Banjir Bandang Menerjang Nagekeo, NTT, 3 Orang Tewas dan 4 Lainnya Masih Hilang

EtIndonesia – Sebanyak 3 orang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, 2 orang luka-luka dan 4 lainnya masih dalam pencarian atas bencana banjir bandang yang terjadi di wilayah Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (8/9/2025). 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis bahwa hasil kaji cepat yang dirangkum Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB per  pukul 19.26 WIB, ketiga korban meninggal dunia merupakan satu anggota keluarga yang terjebak banjir bandang di dalam sebuah pondok di tepi Sungai Malasawu. Setelah dievakuasi, ketiga korban segera dibawa ke puskesmas terdekat dan diserahkan kepada kerabat.

Kemudian untuk empat orang yang dinyatakan hilang, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Negekeo, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan warga masih terus berupaya pencarian dan pertolongan. Kondisi cuaca yang tak menentu membuat upaya SAR sedikit terhambat. Kendati demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat tim di lapangan.

Banjir bandang tersebut juga telah menyebabkan sejumlah kerugian material meliputi 1 rumah hanyut, 2 kantor pemerintahan, 3 ruas jalan tertutup longsor, 2 unit jembatan terdampak, lahan sawah dan perkebunan terendam, ternak yang di gembala pun turut terkena imbas. Tim BPBD Kabupaten Nagekeo masih melanjutkan pendataan di lapangan.

Prakiraan Cuaca dan Waspada Bencana Susulan

Wilayah Kabupaten Nagekeo masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sampai dua hari ke depan atau Rabu-Kamis (10-11/9), sebagaimana menurut informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). 

Kondisi cuaca tersebut tentunya dapat berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana banjir hingga tanah longsor. Oleh sebab itu, BNPB mengimbau kepada seluruh warga di Nagekeo, khususnya di Kecamatan Mauponggo agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat.

Sudah menjadi sifat banjir perbukitan maupun pegunungan, seperti yang terjadi di Mauponggo. Air sungai yang semula jernih dapat menjadi keruh dan menggelora dalam waktu yang singkat, terlebih jika wilayah hulu sungai mendapat pasokan air dalam jumlah yang sangat besar akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama. Banjir bandang juga sangat berpotensi terjadi apabila vegetasi di wilayah hulu dan lereng perbukitan mengalami kerusakan.

Di sisi lain, Kecamatan Mauponggo yang secara geografis berada di wilayah pesisir bagian selatan Kabupaten Nagekeo, memiliki kontur pegunungan-perbukitan di bagian utara, yang juga menjadi daerah hulu sungai. Secara demografis, permukiman warga Mauponggo lebih banyak berada di lereng, jalur aliran sungai hingga pesisir yang menghadap langsung dengan Laut Sawu.

Kondisi tersebut harus mendapat perhatian dari masyarakatnya sendiri maupun pemerintah daerah, bahwa mitigasi bencana banjir bandang mulai dari bagaimana upaya menahan material di hulu, pengaturan aliran air agar tidak mendadak besar dan melindungi masyarakat di hilir melalui sistem peringatan dini serta pengelolaan tata ruang menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Mitigasi struktural seperti perbaikan vegetasi di hulu, pembuatan sabo dam, check dam, kanal pengatur atau saluran pengalihan air, penguatan tebing sungai dan zona penyangga wilayah hilir harus diperkuat.

Di samping itu manajemen mitigasi non-struktural yang meliputi pemetaan wilayah rawan banjir bandang, penguatan sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat harus terus dilakukan oleh pemerintah daerah guna memperkuat pondasi demi meminimalisir dampak risiko bencana.

Selanjutnya pengelolaan tata ruang seperti relokasi, larangan mendirikan bangunan di zona rawan bencana dan pengendalian aktivitas penambangan juga harus diatensi dan dikuatkan, sehingga bencana serupa dapat dicegah. (Bnpb)

Mogok Kerja di MRT London: Tuntut 4 Hari Kerja, Warga Tidak Senang

Pada Senin (8 September), warga London menghadapi jam sibuk pagi yang disebut sebagai “mimpi buruk”, setelah para pekerja kereta bawah tanah (MRT) memulai aksi mogok yang diperkirakan berlangsung hampir satu minggu. Banyak pekerja kantoran terpaksa mencari cara lain untuk pergi dan pulang kerja.

EtIndonesia. Gerbang Stasiun London Bridge ditutup rapat, sementara para pekerja terburu-buru mencari transportasi alternatif. Dari Senin (8 September) hingga Kamis (11 September), sekitar 10 ribu pekerja MRT melakukan aksi mogok selama 4 hari. Mereka menuntut pengurangan hari kerja dari 5 menjadi 4 hari.

Ini merupakan kelumpuhan serius pertama pada MRT London sejak 2023. Banyak warga London mengaku sangat tidak senang.

Warga London: “Saya seratus persen menentang! Gaji mereka sudah cukup tinggi, tapi masih ingin mengurangi jam kerja mingguan dari 35 jam menjadi 32 jam. Itu memalukan.”

Menurut data London Broadcasting Company (LBC), masinis MRT bekerja 35 jam per minggu, dengan gaji tahunan rata-rata sekitar £65.000 (setara sekitar US$88.000). Sebagian masinis berpenghasilan lebih tinggi, mencapai £75.000 (sekitar US$101.000), jauh di atas rata-rata gaji tahunan pekerja Inggris yang hanya £37.000.

Warga London: “Saya ingin mogok ini dibatalkan. Mogok sudah sering terjadi, tapi kalau berlangsung seminggu penuh, itu benar-benar mimpi buruk. Perjalanan saya ke kantor pagi ini butuh waktu hampir dua kali lipat dari biasanya.”

Hingga Senin pukul 09.00, penggunaan sepeda sewa di London meningkat hingga 4 kali lipat dari biasanya, sementara sebagian orang memilih naik kapal untuk berangkat kerja.

Saat ini, serikat pekerja menuntut Walikota turun tangan sebagai mediator, dan mengancam akan memperpanjang masa mogok.

Sumber : NTDTV.com

Serangan Israel di Doha Tewaskan Enam Orang, Termasuk Tokoh Hamas Junior

EtIndonesia. Pada Selasa siang waktu setempat, serangkaian ledakan mengguncang kawasan Leqtaifiya di ibu kota Qatar, Doha, saat jamuan diskusi sedang berlangsung bagi pemimpin Hamas—terutama membahas proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat. Serangan ini merupakan eskalasi besar, menandai pergeseran perang Israel-Hamas ke wilayah negara Teluk yang selama ini dianggap netral dan menjadi mediator.

