AS Kembali Akan Kirim Astronot ke Bulan

oleh Chen Juncun

Menjelang peringatan 50 tahun pendaratan manusia pertama di Bulan, Wakil Presiden AS Mike Pence pada Selasa 26 Maret lalu mengumumkan bahwa Amerika Serikat kembali akan mengirim astronot ke bulan sebelum tahun 2024 mendatang. Pengiriman ini lebih cepat 4 tahun dari rencana NASA pada tahun 2028.

Mike Pence menyampaikannya pada pertemuan ke-5 National Space Council atau Dewan Antariksa Nasional. Pengumuman itu disampaikan atas nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pence merinci lebih jelasnya adalah astronot wanita pertama dan astronot pria yang berikutnya akan menginjakkan kaki di bulan adalah warga Amerika Serikat. Menurut Pence, kedua astronot ini akan menumpang pesawat yang diluncurkan dengan roket buatan AS dari daratan Amerika Serikat.

Pada kesempatan itu, Pence menyinggung tentang pengembangan di bidang kedirgantaraan komunis Tiongkok dan Rusia. Bahkan, Pence menegaskan Amerika Serikat saat ini sedang melakukan perlombaan antariksa.

Meski demikian, AS  tidak hanya bersaing dengan lawan-lawannya. AS justru bertarung dengan musuh terburuk yakni yaitu kepuasan diri.

Pence mengatakan bahwa Presiden Trump telah menginstruksikan NASA dan direkturnya, Jim Bridenstine untuk menggunakan metode yang diperlukan demi tercapainya tujuan tersebut. Langkah yang dilakukan termasuk menggunakan berbagai sumber daya dari industri, pemerintah dan seluruh perusahaan yang berkecimpung dalam bidang kedirgantaraan.

Sebagai tanggapan, Jim Bridenstine dalam pertemuan mengatakan bahwa NASA akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan. Ia juga optimis bahwa kendaraan peluncuran ‘Space Launch System’ yang dirancang oleh agensi dapat diluncurkan pada tahun 2020 mendatang.

Dalam pertemuan itu, Jim Bridenstine dan peserta lainnya mencapai beberapa consensus, antara lain termasuk kembali ke bulan dalam 5 tahun ke depan. Kesepakatan lainnya melakukan misi berawak ke dekat bulan pada tahun 2022 dan pendaratan astronot di bulan pada tahun 2024. NASA sebelumnya menemukan keberadaan Ice Water di Antartika, yang membantu dalam pembangunan pangkalan di bulan.

Jim Bridenstine mengatakan dirinya mengetahui bahwa NASA sudah siap untuk memenuhi tantangan pergi ke bulan. Bahkan,  kali ini NASA siap akan menetap di bulan.

Pada 11 Desember 2017, Trump menandatangani arahan kebijakan yang menginstruksikan NASA untuk melanjutkan program eksplorasi ruang angkasa berawak. Selain memungkinkan astronot Amerika Serikat untuk kembali ke bulan, sekaligus sebagai persiapan untuk mengirim astronot ke planet Mars .

Pendaratan manusia di bulan pertama terjadi pada 20 Juli 1969 silam. Neil Alden Armstrong adalah astronot Amerika yang melakukan misi Apollo 11. Dia  menjadi astronot pertama yang menginjakkan kaki di bulan. (Sin/asr)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine