Rumah Mewah Xu Jiayin di Hong Kong Diduga Dibangun dengan Penjara Bawah Tanah — Luas Bangunan Ilegal Lebih dari 6.000 Kaki Persegi

 Xu Jiayin (許家印), mantan Ketua Dewan Direksi Evergrande Group, raksasa properti Tiongkok yang kini bangkrut, diketahui memiliki tiga vila mewah di kawasan elit The Peak (Bukit Victoria), Hong Kong, yang kini sedang dalam proses penjualan. 

Salah satu rumah yang belum terjual, disebutkan memiliki bangunan ilegal seluas lebih dari 6.000 kaki persegi (sekitar 557 meter persegi), di mana sekitar 5.000 kaki persegi di antaranya berupa penjara bawah tanah yang dibangun secara ilegal dengan cara menggali kembali area pengurugan!

EtIndonesia. Pada Selasa, 5 Agustus, media Hong Kong “iMoney” (風財訊) mengutip dokumen dari Departemen Bangunan Hong Kong (Buildings Department), yang mengungkap bahwa vila mewah mantan Ketua Dewan Direksi Evergrande Group Xu Jiayin di alamat No.10B, 10C, dan 10E, 10 Pollock’s Path, The Peak, mengandung pelanggaran bangunan besar-besaran, terutama di unit E (No.10E).

Berdasarkan gambar arsitektur asli, rumah unit E seharusnya dibangun di atas lahan datar di bagian depan, dengan area parkir terhubung langsung ke pintu utama tanpa tangga atau perbedaan ketinggian. Namun, kenyataannya:

  • Area tersebut telah dinaikkan secara ilegal lebih dari 1.000 kaki persegi,
  • Dilengkapi lantai kayu dan beton,
  • Dibangun tangga yang menghubungkan ke pintu utama rumah dan ke gang samping.

Yang paling mencengangkan, dokumen juga menyatakan bahwa:

  • Bagian bawah rumah (area pengurugan) telah digali ulang secara ilegal,
  • Luasnya sekitar 5.000 kaki persegi (±464,5 m²),
  • Diduga kuat dimanfaatkan untuk membangun penjara bawah tanah ilegal.

Dokumen tersebut tidak menjelaskan secara detail posisi bangunan bawah tanah itu, namun menyebutkan bahwa pada  Juni 2025, pihak Departemen Bangunan Hong Kong telah memerintahkan:

  • Manajer properti yang ditunjuk oleh penerima utang untuk menyewa tenaga ahli,
  • Segera membongkar bagian bangunan yang ilegal,
  • Serta mencatat pelanggaran ini dalam akta properti.

Apa itu Area “Pengurugan Kembali” (回填區)?

Saat membangun gedung, pengembang biasanya akan menggali area lebih besar dari kebutuhan bangunan untuk keperluan konstruksi. Setelah struktur utama selesai, area sisa itu akan diurug kembali (ditimbun) sesuai rencana awal. Area inilah yang disebut sebagai “area pengurugan kembali”. Dalam kasus ini, area tersebut digali ulang secara ilegal untuk membangun ruangan bawah tanah.

Departemen Bangunan juga menyebutkan bahwa ada rumah lain dalam kompleks yang sama yang juga melanggar aturan, dan akan segera menerima perintah pembongkaran. Semua pembangunan di masa depan pada area tersebut harus kembali mengikuti gambar denah resmi.

Sekilas Tentang Properti Mewah Xu Jiayin

  • Kawasan Pollock’s Path (布力徑) merupakan area elite di The Peak, Hong Kong, dikenal sebagai tempat tinggal para selebritas dan konglomerat.
  • Xu Jiayin memiliki tiga vila mewah di alamat No.10B, 10C, dan 10E, yang seluruhnya:
    • Dibeli pada tahun 2010 seharga 2,5 miliar dolar Hong Kong,
    • Dimiliki melalui perusahaan lepas pantai,
    • Kini telah diambil alih oleh pihak penerima utang (creditor-appointed receivers) dan diiklankan untuk dijual.
  • Dua vila yaitu No.10C dan 10E mulai ditawarkan pada 21 Oktober 2024 dengan harga total 900 juta dolar Hong Kong,
    • Turun 40% dari perkiraan harga sebelumnya sebesar 1,5 miliar HKD.
  • Sedangkan unit No.10B sudah terjual lebih awal pada tahun 2024, juga dengan harga sekitar setengah dari valuasi.

Latar Belakang

Sejak krisis keuangan Evergrande meledak, Xu Jiayin telah ditahan untuk diselidiki. Aset-asetnya di seluruh dunia masih dalam proses penelusuran dan penyitaan.

Salah satu properti yang sangat ikonik, yaitu “China Evergrande Center” di Hong Kong, juga telah resmi diambil alih pada 13 September 2025 oleh pihak CITIC Bank International, mewakili para kreditor. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Myint Swe, Presiden Boneka Myanmar yang Berkuasa Setelah Kudeta 2021, Meninggal Dunia

Etindonesia. Presiden boneka Myanmar yang ditunjuk junta militer—yang diskors dari jabatannya sejak tahun lalu karena kesehatan yang menurun—meninggal dunia pada hari Kamis (7/8), demikian pernyataan junta.

Mantan jenderal Myint Swe diangkat sebagai pelaksana tugas presiden Myanmar pada tahun 2021, ketika militer menggulingkan pemerintahan demokratis Aung San Suu Kyi dalam sebuah kudeta, yang memicu perang saudara yang melibatkan banyak pihak.

Kudeta tersebut menyerahkan kekuasaan tertinggi kepada panglima angkatan bersenjata Min Aung Hlaing, yang Juli lalu juga mengambil alih peran seremonial Myint Swe sebagai “pelaksana tugas presiden” karena dia menderita efek penyakit Parkinson.

“Presiden U Myint Swe meninggal dunia pukul 08 : 28 pagi ini,” demikian pernyataan junta, menambahkan bahwa pria berusia 74 tahun itu meninggal dunia di sebuah rumah sakit di ibu kota Naypyidaw.

“Dengan ini diumumkan bahwa pemakaman Presiden Sementara U Myint Swe akan digelar sebagai pemakaman kenegaraan.”

Media pemerintah melaporkan pada hari Rabu bahwa dia mengalami “penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, demam, dan penurunan fungsi kognitif” dan telah dirawat di unit perawatan intensif.

Myint Swe adalah wakil presiden di bawah pemerintahan Suu Kyi yang terpilih secara demokratis — yang masih dipenjara selama empat setengah tahun sejak pengambilalihan militer.

Kudeta tersebut memicu protes pro-demokrasi yang dipadamkan, sebelum para aktivis meninggalkan kota-kota untuk melancarkan perang gerilya — menemukan kesamaan tujuan dengan kelompok-kelompok etnis bersenjata yang telah lama menentang pemerintahan pusat.

Min Aung Hlaing pekan lalu mengakhiri keadaan darurat nasional yang diumumkan selama pengambilalihan tersebut, dengan menggembar-gemborkan rencana pemilihan umum pada bulan Desember sebagai jalan keluar dari konflik yang melanda negara tersebut.

Langkah ini menyerahkan kekuasaan dari jabatan panglima angkatan bersenjata — yang dijabat oleh Min Aung Hlaing — kembali ke jabatan presiden — yang juga dijabat oleh Min Aung Hlaing.

Kelompok-kelompok oposisi telah berjanji untuk memboikot pemilu tersebut, sementara seorang pakar PBB pada bulan Juni menggambarkan latihan tersebut sebagai “kecurangan” yang dirancang untuk melegitimasi kelanjutan kekuasaan junta. Tanggal pasti pemilu belum ditetapkan. (yn)

Hujan Deras di Tiongkok Selatan Seperti “Air Disiram dari Langit”, Netizen: Langit Bocor di Guangdong dan Guangxi

EtIndonesia. Cuaca ekstrem kembali melanda  daratan Tiongkok. Beberapa hari terakhir, provinsi Guangdong dan Guangxi mengalami hujan deras terus-menerus dan ekstrem, bahkan beberapa daerah diguyur hujan sangat lebat, menyebabkan mobil tenggelam, kota lumpuh, dan banjir meluas. Netizen pun menyindir: “Langit bocor di Guangdong dan Guangxi!”

Menurut media Tiongkok, sejak 2 Agustus, kawasan Delta Sungai Mutiara dan pesisir timur Guangdong diterjang hujan sangat lebat.

  • Di Shenzhen, Dongguan, Shanwei, curah hujan memecahkan rekor.
  • Pada 4 Agustus, curah hujan di kota Zhangmutou, Dongguan mencapai 450,2 mm dalam 24 jam.
  • Pesisir Huizhou mencatat lebih dari 400 mm, dan
  • Zona Kerjasama Shenzhen-Shanwei turun hujan 268,2 mm hanya dalam 3 jam — setara dengan hujan ekstrem.

