Operasi Iran Berujung Bencana! Seluruh Rudal Dicegat, Fasilitas Strategis Garda Revolusi Dihancurkan

EtIndonesia.com Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat tajam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan gabungan menggunakan drone dan rudal terhadap sasaran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia pada malam 5 Juni 2026.

Namun operasi yang dimaksudkan sebagai unjuk kekuatan tersebut justru berakhir dengan kegagalan besar. Seluruh drone dan rudal yang diluncurkan berhasil dinetralisir oleh sistem pertahanan Amerika Serikat, sementara Washington segera membalas dengan menghancurkan sejumlah fasilitas radar strategis Iran yang berada di sekitar Selat Hormuz.

Peristiwa ini menjadi salah satu konfrontasi militer paling serius antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir dan kembali memunculkan kekhawatiran mengenai stabilitas keamanan di Timur Tengah.


Gelombang Pertama: Empat Drone Iran Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Menurut laporan resmi yang dirilis oleh Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) pada 6 Juni 2026, serangan Iran dimulai pada malam sebelumnya ketika Garda Revolusi meluncurkan empat drone serang ke arah armada Angkatan Laut Amerika Serikat yang beroperasi di sekitar Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati wilayah sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Namun upaya Iran untuk menekan kehadiran militer Amerika di kawasan itu gagal total.

Sistem pemantauan udara Amerika Serikat mendeteksi peluncuran drone sejak awal. Pesawat tempur serta sistem pertahanan udara yang berada di wilayah operasi segera melakukan intersepsi.

Keempat drone Iran berhasil dihancurkan sebelum meninggalkan kawasan selat dan sebelum mendekati armada Amerika Serikat.

Menurut laporan militer AS, tidak satu pun drone berhasil mencapai target yang dituju.


Tujuh Rudal Balistik Mengarah ke Kuwait dan Bahrain

Tidak lama setelah serangan drone gagal, Iran meningkatkan eskalasi dengan meluncurkan tujuh rudal balistik dari wilayahnya menuju sasaran militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Kedua negara tersebut merupakan titik strategis utama bagi operasi militer Amerika di Timur Tengah.

Kuwait

Kuwait menjadi salah satu pusat penempatan pasukan Amerika Serikat terbesar di luar negeri dan berfungsi sebagai basis logistik utama bagi operasi militer AS di kawasan.

Bahrain

Bahrain merupakan lokasi markas besar Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas pengamanan wilayah Teluk Persia, Laut Merah, Laut Arab, serta sebagian Samudra Hindia.

Begitu rudal-rudal Iran diluncurkan, jaringan satelit peringatan dini Amerika Serikat segera mendeteksi ancaman tersebut.

Kapal perusak kelas Aegis yang ditempatkan di Teluk Persia bersama sistem pertahanan rudal yang berada di berbagai pangkalan Amerika langsung diaktifkan untuk melakukan intersepsi.

Hasilnya sangat merugikan pihak Iran:

  • Enam rudal balistik berhasil ditembak jatuh sebelum memasuki fase akhir menuju sasaran.
  • Satu rudal lainnya mengalami gangguan teknis dan jatuh sebelum mencapai target.

Laporan kerusakan yang dirilis setelah operasi menunjukkan:

  • Tidak ada korban jiwa dari pihak Amerika Serikat maupun sekutunya.
  • Tidak ada fasilitas militer penting yang mengalami kerusakan.
  • Operasi militer Amerika tetap berjalan normal.

Klaim Iran dan Respons Dingin Amerika

Meski seluruh serangan gagal mencapai sasaran, media pemerintah Iran tetap mengklaim bahwa mereka berhasil menghancurkan markas Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain.

Beberapa media bahkan menayangkan narasi yang menggambarkan fasilitas tersebut seolah-olah berubah menjadi lautan api akibat serangan rudal Iran.

Namun hingga kini tidak ada bukti independen yang mendukung klaim tersebut.

Pihak militer Amerika Serikat juga tidak memberikan tanggapan panjang terhadap tuduhan tersebut dan hanya menegaskan bahwa seluruh fasilitas militer mereka tetap beroperasi normal.


AS Langsung Beralih dari Bertahan Menjadi Menyerang

Jika serangan Iran dianggap telah berakhir setelah seluruh drone dan rudalnya dihancurkan, maka Washington memiliki pandangan berbeda.

Beberapa saat setelah ancaman berhasil dinetralisir, CENTCOM mengeluarkan perintah operasi balasan.

Pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat segera diterbangkan menuju dua fasilitas radar penting milik Garda Revolusi Iran:

  • Stasiun Radar Pantai Koruk
  • Stasiun Radar Pantai Pulau Qeshm

Kedua fasilitas tersebut memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi sistem pertahanan Iran.

Radar-radar itu berfungsi sebagai mata dan telinga Garda Revolusi dalam memantau lalu lintas kapal dagang maupun kapal perang yang melintasi Selat Hormuz.

Melalui fasilitas tersebut, Iran dapat:

  • Mengidentifikasi pergerakan kapal asing.
  • Melacak posisi armada laut.
  • Memberikan data target bagi sistem rudal pesisir.
  • Mengawasi jalur pelayaran internasional.

Karena perannya yang sangat vital, radar Koruk dan Qeshm sering disebut sebagai “mata jarak jauh” Iran di pintu masuk Teluk Persia.


Fasilitas Strategis Iran Berubah Menjadi Puing

Menurut sejumlah laporan militer yang beredar setelah operasi berlangsung, serangan udara Amerika Serikat menyebabkan kerusakan berat pada kedua instalasi radar tersebut.

Sebagian besar bangunan utama dan infrastruktur pendukung dilaporkan hancur.

Beberapa analis keamanan menilai bahwa Iran sebelumnya memanfaatkan periode ketegangan yang relatif mereda untuk memperkuat dan meningkatkan kemampuan radar-radar tersebut.

Karena itu, penghancuran fasilitas tersebut dipandang sebagai pukulan besar terhadap kemampuan pengawasan dan sistem peringatan dini Garda Revolusi di kawasan Selat Hormuz.


Diduga Dipicu Penyitaan Kapal Pengangkut Minyak Iran

Sejumlah laporan menyebut bahwa serangan Iran kemungkinan berkaitan dengan operasi Amerika Serikat sehari sebelumnya.

Dalam operasi tersebut, kapal yang diduga memiliki hubungan dengan Garda Revolusi Iran dihentikan dan diperiksa di perairan internasional Samudra Hindia.

Kapal tersebut disebut membawa sekitar 1,9 juta barel minyak mentah.

Selama bertahun-tahun, berbagai negara Barat menuduh Iran menggunakan jaringan perdagangan bayangan dan jalur penyelundupan untuk menjual minyak serta memperoleh dana bagi berbagai aktivitas regionalnya.

Karena itu, penyitaan kapal dan muatan minyak dalam jumlah besar dipandang sebagai pukulan finansial yang signifikan bagi jaringan pendanaan Iran.

Sejumlah pengamat menilai peluncuran drone dan rudal oleh Iran kemungkinan merupakan respons terhadap operasi penyitaan tersebut.

Namun hasil akhirnya justru berbalik merugikan Teheran setelah sejumlah aset radar strategisnya dihancurkan oleh serangan balasan Amerika.


Negara-Negara Teluk Tingkatkan Koordinasi Pertahanan

Usai operasi berlangsung, Panglima CENTCOM Jenderal Cooper dilaporkan menggelar pertemuan koordinasi militer tingkat tinggi dengan sejumlah negara Teluk.

Pertemuan tersebut melibatkan pejabat militer dari:

  • Bahrain
  • Kuwait
  • Arab Saudi
  • Oman
  • Qatar

Dalam pertemuan tersebut, kerja sama regional dalam bidang pertahanan udara mendapat perhatian khusus.

Fokus koordinasi meliputi:

  • Pertukaran data intelijen secara real-time.
  • Integrasi sistem peringatan dini.
  • Koordinasi ruang udara regional.
  • Mekanisme pertahanan rudal bersama.

Para pejabat militer menilai keberhasilan mencegat seluruh serangan Iran menunjukkan efektivitas kerja sama pertahanan yang selama ini dibangun negara-negara Teluk bersama Amerika Serikat.


Trump: “Gencatan Senjata di Timur Tengah Hanya Berarti Bertempur dengan Intensitas Lebih Rendah”

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memberikan komentarnya mengenai kondisi Timur Tengah.

Saat ditanya wartawan mengenai prospek gencatan senjata di kawasan, Trump memberikan jawaban yang memicu perdebatan luas.

Menurut Trump: “Gencatan senjata di Timur Tengah biasanya hanya berarti mereka sedang bertempur dengan intensitas yang lebih rendah.”

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangannya bahwa konflik di Timur Tengah sering kali tidak benar-benar berhenti meskipun terdapat kesepakatan penghentian tembak-menembak.

Dalam banyak kasus, berbagai kelompok bersenjata memanfaatkan periode gencatan senjata untuk:

  • Mengisi kembali stok amunisi.
  • Memperbaiki fasilitas militer.
  • Mengatur ulang posisi pasukan.
  • Mempersiapkan fase konflik berikutnya.

