Yang Menentukan Masa Depan Anak Bukanlah Sekolah Terbaik, Melainkan Pola Pikir Orangtua dan Kebijaksanaan dalam Pendidikan Keluarga

EtIndonesia. Banyak orangtua rela mengeluarkan biaya besar demi memasukkan anak ke taman kanak-kanak atau sekolah terbaik, dengan harapan memberi masa depan yang lebih baik.

Memang benar bahwa sekolah yang lebih baik menyediakan lingkungan tumbuh kembang yang lebih unggul. Namun, itu bukanlah faktor penentu utama masa depan anak, bahkan pengaruhnya jauh lebih kecil dari yang kita bayangkan.

Di Jiangsu, ada seorang siswa yang menjadi juara ujian masuk perguruan tinggi (gaokao). Sejak kecil, orangtuanya sangat menekankan pengembangan kemampuan belajar. Nilai akademiknya di SD dan SMP selalu menonjol. Saat masuk SMA, mereka dihadapkan pada pilihan nyata: dia bisa dengan mudah masuk ke sekolah unggulan, namun jaraknya jauh dari rumah, dan sekolah tersebut tidak menyediakan asrama. Artinya, setiap hari dia harus menempuh perjalanan lebih dari dua jam. Sementara itu, di dekat rumahnya ada SMA biasa yang hanya berjarak beberapa menit jalan kaki. Meski orangtuanya menginginkan dia masuk sekolah unggulan, sang anak memilih SMA biasa di dekat rumah. Tiga tahun kemudian, sekolah tersebut tidak menghalangi langkahnya menjadi juara gaokao.

Kisah ini membuktikan bahwa inti dari membina kualitas diri anak bukanlah semata-mata tergantung pada sekolah. Kebanyakan orangtua justru belum berhasil membentuk kemampuan belajar anak, sehingga anak menjadi sangat bergantung pada guru dan sekolah.

Laporan terkenal dari Coleman menyatakan bahwa lebih dari 90% kualitas diri anak ditentukan oleh orangtua. Artinya, pendidikan keluarga yang menentukan masa depan dan sejauh mana anak bisa melangkah dalam hidup, bukan sekolah. Sistem pendidikan kita saat ini lebih menekankan pada pendidikan standar dan penguasaan pengetahuan. Sementara kualitas inti lainnya harus dibentuk secara sadar melalui interaksi harian dalam keluarga.

Sebagai contoh, kemampuan membaca dan memahami teks seharusnya sudah mulai dibentuk sejak usia dini. Namun banyak orangtua berpikir bahwa hal itu baru perlu diajarkan setelah anak masuk sekolah, sehingga melewatkan masa sensitif yang paling baik untuk pengembangan kemampuan tersebut.

Contoh lainnya adalah konsentrasi. Ini juga harus mulai dilatih sejak anak masih kecil. Sayangnya, banyak orangtua belum menyadari seriusnya masalah ini. Akibatnya, setelah anak masuk sekolah, 90% siswa SD mengalami gangguan konsentrasi. Misalnya, tidak bisa fokus saat pelajaran; mencoret-coret buku; tidak bisa menjawab pertanyaan; mengganggu teman lain; tidak menyelesaikan tugas di kelas; sering kehilangan alat tulis; atau dalam ujian tidak tertarik pada soal-soal hitungan yang membutuhkan ketelitian, enggan memeriksa jawaban, dan tulisan yang berantakan.

Ada anak-anak yang memiliki semangat belajar tinggi—ingin belajar piano, sepatu roda, atau catur—namun tidak bisa bertahan lama. Mereka selalu punya alasan: guru tidak adil, merasa tidak mampu, atau kurang motivasi. Bahkan ada yang menunjukkan gejala depresi ringan. Dalam kehidupan sehari-hari: kamar berantakan meskipun sudah berkali-kali diingatkan; tidak bisa makan dengan baik karena main sambil makan; mandi terlalu lama; tidak bisa mengerjakan PR sendiri; menunda pekerjaan; dan enggan membantu pekerjaan rumah. Anak yang tidak memiliki konsentrasi, akan kesulitan berhasil dalam hal apa pun.

Semua kualitas dasar ini harus dibentuk oleh orangtua secara sadar dalam kehidupan sehari-hari—karena hidup adalah pendidikan. Namun banyak orangtua baru menyadari masalah tersebut setelah anak menunjukkan tanda-tanda kesulitan, lalu mengandalkan lembaga les atau bimbingan belajar. Mereka berdalih tidak punya waktu atau tidak cukup pengetahuan, dan akhirnya menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada orang lain. Padahal, peran pendidikan dalam keluarga tidak bisa digantikan oleh sekolah ataupun lembaga bimbingan belajar mana pun.

Akar dari permasalahan ini adalah kurangnya pemahaman orangtua tentang pendidikan serta kurangnya kebijaksanaan dalam pendidikan keluarga modern. Saya pernah membahas ini dalam artikel saya yang lain, “Mengenal Pendidikan Karakter dengan Benar, dan Keluar dari Kesalahan Umum Pemahaman Mayoritas”. Ini hanyalah salah satu contoh kesalahan dalam pola pikir. Jika pengetahuan dasar kita tentang pendidikan saja keliru atau dangkal, maka akan sulit menemukan solusi yang ilmiah dan tepat. Masalah pendidikan anak akan terus menumpuk, bahkan akan muncul masalah-masalah baru seiring waktu.

Karena itulah saya pernah menyebut : “Pajak pemahaman pendidikan adalah pajak termahal di dunia.” Kesalahan dalam memahami pendidikan tidak hanya membuat kita mengeluarkan lebih banyak biaya, tetapi juga menyia-nyiakan waktu emas anak untuk mengatasi masalah. Dan itu adalah beban berat yang tidak sanggup ditanggung oleh setiap anak.

Hanya jika orangtua mau secara aktif meningkatkan pemahaman mereka tentang pendidikan dan kebijaksanaan dalam membina keluarga, barulah anak-anak kita bisa mengembangkan keunggulan dan karakter mereka secara maksimal, tumbuh menjadi kebanggaan keluarga, dan menjadi tulang punggung masa depan bangsa.(jhn/yn)

Kekurangan Magnesium Terkait dengan Depresi dan Cara Mengatasinya Secara Efektif

Strategi nutrisi yang dipersonalisasi menawarkan harapan baru bagi kekurangan magnesium dan gangguan suasana hati

oleh: Zena le Roux

Selama berbulan-bulan, Marcia Rossouw merasa ada yang tidak beres.

 “Aku tidak menangis sepanjang waktu, tapi aku mengalami kecemasan tingkat rendah yang konstan dan perasaan berat aneh yang sulit dihilangkan,” katanya kepada The Epoch Times.

Tidur tidak lagi terasa menyegarkan. Motivasi menurun, bahkan tugas-tugas kecil terasa berat. Ketika ia berkonsultasi dengan dokter pengobatan fungsional, sang dokter menanyakan pola makannya dan melakukan pemeriksaan nutrisi yang lebih mendetail, yang kemudian menunjukkan kadar magnesium yang rendah. Dengan beberapa perubahan dalam pola makan dan suplemen yang tepat, kabut mental perlahan mulai menghilang.

Jika Anda merasa serupa, mungkin Anda perlu bertanya: Apakah kadar magnesium yang rendah menjadi bagian dari penyebabnya? Magnesium memainkan peran penting dalam pengaturan suasana hati, namun diperkirakan 45 persen penduduk Amerika Serikat tidak mendapatkan cukup magnesium.

Bagaimana Magnesium Mempengaruhi Suasana Hati

Sebuah studi besar terhadap lebih dari 13.000 orang menemukan hubungan kuat antara kadar magnesium dan depresi. Studi ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu poin dalam skor kekurangan magnesium seseorang akan meningkatkan risiko depresi sebesar 13 persen.

Skor kekurangan magnesium adalah alat yang membantu mengidentifikasi individu yang mungkin memiliki kadar magnesium rendah dengan melihat faktor risiko umum seperti penggunaan obat tertentu, konsumsi alkohol, atau masalah ginjal.

Menurunkan skor kekurangan magnesium—dengan memperbaiki pola makan atau mengatasi faktor risiko—dapat membantu mencegah atau bahkan mengurangi gejala depresi.

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam Nutrition Reviews dan melibatkan lebih dari 63.000 orang menemukan bahwa mereka yang memiliki asupan magnesium tertinggi memiliki risiko depresi 34 persen lebih rendah dibandingkan mereka dengan asupan terendah.

Lalu, Bagaimana Magnesium Terkait dengan Suasana Hati?

Magnesium membantu mengatur zat kimia penting di otak yang terlibat dalam pengendalian suasana hati, seperti glutamat dan GABA (gamma-aminobutyric acid). Ketika kadar magnesium rendah, sistem ini bisa menjadi tidak seimbang, yang dapat mempersulit tubuh untuk mengatasi stres dan meningkatkan risiko depresi.

“Magnesium memainkan peran penting dalam mendukung sistem GABA, yang esensial untuk relaksasi dan pengurangan stres,” kata Dr. Nathali Morrow, seorang dokter umum integratif-fungsional, kepada The Epoch Times.

Selain itu, kekurangan magnesium juga bisa merusak neuron, kata Sue-Ellen Anderson-Haynes, ahli diet terdaftar dan pendiri 360Girls&Women B.E.A.T Gestational Diabetes.

 “Ini bisa muncul dalam bentuk depresi,” tambahnya.

Kekurangan magnesium juga dapat meningkatkan peradangan dan stres oksidatif, keduanya terkait dengan depresi. Magnesium juga dapat memengaruhi area otak penting seperti amigdala dan hipotalamus, yang berperan dalam mengatur suasana hati.

Penyebab Umum Kekurangan Magnesium

Sebelum membahas cara mengatasinya, penting untuk memahami apa saja yang dapat menurunkan kadar magnesium.

Stres merupakan faktor utama, kata Katrina Farrell, terapis nutrisi terdaftar, kepada The Epoch Times.

 “Ketika Anda stres—baik jangka pendek maupun berkepanjangan—tubuh Anda melepaskan magnesium sebagai bagian dari respons stres. Artinya, stres dapat dengan cepat menguras cadangan magnesium Anda,” jelasnya.

Dengan kata lain, lebih banyak magnesium akan dikeluarkan oleh ginjal ketika seseorang mengalami stres.

Konsumsi kafein berlebihan, serta pengolahan makanan dan pemurnian biji-bijian, juga dapat menguras magnesium. Merebus makanan kaya magnesium seperti bayam atau kacang-kacangan dapat menyebabkan kehilangan magnesium karena mineral tersebut larut dalam air rebusan. Memilih makanan mentah dan utuh menawarkan sumber magnesium alami yang lebih kuat, kata Farrell.

Berapa Banyak Magnesium yang Dibutuhkan Setiap Hari?

Mengingat pengaruh magnesium terhadap suasana hati, mendapatkan asupan yang cukup setiap hari sangatlah penting.

Meta-analisis dalam Nutrition Reviews menemukan bahwa setiap tambahan 100 miligram magnesium per hari menurunkan risiko depresi sebesar 7 persen. Manfaat terbesar terlihat ketika asupan meningkat dari sekitar 170 menjadi 370 miligram per hari.

Meskipun temuan ini menunjukkan bahwa asupan lebih tinggi bisa menguntungkan, terutama bagi kesehatan mental, National Institutes of Health memperingatkan bahwa magnesium dari suplemen sebaiknya tidak melebihi 350 miligram per hari karena konsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek samping. Batas ini tidak berlaku untuk magnesium yang berasal dari makanan alami.

Sebagai referensi:

  • 1 cangkir bayam matang mengandung sekitar 150 mg magnesium
  • 1 ons almond mengandung sekitar 80 mg
  • ½ cangkir kacang hitam mengandung sekitar 60 mg

Beberapa bentuk suplemen magnesium lebih mudah diserap tubuh, seperti magnesium treonat, glisinat, dan sitrat.

Mengatasi Kekurangan dengan Nutrisi Presisi

Meskipun mengonsumsi makanan kaya magnesium dan suplemen dapat membantu banyak orang, sebagian orang membutuhkan pendekatan yang lebih disesuaikan, terutama ketika menyangkut suasana hati seperti depresi. Di sinilah peran nutrisi berbasis presisi (precision nutrition).

Alat-alat baru ini membantu praktisi medis melampaui saran umum dan memberikan perawatan yang lebih individual.

Berikut adalah alat diagnosis presisi yang tidak secara langsung mengobati kekurangan magnesium, namun membantu mengidentifikasi ketidakseimbangan atau masalah penyerapan. Setelah hasil tes diperoleh, praktisi dapat merancang intervensi berdasarkan data tersebut—misalnya menyesuaikan bentuk atau dosis suplemen, mengatasi kekurangan ko-nutrien, atau menargetkan kesehatan usus, berdasarkan kebutuhan unik pasien.

Skor Kekurangan Magnesium

Alih-alih bergantung pada tes darah standar—yang tidak mencerminkan jumlah magnesium yang disimpan dalam tubuh—praktisi kini menggunakan alat seperti skor kekurangan magnesium.

Skor ini mempertimbangkan faktor-faktor seperti konsumsi alkohol, obat-obatan seperti proton pump inhibitor atau diuretik, diabetes, dan fungsi ginjal untuk mengidentifikasi orang-orang yang kemungkinan besar kekurangan magnesium, meskipun hasil tes darah mereka terlihat normal.

Rencana Suplemen Magnesium yang Dipersonalisasi

Tes baru seperti tes magnesium sel darah merah atau tes magnesium intraseluler kini dapat mengukur kadar magnesium di dalam sel darah merah, yang memberikan gambaran lebih baik tentang status jangka panjang. Berdasarkan data ini, praktisi fungsional dapat menyesuaikan bentuk dan dosis magnesium sesuai kebutuhan individu.

Nutrisi Berbasis Genotipe

Beberapa tes gen terbaru meneliti bagaimana tubuh menyerap dan menggunakan magnesium. Variasi genetik dapat memengaruhi seberapa baik seseorang menyerap atau mempertahankan magnesium, yang pada akhirnya dapat membimbing strategi diet dan suplementasi yang lebih personal.

Rekomendasi Berdasarkan Mikrobioma

Karena magnesium diserap di usus, tes tinja kini digunakan untuk mendeteksi ketidakseimbangan mikrobioma yang dapat menghambat penyerapan.

Meningkatkan kesehatan usus dengan prebiotik, probiotik, atau makanan fermentasi dapat meningkatkan penyerapan magnesium dan mendukung suasana hati.

Alat Pelacak Pola Makan Pintar

Aplikasi baru dapat mendeteksi asupan magnesium yang rendah dengan menganalisis makanan yang Anda konsumsi.

Beberapa bahkan menghubungkan asupan nutrisi dengan perubahan suasana hati dari waktu ke waktu, membantu pengguna memahami bagaimana magnesium mungkin memengaruhi perasaan mereka. (asr)

Obat Diabetes Ini Bisa Melipatgandakan Risiko Penyakit Mata Diabetik pada Penderita yang Sudah Berisiko

Sebuah studi dunia nyata baru-baru ini melacak hasil penglihatan sebelum dan sesudah pasien memulai pengobatan tirzepatide

oleh : George Citroner

Tirzepatide—obat diabetes populer yang dijual dengan nama Mounjaro dan Zepbound—dapat melipatgandakan risiko berkembangnya penyakit mata diabetik berat yang mengancam penglihatan pada pasien yang sudah mengalami kerusakan mata. Laporan ini berdasarkan  sebuah studi besar yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Diabetologia.

Penelitian ini menemukan bahwa 1,1 persen pengguna tirzepatide mengalami proliferative diabetic retinopathy (PDR)—bentuk serius dari penyakit mata diabetik yang dapat menyebabkan kebutaan—dibandingkan dengan hanya 0,5 persen pasien yang tidak menggunakan obat tersebut.

Sebagian besar kasus terjadi pada pasien yang sudah memiliki kerusakan ringan pada retina akibat diabetes.


Data dari Hampir 7.000 Pasien

Para peneliti menganalisis catatan medis elektronik dari lebih dari 6.800 orang dewasa penderita diabetes tipe 2 di Imperial College London Diabetes Centre. Studi ini membandingkan 3.435 pasien yang menggunakan tirzepatide selama minimal enam bulan dengan jumlah pasien yang sama yang tidak menggunakan obat tersebut.

Penelitian ini difokuskan pada pasien yang telah menjalani skrining mata baik sebelum maupun sesudah tirzepatide tersedia di klinik pada Oktober 2022. Para pasien dicocokkan dengan cermat berdasarkan jenis kelamin, lama menderita diabetes, kadar gula darah awal, status kesehatan retina, dan obat-obatan lain yang digunakan.

Pada populasi penderita diabetes secara umum, prevalensi PDR berkisar antara 2,3 persen hingga 7,5 persen.

Peneliti menemukan bahwa penggunaan tirzepatide dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan lebih dari dua kali lipat—yakni 115 persen—untuk mengembangkan PDR dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan obat ini. Ini setara dengan sekitar tujuh kasus per 1.000 orang per tahun di antara pengguna tirzepatide.

Pada PDR, pembuluh darah baru yang abnormal (neovaskularisasi) tumbuh di retina—dan kemungkinan juga di cakram optik—yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan jika tidak ditangani.

Kondisi ini merupakan tahap paling parah dari retinopati diabetik, komplikasi dari diabetes.

Jika tidak ditangani, dampaknya bisa mencakup perdarahan vitreus, lepasnya retina, dan glaukoma neovaskular, yang semuanya bisa menyebabkan kebutaan.
Pilihan pengobatan seperti fotokoagulasi laser, suntikan, dan operasi dapat membantu mencegah atau mengurangi kehilangan penglihatan.


Waktu dan Faktor Risiko

Waktu rata-rata terdeteksinya PDR adalah sekitar 11 bulan setelah memulai tirzepatide. Sebagian besar pasien telah memiliki kerusakan ringan dan pembengkakan pada retina akibat diabetes.

Pasien yang tidak memiliki kerusakan retina sebelumnya memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami komplikasi retina. Di antara kelompok ini, penggunaan tirzepatide dikaitkan dengan penurunan risiko sebesar 27 persen untuk mengalami retinopati apa pun selama masa tindak lanjut.


Perubahan Gula Darah yang Mendadak dan Risiko Mata

Tirzepatide bekerja dengan meniru hormon tubuh yang merangsang pelepasan insulin dan menekan nafsu makan, sehingga menyebabkan penurunan kadar gula darah yang signifikan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penurunan kadar gula darah yang cepat terkadang dapat memicu perburukan awal retinopati diabetik, kemungkinan karena perubahan mendadak ini memberi tekanan pada pembuluh darah retina yang rapuh.

Fenomena ini telah lama dikaitkan dengan pengendalian gula darah yang sangat ketat, kata Dr. Meenal Agarwal, seorang optometris bersertifikat yang tidak terlibat dalam studi ini.
Penurunan gula darah dapat mengubah aliran darah dan mengganggu penghalang darah-retina, yang bisa memperburuk kerusakan retina, tambahnya.

Meskipun pasien dalam studi ini mengalami penurunan rata-rata HbA1c yang relatif ringan—sekitar 0,4 persen (yang mencerminkan rata-rata kadar glukosa selama 2–3 bulan terakhir)—namun hubungan dengan peningkatan PDR menunjukkan bahwa penurunan gula darah secara cepat mungkin bukan satu-satunya faktor risiko utama.

“Namun,” tambah Agarwal, “Ini bukan berarti kita harus menghindari tirzepatide pada pasien-pasien ini, tetapi harus memulai dengan pemantauan yang tepat dan penurunan gula darah yang bertahap.”


