Iran Nekat Tembakkan Rudal Andalannya ke Kapal Induk AS, Perang Besar Mulai di Depan Mata?

EtIndonesia.com  Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki fase yang semakin berbahaya setelah Teheran mengungkap informasi baru mengenai serangan rudal terhadap kapal perang Amerika di kawasan Timur Tengah.

Pada 5 September 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat yang sedang beroperasi di perairan regional. Sasaran tersebut mencakup sebuah kapal induk Amerika dan satu kapal perusak berpeluru kendali.

Laporan militer Amerika mengidentifikasi kapal induk yang beroperasi di kawasan tersebut sebagai USS George Washington. CENTCOM menyatakan kapal induk dan kapal perusak itu berhasil menghindari beberapa serangan Iran dan tidak ada personel Amerika yang terluka.

Namun, perkembangan menarik muncul sehari kemudian.

Pada 6 September 2026, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam wawancara dengan media pemerintah Iran mengungkapkan bahwa negaranya telah menguji sebuah rudal antikapal baru terhadap kapal perang Amerika sekitar 48 jam sebelumnya.

Rezaei menggambarkan senjata tersebut sebagai rudal khusus yang dikembangkan untuk menghadapi sasaran laut. Iran bahkan mengklaim penggunaan rudal itu telah memaksa kapal Amerika meninggalkan wilayah pertempuran.

Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan resmi Washington. CENTCOM menegaskan kapal-kapal Amerika berhasil menghindari serangan dan tidak melaporkan adanya kerusakan ataupun korban. Dengan demikian, klaim Iran bahwa kapal Amerika terpaksa mundur belum dapat diverifikasi secara independen.

Misteri Rudal Qassem Basir

Pertanyaan terbesar kemudian muncul: rudal apa yang sebenarnya digunakan Iran?

Amerika Serikat sejauh ini hanya mengonfirmasi bahwa IRGC menggunakan rudal balistik, tanpa mengungkap tipe spesifiknya.

Sejumlah pengamat pertahanan menduga senjata tersebut kemungkinan merupakan varian Qassem Basir, rudal balistik berbahan bakar padat yang dikembangkan Iran.

Pada 7 September 2026, media pemerintah Iran secara khusus menyoroti Qassem Basir sebagai bagian dari perubahan doktrin militernya. Rudal tersebut sebelumnya diperkenalkan dengan jangkauan sedikitnya sekitar 1.200 kilometer, peningkatan akurasi, serta hulu ledak sekitar setengah ton.

Namun terdapat satu catatan penting: sampai sekarang belum ada konfirmasi independen bahwa rudal yang ditembakkan ke kapal Amerika pada 5 September memang Qassem Basir. Associated Press juga mencatat bahwa belum jelas apakah senjata yang disebut Rezaei telah “diuji” terhadap kapal Amerika adalah rudal Qassem Basir yang kemudian dipromosikan pemerintah Iran.

Karena itu, klaim bahwa Iran telah menggunakan rudal balistik antikapal hipersonik dalam pertempuran harus diperlakukan dengan hati-hati sampai terdapat bukti teknis yang lebih kuat.

Terlepas dari jenis rudalnya, keputusan Iran menembakkan rudal balistik ke kapal perang Amerika merupakan peningkatan eskalasi yang signifikan.

Amerika Membalas dengan Menghantam Tiga Kapal Tanker

Washington tidak membiarkan serangan tersebut tanpa jawaban.

Pada 5 September 2026, CENTCOM melancarkan serangan terhadap tiga kapal tanker minyak Iran.

Kapal M/T Downy, yang berada di lepas pantai Pulau Kharg, dan M/T Stark 1, di dekat Jask, dinyatakan mengalami kerusakan permanen. Sementara M/T Kylo, yang juga dikenal sebagai Noxen, diserang di Teluk Oman dan kemudian tenggelam.

Menurut CENTCOM, awak M/T Kylo telah diperintahkan meninggalkan kapal sebelum serangan dilakukan.

Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, memperingatkan bahwa setiap serangan Iran terhadap kapal Amerika akan dibalas dengan kerugian ekonomi yang lebih besar bagi Teheran. Pemerintah Amerika menuduh ketiga kapal tersebut menjadi bagian dari jaringan minyak yang menghasilkan pendapatan bagi IRGC dan kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.

Insiden ini memperlihatkan perubahan pola konfrontasi Amerika-Iran. Pertempuran tidak lagi hanya berpusat pada fasilitas militer di daratan, tetapi semakin merambah jalur perdagangan minyak dan operasi maritim di sekitar Teluk Persia, Teluk Oman, dan Selat Hormuz.

Iran Diduga Menyiapkan Strategi Perang Multi-Front

Pada saat bersamaan, terdapat indikasi bahwa strategi regional Iran juga sedang mengalami perubahan.

Laporan The Jerusalem Post pada 5 September 2026, dengan mengutip penilaian Israel, menyebut Teheran berusaha memperkuat kembali koordinasi antara kelompok-kelompok yang berada dalam jaringan regionalnya.

Pejabat senior Pasukan Quds IRGC dilaporkan melakukan komunikasi dengan komandan Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, serta kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran di Irak.

Tujuannya diduga adalah menciptakan kemampuan untuk membuka beberapa front secara bersamaan apabila konflik besar kembali terjadi dengan Israel.

Iran disebut mengambil pelajaran dari serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Dalam serangan tersebut, Hamas bergerak tanpa keterlibatan serentak dan terkoordinasi penuh dari seluruh kelompok dalam jaringan regional Iran.

Kini Teheran diduga berusaha memastikan kelemahan tersebut tidak terulang.

Jika strategi itu benar-benar diterapkan, Israel dapat menghadapi tekanan dari beberapa arah sekaligus—Hizbullah dari utara, kelompok bersenjata Palestina dari selatan, serta ancaman rudal dan drone dari Irak, Yaman, dan kemungkinan Iran sendiri.

Teheran Masih Berhitung sebelum Menyerang Israel

Namun Iran tampaknya masih berhati-hati untuk melancarkan serangan langsung berskala besar terhadap wilayah Israel.

Laporan i24NEWS menyebut para pengambil keputusan di Teheran memahami bahwa serangan besar terhadap Israel berpotensi memicu pembalasan yang jauh lebih luas.

Ada pula pertimbangan politik.

Israel sedang berada dalam periode politik menjelang pemilihan umum. Menurut sumber yang dikutip i24NEWS, Teheran menginginkan perubahan pemerintahan Israel dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa perang besar justru dapat memperkuat kubu kanan serta posisi politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Di Amerika Serikat, perhitungan politik juga tidak dapat diabaikan karena negara tersebut semakin mendekati pemilu paruh waktu November 2026.

Konflik berkepanjangan telah mulai memberikan dampak terhadap pasar energi. Setelah bentrokan terbaru di kawasan Teluk, harga minyak bahkan naik ke level tertinggi dalam sekitar enam minggu.

Dengan demikian, keputusan Iran menggunakan rudal balistik terhadap kapal perang Amerika mungkin bukan sekadar aksi militer.

Langkah tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari strategi tekanan yang lebih luas: menunjukkan bahwa Teheran masih memiliki kemampuan untuk mengancam aset militer Amerika, sekaligus menguji seberapa jauh Washington bersedia meningkatkan eskalasi.

Namun strategi semacam itu membawa risiko sangat besar.

Salah perhitungan terhadap satu rudal saja—terutama apabila suatu saat berhasil menghantam kapal induk atau kapal perang Amerika dan menimbulkan korban besar—dapat mengubah konflik terbatas menjadi konfrontasi langsung yang jauh lebih luas.

Untuk saat ini, kedua pihak masih saling menguji batas.

Tetapi dengan rudal balistik mulai diarahkan ke kapal perang Amerika, kapal tanker menjadi sasaran serangan balasan, dan Iran berusaha memperkuat kembali jaringan militernya di kawasan, Selat Hormuz dan perairan sekitarnya kini menjadi salah satu titik paling berbahaya dalam konflik Iran-Amerika Serikat. (***)

Pemprov Jatim Setujui Insentif Pajak Air Tanah di Pasuruan, Bisa Capai 75 Persen

PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendapat lampu hijau dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan insentif atau keringanan Pajak Air Tanah (PAT) bagi pelaku industri. Kebijakan ini diambil sebagai langkah menjaga keberlangsungan dunia usaha di tengah kenaikan pajak yang mulai berlaku.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Pengendalian Pendapatan Daerah di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasuruan, Tomy Hartono, mengatakan bahwa insentif ini tidak hanya berlaku untuk tahun 2026 saja, melainkan juga untuk tahun-tahun berikutnya.

Dua Tahap Pemberian Insentif

Pemkab Pasuruan menerapkan skema insentif dalam dua tahap. Pada tahap pertama, semua pengusaha pengguna air tanah yang terdaftar di Kabupaten Pasuruan akan mendapatkan stimulus sebesar 30 persen dari angka kenaikan Pajak Air Tanah secara merata.

“Setelah itu diberlakukan, para pengusaha itu bisa langsung mengajukan permohonan untuk meminta tambahan stimulus hingga maksimum 75 persen,” jelas Tomy.

Besaran tambahan insentif yang disetujui tidak diberikan begitu saja. Pemerintah akan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), program lingkungan hidup, konservasi alam, jumlah tenaga kerja lokal, serta kepatuhan pajak perusahaan.

Landasan Hukum dan Dasar Kebijakan

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 36 Tahun 2026 tentang pemberian stimulus kenaikan PAT. Perbup ini terpisah dari Perbup Nomor 35 Tahun 2026 yang mengatur perubahan atas ketentuan umum dan tata cara pemungutan pajak daerah.

Dasar dari perubahan nilai PAT itu sendiri adalah Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 35 Tahun 2025 tentang Penetapan Nilai Perolehan Air Tanah (NPA), yang mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2024.

Kenaikan PAT yang didasari Pergub tersebut bertujuan untuk mengendalikan pengambilan air tanah yang berlebihan dan mendukung upaya konservasi lingkungan.

Mengapa Insentif Diberikan?

Pertimbangan Gubernur Jatim menyetujui pemberian stimulus ini adalah untuk menjaga agar industri tidak terlalu terpuruk akibat kondisi ekonomi saat ini.

“Jadi masih ada rasa kemanusiaan dari pemerintah daerah, di mana kita harus bisa merangkul semua masyarakat, terutama wajib pajak yang ada di Kabupaten Pasuruan,” ujar Tomy.

Pemberian insentif ini juga merupakan hasil dari ruang dialog yang dibuka Pemkab Pasuruan bersama asosiasi industri. Tomy menegaskan bahwa pihaknya akan mendengarkan keluh kesah industri untuk mencapai titik temu yang menciptakan rasa keadilan.

Cara Kerja dan Mekanisme Pengajuan

Stimulus 30 persen mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2026 dan mulai ditagih per 1 September 2026.

Bagi pengusaha yang ingin mengajukan tambahan insentif, pengkajian permohonan dilakukan selama 10 hari kerja. Tim pengkaji tidak hanya dari Bapenda saja, tetapi melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain seperti Disnaker, Bappeda, dan Dinas Lingkungan Hidup.

Insentif ini berlaku berdasarkan tahun berjalan. Artinya, pengusaha yang mengajukan permohonan kenaikan stimulus di bulan September 2026, maka insentif tersebut berlaku sampai Desember 2026. Pada awal Januari, mereka harus mengajukan permohonan kembali untuk periode berikutnya.

Analisis: Dengan Sikap “Berbaring Datar” di Kalangan Pejabat, Xi Jinping Telah Menempuh Jalan Buntu yang Sama dengan Kaisar Chongzhen di Akhir Dinasti Ming

EtIndonesia.com Sejak berkuasa, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping telah memusatkan kekuasaan secara besar-besaran. Dengan mengatasnamakan “pemberantasan korupsi”, ia membersihkan lawan-lawan politik sehingga banyak pejabat tinggi tumbang. Karena sifatnya yang sangat curiga, bahkan orang-orang kepercayaannya sendiri tidak luput dari pembersihan. Hal ini juga menunjukkan rasa krisis yang sangat kuat dalam dirinya.

Sejumlah analis menilai bahwa karena para pejabat telah lama terbiasa hanya mengikuti perintah, mereka kini memilih “tang ping” berbaring datar, yaitu bersikap pasif, tidak mengambil inisiatif, atau tidak melakukan apa-apa. Jika rezim tiba-tiba menghadapi krisis besar yang menentukan, mereka kemungkinan akan tercerai-berai. Xi kini dinilai sedang menempuh jalan yang sama dengan Kaisar Chongzhen pada akhir Dinasti Ming.

Xi menghapus aturan suksesi

Setelah berkuasa, Xi mematahkan aturan yang sebelumnya dibuat Deng Xiaoping mengenai penunjukan “penerus” secara berjenjang. Sun Zhengcai dipenjara, sementara Hu Chunhua, yang sebelumnya dipandang sebagai calon penerus yang ditunjuk secara tidak langsung oleh Hu Jintao, juga tersingkir.

Xi ingin berkuasa seumur hidup. Ia bahkan melakukan “amandemen konstitusi” untuk menghapus batas masa jabatan presiden, sehingga tidak perlu ada penerus yang mengincar posisi tertinggi.

Saat ini, pejabat tingkat provinsi yang paling muda dari generasi 1970-an adalah Gubernur Shanxi Lu Dongliang, yang lahir Desember 1973, dan Penjabat Wali Kota Shanghai Zhu Zhongming, yang lahir pada 1972. 

Beberapa pejabat lainnya juga lahir pada dekade 1970-an, termasuk Sekretaris Pertama Sekretariat Komite Sentral Liga Pemuda Komunis A Dong, Menteri Manajemen Darurat Zhang Chengzhong, Direktur Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara (SASAC) Cheng Fubo, Gubernur Jiangsu Liu Xiaotao, Gubernur Zhejiang Liu Jie, serta Ketua Pemerintah Daerah Guangxi Wei Tao.

Pada 7 September, komentator independen Du Zheng menulis dalam media Taiwan Shangbao bahwa Xi sedang mempersiapkan diri untuk memperpanjang masa jabatannya pada Kongres Nasional PKT ke-21.

Karena pembersihan atas nama pemberantasan korupsi terus meningkat dan banyak pejabat tinggi tumbang, posisi-posisi tersebut harus diisi kembali. Di saat yang sama, jajaran pejabat senior semakin menua. Xi mau tidak mau harus mempromosikan generasi pejabat yang lebih muda.

Penulis menilai bahwa selama ini Xi cenderung “mengangkat orang yang sudah dikenalnya”, sehingga terbentuk kelompok yang dianggapnya dapat dipercaya, yang dikenal sebagai “pasukan Xi”.

Namun, seiring gagalnya politik berdasarkan orang-orang dekat Xi dalam beberapa tahun terakhir dan banyak orang kepercayaannya sendiri tersingkir, ketakutan Xi terhadap hal-hal yang tidak dikenal serta kecurigaannya terhadap orang asing membuat jajaran Politbiro periode berikutnya kemungkinan masih akan didominasi wajah-wajah lama.

Pejabat muda juga mendapat kritik

Surat kabar resmi PKT, People’s Daily, menerbitkan artikel pada 2 September yang menyebut bahwa dalam beberapa tahun terakhir banyak pejabat muda menduduki berbagai posisi. Karena masa kerja mereka belum lama dan kurang memiliki pengalaman di tingkat akar rumput serta pengalaman praktik, mereka disebut cenderung terburu-buru mengejar hasil, menghindari masalah sulit, lebih mementingkan pencapaian yang terlihat daripada hasil jangka panjang, serta memiliki kecenderungan mencari popularitas dan pujian.

Penulis menilai bahwa berbagai perkembangan tidak biasa dalam lingkungan politik PKT belakangan ini menunjukkan bahwa Xi tidak mempercayai para calon pendatang baru. Kelompok kader muda secara keseluruhan bahkan mengalami tekanan. Xi juga disebut secara pribadi menjadikan sejumlah pejabat muda sebagai contoh “bawahan yang sangat patuh”.

Pada 28 Agustus, terjadi perubahan kepemimpinan tingkat tinggi di Shanghai dan Provinsi Gansu. Zhu Zhongming, yang dijadwalkan menjadi wali kota Shanghai, dan Kong Shaoxun, yang dijadwalkan menjadi gubernur Gansu, bukan anggota Komite Sentral maupun anggota alternatif Komite Sentral.

Kong Shaoxun, yang lahir Februari 1969, pernah mematuhi perintah Xi Jinping pada penutupan Kongres Nasional PKT ke-20 pada 2022. Ia mengarahkan staf untuk membawa mantan pemimpin PKT Hu Jintao keluar dari ruang sidang.

Menurut Du Zheng, di mata Xi, Kong Shaoxun dianggap telah berjasa. Sementara itu, Zhu Zhongming mendapat promosi di luar pola umum dan merupakan orang yang dekat dengan Li Qiang.

Pola pemilihan pejabat seperti ini kembali menunjukkan dua hal: kesetiaan kepada Xi sendiri dan kepercayaan terhadap “orang yang sudah dikenal”. Namun, keduanya dianggap tidak dapat diandalkan. Kegagalan Xi sebelumnya dalam memilih dan menggunakan orang disebut telah membuktikan hal tersebut.

Pejabat “80-an” pertama mendapat promosi

Tokoh lainnya adalah Du Shangze, pejabat tingkat wakil menteri pertama dari generasi 1980-an di PKT. Pada akhir Agustus, ia menulis serangkaian artikel yang memuji Xi dan kemudian diangkat menjadi Wakil Pemimpin Redaksi People’s Daily.

Du Zheng menilai bahwa dalam kondisi saat ini maupun masa mendatang yang dapat diperkirakan, orang-orang yang bisa naik dalam lingkungan politik PKT kemungkinan besar hanyalah para oportunis.

Jika tidak mendapat rekomendasi langsung dari kelompok Xi, mereka harus mengambil risiko yang lebih besar dan melakukan manuver politik yang lebih ekstrem. Seperti Du Shangze, mereka harus melakukan hal-hal yang bahkan membuat orang lain merasa jijik secara berlebihan agar mendapat perhatian dan dukungan dari tingkat tertinggi.

Penulis mengatakan bahwa karena para pejabat telah lama terbiasa “menuruti perintah” dan membaca ekspresi atasan, mereka kehilangan kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri dan merespons situasi secara cepat.

Pejabat daerah dan pejabat tingkat bawah akan memilih “tang ping” atau tidak berbuat apa-apa karena takut melakukan kesalahan politik. Jika rezim tiba-tiba menghadapi krisis besar yang menentukan, mereka kemungkinan akan tercerai-berai.

