Longsor di Guangzhou, Tiongkok : 14 Orang Tertimbun, 6 Hilang, Ribuan Orang Dievakuasi
Beberapa hari terakhir, berbagai wilayah di Provinsi Guangdong, Tiongkok dilanda hujan lebat terus-menerus. Pada (6 Agustus) pagi, terjadi longsor hebat di Distrik Baiyun, Guangzhou, menyebabkan beberapa bangunan runtuh dan sejumlah orang dilaporkan tertimbun dan hilang. Di Distrik Conghua, karena pembukaan pintu air bendungan secara darurat, beberapa kota di hilir terendam banjir dan akses transportasi terputus. Bencana masih terus berlangsung.
EtIndonesia. Pada 6 Agustus 2025 sekitar pukul 08.30 pagi, terjadi longsor mendadak di Desa Dahuang, Jalan Dayuan, Distrik Baiyun, Guangzhou, Tiongkok. Beberapa rumah warga runtuh. Setidaknya 14 orang tertimbun, dan hingga pukul 12 siang, masih ada sedikitnya 6 orang yang belum ditemukan. Data resmi lengkap belum tersedia.
Seorang warga di lokasi mengatakan: “Ada satu bangunan yang benar-benar rata, sudah tertimbun tanah, dan satu lagi miring. Perkiraan totalnya sekitar empat bangunan. Tanah longsor menyapu rumah-rumah di belakang, yang lalu menghantam rumah-rumah di depan. Ada sekitar enam atau tujuh mobil pemadam kebakaran di lokasi, dan evakuasi masih berlangsung.”
Menurut warga sekitar, tujuh bangunan dilaporkan runtuh, salah satunya tertimbun total, dan para korban termasuk lansia dan anak-anak. Karena parahnya bencana, banyak warga telah dievakuasi.
Menurut pemantauan Pusat Meteorologi Ekologi dan Pertanian Guangzhou, sejak 2 hingga 6 Agustus, Guangzhou mengalami hujan lebat terparah tahun ini, yang dikategorikan sebagai tingkat dampak “sangat berat”, dan menjadi yang kelima terparah di abad ini.
Warga terdampak bencana berkata: “Habis sudah. Distrik Huadu, Guangdong, terendam. Lihat tuh, airnya sudah setinggi setengah meter.”
Warga lainnya mengatakan: “Lihat, pasangan tua ini sudah terendam air tapi tetap ingin pulang, karena ada anak-anak di rumah. Lihat, airnya sudah sampai ke ketiak. Ini parah banget. Lantai satu sudah terendam semua, airnya sangat dalam. Tapi mereka tetap mau pulang. Bahaya sekali, sungguh bahaya. Wilayah kami ini sebenarnya cukup tinggi, tapi tetap saja terendam separah ini. Semua rusak total.”
Badan Meteorologi Guangzhou memprediksi hujan deras akan terus berlanjut. Diumumkan, pada 6 Agustus akan terjadi hujan deras, dengan hujan sangat deras hingga ekstrem di beberapa wilayah, disertai angin kencang 6–8 skala Beaufort, petir, dan cuaca konvektif kuat lainnya.
Sementara itu, Distrik Conghua, Guangzhou, juga menghadapi kondisi banjir yang serius. Menurut laporan, Bendungan Sungai Liuxi saat ini sedang melakukan pengurasan air sebanyak 200 m³/detik. Karena permukaan air terus naik, sejak pukul 08.30 hari ini, volume pelepasan air ditingkatkan menjadi 300 m³/detik, hingga ketinggian air turun di bawah garis siaga. Namun, warga mengkritik bahwa bencana yang mereka alami bukan hanya bencana alam, tetapi juga akibat kesalahan manusia.
Seorang warga terdampak mengatakan: “Hari ini daerah kami kebanjiran, banjirnya sangat dalam. Toko kami semua terendam. Airnya benar-benar tinggi. Hujan turun sangat deras semalaman. Sungai juga sudah meluap. Sungai di kejauhan terlihat rata dengan daratan.”
