Melania Trump Kembali Kunjungi Perbatasan Amerika Meksiko

EpochTimesId – ‘First Lady’ Amerika Serikat, Melania Trump kembali datang ke perbatasan dengan Meksiko, pada 28 Juni 2018. Ibu Negara AS itu datang untuk bertemu dengan pejabat imigrasi dan mengunjungi tempat penampungan anak-anak.

Ini adalah kunjungan keduanya ke perbatasan dalam seminggu terakhir. Pekan lalu, dia melakukan kunjungan mendadak ke penampungan anak-anak di Texas pada 21 Juni 2018.

Kali ini, Melania Trump mengadakan pertemuan meja bundar dengan para pejabat terkait di dekat Pangkalan Angkatan Udara Davis-Monthan di Tucson, Arizona. Dia menyatakan perhatiannya pada anak-anak dari keluarga imigran yang dipisah dari orangtuanya.

“Saya di sini untuk mendukung Anda dan memberikan bantuan saya. Apa pun yang saya bisa, atas nama anak-anak dan keluarga,” kata Melania kepada para pejabat di fasilitas Patroli Perbatasan AS.

Dalam pidato pembukaan di fasilitas tersebut, dia juga berterima kasih kepada pejabat dari Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS (Customs and Border Protection/CBP) dan Badan Penegak Hukum Imigrasi dan Bea Cukai AS (Immigration and Customs Enforcement/ICE) yang bersedia menjadi tuan rumah diskusi.

Agen Patroli Perbatasan berbicara dengan anak-anak di bawah umur yang tidak didampingi tepat setelah mereka melintasi perbatasan barat daya di Rio Grande Valley, Texas, pada tanggal 26 Mei 2017. (Benjamin Chasteen/The Epoch Times)

“Saya tahu betapa berbahayanya dan sulitnya pekerjaan harian Anda, jadi saya sangat menghargai semua yang Anda lakukan atas nama negara,” sambung istri Presiden Trump.

Keputusan untuk mengunjungi fasilitas itu adalah gagasannya, menurut Stephanie Grisham, direktur komunikasinya. Kunjungan baru-baru ini dilakukan setelah presiden menandatangani sebuah perintah eksekutif pada 20 Juni 2018 untuk membantu menghentikan pemisahan keluarga imigran gelap di perbatasan.

Sekitar 2.000 anak dipisahkan dalam enam minggu dari 19 April hingga 31 Mei 2018. Sementara 10.000 anak lainnya berada dalam perawatan Badan Kesehatan dan Layanan Manusia (HHS) setelah memasuki Amerika Serikat secara ilegal, sebagai anak di bawah umur yang tidak ditemani orang tua. Sering kali, orang tua mereka membayar seorang penyelundup untuk membawa mereka melewati perbatasan.

Pada hari Selasa, seorang hakim federal memerintahkan agar anak-anak migran dan orang tua bersatu kembali dalam 30 hari. Bahkan lebih cepat, jika anak tersebut berusia di bawah 5 tahun.

“Tujuan kunjungan kedua ini, agar First Lady dapat belajar dan memahami masalah di perbatasan,” sambung Grisham, seperti dikutip dari Associated Press.

Ibu Negara juga mengunjungi fasilitas negara yang digambarkan sebagai pusat penampungan jangka pendek bagi anak-anak migran.

Setengah juta keluarga imigran ilegal dan anak-anak di bawah umur dari Amerika Tengah telah dilepas di wilayah Amerika Serikat sejak tahun 2014 akibat dari celah-celah kebocoran peraturan imigrasi, menurut Gedung Putih.

“Dia mengakui itu masalah yang rumit,” kata Grisham. “Dia benar-benar percaya pada hukum perbatasan yang kuat. Dia ingin memastikan anak-anak diurus dengan baik.”

First Lady AS, Melania Trump (tengah) naik ke mobilnya di Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, pada 21 Juni 2018. Melania Trump baru usai mengunjungi fasilitas penahanan dan perawatan anak-anak pengungsi dan imigran gelap di perbatasan AS-Meksiko, Texas. (Chip Somodevilla/Getty Images/The Epoch Times)

Kunjungan pertama Melania ke perbatasan menarik perhatian media nasional. Namun, mereka lebih tertarik dengan jaket yang dia pakai selama kunjungan. Jaket itu berisi tulisan, “Saya benar-benar tidak peduli. Apakah kamu (peduli)?”

Menurut Presiden Donald Trump, pesan itu adalah kritikan untuk media arus utama yang mengabaikan apa yang dikerjakannya untuk rakyat dan negara. Bahkan, media besar di Amerika cenderung memilih sudut negatif untuk meliputnya.

Nampaknya, apa yang dikatakan Trump memang memiliki alasan. Sebagian besar liputan media pada kunjungan pertama Melania ke Perbatasan membahas tulisan yang ada di belakang jaketnya.

Dalam kunjungan kedua kali ini, tidak ada pakaian dengan tulisan pesan. (Bowen Xiao/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA