Ratusan Peserta Unjuk Bakat Terbaik di Audisi “Asmara Gen Z Mencari Bintang Wow” Bersama Wow Spageti di Kota Jakarta

Audisi “Asmara Gen Z Mencari Bintang WOW Bersama WOW Spageti” telah digelar di Jakarta pada hari Minggu, 27 Juli 2025 kemarin. Ratusan peserta dari berbagai penjuru daerah telah memadati Neo Soho Mall – Jakarta Barat sejak pagi hari. Setelah melakukan registrasi, peserta yang memenuhi persyaratan usia mendapat giliran masuk ke ruang penjurian untuk menampilkan bakat mereka. Tidak hanya bakat akting, peserta audisi “Asmara Gen Z Mencari Bintang WOW Bersama WOW Spageti” juga menampilkan bakat-bakat menarik mereka lainnya seperti dance, bermain alat musik, menyanyi, hingga seni bela diri.

Bintang sinetron unggulan SCTV “Asmara Gen Z” Aqeela Calista dan Harry Vaughan pun berkesempatan untuk hadir langsung untuk menguji kemampuan akting peserta audisi dan menyapa langsung Gen Z yang telah menantikan kehadiran Aqeela dan Harry sejak pagi hari. Histeris teriakan seluruh penggemar pun tidak terhindarkan, mereka antusias menyambut kedatangan Aqeela Calista dan Harry Vaughan. Pada kesempatan tersebut, Aqeela dan Harry juga melelang salah satu barang kesayangan mereka yang nantinya akan disalurkan sebagai donasi. Harry melelang salah satu sweater kesayangannya dengan harga akhir Rp 2 Juta sementara Aqeela melelang sebuah dress dengan harga akhir Rp 1 Juta.

Aqeela dan Harry mengaku sangat antusias untuk hadir langsung di audisi “Asmara Gen Z Mencari Bintang WOW Bersama WOW Spageti”. “Aku excited banget hari ini dan tidak berekspektasi seramai ini karena tidak hanya peserta tetapi juga banyak penggemar yang hadir langsung. Mereka sangat antusias mengikuti audisi ini ternyata karena sebenarnya kan dunia akting ini tidak mudah, tetapi ternyata mereka sangat totalitas”, ujar Aqeela.

Audisi Kota Jakarta sekaligus menjadi penutup dari rangkaian audisi “Asmara Gen Z Mencari Bintang WOW Bersama WOW Spageti” yang digelar di lima kota di Indonesia. Sebelumnya audisi telah sukses digelar di Kota Medan, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta. Ucapan terima kasih pun disampaikan langsung oleh Aqeela dan Harry. “Terima kasih seluruh peserta yang sudah mengikuti audisi di Medan, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta. Semoga kalian bisa lolos ke babak selanjutnya dan bisa ketemu kita di sinetron “Asmara Gen Z”, tutur Aqeela yang langsung ditambahkan oleh Harry. “Semoga kalian bisa cepat bergabung dengan kita. Aku tidak sabar banget untuk bisa bertemu dengan peserta yang beruntung mengalahkan seluruh peserta”, pungkas Harry.

Mercure Surabaya Grand Mirama Tawarkan Paket Spesial Pernikahan di Galaxy Mall Wedding Fair

Surabaya, 25 Juli 2025 – Mercure Surabaya Grand Mirama kembali menghadirkan penawaran eksklusif bagi calon pengantin dalam ajang Galaxy Mall Wedding Fair yang berlangsung pada 25-27 Juli 2025. Dengan mengusung konsep venue pernikahan yang elegan dan fasilitas terkini, hotel bintang 4 ini menawarkan harga spesial dan bonus menarik bagi pasangan yang memesan paket pernikahan selama pameran.

Setelah melalui renovasi menyeluruh, Mercure Surabaya Grand Mirama memamerkan pembaruan pada beberapa area, termasuk:

  • Lobby yang lebih modern
  • Grand Ballroom berkapasitas 900 orang dengan langit-langit setinggi 7 meter (tanpa pilar)
  • Chinese Restaurant dengan hidangan spesial oleh International Chinese Chef

“Kami ingin memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pasangan yang merencanakan pernikahan impian mereka,” ujar Sugito Adhi, Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang Mirama.

Penawaran Eksklusif Selama Wedding Fair

Selama pameran, calon pengantin bisa mendapatkan:
✔ Diskon khusus paket pernikahan
✔ Bonus tambahan seperti dekorasi atau wedding cake
✔ Konsultasi gratis dengan tim sales untuk merancang acara, mulai dari intimate wedding hingga grand wedding

“Kami memiliki chef profesional yang siap menghadirkan menu sesuai tema pernikahan, baik tradisional maupun internasional,” tambah Sugito.

Kolaborasi dengan 100+ Vendor Terbaik

Galaxy Mall Wedding Fair menjadi ajang tepat bagi pasangan untuk menemukan inspirasi dan layanan pernikahan terbaik. Mercure Surabaya Grand Mirama turut berpartisipasi bersama lebih dari 100 vendor ternama, mulai dari catering, fotografer, hingga wedding organizer.

Cara Mengikuti Promo

Calon pengantin dapat mengunjungi booth Mercure Surabaya Grand Mirama di Galaxy Mall Surabaya atau menghubungi:
📞 031-5623000
📧 [email protected]
📌 Instagram: @mercuresurabayagrandmirama & @grandballroom_surabayamirama

Aston Mojokerto Luncurkan Paket “Weekstarter” untuk Awal Pekan yang Lebih Menyenangkan

0

Mojokerto, Juli 2025 – Memahami kebutuhan masyarakat akan istirahat berkualitas di awal pekan, Aston Mojokerto Hotel & Conference Center meluncurkan paket menginap spesial bertajuk “Weekstarter”. Paket ini secara eksklusif tersedia untuk hari Minggu dan Senin, menawarkan pengalaman menginap nyaman dengan harga khusus.

Sistho A. Sresthto, ST, CHA selaku Cluster General Manager The Alana Hotel Malang & Aston Mojokerto Hotel & Conference menjelaskan, “Paket Weekstarter kami desain khusus untuk membantu tamu memulai minggu dengan lebih segar dan berenergi positif setelah berakhir pekan.”

Paket yang berlaku hingga 13 Desember 2025 ini menawarkan berbagai keunggulan:

  • Harga spesial menginap hari Minggu-Senin
  • Special turndown service
  • Layanan antar jemput gratis ke Sunrise Mall
  • Diskon 10% untuk makanan dan minuman
  • Akses ke fasilitas hotel termasuk kolam renang

“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda dimana tamu bisa benar-benar beristirahat sebelum memulai aktivitas mingguan,” tambah Sistho.

Hotel yang terletak strategis di jalan bypass Mojokerto ini terkenal dengan kamar-kamar modern dan pelayanan hangat khas jaringan Aston. Paket Weekstarter menjadi solusi ideal bagi:

  1. Profesional yang ingin memulai minggu dengan rileks
  2. Pasangan mencari waktu berkualitas di awal pekan
  3. Keluarga yang ingin memperpanjang akhir pekan

Eli Purwanti, Director of Sales The Alana Hotel Malang menyatakan antusiasmenya, “Respon sejak peluncuran sangat positif. Banyak tamu yang mengapresiasi konsep istirahat di awal minggu ini.”

Untuk pemesanan, tamu dapat menghubungi nomor 0812 3336 2768 atau mengunjungi website malang.alanahotels.com. Informasi lengkap juga tersedia melalui akun Instagram @astonmojokerto.

“Kami berkomitmen memberikan pengalaman menginap terbaik, terutama di hari-hari dimana orang paling membutuhkan relaksasi,” tutup Sistho.

Tahanan Perang Rusia dan Ukraina Senang Kembali ke Rumah, Tetapi Masih Belum Ada Kesepakatan Perundingan Damai Putaran Ketiga

EtIndonesia. Perang Rusia-Ukraina minggu ini memasuki putaran ketiga perundingan damai, namun kedua belah pihak hanya mencapai kesepakatan dalam hal pertukaran tawanan perang. Meskipun disebut sebagai perundingan damai, pertempuran antara kedua negara tetap berkobar minggu ini. 

Bahkan, taman kanak-kanak dan supermarket di Ukraina ikut menjadi korban serangan. Ukraina juga melancarkan serangan malam ke bandara Rusia yang menyebabkan kekacauan lalu lintas. 

Uni Eropa menilai Presiden Rusia Vladimir Putin masih ingin melanjutkan perang, dan menyatakan akan terus mendukung Ukraina. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menekan Rusia melalui ancaman tarif tinggi. Apakah upaya ini berhasil? Mari simak bersama.

“Kami perlu mengadakan lebih banyak perundingan aktif dengan Rusia untuk mengakhiri perang. Ini sangat rumit,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. 

Dan “rumit” yang dikatakan Zelensky memang benar-benar rumit.

Pada 14 Juli, Presiden Trump secara tegas menuntut agar Rusia mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina dalam 50 hari, jika tidak akan dikenakan tarif sekunder setinggi 100%. Namun, putaran ketiga perundingan damai Rusia-Ukraina yang digelar pada 23 Juli masih belum menghasilkan kesepakatan gencatan senjata.

Kepala delegasi Rusia, Vladimir Medinskiy, menyatakan: “Kami sepakat bahwa dalam waktu dekat kedua belah pihak akan menukar sedikitnya 1.200 tawanan perang.”

Zelenskyy mengusulkan agar pertemuan tingkat tinggi antara AS, Uni Eropa, Rusia, dan Ukraina digelar sebelum akhir Agustus, namun tampaknya sulit terwujud. Rusia menyatakan bahwa kedua kepala negara hanya akan bertemu jika kesepakatan telah siap ditandatangani. Putin dikabarkan siap mendorong penyelesaian damai atas “masalah Ukraina”, tetapi Moskow tidak berniat mengubah tujuan “yang sudah ditetapkan”.

Seorang warga Kyiv, Katerina, mengatakan: “(Saat serangan terjadi) asap tebal di mana-mana, debu berterbangan, kami semua sangat ketakutan.”

Selama perundingan damai berlangsung, Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan 426 drone dan 24 rudal yang menghantam berbagai kota di Ukraina, termasuk Kyiv. Apartemen luluh lantak, taman kanak-kanak hancur total, mobil terbakar hebat, dan warga panik mengungsi.

Ukraina membalas dengan mengirimkan lebih dari seratus drone untuk menyerang Moskow di malam hari, menyebabkan kekacauan lalu lintas dan gangguan penerbangan di sekitar bandara.

Uni Eropa menilai bahwa Putin tidak tertarik dengan perdamaian.