Pentingnya Memantau Kesehatan Mata

Temuan ini menegaskan kembali pentingnya protokol pemantauan mata secara rutin bagi pasien yang memulai pengobatan tirzepatide, terutama bagi mereka yang sudah memiliki kerusakan retina.

Pasien yang diresepkan obat ini perlu diedukasi mengenai tanda-tanda awal perburukan retinopati diabetik, kata Agarwal.

Gejala peringatan tersebut meliputi:

  • Perubahan penglihatan secara mendadak
  • Titik-titik gelap atau bayangan (disebut skotoma) di penglihatan pusat atau tepi
  • Kilat cahaya, yang mungkin menandakan tarikan atau pelepasan retina
  • Distorsi garis lurus, yang bisa menandakan adanya edema makula (pembengkakan retina pusat)

Strategi utama untuk mencegah atau mengelola perburukan retinopati pada pasien yang menggunakan terapi penurun gula darah meliputi mengendalikan gula darah dan kadar lemak (lipid), serta menurunkan kadar gula darah secara bertahap untuk menghindari penurunan HbA1c yang terlalu cepat—terutama pada pasien dengan diabetes yang sudah lama tidak terkontrol dengan baik, tambah Agarwal.

Para peneliti mencatat bahwa meskipun tirzepatide menawarkan manfaat besar dalam mengendalikan gula darah dan pencegahan komplikasi jangka panjang akibat diabetes, para dokter harus mempertimbangkan risikonya dengan cermat, terutama pada pasien dengan penyakit mata yang sudah ada sebelumnya.

Eli Lilly and Co., perusahaan farmasi yang memproduksi tirzepatide, tidak menanggapi permintaan komentar dari media.


Tentang Penulis: George Citroner meliput topik kesehatan dan pengobatan, termasuk kanker, penyakit menular, dan kondisi neurodegeneratif. Ia menerima penghargaan Media Orthopaedic Reporting Excellence (MORE) pada tahun 2020 untuk laporannya tentang risiko osteoporosis pada pria.

Semakin Rendah Tingkat Kognisi Seseorang, Semakin Sok Tahu Segalanya

EtIndonesia. Pernahkah kamu bertemu orang seperti ini? Belum banyak membaca, tapi selalu merasa paling tahu dan gemar berkomentar di segala situasi. Baru menonton beberapa video sains populer, langsung merasa diri sudah sangat berilmu dan ingin pamer ke mana-mana. Begitu mendengar pendapat yang berbeda dengan dirinya, langsung menolak mentah-mentah dan bahkan ingin “mengajari” orang lain.

Semua itu sangat tepat menggambarkan kalimat dari penulis Shuimu Ran: “Orang yang merasa bisa segalanya, justru seringkali adalah yang paling tidak tahu apa-apa.”

Mereka pikir sudah tahu banyak, padahal sejatinya tingkat kognisinya sangat rendah.

1. Pengetahuan Serpihan Tak Membuatmu Cerdas

Saya sepakat dengan apa yang dikatakan akademisi Bao Pengshan: “Pengetahuan yang terfragmentasi, bukanlah pengetahuan sejati.”

Tapi sayangnya, banyak orang justru gemar menyerap informasi secara instan dan tidak utuh— Nonton film hanya lewat ringkasan 3 menit, baca buku hanya lewat kutipan, dan merasa sudah memahami dunia.

Mereka mengumpulkan potongan informasi tak utuh seperti mozaik, lalu merasa layak untuk membahas berbagai topik—padahal, apa yang mereka ketahui tak bisa benar-benar dipakai.

Akun edukasi @Qiaomi pernah membagikan pengalamannya.

Dulu, dia sering belajar hanya dengan membaca timeline media sosial dan nonton video pendek. Saat itu, dia merasa sangat hebat: bisa bahas politik global, teknik basket, tren industri—semuanya seperti di luar kepala.

Tapi saat berdiskusi tentang sastra, dan seseorang bertanya tentang sejarah aliran puisi, dia langsung terdiam. Dia tak bisa menjawab satu hal pun.

Inilah bahayanya pengetahuan instan: Informasi dangkal dan serampangan tak akan pernah bisa membentuk pemahaman mendalam dan sistem berpikir yang solid.

Profesor Zhao Dongmei dari Universitas Peking mengatakan: “Tanpa sistem pengetahuan yang utuh, kamu hanya akan jadi korban dari informasi yang tidak utuh.”

Pengetahuan yang terpotong-potong membuat pikiran menjadi kabur dan membingungkan. Alih-alih memperkaya jiwa, informasi seperti itu justru mengikis kemampuan berpikir yang sehat.

Seperti kata kolumnis David Brooks: “Internet tidak membuat manusia jadi lebih tahu, justru menciptakan era baru: era ketidaktahuan yang tersembunyi.”

Hanya dengan belajar secara sistematis dan berpikir mendalam, seseorang bisa lolos dari jebakan pengetahuan palsu.

2. Semakin Tidak Tahu, Semakin Keras Bicara

Peneliti sejarah Li Yunsheng dari Anhui pernah menceritakan pengalaman menarik.

Suatu hari dia naik bus dan mendengar seorang pemuda memperkenalkan Kota Hefei kepada temannya dari luar kota.

 “Dulu Hefei namanya Luzhou, sayang banget ya diganti,” kata si pemuda.

Li Yunsheng yang mendengar, lalu menyela: “Maaf, Hefei dan Luzhou itu wilayah yang berbeda, tidak bisa disamakan.”

Tapi si pemuda langsung membalas dengan nada mengejek: “Yang kamu maksud mungkin Luzhou di Sichuan. Yang saya bilang ini adalah Luzhou, nama lama dari Hefei. Kamu ngerti nggak sih?”

Li Yunsheng hanya menggeleng dan pergi.

Kemudian dalam artikelnya, dia menjelaskan: “Nama Hefei sudah muncul sejak Dinasti Qin, sementara Luzhou baru ada di Dinasti Sui, beda 800 tahun. Dalam sejarah, keduanya memang sempat eksis bersamaan, tapi wilayah administratifnya berbeda.”

Banyak orang di sekitar kita bersikap seperti pemuda itu: Mereka yakin bahwa apa yang mereka tahu adalah kebenaran mutlak, dan merasa paling pintar di ruangan.

Padahal, di mata orang yang benar-benar berilmu, mereka hanya tampak seperti badut yang percaya diri berlebihan.

Contoh lain datang dari atlet bola voli profesional @Jingxi.

Suatu kali, dia mengunjungi lapangan milik temannya dan melihat sekelompok siswa sedang latihan voli. Dia pun ikut bermain dan memberi sedikit bimbingan.

Namun salah satu orangtua yang melihat berkata: “Kamu sudah terlalu tua buat belajar teknik yang benar. Saya lihat gerakanmu juga nggak standar. Kamu pasti belajar otodidak, ya?”

Jingxi hanya tersenyum dan mengangguk.

Temannya yang melihat itu kesal dan bertanya kenapa dia tak menjelaskan bahwa dia atlet profesional.

Tapi Jingxi menjawab: “Dilihat dari sikapnya, dia juga tak akan mengerti. Jadi buat apa dijelaskan.”

Fenomena ini mengingatkan pada “teori terowongan”:

Seseorang yang berada dalam terowongan hanya bisa melihat ruang sempit di depan dan belakangnya. Begitu keluar dari terowongan, barulah dunia terlihat luas.

Orang dengan wawasan sempit hanya bisa memahami realitas dari sudut pandang kecil mereka. Mereka pun jadi mudah menolak dan meremehkan semua hal yang tidak sesuai dengan pemahaman mereka.

Padahal, dunia ini jauh lebih luas dari yang mereka kira.

3. Sok Tahu = Menghancurkan Diri Sendiri

Dalam serial komedi Korea High Kick (2006), ada satu adegan yang sangat mengesankan.

Suatu hari, Haemi mengajak mertuanya, Sunjae dan Moonhee, ke rumah temannya dari luar negeri. Karena khawatir mertuanya tak bisa bahasa Inggris, dia menawarkan diri untuk menemani.

Tapi Sunjae, yang gengsi tinggi, langsung menolak: “Tenang saja, saya ngerti Inggris kok, dikit-dikit.”

Akhirnya mereka berdua pergi lebih dulu. Tuan rumah menyapa mereka dalam bahasa Inggris, bertanya apakah mereka pembantu yang dipekerjakan.

Sunjae tak mengerti, tapi karena tak ingin terlihat bodoh, dia hanya menjawab “Yes” berkali-kali.

Akhirnya, mereka disuruh membersihkan rumah dan memijat si tuan rumah. Baru setelah Haemi datang, kesalahpahaman itu dijelaskan.

Inilah akibat dari pura-pura tahu—malu yang ditanggung sendiri.

Sastrawan Zhou Guoping pernah berkata: “Keinginan untuk pamer itu muncul karena rasa rendah diri, tapi hasilnya malah jadi bahan tertawaan.”

Orang yang tingkat kognisinya rendah cenderung takut terlihat bodoh, tapi justru karena itulah, mereka makin sering mempermalukan diri sendiri.

Sutradara Gu Xiaogang juga pernah bercerita. Saat muda, dia mengikuti pelatihan fotografi. Suatu hari, dosen menjelaskan teknik pemotretan yang sangat teknis dan jarang dikenal.

Meski dia tak benar-benar mengerti, dia tetap berdiri dan memaksakan penjelasan seolah-olah paham—lengkap dengan istilah teknis.

Teman-temannya pun memberi tepuk tangan.

Namun, dosennya hanya menjawab: “Orang yang pura-pura tahu, selamanya akan jadi orang yang tak berguna.”

Sejak saat itu, Gu Xiaogang berjanji: kalau tak paham, akan mengaku tak paham.

Pembicara publik Luo Zhenyu pernah berkata: “Kalau sedang berhadapan dengan orang hebat, bersikaplah apa adanya. Jangan pura-pura, karena mereka bisa langsung tahu.”