Detik-detik Operasi

Angkatan Udara Israel (IDF), diduga bersama Badan Keamanan Internal Israel (Shin Bet), melancarkan operasi udara dengan kode Summit of Fire (Pisgat HaEsh dalam bahasa Ibrani). Sebanyak sekitar 10 bom dijatuhkan oleh 15 jet tempur ke sebuah kompleks residensial tertutup yang menjadi markas politik Hamas di Leqtaifiya. Telah dilaporkan bahwa para pemimpin top Hamas—termasuk Khalil al-Hayya, Zaher Jabarin, Muhammad Ismail Darwish, Khaled Mashal, dan lainnya—hadir dalam pertemuan tersebut.

Korban dan Klaim Hamas

Serangan ini dikabarkan menewaskan enam orang, yakni antara lain:

  • Himam al-Hayya, putra Khalil al-Hayya
  • Jihad Abu Labal, kepala staf al-Hayya
  • Tiga anggota pengawalnya
  • Seorang petugas keamanan Qatar

Hamas menyatakan bahwa para pemimpin utama mereka SELAMAT, namun mengakui adanya korban di level yang lebih rendah.

Reaksi Israel & Alasan Operasional

PM Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan itu dilakukan sebagai balasan atas penembakan yang terjadi di Yerusalem sehari sebelumnya, dan menyasar mereka yang bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober 2023. Dia menegaskan bahwa operasi ini murni keputusan Israel dan dijalankan dengan kecermatan tinggi.

Tangisan Diplomasi: Reaksi Global

Sejumlah negara dan lembaga internasional mengecam keras acara udara ini:

  • Qatar menyebut serangan ini sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan hukum internasional.
  • Amerika Serikat menyatakan bahwa AS tidak ikut terlibat, meski sempat diberi tahu secara mendadak. Trump melalui media sosial menyebutnya “tidak menguntungkan” dan menegaskan bahwa dia tidak menyetujui serangan tersebut, namun menilai “meniadakan Hamas tetap menjadi tujuan yang layak”. 
  • Jerman, melalui Kanselir dan Menlu, mengecam serangan tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan melanggar kedaulatan Qatar.
  • Inggris, melalui PM Keir Starmer, menyebutnya sebagai ancaman terhadap stabilitas regional dan menegaskan kebutuhan untuk penghentian permusuhan segera.
  • Hongaria dan negara-negara lain, termasuk PBB, UE, Turki, Mesir, Iran, serta beberapa negara Teluk turut mengecam tindakan ini, menyoroti risiko terhadap upaya gencatan senjata dan keamanan regional.

Dampak Diplomatik dan Masa Depan Negosiasi

Serangan di Doha ini secara drastis memperumit upaya mediasi gencatan senjata yang tengah dijalankan Qatar. Banyak pihak menilai ini bisa menghambat pemberian bantuan kemanusiaan, pembebasan sandera, dan merusak kepercayaan terhadap peran Qatar sebagai mediator.

Kesimpulan

Serangan Israel pada 9 September 2025 di Doha mencatat titik balik dramatis dalam konflik Israel–Hamas. Dengan menggunakan operasi udara lintas-batas, Israel secara langsung menyerang markas politik Hamas di negara sahabat AS. Kendati berhasil menewaskan sejumlah tokoh pendukung Hamas, para pemimpin senior dilaporkan selamat. Reaksi internasional yang meluas menunjukkan seriusnya implikasi terhadap tatanan diplomasi dan stabilitas regional.

Keputusan Hidup, Hanya Butuh Setengah Menit

EtIndonesia. Dua guru Amerika, Carniel dan Fratz, pernah membawa murid-murid mereka mengunjungi sebuah sekolah kecil di kota miskin di Afrika Selatan. Untuk memberi pengalaman berharga, mereka mengajak anak-anak Afrika bersama para siswa Amerika menjelajahi pegunungan.

Namun, sebuah kecelakaan terjadi. Saat berusaha menarik seorang anak Afrika kulit hitam agar tidak jatuh, Fratz justru kehilangan keseimbangan dan terperosok ke jurang sedalam dua meter. Dia terluka parah, darahnya mengucur deras.

Di rumah sakit, dokter mengatakan Fratz butuh transfusi segera. Sayangnya, darahnya langka, tidak ada seorang pun di rombongan yang cocok.

Carniel lalu teringat pada anak Afrika yang tadi diselamatkan Fratz. 

Dia mendekatinya dan berkata:“Coba periksa darahmu, mungkin cocok.”

Hasilnya, benar! Golongan darah anak itu sesuai. Namun, ketika dokter hendak mengambil darahnya, anak itu menahan tangan dan bertanya dengan takut-takut:“Kalian mau mengambil darahku?”

“Ya, hanya darahmu yang bisa menyelamatkan guru Fratz,” jawab dokter.

Anak itu menunduk lama, seakan bimbang. Carniel yang melihatnya dalam hati merasa jengkel: “Guru Fratz terluka karena menolongmu, masa kamu masih ragu?”

Setengah menit kemudian, anak itu mengangkat wajahnya. Matanya berkaca-kaca. Dia menggigit bibir, lalu berkata pelan: “Aku mau mendonorkan darahku… tapi aku punya satu permintaan.”

Carniel langsung terpancing emosi: “Menyelamatkan orang kok pakai syarat?”

Anak itu melanjutkan: “Aku hanya berharap kalian sering datang lagi ke sekolah kami.”

Carniel langsung mengangguk: “Tentu saja! Kami pasti akan datang lagi.”

Mendengar itu, anak kecil itu pun menyerahkan tangannya kepada dokter. Air mata mengalir dari matanya.

Beberapa menit kemudian, transfusi darah selesai. Anak itu dibaringkan untuk beristirahat. 

Dengan suara lirih, dia bertanya: “Aku ingin tahu… kapan aku akan mati?”

Carniel dan dokter terkejut. “Mati? Tidak! Kamu tidak akan mati. Kamu hanya menyumbangkan sedikit darah, cukup istirahat saja.”

Saat itu semua orang tersadar: kebimbangan anak itu bukan karena enggan menolong. Dia benar-benar mengira bahwa memberi darah berarti memberikan nyawanya. Dan keputusan untuk, menurut pemahamannya, menyerahkan hidupnya—dia buat hanya dalam waktu setengah menit.

Pesan Moral

Kisah ini menyentuh hati kita:

·        Jangan mudah menilai atau menyalahkan orang lain hanya dari sudut pandang kita sendiri.

·        Setiap orang punya kisah, pengalaman, dan pemahaman berbeda.

·        Keputusan yang tampak sederhana bagi kita, bisa jadi adalah pergulatan hidup dan mati bagi orang lain.

Hidup memang penuh ketidakpastian. Setiap orang membawa suka dan dukanya masing-masing. Karena itu, kita harus belajar untuk lebih menghargai, berempati, dan menyayangi sesama.(jhn/yn)

Banjir Besar Merendam Denpasar, Tim SAR Gabungan Terus Berupaya Evakuasi Korban

EtIndonesia. Sebagian besar wilayah Denpasar, Bali terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi sejak Selasa (9/9/2025). Sejak dini hari tadi petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar terus menerima laporan permintaan bantuan evakuasi korban banjir. 

