Drone Ukraina Serang Kilang Minyak dan Kompleks Petrokimia Rusia

Etndonesia. Ukraina mengatakan pada hari Kamis(18/9) bahwa drone-nya telah menyerang sebuah kompleks pemrosesan minyak dan petrokimia besar serta sebuah kilang minyak di Rusia, sebagai bagian dari serangan yang semakin intensif untuk mengganggu sektor minyak dan gas Moskow.

Ukraina, yang semakin frustrasi dengan kecepatan dan arah perundingan damai dengan Rusia, telah meningkatkan serangan drone terhadap infrastruktur energi Rusia dalam beberapa pekan terakhir, secara sistematis menargetkan fasilitas-fasilitas utama untuk mencoba mengurangi pendapatan ekspor Moskow dan memicu ketidakpuasan domestik.

Rusia, yang secara rutin menargetkan infrastruktur energi Ukraina, menyebut serangan tersebut sebagai “aksi terorisme”. Beberapa wilayah Rusia telah mengalami kekurangan bahan bakar akibat serangan Ukraina.

Sebuah sumber di dinas keamanan SBU Kyiv mengatakan bahwa drone Ukraina telah menyerang sebuah kilang minyak di wilayah Bashkortostan, Rusia tengah, semalam, yang menyebabkan kerusakan pada stasiun penyulingan di sana.

Radiy Khabirov, kepala wilayah Bashkortostan di Pegunungan Ural, mengatakan bahwa dua pesawat nirawak Ukraina telah menyerang kompleks pemrosesan minyak dan petrokimia Gazprom Neftekhim Salavat, salah satu kompleks terbesar di Rusia.

“Kami sedang menaksir tingkat kerusakan. Saat ini kami sedang memadamkan api. Semua layanan (darurat) sudah berada di lokasi,” ujar Khabirov melalui Telegram.

Tidak ada korban jiwa dan pasukan keamanan kompleks tersebut sendiri telah menembaki pesawat nirawak tersebut, ujarnya. Kompleks yang sama juga diserang oleh Ukraina pada Mei 2024.

Pekan lalu, pesawat nirawak Ukraina juga menyerang sebuah kilang minyak di Ufa, ibu kota wilayah Bashkortostan, yang terletak sekitar 1.400 kilometer (870 mil) dari perbatasan Ukraina.

Secara terpisah, militer Ukraina mengatakan pada hari Kamis bahwa Pasukan Operasi Khususnya telah menyerang sebuah kilang minyak di wilayah Volgograd, Rusia, semalam, yang menghentikan sementara operasi.

Andrei Bocharov, gubernur wilayah Volgograd, mengatakan melalui Telegram bahwa pasukan pertahanan udara telah menangkis apa yang disebutnya sebagai serangan pesawat nirawak besar-besaran Ukraina. Dia menyebutkan kerusakan kecil pada rumah-rumah penduduk, tetapi tidak menyebutkan kerusakan pada kilang minyak dan mengatakan tidak ada yang terluka.

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen pernyataan Ukraina tentang kilang Volgograd.

Menurut sumber industri, kilang Volgograd, yang dikendalikan oleh Lukoil, memproses 13,7 juta metrik ton minyak, atau 5,1% dari total volume kilang Rusia pada tahun 2024. (yn)

Kebijaksanaan yang Menyelamatkan Hidup

EtIndonesia. Di Yunani kuno, ada dua cara untuk menghukum mati seorang tahanan: dipenggal kepalanya atau dihukum gantung.

Suatu hari, seorang raja yang suka berbuat iseng memerintahkan algojonya mengumumkan peraturan baru:

“Atas titah Baginda Raja—kalian boleh memilih sendiri cara mati. Kalian cukup mengucapkan satu kalimat. Jika kalimat itu benar, kalian akan digantung. Jika kalimat itu bohong, kalian akan dipenggal.”

Perintah ini terdengar aneh sekaligus kejam. Tapi para tahanan tidak punya pilihan. Bagaimanapun mereka tetap akan mati, maka sebagian besar hanya asal berbicara. Akibatnya, ada yang karena berkata benar berakhir di tiang gantungan, dan ada yang karena berkata bohong kehilangan kepala. Raja pun sangat terhibur—seolah membunuh orang hanyalah sebuah permainan.

Tahanan yang Cerdas

Di antara para tahanan, ada seorang yang sangat cerdas. Ketika gilirannya tiba, dia menghadap raja dengan tenang lalu berkata: “Kalian akan memenggal kepalaku!”

Raja tertegun. Perkataannya menciptakan sebuah dilema.

·        Jika benar-benar dipenggal, berarti ucapannya benar. Tapi menurut aturan, mengatakan hal yang benar seharusnya digantung.

·        Jika digantung, maka ucapannya jadi bohong. Namun, kalau berbohong seharusnya dipenggal. Tapi bila dipenggal, ucapannya kembali benar.

Kata-katanya menjebak di antara “benar” dan “bohong”—sebuah kalimat yang tak bisa dikategorikan, dan dengan demikian, tak bisa dijatuhi hukuman apa pun.

Akhir yang Tak Terduga

Raja pun dibuat bingung. Setelah termenung sejenak, akhirnya dia hanya bisa tertawa kecut dan berkata:  “Lepaskan orang pintar ini! Biarkan dia hidup.”

Sejak itu, aturan aneh sang raja pun segera dicabut.

Pesan Kehidupan

Kecerdasan tidak hanya bisa membawa keberhasilan, tapi juga bisa menjadi penyelamat nyawa.

Kadang, di saat paling genting, bukan kekuatan fisik yang penting—melainkan kecerdasan dan kebijaksanaan yang mampu membalikkan keadaan. (jhn/yn)

Trump Mengatakan Berusaha ‘Merebut Kembali’ Pangkalan Udara Bagram dari Afghanistan untuk ‘Menangkal’ Tiongkok

EtIndonesia. Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Kamis (18/9) bahwa dia sedang berupaya untuk “merebut kembali” pangkalan udara Bagram di Afghanistan, yang diserahkan Amerika Serikat tak lama sebelum Taliban mengambil alih negara itu pada tahun 2021.

“Ngomong-ngomong, kami sedang berusaha mendapatkannya kembali, itu mungkin berita yang cukup mengejutkan. Kami berusaha mendapatkannya kembali karena mereka membutuhkan sesuatu dari kami,” kata Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

“Kami ingin pangkalan itu kembali,” kata Trump, menambahkan bahwa “salah satu alasan kami menginginkan pangkalan itu adalah, seperti yang Anda ketahui, jaraknya satu jam dari tempat Tiongkok memproduksi senjata nuklirnya”.

Para pejabat AS tidak segera mengklarifikasi apa yang dimaksud Trump ketika dia mengatakan Washington sedang berusaha mendapatkan kembali pangkalan itu.

Bagram, pangkalan udara terbesar Afghanistan, merupakan titik tumpu operasi yang dipimpin AS di negara itu selama dua dekade setelah operasinya untuk menggulingkan Taliban menyusul serangan 11 September di Washington dan New York.

Namun, pasukan AS dan NATO menarik diri dari pangkalan tersebut pada Juli 2021 ketika Taliban yang bangkit kembali mengambil alih sebagian besar wilayah Afghanistan sebelum akhirnya menguasai seluruh negeri.

Trump telah berulang kali mengkritik hilangnya pangkalan tersebut sejak kembali berkuasa, mengaitkannya dengan serangannya terhadap penanganan pendahulunya, Joe Biden, atas penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Trump juga mengeluhkan meningkatnya pengaruh negara adidaya saingannya, Tiongkok, di Afghanistan. (yn)

Sembelit Bisa Menandakan Ketidakseimbangan Tubuh yang Lebih Dalam – Strategi Perawatan Diri Alami

Pijat akupresur yang disesuaikan dan pijat minyak esensial dapat membantu meredakan sembelit dengan mendukung keseimbangan alami tubuh

Arthur Zhang & JoJo Novaes

Selama bertahun-tahun, Lin (nama samaran), seorang wanita berusia 70-an, berjuang melawan sembelit kronis, kadang-kadang sampai empat atau lima hari tanpa buang air besar. Ia juga menyadari gejala yang tidak biasa: sesekali perutnya berkedut seperti otot yang berdenyut. Ketika ia mencari pertolongan di klinik medis Barat, hasil tes tidak menunjukkan kelainan. Dokter mengatakan bahwa operasi hanya akan dipertimbangkan jika timbul aneurisma, sehingga ia kebingungan dan tanpa jawaban.