Sejumlah analis menilai komentar Trump mencerminkan skeptisisme Washington terhadap kemungkinan terciptanya perdamaian jangka panjang di kawasan dalam waktu dekat.


Israel Dilaporkan Ikut Menyerang Target Iran

Di tengah operasi balasan Amerika Serikat, muncul pula laporan bahwa Israel melancarkan serangan terhadap salah satu fasilitas utama Garda Revolusi Iran.

Beberapa sumber menyebut lebih dari 200 personel Garda Revolusi tewas dalam operasi tersebut.

Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi jumlah korban maupun rincian lengkap operasi tersebut.

Meski demikian, laporan tersebut semakin memperkuat kesan bahwa tekanan militer terhadap Iran kini datang dari beberapa arah sekaligus.


Hossein Salami Ancam Hancurkan Kekuatan AS di Kawasan

Komandan Garda Revolusi Iran, Hossein Salami, turut mengeluarkan pernyataan keras setelah rangkaian peristiwa tersebut.

Ia menyatakan bahwa Iran siap menghadapi konflik berskala besar dan mengklaim mampu mengubah Teluk Oman menjadi “kuburan bagi Angkatan Laut Amerika Serikat” dalam hitungan jam.

Dalam pernyataannya, Salami juga mengklaim bahwa:

  • Pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan dapat dihancurkan.
  • Israel tidak akan bertahan dalam perang berikutnya.
  • Amerika Serikat tidak lagi memiliki posisi sebagai satu-satunya kekuatan dominan dunia.

Pernyataan tersebut dipandang banyak analis sebagai bentuk eskalasi retorika yang semakin mempertinggi risiko konfrontasi lebih luas di Timur Tengah.

Situasi Masih Sangat Rentan

Rangkaian peristiwa pada 5โ€“6 Juni 2026 menunjukkan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berada pada tingkat yang sangat tinggi. Meskipun serangan drone dan rudal Iran berhasil digagalkan tanpa korban jiwa, aksi balasan Amerika yang menghancurkan radar strategis Iran serta berbagai ancaman yang terus dilontarkan kedua pihak menandakan bahwa risiko eskalasi lebih besar di kawasan Teluk Persia masih jauh dari berakhir. (***)

Dramatis! Truk Militer Rusia Meledak Dihantam Drone, Saint Petersburg Diserbu Ratusan Drone Ukraina

EtIndonesia.com Perang Rusia-Ukraina kembali memasuki fase yang semakin intensif setelah Ukraina melancarkan gelombang serangan drone jarak jauh terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Serangan tersebut tidak hanya menyasar wilayah garis depan, tetapi juga menghantam berbagai fasilitas strategis jauh di dalam wilayah Rusia, termasuk Saint Petersburg, depot minyak, pangkalan angkatan laut, gudang persenjataan, hingga jalur logistik militer.

Salah satu rekaman yang paling menyita perhatian publik muncul dari sebuah jalan tol yang menghubungkan Rostov dengan Krimea. Seorang warga Rusia yang sedang berkendara tanpa sengaja merekam momen dramatis ketika sebuah truk angkut militer Rusia yang melaju dari arah berlawanan tiba-tiba dihantam drone.

Dalam hitungan detik, ledakan besar terjadi dan kendaraan militer tersebut langsung dilalap api. Rekaman dari kamera dasbor (dashcam) itu kemudian beredar luas di internet dan menjadi simbol meningkatnya kemampuan Ukraina dalam menyerang target-target Rusia bahkan jauh dari garis depan perang.


Serangan Besar ke Saint Petersburg Saat Forum Ekonomi Internasional Berlangsung

Pada 6 Juni 2026, Ukraina melancarkan salah satu operasi udara terbesar yang pernah diarahkan ke wilayah Saint Petersburg dan Oblast Leningrad.

Serangan tersebut berlangsung bertepatan dengan hari terakhir penyelenggaraan forum ekonomi internasional terbesar Rusia yang dihadiri ribuan tamu dari berbagai negara.

Gubernur Oblast Leningrad, Aleksandr Drozdenko, menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh lebih dari 140 drone Ukraina yang memasuki wilayah tersebut.

Pemerintah daerah bahkan mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta tetap berada di tempat yang aman selama operasi pertahanan udara berlangsung.

Bagi Presiden Rusia Vladimir Putin, serangan ini memiliki dampak simbolis yang sangat besar.

Saint Petersburg bukan sekadar kota terbesar kedua di Rusia, tetapi juga merupakan kota kelahiran Putin dan tempat ia membangun fondasi karier politiknya sebelum naik ke puncak kekuasaan di Moskow.


Forum Ekonomi Bergengsi Berubah Menjadi Bayang-Bayang Serangan Udara

Yang membuat situasi semakin memalukan bagi Moskow adalah waktu pelaksanaan serangan tersebut.

Saint Petersburg saat itu sedang menjadi tuan rumah forum ekonomi internasional yang dianggap sebagai salah satu ajang diplomasi dan ekonomi paling penting bagi Rusia.

Forum tersebut menarik kehadiran ribuan peserta dari sekitar 130 negara.

Beberapa laporan bahkan menyebut adanya delegasi Amerika Serikat yang datang secara relatif tertutup, sesuatu yang cukup jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir di tengah hubungan yang memburuk antara Washington dan Moskow.

Namun alih-alih disambut oleh suasana forum yang tenang, para tamu internasional justru menyaksikan dua gelombang serangan drone Ukraina yang mengguncang wilayah sekitar kota.


Gelombang Pertama Menargetkan Depot Minyak dan Pangkalan Angkatan Laut Kronstadt

Gelombang pertama serangan terjadi pada 5 Juni 2026, sehari sebelum puncak forum ekonomi berlangsung.

Target utama saat itu adalah:

  • Depot penyimpanan minyak
  • Pangkalan Angkatan Laut Kronstadt
  • Infrastruktur militer pendukung Armada Baltik Rusia

Salah satu sasaran yang paling mendapat perhatian adalah sebuah kapal fregat Rusia yang sedang menjalani perawatan di galangan kapal.

Menurut berbagai rekaman yang beredar, kapal tersebut dihantam beberapa drone dan mengalami kebakaran besar.

Api terus berkobar selama berjam-jam.

Bagian anjungan kapal dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara berbagai perangkat elektronik penting, termasuk sistem radar dan peralatan navigasi, tampak hangus terbakar.

Analisis awal sejumlah pengamat militer menyebut kerusakan yang terjadi kemungkinan cukup parah hingga berpotensi membuat kapal tersebut tidak dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat.


Zelensky: Drone Ukraina Terbang Lebih dari 1.000 Kilometer

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa drone-drone yang digunakan dalam operasi tersebut telah menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer sebelum mencapai Saint Petersburg.

Menurut Zelensky, sasaran utama operasi itu adalah:

  • Pangkalan angkatan laut Rusia
  • Gudang persenjataan
  • Infrastruktur logistik militer

Ia menyebut operasi tersebut sebagai respons langsung terhadap serangan udara Rusia yang terus menghantam kota-kota Ukraina.


Gudang Persenjataan Armada Baltik Terbakar Hebat

Pada malam 6 Juni 2026, perhatian kemudian beralih ke kawasan Bolshaya Izhora, Oblast Leningrad.

Di lokasi tersebut, Gudang Persenjataan Nomor 15 Angkatan Laut Rusia dilaporkan terbakar hebat setelah menjadi sasaran serangan drone.

Rekaman yang beredar menunjukkan kobaran api besar disertai ledakan-ledakan susulan yang terdengar berkali-kali.

Ledakan sekunder tersebut memunculkan dugaan bahwa amunisi, rudal, atau perlengkapan militer lainnya ikut terbakar.

Gudang Persenjataan Nomor 15 dikenal sebagai salah satu fasilitas logistik utama Armada Baltik Rusia yang menyimpan:

  • Torpedo
  • Rudal angkatan laut
  • Sistem persenjataan kapal perang
  • Berbagai perlengkapan tempur maritim lainnya

Lebih dari 400 Drone Dikerahkan ke Berbagai Wilayah Rusia

Menurut sejumlah laporan, operasi Ukraina pada 6 Juni melibatkan lebih dari 400 drone yang dikirim ke berbagai wilayah Rusia.

Selain Saint Petersburg, sejumlah target strategis lainnya juga diserang.


Depot Minyak Raksasa di Krasnodar Dilalap Api

Di wilayah Krasnodar Krai, Rusia bagian selatan, depot minyak Ust-Labinsk menjadi sasaran serangan drone.

Video dari lokasi memperlihatkan api berkobar tanpa henti siang dan malam.

Asap hitam tebal terlihat membumbung tinggi ke langit.

Kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi membuat warga setempat berbondong-bondong memenuhi stasiun pengisian bahan bakar untuk mengisi kendaraan mereka.


Kilang Antipinsky di Tyumen Ikut Diserang

Serangan juga menjangkau wilayah Tyumen, salah satu pusat industri minyak dan gas terbesar Rusia.

Kota tersebut sejak era Uni Soviet dikenal sebagai “Baku Ketiga” karena cadangan energinya yang sangat besar.

Target utama di kota ini adalah Kilang Antipinsky, salah satu kilang swasta terbesar Rusia dengan kapasitas pengolahan sekitar 9 juta ton minyak mentah per tahun.

