Orangtua Memberi Anak Lebih dari Sekadar Dukungan Finansial

EtIndonesia. Apa yang bisa diberikan orangtua kepada anak, sebenarnya jauh lebih dari sekadar dukungan ekonomi. Bahkan dalam kemiskinan, kita tetap bisa menciptakan “keajaiban 1%”.

Pernahkah Anda mendengar tentang “Upacara Setengah Kedewasaan”? Ini adalah tradisi baru di Jepang, biasanya diberikan pada anak-anak usia 10 tahun—separuh dari usia resmi dewasa. Dalam acara ini, anak diajak untuk mengenang masa lalu mereka sejauh ini dan menatap masa depan dengan harapan.

Semakin banyak sekolah dasar di Jepang yang menjadikan upacara ini bagian dari kegiatan pembelajaran. Bentuknya bermacam-macam—ada yang meminta anak menulis esai, ada pula yang meminta orangtua menulis surat untuk anak, atau membuat buku kenangan bersama.

Bagi anak-anak, kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan rasa syukur terhadap orangtua dan orang-orang di sekitar mereka. Dari sanalah tumbuh cita-cita dan tekad untuk masa depan.

Sementara itu, bagi orangtua, ini menjadi momen berharga untuk menyadari betapa anak telah bertumbuh, dan juga kesempatan untuk menyampaikan harapan mereka sebagai orangtua. Inilah pelajaran kehidupan yang tidak akan kita temukan di buku pelajaran—pelajaran satu kali seumur hidup—dan saya menjadikannya sebagai misi hidup saya.

“Hargailah kebebasan!”  Itulah pesan yang ingin saya sampaikan kepada setiap anak.
Saya ingin mereka hidup dengan bebas, berani menjalani hidup mereka sendiri.

Bicara soal inspirasi, anak-anak sangat mengidolakan atlet. Salah satunya adalah Zinedine Zidane, legenda sepak bola dunia asal Prancis. 

Zidane pernah berkata : “Ada orang yang berkata, ‘kalau peluangnya nol, ya lebih baik menyerah saja.’ Tapi sikap seperti itu tidak akan pernah membawa seseorang ke mimpi yang dia impikan.”

Saat peluang tampak nol, kita tetap bisa memilih untuk berjuang—karena kita punya kebebasan untuk mencobanya. Sekalipun gagal, kita tetap bisa bangga telah mencobanya.

Pemain bisbol Jepang legendaris Ichiro Suzuki pun pernah berkata saat dia berhasil mencetak 4.000 pukulan sepanjang kariernya:

“Yang luar biasa bukanlah 4.000 pukulan itu, tapi fakta bahwa saya sudah gagal 8.000 kali.”

Karena kita bebas, kita bisa memilih untuk fokus pada keberhasilan kita… atau justru belajar dari kegagalan kita. Tidak ada rumus baku. Tidak ada “harus begini” atau “harus begitu.”

Peraih medali emas judo, Ishii Satoshi, juga mengatakan: “Pemenang sejati bukanlah yang paling kuat, paling berbakat, atau paling rajin, melainkan dia yang paling cepat menyesuaikan diri dengan perubahan.”

Pola pikir seperti itu menunjukkan fleksibilitas, kebebasan, dan keberanian berpikir mandiri. Dalam olahraga maupun kehidupan, orang-orang dengan jiwa bebas seperti itulah yang akan keluar sebagai pemenang.

Alih-alih mempersiapkan diri 100% tanpa celah, saya lebih memilih mempersiapkan 99%, lalu menyisakan 1% untuk fleksibilitas. Dengan begitu, apa pun yang terjadi, kita masih punya ruang gerak untuk menyesuaikan diri.

Saya ingin anak-anak mengerti makna kebebasan ini—kebebasan untuk percaya, mencoba, gagal, dan tetap melangkah.

Meskipun peluang hanya 1%, orang yang optimis tetap bisa menemukan harapan di tengah kesulitan. Sebaliknya, orang yang pesimis akan menganggap peluang sekecil apa pun terlalu sulit—dan akhirnya malah gagal karena ragu-ragu.

Saya ingin anak-anak memiliki “hati yang bebas dan lentur”.

Namun, kenyataan di Jepang saat ini tidak semudah itu. Bagi banyak anak, hidup terasa semakin berat. Angka kemiskinan anak terus meningkat. Jumlah anak sekolah dasar dan menengah pertama yang membutuhkan bantuan pendidikan bertambah setiap tahun. Pada tahun 2010, jumlahnya bahkan mencapai 1,55 juta orang.

Yang lebih mengkhawatirkan, kemiskinan sangat memengaruhi prestasi akademik anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan orangtua, semakin tinggi pula skor anak dalam tes akademik.

Padahal, setiap anak seharusnya memiliki peluang yang setara. Sayangnya, kemiskinan kini menjadi semacam “lingkaran setan” yang sulit diputus. Sekali jatuh dalam kemiskinan, sangat sulit untuk keluar dari sana.

Namun, jika kita perhatikan lebih saksama, masih ada sekitar belasan persen anak dari keluarga miskin yang tetap bisa berprestasi.

Apa rahasianya?

Ada tiga kunci utama:

1. Kebiasaan membaca atau belajar di rumah,

2. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak,

3. Pola hidup yang teratur.

Meskipun tidak punya uang, anak-anak dari keluarga seperti ini tetap memiliki nilai akademik yang tinggi. Hal ini kembali menyadarkan saya, bahwa yang bisa diberikan orangtua bukan cuma uang.

Bahkan dalam kemiskinan, kita tetap bisa menciptakan “keajaiban 1%”.

Misalnya, membaca semua buku di perpustakaan, itu saja bisa mengubah hidup anak. Atau, mengobrol tentang mimpi bersama anak di rumah, meskipun perut kadang masih lapar, bisa menyalakan harapan dalam hati mereka—bahwa suatu hari nanti, keajaiban akan benar-benar datang.

Jangan kalah oleh angka. Jangan biarkan “peluang kecil” membuat kita menyerah. Sebab ketika kita berhasil melawan takdir yang terasa mustahil itu—hidup kita akan bersinar, dan masa depan akan tersenyum. (jhn/yn)

Kudeta Diam-diam di Gedung Putih? Trump Ungkap Fakta Mengejutkan Skandal Obama

EtIndonesia. Amerika Serikat kembali diguncang isu politik besar yang diprediksi bakal menyaingi skandal Watergate pada era Presiden Nixon. Dalam beberapa hari terakhir, badai politik berembus kencang di Negeri Paman Sam, dipicu oleh sebuah unggahan kontroversial Donald Trump di platform media sosial miliknya pada 21 Juli pukul 20:11 waktu setempat.

Unggahan yang Menggemparkan

Trump menulis dengan tegas: “Obama sendiri yang menciptakan hoaks Rusia, Rusia, Rusia. Hillary yang serakah, Biden yang malas, dan begitu banyak orang lainnya, semuanya terlibat dalam kejahatan terbesar abad ini. Bukti yang tak terbantahkan. Ancaman besar bagi negara kita!!!”

Tiga tanda seru di akhir kalimat mempertegas nuansa ancaman dan keseriusan pernyataannya. Reaksi masyarakat pun terbelah—ada yang antusias, ada pula yang cemas luar biasa.

Kasus Russiagate, Akar Permasalahan

Akar masalah ini bermula dari Pilpres AS 2016. Saat itu, Barack Obama masih menjabat Presiden dan kandidat Demokrat adalah Hillary Clinton, sedangkan Partai Republik diwakili oleh Donald Trump, figur “outsider” di dunia politik. Persaingan memanas, dan isu dugaan campur tangan Rusia meledak di media, terutama setelah WikiLeaks membocorkan email internal Partai Demokrat.

Badan intelijen Amerika, didukung pemberitaan media arus utama, menyebut bahwa Rusia menggunakan hacker untuk meretas data Partai Demokrat, demi mendukung kemenangan Trump. Isu ini berkembang menjadi penyelidikan besar-besaran bertajuk “Russiagate”, dengan penunjukan Jaksa Khusus Robert Mueller pada Mei 2017.

Dua tahun penyelidikan, ribuan dokumen, dan ratusan saksi telah diperiksa. Pada akhirnya, pada April 2019, laporan Mueller menyimpulkan tidak ada bukti kolusi antara tim kampanye Trump dengan Rusia, meski benar ada upaya intervensi pemilu oleh pihak Rusia.

Bukti Baru dari Direktur Intelijen Nasional

Isu yang sempat mereda itu kini memanas kembali setelah Direktur Intelijen Nasional AS, abbard Tulsi Gabbard, secara tiba-tiba  membuka sejumlah dokumen rahasia pekan lalu. Dokumen-dokumen ini diyakini sebagai “smoking gun” atau bukti kuat keterlibatan pemerintahan Obama dalam merekayasa narasi kolusi Rusia—bukan sekadar penyelidikan netral, melainkan upaya politik sistematis untuk menjatuhkan Trump yang sudah terpilih sebagai presiden.

Salah satu dokumen kunci adalah salinan Presidential Daily Brief (PDB), briefing harian yang sangat rahasia untuk Presiden AS. Pada 8 Desember 2016, Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS mengirim laporan gabungan kepada CIA, FBI, dan semua badan intelijen, menyatakan: 

“Kami menilai bahwa Rusia dan pelaku kejahatan siber tidak memengaruhi hasil pemilu Amerika melalui aktivitas siber terhadap infrastruktur pemilu. Ada upaya peretasan, tapi gagal. Tidak ada perubahan hasil pemilu.”