Akibat hujan deras ini, banyak kota mengalami genangan parah:

  • Di Shenzhen dan Guangzhou, banyak ruas jalan tergenang lebih dari 30 cm,
  • Stasiun metro terendam dan operasional dihentikan,
  • Banyak objek wisata di Guangzhou ditutup darurat,
  • Pihak kereta api mengaktifkan sistem siaga banjir, beberapa perjalanan diperlambat atau dibatalkan.

Netizen menggambarkan kondisi bandara Shenzhen:

“Langit bocor? Raja Naga lagi rapat tahunan di Shenzhen, ya?”
“Peringatan hujan kuning penuh sejak kemarin, penerbangan tertunda — ada yang sudah naik pesawat, duduk diam 6 jam.”
“Kasihan kru bandara: hujan petir melanda seluruh Delta Sungai Mutiara, pesawat cuma mutar-mutar di langit, nggak bisa mendarat.”
“Pekerja kantoran menangis: penerbangan telat 7 jam, sampai kantor langsung dipotong gaji — rugi besar!”

Video yang beredar memperlihatkan:

  • Mobil-mobil terendam,
  • Beberapa bahkan tetap berjalan sambil menerobos air, Netizen berkomentar:

“Menyetir kayak naik perahu beneran, bang, ini mobil apa kapal sih?”
“Mendingan naik perahu buat kerja di Shenzhen!”

Video lain menunjukkan warga perumahan di Huizhou mencoba menahan air masuk ke basement parkir, namun gagal, air tetap membanjiri.

Di Guangxi, pada 4 Agustus, kota Beihai (Kabupaten Hepu) mengalami hujan lebat ekstrem:

  • Di kecamatan Zhakou, curah hujan 10 jam mencapai 404 mm.
  • Di wilayah Guangxi timur dan pesisir, tercatat hujan 250–350 mm, menyebabkan banjir lokal,
  • Air masuk ke toko-toko, rumah warga, hingga ladang, membuat banyak warga terjebak.

Video juga menunjukkan kawasan tua di Beihai – Nankang terendam total.

Sementara itu, pada  5 Agustus pagi, Observatorium Hong Kong kembali mengeluarkan peringatan hujan deras hitam, yang merupakan peringatan tertinggi.

  • Ini adalah peringatan ke-4 dalam 8 hari terakhir.
  • Hujan ekstrem menyebabkan banjir parah di beberapa wilayah.
  • Sampai pukul 2 siang, curah hujan harian mencapai 355,7 mm, memecahkan rekor yang dicatat sejak 1884 untuk bulan Agustus. Rekor sebelumnya adalah 334,2 mm pada 16 Agustus 1982.

Pada 5 Agustus pukul 18:00, Badan Meteorologi Pusat Tiongkok kembali mengeluarkan peringatan hujan lebat tingkat oranye. Diperkirakan antara 5 Agustus malam hingga 6 Agustus malam, akan terjadi hujan lebat di wilayah berikut:

  • Sebagian besar Guangdong
  • Bagian tengah-timur Guangxi
  • Selatan Hunan
  • Selatan Jiangxi
  • Tenggara Sichuan
  • Barat daya Chongqing
  • Bagian barat dan timur laut Henan
  • Barat daya dan utara semenanjung Shandong
  • Tenggara Liaoning
  • Selatan Yunnan

Beberapa daerah diperkirakan mengalami hujan sangat lebat hingga hujan ekstrem (250–350 mm).

Seorang pengguna Weibo menulis:

“Dalam tiga hari terakhir, pos pemantauan curah hujan di Xiamen mencatat 690 mm. Ini bahkan lebih parah dari hujan akibat satu topan penuh! Yang menakutkan bukan cuma hujannya deras, tapi hujannya nggak bergerak (stasioner). Hujan deras di Guangdong dan Guangxi masih akan terus berlanjut hingga 7 Agustus.”
“Guangdong, apa kamu lagi nyiram air? Ini hujan udah dua hari penuh… nggak berhenti. Aku nyerah!”

Netizen lain menyindir:

“Langit bocor di Guangdong dan Guangxi.”
“Ada yang bisa tambal?”
“Sudah mulai berjamur.”
“Mau mekar nih kebanyakan kena air.”
“Ini cuaca bener-bener kayak langit bocor, dua hari dua malam hujan non stop. Siapa yang kuat?”

Sumber : NTDTV.com

https://www.youtube.com/watch?v=aIuMHuw4dkg

Apakah Menyalakan AC 24 Jam Nonstop Bisa Membuatnya “Rusak”? Setelah Mendengar Penjelasan Teknisi, Saya Baru Sadar Selama Ini Saya Salah

EtIndonesia. Belakangan ini, cuaca benar-benar panas—seolah-olah begitu keluar rumah, kita langsung dijemur di atas api. Di tengah teriknya musim panas, AC jadi penyelamat utama. Tak heran kalau banyak orang memilih menyalakan AC 24 jam nonstop di rumah, tak ingin mematikannya sedikit pun.

Memang, menyalakan AC sepanjang hari itu terasa nyaman, tapi di sisi lain muncul pertanyaan: Apakah AC bisa “kelelahan” jika terus-menerus menyala tanpa istirahat? Bagaimana kalau tiba-tiba rusak?

Kalau kamu juga pernah punya kekhawatiran seperti ini, tenang dulu. Hari ini kita akan membahas hal ini secara lengkap—yuk, simak penjelasannya!

1. Apakah AC Bisa Rusak karena Terus Menyala?

Sebenarnya, kamu tak perlu khawatir soal ini. Saat dirancang, AC memang sudah diperhitungkan untuk bisa bekerja dalam waktu lama. Khususnya bagian kompresor, usia pakainya bisa mencapai puluhan ribu jam. Artinya, meskipun kamu menyalakannya 24 jam sehari tanpa henti, kamu harus melakukannya terus-menerus selama lebih dari dua tahun agar bisa mencapai batas itu.

Secara teori, AC memang bisa bekerja 24 jam nonstop. Tapi tetap saja, penggunaan tanpa henti juga memiliki dampak tertentu—baik bagi penggunanya, unit AC-nya sendiri, maupun tagihan listrik!

2. Dampaknya bagi Pengguna

Meski ruangan ber-AC terasa sejuk dan nyaman, demi menjaga suhu, kita biasanya menutup rapat pintu dan jendela. Akibatnya, udara di dalam ruangan menjadi pengap dan kering.

Kenapa?

·        AC menyerap kelembapan udara saat mendinginkan ruangan.

·        Ini menyebabkan kulit terasa kering dan tegang, tenggorokan gatal, bahkan hidung bisa mimisan.

·        Berada terlalu lama di ruangan ber-AC juga membuat tubuh sulit beradaptasi dengan panas di luar ruangan. Akibatnya, kita bisa mengalami sakit kepala, hidung tersumbat, dan mudah masuk angin.

3. Dampaknya bagi Unit AC

Memang benar, kompresor AC tahan banting dan bisa bekerja terus-menerus. Tapi kompresor bukan satu-satunya komponen penting.

Contohnya: kipas motor pada unit luar (outdoor). Komponen ini punya batas suhu maksimal sekitar 50°C.  Sementara suhu luar ruangan pada musim panas bisa mencapai 40°C lebih. Jika dibiarkan menyala terus tanpa jeda, suhunya bisa melebihi batas aman dan mempercepat kerusakan.

4. Dampaknya bagi Tagihan Listrik

Siapa yang tidak tahu kalau AC adalah “pemakan listrik” terbesar di rumah.  Semakin lama menyala, semakin banyak pula konsumsi listriknya.

Kalau biasanya kamu hanya menghabiskan Rp200–300 ribu per bulan untuk listrik, menyalakan AC seharian penuh bisa membuat tagihan membengkak hingga lebih dari satu juta rupiah! Ini tentu memberi tekanan besar bagi dompet.

Jadi, Bagaimana Agar AC Tetap Awet dan Hemat?

1. Atur Suhu AC dengan Bijak

Semakin rendah suhu yang kamu atur, semakin tinggi konsumsi listriknya. Setiap kenaikan 1°C pada suhu AC bisa menghemat sekitar 10% energi.

Jadi, jangan langsung atur suhu ke 20°C atau bahkan 16°C hanya demi cepat dingin—itu justru boros listrik dan bisa bikin kamu masuk angin.

Idealnya, suhu AC cukup 5–10°C lebih rendah dari suhu luar ruangan.

2. Hindari Sering Mematikan dan Menyalakan AC

Ada yang berpikir:  “Kalau dimatikan, berarti tidak boros.”

Jadi begitu ruangan dingin, AC dimatikan, lalu saat panas lagi, dinyalakan ulang. Sayangnya, ini justru salah besar.

Ketika AC dinyalakan dari kondisi mati, konsumsi listriknya bisa 7 kali lipat lebih tinggi dibanding saat sudah stabil.  Selain itu, menyalakan dan mematikan AC secara sering bisa merusak kompresor dan memperpendek umur AC.

3. Bersihkan AC Secara Berkala

Buka panel depan AC—di sana ada dua filter udara. Filter ini mudah tertutup debu, bakteri, dan kotoran lainnya.

Jika tidak dibersihkan:

·        Lubang-lubang kecilnya tersumbat.

·        Daya hembusan AC berkurang.

·        Konsumsi listrik meningkat.

·        Udara dalam ruangan menjadi kotor dan tidak sehat.

Solusinya: cuci filter AC secara berkala agar udara tetap segar dan AC bekerja optimal.

4. Letakkan Satu Baskom Air di Dalam Ruangan

AC menyerap kelembapan saat mendinginkan ruangan, membuat udara jadi kering.

Cara sederhana untuk mengatasinya: Taruh baskom berisi air di dalam ruangan ber-AC. Air itu akan membantu menjaga kelembapan udara, membuat tubuh lebih nyaman.

Selain itu, penting juga untuk sesekali membuka pintu/jendela agar udara segar masuk dan oksigen di ruangan tetap cukup.

Penutup

Menyalakan AC 24 jam memang bisa dilakukan—tapi tidak tanpa risiko.

Selama kamu memahami cara menggunakannya dengan bijak:

·        Menjaga suhu yang ideal,

·        Tidak sering menyalakan-mematikan,

·        Rutin membersihkan filter,

·        Menjaga kelembapan dan sirkulasi udara,

Maka AC kamu akan lebih tahan lama, tagihan listrik tetap terkendali, dan kamu pun bisa menikmati kenyamanan tanpa khawatir.

Jangan tunggu rusak dulu baru menyesal.  Gunakan AC dengan cerdas, tubuh sehat, dompet pun selamat! (jhn/yn)

Pasutri Bercerai dan Membagi Harta Gono Gini 53 Ekor Ayam, Bebek, dan Angsa, Akhirnya Tersisa Seekor, Hakim : “Makanlah Bersama Sebelum Bercerai”

Baru-baru ini, sepasang suami istri di Sichuan, Tiongkok, sedang dalam proses perceraian, dan salah satu urusan yang harus diselesaikan adalah pembagian 53 ekor unggas: ayam, bebek, dan angsa. Namun setelah dibagi rata, masih tersisa satu ekor ayam. Hakim pun menyarankan agar ayam tersebut dimasak dan dimakan bersama dahulu, baru lanjut bercerai. Netizen ramai-ramai membuat lelucon: “Suaminya ingin ayam rebus, istrinya maunya ayam goreng pedas. Akhirnya ribut lagi ke pengadilan. Lalu gimana?”

EtIndonesia. Laporan dari media daratan Tiongkok  Cover News menyebutkan sebuah kasus unik yang ditangani oleh Pengadilan Desa Daishi, Distrik Qianfeng, Kota Guang’an, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Kasus ini sebagai bagian dari penyelesaian sengketa harta gono-gini saat perceraian.

Uniknya, fokus perdebatan bukanlah rumah atau tabungan, melainkan pembagian 29 ekor ayam, 22 ekor angsa, dan 2 ekor bebek yang mereka pelihara bersama.

Kejadian bermula  pada  Mei lalu, seorang pria bernama samaran Yang menggugat cerai istrinya Tu. Keduanya adalah warga pedesaan dan mengandalkan pertanian dan peternakan sebagai sumber penghasilan utama.

Karena rumah mereka adalah rumah yang dibangun sendiri di lahan desa, dan mereka berasal dari desa yang berbeda, maka menurut aturan desa, rumah tersebut hanya bisa dimiliki oleh penduduk desa setempat.

Akibatnya, rumah tidak dimasukkan dalam pembagian harta, dan mereka diminta berunding sendiri soal rumah. Maka, pembagian hewan ternak menjadi fokus utama dalam mediasi.

Menurut Hakim Chen Qian yang menangani kasus ini, saat mediasi dilakukan:

  • Untuk angsa yang ukurannya berbeda, disarankan untuk membagi 3 ekor besar dan 8 ekor kecil, atau mengganti selisihnya dengan nilai pasar.
  • Untuk 2 ekor bebek, cukup dibagi rata.
  • Namun masalah muncul pada 29 ekor ayam, karena jumlahnya ganjil. Siapa yang akan mendapat lebih satu ekor?

Hakim pun memberikan saran: “Bisa dibagi rata, lalu ayam sisanya dimasak dan dimakan bersama. Atau, pihak yang ingin ayam tambahan bisa memberikan kompensasi kepada pihak lain.”

Akhirnya, kedua belah pihak setuju untuk memasak dan memakan ayam tersebut bersama, baru kemudian melanjutkan proses perceraian. “Makan ayam bersama” — sekaligus perpisahan simbolis mereka.

Para netizen pun mengomentari kasus ini dengan berbagai candaan:

  • “Ngakak banget.”
  • “Suaminya maunya ayam rebus, istrinya maunya ayam pedas, terus ribut lagi di pengadilan.”
  • “Ayamnya: Kenapa aku harus jadi korban dari pernikahan kalian yang gagal?”
  • “Kalau ayamnya betina dan bertelur, nanti telurnya dibagi gimana?”
  • “Ayam: Saya yakin ini konspirasi terencana… eh, maksud saya… kalian mau makan saya, ya?”
  • “Siapa tahu habis makan ayam, mereka baikan dan gak jadi cerai.”

Sumber : NTDTV.com

Melahap 7 Buah Durian Sekaligus, Penyanyi Malaysia Mendadak Stroke dan Lumpuh

Seorang penyanyi asal Malaysia bernama Dino mendadak terkena stroke dan lumpuh setelah melahap tujuh buah durian dalam sehari. Akibatnya, bagian kanan tubuhnya lumpuh dan ia tidak bisa lagi bekerja.

Etindonesia. Menurut laporan media daring “Msta”, Dino yang kini berusia 50 tahun, mengalami stroke secara tiba-tiba tiga minggu lalu. Sehari sebelum terkena stroke, ia mengaku telah memakan tujuh buah durian kampung sekaligus.

Dino mengakui bahwa stroke yang dialaminya mungkin berkaitan dengan pola makannya, terutama karena konsumsi durian yang sangat berlebihan.

“Durian itu makanan favorit saya. Setiap musim durian datang, saya pasti akan makan durian untuk memuaskan keinginan. Saya tidak bisa menutup kemungkinan bahwa stroke saya disebabkan oleh durian, walaupun mungkin juga karena makanan manis lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa setelah makan durian dalam jumlah banyak, keesokan paginya langsung terkena stroke saat sedang bekerja. Bahkan, ketika dilarikan ke rumah sakit dan berbicara dengan dokter, bau durian masih tercium di mulutnya.

Dino adalah mantan anggota grup musik hip-hop Malaysia “Nico”. Stroke yang ia alami menyebabkan kelumpuhan pada bagian kanan tubuhnya, mengganggu mobilitas dan membuatnya tidak bisa bekerja. Saat ini, ia tengah menjalani terapi pemulihan.

Menurut hasil pemeriksaan awal, pembuluh darahnya tersumbat. Saat stroke menyerang, tubuhnya nyaris tidak bisa bergerak dan bicaranya tidak jelas. Namun ia mengatakan:

“Saya terus berusaha keras untuk berlatih setiap hari. Sekarang kondisi saya sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ke depannya saya akan lebih menjaga pola makan dan minum obat secara teratur, termasuk obat pengencer darah untuk mencegah penyumbatan akibat kolesterol.”

Setelah dua minggu menjalani perawatan di rumah sakit, Dino pun diperbolehkan pulang. Meskipun kini masih rutin mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi dan obat pengencer darah, tangan dan kaki sebelah kanan belum bisa digerakkan, sehingga kehidupannya sangat terganggu.

Ia mengungkapkan bahwa kini harus dua kali seminggu menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Umum Kuala Lumpur, dan juga mencoba pengobatan tradisional. Setiap sesi terapi pijat pemulihan menghabiskan biaya 200 ringgit Malaysia.

Dulu, Dino bekerja sebagai sales di sebuah pusat perbelanjaan. Namun sejak stroke, ia tidak bisa bekerja dan kini sedang menjalani cuti sakit. Ia sempat menerima bantuan sebesar 500 ringgit dari tempat kerjanya.

“Sebulan lagi, saya tidak punya penghasilan sama sekali. Jadi saya memutuskan untuk meminta bantuan dari masyarakat. Saat ini saya hanya hidup dari tabungan yang ada,” ujarnya. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Andalkan Diri Sendiri—Itulah yang Paling Bisa Diandalkan!

EtIndonesia. Dalam hidup ini, jangan terlalu bergantung pada siapa pun. Ada kalanya kamu merasa lelah tanpa alasan—  Apakah lelah secara fisik? Atau hati yang terasa letih? Hanya satu hal yang benar-benar bisa diandalkan: diri sendiri.

Aku tidak iri dengan senyum orang lain, karena aku tahu, mereka pun menyimpan kesedihan yang tak terlihat.  Aku tidak iri pada kekayaan orang lain, karena aku tahu harga yang mereka bayar— pekerjaan yang tak ada habisnya, dan letih yang tak bisa diucapkan.

