Mike Pompeo : Kim Jong-un Meminta Perlindungan Militer AS demi Menghindari Ancaman Tiongkok

oleh Luo Tingting

Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengungkapkan dalam memoarnya, bahwa ketika dirinya secara diam-diam mengunjungi Korea Utara untuk bertemu dengan Kim Jong-un. Kim pernah mengatakan kepadanya secara pribadi bahwa untuk menghindari ancaman PKT, ia membutuhkan perlindungan militer AS yang ditempatkan di Korea Selatan.

Dalam memoarnya yang berjudul “Never Give an Inch : Fighting for the America I Love” yang diterbitkan pada 24 Januari, Mike Pompeo dalam statusnya sebagai Direktur CIA telah  diam-diam mengunjungi Pyongyang pada tahun 2018.

Selama pertemuan dengan Kim Jong-un, Pompeo mengatakan : “Partai Komunis Tiongkok selalu mengatakan bahwa ‘Ketua Kim (Jong-un) akan sangat senang ketika pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan meninggalkan Korea Selatan.”

Mendengar kalimat ini, Kim (Jong-un) tertawa, menggebrak meja dan berteriak : “Orang Tiongkok semuanya pembohong.”

Kim Jong-un memberitahu Pompeo secara pribadi : “Dia membutuhkan orang Amerika di Korea Selatan untuk melindunginya dirinya dari ancaman PKT, dan PKT menghendaki orang Amerika pergi (dari Korea Selatan) sehingga mereka dapat memperlakukan Semenanjung Korea seperti Tibet dan Xinjiang.”

Mike Pompeo menulis dalam bukunya : Kim Jong-un membutuhkan perlindungan (pasukan AS di Korea Selatan). Saya meremehkan betapa pentingnya hal ini bagi dirinya. Orang Korea Utara sama sekali tidak membenci AS yang meningkatkan kemampuan misil dan tempur darat di Semenanjung Korea.

Dalam buku itu, dia juga menggambarkan percakapan dengan Kim Jong-un tentang pembunuhan itu. Kim Jong-un memberitahunya : “Saya tidak menyangka Anda akan muncul. Saya tahu bahwa Anda terus mencoba untuk membunuh saya.”

“Saya memutuskan untuk melucu dan berkata, Ketua Kim, saya masih berusaha membunuh Anda,” tulis Pompeo dalam memoarnya.

Pertemuan Pompeo dengan Kim Jong-un sempat terhenti karena Kim Jong-un menerima “panggilan telepon penting” setiap 45 menit. Pompeo menulis : Telepon ini sebenarnya adalah panggilan dari ‘Marlboro Man’, ternyata Kim (Kim Jong-un) adalah perokok berat.

Pompeo membawa tugas untuk membujuk Kim Jong-un menanggalkan senjata nuklirnya. Dia mengatakan kepada Kim Jong-un bahwa meskipun dia melakukan denuklirisasi, rezim Korea Utara dapat terus bertahan, tidak seperti Saddam Hussein di Irak dan Gaddafi di Libya. Selama kesepakatan (denuklirisasi) tercapai, Kim Jong-un akan diundang ke Miami Beach untuk mencicipi cerutu Kuba yang merupakan terbaik di dunia.

Kim Jong-un mengatakan dia memiliki hubungan dekat dengan keluarga Castro dari Partai Komunis Kuba.

Pompeo juga menyebutkan beberapa detail dari tiga “Pertemuan Trump – Kim” dalam buku memoar tersebut. Pada pertemuan Trump – Kim yang diadakan di Singapura pada  Juni 2018, dia menemukan Kim Jong-un mengenakan sepatu penambah tinggi dan berfoto dengan Presiden AS Donald Trump.

Trump menjuluki Kim Jong-un sebagai “Manusia Roket Kecil”. “‘Rocket Man’ baik-baik saja, tapi ‘kecil’ tidak,” kata Kim Jong-un.

Selama KTT AS – Korea Utara di Hanoi pada  Februari 2019, Pompeo menyatakan bahwa AS akan mengizinkan beberapa proyek investasi berskala kecil dari Korea Selatan jika Korea Utara benar-benar membongkar fasilitas nuklir di Yongbyon.

Namun di KTT, Kim Jong-un menuntut “pencabutan sanksi sepenuhnya” dengan biaya pembongkaran kompleks Yongbyon. Pompeo ingat Kim menatap Kim Yong Chol dengan sumpah serapah setelah Trump menolak permintaan tersebut. Ini menunjukkan bahwa Kim Jong-un mungkin telah salah melaporkan isi pra-negosiasi.

Pada  Juni 2019, ketika Trump mengunjungi Korea Selatan, dia mengadakan pertemuan puncak Korea Selatan – AS – Korea Utara di Panmunjom. Pompeo menulis : Permintaan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk berpartisipasi dalam pertemuan bersejarah ini adalah tantangan terbesar.

Moon Jae-in telah beberapa kali menelepon saya secara pribadi, dan saya menjawab bahwa Kim Jong-un hanya ingin bertemu dengan Trump. Meskipun Moon Jae-in tidak senang, karena Kim Jong-un tidak punya waktu dan rasa hormat untuk bertemu Moon Jae-in, jadi kami telah membuat penilaian yang tepat.” (sin)

https://www.youtube.com/watch?v=0mmlMFJYJL8

Analisa Pakar : 4 Fraksi dan 5 Kelompok Terlibat Persaingan Internal Baru di Zhongnanhai

0

oleh Luo Tingting

Dwi Konferensi / Dua Sesi akan diadakan pada Maret 2023, dan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping akan secara resmi memasuki masa jabatan ketiganya. Menurut analisis pakar, persaingan di internal Zhongnanhai yang melibatkan 4 fraksi dan 5 kelompok sudah mulai memanas. Zhongnanhai adalah kantor besar partai Komunis Tiongkok (PKT). 

Baru-baru ini, Wu Guoguang, seorang penasihat untuk mantan sekjen PKT Zhao Ziyang menerbitkan sebuah artikel dalam buletin triwulanan “China Leadership Monitor”, menyebutkan bahwa “era baru politik faksi sedang berlangsung”, serangkaian faksi baru di antara pengikut dan loyalis Xi Jinping akan terlibat dalam persaingan.

Wu Guoguang yang saat ini bekerja di Stanford University dan think tank Asia Society di Amerika Serikat, ia mengatakan : “Status dan otoritas Xi Jinping sebagai pemimpin tertinggi tampaknya tidak akan menghadapi tantangan dari dalam kader senior PKT, tetapi persaingan di antara faksi dan kelompok sebagai pengikut Xi Jinping sudah mulai memanas.”

Menurut analisis Wu Guoguang, ada empat faksi utama dalam “pasukan keluarga Xi” yang memperebutkan kesetiaan terhadap Xi Jinping, termasuk pejabat yang pernah bekerja sama dengan Xi di Fujian, Zhejiang, dan Shanghai, serta Provinsi Shaanxi, tempat yang memiliki ikatan bathin yang mendalam dengan keluarga Xi Jinping.

Selain itu persaingan juga melibatkan 5 kelompok, termasuk pejabat dari sektor militer dan industri, pejabat yang memiliki hubungan dengan Universitas Tsinghua yang bergengsi, anggota yang memiliki hubungan dengan Sekolah Komite Sentral PKT, beberapa pejabat yang memiliki hubungan yang jelas dengan istri Xi Jinping, Peng Liyuan, dan satu kelompok dari departemen keamanan.

“Di tahun-tahun mendatang, pertikaian faksi tidak akan terhindarkan … perubahan antargenerasi dalam siklus elit internal dan suksesi kekuasaan juga akan memicu perebutan kekuasaan di antara faksi-faksi bawahan Xi Jinping yang saat ini sedang terbentuk,” kata Wu Guoguang.

Wu percaya bahwa perselisihan yang ada dalam fraksi atau kelompok “pasukan keluarga Xi” itu memang yang hendak dilihat, karena Xi membutuhkan check and balances internal.

Ambil Dewan Negara sebagai contoh. Li Qiang dari Provinsi Zhejiang, He Lifeng dari Provinsi Fujian, dan Ding Xuexiang dari Kota Shanghai. Masing-masing dari ketiganya memiliki saluran dan kontak terpisah dengan Xi, dan masing-masing memiliki tim dan personelnya sendiri.

Dwi Konferensi di Maret mendatang akan mengkonfirmasi penunjukan sejumlah pejabat kunci PKT. Jika tidak terjadi hal yang lain, Li Qiang akan ditempatkan sebagai Perdana Menteri Tiongkok. He Lifeng akan menggantikan Liu He sebagai Wakil Perdana Menteri dan menjadi “tsar ekonomi baru” Tiongkok. Cai Qi adalah kepala baru bagian propaganda dan ideologi PKT. Wang Xiaohong akan menempati departemen keamanan.

Wu Guoguang mengatakan bahwa Xi Jinping ingin mempertahankan diri sebagai wasit tertinggi dan membiarkan para pengikutnya saling memantau dan melapor kepadanya.

Financial Times yang mengutip ucapan Joseph Torigian, seorang ahli politik elit Tiongkok dan Uni Soviet dari Universitas Washington melaporkan, bahwa jika faksi lain terbentuk di dalam kepemimpinan puncak Partai Komunis Tiongkok, hal itu dapat membangkitkan kemarahan Xi Jinping. Di masa lalu, Xi Jinping telah menindak beberapa oposisi politik dan ancaman yang dianggap merongrong pemerintahannya. (sin)

Rumah Duka dan Para Supplier di Tiongkok Tertekan Akibat Tingginya Permintaan di Tengah Lonjakan Kematian Akibat COVID-19

Eva Fu

Belum pernah musim dingin terasa begitu menyesakkan bagi Zou, yang menghitung ada sekitar 20 kematian di antara lingkaran sosialnya di tengah gelombang besar COVID-19 yang melanda Tiongkok.

Tenda-tenda berkabung, yang menandakan rumah tangga yang kehilangan anggota keluarganya, terlihat di setiap jalan di kampung halamannya di kota bersejarah Yueyang di Provinsi Hunan, Tiongkok selatan, yang berpenduduk sekitar 20.000 jiwa.

Saking banyaknya, “sangat menakutkan,” kata Zou kepada Tje Epoch Times yang hanya memberikan nama belakangnya karena takut akan ancaman dan tindakan aparat. 

Dia mengatakan langit tampak lebih gelap dari biasanya, tanpa banyak sinar matahari, yang semakin meningkatkan rasa takut di kota kecil itu karena wabah tersebut menimbulkan bayangan yang  besar. Dalam tiga sampai empat hari terakhir saja, 100 sampai 200 orang meninggal dunia karena penyakit ini, katanya pada 23 Januari.

Di Shaoyang, sebuah kota dengan penduduk sekitar 1,5 juta jiwa yang berjarak sekitar empat jam perjalanan ke arah selatan, seorang penduduk setempat yang tidak mau menyebutkan namanya karena alasan keamanan mengatakan bahwa ribuan orang lanjut usia kemungkinan besar meninggal dunia selama wabah ini. Pada satu titik, empat keluarga yang tinggal di gang yang sama sedang berkabung, ujarnya kepada The Epoch Times pada 18 Januari, dan menggambarkannya sebagai “tidak bisa dipercaya.”