“Jika situasi terus seperti sekarang, Putin tidak akan setuju untuk berdamai. Karena dia mungkin merasa bahwa dalam kondisi ini, dia (Rusia) akan menjadi pihak yang menang,” kata Komisaris Uni Eropa untuk Pertahanan dan Ruang Angkasa, Andrius Kubilius.

Sementara itu, ancaman Trump soal batas waktu 50 hari dan tarif sekunder 100% terhadap Rusia masih perlu waktu untuk melihat seberapa besar dampaknya.

Rachel Rizzo, peneliti senior di Atlantic Council, menjelaskan: “Begitu isu tarif masuk dalam pembahasan, ini bukan lagi semata-mata soal perang Rusia-Ukraina. Ini sudah masuk ke ranah geopolitik, melibatkan negara-negara besar seperti Tiongkok, India, dan Uni Eropa, sehingga cakupannya menjadi lebih luas dan tekanan terhadap Rusia jauh lebih besar.”

Pada 23 Juli, Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Parlemen Ukraina, Oleksandr Merezhko, bertemu dengan anggota parlemen Inggris dan mantan pemimpin Partai Konservatif, Iain Duncan Smith. Mereka sepakat bahwa Partai Komunis Tiongkok sedang menopang ekonomi Moskow, dan oleh karena itu sanksi terhadap Tiongkok perlu diperkuat.

Pada 26 Juli, AS secara langsung menyebut Tiongkok di Dewan Keamanan PBB (UNSC), dan menuntut agar negara itu berhenti membantu Rusia.

Menurut laporan Fox News, Komisaris Uni Eropa Andrius Kubilius memperingatkan bahwa tahun 2027 kemungkinan akan menjadi tahun paling berbahaya di dunia, ketika Rusia dan PKT bisa saja melancarkan serangan bersama.

Dalam situasi yang sangat kompleks ini, Ukraina mengalami masalah teknis yang cukup serius minggu ini—sistem komunikasi “Starlink” sempat terputus selama 2,5 jam, sehingga rencana operasi militer terpaksa ditunda. Seorang komandan tinggi Ukraina mengatakan bahwa terlalu bergantung pada satu sistem komunikasi sangat berisiko, dan negara harus mengembangkan sistem komunikasi alternatif yang lebih beragam.

Selain konflik Rusia-Ukraina yang tidak menunjukkan kemajuan, berbagai konflik global terus bermunculan. Hamas secara sepihak membatalkan perjanjian damai dengan Israel. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan akan mengakui negara Palestina, yang memicu kontroversi besar. Aksi protes massal pecah, Israel mengecam keputusan tersebut, dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pun mengutuknya, menyebutnya sebagai “tamparan terhadap para korban”. Jerman menyatakan tidak akan mengikuti langkah Prancis.

Di Asia Tenggara, Thailand dan Kamboja pada 24 Juli pecah konflik bersenjata terbesar dalam 13 tahun terakhir, dengan jumlah korban tewas mencapai 33 orang dan lebih dari 130.000 warga telah mulai mengungsi. (Hui/asr)

oleh jurnalis NTD Weekly, Lin Chao dan Yu Wei

Dafam Pacific Caesar Surabaya Hadirkan Cooking Class Seru untuk Ibu dan Anak

Surabaya, 24 Juli 2025 – Dafam Pacific Caesar Surabaya kembali menghadirkan program menarik bagi keluarga dengan menyelenggarakan “Chocoball Cooking Class” pada Sabtu, 26 Juli 2025 mendatang. Acara yang digelar di Caesar Bar & Lounge ini dirancang khusus untuk mengasah kreativitas anak sekaligus mempererat bonding antara ibu dan anak.

General Manager Dafam Pacific Caesar Surabaya, Hogi Budiarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung pengembangan minat dan bakat anak. “Kami ingin menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui aktivitas memasak,” ujarnya.

Acara yang berlangsung pukul 09.00-11.00 WIB ini menawarkan beragam aktivitas menarik:

  1. Sesi memasak chocoball dipandu Chef Danang Dwi Pradana
  2. Games interaktif bersama Naju, badut ikonik Ina Cookies
  3. Tur keliling hotel untuk mengenal berbagai profesi
  4. Coffee break dengan hidangan spesial
  5. Pembagian doorprize menarik termasuk 3 voucher menginap

Dengan biaya pendaftaran Rp100.000 per pasang (ibu dan anak), peserta akan mendapatkan:

  • Paket Cookies Play Kit
  • Vitamin Youvit Kids
  • Snack dan minuman
  • Akses ke booth karakter cookies
  • Sertifikat partisipasi

“Kami berharap acara ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengeksplorasi bakat memasak mereka,” tambah Chef Danang yang akan memandu acara.

Hotel yang terletak di Jalan DR. Ir Soekarno No. 45C ini dikenal dengan fasilitas lengkapnya, termasuk 108 kamar dengan berbagai tipe, restoran Canting yang menyajikan hidangan internasional, serta ruang pertemuan berkapasitas hingga 300 orang.

Pendaftaran masih dibuka hingga 25 Juli 2025 melalui WhatsApp ke nomor 08155102100. Acara ini diperkirakan akan diikuti oleh 50 pasang ibu dan anak.

“Kami telah menyiapkan protokol kesehatan lengkap untuk memastikan kenyamanan semua peserta,” pungkas Hogi menutup pernyataannya.

Setelah Upaya Mediasi Trump, Pemimpin Thailand dan Kamboja Sepakat Berunding Soal Sengketa Perbatasan

EtIndonesia. Para pemimpin Thailand dan Kamboja akan bertemu di Malaysia untuk berunding guna mengakhiri permusuhan, ungkap seorang juru bicara kantor perdana menteri Thailand pada hari Minggu (27/7).

Hal ini menyusul upaya mediasi oleh Presiden AS, Donald Trump untuk mengakhiri sengketa perbatasan yang mematikan. Pertempuran yang kini memasuki hari keempat ini telah menewaskan sedikitnya 34 orang dan menyebabkan lebih dari 168.000 orang mengungsi.

Jirayu Huangsap mengatakan bahwa Penjabat Perdana Menteri Phumtham Wechayachai akan menghadiri perundingan hari Senin (28/7) sebagai tanggapan atas undangan dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim “untuk membahas upaya perdamaian di kawasan tersebut.”

Juru bicara tersebut juga mengatakan bahwa mitra Phumtham dari Kamboja, Hun Manet, juga akan menghadiri perundingan tersebut, meskipun hal ini belum dikonfirmasi oleh pihak Kamboja.

Trump mengunggah di Truth Social pada hari Sabtu bahwa dia telah berbicara dengan para pemimpin Thailand dan Kamboja dan menyatakan bahwa dia tidak akan melanjutkan perjanjian perdagangan dengan kedua negara tersebut jika permusuhan berlanjut. Dia kemudian mengatakan kedua belah pihak sepakat bertemu untuk merundingkan gencatan senjata.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet mengatakan pada hari Minggu bahwa negaranya setuju untuk mengupayakan “gencatan senjata segera dan tanpa syarat.” Dia mengatakan Trump memberitahunya bahwa Thailand juga telah setuju untuk menghentikan serangan menyusul percakapan Trump dengan Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai.

“Ini adalah berita positif bagi tentara dan rakyat kedua negara,” kata Hun Manet dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan dia menugaskan wakilnya, Menteri Luar Negeri, Prak Sokhonn, untuk mengoordinasikan langkah selanjutnya dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio dan untuk terlibat langsung dengan menteri luar negeri Thailand untuk melaksanakan gencatan senjata.

Thailand menyatakan dukungannya dengan hati-hati. Phumtham berterima kasih kepada Trump dan mengatakan bahwa Thailand pada prinsipnya menyetujui gencatan senjata tetapi menekankan perlunya “niat yang tulus” dari Kamboja, kata Kementerian Luar Negeri Thailand. Phumtam menyerukan perundingan bilateral yang cepat untuk membahas langkah-langkah konkret menuju resolusi damai, katanya.

Pertempuran pertama kali berkobar pada hari Kamis setelah ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan melukai lima tentara Thailand. Kedua belah pihak saling menyalahkan atas dimulainya bentrokan. Kedua negara menarik duta besar mereka dan Thailand menutup perbatasannya dengan Kamboja.

Meskipun ada upaya diplomatik, pertempuran terus berlanjut pada hari Minggu di sepanjang perbatasan yang disengketakan, dengan kedua belah pihak menolak untuk mengalah dan saling menyalahkan atas penembakan dan pergerakan pasukan yang kembali terjadi.

Kolonel Richa Suksowanont, wakil juru bicara militer Thailand, mengatakan pasukan Kamboja menembakkan artileri berat ke Provinsi Surin, termasuk ke rumah-rumah warga sipil pada Minggu pagi. Dia mengatakan Kamboja juga melancarkan serangan roket yang menargetkan kuil kuno Ta Muen Thom yang diklaim oleh kedua negara, dan wilayah lain dalam upaya untuk merebut kembali wilayah yang diamankan oleh pasukan Thailand. Pasukan Thailand merespons dengan artileri jarak jauh untuk menyerang artileri dan peluncur roket Kamboja.

Richa mengatakan upaya Trump untuk menengahi adalah “masalah terpisah.” Operasi di medan perang akan terus berlanjut dan gencatan senjata hanya dapat terjadi jika Kamboja secara resmi memulai negosiasi, tambahnya.

“Penghentian permusuhan apa pun tidak dapat dicapai selama Kamboja sangat kurang beritikad baik dan berulang kali melanggar prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia dan hukum humaniter,” ujar Kementerian Luar Negeri Thailand secara terpisah.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, menuduh pasukan Thailand meningkatkan kekerasan dengan membombardir wilayah Kamboja pada Minggu dini hari, diikuti oleh “serangan skala besar” yang melibatkan tank dan pasukan darat di berbagai wilayah.

“Tindakan-tindakan tersebut melemahkan semua upaya menuju resolusi damai dan mengungkap niat jelas Thailand untuk meningkatkan eskalasi, alih-alih meredakan konflik,” ujarnya.

Thailand pada hari Minggu melaporkan kematian baru seorang tentara, sehingga jumlah total korban tewas menjadi 21 orang, sebagian besar warga sipil. Kamboja mengatakan 13 orang telah tewas. Lebih dari 131.000 orang di Thailand telah dievakuasi ke lokasi aman dan lebih dari 37.000 orang melarikan diri dari tiga provinsi Kamboja. Banyak desa perbatasan yang sebagian besar kosong, dengan banyak sekolah dan rumah sakit ditutup.

