depan, dalam salah satu serangan paling mematikan di Ukraina barat sejak invasi dimulai pada tahun 2022.

Upaya Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy untuk melibatkan kembali pemerintahan Presiden AS, Donald Trump dalam proses perdamaian selama kunjungannya ke Turki gagal setelah seorang utusan Amerika yang diduga akan bergabung dengannya tidak ikut serta dalam kunjungan tersebut.

Rancangan proposal perdamaian AS tersebut mencakup “pengakuan Krimea dan wilayah lain yang telah direbut Rusia” dan “pengurangan jumlah personel militer menjadi 400.000 personel”, ujar seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada AFP.

Proposal tersebut juga akan mengharuskan Ukraina menyerahkan semua senjata jarak jauhnya.

“Perbedaan pentingnya adalah kami tidak mengerti apakah ini benar-benar cerita Trump” atau “rombongannya”, tambah pejabat tersebut.

Tidak jelas apa yang seharusnya dilakukan Rusia sebagai balasannya, menurut sumber tersebut.

Pada saat yang sama, Menteri Angkatan Darat AS, Daniel Driscoll tiba di Kyiv, memimpin delegasi Pentagon yang berprofil tinggi untuk bertemu dengan para pejabat Ukraina dan mencari cara untuk menyelesaikan konflik, lapor penyiar AS CBS News, mengutip militer AS. Driscoll bertemu dengan Menteri Pertahanan Ukraina, Denys Shmygal pada hari Rabu.

Panglima militer tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrsky mengatakan dia telah mengadakan pertemuan yang “produktif” dengan delegasi AS.

“Saya sekali lagi menekankan bahwa memperkuat perlindungan wilayah udara Ukraina, memperluas kemampuan serangan jarak jauh kita terhadap target militer musuh, serta mempertahankan dan menstabilkan garis depan akan melemahkan potensi ofensif musuh,” ujarnya dalam unggahan media sosial.

Media Amerika, Axios sebelumnya melaporkan bahwa Moskow dan Washington telah menyusun rencana rahasia untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Kremlin menolak berkomentar mengenai laporan tersebut, dan kemudian mengatakan tidak ada hal baru dalam kemajuan penyelesaian perdamaian. AFP telah menghubungi Gedung Putih untuk memberikan komentar.

Rusia kini menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina, yang sebagian besar porak-poranda akibat pertempuran.

‘Terlambat’

Di Ternopil, AFP melihat puluhan tim penyelamat mencari di antara puing-puing setelah rudal jelajah menghantam blok-blok apartemen, menggunakan derek untuk mencapai bangunan yang hancur. Asap abu-abu tebal menyelimuti jalan-jalan tepat setelah ledakan terdengar pukul 07.00 (05.00 GMT).

Pejabat kota melaporkan kebakaran telah menyebabkan kadar klorin di udara melonjak hingga enam kali lipat dari normal, dan mengimbau 200.000 penduduk Ternopil untuk tetap di rumah dan menutup jendela mereka.

Berbalut selimut merah muda, Oksana yang berusia 46 tahun menunggu kabar dari putranya yang berusia 20 tahun, Bohdan.

“Saya pergi bekerja, dan putra saya tinggal di rumah. Saya meneleponnya dari minibus dan berkata, ‘Bohdan, cepat ganti baju dan keluar’,” katanya. “Dia berkata, ‘Bu, jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja.’ Tapi sudah terlambat,” katanya kepada AFP.

Kakaknya, Natalia Bachinska, mengatakan keluarga itu tinggal di lantai sembilan.

“Apartemen mereka benar-benar hilang… Dia masih belum ditemukan.”

Layanan darurat negara bagian mengatakan 26 orang, termasuk tiga anak-anak, tewas, dan 92 orang lainnya, termasuk 18 anak-anak, terluka.

“Mereka adalah orang-orang yang hanya berada di rumah, tidur nyenyak,” kata Zelenskyy.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, mengatakan dia “terkejut” dengan banyaknya korban sipil dalam serangan itu.

“Kengerian rudal jarak jauh yang dahsyat, dikombinasikan dengan gelombang drone yang semakin sering digunakan oleh pasukan Rusia, kembali terungkap dengan menyakitkan di Ukraina pagi ini,” kata Turk dalam sebuah pernyataan.

“Beginilah ‘rencana perdamaian’ Rusia terlihat dalam kenyataan,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga.

Musim Dingin Mendekat

Serangan terhadap Ternopil terjadi ketika Rusia menggempur jaringan energi Ukraina menjelang musim dingin, dan dengan pasukan Kyiv yang kewalahan di garis depan.