Ketakutan yang memuncak telah meredam semangat liburan di tengah perayaan Tahun Baru Imlek, yang biasanya merupakan perayaan terbesar dalam setahun, yang dimulai pada akhir pekan.

Sebuah klip video yang beredar di media sosial dua hari sebelum Tahun Baru Imlek, yang diambil dari sebuah mobil yang melewati sebuah area perumahan, menunjukkan jalanan sepi yang dipenuhi dengan karangan bunga dan lentera kertas berwarna biru-putih yang menandai orang yang telah meninggal dunia.

“Anda melihat apa yang terjadi pada tetangga Anda dan mengkhawatirkan keluarga Anda sendiri,” kata seorang wanita bermarga Bao dari kota Shijiazhuang di Provinsi Hebei kepada The Epoch Times. Seperti narasumber lainnya, Bao menolak untuk memberikan nama depannya untuk menghindari pembalasan dari pemerintah. Tahun baru baginya berlalu tanpa kunjungan yang biasa dilakukan ke kerabat besarnya.

Ketika virus ini melanda seluruh negeri, rezim komunis Tiongkok terus menyembunyikan skala wabah yang sebenarnya. Bagaimanapun, laporan kematian yang meluas, rumah sakit dan krematorium yang kewalahan, dan kekurangan persediaan pemakaman menunjukkan jumlah korban yang signifikan.

Meningkatnya jumlah kematian menyebabkan krematorium di seluruh negeri berebut untuk meningkatkan kapasitas mereka secara dramatis.

Sebuah tinjauan Epoch Times terhadap 10 provinsi dan kota-kota besar menemukan bahwa lebih dari 30 rumah duka menerbitkan tender untuk oven kremasi, guci abu, mobil van untuk mengangkut mayat, dan lemari es selama tiga minggu terakhir ini.

“Karena lonjakan tajam dalam bisnis, kami sangat perlu membeli dua mesin penyortir abu dan peralatan pasca-pemrosesan,” demikian bunyi salah satu pengumuman pada 19 Januari yang diterbitkan oleh Rumah Duka Huzhou di Provinsi Zhejiang, yang terletak di sebelah selatan Shanghai.

Dalam sebuah tender pada 6 Januari yang sekarang sudah dihapus dari pemerintah kota Shantou di Provinsi Guangdong bagian selatan, sebuah rumah duka meminta “pembelian darurat” untuk dua insinerator yang akan siap digunakan dalam 10 hari. Pada saat itu, sebuah krematorium besar di Shanghai mengatakan kepada The Epoch Times bahwa mereka membakar 400 hingga 500 jenazah setiap hari – empat hingga lima kali lipat dari beban kerja tertinggi mereka sebelumnya.

Persediaan Pemakaman Habis

Ketika display berkabung berjajar di jalan-jalan Tiongkok dan mobil jenazah menciptakan kemacetan lalu lintas di luar krematorium, harga barang dagangan pemakaman telah melonjak di tengah meroketnya permintaan.

Beberapa pemasok guci abu dan peti mati mengkonfirmasi bahwa mereka kehabisan stok atau kehabisan persediaan saat dihubungi oleh The Epoch Times menjelang Tahun Baru Imlek. Setiap orang yang diwawancarai hanya memberikan nama belakang mereka atau menolak untuk diidentifikasi karena takut akan pembalasan.

Sebuah produsen guci abu di Henan, provinsi terpadat ketiga di Tiongkok, kehabisan stok. Untuk mengisinya kembali bisa memakan waktu sekitar sebulan, ujar seorang perwakilan penjualan bermarga Sun.  Ia mencatat bahwa hal ini belum pernah terjadi sebelumnya selama hampir dua dekade dia bekerja di industri ini.

“Tidak pernah seperti ini,” kata Qiu, perwakilan dari pembuat guci yang berbeda di Provinsi Shandong yang berdekatan, kepada The Epoch Times, menunjuk COVID-19 sebagai penyebab “badai” pesanan yang masuk.

Seorang produsen peti mati di Jingdezhen, sebuah kota yang terkenal dengan seni keramiknya, mengatakan bahwa ia memiliki tidak lebih dari dua item untuk lini produk yang belum terjual habis dan menyarankan klien untuk membeli apa pun yang tersedia tanpa memilih.

“Terus terang, terlalu banyak orang yang meninggal tahun ini, dan permintaannya terlalu tinggi; kami tidak bisa membuat cukup banyak,” katanya kepada The Epoch Times.

Cerita dari penduduk setempat di seluruh negeri juga sama mencekamnya.

Seorang wanita dari Suzhou, sebuah kota dekat Shanghai, kehilangan tiga anggota keluarga yang lebih tua, termasuk ibunya pada hari yang sama di awal bulan ini. Rumah duka setempat telah menetapkan batas 400 tempat selama 24 jam. Pada  5 Januari, dia dan beberapa anggota keluarganya mencoba untuk mendapatkan nomor ketika tempat pemakaman dibuka pada tengah malam; dalam waktu 28 detik, mereka ditempatkan di urutan ke-160. Biaya pemakaman untuk ibunya lebih dari 10.000 yuan, dua kali lipat dari biaya pemakaman sebelumnya.

Kekurangan persediaan barang-barang pemakaman yang ekstrim berarti tidak ada peti mati dari karton atau kayu yang tersedia untuk jenazah ibunya. Yang tersisa hanyalah kantong kertas dan kain kafan, kata wanita itu, yang menggunakan nama samaran Liang Yan, kepada The Epoch Times.

Kekecewaan

Ketika penduduk Tiongkok yang sangat besar berjuang di bawah ledakan wabah COVID-19, pihak berwenang di Beijing telah berusaha untuk menumpangkan realitas yang berbeda.

Pada hari yang sama ketika sebuah universitas ternama di Tiongkok merilis laporan yang mengindikasikan 900 juta infeksi selama gelombang terbaru COVID-19, para pejabat di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Beijing mengadakan konferensi untuk merayakan tiga tahun kerja anti-wabah, di mana mereka memberikan puluhan penghargaan, dan kepala Partai Komunis Tiongkok, ujat Huang Chun, menyatakan bahwa badan tersebut telah “memenuhi misi mereka.”

Nada kemenangan yang sama juga diucapkan oleh Jiang Yunzhong, seorang cendekiawan Marxis dan pejabat Partai Komunis Tiongkok di Universitas Tsinghua yang elit di Beijing, yang mengatakan bahwa jumlah kematian akibat COVID-19 di Tiongkok “masih berada dalam kisaran yang dapat diterima.”

“Bahkan jika beberapa juta orang meninggal, lalu mengapa?” tulisnya di media sosial Tiongkok pada 14 Januari. ” Tiongkok memiliki 10 juta kematian pada tahun 2021; bahkan jika ada 5 juta kematian lagi, itu hanya peningkatan 50 persen – perbedaan antara dua kematian versus tiga kematian. “

Sejauh ini, rezim tersebut mengakui sekitar 72.000 kematian, jumlah yang telah mengundang skeptisisme tingkat tinggi di antara para ahli dan penduduk.

“Ini adalah tragedi dalam sejarah manusia,” kata Zou. “Mereka melihat ini sebagai lelucon yang lucu dan bahkan ingin membanggakan pencapaian mereka dan menjadikannya sebagai model bagi dunia. Mereka sama sekali tidak peduli dengan apa yang dipikirkan oleh orang-orang biasa.”

Angka-angka virus yang tidak realistis inilah yang telah mengubah pikiran generasi tua yang tumbuh di bawah pencucian otak rezim dan biasanya tidak akan menerima diskusi apa pun yang mengkritik Partai Komunis Tiongkok, menurut Zou, yang menggambarkan hal ini sebagai tanda “gen merah yang rusak.”

“Saya bisa melihat mereka benar-benar marah,” katanya. “Ketika mereka berbicara, mereka akan bertanya: ‘Mengapa mereka melaporkan data seperti ini? Mereka tidak mengerti.”

“Mereka biasanya memaklumi semua yang dikatakan [pihak berwenang], tetapi sekarang mereka benar-benar kehilangan kepercayaan pada mereka.”

Chang Chun, Yi Ru, dan Frank Fang berkontribusi dalam laporan ini.

Petugas Ber-APD Putih, Paru-paru Putih Hingga Revolusi Kertas Putih : Kutukan Putih Menyelubungi PKT

oleh: Wei Tuo

Dalam tiga tahun diserang virus COVID-19 “Dabai” (petugas penanggulangan COVID) yang mengenakan pakaian pelindung berwarna putih telah menyebar ke seluruh daratan Tiongkok. Kemudian Revolusi Kertas Putih meletus di banyak wilayah di Tiongkok pada akhir tahun 2022, yang memaksa pihak berwenang untuk meninggalkan kebijakan ekstrim Nol COVID. Lalu, pembebasan tanpa persiapan yang menyebabkan epidemi di seluruh negeri dan muncul sejumlah besar pasien “Paru-Paru Putih” di seluruh negeri. Warna putih tampaknya  menjadi kutukan yang tak dapat dihilangkan  untuk mengguncangkan kekuasaan totaliter Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Blokade dan Kuasa Kontrol Ekstrem “Dabai” Hanya Ada di Tiongkok 

Sejak wabah “virus Partai Komunis Tiongkok” dilaporkan di  daratan Tiongkok pada akhir tahun 2019, virus ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh negeri. Karena penyembunyian yang disengaja dan dibiarkan oleh otoritas PKT, virus dengan cepat mengalir keluar dari Tiongkok dan menyebar ke seluruh dunia.  Sejauh ini, sekitar 662 juta orang telah terinfeksi dan sekitar 7,5 juta orang  meninggal dunia (termasuk data resmi PKT, tetapi karena data yang diberikan oleh PKT semuanya palsu, data epidemi dan kematian yang sebenarnya di daratan Tiongkok tidak dapat diverifikasi oleh dunia luar saat ini).

Dalam tiga tahun terakhir, otoritas PKT demi mempamerkan apa yang disebut karakteristik Tiongkok, selalu mengikuti dan mempertahankan kebijakan anti-kemanusiaan seperti “pembersihan nol dinamis” dan menerapkan apa yang disebut  “diperiksa, dikumpulkan, diisolasi dan disembuhkan secara tuntas”, dengan penuh semangat membangun rumah sakit kabin persegi, dan melakukan penutupan desa, gedung, distrik, kota,  provinsi dan negara secara paksa, dan bahkan praktik menarik semua orang yang tidak terinfeksi di seluruh gedung atau  seluruh komunitas setelah satu orang terinfeksi.

Seketika, polisi, petugas keamanan dan petugas medis yang dibungkus pakaian pelindung putih dari ujung kepala sampai ujung kaki membanjiri seluruh negeri.  Mereka secara paksa masuk ke rumah, membersihkan rumah, membunuh hewan peliharaan dan memaksa orang sehat meninggalkan rumahnya untuk di karantina, seketika duka dimana-mana. Ada orang yang meninggal dunia karena kelaparan, meninggal dunia di rumah, terpaksa melompat dari gedung, bahkan orang lanjut usia yang membutuhkan perawatan darurat diblokir di pintu masuk rumah sakit oleh ‘Dabai’ hingga meninggal dunia tanpa perawatan. Insiden horor kematian ibu dan bayi karena pendarahan hebat sebab tak dapat masuk rumah sakit untuk melahirkan, terus menggegerkan warganet, dikutuk oleh semua lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, staf tingkat rendah yang menerapkan metode pengendalian teroris PKT dan menyebabkan tragedi kemanusiaan yang tak terhitung jumlahnya dijuluki “Dabai” oleh publik, bahkan disebut “Bai Wuchang”.