Di Perumahan Wiraraja  Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, tim melakukan evakuasi warga yang memerlukan penanganan medis. 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya juga langsung turun ke lapangan untuk memberikan atensi wilayah yang terdampak banjir.

 “Awal pergerakan personel sempat menemui kendala karena banyak akses jalan yang tergenang banjir hingga tidak bisa dilintasi rescue truck, tapi saat ini sudah ada di lokasi,” katanya dalam keterangan terulis. 

Sampai dengan saat ini tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sudah menyebar di lokasi yang terdampak parah, diantaranya Pulau Misol, Pulau Biak 1, Pura Demak dan wilayah Tengku Umar.

Posisi tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan unsur SAR lainnya dari BPBD dan PMI yang berada di Pulau Misol, sampai pukul 11.00 Wita, telah mengevakuasi 2 balita, 2 lansia dan 3 orang dewasa. Informasi lain dari klian di Pulau Biak 1, seluruh warganya telah berada di posisi aman di Balai Banjar. 

Sebagian besar wilayah Denpasar, Bali terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi sejak Selasa (9/9/2025) – Dok Basarnas

Sementara itu Kepala Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Juni Antara bersama tim melaksanakan upaya evakuasi di Tengku Umar.

Sebagian besar wilayah Denpasar, Bali terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi sejak Selasa (9/9/2025) – Dok Basarnas

“Sampai dengan saat ini kami masih terus mengupdate data dengan BPBD, terkait permintaan evakuasi atau pun data korban yang sudah terevakuasi, sehingga meseluruhannya bisa tersisir dan data pun tidak simpang siur,” jelas Juni Antara. 

Hingga Rabu (10/9/2025) siang hari ini, hujan deras masih mengguyur sebagian wilayah di Bali.

“Kami keterbatasan jumlah personil dan rubber boat untuk bisa mengcover seluruh daerah banjir, upaya koordinasi dengan unsur SAR juga sudah dilakukan,” kata Sidakarya.

 Ia meminta untuk warga yang berada di wilayah rawan banjir agar tetap berada di tempat aman, dan apabila sudah ada tanda-tanda bahaya segera evakuasi mandiri, sebelum kondisinya semakin parah. (Basarnas/asr)

Trump Gempur Kartel Narkoba Amerika Selatan, Hancurkan Jaringan Perdagangan Narkoba Iran di Venezuela

Demi menghancurkan kartel narkoba Venezuela, Presiden Amerika Serikat Trump baru-baru ini memperluas pengerahan militer AS di kawasan Karibia. Pada Senin (8 September), ketika menjawab pertanyaan media, Trump mengisyaratkan kemungkinan kembali meningkatkan perang melawan narkoba ini. Selain itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth bersama Jenderal Caine pada hari yang sama melakukan kunjungan mendadak ke Puerto Rico, untuk bersama-sama menghancurkan jaringan perdagangan narkoba yang digerakkan rezim Maduro di Venezuela.

EtIndonesia. Militer AS dalam beberapa hari terakhir menenggelamkan sebuah kapal pengangkut narkoba milik organisasi teroris Venezuela kartel Aragua. Presiden Trump menegaskan bahwa ini adalah peringatan bagi siapa pun yang berusaha menyelundupkan narkoba ke Amerika Serikat.

Pada  7 September, ia mengisyaratkan bahwa operasi ini bisa ditingkatkan untuk menghancurkan jaringan narkoba yang semakin berkembang pesat di Venezuela, yang didukung oleh Iran dan Hizbullah.

Media: “Apakah Anda mempertimbangkan untuk menyerang kartel narkoba di dalam wilayah Venezuela?”

Presiden Trump: “Kalian akan segera mengetahuinya.”

Jumat lalu, AS memerintahkan pengerahan 10 jet tempur siluman F-35 ke Puerto Rico. Pada hari yang sama, Trump memperingatkan rezim Maduro agar tidak mencoba mengganggu kapal perang AS yang dikerahkan di Laut Karibia.

Wawancara Media (5/9/2025): “Jika Venezuela kembali mengirim jet tempurnya melintas di atas kapal perang AS, apa yang akan terjadi?”

Trump (5/9/2025): “Ya, saya rasa mereka akan mendapat masalah. Kami akan memperingatkan mereka. Jika mereka benar-benar membahayakan kami, mereka akan ditembak jatuh.”

Pemerintahan Trump menekankan bahwa sesuai kebijakan saat ini, AS dapat menggunakan kekuatan militer untuk menghadapi kartel narkoba dan kelompok kriminal transnasional. Trump juga sudah menginstruksikan Pentagon untuk menyiapkan berbagai opsi operasi militer.

Pada Senin, Menteri Pertahanan Pete Hegseth bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Razin” Caine melakukan kunjungan mendadak ke Puerto Rico, dan disambut oleh Gubernur Puerto Rico, Jenniffer Gonzalez.

Gonzalez menulis dalam unggahannya: “Kami berterima kasih kepada Presiden Trump dan pemerintahannya yang mengakui nilai strategis Puerto Rico bagi keamanan nasional Amerika Serikat, serta dalam memerangi kartel narkoba yang digerakkan oleh diktator narkoba Maduro di belahan bumi ini.”

Menghadapi langkah lanjutan AS, Venezuela pada Minggu berjanji akan memperbesar pengerahan pasukan di sepanjang garis pantai untuk memberantas penyelundupan narkoba. Presiden Maduro menuduh, pengerahan militer AS di Karibia dengan alasan “pemberantasan narkoba” sesungguhnya bertujuan menggulingkan rezimnya.

Mantan agen DEA (Badan Anti Narkotika AS), Brian Townsend, pada Senin (8 September) kepada Fox News menyatakan bahwa geng  Aragua” Venezuela memiliki kerja sama erat dengan “Kartel Matahari” (Cartel of the Suns)—sebuah jaringan narkoba yang dibentuk oleh perwira tinggi militer Venezuela. Jaringan ini diduga bekerja sama dengan Hizbullah dalam menyelundupkan kokain.

Townsend mengatakan: “Hizbullah bertugas menyediakan jaringan, melakukan pencucian uang, dan membantu kartel narkoba memindahkan dana ke Timur Tengah, untuk mendanai operasi mereka di kawasan tersebut.”

Peneliti senior Institut Studi Keamanan Nasional Israel (INSS), Danny Citrinowicz, menekankan: “Jika Maduro tumbang, maka Iran akan kehilangan basis operasional terpentingnya di Amerika Latin.”

Para pakar menekankan bahwa bagi pemerintahan Trump, imperium narkoba Hizbullah di Venezuela bukan lagi masalah regional semata, melainkan ancaman langsung terhadap keamanan dalam negeri Amerika Serikat.