Bencana terjadi di banyak tempat secara bersamaan:
- Jalan-jalan di Kota Lütián mengalami genangan dan tanah longsor,
- Di Desa Tangji, pohon-pohon tumbang menutup jalan,
- Sungai di Zhukeng meluap, menyebabkan jembatan terendam,
- Di Desa Hekou, Kota Liangkou, terdeteksi peningkatan volume arus sungai secara abnormal, dengan risiko banjir bandang.
Saat ini, hujan deras masih terus turun, dan kehidupan warga terdampak bencana tetap terganggu. (Hui/asr)
Laporan wartawan NTD, Tian Xin
Trump Umumkan Bea Masuk 100% untuk Semikonduktor, Produksi di AS Akan Dibebaskan
EtIndonesia. Kebijakan tarif balasan baru Amerika Serikat mulai berlaku pada 7 Agustus 2025. Presiden AS Donald Trump dan CEO Apple Tim Cook bersama-sama mengumumkan di Gedung Putih bahwa Apple akan menginvestasikan total 600 miliar dolar AS di Amerika Serikat. Keduanya juga menyinggung kerja sama investasi TSMC di AS. Dalam kesempatan tersebut, Trump juga mengungkapkan bahwa semua semikonduktor akan dikenakan tarif bea masuk sebesar 100%.
“Semua chip dan semikonduktor yang masuk ke Amerika Serikat akan dikenakan tarif 100%. Tapi jika kamu berkomitmen untuk memproduksi, atau memang sedang memproduksi — seperti yang dilakukan banyak perusahaan — maka tidak akan ada tarif. Jelas, bukan? Jika karena alasan tertentu kamu bilang akan memproduksi tapi ternyata tidak melakukannya, maka kami akan mengakumulasi tarif itu dan menagihnya nanti. Kamu harus membayar. Itu sudah pasti. Ini adalah pengumuman yang sangat penting. Saya pikir perusahaan-perusahaan chip sedang kembali ke AS. Mereka semua kembali,” kata Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Terutama dari Taiwan. Tapi saya rasa banyak perusahaan seperti itu sedang kembali, dan kembalinya sangat cepat,” tambahnya.
CEO Apple, Tim Cook: “Saya dengan bangga mengumumkan bahwa hari ini kami berkomitmen untuk menambah investasi sebesar 100 miliar dolar AS di Amerika Serikat, sehingga total investasi kami dalam empat tahun ke depan akan mencapai 600 miliar dolar AS.”
“Pertama, melalui pengumuman hari ini, saya sangat bangga menyatakan bahwa Apple sedang memimpin pembangunan rantai pasokan chip yang terintegrasi penuh di AS, mencakup dari desain, peralatan, produksi wafer, manufaktur, hingga proses packaging (pengepakan chip),” lanjutnya.
“TSMC kini hadir di negara bagian Arizona, dan kami berkomitmen untuk menjadi pelanggan pertamanya sekaligus yang terbesar. Ini akan menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah. Setiap iPhone dan Apple Watch baru yang dijual di seluruh dunia akan menggunakan kaca penutup (cover glass) yang diproduksi di negara bagian Kentucky,” imbuhnya. (Hui/asr)
Disusun oleh NTD Asia Pasifik
AS Tempatkan Rudal “Dark Eagle” di Australia, Pakar: Rezim PKT Panik, Seperti Maling Teriak Maling
Dalam latihan militer multinasional “Talisman Sabre 2025” yang dipimpin Amerika Serikat dan Australia, militer Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menempatkan rudal hipersonik jarak jauh “Dark Eagle” di kawasan Indo-Pasifik, memicu perhatian luas dunia luar dan kemarahan besar dari Partai Komunis Tiongkok (PKT). Para ahli menilai bahwa rudal Dark Eagle merupakan respons AS terhadap perkembangan rudal hipersonik oleh Tiongkok dan Rusia.
EtIndonesia. Rudal hipersonik jarak jauh milik Angkatan Darat AS, “Dark Eagle”, untuk pertama kalinya muncul di kawasan Indo-Pasifik.
Sebagai salah satu sistem serangan presisi jarak jauh andalan Angkatan Darat AS saat ini, sistem rudal hipersonik Dark Eagle mampu menyerang secara presisi dari jarak jauh, dapat terbang di lapisan atas atmosfer untuk menghindari sistem pertahanan udara, dan disebut memiliki kemampuan “mengubah permainan (game changer)”.
“Dark Eagle adalah sistem senjata hipersonik yang dikembangkan bersama oleh Angkatan Darat dan Angkatan Laut AS,” ujar Blogger militer terkenal, Mark.
“Data publik menunjukkan jangkauannya 2.800 km, tetapi dalam salah satu uji coba, jangkauannya melampaui 3.800 km. Rusia bahkan memperkirakan jangkauan maksimumnya bisa melebihi 5.000 km,” imbuhnya.
Laksamana John Aquilino, Panglima Komando Indo-Pasifik AS, menyatakan bahwa penempatan ini menunjukkan bahwa Angkatan Darat AS mampu melakukan penempatan dan komando-operasi di lingkungan garis depan.
Angkatan Darat AS juga menyatakan bahwa langkah penempatan terbaru ini memperlihatkan komitmen kuat AS untuk membela Australia, serta tekad melawan strategi “anti-akses/penolakan wilayah” (A2/AD) yang diterapkan oleh negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia.
Mark menambahkan: “Jika diperlukan, AS mungkin akan terlebih dahulu menempatkannya di wilayah daratan utama AS atau di Guam sebagai upaya pencegahan strategis.”
“Kalau AS langsung menempatkannya di sekitar Tiongkok, mungkin akan memicu reaksi keras dari Tiongkok dan Rusia. Jadi AS mungkin akan lebih berhati-hati dalam hal ini.”
Pada 2024, setelah latihan militer gabungan AS-Filipina berakhir, AS untuk pertama kalinya menempatkan sistem rudal jarak menengah “Typhon” di bagian utara Pulau Luzon, Filipina. Penempatan itu kemudian menjadi permanen dan memicu ketidakpuasan keras dari pihak PKT. Kali ini, Kementerian Luar Negeri PKT juga secara terbuka mengkritik AS karena merusak keamanan regional.
Mark menjelaskan: “PKT pada tahun 2019 secara terbuka memamerkan rudal Dongfeng-17 yang menggunakan struktur glide body hipersonik. Angkatan Laut mereka juga telah menempatkan rudal hipersonik YJ-21.”
“Rusia juga memiliki rudal hipersonik seperti Zircon dan Avangard.”
“Faktanya, Tiongkok-lah yang pertama kali menempatkan rudal jarak menengah di kawasan Asia-Pasifik, karena selama Perang Dingin, AS dan Uni Soviet menandatangani Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty (INF Treaty) yang melarang pengembangan rudal balistik jarak menengah berbasis darat.”
“Tapi Tiongkok? Mereka justru gencar mengembangkan rudal semacam itu selama masa berlakunya perjanjian tersebut.”
“Jadi menurut saya, sikap PKT itu seperti maling teriak maling.”
Dalam siaran pers resmi AS disebutkan bahwa Angkatan Laut juga berencana untuk memasang varian dari rudal Dark Eagle ini pada kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Virginia versi terbaru, serta pada tiga kapal perusak kelas Zumwalt.
Berdasarkan dokumen anggaran terbaru, Angkatan Laut berharap bisa menyelesaikan pemasangan rudal hipersonik ini pada ketiga kapal tersebut di kuartal terakhir tahun anggaran 2028. (Hui/asr)
Laporan dari wartawan NTD, Wang Ziyi, langsung dari Amerika Serikat
Platform Roblox dan Discord Dituntut Atas Dugaan Perlakuan Tidak Senonoh dan Penculikan Gadis Berusia 10 Tahun
Seorang predator yang menyamar sebagai anak-anak, berteman dengan gadis itu dan memanipulasinya hingga mengungkapkan lokasi rumahnya, menurut isi gugatan
EtIndonesia. Platform daring Roblox dan aplikasi komunikasi Discord digugat oleh ayah dari seorang gadis berusia 10 tahun karena “mengoperasikan bisnis secara sembrono dan menipu” dengan cara yang diduga menyebabkan penculikan anak tersebut, menurut gugatan yang diajukan pada 5 Agustus di Pengadilan Tinggi San Mateo, California, Amerika Serikat.