Adegan horor putih  yang jarang terjadi di dunia ini, telah mengungkap dengan jelas kontrol ekstrem ketat dari totalitarianisme PKT kepada dunia.

Berduka Cita Atas Kematian Para Pelawan Tirani, Revolusi Kertas Putih

Kebijakan “pembersihan nol dinamis” yang ekstrem dari otoritas PKT berakhir tak lama setelah gerakan “revolusi kertas putih” yang dimulai pada tanggal 26 November tahun 2022.

Pada pukul 19:49 tanggal 24 November, kebakaran serius terjadi di sebuah gedung tinggi di Komunitas Jixiangyuan, Urumqi, Xinjiang. Langkah-langkah blokade yang sangat ketat dari otoritas PKT menghambat penyelamatan hingga menyebabkan penduduk tak bisa melarikan diri, mengakibatkan 44 orang tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka. Setelah tragedi itu terkuak, menjadi pemicu bagi publik untuk menentang kebijakan pembersihan nol dinamis penguasa.

Pada  26 November, foto Li Kangmeng, seorang gadis dari Institut Media dan Komunikasi Nanjing memegang kertas kosong sebagai protes tanpa suara, memicu opini publik di Internet. Perguruan Tinggi Nan Chuan memimpin dalam berkumpul secara spontan dan meluncurkan kegiatan untuk berduka cita atas para korban kebakaran 11.24 Urumqi, yang memicu gerakan protes di berbagai tempat, dengan tindak lanjut di berbagai tempat, dengan cepat berkembang menjadi “revolusi kertas kosong” berskala besar yang melibatkan lebih dari 180 universitas dan warga di banyak kota di seluruh negeri. 

Dari  26 hingga 27 November, sejumlah besar orang di Shanghai berkumpul di luar Huixianju dan Yiyuan di Jalan Tengah Urumqi, menyerukan untuk mengakhiri kebijakan “pembersihan nol dinamis” dan mengakhiri status berkuasa Partai Komunis Tiongkok. Mereka menyalakan lilin putih di bawah tanda jalan “Urumqi Middle Road” untuk berduka cita atas para korban kebakaran, dan serempak meneriakkan slogan-slogan “Partai Komunis mundur” dan “Xi Jinping mundur”, membuat “revolusi kertas putih” (juga dikenal sebagai “gerakan kertas putih”) sebuah “menjadi gerakan politik pertama yang menantang totaliter untuk memperjuangkan demokrasi dan kebebasan sejak “4 Juni 1989”.

 Tiba-tiba Dilepaskan, Seluruh Negeri Terinfeksi, Paru-paru Putih Hadir

Di bawah tekanan “revolusi kertas putih” dan masyarakat seluruh negeri, otoritas PKT terpaksa melepaskan kebijakan pembersihan nol yang selalu mereka pertahankan, tetapi tiba-tiba dilepaskan sepenuhnya tanpa rencana apa pun. Perputaran 180 derajat ini menyebabkan arus terinfeksi wabah model semburan sumur yang tiba-tiba pecah di berbagai tempat di Tiongkok, sulit bagi sejumlah besar pasien yang terinfeksi untuk mencari perawatan medis, mereka tidak dapat membeli antipiretik, yang menjadi gelombang tsunami berikutnya.

Pada akhir tahun dan awal tahun, sistem medis di kota-kota besar dan menengah di seluruh negeri runtuh karena kewalahan oleh sejumlah besar pasien, yang pada gilirannya menyebabkan kematian yang cepat bagi sejumlah besar pasien yang sakit kritis, dan efek berantai dari runtuhnya sistem pemakaman karena kewalahan oleh orang mati.

Internet penuh dengan gambar orang-orang tewas di kamar mayat rumah sakit, bahkan ruang gawat darurat, antrian panjang di rumah duka, dan adegan mayat harus menunggu berhari-hari untuk dikremasi dan diperas oleh calo.

Fenomena yang paling menakutkan adalah sebagian besar pasien yang sakit kritis menampakkan kondisi paru-paru putih. Beberapa orang mengatakan bahwa ini adalah “era Putih Besar telah berlalu, dan era Paru Putih Besar telah tiba.”

Seorang staf medis mengungkapkan hasil tes CT pasien di rumah sakit mereka: “Dalam satu hari, tidak lebih 10 orang dari 182 orang yang memiliki CT scan normal, pada dasarnya mereka semua memiliki paru-paru putih besar.”

Baru-baru ini, “paru-paru putih” menjadi pencarian panas di daratan Tiongkok, dan media resmi mengakui, “Di musim dingin puncak perawatan medis ini, “paru-paru putih” secara bertahap menjadi kata hangat dalam diskusi semua orang.”

Seorang ahli daratan member penjelasan terhadap “paru-paru putih” bahwa “ketika radang paru-paru parah dan ada lebih banyak eksudat, dan ketika area pencitraan putih mencapai 70% hingga 80%, biasanya disebut paru-paru putih dalam praktik klinis, dan secara ilmiah namanya pneumonia berat.”

Para ahli mengatakan, “Tingkat kematian pasien paru-paru putih yang parah lebih dari 40%.” “Sulit untuk mengembalikan paru-paru ke keadaan bersih seperti semula. Sebagian besar pasien akan meninggalkan gejala sisa fibrosis paru. “

Dikatakan bahwa wajah  berubah pucat membicarakan paru-paru putih, lebih-lebih karena pasien sejenis ini telah menyebar dari orang tua ke orang dewasa muda.

Tiga Tahun yang Dipenuhi Unsur Putih Menjadi Kutukan atas PKT

“Putih Besar” Surut Selama tiga tahun,  “Revolusi Kertas Putih” mengakhiri “pembersihan nol dinamis” yang telah dipertahankan oleh otoritas PKT selama tiga tahun. Efeknya memicu “Revolusi Kembang Api” pada Malam Tahun Baru, menyebabkan PKT babak belur.

Saat ini, penyakit paru-paru putih parah, yang dimulai dengan huruf putih, terus merenggut nyawa banyak pasien, termasuk pejabat senior Partai Komunis Tiongkok.

Namun, partai politik PKT yang menjunjung tinggi apa yang disebut “ateisme,” masih menganut praktik “melawan langit” yang selalu diyakininya. Baru-baru ini, telah meluncurkan apa yang disebut propaganda tanpa otak “mengetahui bahwa ada harimau di pegunungan, tetapi malah pergi ke pegunungan.”

Seorang penulis daratan menulis kepada The Epoch Times, mengatakan, apakah Anda PKT bisa mati jika tidak membual? Apakah Anda tidak takut memanggil datang arwah dendam? Tidak mengambil jalan yang benar, Anda menggoda harimau? Ini benar-benar bodoh jika Anda memikirkannya dengan tumit Anda, bukan? Menggiring rakyat secara paksa ke pegunungan yang diketahuinya ada harimau, dan mengirim banyak orang untuk memberi makan harimau, ini bukan hanya bodoh, ini harus disebut jahat! Hati nurani PKT telah rusak.

Penulis ini langsung menunjukkan : Semangat macam apa versi PKT yang “mengetahui ada harimau di pegunungan, tetapi berjalan menuju harimau”? Orang Tionghoa yang normal dan sadar telah lama memiliki jawaban paling langsung : “Sakit mental!”

Mengenai praktik PKT ini, komentator Yan Dan mengatakan bahwa ada gambar di dalam tembok yang menunjukkan bahwa netizen telah menciptakan kata baru yang disebut “Bai Fei Xin Ji” (homonim untuk usaha yang sia-sia). Istilah ini lahir sebagai tanggapan atas malapetaka, seolah-olah dirancang khusus untuk menyimpulkan ” perang epidemi” tiga tahun PKT.

Lalu, bagaimana dengan atribusi warna putih dalam budaya tradisional Tiongkok?  

Menurut Yi Li, putih melambangkan energi Yang dinamis, dan termasuk “emas” dalam “lima elemen” (emas, kayu, air, api dan tanah).

Dalam “lima elemen”, atribut “emas” melambangkan tubuh yang memiliki sifat merusak dan kokoh.

Dalam kaitannya dengan organ tubuh manusia, “lima elemen” bersepadanan dengan “lima organ dalam” manusia (jantung, hati, limpa, paru-paru dan ginjal), dan “emas” melambangkan paru-paru.

Dalam teori tradisional Tiongkok tentang lima elemen, “emas” homolog dengan warna putih, dan menunjuk ke paru-paru pada tubuh manusia, dan “Paru-paru putih besar” saat ini sesuai dengan pepatah dalam budaya tradisional.

Putih Besar, Paru-paru Putih, Revolusi Kertas Putih………. semua ini mungkin juga bukan kebetulan.(lin)

https://www.youtube.com/watch?v=0mmlMFJYJL8

7 Kesalahan Umum Mencuci yang Dapat Merusak Pakaian Anda

0

JESSICA BENNETT, BHG.COM

Mencuci pakaian tak hanya sekedar memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci dan mengeluarkannya setelah bersih. Dibutuhkan persiapan yang tepat, penakaran deterjen dan perawatan untuk menjaga kain (serta mesin cuci dan pengering Anda) dalam kondisi prima. 

Apabila Anda tak berhati-hati, beberapa kesalahan dalam mencuci pakaian dapat merusak pakaian Anda dan berdampak pada keefektifan mesin cuci Anda. Untuk menghindari masalah ini, pastikan Anda mengikuti praktik terbaik untuk mencuci dan mengeringkan setiap muatan. Dan, selalu menghindari kesalahan umum dalam mencuci pakaian berikut ini untuk mendapatkan hasil cucian yang bersih setiap saat.

1. Anda Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen

Sepertinya menggunakan lebih banyak deterjen akan membantu membuat pakaian Anda lebih bersih, tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Menambahkan terlalu banyak deterjen dapat menciptakan busa ekstra yang tidak sepenuhnya membilas pakaian, meninggalkan residu lengket yang menarik lebih banyak kotoran, debu, dan bakteri. Perhatikan baik-baik batas pengisian saat Anda menakar deterjen ke dalam cangkir, dan gunakan hanya jumlah yang disarankan untuk ukuran tumpukan cucian Anda.

2. Anda Tidak Menyortir Cucian Berdasarkan Bahan

Anda mungkin sudah tahu bahwa pakaian berwarna terang harus dicuci secara terpisah dari pakaian berwarna gelap, tetapi ada baiknya Anda menyortir pakaian berdasarkan bahannya. Pisahkan pakaian yang lebih berbahan padat, seperti jeans dan sweater, dari blus dan kemeja yang berbahan lembut untuk mencegah abrasi dan kerusakan pada kain yang lebih halus. Selalu cuci handuk, seprai, dan pakaian berukuran tebal lainnya secara terpisah dari pakaian. Pengelompokan pakaian berdasarkan bahannya juga membantu cucian Anda mengering secara merata, karena pakaian yang tebal membutuhkan waktu lebih lama agar mengering. Untuk menghindari bulu-bulu sweater pada celana Anda, Anda juga dapat menyortir cucian berdasarkan jenis pakaian yang mudah kusut dan luntur. 