Namun, sehari kemudian, 9 Desember 2016, berlangsung rapat inner circle Obama di Gedung Putih. Semua pimpinan lembaga intelijen hadir. Dalam rapat itu, badan intelijen diperintahkan untuk menulis ulang laporan dengan menekankan “alat dan cara” intervensi Rusia, kendati bukti tidak ada.

Rangkaian peristiwa ini, menurut Gabbard, adalah konspirasi politik tingkat tinggi yang bertujuan menggagalkan mandat rakyat Amerika dan menurunkan legitimasi Presiden terpilih Donald Trump.

Trump Menyerang Balik, Deep State Terancam

Momentum ini dimanfaatkan Trump untuk menyerang balik lawan-lawan politiknya, terutama “deep state” atau jaringan birokrasi di balik layar yang diduga melindungi kepentingan kelompok kiri. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, usai menerima Presiden Philipina, Marcos, Trump kembali melontarkan tuduhan keras:

“Seluruh tim ada di sana, di satu ruangan. Presiden Obama, bukan hanya mereka, tapi juga Obama, Barack Hussein Obama, sang pemimpin tim. Dia bersalah, itu sudah pasti… Mereka mencoba mencuri pemilu, melakukan hal-hal yang tak terbayangkan, bahkan lebih buruk dari negara-negara yang paling keras di dunia.”

Trump menuduh Obama dan kroninya melakukan “pencurian hak pilih rakyat” serta membandingkan metode mereka dengan gaya politik Partai Komunis Tiongkok—licik, terorganisir, dan sangat efektif.

Penyelidikan Bergulir, Jerat Hukum Menanti

Kini, mantan pejabat tinggi seperti eks Direktur FBI, James Comey dan eks Direktur CIA, John Brennan mulai menjadi sasaran penyelidikan pidana oleh Kepala CIA, Ratcliffe dan Direktur FBI Kash Patel. Situasi ironis, karena kasus “Russiagate” yang awalnya hendak menjatuhkan Trump, kini berbalik menjadi “Obamagate” yang mengancam petinggi Partai Demokrat.

Trump bahkan menyebarkan gambar para tokoh “geng gelap” Obama—termasuk Obama sendiri, Comey, Brennan, dan Clapper—disertai sindiran keras bahwa mereka akan diproses bukan hanya secara politik, tapi juga secara ekonomi, menyinggung potensi aliran dana kotor.

Dokumen Sudah Dipublikasikan ke Publik

Demi transparansi, dokumen-dokumen rahasia tersebut kini telah dipublikasikan ke publik melalui situs resmi Kantor Direktur Intelijen Nasional serta live di media sosial, agar seluruh rakyat Amerika bisa mengakses dan menilai sendiri.

Drama Politik Amerika Baru Dimulai

Kesimpulannya, drama “Obamagate” baru saja dimulai. Banyak pihak memperkirakan ini akan menjadi kasus politik terbesar dalam sejarah modern Amerika. Jika penyelidikan berlanjut, bukan tak mungkin sejumlah tokoh politik Amerika—bahkan hingga tingkat mantan presiden—akan menghadapi jerat hukum.

Penutup

Amerika kini sedang menatap salah satu episode paling menegangkan dan menentukan masa depannya. Mampukah sistem demokrasi AS melewati ujian ini, atau justru semakin terbelah oleh perang politik tanpa akhir? Hanya waktu yang akan menjawab.

Juru Bicara Falun Gong: Partai Komunis Tiongkok  Menerapkan Terorisme Transnasional

EtIndonesia. Pada 17 Juli 2025, juru bicara Falun Gong, Zhang Erping, dalam sebuah forum tentang penindasan transnasional oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang digelar di Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat menyatakan bahwa PKT telah melakukan terorisme transnasional terhadap kelompok Falun Gong di Amerika Serikat. Ia mendesak pemerintah AS untuk mengambil tindakan nyata menghentikan hal tersebut.

“Saya ingin menggunakan istilah ‘terorisme transnasional dan organisasi kriminal’ untuk secara tepat menggambarkan apa yang sedang terjadi (penindasan transnasional PKT terhadap Falun Gong di AS),” katanya. 

Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi komunitas Falun Gong di Amerika bukan sekadar isu kebebasan sipil, tetapi masalah keamanan nasional dan hak-hak konstitusional yang sah. Menurutnya, banyak perusahaan AS merasa takut untuk menjalankan hak-hak kebebasan mereka karena tekanan dari rezim PKT.

Falun Gong juga dikenal sebagai Falun Dafa, metode latihan jiwa dan raga pada prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, serta dilengkapi dengan serangkaian latihan meditasi. Sejak diperkenalkan pada awal 1990-an, praktik ini berkembang pesat di Tiongkok, dengan perkiraan 70 juta hingga 100 juta orang telah mempelajarinya pada tahun 1999.

Partai Komunis Tiongkok (PKT) tidak lagi menyambut manfaat kesehatan dari Falun Gong ketika menyadari bahwa praktik tersebut juga merupakan suatu praktik keayakinan yang berakar pada budaya tradisional Tiongkok, menurut Zhang.

Beberapa bulan setelah pernyataan itu diberitakan, pada 20 Juli 1999, PKT melancarkan kampanye besar-besaran untuk melenyapkan Falun Gong—sebuah penganiayaan yang masih berlangsung hingga sekarang.

Juru bicara Falun Gong, Zhang Erping, pada 17 Juli dalam forum tentang penindasan transnasional oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang diadakan di Capitol Hill, Amerika Serikat, menyatakan bahwa PKT melancarkan terorisme transnasional terhadap kelompok Falun Gong di AS, dan menyerukan pemerintah Amerika untuk mengambil tindakan guna menghentikannya. (Samira Bouaou / Epoch Times)

PKT Memanipulasi Media dan Platform Sosial AS

Zhang menjelaskan bahwa PKT menggunakan media arus utama dan media sosial AS untuk menyebarkan disinformasi dan menyerang Falun Gong serta Shen Yun Performing Arts.

“Pertama-tama, PKT telah memanfaatkan media dan platform kebebasan informasi kita (AS).”

Ia merujuk pada laporan dari Profesor Gary King dari Harvard University, yang menemukan bahwa hanya dalam se tahun, PKT menerbitkan 450 juta berita palsu dan unggahan manipulatif di media sosial. Dan, itu adalah data dari beberapa tahun lalu.

“Sekarang, mereka lebih ekstrem. Mereka menggunakan media arus utama dan platform media sosial untuk menyebarkan propaganda palsu. Mayoritas sasarannya adalah Falun Gong karena ini adalah masalah besar bagi mereka (PKT),” ujarnya. 

Sejak Agustus 2024, The New York Times telah menerbitkan 12 artikel yang menyerang Shen Yun dan Falun Gong.

Pada Maret 2025, The Epoch Times melaporkan, berdasarkan data dari alat analisis media sosial BuzzSumo (berbasis di Brighton, Inggris), bahwa artikel pertama NYT yang menyerang Shen Yun (Agustus 2024) telah dibagikan lebih dari 28.000 kali di platform X (dulu Twitter). Artikel tersebut menjadi yang paling banyak dibagikan di platform itu dalam setahun, dan yang kedua dalam dua tahun terakhir.

Namun, hanya 6% dari akun yang membagikannya memiliki lebih dari 50 pengikut, sementara 80% tidak memiliki pengikut sama sekali — sebuah pola penyebaran yang tidak normal dan sangat terindikasi manipulasi terorganisir.

Para ahli menyatakan, operasi dasar dilakukan oleh “pasukan siber 50 cent” (bayaran), dan operasi yang lebih kompleks bisa jadi dilakukan langsung oleh agen intelijen atau militer PKT (PLA).

PKT Kirim Email Teror Menggunakan Identitas Palsu

Zhang juga mengungkap bahwa PKT mengirimkan email ancaman teroris, termasuk ancaman bom, dengan memalsukan nama praktisi Falun Gong atau tokoh publik lainnya.

“Jumlah email yang dikirim sangat banyak. Hanya Shen Yun saja telah menerima lebih dari 160 email berisi ancaman,” ujarnya. 

Menurut Falun Dafa Information Center, sejak Maret 2024 hingga Juni 2025, telah terjadi 154 insiden ancaman anonim yang mengatasnamakan atau menargetkan Falun Gong. Target termasuk teater pertunjukan Shen Yun, sekolah pelatihan, para praktisi Falun Gong, serta anggota Kongres AS dan institusi yang mendukung Falun Gong.

Contohnya, pada 14 Juni 2025, sebuah email palsu mengatasnamakan pendiri Falun Gong dan menggunakan alamat email redaksi The Epoch Times, berisi ancaman bahwa seseorang akan menyamar sebagai praktisi Falun Gong untuk melakukan penembakan massal dan pengeboman pada parade militer peringatan 250 tahun Angkatan Darat AS di Washington DC.

PKT Merusak Sistem Hukum AS

Zhang mengatakan bahwa PKT telah mengacaukan sistem hukum AS. “Orang asing yang memiliki hubungan dengan PKT mengajukan gugatan perdata terhadap warga AS di pengadilan Amerika,” imbuhnya. 

Contohnya, pada November 2024, seorang mantan penari Shen Yun menggugat Shen Yun Performing Arts dengan bantuan firma hukum ternama AS. Sebelum menggugat, ia dan suaminya melakukan perjalanan ke Beijing dan Shanghai. Setelah itu, sikap mereka berubah total.