Aku juga tidak iri pada orang yang hidup bebas dan tampak santai, karena aku tahu, mereka belum tentu benar-benar bahagia. Tampilan luar yang terlihat gemerlap, sering kali hanyalah topeng dari kesepian yang ditahan mati-matian.

Aku tidak iri pada mereka yang tak perlu bekerja,  tetap punya uang, dan ada orang yang menanggung hidupnya, karena aku tahu—saat mereka butuh uang, mereka harus melihat wajah orang lain dulu. Saat disakiti atau diabaikan, mereka hanya bisa menahan perih dan pura-pura kuat.

Kita tak perlu iri pada hidup orang lain, karena diri kita sendiri pun punya keindahannya. Kita tak perlu bergantung pada siapa pun, karena diri kita sendiri adalah pahlawan.

Tak ada keberhasilan yang datang tanpa usaha, tak ada kebahagiaan yang hadir tanpa pengorbanan. Semuanya ada harga, semuanya harus diperjuangkan.

·        Saat kamu memilih bekerja, jangan mengeluh karena lelah.

·        Saat kamu memilih bermalas-malasan, terimalah konsekuensi dari hidup yang pas-pasan.

·        Saat kamu menggantungkan hidup pada orang lain, bersiaplah menerima sikap mereka.

·        Tapi saat kamu memilih berdiri di atas kakimu sendiri, bersiaplah untuk lelah dan berjuang.

Tuhan itu adil. Setiap yang kamu dapatkan, pasti ada sesuatu yang dikorbankan. Dan setiap yang kamu korbankan, pada akhirnya akan diganti dalam bentuk lain.

Dalam hidup ini, satu-satunya yang bisa kamu andalkan hanyalah dirimu sendiri.

Realita akan selalu mengingatkanmu: Andalkan diri sendiri—itulah pilihan paling bijak dan paling kuat!

Kalau kamu tidak kuat,  tidak akan ada orang yang bisa menggantikanmu untuk menjadi kuat. Suka duka kehidupan, hanya kamu sendiri yang bisa merasakannya. Hujan badai kehidupan, hanya kamu sendiri yang bisa menjalaninya.

Tak ada orang yang akan selalu menemanimu. Kamu harus belajar untuk kuat sendiri.

Di jalan kehidupan ini— jangan terlalu berharap ada yang membantu, jangan terlalu berharap ada yang setia menemani.

·        Mengandalkan orang lain, tak akan membawamu jauh.

·        Mengandalkan orangtua, mereka pun akan menua.

·        Mengandalkan teman, mereka juga punya kepentingan sendiri.

·        Satu-satunya tempat berpijak yang paling aman, adalah dirimu sendiri.

Semangat, diriku yang terkasih!

·        Andalkan diri sendiri, baru bisa bertahan menghadapi badai.

·        Andalkan diri sendiri, baru bisa menyelesaikan masalah.

·        Hanya dengan mengandalkan diri sendiri, kamu bisa berbicara dengan percaya diri, bertindak dengan tegas, punya keberanian, dan tetap punya harga diri!

Mengandalkan diri sendiri—itulah pilihan paling bijak. Cintailah dirimu sendiri, jangan kecewakan dirimu sendiri. (jhn/yn)

Insiden Perundungan di Jiangyou, Sichuan, Tiongkok  Bergolak Hingga  Ribuan Orang Protes 

  • Seorang gadis berusia 14 tahun di Kota Jiangyou, Provinsi Sichuan, Tiongkok baru-baru ini menjadi korban perundungan kejam oleh anak-anak dari keluarga berpengaruh.  Para pelaku memaksa korban melepas pakaian, berlutut, menampar, menendang, dan memukulinya dengan tongkat. Setelah video perundungan tersebut tersebar, publik marah besar. 
  • Pada 4 Agustus, ribuan warga berunjuk rasa di depan kantor pemerintah Kota Jiangyou. Pihak berwenang mengerahkan banyak polisi untuk melakukan penindasan brutal, menyebabkan bentrokan berdarah dan penangkapan massal.  Peristiwa ini memicu perhatian luas baik di dalam maupun luar negeri, namun pemerintah berusaha keras menyensor pemberitaannya. Teriakan dari warga di lokasi: “Polisi memukul orang! Memukul orang!”

EtIndonesia.  Saat menggelar aksi protes 4 Agustus 2025, ribuan warga berkumpul di depan kantor pemerintah Kota Jiangyou. Mereka  menuntut hukuman tegas bagi para pelaku perundungan. Mereka meneriakkan slogan-slogan dan menyuarakan ketidakpuasan. Beberapa orang bahkan berteriak: “Turunkan Partai Komunis!”

Tak lama kemudian, otoritas mengerahkan polisi dalam jumlah besar untuk menindas para demonstran secara brutal. Banyak warga mengalami luka-luka parah, bahkan sampai berdarah di kepala.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pemuda dipukuli oleh sejumlah polisi saat berusaha melindungi seorang lansia yang sedang berargumen dengan petugas keamanan.

Warga di tempat kejadian: “Menindas rakyat! Menindas rakyat!”

Perundungan ini terjadi pada 22 Juli, di mana korban dipukuli selama berjam-jam oleh sekelompok pelaku, dipaksa melepaskan pakaian dan berlutut sebagai bentuk penghinaan. Namun video peristiwa itu baru tersebar di internet pada 2 Agustus.

Menurut laporan, ibu korban adalah seorang tunarungu, dan ayahnya adalah petani biasa. Korban disebut sudah sering menjadi sasaran perundungan. Para pelaku sempat dibawa ke kantor polisi, namun dibebaskan segera dengan alasan masih di bawah umur, tanpa mendapat hukuman yang layak. Bahkan kali ini pun, pemerintah terkesan menunda dan mengabaikan penanganan kasus. Setelah videonya viral, opini publik langsung meledak.

Di bawah tekanan masyarakat, pada  4 Agustus pagi, polisi lokal akhirnya mengeluarkan pernyataan bahwa hasil visum menyatakan korban hanya mengalami “luka ringan”, dan menyebut dua pelaku telah dikenai hukuman administratif, sementara pelaku lainnya hanya diberi “teguran dan pembinaan”. Penjelasan ini justru memperparah kemarahan publik.


“Memang benar luka fisik adalah luka, tapi bagaimana dengan luka batin? Apakah itu bukan luka juga? Bahkan bisa menjadi luka seumur hidup. Luka batin itu yang paling sulit disembuhkan,” ujar pembawa acara “News Highlights”, Li Muyang. 

Beredar kabar bahwa salah satu pelaku memiliki latar belakang keluarga pejabat Partai Komunis, sehingga dilindungi oleh otoritas. Namun pada 5 Agustus, polisi mengeluarkan pengumuman darurat bahwa mereka telah menindak orang-orang yang disebut sebagai “penyebar rumor” terkait kasus ini.

 “Melindungi pelaku kejahatan adalah cerminan dari sifat jahat Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dalam sistem PKT, kekuasaan selalu berada di atas hukum. Karena sering kali, pelaku kejahatan adalah orang-orang yang punya ‘bekingan’ dari PKT — dengan kata lain, orang-orangnya sendiri,” kata Li Muyang. 

Pada 5 Agustus dini hari, pihak berwenang kembali mengerahkan polisi untuk membubarkan massa. Mereka menggunakan tongkat dan semprotan merica untuk menyerang demonstran. Banyak warga ditangkap dan dibawa pergi dengan truk pengangkut babi. Namun, video terkait dengan cepat dihapus dari media sosial, dan topik tersebut dibungkam habis-habisan oleh pemerintah.

 “(PKT) buru-buru ingin menutup-nutupi, jadi hanya bisa menggunakan cara-cara keras. Begitu mesin kekerasan diaktifkan, mereka langsung menggilas. Tapi saat penindasan makin kuat, dampaknya justru makin besar,” ujar warga Sichuan, Li Ming. 

Banyak warga menyatakan bahwa protes rakyat akibat kasus perundungan ini membuat pemerintah ketakutan. Mereka percaya bahwa hanya dengan keberanian rakyat yang bersatu, kekuasaan otoriter PKT bisa digulingkan.

 “Mereka itu sangat jahat. Banyak orang sekarang sudah di ambang keputusasaan. Rakyat punya keberanian untuk bangkit — kemarahan ini bisa meledak kapan saja,” ujar Warga Sichuan, Wang Yu. 

Pengamat independen Cai Shenkun juga menulis bahwa ketika pemerintah daerah dan aparat penegak hukum gagal menangani kasus sederhana seperti ini, serta gagal meredam krisis, hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Tiongkok ibarat tong mesiu — bisa meledak sewaktu-waktu karena satu insiden saja. (hui/asr)

oleh Tang Rui dan Hong Ning untuk NTD Television

5 Benda Sehari-hari Ini Tampak Bersih, Padahal Super Kotor—Terutama Nomor 4, Hampir Semua Orang Menggunakannya!

EtIndonesia. Lingkungan yang bersih dan segar tentu membuat hidup lebih nyaman dan bahagia. Namun, tahukah kamu? Ada banyak benda di sekitar kita yang terlihat bersih di permukaan, padahal sebenarnya lebih kotor dari yang kita bayangkan!