Rekaman yang muncul setelah serangan menunjukkan kebakaran besar di area industri, sementara sirene darurat terus berbunyi sepanjang malam.


Komandan Drone Ukraina: โ€œMenyerang Rusia Kini Jauh Lebih Mudahโ€

Komandan Resimen Serbu Drone ke-413 Ukraina, Karas, dalam wawancara dengan BBC menyatakan bahwa operasi drone ke wilayah Rusia kini semakin mudah dilakukan.

Menurutnya, kemampuan pertahanan udara Rusia tidak lagi seefektif sebelumnya.

โ€œDrone kami kini dapat terbang di wilayah Rusia seolah berada di ruang udara sendiri. Perlawanan hampir tidak ada. Menyerang sasaran bukanlah hal yang sulit,โ€ ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang semakin tinggi dari pihak Ukraina dalam menjalankan operasi jarak jauh.


Moskow Terus Menambah Sistem Pertahanan Udara

Meningkatnya frekuensi serangan membuat Rusia terus memperkuat perlindungan udara di wilayah-wilayah penting.

Berbagai video memperlihatkan sistem pertahanan udara Pantsir dipasang di atap gedung-gedung tinggi di Moskow.

Dalam salah satu rekaman bahkan terlihat helikopter angkut berat Mi-26 mengangkut sistem tersebut ke lokasi strategis.

Namun hingga saat ini, kombinasi sistem pertahanan udara Rusia seperti:

  • Pantsir
  • S-300
  • S-400

belum mampu menghentikan seluruh serangan drone Ukraina secara efektif.


Pangkalan Militer Rusia di Donetsk Digempur Drone

Pada malam 5 Juni 2026, Ukraina juga melancarkan serangan besar terhadap posisi Resimen Zeni Independen ke-51 Rusia di Oblast Donetsk.

Satuan ini bertugas:

  • Memasang ranjau
  • Membangun garis pertahanan
  • Mendukung operasi militer di Kherson dan Zaporizhzhia

Rekaman serangan memperlihatkan puluhan ledakan terjadi secara beruntun.

Asap berbentuk jamur muncul berkali-kali dari area pangkalan.

Di akhir video, sejumlah bangunan terlihat terbakar hebat dengan asap tebal yang terus membumbung ke udara.


Jalur Kereta Api, Fasilitas Gas, dan Mariupol Turut Menjadi Sasaran

Selain pangkalan militer, Ukraina juga menyerang:

  • Fasilitas penyimpanan gas alam di Donetsk
  • Gardu listrik jalur kereta api di Rodakove, Oblast Luhansk
  • Pangkalan logistik militer di Mariupol

Mariupol yang terletak di tepi Laut Azov merupakan salah satu pusat logistik terpenting Rusia untuk memasok pasukan di garis depan.

Kerusakan pada fasilitas-fasilitas tersebut diperkirakan akan memperlambat distribusi logistik militer Rusia.


Lima Kapal Angkut Rusia Diserang di Laut Azov

Pada periode 5โ€“6 Juni 2026, unit drone Ukraina juga mengklaim menyerang lima kapal angkut Rusia yang beroperasi di Laut Azov.

Kapal-kapal tersebut digunakan untuk mendukung distribusi logistik militer ke wilayah pertempuran.

Rekaman pasca-serangan memperlihatkan bekas kebakaran di beberapa bagian kapal.

Anjungan kapal tampak hangus terbakar dan dipenuhi puing-puing.

Serangan semacam ini dinilai berpotensi mengurangi kemampuan Rusia dalam memasok pasukan di sektor Zaporizhzhia.


Lebih dari 200 Truk Logistik Rusia Dilaporkan Hancur

Ukraina juga terus memburu jalur logistik darat yang menghubungkan Krimea dengan wilayah pendudukan Rusia.

Menurut laporan yang beredar, sejak awal Mei 2026:

  • Lebih dari 200 truk logistik dihancurkan
  • Lebih dari 30 truk tangki bahan bakar berhasil diserang

Akibatnya, tekanan terhadap sistem pasokan Rusia di garis depan terus meningkat.


Industri Drone Ukraina Semakin Berkembang

Peningkatan intensitas serangan dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan perkembangan pesat industri drone Ukraina.

Saat ini Ukraina diperkirakan mampu memproduksi dan mengoperasikan ratusan hingga ribuan drone jarak jauh setiap bulan.

Dengan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer, drone-drone tersebut kini mampu menjangkau berbagai kota penting Rusia, termasuk:

  • Saint Petersburg
  • Moskow
  • Tyumen
  • Krasnodar
  • Berbagai pangkalan militer di wilayah pedalaman

Perkembangan ini mengubah karakter perang modern, di mana garis depan tidak lagi menjadi satu-satunya medan tempur.


Insiden Tak Biasa: Roket TOS Rusia Gagal dan Jatuh Kembali

Di penghujung rekaman yang beredar pada hari yang sama, muncul sebuah insiden menarik yang melibatkan sistem peluncur roket termobarik TOS milik Rusia.

Saat kendaraan peluncur menembakkan sejumlah roket ke arah medan tempur, beberapa proyektil mengalami kegagalan teknis.

Beberapa roket gagal menyalakan pendorong secara sempurna dan jatuh kembali ke tanah sesaat setelah diluncurkan.

Salah satu roket bahkan meledak tidak jauh dari kendaraan peluncurnya sendiri.

Pemandangan tersebut terlihat sangat dramatis dan sekilas menyerupai sebuah pangkalan Rusia yang sedang dihantam serangan udara.

Kesimpulan

Rangkaian serangan pada 5โ€“6 Juni 2026 menunjukkan bahwa Ukraina kini semakin mampu melaksanakan operasi drone jarak jauh dalam skala besar terhadap sasaran militer, energi, dan logistik Rusia. 

Di sisi lain, Rusia menghadapi tantangan yang semakin kompleks karena harus melindungi wilayah yang sangat luas, mulai dari garis depan perang hingga kota-kota besar dan fasilitas strategis jauh di belakang medan tempur. Jika tidak tercapai solusi politik dalam waktu dekat, perang ini berpotensi memasuki fase baru yang ditandai dengan meningkatnya serangan jarak jauh dan tekanan logistik terhadap kedua belah pihak. (***)

Liburan Sekolah Tiba! HARRIS Hotel Bundaran Satelit Siapkan Serunya “School Holiday Escape” untuk Keluarga

SURABAYA โ€“ Liburan sekolah segera tiba. Saatnya keluarga dan anak-anak berkumpul menikmati kebersamaan. Tak ingin kalah menarik, HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya menghadirkan program spesial bertajuk “School Holiday Escape” yang berlangsung dari 14 Juni hingga 5 Juli 2026.

Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan, edukatif, dan penuh kebersamaan. Mulai dari kelas melukis bersama pelukis profesional, lomba mewarnai, kids cooking class bertema monster pancake, hingga baby swimming class untuk si kecil.

Daniyal Faqih, Marketing & Brand Manager HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya, menjelaskan, “Kami ingin menghadirkan suasana liburan sekolah yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi seluruh keluarga.”

Aneka Aktivitas Seru Setiap Minggu

Selama periode liburan, anak-anak bisa mengikuti beragam aktivitas seru:

  1. Kelas Menggambar & Melukisย โ€“ Dipandu oleh pelukis profesional Surabaya, Arianto. Setiap hari mulai pukul 08.00 โ€“ 12.00 WIB. Anak-anak bisa mengasah kreativitas dengan berbagai teknik menggambar dan melukis.
  2. Lomba Mewarnai bersama Stabiloย โ€“ Digelar padaย 21 Juni 2026. Biaya pendaftaran hanyaย Rp100.000ย (sudah termasuk pensil warna dan snack). Hadiah menarik:ย cash reward, voucher, piala, sertifikat,ย goodie bag,ย cooler bag, donat, dan lainnya.
  3. Kids Cooking Class “Monster Pancake”ย โ€“ย 14 Juni 2026ย pukul 15.00 WIB. Anak-anak belajar membuat kreasi pancake lucu bersama orang tua danย chef pastry. Biayaย Rp175.000ย sudah termasuk Monster Pancake Creation, French Fries, Fruit Tea, sertifikat, danย swimming timeย bersama orang tua.
  4. Baby Swimming Classย โ€“ย 28 Juni 2026, dipandu instruktur profesional dari LAFI Swimming Academy. Kelas ini membantu stimulasi motorik dan kepercayaan diri si kecil di air sekaligus mempereratย bondingย orang tua dan anak. Biayaย Rp175.000ย sudah termasuk snack dan fruit tea.

Jangan Sampai Ketinggalan

Daniyal mengajak keluarga untuk menjadikan liburan sekolah tahun ini lebih berkesan dengan pengalaman staycation penuh aktivitas seru.

“Buruan, persiapkan liburan bersama keluarga di HARRIS Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya. Lakukan reservasi sebelum kehabisan,” ujarnya.

Jepang Gelar Latihan Tembak Langsung Terbesar, Untuk Pertama Kalinya Memamerkan Sistem Rudal Jarak Jauh

EtIndonesia.com Latihan militer tembak langsung tahunan terbesar di Jepang digelar pada Minggu (7 Juni) di area latihan dekat Gunung Fuji. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, hadir langsung untuk meninjau jalannya latihan.