Duta Besar Sam Brownback, mantan Duta Besar Keliling Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional, berbicara dalam diskusi panel bersama (dari kiri ke kanan) Anggota DPR AS Scott Perry (R-Pa.), Juru Bicara Falun Gong Erping Zhang, mantan Asisten Menteri Luar Negeri untuk Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Ketenagakerjaan AS, Robert Destro, serta moderator Steve Lance, Kepala Biro NTD Washington D.C., dalam acara bertajuk Menjaga Kebebasan: Melawan Penindasan Transnasional PKT, menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok dan mendukung gerakan Mundur dari PKT, yang digelar di U.S. Capitol Visitor Center, Washington, Amerika Serikat, pada 17 Juli 2025.
Samira Bouaou/The Epoch Times

Zhang menambahkan: “Saya datang ke AS pada tahun 1984, ketika Reagan bersaing dengan Bush untuk kursi presiden. Saat itu, Perang Dingin masih berlangsung antara Barat dan Uni Soviet. Tidak terbayangkan saat itu bahwa warga negara Uni Soviet bisa mengajukan gugatan sipil terhadap entitas atau perusahaan AS di pengadilan AS — tapi sekarang ini benar-benar terjadi.”

PKT Gunakan Warga AS untuk Serang Falun Gong

Contoh lainnya adalah Alex Scilla, warga New York yang pada 2023 menggugat markas Shen Yun (biara Longquan) dengan dalih masalah lingkungan. Ia diketahui telah memantau kegiatan praktisi Falun Gong dan empat kali menggugat Shen Yun. Namun, seorang hakim federal menolak semua gugatan dan melarangnya mengajukan banding karena tidak berdasar.

Sebelum pindah ke New York, Alex Scilla tinggal selama 15 tahun di Tianjin, Tiongkok. Ia mendirikan sebuah organisasi bernama “Komite Promosi Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Central New York” yang diduga hanya sebagai kedok untuk mengganggu Shen Yun melalui jalur hukum. Sebulan setelah organisasi itu didirikan, Scilla mendirikan perusahaan baru di Tiongkok.

PKT Merusak Kebebasan Dunia Barat

Zhang menyoroti bahwa meski sempat ditutup, beberapa Institut Konfusius di AS masih beroperasi dengan nama baru. Pada Agustus 2020, Departemen Luar Negeri AS secara resmi mengklasifikasikan Institut Konfusius sebagai misi luar negeri milik PKT.

“Jika Anda melihat dunia akademik kita, masih banyak Institut Konfusius yang didanai oleh Tiongkok dan menyebarkan propaganda PKT. Saya pernah menjadi peneliti tamu di Universitas Stockholm, dan Institut Konfusius Nordik saat itu mencoba membatalkan hak akademis saya. Mereka berusaha menghalangi penelitian saya. Jadi mereka ada di mana-mana, termasuk di Amerika, meski beberapa sudah berganti nama. Tapi mereka masih terus berusaha menghancurkan kebebasan di AS,” ujarnya. 

Zhang: Pemerintah AS Harus Bertindak

Zhang mengimbau agar pemerintah AS mengambil langkah nyata menghadapi penindasan transnasional yang dilakukan oleh PKT.

“Kebebasan berbicara, kebebasan berkeyakinan, kebebasan hati nurani kita… semua itu sedang diserang dan dirusak oleh tindakan lintas negara dari PKT. Jadi, kita benar-benar harus bertindak nyata dan konkret,” pungkasnya. (Hui/asr)

Disadur dari Epoch Times /Zhang Yi/Li Hong

Google Hapus Hampir 11.000 Channel YouTube yang Terkait dengan Tiongkok, Rusia, dan Negara Lainnya

Lebih dari 7.700 channel yang dianggap sebagai propaganda berasal dari Tiongkok

EtIndonesia. Google  menghapus hampir 11.000 channel YouTube yang terkait dengan kampanye propaganda yang dijalankan oleh negara, termasuk Tiongkok, Rusia, dan beberapa negara lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

Perusahaan tersebut mengumumkan dalam siaran pers pada 21 Juli bahwa pada kuartal kedua tahun ini, mereka menghapus ribuan channel YouTube, akun Iklan (Ad), dan satu blog Blogger yang terhubung dengan negara-negara tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari pekerjaan yang dilakukan oleh Google Threat Analysis Group untuk melawan kampanye disinformasi.

Pada kuartal pertama tahun 2025, Google telah menghapus lebih dari 23.000 channel YouTube serta sejumlah aset lain yang terkait dengan layanan Google, di mana sebagian besar di antaranya terkait dengan Tiongkok dan Rusia.

Lebih dari 7.700 channel dan aset lainnya yang dihapus pada kuartal kedua diketahui terhubung dengan Tiongkok. Kampanye tersebut terutama membagikan konten yang mendukung Partai Komunis Tiongkok, baik dalam bahasa Mandarin maupun Inggris.

Channel-channel tersebut sering mengomentari urusan luar negeri Amerika Serikat dan menyuarakan dukungan terhadap pemimpin Tiongkok, Xi Jinping.

Dari sisa channel lainnya, lebih dari 2.000 di antaranya terhubung dengan Rusia atau entitas Rusia dan menyebarkan konten dalam berbagai bahasa. Channel-channel ini mendukung Rusia dan mengkritik Ukraina, NATO, serta negara-negara Barat lainnya.

Pada Mei saja, perusahaan menghapus 20 channel YouTube, empat akun Iklan, dan satu blog Blogger yang terkait dengan media milik negara Rusia, RT.

Ini terjadi lebih dari tiga tahun setelah keputusan YouTube pada Maret 2022 untuk memblokir channel RT dari platformnya menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Channel-channel lain yang dihapus dari platform tersebut merupakan bagian dari kampanye yang terkait dengan Azerbaijan, Iran, Turki, Israel, Rumania, dan Ghana.

Pada akhir tahun 2019, Google mengumumkan bahwa Threat Analysis Group diberi tugas khusus untuk melawan peretasan dan disinformasi yang didukung oleh negara.

Seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap negara-negara yang dianggap sebagai musuh, berbagai langkah lain juga telah diambil, termasuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DOD).

Microsoft mengumumkan pada 18 Juli bahwa mereka akan menghentikan penggunaan insinyur berbasis di Tiongkok untuk dukungan teknis terhadap sistem cloud milik DOD. Kepala Komunikasi Microsoft, Frank Shaw, menyatakan bahwa perusahaan mengambil langkah ini untuk memastikan bahwa “tidak ada tim rekayasa yang berbasis di Tiongkok” yang terlibat dalam pemeliharaan sistem cloud milik Pentagon.

“Kami tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan yang paling aman bagi pemerintah Amerika Serikat, termasuk bekerja sama dengan mitra keamanan nasional kami untuk mengevaluasi dan menyesuaikan protokol keamanan kami sesuai kebutuhan,” kata Shaw melalui platform X.

Ditambah lagi pada  Juli, Gubernur Utah, Spencer Cox, mengumumkan bahwa sebuah perusahaan milik Tiongkok telah diblokir dari pembelian tanah di dekat bandara karena adanya undang-undang yang melarang kepemilikan tanah oleh entitas yang dikategorikan sebagai musuh.

Lembaga Institut Konfusius, yang didanai oleh Partai Komunis Tiongkok, juga telah ditutup di berbagai universitas di Utah pada tahun 2022 setelah mereka “diidentifikasi oleh Departemen Luar Negeri dan FBI sebagai outlet propaganda Tiongkok.” (asr)

Sumber : Theepochtimes.com

Demonstran di Bangladesh Tuntut Keadilan Setelah Jatuhnya Pesawat AU Buatan Tiongkok  yang  Menewaskan 31 Orang

EtIndonesia. DHAKA, Bangladesh — Ratusan massa menggelar unjuk rasa pada Selasa (22/7/2025) di dekat lokasi jatuhnya jet latih Angkatan Udara Bangladesh ke sebuah kampus di ibu kota negara tersebut. Mereka menuntut pertanggungjawaban, kompensasi bagi keluarga korban, serta penghentian penerbangan pelatihan.

Kerusuhan yang masih berlangsung akibat insiden pada  Senin itu menyebabkan lalu lintas lumpuh di sejumlah bagian kota Dhaka, yang masih dalam tahap pemulihan dari pemberontakan mahasiswa tahun lalu yang menggulingkan perdana menteri. Pemerintahan sementara kini berupaya mengembalikan ketertiban dan menyelenggarakan pemilu tahun depan. Beberapa mahasiswa bahkan memasuki kantor pusat administrasi negara dan dibubarkan dengan gas air mata serta granat kejut.

Jumlah korban tewas akibat kecelakaan tersebut meningkat menjadi 31 orang, termasuk  25 siswa serta seorang guru yang meninggal dunia karena luka bakar saat membantu korban lainnya menyelamatkan diri dari gedung dua lantai tersebut serta pilot yang sedang menjalani penerbangan solo pertamanya. Pejabat menyatakan bahwa 171 orang berhasil diselamatkan—sebagian besar siswa dari Milestone School and College, banyak di antaranya mengalami luka bakar.

Seiring dengan deklarasi hari berkabung nasional oleh Bangladesh pada  Selasa, militer meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut di lingkungan Uttara yang padat penduduk di Dhaka, tanpa melibatkan otoritas penerbangan sipil tidak secara langsung.