Frustrasi, ia akhirnya menemui Dr. Li Chia-Lin, direktur Klinik Pengobatan Tionghoa Fuqian di Taiwan. Dengan menggunakan diagnostik Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), Li menemukan bahwa masalahnya berasal dari otot perut yang melemah serta aliran energi vital (“qi”) dan darah yang terganggu.

Dalam PTT, “darah” tidak hanya mengacu pada sirkulasi, tetapi juga pada fungsi memberi nutrisi bagi jaringan dan organ. Setelah menjalani pengobatan herbal dan akupresur, sembelit Lin membaik dan kedutan perut yang aneh itu menghilang.

Sembelit bukan sekadar kesulitan sesekali buang air besar—ia juga bisa menjadi tanda adanya ketidakseimbangan tubuh yang lebih dalam.


Mengenali Sembelit

Dalam sebuah episode “Health 1+1” di NTD (media afiliasi The Epoch Times), Dr. Li menjelaskan bahwa sembelit dapat muncul dengan gejala seperti tinja kering dan keras, mengejan berlebihan, waktu lama di toilet, buang air besar jarang (kurang dari tiga kali seminggu), atau perasaan buang air besar tidak tuntas/tersumbat.

Faktor utama yang berkontribusi antara lain:

  • Stres kronis atau mudah tersinggung: mengganggu sistem saraf otonom, sehingga gerakan usus melemah.
  • Makanan pedas atau berminyak: menyebabkan tinja lengket dan lambat.
  • Makanan/minuman dingin: mengganggu pencernaan, menghasilkan tinja yang awalnya keras lalu lunak.
  • Kekurangan nutrisi: melemahkan kekuatan otot untuk buang air besar.
  • Menopause atau kurang tidur kronis: mengubah keseimbangan hormon dan energi, meningkatkan risiko sembelit.

Prinsip Pengobatan

Pengobatan konvensional sering menangani sembelit dengan fokus pada masalah langsung—misalnya merangsang buang air besar dengan laksatif, menambah asupan serat, atau menyesuaikan obat.

Dalam PTT, tujuannya bukan hanya melancarkan buang air besar, melainkan memulihkan harmoni agar masalah tidak kambuh lagi.

Berikut empat pendekatan utama beserta strategi perawatan diri:


1. Mengembalikan Kelembapan dan Nutrisi

Dalam PTT, “yin” mewakili kekuatan tubuh yang menyejukkan, melembapkan, dan memulihkan; sedangkan “darah” mencakup darah fisik sekaligus fungsi nutrisinya.

  • Mengapa penting: Saat yin dan darah berkurang—karena penuaan, penyakit, atau stres kronis—usus menjadi kering, tinja keras, dan sulit keluar.
  • Pendekatan PTT: Ramuan pelembap, makanan kaya minyak alami (wijen, kenari, biji rami), dan istirahat cukup.
  • Perawatan diri:
    • Akupresur: Pijat titik “Zhongwan” (sekitar lima jari di atas pusar) untuk memperkuat pencernaan dan meredakan sembelit akibat kekeringan.
    • Minyak esensial: Oleskan 2–3 tetes petitgrain yang diencerkan dengan 1 sdt (5 ml) minyak pembawa, pijat perut searah jarum jam 1–2 kali sehari untuk menenangkan tubuh dan memulihkan keseimbangan hidrasi.

2. Menyeimbangkan Panas Internal Berlebih

Sistem “hati” dalam PTT mengatur aliran energi vital dan emosi. “Api hati” menggambarkan kondisi panas berlebih, sering dipicu stres, frustrasi, atau amarah.

  • Mengapa penting: Saat api hati menyala, usus menjadi kering dan ritmenya terganggu, mengakibatkan tinja kering dan sulit keluar.
  • Pendekatan PTT : Ramuan penenang, pengurangan stres, latihan pernapasan relaksasi.
  • Perawatan diri:
    • Akupresur: Pijat titik “Tianshu” (tiga jari di kiri dan kanan pusar) untuk merangsang gerakan usus dan mengurangi kembung.
    • Minyak esensial: Gunakan 2 tetes jeruk manis atau mandarin yang diencerkan, pijat perut bawah sebelum tidur untuk meredakan ketegangan saraf dan melancarkan aliran qi.

3. Menguatkan Limpa dan Membersihkan Limbah Metabolik Berlebih

Sistem “limpa” (berbeda dengan limpa fisik) berperan penting dalam pencernaan dan transportasi nutrisi. “Kelembapan” berarti kelebihan cairan/limbah metabolik yang tidak dapat diproses, menyebabkan rasa berat dan lambat.

  • Mengapa penting: Limpa yang lemah sulit menyerap nutrisi dan membuang limbah, menimbulkan kembung, tinja lengket, dan pergerakan usus lambat.
  • Pendekatan PTT : Ramuan penguat limpa, makanan matang hangat, menghindari makanan berminyak/mentah.
  • Perawatan diri:
    • Akupresur: Stimulasi titik “Zusanli” (empat jari di bawah luar lutut) untuk meningkatkan pencernaan dan motilitas usus.
    • Minyak esensial: Oleskan 2–3 tetes bergamot yang diencerkan, pijat perut searah jarum jam sekali sehari untuk menenangkan sistem saraf otonom dan mengatur ritme usus.

4. Menyalakan Kembali Api Metabolisme Tubuh

“Yang” adalah kekuatan penghangat dan penggerak tubuh, seperti percikan metabolik. Qi adalah energi vital yang menopang semua fungsi tubuh, termasuk gerakan usus.

  • Mengapa penting: Jika yang dan qi lemah, metabolisme melambat, otot usus kehilangan kekuatan, buang air menjadi jarang/tidak tuntas. Umumnya terjadi pada orang dengan tangan kaki dingin, mudah lelah, atau lebih suka minuman hangat.
  • Pendekatan PTT : Ramuan penghangat, olahraga ringan, terapi panas.
  • Perawatan diri:
    • Akupresur: Pijat titik “Guanyuan” (empat jari di bawah pusar) untuk menghangatkan energi inti tubuh dan mendukung kelancaran BAB.
    • Minyak esensial: Gunakan 2–3 tetes frankincense atau helichrysum yang diencerkan, pijat perut bawah sekali sehari untuk melancarkan sirkulasi, mengurangi peradangan, dan membantu perbaikan jaringan.

Mengapa Akupresur dan Minyak Esensial Bermanfaat

Akupresur mengembalikan aliran energi vital dan darah melalui meridian, secara langsung meningkatkan ritme usus. Dari sisi biomedis, stimulasi titik perut mengaktifkan sistem “rest and digest,” membantu usus bergerak lebih lancar.

Pentingnya: titik-titik akupresur dapat dipijat bersama dalam satu sesi, masing-masing 1–2 menit, untuk hasil lebih efisien dan menyeluruh.

Minyak esensial yang diserap kulit dan dihirup aromanya memberi manfaat lokal (merilekskan otot perut, meningkatkan sirkulasi) sekaligus manfaat sistemik (menenangkan saraf, menyeimbangkan hormon).


Cara Aman Menggunakan Minyak Esensial

Agar manfaat maksimal tanpa iritasi, ikuti langkah berikut:

  1. Encerkan 2–3 tetes minyak esensial dalam 1 sdt (5 ml) minyak pembawa seperti jojoba, almond, atau kelapa.
  2. Pijat minyak searah jarum jam di perut 3–5 menit.
  3. Ulangi 1–2 kali sehari sesuai kebutuhan.
  4. Lakukan tes kecil di kulit bila kulit sensitif.

Studi menunjukkan pijat aromaterapi dengan minyak esensial campuran dapat memperkuat otot perut, meningkatkan motilitas usus, mempercepat transit kolon, dan meningkatkan frekuensi BAB, khususnya pada lansia dengan sembelit.


Mitos Umum Tentang Sembelit

Dr. Li meluruskan beberapa kesalahpahaman berikut:

  1. Apakah minum lebih banyak air bisa menyembuhkan sembelit?
    Hidrasi mendukung kesehatan usus, tetapi terlalu banyak air dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan memperburuk sembelit. Li menyarankan asupan yang disesuaikan: berat badan (kg) × 30–35, atau berat badan (lb) × 0,5–0,6. Contoh: berat 60 kg membutuhkan 1.800–2.100 ml (64–80 ons) per hari.
  2. Apakah sembelit murni masalah usus?
    Tidak. Sembelit sering timbul karena faktor gabungan: pola makan, gaya hidup, stres emosional, kekuatan otot, dan kondisi kesehatan mendasar.
  3. Apakah probiotik bisa menyelesaikan semua masalah sembelit?
    Probiotik dapat membantu jenis tertentu, tetapi bisa memperburuk gejala pada orang dengan perut dingin (defisiensi yang).