Xi dan bayang-bayang Kaisar Chongzhen

Selama 14 tahun sejak Xi Jinping berkuasa, kebijakannya disebut telah membuat Tiongkok menghadapi kesulitan baik di dalam maupun luar negeri. Saat ini ekonomi Tiongkok mengalami stagnasi, sementara lingkaran elite PKT disebut telah terpecah belah.

Xi sebenarnya telah lama menyadari potensi krisis terhadap rezim PKT.

Tidak lama setelah naik berkuasa pada 2012, ketika melakukan kunjungan ke Guangdong, Xi pernah membahas pelajaran dari kehancuran Partai Komunis Uni Soviet.

Xi pernah mengeluhkan bagaimana Uni Soviet runtuh: Mikhail Gorbachev hanya mengucapkan beberapa kata untuk mengumumkan pembubaran Partai Komunis Uni Soviet, tetapi “ternyata tidak ada seorang pun yang tampil sebagai laki-laki sejati” untuk melawan.

Du Zheng juga memberikan contoh dari akhir Dinasti Ming. Kaisar Chongzhen, Zhu Youjian, tidak mempercayai para pejabat yang memiliki kemampuan dan berulang kali melakukan pembersihan politik terhadap para pejabat. Akibatnya, para pejabat di istana hanya berusaha menyelamatkan diri sendiri.

Ketika Li Zicheng menyerbu Beijing, para pejabat bukan hanya tidak melakukan pengorbanan demi negara, tetapi malah berbaris untuk menyambut penguasa baru.

Ketika Chongzhen akhirnya bunuh diri di Meishan, ia meninggalkan pesan yang berbunyi: “Para pejabat telah menyesatkanku.”

Penulis secara langsung menunjukkan bahwa kisah runtuhnya Dinasti Ming di bawah Chongzhen merupakan hal yang sensitif bagi Xi Jinping, karena kemiripan antara keduanya dianggap sangat kuat.

Buku sejarawan Dinasti Ming yang telah meninggal, Chen Wutong, berjudul Chongzhen: Kaisar Rajin yang Kehilangan Negaranya, karena itu disebut telah ditarik secara menyeluruh dari peredaran dan dilarang dijual di Tiongkok daratan pada pertengahan Oktober 2023.

Komentator politik Yuan Bin sebelumnya menulis bahwa buku Chongzhen secara tidak sadar membuat pembaca mengaitkannya dengan Xi Jinping.

Tentu saja, menurut Yuan Bin, tidak dapat dikatakan bahwa Xi tidak rajin bekerja. Namun, seperti Chongzhen pada masa itu, Xi dinilai terus-menerus sibuk, tetapi kebijakan yang diambil justru sering keliru dan orang-orang yang digunakan dianggap tidak tepat. Secara subjektif ia ingin mempertahankan Partai Komunis, tetapi secara objektif justru sedikit demi sedikit mendorong dirinya sendiri ke jalan buntu dan mempercepat kehancuran PKT. Karena itu, tidak mengherankan jika warganet menjulukinya “Kaisar Percepatan” (加速帝).

Pakar masalah Tiongkok Heng He menulis dalam Epoch Times pada 6 September bahwa seberapa besar pun kekuasaan pribadi Xi, negara dan rezim tersebut tetap bukan milik pribadi Xi. Namun, Xi tidak rela menyerahkan kekuasaan kepada orang lain. Karena itu, muncul situasi di mana ia menolak atau bahkan membersihkan calon penerus.

Heng He mengatakan bahwa mekanisme “seleksi terbalik” dalam PKT membuat keberanian dan kemampuan para pemimpin dari satu generasi ke generasi berikutnya semakin menurun. Jika terjadi krisis suksesi, situasinya sangat mungkin berubah menjadi konflik berdarah dan penuh kekacauan. Pada saat itu, benar-benar bisa terjadi situasi “tidak ada seorang pun yang tampil sebagai laki-laki sejati.” (***)

Dibangun di Atas Pencurian? Jaksa AS Ungkap Rekam Jejak Tindak Pidana Huawei Selama 20 Tahun

EtIndonesia.com  Huawei kemungkinan menghadapi salah satu denda pidana perusahaan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Namun, yang benar-benar mengejutkan adalah tuduhan jaksa Amerika Serikat bukan hanya menyangkut satu atau dua sengketa bisnis. Jaksa menuduh bahwa selama 20 tahun terakhir, Huawei diduga beroperasi dengan pola seperti “organisasi kriminal.”

Apa yang sebenarnya terjadi?

Menurut laporan Financial Times, jaksa Amerika Serikat pertama-tama menuduh Huawei mencuri rahasia dagang milik para pesaingnya. Huawei bahkan disebut memiliki sebuah “kelompok manajemen persaingan” yang secara khusus memberikan bonus kepada karyawan yang berhasil memperoleh informasi penting mengenai perusahaan pesaing.

Dalam surat dakwaan juga disebutkan bahwa pada 2013, seorang karyawan Huawei dituduh masuk ke laboratorium perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat T-Mobile dan diam-diam memasukkan lengan robot yang digunakan untuk pengujian ke dalam tas komputer sebelum membawanya pergi. Setelah itu, foto dan ukuran komponen tersebut dikirimkan kepada sejumlah insinyur Huawei lainnya.

Namun, persoalannya tidak berhenti di sana.

Tuduhan dari pihak Amerika Serikat kemudian meluas dari pencurian rahasia dagang ke persoalan yang berkaitan dengan Iran, Korea Utara, serta pelanggaran sanksi.

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Huawei menggunakan kode “A2” untuk menyebut Iran dan “A9” untuk menyebut Korea Utara. Huawei juga diduga menyembunyikan dari bank bahwa perusahaan tersebut terlibat dalam sejumlah proyek di Korea Utara serta membantu Iran memasang peralatan pengawasan.

Mengapa nama Meng Wanzhou muncul?

Sosok penting lainnya kemudian ikut menjadi sorotan, yaitu Meng Wanzhou, Chief Financial Officer Huawei.

Meskipun Meng Wanzhou bukan terdakwa dalam perkara kali ini, jaksa Amerika Serikat telah memperoleh izin pengadilan untuk menunjukkan kepada juri dokumen yang pernah ia tandatangani.

Pihak Amerika Serikat berpendapat bahwa Meng Wanzhou pernah menggambarkan Skycom, perusahaan yang sebagian besar beroperasi di Iran, sebagai “pihak ketiga” yang bekerja sama dengan Huawei. Namun, menurut jaksa, pihak yang sebenarnya mengendalikan Skycom tetaplah Huawei.

Meng juga pernah mengatakan kepada bank bahwa Huawei telah menjual seluruh saham Skycom. Namun, menurut tuduhan Amerika Serikat, saham tersebut sebenarnya dijual kepada entitas lain yang juga dikendalikan oleh Huawei.

Jika seluruh tuduhan tersebut pada akhirnya terbukti, konsekuensinya bisa sangat serius.

Undang-undang Amerika Serikat tentang organisasi yang dipengaruhi dan korup (RICO) memungkinkan denda hingga dua kali lipat dari hasil kejahatan terkait. Dengan demikian, Huawei berpotensi menghadapi salah satu denda pidana perusahaan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Huawei membantah tuduhan

Huawei membantah tuduhan tersebut. Perusahaan mengatakan bahwa sebagian tuduhan pencurian rahasia dagang sudah melewati batas waktu penuntutan, serta menegaskan bahwa keberhasilan Huawei berasal dari investasi jangka panjang dalam penelitian, pengembangan, dan inovasi.

Scott Kennedy, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS), mengatakan bahwa menurut penilaiannya, “Huawei pada dasarnya sudah meninggalkan harapan untuk suatu hari nanti dapat kembali memasuki pasar Amerika Serikat.”

Bisa berdampak pada hubungan AS-Tiongkok

Hal yang semakin sensitif adalah bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping diperkirakan akan mengunjungi Washington bulan ini. Perkara Huawei sebelumnya juga pernah dianggap berpotensi menjadi alat tawar dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Para pakar menilai perkara ini sekaligus menyentuh isu persaingan teknologi, sanksi terhadap Iran, serta hubungan diplomatik AS-Tiongkok. Oleh karena itu, persidangan yang kemungkinan berlangsung selama beberapa bulan tersebut diperkirakan dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar proses hukum di ruang pengadilan. (***)

Xi Jinping Dikabarkan Akan Memimpin Delegasi Bisnis Besar ke AS, Membawa Kesepakatan Ekonomi dan Dagang untuk Mendekati Trump?

EtIndonesia.com  Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 4 September mengonfirmasi bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping akan berkunjung ke Amerika Serikat pada 24 September. Gedung Putih akan mengadakan jamuan makan malam kenegaraan untuknya. Ada pula kabar bahwa Xi akan didampingi delegasi yang terdiri dari sejumlah pengusaha besar. Para akademisi mengatakan bahwa jamuan yang diberikan Trump kepada Xi merupakan bentuk timbal balik berdasarkan prinsip etiket diplomatik. Namun, sikap waspada Amerika Serikat terhadap PKT tidak akan berubah.

Ketika Trump menandatangani serangkaian perintah eksekutif di Gedung Putih, seorang wartawan bertanya mengenai hasil apa yang ingin dicapai Trump melalui kunjungan Xi Jinping.

Trump mengatakan bahwa Xi akan datang bersama istrinya pada 24 September dan Gedung Putih akan mengadakan jamuan makan malam kenegaraan. Trump mengatakan, “Kami akan melakukan beberapa hal besar bersama Tiongkok.”