Sorotan utama latihan tahun ini adalah penampilan perdana peluncur rudal jarak jauh terbaru Jepang, Rudal Luncur Kecepatan Tinggi Tipe 25 (Type 25 High-Speed Glide Projectile).

Berbagai Satuan Tempur Dikerahkan

Latihan diawali dengan operasi serangan udara oleh helikopter Japan Ground Self-Defense Force. Personel militer melakukan pendaratan cepat menggunakan tali dari helikopter.

Selanjutnya, berbagai kendaraan dan sistem persenjataan turut ambil bagian, antara lain:

  • Kendaraan serbu amfibi
  • Mortir
  • Kendaraan tempur bergerak Tipe 16

Tembakan artileri dan ledakan terdengar silih berganti selama latihan berlangsung.

Tahun ini, latihan tersebut melibatkan sekitar:

  • 3.000 personel militer
  • 50 kendaraan tempur
  • 50 unit artileri

Dengan total penggunaan amunisi hampir 70 ton sepanjang hari.

Tambahan Skenario Anti-Drone

Menyusul berbagai konflik bersenjata yang terjadi di dunia dalam beberapa tahun terakhir, Pasukan Bela Diri Jepang juga menambahkan skenario penanggulangan drone ke dalam latihan.

Dalam simulasi tersebut:

  • Senapan dengan sistem bidik otomatis digunakan untuk menembak jatuh target yang mensimulasikan drone musuh.
  • Kendaraan penjinak ranjau menembakkan amunisi peledak khusus.
  • Kendaraan robot berkaki empat yang dikendalikan dari jarak jauh memperagakan kemampuan melintasi rintangan medan.

Rudal Hipersonik Tipe 25 Menjadi Pusat Perhatian

Bagian yang paling menarik perhatian publik adalah kemunculan pertama kendaraan peluncur Rudal Hipersonik Tipe 25.

Sistem rudal ini mulai ditempatkan pada Maret tahun ini dan memiliki:

  • Jangkauan hingga ratusan kilometer.
  • Kemampuan terbang dengan lintasan yang tidak beraturan, sehingga lebih sulit diprediksi dan dicegat.

Kementerian Pertahanan Jepang menempatkan sistem ini sebagai perlengkapan utama dalam strategi pertahanan pulau-pulau terpencil Jepang.

Meski demikian, dalam latihan kali ini tidak dilakukan peluncuran rudal menggunakan amunisi sungguhan.

Isyarat Perubahan Kebijakan Pertahanan Jepang

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, hadir langsung di lokasi latihan untuk melakukan inspeksi.

Pada April lalu, Jepang juga merevisi aturan ekspor persenjataannya. Sejumlah pengamat menilai bahwa pameran kemampuan militer dalam latihan kali ini mencerminkan penyesuaian dan perkembangan berkelanjutan dalam kebijakan pertahanan Jepang di tengah perubahan situasi keamanan regional dan global.

Laporan gabungan oleh Xu Zhe dan Shu Can, NTDTV.

Beberapa Insiden Penembakan Terjadi di Israel, 1 Orang Tewas dan 5 Terluka

EtIndonesia.com Pada Minggu (7 Juni), beberapa insiden penembakan terjadi hampir bersamaan di sejumlah kota dan permukiman di Israel, mengakibatkan sedikitnya satu orang tewas dan lima orang lainnya terluka.

Organisasi layanan medis darurat Israel, Magen David Adom (Bintang Daud Merah), menyatakan bahwa mereka menerima laporan penembakan pertama sekitar pukul 10.30 pagi.

Insiden tersebut terjadi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) dekat Kochav Yair, sebuah kota yang berada di sisi Israel dekat perbatasan dengan wilayah Tepi Barat.

Tak lama kemudian, pihak penyelamat menerima beberapa laporan penembakan lainnya. Salah satu insiden dilaporkan terjadi di wilayah Tepi Barat, dan penduduk setempat diminta tetap berada di dalam rumah demi alasan keamanan.

Polisi Menduga Serangan Teroris

Kepolisian Israel menyatakan bahwa mereka menduga rangkaian insiden tersebut merupakan serangan teroris yang terkoordinasi.

Menurut polisi, sedikitnya satu pelaku telah ditembak mati oleh aparat keamanan, sementara upaya pencarian terhadap pelaku lain masih terus berlangsung.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengungkap identitas para tersangka penembak.

Dalam pernyataan resminya, polisi mengatakan: “Sejumlah besar personel kepolisian masih berada di lokasi, dan operasi pencarian masih terus berlangsung.”

Pihak keamanan juga terus melakukan penyisiran di area-area yang terdampak untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

oleh Yan Feng dan Shu Can, NTDTV.

Pertanda Gempa Bumi? Pantai-pantai Thailand Dipenuhi Jutaan Teripang Bak Karpet Merah Muda

EtIndonesia.com  Rekaman video yang beredar di internet menunjukkan pantai dipenuhi makhluk berwarna merah muda dalam jumlah sangat besar, sehingga permukaan pasir tampak seperti diselimuti karpet merah muda. Fenomena langka ini menarik perhatian banyak warga dan wisatawan yang datang untuk menyaksikannya secara langsung.

Terjadi di Pantai Suan Son, Provinsi Rayong

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Suan Son Beach, yang terletak di Rayong.

Setelah fenomena ini menjadi perhatian publik, Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand memerintahkan penyelidikan darurat oleh otoritas kelautan dan pesisir.

Tim dari Kantor Sumber Daya Laut dan Pesisir Wilayah I Thailand bersama lembaga terkait kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi.

Ternyata Merupakan Teripang Merah Muda

Hasil penyelidikan menemukan bahwa organisme tersebut adalah Sea Cucumber, yang secara lokal dikenal sebagai “teripang merah muda” atau “pink sea cucumber”.

Nama ilmiahnya adalah Cercodemas anceps, sejenis hewan laut tak bertulang belakang yang hidup di dasar laut.

Para ahli ekologi laut Thailand menjelaskan bahwa teripang-teripang tersebut terdampar akibat gelombang kuat yang dipicu angin muson, yang mengaduk dasar laut dan membawa mereka ke pantai.

Bukan Pertanda Bencana

Menurut para ahli, fenomena ini merupakan kejadian alamiah dan bukan pertanda gempa bumi maupun tsunami.

Mereka menjelaskan bahwa saat air pasang kembali naik, sebagian besar teripang tersebut akan terbawa kembali ke laut secara alami.

Pihak berwenang juga mengingatkan para wisatawan agar tidak menyentuh atau menginjak teripang-teripang tersebut karena dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit.

Pemerintah Akan Melakukan Penelitian Lebih Lanjut

Pemerintah Thailand menyatakan akan melakukan penelitian ilmiah lebih lanjut terhadap fenomena tersebut untuk memahami perubahan ekosistem laut dan dampaknya terhadap kehidupan biota setempat.

Meski demikian, fenomena langka ini tetap memicu berbagai spekulasi di media sosial.

Beberapa komentar warganet Tiongkok antara lain:

“Apakah ini pertanda gempa bumi?”

“Melihatnya saja sudah terasa menakutkan.”

“Apa yang sebenarnya terjadi di dasar laut?”

Sumber : NTDTV.com

Kekurangan Surat Suara di Pemilu Daerah Korea Selatan Picu Protes Puluhan Ribu Orang, Presiden Lee Jae-myung Minta Maaf

EtIndonesia.comย  Perhatian kini tertuju pada Korea Selatan. Dalam pemilihan daerah yang berlangsung pada 3 Juni, terjadi kekurangan surat suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), yang menyebabkan proses pemungutan suara sempat dihentikan atau tertunda selama beberapa jam. Sebagian pemilih bahkan memutuskan untuk tidak memberikan suara mereka. Insiden ini memicu protes besar-besaran yang melibatkan ribuan orang.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyampaikan permintaan maaf melalui pernyataan publik. Ia menyatakan penyesalan atas kekurangan surat suara yang dinilai telah mengganggu hak politik warga negara, serta meminta dilakukan penyelidikan menyeluruh.

Protes dan Tuduhan Kecurangan Pemilu

Para demonstran meneriakkan slogan:

“Pemilu tidak sah!”

“Pemilu curang!”

Aksi protes berlangsung hingga larut malam. Pemicunya adalah kontroversi serius terkait kekurangan surat suara pada hari pemungutan suara.

Menurut laporan tersebut, sebanyak 17 TPS di berbagai wilayah Korea Selatan mengalami kehabisan surat suara, sehingga proses pemungutan suara harus dihentikan sementara.

Beberapa pemilih dikabarkan menunggu lebih dari satu setengah jam tanpa kepastian. Selain itu, beredar rekaman kamera pengawas yang menimbulkan kecurigaan di kalangan warga.

Dalam video tersebut, petugas pemilu terlihat membuka segel kotak suara dan memasukkan sejumlah besar surat suara dari luar ke dalam kotak. Adegan ini memicu dugaan adanya manipulasi pemungutan suara.