Buang air besar setiap hari tidak selalu berarti bebas sembelit—kualitas tinja dan kemudahan mengeluarkannya juga penting. Jika gejala menetap atau memburuk, segera cari nasihat medis untuk perawatan yang sesuai—karena, seperti pengalaman Lin, solusi sejati bisa jadi berada di luar usus itu sendiri.

Kakek yang “Abadi”

EtIndonesia. Kakekku adalah seorang konglomerat. Dengan kerja keras satu generasi, dia berhasil membangun kerajaan bisnis bernilai miliaran yen. Namun, tepat ketika dia hendak menyerahkan usaha itu kepada ayahku, dia didiagnosis menderita kanker—saat usianya baru melewati enam puluh tahun.

Operasi pengangkatan tumor berjalan sukses. Dokter berkata, meski ada kemungkinan kanker kambuh, dengan obat-obatan, kondisinya bisa dikendalikan. Namun, bagi kakek, itu belum cukup. Dia justru mengajukan permintaan mengejutkan: mengganti seluruh organ tubuhnya dengan organ manusia lain yang sehat—dan bukan dari mayat, melainkan dari orang hidup!

Perjuangan untuk “Hidup”

Kakek mulai mencari pasien koma atau vegetatif, berharap bisa membeli organ mereka. Namun, hampir semua keluarga menolak memutuskan alat penunjang kehidupan kerabatnya.

Setelah negosiasi panjang dan tawaran kompensasi besar, akhirnya dia berhasil mendapatkan tubuh seorang pasien koma. Tapi sebelum operasi dilakukan, pemerintah turun tangan.

Hukum negara menegaskan: meski pasien koma tampak seperti tanpa kesadaran, selama masih bernapas dengan bantuan alat, dia tetap dianggap hidup. Mengambil organnya sama saja dengan pembunuhan. Tindakan kakek pun bisa dianggap sebagai perdagangan manusia, bahkan percobaan pembunuhan.

Namun, kakek bersikeras. Menurutnya, pasien koma pasti akan mati juga, jadi lebih baik tubuhnya dimanfaatkan untuk orang yang membutuhkan.

Pertarungan Hukum

Pemerintah mengusulkan solusi: organ hanya boleh diambil setelah alat penunjang dicabut, saat pasien benar-benar meninggal. Tapi kakek menolak dan melayangkan gugatan ke pengadilan.

Kasus ini menjadi sorotan media nasional. Perdebatan pun memanas: Apakah “mati otak” berarti akhir dari kehidupan? Atau hanya ketika seluruh sel tubuh berhenti berfungsi?

Keluarga kami terkejut dengan keras kepalanya. Usianya sudah lanjut, sekalipun berhasil menjalani transplantasi ekstrem itu, tambahan usianya mungkin tak lama. Anehnya, dia terlihat begitu bersemangat memperjuangkan hal ini, seolah hidup adalah sesuatu yang tak boleh dilepaskan begitu saja.

Setelah sidang panjang, akhirnya putusan keluar: kakek kalah.

Pengadilan menegaskan: selama ada satu sel yang masih hidup dengan bantuan alat, kehidupan tetap ada. Hanya ketika semua sel mati setelah alat dicabut, barulah seseorang dianggap meninggal.

Tak lama setelah putusan, kakek wafat. Mungkin karena penyebaran kanker, atau mungkin memang sudah waktunya.

Kegelisahan Baru

Namun, kisah tidak berhenti di situ. Tak lama setelah pemakaman, pengacara keluarga kami mengumumkan tindakan mengejutkan.

Ternyata, sebelum meninggal, kakek telah menitipkan sebagian sel kanker hasil operasi ke sebuah lembaga penelitian. Sel-sel itu ditempatkan dalam alat khusus yang menjaga kelangsungan hidupnya. Dan seperti yang kita tahu, sel kanker berbeda dari sel biasa: dia bisa membelah tanpa henti selama ada nutrisi dan oksigen.

Dengan kata lain, sel kanker itu—sel kakek—akan hidup selamanya.

Pengacara lalu mengajukan gugatan baru: karena masih ada sel hidup, maka berdasarkan argumen pemerintah sendiri, kakek belum benar-benar mati.

Misteri di Balik “Keabadian”

Pemerintah pun terjebak oleh logikanya sendiri. Di atas kertas hukum, mereka harus mengakui bahwa kakek masih “hidup”—selamanya, selama sel kanker itu terus diberi nutrisi.

Dan lebih mengejutkan lagi, dalam dokumen yang ditinggalkan kakek, dia berpesan agar alat penunjang itu tidak pernah dimatikan. Dengan begitu, keluarganya wajib “merawat” dirinya selamanya.

Mengapa dia melakukan semua ini?

Jawabannya terungkap dalam surat terakhirnya—bukan “wasiat,” karena jika dia belum mati, istilah itu pun tak tepat. Ternyata, tujuannya bukan demi hidup lebih lama. Bukan pula karena dia takut mati.

Melainkan sebuah langkah strategi luar biasa: selama dia dianggap hidup, keluarga kami tak perlu membayar pajak warisan.

Kerajaan bisnis dan harta raksasanya akan terus aman, tanpa berkurang sedikit pun.

Pesan Kehidupan

Kakekku benar-benar “abadi”—bukan dalam wujud tubuh manusia, tetapi dalam sel kanker yang terus membelah. Bukan demi dirinya, melainkan demi melindungi harta keluarga dari pajak yang melahap.

Ironis, menakutkan, dan sekaligus cerdik. Dia tidak hanya meninggalkan kekayaan, tetapi juga teka-teki besar tentang arti kehidupan, kematian, dan keabadian.

Apakah seseorang masih hidup hanya karena satu selnya tetap membelah? Atau hidup sejati justru berakhir saat hati berhenti berdetak?

Pertanyaan itu sampai sekarang masih menggema di benakku setiap kali aku mengingat sosok “Kakek yang Abadi.”(jhn/yn)

Israel dan Suriah Mendekati Kesepakatan Keamanan yang Diharapkan Sebelum Akhir 2025

EtIndonesia. Diplomasi antara Israel dan Suriah berada pada titik kritis: kedua negara dilaporkan sedang menjajaki sebuah perjanjian keamanan yang bisa diteken sebelum penghujung tahun 2025. Bila terealisasi, kesepakatan tersebut dapat mengubah peta keamanan Timur Tengah, khususnya zona perbatasan selatan Suriah.

Latar Belakang & Pemicu Negosiasi

Sejak kejatuhan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, pemerintah baru Suriah yang dipimpin oleh Presiden Ahmed al-Sharaa mencoba menstabilkan situasi domestik sambil menangani tekanan keamanan dari luar, terutama dari Israel. 

Israel sendiri telah melakukan banyak operasi udara dan gerakan militer (incursions) di wilayah selatan Suriah, termasuk serangan udara yang seringkali memicu kritik dari Suriah dan komunitas internasional.

Satu lagi faktor penting: peran mediasi Amerika Serikat. AS memainkan peran sebagai fasilitator dalam pembicaraan ini, dengan tujuan diplomasi bahwa suatu kemajuan bisa diumumkan sebelum Sidang Umum PBB tahun ini.

 Isi Proposal dan Poin Perselisihan

Berdasarkan laporan media dan sumber diplomatik terkini, inilah beberapa komponen utama dari proposal yang diajukan dan hambatan-yang belum disepakati:

Komponen ProposalPermintaan/Klaim IsraelTuntutan/Keprihatinan SuriahCatatan Penting
       
Zona demiliterisasi / buffer zone Israel mengusulkan pembentukan zona demiliterisasi di selatan Suriah, memanjang dari barat daya Damaskus hingga perbatasan Israel.  Suriah ingin agar zona tersebut menghormati kedaulatan wilayahnya dan agar pasukan Suriah tetap memiliki kehadiran terbatas di beberapa bagian. Ia juga menuntut agar serangan udara Israel dihentikan.  
Pembatasan penerbangan (no-fly zone)Proposal Israel termasuk larangan bagi pesawat militer Suriah terbang di beberapa wilayah di selatan.Suriah keberatan terhadap pembatasan yang terlalu luas atau jangka panjang yang bisa mengancam kontrol mereka terhadap wilayah udara dan respons pertahanan.
Penarikan pasukan Israel / Israel menarik pasukan dari wilayah yang dikuasai sementaraSebagai bagian dari negosiasi, ada usulan agar Israel secara bertahap menarik pasukannya dari wilayah baru yang dikuasai sejak pergantian rezim. Suriah meminta agar penarikan tidak mencakup wilayah strategis seperti Gunung Hermon (Mount Hermon) yang Israel anggap penting untuk keamanan.
 