Kyiv telah menyatakan kunjungan tak terduga Zelenskyy ke Turki sebagai bagian dari upaya untuk kembali melibatkan Amerika Serikat dalam upaya mengakhiri perang.

Namun, utusan Trump, Steve Witkoff, tidak ikut serta setelah Ukraina mengatakan dia diharapkan untuk bergabung dalam perundingan.

Dan tidak ada pejabat Rusia yang hadir.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk bergabung dalam perundingan di Istanbul, di mana tiga putaran perundingan tahun ini hanya menghasilkan pertukaran tawanan perang dan pemulangan jenazah tentara yang gugur.

Zelenskyy mengatakan dia ingin melanjutkan pertukaran tawanan perang dengan Rusia pada akhir tahun.

Namun, harapan utama Ukraina adalah Washington dapat mendorong Rusia ke meja perundingan, termasuk dengan menjatuhkan sanksi.

Di medan perang, pasukan Rusia membuat kemajuan yang lambat tetapi pasti, dan Moskow bersikeras akan terus bertempur jika Ukraina tidak menuruti tuntutannya. (yn)

Harapan di Tengah Keputusasaan

EtIndonesia. Pada masa Perang Dunia II, pasukan Nazi Jerman menyerbu kampung halaman Zaback — sebuah kota kecil miskin di Polandia bagian selatan. Mereka membakar, membantai, dan mengusir penduduk Yahudi setempat. Jalanan penuh pengungsi kurus kering, dan tubuh-tubuh tak bernyawa akibat kelaparan tergeletak di mana-mana.

Zaback adalah seorang pedagang Yahudi yang baru saja menikah dan memiliki anak. Demi ibu tua dan keluarga kecil yang dia cintai, dia terpaksa tetap keluar rumah setiap hari untuk berdagang, meski risikonya sangat besar. Namun suatu hari, nasib buruk menghampirinya. Dalam perjalanan pulang, dia ditangkap tentara Nazi — hanya karena dia menatap mereka dengan tatapan jijik.

Zaback kemudian dikirim ke sebuah kamp konsentrasi yang memaksa para tahanan membangun rel kereta di dalam hutan lebat. Sejak tiba di sana, pikirannya tak pernah tenang. Dia terus memikirkan ibu, istri, dan anaknya di rumah. Dia tahu dia harus keluar dari tempat itu secepat mungkin — dia harus melarikan diri.

Dia bertanya pada para tahanan yang lebih lama tinggal di sana. Namun mereka hanya menertawakannya.

 “Dari tempat seperti ini,” kata mereka, “tak pernah ada yang keluar hidup.”

Hutan itu penuh nyamuk besar yang membawa penyakit. Setiap hari mereka menggigit para tahanan tanpa ampun. Penyakit, kelaparan, dan kerja paksa yang kejam membuat para tahanan tewas satu per satu. Setiap kali seseorang mati, tentara Nazi memerintahkan beberapa tahanan lain untuk membuka baju mayat tersebut agar bisa dipakai oleh tahanan lain. Setelah itu, tubuh korban dilempar ke sebuah lubang besar di dalam hutan — lubang khusus untuk menumpuk mayat.

Di dalam lubang itu, ratusan mayat sudah berserakan, menggunung secara acak. Bagi para tahanan, itu adalah neraka. Simbol keputusasaan dan akhir kehidupan.

Para tahanan berkata kepada Zaback: “Tak ada yang bisa keluar hidup-hidup dari sini. Satu-satunya tempat kita berakhir… adalah lubang itu.”

Suatu hari, dua orang tahanan dari sel Zaback meninggal. Tentara memerintahkan empat orang untuk mengangkut kedua mayat tersebut, dan Zaback termasuk di antaranya. Mereka dibawa dengan truk ke tepi lubang mayat. 

Ketika mereka melemparkan kedua tubuh itu, seorang tahanan yang dulu menertawakan mimpinya berbisik putus asa: “Kamu lihat itu? Itulah akhir nasib kita. Berhenti bermimpi dan patuh saja. Setidaknya kamu bisa hidup beberapa hari lebih lama.”

Kembali ke barak, Zaback berbaring dan kembali memikirkan ibu dan keluarganya. Gambaran mereka seperti bara api yang memberi kekuatan dan keberanian. Dia tahu dia harus keluar dari tempat itu. Tapi bagaimana?

Tiba-tiba dia teringat lubang mayat itu — tempat yang hanya membawa putus asa bagi semua orang.