Para hakim Pengadilan Tinggi juga meminta pemerintah  membentuk komite teknis untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. 

Para siswa yang berunjuk rasa menuntut  identitas para korban tewas dan luka dipublikasikan secara “akurat,” kompensasi bagi keluarga, serta penghentian segera penggunaan pesawat latih “usang dan tidak aman” oleh Angkatan Udara Bangladesh. Mereka juga menuduh aparat keamanan memukuli mereka dan memperlakukan guru secara kasar pada Senin.

“Jumlah pasti orang yang tewas dan terluka harus diumumkan kepada publik,” kata seorang mantan siswa sekolah tersebut yang menolak menyebutkan namanya kepada Associated Press di lokasi kejadian.

Militer dan kantor pimpinan sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, menyatakan tidak ada yang disembunyikan terkait jumlah korban dan bahwa mereka berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Tidak ada tanggapan terhadap tuduhan lainnya.

Para mahasiswa semakin marah ketika dua pejabat senior pemerintah—Penasehat Hukum Asif Nazrul dan Penasehat Pendidikan C.R. Abrar—tiba di lokasi, memaksa mereka berlindung selama beberapa jam di dalam kampus sebelum akhirnya dievakuasi oleh aparat keamanan. Kelompok mahasiswa lain memaksa mereka mundur. Pada malam hari, setelah selama sembilan jam, sebagian besar mahasiswa dan kedua penasehat tersebut meninggalkan kampus di bawah pengamanan ketat.

Di tempat lain di Dhaka, para mahasiswa menerobos barikade keamanan dan memasuki kompleks Sekretariat Bangladesh, kantor pusat administrasi negara. Aparat keamanan menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Saluran Jamuna TV melaporkan sekitar 80 mahasiswa terluka akibat dipukuli aparat keamanan. Para mahasiswa menuntut pengunduran diri Abrar, yang mereka tuduh terlambat mengumumkan pembatalan ujian umum selama hari berkabung Selasa. Abrar tidak memberikan pernyataan publik terkait tuduhan tersebut.

Kekacauan pun meluas ke daerah sekitarnya.

Dihantui oleh Tragedi

“Kemarin, ketika pesawat mendekat, suaranya sangat keras—tak bisa dibayangkan—seakan-akan gendang telinga hendak pecah. Dalam waktu lima detik, pesawat itu jatuh tepat di depan saya di sini,” kata Smriti, seorang siswii yang hanya menyebutkan satu nama.

“Tiba-tiba, aku melihat kobaran api menyala tinggi dari gedung itu,” ujar mahasiswi tersebut. “Saat aku tiba, aku melihat beberapa anak tergeletak dengan tangan dan kaki terbuka, beberapa jasad tak bernyawa tergeletak di sekitar. Bisakah mereka diselamatkan? Katakan, apakah mereka bisa kembali ke pelukan orang tua mereka?” tanyanya.

Asisten khusus Presiden sementara Muhammad Yunus, Sayeedur Rahman,  pada  Selasa mengatakan bahwa sebanyak  78 orang, sebagian besar mahasiswa, masih dirawat di rumah sakit. Awalnya dilaporkan 20 orang meninggal, dan tujuh orang lagi meninggal akibat luka-luka sepanjang malam. Pihak militer melaporkan, empat kematian lainnya dilaporkan pada Senin malam.

Maherin Chowdhury, guru yang menyelamatkan lebih dari 20 siswa dari gedung sekolah yang terbakar, meninggal dunia akibat luka bakar parah yang dideritanya. Insiden tersebut disampaikan oleh rekannya, Tanzina Tanu.

Para dokter menyatakan pada Senin malam bahwa kondisi sekitar puluhan korban luka masih kritis. Sebuah pos donor darah dibuka di rumah sakit khusus luka bakar tempat sebagian besar korban dirawat.

Dua puluh jenazah telah diserahkan kepada keluarga mereka, meskipun beberapa kemungkinan perlu diidentifikasi melalui pencocokan DNA karena kondisi hangus total.

India sedang mengupayakan pengiriman tim pakar medis, termasuk spesialis luka bakar dan perawat, ke Dhaka, menurut pejabat India yang mengetahui rencana tersebut. Mereka berbicara tanpa menyebut nama,  dikarenakan tidak berwenang memberi pernyataan kepada media. Hubungan India dengan Bangladesh memburuk sejak pemberontakan mahasiswa tahun lalu.

Pesawat Mengalami Kerusakan Teknis

Jet latih buatan Tiongkok, F-7 BGI, mengalami “kerusakan teknis” beberapa saat setelah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara A.K. Khandaker pada pukul 13.06 siang, menurut pernyataan militer.

Pihak militer menyebutkan, sang pilot, Letnan Penerbang Mohammed Toukir Islam, “melakukan segala upaya untuk mengalihkan pesawat menjauh dari daerah padat penduduk menuju lokasi yang lebih jarang penduduk. Ini adalah penerbangan solo perdananya sebagai bagian dari pelatihan. Belum jelas apakah ia sempat keluar dari pesawat sebelum jet menghantam bangunan.

Sekolah tersebut terletak sekitar 11 kilometer dari pangkalan udara, berada di kawasan padat dekat stasiun metro, dengan banyak toko dan rumah di sekitarnya.

Ini adalah kecelakaan pesawat paling mematikan di ibu kota Bangladesh dalam ingatan terakhir. Pada tahun 2008, sebuah jet latih F-7 lainnya juga jatuh di luar Dhaka, menewaskan pilotnya, yang sempat keluar dari pesawat setelah mendapati kerusakan teknis.

Pesawat F-7 BGI diproduksi oleh AVIC Chengdu Aircraft Industry Group Co. Ltd dari Tiongkok. Pesawat ini merupakan varian terakhir serta tercanggih dalam keluarga pesawat Chengdu J-7/F-7, menurut situs web perusahaan. Laporan media menyebut Bangladesh memesan 16 pesawat tersebut pada 2011. Secara keseluruhan telah dikirim pada 2013. Pesawat itu merupakan versi buatan berdasarkan lisensi dari MiG-21 buatan Uni Soviet.

oleh Julhas Alam

Sumber : The Associated Press via The Epoch Times

Kisah Pendek Inspiratif: Kelinci yang Ingin Lompat ke Sungai

EtIndonesia. Kelinci dikenal sebagai hewan paling penakut. Rasa takut seperti batu yang selalu menekan dada mereka.

Suatu hari, sekelompok kelinci berkumpul dan saling mengeluh tentang nasib mereka. Mereka merasa hidup mereka tak berarti: takut pada segalanya, tak punya cakar, tak punya sayap, telinga panjang membuat mereka tak bisa tidur nyenyak, dan mata merah yang terus memperlihatkan kegelisahan.

Akhirnya, mereka semua sepakat: “Daripada hidup ketakutan terus, lebih baik kami mati saja!”

Mereka pun beramai-ramai menuju tebing, hendak lompat ke sungai.

Namun, saat sampai di pinggir danau, mereka mendengar suara “plung! plong!”—beberapa katak yang duduk santai langsung melompat ke air karena ketakutan melihat para kelinci.

Tiba-tiba, seekor kelinci berseru: “Tunggu! Kita tidak perlu bunuh diri! Ternyata masih ada makhluk yang lebih penakut dari kita!”

Mendengar itu, semua kelinci tersenyum, semangat mereka kembali bangkit, dan mereka pun pulang dengan hati gembira.

Hikmah dari Cerita Kelinci:

Jangan pernah hanya melihat penderitaan kita sendiri lalu menyalahkan nasib. Di dunia ini, masih banyak orang yang keadaannya jauh lebih sulit, tapi mereka tetap tegar menjalani hidup.

Kalau mereka saja bisa bertahan, kenapa kita tidak? (jhn/yn)

Zelenskyy Umumkan Putaran Baru Perundingan Damai dengan Rusia

EtIndonesia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Selasa (22/7) memperbarui tawarannya untuk bertemu dengan Vladimir Putin dari Rusia dan merundingkan akhir perang di Ukraina, tetapi harapan akan kemajuan rendah karena para delegasi bersiap untuk mengadakan putaran perundingan berikutnya.

Sementara itu, pasukan Rusia menggempur empat kota Ukraina dalam serangan malam hari yang menurut para pejabat menewaskan seorang anak.

Putin telah menolak tawaran Zelenskyy sebelumnya untuk pertemuan tatap muka guna mengakhiri konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Namun, pemimpin Ukraina tersebut menegaskan bahwa delegasi tingkat rendah seperti yang diharapkan hadir dalam perundingan di Istanbul pada hari Rabu tidak memiliki kekuatan politik untuk menghentikan pertempuran. Kedua belah pihak masih berselisih pendapat tentang cara mengakhiri perang yang dimulai oleh invasi skala penuh Rusia pada 24 Februari 2022.

“Ukraina tidak pernah menginginkan perang ini, dan Rusia-lah yang harus mengakhiri perang yang dimulainya sendiri,” kata Zelenskyy dalam sebuah unggahan Telegram.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan pada hari Selasa bahwa “banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan sebelum mengadakan diskusi terperinci mengenai kemungkinan pertemuan tingkat tinggi,” yang secara efektif memupuskan harapan akan adanya pertemuan puncak dalam waktu dekat. Dia tidak menyebutkan tanggal perundingan di Istanbul.