Banyak orang yang demi gengsi, memaksakan untuk terlihat pintar. Tapi di hadapan orang yang benar-benar paham, itu hanyalah lelucon yang mudah dibaca.

Sastrawan Han Yu pernah menulis : “Ilmu punya tingkatan, keahlian punya spesialisasi.”

Artinya, setiap orang pasti memiliki batasan pengetahuan. Bahkan pakar pun punya hal-hal yang tidak ia ketahui.

Maka, di hadapan dunia yang kompleks ini, berkata “saya tidak tahu” bukanlah kelemahan—justru langkah awal menuju pemahaman sejati.

Penutup: Semakin Banyak Tahu, Semakin Tahu Bahwa Kita Tidak Tahu

Filsuf Yunani Zeno pernah berkata: “Pengetahuan manusia itu seperti lingkaran. Semakin besar lingkarannya, semakin luas pula yang tak diketahuinya di luar sana.”

Semakin kamu tahu, semakin kamu sadar banyak hal yang belum kamu ketahui.

Hanya dengan menyadari celah dalam pengetahuanmu sendiri, kamu bisa tumbuh dan memperluas lingkaran itu.

Jangan terlalu cepat merasa tahu segalanya. Karena merasa tahu adalah musuh utama dari proses belajar. Dan belajar—itulah satu-satunya jalan untuk benar-benar tumbuh. (jhn/yn)

Gempa M 8,7  Melanda Rusia, BMKG  Terbitkan Peringatan Potensi Tsunami di Gorontalo, Talaud, Halmahera Utara dan Papua

EtIndonesia. Gempa Magnitudo 8,7 melanda Rusia pada Rabu (30/7/2025). Gempa ini terjadi di wilayah pesisir timur Kamchatka, Rusia. BMKG  peringatan Tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

Dikutip dari siaran pers BMKG, berdasarkan laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian Tsunami kurang dari 0.5m), di wilayah:

  1. Talaud (ETA 14:52:24 WITA)
  2. Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA)
  3. Halmahera Utara (ETA 16:04:24 WIT)
  4. Manokwari (ETA 16:08:54 WIT)
  5. Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT)
  6. Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT)
  7. Supiori (ETA 16:21:54 WIT)
  8. Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT)
  9. Jayapura (ETA 16:30:24 WIT)
  10. Sarmi (ETA 16:30:24 WIT)

“Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai,” demikian BMKG. 

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut. (asr)

Profira Clinic Hadirkan Proligio, Teknologi Lifting Non-Bedah dari Korea yang Bikin Kulit Kencang Seketika 

Surabaya – Di dalam dunia kecantikan menjadi cantik dengan kulit halus dan kencang adalah dambaan setiap wanita dan kini untuk menjaga penampilan kaum adam pun tak mau kalah. Dan keinginan untuk menjadi cantik dengan kulit kencang dan halus, ingin didapatkan seketika juga tanpa rasa sakit. Kecantikan tanpa rasa sakit kini bukan sekadar impian.

Profira Clinic secara resmi meluncurkan Proligio, pada Senin 28 Juli 2025, bertempat di Profira Clinic cabang Manyar, merupakan terobosan terbaru dalam perawatan kulit yang mengusung teknologi Oligio asal Korea. Perawatan ini menjanjikan efek lifting instan tanpa pisau bedah, downtime, atau rasa nyeri bahkan pasien tidak diberikan anastesi yang biasa dilakukan pada perawatan lainnya namun pasien tetap merasa nyaman selama dilakukan proses perawatan. Ini menjadi solusi efektif bagi kulit yang lebih kencang, sehat, dan tampak awet muda.

Oligio merupakan perawatan skin lifting No. 1 yang sedang menjadi tren di Korea, dikenal dengan hasilnya yang instan dan tahan lama tanpa perlu tindakan bedah. Menggunakan teknologi Monopolar Radiofrekuensi (RF) non-invasif, Oligio bekerja secara efektif untuk mengencangkan kulit, mengurangi kerutan, memperbaiki kontur wajah, serta merangsang produksi kolagen dan elastin alami.

“Kami bangga dapat memperkenalkan Proligio kepada masyarakat Surabaya sebagai bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan teknologi perawatan kulit terdepan yang aman dan memberikan hasil nyata,” Dr. Fifin Marini M. Biomed AAM, Profira Clinic dalam acara peluncuran. 

Mengapa harus Proligio? Mari kita mengenalnya.

Apa Itu Oligio? 

Oligio adalah perawatan skin lifting nomor satu di Korea yang menggunakan teknologi Monopolar Radiofrekuensi (RF) non-invasif. Alat ini bekerja dengan memancarkan frekuensi rendah oligodinamik untuk: 

– Mengencangkan kulit yang kendur di area wajah dan mata, leher, dan lengan. 

– Merangsang produksi kolagen dan elastin alami, sehingga kulit tampak lebih muda. 

– Memperbaiki kontur wajah (agar lebih tirus atau ramping) dengan hasil natural. 

“Proligio adalah jawaban bagi mereka yang ingin tampil awet muda tanpa melalui prosedur invasif. Teknologi Oligio ini sudah terbukti aman bahkan untuk area sekitar mata dan populer di Korea, kami sendiri di klinik juga telah membuktikannya sendiri sebelum di launching ke publik,” ujar Dr. Fifin. 

Keunggulan Proligio: No Pain, No Downtime! 

1. Tanpa Rasa Sakit 

  • Memberikan kenyamanan selama perawatan, terutama untuk area sensitif atau nyeri. 
  • Handpiece (unit tangan) bergetar secara lembut untuk mengurangi rasa tidak nyaman selama penggunaan. 
  • Kombinasi frekuensi dan vibrasi membantu relaksasi otot/saraf. 
  • Dilengkapi sistem pendingin berbasis gas cryogenik, perawatan ini nyaman bahkan untuk kulit sensitif. 
  • “Banyak pasien kami meski merasa puas dengan suatu perawatan tertentu namun kadang ada trauma untuk mengulang perawatan tersebut karena ada rasa sakit pada saat proses atau setelahnya, dan untuk itu kami perkenalkan Proligio, dengan perawatan tanpa rasa sakit,” Jelas dr. Fifin.

2. Efek Instan dan Tahan Lama 

   Hasil pengencangan kulit terlihat setelah 1 sesi (20–30 menit setelahnya), dengan optimalisasi dalam 4–6 kali treatment. 

3. Aman dan Teruji 

  • Meminimalisir risiko efek samping dengan teknologi pemantauan real-time. 
  • Sistem pemantau suhu kulit: Mencegah overheating atau iritasi. 
  • Pressure sensing system: Mendeteksi tekanan aplikasi alat untuk menghindari penggunaan berlebihan. 
  • Sudah mendapat sertifikasi K-FDA (Korea Food & Drug Administration) dan bisa dilakukan rutin setiap 6 bulan. 

4. Teknologi Canggih 

Memastikan perawatan presisi dan personalisasi untuk setiap pasien.  Teknologi ini dilengkapi dengan,

  – Impedance Check:  Memeriksa resistansi kulit sebelum setiap penggunaan (setiap shot) untuk menyesuaikan frekuensi dan meningkatkan akurasi dan keamanan perawatan. Sesi awal ini harus dilalui sebelum dilakukan proses perawatan dan alat tidak difungsikan tanpa melalui sesi ini.

  – Customizing Cooling Channel: Saluran pendingin yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien, menjaga kenyamanan kulit selama perawatan. 

Transformasi Kulit dalam Hitungan Menit 

Dalam acara peluncuran, tamu undangan dan media menyaksikan langsung demo Proligio pada model. Hasilnya: 

– Kulit lebih kencang dan lebih terangkat di area pipi. 

– Kerutan halus berkurang tanpa efek kemerahan signifikan. 

– Tekstur kulit lebih halus berkat stimulasi kolagen. 

“Saya tidak merasa sakit sama sekali, dan hasilnya langsung terlihat. Ini seperti facelift tanpa operasi!” kata Ibu Novetra pelanggan Profira Clinic Surabaya yang telah merasakan langsung hasil perawatan Proligio. Wanita usia 50 tahun ini telah menjadi pelanggan Profira Clinic selama 2 tahun dan sangat senang dengan perawatan ini karena tidak merasa sakit selama proses perawatan.

“Sebagai klinik yang selalu mengutamakan inovasi, kehadiran Proligio memperkuat komitmen kami menghadirkan solusi kecantikan terkini dengan standar global,” pungkas Dr. Fifin. 

Undang-Undang Baru Tiongkok Legalkan Pencurian Kekayaan Intelektual Asing

Beijing bisa mencuri sebanyak mungkin teknologi dan kekayaan intelektual asing saat sejumlah perusahaan asing angkat kaki dari negara itu.

oleh: James Gorrie

Tampaknya Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyadari bahwa masa kejayaan Tiongkok sebagai pusat manufaktur dunia akan segera berakhir. Hal ini mungkin menjelaskan kebijakan barunya yang secara terang-terangan memungkinkan dan mendorong pencurian kekayaan intelektual (IP) dari mitra-mitra asingnya.

Isi Undang-Undang Baru

Pada  Maret, Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Sanksi Anti-Asing memberikan wewenang luas kepada Tiongkok untuk menyita dan mengambil alih kepemilikan aset-aset milik asing, termasuk hak kekayaan intelektual. 

Landasan hukum yang digunakan PKT dijabarkan dalam Pasal 7 undang-undang tersebut, yang memungkinkan penyitaan properti yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang menurut Beijing terlibat atau membantu dalam merancang sanksi terhadap Tiongkok.

Undang-undang baru ini merupakan pembaruan dari Undang-Undang Sanksi Anti-Asing (AFSL) yang diberlakukan pada Juni 2021. Undang-undang tersebut memungkinkan Beijing membalas tindakan orang atau perusahaan yang terbukti secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam upaya negara asing untuk menargetkan Tiongkok dengan tindakan pembatasan. 