Namun dalam hatinya muncul sebuah ide…


Beberapa hari kemudian, kesempatan itu datang.

Tepat saat hari mulai gelap dan para tahanan akan berhenti bekerja, lokasi mereka tampak tak jauh dari lubang mayat tersebut. 

Zaback memanfaatkan momen itu. Dengan nekat, dia merayap masuk ke dalam lubang melepaskan semua pakaiannya, lalu bersembunyi di bawah tumpukan mayat, berpura-pura mati.

Dia menahan bau busuk yang menusuk hidung, gigitan nyamuk, dan rasa takut yang luar biasa — tetapi ia tidak bergerak sedikit pun.

Tentara Nazi mencari dirinya ke mana-mana, namun tidak pernah menyangka seseorang akan bersembunyi di neraka itu.

Saat malam semakin larut dan keadaan hening, Zaback memastikan tidak ada orang di sekitar. Dia keluar dari lubang, mengenakan kembali pakaiannya, dan berlari sepanjang malam. Dia berlari sejauh 70 kilometer tanpa berhenti, sampai akhirnya dia tiba kembali di rumahnya.

Beberapa waktu kemudian, wabah penyakit mematikan melanda kamp konsentrasi itu. Dalam hitungan hari, seluruh tahanan dan para tentara pun tewas.  Hanya Zaback yang selamat — satu-satunya orang yang pernah keluar hidup-hidup dari tempat itu.

Bertahun-tahun kemudian, Zaback berkata kepada orang-orang: “Tidak ada keputusasaan yang benar-benar mutlak. Kadang, justru di dalam situasi paling gelaplah tersimpan peluang untuk hidup — tergantung apakah kita memilih untuk bersikap positif dan terus berusaha.” (jhn/yn)

Hanya Tindakan yang Mampu Mengubah “Mustahil” Menjadi “Mungkin”

EtIndonesia. Hidup kadang terasa seperti malam panjang tanpa akhir. Kita tahu matahari pasti akan terbit, tapi tetap saja kita merasa bingung, lelah, dan ragu apakah kita mampu melewati gelap yang ada di depan mata.

Sering kali kita hanya berdiri di tempat, melihat keberhasilan orang lain, mendengar kisah perjuangan orang lain, lalu dalam hati berbisik: “Andai aku juga bisa seperti itu…”

Namun, kebanyakan dari kita justru lupa pada satu hal yang paling penting: tindakan.

Tidak ada keajaiban yang lahir dari keraguan Tidak ada perubahan yang muncul dari diam. Setiap terobosan, setiap pertumbuhan, setiap hal yang dulunya terlihat mustahil lalu menjadi mungkin—semuanya dimulai dari satu momen: keberanian untuk melangkah.

Mungkin kamu pernah berhenti karena takut gagal. Mungkin kamu pernah menyimpan mimpi karena satu kalimat merendahkan dari orang lain. Atau mungkin kamu merasa dirimu “belum cukup baik”, sehingga tidak berani memulai.

Tapi ingatlah: Sebelum kamu bergerak, kamu tidak akan pernah tahu seberapa jauh kamu bisa melangkah.

Dan ketika kamu mulai, kamu akan terkejut melihat bahwa:

  • tembok yang kamu anggap tak bisa dilompati, sebenarnya hanya bayangan ketakutanmu sendiri;
  • dan rintangan yang kamu kira terlalu tinggi, ternyata hanyalah sebuah tangga yang perlu kamu dekati.

Tindakan tidak menuntutmu langsung berhasil. Tindakan tidak meminta kamu langsung kuat. Tindakan hanya bertugas menjadi jembatan dari dunia “menghayal” menuju dunia “terwujud”.

Setiap langkah kecil membuka pintu baru. Saat kamu bersedia menapaki jembatan itu, dunia di depanmu mulai terbuka.  Dan setiap satu langkah tambahan, kemungkinan baru akan bertambah satu.

Tidak apa-apa berjalan lambat. Tidak apa-apa tidak sempurna.

Karena tindakan bukan lomba. Tindakan adalah bentuk kasih sayang kepada diri sendiri, sebuah janji lembut:“Aku mau berusaha. Aku mau memberi diriku kesempatan.”

Kadang perubahan besar dimulai dari hal yang hampir tidak terlihat— membaca satu halaman buku, mendaftar satu kelas, melangkah sedikit lebih jauh, membalas satu pesan yang kamu takutkan,  atau sekadar berkata pada diri sendiri: “Ayo, kita coba lagi.”