Para pejabat Ukraina dan Barat menuduh Kremlin mengulur-ulur perundingan agar pasukannya yang lebih besar dapat merebut lebih banyak wilayah Ukraina. Rusia saat ini menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina.

Pengumuman Zelenskyy pada Senin malam bahwa perundingan akan berlangsung hanya menghasilkan sedikit harapan akan kemajuan. Hal ini terjadi terlepas dari upaya pemerintahan Trump untuk mendorong upaya perdamaian, yang berjalan lambat karena Putin enggan mengalah dari tuntutannya.

Peskov mengatakan bahwa “kita tidak punya alasan untuk mengharapkan terobosan ajaib, hal itu hampir tidak mungkin dalam situasi saat ini.”

Dua putaran sebelumnya diadakan di Istanbul, dan laporan media Rusia mengatakan bahwa kota di Turki tersebut kemungkinan juga akan menjadi tuan rumah pertemuan kali ini. Perundingan pada bulan Mei dan Juni menghasilkan serangkaian pertukaran tawanan perang dan jenazah tentara yang gugur, tetapi tidak menghasilkan kesepakatan lain.

Sementara itu, Rusia sedang gencar menerobos titik-titik timur dan timur laut di garis depan sepanjang 1.000 kilometer (620 mil). Rusia juga menembakkan lebih dari 700 drone setiap malam ke kota-kota Ukraina.

Zelenskyy mengatakan bahwa pada perundingan Istanbul berikutnya, Ukraina ingin mengamankan pembebasan lebih banyak tahanan dari Rusia dan pengembalian anak-anak yang menurut Ukraina telah diculik.

Delegasi Ukraina akan dipimpin oleh mantan Menteri Pertahanan, Rustem Umerov, yang kini menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina. Delegasi tersebut akan mencakup perwakilan intelijen Ukraina, Kementerian Luar Negeri, dan kantor kepresidenan, kata Zelenskyy.

Peskov mengatakan bahwa “masalah penyelesaian Ukraina begitu kompleks sehingga bahkan mencapai kesepakatan tentang pertukaran tahanan atau pengembalian jenazah saja sudah merupakan sebuah keberhasilan.”

Pasukan Rusia menyerang empat kota Ukraina di tiga wilayah dalam serangan semalam, menewaskan seorang anak dan melukai setidaknya 41 orang lainnya, kata para pejabat. Sejak senja Senin malam, Rusia menyerang wilayah Ukraina, Sumy di timur laut, Odessa di selatan, dan Kramatorsk di timur.

Di Kramatorsk, sebuah bom luncur menghantam sebuah gedung apartemen dan memicu kebakaran, menurut kepala administrasi militer kota, Oleksandr Honcharenko. Seorang anak laki-laki kelahiran 2015 tewas, kata pejabat setempat, tanpa menyebutkan usia pastinya. Lima orang lainnya dilaporkan terluka.

Wilayah Sumy mengalami beberapa gelombang serangan, lapor administrasi militer regional. Sebuah pesawat nirawak menghantam sebuah pom bensin di kota Putyvl, melukai empat orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun, katanya. Serangan pesawat nirawak kedua menghantam lokasi yang sama kurang dari dua jam kemudian, melukai tujuh orang lainnya.

Setelah gelap, dua bom luncur Rusia yang kuat dijatuhkan di Kota Sumy, melukai 13 orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 6 tahun. Menurut otoritas regional, lima gedung apartemen, dua rumah pribadi, dan sebuah pusat perbelanjaan rusak dalam serangan tersebut. Ledakan tersebut menghancurkan jendela dan balkon di gedung-gedung perumahan, kata Pelaksana Tugas Wali Kota Artem Kobzar.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Selasa bahwa pertahanan udara menembak jatuh 35 pesawat nirawak jarak jauh Ukraina di beberapa wilayah dalam semalam, termasuk tiga di atas wilayah Moskow.(yn)

Jalan Menuju Matahari dan Bulan

EtIndonesia. Dahulu kala, hiduplah sepasang anak muda yang saling mencintai dengan sangat dalam. Gadis itu lembut dan cantik seperti merpati, sedangkan pemuda itu gagah dan kuat seperti elang yang terbang tinggi. Pemuda itu bernama Yannik, dan gadis itu bernama Hanluska.

Ayah Hanluska adalah seorang bangsawan kecil yang kaya, sedangkan ayah Yannik hanyalah seorang gembala miskin. Namun Hanluska, yang berhati tulus dan murni, tidak peduli dengan kemiskinan Yannik. Dia justru menyukai kekuatan, ketampanan, dan etos kerja Yannik.

Namun Yannik merasa khawatir: “Bagaimana kalau ayahmu tidak menyetujui kita menikah?”

Suatu hari, Yannik mengenakan pakaian terbaiknya dan pergi ke rumah Hanluska untuk melamar. 

Tapi setelah mendengar niat itu, ayah Hanluska menjawab sinis : “Kalau kamu ingin menikahi putriku, pergilah bertanya pada Matahari—mengapa dia tidak bersinar dan menghangatkan malam seperti siang?

Lalu tanyakan pada Bulan—mengapa dia tidak bersinar terang di siang hari seperti di malam hari?

Jika mereka menjawab pertanyaanmu, kembalilah. Saat itu aku akan menyerahkan anakku beserta seluruh harta kami padamu.”

Tanpa mengeluh, Yannik menundukkan kepalnya dan berpamitan dengan Hanluska. Dia pun memulai perjalanan untuk menemui Matahari dan Bulan.

Perjalanan Penuh Tantangan

Yannik berjalan jauh hingga tiba di sebuah kastil terpencil. Karena hari sudah gelap, dia meminta izin untuk bermalam. Tuan rumah menyambutnya, memberi tempat tidur dan mengajaknya makan malam. 

Saat tahu bahwa Yannik hendak mencari Matahari dan Bulan, sang pemilik rumah berkata: “Tolong tanyakan juga pada mereka, mengapa pohon pir di halaman kami tidak lagi berbuah? Padahal dulu, buahnya paling manis seisi negeri.”

Yannik mengangguk, lalu melanjutkan perjalanannya.

Dia terus berjalan, menyeberangi gunung, sungai, hingga sampai di sebuah desa yang sedang dilanda kekeringan. 

Penduduk desa yang tahu tujuannya langsung berkata: “Kalau kamu bertemu Matahari, tanyakan juga—mengapa sumur kami yang dulu airnya jernih dan manis, kini tiba-tiba berbau busuk?”

Yannik kembali berjanji untuk menanyakannya. Dia pun terus berjalan hingga akhirnya dia melihat Matahari di timur.

“Tunggu! Aku ingin bertanya!” serunya pada Matahari.

“Cepatlah! Aku harus berkeliling dunia hari ini juga,” jawab sang Matahari.

Yannik pun segera bertanya: “Mengapa kamu tidak bersinar dan menghangatkan malam seperti siang?”

Matahari menjawab: “Kalau aku memancarkan panas dan cahaya seperti siang hari juga di malam hari, Bumi akan terbakar menjadi abu.”

Yannik juga menanyakan soal pohon pir dan sumur, namun Matahari berkata: “Itu bukan urusanku. Tanyakan pada saudaraku, Bulan.”

Setelah itu, Matahari pun melanjutkan perjalanannya.

Bertemu Bulan dan Jawaban-jawaban Ajaib

Yannik pun terus berjalan hingga akhirnya bertemu Bulan.

“Bulan! Tunggu! Aku ingin bertanya!” serunya.

“Cepatlah, seluruh dunia sedang menantiku,” jawab Bulan.

“Mengapa kamu tidak bersinar dan menghangatkan siang hari seperti di malam hari?”

Bulan menjawab: “Jika aku bersinar terang di siang hari, tanaman tak akan bisa tumbuh dengan baik. Meski aku tidak memancarkan panas, aku membawa embun yang menyegarkan ladang dan sawah.”

Yannik kemudian bertanya: “Mengapa pohon pir di halaman kastil tak lagi berbuah?”

Bulan menjawab: “Selama putri tertua pemilik kastil masih perawan, pohon itu berbuah manis. Tapi sejak pohon itu tahu ada bayi yang dikuburkan di bawahnya, dia pun berhenti berbuah. Gali dan pindahkan jasad bayi itu ke tempat lain, lalu nikahkan putri itu—pohon pir akan kembali berbuah.”

“Dan tentang sumur yang airnya berbau?” tanya Yannik lagi.

Bulan menjawab: “Di dasar sumur ada sebuah batu. Di bawah batu itu bersembunyi seekor kodok busuk yang telah meracuni air selama bertahun-tahun. Angkat batu itu dan bunuh kodoknya—air akan kembali jernih dan segar.”

Setelah itu, Bulan pun pergi melanjutkan perjalanannya.

Pulang dan Membawa Perubahan

Yannik kembali dan pertama-tama tiba di desa kekeringan. Penduduk menyambutnya dengan penuh harap. Dia membawa mereka ke sumur dan menjelaskan bahwa ada kodok di bawah batu. Penduduk pun mengangkat batu itu, menemukan kodok menjijikkan, lalu membunuhnya. Seketika air menjadi jernih dan lezat kembali. Penduduk berterima kasih dengan memberi Yannik hadiah melimpah.

Lalu dia tiba di kastil. Sang pemilik rumah menyambutnya dan bertanya: “Kamu tidak lupa soal pohon pir itu, kan?”