Tindakan balasan yang disetujui termasuk larangan visa perjalanan bagi individu, pembatasan usaha, atau bahkan pembekuan aset pihak yang dicurigai.

Dalam versi undang-undang yang disempurnakan tahun 2025 ini, istilah “aset” dijelaskan lebih lanjut—jika tidak diperluas secara besar-besaran. Istilah ini mencakup properti seperti “uang tunai, surat berharga, simpanan bank, sekuritas, saham dana, ekuitas, hak kekayaan intelektual, piutang, dan properti lainnya.”

Singkatnya, Pasal 7 memberi otoritas Tiongkok hak untuk menyita atau membekukan kekayaan intelektual asing dari hampir semua jenis. Daftar tersebut mencakup paten, hak cipta, merek dagang, dan rahasia dagang yang dimiliki di Tiongkok.

Lebih dari itu, undang-undang ini secara signifikan menurunkan standar pembuktian bagi otoritas Tiongkok sehingga keterlibatan sekecil atau tidak langsung sekalipun—yang merupakan istilah samar—dalam perancangan atau penerapan sanksi asing sudah cukup untuk membuat uang, akun saham, portofolio properti, ekuitas korporasi, dan bahkan kekayaan intelektual Anda disita oleh PKT.

Seperti disebutkan sebelumnya, perilaku semacam ini tentu bukan hal yang diharapkan dari sebuah negara yang ingin mempertahankan atau menarik perusahaan asing untuk beroperasi di wilayahnya.

Makna Sesungguhnya dari Undang-Undang Baru Ini

Dengan kata lain, undang-undang ini dimaksudkan sebagai hukuman bagi perusahaan mana pun yang berusaha mengekang praktik-praktik dumping ilegal rezim Tiongkok di berbagai industri—termasuk tenaga surya dan angin—pencurian kekayaan intelektualnya yang legendaris (yang nilainya mencapai hingga $600 miliar per tahun dari Amerika Serikat saja), dan taktik dagang bermusuhan lainnya yang bertujuan menghancurkan kompetisi demi keuntungan rezim. Lebih jauh lagi, individu, perusahaan, atau organisasi asing tidak memiliki hak untuk mengajukan banding. Semua keputusan bersifat final.

Undang-undang ini berlaku untuk berbagai sektor industri, termasuk perangkat lunak, bioteknologi, barang konsumsi, dan hiburan. Dampaknya terhadap perusahaan yang dicurigai bisa bersifat fatal.

Perusahaan atau individu mana yang dapat bertahan secara finansial jika semua rahasia dagang, keunggulan pasar, serta aset keuangan, properti, dan peralatan modalnya tiba-tiba dibekukan atau disita, membuat mereka tidak memiliki apa-apa?

Akhirnya, undang-undang ini juga memungkinkan—kalau tidak mendorong—perusahaan Tiongkok dan bahkan individu untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap entitas asing yang dianggap terlibat dalam sanksi atau tindakan pembatasan lainnya terhadap Tiongkok, meskipun secara tidak langsung dan sulit dibuktikan. 

Penggugat Tiongkok dapat menerima kompensasi dari perusahaan atau individu yang dinyatakan bersalah. Aspek ini memberikan peluang besar bagi warga Tiongkok untuk menuntut dan memperoleh ganti rugi dari perusahaan asing, yang dapat memicu gelombang gugatan hukum, terutama di tengah memburuknya kondisi ekonomi.

Era Baru: Legalisasi Pencurian IP dan Transfer Teknologi Paksa

Undang-undang baru ini seharusnya tidak mengejutkan siapa pun yang akrab dengan dunia usaha di Tiongkok. Seperti yang disebutkan, pencurian IP dan teknologi telah berlangsung di Tiongkok selama puluhan tahun. Sebagian besar perusahaan menganggapnya sebagai biaya tak terelakkan demi meraup keuntungan besar.

Namun, dengan menjadikannya kebijakan eksplisit, undang-undang ini kini menjadi bagian dari gambaran geopolitik yang jauh lebih besar. Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok di bidang seperti kecerdasan buatan, robotika, rekayasa bio, dan teknologi baru lainnya sangat ketat. Hal yang sama berlaku untuk Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara kapitalis maju lainnya.

Ditambah lagi, mengingat bahwa perusahaan teknologi terbesar dunia—seperti Tesla, Apple, dan Microsoft—telah banyak berinvestasi di Tiongkok dan sangat bergantung pada rantai pasok yang berbasis di Tiongkok, mereka menghadapi risiko nyata menjadi target dan kehilangan seluruh operasionalnya. Ini mencakup segalanya, mulai dari kekayaan intelektual, fasilitas manufaktur, hingga toko ritel, yang semuanya dapat disita oleh otoritas Tiongkok.

Dengan kata lain, undang-undang baru ini memungkinkan PKT melakukan transfer paksa teknologi dan kepemilikan secara massal dengan cepat dan tidak dapat dibatalkan. Ini melampaui kekhawatiran individual atau perusahaan, dan menyentuh persoalan strategis dalam bidang ekonomi dan geopolitik.

Tanggapan terhadap Kebijakan Perdagangan dan Pengaruh AS

Ancaman penyitaan terhadap sejumlah aset bisnis milik Amerika Serikat dan perusahaan asing lainnya yang bernilai triliunan dolar tidak bisa diabaikan. 

PKT menjadikan berbagai perusahaan tersebut sebagai pion dalam perjuangan ekonomi dan geopolitiknya yang lebih besar dengan pemerintahan Trump. Dengan kata lain, mereka kini menjadi alat tawar dalam negosiasi Beijing untuk melonggarkan sanksi dan tarif yang diberlakukan AS.

Bagaimana Beijing akan menggunakan ancaman penyitaan massal terhadap kekayaan intelektual dan aset Barat yang berbasis di Tiongkok?

Itu masih harus dilihat. Namun, perusahaan Tiongkok seperti Huawei dan Xiaomi telah melindungi diri mereka dari gugatan pencurian IP di luar Tiongkok dengan mengacu pada putusan pengadilan Tiongkok, yang cenderung menganggap gugatan IP asing sebagai upaya untuk menahan perkembangan Tiongkok.

Perhitungan Risiko Beijing

Undang-undang baru ini menjadi satu alasan kuat lagi bagi perusahaan asing untuk mendiversifikasi rantai pasok mereka dan memindahkan kekayaan intelektual serta aset mereka keluar dari Tiongkok. Jelas bahwa PKT sudah mengantisipasi respons ini, jadi mengapa memberlakukan undang-undang seperti ini?

Bisa disimpulkan bahwa PKT melihat bahwa baik kebijakan baru AS maupun tren jangka panjang perusahaan yang keluar dari Tiongkok tidak akan berubah dalam waktu dekat, dan karena itu mereka memutuskan untuk melawan pemerintahan Trump dengan cara yang mereka punya.

Para pejabat Tiongkok juga pasti tahu bahwa seiring berjalannya waktu dan semakin banyak perusahaan yang hengkang dari Tiongkok, kemampuan mereka untuk menyita IP dan aset akan semakin berkurang—namun mereka tetap menganggap bahwa risikonya layak diambil.

Pertanyaannya kini: Berapa lama lagi sebelum PKT mengambil langkah besar pertama dan menyita aset Tesla atau Apple?

Pernyataan dalam artikel ini adalah pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Merencanakan Perjalanan ke Tiongkok? Sebaiknya Perlu Dipertimbangkan Ulang

Dua larangan keluar terbaru terhadap warga Amerika Serikat yang dikenal luas menjadi indikator bahwa tak ada seorang pun yang aman di Tiongkok 

oleh :  Anders Corr

Beijing baru-baru ini memberlakukan larangan keluar terhadap dua warga negara Amerika Serikat lagi, menunjukkan bahaya yang terus berlanjut jika bepergian ke negara otoriter tanpa supremasi hukum.

Rezím di Tiongkok memberlakukan larangan keluar terhadap seorang pejabat Departemen Perdagangan AS pada pertengahan April, dengan alasan bahwa ia tidak mencantumkan dalam aplikasi visanya bahwa ia bekerja untuk pemerintah AS. Ia adalah warga AS yang sebelumnya pernah bekerja untuk Angkatan Darat AS. Ia dilaporkan telah diinterogasi dan berbicara dengan dinas intelijen Tiongkok terkait pekerjaannya dalam pemeliharaan helikopter Black Hawk. Pria tersebut berada di Tiongkok untuk mengunjungi keluarganya di Chengdu, dan namanya belum diumumkan ke publik.

Beijing juga memberlakukan larangan keluar terhadap Mao Chenyue, seorang direktur pelaksana Wells Fargo yang berbasis di Atlanta. Mao dilaporkan adalah warga negara AS yang tumbuh di Tiongkok. Ia berada di Tiongkok untuk urusan bisnis, namun menghadapi larangan keluar yang diumumkan pada 18 Juli. 

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengklaim bahwa ia ditahan karena “terlibat dalam kasus pidana,” namun rezim tidak merilis rincian apa pun. Biasanya tidak ada proses yang transparan untuk menyelesaikan larangan keluar, dan Wells Fargo pun merespons dengan membatalkan semua perjalanan ke Tiongkok.

Salah satu kasus larangan keluar yang paling mencolok adalah yang menimpa istri dan putra berusia 7 tahun dari Gao Zhen, seorang seniman New York yang dituduh oleh rezim “menghina pahlawan dan martir Tiongkok.” Ia ditahan di Tiongkok, dan larangan keluar diberlakukan terhadap keluarganya. Ini merupakan bentuk “keadilan kolektif” yang dianggap sangat tidak adil oleh sebagian besar dunia.

Lebih dari 200 warga AS menghadapi tindakan koersif di Tiongkok, termasuk penahanan, larangan keluar, penegakan hukum setempat yang sewenang-wenang, dan tindakan lainnya. Jumlah ini terlalu banyak, mengingat bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang berkuasa tidak memiliki mandat demokratis atau legitimasi pemerintahan.