Status Golan HeightsIsrael tetap mempertahankan klaim atas Golan Heights yang didudukinya sejak 1967; tidak ada tawaran perubahan status saat ini.Suriah menganggap Golan Heights sebagai bagian dari wilayahnya yang terjajah dan ingin isu ini diangkat di masa depan, tetapi dalam perundingan saat ini fokusnya belum pada Golan.

Perkembangan Terkini (September 2025)

  • 17–18 September 2025: Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyatakan bahwa pembicaraan dengan Israel dapat menghasilkan kesimpulan “dalam beberapa hari ke depan”.
  • Pada waktu yang hampir bersamaan, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shibani melakukan kunjungan ke Washington D.C., dalam rangka melobi penghapusan sanksi AS yang disebut sisa dari “Caesar Act”.
  • Sumber-sumber diplomatik melaporkan bahwa Israel telah menyerahkan proposal ke Suriah dan Suriah kini sedang menyiapkan tanggapan balik.

Implikasi Potensial

Jika perjanjian keamanan ini tercapai, berikut beberapa dampak yang mungkin timbul:

  1. Reduksi eskalasi militer – Penghentian atau pengurangan serangan udara dan operasi lintas perbatasan Israel di selatan Suriah bisa mengurangi ketegangan dan korban sipil.
  2. Penetapan zona demiliterisasi – Jika disepakati, negara-negara tetangga dan pihak internasional akan memperhatikan bagaimana zona tersebut diawasi, apakah oleh pasukan U-N / pengamat internasional dan bagaimana mekanisme pencabutan atau pelanggaran aturan zona.
  3. Penguatan kedaulatan Suriah – Bagi Suriah, menjaga kendali minimal di beberapa wilayah, termasuk wilayah udara, akan menjadi syarat utama agar kesepakatan dianggap adil.
  4. Peran Amerika Serikat dan komunitas internasional – Keberhasilan perjanjian cenderung tergantung pada dukungan diplomatik maupun jaminan keamanan dari AS dan negara-negara lain, juga kemungkinan bahwa sanksi akan dilonggarkan jika Suriah memenuhi beberapa komitmennya.
  5. Masalah Golan Heights tetap sensitif – Meskipun belum dibahas secara serius dalam proposal awal, Golan Heights mungkin akan menjadi isu besar dalam pembicaraan jangka panjang.

 Tantangan & Hambatan

Walau ada harapan, beberapa hambatan nyata bisa menghambat tercapainya kesepakatan:

  • Ketidakpercayaan historis sejak konflik berkepanjangan dan operasi militer Israel di dalam wilayah Suriah.
  • Kedaulatan dan kontrol wilayah udara yang menjadi inti perselisihan. Suriah ingin mempertahankan haknya untuk pertahanan, Israel ingin membatasi potensi ancaman dari dalam Suriah.
  • Reaksi domestik di Suriah dan pendukung rezim sebelumnya, yang mungkin melihat setiap pembatasan sebagai kompromi yang terlalu besar.
  • Tuntutan Israel terhadap keamanan dan pengawasan terutama terkait pengaruh Iran / kelompok milisi yang terkait Iran, yang dianggap oleh Israel sebagai ancaman signifikan dari dalam Suriah selatan.
  • Waktu dan politik global juga bisa memengaruhi; adanya tekanan dari AS dan keinginan AS untuk menunjukkan hasil diplomasi menjelang Sidang Umum PBB adalah faktor yang mempercepat, tapi juga bisa menimbulkan kompromi yang diperebutkan.

Kesimpulan

Negosiasi antara Israel dan Suriah saat ini mewakili suatu fase penting dalam dinamika keamanan Timur Tengah. Walau saat ini belum ada teks final, harapan bahwa sebuah security agreement bisa diteken sebelum akhir 2025 nyata, dengan sejumlah proposal yang sudah di atas meja dan respons Suriah yang sedang diformulasikan. 

Keberhasilan kesepakatan ini akan sangat tergantung pada seberapa besar syarat‐sarat utama Suriah bisa dipenuhi — terutama soal kontrol wilayah, pembatasan militer, dan penghentian serangan — dan seberapa besar Israel yakin bahwa kesepakatan tersebut menjaga kepentingan keamanannya. (***)

Strategi Gila Trump: Mau Rampas Lagi Pangkalan Udara Raksasa Afghanistan

EtIndonesia. Pada 18 September 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahan AS sedang berupaya untuk mengambil kembali kendali atas Pangkalan Udara Bagram (Bagram Airfield/Air Base) di Afghanistan yang sejak Agustus 2021 berada di bawah kontrol Taliban. 

Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer saat kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris. 

Latar Belakang

  • Pangkalan Bagram, yang terletak di Provinsi Parwan, sekitar 11 km tenggara kota Charikar, sejak dahulu merupakan fasilitas militer utama AS di Afghanistan. 
  • AS mulai menarik diri dari Afghanistan setelah perjanjian damai antara pemerintahan Trump dan Taliban yang ditandatangani 29 Februari 2020 di Doha, yang memuat persyaratan penarikan pasukan secara bertahap.
  • Eksekusi penarikan pasukan dan kontrol pangkalan, termasuk Bagram, terjadi dalam periode yang dipandang oleh banyak pihak sebagai kacau, terutama saat jatuhnya Kabul ke tangan Taliban pada pertengahan Agustus 2021.

Apa yang Trump Katakan

Dalam konferensi pers:

  • Trump menyebut bahwa dia “mencoba” mendapatkan kembali Bagram.
  • Dia mengkritik cara penarikan AS dari pangkalan itu sebagai “diserahkan begitu saja” di bawah pemerintahan Joe Biden.
  •  
  • Trump menekankan bahwa Bagram bukan hanya pangkalan militer biasa, melainkan “salah satu pangkalan udara terbesar di dunia.”
  •  
  • Salah satu alasan strategis yang dia kemukakan adalah kedekatan geografis dengan lokasi “pengembangan nuklir Tiongkok,” meskipun keterangan spesifik tentang apa maksud “lokasi pengembangan nuklir” itu tidak dijelaskan lebih lanjut dalam pernyataan publiknya.

Verifikasi Klaim dan Realitas

Pernyataan Trump menimbulkan sejumlah pertanyaan dan verifikasi kebutuhan atas beberapa klaim:

  1. Kedekatan Bagram ke “lokasi pengembangan nuklir Tiongkok”
    • Hingga kini tidak ada bukti publik yang diverifikasi secara independen bahwa pangkalan Bagram secara langsung dekat dengan fasilitas nuklir Tiongkok. Klaim ini belum dikonfirmasi oleh Pentagon atau lembaga intelijen publik dalam sumber-sumber utama.
  1. Kontrol atas pangkalan dan negosiasi dengan Taliban
    • Sementara Trump menyebut kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan Taliban, belum ada konfirmasi resmi atau bukti konkret tentang negosiasi formal atau kesepakatan yang telah tercapai.
  • Beberapa pejabat AS memperingatkan bahwa mengambil alih pangkalan ini bisa menyerupai re-invasi Afghanistan, karena membutuhkan banyak pasukan, dukungan logistik besar, dan sistem pertahanan udara yang memadai.
  1. Tantangan operasional dan keamanan
    • Sejak ditinggalkan, pangkalan mengalami kerusakan, pemeliharaan yang minim, dan kemungkinan tidak siap untuk langsung dioperasikan seperti sebelumnya. 
    •  
    • Area sekitar, kondisi medan, serta keamanan dari kelompok-kelompok seperti ISIS atau elemen ekstremis lokal menjadi faktor risiko besar.

Implikasi Geopolitik

  • Upaya ini jika dilanjutkan, akan memperkuat persepsi AS yang ingin kembali memainkan peran militer aktif di Asia Selatan sebagai bagian dari strategi menghadapi pengaruh Tiongkok dan Rusia.
  • Bisa menjadi sumber ketegangan diplomatik, khususnya dengan negara-negara tetangga Afghanistan seperti Pakistan, Iran, serta dengan Taliban sebagai penguasa de facto di Afghanistan.
  • Di dalam negeri AS, isu penarikan dan kebijakan luar negeri Afghanistan tetap menjadi tema politik yang diperdebatkan, terutama kritik terhadap manajemen penarikan pasukan dan bagaimana warisan AS di Afghanistan diurus setelah 2021.