Sumber : NTDTV.com

Putin Murka! Pasukan NATO Berbaris di Jantung Kyiv, Perang Besar Tak Terbendung?

EtIndonesia. Konflik Rusia–Ukraina memasuki fase baru yang jauh lebih berisiko. NATO secara resmi mengumumkan pengerahan pasukan multinasional ke Kyiv. Sebanyak 30 negara bergabung dalam operasi besar ini, menjadikannya salah satu penempatan militer terbesar di Eropa sejak berakhirnya Perang Dingin.

Markas Komando Multinasional di Kyiv

Pada 6 September 2025, media Ukraina melaporkan bahwa NATO tengah membentuk markas komando baru di ibu kota Ukraina. Seorang mayor jenderal asal Inggris ditunjuk sebagai komandan inti, sementara koordinasi strategi dilakukan di Paris dan London.

Langkah ini dianggap sebagai intervensi paling langsung negara-negara Barat dalam perang, dengan konsekuensi jangka panjang terhadap stabilitas keamanan Eropa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjelaskan bahwa awalnya hanya 26 negara siap membantu, namun jumlah itu berkembang menjadi 30. Aliansi ini lahir dari prakarsa Prancis pada Februari 2025, yang awalnya hanya forum koordinasi, tetapi kini berubah menjadi jalur utama intervensi Barat.

Rencana Penempatan Pasukan NATO

Prancis dan Inggris menjadi yang terdepan dalam pembahasan distribusi pasukan:

  • Brigade Lintas Udara ke-11 Prancis kemungkinan ditempatkan di wilayah timur Dnipro.
  • Brigade Serangan Udara ke-16 Inggris diproyeksikan ditempatkan di Odesa.

Masa tugas awal ditetapkan 10 tahun dengan opsi perpanjangan otomatis. Skema ini menyerupai usulan Amerika Serikat tentang “pembekuan konflik” melalui zona kontrol.

Namun, Rusia menegaskan bahwa pasukan asing di Ukraina adalah ancaman langsung. Presiden Vladimir Putin berulang kali menegaskan hal itu sejak awal tahun 2025.

Risiko Eskalasi dan Ketegangan Regional

Risiko bentrokan langsung semakin nyata. Pada awal September 2025, jet tempur F-16 Rumania nyaris ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara S-400 Rusia di perbatasan.

Selain itu, biaya finansial juga membebani Eropa. Komisi Uni Eropa pada 5 September 2025 memperkirakan biaya tahunan 50.000 pasukan multinasional mencapai 80 miliar euro. Beberapa negara menolak, termasuk Italia dan Yunani. Bahkan pejabat Jerman memperingatkan bahwa anggaran pertahanan yang membengkak bisa melemahkan daya saing industri Eropa.

Perpecahan Internal dan Kekhawatiran Ukraina

Di sisi politik, pemerintahan Zelensky menghadapi dilema. Kepala Intelijen Ukraina Kyrylo Budanov pada 5 September 2025 menyatakan masih terbuka peluang gencatan senjata sebelum akhir tahun. Kekhawatiran utama: penempatan pasukan asing jangka panjang dapat mengurangi kedaulatan Ukraina.

Pergerakan Militer Jerman dan NATO di Baltik

Pada 4 September 2025, Jerman mengirim Brigade Tank ke-37 Bundeswehr dengan lebih dari seribu unit peralatan militer, termasuk tank Leopard dan kendaraan tempur Puma, ke Pelabuhan Klaipeda, Lituania.

NATO juga meningkatkan kesiagaan radar, rudal pertahanan udara, hingga armada laut di Baltik untuk menghadapi kemungkinan serangan Rusia dari Kaliningrad.

Pengamat menilai langkah ini sebagai salah satu pengerahan terbesar sejak Perang Dingin dengan tiga ciri utama:

  1. Mobilisasi efisien, menggunakan kapal feri sipil untuk distribusi peralatan.
  2. Koordinasi lintas domain, menghubungkan pertahanan udara dengan jaringan maritim.
  3. Redefinisi garis pertahanan, menjadikan Lituania sebagai benteng depan, bukan sekadar zona penyangga.

Namun, rudal Iskander Rusia di Kaliningrad menempatkan jalur suplai NATO dalam risiko besar.

Perang di Garis Depan Ukraina

Militer Ukraina melaporkan capaian signifikan di Donetsk sepanjang Agustus 2025. Ukraina berhasil merebut kembali 26 km² wilayah dengan kerugian minimal.

  • Lima desa di sekitar Dobropillia berhasil direbut.
  • Rusia kehilangan lebih dari 5.000 tentara di sektor Pokrovsk, Dobropillia, dan Myrhorod.
  • Ukraina menguasai desa Zalizne, membuka jalur strategis menuju kota Lyman.

Selain itu, Ukraina melancarkan serangan ke wilayah Rusia, termasuk Belgorod, Kursk, hingga fasilitas energi strategis. Pada akhir Agustus 2025, Moskow dan Vladivostok dilaporkan mengalami kelangkaan BBM.

Rekor Bantuan Internasional

Pada 6 September 2025, Uni Eropa menyalurkan 1,5 miliar dolar AS melalui European Peace Facility, rekor tertinggi sejak perang pecah.

Selain itu, Kanada, Norwegia, Rumania, Swedia, Latvia, dan Inggris juga menambah bantuan. Norwegia berkomitmen 8,5 miliar dolar AS hingga 2026.

Menurut Kiel Institute Jerman, sejak Januari 2022 total bantuan internasional untuk Ukraina sudah melampaui 330 miliar dolar AS.

Serangan Terbesar Rusia Sejak 2022

Pada 7 September 2025, Rusia meluncurkan serangan terbesar sejak invasi Februari 2022:

  • Lebih dari 800 drone bunuh diri dan 13 rudal menghantam Ukraina.
  • Gedung kabinet pemerintahan di Kyiv terkena serangan.
  • Empat orang tewas, kebakaran besar terjadi.

Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh 751 target.

Respons Amerika Serikat

Menanggapi serangan pada 7 September 2025, Presiden Donald Trump pada hari yang sama mengumumkan rencana sanksi tahap kedua terhadap Rusia. Menteri Keuangan AS, Bessent, menegaskan negara-negara pembeli energi Rusia akan ditekan untuk menghentikan impor.

Namun, Eropa menghadapi dilema karena masih bergantung pada energi Rusia—terutama Prancis, Jerman, Hungaria, dan Slovakia.

Kesimpulan

Masuknya pasukan NATO ke Kyiv pada 6 September 2025 menjadi penentu arah konflik Rusia–Ukraina. Di satu sisi, langkah ini memperkuat posisi Ukraina. Namun di sisi lain, ia membuka peluang bentrokan langsung dengan Rusia, membebani ekonomi Eropa, serta menguji solidaritas politik di dalam aliansi.