Trump tidak menjelaskan secara spesifik apa saja yang dimaksud dengan “hal besar” tersebut. Namun, ia kembali menegaskan bahwa selama bertahun-tahun Tiongkok telah memperoleh keuntungan besar dari Amerika Serikat dalam perdagangan.

Pihak luar memperkirakan bahwa Amerika Serikat ingin Tiongkok mempercepat penerbitan izin ekspor logam tanah jarang (rare earth) serta mencapai kesepakatan mengenai pembelian produk pertanian dan berbagai pengaturan lainnya.

“Apa standar tertinggi Amerika Serikat ketika menerima seorang tokoh politik? Mengundangnya berpidato di sidang gabungan Kongres. Xi Jinping tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu. Sementara Modi, Presiden Ukraina, dan Perdana Menteri Jepang pernah diperlakukan demikian. Jadi, jika dibandingkan, sikap Amerika Serikat yang sebenarnya terhadap PKT serta perbedaan tingkat kedekatan mereka masih sangat jelas,” ujar Kolumnis Epoch Times, Wang He. 

Wang He mengatakan bahwa jamuan yang diberikan Trump kepada Xi kali ini merupakan bentuk timbal balik diplomatik setelah Trump melakukan kunjungan ke Tiongkok pada Mei lalu.

Peneliti Institute for National Defense and Security Research (INDSR) Taiwan, Shen Ming-shih, mengatakan: “Trump memang cenderung menyukai kebijakan tongkat dan wortel. Ia terus memuji Tiongkok atau Xi Jinping. Dalam kunjungan kenegaraan, tentu ia akan memberikan penghormatan dan muka yang cukup kepada Xi.” 

“Namun, selain memberikan penghormatan, Trump tentu juga akan meminta timbal balik yang setara dari Xi Jinping, misalnya terkait narkotika fentanyl, menyeimbangkan defisit perdagangan, pembelian produk pertanian, dan sebagainya. Ia juga akan meminta Tiongkok dan Xi Jinping memberikan imbal balik yang setara.”

Shen Ming-shih menunjukkan bahwa Trump menghadapi pemilu sela pada November, sehingga ia membutuhkan pencapaian ekonomi. Di tingkat internasional, Trump juga membutuhkan kerja sama Tiongkok dalam sejumlah isu, misalnya agar Tiongkok ikut menerapkan sanksi terhadap Iran.

Menurut laporan Reuters, sumber-sumber mengatakan bahwa Xi Jinping sedang mempersiapkan delegasi bisnis besar untuk mendampinginya dalam kunjungan ke Amerika Serikat. Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa langkah Xi bertujuan menunjukkan bahwa Tiongkok bersedia mendukung investasi di Amerika Serikat serta hubungan bisnis kedua negara, sekaligus memberikan sejumlah potensi hasil ekonomi bagi Gedung Putih menjelang pemilu sela.

Saat terakhir kali Xi Jinping mengunjungi Amerika Serikat pada 2015, ia juga didampingi delegasi bisnis besar. Saat itu, Tiongkok menandatangani kesepakatan pembelian pesawat dengan Boeing senilai US$38 miliar. Xi juga bertemu dengan para pimpinan perusahaan teknologi Amerika seperti Apple dan Amazon. Namun, sejak 2020, banyak petinggi perusahaan tersebut disebut sudah tidak lagi mendapat tempat seperti sebelumnya.

Shen Ming-shih mengatakan: “Trump adalah pemimpin yang sangat transaksional dan juga sangat memperhatikan defisit perdagangan. Yang sekarang ia pedulikan adalah apakah Tiongkok benar-benar dapat memenuhi komitmen pembelian dalam jumlah besar, seperti kedelai, minyak dan gas dari Alaska, pesawat Boeing, dan sebagainya.” 

“Amerika Serikat berharap Tiongkok membeli 20 juta ton kedelai setiap tahun selama tiga tahun ke depan. Pertanyaannya adalah apakah Tiongkok akan memenuhi komitmen tersebut.”

Shen Ming-shih menilai bahwa saat ini perhatian utama Trump adalah menyeimbangkan defisit perdagangan. Namun, ia tidak mengizinkan perusahaan-perusahaan Tiongkok berinvestasi di sektor-sektor yang berkaitan dengan keamanan nasional Amerika Serikat. Trump justru lebih menginginkan Tiongkok membeli langsung barang-barang buatan Amerika untuk mengurangi defisit perdagangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat semakin memperketat pemeriksaan terhadap investasi dan aktivitas bisnis perusahaan Tiongkok di AS. Misalnya, AS mengenakan tarif 100% terhadap kendaraan listrik Tiongkok, melarang impor drone, router, dan robot tertentu, serta memaksa ByteDance, perusahaan induk TikTok, untuk melepaskan bisnisnya di Amerika Serikat. Selain itu, pemerintah AS telah memasukkan sejumlah perusahaan teknologi besar Tiongkok ke dalam Entity List maupun daftar hitam Pentagon.

Wang He mengatakan: “Selama sesuatu dianggap mengancam keamanan nasional Amerika Serikat—terutama sekarang kita berada di era Internet of Things dan kecerdasan—selama sebuah produk memiliki kemampuan untuk terhubung ke internet, produk tersebut berpotensi memiliki pintu belakang dan dapat mengancam keamanan nasional Amerika Serikat. Jadi, bukan hanya pemerintahan Trump, pemerintahan Biden juga menerapkan pendekatan yang sama. Dalam hal ini, kewaspadaan terhadap Tiongkok sangat ketat.”

Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat pada 2024 merevisi dan memperpanjang perjanjian kerja sama sains dan teknologi AS-Tiongkok, yang menurutnya menunjukkan tingginya kewaspadaan Amerika terhadap ancaman Tiongkok terhadap keamanan nasional AS.

Namun, Trump juga tidak menginginkan pemisahan total (decoupling) antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Ia masih membutuhkan sejumlah besar barang murah dari Tiongkok untuk membantu menekan inflasi.

Shen Ming-shih juga menunjukkan bahwa Amerika Serikat telah menjadikan AI, semikonduktor, dan keamanan data sebagai bagian dari garis batas keamanan nasional serta upaya mempertahankan posisi kepemimpinan globalnya. Oleh karena itu, berdasarkan kepentingan dan keamanan nasional, kebijakan Amerika Serikat untuk tetap waspada terhadap PKT serta membatasi dan memberikan sanksi terhadap teknologi Tiongkok tidak akan berubah.

Song Feng/Chang Chun/Chen Jianming – NTDTV.com

Pesawat Kargo di Bandara Miami Keluar Landasan, Menabrak Beberapa Kendaraan, 5 Orang Tewas dan 5 Luka-Luka 

EtIndonesia.com  Sebuah pesawat kargo milik raksasa e-commerce Amerika Serikat, Amazon, pada 6 September sore keluar dari landasan pacu Bandara Internasional Miami, menabrak beberapa kendaraan dan terbakar. Asap tebal membumbung dari lokasi kecelakaan. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 5 orang meninggal dunia dan 5 orang lainnya terluka.

Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) dalam pernyataannya mengatakan, pesawat dengan nomor penerbangan 7598 mendarat di Bandara Miami sekitar pukul 14.00 waktu setempat pada 6 September, tetapi kemudian keluar dari landasan pacu. Pesawat yang terlibat adalah Boeing 767-300 versi kargo, yang sebelumnya lepas landas dari Bandara Internasional Luis Muñoz Marín di San Juan, Puerto Rico.

Foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat Prime Air tersebut akhirnya berhenti di dekat sebuah jalan. Di sekitar lokasi terlihat dua truk trailer. Pesawat tampak terbakar dengan bagian bawah badan pesawat menyentuh tanah, sementara sebagian besar badan pesawat masih terlihat utuh.

Wali Kota Miami-Dade County, Daniella Levine Cava, mengatakan bahwa 5 orang telah dibawa ke rumah sakit. Pejabat setempat menambahkan bahwa 3 orang dalam kondisi kritis, sedangkan 2 lainnya mengalami luka yang lebih ringan.

Pihak berwenang sejauh ini belum mengungkapkan identitas korban yang meninggal maupun orang-orang yang dibawa ke rumah sakit.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan informasi mengenai kecelakaan tersebut.

Seluruh landasan pacu dan jalur taxi di Bandara Internasional Miami sempat ditutup, sehingga penerbangan untuk sementara dihentikan. Dalam perkembangan terbaru, pihak pengelola Bandara Miami mengatakan bahwa dua dari empat landasan pacu telah kembali dibuka.

Berdasarkan data situs pelacak penerbangan FlightAware, hingga 6 September sore, sekitar 250 penerbangan di Bandara Miami mengalami keterlambatan. (***)

Khawatir Rakyat Memberontak? PKT Kembali Memperketat Pengendalian Internet 

Partai Komunis Tiongkok (PKT) kembali memperketat pengawasan terhadap internet. Peraturan baru tentang media mandiri (self-media) yang dikeluarkan oleh lima departemen PKT mulai berlaku pada 1 September. Lembaga yang mengoperasikan akun-akun media mandiri dapat ikut terkena sanksi apabila terjadi pelanggaran.