Pichayut Surasit, seorang teknisi AC di Thailand, mengatakan pecahnya pertempuran yang tiba-tiba membuatnya harus meninggalkan pekerjaannya di Bangkok untuk pulang ke rumah demi melindungi keluarganya.

“Saya tidak tega melanjutkan pekerjaan ketika mendengar berita itu. Saya ingin kembali sesegera mungkin, tetapi saya harus menunggu sampai malam,” katanya.

Kini di sebuah tempat penampungan di Surin yang menampung sekitar 6.000 pengungsi, Pichayut mengkhawatirkan istri dan putri kembarnya, berharap konflik segera berakhir sehingga mereka dapat kembali ke rumah mereka di distrik Kap Choeng, salah satu distrik yang paling parah dilanda penembakan.

Bualee Chanduang, seorang pedagang lokal yang pindah ke tempat penampungan yang sama pada hari Kamis bersama keluarga dan kelinci peliharaannya, berharap negosiasi yang cepat dapat mengakhiri kekerasan.

“Saya berdoa agar Tuhan membantu agar kedua belah pihak dapat sepakat untuk berunding dan mengakhiri perang ini,” ujarnya.

Dewan Keamanan PBB telah meminta Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), sebuah blok regional, untuk memediasi perdamaian antara kedua anggota. Human Rights Watch mengecam laporan penggunaan munisi tandan, senjata yang dilarang oleh hukum internasional, di wilayah berpenduduk, dan mendesak kedua pemerintah untuk melindungi warga sipil.

Perbatasan sepanjang 800 kilometer antara Thailand dan Kamboja telah diperebutkan selama beberapa dekade, tetapi konfrontasi sebelumnya terbatas dan singkat. Ketegangan terbaru berkobar pada bulan Mei ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam konfrontasi yang menciptakan keretakan diplomatik dan mengguncang politik dalam negeri Thailand. (yn)

IM3 Platinum Hadirkan Pengalaman Digital Next Level dengan iPhone 16 di 2 Kota Besar di Pulau Jawa

0

Surabaya – Melanjutkan kesuksesan peluncuran kembali layanan pascabayar IM3 Platinum tahun lalu, serta antusiasme tinggi di Jakarta dan Makassar, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 kembali memperluas kolaborasi strategisnya bersama Apple ke berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen IM3 Platinum dalam menghadirkan teknologi terbaik kelas dunia dan pengalaman digital Next Level lebih dekat kepada pelanggan IM3. Lewat acara Platinum Week with iPhone 16: Next Level, Unlocked, pelanggan di Yogyakarta dan Surabaya, kini dapat merasakan langsung bundling eksklusif IM3 Platinum dengan iPhone 16 mulai 19 – 27 Juli 2025, yang tersedia di jaringan toko Erafone dan Apollo.

IM3 Platinum menghadirkan bundling iPhone 16 dengan kuota 50GB dengan harga terjangkau mulai Rp70.000-an per bulan, serta cicilan terjangkau mulai dari Rp1,5 juta per bulan bersama Home Credit. Produk bundling ini sudah mendukung layanan eSIM, memungkinkan pelanggan langsung terhubung tanpa kartu fisik, menjadikan pengalaman pelanggan lebih simpel, praktis dan sesuai gaya hidup digital masa kini. Didukung oleh layanan premium, pelanggan IM3 Platinum dapat menikmati iPhone 16 dengan Platinum Network Experience berbasis AI yang mempermudah pelanggan terhubung dengan jaringan IM3 melalui akses prioritas. Juga layanan Platinum Assistance yang memberikan akses cepat kepada pelanggan terhubung langsung ke call center dalam waktu maksimal 30 detik. Pelanggan pascabayar juga dapat mengikuti program referal Platinum Club melalui aplikasi myIM3, dan mengundang hingga 5 orang terdekat untuk menikmati layanan IM3 Platinum—dengan total benefit hingga Rp500.000 selama 25 bulan. Yang istimewa, pelanggan baru yang bergabung lewat kode referral juga mendapatkan benefit khusus.

Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, “Kami percaya bahwa pengalaman digital premium harus dapat diakses secara simpel dan relevan oleh pelanggan di seluruh Indonesia. Kolaborasi jangka panjang antara IM3 Platinum dan Apple ini merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan solusi terintegrasi—yang sepadan dengan kebutuhan pelanggan modern akan teknologi terbaik dan layanan konektivitas unggul. Melalui bundling eksklusif ini, kami ingin memperluas jangkauan IM3 Platinum dan iPhone 16 ke lebih banyak kota di Indonesia, sehingga semakin banyak pelanggan yang dapat menikmati layanan pascabayar premium yang sejalan dengan kecanggihan teknologi Apple. Kini, lewat program Platinum Club, pelanggan juga dapat mengajak orang-orang terdekat untuk merasakan manfaatnya dan menikmati lebih banyak keuntungan bersama.”

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, IM3 Platinum dan Erajaya Group menyapa pelanggan secara langsung lewat rangkaian Platinum Week with iPhone 16: Next Level, Unlocked yang digelar di tiga lokasi utama:

  1. Erafone Tunjungan Plaza 6 Surabaya,
  1. Apollo Pakuwon Trade Center Surabaya, dan
  1. Erafone Ambarrukmo Plaza Yogyakarta

Acara ini menjadi bagian dari perayaan bundling eksklusif IM3 Platinum dengan iPhone 16, yang menghadirkan berbagai aktivitas seru dan promo spesial bagi pengunjung. Setiap pembelian bundling, pelanggan berkesempatan mendapatkan hadiah langsung, seperti voucher belanja, aksesoris iPhone, speaker Bluetooth, headphone, powerbank, hingga kabel lightning. Pelanggan juga dapat menikmati penawaran spesial, berlangganan IM3 Platinum selama 2 tahun hanya dengan harga 1 tahun—cukup Rp1,2 juta untuk 24 bulan atau setara Rp50.000 per bulan. Promo ini hanya tersedia di titik redemption tertentu selama periode Platinum Week berlangsung.

Mulyana Sopian, Head of Regional East Java, Bali Nusra, Kalimantan Erajaya Digital turut menyampaikan,“Sebagai reseller Apple terbesar di Indonesia yang telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan IOH, Erajaya menyambut baik kolaborasi strategis antara IM3 Platinum dan Apple. Kami sangat antusias membawa inisiatif ini ke lebih banyak kota untuk mempercepat penetrasi bundling IM3 Platinum dengan iPhone 16. Didukung jaringan Erajay yang luas dan layanan resmi Apple, bundling ini menjadi solusi lengkap dan pilihan utama bagi pengguna iPhone yang menginginkan pengalaman eksklusif di seluruh Indonesia.”

Jangan lewatkan kesempatan merasakan pengalaman Next Level di Platinum Week with iPhone 16: Next Level, Unlocked di kotamu. Dapatkan juga penawaran spesial untuk seluruh lini iPhone 16 — mulai dari iPhone 16, 16 Plus, 16e, hingga iPhone 16 Pro dan Pro Max. iPhone 16 hadir sebagai seri tercanggih dari Apple, dengan Apple Silicon generasi terbaru, daya tahan baterai yang lebih lama, sistem kamera canggih, iOS 18, dan banyak fitur unggulan lainnya — tersedia untuk semua kebutuhan dan gaya pengguna.

Bundling IM3 Platinum dengan iPhone 16 juga tersedia di berbagai mitra resmi seperti Digimap, iBox, dan Hello. Dapatkan informasi lengkap mengenai bundling eksklusif IM3 Platinum dan iPhone 16, melalui website im3.id/platinum.

Konflik Terburuk Thailand-Kamboja Sejak 2011! Ribuan Dievakuasi, Amunisi Terlarang Digunakan?”

EtIndonesia. Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja kini telah memasuki hari ketiga, dan menjadi eskalasi militer terburuk antara kedua negara sejak konflik perbatasan 2008–2011. Korban jiwa terus bertambah, dengan setidaknya 33 orang dilaporkan tewas—20 di pihak Thailand, sebagian besar merupakan warga sipil, serta 13 di pihak Kamboja, termasuk 8 warga sipil. Ribuan orang dari desa-desa di sekitar wilayah perbatasan telah dievakuasi demi keselamatan.

Perang Terbuka Gunakan Artileri, Tank, dan Jet Tempur

Konflik ini tak lagi terbatas pada baku tembak kecil di perbatasan. Artileri berat, kendaraan tempur lapis baja, jet tempur F-16, hingga satuan pasukan darat telah dikerahkan oleh kedua belah pihak. Sejumlah titik vital di sepanjang perbatasan, terutama di sekitar Kuil Preah Vihear dan kawasan Segitiga Zamrud, menjadi medan tempur utama.

Pihak militer Thailand menuduh Kamboja secara sengaja menyerang fasilitas sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit darurat. Juru bicara militer menyebut serangan itu sebagai bentuk kejahatan perang dan menuntut investigasi internasional. Sementara itu, pemerintah Kamboja bersikeras bahwa semua tindakan yang dilakukan merupakan bentuk pembelaan diri terhadap serangan awal dari Thailand.

PBB dan ASEAN Bergerak, Malaysia Tawarkan Diri Sebagai Mediator

Situasi yang terus memburuk mendorong Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat darurat tertutup pada Sabtu malam waktu New York. Meski belum ada resolusi resmi yang dikeluarkan, sejumlah negara anggota mendesak dihentikannya kekerasan dan meminta agar kedua belah pihak menahan diri.

Malaysia, sebagai anggota aktif ASEAN, mengambil inisiatif dengan menawarkan diri sebagai mediator. Pemerintah Thailand mengaku terbuka terhadap usulan gencatan senjata, namun menuntut bukti konkret bahwa pasukan Kamboja benar-benar mundur dari zona merah konflik sebelum duduk di meja perundingan.

Trump Ultimatum: Siap Kenakan Tarif 36% Jika Konflik Berlanjut

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut turun tangan dengan menghubungi langsung kedua pemimpin negara. Dalam pernyataannya kepada pers di Gedung Putih, Trump mengaku telah memperingatkan bahwa jika konflik terus berlanjut, AS siap memberlakukan tarif impor hingga 36% terhadap produk dari kedua negara mulai 1 Agustus.

Trump bahkan membandingkan situasi ini dengan konflik India–Pakistan, dan mengklaim dirinya memiliki kemampuan untuk menjadi penengah efektif dalam konflik regional. “Ini situasi yang tidak akan saya biarkan memburuk. Kita bisa hentikan ini,” ujarnya tegas.