Pertanyaan besar kini menggantung: Apakah pengerahan besar ini akan menjadi perisai pertahanan Eropa, atau sekadar kartu diplomatik dalam permainan geopolitik? (***)

Palu-Arit Diturunkan! Generasi Z Nepal Hancurkan Simbol Kekuasaan Komunis

EtIndonesia– Nepal mengalami gejolak politik terbesar dalam sejarah modernnya. Perdana Menteri KP Sharma Oli resmi mengundurkan diri setelah gelombang demonstrasi besar-besaran yang dipimpin generasi muda meletus dan menjatuhkan pemerintahan hanya dalam hitungan hari.

Larangan Media Sosial Jadi Pemicu

Akar krisis bermula pada 4 September 2025, ketika pemerintah mengumumkan kebijakan pemblokiran Facebook, X, YouTube, WhatsApp, dan 26 platform media sosial lain. Alasan resmi yang dikemukakan adalah memerangi hoaks dan kejahatan siber. Namun, langkah itu justru ditafsirkan sebagai pembungkaman kebebasan berekspresi oleh kalangan muda yang sangat bergantung pada ruang digital.

Generasi Z Nepal—yang lahir antara 1997–2012—merupakan angkatan yang tumbuh bersama internet. Mereka menuntut nilai diri, kesempatan kerja, serta kebebasan berbicara. Ketika pemerintah akhirnya mencabut larangan tersebut pada malam 8 September, gelombang protes sudah terlanjur meluas dan tak terkendali.

Demonstrasi Membara, Gedung Negara Dibakar

Pada 9 September 2025, massa menyerbu dan membakar sejumlah simbol kekuasaan, termasuk kediaman resmi perdana menteri di Baluwatar, gedung parlemen, kantor presiden, hingga markas lembaga negara. Situasi semakin kacau setelah beberapa pejabat harus dievakuasi menggunakan helikopter.

Laporan lokal menyebut Oli kabur bersama istrinya dan tujuh menteri kabinet. Sementara itu, rumah-rumah pejabat senior dibakar habis. Istri seorang mantan perdana menteri bahkan dilaporkan tewas akibat kebakaran.

Aparat Kewalahan

Militer Nepal dan aparat keamanan berusaha meredam aksi dengan gas air mata, peluru karet, hingga tembakan peluru tajam. Namun tindakan keras itu berbalik arah—memicu gelombang amarah yang lebih besar.

Hingga kini tercatat 19 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Video yang viral memperlihatkan Menteri Keuangan Bishnu Poudel dipukul massa hingga tercebur ke sungai dan dipermalukan di depan publik. Rumah Menteri Dalam Negeri serta Menteri Luar Negeri juga hangus terbakar.

Oli Mundur, Kabinet Sementara Ambil Alih

Dalam kondisi kacau, Oli mengumumkan pengunduran dirinya pada 9 September 2025. Ia menyatakan menyerahkan urusan suksesi kepada parlemen sesuai konstitusi. Presiden Nepal pun menerima surat pengunduran diri itu. Hingga pemerintahan baru terbentuk, kabinet sementara ditunjuk untuk menjalankan tugas negara.

Amarah Generasi Z: Perlawanan Simbolik

Pengamat menilai bahwa aksi ini menjadi simbol puncak perlawanan generasi Z terhadap sistem politik lama yang dianggap korup dan penuh privilese. Rumah mewah politisi komunis dijarah, kantor pusat Partai Komunis Nepal diserbu, sementara bendera palu-arit diturunkan secara paksa.

Fenomena ini dipandang sebagai bukti bahwa “tujuh langkah demokrasi” dapat terjadi begitu cepat:

  1. Ketidakpuasan rakyat terhadap elite.
  2. Protes massal lintas kelompok.
  3. Represi aparat.
  4. Gelombang protes meluas.
  5. Tentara dan polisi mulai goyah.
  6. Pemerintah runtuh.
  7. Pemimpin otoriter jatuh.

Bayang-Bayang Tiongkok

Media analis China Insider menyoroti dimensi geopolitik di balik krisis Nepal. Kedekatan Kathmandu dengan Beijing—terutama melalui proyek Belt and Road—diduga menumbuhkan pola korupsi, keserakahan, dan politik uang. Namun, rakyat Nepal membuktikan bahwa uang dan tekanan politik ala Tiongkok tidak lagi mampu membungkam suara perubahan. (***)

Israel Gempur Pemimpin Senior Hamas di Qatar

EtIndonesia. Israel melancarkan serangan terhadap pimpinan senior Hamas di Doha, Qatar, menurut unggahan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Kementerian Luar Negeri Qatar.

“IDF dan ISA [Badan Keamanan Israel] melakukan serangan presisi yang menargetkan kepemimpinan senior organisasi teroris Hamas,” kata IDF dalam sebuah pernyataan di X, tanpa mengonfirmasi lokasi serangan.

“Selama bertahun-tahun, para anggota pimpinan Hamas ini telah memimpin operasi organisasi teroris tersebut, [mereka] bertanggung jawab langsung atas pembantaian brutal 7 Oktober, serta telah merancang dan mengelola perang melawan Negara Israel.”

IDF menyatakan bahwa langkah-langkah telah diambil sebelum serangan untuk “mengurangi risiko korban sipil.”

Beberapa menit kemudian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengeluarkan pernyataan di X yang mengecam serangan Israel di Doha dan mengumumkan bahwa penyelidikan atas serangan itu sedang dilakukan.

“Negara Qatar mengecam sekeras-kerasnya serangan pengecut Israel yang menargetkan kompleks perumahan yang menampung beberapa anggota biro politik gerakan tersebut di ibu kota Qatar, Doha,” tulisnya.

“Serangan kriminal ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap semua hukum dan norma internasional, serta ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga Qatar maupun penduduk di Qatar.”

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengeluarkan pernyataan mengenai serangan itu melalui akun pribadinya di X, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut “sepenuhnya merupakan operasi independen Israel.”

“Israel yang memulai, Israel yang melaksanakan, dan Israel yang bertanggung jawab penuh,” demikian bunyi pernyataan itu.

Hamas mengatakan serangan tersebut menunjukkan bahwa Netanyahu tidak tertarik untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik.

 “Menargetkan delegasi perunding, ketika sedang membahas proposal terbaru Presiden AS Donald Trump, menegaskan tanpa keraguan sedikit pun bahwa Netanyahu dan pemerintahnya tidak ingin mencapai kesepakatan apa pun,” demikian pernyataan Hamas.

Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi dalam jumpa pers Selasa bahwa Presiden Donald Trump sudah mengetahui lebih dahulu rencana serangan Israel itu dan telah memberi tahu pemerintah Qatar sebelumnya, melalui utusan khusus presiden Steve Witkoff.