Pada saat yang sama, Administrasi Ruang Siber Tiongkok mengumumkan bahwa “Pekan Publisitas Keamanan Siber” akan digelar pada 14–20 September. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga diperingatkan agar tidak menggunakan cara “menembus tembok internet” (bifanqiang/VPN) untuk mengakses situs web luar negeri. Sejumlah pengamat menilai, penguasa PKT khawatir semakin banyak masyarakat mengetahui informasi sebenarnya dari luar negeri.

EtIndonesia.com  Pada 1 September 2026, “Peraturan tentang Pengelolaan Layanan Distribusi Multi-Saluran Konten Informasi Internet” yang dikeluarkan bersama oleh Administrasi Ruang Siber Tiongkok, Kementerian Keamanan Publik, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar, serta Administrasi Radio dan Televisi resmi mulai diberlakukan.

Peraturan baru tersebut memasukkan seluruh kegiatan seperti perencanaan, produksi, distribusi, pemasaran, promosi, hingga perantara konten ke dalam lingkup pengawasan.

Perusahaan terkait tidak hanya diwajibkan melakukan pendaftaran, tetapi juga harus menunjuk penanggung jawab pengelolaan konten dan membentuk tim manajemen. Mereka juga harus memverifikasi identitas akun media mandiri yang menandatangani kontrak dengan mereka serta bertanggung jawab atas pengelolaan konten.

Jika secara resmi dianggap melakukan pelanggaran, platform dapat membatasi fungsi akun, menangguhkan monetisasi, bahkan menutup lembaga maupun akun itu.

Wu Shaoping, Ketua Dewan Aliansi Pengacara Hak Asasi Manusia Tiongkok di Luar Negeri: “Perkembangan media mandiri sampai batas tertentu memungkinkan masyarakat memperoleh informasi melalui proses pembuatan dan penyebaran video oleh para pembuat konten. Karena pemberitaan semacam ini jelas merupakan informasi yang merugikan PKT, mereka tentu ingin menggunakan cara seperti ini untuk mencegah penyebaran informasi negatif.”

Zeng Jieming, mantan pekerja media: “Salah satunya adalah mengendalikan media mandiri. Karena menghasilkan uang begitu mudah melalui media mandiri, mereka tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan. Mereka tidak akan sepenuhnya menutup media mandiri.” 

“Jika Anda menghasilkan uang dari media mandiri, mereka akan meningkatkan pengambilan keuntungan dari Anda. Orang-orang yang menjalankan media mandiri juga tidak berani membahas hal-hal sensitif. Jika Anda melakukannya, mereka akan langsung membungkam Anda. Apa pun yang Anda lakukan akan sia-sia. Mereka bahkan bisa segera mengendalikan Anda dan membuat Anda mengalami ‘kematian sosial’,” tambahnya.

Pada saat yang sama, Administrasi Ruang Siber Tiongkok mengumumkan pada 1 September bahwa “Pekan Publisitas Keamanan Siber” akan digelar pada 14–20 September. Berbagai daerah dan departemen juga akan mengadakan serangkaian kegiatan yang disebut sebagai kegiatan “Pekan Publisitas Keamanan Siber”.

Pihak luar menilai bahwa pengendalian internet secara besar-besaran oleh PKT sebenarnya menunjukkan kekhawatiran bahwa semakin banyak masyarakat yang mengetahui informasi nyata dari luar negeri akan menjadi tidak puas terhadap rezim PKT.

Zeng Jieming: “Itu sudah pasti. Karena mereka ingin membungkam masyarakat sekaligus mengambil uang. Kalau mereka ingin merampas uang, bukankah mereka juga harus membungkam orang? Anda tidak boleh mengkritik pemerintah dan tidak boleh menggunakan cara untuk menembus tembok internet. Kalau Anda menembusnya, Anda akan lebih mudah memahami apa yang sebenarnya terjadi.”

“Pihak berwenang juga menyatakan bahwa 15 September akan ditetapkan sebagai “Hari Kampus”. Berbagai daerah akan mengadakan kegiatan seperti kampanye keamanan siber di lingkungan kampus.

Zeng Jieming: “Semakin mereka mengambil uang dari masyarakat, semakin mereka takut mahasiswa mengetahui kebenaran. Jika mereka tidak bisa mengetahui kebenaran di dalam tembok internet, mereka bisa mengetahuinya dari luar. 

“Sebenarnya ini bukan hanya menyangkut mahasiswa, tetapi mencakup semua orang. Identitas pengguna internet diwajibkan menggunakan nama asli dan bahkan akan dikaitkan dengan sistem kredit sosial. Jika terlalu sering menembus tembok internet, Anda bisa dimasukkan ke dalam daftar hitam. Jadi, ini bukan hanya masalah mahasiswa.”

Wu Shaoping: “Jika mahasiswa memiliki VPN, mereka dapat secara luas mengakses dunia internet Barat melalui cara menembus tembok internet dan memperoleh lebih banyak informasi nyata dari luar, termasuk informasi yang ditutup oleh PKT. Setelah mahasiswa menerima pemikiran dan informasi dari dunia luar, secara alami mereka akan mulai mempertanyakan indoktrinasi PKT, bahkan bisa merasa tidak puas terhadapnya.”

Pada hari yang sama, seorang warganet mengunggah informasi yang menyebutkan bahwa sebuah perguruan tinggi di Tiongkok memberitahukan kepada mahasiswa bahwa September merupakan “bulan khusus untuk menertibkan tindakan menembus tembok internet”. Mahasiswa dilarang mengakses situs web luar negeri, menggunakan perangkat lunak akselerator gim luar negeri, atau memasang perangkat lunak untuk menembus pemblokiran internet. Pelanggaran akan “ditangani secara serius”.

Wu Shaoping: “Di satu sisi, ini bertujuan mengendalikan pemikiran mahasiswa. Di sisi lain, mereka ingin mencegah kelompok mahasiswa mengalami kesadaran setelah menembus tembok internet, yang kemudian dapat menimbulkan ketidakpuasan terhadap rezim PKT.” 

“Mereka menganggap mahasiswa merupakan kelompok yang paling mungkin turun ke jalan untuk melakukan aksi protes. Karena itu, mereka ingin memutus hubungan generasi muda dengan dunia luar melalui cara-cara fisik dan teknologi.”

Pihak kampus juga mengeluarkan daftar berisi 124 alat untuk menembus pemblokiran internet, yang disebut sebagai daftar “klien yang umum digunakan untuk menembus tembok internet”, serta memperingatkan mahasiswa agar sama sekali tidak menggunakannya.

Wu Shaoping: “Saya percaya bahwa bagi mahasiswa yang pernah mengalami proses menembus tembok internet, mereka tetap akan menggunakan cara tersebut di masa depan untuk menghindari berbagai bentuk pengawasan dan memperoleh informasi yang sebenarnya dari dunia luar. Karena kebebasan selalu menjadi sesuatu yang didambakan manusia, dan kebenaran selalu menjadi sesuatu yang dicari manusia.”

Para pengamat menilai bahwa menghadapi bentuk pengendalian yang dianggap tidak manusiawi seperti ini, masyarakat sipil pada akhirnya akan selalu menemukan cara-cara baru untuk menghadapinya.

Editor: Meng Xinqi, Reporter: Yiru, Pascaproduksi: Zhong Yuan

Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Selat Sunda, 5 Jurnalis dan 3 Awak Speed Boat Masih Dalam Pencarian

EtIndonesia.com – Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap sebuah speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (8/9/2026). Sebanyak delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut hingga saat ini masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator, Al-Amrad menyampaikan bahwa delapan orang yang berada di dalam speed boat terdiri dari dua awak kapal, seorang guide, serta lima jurnalis.

Adapun delapan orang tersebut yakni : 

M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto ANTARA Biro Banten)

Ari Basuki / Arie Basuki (Jurnalis Merdeka.com)

Yudistiro Pranoto / Yudhis (Jurnalis iNews)

Firdaus Wajidi / Daus (Jurnalis Anadolu Agency)

Donal Husni (Jurnalis Freelance)

Lainnya dalah : 

Warta (nahkoda), 

Surakman (ABK), dan 

Heriyanto (pemandu) 

Setelah menerima laporan, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB. Tim kemudian melakukan penyisiran menuju arah Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat.

Selain itu, RIB 02 Banten juga melaksanakan penyisiran di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, hingga penyisiran berakhir, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian.

Pada sore hari, KN SAR Tetuka 247 bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian untuk memperkuat operasi pencarian. Kapal tersebut kemudian melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sepanjang rute pencarian.

Sekitar pukul 21.05 WIB, KN SAR Tetuka 247 tiba di perairan Sangiang. Namun, kapal tidak dapat lego jangkar karena kondisi arus yang cukup kencang. Selanjutnya, KN SAR Tetuka 247 bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan sembari tetap melakukan penyisiran dan pemantauan visual dengan hasil nihil.

Pada pukul 22.12 WIB, KN SAR Tetuka 247 tiba dan berhasil sandar dengan aman di Dermaga Pelabuhan Ciwandan. Selanjutnya, pada pukul 22.46 WIB, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan memutuskan bahwa operasi SAR akan dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).

Dalam operasi SAR hari pertama ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, unsur pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, serta unsur media.

Adapun peralatan yang digunakan meliputi KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.

Operasi SAR hari pertama ditutup dengan hasil nihil. Tim SAR Gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi dan kondisi di lapangan. 