“Tentu tidak,” jawab Yannik. “Tapi kamu mungkin tidak akan suka jawabannya…”

Dia lalu menjelaskan bahwa jasad bayi dikubur di bawah pohon itu. Sang pemilik kastil langsung memeriksa, dan benar saja. Dia mengangkat jasad itu, menikahkan putrinya, dan ajaib—pohon pir kembali berbuah manis. Dia sangat berterima kasih dan menghadiahi Yannik seekor kuda terbaik agar dia bisa segera pulang.

Kemenangan Cinta Sejati

Ketika Yannik tiba di rumah, Hanluska menangis bahagia. Dia telah menanti Yannik dalam penderitaan dan kesabaran. Ayah Hanluska, yang awalnya sengaja menyuruh Yannik pergi agar tak kembali, kini tak bisa berkata apa-apa. Yannik kembali sebagai pria yang lebih tangguh, lebih cerdas, dan kini kaya raya.

Dia tahu jawaban dari pertanyaan tentang Matahari dan Bulan, dan membawa pulang lebih banyak kekayaan daripada sang bangsawan itu sendiri. 

Hanluska pun tetap bersikeras: “Aku hanya mau menikah dengan Yannik.”

Sang ayah tak bisa membantah. Pernikahan mereka pun digelar dengan megah.

Bubur madu mengalir seperti sungai, musik bersenandung hingga gunung pun bergoyang!(jhn/yn)

Rekor Panas di Tiongkok Membebani Jaringan Listrik, Timbulkan Kekhawatiran Kesehatan

EtIndonesia. Tiongkok pada hari Rabu (23/7) memperingatkan risiko gangguan pasokan listrik karena orang-orang kesulitan untuk tetap sejuk di tengah rekor panas yang melanda sebagian besar wilayah negara itu. Hal ini juga memicu peringatan bagi para lansia untuk waspada terhadap sengatan panas.

Pasokan listrik terdampak sementara permintaan melonjak, melampaui 1,5 miliar kilowatt untuk pertama kalinya pekan lalu, kata pejabat energi, dalam rekor baru ketiga bagi Tiongkok bulan ini, ketika peringatan nasional pertama tentang risiko kesehatan terkait panas juga dikeluarkan.

“Cuaca bersuhu tinggi akan … berdampak pada pembangkitan dan pasokan listrik,” kata pejabat cuaca Chen Hui dalam konferensi pers pada hari Rabu, menambahkan bahwa hal itu akan memengaruhi produksi tenaga air dan mengurangi efisiensi pembangkit fotovoltaik.

Pihak berwenang akan mengirimkan peringatan untuk memberi tahu penyedia listrik jika taktik seperti pemangkasan puncak dan penyaluran daya lintas wilayah diperlukan, tambah Chen, seorang pejabat Badan Meteorologi Tiongkok.

Sejak pertengahan Maret, jumlah hari dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius atau lebih merupakan rekor tertinggi, kata Jia Xiaolong, wakil direktur Pusat Iklim Nasional.

Pihak berwenang meminta para lansia untuk tetap berada di dalam ruangan kecuali diperlukan, sembari mendesak para pekerja di luar ruangan untuk mengurangi aktivitas pada “hari-hari sauna” tersebut.

Suhu telah mencapai titik tertinggi baru sejak pertengahan Maret di provinsi-provinsi bagian tengah, Henan dan Hubei, Shandong di timur, Sichuan di barat daya, serta Shaanxi dan Xinjiang di barat laut, sehingga mendorong rata-rata nasional ke rekor tertinggi kedua.

Selama dua minggu terakhir, 152 observatorium cuaca nasional mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius , dengan satu observatorium di Xinjiang mencapai 48,7 derajat Celsius , kata Jia.

Dia tidak mengesampingkan kemungkinan terjadinya rekor suhu panas lagi, dengan mengatakan bahwa bulan Agustus bisa saja sama hangatnya, atau bahkan lebih panas daripada beberapa tahun terakhir.(yn)

Hubungan Antarmanusia: Dari Sekadar “Makan-makan” Hingga Politik Kekuasaan

EtIndonesia. Aku bukanlah seseorang yang pandai bergaul, atau dalam istilah umumnya, “nggak terlalu bisa membawa diri”. Ironisnya, aku justru ingin menulis sebuah artikel tentang hubungan antarmanusia. Tapi sejujurnya, aku sangat paham seluk-beluk relasi sosial. Inti dari hubungan antarmanusia, jika diringkas, sebenarnya cuma empat kata: mengundang makan – undangan makan .

Misalnya, saat kamu ingin meminta bantuan seseorang, kamu biasanya harus mengundangnya makan terlebih dulu. Dalam proses makan itu, kalau kamu sudah lihai dalam urusan pergaulan, kamu tak akan langsung menyampaikan permintaanmu. Kamu akan mengarahkan pembicaraan dengan cermat, sampai tamumu secara tidak langsung mendorongmu untuk menceritakan kesulitanmu. Kebetulan, masalah yang menurutmu sulit itu, bagi dia mungkin hanya butuh sedikit usaha. Saat suasana mulai cair setelah beberapa putaran minuman, dia pun bersedia membantu dengan senang hati. Kamu bahkan sampai merasa tak enak sendiri untuk bilang: “Kalau memang sulit, tak usah dipaksakan.”

Dan begitulah, persoalan hidupmu terselesaikan dalam sebuah acara makan bersama. Saat Lebaran, Tahun Baru Imlek, menjenguk keluarga, hajatan, atau pemakaman—semuanya adalah momen di mana hubungan antarmanusia dibina dan diperkuat melalui acara makan bersama.

Klasifikasi dan Asal-Usul Relasi Sosial

Setelah membahas esensinya, mari kita lihat jenis-jenis hubungan antarmanusia serta bagaimana hubungan-hubungan itu terbentuk dan berubah seiring waktu. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Demi bertahan hidup dan berkembang, manusia melakukan pembagian kerja, dan dari situlah terbentuk jaringan sosial yang rumit dan erat.

Hubungan sosial dapat dibagi menjadi beberapa kategori:

·        Berdasarkan hubungan darah: disebut hubungan kekerabatan atau keluarga besar.

·        Berdasarkan pekerjaan: disebut hubungan antarrekan kerja.

·        Berdasarkan organisasi atau sistem: disebut hubungan sesama anggota (misalnya sesama kader/anggota partai).

·        Berdasarkan hobi dan minat: disebut hubungan pertemanan.

·        Berdasarkan proses pendidikan: disebut hubungan antar teman sekolah atau guru-murid.

Hubungan-hubungan ini seringkali saling bertumpuk tergantung waktu dan tempat. Misalnya, di masyarakat agraris, hubungan antara kamu dan keluargamu bisa saja mencakup semua kategori: sebagai kerabat, sebagai rekan kerja di ladang, bahkan bisa jadi teman belajar atau hubungan guru-murid.

Dan inilah yang menarik: semakin banyak jenis hubungan yang tumpang-tindih, semakin kuat pula keterikatan yang terbentuk. Dasar dari keterikatan ini disebut komunitas kepentingan bersama. Selama kepentingan itu tetap sejalan, hubungan akan harmonis dan solid. Tapi begitu kepentingan mulai berbenturan, hubungan itu bisa runtuh seketika. 

Seperti contoh dalam sejarah: Kaisar Tang Taizong membunuh saudara-saudaranya sendiri demi kekuasaan, sementara Kaisar Tang Xuanzong justru hidup akur dengan saudara-saudaranya. Dua pribadi ini sejatinya sama saja—yang membedakan hanyalah posisi dan benturan kepentingan mereka.

Perkembangan Relasi Sosial Sepanjang Sejarah

Mari kita telusuri bagaimana relasi sosial terbentuk dan berkembang di berbagai periode sejarah:

1. Masa Dinasti Zhou: Sistem Feodalisme dan Keluarga

Pada masa agraris awal seperti era Dinasti Zhou, para penguasa menerapkan sistem feodal demi stabilitas negara. Mereka membagi tanah dan kekuasaan berdasarkan garis keturunan dan hubungan keluarga besar. Dalam sistem ini, hubungan antar individu meliputi relasi darah, hubungan penguasa-rakyat, dan bahkan hubungan guru-murid.

Untuk mempererat jaringan kekuasaan ini, para bangsawan rutin melakukan upacara penghormatan kepada kaisar, dan sering kali mengatur pernikahan antar keluarga bangsawan. Namun seiring berjalannya waktu, hubungan ini hanya tersisa dalam bentuk ikatan darah dan kepentingan. Seorang saudara kandung hari ini bisa jadi hanya orang asing bermarga sama bagi keturunan kita nanti. Kekuasaan yang semula dibangun di atas kekerabatan pun mulai goyah dan hancur.

2. Masyarakat Bawah Agraris: Saudara Sekaligus Rekan Kerja

Di kalangan rakyat biasa, kebutuhan untuk membuka dan menggarap lahan menjadikan kelahiran anak laki-laki sebagai kebutuhan mendesak, baik dari sisi biologis maupun ekonomi. Ungkapan seperti “saudara sekandung di rumah, ayah dan anak berperang bersama” adalah cerminan paling jujur.

Dengan meningkatnya jumlah keluarga bermarga sama, mereka mulai menetap dan membentuk desa-desa atau kota kecil yang dinamai sesuai marga mereka. Dalam sistem ini, desa dibangun dengan struktur piramida antara klan besar dan klan kecil. Mereka hidup berdampingan, bekerja sama, dan melindungi satu sama lain dari ancaman luar. Hubungan mereka menjadi sangat erat.