Kali ini, kita akan bahas 5 benda umum yang sering kita anggap bersih, padahal diam-diam menyimpan kuman dan bakteri dalam jumlah besar. Terutama nomor 4—digunakan semua orang, tapi jarang yang sadar betapa kotornya!

01. Spons Cuci Piring

Spons cuci piring terlihat bersih di permukaan, tapi ternyata…Menurut penelitian mikrobiolog dari Jerman, setiap sentimeter kubik spons cuci piring mengandung hingga 54 miliar bakteri—jauh lebih banyak dibandingkan dudukan toilet yang hanya sekitar 27 ribu bakteri.

Spons memiliki struktur berpori dan lembut yang ideal untuk memerangkap kelembapan dan kotoran. Bakteri dari makanan mentah, talenan, wastafel, dan peralatan makan dengan mudah berpindah ke spons dan berkembang biak di sana.

Bahkan jika setelah mencuci piring kamu menjemur spons agar kering, hasilnya tetap sama. Penelitian menunjukkan bahwa spons yang dijemur terbuka dan yang disimpan dalam kantong tertutup tetap mengandung jumlah bakteri yang nyaris setara.

Saran:

·        Rutin ganti spons cuci piring.

·        Pertimbangkan menggunakan lap sekali pakai, sikat cuci piring, atau bahkan mesin pencuci piring untuk menggantikan spons.

02. Kulkas

Kulkas seharusnya menjaga makanan tetap segar—tapi jika tak dibersihkan secara rutin, dia justru bisa menjadi sarang penyakit.

Makanan mentah yang tidak dicuci bersih atau kemasan yang bocor bisa membawa bakteri dan virus masuk ke dalam kulkas, menyebar melalui sirkulasi udara dingin dan mencemari seluruh isi kulkas.

Jika dibiarkan, ini bukan cuma soal bau tak sedap—makan makanan yang terkontaminasi bisa menyebabkan gangguan pencernaan serius, bahkan mengancam nyawa.

Saran:

·        Bersihkan kulkas secara rutin, minimal sebulan sekali.

·        Sebelum membersihkan, cabut listrik dan keluarkan semua makanan.

·        Gunakan kain bersih yang dibasahi air sabun atau alkohol medis untuk membersihkan dinding dan rak kaca kulkas.

·        Untuk membersihkan karet pintu kulkas, gunakan tisu atau kain yang dililitkan pada garpu, celupkan ke alkohol, dan gosok bagian dalamnya.

03. Mesin Cuci

Dari luar, mesin cuci terlihat bersih. Tapi di balik tabungnya, banyak kotoran tersembunyi:
Sisa deterjen, noda dari pakaian kotor, endapan air, bahkan jamur dan bakteri.

Semua itu menumpuk di celah antara tabung dalam dan luar, menjadi sarang kuman yang berbahaya.

Saran:

·        Rutin gunakan mode “pembersihan tabung” (jika tersedia).

·        Jika tidak ada mode tersebut, tuangkan air panas suhu 60°C ke dalam mesin, jalankan 5 menit, lalu matikan dan biarkan terendam 1–2 jam sebelum dinyalakan kembali.

·        Untuk membersihkan bagian karet pada pintu, gunakan cairan pembersih yang sudah diencerkan dan lap secara menyeluruh.

04. Ponsel

Di zaman sekarang, hampir semua orang punya ponsel, dan menggunakannya setiap saat.

Tapi tahukah kamu? Ponsel bisa menjadi benda paling kotor yang kita sentuh setiap hari.

Karena suhu ponsel saat digunakan meningkat, itu menjadi tempat favorit bakteri berkembang biak—bahkan jumlahnya bisa berlipat ganda hanya dalam 30 menit!

Menurut penelitian, 50% ponsel yang diteliti mengandung Pseudomonas aeruginosa (bakteri yang biasanya ada di kotoran kecoak).  Lebih mengejutkan lagi, semua ponsel yang diuji mengandung E. coli dan Streptococcus fecalis—bakteri yang biasa ditemukan dalam feses manusia.

Saran:

·        Bersihkan ponsel setiap hari!

·        Gunakan tisu alkohol untuk menyeka seluruh permukaan ponsel.

·        Perhatikan area seperti port pengisian daya dan sela-sela tombol, karena lebih mudah kotor dan menumpuk debu.

05. Kardus Bekas (Kotak Paket)

Siapa sangka—kardus bekas dari paket online bisa jadi tempat favorit kecoak?

Lapisan karton yang bertumpuk-tumpuk sangat ideal sebagai tempat persembunyian kecoak. Selain itu, kardus yang menempuh perjalanan panjang juga bisa membawa debu, kuman, bahkan virus dari luar.

Beberapa orang terbiasa menyimpan kardus bekas di rumah—di balkon, bawah tangga, atau pojokan kamar. Padahal, kebiasaan ini bisa membuat lingkungan rumah semakin kotor dan tak sehat.

Saran:

·        Jangan menumpuk kardus bekas terlalu lama di rumah.

·        Jika tidak dipakai, segera buang atau daur ulang di tempat yang tepat.

·        Hindari menyimpannya di area lembap atau gelap.

Penutup

Benda-benda di sekitar kita yang kelihatan bersih, belum tentu benar-benar bersih. Justru karena sering digunakan dan tampak “biasa saja”, kita cenderung mengabaikannya.

Tapi mulai sekarang, yuk lebih peduli pada kebersihan tersembunyi.  Dengan sedikit perhatian dan kebiasaan yang baik, kamu bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk diri sendiri dan keluarga tercinta.

Jangan menunggu sampai sakit dulu baru sadar: Kebersihan itu investasi kecil untuk kesehatan jangka panjang. (jhn/yn)

Reporter Gedung Putih Ungkap Infiltrasi Partai Komunis Tiongkok ke Bank Sentral AS The Fed  — Setidaknya 13 Orang “Terpapar Merah”

EtIndonesia. Seorang reporter Gedung Putih baru-baru ini mengungkap bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah lama menyusup ke dalam sistem Federal Reserve (bank sentral) Amerika Serikat. Melalui mata-mata, kerja sama akademik, dan imbalan finansial, PKT berusaha mempengaruhi kebijakan keuangan AS demi melemahkan dominasi dolar. Berikut laporannya.

Reporter muda Gedung Putih, Natalie Winters, pada Selasa (4 Agustus) mengungkap sebuah operasi infiltrasi yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Berdasarkan hasil penyelidikan oleh Senat AS dan Departemen Kehakiman, unit kontra-intelijen di Federal Reserve pernah mengidentifikasi 13 orang karyawan yang diduga terkait dengan PKT, tersebar di delapan bank regional Federal Reserve di seluruh AS. Di internal, jaringan ini disebut sebagai “Jaringan P”.

Investigasi mengungkap bahwa PKT menyusup ke Federal Reserve dengan berbagai metode, termasuk ancaman, program rekrutmen bakat, imbalan finansial, dan kerja sama akademik.

Beberapa kasus yang diungkap:

  • Ada karyawan yang ditahan dan diancam di Shanghai, dipaksa menyerahkan laptop dan daftar kontaknya.
  • Ada yang memberikan model program dan data sensitif kepada lembaga terkait Bank Rakyat Tiongkok.
  • Ada juga yang bekerja sama dengan media propaganda PKT, membantu membangun jalur komunikasi informal.

Empat kasus utama yang dirinci dalam laporan:

 ▶︎ Kasus A: Diancam saat kunjungan ke Tiongkok untuk menyerahkan dokumen.
▶︎ Kasus B: Mengirim model rahasia ke institusi yang terhubung dengan bank sentral PKT.
▶︎ Kasus C: Bekerja sama dengan lembaga propaganda PKT.
▶︎ Kasus D: Menyembunyikan partisipasi dalam “Thousand Talents Program” (program perekrutan bakat Tiongkok).

Mantan penasihat senior John H. Rogers dituntut oleh Departemen Kehakiman AS awal tahun ini. Ia dituduh sejak 2013 membocorkan informasi kepada agen intelijen PKT dan menerima bayaran hingga 450.000 dolar AS. Ia tercatat beberapa kali memberikan pidato di institusi yang dikendalikan PKT serta ikut menulis makalah penelitian Federal Reserve bersama akademisi dari Universitas Fudan dan Jiaotong di Tiongkok.

Natalie Winters menyoroti bahwa kerja sama akademik kini menjadi “kuda Troya” infiltrasi PKT. Ia juga mengkritik Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, karena dianggap tidak cukup proaktif dalam mencegah infiltrasi ini. Baru setelah adanya penyelidikan dari Kongres, beberapa perubahan peraturan dilakukan — seperti melarang staf menerima bayaran dari negara-negara “sensitif” — namun saat ini masih diizinkan adanya kerja sama non-komersial dan partisipasi dalam program rekrutmen asing.

Laporan ini memperingatkan bahwa menguasai prediksi suku bunga dan mekanisme intervensi Federal Reserve dapat memberi keuntungan strategis besar bagi PKT dalam “perang finansial”.

Winters menyerukan agar pemerintah Amerika menghadapi ancaman terhadap keamanan nasional ini secara serius dan melindungi kedaulatan finansial AS. (Hui/asr)

Laporan dari Xia Wenyue, New York, untuk NTD Television

Penjualan Senjata Terbesar Jepang-Australia dalam Sejarah – Latihan Gabungan India-Filipina di Laut Tiongkok Selatan untuk Menangkal PKT

  • Demi menghadapi meningkatnya ancaman Partai Komunis Tiongkok (PKT) di kawasan Indo-Pasifik, Australia akan menggelontorkan 10 miliar dolar Australia untuk membeli 11 kapal fregat canggih dari Mitsubishi Heavy Industries Jepang. Ini menjadi ekspor senjata terbesar Jepang sejak Perang Dunia II. 
  • Sementara itu, India dan Filipina baru-baru ini menggelar latihan gabungan angkatan laut untuk pertama kalinya di Laut Tiongkok Selatan, yang memicu kemarahan Beijing. Kapal-kapal militer PKT bahkan mengikuti mereka sepanjang latihan.

EtIndonesia. Pengumuman pemerintah Australia pada Selasa (5/8/2025) menyebutkan Mitsubishi Heavy Industries Jepang akan mulai mengirimkan 11 fregat multi-peran versi upgrade kelas Mogami kepada Angkatan Laut Australia mulai tahun 2029. 

Kontrak akhir dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi pada awal 2026, dan Australia akan membayar total 10 miliar dolar Australia secara bertahap dalam kurun waktu sepuluh tahun.

Laporan menyebutkan bahwa kapal perang canggih ini memiliki sistem otomatisasi tinggi, mampu meluncurkan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk, serta memiliki kemampuan peperangan anti-kapal selam, anti-kapal permukaan, dan pertahanan udara. 

Kapal ini hanya memerlukan 90 personel untuk mengoperasikannya, yaitu kurang dari separuh jumlah awak yang dibutuhkan oleh kapal perang yang ada saat ini.

Australia berencana menempatkan kapal-kapal perang baru ini untuk melindungi jalur perdagangan maritim penting, khususnya di kawasan perbatasan antara Samudra Hindia dan Pasifik. 

Menghadapi aktivitas militer Tiongkok yang semakin agresif di kawasan tersebut, Australia tengah melakukan reformasi militer besar-besaran dengan fokus pada penguatan kemampuan tempur jarak jauh angkatan laut. Targetnya, dalam waktu sepuluh tahun ke depan jumlah kapal utama akan ditingkatkan dari 11 menjadi 26 unit.

Bagi Jepang, perjanjian ekspor senjata bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam memperdalam kerja sama keamanan bilateral dengan Australia, di luar aliansi tradisional Jepang-Amerika Serikat. Jepang dan Australia sama-sama anggota forum “Quadrilateral Security Dialogue” atau Quad, bersama Amerika Serikat dan India. Organisasi ini bertujuan menyeimbangkan dan membendung pengaruh militer Tiongkok yang terus meluas di kawasan Indo-Pasifik.

Sementara itu, India dan Filipina pada  Minggu (3 Agustus) menyelesaikan patroli dan latihan angkatan laut gabungan pertama mereka selama dua hari di Laut Tiongkok Selatan. Militer Filipina menyebutkan bahwa selama patroli, salah satu kapal perang mereka berada hanya sekitar 25 mil laut (sekitar 46 kilometer) dari kapal perang Tiongkok.

Meskipun India dan Filipina pernah mengadakan latihan militer di Laut Tiongkok Selatan sebelumnya, ini adalah kali pertama India ikut serta dalam operasi maritim gabungan Filipina. 

Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan koordinasi militer kedua negara, sekaligus menyatakan dukungan terhadap Filipina di tengah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok. (Hui/asr)

oleh Liu Jiajia, NTD Television, dari Amerika Serikat

Kasus “Raja Baja” Filipina Dibunuh Setelah Diculik — Wanita Kejam Asal Tiongkok Ditangkap Saat Kabur Pakai Topeng

Kasus penculikan dan pembunuhan “Raja Baja” Anson Que yang menggemparkan komunitas Tionghoa kini mengalami perkembangan besar. 

Pelaku utama yang dijuluki polisi sebagai “wanita kejam”, seorang warga negara Tiongkok bernama Gong Wenli (nama disesuaikan), telah berhasil ditangkap. 

Polisi Filipina menyatakan bahwa Gong terlibat dalam sedikitnya 15 kasus penculikan lainnya. Saat kabur, ia menggunakan topeng plastik 3D berteknologi tinggi yang sangat menyerupai wajah wanita Kaukasia, namun tetap berhasil dikenali dan ditangkap.

EtIndonesia. Kasus penculikan dan pembunuhan “Raja Baja” Filipina Anson Que akhirnya terungkap.  Keterangan polisi Filipina menyebutkan penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari informan. Polisi berhasil menangkap Gong Wenli dan seorang pria lain yang turut terlibat, di sebuah resor mewah di Pulau Boracay. Saat itu, Gong sedang bersama kedua orang tuanya.

Polisi menyita sebuah topeng plastik 3D yang sangat realistis di lokasi penangkapan. Topeng tersebut dibuat berdasarkan wajah wanita Eropa dan digunakan Gong selama pelariannya untuk menyamarkan identitas. Pria yang ditangkap bersamanya diketahui adalah seorang penata rambut yang diduga membantu Gong dalam menyamar demi menghindari kejaran aparat.

Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina menyebutkan bahwa Gong terbang ke Pulau Boracay dengan jet pribadi pada 26 April lalu dan sejak itu sering berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari pelacakan.

Penyelidikan polisi kemudian mengungkap fakta mengejutkan bahwa kasus penculikan “Raja Baja” hanyalah bagian kecil dari seluruh aksi kejahatan Gong. Ia ternyata telah menjadi figur mengerikan di mata komunitas pengusaha Tionghoa lokal karena terlibat dalam sedikitnya 15 kasus penculikan lainnya.

Kasus penculikan terhadap “Raja Baja” Anson Que terjadi di Filipina. Korban yang kini berusia 68 tahun adalah pendiri perusahaan baja ternama “Elison Steel” dan dikenal luas di kalangan komunitas Tionghoa Filipina sebagai “Raja Baja”. Ia juga menjabat sebagai ketua pendiri Kamar Dagang Tiongkok di Filipina.

Pada 29 Maret lalu, saat menghadiri jamuan makan malam bersama sopirnya, Anson Que diculik di tengah perjalanan. Para penculik lalu menghubungi keluarga korban dan menuntut uang tebusan dalam jumlah besar. Meskipun keluarga telah membayar tebusan sebanyak tiga kali dengan total sekitar 210 juta peso (sekitar 3,75 juta dolar AS), Anson Que tetap dibunuh oleh para penculik. (Hui/asr)

Sumber ; NTDTV.com

Wabah Misterius di Tiongkok! Ribuan Korban Akibat ‘Virus dari Nyamuk’, Trauma COVID-19  Menghantui!”

EtIndonesia. Pemerintah Tiongkok resmi mengeluarkan peringatan darurat menyusul merebaknya wabah chikungunya yang kini menyebar cepat di Provinsi Guangdong, terutama di Kota Foshan, dan mulai menjalar ke wilayah lain seperti Hunan, Macau, bahkan hingga Beijing dan Hebei. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan seiring terus melonjaknya jumlah korban dan masifnya penyebaran penyakit yang sebagian besar ditularkan oleh nyamuk ini.

Lonjakan Kasus di Guangdong: Lebih dari 5.000 Orang Terinfeksi

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Guangdong pada 3 Agustus 2025, jumlah kasus chikungunya melonjak tajam dalam sepekan terakhir, khususnya di Kota Foshan yang mencatat penambahan tiga ribu kasus baru hanya dalam satu minggu. Secara total, sudah lebih dari 5.000 kasus terkonfirmasi di Guangdong.

Kondisi ini membuat pemerintah setempat bergerak cepat dengan menerapkan langkah-langkah penanggulangan darurat, bahkan menyalin kembali beberapa protokol ketat seperti masa pandemi COVID-19, termasuk pemberlakuan tes PCR massal dan pembatasan aktivitas warga di beberapa wilayah terdampak.

Wabah Menyebar ke Wilayah Sekitar, Kasus Baru Bermunculan

Tidak hanya di Guangdong, kasus serupa mulai terdeteksi di Macau, Beijing, Hunan, bahkan hingga Hebei—di mana sudah ditemukan nyamuk pembawa virus. Hal ini menandakan potensi penyebaran semakin luas dan perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat Tiongkok, terutama di wilayah-wilayah dengan kepadatan populasi tinggi dan lingkungan yang banyak genangan air.