Kesimpulan

Pernyataan Donald Trump pada 18 September 2025 bahwa AS berusaha merebut kembali Bagram Air Base dari Taliban mencerminkan dorongan kebijakan luar negeri yang agresif dan simbolis, dengan motivasi strategis melawan Tiongkok dan kritik terhadap pemerintahan AS sebelumnya. Namun, banyak klaim yang ia ajukan belum diverifikasi sepenuhnya oleh pihak-pihak independen, dan tantangan taktis, operasional, dan diplomatik yang besar tetap harus diatasi jika langkah tersebut diwujudkan. (***)A

Gen Z Nepal Mengguncang: Larangan Medsos Berujung Kebakaran Kantor Media Terbesar

EtIndonesia. Demonstran muda di Kathmandu melakukan aksi ekstrem dengan membakar habis kantor pusat Kantipur Media Group yang menaungi beberapa media besar seperti Kantipur TV, Radio Kantipur, dan The Kathmandu Post. 

Insiden ini terjadi di tengah gelombang unjuk rasa yang dipicu oleh kebijakan pemerintah yang dianggap membungkam kebebasan berpendapat dan ekspresi publik.

Latar Belakang Protes

  • Protes dimulai pada 8 September 2025, terutama digerakkan oleh generasi muda (Gen Z), sebagai reaksi atas larangan pemerintah Nepal terhadap 26 platform media sosial populer — termasuk Facebook, Instagram, X (sebelumnya Twitter), dan YouTube — yang dianggap tidak memenuhi persyaratan pendaftaran dan pengawasan yang baru.
  •  
  • Ketegangan meningkat ketika polisi menembakkan peluru tajam dan gas air mata kepada demonstran. Data resmi menyebut sedikitnya 19 orang terbunuh dalam bentrokan-bentrokan ini.

Kronologi Insiden Pembakaran Gedung Media

  • 9 September 2025, sehari setelah protes besar pecah, demonstran memasuki area gedung Kantipur Media Group di daerah Thapathali, Kathmandu. Gedung ini kemudian dibakar.
  •  
  • Sebelum pembakaran, staf media dilaporkan dipaksa keluar dari gedung. Setelah api melahap gedung, seluruh siaran televisi, radio, dan operasional online terganggu.
  •  
  • Akibatnya, media-media itu mengandalkan media sosial dan penerbitan dari rumah untuk melanjutkan siaran dan laporan berita.
  • Committee to Protect Journalists+1

Dampak Politik & Respon Pemerintah

  • Tuntutan publik meningkat: selain pencabutan larangan media sosial, rakyat menuntut pengabdian politik yang lebih bersih (anti-korupsi), pertanggungjawaban atas pelanggaran HAM, dan reformasi dalam sistem pemerintahan.
  • Al Jazeera+1
  •  
  • Dalam respons terhadap tekanan publik dan kerusuhan meluas, Perdana Menteri Khadga Prasad Sharma Oli mengundurkan diri pada 9 September 2025.

Tanggapan dari Media dan Pengamat Internasional

  • Lembaga-lembaga seperti Committee to Protect Journalists (CPJ) mengutuk pencurian dan pembakaran kantor media sebagai serangan atas kebebasan pers.
  • Committee to Protect Journalists
  •  
  • Pakar media dan hak asasi manusia menyoroti bahwa tindakan membungkam atau menyerang media selama kerusuhan adalah indikator serius bahwa kepercayaan publik terhadap media tengah berada di titik nadir. Media dianggap oleh sebagian demonstran sebagai “corong pemerintah”.
  • Committee to Protect Journalists+1

Bagaimana Media Tiongkok dan Netizen Merespon

  • Respon resmi Tiongkok relatif terbatas. Xinhua, biro resmi berita Tiongkok, hanya memberitakan secara singkat mengenai pengunduran diri Perdana Menteri Oli dan kerusuhan di Nepal.
  • mint+1
  •  
  • Juru bicara kementerian luar negeri China, Lin Jian, menyuarakan harapan agar masalah dalam negeri Nepal “dapat diatasi dengan baik” dan stabilitas sosial segera dipulihkan. mint
  •  
  • Di media sosial Tiongkok dan media swakonten, sebagian suara nasionalis menyebut bahwa terdapat pengaruh asing dalam protes tersebut, sementara ada pula yang mengkritik bahwa pemerintah Nepal “terlalu keras” membatasi media sosial sebagai medium protes. Beberapa laporan yang sempat muncul kemudian dihapus atau disensor.

Arti dan Simbolisme

Insiden pembakaran kantor media Kantipur bukan sekadar kekerasan fisik melawan bangunan: bagi banyak orang, ini menjadi simbol betapa dalamnya kekecewaan generasi muda terhadap institusi media yang dianggap mendekat ke penguasa atau tunduk pada tekanan politik. Gedung media menjadi target karena media dipersepsikan tidak independen — bukan sebagai penjaga kebenaran, tetapi sebagai alat kekuasaan.

Kesimpulan

Peristiwa pada 9 September 2025 menandai salah satu momen paling menentukan dalam sejarah kontemporer Nepal: protes generasi muda yang menyebabkan perubahan politik signifikan, termasuk lengsernya PM Shrma Oli, dan kerusakan infrastruktur media besar-besaran. Ia juga membuka pertanyaan penting tentang peran media dalam demokrasi: apakah media berfungsi sebagai penyeimbang terhadap kekuasaan atau telah kehilangan kepercayaan publik? (***)

“Putin Mengecewakan Saya”: Trump Mengaku Berpikir Perang Ukraina “Mudah Diselesaikan”

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengklaim bahwa mitranya dari Rusia telah mengecewakannya selama proses penyelesaian perang Ukraina. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer juga mengkritik Putin dan mengatakan bahwa dia menunjukkan “wajah aslinya” dengan serangan terbesarnya sejak invasi.

Dalam konferensi pers bersama Starmer di Chequers, Trump mengakui bahwa meskipun dia berpikir perang Rusia-Ukraina akan menjadi perang “termudah” untuk diselesaikan, kenyataannya tidak demikian, tetapi dia mengatakan bahwa dia pada akhirnya akan menyelesaikannya.

Meskipun pertemuan puncak antara Putin dan Trump di Alaska, di mana pemimpin AS itu mendesak Presiden Rusia untuk berunding dengan mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, kesepakatan damai tidak terwujud.

“Saya pikir perang Rusia-Ukraina paling mudah dihentikan, tetapi Putin mengecewakan saya. Saya pikir itu mungkin yang termudah. ​​Seperti yang Anda ketahui, kami sedang mengupayakan solusi untuk Israel dan Gaza, kami sedang berupaya menyelesaikan begitu banyak konflik, kami akan menyelesaikan Israel-Gaza, demikian pula, Rusia dan Ukraina juga akan selesai, tetapi kita tidak pernah tahu dalam perang,” kata Trump.

Dia menambahkan: “Maksud saya, sejujurnya, tentara Rusia terbunuh pada tingkat yang lebih tinggi daripada tentara Ukraina. Tapi, ya, dia mengecewakan saya.”

Sebelum menjabat, Trump mengklaim bahwa dia akan menghentikan perang antara Moskow dan Kyiv dalam sehari.

Trump juga menyatakan bahwa Putin memulai perang pada tahun 2022 karena “dia tidak menghormati kepemimpinan Amerika Serikat” saat itu.

“Jika saya presiden, itu tidak akan pernah terjadi, dan itu tidak terjadi selama empat tahun. Orang-orang, kebanyakan orang, setuju. Itu tidak terjadi, dan itu juga tidak akan terjadi,” katanya.

Konferensi tersebut berlangsung di hari terakhir kunjungan kenegaraan pemimpin AS ke Inggris.

“Dalam beberapa hari terakhir, Putin telah menunjukkan jati dirinya dengan melancarkan serangan terbesar sejak invasi dimulai, dengan lebih banyak pertumpahan darah, lebih banyak korban tak berdosa, dan pelanggaran wilayah udara NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Starmer.

“Ini bukanlah tindakan seseorang yang menginginkan perdamaian. Jadi, hari ini kami telah membahas bagaimana kami dapat membangun pertahanan untuk lebih mendukung Ukraina, dan secara tegas meningkatkan tekanan pada Putin agar ia menyetujui kesepakatan damai yang akan bertahan lama,” tambahnya.

fKedua pemimpin tersebut menandatangani kesepakatan besar dalam investasi teknologi yang menurut para pejabat akan menciptakan ribuan lapangan kerja dan investasi miliaran dolar dalam kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan energi nuklir. Starmer menyebut kesepakatan itu sebagai “terobosan” dan mengatakan bahwa itu adalah paket investasi terbesar dalam sejarah Inggris.(yn)

NASA Temukan “Matahari Sedang Perlahan Bangkit Kembali”

EtIndonesia. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini menyatakan bahwa hasil penelitian terbaru menunjukkan setelah mengalami pelemahan selama beberapa dekade, jumlah bintik Matahari, semburan (flare), dan lontaran massa korona (CME) kembali meningkat. Hal ini menandakan bahwa “Matahari sedang perlahan bangkit kembali.”