Namun, waktu terus berjalan. Ikatan itu pun kembali disederhanakan menjadi urusan darah dan kepentingan. Klan besar mulai menindas klan kecil, merebut tanah dan kekayaan mereka. Pada akhirnya, kepala klan besar menjadi tuan tanah sekaligus kepala desa, dan semua kerabat satu marga hanyalah buruh tani yang bekerja untuknya. Hubungan kekerabatan berubah menjadi hubungan majikan-buruh yang berdarah. Sejarah 2.000 tahun terakhir penuh dengan air mata dan darah para petani.

Era Modern: Hubungan Sosial yang Melemah

Memasuki masyarakat modern, teknologi dan mekanisasi telah membebaskan manusia dari keterikatan tanah. Hubungan berdasarkan darah dan kerja bersama secara perlahan terurai. Ketika komunitas kepentingan bersama tidak lagi ada, maka hubungan antarmanusia pun menjadi renggang. Kekerabatan yang dulu erat menjadi rapuh. Kebijakan pembatasan jumlah anak memperparah situasi ini, hingga muncul fenomena “putus hubungan keluarga”.

Kita harus menyadari dan menghadapi perubahan ini dengan bijak. Menerimanya bukan berarti menyerah, melainkan menyesuaikan diri dengan zaman yang terus berubah.(jhn/yn)

Putin Bersiap untuk Perang Dunia? Ukraina Memperingatkan Rencana Persenjataan Kembali Rusia Senilai 1,1 Triliun Dolar

EtIndonesia. Rusia sedang bersiap untuk perang skala besar dan telah meluncurkan program persenjataan terbesarnya sejak era Soviet, kepala intelijen militer Ukraina telah memperingatkan.

Berbicara pada pertemuan duta besar Ukraina pada 22 Juli, Kyrylo Budanov mengatakan Moskow bermaksud untuk menghabiskan 1,1 triliun dolar selama 11 tahun ke depan untuk persenjataan kembali.
“Ada mobilisasi total politik, ekonomi, dan masyarakat Federasi Rusia untuk siap menghadapi perang skala besar yang akan datang,” kata Budanov.

Perubahan apa yang telah dilakukan Rusia?

Budanov mengatakan Rusia telah membentuk dua distrik militer baru, Moskow dan Leningrad, dan berencana untuk membangun lebih banyak divisi dan unit. Dia menambahkan bahwa tujuan Kremlin lebih dari sekadar mendominasi wilayahnya.

“Rusia berusaha mengganggu keamanan dan tatanan ekonomi saat ini,” katanya.

Budanov juga mengklaim bahwa Moskow memperluas pengaruhnya di Afrika melalui kekuatan proksi dan melakukan operasi hibrida, termasuk serangan siber dan disinformasi, untuk melemahkan demokrasi di luar negeri.

Apa yang diinginkan Rusia?

“Tujuan Moskow adalah memaksakan visinya sendiri tentang tatanan dunia masa depan kepada negara-negara, di mana negara-negara ‘besar’, terutama Federasi Rusia, memiliki kekuasaan penuh, monopoli atas semua sumber daya penting, dan menentukan nasib dunia dalam lingkaran tertutup,” Budanov memperingatkan.

Seberapa serius ancamannya?

Pada tahun 2023, kepala intelijen Jerman, Bruno Kahl, mengatakan Moskow mungkin memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan terhadap NATO pada tahun 2030. Anggaran pertahanan Rusia sudah lebih tinggi daripada gabungan semua negara Eropa.

Menurut Institut Internasional untuk Studi Strategis, anggaran pertahanan Rusia tahun 2024 naik 42% menjadi 462 miliar dolar, di atas total anggaran kolektif Eropa sebesar 457 miliar dolar.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan pada 30 April bahwa Rusia dapat memperluas upaya perangnya ke tingkat Perang Dunia II, mengklaim bahwa “jutaan” warga sipil kini mendukung militer dengan menyumbangkan perlengkapan dan peralatan.

Panglima Tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrskyi juga mengatakan pada bulan April bahwa Rusia memiliki sekitar 5 juta pasukan cadangan terlatih dan berpotensi memobilisasi hingga 20 juta orang.(yn)

Kisah Legendaris “Tiga Narapidana” yang Menyadarkan Kita: Pilihan Itu Segalanya

EtIndonesia. Ada tiga orang yang akan dijebloskan ke penjara selama tiga tahun. Sebelum masuk, kepala penjara memberi mereka masing-masing satu permintaan.

Orang Amerika yang gemar merokok minta tiga kotak besar cerutu.

Orang Prancis yang terkenal romantis minta ditemani seorang wanita cantik.

Orang Yahudi berkata bahwa dia hanya ingin sebuah telepon yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

Tiga tahun pun berlalu.

Yang pertama keluar dari sel adalah si Amerika. Dia berteriak sambil mulut dan hidungnya penuh dengan cerutu: “Tolong kasih aku api! Kasih aku api!”

Ternyata dia lupa meminta korek.

Kemudian, keluarlah si Prancis. Dia menggendong seorang bayi, wanita cantik yang menemaninya juga menuntun seorang anak kecil, dan perutnya tampak sedang hamil lagi.

Terakhir, si Yahudi pun keluar. Dia langsung menjabat erat tangan kepala penjara dan berkata:
“Selama tiga tahun ini saya terus terhubung dengan dunia luar, bisnis saya tidak hanya tetap berjalan, tapi malah tumbuh 200%! Sebagai tanda terima kasih, saya hadiahkan Anda satu unit Rolls-Royce!”

Makna yang Bisa Diambil: Pilihan Menentukan Jalan Hidup

Cerita sederhana ini membawa pesan yang dalam:  Hidup seperti apa yang kita jalani hari ini adalah hasil dari pilihan yang kita buat tiga tahun lalu. Dan keputusan yang kita ambil hari ini akan menentukan seperti apa hidup kita tiga tahun mendatang.

Renungan tentang Pilihan: Mana Lebih Penting, Pilihan atau Kerja Keras?

Kita sering mendengar kalimat terkenal:  “Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% kerja keras.”

Kutipan ini biasa ditempel di bawah foto Edison, diucapkan oleh para guru, dan sering muncul di esai-esai pelajar untuk menambah jumlah kata.

Sebagai seseorang yang dulu malas belajar, aku sering dijewer dengan kalimat ini. Tapi saat kuliah, saat sedang makan bareng teman, aku mendengar versi lengkapnya—dan bagian kedualah yang mengubah cara pandangku:

“Namun 1% inspirasi itulah yang paling penting, bahkan bisa lebih penting daripada 99% kerja keras.”

Saat itulah aku sadar, pertanyaan klasik “mana yang lebih penting, pilihan atau kerja keras?” sebenarnya sudah punya jawabannya:  “Pilihan lebih penting daripada kerja keras.”

Mengapa Kita Harus Memilih dengan Bijak? Karena Dunia Terus Berubah

Kita hidup dalam dunia yang terus berubah. Sepuluh tahun lalu, televisi, kamera digital, sepeda gunung, dan mobil pribadi masih dianggap barang mewah. Hari ini, semua itu sudah mulai tergeser:

·        Televisi digantikan ponsel pintar

·        Sepeda pribadi digantikan sepeda sewaan

·        Mobil bensin digantikan kendaraan listrik

Hal-hal yang tidak mau berubah sedang dilupakan oleh zaman. Begitu juga orang-orang yang tak mau berubah—akan tergilas oleh waktu.

Bukan hanya kata-kata kosong. Dalam artikel yang kubaca, dikatakan bahwa masa depan akan dikuasai oleh dunia yang serba otomatis. Sebagian besar pekerjaan akan digantikan oleh mesin. Bahkan mungkin, 30 tahun ke depan, hanya 1% manusia yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pabrik dan pertanian cerdas—sisanya? Semua jadi bagian dari “industri hiburan”.

Sekarang saja, kecerdasan buatan sudah semakin canggih. Robot AlphaGo mengalahkan juara dunia catur Jepang dalam pertandingan spektakuler di “Konferensi Weiqi Internasional, Wuzhen”. Kalau mesin sudah bisa mengalahkan manusia di permainan otak, apa kamu yakin pekerjaanmu tak akan jadi korban berikutnya?

Kalau Mau Hidup Lebih Baik, Pilihlah Jalan yang Berani dan Maju

Jika kamu ingin hidup lebih baik, maka kamu harus seirama dengan perkembangan zaman. Pilih untuk terus mengakses informasi terbaru, memahami tren baru, dan gunakan itu untuk membentuk masa depanmu.

Lihat para raksasa bisnis saat ini—semuanya berani mengambil pilihan yang berbeda di awal perjalanan hidup mereka:

·        Liu Qiangdong, di usia 24 tahun, masih berjualan CD di Zhongguancun dan sempat dihina pacarnya.

·        Pony Ma mendirikan QQ saat usia 27, bahkan berpura-pura menjadi cewek untuk menarik pengguna.

·        Jack Ma memulai biro terjemahan di usia 30, tapi bisnisnya lesu hingga harus menjual kaus kaki untuk bertahan.

·        Zong Qinghou, pendiri Wahaha, baru memulai bisnis saat usia 42—naik becak menjajakan es krim dari gang ke gang.

Coba tanya dirimu sendiri: masihkah kamu punya keberanian seperti itu?