3. Anda Tak Menutup Resleting Pakaian Sebelum Mencuci

Ritsleting memiliki gigi bergerigi yang dapat menyangkut kain lain di mesin cuci. Untuk mencegah kerusakan pada pakaian lain, luangkan waktu untuk menutup semua resleting sebelum mencuci. Anda juga harus mengencangkan jepitan pada bra dan pakaian lainnya untuk menghindari tersangkut.

4. Kancingkan Kemeja Anda Sebelum Mencuci

Tidak seperti pakaian beritsleting, kemeja berkancing harus dibiarkan tanpa kancing saat dicuci. Hal ini membantu mencegah robekan pada lubang kancing dan melindungi benang kancing agar tidak tertarik dan mengendur saat dicuci. Dan, jangan lupa untuk membuka kancing pada lengan atau kerah kemeja juga.

5. Anda Menutup Mesin Cuci Front Loading Setelah Proses Pencucian

Mesin Cuci Front Loading terkenal karena menjebak kelembaban dan bakteri di sekitar pintu, yang dapat menyebabkan jamur dan bau tidak sedap. Agar mesin cuci Anda bebas dari bakteri dan bau, biarkan pintu terbuka setelah setiap putaran pencucian agar area tersebut mengering. Anda dapat menutupnya kembali setelah beberapa jam, atau saat gasket karet dan drum mesin cuci terasa benar-benar kering.

6. Anda Lupa Membersihkan Serat Pengering

Penumpukan serat di dalam pengering Anda dapat menimbulkan bahaya serius. Setelah setiap muatan cucian, lepaskan penyaring serat atau saringan dan gunakan sikat untuk membersihkan serat sebanyak mungkin. Penting juga untuk membersihkan rongga yang menampung penyaring serat secara teratur. Area ini dapat menampung serat tambahan yang menghalangi aliran udara dan mencegah pengering Anda bekerja seefisien mungkin. Gunakan sikat yang panjang dan ramping untuk membersihkan area serat setiap beberapa bulan sekali atau sesuai kebutuhan. Selain itu, periksa saluran pengering Anda setiap tahun untuk memastikan tidak tersumbat. Untuk membersihkan saluran, lepaskan selang dari bagian belakang pengering Anda dan bersihkan serat atau penumpukannya.

7. Anda Tidak Rutin Membersihkan Mesin Cuci Anda

Ketika mesin cuci membersihkan pakaian dan seprai Anda, tetapi mesin itu sendiri juga perlu dicuci sesekali. Kotoran dari cucian kotor Anda, residu deterjen, endapan air sadah, dan jamur atau lumut dapat menumpuk di dalam mesin cuci dari waktu ke waktu. Pastikan untuk membersihkan sekitar tutup dan rubber gasket yang mana dapat menampung kelembapan, bakteri dan menghasilkan cucian yang berbau apek.

Better Homes and Gardens adalah majalah dan situs web yang dikhususkan untuk ide dan proyek perbaikan untuk rumah dan taman Anda, ditambah resep dan ide hiburan. Online di www.bhg.com. Hak Cipta 2023 Dotdash Meredith. Semua hak dilindungi undang-undang. Digunakan dengan izin. Didistribusikan oleh Tribune Content Agency, LLC.

Gedung Putih Kritik Beijing Tidak Transparan karena Menutupi Jumlah Kematian Akibat COVID-19

Tao Ming melaporkan dari Gedung Putih

Beijing baru-baru ini mengumumkan bahwa hanya 70.000 orang meninggal karena COVID-19 dalam sebulan terakhir. Reporter NTD pada Kamis 26 Januari menanyakan hal ini kepada juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby bahwa pemerintahan Tiongkok telah menyembunyikan epidemi tersebut.

Reporter Gedung Putih NTD, Tao Ming bertanya: “Beijing mengatakan bahwa hanya sekitar 70.000 orang yang meninggal karena Corona baru dalam sebulan terakhir ini. Awal bulan ini, juga dikatakan bahwa hanya beberapa lusin orang yang meninggal. Apakah Amerika percaya 70.000 kasus kematian diumumkan oleh pemerintah Tiongkok?”

Juru bicara Dewan Keamanan Gedung Putih John Kirby: “Kami telah mendesak Beijing untuk bekerja sama dengan investigasi wabah internasional, tetapi mereka belum sepenuhnya transparan. Kami tidak dapat mengomentari keaslian angka-angka ini. Kami mendesak Beijing untuk sepenuhnya transparan tentang apa yang terjadi. ”

Otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT) dengan keras menyembunyikan data terkait epidemi, dan data yang diberikan sulit meyakinkan publik. Selain itu, dalam tiga tahun terakhir, arus informasi kepada orang-orang Tiongkok telah dikontrol dengan ketat, sehingga dunia luar semakin tidak mungkin mengetahui situasi COVID yang sebenarnya. Amerika Serikat, pemerintah di seluruh dunia, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berulang kali mengungkapkan keraguan tentang angka-angka PKT dan meminta PKT untuk mengungkapkan fakta kebenarannya. (hui)

Kabarnya Xi Jinping Menangguhkan Reunifikasi Militer, Minta Wang Huning Mengusulkan Pengganti “Satu Negara Dua Sistem”

NTD

Beijing telah berulang kali mengancam Taiwan dengan reunifikasi militer. Namun, “sumber” dari PKT menghembuskan desas desus bahwa Xi Jinping sedang meminta Wang Huning untuk mempelajari “rencana” baru sebagai pengganti “Satu Negara Dua Sistem” yang sudah bangkrut. Setelah itu Beijing baru mau mengambil keputusan apakah akan menggunakan kekuatan militer untuk mencapai reunifikasi. Semua itu tergantung pada kemajuan situasi yang terjadi, tegasnya.

Wang Huning masuk dalam daftar anggota baru Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok yang diumumkan oleh media Partai Komunis Tiongkok pada 18 Januari, yang dapat diduga bahwa ia akan ditunjuk sebagai ketua Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok yang memiliki tugas utama menangani “Front Bersatu”, termasuk membujuk Taiwan untuk “bersatu”.

Komentator senior “Nikkei Asia” Katsusuji Nakazawa dalam sebuah artikelnya yang dirilis pada Kamis (26 Januari) menyebutkan, bahwa dirinya memperkirakan Wang Huning juga bakal ditunjuk sebagai wakil kepala Kelompok Pemimpin Urusan Taiwan dari Komite Sentral PKT. Badan tersebut merupakan pembuat keputusan tertinggi yang bertanggung jawab atas kebijakan PKT terhadap Taiwan, dan dipimpin langsung oleh Xin Jinping.

Artikel itu juga mengutip ucapan dari seorang sumber PKT yang mengetahui hubungan lintas-selat, menyebutkan bahwa tugas Wang Huning adalah menulis “strategi teoretis tentang penyatuan Taiwan yang cocok untuk era Xi Jinping”.

Sumber tersebut mengatakan : “Orang-orang mungkin berpikir bahwa ancaman Beijing menggunakan kekuatan untuk menyatukan Taiwan sudah dekat, tetapi kenyataannya tidak demikian. Langkah pertama adalah memperkenalkan sebuah teori baru untuk menggantikan tekanan ‘Satu Negara Dua Sistem’ yang diusung oleh Deng Xiaoping di masa lalu. Kemudian atas dasar inilah PKT baru menekan Taiwan”.

Sumber tersebut memperkirakan bahwa teori baru ini akan menjadi tolok ukur kemajuan front persatuan melawan Taiwan, untuk memutuskan apakah tindakan militer diperlukan.

Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa Wang Yi, yang menggantikan Yang Jiechi sebagai diplomat tertinggi Tiongkok, akan bertanggung jawab untuk melapor kepada Xi Jinping tentang urusan diplomatik dan keamanan, tetapi untuk hal-hal yang berkaitan dengan penyatuan Taiwan dan hubungan Tiongkok – AS, Wang Yi perlu melaporkan langsung ke Wang Huning.

Artikel tersebut juga menyinggung soal Xi Jinping berharap dapat membuat kemajuan berarti tentang isu Taiwan dalam lima tahun ke depan. Hal ini diharapkan oleh Xi untuk menduduki kursi Sekjen PKT untuk keempat kalinya pada tahun 2027.

Sebelumnya, PKT telah menggunakan cara yang brutal dan angkuh untuk mengakhiri kebebasan dan demokrasi Hongkong, membuat janji palsunya “Satu Negara Dua Sistem” benar-benar bangkrut. Rakyat Taiwan umumnya tidak lagi mempercayai “Satu Negara Dua Sistem”.

Komentator politik Epoch Times Li Linyi percaya bahwa meskipun berita Nikkei itu benar, PKT ingin mengandalkan Wang Huning dapat memperkenalkan strategi front persatuan baru untuk membuat rakyat Taiwan menerimanya, sehingga mencapai tujuan penyatuan. Namun, kemungkinan untuk berhasilnya adalah hampir nol.

Dia mengatakan bahwa dalam sejarah PKT, banyak sekali pelanggaran kesepakatan yang dilakukan PKT. Saat ini di mata orang lain, PKT telah kehilangan kredibilitasnya. “Satu Negara Dua Sistem” yang dijanjikan kepada Hongkong kini sudah sekarat, belum lagi kebohongan PKT yang ditunjukkan lewat kebijakan dalam mencegah penyebaran epidemi, dan lain sebagainya.  Semuanya merupakan bukti empiris. Dengan kata lain, sebagian besar negara di dunia dan rakyat Taiwan telah dengan jelas menyadari sifat asli PKT. (sin)

Pelonggaran Kontrol Epidemi Mempercepat Hengkangnya Warga Tiongkok Kaya dan Larinya Aset Ratusan Miliar Dolar AS

NTD

Setelah Partai Komunis Tiongkok (PKT) tiba-tiba melonggarkan pengendalian terhadap penyebaran epidemi, sejumlah warga kaya Tiongkok mempercepat langkah “run” dari Tiongkok. Mereka ini menginvestasikan dananya di real estat atau proyek aset lainnya di luar negeri, dengan demikian terjadi lagi arus keluar modal dari Tiongkok yang besarnya mencapai sekitar USD. 150 miliar.

Media Bloomberg yang mengutip informasi dari wawancara terhadap konsultan imigrasi melaporkan pada 25 Januari 2023 bahwa sejak PKT melonggarkan pencegahan epidemi pada  Desember tahun lalu, banyak warga kaya Tiongkok mulai pergi ke luar negeri untuk memantau pasar real estat di luar negeri atau menentukan rencana pindah tinggal di luar negeri.

Dalam dua tahun terakhir, tindakan keras rezim Xi Jinping terhadap industri teknologi, real estat, dan pendidikan, serta promosinya tentang “kemakmuran bersama” telah membuat warga kaya Tiongkok ketakutan. Apalagi setelah Xi Jinping terpilih kembali pada Kongres Nasional ke-20 bulan Oktober tahun lalu, kekhawatiran warga kaya ini semakin memuncak.