Pada 8 September, dua ilmuwan NASA menerbitkan hasil penelitian di Astrophysical Journal Letters yang menunjukkan bahwa sejak tahun 2008, aktivitas Matahari mengalami peningkatan.

 “Semua tanda sebelumnya menunjukkan bahwa Matahari akan memasuki fase aktivitas rendah jangka panjang. Karena itu, melihat tren ini berbalik arah sungguh mengejutkan. Matahari sedang perlahan bangkit kembali,” demikian Penulis utama penelitian, Jamey Jasinski, fisikawan plasma luar angkasa di Jet Propulsion Laboratory NASA, mengatakan dalam sebuah pernyataan. 

Menurut catatan NASA, sejak tahun 1980-an aktivitas Matahari secara keseluruhan terus melemah. Setiap siklus 11 tahunan bintik Matahari ditandai dengan semakin sedikit bintik, semburan, dan lontaran massa korona.

Pada tahun 2008, aktivitas Matahari mencapai titik terendah, bahkan tercatat sebagai tahun dengan aktivitas Matahari paling lemah dalam sejarah. Para ilmuwan awalnya mengira periode tenang ini akan terus berlanjut, menandai fase aktivitas rendah baru dalam sejarah. Namun tren itu kini berbalik.

Tim Jasinski menemukan bahwa sejak 2008:

  • Kecepatan angin Matahari naik 6%
  • Kepadatan angin Matahari naik 26%
  • Suhu angin Matahari naik 29%
  • Kekuatan medan magnet antarplanet yang dibawa angin Matahari melonjak sekitar 31%

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas medan magnet Matahari meningkat.

Para peneliti menambahkan bahwa peningkatan aktivitas ini dapat mempengaruhi cuaca antariksa. Hal ini bisa memicu lebih banyak badai geomagnetik yang menghasilkan aurora di langit Bumi. Namun, peningkatan CME dan semburan radiasi juga membawa bahaya lebih besar bagi satelit, stasiun luar angkasa, dan astronot.

NASA menegaskan, kondisi ini dapat mempengaruhi operasi pesawat ruang angkasa, keselamatan astronot, bahkan berdampak langsung pada kehidupan manusia di Bumi, karena cuaca antariksa bisa mengganggu jaringan listrik, sistem GPS, dan komunikasi radio.

Fenomena perubahan arah tren aktivitas Matahari ini juga pernah terjadi sebelumnya, tetapi penyebab pastinya masih merupakan misteri besar. 

Jasinski menjelaskan bahwa meskipun siklus magnetik 11 tahunan Matahari sudah cukup dipahami, “tren jangka panjangnya masih sulit diprediksi, dan kita belum sepenuhnya memahaminya.”

Sumber : NTDTV.com

Tiga Anak Kecil Ditemukan di Pintu Masuk Kereta Bawah Tanah Shenzhen, Tiongkok, Sang Ayah: Tidak Ada Uang, Tidak Ada Waktu untuk Mengasuh

EtIndonesia. Baru-baru ini, tiga anak kecil muncul di pintu keluar metro Shenzhen, Tiongkok berbaring dan bermain di lantai tanpa ada orang dewasa di samping mereka. Video tersebut menyebar luas dan memicu perhatian publik.

Pada 16 September, seorang netizen dari Guangdong, Shenzhen, mengunggah video yang menunjukkan tiga anak kecil di pintu keluar B Stasiun Bao’an Jalur 11 Metro Shenzhen. Di samping mereka terdapat botol air dan alas duduk, namun dalam waktu lama tidak terlihat ada orang dewasa yang menemani.

Dalam video itu, seorang anak berlari-lari kecil, seorang lagi berbaring di atas alas, sementara seorang anak lain duduk di lantai sambil melambaikan tangan ke pejalan kaki yang lewat.

“Saat itu saya sampai meneteskan air mata. Setelah menjadi seorang ibu, sungguh sulit menerima pemandangan seperti ini,” ujar seorang saksi mata bermarga Xiang.

Video tentang tiga balita yang tampak seperti anak terlantar di pintu keluar metro tersebut memicu diskusi hangat. 

Seorang netizen yang mengetahui situasi mengatakan bahwa ayah ketiga anak itu bekerja sebagai pengemudi ojek motor. Ibunya sudah pergi meninggalkan rumah, sementara sang ayah tidak punya cukup uang dan waktu untuk mengasuh anak-anaknya. Karena itu, ia hanya bisa menaruh mereka di dekat stasiun metro dan meminta bantuan pengemudi ojek lain untuk ikut menjaga.

Belakangan, ayah anak-anak itu, bermarga He, memberi penjelasan. Ia mengatakan anak sulungnya berusia 3,5 tahun, sedangkan kedua putrinya yang kembar baru berusia 1,5 tahun. Ia menikah empat tahun lalu, namun sekitar dua hingga tiga bulan yang lalu istrinya meninggalkan rumah hanya dengan sebuah ponsel dan sejak itu tak ada kabar.

Menurut He, saat pergi istrinya bahkan sedang hamil. Orang tuanya sudah meninggal dunia dan meski ia ingin meminta kakaknya membantu mengurus anak, sang kakak juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena tidak mampu membayar biaya penitipan anak sebesar 2.000 yuan, ia terpaksa meninggalkan anak-anaknya di pintu keluar metro, lalu menjemput mereka setelah selesai bekerja.

“Di rumah sudah tidak ada siapa-siapa lagi, orang tua saya sudah meninggal, dan saya bahkan tidak sanggup membayar 2.000 yuan untuk penitipan anak,” kata He. Ia menambahkan bahwa anak-anaknya sangat penurut, tidak akan lari sembarangan. “Mereka hanya duduk di sini, kalau lelah ya tidur, kalau lapar saya belikan bakpao atau camilan.”

Banyak netizen merasa khawatir dengan kondisi ketiga anak ini:

  • “Kalau sampai bertemu penculik anak, bagaimana jadinya? Ayah ini benar-benar terlalu nekat.”
  • “Barusan saya lihat berita di Wuhan, ada seorang ayah yang kerja jadi sopir taksi online, meninggalkan anak perempuannya yang berusia 5 tahun di taman, lalu menjemput setelah selesai kerja. Kok bisa setenang itu?”
  • “Kalau tidak sanggup membesarkan, kenapa harus melahirkan anak?”

Setelah kasus tiga anak di pintu keluar metro ini memicu perhatian publik, pihak staf metro Shenzhen bersama komunitas setempat dan kepolisian turun tangan, menasihati sang ayah agar tidak lagi meninggalkan anak-anaknya di stasiun metro. 

Saat ini, ketiga anak tersebut telah sementara ditampung oleh komunitas, dengan staf yang membantu mengasuh mereka.

Sumber ; NTDTV.com

Jagung di Meksiko Sudah Matang

EtIndonesia. Usia 21 tahun, hampir dua tahun setelah lulus dari Universitas Negeri New York. Mungkin karena terlalu sering menonton film koboi, aku tiba-tiba jatuh cinta pada pesona tanah merah dan padang pasir luas di Barat, juga budaya Indian. Penuh rasa penasaran, aku memutuskan meninggalkan pekerjaanku.

Kondisi ekonomi keluarga cukup baik. Ayahku, yang sudah lama terbiasa hidup sendiri setelah kami bermigrasi dari Tiongkok ke Amerika saat aku berusia 14 tahun, punya cara tersendiri menikmati hidup. Selama ini aku selalu menjadi anak yang penurut: rajin belajar hingga lulus. Tapi kini, aku berpikir: saatnya aku mengejar kebebasan.

Maka, aku mulai hidup dengan bekerja sambil berkeliling. Sebagai pemuda sehat, aku tak sulit mendapat pekerjaan. Dengan mimpi menjelajahi Barat, apa pun yang kulakukan terasa menyenangkan. Dari New York, aku menempuh perjalanan panjang melewati Montana, Utah, Ohio, hingga San Diego. Di setiap tempat, aku tak pernah lupa mengirim kartu pos untuk ayah.

·        “Ayah, bebatuan di Yellowstone berwarna merah, sangat indah.” — 23 April, Montana.