Tindakan adalah benih. Ia tumbuh diam-diam, tapi pasti.

Kamu mungkin belum melihat bunganya hari ini, tapi kamu sedang menumbuhkan diri yang lebih kuat, lebih tahan banting, dan lebih berani.

Setiap perjuangan hari ini akan menjadi kekuatan esok hari

Mungkin sekarang kamu sedang berada di titik sulit— masa depan tampak jauh, usaha terasa sia-sia. Tapi jangan menyerah.

Yang kamu jalani hari ini akan menjadi keberanianmu besok. Keraguanmu saat ini akan menjadi kelembutanmu saat memahami orang lain kelak.

Tindakan bukan tentang segera sampai tujuan,  tapi tentang menemukan cahaya di tengah perjalanan—  meski hanya secercah, itu cukup untuk menuntunmu melangkah lagi. Yang terpenting adalah satu langkah berikutnya.

Hidup tidak akan pernah sempurna. Kita semua pernah jatuh, takut, dan ragu.

Tetapi yang benar-benar penting adalah : Setelah semua rasa bimbang itu… apakah kamu mau maju satu langkah lagi?

Jangan remehkan langkah kecil itu. Setiap orang yang kamu kagumi hari ini, pernah di suatu pagi yang sepi atau malam penuh kegelisahan, diam-diam mengambil langkah pertamanya.

Itulah garis batas antara mereka dan impian mereka.

“Apa pun yang terjadi, sekecil apa pun langkahnya… aku akan tetap bergerak.”

Karena selama kamu mulai, kamu sudah berada di jalan yang mengubah yang mustahil menjadi yang mungkin.

Semoga dalam perjalananmu, kamu membawa hati yang lembut, niat yang kuat, dan keyakinan bahwa dirimu mampu.

Percayalah—selama kamu bersedia bergerak, dunia sebesar apa pun tidak akan menghalangi langkahmu. Jalan sepanjang apa pun tetap bisa kamu tempuh.

Hanya tindakan yang mengubah mustahil menjadi mungkin. Dan kamu—adalah orang yang mampu menciptakan keajaiban itu. (jhn/yn) 

Shen Yun Gemparkan Italia: Tiket di Dua Kota Sold Out, Roma Tambah Lagi Jadwal Pertunjukan

EtIndonesia. Grup seni terkenal dunia asal Amerika Serikat, Shen Yun Performing Arts, akan segera memulai tur global 2026. Di Italia—negeri kelahiran Renaisans—pertunjukan Shen Yun akan digelar mulai 30 Desember 2025, menyapa penonton di sembilan kota dengan total 46 penampilan. Para penikmat seni di Italia yang dikenal memiliki selera artistik tinggi, sudah lama menantikan kembalinya Shen Yun dan berebut mendapatkan tiket. Di kota Bari dan Udine, tiket bahkan telah habis terjual lebih dari satu bulan sebelumnya. Sementara itu, ibu kota Roma resmi menambah jumlah jadwal pertunjukan tahun ini.

Pada tahun 2025, Shen Yun menggelar 38 pertunjukan di delapan kota di Italia, menarik lebih dari 50.000 penonton, dengan seluruh pertunjukan penuh. Untuk musim pertunjukan 2026, Shen Yun akan hadir di berbagai kota bersejarah seperti Turin, pusat mode Milan, “permata tersembunyi” Udine, hingga kota hangat di selatan Bari, dengan total 46 pertunjukan yang diperkirakan akan disaksikan oleh 64.000 penonton.

Menurut Caterina, perwakilan penyelenggara Shen Yun di Italia, reputasi Shen Yun di negara tersebut sudah sangat mengakar. Banyak penonton yang gagal mendapatkan tiket tahun lalu kini masuk dalam daftar tunggu, berharap bisa menyaksikan pertunjukan tahun ini. Ia menjelaskan bahwa setiap kali jadwal pertunjukan diumumkan, agen perjalanan langsung menghubungi penyelenggara untuk melakukan pemesanan. Minat masyarakat terhadap Shen Yun terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 31 Januari, mantan Menteri Luar Negeri Italia sekaligus Ketua Komite Urusan Uni Eropa di Senat Italia, Giulio Terzi di Sant’Agata, menyambut kedatangan Shen Yun di gedung Senat Roma. Ia memuji Shen Yun sebagai duta budaya yang keindahan tarinya membawa nilai-nilai tradisional kepada dunia.