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, dalam unggahan lain di X, mengatakan klaim bahwa pemerintah Qatar mendapat peringatan cukup awal mengenai serangan itu adalah tidak berdasar. Ia menyebutkan ledakan sudah terdengar di Doha saat pemerintah Qatar pertama kali diberitahukan oleh perwakilan AS.

Menanggapi langsung serangan tersebut, dalam unggahan di platform Truth Social miliknya pada Selasa sore, Trump mengatakan memang benar ia mengirim Witkoff untuk menyampaikan pesan peringatan, tetapi Witkoff terlambat.

“Secara sepihak membom di dalam Qatar, sebuah Negara Berdaulat dan sekutu dekat Amerika Serikat, yang bekerja sangat keras dan dengan berani mengambil risiko bersama kami untuk menengahi perdamaian, tidak mendukung tujuan Israel maupun Amerika,” tulis Trump. “Namun, memberantas Hamas, yang selama ini mengambil keuntungan dari penderitaan warga Gaza, adalah tujuan yang patut.”

Trump menambahkan bahwa ia telah berbicara dengan para pemimpin Qatar dan “meyakinkan mereka bahwa hal seperti ini tidak akan terjadi lagi di tanah mereka.”

Kedutaan Besar AS di Doha mengeluarkan perintah “berlindung di tempat” untuk semua fasilitasnya dan mendesak warga Amerika di negara itu untuk melakukan hal yang sama serta memantau akun X kedutaan untuk pembaruan.

Perintah itu dicabut kurang dari dua jam kemudian.

Negara-negara Arab lain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi, juga mengecam serangan tersebut.

“Keamanan negara-negara Teluk Arab tidak dapat dipisahkan, dan kami berdiri sepenuh hati bersama Negara Qatar yang bersaudara, mengecam serangan licik Israel yang menargetkannya, dan menegaskan solidaritas penuh kami dalam menghadapi agresi ini,” kata Anwar bin Mohammed Gargash, penasihat diplomatik senior presiden UEA, di X.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman juga mengecam serangan itu dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dengan menyebutnya sebagai “tindakan kriminal dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan norma internasional,” menurut Saudi Press Agency yang dikelola pemerintah.

Serangan di ibu kota Qatar ini terjadi sehari setelah enam orang tewas dan sedikitnya belasan lainnya luka-luka dalam serangan penembakan di Yerusalem.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan dua pelaku Palestina tewas di tempat kejadian dalam serangan Senin itu; polisi kemudian menangkap orang ketiga terkait penembakan tersebut.

Hamas memuji serangan itu tanpa mengaku bertanggung jawab.

Israel Ganz, kepala Dewan Regional Mateh Binyamin, yang mengawasi permukiman dan pos-pos Israel di Tepi Barat, menyambut baik serangan di Doha.

“Pesannya jelas, bahkan dengan Qatar, bahkan dengan teman, kalian tidak bisa menyembunyikan musuh kami di halaman belakang kalian,” kata Ganz kepada NTD News, media saudara The Epoch Times, pada Selasa.

Serangan di Doha ini terjadi hanya dua hari setelah Trump mengeluarkan “peringatan terakhir” kepada Hamas agar menerima kesepakatan untuk menjamin pembebasan semua sandera yang masih ditahan kelompok teroris itu.

“[Israel telah] menerima syarat saya. Sekarang waktunya Hamas juga menerima,” tulis Trump dalam unggahan 7 September di Truth Social. “Saya sudah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi jika tidak menerima. Ini peringatan terakhir saya, tidak akan ada lagi setelah ini!”

Rincian spesifik kesepakatan yang sedang dirundingkan oleh Trump belum diumumkan ke publik.

Perang di Gaza telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023, ketika Hamas menyerang Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang—kebanyakan warga sipil—dan menculik 251 sandera.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas, lebih dari 64.000 orang telah tewas sejak awal perang. Kementerian itu tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan dalam angka korban tersebut. The Epoch Times tidak dapat memverifikasi secara independen keakuratan angka tersebut.

Awal Mula Demo Besar Gen Z Anti Korupsi yang Mengguncang Nepal, Gedung Pemerintahan dan Rumah Pejabat Dibakar 

EtIndonesia. Demo besar yang digerakkan oleh gen Z mengguncang Nepal. Demo ini membuat Perdana Menteri Nepal dan salah satu pendiri Partai Komunis Nepal, K.P. Sharma Oli, mengundurkan diri pada Selasa (9/9/2025). Pengunduran ini setelah para demonstran anti-korupsi menentang jam malam tanpa batas dan bentrok dengan polisi. Aksi perlawanan massa ini menewaskan 19 orang dalam protes kekerasan yang dipicu oleh larangan media sosial.

Pemerintah Oli mencabut larangan tersebut pada Senin (8/9/2025) setelah protes semakin meningkat, dengan polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah pengunjuk rasa yang mencoba menyerbu parlemen. Sebanyak 19 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka dalam kerusuhan tersebut.

Namun protes tidak mereda pada Selasa, memaksa Oli mengundurkan diri dan menjerumuskan Nepal ke dalam ketidakpastian politik baru.

Kerusuhan ini adalah yang terburuk dalam beberapa dekade di negara Himalaya miskin berpenduduk sekitar 31 juta jiwa yang terjepit di antara India dan Tiongkok, serta terus bergulat dengan ketidakstabilan politik dan ketidakpastian ekonomi sejak protes pada 2008 yang berujung pada penghapusan monarki.

Militer mengunggah seruan di X agar masyarakat “menahan diri” karena pengunduran diri Oli telah diterima.

Oli, 73 tahun, dilantik untuk masa jabatan keempatnya pada Juli tahun lalu sebagai perdana menteri ke-14 Nepal sejak 2008. Dua menteri kabinetnya mengundurkan diri pada Senin malam, dengan alasan tidak ingin melanjutkan tugas karena alasan moral.

“Dengan mempertimbangkan situasi buruk di negara ini, saya mengundurkan diri efektif hari ini untuk memfasilitasi solusi atas masalah ini dan membantu menyelesaikannya secara politik sesuai dengan konstitusi,” tulis Oli dalam surat pengunduran dirinya kepada Presiden Ramchandra Paudel.

Seorang ajudan Paudel mengatakan kepada Reuters bahwa pengunduran diri itu telah diterima dan Presiden telah memulai “proses serta diskusi untuk mencari pemimpin baru.”

Sebelumnya pada Selasa, Oli mengadakan pertemuan semua partai politik, dengan mengatakan bahwa kekerasan tidak menguntungkan bangsa dan “kita harus menempuh dialog damai untuk menemukan solusi atas setiap masalah.”

Oli juga menyatakan dirinya sedih atas insiden kekerasan yang terjadi akibat “infiltrasi dari berbagai kepentingan pribadi.” Namun, ia tidak secara langsung menanggapi keluhan para demonstran tentang korupsi.