Penutup: Jadilah Penentu, Bukan Korban Perubahan

Akhir kata, izinkan aku mengutip perkataan dr. Sun Yat-sen:

“Arus zaman mengalir deras, siapa yang mengikutinya akan makmur, siapa yang melawannya akan binasa.”

Jadi sebelum dunia berubah, ubahlah dirimu dulu. Tentukan sendiri arah perubahanmu. Maka saat arus perubahan datang, kamu bukan yang tenggelam di ombak—tapi yang berselancar di atasnya.

Pilihan lebih penting daripada kerja keras.

Visi menentukan masa depan.

 Pilihan menentukan kehidupan. (jhn/yn)

Strategi Gila AS: Siap Hancurkan Fasilitas Biologis Tiongkok Pasca Kejatuhan PKT!

EtIndonesia. Ketika banyak orang masih meragukan kemungkinan kejatuhan Partai Komunis Tiongkok (PKT), para pemikir dan perancang strategi nasional Amerika Serikat justru sudah jauh melangkah mempersiapkan respons komprehensif menghadapi Tiongkok pasca-PKT. Hari ini, dunia semakin dihadapkan pada pertanyaan besar: Apa yang akan terjadi jika kekuasaan PKT benar-benar runtuh? Dan bagaimana negara-negara besar, terutama AS, akan merespons situasi kacau di negeri dengan penduduk terbesar di dunia itu?

Rencana Intervensi: Pasukan Khusus dan Pengamanan Senjata Strategis

Berdasarkan laporan berbagai think tank dan dokumen kebijakan terbaru, AS telah menyiapkan skenario matang. Seperti telah diulas kemarin, militer AS siap mengirimkan pasukan khusus ke sejumlah kota penting seperti Shenyang, Chengdu, dan Guangzhou, tepat ketika tanda-tanda keruntuhan PKT mulai nyata. Langkah ini bertujuan untuk segera mengamankan kawasan-kawasan vital di timur laut, barat daya, dan timur Tiongkok—termasuk memastikan agar senjata strategis seperti nuklir tidak jatuh ke tangan yang salah di tengah kekosongan kekuasaan.

Maknanya? Jika selama ini ada anggapan PKT masih bisa bertahan sepuluh, dua puluh tahun lagi atau bahkan mampu melakukan reformasi bertahap, itu adalah pemikiran yang keliru. Sistem intelijen Barat yang sangat canggih telah menangkap sinyal-sinyal kerentanan mendalam dalam tubuh PKT. Keruntuhan diprediksi terjadi dalam jangka pendek, dan ini bukan sekadar masalah internal Tiongkok, tapi sudah menjadi ancaman global.

Operasi Ekonomi: “Crush”, Bukan Sekadar Sanksi

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah dan Kongres AS menunjukkan sikap kompak yang jarang terjadi: menekan PKT dari segala lini, terutama melalui sektor ekonomi. Ekonomi Tiongkok yang selama ini bertumpu pada ekspor, minyak dan gas Rusia, serta spekulasi, kini seolah pasien di meja operasi—bukan lagi soal perang dagang, tapi benar-benar upaya penghancuran sistematis.

Senator Graham di TV menyatakan tegas: “PKT harus membayar mahal karena membantu Rusia berperang.” 

Tidak lagi sekadar sanksi, tapi “crush”—hancurkan! Menteri Keuangan AS, Scott Bessent , menambahkan bahwa Amerika tidak akan berjalan sendiri; Uni Eropa, Jepang, dan Kanada pun akan bersama-sama melancarkan tekanan ekonomi global. Bahkan, Trump telah menyiapkan tarif tambahan hingga 100% untuk produk Tiongkok. 

Pesan tegas dari Washington: “China, you’re next!”

Ketakutan Terbesar: Anarki & Ancaman Biologis Global

Dibawah tekanan rezim otoriter selama puluhan tahun, masyarakat Tiongkok telah menjadi sangat rapuh. Jika PKT tumbang, bukan hanya Tiongkok yang berpotensi porak-poranda, dunia pun bisa terdampak. Ini bukan lagi isu “campur tangan urusan dalam negeri”, melainkan menyangkut keamanan semua orang di planet ini.

Apa tindakan pertama Amerika Serikat jika PKT benar-benar tumbang? Bukan membangun demokrasi, bukan menggelar pemilu, apalagi menguasai Beijing. Berdasarkan laporan strategis terbaru dari Hudson Institute, langkah pertama yang disiapkan militer AS adalah menghancurkan seluruh fasilitas laboratorium senjata biologis di Tiongkok—terutama di Wuhan.

Mengapa Fasilitas Biologis Menjadi Target Utama?

Keruntuhan PKT kini dianggap hanya masalah waktu. Amerika sangat sadar bahwa laboratorium biologis seperti Institut Virologi Wuhan, Harbin Veterinary Research Institute, dan Akademi Kedokteran Militer PLA bukan sekadar pusat riset kesehatan, melainkan fasilitas militer yang dapat dijadikan senjata biologis dalam sekejap.

Hudson Institute secara gamblang menyebutkan bahwa hampir seluruh riset biologi utama di Tiongkok berada dalam sistem “militer-sipil terpadu”, di mana institusi sipil dapat langsung diambil alih militer kapan pun diperlukan. Banyak proyek tersembunyi di balik laboratorium ini memang berorientasi pada pengembangan senjata biologis yang menargetkan sistem saraf, bahkan simulasi serangan biologi ke hewan ternak yang dapat berdampak luas pada manusia.

Risiko Terbesar: Virus di Tangan yang Salah

Jika terjadi kekacauan pasca-runtuhnya PKT, patogen berbahaya bisa dicuri, dijual, atau digunakan sebagai alat tawar-menawar oleh kelompok tak bertanggung jawab. Bayangkan jika sebuah kelompok milisi berhasil mendapatkan akses ke virus mematikan, lalu menyebarkannya dengan drone ke kota besar—dampaknya bisa sangat fatal, bahkan global.

Tiga Skenario Tindakan Amerika Serikat

  1. Serangan Darat & Pengambilalihan Langsung
    • Pasukan khusus AS diterjunkan untuk mengambil alih dan mengamankan fasilitas laboratorium kunci, mengevakuasi patogen, serta mengisolasi kawasan. Taktik rekayasa kepanikan bisa digunakan agar masyarakat segera mengungsi dari area berbahaya.
  2. Serangan Udara Presisi
    • Jika waktu terlalu sempit atau situasi sangat kritis, AS akan memilih opsi serangan rudal/bom presisi untuk menghancurkan fasilitas secara total. Risiko kebocoran memang ada, tetapi dianggap lebih aman ketimbang virus jatuh ke tangan pihak tak bertanggung jawab.
  3. Infiltrasi Intelijen
    • CIA dan jaringan intelijen lainnya akan menanam “orang dalam” di laboratorium—baik staf, pejabat, maupun kolaborator asing. Ketika waktunya tiba, mereka bertugas membawa sampel/data penting keluar negeri, dan memfasilitasi penonaktifan fasilitas.

Kenapa Bukan Diserahkan ke Rakyat Tiongkok?

Hudson Institute menegaskan, laboratorium-laboratorium ini bukan lembaga ilmiah biasa, melainkan instrumen politik dan militer. Pengembangan patogen super menular seringkali justru ditujukan sebagai senjata untuk memperlemah musuh. Promosi ilmuwan lebih ditentukan loyalitas politik ketimbang keahlian akademis.

Tragedi pandemi 2019–2020 adalah pelajaran pahit: dokter yang membongkar fakta ditangkap, sampel disembunyikan, akses internasional ditutup, dan informasi vital dikaburkan oleh otoritas.

Kesimpulan: Virus Utama Bukan di Laboratorium, Tapi dalam Sistem

Hudson Institute secara tegas menyimpulkan, ancaman utama bukan sekadar pada virus biologis, tapi pada sistem kekuasaan yang menjadikan laboratorium tersebut alat kendali politik dan perang asimetris. Penghilangan fasilitas biologis memang penting, tapi perubahan sejati di Tiongkok hanya bisa terjadi jika masyarakatnya berani membongkar kebenaran, mengakui kesalahan, dan membangun kepercayaan baru pada ilmu pengetahuan serta sesama warga.

Jalan menuju “Tiongkok tanpa PKT” tidak bisa dibuka oleh pasukan asing, rudal, atau operasi rahasia CIA, melainkan oleh rakyat Tiongkok sendiri—dengan keberanian, kejujuran, dan tekad untuk membangun masa depan bersama.

Penutup: Refleksi untuk Bangsa Tiongkok

Jika hari ini AS bersiap menghancurkan laboratorium biologis berbahaya pasca-PKT, masyarakat Tiongkok patut bertanya: jika virus dianggap sebagai senjata, lalu selama ini rakyat diperlakukan sebagai apa? Jawabannya menyedihkan—di mata rezim, rakyat hanyalah alat, angka statistik, dan biaya risiko yang bisa dikorbankan kapan saja.

Tiongkok tanpa PKT, hanya bisa lahir dari keberanian rakyat untuk membongkar kebenaran, menyesali masa lalu, dan membangun kepercayaan baru—bukan dengan kudeta atau revolusi jalanan, melainkan transformasi dari hati ke hati.

Virus sejati bukan hanya di laboratorium, tapi sudah merasuki sistem kekuasaan. Yang harus dimusnahkan bukan hanya patogen, tapi logika kekuasaan yang menempatkan manusia sebagai alat.