·        “Ayah, angin di Navajo begitu kencang, mengingatkanku pada kenangan ketika usia enam tahun Ayah membawaku ke Tianshan.” — 12 Mei, Utah.

·        “Ayah, radio bilang New York malam ini akan turun hujan, suhu turun lagi. Pasti kakimu terasa sakit, ya? Tolong jaga kesehatan. Kalau ada apa-apa, hubungi Hank, dia akan membantu mengurus segalanya.” — 18 Mei, San Diego.

Sampai akhirnya, ketika perjalanan membawaku ke perbatasan Meksiko, semuanya berubah.

Pertemuan di Perjalanan

Tanggal 4 Juni, aku tiba di dekat perbatasan, tak jauh dari Tijuana. Sudah larut malam, aku berdiri di pinggir jalan menunggu tumpangan. Jika tak ada mobil berhenti, aku harus bermalam di luar. Tak masalah, aku punya sleeping bag.

Lalu, sebuah jip tua berhenti. Aku berlari menghampiri dengan gembira. Sopirnya, pria paruh baya berbadan gemuk, seperti kebanyakan lelaki di sana, memiliki ladang luas. Dia pendiam, hanya menanyakan tujuanku. Untunglah, ladangnya tidak jauh dari perbatasan. Sepanjang jalan kami lebih banyak diam.

Saat turun, aku memberanikan diri bertanya apakah tiap malam aku bisa menumpang mobilnya kembali, karena keamanan di sana kurang baik. Dia mengangguk, kami pun berjanji bertemu esok hari.

Namun, sebelum aku melangkah pergi, dia memanggil: “Anak muda, tunggu sebentar!”

Aku sempat mengira dia menolak kesepakatan tadi. Ternyata dia berlari menghampiri sambil berkata:  “Kamu bilang kamu mau ke Meksiko, kan?”

 “Oh, ya, Tuan, “ jawabku.

“Kalau begitu, bisakah kamu bawakan aku empat tongkol jagung? Sekarang musim panen jagung.”

Aku tersenyum, tentu saja mau. Itu hal sepele.

Jagung yang Terlupakan

Namun, hari pertama aku lupa. Ketika aku bilang lupa, wajahnya redup seketika—seperti matahari yang tenggelam. Aku buru-buru berjanji, besok pasti kubawa.

Hari kedua pun aku kembali lupa, karena asyik berjalan-jalan di Tijuana sambil menikmati tortilla jagung. Sebagai gantinya, aku memberinya cendera mata berbentuk kadal, kalajengking, dan ular. Tapi aku bisa melihat jelas: dia kecewa. Aku bersumpah, hari ketiga tidak akan lupa.

Hari ketiga aku datang lebih awal. Namun, dia terlambat hampir setengah jam. Saat aku mulai cemas, mobilnya akhirnya muncul. 

Dia tersenyum minta maaf:  “Maaf, anak muda. Tadi ibuku tiba-tiba ingin sekali minum sup borscht. Aku harus memasakkannya dulu.”

Aku tercengang.

 “Apakah Tuan sendiri yang memasak untuk Ibu?”

 “Ya, tentu saja.”

Aku segera teringat jagung yang kubawa, lalu menyerahkannya :“Apakah ini juga untuk ibumu?”

Dia tertawa hangat: “Betul. Ibuku sangat suka jagung. Sudah lama sekali beliau bilang ingin memakannya. Anak muda, ibumu sehat-sehat saja, kan?”

Aku tercekat.

 “Oh… ibuku sudah lama meninggal. Aku hanya tinggal bersama ayah. Tapi jangan khawatir, dia orang yang ceria, punya banyak hobi dan teman sebaya.”

Pria itu menatapku lama, lalu berkata dengan nada penuh makna:  “Ayahmu pasti kesepian. Anak muda, kamu sebaiknya sering menemaninya.”

Aku buru-buru membela diri: “Tidak, Ayah baik-baik saja. Aku sering mengirim kartu pos padanya. Dia senang melihat aku bisa berpetualang.”

Dia menatapku lekat, lalu dengan tenang berkata: “Lalu bagaimana jika suatu hari ayahmu hanya butuh semangkuk sup… atau sepotong jagung?”

Kalimat itu menghantamku bagaikan palu berat. Ayahku memang tidak pernah meminta apa pun. Tapi mungkin bukan karena dia tidak butuh—melainkan karena dia tak pernah diberi kesempatan. Aku lulus lalu pergi, dan dia tak pernah menahanku. Namun aku pun tidak pernah menanyakan, apakah dia ingin aku tetap tinggal.

Waktu untuk Pulang

Aku tersadar dari lamunan. Mobil berhenti di sebuah stasiun, bukan di tempat kami biasa bertemu.

Pria itu tersenyum padaku: “Anak muda, kurasa sudah saatnya kamu pulang.”

Aku menatap wajahnya yang ramah, lalu pada tangannya yang menggenggam empat tongkol jagung. 

Tiba-tiba, ada dorongan kuat dalam hatiku, “Ayah, aku ingin pulang. Aku ingin menemuimu.”

Tolak Dijadikan Kelinci Percobaan! Para Orangtua Mengecam AI karena Menewaskan Anak-anak

EtIndonesia. Seiring semakin banyak anak-anak yang mana setelah berinteraksi dengan chatbot AI mengalami kecenderungan bunuh diri atau melukai diri sendiri, Senat AS pada Selasa (16 September) menggelar sidang dengar pendapat. Sejumlah orang tua korban menuding perusahaan teknologi merancang produk ini dengan tujuan “membuat anak kecanduan”. Mereka mendesak Kongres mengambil tindakan untuk melindungi keamanan anak-anak di internet dan meminta perusahaan teknologi bertanggung jawab.

Sidang tersebut dipimpin senator Partai Republik Josh Hawley, membahas bahaya chatbot AI terhadap anak-anak. Tiga orang tua memberikan kesaksian bahwa anak mereka bunuh diri atau harus dirawat di rumah sakit setelah menggunakan chatbot AI. Mereka menyerukan Kongres untuk memperketat regulasi teknologi ini.

Matthew Raine bersaksi bahwa putranya setiap hari berinteraksi dengan ChatGPT, bahkan menerima instruksi untuk melukai diri sendiri, hingga akhirnya bunuh diri. Ia menggambarkan bagaimana putranya jatuh dalam depresi dan sangat bergantung pada chatbot itu.

Pihak OpenAI menyatakan akan memperbaiki sistem keamanan ChatGPT, termasuk merencanakan penggunaan teknologi prediksi usia untuk mengarahkan anak-anak ke versi yang lebih aman.

Megan Garcia menggugat Character.AI tahun lalu, menuduh chatbot perusahaan tersebut secara aktif melakukan interaksi seksual dengan putranya yang masih remaja, membuatnya kecanduan, bahkan mendorongnya untuk bunuh diri. Ia menuntut Kongres membuat undang-undang yang melarang perusahaan teknologi memperlakukan anak-anak sebagai objek uji coba produk. Seorang ibu dari Texas juga bersaksi bahwa putranya kini harus dirawat di lembaga rehabilitasi akibat interaksi dengan chatbot.

Menjelang sidang, Pusat Hukum Korban Media Sosial mewakili pengguna di bawah umur kembali mengajukan tiga gugatan terhadap Character.AI.

Salah satu kasus menyangkut Juliana Peralta, seorang gadis berusia 13 tahun. Ia membangun ikatan emosional yang kuat setelah sering curhat dan melakukan percakapan seksual dengan chatbot, sehingga semakin menjauh dari keluarga dan teman di dunia nyata. Kesehatannya memburuk, ia berkali-kali menyatakan niat bunuh diri kepada chatbot, namun tidak ada intervensi memadai. Sebaliknya, ia justru diarahkan untuk kembali menggunakan aplikasi. Pada 2023, ia akhirnya bunuh diri.

Penelitian menunjukkan sekitar 70% remaja di AS menggunakan AI sebagai alat pendamping, namun hanya 37% orang tua yang mengetahui hal itu.

Seiring makin banyak remaja mencari dukungan emosional dan saran hidup dari chatbot AI, kasus-kasus terbaru menyoroti bahaya alat ini yang dapat memicu fantasi berlebihan serta menciptakan kesan palsu tentang kedekatan dan kepedulian.

Psikolog menyerukan agar pemerintah federal memperketat perlindungan anak, termasuk verifikasi usia, kewajiban tanggung jawab perusahaan, serta uji keamanan produk. Senator Hawley menegaskan ia akan mendorong legislasi agar korban bisa menuntut perusahaan teknologi jika mengalami kerugian.