Isu HAM dan Amunisi Terlarang Jadi Sorotan Global

Seiring meningkatnya intensitas pertempuran, beberapa organisasi hak asasi manusia internasional mulai menyuarakan kekhawatiran atas penggunaan senjata dan amunisi yang diduga tergolong ekstrem, bahkan dilarang dalam hukum perang. Bukti-bukti awal menunjukkan adanya penggunaan ranjau jenis baru dan proyektil pembakar yang menimbulkan kerusakan masif pada area pemukiman warga.

Kawasan sengketa di sekitar Kuil Preah Vihear dan Segitiga Zamrud yang telah lama menjadi sumber ketegangan kembali menjadi titik api konflik. Sengketa wilayah ini pernah menyebabkan bentrokan berdarah pada 2008 hingga 2011, dan kini muncul kembali dalam bentuk yang lebih brutal dan terbuka.

Diplomasi atau Perang Panjang?

Meskipun upaya diplomasi sedang berjalan, belum ada tanda-tanda konkret bahwa kedua belah pihak akan segera mencapai kesepakatan. Ketegangan di lapangan masih tinggi, dan pasukan tambahan dari kedua negara terus bergerak ke wilayah perbatasan.

Pertanyaannya sekarang, apakah tekanan internasional, termasuk dari Trump dan ASEAN, cukup kuat untuk mendorong kedua belah pihak kembali ke jalur damai? Atau, apakah Asia Tenggara sedang memasuki babak baru konflik bersenjata yang berkepanjangan? (***)

70% Ekspor Panel Surya Indonesia Ternyata Milik Tiongkok? AS Siap Jatuhkan Sanksi Baru?

EtIndonesia. Pemerintah Amerika Serikat saat ini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap lonjakan ekspor panel surya dari negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Penyelidikan ini dipicu oleh dugaan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok memanfaatkan negara-negara kawasan ini, termasuk Indonesia, untuk menghindari tarif tinggi yang diberlakukan oleh AS terhadap produk asal Tiongkok.

Menurut laporan eksklusif dari Bloomberg, enam dari sepuluh eksportir panel surya terbesar Indonesia ke AS ternyata dimiliki oleh petinggi perusahaan-perusahaan asal Tiongkok dan beroperasi di wilayah Batam, Kepulauan Riau. Dalam periode enam bulan pertama tahun 2025 saja, mereka tercatat menyumbang hampir 70% dari total ekspor panel surya Indonesia ke AS, dengan nilai transaksi mencapai USD 600 juta.

Pemerintah AS menduga bahwa panel surya buatan Tiongkok diberi label “Made in Indonesia” untuk menghindari bea masuk tinggi yang telah diberlakukan sebelumnya. Gugatan telah diajukan oleh produsen panel surya dalam negeri seperti First Solar dan Mission Solar, yang menuduh adanya praktik dumping serta pemberian subsidi tidak adil oleh pihak-pihak terkait.

“Jika tuduhan ini terbukti, maka tarif tambahan akan segera diberlakukan terhadap produk-produk yang terbukti melanggar aturan perdagangan,” ujar seorang pejabat dari Departemen Perdagangan AS yang enggan disebutkan namanya.

Namun, tantangan utama yang dihadapi oleh pihak otoritas adalah menentukan secara pasti apakah produk tersebut benar-benar diproduksi di Indonesia atau hanya dirakit ulang dari komponen asal Tiongkok untuk mendapatkan status asal negara yang berbeda.

Pemerintah Kota Batam, melalui juru bicaranya, menyatakan bahwa mereka belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah AS terkait penyelidikan ini. Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa seluruh proses perdagangan dan ekspor yang berlangsung di Batam berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum.

Fenomena “alih jalur produksi” seperti ini sejatinya bukan hal baru. Sejak lebih dari satu dekade lalu, perusahaan-perusahaan Tiongkok sudah mulai memindahkan fasilitas perakitan dan produksi mereka ke negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand setelah AS menaikkan tarif impor terhadap produk Tiongkok. Akibatnya, negara-negara tersebut kemudian menjadi pengekspor utama panel surya ke pasar AS. Namun pada 2024 lalu, AS kembali menaikkan tarif impor hingga mencapai 3.521% sebagai bentuk proteksi terhadap industri dalam negerinya.

Kini, tren serupa juga mulai terpantau di Indonesia. Data ekspor terbaru menunjukkan bahwa pengiriman panel surya dari Indonesia ke AS melonjak tajam sebesar 350% dalam lima bulan pertama tahun 2025, dengan nilai total mencapai USD 733 juta. Negara lain seperti Laos dan India juga memperlihatkan pola peningkatan ekspor serupa, sehingga turut menjadi sorotan dalam penyelidikan AS.

Jika hasil penyelidikan menunjukkan bahwa praktik ini tergolong sebagai bentuk persaingan tidak adil, maka bukan tidak mungkin AS akan segera memberlakukan tarif tambahan terhadap ekspor panel surya dari Indonesia dan negara-negara lain yang terlibat.

Penyelidikan ini bisa berdampak luas terhadap dinamika rantai pasok energi terbarukan global, sekaligus menguji komitmen negara-negara Asia Tenggara dalam menjunjung prinsip perdagangan yang adil dan transparan. (***)

Partai Komunis Tiongkok  Menghadapi Dilema Karena Tarif Sekunder AS

 oleh Zhou Xiaohui

Pada 14 Juli, Presiden AS Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap Presiden Putin karena tidak memenuhi janjinya, dan mengatakan bahwa ia akan menyediakan senjata baru untuk Ukraina, mengenakan tarif 100% terhadap Rusia jika tidak mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam 50 hari. Selain itu, Amerika Serikat juga akan mengenakan tarif sekunder kepada negara-negara pendukung Rusia. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam pertemuan dengan para senator AS juga memperingatkan bahwa jika Brasil, PKT, India dan negara lainnya masih terus berdagang dengan Rusia, mereka ini bisa terkena sanksi sekunder AS yang tidak ringan.

Menurut data, sanksi ekonomi luar negeri AS dibagi menjadi sanksi primer dan sanksi sekunder. Sanksi primer terutama berperan dalam membatasi warga negara Amerika Serikat (termasuk perusahaan AS) dan non-Amerika Serikat yang memiliki “koneksi” dengan Amerika Serikat, yaitu jika perusahaan melibatkan produk, teknologi, atau perangkat lunak AS, dan lokasi transaksi mencakup AS, selain itu menggunakan dolar AS atau sistem keuangan AS. Sedangkan sanksi sekunder terutama membatasi negara lain, yaitu negara atau entitas yang memiliki aktivitas perdagangan dengan negara-negara yang telah dijatuhi sanksi oleh AS.

Meskipun Trump tidak menyebutkan negara-negara mana saja yang mungkin dikenakan sanksi sekunder, tetapi ketiga negara yang disebutkan oleh Mark Rutte akan menanggung beban terberat. Karena ketiga negara ini telah membeli minyak dan produk minyak Rusia sejak invasi militer Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Di antara mereka, PKT membeli sekitar 45% hingga 50% minyak Rusia, India membeli sekitar 40%, dan pembeli lainnya termasuk negara-negara Amerika Latin seperti Brasil.

Perlu dicatat bahwa sebelum invasi Rusia ke Ukraina, selama kunjungan Putin ke Beijing, departemen dan perusahaan PKT dan Rusia telah menandatangani 15 dokumen kerja sama, termasuk di antaranya kontrak pembelian dan penjualan untuk ekspor minyak, gas alam, dan komoditas lainnya dari Rusia ke PKT. 

Sebagai contoh, Rosneft dan China National Petroleum Corporation (CNPC) menandatangani perjanjian untuk memasok 100 juta ton minyak ke Tiongkok melalui Kazakhstan selama 10 tahun. Pada saat yang sama, kedua belah pihak juga menandatangani perjanjian tambahan untuk kontrak jual beli minyak mentah guna memastikan pasokan minyak ke kilang-kilang minyak di wilayah barat Tiongkok. Situs web resmi Rosneft menyatakan bahwa total nilai perjanjian belum ditentukan karena akan bergantung pada harga pasar minyak, yakni, harga setiap pengiriman dihitung berdasarkan formula kuotasi pasar minyak mentah, dan perhitungan saat ini adalah USD. 80 miliar (setara RMB. 500 miliar).

Selain perjanjian pasokan minyak, CNPC juga menandatangani perjanjian pasokan gas alam jangka panjang dengan perusahaan Rusia Gazprom. Berdasarkan perjanjian tersebut, Gazprom akan memasok 10 miliar meter kubik gas alam pipa ke CNPC melalui Jalur Timur Jauh Tiongkok-Rusia. Setelah pembangunan Jalur Timur Jauh Tiongkok-Rusia selesai, total pasokan gas alam pipa Rusia ke Tiongkok akan meningkat sekitar 26% dari rencana pasokan saat ini, yakni menjadi 48 miliar meter kubik per tahun.

Meskipun sebelum Rusia menginvasi Ukraina, sudah ada banyak negara Eropa yang membeli minyak atau gas alam dari Rusia. Namun jelas sekali ada persiapan khusus yang dilakukan antara PKT dan Rusia sebelum perang invasi tersebut. Kontribusi PKT dan India, terutama pembelian minyak dengan harga yang mahal oleh PKT, telah memainkan peran objektif dalam mendukung Rusia karena pendapatan dari penjualan minyak Rusia tidak menurun, sehingga dapat melanjutkan perang. Hal mana juga berhasil membantu otoritas Rusia mempertahankan diri dari pertumbuhan ekonomi mereka yang terus menurun.

Faktanya, Amerika Serikat dan Eropa telah lama menyadari bahwa “transfusi darah” inilah, terutama dukungan ekonomi dan militer berkelanjutan dari Partai Komunis Tiongkok kepada Rusia, yang telah menunda berakhirnya perang invasi ini. Kesimpulan komunitas intelijen Barat juga tidak berbeda. Jika Partai Komunis Tiongkok tidak mengekspor sejumlah besar komponen serbaguna untuk militer dan sipil ke Rusia, mesin perang Rusia pasti sudah berhenti berputar sejak lama. Oleh karena itu, setelah Trump gagal membujuk Putin untuk kembali ke meja perundingan, memutus saluran transfusi darah ke Rusia dari negara lain seperti Partai Komunis Tiongkok merupakan pilihan yang tak terelakkan.

Dilaporkan bahwa para senator bipartisan di Amerika Serikat sedang menyusun rancangan undang-undang yang mewajibkan tarif 500% bagi negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan Rusia. Seperti yang dikatakan Matt Whitaker, duta besar AS untuk NATO: “Sanksi ini setara dengan mengenakan tarif terhadap negara-negara seperti India dan PKT yang membeli minyak dar Rusia. Saya pikir bahwa ekonomi Rusia akan terkena dampak yang sangat besar.”