Laporan tersebut juga menyebut adanya tuduhan bahwa sejumlah surat suara ditemukan di tempat sampah dan tidak dihitung. Bahkan, ketika warga menemukan bukti yang diduga terkait kotak suara, polisi disebut-sebut mengambil barang bukti tersebut secara paksa, yang kemudian memicu ketegangan antara polisi dan warga.

Seorang ibu yang menggendong bayi juga terlihat berhadapan langsung dengan aparat kepolisian.

Bentrokan Verbal antara Warga dan Polisi

Beberapa warga mempertanyakan tindakan aparat dan menuduh adanya pelanggaran hukum.

Seorang warga terdengar berteriak:”Apakah penanggung jawab komisi pemilihan ada di sini? Apa yang kalian lakukan ini jelas-jelas melanggar hukum! Apa sebenarnya yang sedang dilakukan polisi?”

Warga lainnya menyerukan generasi muda untuk ikut turun ke jalan:”Generasi usia 20-an dan 30-an harus mengubah keadaan ini. Tolong datang ke Handball Gymnasium di Olympic Park. Kita harus melakukan perubahan.”

Tuduhan Adanya “Polisi Palsu”

Laporan tersebut juga menyebut bahwa sebagian warga memperhatikan hal-hal yang dianggap tidak biasa pada aparat keamanan yang bertugas.

Menurut sejumlah warganet Korea Selatan:

  • Ada petugas yang label namanya diduga menggunakan transliterasi nama berbahasa Mandarin.
  • Di antara barisan polisi terdapat seorang pria berambut cokelat bergelombang setengah panjang, padahal aturan kepolisian Korea Selatan umumnya melarang gaya rambut tertentu.
  • Sejumlah petugas mengenakan penutup wajah saat bertugas.

Temuan-temuan tersebut memicu spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan adanya orang luar yang menyamar sebagai polisi.

Dalam sebuah rekaman, seorang warga terdengar berkata:

“Ada orang yang menyamar sebagai polisi! Dia tidak bisa menjelaskan identitasnya. Seragamnya bahkan tidak memiliki nama. Dia mengaku polisi, tetapi sekarang bahkan tidak bisa menemukan rekan kerjanya sendiri. Coba jelaskan!”

Kekhawatiran Meluas di Kalangan Mahasiswa

Menurut laporan tersebut, kontroversi pemilihan daerah dan tindakan aparat telah menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.

Beberapa pemuda Korea Selatan mulai menyebarkan informasi berbahasa Inggris di media sosial untuk menarik perhatian dunia internasional terhadap situasi demokrasi di Korea Selatan.

Disebutkan pula bahwa organisasi mahasiswa dari sejumlah universitas ternama, termasuk:

  • Seoul National University
  • Korea University
  • Sungkyunkwan University

serta berbagai organisasi mahasiswa daerah lainnya, mengeluarkan pernyataan terbuka mengenai dugaan kemungkinan kecurangan dalam pemilu daerah tersebut.

Beberapa analis memperkirakan bahwa kontroversi ini berpotensi berkembang menjadi gerakan mahasiswa berskala besar.

Pada aksi protes tanggal 6 Juni, para demonstran bahkan menyanyikan lagu kebangsaan Korea Selatan.

Mereka menyanyikan: “Rakyat Korea akan selamanya menjaga Republik Korea.”

Potensi Aksi Jangka Panjang

Hingga sore hari 6 Juni waktu Korea Selatan, bantuan logistik dari berbagai daerah terus berdatangan ke lokasi aksi di pusat Kota Seoul.

Menurut laporan NTDTV, kontroversi seputar pemilihan daerah ini berpotensi memicu gelombang demonstrasi jangka panjang di Korea Selatan, dan perkembangan selanjutnya masih menjadi perhatian publik.

Laporan gabungan oleh Huang Liangjian dan Ning Yuxiang, NTDTV.

Sebuah Sungai di Zhejiang, Tiongkokย Mendadak Berubah Menjadi โ€œSungai Susuโ€, Banyak Ikan Mengapung ke Permukaan

EtIndonesia.com Menurut laporan pada 7 Juni, sejumlah warga Kota Ruian, Wenzhou, Provinsi Zhejiang, mengeluhkan melalui media sosial bahwa air Sungai Dadianxia (Dadianxia He) yang melintasi kawasan perkotaan Ruian tiba-tiba berubah menjadi warna putih susu.

Rekaman video menunjukkan sebagian aliran sungai berwarna putih keruh seperti susu, sementara banyak ikan terlihat mengapung di permukaan air.

Lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Tingtian, Kota Ruian, terutama di ruas Hebei Road, yang mengalir melewati beberapa desa.

Seorang warga bermarga Yu yang merekam video tersebut mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa pada malam 6 Juni warna air sungai masih normal. Namun, ketika ia keluar untuk membeli sayur sekitar pukul 07.00 pagi pada 7 Juni, ia mendapati air sungai telah berubah menjadi putih susu.

Menurutnya, ikan-ikan di sungai tidak terlihat mati, tetapi banyak yang naik ke permukaan, yang diduga akibat kekurangan oksigen. Ia juga mengatakan tidak mencium bau yang menyengat dari air tersebut.

Yu menjelaskan bahwa bagian sungai yang berubah warna hanya sepanjang ruas Hebei Road, dengan panjang sekitar 500 meter. Ia memperkirakan air berwarna putih tersebut berasal dari aliran hulu sungai. Meski kejadian sungai memutih pernah terjadi sebelumnya, kali ini kondisinya jauh lebih parah.

Dugaan Kebocoran Lem dari Pabrik

Pada 7 Juni, seorang staf Komite Desa Liansheng di Jalan Tingtian menyatakan bahwa perubahan warna sungai menjadi “Sungai Susu” disebabkan oleh kebocoran lem dari sebuah pabrik pita tenun bernama Hongming yang berada di dekat sungai.

Tak lama kemudian, Cabang Ruian dari Biro Lingkungan Hidup Kota Wenzhou mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut mereka, pada 7 Juni pukul 05.50 pagi , sebuah perusahaan pita tenun melaporkan bahwa terjadi kebocoran bahan baku berupa lem berbasis air (water-based adhesive) akibat kerusakan pada segel katup tangki penyimpanan.

Lem tersebut kemudian mengalir ke sungai yang berada di samping pabrik. Setelah kejadian diketahui, perusahaan segera menutup kebocoran dan menghentikan sumber pencemaran.

Seorang staf biro lingkungan hidup mengatakan kepada media bahwa kondisi sungai kini telah kembali jernih. Ia juga menegaskan bahwa lem yang bocor tersebut tidak termasuk dalam daftar resmi “zat beracun dan berbahaya”.

Warga Meragukan Klaim โ€œTidak Beracunโ€

Meski demikian, penjelasan pemerintah tidak berhasil meredakan kekhawatiran publik mengenai keamanan ekologi dan kualitas air sungai.

Banyak warganet mempertanyakan klaim bahwa zat tersebut tidak beracun.

Beberapa komentar warganet antara lain:

“Lem adalah salah satu sumber utama formaldehida. Kalau benar tidak berbahaya, suruh saja yang mengatakan itu meminumnya.”

“Lem itu sangat beracun. Hampir semua lem mengandung formaldehida.”

“Kalau pejabat lingkungan hidup berani meminumnya lebih dulu, baru saya percaya tidak beracun.”

“Kalau hubungan sudah beres dan perusahaan sudah bayar, maka langsung dianggap tidak beracun.”

Ada pula yang menduga bahwa ini bukan sekadar kecelakaan:

“Kedengarannya disebut kebocoran, tapi sebenarnya pembuangan limbah ilegal.”

“Bagaimana bisa lem dari pabrik sampai masuk ke sungai?”

“Mereka memanfaatkan hujan untuk membuang limbah, tapi hujannya keburu berhenti.”

“Ini jelas pembuangan limbah secara diam-diam. Nyawa ikan menjadi korban atas perbuatan manusia.”

“Kalau ketahuan disebut kebocoran. Kalau tidak ketahuan, entah berapa banyak limbah yang sudah dibuang.”

Sebagian warga juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan:

“Warnanya seperti ini masih dibilang tidak beracun? Menakutkan sekali.”

“Apakah ini ingin membuat semua orang terkena kanker?”

“Pihak yang bertanggung jawab di perusahaan harus dituntut secara pidana dan perusahaan harus dijatuhi denda berat.”

Sumber : NTDTV.com

Xi Jinping Berkunjung ke Korea Utara, Isyaratkan Persatuan Melawan AS; Kim Jong-un Pernah Menyebut PKT sebagai “Pembohong”

EtIndonesia.com Menurut laporan NTDTV, Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Korea Utara pada 8 Juni bersama istrinya, Peng Liyuan. Beijing berharap kunjungan ini dapat memperkuat hubungan aliansi tradisional antara Tiongkok dan Korea Utara.

Sebelum keberangkatannya, Xi menerbitkan artikel bertanda tangan di surat kabar resmi Korea Utara, Rodong Sinmun. Dalam artikel tersebut ia menyerukan penolakan terhadap “hegemoni dan politik kekuatan” serta menentang “kebangkitan militerisme”, yang dianggap sebagai sinyal bahwa Beijing ingin bekerja sama dengan Korea Utara untuk menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Jepang.