Puluhan ribu warga Tiongkok juga kemungkinan terdampak oleh larangan keluar seperti itu, yang bisa dijadikan sebagai alat tekanan terhadap orang lain untuk memaksa mereka bekerja sama dengan dinas intelijen rezim—bahkan ketika mereka bekerja di perusahaan asing. 

Pengendalian modal dan kesulitan mendapatkan visa keluar untuk seluruh keluarga juga merupakan bentuk larangan keluar, yang bertujuan untuk mencegah warga Tiongkok beremigrasi secara permanen dari negara represif tersebut.

Risiko larangan keluar masih diremehkan dan kurang ditekankan dalam komunitas bisnis internasional. Sebuah survei tahun 2024 terhadap perusahaan-perusahaan Eropa menemukan bahwa hanya 9 persen yang melaporkan kesulitan dalam menarik karyawan asing untuk bekerja di Tiongkok; dan hanya 4 persen yang melaporkan kesulitan dalam perjalanan bisnis ke kantor pusat karena larangan keluar.

PKT sering menahan karyawan asing sebagai upaya untuk memaksa perusahaan atau negara asing terkait hal-hal yang tidak berhubungan langsung. Ini setara dengan penyanderaan demi tujuan diplomatik atau komersial. Orang asing yang terkena larangan keluar umumnya adalah keturunan Tionghoa dan baru mengetahui situasi tersebut ketika mereka hendak pulang di bandara.

Fokus PKT terhadap mereka yang berdarah Tionghoa sebagian disebabkan oleh kegagalannya mengakui kewarganegaraan ganda. Namun bahkan warga Tionghoa-Amerika yang lahir di Amerika Serikat bisa dianggap sebagai pengkhianat ras oleh nasionalis Tiongkok jika mereka mengkritik rezim di Tiongkok. Jika tidak ada tindakan lebih tegas terhadap PKT, bukan tidak mungkin suatu hari nanti rezim itu mengklaim bahwa setiap orang berdarah Tionghoa, tak peduli kewarganegaraannya, adalah warga negara Tiongkok.

Namun, orang non-Tionghoa juga bisa menjadi sasaran. Dalam salah satu kasus paling terkenal, dua warga Kanada—Michael Spavor dan Michael Kovrig—ditahan selama tiga tahun hingga 2021 demi mendapatkan pembebasan seorang eksekutif Huawei yang didakwa melakukan penipuan perbankan dan kawat.

Sebuah studi terhadap 128 larangan keluar yang diberlakukan terhadap orang asing antara tahun 1995 dan 2019 menemukan bahwa ada 44 warga Kanada dan 29 warga AS yang mengalami larangan keluar. Ini menunjukkan bahwa posisi Kanada yang kurang kuat dibandingkan Beijing menjadikan warga Kanada lebih mudah menjadi sasaran. Sepertiga kasus dalam studi tersebut berkaitan dengan sengketa bisnis.

Dua larangan keluar terbaru terhadap warga negara AS berprofil tinggi—termasuk yang pertama terhadap seorang pegawai pemerintah AS—adalah indikator lain bahwa tak ada yang aman di Tiongkok. 

PKT hampir tidak memiliki rasa hormat terhadap kebebasan individu atau supremasi hukum, sehingga praktik-praktik di negara itu terasa asing bagi warga Barat yang terbiasa dengan pemerintah yang menghormati hak warganya, bahkan juga hak wisatawan atau pelaku bisnis asing.

Karena itu, banyak warga AS yang bepergian ke Tiongkok tanpa menyadari risiko yang mereka hadapi. Mengumpulkan informasi bisnis di Tiongkok, misalnya, bisa dianggap sebagai spionase dan menyebabkan larangan keluar. Di Barat, hal ini adalah praktik bisnis yang biasa. 

Penyanderaan diplomatik oleh Beijing merupakan taktik koersif, bukan bentuk supremasi hukum seperti yang ingin mereka tunjukkan. Ini menurunkan minat investasi bisnis di Tiongkok, yang sudah mengalami krisis sektor properti, penurunan konsumsi, deflasi, pengangguran, hambatan regulasi, dan kelebihan produksi akibat subsidi negara.

Departemen Luar Negeri AS terakhir kali memperbarui peringatan perjalanannya ke Tiongkok pada November 2024, dengan menyatakan: “Tingkatkan kewaspadaan saat bepergian ke Tiongkok daratan karena penegakan hukum setempat yang sewenang-wenang, termasuk terkait larangan keluar.” 

Saat itu, peringatan diturunkan dari Level 3 “Pertimbangkan Kembali Perjalanan” menjadi level yang lebih ringan. Pendekatan yang dilonggarkan ini kini tampaknya merupakan sebuah kesalahan. Saatnya Departemen Luar Negeri menaikkan kembali peringatan tersebut ke Level 3.

Selain itu, Amerika Serikat juga seharusnya secara bertahap meningkatkan sanksi dan tarif terhadap Tiongkok sampai, paling tidak, semua warga AS yang ditahan secara tidak sah atau dikenai larangan keluar dibebaskan.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan pandangan The Epoch Times.

Tentang Penulis:
Anders Corr memiliki gelar sarjana dan magister ilmu politik dari Universitas Yale (2001) dan doktor dalam bidang pemerintahan dari Universitas Harvard (2008). Ia adalah pimpinan Corr Analytics Inc. dan penerbit Journal of Political Risk, serta telah melakukan penelitian luas di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Buku terbarunya adalah “The Concentration of Power: Institutionalization, Hierarchy, and Hegemony” (2021) dan “Great Powers, Grand Strategies: the New Game in the South China Sea” (2018).

Gempa Dahsyat M 8,7 yang Melanda Rusia Menimbulkan Terjangan Tsunami 4 Meter, Picu Peringatan Tsunami di Jepang, AS dan Pasifik 

Peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk Alaska, Hawaii, dan sejumlah pulau di Pasifik, sementara pantai barat AS berada dalam status siaga tsunami.

EtIndonesia. Sebuah gempa bumi besar berkekuatan 8,7 magnitudo mengguncang lepas pantai timur Rusia pada Rabu  (29/7/2025) pagi pukul 08:25 waktu setempat, memicu tsunami setinggi hingga 4 meter. 

Saat ini, peringatan tsunami telah dikeluarkan di berbagai wilayah Pasifik, dan perintah evakuasi telah diberlakukan di beberapa daerah di Jepang dan Hawaii.

Menurut USGS (Survei Geologi Amerika Serikat), pusat gempa berada di sisi timur Semenanjung Kamchatka, Rusia Timur Jauh, dengan kedalaman sekitar 19,3 km (sekitar 12 mil). 

Awalnya, kekuatan gempa tercatat sebagai 8,0, namun kemudian diperbarui menjadi 8,7. USGS menyatakan bahwa ini adalah gempa bumi terkuat kedelapan yang pernah tercatat dalam sejarah.

Badan Meteorologi Jepang melaporkan bahwa gempa terjadi pukul 08:25 waktu setempat, sekitar 160 mil dari Hokkaido.

Menurut laporan media Rusia, gempa tersebut  menyebabkan kerusakan bangunan di beberapa lokasi di Semenanjung Kamchatka, termasuk sebuah taman kanak-kanak di kota Petropavlovsk-Kamchatsky. 

Kantor berita TASS mengutip Menteri Kesehatan Daerah Oleg Melnikov yang mengatakan bahwa beberapa orang mengalami luka-luka saat mencoba menyelamatkan diri, termasuk seorang wanita yang terluka di terminal bandara dan seorang warga yang melompat keluar jendela untuk melarikan diri. Semua korban luka saat ini dilaporkan dalam kondisi stabil dan tidak ada laporan luka berat.

Kementerian Situasi Darurat Rusia menyatakan bahwa di beberapa garis pantai teramati gelombang tsunami setinggi 3 hingga 4 meter . Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk menjauhi wilayah pesisir. Di kota kecil Severo-Kurilsk di bagian selatan Semenanjung Kamchatka, juga telah dikeluarkan perintah evakuasi karena ancaman tsunami.

Badan Meteorologi Jepang meningkatkan peringatan tsunami. Lembaga memprediksi gelombang setinggi hingga 3 meter akan mulai tiba di beberapa daerah pesisir.

 Menurut NHK (Japan Broadcasting Corporation), perintah evakuasi telah dikeluarkan di beberapa wilayah, dan warga di Hokkaido dan wilayah lain telah mengungsi ke daerah tinggi di dekat pantai. Hawaii juga memerintahkan evakuasi di beberapa wilayah pesisir. Badan Manajemen Darurat Honolulu menyerukan melalui media sosial X agar masyarakat segera mencari tempat aman.

Gempa kuat ini juga memicu berbagai peringatan tsunami di Amerika Serikat.

Menurut Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC):

  • Hawaii dan beberapa wilayah di Alaska telah berada dalam status Peringatan Tsunami (Tsunami Warning).
  • Seluruh wilayah pantai barat AS dan provinsi British Columbia di Kanada masuk dalam status Pemantauan Tsunami (Tsunami Watch).
  • Kepulauan Aleutian di Alaska berada dalam Peringatan Dini Tsunami (Tsunami Advisory).

PTWC mengingatkan bahwa gempa bumi dengan skala sebesar ini dapat memicu gelombang besar yang merusak di wilayah jauh dari pusat gempa.

Pusat tersebut juga menyebutkan bahwa gelombang di wilayah barat laut Hawaii dan beberapa bagian pesisir Rusia bisa melebihi sekitar 2,7 meter, sementara gelombang sekitar 1 hingga 3 meter mungkin akan melanda pantai di Hawaii, Jepang, dan Guam.

Gelombang tsunami diperkirakan akan tiba secara bertahap di berbagai wilayah, dan masyarakat diminta untuk segera melakukan persiapan menghadapi bencana.

Perkiraan waktu kedatangan tsunami:

  • Kepulauan Hawaii: pukul 19:17 waktu Hawaii (01:17 waktu ET, 30 Juli)
  • Pantai barat AS:
    • Negara bagian Washington dan Oregon: pukul 23:40 malam
    • San Francisco: 00:40
    • Los Angeles: 01:05
      (Semua waktu dalam zona waktu Pasifik)
  • Pulau Shemya dan Adak di Alaska: masing-masing pukul 16:46 dan 17:46 waktu musim panas Alaska

Pemerintah Jepang telah membentuk satuan tugas darurat untuk pengumpulan informasi dan penanganan bencana. Menurut Shinichi Sakai, seorang ahli seismologi dari Universitas Tokyo kepada NHK, gempa dangkal, bahkan yang terjadi di jarak jauh, tetap bisa menimbulkan ancaman tsunami signifikan terhadap Jepang.

Kedutaan Besar AS di Tokyo juga mengeluarkan peringatan melalui platform X, menyatakan:

“Pantai Pasifik Hokkaido, wilayah Tohoku, Kanto, Kepulauan Izu dan Ogasawara, wilayah Tokai, dan Prefektur Wakayama saat ini berada dalam status peringatan tsunami. Gelombang tsunami bisa tiba kapan saja, mohon segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.”

Gempa 8,7 ini menyamai kekuatan gempa terkuat kedelapan dalam sejarah.

Menurut CBS, pada 4 November 1952, pernah terjadi gempa berkekuatan 9,0 di Semenanjung Kamchatka. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, gempa tersebut menyebabkan gelombang setinggi 9,1 meter di Hawaii.  (asr)

Dokter Forensik di Tiongkok Viral Karena Bentuk Tubuhnya yang Berotot, Menangani 600 Mayat dalam 3 Tahun

EtIndonesia. Seorang dokter forensik di Tiongkok yang viral berkat bentuk tubuhnya yang berotot mengatakan dia berolahraga agar dapat berkinerja lebih baik di tempat kerja dan mematahkan stereotip tentang perempuan di dunia medis.

Yanyan, 26 tahun, adalah ahli patologi forensik perempuan pertama yang menyelidiki kematian mendadak atau mencurigakan di laboratorium forensik di Kota Chongqing, Tiongkok barat daya.

Dia telah bekerja di sana selama tiga tahun terakhir setelah lulus gelar kedokteran forensik dari Universitas Kedokteran Chongqing.

Sebagai ahli patologi forensik yang berpengalaman, dia telah menangani lebih dari 600 mayat.

Di media sosial, dia mengelola akun dengan 14.000 pengikut, di mana dia merupakan seorang fanatik kebugaran.

Yanyan mengatakan dia dapat mengangkat beban 120 kg, memegang gergaji mesin dengan satu tangan, dan melakukan kraniotomi dalam tiga menit.

Dia mengatakan dia berolahraga agar dapat berkinerja lebih baik di tempat kerja.

Ahli patologi forensik seringkali harus menangani jenazah yang beratnya mencapai 150 kg.

Akibatnya, perempuan biasanya didiskriminasi di industri ini karena dianggap lemah.

Mereka yang mengstereotipkan perempuan sebagai “keluarga” juga mengatakan bahwa perempuan tidak cocok untuk pekerjaan yang menuntut banyak shift malam dan perjalanan bisnis.

Beberapa institusi bahkan secara terbuka membatasi posisi mereka hanya untuk pelamar laki-laki.

Banyak, terlepas dari gender mereka, mengatakan bahwa mereka juga menghadapi diskriminasi dari publik yang menganggap pekerjaan mereka tidak menyenangkan.

Beberapa mengatakan orang-orang menolak berjabat tangan setelah mengetahui profesi mereka.

Yanyan mengatakan bahwa dia dan keluarga suaminya memahami pekerjaannya. Suaminya juga gemar berolahraga.

Dia mengatakan bahwa dia mengelola akun media sosialnya untuk mematahkan stereotip publik tentang profesinya.

Yanyan mengatakan dia tetap tenang bahkan ketika pertama kali bertemu jenazah.

Dia mengatakan nilai dari pekerjaannya terletak pada keadilan bagi orang yang telah meninggal dan kedamaian bagi keluarga mereka.

Dia juga berencana untuk terus mempelajari teknologi-teknologi baru yang diterapkan di industri ini.

Yanyan menambahkan bahwa dia menyaksikan orang-orang yang meninggal karena penyakit dan kecelakaan, dan melihat kerabat mereka bereaksi terhadap kematian mereka dengan frustrasi atau ketidakpedulian.

Dia mengatakan dia ingin berpesan kepada orang-orang untuk “menikmati hidup” selagi masih bisa.(yn)

Sumber: scmp

Cara Menjalankan Perusahaan Seperti Mengelola Keluarga — Kebijaksanaan yang Wajib Dipahami oleh Pemilik dan Karyawan Saat Ini!

EtIndonesia. Seorang manusia yang hidup adalah seseorang yang hidup untuk dirinya sendiri. Namun, begitu kamu melangkah masuk ke sebuah perusahaan, kamu harus belajar memperlakukannya seperti rumahmu sendiri. Anggaplah pemilik perusahaan seperti orangtuamu, dan anggaplah rekan kerja sebagai saudara kandungmu. Tapi ingat, semua itu butuh satu syarat penting: kamu harus punya niat tulus dari hati.

Tunjukkan kepribadianmu yang otentik, temukan kembali dirimu yang sejati. Di lingkungan mana pun, kita tidak mungkin hanya mendengar satu jenis suara. Akan selalu ada dua jenis suara yang berdampingan: satu penuh energi positif, satu lagi mengandung energi negatif; satu mendorong untuk maju, yang lain menarik ke belakang.

Kita harus percaya bahwa negara kita akan semakin baik, bahwa perusahaan tempat kita bekerja akan tumbuh semakin dewasa, dan bahwa diri kita sendiri akan menjadi versi terbaik dari hari ke hari. Nasib kita ada di tangan kita sendiri—bukan orang lain. Lalu bagaimana cara kita bertahan dan memberikan kontribusi nyata di perusahaan? Ingat tiga hal penting berikut:

1. Jadilah orang yang punya impian.

2. Percayalah pada dirimu sendiri.

3. Lakukan segala sesuatu dengan ketulusan, kebaikan, dan keindahan.

Kenapa Mengubah Diri Itu Begitu Sulit?

Karena lingkungan masa lalu dan pola pendidikan kita membentuk cara berpikir dan bertindak yang kaku. Kalau ingin berubah secara menyeluruh, kita butuh tiga kondisi utama:

1. Niat tulus untuk berubah.

2. Berteman dan bergaul dengan orang-orang hebat.

3. Percaya bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan.

Jangan pernah bicara bohong, tapi juga pahami bahwa tidak semua kebenaran bisa langsung diungkapkan. Dibutuhkan keberanian untuk mengatakan hal yang benar, dan juga keberanian untuk mendengar hal yang benar.

Tak ada seorang pun yang berkewajiban menolongmu.
Yang lemah mengabaikan peluang.
Yang kuat akan menangkap peluang.
Tapi yang bijak? Mereka menciptakan peluang!

Peluang sebenarnya ada di mana-mana—yang kamu butuhkan hanyalah inisiatif. Berhenti menunggu, berhenti mengandalkan orang lain. Siapa yang lebih dulu bertindak, dialah yang lebih cepat bebas dari tekanan.

Ketika kamu dipuji, terimalah pujian itu dengan cinta, dan biarkan itu mendorongmu ke jenjang yang lebih tinggi.

Zaman sekarang adalah zaman kolaborasi, bukan lagi era petualangan sendirian. Untuk itu, belajarlah menolong orang lain—karena membantu orang lain adalah jalan tercepat menuju kesuksesanmu sendiri.

Sebenarnya, saat kamu membantu orang lain, yang sedang kamu bantu adalah dirimu sendiri.

Sayangnya, ketika seseorang menghadapi masalah, kebanyakan orang memilih untuk lari. Dan semakin kamu lari dari kenyataan, semakin besar kemungkinan kamu akan berakhir sendirian di dunia ini.

Nasib Kita Dibentuk oleh Lingkungan dan Pendidikan

Tujuan kita belajar sebetulnya sangat jelas: untuk mengubah nasib sendiri, nasib keluarga, nasib perusahaan, dan bahkan nasib orang lain di sekitar kita.

Jadi, bagaimana caranya agar perusahaan bisa dijalankan seperti sebuah keluarga?

Kita harus sadar, tidak ada satu orang pun yang sempurna. Setiap orang pasti punya kekurangan. Maka yang dibutuhkan adalah saling memahami, saling peduli, dan saling memaafkan.

Sebagai pemilik usaha, seorang bos harus punya hati yang penuh kasih. Cintailah semua karyawanmu seperti keluargamu sendiri.

Ketika mereka membuat kesalahan, kamu harus berani menegur mereka. Harus punya nyali untuk mengkritik—jangan dibiarkan. Membiarkan kesalahan itu bukan kebaikan, tapi justru bentuk perusakan diam-diam.

Kita semua punya tanggung jawab untuk menopang keluarga besar kita bersama. Hanya dengan begitu, perusahaan baru bisa benar-benar tumbuh dan menjadi lebih baik!(jhn/yn)

Rusia Tewaskan 21 Warga Sipil di Ukraina, Kremlin Tetap Bersikap Menentang Ancaman Trump

EtIndonesia. Bom luncur dan rudal Rusia menghantam sebuah penjara dan fasilitas medis di Ukraina semalam, menewaskan sedikitnya 21 orang, kata para pejabat pada hari Selasa (29/7), sementara Rusia terus membombardir wilayah sipil meskipun Presiden AS, Donald Trump mengancam akan segera menghukum Rusia dengan sanksi dan tarif kecuali Rusia berhenti.

Serangan udara Rusia terhadap sebuah penjara di wilayah Zaporizhzhia, tenggara Ukraina, menewaskan sedikitnya 17 narapidana dan melukai lebih dari 80 lainnya, kata para pejabat.