 “Saya merasa sangat terhormat, benar-benar sebuah kehormatan besar, dapat menyambut Shen Yun Performing Arts di Roma. Lebih dari itu, saya merasa bangga memiliki kesempatan bertemu para seniman dan penari luar biasa ini,” ujar Giulio Terzi di Sant’Agata.

Pada 1 Februari, Pemerintah Kota Roma menganugerahkan “Medali Peringatan Hari Lahir Roma” kepada Shen Yun sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian artistik yang luar biasa.

“Pertunjukan Shen Yun membawa pesan ketenangan dan kedamaian. Ia menyampaikan kedamaian batin dan mengingatkan kita akan nilai-nilai spiritual yang sangat penting di dunia saat ini,” kata Anggota Dewan Kota Roma, Federico Rocca. 

Shen Yun Performing Arts didirikan pada tahun 2006 dan berkedudukan di New York, Amerika Serikat. Mereka dikenal sebagai grup seni terkemuka dunia yang menghidupkan kembali tarian klasik Tiongkok dan musik tradisional. Keindahan seni yang murni—penuh kebaikan dan keindahan—serta pertunjukan teknik yang telah lama hilang, membuat Shen Yun mendapat pujian luas dari kalangan elit, seniman, dan tokoh masyarakat dari berbagai bidang.

Untuk informasi tiket lengkap, kunjungi situs resmi Shen Yun. (jhon)

(UPDATE) Tanah Longsor Menerjang Banjarnegara : 3 Orang Tewas, 25 Hilang dan 934 Jiwa Mengungsi

EtIndonesia. Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue – SAR) gabungan kembali menemukan satu jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada , Rabu (19/11/2025) pukul 14.20 WIB. 

“Penemuan jenazah itu menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi tiga orang, sedangkan 25 lainnya masih dalam pencarian,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulisnya. 

Data posko penanganan darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Desa Pandanarum, tercatat jumlah penyintas yang mengungsi ada sebanyak 934 jiwa atau 335 KK, terdiri dari 454 laki-laki dan 480 perempuan.

Para pengungsi saat ini tersebar di lima lokasi, yaitu Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, Gedung Haji Desa Pringamba, Gedung Muhammadiyah, serta rumah kerabat atau saudara.

Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap para warga yang masih dinyatakan hilang atas bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (19/11) DOK BNPB

Kemudian dari hasil kaji cepat atas dampak kerusakan, diperoleh data sebanyak 182 unit rumah terdampak, dengan rincian 128 rusak ringan dan 54 rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur desa meliputi jalan sepanjang ±800 meter, jaringan listrik, saluran irigasi 670 meter, bendung satu unit, dan infrastruktur irigasi perpipaan.

Berikutnya sektor ekonomi yang terdampak mencakup hilangnya 5 ekor sapi, 125 ekor kambing, 14 unit warung, dan lahan pertanian. Pada sektor sosial, satu unit masjid mengalami kerusakan berat, sementara dua mushola mengalami kerusakan ringan atau terancam.

Kebutuhan mendesak bagi para penyintas saat ini meliputi popok balita, perlengkapan mandi, pakaian, susu dan makanan anak, hygiene kit, antiseptik, alas tidur, alat kebersihan, alat pelindung diri (sepatu boot, sarung tangan, dan kacamata keselamatan), serta layanan pendampingan psikososial. BNPB segera memenuhi kebutuhan dasar tersebut, sebagaimana atas perintah Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, pada saat melakukan kunjungan ke lapangan Selasa (18/11).

Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap para warga yang masih dinyatakan hilang atas bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (19/11) DOK BNPB

Hingga sekarang, berbagai upaya penanganan terus dimaksimalkan. Operasi pencarian dan pertolongan menggunakan alat berat dan metode manual menjadi prioritas utama. Sejalan dengan itu, monitoring geologi dan kajian lokasi, pendampingan posko, layanan psikososial dan kesehatan, pengelolaan dapur umum dan logistik, pengaturan lalu lintas, proses pemakaman korban, serta rapat evaluasi harian juga menjadi rangkaian upaya penanganan.

Rencana pada Kamis (20/11), misi akan dilanjutkan mulai dari operasi pencarian, pemantauan kondisi geologi, layanan posko, dukungan psikososial dan kesehatan, penanganan logistik, operasional dapur umum, pendampingan pengungsi, serta evaluasi harian.