Tahun ini menandai peringatan 65 tahun penandatanganan Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik antara Pyongyang dan Beijing. Karena itu, kunjungan Xi memiliki makna simbolis yang penting.

Menurut rekaman video yang sebelumnya dirilis oleh Xinhua News Agency, sekelompok wartawan Tiongkok menaiki kereta yang baru kembali beroperasi dari Kota Dandong menuju Pyongyang.

Demi menyambut kedatangan Xi, berbagai jalan di Pyongyang dipenuhi foto Xi Jinping, bendera kedua negara, serta spanduk berbahasa Korea dan Mandarin.

Pengamat: Kim Jong-un Paham Cara Menyenangkan Beijing

Pengamat politik independen Cai Shenkun menulis di platform X pada 7 Juni bahwa Kim Jong-un sangat memahami jenis diplomasi yang disukai Xi Jinping.

Menurut Cai, upacara penyambutan yang terorganisasi rapi, kerumunan besar yang berbaris di sepanjang jalan, bunga, dan sorak-sorai adalah pemandangan yang semakin jarang ditemukan di negara lain, tetapi sangat sesuai dengan harapan Beijing terhadap “penghormatan tingkat tertinggi”.

Ia juga menilai bahwa Kim Jong-un pandai menghitung keuntungan politik. Biaya penyelenggaraan penyambutan megah relatif kecil, tetapi berpotensi mendatangkan bantuan ekonomi, dukungan energi, dan dukungan politik dari Beijing, sesuatu yang sangat berharga bagi Korea Utara yang masih menghadapi sanksi internasional.

Kim Jong-un Disebut Sangat Waspada terhadap PKT

Meski demikian, Cai berpendapat bahwa Kim Jong-un selalu mempertahankan kewaspadaan tinggi terhadap PKT. Dalam isu yang menyangkut keamanan nasional dan masa depan Korea Utara, Kim dinilai memahami dampak strategis Tiongkok dengan sangat jelas.

Cai mengutip kisah yang ditulis mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam memoarnya.

Pada tahun 2018, saat masih menjabat sebagai Direktur Central Intelligence Agency, Pompeo melakukan kunjungan rahasia ke Korea Utara.

Menurut memoar Pompeo, kalimat pertama Kim Jong-un saat bertemu dengannya adalah:

“Saya tahu kalian ingin membunuh saya.”

Pompeo kemudian bercanda menjawab :

“Saya masih berusaha melakukannya.”

Menurut Pompeo, Kim tertawa terbahak-bahak dan suasana pertemuan menjadi lebih santai.

Dalam pembicaraan resmi berikutnya, Pompeo mengatakan kepada Kim:

“Partai Komunis Tiongkok memberi tahu kami bahwa Anda akan sangat senang jika pasukan AS ditarik dari Korea Selatan.”

Mendengar hal itu, Kim kembali tertawa dan menjawab secara langsung:

“Orang Tiongkok semuanya pembohong.”

Kim Jong-un: Kehadiran Pasukan AS Membantu Menyeimbangkan Pengaruh Tiongkok

Menurut kisah yang dikutip Cai Shenkun, Kim kemudian menjelaskan bahwa keberadaan pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan justru menguntungkan keamanan Korea Utara karena berfungsi sebagai penyeimbang strategis terhadap pengaruh Tiongkok.

Ia disebut berpendapat bahwa jika Amerika Serikat benar-benar meninggalkan Semenanjung Korea, pengaruh Beijing akan berkembang dengan cepat dan Korea Utara dapat kehilangan ruang otonomi strategisnya.

Bahkan, menurut Pompeo, Kim mengatakan: “Jika kalian pergi, Tiongkok akan mengendalikan Semenanjung Korea seperti mereka mengendalikan Xinjiang dan Tibet. Saya sama sekali tidak ingin Amerika Serikat meninggalkan Semenanjung Korea.”

Cai menyimpulkan bahwa dalam pandangan strategis Kim, Amerika Serikat memang merupakan lawan jangka panjang, tetapi Tiongkok juga merupakan kekuatan besar yang harus diwaspadai. Karena itu, Korea Utara berusaha menjaga keseimbangan antara Washington dan Beijing, bukan sepenuhnya berpihak kepada salah satu pihak.

Hubungan Korea Utaraโ€“Rusia yang Semakin Dekat

Kunjungan terakhir Xi Jinping ke Pyongyang berlangsung pada tahun 2019. Kunjungan kali ini merupakan yang pertama dalam hampir tujuh tahun.

Beijing berharap dapat mempererat hubungan dengan sekutu tradisionalnya tersebut. Namun, kedekatan Korea Utara dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi perhatian Beijing.

Kim Jong-un telah beberapa kali bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Korea Utara juga dilaporkan mengirim personel militer untuk mendukung Rusia dalam perang Rusiaโ€“Ukraina.

Pada Mei lalu, pasukan Korea Utara untuk pertama kalinya ikut serta bersama militer Rusia dalam parade Hari Kemenangan yang diselenggarakan di Moscow.

Menurut laporan Yonhap News Agency, pertemuan puncak Xi Jinping dan Kim Jong-un kemungkinan akan berlangsung pada hari yang sama. Agenda pembahasan diperkirakan mencakup hubungan ekonomi, isu Semenanjung Korea, serta koordinasi antara Pyongyang, Beijing, dan Moskow.

Laporan disusun oleh Luo Tingting / Wen Hui

Hari Pertama Ujian Nasional Tiongkok (Gaokao) Dihantam Cuaca Ekstrem, Banjir 2 Meter Terjang Chongqing

Laporan New Tang Dynasty Television (NTDTV), pada 7 Juni, hari pertama pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi nasional Tiongkok (Gaokao), Distrik Hechuan di Chongqing diterjang hujan deras. Genangan air di jalan-jalan sangat parah, dengan kedalaman di titik terdalam mencapai lebih dari 2 meter. Seorang pria dewasa dan seorang anak sempat terseret arus banjir, namun beruntung keduanya berhasil diselamatkan.

EtIndonesia.com Menurut laporan media daratan Tiongkok, pada 7 Juni Distrik Hechuan, Kota Chongqing, mengalami cuaca konvektif ekstrem yang sangat kuat. 

Hujan deras dalam waktu singkat menyebabkan sejumlah ruas jalan di kawasan perkotaan dan pedesaan tergenang parah, permukaan sungai melonjak drastis, pohon-pohon tumbang, kendaraan terjebak, rumah warga kemasukan air, dan berbagai situasi berbahaya lainnya.

Biro Meteorologi Hechuan mengeluarkan peringatan merah hujan lebat.

Rekaman video memperlihatkan seorang dewasa dan seorang anak terseret arus banjir yang deras. Media The Beijing News mengutip informasi dari Kantor Jalan Diaoyucheng, Distrik Hechuan, yang menyatakan bahwa keduanya telah berhasil diselamatkan dan telah dijemput oleh keluarga mereka.

Banyak warganet mengkhawatirkan apakah para peserta Gaokao terdampak oleh banjir tersebut. Seorang staf Komite Pendidikan Distrik Hechuan menjelaskan bahwa tiga lokasi ujian Gaokao tahun ini berada di kawasan pusat kota dan memiliki jarak yang aman dari daerah yang terdampak paling parah. Hingga saat ini, pihak berwenang belum menerima laporan adanya gangguan atau situasi tidak normal terkait pelaksanaan ujian.

Banjir Terus Melanda Berbagai Wilayah di Tiongkok

Belakangan ini, bencana banjir akibat hujan lebat terjadi di banyak daerah di Tiongkok.

Pada 6 Juni, Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, mengalami hujan deras dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat yang menyebabkan banyak wilayah di Distrik Longhua terendam banjir. Seorang warga yang merekam kejadian tersebut mengatakan bahwa sejumlah kendaraan kemasukan air hingga mogok, dan gerai Sam’s Club di Longhua juga ikut terendam.

Sebuah puting beliung terlihat di sepanjang pantai Distrik Futian, Shenzhen. (Gambar dari internet)

Pada 5 Juni, fenomena “naga menyedot air” (waterspout atau puting beliung di atas perairan) muncul di kawasan pesisir Distrik Futian, Shenzhen. Banyak warga berhasil merekam pemandangan spektakuler berupa awan corong yang membentang dari langit hingga permukaan laut.

ย Beruntung, kekuatan waterspout tersebut tidak terlalu besar dan segera menghilang setelah bergerak ke daratan. (***)

Filipina Diguncang Gempa Dahsyat M 7,8, Guncangan Kuat Picu Kepanikan Warga

EtIndonesia.com Pada 8 Juni pukul 07.37 pagi waktu setempat, wilayah kepulauan Filipina diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,8. Guncangan kuat dirasakan di berbagai daerah dan memicu kepanikan warga. Setelah gempa terjadi, Filipina, Indonesia, Taiwan, dan beberapa negara lainnya mengeluarkan peringatan tsunami.

Menurut Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ), gempa awalnya tercatat berkekuatan Magnitudo 8,2 di dekat Pulau Mindanao, Filipina, dengan kedalaman 10 kilometer, sebelum kemudian direvisi menjadi Magnitudo 7,8.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut juga sempat tercatat berkekuatan Magnitudo 8,2 dengan kedalaman 39 kilometer, lalu direvisi turun menjadi Magnitudo 7,8.