Sobirovs, sebuah kantor pengacara imigrasi di Kanada telah menemukan bahwa klien asal Tiongkok yang berkeinginan untuk berimigrasi ke negara-negara Amerika Utara menjadi semakin mendesak. 

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa orang-orang di Tiongkok ini benar-benar sudah muak selama enam bulan terakhir hidup di Tiongkok. Akibatnya, jumlah permintaan konsultasi kepada kami melonjak,” kata Feruza Djamalova, seorang pengacara senior di kantor tersebut. 

“Klien-klien kami sekarang berasal dari daratan Tiongkok, mereka bersedia pindah, bahkan ingin pindah secepat mungkin.”

Alicia Garcia Herrero, kepala eksekutif divisi Asia-Pasifik Natixis SA, mengatakan kepada Bloomberg bahwa sebelum COVID-19, Tiongkok menghadapi pelarian modal sekitar USD. 150 miliar setiap tahun. Jumlah tersebut mungkin dapat meningkat pada tahun 2023, karena warga kaya Tiongkok tidak dapat melakukan perjalanan ke luar negeri selama tiga tahun terakhir.

“Tiongkok akan menghadapi arus keluar modal besar-besaran tahun ini, yang dapat menciptakan tekanan yang memengaruhi nilai renminbi dan neraca yang sedang berjalan”,  kata Alicia Garcia Herrero. Jika banyak orang tidak dapat menarik dana mereka, pelarian modal mungkin tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, tetapi masih dapat berdampak pada tenaga kerja, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Warga kaya Tiongkok berimigrasi ke luar negeri sudah dimulai sejak tahun lalu. Sekitar 10.800 orang telah pindah tinggal di luar pada tahun 2022, terbanyak sejak tahun 2019 dan nomor dua setelah Rusia. Demikian menurut laporan New World Wealth, sebuah mitra intelijen data global dari konsultan imigrasi investasi Henley & Partners.

Kebijakan pemberantasan virus yang dilakukan oleh PKT secara ekstrim selama 3 tahun telah menyebabkan bencana sekunder yang sering terjadi dan merusak ekonomi dan mata pencaharian masyarakat. Pada  Desember 2022, PKT tiba-tiba mengumumkan pembebasan pencegahan dengan tanpa ada persiapan apa pun, menyebabkan epidemi melanda seluruh negeri seperti gelombang tsunami, sehingga jumlah kematian meningkat tajam. Rumah sakit dan rumah duka / krematorium kewalahan dalam menangani pasien dan jenazah. Hal mana membuat rakyat jatuh ke dalam situasi yang sangat panik.

Pada 6 Desember tahun lalu, topik “imigrasi” menjadi kata kunci pada pencarian di platform Internet Tiongkok seperti WeChat dan Baidu. Bahkan jumlah pembaca topik “imigrasi” di Weibo sampai mencapai 160 juta kali.

Xiao Zhang, seorang penduduk Shanghai mengatakan kepada Radio Free Asia : “Pejabat PKT menggunakan alasan pemberantasan virus untuk mengontrol perbatasan, mencegah warga keluar, tetapi tujuan bukanlah untuk mencegah penyebaran epidemi, tujuan sebenarnya adalah untuk mencegah aliran dana keluar dan membatasi kebebasan warga. Itulah sebabnya begitu diperbolehkan ke luar negeri, arus ‘run’ menjadi deras”.

Lao Hong, seorang yang menyebut dirinya adalah “tukang mengatur penyeberangan” yang  mengoperasikan agen perjalanan dan konsultasi imigrasi di Kota Beijing dan Shanghai mengatakan, bahwa sejak PKT secara resmi mengumumkan pencabutan wajib karantina imigrasi pada 8 Januari tahun ini, gelombang baru konsultasi imigrasi kembali meningkat, sehingga perusahaannya setiap harinya melayani hampir 100 kali konsultasi dari warga.

Media Central News Agency Taiwan melaporkan bahwa klien perusahaan Lao Hong pada tahun 2022 kebanyakan adalah warga Tiongkok kelas menengah dan intelektual, bahkan ada beberapa orang kelas pekerja biasa yang mungkin tidak bisa digolongkan sebagai kelas menengah. Di masa lalu, para imigran asal Tiongkok yang banyak menarik perhatian adalah para orang kaya, pejabat tinggi serta anggota keluarganya, dan mereka tak sedikit yang mengalihkan kekayaan mereka dalam jumlah yang sangat besar.

George, seorang warga negara Tiongkok yang enggan disebutkan nama aslinya, ternyata telah menginvestasikan dananya setara EUR. 1 juta di Irlandia sebagai ganti untuk mendapatkan izin tinggal. Dia mengatakan bahwa dirinya terdorong untuk “run” karena prospek ekonomi Tiongkok yang tidak pasti, selain untuk mencari lebih banyak pilihan untuk bisa tinggal di luar negeri. 

“Saya khawatir terhadap masa depan Tiongkok”, katanya kepada Financial Times pada Januari ini. (sin)

Komet Hijau Mendekat ke Bumi, Terakhir Dikunjungi 50.000 Tahun Silam

Sebuah komet melesat kembali ke arah kita setelah 50.000 tahun. Dikutip dari Associated Press, Jumat (27/1/2023) bola salju kotor ini akan berada dalam jarak 26 juta mil (42 juta kilometer) dari Bumi pada  Rabu sebelum melesat lagi, dan tidak akan kembali lagi selama jutaan tahun.

Jadi, jangan melihat ke atas, berlawanan dengan judul film tentang komet pembunuh “Don’t Look Up.”

Ditemukan kurang dari setahun lalu, komet hijau yang tidak berbahaya ini sudah bisa dilihat di langit malam bagian utara dengan teropong dan teleskop kecil, dan mungkin juga dengan mata telanjang di sudut-sudut paling gelap di Belahan Bumi Utara. Komet ini diperkirakan akan semakin terang saat mendekat dan naik lebih tinggi di cakrawala sampai akhir Januari, dan paling baik dilihat pada dini hari. Pada 10 Februari, planet ini akan berada di dekat Mars, sebuah tenggara yang cantik.

Para pengamat langit di Belahan Bumi Selatan harus menunggu sampai bulan depan untuk melihatnya.

Meskipun banyak komet menghiasi langit selama setahun terakhir, “komet yang satu ini tampaknya sedikit lebih besar dan karena itu sedikit lebih terang dan datang sedikit lebih dekat ke orbit Bumi,” kata ahli pelacakan komet dan asteroid NASA, Paul Chodas.

Berwarna hijau karena semua karbon dalam awan gas, atau koma, yang mengelilingi inti, komet periode panjang ini ditemukan pada  Maret lalu oleh para astronom dengan menggunakan Zwicky Transient Facility, sebuah kamera lapangan lebar di Observatorium Palomar, Caltech. Itu menjelaskan nama resminya yang rumit: komet C/2022 E3 (ZTF).

Pada Rabu, komet ini akan meluncur di antara orbit Bumi dan Mars dengan kecepatan relatif 128.500 mph (207.000 kilometer). Inti komet ini diperkirakan berukuran sekitar 1,6 mil (1,6 kilometer), dengan ekor yang memanjang jutaan mil (kilometer).

Komet ini diperkirakan tak akan seterang Neowise pada tahun 2020, atau Hale-Bopp dan Hyakutake pada pertengahan hingga akhir tahun 1990-an.

Namun, “komet ini akan menjadi terang karena jaraknya yang dekat dengan Bumi… yang memungkinkan para ilmuwan melakukan lebih banyak eksperimen dan masyarakat dapat melihat komet yang indah,” kata astronom University of Hawaii, Karen Meech, melalui surat elektronik.

Setiap kali komet mengelilingi matahari dan planet-planet, tarikan gravitasi mereka mengubah jalur bola es sedikit demi sedikit, yang menyebabkan perubahan arah yang besar dari waktu ke waktu. Hal lain tak terduga: semburan debu dan gas yang keluar dari komet ketika komet memanas di dekat matahari.

“Kami tak tahu persis seberapa besar mereka mendoron komet ini,” kata Chodas.

Komet tersebut-sebuah kapsul waktu dari tata surya yang baru terbentuk 4,5 miliar tahun yang lalu-datang dari tempat yang dikenal sebagai Awan Oort, jauh di luar Pluto. Tempat pembekuan komet yang sangat dingin ini diyakini membentang lebih dari seperempat perjalanan ke bintang berikutnya.

Meskipun komet ZTF berasal dari tata surya kita, kita tidak bisa memastikan bahwa komet ini akan tetap berada di sana, kata Chodas. Jika komet ini terlempar dari tata surya, ia tidak akan pernah kembali lagi, tambahnya.

Jangan khawatir jika Anda melewatkannya.

“Dalam urusan komet, Anda tinggal menunggu komet berikutnya karena ada puluhan komet seperti ini. komet berikutnya mungkin lebih besar, mungkin lebih terang, mungkin lebih dekat,” ujarnya. 

Bagaimana Vaping Merusak Gigi dan Menyebabkan Bau Mulut

Amy Denney

Rasa mint dari jus vape mungkin dapat menutupi bau mulut untuk sementara waktu, tetapi faktor utama penyebab halitosis adalah ketidakseimbangan bakteri dan diperparah oleh kebiasaan menghisap rokok elektrik.

Selama vaping terus berlanjut, bakteri mulut yang sehat akan terbunuh, sehingga melemahkan pertahanan tubuh terhadap bakteri penyebab kerusakan gigi dan bau mulut. Faktanya, ada rangkaian penyakit sistemik yang terkait dengan penghancuran organisme kecil tertentu yang hidup di dalam mulut. Gigi yang membusuk dan bau mulut tak sedap merupakan tanda-tanda masalah yang lebih besar. Bahkan, kebiasaan kebersihan mulut  terbaik pun tidak dapat mengatasi kerusakan yang disebabkan oleh disbiosis, yaitu ketidakseimbangan bakteri.

“Di suatu tempat, seseorang meyakinkan mereka bahwa vaping lebih aman daripada merokok. Tetapi lebih aman tidak selalu berarti aman,” kata Dr. Elle Campbell, seorang dokter integratif keluarga. “Ada efek samping benar-benar negatif dari vaping.”

Dia mungkin bukan seorang dokter gigi, tapi Campbell dan dokter lain yang membentuk American Academy for Oral & Systemic Health mendidik diri mereka sendiri tentang hubungan antara kesehatan mulut dan penyakit demi kepentingan pasien mereka. Dan, mereka meningkatkan kewaspadaan terhadap vaping, yang mulai dipopulerkan setelah seorang apoteker Tiongkok, Hon Lik, mematenkan rokok elektrik pertama pada tahun 2003. 

Meskipun niat Lik tidak buruk-ayahnya adalah seorang perokok berat dan meninggal karena kanker paru-paru, memotivasinya untuk mengembangkan alternatif yang tidak terlalu berbahaya-penelitian jangka panjang masih kurang. Selain itu, dua dekade ilmu pengetahuan yang berkembang mencakup pengungkapan tentang peran penting mikrobioma dalam kesehatan mulut dan keseluruhan.