Sebanyak 521 personel terlibat dalam penanganan darurat ini, terdiri dari unsur BNPB, BPBD Provinsi dan Kabupaten, TNI–Polri, tenaga kesehatan, dinas terkait, PMI, potensi SAR, relawan organisasi masyarakat dan komunitas, serta dukungan lintas daerah termasuk dari Klaten, Wonosobo, Kebumen, Jepara, Pekalongan, dan wilayah lainnya. Pemerintah daerah terus berkoordinasi lintas lembaga untuk mempercepat proses pencarian, evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan para penyintas. (***)

Gunung Semeru Erupsi,  Statusnya Menjadi ‘Awas’ Hingga Ratusan Warga Mengungsi

EtIndonesia– Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru naik berselang satu jam, dari level III atau ‘Siaga’ ke level IV atau ‘Awas’. Situasi tersebut terjadi pada, Rabu (19/11/2025), pukul 17.00 waktu setempat atau WIB. 

Kenaikan status tersebut telah dipantau oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, khususnya terkait dengan potensi dampak dan kemungkinan terjadinya pengungsian warga. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto telah memerintahkan jajaran untuk merespons perkembangan situasi dan dampak erupsi, khususnya dampak korban, kerusakan dan pengungsian.

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, terpantau erupsi pada Rabu siang (19/11), sekitar pukul 14.13 WIB

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB,  Abdul Muhari mengatakan, laporan sementara Pusdalops pada Rabu malam, terdapat tiga desa di dua kecamatan yang terdampak. Wilayah ini berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Desa tersebut yaitu Desa Supit Urang dan Desa Oro-Oro Ombo di kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro. 

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dibantu unsur terkait telah mengevakuasi warga ke tempat pengungsian. Data sementara sebanyak 300 warga mengungsi sementara waktu di dua tempat. 

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, terpantau erupsi pada Rabu siang (19/11), sekitar pukul 14.13 WIB.

Pos pengungsian tersebut terseba di beberapa tempat, di antaranya Balai Desa Oro-oro Ombo sekitar 200 jiwa dan SD 2 Supiturang 100 jiwa. Selain itu, terdapat sejumlah warga dievakuasi menuju Balai Desa Penanggal. Namun pihak BPBD masih melakukan pendataan di lapangan.

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang,  Jawa Timur, terpantau erupsi pada Rabu siang (19/11), sekitar pukul 14.13 WIB. 

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, terpantau erupsi pada Rabu siang (19/11), sekitar pukul 14.13 WIB (Dok BNPB)
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, terpantau erupsi pada Rabu siang (19/11), sekitar pukul 14.13 WIB (Dok BNPB)
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, terpantau erupsi pada Rabu siang (19/11), sekitar pukul 14.13 WIB (Dok BNPB)

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), jarak luncur awan panas saat erupsi kurang dari 13 km. Menyikapi situasi ini, pemerintah daerah telah menginformasikan kepada warga untuk berhati-hati. 

Dilihat secara visual, awan panas guguran teramati dengan jarak luncur 13 m mengarah ke tenggara dan selatan. Di samping itu, juga teramati satu kali awan panas kurang dari 13 km tenggara-selatan Besuk Kobokan. 

Dengan kenaikan status tersebut, otoritas kegunungapian PVMBG merekomendasikan beberapa langkah. 

Pertama, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi). 

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

Kedua, tidak beraktivitas dalam radius 8 Km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Berikutnya, mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sebelumnya PVMBG menetapkan kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Semeru dari level II atau ‘Waspada’ ke level III atau ‘Siaga’ pada hari ini, Rabu (19/11), pukul 16.00 WIB. Namun, berselang satu jam, tepatnya 17.00 WIB, status aktivitas vulkanik dinaikkan ke level tertinnggi, level IV atau ‘Awas’.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung mulai 19 November hingga 26 November 2025. Hal ini diharapkan pos komando segera diaktifkan dan penanganan darurat bencana dapat berjalan secara efektif.  (***)

Dampak Erupsi Gunung Semeru (Dok BNPB)
Dampak Erupsi Gunung Semeru (Dok BNPB)
Sebanyak 300 warga mengungsi di pos pengungsian yang tersebar di 2 titik yakni di Balai Desa Oro-Oro Ombo dan SD 2 Supiturang. (Dok BNPB)
Sebanyak 300 warga mengungsi di pos pengungsian yang tersebar di 2 titik yakni di Balai Desa Oro-Oro Ombo dan SD 2 Supiturang (Dok BNPB)

“Pemberontakan Bisu” di Tiongkok: Mengupas Investigasi Independen di Balik Kematian Yu Menglong

Sebuah investigasi baru yang dipimpin warga sipil terkait kematian aktor Yu Menglong memicu gelombang kemarahan baru di seluruh Tiongkok. Penyelidikan tersebut mengungkap sejumlah kejanggalan besar dalam garis waktu resmi serta dugaan upaya penutupan kasus secara luas.