Gadis tersebut, yang disebut sebagai Jane Doe, adalah “pengguna aktif” Roblox dan Discord selama beberapa tahun. Ketergantungannya pada kedua aplikasi ini sebagai hiburan dan sarana interaksi sosial menjadikannya “sasaran empuk bagi para predator anak yang jumlahnya tak terhitung dan diketahui bebas berkeliaran di dalam aplikasi, mencari anak-anak yang rentan,” demikian isi gugatan. Gadis itu tinggal di Kern County, California.
Sekitar Februari 2025, seorang pria berusia 27 tahun menargetkan gadis itu melalui Roblox dengan menyamar sebagai anak-anak dan menawarkan pertemanan, menurut gugatan tersebut. Dua hari kemudian, pelaku diduga memindahkan komunikasi ke Discord dan menggunakan platform itu untuk membangun kepercayaan.
Pada April 2025, pria itu memanipulasi gadis tersebut agar mengungkapkan alamat rumahnya dengan dalih untuk mengecek jarak antara mereka, menurut isi gugatan.

“Setelah pelaku mengetahui di mana Penggugat tinggal, ia mengemudi ke rumah Penggugat dan menculiknya. Ia menahan Penggugat secara paksa selama periode yang lama, termasuk menginap semalaman di tempat parkir hotel setelah ditolak menginap di hotel,” demikian tertulis dalam gugatan.
Setelah intervensi dari aparat penegak hukum, gadis tersebut ditemukan dalam keadaan stres di dalam kendaraan milik pelaku, lebih dari 250 mil (sekitar 400 km) dari rumahnya. Ia ditemukan setelah dilaporkan hilang selama lebih dari 12 jam. Tersangka telah ditangkap dan menghadapi beberapa dakwaan, menurut gugatan tersebut.
Gugatan menuduh bahwa gadis itu mengalami eksploitasi dan pelecehan akibat kelalaian dari pihak Roblox dan Discord.
Menurut laporan tahunan Roblox tahun 2024, perusahaan memiliki rata-rata 82,9 juta pengguna aktif harian pada tahun 2024.
“Kami memperkirakan bahwa sekitar 40 persen dari pengguna aktif harian kami berusia di bawah 13 tahun sepanjang tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024,” tulis laporan itu.
Menurut kebijakan Roblox, pengguna di bawah usia 13 tahun memerlukan izin orang tua untuk mengakses fitur-fitur tertentu dalam obrolan.
Sementara itu, kebijakan Discord menyatakan bahwa pengguna harus berusia minimal 13 tahun untuk dapat mengakses aplikasi atau situs web mereka. Saat mendaftar, pengguna diminta mengonfirmasi tanggal lahir mereka untuk membuat akun.
“Jika seorang pengguna dilaporkan berusia di bawah 13 tahun, kami akan menghapus akun mereka kecuali mereka dapat memverifikasi bahwa mereka berusia minimal 13 tahun menggunakan dokumen identitas resmi,” kata pihak Discord.
Namun, gugatan menyatakan bahwa meskipun Roblox secara resmi mensyaratkan izin orang tua untuk menerima anak-anak di bawah 13 tahun, tidak ada mekanisme yang mencegah anak-anak membuat akun mereka sendiri.
“Roblox tidak melakukan apapun untuk memverifikasi atau mendokumentasikan bahwa izin orang tua telah diberikan, tidak peduli seberapa muda usia anak tersebut. Roblox juga tidak meminta orang tua untuk mengonfirmasi usia yang diinput ketika anak mendaftar menggunakan Roblox,” bunyi gugatan tersebut.
Adapun Discord, meskipun melarang pengguna di bawah 13 tahun, perusahaan tidak memverifikasi usia atau identitas pengguna saat mendaftar, demikian isi gugatan itu.
“Seandainya Tergugat menerapkan sistem verifikasi usia dan identitas dasar sekalipun, Penggugat tidak akan pernah berinteraksi dengan predator tersebut dan tidak akan pernah mengalami kerugian,” demikian isi gugatan.
“Penggugat hanyalah salah satu dari tak terhitung banyaknya anak yang hidupnya hancur akibat kelalaian berat dan desain aplikasi yang cacat dari para Tergugat. Gugatan ini bukan sekadar untuk memperjuangkan hak Penggugat—ini adalah perlawanan terhadap kegagalan sistemik para Tergugat dalam melindungi kelompok paling rentan dalam masyarakat dari bahaya yang tak terbayangkan demi mengejar keuntungan finansial dengan mengorbankan keselamatan anak.”