Sementara itu, industri rokok elektrik meledak dengan alasan “lebih aman”, yang tidak pernah terbukti. Proliferasi berbagai macam produk sebagian besar tidak terpantau, menciptakan komplikasi yang tak diketahui bagi pengguna dan lapisan kerumitan bagi para ilmuwan yang mencoba mengontekstualisasikan bahaya.

Rokok elektrik pas di telapak tangan, terkadang sangat kecil sehingga mudah disembunyikan, dan menggunakan baterai untuk membakar larutan cair (jus vape) untuk menghasilkan aerosol. Vape dapat diaktifkan dengan sebuah tombol atau dengan menghirupnya. Minyak nikotin, tetrahidrokanabinol (THC), dan cannabinoid (CBD) semuanya dapat digunakan dalam vape. Larutan ini dapat mengandung sejumlah karsinogen dan toksik.

Meskipun banyak yang tidak diketahui, ada banyak fakta termasuk penelitian tentang dampaknya terhadap mikrobioma – koloni mikroorganisme termasuk bakteri yang hidup di dalam dan di dalam tubuh – yang menceritakan kisah yang menarik.

Bagaimana Vaping Membunuh Mikroba

Vaping menyerang mikrobioma mulut dengan bahan kimia, zat tambahan, dan pemanis yang menempel pada gigi. Hal ini dapat merusak enamel dan membunuh bakteri sehat yang membendung gelombang plak.

Mulut dipenuhi flora yang menjaga keseimbangan lingkungan dengan membunuh penyerbu patogen. Ini adalah sistem yang bekerja dengan relatif baik kecuali jika sistem ini terganggu oleh racun – bahan kimia, obat-obatan, dan makanan olahan bergula yang dikaitkan dengan rendahnya tingkat bakteri sehat.

“Kita harus memiliki bakteri di dalam mulut kita. Mereka adalah orang-orang yang baik,” kata Campbell. “Mereka menjaga gusi dan jaringan kita tetap kuat dan sehat. Jika tidak ada bakteri dalam mulut kita, kita akan kehilangan semua gigi kita.”

Terlalu banyak bakteri jahat juga menyebabkan bau mulut. Ketidakseimbangan yang sama  berhubungan dengan halitosis menyebabkan penyakit periodontal serta kanker mulut dan pencernaan, menurut sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine.  Penyakit periodontal atau gusi merusak jaringan lunak mulut dan dapat menyebabkan gigi tanggal.

Merokok meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit gusi hingga empat kali lipat, dan penelitian telah membuktikan bahwa periodontitis berhubungan dengan bioma mulut yang kaya akan patogen. Namun, sebuah penelitian pada tahun 2020 yang diterbitkan di Science Advances menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk tanda-tanda visual dari penyakit periodontal muncul.

Artikel tersebut menyatakan bahwa ada alasan untuk meyakini bahwa perubahan mikrobioma mulut terjadi lebih awal pada vaping daripada merokok dan ada mekanisme lain yang berbeda dari merokok, yang memerlukan penelitian yang lebih ekstensif. “… rokok elektrik memiliki potensi untuk menggeser keseimbangan mikrobioma inang, yang menimbulkan risiko signifikan untuk penyakit di masa depan,” menurut artikel tersebut.

Di antara sekitar 5,66 juta orang dewasa yang saat ini menggunakan vape, 23 persen tidak merokok sebelumnya, dan sebagian besar berusia di bawah 35 tahun menurut Journal of the American Medical Association.

Sebuah studi yang diterbitkan pada awal 2022 di Molecular and Oral Microbiology menunjukkan pergeseran enam bulan dalam mikrobioma mulut dari 101 pasien e-rokok. Komposisi bakteri mereka lebih mirip dengan perokok, termasuk tingginya jumlah patogen terkait penyakit periodontal dan sitokin proinflamasi yang semuanya mengindikasikan disbiosis mikrobioma dan penyakit lanjut. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada November di Journal of American Dental Association memvalidasi hubungan antara vaping dan kerusakan gigi.

Bagaimana terjadi tidak begitu eksplisit, tetapi dapat dikaitkan dengan beberapa faktor yang unik pada vaping, termasuk suhu aerosol yang menembus biofilm pelindung pada gigi. Vaping juga memiliki pH yang lebih basa, serta sifat unik seperti logam yang dipanaskan terkadang muncul dalam aerosol dan propilen glikol, yang secara umum dianggap aman dalam makanan tetapi diketahui dapat merusak enamel dan menurunkan kadar air liur.

E-jus biasanya mengandung empat bahan: nikotin, air, perasa, dan propilen glikol atau gliserin nabati (atau keduanya). Larutan itu sendiri dapat mengandung racun, dan proses pemanasan juga dapat menciptakan dekomposisi termal yang unik dari senyawa beracun. Sebuah tinjauan pada Januari 2022 di Toxins menemukan berbagai penelitian yang menunjukkan adanya racun seperti karbonil, formaldehida, asetaldehida, akrolein, dan banyak lagi. Penelitian lain telah menemukan kontaminan tambahan, seperti bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam pestisida, metabolit yang biasa ditemukan dalam darah, kotoran dan endotoksin.

Racun aerosol juga dapat mengubah sistem kekebalan tubuh dengan cara yang berbahaya. Patogen oral kemudian dapat menyelinap di bawah pertahanan yang lebih rendah dan menyebabkan radang gusi, pendarahan, dan kantong gusi yang memungkinkan patogen meresap lebih jauh dan menyebabkan pembusukan pada gigi dan gusi. Kemerahan, bengkak, dan pendarahan adalah tanda-tanda penyakit periodontal.

Merusak Seluruh Sistem

Tak hanya struktur, kesehatan, dan penampilan mulut yang diserang oleh disbiosis, tetapi ketidakseimbangan membuka pintu bagi patogen untuk menyerang seluruh tubuh.

“Apa yang terjadi di dalam mulut tak hanya tinggal di dalam mulut. Ia menyebar ke mana-mana,” kata Campbell. 

“Sebagai seorang dokter keluarga, alasan saya lebih khawatir adalah karena bakteri-bakteri yang sama meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, kanker, diabetes, dan penyakit Alzheimer. Bakteri ini masuk ke dalam aliran darah kita dan begitu masuk ke dalam aliran darah kita, semua harapan akan sirna.”

Meskipun usus dan mulut memiliki mikrobioma yang unik secara terpisah, mikroorganisme individu dapat melakukan perjalanan ke dua arah seperti yang ditunjukkan dalam studi Clinical Science pada September 2022.

Seorang periodontis dan praktisi kedokteran fungsional bersertifikat, Dr. Alvin Danenburg mengatakan bahwa patogen dapat membahayakan tubuh dengan berbagai cara, tetapi kerusakannya juga dapat dibalik ketika merokok berhenti.

“Anda tidak dapat menghentikan infeksi mulut tanpa menangani usus, dan Anda tidak dapat menghentikan infeksi usus tanpa menangani mulut karena keduanya saling berkomunikasi,” katanya. “Bagian yang indah dari hal ini adalah keduanya sangat bisa diobati.”

Selain menghentikan vaping, Danenberg mengatakan bahwa tidur yang cukup, memperbaiki pola makan, memperhatikan paparan bahan kimia, berolahraga tanpa berlebihan, dan mengatasi stres dapat membantu menyeimbangkan mikrobioma.

Lebih Banyak Bukti untuk Mewanti-wanti Anak-Anak tentang Vaping

Remaja dan dewasa muda, yang cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan yang sarat gula, sangat berisiko terkena dampak kebiasaan tak sehat yang berdampak pada mikrobioma. Satu dari empat siswa menggunakan vape, menurut data tahun 2019 dari JAMA. Mereka juga menjadi target dari banyak pesan yang menyesatkan.

“Ini bukan salah mereka,” kata Danenberg. “Ketika industri mengatakan bahwa ini adalah alternatif yang bagus untuk merokok dan rasanya enak dan tidak berbahaya, Anda tahu mengapa tidak. Yang menyedihkan adalah penelitiannya baru saja dimulai sekarang.”

Banyak cairan rokok elektrik ditemukan mengandung aldehida, racun yang terkait dengan gula, dan kadar sukrosa yang tinggi, menurut sebuah studi tahun 2018 di Nicotine and Tobacco Research. 

“Karena gula yang ditambahkan ke dalam tembakau mengubah asap rokok dengan mengubah dampak sensorik dari nikotin dan alkaloid tembakau lainnya, ada kemungkinan gula dalam rokok elektrik dapat membuat produk tersebut menjadi lebih menarik,” tulis para peneliti. “Selain itu, sebagian besar label produk tidak mencantumkan gula atau memberikan peringatan tentang aldehida pada labelnya.”

Campbell mengatakan bahwa kaum muda harus memberi tahu penyedia layanan kesehatan tentang pilihan gaya hidup dan faktor risiko mereka dan meminta skrining kanker mulut. Dia menganjurkan para orang tuanya untuk meminta anak-anak mereka menggunakan produk kebersihan mulut, permen karet, dan permen yang mengandung xylitol. Meskipun bukan pengganti untuk menghentikan vaping, perawatan mulut yang baik, atau gaya hidup sehat, ada bukti bahwa xylitol dapat membantu melindungi dari gigi berlubang.

Mengatasi kecanduan tidaklah mudah, dan nikotin sangat membuat ketagihan karena seberapa cepat nikotin memasuki aliran darah dan euforia yang didapat pengguna saat kadar dopamin meningkat. Hanya sekitar 6 persen perokok yang berhasil berhenti merokok setiap tahunnya, menurut Institut Kesehatan Nasional AS.

“Ada banyak alasan mengapa orang ingin memilih nikotin,” kata Campbell. “Tapi ada hal lain dalam bahan kimia vape itu. Mereka mengekspos tubuh mereka pada beban racun yang mungkin tidak mereka sadari.”

Vaping dibayangi dengan pesan-pesan yang beragam, tidak berbeda dengan pemasaran rokok dari 80 tahun yang lalu. Sebuah kampanye iklan pada tahun 1946 menampilkan slogan, “Lebih banyak dokter yang merokok Camel daripada rokok lainnya.”

Danenberg khawatir mungkin ada bahaya yang lebih besar terkait dengan vaping dibandingkan dengan merokok.

“Akhirnya ilmu pengetahuan menyusul mereka dan menemukan bahwa merokok itu tidak sehat. Lihatlah berapa tahun yang dibutuhkan untuk itu terjadi,” katanya. “Butuh waktu lama untuk menyampaikan penelitian yang dipublikasikan dan benar-benar diselidiki hari ini kepada para dokter seperti dokter gigi dan dokter untuk memberi tahu mereka agar mereka mendapatkan informasi kepada pasien mereka.”

Berita Beijing : 10% Anggota PKT Meninggal, 200.000 Jenazah di Beijing Masih Menunggu Giliran Kremasi

NTD

“Tahun Baru Imlek tahun ini bukanlah bergembira, melainkan berduka”, Mr. Cheng yang berada di New York menirukan ucapan seorang kerabatnya yang tinggal di Beijing menyampaikan kalimat ini kepadanya. Dia juga mengetahui dari pejabat Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok bahwa sedikitnya 10% anggota Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah meninggal dunia.