Di wilayah Dnipro, pihak berwenang melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan delapan lainnya luka-luka.

Trump mengatakan pada hari Senin (38/7) bahwa dia memberi Presiden Rusia, Vladimir Putin 10 hingga 12 hari untuk menghentikan pembunuhan di Ukraina setelah tiga tahun perang, memajukan tenggat waktu 50 hari yang diberikannya kepada pemimpin Rusia itu dua minggu lalu. Langkah ini berarti Trump ingin upaya perdamaian mencapai kemajuan pada 7-9 Agustus.

Trump telah berulang kali menegur Putin karena berbicara tentang mengakhiri perang tetapi terus membombardir warga sipil Ukraina. Namun Kremlin belum mengubah taktiknya.

“Saya kecewa dengan Presiden Putin,” kata Trump saat berkunjung ke Skotlandia.

Namun, Kremlin membalas dengan memperingatkan Trump agar tidak “memainkan permainan ultimatum dengan Rusia.”

“Rusia bukanlah Israel atau bahkan Iran,” tulis mantan presiden Dmitry Medvedev, yang merupakan wakil kepala Dewan Keamanan negara itu, di platform sosial X.

“Setiap ultimatum baru merupakan ancaman dan langkah menuju perang. Bukan antara Rusia dan Ukraina, tetapi dengan negaranya sendiri,” kata Medvedev.

Sejak invasi besar-besaran Rusia ke negara tetangganya, Kremlin telah memperingatkan para pendukung Barat Kyiv bahwa keterlibatan mereka dapat memperluas perang ke negara-negara NATO.

“Para pejabat Kremlin terus membingkai Rusia sebagai pihak yang terlibat dalam konfrontasi geopolitik langsung dengan Barat untuk mendapatkan dukungan domestik bagi perang di Ukraina dan agresi Rusia di masa depan terhadap NATO,” kata Institute for the Study of War, sebuah lembaga pemikir di Washington, Senin malam.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan dua rudal balistik Iskander-M beserta 37 drone serang tipe Shahed dan umpan ke Ukraina semalam. Mereka mengatakan 32 drone Shahed dicegat atau dinetralisir oleh pertahanan udara Ukraina.

Serangan Rusia menjelang tengah malam pada hari Senin menghantam Lembaga Pemasyarakatan Bilenkivska dengan empat bom udara berpemandu, menurut Badan Eksekutif Kriminal Negara Ukraina.

Setidaknya 42 narapidana dirawat di rumah sakit dengan luka serius, sementara 40 orang lainnya, termasuk seorang staf, mengalami berbagai luka.

Serangan itu menghancurkan ruang makan penjara, merusak gedung administrasi dan karantina, tetapi pagar pembatas tetap kokoh dan tidak ada laporan pelarian, kata pihak berwenang.

Para pejabat Ukraina mengutuk serangan itu, dengan mengatakan bahwa menargetkan infrastruktur sipil, seperti penjara, merupakan kejahatan perang berdasarkan konvensi internasional.

Di Dnipro, rudal menghantam Kota Kamianske, menghancurkan sebagian bangunan tiga lantai dan merusak fasilitas medis di dekatnya termasuk rumah sakit bersalin dan bangsal rumah sakit kota. Dua orang tewas dan lima orang luka-luka, termasuk seorang perempuan hamil yang kini berada dalam kondisi kritis, menurut kepala daerah Serhii Lysak.

Serangan Rusia selanjutnya menghantam masyarakat di distrik Synelnykivskyi dengan drone FPV dan bom udara, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai dua lainnya.

Menurut Lysak, pasukan Rusia juga menargetkan masyarakat Velykomykhailivska, menewaskan seorang perempuan berusia 75 tahun dan melukai seorang pria berusia 68 tahun.(yn)

Untuk Apa Berusaha Terlalu Keras Hanya untuk Menyenangkan Orang Lain?

EtIndonesia. Aku selalu percaya, salah satu prinsip penting dalam hidup yang bermartabat adalah: jangan hidup untuk menyenangkan orang lain secara berlebihan.

Seperti kata Luo Xiang, seorang cendekiawan hukum Tiongkok: “Seseorang paling memesona justru saat dia tidak peduli dengan penilaian orang lain. Mereka yang benar-benar bisa menghargaimu, akan menghargai sikapmu yang mandiri dan tegas, bukan saat kamu menjadi terlalu merendah dan kehilangan pendirian.”

Kalimat ini seperti cahaya—menyinari banyak jiwa yang tersesat dalam belantara relasi sosial. Karena banyak dari kita terjebak dalam pola pikir keliru: mengira bahwa dengan menyenangkan orang lain, kita akan disukai dan diterima. Padahal, semakin kita berusaha menyenangkan semua orang, semakin kita kehilangan jati diri.

Apa Itu “Menyenangkan Orang Lain”?

Menyenangkan orang lain (people pleasing) adalah saat kita mengorbankan prinsip dan perasaan diri sendiri, hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain, atau agar tidak terjadi konflik.

Kadang niatnya berasal dari kebaikan hati. Tapi sering kali, terselip rasa takut ditolak, rasa tidak aman, dan keraguan terhadap diri sendiri.

Bayangkan saja seperti sebuah “investasi sosial sepihak”: kamu terus memberi, tapi tak tahu apakah benar akan mendapat sesuatu yang tulus kembali.

Kalau dilakukan tanpa batas, lama-lama akan mengikis keaslian diri—dan pada akhirnya, kamu tak tahu lagi siapa dirimu yang sebenarnya.

Akar dari Kebiasaan Ini: Ketakutan dan Rasa Tidak Percaya Diri

Kebiasaan menyenangkan orang lain sering kali tumbuh dari rasa tidak aman yang mendalam. Mirip dengan kisah mitologi Yunani tentang Narkisus—yang setiap hari menatap bayangannya di air, berharap mendapat pengakuan dari cerminan itu.

Di masa kini, bukankah banyak orang juga seperti itu?

·        Mengedit foto demi likes,

·        Membangun citra palsu di media sosial,

·        Mengukur harga dirinya berdasarkan komentar orang lain.

Filsuf Jean-Jacques Rousseau pernah berkata:  “Manusia terlahir bebas, tapi di mana pun dia hidup dalam belenggu.”

Dan belenggu paling berat sering kali kita buat sendiri, saat kita menaruh seluruh nilai diri di tangan orang lain.

Hidup pun jadi seperti berjalan di atas es tipis: Selalu takut salah gerak, takut penilaian buruk, takut kehilangan penerimaan.

Menyenangkan Orang Lain Terlalu Sering, Justru Menghilangkan Jati Diri

Contoh paling jelas adalah penyair Tao Yuanming dari Dinasti Jin, yang berkata: “Aku tidak akan membungkuk hanya untuk lima takar beras.”

Dia menolak menjual prinsip hidupnya demi jabatan atau harta.

Di sisi lain, banyak dari kita justru rela mengorbankan nilai dan keyakinan—demi menyenangkan orang-orang yang bahkan mungkin tak sungguh peduli.

Murakami Haruki, dalam novel Norwegian Wood, menulis: “Tak peduli apa kata dunia, aku hanya percaya pada perasaanku sendiri.”

Tapi sikap setegas itu kini menjadi langka. Ketika seseorang terlalu sering berkata “iya”, dia akan mulai lupa cara mengatakan “tidak”.

Ketika dia terlalu fokus membaca pikiran orang lain, dia perlahan kehilangan suara hatinya sendiri.

Dalam hubungan seperti ini:

·        Yang satu mengorbankan dirinya sendiri,

·        Yang lain terbiasa memanfaatkan tanpa tahu batas.

Akhirnya, dua-duanya terjebak dalam relasi palsu dan melelahkan.

Menjadi Diri Sendiri adalah Sebuah Proses, dan Butuh Keberanian

Nietzsche berkata: “Menjadi dirimu sendiri adalah hal tersulit di dunia ini.”

Menjadi diri sendiri bukan berarti jadi egois.

Tapi artinya:

·        Memiliki batas sehat,

·        Berani berkata “tidak”,

·        Dan tetap jujur pada nilai-nilai diri.

Lihatlah Su Shi, sastrawan besar Dinasti Song. Meski jatuh bangun dalam dunia politik, dia tetap tenang dan berkata: “Biarlah hujan dan kabut datang, aku akan tetap berjalan seperti biasa.”

Keteguhan dan ketidakikutsertaannya dalam arus zaman—itulah yang membuatnya menawan.

Psikolog Carl Jung juga berkata: “Hal tersulit di dunia adalah menjadi dirimu sendiri, karena selalu ada orang yang ingin kamu jadi seperti yang mereka mau.”

Di Tengah Derasnya Suara, Teguhkan Suaramu Sendiri

Di dunia yang penuh harapan, tuntutan, dan perbandingan, menjaga integritas diri adalah bentuk kedewasaan tertinggi.

Penyair Robert Frost dalam “The Road Not Taken” menulis: “Aku memilih jalan yang jarang dilalui—dan itu membuat seluruh perbedaan dalam hidupku.”

Keputusan seperti ini—untuk tidak hidup demi tepuk tangan orang—adalah bentuk penolakan paling elegan terhadap budaya pleasing yang melelahkan.

Karena ketika kita berhenti “bermain peran”, dan mulai benar-benar hidup untuk diri sendiri,
kita akan memancarkan ketulusan yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang benar-benar tulus juga.

Penutup: Hidup Terlalu Singkat untuk Menjadikan Pandangan Orang Lain Sebagai Kompas Hidupmu

·        Jangan ukur dirimu dari standar orang lain.

·        Jangan habiskan hidupmu untuk tampil sempurna di mata semua orang.

Hiduplah sebagai dirimu yang sejati, teguh, dan bangga. Karena jati dirimu yang asli—itulah yang akan bersinar paling indah di dunia yang penuh kepalsuan ini. (jhn/yn)