Jelas, Trump dan Mark Rutte tidak hanya sekedar berbicara. Jika tidak tercapai kesepakatan pada bulan September mendatang, maka Trump tidak akan ragu untuk menerapkan tarif sekunder. Jika hal itu terjadi, maka akan berdampak besar tidak hanya bagi Rusia, tetapi juga bagi PKT dan India.

Saat ini, mata uang Rusia rubel telah mengalami depresiasi akibat sanksi Barat, inflasi meningkat, pertumbuhan ekonomi menurun, dan defisit fiskal membesar. Penulis telah mendengar dari beberapa orang Rusia yang datang ke Eropa menggambarkan bahwa hidup warga sipil semakin sulit, daya beli masyarakat menurun, dan banyak anak muda berusaha keras untuk melarikan diri dari Rusia. Jika sanksi sekunder Trump berlaku, dan membuat PKT dan India berhenti membeli minyak Rusia, entah berapa lama ekonomi Rusia mampu bertahan dari kolaps?

Bagi PKT, mereka berada dalam dilema. Di satu sisi, pada awal bulan Juli tahun ini, saat bertemu dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Menteri Luar Negeri Wang Yi tiba-tiba menyatakan: “Partai Komunis Tiongkok tidak ingin melihat Rusia gagal di Ukraina karena tidak ingin Amerika Serikat mengalihkan seluruh perhatiannya ke PKT.”

Entah Wang Yi sengaja atau tidak sengaja mengungkapkan niat PKT, hal itu menegaskan bahwa informasi intelijen Barat tentang dukungan menyeluruh PKT terhadap Rusia adalah benar. “Rahasia” yang dibocorkan Wang Yi, yaitu bahwa PKT mendukung Rusia karena tidak ingin menghadapi tekanan berat dari Amerika Serikat sendirian, mungkin hanya salah satu alasannya, sedangkan alasan lain, seperti ingin memanfaatkan hal ini untuk melancarkan perang di Selat Taiwan, bukanlah hal yang tidak mungkin. Penulis menyimpulkan bahwa PKT secara subjektif ingin terus mendukung Rusia.

Namun di sisi lain, jika terus mendukung Rusia dan membeli minyak Rusia, tarif tinggi Trump akan menjadi beban berat yang sulit dapat dipikul oleh PKT. Setelah Trump menjabat sebagai presiden, ia menggunakan tarif sebagai sarana untuk memaksa banyak negara di dunia menegosiasikan ulang tarif dengan Amerika Serikat, mencegah perdagangan ekspor ulang PKT, dan mencegah PKT melakukan dumping dan mengganggu Amerika Serikat melalui tarif tinggi dan prinsip resiprositas.

Dengan demikian rezim PKT yang sedang meronta-ronta untuk melepaskan diri dari kesulitan yang menghimpit telah memasuki masa-masa tersulit dalam sejarah, karena tidak mampu meningkatkan permintaan domestik, perdagangan ekspor menurun akibat sanksi, modal asing dan perusahaan swasta banyak keluar dari pasar Tiongkok, tingkat pengangguran tetap tinggi, masalah sosial yang kejam acap kali terjadi.

Dari tanggapan bersikap melemah terhadap pernyataan Trump dan Rutte yang disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri PKT tercermin bahwa pihak berwenang Partai Komunis Tiongkok sebenarnya sudah tidak lagi memiliki kebijakan yang mampu memuaskan semua pihak, tetapi PKT tidak mungkin tidak tahu apa konsekuensi dari sikap egoisnya.

Mari kita akhiri artikel ini dengan ucapan Mark Rutte: “Saya secara khusus mendorong ketiga negara ini. Jika Anda sekarang tinggal di Beijing atau Delhi, atau jika Anda adalah presiden Brasil, Anda mungkin harus mempertimbangkan masalah ini, karena ini mungkin merupakan pukulan berat bagi kalian.” “Jadi, silakan hubungi Putin dan beri tahu dia bahwa dia harus menanggapi perundingan damai dengan serius, jika tidak, ini akan berdampak besar terhadap Brasil, India, dan PKT.” Jika PKT tidak takut akan dampak negatifnya, maka tunggu saja datangnya badai itu. (***)

Menguak Latar Belakang Sejarah Insiden 9 Juli dan Dampak Negatifnya di Daratan Tiongkok 

oleh Li Yuqing

Sepuluh tahun silam, tepatnya 9 Juli 2015, Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan penganiayaan terkelam dalam sejarah sistem hukum manusia. Ratusan pengacara, asisten hukum, dan aktivis di Tiongkok daratan tiba-tiba diancam, diculik, ditahan, disiksa, bahkan dijatuhi hukuman atas tuduhan yang dibuat-buat. Hari itu, komunitas hukum Tiongkok dilanda suasana teror.

Sejak munculnya sistem peradilan pidana dan pembelaan pengacara, tidak ada rezim di dunia ini yang begitu biadab, konyol, tidak bertanggung jawab hingga memperlakukan hukum suatu negara seperti kertas bekas yang tak terpakai, menginjak-injak serta merusaknya sesuka hati.

Tidak menutup kemungkinan hari tersebut dicatat sebagai hari paling memalukan dalam sejarah hukum manusia. Insiden 9 Juli juga menjadi pelajaran dalam sejarah manusia.

Baru-baru ini, terdapat sejumlah seminar dan simposium di luar negeri yang membahas insiden 9 Juli. Artikel ini tidak akan membahas detailnya, tetapi akan menganalisis dampak negatif dari insiden 9 Juli terhadap Tiongkok, dan hak asasi manusia Tiongkok dari latar belakang sejarahnya.

Seperti yang kita ketahui, terjadinya insiden 9 Juli 2015 banyak berkaitan dengan para pengacara hak asasi manusia yang membela dan melindungi hak-hak praktisi Falun Gong di daratan Tiongkok. Oleh karena itu, latar belakang sejarah insiden 9 Juli adalah penganiayaan terhadap kelompok-kelompok agama yang dilancarkan oleh mantan Sekjen PKT, Jiang Zemin.

Penganiayaan Jiang Zemin Terhadap Falun Gong Merupakan Kejahatan Internasional Sekaligus Pelanggaran Hukum Tiongkok.

中共在改革開放後,為了贏得國際社會的認可,於1982年頒布了新憲法,通過了一系列法律,尤其是加入世貿組織之後。中共還通過了立法法,對立法權限和法律規範層級效力進行規範,在司法制度層面修改了刑事訴訟法,完善了刑事審判程序。

Setelah PKT menggelar program reformasi dan keterbukaan, ia langsung mengesahkan konstitusi baru pada tahun 1982 dan mengesahkan serangkaian undang-undang untuk mendapatkan pengakuan dari masyarakat internasional, terutama setelah bergabung dengan WTO. PKT juga mengesahkan Undang-Undang Legislatif untuk mengatur kewenangan legislatif dan efektivitas norma hukum, selain itu, merevisi Undang-Undang Acara Pidana di tingkat sistem peradilan untuk menyempurnakan prosedur persidangan pidana.

Pada tahun 1999, Jiang Zemin, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok, melancarkan penganiayaan berskala besar terhadap Falun Gong. Karena tidak memiliki dasar hukum, maka penganiayaan tersebut adalah ilegal. Jiang Zemin kemudian mendirikan organisasi ilegal yaitu Biro 610, yang wewenangnya melampaui Konstitusi dengan tujuan memanipulasi seluruh sistem negara demi memfitnah, menyebarkan rumor, menahan, menganiaya praktisi Falun Gong, bahkan mengambil organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup.

Cara PKT dalam menganiaya praktisi Falun Gong pada tingkat hukum termasuk mendirikan Kelas Cuci Otak (penjara hitam) ilegal, menggunakan sistem kamp kerja paksa untuk menahan praktisi Falun Gong, di samping menggunakan lembaga peradilan untuk memutarbalikkan hukum dengan tuduhan yang dibuat-buat agar dapat menghukum praktisi Falun Gong.

Mengenai ilegalitas Biro 610, pada 12 Desember 2005 pengacara Gao Zhisheng pernah menulis dalam surat terbuka kepada pemimpin tertinggi Partai Komunis Tiongkok saat itu yang isinya: “Biro 610 setidaknya dapat disebut demikian — sebuah organisasi mafia di dalam kekuasaan negara dan di atas kekuasaan negara. Ia adalah organisasi mafia yang dapat memanipulasi dan mengendalikan semua sumber daya kekuasaan negara. Sebuah organisasi yang tidak ada dalam konstitusi negara dan norma-norma pengaturan struktur kekuasaan negara, tetapi ‘menjalankan’ kekuasaan yang hanya dapat dijalankan oleh badan-badan negara dan banyak kekuasaan yang bahkan tidak dapat dijalankan oleh badan-badan negara sama sekali. Biro 610 ‘menjalankan’ kekuasaan yang belum pernah dimiliki oleh negara sejak keberadaan peradaban nasional di planet ini.”

Sistem pendidikan ulang paksa dengan menjadi buruh yang diusung PKT itu saja sudah merupakan sistem yang ilegal karena melanggar konstitusi dan hukum legislatif. Para profesional hukum Tiongkok telah lama menyerukan penghapusan sistem pendidikan ulang paksa tersebut.

Kelas Cuci Otak adalah penjara hitam ilegal yang didirikan oleh Biro 610 di semua tingkatan. Mereka melanggar hukum, menahan dan menghukum orang secara ilegal.

Untuk menganiaya Falun Gong, PKT dan kelompok Jiang Zemin melabeli Falun Gong sebagai kelompok yang menganut aliran sesat, menggunakan Pasal 300 Hukum Pidana PKT (yang bunyinya menggunakan organisasi aliran sesat untuk melemahkan penerapan hukum) untuk menahan dan menghukum praktisi Falun Gong secara ilegal. Selain itu PKT juga meminta Mahkamah Agung dan Kejaksaan mereka untuk secara ilegal mengeluarkan apa yang disebut interpretasi yudisial sebagai acuan hukuman.

Di tingkat hukum, terdapat pula perbedaan pendapat di kalangan pimpinan PKT terkait penganiayaan ilegal yang dipimpin oleh Jiang Zemin. Pada tahun 2000, ketika Dewan Negara PKT dan Kementerian Keamanan Publik mengeluarkan dokumen untuk mendefinisikan organisasi aliran sesat, mereka secara khusus mencantumkan 14 aliran sesat, yang tidak termasuk Falun Gong (tentu saja, rezim PKT tidak memiliki wewenang untuk menghakimi keyakinan).

Menanggapi penganiayaan ilegal PKT dan kelompok Jiang Zemin terhadap Falun Gong, para pengacara hak asasi manusia Tiongkok memberikan bantuan hukum kepada praktisi Falun Gong, membela mereka dan melindungi hak-hak mereka.

Dalam pembelaan pidana, para pengacara hak asasi manusia menunjukkan kepada otoritas yang berwenang bahwa dalam kerangka hukum PKT, kebebasan berkeyakinan merupakan ketentuan hukum hak asasi manusia internasional dan Konstitusi Tiongkok. Empat unsur dalam Pasal 300 KUHP tidak ada hubungannya dengan perilaku praktisi Falun Gong. Karena praktisi Falun Gong adalah orang baik, dan perilaku mereka tidak menimbulkan kerugian sosial. Oleh karena itu tidak ada dasar hukum untuk menjatuhkan hukuman kepada mereka.

Pada saat yang sama, para pengacara hak asasi manusia juga membantu keluarga praktisi Falun Gong untuk menuntut polisi dan petugas pengadilan atas tindakan ilegal dalam proses penanganan kasus.

Pembelaan para pengacara hak asasi manusia tidak hanya membantu banyak praktisi Falun Gong, tetapi juga membuat banyak petugas pengadilan akar rumput memahami bahwa tidak ada dasar hukum untuk menganiaya Falun Gong, dan bahwa penganiayaan adalah ilegal. Itulah sebabnya banyak petugas pengadilan akar rumput mulai menentang perintah penganiayaan yang dikeluarkan oleh Biro 610.

Praktisi Falun Gong Menggugat Jiang Zemin

Sejak tahun 2012, serangkaian perubahan terjadi dalam situasi politik Partai Komunis Tiongkok. Pada September 2012, Bo Xilai, seorang kaki tangan kelompok Jiang Zemin yang secara aktif berpartisipasi dalam penganiayaan terhadap Falun Gong dan pengambilan organ hidup-hidup dari praktisi Falun Gong, ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.

Pada 28 Desember 2013, sistem pendidikan ulang paksa dengan menjadi buruh ilegal dihapuskan.

Pada tahun 2014, Zhou Yongkang, Sekretaris Komisi Urusan Politik dan Hukum Partai Komunis Tiongkok yang dipromosikan oleh Jiang Zemin karena secara aktif menganiaya Falun Gong, juga ditangkap. Saat itu, beberapa analis mengatakan bahwa penangkapan Bo Xilai dan Zhou Yongkang berkaitan dengan fraksi Jiang Zemin yang menganggap penganiayaan itu dilakukan oleh kelompok, jadi khawatir karena rezim baru tidak ingin terlibat di dalamnya, sehingga mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu mendorong Bo Xilai dan Zhou Yongkang untuk melakukan kudeta, mencoba merebut kekuasaan dari tangan Xi Jinping.

Pada 23 Oktober 2014, Sidang Pleno Keempat Komite Sentral ke-18 Partai Komunis Tiongkok untuk merealisasikan motto “agar setiap kasus dapat diajukan, setiap gugatan pasti disidangkan, dan melindungi hak pihak yang menggugat”, mengusulkan perubahan “dari sistem peninjauan pengajuan perkara menjadi sistem pendaftaran pengajuan perkara”.

Pada 1 April 2015, Partai Komunis Tiongkok mengesahkan “Saran tentang Pengadilan Rakyat untuk Menerapkan Reformasi Sistem Registrasi Pengajuan Perkara” yang menagaskan pelaksanaan sistem registrasi pengajuan perkara yang “setiap kasus dapat diajukan, setiap gugatan pasti disidangkan.”

Pada saat yang sama, untuk mempertahankan kekuasaannya, Xi Jinping yang baru terpilih dengan gencar “membasmi korupsi” dan menangkap banyak pejabat penting faksi Jiang. Para pejabat ini tidak hanya korup, tetapi kebanyakan dari mereka juga bersalah karena menganiaya Falun Gong.

Atas dasar ini, praktisi Falun Gong di Tiongkok daratan yang telah lama dianiaya, mulai mengajukan gugatan kepada Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung Partai Komunis Tiongkok atas berbagai kejahatan yang dilakukan oleh Jiang Zemin dan antek-anteknya, dan meminta kepada badan peradilan tertinggi Partai Komunis Tiongkok untuk mengadili Jiang Zemin, pelaku penganiayaan keyakinan, sesuai dengan ketentuan hukum Tiongkok dan internasional, guna memulihkan ketertiban hukum dan martabat peradilan Tiongkok.

Menurut statistik situs web Minghui di luar negeri, sejak akhir Mei 2015 hingga 25 Oktober 2016, situs web Minghui telah menerima total 209.908 (177.482 kasus) salinan gugatan atas nama asli yang diajukan oleh praktisi Falun Gong dan keluarga mereka kepada Kejaksaan Agung dan pengadilan Partai Komunis Tiongkok.

Saat itu, seorang hakim pengadilan akar rumput Partai Komunis Tiongkok memberi tahu keluarga praktisi Falun Gong bahwa sekarang, semua kasus Falun Gong tengah ditangguhkan dan mereka sedang menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari atas. Banyak orang telah menggugat Jiang Zemin, dan Mahkamah Agung telah memerintahkan mereka untuk menunggu.

Gugatan praktisi Falun Gong terhadap Jiang Zemin merupakan kesempatan yang diberikan sejarah kepada Xi Jinping. Xi semestinya dapat membawa Jiang Zemin, yang bersalah atas genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, pembunuhan, dan kejahatan lainnya ke meja hijau, demi memulihkan keadilan sistem peradilan negara dan kepercayaan rakyat terhadap peradilan, serta membiarkan para petugas peradilan yang berhati nurani melihat harapan untuk menegakkan keadilan, menegakkan supremasi hukum, dan melawan perintah ilegal Biro 610 yang jahat.

Namun, setelah beberapa waktu berlalu, dakwaan terhadap Jiang Zemin itu dikirim ke Biro 610 di berbagai tempat. Polisi di seluruh negeri menangkap praktisi Falun Gong di seluruh negeri sesuai dengan nama dan alamat yang tercantum dalam dakwaan. Pengadilan PKT mulai menjatuhkan hukuman berat kepada praktisi Falun Gong.

Kemudian, pada 9 Juli 2015, Kementerian Keamanan Publik PKT tiba-tiba melancarkan tindakan keras nasional terhadap pengacara hak asasi manusia, yang disebut Insiden 9 Juli.

Dilihat dari waktu terjadinya serangkaian peristiwa di atas, mulai dari pernyataan otoritas Xi bahwa “setiap kasus dapat diajukan” dan “melindungi hak pihak yang menggugat” hingga penangkapan besar-besaran terhadap praktisi Falun Gong yang menggugat Jiang Zemin sesuai hukum yang berlaku, dan kemudian penindasan menyeluruh terhadap pengacara hak asasi manusia, sistem peradilan tidak hanya gagal memulihkan keadilan, tetapi juga telah sepenuhnya menjadi alat dan mesin kriminal yang dimanfaatkan oleh PKT untuk menganiaya hak asasi manusia.

Insiden 9 Juli Menandai Pelepasan Total Topeng “Aturan Hukum” oleh PKT

Di negara modern yang diperintah oleh hukum, sebagai seorang profesional hukum, pengacara merupakan bagian integral dari masyarakat yang diperintah oleh hukum. Dalam kasus pidana, pengacara mewakili terdakwa dalam proses peradilan pidana dan mencapai keseimbangan serta keadilan dalam proses peradilan suatu negara dengan membela terdakwa.

Karena dalam masyarakat modern, hukuman atas kejahatan dituntut oleh badan publik negara. Sebagai subjek hak pribadi, terdakwa tidak dapat berhadapan dengan jaksa secara setara. Untuk menjaga keadilan dan kejujuran proses peradilan dan memastikan terdakwa tidak dirugikan, sistem pembelaan pidana dibentuk, dan pengacara pembela menikmati hak dan jaminan profesional khusus untuk mencapai keseimbangan antara penuntut dan pembela.

Pengacara merupakan kekuatan penting dalam peradilan pidana suatu negara dan merupakan bagian tak terpisahkan dari menjaga kelancaran proses peradilan pidana.

Semua pengacara hak asasi manusia Tiongkok membela publik dan praktisi Falun Gong dalam kerangka hukum Tiongkok dengan menggunakan hak dan prosedur yang ditetapkan oleh hukum. Bahkan, mereka juga menjaga ketertiban hukum dan kewenangan hukum yang sangat diperlukan.

Dalam hal ini, pengacara hak asasi manusia Tiongkok sebenarnya mempraktikkan hukum Tiongkok dan mempromosikan penegakan hukum.

Sedangkan otoritas PKT melancarkan tekanan besar-besar terhadap para pengacara Tiongkok pada 9 Juli, tidak ada bedanya dengan mencabik-cabik aturan hukum (rule of law) PKT, menginjak-injak untuk menghancurkan sepenuhnya sistem hukum Tiongkok.

Setelah insiden 9 Juli, kerangka hukum Tiongkok mengalami kerusakan total, peradilan tidak lagi memiliki legitimasi dan legalitas.

Terlepas dari zaman kuno dan modern, baik Tiongkok mau pun luar negeri, kekuasaan suatu rezim berasal dari legitimasi. Legitimasi adalah premis yang menentukan apakah warga negara bersedia mematuhi rezim. Dan keadilan peradilan selalu menjadi elemen inti dari legitimasi suatu rezim (kekuasaan kerajaan kuno, monarki).

Dalam ilmu politik, legitimasi dianggap sebagai syarat paling mendasar bagi suatu pemerintahan untuk eksis secara efektif: jika suatu pemerintahan tidak memiliki tingkat legitimasi yang diperlukan, rezim tersebut akan segera runtuh dan hancur.

John Locke, seorang filsuf dari Inggris pada era Pencerahan pernah menyatakan bahwa legitimasi politik berasal dari persetujuan eksplisit maupun implisit massa. Dalam karyanya “Dua Tulisan tentang Pemerintahan” (Two Treatises of Government) ia mengutarakan: Jika persetujuan rakyat tidak diperoleh, pemerintah tersebut tidak sah.

Kemudian, cendekiawan Jerman Max Weber mengusung konsep Legitimasi dan mengusulkan tiga jenis legitimasi, di antaranya masyarakat modern terutama legitimasi hukum, yaitu kekuasaan yang ditetapkan melalui aturan-aturan rasional seperti hukum, regulasi, dan prosedur.