Mr. Cheng, seorang warga AS etnis Tionghoa dan istrinya yang asli orang Beijing, pernah membuka perusahaan di Beijing selama sepuluh tahun hingga dia kembali ke Amerika Serikat pada tahun 2020. Karena itu ia telah menjalin kontak yang luas di Beijing. Setelah epidemi merebak dengan cepat pada Desember tahun lalu, ia cukup terkejut mendengarkan gambaran situasi yang diberitakan oleh teman-temannya di Beijing, bahkan 3 orang kerabat istrinya yang semua berada di Beijing kini sudah meninggal dunia. 

Pada 22 Januari, Mr. Cheng mengatakan kepada reporter Epoch Times bahwa surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh dokter tidak dapat mencantumkan alasan meninggal karena COVID-19, tetapi harus dicarikan alasan lainnya. Carikan dari penyakit lainnya yang pernah diderita di masa lalu berdasarkan rekam medis. Tetapi sulit bagi PKT untuk menutup-nutupi alasan kematian, karena hasil rontgen menunjukkan paru-paru memutih yang disebabkan oleh COVID-19, foto rontgen itu ada ditangan anggota keluarga semua pasien.

Seorang temannya yang tinggal di Distrik Fangshan, Beijing telah kehilangan 5 orang berusia lanjut dalam keluarganya. Salah satunya adalah Wakil Kepala Biro Keamanan Umum, tetapi jenazah kelima orang tersebut sampai sekarang belum bisa dikremasi. Padahal teman ini memiliki seorang kerabat yang berkecimpung dalam bisnis pemakaman dan kremasi, tetapi bahkan jika seseorang ingin meminta seseorang untuk melompati antrian dengan melalui pintu belakang, itu pun tidak mungkin. Butuh waktu tiga bulan untuk menunggu antrian kremasi. 

“Dia yang menjabat wakil kepala Biro Keamanan Umum saja demikian, apalagi warga biasa. Ini juga menunjukkan bahwa ada orang dengan pangkat lebih tinggi berada di depannya yang juga sedang menunggu giliran”, katanya.

Bagaimana menunggu selama tiga bulan itu ? Mr. Cheng mengatakan bahwa karena alat pendingin jenazah di rumah duka sudah penuh, tidak ada tempat penampungan lagi, terpaksa jenazah dimasukkan ke dalam alat pendingin untuk daging babi, kalau ini pun penuh, ya terpaksa ditempatkan dalam mobil pribadi. 

“Lima jenazah dalam sebuah mobil yang diparkir di tempat lain, dan menunggu antrian”, ujarnya.

“Situasi seperti ini sangat umum. Saya kenal seorang pejabat dari kantor imigrasi yang mengatakan bahwa setidaknya ada 200.000 jenazah di Beijing yang belum dikremasi”.

Mr. Cheng mengatakan : “Setelah Falun Gong mengklaim bahwa ada 400 juta warga Tiongkok meninggal dalam tiga tahun terakhir, para pemimpin puncak PKT tidak berani membantahnya. Seorang teman saya yang bertugas di Komisi Kesehatan Nasional yang bertanggung jawab atas pemantauan populasi dan dorongan kelahiran mengatakan kepada saya bahwa sudah ada 10% anggota PKT yang telah meninggal dunia karena virus (COVID-19). Komisi Kesehatan Nasional memiliki model  pemantauan populasi, sehingga para pemimpin puncak mengetahui kejadian ini.”

Menurut laporan media daratan Tiongkok bahwa sejumlah besar pakar, cendekiawan, artis, selebritas, dan pejabat yang tergabung dalam organisasi jahat Partai Komunis Tiongkok, baru-baru ini meninggal karena sakit dan meninggal secara berkelompok.

Banyak juga jumlah kematian di penjara, tapi tidak dilaporkan

Mr. Cheng mengatakan bahwa situasi epidemi di daratan Tiongkok terus ditutup-tutupi oleh pihak berwenang, sehingga jumlah kematian di penjara Tiongkok tidak diketahui oleh khalayak. Menurut penuturan orang yang baru dibebaskan dari penjara, bahwa epidemi dalam penjara menyebar luas bukan setelah PKT membebaskan pemblokiran pencegahan pada 7 Desember tahun lalu, tetapi sudah merebak sebelum Revolusi Kertas Putih. Melihat wabah sudah tidak lagi dapat dikendalikan, PKT lalu memanfaatkan situasi tersebut untuk lepas tangan.

“Seorang teman saya bermarga He, yang baru dibebaskan dari Penjara Kedua di Beijing pada akhir bulan Desember 2022 mengatakan, bahwa epidemi sudah merebak di dalam penjara sebelum Revolusi Kertas Putih, bukan setelah 7 Desember PKT melonggarkan pencegahan penyebaran. Setelah seorang polisi penjara terinfeksi, seperti menyalakan api di dekat bensin, kobaran langsung membesar dalam waktu kurang dari tiga hari. Hampir semua orang dalam penjara tertular,” kata Mr. Chen.

Namun, aneh bin ajaib, praktisi Falun Gong yang ditahan secara ilegal di penjara tidak terdengar terinfeksi virus partai komunis Tiongkok. 

“Sangat menarik bahwa teman saya bermarga He tersebut yang mengatakan kepada saya bahwa praktisi Falun Gong yang berada di penjara. Tidak ada yang terinfeksi. Anehkan !?! Anda mau percaya atau tidak ?”

“Praktisi Falun Gong memiliki mentalitas yang berbeda (dari yang lain). Mereka hanya melafalkan Fa mereka, mempraktikkan Fa mereka, tak peduli seperti apa di luar sana, mereka hanya berkultivasi sesuai Fa yang diperoleh dari Falun Gong. Daya tahan fisik mereka benar-benar luar biasa kuat. Saya percaya hal itu,” ujarnya. 

“Teman saya Mr. He yang baru keluar dari penjara pada bulan Desember mengatakan kepada saya bahwa banyak tahanan yang dipindahkan ke tempat lain, dan rumah sakit tidak dapat menampung mereka. Akhirnya mereka ditempatkan di asrama tempat polisi bersenjata dengan kondisi tidak ada perawatan, kekurangan obat-obatan. Karena itu, banyak sipir dan tahanan yang meninggal dunia. Lebih-lebih situasi ini tidak mungkin untuk diungkapkan, bukan ?!?”, kata Mr. Chen.

Mr. Chen mengatakan : “Apakah ada 400 juta orang yang meninggal dalam tiga tahun epidemi ? Beberapa orang di luar negeri meragukannya, tapi saya percaya. Industri pemakaman di Tiongkok sebenarnya sangat jelas. Banyak orang di daratan Tiongkok mempercayai angka ini karena anggota keluarga mereka, teman, tetangga, rekan telah meninggal dunia. Datangnya epidemi kali ini dapat dilukiskan seperti “sapuan gelombang tsunami.” (sin)

Kemenkes Catat 3.341 Laporan Kasus Campak di 223 Kabupaten/Kota di 31 Provinsi Seluruh Indonesia Selama 2022

ETIndonesia –  Selama tahun 2022 jumlah kasus campak yang ada di Indonesia  banyak mencapai  3.341 laporan kasus yang tersebar di 223 kabupaten/kota di 31 provinsi. Hal demikian disampaikan oleh Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI dr. Prima Yosephine dalam konferensi pers Jumat (20/1/2023). 

Meski demikian, jumlah kasus ini didapat selama kurun waktu 1 tahun dari Januari sampai Desember 2022. Jika dibandingkan dengan tahun 2021 ada peningkatan yang cukup signifikan kurang lebih 32 kali lipat.

Menurut Kemenkes, penyebabnya karena sudah 2 tahun berturut-turut Indonesia tidak bisa mencapai target untuk pelayanan imunisasi rutin. Sehingga banyak anak-anak yang tidak diimunisasi rutin akibat COVID-19.

Pemerintah melakukan penguatan surveilans campak dan rubella. Jadi kasus yang diduga campak rubella, yaitu pasien yang mengalami demam dan ruam-ruam, harus diambil spesimennya dan diperiksa di laboratorium.

Jadi penguatan surveilans dilakukan dengan segera menemukan kasus suspek campak rubella dan segera melaporkan supaya pasien dapat penanganan segera dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pemerintah menargetkan eliminasi campak rubella tahun 2023 secepatnya. Eliminasi itu adalah suatu keadaan di mana kita bisa menekan sedemikian rupa angka dari kesakitan akibat campak ini, sehingga tentu tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat lagi. Tapi dengan adanya kenaikan kasus campak di negara kita tentu mimpi untuk mencapai eliminasi ini menjadi agak sulit untuk bisa merealisasikannya tahun ini,” ungkap dr. Prima.

Campak akan sangat berbahaya jika terjadi komplikasi. Dampaknya dapat menyebabkan diare berat hingga kematian. 

Secara umum, gejala campak dapat berupa demam, batuk pilek, mata berair, lalu disertai timbulnya bintik-bintik kemerahan di kulit. Biasanya muncul 2 sampai 4 hari setelah dari gejala awal.

Campak ini disebabkan oleh virus campak dan penularannya melalui droplet, percikan ludah saat batuk, bersin, bicara, atau bisa melalui cairan hidung. Dan campak ini salah satu penyakit yang sangat menular.

“Komplikasi campak ini umumnya berat, kalau campak mengenai anak yang gizinya jelek maka anak ini bisa langsung disertai komplikasi seperti diare berat, pneumonia, radang paru, radang otak, infeksi di selaput matanya sampai menimbulkan kebutaan. Ini yang kita khawatirkan,” ujar dr. Yosephine.

Pencegahan campak hanya bisa diperoleh dari imunisasi sehingga imunisasi sesuai jadwalnya harus dilakukan supaya anak-anak terhindar dari campak. 

Indonesia sepanjang Tahun 2022 sudah ada 12 provinsi yang mengeluarkan pernyataan kejadian luar biasa (KLB). Suatu daerah disebut KLB kalau ada minimal 2 kasus campak di daerah tersebut yang sudah confirm secara laboratorium dan kasus ini memiliki hubungan epidemiologi. (Kemenkes/asr)

Musim Kemarau Diperkirakan Mulai April-Mei Mendatang,  BMKG Ingatkan Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

ETIndonesia- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan pemerintah daerah untuk waspada dan siap-siaga menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Dwikorita, potensi ancaman karhutla semakin tinggi memasuki musim kemarau yang diprakirakan akan dimulai pada April – Mei mendatang. Terutama daerah-daerah yang yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut.

“Pemerintah Daerah harus bersiap, masyarakat pun perlu diedukasi dan diberikan sosialisasi agar juga melakukan pencegahan dan antisipasi dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan,” ungkap Dwikorita disela-sela kunjungan Menkopolhukam Mahfud MD dan Menteri KLHK Siti Nurbaya di ruang monitoring Climate Early Warning BMKG yang melakukan monitoring iklim untuk mendukung pengendalian Karhutla, di Jakarta, Rabu (25/1/2023) dalam siaran pers BMKG. 

Dwikorita mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, terdapat potensi terjadinya penurunan curah hujan setelah 3 tahun terakhir 2020, 2021, 2022 terjadi La Nina dan kondisi curah hujan diatas normal. Sehingga dikhawatirkan dapat terjadi peningkatan potensi Karhutla seperti yang terjadi di tahun 2019.