“Sudah lebih dari dua bulan sejak Yu Menglong diambil dari kita,” ujar pembawa acara FinalWar, Katherine Hu. “Namun sesuatu yang luar biasa sedang terjadi: upaya global menuntut keadilan tidak mereda—justru makin menguat.”

 Saat ini, lebih dari 670.000 orang di seluruh dunia telah menandatangani petisi yang menuntut akuntabilitas dan penyelidikan transparan atas kematian mencurigakan Yu pada 11 September.

Sementara itu, Tiongkok memasuki “momen turbulen yang aneh.” Beragam insiden yang tampaknya tidak saling berkaitan—mulai dari peristiwa dunia seni hingga panggung politik—semuanya kembali bermuara pada nama Yu.


Seruan Global Menuntut Keadilan

Pada 9 November dalam ajang Pesta Olahraga Nasional di Guangzhou, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan duduk di depan puluhan ribu penonton—tetapi sorotan tiba-tiba beralih pada sosok yang tidak terduga.

“Sebuah ikan emas raksasa dengan kepala naga meluncur di lantai stadion. Sekilas seperti variasi tarian naga. Tapi sekali lihat sudah cukup: itu bukan naga. Itu jelas, tanpa ragu, seekor ikan,” ungkap Hu.

Desainer acara menjelaskan bahwa makhluk itu merupakan ao—ikan yang sedang berubah menjadi naga. Penonton langsung memahami simbolismenya:
“Nama ‘Yu Menglong’ dalam bahasa Mandarin mengandung bunyi ‘ikan’ dan ‘naga,’ sehingga ikon ikan biru sering digunakan untuk menyimbolkan dirinya di dunia maya.”

Sebagian orang melihatnya sebagai “pemberontakan senyap seorang desainer yang berintegritas terhadap sensor penuh skala besar.”

Yang lain meyakini bahwa “ikan itu hadir untuk membawa kembali roh Yu Menglong—tepat di hadapan orang yang memerintahkan pembungkaman.”

Xi Jinping pun “harus duduk tenang menyaksikan simbol Yu Menglong berkeliling arena, disorot, dirayakan, dan ‘hidup’ di depan puluhan ribu orang.”

Setelah dua bulan memerintahkan penghapusan semua unggahan yang memuat satu karakter “ikan,” Beijing akhirnya menjadikan stadionnya sendiri sebagai “panggung terbesar bagi simbol yang coba mereka hapus.”


Investigasi Warga yang Mengubah Segalanya

Lalu muncul perkembangan yang tak disangka: penyelidikan forensik akar rumput.

“Sekelompok perempuan dari berbagai daerah di Tiongkok datang ke Beijing, menelusuri langsung lokasi kejadian, mencocokkan pola cuaca, spektrogram audio, dan bayangan CCTV—menghasilkan investigasi independen paling rinci sejak kasus ini dimulai.”

Laporan setebal 40 halaman itu, terdiri dari “Bab Di Bawah Bulan,” “Bab Qihao,” dan epilog, merekonstruksi jam-jam terakhir Yu Menglong “bukan seperti unggahan internet, melainkan seperti berkas forensik profesional.”

Temuan-temuan mengejutkan antara lain:

  • Di antara Museum Seni Qihao dan Hotel Bulgari terdapat kantor pusat Huayi Brothers — tetapi lokasi itu hilang dari peta daring. Menguap. Tersembunyi di ruang terbuka.
  • Pola hujan dan bukti audio menunjukkan bahwa Yu kemungkinan meninggal pada 9 September — bukan 11 September seperti klaim otoritas.
  • “Jika garis waktu runtuh, seluruh narasi resmi ikut runtuh,” ujar Hu.

Para penyelidik meyakini bahwa selisih dua hari tersebut digunakan untuk “menghancurkan bukti, membersihkan tempat kejadian, dan membuat alibi bagi para elite yang terlibat.”

Namun yang paling menyentuh publik bukan hanya ketelitian laporan tersebut—melainkan keberanian di baliknya.


Titik Balik di Ruang Publik

Pendukung Yu menemukan cara-cara baru menembus sensor ketat Tiongkok.
“Salah satu cara yang tidak terduga: mereka mengubah kolom ‘catatan’ di aplikasi pesan-antar makanan menjadi saluran untuk menyebarkan kebenaran,” kata Hu.