Banjir Setinggi 3 Meter, Rumah-Rumah Roboh Satu per Satu, Fujian, Tiongkok  Dilanda Pelepasan Air Waduk Tengah Malam Tanpa Peringatan 

EtIndonesia.com  Akibat pengaruh topan, berbagai wilayah di Fujian, Tiongkok dilanda hujan sangat deras. Banyak rumah terendam dan warga terjebak. Sejumlah warga setempat mengungkapkan bahwa banjir datang secara tiba-tiba, tetapi sebelumnya mereka tidak menerima pemberitahuan yang jelas mengenai pelepasan air waduk, jebolnya tanggul, maupun perintah evakuasi.

Menurut laporan media daratan Tiongkok, pada 4 September, Topan “Saudel” masih membawa curah hujan yang sangat tinggi ke seluruh wilayah Fujian. Putian, Fuding, Fu’an, Zhangzhou dan sejumlah daerah lainnya mengalami banjir parah. Baik wilayah perkotaan maupun pedesaan terendam dalam skala luas. Banyak rumah roboh dan banyak orang dilaporkan hilang.

Pelepasan air waduk tanpa peringatan

Warga setempat mengungkapkan bahwa waduk di Putian dan Fu’an melakukan pelepasan air tanpa peringatan, sehingga masyarakat tidak memperoleh pemberitahuan sebelumnya.

Seorang pengguna Weibo menulis bahwa desa tempat kakaknya tinggal di Putian mengalami pelepasan air waduk pada tengah malam tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ketika bangun pada pagi hari, air sudah mencapai ketinggian satu lantai. Mobil-mobil terendam, sementara rumah-rumah di sekitar mereka roboh satu demi satu.

Seorang warganet dari Fu’an juga mengungkapkan bahwa pelepasan air di daerah mereka tidak disertai pemberitahuan. Toko-toko di sepanjang jalan terendam, sementara desa-desa dan kota-kota kecil berubah menjadi lautan air berwarna kuning kecokelatan.

Menurut laporan, hujan deras di Fujian kali ini mulai terjadi pada 1 September. Ketinggian air di berbagai wilayah meningkat dengan cepat. Kota Putian hampir seluruhnya terendam, sementara banyak toko di Kawasan Pengembangan Ekonomi Hualin juga kebanjiran.

Pada 3 September pukul 15.00, tanggul pengendali banjir di bagian Xihu, Kota Huating, di sepanjang Sungai Mulanxi, Putian, mengalami longsor. Air kemudian masuk ke Desa Xihu di sekitarnya.

Pada 4 September, media resmi mengubah pemberitaan mengenai “longsornya tanggul pengendali banjir di bagian Xihu” menjadi “jebolnya sebagian tanggul di dekat Desa Xihu”. Mereka menyatakan bahwa dampaknya mencakup beberapa desa dan kawasan industri di sekitar lokasi. Lebih dari 100 rumah dilaporkan roboh dan sejumlah orang hilang.

Berdasarkan informasi warga setempat kepada NTD, kondisi di Desa Xizhu yang terdampak cukup parah.

Warga: Air naik hampir 3 meter, rumah-rumah tanah roboh

Wang Fang (nama samaran), warga perempuan Desa Xizhu: “Mulai tadi malam air tiba-tiba naik. Naiknya hampir tiga meter. Setelah itu banyak sekali rumah yang roboh. Rumah-rumah tua semuanya ambruk. Rumah-rumah itu terbuat dari tanah. Lalu terdengar suara bruk satu kali, kemudian bruk lagi, lalu bruk lagi. Sangat menakutkan.”

Wang Fang mengatakan bahwa sebagian rumahnya sendiri juga dibangun dari tanah. Karena itu, ia sangat ketakutan ketika mendengar rumah-rumah disekitarnya roboh.

“Sekarang rumah kami masih hampir terendam sampai setinggi lantai satu, dan air belum juga surut. Rumah-rumah itu semuanya masih dihuni. Rumah-rumah di belakang juga masih dihuni. Ada beberapa orang yang bahkan tidak bisa dijangkau oleh petugas penyelamat. Perahu juga tidak bisa masuk, sehingga mereka belum bisa diselamatkan. Ada orang yang tertimpa reruntuhan. Ketika rumah roboh, mereka tertimpa,” katanya. 

Wang Fang mengatakan bahwa rumah-rumah tua, termasuk rumah tanah yang dibangun pada era 1990-an, semuanya roboh. Saat ini banyak warga desa masih terjebak. Di rumahnya sendiri hanya tersisa beberapa botol air mineral dan tidak ada makanan.

Sebelumnya, ia hanya mendengar bahwa Waduk Dongzhen akan melakukan pelepasan air. Namun, mereka tidak menerima peringatan mengenai jebolnya tanggul di bagian Xihu, Huating, maupun pemberitahuan evakuasi yang jelas.

Wang Fang: “Mereka hanya mengatakan akan melakukan pelepasan air, bahwa Waduk Dongzhen akan melepaskan air. Tetapi tidak ada pemberitahuan sebelumnya agar kami mengungsi. Setelah kejadian terjadi dan rumah-rumah roboh, tidak ada yang datang untuk menyelamatkan kami. Kami menunggu sangat lama. Tadi malam memang ada beberapa perahu yang dikirim, tetapi tidak ada satu orang pun yang berhasil diselamatkan.”

Warga lain: Rumah dan balai leluhur ikut roboh

Warga Desa Xizhu lainnya, Li Li (nama samaran), juga membenarkan bahwa lantai pertama rumah-rumah kini hampir seluruhnya terendam hingga ketinggian sekitar dua hingga tiga meter. Sejumlah rumah tua sudah roboh.

“Rumah tua di dekat rumah saya baru saja roboh. Balai leluhur juga ambruk seluruhnya. Itu adalah balai leluhur, tempat kami melakukan ritual penghormatan saat Tahun Baru Imlek dan acara lainnya. Bangunan itu roboh dua kali. Saat pertama roboh, masih tersisa sedikit bagian dinding. Kemudian ketika roboh untuk kedua kalinya, seluruh bangunan langsung ambruk dan hilang,” katanya. 

Li Li mengatakan bahwa saat ini sudah ada petugas penyelamat yang masuk ke desa, tetapi belum ada bantuan logistik yang tiba. Seluruh desa sudah mengalami pemadaman listrik dan terputusnya pasokan air. Keluarganya hanya dapat bertahan dengan persediaan roti.

“Masih ada sedikit roti. Ada orang tua juga. Sekarang total ada delapan orang di rumah. Dua hari lalu kondisinya belum separah ini. Saat itu belum ada genangan air. Baru tadi malam air mulai masuk ke dalam rumah dan terus naik semakin tinggi. Listrik dan air terputus. Listrik mati sekitar pukul empat dini hari, kemudian air terputus pada pukul sepuluh pagi,” ujarnya. 

Banjir besar, tetapi minim pemberitaan

Berbagai wilayah di Fujian mengalami banjir serius. Namun, di media resmi daratan Tiongkok dan platform media sosial, perhatian terhadap bencana tersebut justru relatif rendah.

Di Weibo, hanya satu berita mengenai banjir Fujian yang masuk dalam 10 besar pencarian terpopuler. Sementara itu, di daftar pencarian terpopuler Zhihu, tidak ada satu pun berita mengenai bencana tersebut.

Masyarakat mempertanyakan apakah pihak berwenang sengaja menutupi atau mengecilkan skala bencana.

Warganet Fujian pun berulang kali menyerukan kepada pihak berwenang agar memberikan “perhatian” terhadap bencana tersebut dan meningkatkan “popularitas” atau eksposur pemberitaannya.

Li Qian/Luo Ya, Gu Xiaohua

Menabung Air Foundation Belajar Kelola Sungai dari Hulu ke Hilir bersama Komunitas Mat Peci

JAKARTA, 4 September 2026 — Air yang kita gunakan sehari-hari tidak muncul begitu saja. Ia mengalir dari hulu, melewati berbagai wilayah, hingga akhirnya sampai ke rumah-rumah kita. Namun, perjalanan air itu sering kali terhalang oleh sampah, limbah, dan kerusakan lingkungan.

Untuk memahami bagaimana mengelola air secara utuh dari hulu hingga hilir, Menabung Air Foundation (MAF) mengunjungi Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) di Jakarta, Jumat (4/9). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya MAF memperluas wawasan melalui praktik nyata pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Bersama Seeker Revolution, salah satu kolaborator MAF, rombongan melihat langsung berbagai inisiatif yang telah dijalankan Mat Peci. Mulai dari pengelolaan sungai dan air, pengelolaan sampah dan limbah, hingga kegiatan peternakan yang melibatkan masyarakat sekitar.

Sungai Bukan Hanya Aliran Air, Tapi Ekosistem Kehidupan

Mat Peci telah lama dikenal sebagai komunitas yang aktif menjaga kelestarian Sungai Ciliwung. Mereka tidak hanya membersihkan sungai dari sampah, tetapi juga mengelola limbah agar tidak mencemari aliran air. Bahkan, mereka mengubah sampah organik menjadi pakan ternak dan kompos yang bermanfaat bagi warga.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial. Apa yang terjadi di hulu—misalnya pembuangan sampah atau perusakan hutan—akan berdampak langsung ke hilir, tempat ribuan orang menggantungkan hidup pada air sungai.

Usman Firdaus, Ketua Mat Peci, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.

“Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu sampai hilir. Apa yang terjadi di hulu akan berdampak ke hilir. Karena itu, kolaborasi dan keterlibatan masyarakat menjadi penting agar upaya menjaga sungai dan lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Belajar dari Praktik, Bukan Sekadar Teori

Bagi Menabung Air Foundation, kunjungan ini bukan sekadar wisata edukasi. Ini adalah ruang untuk belajar langsung dari komunitas yang telah membuktikan bahwa pengelolaan air dan lingkungan bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

Bella, Project Officer Menabung Air Foundation, mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga bagi pengembangan program MAF ke depan.

“Bagi kami, kunjungan ini menjadi ruang untuk belajar langsung bagaimana pengelolaan lingkungan dapat terus berjalan dengan melibatkan masyarakat sekitar,” ujar Bella.

Kegiatan Mat Peci menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan manfaat ekonomi dan mendorong keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Kolaborasi untuk Masa Depan Air yang Lebih Baik

Kunjungan ini juga menjadi ajang pertukaran pengalaman antara MAF, Seeker Revolution, dan Mat Peci. Ketiganya sepakat bahwa menjaga air dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama—bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan pendekatan berbasis masyarakat seperti yang dilakukan Mat Peci, pengelolaan air tidak lagi terasa sebagai beban, tetapi menjadi gerakan kolektif yang memberdayakan. Dan dari hulu hingga hilir, setiap langkah kecil yang diambil hari ini akan menentukan ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.

ITS Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing 2026: Bukti Nyata Dukung Ekosistem Wirausaha Kampus

Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kampus yang akrab disapa Pahlawan ini berhasil meraih penghargaan sebagai Entrepreneurial Marketing Campus for Impact 2026 dalam ajang Surabaya Marketing Week (SMW) 2026, yang berlangsung di Ballroom The Sheraton Hotel Surabaya, Kamis (3/9) sore.

Penghargaan ini bukan sekadar piala semata. Bagi ITS, ini adalah pengakuan atas komitmennya dalam mencetak lulusan yang tak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha yang tangguh.

Semangat Kewirausahaan di Era Kecerdasan Buatan

SMW 2026 sendiri merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Markplus Corporation (MCorp) di tujuh kota besar Indonesia. Dengan tema “Winning the Competition in the Age of AI” atau “Memenangi Persaingan di Era AI”, ajang tahunan ini menjadi ruang apresiasi bagi kreativitas, inovasi, hingga kepemimpinan dari berbagai perguruan tinggi dan industri.

Dalam sambutannya, Founder sekaligus Chair MCorp, Dr. (HC) Hermawan Kartajaya, M.Sc., mengingatkan pentingnya jiwa wirausaha yang tak pernah berhenti berinovasi. Menurutnya, seorang pengusaha sukses adalah mereka yang berani mengambil peluang dan risiko, serta selalu terbuka bekerja sama dengan siapa pun.

“Pengusaha itu harus punya nyali, tapi juga hati. Berani mencoba, berani gagal, dan bangkit lagi,” ujarnya dalam paparan yang menginspirasi para peserta.

Riset dan Inovasi Kampus Pahlawan yang Tak Pernah Padam

Menyambut penghargaan ini, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof. Ir. Agus Muhamad Hatta, S.T., M.Si., Ph.D., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya. Ia menjelaskan bahwa penghargaan ini adalah buah dari riset dan inovasi yang terus dikembangkan oleh ITS untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami tidak berhenti menciptakan hal-hal baru. Setiap riset yang lahir di ITS harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Guru Besar Teknik Fisika ini dengan penuh semangat.

Prof. Hatta juga menekankan bahwa kewirausahaan bukan sekadar kegiatan sampingan, melainkan budaya yang dapat mempercepat kesuksesan. ITS pun terus mendorong para lulusannya untuk berani terjun ke dunia ekonomi dan kewirausahaan.

“Entrepreneur itu adalah semangat, budaya, sekaligus aksi nyata yang berdampak. Itu yang kami tanamkan di ITS,” tegasnya.

Kolaborasi Strategis untuk Ekosistem yang Lebih Kuat

Tak hanya menerima penghargaan, ITS juga memperkuat kerja sama strategis dengan unit bisnis MCorp, yaitu MarkPlus Institute. Kolaborasi yang sudah berjalan dengan Program Studi Magister Technomarketing di Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS kini resmi berganti nama menjadi Techno Entrepreneurial Marketing.

Perubahan nama ini bukan sekadar ganti label. Ini adalah komitmen bersama untuk terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Dengan nama baru ini, diharapkan lahir lebih banyak wirausahawan muda yang mampu menggabungkan kemampuan teknologi dan pemasaran secara kreatif.

Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Penghargaan dan kolaborasi ini juga menjadi salah satu bukti nyata ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Ada dua poin utama yang terdorong, yaitu poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

“Dengan berbagai riset dan inovasi yang ada, kami berharap ITS ke depan mampu melahirkan lebih banyak wirausahawan yang siap bersaing di kancah global,” tutup Prof. Hatta optimistis.

ITS membuktikan bahwa kampus tak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ladang subur bagi lahirnya pengusaha-pengusaha muda kreatif yang siap membangun negeri.

Banjir Tidak Menghalangi! Pengantin Berjalan di Air Setinggi Pinggang Menuju Altar Gereja

Provinsi Bulacan di Pulau Luzon, Filipina, belakangan ini dilanda hujan deras yang menyebabkan banjir. Air bahkan menggenangi sebuah gereja. Meski demikian, sepasang pengantin tetap melangsungkan pernikahan mereka dengan berjalan dan berdiri di tengah air yang mencapai pinggang.

EtIndonesia.com Pada 31 Agustus, gereja setempat mengunggah video dan foto upacara pernikahan Gilbert Chico dan Lianne Liza Chico di Facebook. 

Dalam video tersebut, pengantin wanita, Lianne, mengenakan gaun pengantin putih dan berjalan menerobos air setinggi pinggang. Dengan restu keluarga, ia kemudian melangsungkan pernikahan bersama sang pengantin pria.

Provinsi Bulacan terus dilanda hujan deras dan banjir. Pada 20 Agustus, pemerintah setempat menyatakan seluruh provinsi berada dalam status bencana.

Pihak gereja mengatakan bahwa karena kondisi banjir, pasangan tersebut sebelumnya telah disarankan untuk menunda pernikahan. Namun, karena alasan pribadi, mereka memilih untuk tidak mengubah tanggal pernikahan dan memutuskan tetap melangsungkannya sesuai rencana.

Pengantin wanita bahkan memodifikasi gaun pengantinnya dengan memendekkan bagian rok agar lebih mudah digunakan untuk berjalan menerobos banjir.

Menurut laporan, pasangan tersebut mengatakan: “Kami sudah lama menantikan hari ini. Kami tidak ingin hujan dan banjir menghalangi kami untuk menikah. Ini mungkin bukan pernikahan seperti yang kami bayangkan, tetapi ini pasti menjadi hari yang tidak akan pernah kami lupakan seumur hidup.”

Filipina merupakan negara yang sering dilanda topan. Pada Juli tahun lalu, ketika terjadi topan, pasangan pengantin lain di Provinsi Bulacan juga melangsungkan pernikahan di tengah air yang mencapai setinggi lutut.

(Ang Tinig– Paroki St. Yohanes Pembaptis St. Louis, Hagonoy, Provinsi Bulacan!)
(Ang Tinig– Paroki St. Yohanes Pembaptis St. Louis, Hagonoy, Provinsi Bulacan!)
(Ang Tinig– Paroki St. Yohanes Pembaptis St. Louis, Hagonoy, Provinsi Bulacan!)
(Ang Tinig– Paroki St. Yohanes Pembaptis St. Louis, Hagonoy, Provinsi Bulacan!)

Sisi Gelap Kemewahan Pendiri Evergrande Xu Jiayin: 3 Pesawat Pribadi dan 200 Selingkuhan 

EtIndonesia.com  Pendiri Grup China Evergrande, Xu Jiayin, baru-baru ini dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. “Kerajaan Evergrande” yang dahulu berkembang pesat dengan melakukan ekspansi besar-besaran di sektor properti dan mengumpulkan kekayaan, akhirnya runtuh.

Media Jepang baru-baru ini mengungkap bahwa pada masa kejayaannya, Xu Jiayin memiliki 3 pesawat pribadi dan sebuah kapal pesiar mewah sepanjang 60 meter. Ia bahkan disebut-sebut dikelilingi oleh lebih dari 200 perempuan muda yang menjadi selingkuhannya.

Kasus Xu Jiayin diputus pada tingkat pertama pada 20 Agustus. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, dicabut hak politiknya seumur hidup, serta seluruh harta pribadinya disita karena dinyatakan terlibat dalam delapan jenis tindak pidana, termasuk dugaan penghimpunan dana masyarakat secara ilegal dan penyuapan.

Majalah Jepang Shūkan Shincho mengutip sejumlah sumber yang menyebut bahwa inti kasus Xu Jiayin adalah korupsi serta hubungan erat antara pejabat dan pengusaha.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pejabat tinggi PKT yang telah jatuh dari kekuasaan juga disebut memiliki hubungan kepentingan yang erat dengan Xu Jiayin. Mereka antara lain mantan Sekretaris Partai Komunis Provinsi Guizhou Sun Zhigang, yang pada 2024 dijatuhi hukuman mati dengan masa penangguhan; mantan Menteri Kehakiman Tang Yijun, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup; serta mantan Wali Kota Shenzhen Chen Rugui.