Di Tiongkok kuno, keadilan peradilan merupakan elemen terpenting dari legitimasi kekuasaan monarki. Tulisan pada bab “Cao Gui tentang Perang” dalam karya klasik Tiongkok kuno “Tafsiran Zuo: Sepuluh Tahun Adipati Zhuang”, disebutkan bahwa ketika Adipati Zhuang dari Negeri Lu bertanya kepada Cao Gui apakah ia mampu melawan pasukan dari Negeri Qi. Cao Gui bertanya balik kepada Adipati Zhuang apa yang akan diandalkannya untuk berperang. Adipati Zhuang memberikan beberapa alasan, yang semuanya dibantah oleh Cao Gui. Akhirnya, Adipati Zhuang dari Negeri Lu berkata: “Meskipun kita tidak mampu memahami secara jelas setiap tuntutan hukum, namun semua kasus baik yang besar atau kecil, harus kita tangani secara wajar. Meskipun saya tidak dapat menyelidikinya satu per satu kasus, saya harus membuat keputusan yang wajar berdasarkan fakta.”

Cao Gui menjawab: “Saya orang yang setia, jadi saya bisa berperang. Jika Anda pergi berperang, bawa sertalah saya.” [Beginilah cara saya memenuhi tugas dan dapat bertempur (berdasarkan syarat ini). Jika Anda pergi berperang, bawa sertalah saya.]

Dalam masyarakat modern yang diatur oleh hukum, standar untuk mengukur legitimasi dan efektivitas suatu rezim membutuhkan independensi peradilan, keadilan peradilan, keterbukaan peradilan, dan proses hukum yang semestinya untuk melindungi hak-hak warga negara.

Searogan apa pun seorang penguasa atau diktator, persamaan hak dan tanggung jawab adalah hukum sosial juga merupakan tuntutan surga. Tetapi bagi orang-orang yang memegang kekuasaan tertinggi dalam otoritas Partai Komunis Tiongkok tidak hanya gagal menguntungkan negara dan rakyat, malahan terus merugikan kepentingan rakyat dan menciptakan kasus-kasus yang tidak adil. 

Nasihat para leluhur bangsa Tionghoa berbunyi: “Orang yang banyak melakukan tindakan tidak bermoral pada akhirnya  akan menanggung sendiri akibat kehancurannya.” 

Pepatah lain yang berbunyi: Seorang membawa lari keledai, yang lain mencabut tunggul pohon. Artinya, seseorang melakukan sesuatu yang tidak bermoral dan orang lain yang menanggung akibatnya. Jiang Zemin adalah orang yang memulai penganiayaan atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida, dan Xi Jinping malahan melanjutkan penganiayaan ini. Jika Jiang dianggap orang yang membawa lari keledai, maka Xi adalah pencabut tunggul pohon yang harus menanggung akibat perbuatan jahat pelaku. Nasibnya pasti tragis.

Sebagaimana kita ketahui bahwa di Tiongkok saat ini, satu demi satu investor asing menarik modalnya dari Tiongkok, perusahaan-perusahaan domestik gulung tikar, tingkat pertumbuhan ekonomi terus menurun, dan tingkat pengangguran terus meningkat, rakyat hidup dalam kemiskinan, kasus-kasus ketidakadilan bertebaran di mana-mana, dan keluhan masyarakat terus membesar. Para pejabat dalam sistem hanya berpangku tangan dan melawan secara pasif. Rezim Partai Komunis Tiongkok sudah berada dalam ujung tanduk menghadapi keruntuhannya.  (***)

Praktisi Falun Gong Dijatuhi Hukuman di Rusia, Pegiat HAM : Kami akan Meminta Pertanggungjawaban Mereka

Terkait dengan infiltrasi Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke luar negeri, baru-baru ini pihak berwenang Rusia menjatuhkan hukuman penjara dan melakukan pelecehan terhadap praktisi Falun Gong di sana. Organisasi World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG) menyatakan bahwa hal ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan pelakunya pasti akan dimintai pertanggungjawaban.

EtIndonesia. Pada 23 Juli, pengadilan distrik di Moskow menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada Natalya Minenkova, seorang perempuan berusia 47 tahun.

Saat di pengadilan, Minenkova memegang sebuah foto praktisi Falun Gong yang menjadi korban pengambilan organ hidup-hidup oleh PKT sebagai pembelaan dirinya. Ia berkata, “Melihat negara saya bukan hanya tidak melindungi saya dari penganiayaan PKT, tetapi juga tidak membantu mengungkap penyiksaan, pembunuhan, dan pengambilan organ secara paksa yang dilakukan oleh PKT. Sebaliknya, negara ini menjadi alat PKT untuk menganiaya warganya sendiri. Hal ini sangat menyakitkan bagi saya.”

Natalya Minenkova memegang foto seorang praktisi Falun Gong yang dibunuh secara kejam di Tiongkok, pada sidang vonis Minenkova di Pengadilan Distrik Tushinsky, Moskow, pada 23 Juli 2025. Courtesy of SOTAvision

 “Peristiwa ini terjadi dalam konteks meningkatnya hubungan diplomatik antara PKT dan Rusia. Pada dasarnya, ini adalah sikap yang diambil Rusia untuk menyenangkan PKT,” kata Ketua WOIPFG, Wang Zhiyuan. 

Sehari sebelum putusan pengadilan, pihak berwenang di Siberia, Rusia, juga menggerebek rumah seorang praktisi Falun Gong lainnya, serta menyita ponsel dan laptop miliknya.

BACA JUGA : Rusia Penjarakan Praktisi Falun Gong Selama 4 Tahun di Tengah Menguatnya Hubungan dengan Beijing

BACA JUGA : (Eksklusif) Dalam Rapat Rahasia, Xi Jinping Menginstruksikan Strategi Baru untuk Menyerang Falun Gong Secara Global

BACA JUGA : Juru Bicara Falun Gong: Partai Komunis Tiongkok  Menerapkan Terorisme Transnasional

Pengamat politik Lan Shu mengatakan:  “Demi bekerja sama dengan penganiayaan PKT terhadap kelompok Falun Gong di Tiongkok, pemerintah Rusia selama ini tidak pernah berhenti menindas praktisi Falun Gong di wilayahnya.”

Sejak pecahnya perang Rusia-Ukraina, dukungan PKT terhadap Rusia telah menarik perhatian dunia internasional. Dalam satu tahun terakhir, penindasan terhadap praktisi Falun Gong di Rusia terus meningkat.

Lan Shu menambahkan:  “Seiring berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina, ketergantungan Rusia terhadap Beijing semakin meningkat. Terutama di masa sensitif saat ini, ketika Presiden Trump semakin memperkeras sikap terhadap Rusia. Dalam situasi ini, kemungkinan besar Rusia menerima permintaan langsung atau tidak langsung dari Beijing untuk meningkatkan penindasan terhadap Falun Gong, demi mendapatkan lebih banyak bantuan dan sumber daya dari Beijing.”

BACA JUGA : Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Mengecam Rusia atas Penindasan terhadap Falun Gong

Sejak Maret 2024, sudah ada beberapa praktisi Falun Gong di Rusia yang dituntut atau ditahan.

“Sejak tahun 1999, PKT telah menganiaya praktisi Falun Gong, termasuk melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pengambilan organ hidup-hidup dari praktisi Falun Gong. Kini, mereka juga menjalankan penganiayaan lintas negara secara besar-besaran di luar negeri,” ujar Wang Zhiyuan.   

“PKT sebenarnya adalah organisasi teroris negara. Apa yang mereka lakukan ini merupakan tindakan terorisme negara, termasuk kasus-kasus yang terjadi di Rusia — semuanya merupakan bagian dari penganiayaan lintas negara oleh organisasi teroris negara. Oleh karena itu, WOIPFG akan terus menyelidiki. Tidak peduli sejauh apa pun, tidak peduli berapa lama waktu berlalu, kami akan mengejar pertanggungjawaban sampai tuntas,” jelasnya. (Hui/asr)

Laporan wartawan Tang Rui dari NTDTV

PKT Campuri Pemakzulan Massal di Taiwan, Tawarkan Tiket Diskon untuk Dorong Pebisnis Taiwan Pulang untuk Memilih

Pada 26 Juli 2025, Taiwan akan menggelar pemungutan suara pemakzulan untuk menentukan nasib 24 anggota legislatif dari Partai Kuomintang (KMT) yang dituduh “pro-PKT”. Menjelang hari pemungutan suara, seorang anggota dewan dari Partai Progresif Demokratik (DPP) mengungkap bahwa badan kerja sama Tiongkok di Kota Dongguan telah meluncurkan program tiket pesawat diskon guna mendorong para pengusaha Taiwan di Tiongkok kembali ke tanah air untuk memberikan suara.

EtIndonesia. Anggota Dewan Kota Taipei dari DPP, Hung Chien-yi, baru-baru ini membongkar bahwa Departemen Front Persatuan Dongguan memberikan diskon tiket pesawat sebesar 40% kepada pengusaha Taiwan dan keluarga mereka yang kembali ke Taiwan antara 21 hingga 25 Juli.

 Ia menunjukkan dokumen bahwa informasi ini disebarkan oleh “Asosiasi Perusahaan Investasi Taiwan di Kota Dongguan”. Total tersedia 500 tiket diskon, masing-masing dengan potongan langsung sebesar 880 yuan Tiongkok (sekitar Rp1,9 juta). Waktu pelaksanaan program ini sangat bertepatan dengan periode penting menjelang hari pemungutan suara pemakzulan.

Hung mengungkapkan bahwa menurut informasi dari rekannya, ini adalah operasi terselubung untuk menggerakkan para pengusaha Taiwan kembali ke tanah air guna memberikan suara “tidak setuju” terhadap pemakzulan, dengan penyelenggaranya adalah Departemen Front Persatuan Dongguan.

Ia menyatakan bahwa metode semacam ini selalu muncul dalam setiap pemilu di Taiwan. Meski besaran diskon kali ini cukup besar, namun masih lebih kecil dibandingkan pemilihan presiden sebelumnya yang menawarkan diskon hingga 60%.

Wakil Ketua dan Juru Bicara Dewan Urusan Daratan (MAC), Liang Wen-chieh, pada 24 Juli menanggapi bahwa ini adalah pertama kalinya ada diskon tiket pesawat pada musim liburan musim panas, menunjukkan bahwa PKT sangat serius menyikapi pemakzulan massal ini, dengan kekuatan mobilisasi yang tidak kalah dari pemilu presiden.

Liang menyampaikan bahwa MAC telah meminta Yayasan Pertukaran Selat (SEF) dan lembaga terkait untuk memverifikasi informasi tersebut. Meski demikian, ia menganggap waktu pelaksanaan sangat “kebetulan”. Namun, jika tujuan gerakan ini adalah untuk mendorong pengusaha Taiwan kembali untuk memilih, dampaknya tidak besar, karena suara hanya dihitung bila mereka memiliki domisili di daerah pemilihan yang sedang melakukan pemakzulan. 