Dalam waktu kurang dari satu setengah jam setelah gempa utama, wilayah tersebut mengalami enam gempa susulan, dengan yang terbesar mencapai Magnitudo 6,5. Sebagian besar gempa susulan tergolong gempa dangkal hingga menengah.

Media lokal The Philippine Star melaporkan bahwa Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) menaikkan magnitudo gempa menjadi 7,8 (sebelumnya tercatat 7,0) dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gempa susulan serta kemungkinan tsunami akibat aktivitas seismik di laut.

Badan seismologi nasional Filipina menyatakan bahwa gempa terjadi pada pukul 07.37 pagi dengan kedalaman 33 kilometer. Episentrumnya berada sekitar 32 kilometer di selatan Maasim, Provinsi Sarangani.

Wilayah yang Merasakan Guncangan

Menurut PHIVOLCS, tingkat guncangan yang dirasakan di berbagai wilayah adalah sebagai berikut:

  • Intensitas VII (Merusak): General Santos City.
  • Intensitas VI (Sangat Kuat): Palimbang dan Sen. Ninoy Aquino di Provinsi Sultan Kudarat.
  • Intensitas V (Kuat):
    • Davao City;
    • Kidapawan dan Carmen di Provinsi Cotabato;
    • Bagumbayan, Kalamansig, dan President Quirino di Provinsi Sultan Kudarat;
    • Sibuco dan Siocon di Provinsi Zamboanga del Norte.

Bangunan Retak dan Korban Jiwa

Kepala Kepolisian Alabel, Provinsi Sarangani, Benjamin Ancheta, mengatakan kepada Reuters bahwa saat gempa terjadi, anggota kepolisian sedang melaksanakan upacara pengibaran bendera. Beberapa orang dilaporkan pingsan akibat guncangan hebat, dan gedung kantor polisi mengalami retakan.

Ia mengatakan:”Ini adalah gempa terkuat yang pernah kami alami.”

Polisi di General Santos City mengatakan kepada AFP bahwa banyak bangunan mengalami kerusakan dan beberapa rumah warga runtuh. Karena tim penyelamat masih melakukan operasi darurat, rincian kerusakan belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa sejauh ini terdapat  1 orang tewas dan 4 orang terluka.

Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik milik Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat memperingatkan bahwa dalam tiga jam setelah gempa, beberapa wilayah pesisir di:

  • Indonesia,
  • Filipina,
  • Palau,
  • Taiwan,
  • Papua Nugini,

berpotensi mengalami tsunami berbahaya dalam skala luas.

Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Pasifik Jepang dari Prefektur Ibaraki hingga Okinawa, dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 1 meter.

BMKG Indonesia juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di bagian timur laut Indonesia.

Warga Panik Berlarian ke Tempat Terbuka

Banyak warga Filipina membagikan rekaman video saat gempa terjadi. Dalam video tersebut terlihat tiang listrik dan lampu jalan bergoyang hebat akibat guncangan. Warga yang ketakutan segera berlarian menuju area terbuka untuk menghindari risiko tertimpa bangunan.

Laporan setempat menyebutkan bahwa sejumlah bangunan telah runtuh setelah gempa, termasuk beberapa gedung sekolah.  (***)

Lansia Shanghai Keluhkan Pusat Perbelanjaan dan Kawasan Sekitar Stasiun Sepi, 9 dari 10 Toko Tutup โ€” Kelesuan Terburuk dalam 70 Tahun

Kemerosotan ekonomi Tiongkok terus berlanjut, dan bahkan Shanghai, yang pernah dijuluki sebagai “Paris dari Timur”, tidak luput dari dampaknya. Seorang warga lanjut usia Shanghai mengeluhkan bahwa kawasan-kawasan komersial yang dahulu ramai kini tampak lengang. Menurutnya, dalam 70 tahun hidupnya, ia belum pernah melihat Shanghai mengalami kemerosotan seperti sekarang.

EtIndonesia.com Media swadaya (self-media) di daratan Tiongkok baru-baru ini melaporkan bahwa pusat perbelanjaan kosong, toko-toko tutup, jumlah pengunjung menurun drastis, harga properti merosot, dan angka pengangguran meningkat. Dampak perlambatan ekonomi Tiongkok kini menyebar dengan cepat ke Shanghai, kota tingkat pertama yang sebelumnya menjadi simbol konsumsi dan kemakmuran nasional.

Seorang warga lama Shanghai yang telah tinggal di kota itu hampir 70 tahun, bernama samaran Zhang Hong, mengaku terkejut dengan kondisi saat ini. Ia menyebut bahwa Aegean Shopping Center, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Shanghai, dahulu selalu dipadati pengunjung. Namun kini suasananya hampir seperti kota mati.

“Dari luar gedung masih terlihat terang benderang, tetapi ketika masuk ke dalam, baru terlihat bahwa sebagian besar toko sudah tutup. Orang-orang juga sudah tidak ada. Suasananya sepi seperti kota kosong.”

Kondisi serupa juga terlihat di kawasan komersial sekitar Stasiun Kereta Shanghai, salah satu pusat transportasi tersibuk di kota tersebut.

Zhang Hong mengatakan bahwa dahulu lorong bawah tanah di sekitar stasiun dipenuhi deretan toko dan lautan manusia. Kini, menurutnya:

“Dari sepuluh toko, sembilan sudah tutup. Hanya satu yang masih beroperasi. Dibandingkan dulu, perbedaannya seperti langit dan bumi.”

Ia pun menghela napas:”Saya hampir berusia 70 tahun, dan belum pernah melihat Shanghai mengalami kelesuan seperti ini.”

Seorang warga Distrik Jing’an juga mengungkapkan bahwa saat pergi makan siang di Jalan Changping, ia mendapati hampir seluruh deretan restoran telah tutup. Banyak merek restoran yang dahulu populer di kalangan pekerja kantoran kini sudah berhenti beroperasi.

Ia berkomentar :”Bahkan pusat kota pun sudah tidak mampu bertahan.”

Seorang warganet lainnya mengatakan : “Sepuluh tahun lalu, ketika pergi ke Jalan Nanjing, orang-orang berdesakan. Sekarang jumlah pengunjung mungkin bahkan tidak mencapai sepersepuluh dari saat itu.”

Menurut rangkuman media Tiongkok, kelesuan di Shanghai disebabkan oleh berbagai krisis yang terjadi secara bersamaan, termasuk penurunan jumlah penduduk dan perlambatan ekonomi.

Tingkat kelahiran di kota itu terus menurun, menyebabkan banyak taman kanak-kanak dan sekolah menghadapi penutupan atau penggabungan. Pada saat yang sama, banyak perusahaan gulung tikar. Bahkan sektor internet dan teknologi yang sebelumnya dikenal menawarkan gaji tinggi dan pekerjaan stabil kini mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.

Akibatnya, banyak anak muda dan pekerja pendatang memilih meninggalkan Shanghai. Selain itu, penurunan berkepanjangan di pasar properti telah menyebabkan nilai aset banyak keluarga menyusut secara signifikan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa persoalannya kini bukan lagi sekadar penurunan konsumsi masyarakat. Ketika pusat perbelanjaan kosong, toko-toko tutup, harga rumah jatuh, dan lapangan kerja menghilang, kepercayaan masyarakat terhadap masa depan juga terus merosot.

Semakin banyak warga biasa yang merasa putus asa menghadapi situasi ekonomi yang terus memburuk.

Sumber : NTDTV.com

Wabah Ebola di Afrika Tengah Meluas, Mendekati 500 Kasus Terkonfirmasi dengan 84 Kematian

EtIndonesia.com Data yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) pada Sabtu (6/6) menunjukkan bahwa wabah Ebola mematikan yang sedang melanda Afrika Tengah terus meluas. Jumlah kasus terkonfirmasi kini mendekati 500 orang. Model prediksi Amerika Serikat bahkan memperkirakan jumlah kasus Ebola di kawasan tersebut pada akhirnya dapat melonjak hingga lebih dari 20.000 kasus.

Menurut laporan epidemi terbaru WHO, sejak wabah diumumkan tiga minggu lalu, Democratic Republic of the Congo (Republik Demokratik Kongo) telah mencatat 452 kasus terkonfirmasi, dengan 82 kematian. Sementara itu, negara tetangga, Uganda, melaporkan 19 kasus terkonfirmasi dengan 2 kematian.

Gabungan kedua negara tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 100 kasus baru dan 20 kematian tambahan dibandingkan hari sebelumnya.

WHO telah menetapkan wabah ini sebagai Keadaan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC), dan situasinya masih terus memburuk.

Pada Jumat 5 Juni, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merilis hasil pemodelan komputer yang memperkirakan jumlah kasus akhir dapat berkisar antara 10.000 hingga lebih dari 20.000 kasus. Jika prediksi tersebut terbukti akurat, skala wabah ini dapat mendekati wabah Ebola di Afrika Barat pada tahun 2014โ€“2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang.

Namun, sejumlah ahli mengingatkan agar angka-angka prediksi tersebut tidak ditafsirkan secara berlebihan. Meski demikian, mereka mengakui bahwa wabah saat ini memang bergerak ke arah yang mengkhawatirkan.