Gejala dan Dampak Kesehatan: “Raja Racun dari Luar Negeri”

Penyakit chikungunya ini dijuluki “Raja Racun dari Luar Negeri” karena daya tular dan dampak gejalanya yang luar biasa berat. Satu gigitan nyamuk saja dapat membuat seseorang jatuh sakit. Gejala yang paling umum di antaranya demam tinggi berkepanjangan, pegal hebat, kepala pusing,  dan nyeri sendi luar biasa hingga penderitanya merasa sekarat. Banyak pasien mengaku merasakan nyeri seolah-olah sendi akan patah dan mengalami demam naik turun tak kunjung reda.

Beberapa kasus parah bahkan harus mengeluarkan biaya pengobatan hingga ratusan ribu yuan, namun tetap tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Hingga kini, belum ditemukan obat khusus atau vaksin yang efektif. Penanganan pasien masih sebatas pemberian infus dan obat-obatan untuk meredakan gejala.

Langkah-Langkah Penanggulangan Ketat: Mirip Masa Pandemi COVID-19

Mengingat situasi yang semakin memburuk, Pemerintah Tiongkok menerapkan berbagai langkah darurat ekstrem, antara lain:

  • Penyemprotan disinfektan secara massal di seluruh desa dan lingkungan permukiman.
  • Penyemprotan cairan anti-nyamuk ke semua warga yang keluar-masuk desa.
  • Operasi pembersihan lingkungan besar-besaran selama tujuh hari untuk membasmi tempat perkembangbiakan nyamuk, termasuk mengosongkan bak air, membersihkan alat pertanian, dan melakukan penyemprotan dalam rumah dua kali sehari.
  • Isolasi mandiri 14 hari bagi warga yang baru datang dari wilayah terdampak.
  • Rumah sakit memasang pengumuman larangan pulang sebelum hasil tes darah keluar (yang membutuhkan waktu hingga tujuh jam).
  • Sekolah mewajibkan siswa mengirim foto sedang menggunakan losion anti-nyamuk setiap hari.
  • Keterlibatan aparat keamanan dan relawan dalam proses desinfeksi, karena jumlah tenaga pembersih sangat kurang.

Di berbagai sudut kota, tenda-tenda pemeriksaan didirikan di pinggir jalan. Petugas medis dengan pakaian hazmat melakukan tes darah dan pemeriksaan langsung di depan umum. Situasi ini sontak memicu trauma dan kekhawatiran akan kembali terulangnya karantina massal seperti masa COVID-19.

Penularan Melalui Hewan dan Lingkungan: Warga Diimbau Waspada

Meskipun nyamuk menjadi vektor utama penyebaran, wabah ini juga dapat menular lewat burung, kelelawar, dan beberapa jenis hewan lain. Masyarakat diimbau menghindari tempat dengan genangan air, rutin membersihkan lingkungan, serta mengurangi kontak dengan hewan liar.

Potensi Mutasi dan Ancaman Baru

Para pakar kesehatan menyatakan keprihatinan terhadap potensi mutasi virus chikungunya. Sebagai virus RNA rantai tunggal, pola mutasinya mirip dengan virus COVID-19 yang dikenal sangat cepat bermutasi. Jika tidak diantisipasi dengan baik, bukan tidak mungkin virus ini berkembang menjadi ancaman global baru.

Kisah Nyata: Lansia Jadi Korban, Penanganan Sempat Terkendala

Salah satu kisah menyentuh datang dari seorang lansia berusia lebih dari 70 tahun di Changzhou yang awalnya merawat cucu, lalu mendadak mengalami demam dan nyeri sendi parah. Ia sempat dirawat di rumah sakit kecil di kampung halamannya selama lebih dari 20 hari tanpa hasil, hingga akhirnya dipindahkan ke rumah sakit di Hangzhou dan terdiagnosis chikungunya.

Kesiapan Fasilitas Kesehatan: Rumah Sakit dan Tempat Tidur Isolasi Diperbanyak

Pemerintah Foshan telah menyiapkan 53 rumah sakit rujukan dan 7.220 tempat tidur isolasi khusus. Sementara itu, Pemerintah Fuzhou juga mewajibkan siapa saja yang baru tiba dari daerah risiko tinggi untuk menjalani pemantauan kesehatan selama 14 hari dan segera melapor jika muncul gejala.

Imbauan Pemerintah dan Penutup

Situasi terkini membuat pemandangan antrian tes PCR dan penyemprotan disinfektan di jalanan kota kembali menjadi hal lumrah. Pemerintah mengingatkan warga agar tetap tenang namun waspada, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan cairan anti-nyamuk, dan segera mencari bantuan medis jika merasakan gejala demam atau nyeri sendi hebat.

Warga berharap agar situasi ini tidak berkembang menjadi pandemi besar seperti COVID-19. Untuk saat ini, kewaspadaan, kerja sama, dan kedisiplinan menjadi kunci untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Ponsel Huawei Meledak: Pria Tiongkok Ini Alami Luka di Wajah dan Jari, Tuntutan Ganti Rugi Tak Digubris 

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang pria di Provinsi Henan, Tiongkok  mengunggah video yang memperlihatkan bahwa ponsel lipat Huawei Mate X6 yang baru dibelinya tiba-tiba meledak. Akibat insiden tersebut, wajah dan tiga jari tangannya terluka. Saat ia mendatangi gerai Huawei untuk meminta ganti rugi dan penjelasan, pihak toko terus menghindar dan tidak memberikan solusi. Pria tersebut kemudian mengunggah video untuk membeberkan kejadian ini ke publik daratan Tiongkok.

Dalam video yang beredar di internet, pria tersebut berdiri di depan sebuah gerai Huawei dan berkata: “Tanggal 11 Juli 2025 saya beli ponsel Huawei Mate X6 edisi kolektor ini dari toko ini. Baru dipakai 8 hari, pada 19 Juli, ponsel meledak saat saya menerima telepon—bahkan belum sempat dijawab.”

“Tiga jari tangan saya luka, wajah saya juga terbakar. Saya membuat video ini untuk menarik perhatian masyarakat, agar hati-hati dengan Huawei X6 ini.”

Dalam video tersebut, ia menunjukkan jari tangannya yang terluka dan nota pembelian ponsel.

Ia menyatakan bahwa ponsel tersebut baru digunakan selama 8 hari sebelum meledak. Ketika ia mendatangi toko untuk meminta pertanggungjawaban, pihak toko terus mengelak dan hingga kini belum ada penyelesaian.

Selama proses perekaman video, seorang karyawan wanita dari dalam toko Huawei muncul dan mencoba menghentikan pengambilan gambar, namun dengan cepat kembali masuk ke dalam toko.

Huawei selama ini mengklaim bahwa teknologinya “jauh lebih unggul”. Namun, berbagai model ponsel lipatnya terus-menerus mengalami kerusakan, dan banyak pengguna yang gagal mendapatkan solusi di toko. Akibatnya, mereka membongkar masalah ini ke publik, sambil memperingatkan masyarakat agar tidak terjebak propaganda “nasionalisme semu” yang digembar-gemborkan Huawei.

Pada 25 Juli, seorang netizen mengunggah video sambil berkata: “Katanya unggul jauh, sial… Layar wallpaper hilang sendiri, layar besar tiba-tiba gak bisa disentuh. HP ini harganya lebih dari 10 ribu yuan, tapi bikin kecewa berat. Mau ambil gratis juga silakan.”

Dalam video tersebut, ia juga menunjukkan ponsel Huawei Mate X6.

Seorang wanita dari Sichuan yang juga membeli Huawei Mate X6 melaporkan bahwa ponselnya bocor cairan (leak) padahal tidak pernah jatuh atau rusak, dan baru dibeli dua bulan.

Saat ia menghubungi gerai Huawei, pihak toko menyalahkan pengguna, mengklaim bahwa kerusakan terjadi karena kelalaian pribadi, meskipun ponsel masih dalam masa garansi satu tahun. Mereka menyuruh sang wanita membayar sendiri biaya perbaikan, yang membuatnya sangat marah.

Ia meminta laporan hasil pemeriksaan teknis, namun karyawan tidak bisa menunjukkan bukti apa pun. Wanita itu pun menuduh Huawei melakukan penipuan dan membohongi konsumen dengan dalih pemeriksaan kualitas.

Huawei adalah perusahaan yang memiliki latar belakang militer Partai Komunis Tiongkok (PKT), telah lama dituduh melakukan spionase dan pengumpulan data ilegal. Perusahaan in telah dijatuhi sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat. Namun, di dalam negeri, Huawei justru dipuja-puji oleh pemerintah Tiongkok.Perusahaan ini memanfaatkan sentimen nasionalisme untuk menjual produknya.

Sayangnya, kualitas produk Huawei kini makin diragukan. Semakin banyak pengguna yang mengungkapkan di internet bahwa ponsel Huawei mengalami ledakan, kebocoran cairan, dan kerusakan lainnya, sementara perusahaan terus mengelak dari tanggung jawab dan enggan menanggapi keluhan konsumen. Akibatnya, semakin banyak warga daratan Tiongkok yang mulai memboikot produk Huawei. (Hui/asr)

Laporan oleh Luo Tingting / Wen Hui – NTDTV

Banjir Guangdong: Ribuan Rumah Terendam, Pemerintah Tega ‘Korbankan’ Warga demi Proyek Elit?”

EtIndonesia. Dalam beberapa hari terakhir, Provinsi Guangdong, Tiongkok,  kembali diterpa bencana banjir besar yang memporak-porandakan berbagai wilayah. Musibah ini tidak hanya menyebabkan kepanikan luar biasa di tengah masyarakat, tapi juga memunculkan gelombang kritik tajam terhadap pemerintah yang dinilai gagal mengantisipasi, bahkan dianggap memperparah dampak bencana. 

Berikut ulasan lengkap kondisi terkini, deretan fakta di lapangan, serta kontroversi yang menyelimuti penanganan banjir di Guangdong.

Banjir Mendadak di Malam Hari, Warga Tak Siap Menyelamatkan Diri

Pada 4 Agustus 2025 sekitar pukul 20 : 00 waktu setempat, hujan deras tiba-tiba mengguyur Distrik Duanzhou dan Dinghu, Kota Zhaoqing. Dalam hitungan menit, air meluap dan membanjiri berbagai wilayah, termasuk kampus Universitas Bisnis Zhaoqing, Universitas Zhaoqing, kawasan Beilingshan, hingga kawasan wisata Dinghushan. Air bah begitu kuat hingga menerobos lobi hotel, menyeret banyak orang ke tengah arus deras.

Beberapa korban tewas tersetrum listrik, sementara yang lain masih berjuang menyelamatkan diri. Banjir juga menyebabkan gua-gua di perbukitan jebol, menghantam rumah-rumah warga. Di tengah malam yang gelap dan mencekam, warga hanya bisa bertahan semampunya sambil berharap air segera surut.

Seorang warga tampak mencoba menenangkan diri di atas mobil yang sudah terendam. Pada bagian depan mobilnya tertulis kalimat penuh harap: “Guangzhou Patu Winery, bertahanlah!” Banyak warga memilih berlari mencari tempat aman saat air surut, namun gelombang banjir terus datang silih berganti.

Kebijakan Pemerintah Dinilai Malah Memperburuk Situasi

Seperti bencana sebelumnya, pemerintah daerah turun ke lapangan dan menutup akses jalan di beberapa terowongan yang rawan. Namun langkah ini justru menuai kritik keras: air berlumpur dari gunung malah mengalir deras ke kedua sisi, menghancurkan deretan toko dan usaha warga.

Seorang pemilik toko menuturkan kekecewaannya: “Dua toko saya, dengan stok barang lebih dari satu miliar rupiah, semua terendam. Seumur hidup baru kali ini mengalami bencana separah ini.”

Kondisi kota pun semakin kacau—mobil-mobil terendam, suara klakson bersahutan tiada henti, dan pemandangan malam berubah menjadi kepanikan massal.

Viral di Media Sosial, Tapi Tak Masuk Trending

Menurut laporan Jimu News, sejak pagi hingga malam tanggal 4 Agustus 2025, hujan deras hingga ekstrem terus mengguyur Zhaoqing dan sekitarnya. Banyak kawasan tergenang, toko-toko terendam, dan aktivitas lumpuh total. Anehnya, di platform media sosial seperti Weibo, musibah sebesar ini justru tak masuk trending topic nasional. Banyak netizen mempertanyakan mengapa banjir terparah dalam 100 tahun terakhir ini justru “disembunyikan” dari sorotan utama.

Pemerintah Tiongkok dinilai tak benar-benar peduli pada rakyat yang kehilangan rumah dan harta benda. Banyak isu besar seperti ini “dikunci” dari pemberitaan utama, sementara isu-isu sepele justru dimunculkan ke permukaan.

Dongguan dan Shenzhen: Kota Industri Tak Luput dari Terjangan Banjir

Keesokan harinya, 5 Agustus 2025, video-video viral menunjukkan Kota Dongguan juga dikepung banjir semalam suntuk. Salah satu caption video bahkan menyindir: “Semalam masih baik-baik saja, pagi-pagi bangun sudah tak bisa keluar rumah.” 

Bus kota terendam, dan meski kondisi parah, banyak warga tetap memaksakan diri berangkat kerja. Para kurir makanan tetap mengantar pesanan di tengah genangan air—potret kerasnya hidup rakyat Tiongkok yang harus menghadapi bencana tanpa perlindungan.

Dongguan selama ini dikenal sebagai kota makmur, namun sistem drainasenya dinilai gagal total. Mobil-mobil pribadi dan kendaraan umum terendam, warga merugi besar karena pemerintah tidak juga memperbaiki infrastruktur. 

“Semuanya habis, bahkan tikus pun tak ada tempat berlindung,” keluh salah satu warga.

Kondisi serupa terjadi di Shenzhen. Pada 5 Agustus 2025 pagi, jalanan berubah jadi sungai, pabrik dan toko pakaian terendam, aktivitas ekonomi lumpuh. Pemerintah Shenzhen bahkan mengeluarkan peringatan merah untuk hujan deras, yang terakhir kali terjadi pada 2018.

Pelepasan Air Bendungan Diam-diam: Kebiasaan yang Mengundang Petaka

Yang mengejutkan, musibah banjir tahun ini juga dipicu oleh kebiasaan buruk pemerintah: pelepasan air bendungan tanpa peringatan. Di sepanjang Sungai Shima, 15 bendungan kecil di Dongguan sekaligus membuka pintu air di malam hari, menyebabkan kawasan industri, pabrik, hingga perumahan warga terendam habis-habisan.

Pak Xie, pemilik pabrik, kepada media asing menuturkan : “Semalam hujan deras, tiba-tiba bendungan-bendungan dibuka, semua banjir. Dua mobil saya tenggelam, saya baru sadar ketika air sudah naik setinggi badan. Puluhan juta rupiah lenyap, hasil kerja bertahun-tahun habis sudah.”

Pak Chen, pekerja pabrik di Fenggang, juga mengatakan : “Hujan deras mulai jam tiga pagi, tak ada info bendungan akan dibuka. Setengah empat air sudah naik drastis, lantai satu penuh lumpur, semua mobil terendam, tak ada tempat tidur lagi.”

Bahkan alarm banjir baru dinyalakan setelah listrik padam dan rumah sudah tergenang air, menambah kesan bahwa pemerintah sengaja “mengorbankan” rakyat.

Banjir Bukan Sekadar Musibah Alam, tapi Juga Akibat Kelalaian Pemerintah

Musim hujan selalu menjadi momok di Tiongkok, namun yang paling memprihatinkan adalah kebiasaan pemerintah yang berulang kali melepaskan air bendungan tanpa peringatan, bahkan hingga dini hari. Tindakan ini dianggap banyak pihak sebagai bentuk pengabaian terhadap keselamatan warga, bahkan disebut setara dengan “mengorbankan nyawa rakyat.”

Sebuah video viral memperlihatkan seorang pejabat berkata : “Tidak mungkin pelepasan air bendungan diumumkan lebih dulu. Kalau diberitahu, rakyat pasti menuntut ganti rugi. Tapi kalau dilepas diam-diam, bisa diklaim sebagai bencana alam. Setelah itu, cukup berikan mie instan ke korban, mereka akan berterima kasih.”

Tragedi Serupa Berulang, Pemerintah Tak Pernah Belajar

Dari tragedi banjir Zhengzhou tahun 2021, Hebei 2023, hingga Guangdong kali ini, pola penanganan pemerintah selalu sama: abai, menutupi fakta, dan minim tanggung jawab. Bahkan, ada laporan pemerintah mengirim pekerja untuk membobol tanggul di tengah malam, meski warga menolak keras. Akibatnya, desa-desa sekitar tenggelam dalam sekejap.

Semua ini hanya demi menyelamatkan proyek mercusuar seperti Xiong’an dan kawasan prioritas lain, dengan mengorbankan wilayah-wilayah lain yang dianggap kurang penting. Ironisnya, Tiongkok adalah negara dengan bendungan terbanyak di dunia—lebih dari 80 ribu unit—namun rakyatnya selalu jadi korban, baik saat musim kering maupun musim hujan.

Rakyat Tiongkok Mulai Sadar, Propaganda Tak Lagi Menenangkan

Kini, tindakan pelepasan air bendungan secara sembarangan terjadi di banyak daerah, tanpa mempertimbangkan keselamatan jiwa dan harta rakyat. Pemerintah terus menebar janji manis dan propaganda, namun di balik layar, mereka dinilai semakin dingin dan tak punya belas kasihan. Perlahan tapi pasti, rakyat mulai sadar bahwa air mata dan darah mereka selama ini hanyalah “harga” yang dianggap wajar oleh penguasa.

Kesimpulan:  Banjir besar di Guangdong sekali lagi membuka mata publik akan lemahnya tanggap darurat dan minimnya kepedulian pemerintah terhadap rakyat kecil. Musibah ini menjadi potret buram penanganan bencana di Tiongkok, di mana nyawa manusia seolah tak lebih berharga dari proyek-proyek pemerintah. Tragedi demi tragedi pun terus berulang, sementara rakyat hanya bisa bertahan di tengah kepedihan dan keputusasaan.