Namun kemarahan terhadap pemerintah tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, karena pengunjuk rasa berkumpul di depan parlemen dan lokasi lain di ibu kota Kathmandu, menentang jam malam tanpa batas yang diberlakukan otoritas.

Para demonstran membakar ban di beberapa jalan, melempari aparat kepolisian anti huru-hara dengan batu, dan mengejar mereka di jalan-jalan sempit, sementara sebagian warga menonton dan merekam bentrokan tersebut dengan ponsel mereka, sementara asap hitam pekat membubung ke langit.

Saksi mata juga mengatakan bahwa para pengunjuk rasa membakar rumah beberapa politisi di Kathmandu, dan media lokal melaporkan bahwa beberapa menteri dievakuasi dengan helikopter militer. Reuters belum dapat segera memverifikasi informasi tersebut.

Sepak Terjang  K.P. Sharma Oli

Oli lahir di Nepal bagian timur. Pada masa remajanya ia sudah terjun ke dunia politik, dan karena terlibat dalam gerakan menggulingkan monarki, ia dipenjara selama 14 tahun. Oli dianggap sebagai salah satu pendiri Partai Komunis Nepal (Marxis-Leninis Bersatu).

Oli pertama kali terpilih sebagai perdana menteri pada 2015, kembali terpilih pada 2018, dan sempat menjabat kembali secara singkat di parlemen Nepal pada 2021. Dalam sepuluh tahun terakhir, Nepal telah mengalami beberapa kali pergantian pemerintahan.

Setelah melalui perang saudara selama lebih dari 10 tahun, Nepal menghapus sistem monarki pada 2008 dan beralih menjadi republik federal, dengan kaum komunis Maois mulai ikut berkuasa. Sejak saat itu, pemerintahan Nepal terus mengalami ketidakstabilan. Negara Himalaya dengan populasi sekitar 30 juta jiwa ini menghadapi tantangan ekonomi yang semakin berat, khususnya setelah pandemi COVID-19 memberikan pukulan telak terhadap sektor pariwisatanya.

Pada Juli 2024, Oli kembali berkuasa. Setelah dilantik, ia langsung memutus tradisi dengan memilih Beijing sebagai tujuan kunjungan luar negeri pertamanya, alih-alih India seperti biasanya. Oli dikenal dengan pandangan nasionalisnya, mendorong penguatan hubungan dengan Beijing serta kerja sama dalam inisiatif “One Belt One Road.”

Pada akhir Agustus hingga 3 September 2025, Oli mengunjungi Tiongkok, menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin, serta parade militer yang digelar di Beijing.

Oli menderita penyakit ginjal, pernah menjalani transplantasi ginjal, dan sering pergi ke luar negeri untuk berobat.

Bandara Utama Ditutup

Bandara Kathmandu, pintu gerbang internasional utama Nepal, ditutup dengan segera karena asap dari kebakaran yang dibuat pengunjuk rasa di sekitar bandara dapat membahayakan keselamatan pesawat, kata Otoritas Penerbangan Sipil Nepal.

“Kami masih berdiri di sini untuk masa depan kami … Kami ingin negara ini bebas korupsi sehingga setiap orang dapat dengan mudah mengakses pendidikan, rumah sakit, fasilitas medis … dan untuk masa depan yang cerah,” kata pengunjuk rasa Robin Sreshtha kepada Reuters TV.

Para penyelenggara protes, yang meluas ke kota-kota lain di Nepal, menyebut gerakan ini sebagai “demonstrasi Generasi Z,” digerakkan oleh frustrasi luas kaum muda terhadap kurangnya tindakan pemerintah dalam menangani korupsi dan meningkatkan peluang ekonomi.

“Protes ini dimaksudkan, pertama dan terutama, menentang korupsi yang merajalela di pemerintahan,” kata seorang pengunjuk rasa dalam email ke Reuters, menandatangani diri sebagai ‘Seorang Warga Nepal yang Peduli.’

Kaum muda Nepal sebelumnya ramai memposting di media sosial tentang “gaya hidup mewah keluarga dan anak-anak politisi serta pegawai negeri yang korup,” dan pemerintah merespons dengan menindak platform media sosial, menurut email tersebut.

Negara tetangga India, yang menjadi rumah bagi ratusan ribu pekerja migran Nepal, menyatakan berharap semua pihak akan menahan diri dan menyelesaikan masalah melalui dialog.

Pernyataan bersama dari kedutaan Australia, Finlandia, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Norwegia, Jerman, dan Amerika Serikat di Nepal mendesak semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin, menghindari eskalasi lebih lanjut, dan memastikan hak-hak fundamental tetap terlindungi.

Pekan lalu, pemerintah Oli memberlakukan larangan media sosial dengan memblokir akses ke beberapa platform online setelah menyatakan bahwa platform tersebut gagal mendaftarkan diri ke pemerintah.

Para pengkritik menyebut hal itu sebagai upaya membungkam kebebasan berbicara, tuduhan yang dibantah pemerintah dengan alasan adanya penyalahgunaan media sosial untuk menyebarkan disinformasi dan melakukan penipuan, di antara kekhawatiran lainnya.

Laporan oleh Gopal Sharma dan Navesh Chitrakar

Wanita di Tiongkok Bertemu Kembali dengan Cinta Pertamanya Setelah 16 Tahun di Restorannya, Enam Hari Kemudian Mereka Bertunangan

EtIndonesia. Seorang wanita Tiongkok bertemu kembali dengan cinta pertamanya di sebuah kedai mie 16 tahun setelah mereka putus, dan pasangan ini bertunangan enam hari kemudian.

Wanita itu sedang membeli sarapan seperti biasa di sebuah kedai mie beras di Kota Huizhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada 23 Agustus, ketika dia tiba-tiba menyadari bahwa pemiliknya adalah kekasih sekaligus cinta pertamanya semasa SMA.

Dia bertanya apakah pria itu benar-benar seperti yang dia bayangkan, dan mereka mulai mengobrol sebelum bertukar informasi kontak.

Pemilik kedai, seorang pria berusia 34 tahun bermarga Yu, mengunggah rekaman CCTV momen tersebut secara daring.

Video tersebut telah menarik 270.000 suka dan 27.000 komentar, dengan banyak orang mengagumi pertemuan tak terduga mereka.

Yu mengatakan dia juga mengenalinya tetapi gugup dan tidak berani menatapnya. Dia juga menangis setelah wanita itu pergi.

Keduanya berpacaran saat SMA dan putus setelah kuliah di kota yang berbeda.

Terakhir kali mereka bertemu adalah pada tahun 2009.

Mereka berdua masih lajang ketika bertemu lagi.

Pada 25 Agustus, Yu mengatakan dia menutup kedainya selama sehari karena “sesuatu yang baik telah terjadi padanya”.

Keesokan harinya, Yu mengajaknya menemui orangtuanya, yang dianggap sebagai isyarat untuk bertunangan di Tiongkok.

Yu kemudian mengumumkan bahwa mereka telah bertunangan pada 29 Agustus, enam hari setelah pertemuan mereka. Hari itu juga bertepatan dengan Festival Qixi, yang juga dikenal sebagai Hari Valentine Tiongkok.

Yu mengatakan mereka berencana menikah pada akhir tahun.

Yu kemudian mengungkapkan bahwa mereka putus karena kesalahpahaman. Mereka masih saling mencintai tetapi terlalu keras kepala untuk mengakui kesalahan mereka.

Yu mengatakan dia selalu tahu wanita itu menyukai mie beras dan itulah salah satu alasan dia belajar memasak mie beras dan membuka toko di kota asal mereka.

“Reuni kita adalah keberuntungan terbaik yang kita miliki, dan tak akan ada lagi penyesalan,” kata Yu, seraya menambahkan: “Aku tak akan pernah kehilanganmu lagi.”

Nama wanita itu belum diungkapkan.

“Selamat! Semoga kamu hidup bahagia selamanya,” kata seorang pengamat daring.

“Seandainya aku bisa bertemu cinta pertamaku sekali lagi,” kata yang lain.

“Dia hanya ingin membeli sarapan dan akhirnya menjadi pemilik toko sarapan,” kata yang ketiga.

“Dunia ini tidak memiliki begitu banyak kebetulan, melainkan keberanian yang membuat kita mengejar apa yang benar-benar kita inginkan,” tambah yang keempat. (yn)

Gadis di Tiongkok yang Pernah Mengemis Bersama Ayahnya yang Buta, Diterima di Universitas

EtIndonesia. Seorang gadis muda di Tiongkok yang dipaksa mengemis di jalanan bersama ayahnya yang buta dan miskin pada usia tujuh tahun telah diterima di universitas, memicu perhatian luas di dunia maya dan diskusi nasional.

Pada tahun 2013, Zhang Yan, dari Kabupaten Nanjiang di Bazhong, Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya, menarik perhatian nasional ketika dilaporkan bahwa dia mengajak ayahnya yang buta, Zhang Shiming, mengemis di jalanan untuk bertahan hidup.

Pada tahun 2010, ayahnya melukai salah satu matanya akibat paku berkarat. Karena kekurangan uang untuk perawatan yang tepat, kondisinya memburuk dan mata lainnya juga terinfeksi.

Keterlambatan perawatan medis akhirnya membuatnya buta permanen.

Setelah ayahnya kehilangan penglihatannya, ibu Zhang mengalami masalah kesehatan mental yang parah. Dia kemudian melahirkan seorang putra yang didiagnosis dengan disabilitas intelektual.

Selama periode ini, Zhang sering menemani ayahnya mengemis di dekat Terminal Bus Jiangbei, di mana mereka bertemu dengan orang-orang asing yang baik hati.

“Dulu saya merasa sangat rendah diri, selalu khawatir dengan tatapan aneh orang-orang kepada kami. Namun untungnya, guru-guru dan banyak teman sekelas memperlakukan saya dengan baik, yang membantu saya menghadapi kesulitan dengan pola pikir positif,” kata Zhang.

Zhang memiliki tiga adik perempuan, berusia 11, tujuh, dan lima tahun, yang semuanya bersekolah di kota.

Untuk menghidupi keluarga mereka, orangtuanya menjalankan sebuah kios kecil yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti korek api dan baterai, serta bergantung pada tunjangan hidup pokok dan subsidi disabilitas dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Meskipun tumbuh dalam kemiskinan, Zhang berprestasi secara akademis sejak usia muda, dan dinding rumahnya yang sederhana dihiasi dengan banyak sertifikat penghargaan.

Pada bulan Agustus, dia menerima surat penerimaan dari Universitas Normal Chengdu di Sichuan, tempat dia akan mengambil jurusan fisika di Sekolah Fisika dan Teknik Elektronika.

Dia diterima melalui program “siswa normal sasaran”, yang menjaminnya mendapatkan posisi mengajar di Kabupaten Nanjiang setelah lulus.

“Setelah lulus, saya berharap dapat menjadi guru di Kabupaten Nanjiang,” ujarnya.

“Dengan begitu, saya bisa menghidupi diri sendiri dan mengurus keluarga. Saya juga berharap dapat menggunakan pendidikan untuk membantu anak-anak di pegunungan keluar dari pegunungan. Saya yakin keadaan di rumah akan membaik; saya akan terus melangkah maju dengan berani,” tambahnya.

Perjalanan Zhang tidak hanya menyentuh hati banyak orang di dunia maya, tetapi juga memicu perdebatan publik yang sengit.

Seseorang berkata: “Dia anak yang sangat baik. Saya mendoakannya agar memiliki masa depan yang cerah dan cemerlang.”

Namun, orang lain bertanya: “Bahkan dalam kondisi seperti itu, mereka memiliki lima anak? Bagaimana mereka bisa membesarkan mereka semua? Kehidupan seperti apa yang akan dijalani putri sulung ini?” (yn)

Legenda Rasi Bintang Capricorn

EtIndonesia. Dalam mitologi Yunani, Capricorn berhubungan dengan kisah Pan, dewa penggembala dan hutan, putra dari Hermes—sang utusan para dewa.

Pan memiliki wujud yang unik: bertanduk dan berjanggut seperti kambing, tubuh bagian atasnya manusia, tetapi bagian bawahnya berkaki kambing. Meski berpenampilan aneh, Pan terkenal sebagai seorang musisi ulung.

Dia pernah jatuh cinta pada dewi cantik bernama Syrinx. Namun Syrinx menolak Pan karena jijik melihat penampilannya, lalu melarikan diri. Untuk menghindar, dia mengubah dirinya menjadi seikat batang alang-alang. Pan yang patah hati kemudian memotong alang-alang itu dan merangkainya menjadi seruling (yang kemudian disebut seruling Pan). Dari seruling itulah lahir nada-nada indah yang bergema di seluruh hutan dan padang rumput, membuat para dewa terpikat.

Karena musiknya yang indah mampu membawa sukacita, Pan kerap diundang ke jamuan para dewa untuk menghibur mereka.

Suatu kali, saat dia meniup seruling dengan penuh semangat dalam sebuah perjamuan, lantunan merdunya justru membangunkan monster raksasa bernama Typhon. Makhluk menakutkan itu menyerbu pesta, membuat para dewa ketakutan dan berlarian menyelamatkan diri.

Pan pun panik. Dia melompat ke Sungai Nil untuk bersembunyi. Namun karena terburu-buru, transformasi dirinya tidak sempurna: bagian bawah tubuhnya berubah menjadi ekor ikan, sementara bagian atasnya tetap berupa kambing.

Wujud setengah kambing–setengah ikan inilah yang kemudian diangkat oleh para dewa ke langit sebagai rasi bintang Capricorn, simbol keuletan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi di tengah bahaya. (jhn/yn)