Belum Ada Vaksin atau Pengobatan Khusus

Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan maupun vaksin khusus yang secara spesifik ditujukan untuk galur (strain) utama virus yang menjadi penyebab wabah kali ini.

Beberapa pakar menduga penyebaran virus sebenarnya sudah dimulai sejak Februari tahun ini. Namun, pada tahap awal, otoritas kesehatan setempat diduga melakukan pengujian terhadap galur Ebola yang berbeda dari galur yang kini menjadi sumber utama wabah.

Konflik Bersenjata Menghambat Penanggulangan

Upaya pengendalian wabah menjadi jauh lebih sulit karena situasi keamanan yang tidak stabil di wilayah terdampak.

Konflik bersenjata antara pemerintah Democratic Republic of the Congo dan kelompok pemberontak yang didukung oleh Rwanda, serta serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Allied Democratic Forces (ADF) yang dikaitkan dengan Islamic State, telah memperumit upaya penanganan wabah.

Pemerintah setempat menyatakan bahwa kekerasan tersebut telah menyebabkan banyak warga terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Amerika Serikat Perketat Pengawasan Perbatasan

Para ahli di Amerika Serikat menilai virus Ebola tidak mungkin menyebar luas di negara tersebut.

Salah satu alasannya adalah kebijakan pemerintah AS yang melarang warga non-AS memasuki negara itu, serta melarang pemegang kartu penduduk tetap (green card) yang dalam 21 hari terakhir pernah mengunjungi Republik Demokratik Kongo, Uganda, atau South Sudan untuk masuk ke Amerika Serikat.

Sementara itu, warga negara AS yang baru kembali dari negara-negara tersebut diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan dan diarahkan untuk masuk melalui empat bandara internasional yang telah ditunjuk secara khusus.

Sumber : NTDTV.com

Aksi Protes Siswa SMA di Iran Meluas, Menjangkau 20 Provinsi

EtIndonesia.com Di tengah perhatian dunia terhadap peringatan 37 tahun peristiwa Tiananmen 1989, gerakan protes pelajar di Iran juga terus meluas. Siswa sekolah menengah atas (SMA) di sekitar 20 provinsi Iran menggelar aksi protes untuk menentang kebijakan pendidikan, aturan ujian akhir, serta perubahan kebijakan yang memengaruhi ujian masuk perguruan tinggi nasional. Beberapa aksi dibubarkan secara paksa, dan sejumlah siswa dilaporkan ditangkap.

Menurut laporan Iran International yang berbasis di London, gelombang protes ini mulai muncul pada akhir Mei di wilayah barat dan tengah Iran. Awalnya, protes berfokus pada penyelenggaraan ujian akhir sekolah. Namun, tuntutannya kemudian meluas dan kini telah menjangkau sekitar 20 provinsi, termasuk Tehran, Isfahan, dan Qom.

Para siswa pada umumnya menuntut penghapusan kebijakan yang memberikan “pengaruh tetap” nilai rata-rata (GPA) kelas 11 terhadap hasil ujian masuk universitas nasional. Alternatifnya, mereka meminta agar nilai GPA hanya diberlakukan sebagai “pengaruh positif”, yaitu hanya dihitung apabila dapat meningkatkan nilai akhir peserta.

Di Provinsi Yazd , beberapa siswa dilaporkan terluka dalam bentrokan yang terjadi selama aksi protes. Di Provinsi Qom, setidaknya satu orang ditangkap. Sementara itu, di Saveh, terjadi kontak fisik antara staf dinas pendidikan dan para siswa yang berunjuk rasa.

Pada  Sabtu 6 Juli, sejumlah siswa turun ke jalan sambil meneriakkan slogan-slogan yang menentang kebijakan pendidikan, antara lain:”Para siswa, bersuaralah! Perjuangkan hak kalian!”

Dan “Pejabat yang tidak kompeten, kami tidak menginginkan kalian!”

Puncak Protes di Teheran

Pekan ini, aksi protes mencapai puncaknya di Teheran. Sekelompok siswa kelas 11 dan 12 berkumpul di depan gedung Kementerian Pendidikan Iran sambil membawa spanduk bertuliskan:”Dengarkan suara para siswa Iran”

Mereka menuntut pencabutan kebijakan yang dipersoalkan tersebut.

Video dari lokasi menunjukkan para siswa juga berkumpul di depan gedung Supreme Council of the Cultural Revolution (Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan) dan meneriakkan:”Keadilan dan pendidikan adalah hak yang tidak boleh dirampas dari kami!”

Keluhan atas Ketidakpastian Kebijakan

Para siswa mengkritik keras ketidakpastian dalam sistem pendidikan. Mereka mengatakan bahwa perubahan aturan ujian dan penerimaan mahasiswa yang terus-menerus telah menimbulkan tekanan psikologis yang besar.

Angkatan pelajar saat ini dianggap memiliki pengalaman yang sangat berat. Sebelumnya mereka telah mengalami penutupan sekolah, pembelajaran daring, berbagai gejolak akibat aksi protes yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, serta perubahan berulang dalam regulasi pendidikan.

Karena itu, para siswa menegaskan bahwa mereka tidak ingin lagi menjadi korban dari perubahan kebijakan yang terus berganti-ganti.

Sumber : NTDTV.com

Menjelang Piala Dunia 2026, Prancis Sita Ribuan Jersey Sepak Bola Palsu dari Tiongkok

EtIndonesia.com  Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, penjualan jersey sepak bola ikut meningkat pesat. Namun, penyitaan sejumlah besar barang palsu oleh otoritas Prancis baru-baru ini kembali menyoroti masalah produk tiruan yang diproduksi di Tiongkok.

Menurut laporan surat kabar Prancis Le Figaro, petugas bea cukai Prancis baru-baru ini menyita hampir 2.300 jersey sepak bola palsu di kota Chelles. Sebagian besar barang tersebut diketahui berasal dari Tiongkok.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama kasus serupa terjadi. Tahun lalu, bagian kargo pos Prancis juga menyita sekitar 20.000 jersey palsu di kota Lons-le-Saunier yang terletak di wilayah timur negara itu. Otoritas Prancis menilai bahwa pasar gelap jersey palsu berkembang pesat seiring semakin banyaknya konsumen yang membeli produk tiruan.

Perbedaan Harga yang Sangat Besar

Salah satu alasan maraknya jersey bajakan adalah perbedaan harga yang sangat mencolok dengan produk asli.

Menurut laporan tersebut, satu jersey resmi tim nasional dijual sekitar 110 euro, sementara versi tiruannya hanya sekitar 12,5 euro, atau hampir sepersepuluh dari harga asli.

Yang lebih mengkhawatirkan, kualitas barang palsu kini semakin sulit dibedakan dari produk asli. Jika dahulu kesalahan ejaan atau ketidaksesuaian logo dapat dengan mudah mengungkap bahwa suatu produk adalah tiruan, kini banyak jersey palsu yang secara visual hampir identik dengan produk resmi sehingga konsumen biasa kesulitan mengenalinya.

Banyak Penggemar Muda Memilih Produk Tiruan

Sejumlah penggemar sepak bola muda mengakui membeli jersey palsu karena alasan harga dan ketersediaan.

Seorang mahasiswa Prancis berusia 22 tahun mengatakan bahwa ia membeli beberapa jersey klasik karena versi aslinya sudah tidak diproduksi lagi dan harganya jauh lebih murah.

Sementara itu, seorang pekerja konstruksi berusia 24 tahun mengungkapkan bahwa ia menghabiskan sedikit lebih dari 100 euro untuk membeli lima jersey sekaligus, jumlah yang bahkan belum cukup untuk membeli satu jersey resmi.

Peringatan dari Bea Cukai Prancis

Meski lebih murah, otoritas Prancis mengingatkan bahwa produk-produk tersebut memiliki risiko keamanan karena asal-usul dan proses produksinya tidak jelas.

Menurut pejabat bea cukai, sebagian besar jersey palsu berasal dari Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara. Proses produksinya kurang transparan sehingga konsumen tidak mengetahui kandungan bahan pewarna, kain, maupun benang yang digunakan.

Sulit Diberantas

Bagi aparat penegak hukum, upaya pemberantasan juga semakin sulit. Jersey palsu biasanya dikirim dalam bentuk paket-paket kecil yang bercampur dengan jutaan barang yang masuk ke Prancis setiap hari, sehingga tidak mungkin memeriksa semuanya satu per satu.

Penjualan Jersey Resmi Tetap Tumbuh 

Meskipun masalah barang palsu semakin serius, pasar jersey resmi tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Pelaku industri menyatakan bahwa jersey sepak bola kini telah menjadi bagian dari gaya hidup dan simbol identitas bagi banyak anak muda. Karena itu, penjualan produk resmi justru terus meningkat.

Dengan semakin dekatnya penyelenggaraan FIFA World Cup 2026, bea cukai Prancis memperkirakan permintaan terhadap jersey palsu akan kembali meningkat sepanjang musim panas tahun ini.

Sumber : NTDTV.com

Drop Cap StyleBoxCircleRegularBoldSmall Circle


Custom Top Margin (px)

ResetCustom Bottom Margin (px)

Reset