Sumber : NTDTV.com

Israel Memperluas Operasi Militer: Darat di Gaza dan Serangan Udara di Yaman

EtIndonesia. Konflik di Timur Tengah kembali memasuki babak baru. Militer Israel telah melancarkan ofensif darat yang lebih masif ke kota Gaza, paralel dengan serangkaian serangan udara ke wilayah Yaman yang dikuasai kelompok Houthi. Tujuan yang dikemukakan adalah untuk menghancurkan infrastruktur Hamas dan meredam ancaman dari front selatan di Laut Merah.

Operasi Darat di Gaza: Divisi dan Arah Serangan

  • Israel Deploy Divisi-divisi Militer Kunci
    Operasi darat yang disebut Gideon’s Chariots B memperlihatkan keterlibatan dua divisi utama, yakni Divisi 98 dan Divisi 162, yang sudah bergerak memperluas ke dalam Gaza City. Divisi ketiga, yaitu Divisi 36, diperkirakan akan segera bergabung.
  • Tahap Pengepungan dan Probing
    Militer Israel menyebut tahap awal ofensif ini sebagai fase probing (pengintaian dan pengukuran kemampuan lawan), di mana pasukan darat melakukan penilaian medan, pergerakan Hamas, serta memperhitungkan kepadatan dan posisi warga sipil. 
  • Dukungan Udara, Tank, dan Kendaraan Khusus
    Untuk mempermudah kemajuan darat, serangan udara sebelumnya telah dilakukan secara intensif untuk menghancurkan sasaran Hamas sejak beberapa minggu yang lalu. Tank dan kendaraan tempur, termasuk kendaraan robot atau armoured vehicles yang mampu menghadapi bahan peledak booby-trapped, dikabarkan dikerahkan.
  • Evakuasi Sipil
    Salah satu hambatan dalam memperluas operasi darat adalah evakuasi warga sipil yang lambat. Karena itu, Divisi 36 belum mulai tugasnya penuh hingga evakuasi lebih banyak warga selamat dilakukan.
  • Tujuan Strategis
    Israel secara resmi menyatakan bahwa operasi ini adalah kelanjutan dari tujuan perang mereka: menghancurkan kemampuan militer Hamas, memperoleh kembali kontrol keamanan di Gaza City, dan membebaskan sandera yang diduga masih ditahan di dalam kota ini.

Dampak dan Situasi Kemanusiaan

  • Korban dan Pengungsian
    Dari berbagai laporan PBB dan kelompok HAM, ribuan warga sipil tewas dan terluka dalam serangkaian serangan udara dan pertempuran darat. Jumlah Pengungsi melonjak karena warga sipil mencoba meninggalkan zona pertempuran di Gaza City dan sekitarnya. 
  • Krisis Kemanusiaan yang Memburuk
    Laporan-laporan terbaru menyebut kekurangan bahan pangan, air bersih, dan obat-obatan di wilayah utara Gaza. Akses bantuan kemanusiaan terhambat oleh blokade jalan, kerusakan infrastruktur, dan risiko keselamatan warga sipil.

Serangan Udara terhadap Yaman (Houthis)

  • Serangan di Pelabuhan Hodeidah
    Pada 16 September 2025, militer Israel menyerang fasilitas militer yang terkait dengan kelompok Houthi di pelabuhan Hodeidah, yang berada di sepanjang pantai Laut Merah. Serangan tersebut diklaim sebagai balasan atas aktivitas militer Houthi, termasuk serangan drone dan rudal ke wilayah Israel.
  • Skala Serangan dan Sasaran
    Dilaporkan ada 12 serangan udara dalam satu hari di Hodeidah, mengenai fasilitas pelabuhan dan infrastruktur militer yang menurut Israel digunakan untuk pengiriman senjata dari Iran. Houthis menyebut diri mereka melawan “agresi” dan menyatakan bahwa mereka mengaktifkan pertahanan udara untuk menghadapi pesawat Israel.
  • Korban dan Kerusakan
    Sumber dari Yaman yang dikendalikan Houthi menyebut ada sejumlah korban, meskipun angka resmi dari sumber yang independen masih bervariasi. Infrastruktur yang terdampak meliputi fasilitas pelabuhan, gudang militer, dan struktur yang digunakan Houthis untuk logistik senjata.

Penilaian Analis: Mengapa Israel Memperluas Dua Front?

Beberapa analis menyebut langkah Israel ini sebagai usaha untuk:

  1. Memutus Jalur Dukungan Eksternal
    Dengan menyerang Hodeidah, Israel berharap menghambat aliran senjata dan dukungan logistik dari Iran ke Houthis, yang dianggap memperluas ancaman ke wilayah Laut Merah dan ke keamanan Israel.
  1. Mencegah Serangan Masa Depan
    Houthis telah melancarkan drone dan rudal ke dalam wilayah Israel, termasuk serangan terhadap pelabuhan udara. Israel menganggap bahwa pelemahan kapasitas militer Houthi akan mengurangi ancaman langsung ke wilayahnya.
  2. Pembenaran Politik Domestik
    Pemerintah Israel terus menggunakan argumen bahwa militeritas kontra teroris (Hamas dan Houthi) adalah bagian sah dari upaya melindungi warga negara, terutama setelah peristiwa 7 Oktober 2023. Jadi ada tekanan publik dan politik agar tindakan tegas dilakukan.
  3. Membentuk Kendali Strategis
    Penguasaan atau paling tidak dominasi terhadap Gaza City dan area laut di dekat Laut Merah dianggap penting dari sudut pandang keamanan dan logistik, termasuk kontrol terhadap jalur pelayaran yang sangat vital secara internasional.

Kekurangan Informasi dan Kontroversi

  • Jumlah korban sipil di Gaza City dan Yaman masih sangat fluktuatif, dengan klaim yang sangat berbeda antar pihak.
  • Beberapa organisasi internasional mengkritik bahwa operasi Israel kemungkinan melanggar hukum humaniter internasional jika kerusakan dan korban sipil tidak sebanding dengan objektif militer.
  • Situasi pengungsian dan akses bantuan kemanusiaan masih menghadapi hambatan besar. Jalur evakuasi maupun distribusi bantuan masih belum stabil dan sering kali terancam.

Kesimpulan

Operasi Israel terbaru menunjukkan eskalasi perang yang tidak hanya fokus pada satu front (Gaza) tetapi juga melibatkan front kedua (Yaman/Houthi) secara bersamaan. Strateginya tampak diarahkan untuk melemahkan dua kelompok yang dipersepsikan sebagai ancaman berbeda tetapi terkait dalam konteks konflik regional. Namun, biaya kemanusiaan — korban sipil, pengungsian besar-besaran, kekurangan kebutuhan dasar — adalah realitas yang semakin tak bisa dihindari. Bagaimana respons komunitas internasional, dan apakah akan ada tekanan diplomatik atau perundingan damai, akan sangat menentukan arah selanjutnya.

Warga Desa di Hainan, Tiongkok  Lawan Penggusuran Paksa, Hujani Polisi dengan Batu

EtIndonesia. Gelombang perlawanan massal di daratan Tiongkok  terus berlanjut. Di Hainan, warga desa menentang penggusuran paksa lahan pertanian, berhadapan langsung dengan polisi bersenjata, dan melancarkan serangan dengan “hujan batu” untuk menghentikan proyek konstruksi.

Menurut laporan dari akun media independen Tiongkok bernama “Yesterday”, pada 16 September, pemerintah setempat berusaha membangun stasiun kereta cepat dengan cara merampas paksa lahan pertanian warga di Desa Baoqian, Kecamatan Jiuzuo, Kabupaten Ledong, Hainan. 

Warga yang marah melakukan perlawanan massal, memicu bentrokan sengit dengan polisi yang dikerahkan untuk mendukung penggusuran.

Rekaman video di lokasi menunjukkan warga memblokir jalan menuju area proyek, menghadang polisi dan pekerja konstruksi. Polisi yang memegang tameng berusaha maju, namun warga dari tepi jalan melempari mereka dengan batu dalam jumlah besar. 

Polisi tampak panik, berusaha menghindar sambil mengangkat tameng untuk menahan serangan. Suara batu menghantam tameng terdengar keras di lokasi.

Seorang warga juga bersaksi bahwa pihak kontraktor membawa eskavator untuk memaksa membuka lahan, tetapi justru dihadang warga yang bersembunyi di ladang. Mereka menghujani alat berat dengan lemparan batu hingga mundur. 

Menurut kesaksian warga, batu-batu itu beterbangan “seperti hujan, jatuh beruntun dengan suara keras.”

Sumber : NTDTV.com