Xu Jiayin bahkan disebut membantu para pejabat yang diduga korup tersebut dalam mencuci uang, sehingga di kalangan industri ia dijuluki sebagai “sarung tangan putih” para pejabat tinggi PKT—istilah untuk pihak yang digunakan untuk menjalankan transaksi atau aktivitas keuangan secara tidak langsung demi kepentingan pejabat.

Berkat hubungan politik-bisnis yang sangat kuat dan penggunaan pinjaman dengan tingkat leverage tinggi, Evergrande melakukan ekspansi properti secara agresif. Pada 2020, perusahaan tersebut mencatat pendapatan fantastis hingga 700 miliar yuan RMB.

Seiring dengan akumulasi kekayaan tersebut, kehidupan pribadi Xu Jiayin juga dikenal sangat mewah.

Majalah Shūkan Shincho pada 3 September menerbitkan wawancara dengan Kaori Fukushima, mantan koresponden khusus Sankei Shimbun untuk Tiongkok. Ia mengatakan bahwa pada masa kejayaannya, Xu Jiayin memiliki tiga pesawat pribadi, termasuk sebuah pesawat Airbus, kapal pesiar sepanjang 60 meter, serta sejumlah rumah mewah kelas atas di Los Angeles, London, dan Hong Kong.

Kaori Fukushima mengungkapkan bahwa Xu Jiayin bahkan memiliki perkebunan khusus di Prefektur Shizuoka, Jepang, untuk membudidayakan melon premium jenis Hami. Dalam kehidupan sehari-hari, ia juga disebut menyukai cerutu Kuba kelas premium yang harganya sangat mahal, dengan pengeluaran mencapai 7 juta yuan RMB per tahun.

Xu Jiayin bahkan membentuk sebuah kelompok seni dan tari bernama “Kelompok Seni dan Tari Evergrande”, yang terdiri dari sekitar 200 perempuan muda.

Menurut kabar yang beredar, para perempuan dalam kelompok tersebut memiliki hubungan tidak pantas dengan Xu Jiayin. Lantai 41 hingga 43 gedung kantor pusat Evergrande di Guangzhou disebut sebagai klub pribadi miliknya, yang digunakan untuk menyaksikan pertunjukan kelompok seni dan tari tersebut serta menjamu para tamu penting.

Majalah Shūkan Shincho menggambarkan perubahan drastis Xu Jiayin—dari puncak kejayaan sebagai seorang miliarder hingga menjadi narapidana—sebagai “mimpi Huang Liang”, sebuah ungkapan Tiongkok untuk menggambarkan kemakmuran atau kejayaan yang ternyata hanya sementara seperti mimpi.

Kaori Fukushima berpendapat bahwa keputusan pemerintahan Xi Jinping untuk membawa para taipan properti seperti Xu Jiayin ke meja hijau bertujuan untuk mengalihkan tekanan akibat kegagalan kebijakan sektor properti, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah bersedia menghukum satu tokoh sebagai peringatan bagi yang lainnya.

Sumber : NTDTV.com

11 Hari Setelah Bencana, Nepal Kembali Menyelamatkan Korban Selamat; Tibet Masih Belum Menemukan Korban Selamat

Sudah lebih dari 10 hari sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda perbatasan Tiongkok–Nepal. Tim penyelamat Nepal terus menemukan dan menyelamatkan korban selamat dari dalam terowongan dan reruntuhan. Salah satunya adalah seorang pekerja asal Tiongkok yang secara ajaib bertahan hidup setelah terjebak selama 11 hari.

Sebaliknya, hingga saat ini, berdasarkan laporan resmi yang dipublikasikan pihak Tiongkok, belum ada kabar mengenai korban selamat yang ditemukan di Tibet. Bahkan, baru 10 hari setelah bencana terjadi, pihak Tiongkok untuk pertama kalinya mengkorganisasi media asing untuk melakukan peliputan di lokasi bencana.

EtIndonesia.com Pada 5 September, Lu Haitao, pekerja asal Henan berusia 49 tahun, berhasil diselamatkan dari sebuah terowongan sepanjang 225 meter di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1 di Nepal.

Ia telah terjebak selama 11 hari. Saat ditemukan, tidak terlihat adanya luka serius pada tubuhnya dan tanda-tanda vitalnya stabil. Ia hanya mengalami sedikit hipotermia. Setelah dievakuasi, ia dibawa dengan helikopter ke rumah sakit militer.

Sehari sebelumnya, tim penyelamat Nepal juga berhasil menyelamatkan dua pekerja dari terowongan pembangkit listrik tenaga air lainnya. Selain itu, pada 5 September seorang perempuan berhasil diselamatkan dari sebuah bangunan yang telah terendam banjir.

Pemerintah Nepal mengatakan bahwa hampir 20.000 personel keamanan telah dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan. Hingga 5 September, sebanyak 1.344 orang meninggal dunia, sekitar 5.000 orang masih hilang, dan secara keseluruhan lebih dari 13.000 orang telah diselamatkan.

Sementara itu, di Tibet, yang berada tepat di seberang perbatasan, mediaan pemerintahan partai komunis Tiongkok hingga 4 September melaporkan 31 orang tewas dan 531 orang hilang. Namun, hingga kini, dalam informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat, belum ada laporan mengenai korban hilang yang ditemukan hidup atau berhasil diselamatkan.

Menurut keterangan sejumlah keluarga warga Tiongkok yang masih hilang kepada Epoch Times, mereka telah bepergian dari Lhasa, Sichuan, dan berbagai daerah lainnya menuju lokasi bencana. Namun, mereka diberi tahu bahwa Kabupaten Gyirong (Jilong) telah ditutup.

Para keluarga korban menunggu di sekitar pos pemeriksaan, tetapi hingga kini mereka masih kesulitan memperoleh informasi yang jelas mengenai apakah anggota keluarga mereka masih hidup atau telah meninggal dunia.

Laporan gabungan wartawan NTD TV, Ning Xiu dan Zhao Jialin.

Nepal Selamatkan Warga Tiongkok, Keluarga di Sichuan Minta Masuk ke Daerah Bencana tetapi Pemerintah PKT Tak Menanggapi 

Sepuluh hari setelah banjir dahsyat terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet, Tiongkok, pada Sabtu (5 September), Nepal kembali berhasil menyelamatkan dua orang yang selamat, masing-masing seorang pekerja asal Tiongkok dan seorang perempuan Nepal.

EtIndonesia.com Hingga Sabtu 5 September 2026, Nepal melaporkan 1.344 orang meninggal dunia dan 4.898 orang masih hilang. Sementara dari pihak Tibet, pemerintahan partai komunis Tiongkok mengklaim 31 orang meninggal dan 531 orang hilang. Namun, banyak keluarga korban menuduh pemerintah Tiongkok tidak melakukan tindakan yang semestinya, sehingga kondisi bencana yang sebenarnya kemungkinan jauh lebih parah.

Pekerja asal Henan bernama Lu Haitao akhirnya berhasil diselamatkan setelah bertahan selama 10 hari di dalam sebuah terowongan. Setelah dievakuasi, petugas penyelamat Nepal di dalam helikopter terlebih dahulu memeriksa kondisi kesehatannya.

Pada hari yang sama, tim penyelamat juga berhasil menyelamatkan seorang warga Nepal berusia lebih dari 60 tahun dari lantai empat sebuah bangunan tempat tinggal yang runtuh.

Banjir kali ini melumpuhkan sebagian pasokan listrik di Nepal. Pemerintah mempercepat perbaikan jaringan listrik di distrik Rasuwa, salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Amerika Serikat, Australia, India, dan sejumlah negara lainnya telah mengirimkan tim penyelamat ke daerah bencana. Australia terus melakukan pencarian terhadap 36 warganya yang masih hilang.

Ahli geologi dan pakar penyelamatan asal Australia, Dix, menunjukkan bahwa kondisi di dalam terowongan berbeda dengan di permukaan. Terowongan dapat melindungi dari angin dan hujan, sementara suhunya relatif stabil. Bahkan ketika segala sesuatu di permukaan telah hancur, di dalam terowongan masih mungkin terdapat udara yang dapat digunakan untuk bernapas serta ruang untuk berlindung.

Sementara itu, banyak keluarga warga Tiongkok yang hilang kini berada dalam penderitaan dan ketidakpastian.

Media Inggris The Guardian melaporkan bahwa seorang perempuan asal Sichuan bernama Fan Hong terus menunggu kabar mengenai suaminya, Lin Bo. Sejak 2024, Lin Bo terlibat dalam proyek perbaikan jalan yang menghubungkan Nepal dengan pos perbatasan Gyirong di Tibet. Lokasi proyek tersebut berjarak sekitar 5 kilometer dari pos perbatasan Gyirong.

Fan Hong telah berkali-kali menghubungi pihak berwenang Tiongkok, tetapi tidak memperoleh jawaban yang jelas. Ia mengungkapkan bahwa keluarga para korban yang hilang telah meminta pihak berwenang mengizinkan mereka menyewa drone atau helikopter sendiri untuk memasuki daerah bencana, tetapi tidak mendapat tanggapan.

Reuters juga melaporkan bahwa Priyanka Choudhary, seorang warga negara Finlandia keturunan India yang hilang dalam bencana banjir tersebut, belum diketahui nasibnya. Saudara laki-lakinya mengkritik pemerintah PKT karena tidak memberikan informasi terbaru apapun mengenai kondisi di daerah bencana. Keluarga juga tidak dapat pergi ke Tiongkok.

Laporan gabungan reporter New Tang Dynasty Television, An Qi dan Rong Yu.