Musim kemarau tersebut, kata Dwikorita, sesuai dengan prediksi yang pernah disampaikan BMKG pada Bulan Oktober tahun 2022 lalu dimana diprediksikan kondisi La Nina akan makin melemah dan transisi menuju kondisi netral.

“BMKG bersama BNPB, BPBD, TNI/Polri, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Pemprov, dan Pemkab setempat terus berkoordinasi dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi dan persiapan, serta peringatan dini menghadapi karhutla, termasuk menyiapkan skenario operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC),” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan potensi karhutla ini perlu diantisipasi lebih tinggi karena pada tahun 2023, Indonesia menjadi Ketua ASEAN dan memperoleh mandat untuk memimpin KTT ASEAN. KTT tersebut rencananya akan dilaksanakan pada  Mei dan September yang diperkirakan merupakan puncak musim kemarau tahun 2023.

Sementara itu, Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan menerangkan bahwa hingga enam bulan kedepan, BMKG memprediksi bahwa sifat curah hujan bulanan akan didominasi oleh kategori normal. Namun sifat curah hujan kategori bawah normal berpeluang terjadi di sebagian Sumatera bagian tengah, sebagian Kalimantan bagian tengah, sebagian Sulawesi bagian tengah dan sebagian kecil Papua pada Februari-Maret 2023 dan sebagian besar Sumatera dan Jawa pada Mei dan Juni 2023. Sedangkan, sifat curah hujan bulanan kategori di atas normal berpeluang terjadi di Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian timur dan utara pada Februari dan Maret 2023, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Maluku dan Maluku Utara pada Februari 2023 dan Papua bagian tengah dan selatan pada Juni 2023.

Selain itu, kata dia, juga perlu dicermati bahwa pada bulan Maret-April-Mei 2023 beberapa wilayah di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara akan mengalami periode transisi atau peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau. Karenanya, perlu diwaspadai fenomena cuaca ekstrim yang sering muncul, seperti hujan lebat, angin puting beliung, dan angin kencang yang meskipun periodenya singkat namun sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. (BMKG)

Perang Cip AS-RRT Adalah Perang Perebutan “New Oil” Abad XXI

ZHANG TING

Selama lebih dari satu abad, perebutan minyak bumi telah memicu perang, dan memaksa manusia membentuk aliansi yang tidak wajar, kemudian memicu lebih banyak lagi sengketa diplomatik. Sekarang, dua ekonomi terbesar  dunia  sedang  memperebutkan sumber daya berharga lainnya, yakni cip. Cip telah menjadi “new oil” (minyak bumi baru, red.) di abad ke-21.

Kepingan wafel silikon yang begitu kecil itu adalah inti dari industri yang bernilai 500 miliar dolar AS (7.583 triliun rupiah, kurs per 17/1), dan diperkirakan pada 2030 masih akan berlipat nilainya. Siapa yang mampu mengendalikan rantai pasokan cip,maka dialah yang akan menguasai kunci untuk menjadi negara super power yang tak tertandingi. Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan cip pada peralatan modern juga semakin banyak. Seperti pada 2021, pada setiap mobil rata- rata terpasang sebanyak 1.200 keping cip, atau dua kali lipat dibandingkan 2010.

Teknologi Cip di Tangan Amerika

PKT berniat memiliki teknologi untuk memproduksi cip, sementara itu mayoritas teknologi cip berasal dari AS, inilah sebabnya AS sedang memutus jalur bagi Beijing untuk mendapatkan teknologi cip, mencegah pemanfaatan cip oleh PKT bagi kegunaan teknologi: Mulai dari aplikasinya dalam militer sampai komputer super untuk kecerdasan buatan (AI).

BBC melaporkan, penulis buku Chip War: The Fight for the World’s Most Critical Technology, Chris Miller yang juga dosen di Tufts University mengatakan, kedua negara ini jelas sedang melangsungkan kompetisi perlengkapan militer di kawasan Asia Pasifik.

Tetapi, ia menambahkan, kompetisi ini masih memiliki lebih banyak konten, “Terjadi di bidang konvensional, seperti jumlah armada kapal, atau rudal yang diproduksi, tapi juga semakin lama semakin banyak terjadi pada kualitas perhitungan AI dalam sistem militer.”

BBC mengatakan, saat ini dalam perang cip, AS sedang meraih kemenangan.

Semikonduktor adalah penemuan Amerika, tapi seiring dengan berjalannya waktu, Asia Timur menjadi pusat produksinya. Dominasi AS terhadap teknologi semikonduktor telah membuat AS mampu mengembangkan hubungan dagang dan aliansi strategis dengan kawasan yang mudah dipengaruhi Rusia pada masa Perang Dingin. Kini, dalam menghadapi pengaruh Beijing yang makin besar di Asia Pasifik, cara ini juga sangat efektif.

Kompetisi saat ini adalah mampu memproduksi dalam jumlah besar cip yang terbaik dan paling efektif, dan cip yang semakin kecil semakin baik. Walaupun bagi produsen cip yang paling top pun, tak mudah untuk mencapai sasaran ini. Pada pertengahan 2022, Samsung menjadi perusahaan pertama yang mulai memproduksi cip 3 nanometer berskala besar. Akhir tahun yang sama, TSMC dari Taiwan juga menyusul.

Cip teknologi tinggi kepingan kecil ini memiliki fungsi yang lebih hebat, ini berarti akan dimasukkan dalam perlengkapan yang bernilai lebih tinggi — super-komputer, AI (Artificial Intelligence), dan Internet of Things. Walaupun cip yang non-teknologi tinggi masih dapat memberikan tenaga bagi sebagian peralatan dalam kehidupan manusia, seperti oven microwave, mesin cuci baju, dan lemari es, tapi kebutuhannya mungkin akan menyusut di masa mendatang.

Perintah Pembatasan Cip dari AS Hantam Titik Vital PKT

Mayoritas cip di dunia ini adalah buatan Taiwan, ini menunjukkan pentingnya bagi Barat untuk melindungi Taiwan dari pengaruh PKT. Beijing juga telah memposisikan produksi cip sebagai prioritas, mereka aktif berinvestasi di bidang super komputer dan AI. Miller mengatakan, “Walaupun masih sangat jauh bagi Beijing untuk menjadi pemimpin global, tapi sejak satu dasawarsa terakhir PKT terus mengejar ketertinggalannya, terutama dalam hal kemampuan rancang cip.”

Pemerintah Biden sedang berupaya menjegal kesempatan PKT memperoleh teknologi cip. Pada Oktober tahun lalu, Washington mengumumkan pembatasan ekspor menyeluruh, membuat perusahaan global hampir tidak mungkin menjual cip, peralatan pembuat cip, dan piranti lunak yang mengandung teknologi AS kepada RRT. Yang lebih hebat lagi adalah, AS juga melarang warganya dan para pemegang izin tinggal tetap di AS untuk mendukung perusahaan RRT yang “mengembangkan atau memproduksi” cip.

Tindakan AS ini telah mendatangkan pukulan berat bagi Beijing, karena RRT mengandalkan impor piranti keras dan mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri untuk mendorong pengembangan industri produksi cip-nya.

BBC memberitakan, seorang analis dari perusahaan peneliti kebijakan Trivium China, Linghao Bao mengatakan, “Tenaga ahli sangat penting dalam bidang ini… Jika Anda lihat para petinggi perusahaan semikonduktor RRT, mayoritas dari mereka adalah pemegang paspor Amerika, mereka mendapat pelatihan di AS, dan mereka mempunyai Green Card. Jadi ini adalah masalah besar bagi RRT.”

Setelah AS mengumumkan larangan ekspor cip, surat kabar South China Morning Post mengutip dari narasumber membocor- kan, karena AS membatasi warganya terlibat dalam proyek krusial RRT, produsen peralatan cip RRT, Naura Technology telah memberi- tahu pegawainya yang WN Amerika untuk berhenti ikut terlibat dalam pengembangan mesin dan suku cadang.

BBC mengatakan, “Tindakan pembatasan AS tengah menghantam titik vital PKT. Setelah regulasi pembatasan itu dikeluarkan, perusahaan Apple telah menangguhkan transaksi pembelian cip memori dari perusahaan Yangtze Memory Technologies Company (YMTC) Tiongkok.”

Bao mengatakan, “Pengalaman Huawei adalah kondisi yang mungkin akan dialami perusahaan RRT lainnya. Beberapa tahun terakhir Huawei mengalami pembatasan ekspor ketat dari AS.” Bao berkata: Sejak awal Huawei yang berada hanya di bawah Samsung sebagai produsen ponsel dunia kini “pada dasarnya hampir mati”. Ini menunjukkan, sangat mudah bagi Washington untuk melemahkan perusahaan teknologi RRT.

Dalam hal ekspor cip kepada Tiongkok, AS juga sedang mencari dukungan dari negara sekutu. Penasihat keamanan Gedung Putih, Jake Sullivan pada 12 Desember 2022 lalu membenarkan, AS telah membahas hal ini dengan rekannya seperti Jepang dan Belanda untuk mengetatkan ekspor cip, dan peralatan terkait lainnya kepada RRT.

Perusahaan ASML Belanda mempunyai posisi monopoli dalam hal memasok peralatan memproduksi cip canggih yang krusial. AS terus berupaya mencegah ASML mengekspor alat produksi cip canggih kepada RRT. Surat kabar Washington Post pernah memberitakan, para analis menilai bahwa jika tidak ada alat-alat canggih dari ASML, maka produsen cip di RRT tidak akan mampu memproduksi cip yang canggih. Dan menurut perkiraan, Beijing setidaknya masih membutuhkan waktu satu dekade lagi untuk bisa mencapai level teknologi yang setara dengan ASML.

PKT Tidak Mampu Hadapi Masalah Pembatasan Cip oleh AS

“PKT sebenarnya tidak memiliki opsi yang lebih baik dalam menghadapi masalah ini. Dulu, sasaran AS adalah perusahaan RRT tertentu. Tapi kali ini, ruang lingkupnya telah diperluas hingga seluruh negara,” imbuh Bao.

Respons apa yang dapat dilakukan oleh PKT? BBC mengatakan: Ketika ekonomi RRT mengalami perlambatan serius, menarik produk atau layanan, atau menerapkan pembatasan ekspornya sendiri, mungkin dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Selain mencegah teknologi cip mengalir ke tangan Beijing, AS juga berupaya mengatasi masalah rantai pasokan cip baginya sendiri, berupaya memproduksi lebih banyak cip di dalam negeri, agar mengurangi ketergantungannya pada luar negeri.

Undang-undang Chips & Science Act of 2022 yang dikeluarkan AS telah menyediakan dana dan subsidi sebesar 53 miliar dolar AS (804 triliun rupiah) bagi perusahaan yang memproduksi semikonduktor di AS. Perusahaan cip besar sedang memanfaatkan keuntungan ini. TSMC sedang menginvestasikan dua pabrik senilai 40 miliar dolar AS (607 triliun rupiah) di Amerika. Produsen cip memori terbesar AS, Micron Technology telah mengumumkan rencana 20 tahun ke depan, yakni menginvestasikan 100 miliar dolar AS (1.517 triliun rupiah) di sebuah pabrik cip komputer di kawasan Upstate, New York, Amerika Serikat. (sud)