Salah satu struk bertuliskan:
“Mohon selidiki insiden yang terungkap di Bilibili—aktor pemeran Bai Zhen membuka bukti pencucian uang perusahaannya, dibunuh, dan 80 miliar yuan dana pensiun hilang. Terima kasih.”

Di bawahnya tertulis: “Satu set peralatan makan.”
Sederhana, diam, dan menyebar sangat cepat—karena siapa pun bisa melakukannya, dan sensor tidak cukup cepat untuk menghentikannya.

Respons Beijing langsung:
Aplikasi pesan-antar di seluruh kota menutup fitur catatan sepenuhnya. Toko fotokopi diperintahkan “tidak boleh mencetak apa pun yang terkait Yu Menglong.”
Sementara di beberapa kota, spanduk mobil bertuliskan:
“Keadilan untuk Yu Menglong — adili para pelaku.”

“Ini adalah tindakan keberanian,” kata Hu, “dan menunjukkan tingkat kemarahan publik yang tak lagi bisa sepenuhnya ditekan Beijing.”


Pengalihan Perhatian dengan “Kartu Kris Wu”

Ketika gagal membungkam gerakan, aparat propaganda kembali ke strategi lamanya: mengalihkan perhatian dengan Kris Wu.

Pada 6 November, media sosial heboh dengan kabar “Kris Wu meninggal di penjara.”
Otoritas diam. Lalu muncul rumor sebaliknya—bahwa ia hidup tetapi sedang diselidiki atas penggelapan pajak 300 juta yuan.

“Mati — Hidup — Dipindahkan — Diselidiki. Kontradiksinya adalah strategi,” jelas Hu.

Setiap kali kebenaran menjadi berbahaya, cara terbaik menguburnya bukan sensor—melainkan kebisingan.

Polanya konsisten:

  • Juni 2022 — Penganiayaan Tangshan → muncul berita sidang Kris Wu
  • November 2022 — Kebakaran Ürümqi → hukuman Kris Wu kembali ramai
  • Juli 2023 — Runtuhnya gimnasium Qiqihar → muncul lagi pemberitaan Kris Wu

Lalu kapan rumor “kematiannya” kembali meledak?
9 November — tepat dua bulan setelah kematian Yu Menglong … saat laporan investigasi warga viral.

Alih-alih mengalihkan perhatian, rumor itu justru membuat lebih banyak orang “menghubungkan titik-titik” antara kedua kasus tersebut dan kekuasaan elite yang tak terkendali.


Kontroversi ‘Reverse Aging’

Guncangan publik diperbesar oleh tren lain yang mengganggu: selebritas yang tampak jauh lebih muda secara drastis.

“Bertahun-tahun Jet Li tampak lemah dan menua. … Tetapi dalam video terbaru ia tampak seperti orang yang berbeda — wajah lebih muda, energi melimpah, gerakan lincah,” kata Hu.

Pengamat spiritual mengklaim bahwa “peremajaan Jet Li bukan hanya kosmetik — mereka ‘melihat’ sesuatu di dalam dirinya.” Mereka menyebut tubuhnya kini “mengandung bukan hanya jantung Qiufeng, tetapi juga bagian-bagian yang berasal dari dua gadis muda … satu pendiam, satu pemberontak.”

Jet Li membantah semua rumor tersebut, merilis video klarifikasi. Namun warganet menunjukkan “tidak ada rambut ketiak, lipatan leher yang aneh, serta garis penutup sintetis di pergelangan tangan.”

Selebritas lain — Ni Ping dan Sammo Hung — menunjukkan “keajaiban” serupa.

“Seluruh Tiongkok bertanya: teknologi apa yang bisa membuat seseorang tampak terbalik usianya hingga sedrastis ini? Dan apa biayanya?” tanya Hu.

Pengusaha Yu Wenhong turut mengklaim bahwa ia berhasil ‘memundurkan usia’ dari 55 menjadi 30 tahun melalui terapi mikro-vesikel dan protein terkait keremajaan yang diekstraksi dari sirkulasi pria usia 16–21 tahun.

Satu pengobatan ini, menurutnya, menelan biaya 20 juta yuan per bulan.

Dalam waktu bersamaan, laporan tentang pengumpulan sampel biologis massal serta hilangnya anak-anak meningkat di Tiongkok.

“Ketika tubuh manusia berubah menjadi ‘sumber daya’ dalam rantai produksi,” peringat Hu, “maka sistem mulai melakukan hal-hal yang seharusnya tidak pernah dilakukan.”

Sumber : Visiontimes.com