Biasanya, kantor urusan Taiwan di Tiongkok menggerakkan warga Taiwan pulang kampung saat pemilu presiden. Kali ini sangat tidak biasa, karena ini pertama kalinya muncul “diskon musim liburan musim panas”.

Liang juga menekankan bahwa pemakzulan adalah urusan rakyat Taiwan, dan “siapa yang layak dimakzulkan atau tidak” adalah keputusan warga sendiri. Ia meminta PKT untuk tidak ikut campur.

Terkait intervensi PKT dalam pemakzulan massal ini, Rektor Akademi Beruang Hitam Taiwan, Shen Po-yang, secara lugas mengatakan, “Jika intervensi PKT hanya mempengaruhi 3% pemilih saja, hasil akhir pemilu bisa berubah.” Ia menunjukkan bahwa jumlah pengusaha Taiwan di Tiongkok  sudah melampaui angka tersebut. Jika semua dimobilisasi untuk pulang dan memilih, dampaknya terhadap hasil pemilu sangat signifikan.

Taiwan akan mengadakan dua putaran pemungutan suara pemakzulan massal pada 26 Juli dan 23 Agustus, yang akan menentukan nasib 31 legislator dari Partai KMT serta 1 kepala daerah. Hasilnya diperkirakan akan berdampak besar terhadap peta politik Taiwan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Wabah Baru di Tiongkok Menyebar Sangat Cepat, Foshan Guangdong Siapkan Lebih dari 7.000 Tempat Tidur Isolasi

Etindonesia. Wabah Chikungunya di Tiongkok terus meningkat. Hingga 25 Juli 2025 malam, pemerintah mengumumkan bahwa jumlah kasus yang dikonfirmasi di Foshan, Guangdong telah meningkat menjadi 4.017 kasus. Saat ini, telah ditunjuk 53 rumah sakit rujukan dan tempat tidur isolasi berkelambu anti-nyamuk telah ditambah menjadi lebih dari 7.000 unit. Para pakar menyatakan bahwa virus kali ini menyebar sangat cepat, belum ada obat khusus, juga belum ada vaksin, dan hampir semua orang rentan terinfeksi.

Foshan Alami Lonjakan Kasus, Kasus Juga Terdeteksi di Beijing dan Makau

Mengutip media Tiongkok “Yicai” dan media resmi Guangdong Nanfang Daily, Wakil Direktur Biro Pengendalian Penyakit Nasional Partai Komunis Tiongkok (PKT), Sun Yang, dalam rapat kerja pencegahan wabah Chikungunya di Guangdong pada 23 Juli mengatakan bahwa epidemi Chikungunya di Guangdong masih berada pada fase puncak dan situasinya sangat serius.

Hingga pukul 20.00 pada 25 Juli, menurut laporan yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan di berbagai distrik di Foshan, total kasus yang dikonfirmasi telah mencapai 4.017 kasus.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh pemerintah Kota Foshan baru-baru ini, disebutkan bahwa untuk mengatasi wabah ini, Foshan telah menunjuk 53 rumah sakit kelas dua dan di atasnya sebagai rumah sakit rujukan. Jumlah tempat tidur isolasi berkelambu anti-nyamuk juga ditingkatkan dari 3.696 menjadi 7.220 unit.

Wabah ini sudah memiliki risiko penularan antarwilayah. Pada 18 Juli, Makau menerima laporan satu kasus Chikungunya impor, dengan riwayat perjalanan dari Shunde, Foshan. Ini merupakan kasus impor pertama di Makau tahun ini.

Sementara itu, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Kota Beijing pada 22 Juli menyatakan bahwa kota tersebut juga telah mendeteksi kasus Chikungunya, namun menyebutnya sebagai kasus impor sporadis dari luar negeri. Tidak disebutkan secara rinci jumlah kasus ataupun dari mana sumber penyebarannya ke Beijing.

Pakar: Penyebaran Sangat Cepat, Semua Orang Bisa Terinfeksi

Para pakar yang diwawancarai oleh jurnalis Yicai menjelaskan bahwa Chikungunya menyebar melalui rantai “manusia–nyamuk–manusia”. Meskipun virus ini tidak menular langsung dari manusia ke manusia, manusia tetap menjadi sumber penularan. 

Setelah seseorang terinfeksi, umumnya akan mengalami viremia (virus dalam darah). Jika tidak diisolasi dari nyamuk, nyamuk yang menggigit orang tersebut bisa membawa virus, lalu menyebarkannya ke orang lain melalui gigitan — inilah yang menciptakan penularan komunitas.

Menurut para pakar, Chikungunya merupakan penyakit menular akut yang ditularkan oleh nyamuk Aedes albopictus (nyamuk belang kaki putih). Sebagian besar pasien mengalami gejala ringan dan biasanya dapat sembuh dalam 1–2 minggu tanpa perawatan khusus. Namun, bayi baru lahir, lansia, dan penderita penyakit kronis berisiko mengalami komplikasi serius, bahkan bisa berujung pada kematian.

Karena belum ada obat khusus maupun vaksin, serta virus ini menyebar dengan sangat cepat, pemerintah Tiongkok kembali menerapkan kebijakan isolasi pasien, guna mencegah nyamuk menggigit orang yang terinfeksi dan menularkan virus ke orang lain.

Menurut Nanfang Daily, dalam 10 tahun terakhir, Guangdong tidak pernah mengalami wabah Chikungunya berskala besar, sehingga kekebalan terhadap virus ini sangat rendah di masyarakat. Artinya, hampir semua orang rentan terinfeksi. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Remaja Tiongkok Jadi Sasaran Penipuan ke Myanmar dan Kamboja, Banyak Siswa Menghilang Saat Liburan Musim Panas

Liburan musim panas seharusnya menjadi waktu untuk bersantai bagi para siswa, namun belakangan justru sering muncul kabar tentang remaja yang menghilang. Banyak dari mereka ternyata diperdaya dan dibawa ke Asia Tenggara untuk terlibat dalam penipuan daring (telekomunikasi). Korban termuda tercatat baru berusia 14 tahun. Perkembangan kasus ini terus memanas dan menarik perhatian besar dari berbagai kalangan masyarakat.

EtIndonesia. Baru kurang dari dua bulan masa liburan musim panas, setidaknya tujuh remaja di Tiongkok daratan telah dilaporkan tertipu dan dibawa ke kawasan penipuan seperti di Myanmar dan Kamboja. Banyak dari mereka sempat putus kontak dengan keluarga, bahkan ada yang mengalami pemerasan uang tebusan.

Kasus pertama dilaporkan terjadi pada awal Juni, ketika Hu Yixiao (18 tahun), seorang siswa SMA dari Hefei, Anhui, menghilang setelah terbang dari Nanjing menuju Xishuangbanna, Yunnan. Ayahnya, Hu Zongbing, berkeliling ke berbagai provinsi untuk mencari anaknya, serta terus mengunggah informasi pencarian lewat media sosial. Berkat berbagai upaya, Hu Yixiao berhasil kembali ke Tiongkok pada 25 Juli dalam kondisi selamat, meskipun wajahnya tampak sedikit bengkak.

Pada 24 Juni, tiga siswa SMA dari Huanggang, Hubei, berkenalan dengan seseorang yang mereka anggap sebagai “abang besar” di dunia maya. Mereka dibujuk untuk membawa “tanduk badak” ke luar negeri dengan janji akan kembali dalam tiga hari. Lokasi terakhir ponsel mereka terdeteksi di utara Myanmar. Keluarga telah melapor ke polisi dan berusaha mencari sendiri, namun hingga kini belum ada kabar pasti mengenai keberadaan mereka.

Pada 1 Juli, Peng Yuxuan (19 tahun), lulusan SMA dari Hanzhong, Shaanxi, pergi ke Xi’an mencari kerja paruh waktu musim panas. Ia berkenalan dengan seorang wanita lewat aplikasi rekrutmen dan tergoda oleh rayuan “gaji tinggi sebagai penyiar live streaming”, sehingga berangkat ke Lincang, Yunnan, dan kemudian dibawa ke kawasan penipuan di Myanmar. Karena usianya masih muda, pihak pengelola kawasan memutuskan untuk melepaskannya. Peng Yuxuan berhasil kembali ke Tiongkok dengan selamat pada 20 Juli, menjadikannya salah satu dari sedikit kasus yang berhasil lolos.

Masih di  Juli, Zhang Yuxi (21 tahun), mahasiswa dari Jining, Shandong, menghilang setelah pergi mencari kerja musim panas pada 5 Juli,  hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Dua remaja dari Puning, Guangdong — masing-masing berusia 14 dan 16 tahun — juga dibujuk dengan iming-iming “kerja di luar negeri dengan gaji tinggi” untuk pergi ke Myanmar. Geng penjahat bahkan menuntut uang tebusan sebesar 250.000 yuan dari keluarga korban. Saat ini, remaja 14 tahun telah berhasil diselamatkan, sementara yang berusia 16 tahun masih hilang.

Pada 13 Juli, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dari Distrik Guanshanhu, Guiyang, menghilang setelah mengatakan akan mengunjungi rumah temannya. Baru pada malam 21 Juli, orang tua menerima telepon dari anaknya dan memastikan bahwa ia telah berada di kawasan penipuan daring.

Berbagai kasus ini menunjukkan pola yang sama: sindikat kejahatan secara sengaja menargetkan remaja yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit dan minim pengalaman sosial. Mereka menggunakan rayuan seperti “gaji besar”, “penggantian biaya perjalanan”, dan “liburan ke luar negeri” untuk menipu para pelajar. Setelah korban tiba di lokasi, mereka dikurung dan dipaksa ikut serta dalam kegiatan penipuan.

Le Kaian, seorang aktivis oposisi dari Jiangsu, menyatakan bahwa kasus-kasus ini hanyalah “puncak gunung es”. Ia mengatakan, “Di Tiongkok saat ini, persaingan kerja bagi kaum muda sangatlah kejam, seperti gelanggang gladiator. Yang lebih menakutkan, ketika menghadapi pengangguran, penipuan, hilangnya orang, atau bahkan seolah menghilang dari dunia ini — respon dari pemerintah bukanlah tanggung jawab, tetapi justru diam membisu. Ini bukan tragedi individu, melainkan penyakit sosial yang muncul di bawah pemerintahan Partai Komunis Tiongkok.” (Hui/asr)

Laporan oleh Tian Xin, NTD Television