Gugatan ini menuntut pengadilan juri dan kompensasi atas cedera yang diduga dialami oleh gadis tersebut.
The Epoch Times telah menghubungi pihak Roblox dan Discord untuk dimintai komentar, namun belum menerima tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.
Perusahaan di Bawah Sorotan
Sebuah laporan pada April dari lembaga riset Revealing Reality menyoroti risiko yang ditimbulkan Roblox terhadap anak-anak.
Isi laporan menemukan bahwa orang dewasa dan anak-anak bisa saling berkomunikasi di platform tersebut tanpa pengawasan yang jelas. Bahkan, langkah-langkah verifikasi usia sangat mudah diakali.
“Ada ruang-ruang yang berfokus pada tema dewasa yang dapat diakses oleh anak-anak di bawah usia 13 tahun,” ungkap laporan itu. “Kontrol keamanan yang ada terbatas dalam efektivitasnya dan masih terdapat risiko signifikan bagi anak-anak di platform ini.”
Menurut pihak Roblox dan Discord, kebijakan telah diterapkan untuk melindungi anak-anak di platform mereka.
Sebagai contoh, pada November tahun lalu, Roblox mengumumkan “pembaruan besar” terhadap sistem keamanan dan kontrol orang tua, termasuk fitur yang memungkinkan orang tua memantau waktu layar anak mereka dari perangkat sendiri.
“Kami telah memperbarui pengaturan tingkat kedewasaan bawaan untuk pengguna termuda kami. Pengguna di bawah 9 tahun sekarang hanya dapat mengakses konten ‘Minimal’ atau ‘Ringan’ secara default, dan hanya dapat mengakses konten ‘Sedang’ dengan persetujuan orang tua. Orang tua tetap memiliki opsi untuk memilih tingkat yang mereka anggap paling sesuai untuk anak mereka,” kata pihak Roblox.
Pengumuman keamanan juga menyatakan bahwa pengguna di bawah usia 13 tahun tidak lagi dapat mengirim pesan langsung kepada pengguna lain di luar permainan atau ruang obrolan resmi platform.
Sementara itu, pihak Discord mengatakan bahwa kontrol keamanannya memungkinkan orang tua mengatur pengaturan permintaan pertemanan bagi anak-anak, serta memblokir pengguna yang dianggap mengganggu anak mereka.
Discord sendiri digunakan terutama oleh komunitas game untuk chat dan koordinasi selama bermain.
Namun, terlepas dari klaim tersebut, berbagai perusahaan ini tetap berada di bawah sorotan pihak berwenang terkait isu keselamatan anak.
Pada 16 April, Jaksa Agung Florida James Uthmeier mengeluarkan surat panggilan pengadilan kepada Roblox, meminta informasi tentang kebijakan perusahaan terhadap anak-anak, termasuk verifikasi usia dan moderasi ruang obrolan.
Sehari kemudian, Jaksa Agung New Jersey Matthew J. Platkin dan Divisi Urusan Konsumen menggugat Discord, menurut pernyataan pada 17 April.
Isi gugatan menuduh Discord terlibat dalam “praktik bisnis yang menipu dan tidak pantas” yang menyesatkan orang tua tentang efektivitas kontrol keamanannya serta menyembunyikan risiko yang dihadapi anak-anak saat menggunakan aplikasi tersebut.
Trump Umumkan Rencana Investasi Tambahan Apple Senilai 100 Miliar Dolar AS di Amerika Serikat
Pengumuman ini merupakan bagian dari rencana Apple untuk mengembalikan lebih banyak rantai pasokan dan operasi bisnisnya ke dalam negeri.
EtIndonesia— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada 6 Agustus bahwa Apple akan meningkatkan komitmen investasinya di Amerika Serikat sebesar 100 miliar dolar AS tambahan, yang merupakan tambahan dari lebih dari 500 miliar dolar investasi yang telah diumumkan oleh raksasa teknologi itu pada bulan Februari untuk empat tahun mendatang.
