Cegah Pneumonia Wuhan, Tiga Bandara Utama Amerika Serikat Tingkatkan Proses Skrining Penumpang

NTDTV.com

Semakin meluasnya epidemi pneumonia Wuhan ke berbagai negara,  Amerika Serikat pun mengambil langkah-langkah baru untuk mencegah pneumonia Wuhan. Setidaknya ada tiga bandara di Amerika Serikat akan menerapkan skrining terhadap penumpang asal Tiongkok untuk menyaring mereka yang mungkin terinfeksi virus korona jenis baru. 

Virus itu telah membuat puluhan orang sakit, menewaskan dua orang, dan memicu kekhawatiran tentang wabah global.

Pada Sabtu (18/1/2020)  Bandara Internasional John F. Kennedy New York, Bandara Internasional San Francisco, dan Bandara Internasional Los Angeles mulai menskrining pneumonia Wuhan untuk pelancong dari Wuhan ke Amerika Serikat.

Nancy Messonnier, Direktur Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit Pernafasan Amerika Serikat, mengatakan: “Kami sangat prihatin, karena wabah ini termasuk sejenis coronavirus baru, sejenis penyakit yang belum pernah kita temui sebelumnya. Coronavirus dapat menyebabkan flu biasa, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah atau MERS dan SARS.” 

Lebih dari 100 staf dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit telah dikerahkan dan mereka akan bekerja dengan staf bandara untuk menerapkan skrining terhadap penumpang untuk menyaring mereka yang mungkin terinfeksi virus korona jenis baru.

“Kami sedang menyaring penumpang yang kembali ke Amerika Serikat dari Wuhan karena kami ingin mendeteksi virus itu sesegera mungkin. Semakin cepat kita mendeteksi virus ini, semakin baik bagi kita memahaminya dan bisa mengambil tindakan pencegahan,” kata Nancy Messonnier, Direktur Pusat Nasional Imunisasi dan Penyakit Pernafasan dari CDC – The Centers for Disease Control and Prevention atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat.

Selain memantau suhu tubuh penumpang, CDC juga akan menanyakan tentang gejala yang dialami penumpang yang datang dari kota Wuhan. Jika ada gejala yang dicurigai, mereka akan ditanya lebih rinci, dan bahkan mungkin diminta untuk menjalani pemeriksaan medis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit bekerja sama dengan rumah sakit di bandara. Jika seseorang didiagnosis dengan virus pneumonia Wuhan, mereka akan dikarantina dan dipantau di rumah sakit.  

Pejabat setempat memperkirakan sekitar 5.000 penumpang akan melalui proses skrining selama beberapa pekan ke depan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit akan memonitor perkembangannya secara ketat.

Nancy Messonnier mengatakan, “Jumlah orang yang kembali ke Amerika Serikat bervariasi pada waktu yang berbeda dalam setahun. Ketika kita lebih lanjut memahaminya, kita akan secara bertahap menyimpulkan epidemi tersebut.”

Penumpang yang bepergian ke dan dari Tiongkok mengatakan tindakan pencegahan di bandara itu memang diperlukan.

Sylvia Zheng, salah satu turis asal Tiongkok menyatakan, “Saya pikir jika itu berdampak pada orang lain, maka tindakan pencegahan adalah pilihan yang baik. Jika demikian, pastikan untuk tidak menyebarkannya.”

Tony Nguyen, seorang warga Amerika yang berkunjung ke Tiongkok berkomentar, “Proses skirining diperlukan, memeriksa suhu untuk memastikan kita baik-baik saja dan tidak demam.” 

Hingga 17 Januari 2020, data resmi dari Komisi Kesehatan Kota Wuhan mencatat, ada 62 orang terinfeksi menderita pneumonia dan 2 meninggal akibat coronavirus. 

Setidaknya 7 negara dan wilayah di dunia telah didiagnosis atau ditemukan dugaan kasus pneumonia Wuhan: termasuk 2 kasus di Thailand dan 1 di Jepang. Sementara di Vietnam, ditemukan 2 kasus serupa, 1 di Singapura, 4 di Taiwan, dan 2 di Makau.

Pneumonia Wuhan bermula dari pasar makanan laut setempat. Namun, pengumuman hari Jumat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menunjukkan bahwa beberapa pasien tidak ke pasar grosir makanan laut. Hal itu menunjukkan bahwa kemungkinan ada penularan dari manusia ke manusia.

Beberapa ahli mengatakan bahwa virus pneumonia Wuhan adalah sejenis virus mirip SARS, hanya saja jenisnya tidak sama.

Sementara itu,  majalah Scientific American yang terbit setiap bulan mengulas tentang pernyataan World Health Organization – WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia  yang mengatakan bahwa pihak berwenang Tiongkok meyakini mungkin menjadi penyebab kasus pneumonia misterius di kota.

Virus corona baru adalah  keluarga virus SARS atau Sindrom Pernafasan Akut Parah yang mematikan dan virus MERS Middle East Respiratory Syndrome.

Menurut WHO, coronavirus adalah keluarga besar virus yang berasal dari flu biasa hingga SARS. Beberapa dari virus ini menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah, namun ada juga yang parah. Beberapa virus juga menularkan dengan mudah dari orang ke orang, sementara yang lain tidak. (jon)

https://www.youtube.com/watch?v=G1mt31QuGXk