“Investasi-investasi ini akan secara langsung menciptakan lebih dari 20.000 pekerjaan baru di Amerika dan ribuan lagi pada pemasok Apple seperti Corning, Broadcom, Texas Instruments, dan Samsung,” kata Trump di Ruang Oval, berdiri bersama CEO Apple Tim Cook.
“Sebagai bagian dari komitmen bersejarah ini, Apple akan secara besar-besaran meningkatkan pengeluaran untuk rantai pasokan domestik iPhone, dan akan membangun jalur produksi Kaca Pintar (Smart Glass) terbesar dan tercanggih di dunia di Harrodsburg, Kentucky.”
Trump menyebut investasi baru Apple sebagai “langkah signifikan” menuju tujuannya sejak lama untuk membawa produksi iPhone ke Amerika Serikat.
Sebagai bagian dari ekspansi 100 miliar dolar ini, Apple juga akan membangun pabrik manufaktur server seluas 250.000 kaki persegi di Houston dan menginvestasikan miliaran dolar dalam pusat data baru di seluruh negeri, termasuk di North Carolina, Iowa, dan Oregon. Perusahaan teknologi ini juga akan membuka akademi manufaktur di Detroit.
Pengumuman 6 Agustus ini merupakan bagian dari rencana baru Apple untuk memindahkan kembali lebih banyak rantai pasokan dan operasi bisnisnya ke Amerika Serikat.
“Kami meluncurkan Program Manufaktur Amerika Apple,” kata Cook dalam acara di Gedung Putih. “Program ini akan mendorong lebih banyak produksi komponen penting untuk produk Apple di seluruh dunia — langsung dari Amerika.”
Ia menyebutkan bahwa Apple telah menandatangani perjanjian baru dengan 10 perusahaan di seluruh negeri.
Melalui program ini, Apple juga akan mendorong lebih banyak pemasoknya untuk pindah ke Amerika Serikat.
Ketika ditanya apakah Apple bisa memenuhi keinginan presiden agar iPhone sepenuhnya dibuat di Amerika, Cook menunjuk pada banyaknya komponen buatan AS yang sudah ada di dalam perangkat Apple.
“Kalau Anda lihat sebagian besar komponennya, kami membuat banyak semikonduktor di sini, kami juga membuat kaca di sini, kami membuat modul Face ID di sini,” ujar Cook. “Jadi, sudah banyak komponen dari Amerika. Kami sangat bangga akan hal itu. Hanya bagian perakitan akhir saja yang masih dilakukan di tempat lain untuk sementara waktu.”
‘Apple di Tiongkok’
Dalam buku baru berjudul “Apple in China”, penulis Patrick McGee menjelaskan bagaimana Apple membantu membangun basis industri dan tenaga kerja di Tiongkok.
Setelah Tiongkok bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Apple tertarik oleh apa yang disebut buku itu sebagai “pasokan tenaga kerja murah yang tampaknya tak ada habisnya” di negara tersebut. Apple mengirim ribuan insinyur ke seberang Pasifik, melatih jutaan pekerja, dan menginvestasikan ratusan miliar dolar untuk membangun apa yang kemudian menjadi rantai pasokan paling canggih di dunia.
Meskipun dalam beberapa tahun terakhir Apple berupaya melakukan diversifikasi, perusahaan ini masih sangat bergantung pada Tiongkok untuk produksi manufaktur.
Pada bulan Mei, Apple memperkirakan akan mengalami kerugian 900 juta dolar AS akibat tarif dalam laporan kuartal kedua perusahaan.
Apple telah memindahkan sebagian besar produksi iPhone untuk pasar AS ke India, dan hampir seluruh produksi iPad, Mac, Apple Watch, dan AirPods untuk pasar Amerika telah dipindahkan ke Vietnam, menurut pengumuman Cook dalam panggilan pendapatan kuartal kedua.
India telah menjadi pusat penting bagi Apple dalam beberapa tahun terakhir, namun tarif baru AS atas impor dari India dapat mengganggu strategi tersebut.
Pada bulan Mei, Trump memperingatkan Apple bahwa perusahaan itu akan dikenakan tarif sebesar 25 persen atau lebih untuk iPhone yang diproduksi di luar Amerika Serikat. Ia juga menyarankan kepada CEO Apple untuk menghindari India.
Pada 6 Agustus, Trump mengumumkan bahwa ia telah menaikkan tarif atas India menjadi 50 persen sebagai tanggapan terhadap pembelian minyak Rusia yang dikenai sanksi oleh India.
Perusahaan-perusahaan Tingkatkan Investasi
Sejak awal masa jabatan kedua Trump, Amerika Serikat telah mendapatkan investasi domestik dan asing swasta senilai triliunan dolar.
Selain Apple, perusahaan seperti Nvidia, IBM, Kraft Heinz, Johnson & Johnson, dan banyak lainnya telah berkomitmen miliaran dolar untuk manufaktur, riset dan pengembangan, serta perluasan fasilitas di Amerika Serikat.
“Kami telah mendapatkan komitmen lebih dari 17 triliun dolar AS,” kata Trump dalam acara di Gedung Putih.
Di antara investasi paling menonjol adalah Proyek Stargate, yang dipimpin oleh Softbank (Jepang) dan OpenAI serta Oracle (AS). Proyek ini mencakup investasi sebesar 500 miliar dolar untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Proyek besar lainnya diumumkan pada bulan April oleh Nvidia, perusahaan pembuat chip global, yang akan menginvestasikan 500 miliar dolar dalam infrastruktur AI selama empat tahun ke depan.
Pada Juni, Micron Technology mengumumkan akan menginvestasikan 200 miliar dolar untuk manufaktur domestik dan produksi chip memori canggih.
CDC AS Peringatkan Pelancong Terkait Kasus Virus yang Ditularkan Nyamuk di Tiongkok
Pejabat Amerika Serikat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat bepergian ke sebuah provinsi di Tiongkok akibat wabah virus chikungunya
EtIndonesia. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperingatkan warganya yang akan bepergian ke Tiongkok mengenai adanya wabah virus chikungunya di negara tersebut.
CDC menyatakan dalam pemberitahuan tertanggal 1 Agustus bahwa saat ini terjadi wabah virus yang ditularkan melalui nyamuk di Provinsi Guangdong, dan sebagian besar kasus dilaporkan terjadi di kota Foshan.
Pejabat kesehatan menganjurkan masyarakat untuk berhati-hati dengan memakai pakaian berlengan panjang dan celana panjang, serta hanya menginap di tempat yang memiliki pendingin udara (AC) atau pelindung jendela dan pintu berupa kawat kasa.
CDC juga merekomendasikan agar orang yang bepergian ke wilayah mana pun yang mengalami wabah chikungunya untuk mengambil vaksin chikungunya.
Saat ini terdapat dua jenis vaksin yang tersedia di Amerika Serikat:
- Vaksin hidup yang dilemahkan, yang disetujui untuk orang berusia 18 tahun ke atas.
- Vaksin partikel mirip virus, yang dilisensikan untuk orang berusia 12 tahun ke atas.
Namun, FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) dan CDC telah menangguhkan pemberian vaksin jenis pertama kepada orang berusia 62 hingga 89 tahun karena sedang dilakukan penyelidikan atas efek samping yang muncul pada kelompok usia tersebut.
“Penyedia layanan kesehatan sebaiknya mendiskusikan manfaat dan risiko vaksinasi dengan setiap pelancong secara individual berdasarkan usia, kondisi kesehatan yang mendasari, tujuan perjalanan, durasi perjalanan, dan aktivitas yang direncanakan,” kata CDC dalam pemberitahuan yang diklasifikasikan sebagai tingkat dua dari empat.
Tentang Chikungunya
Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk kepada manusia. Tidak ada bukti bahwa virus ini menular antar manusia secara langsung.
Wabah chikungunya secara rutin terjadi di kawasan Amerika, Asia, dan Afrika.
Gejala biasanya muncul empat hingga delapan hari setelah digigit nyamuk. Gejala umum antara lain:
- Nyeri sendi
- Pembengkakan sendi
- Sakit kepala
Gejala-gejala ini serupa dengan demam berdarah (dengue) dan Zika, sehingga menyulitkan pihak berwenang untuk memperkirakan secara akurat jumlah orang yang benar-benar terinfeksi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di Tiongkok, ribuan kasus telah secara resmi dilaporkan terjadi di Provinsi Guangdong. Namun, rezim komunis Tiongkok berulang kali diketahui menutupi angka sebenarnya dari wabah-wabah, termasuk saat pandemi COVID-19.
Pada bulan Juli, warga setempat mengatakan kepada The Epoch Times bahwa rezim memaksa orang-orang untuk dikarantina.
CDC juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan karena wabah chikungunya di negara-negara lain, termasuk Bolivia, Kenya, dan Somalia.
Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), sekitar 240.000 kasus dan 90 kematian terkait telah dilaporkan di 16 negara atau wilayah pada tahun ini.
Ibu Hamil Dihimbau Waspada
CDC menyarankan agar wanita hamil mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke daerah-daerah yang mengalami wabah, karena ibu hamil yang terinfeksi virus dapat menularkan virus kepada bayinya, yang kemudian dapat membuat bayi rentan terhadap penyakit serius.
Dr. Diana Rojas Alvarez, pejabat medis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers bulan Juli bahwa lembaganya sedang membantu negara-negara dengan:
- Menyediakan diagnostik laboratorium
- Melatih tenaga kesehatan
- Meningkatkan pengendalian nyamuk
“Tidak ada pengobatan khusus untuk chikungunya, jadi masyarakat perlu mencegah gigitan nyamuk,” katanya.
Sumber : Theepochtimes.com
Pusat Mata-mata di Jantung London? Mengapa Rencana Kedutaan Rahasia Tiongkok Memicu Ketakutan di Inggris
EtIndonesia. Langkah berani Wakil Menteri Luar Negeri Inggris, Angela Rayner, telah secara resmi menuntut penjelasan dari Tiongkok tentang bagian yang disunting dari dokumen perencanaannya untuk usulan ‘kedubes besar’ di Royal Mint Court di London. Rayner telah memberikan tenggat waktu dua minggu kepada Beijing untuk menanggapi. Tiongkok harus menyerahkan gambar yang tidak disunting atau membenarkan kelalaian tersebut. Keputusan akhir tentang permohonan cetak biru diperkirakan akan keluar pada 9 September.
Apa yang disunting? Mengapa hal itu memicu ketakutan di Inggris?
Gambar usulan ‘kedubes besar’ yang diajukan oleh DP9, konsultan perencanaan yang mewakili kedutaan besar Tiongkok, memiliki beberapa bagian yang berwarna abu-abu ‘karena alasan keamanan’. Rencana induk ruang bawah tanah mencakup dua suite bawah tanah dan sebuah terowongan, yang oleh beberapa kritikus disebut sebagai ‘ruang bawah tanah mata-mata’ modern. Selain itu, ‘pengaturan internal’ Gedung Pertukaran Budaya dan Gedung Kedutaan juga disembunyikan.
AS dilaporkan telah menekan Inggris untuk menolak proposal tersebut dengan alasan keamanan. Kedekatannya dengan pusat infrastruktur komunikasi sensitif dan pusat keuangan utama telah menimbulkan potensi risiko spionase.
Kedutaan besar yang diusulkan telah ada sejak tahun 2021; rencana pertama memiliki pos diplomatik seluas sekitar 60.000 meter persegi. Luasnya 10 kali lipat dari pangkalan Tiongkok yang ada. Kedutaan tersebut seharusnya berisi, kantor, 225 rumah, dan gedung “pertukaran budaya”. Namun, terdapat protes signifikan terkait lokasi tersebut. Pemerintah Tiongkok dilaporkan telah mengakuisisi properti ini seharga £255 juta pada tahun 2018.
Pada tahun 2022, terjadi protes dari para aktivis di luar konsulat Tiongkok di Manchester yang menyebabkan perkelahian dengan petugas keamanan gedung. Kebangkitan kembali ini telah memicu perdebatan serius di kalangan warga Inggris, dengan banyak kritikus Partai Buruh menyebutnya sebagai titik terendah baru bagi Britania Raya. Namun, pengamat, seperti Luke de Pulford dari Aliansi Antar-Parlemen untuk Tiongkok, menganggap hal ini mengisyaratkan penolakan terhadap rencana kedutaan yang diusulkan.(yn)


