Polisi Prancis Gusur Kamp Pengungsi Ilegal di Kota Paris

EpochTimesId – Polisi membersihkan sebuah kamp penampungan pengungsi ilegal di Kota Paris, Prancis, Rabu (30/5/2018) waktu setempat. Penggusuran ini sebagai upaya terbaru pemerintah Perancis untuk menangani masuknya pendatang ilegal yang menjadi masalah selama tiga tahun terakhir.

Di kamp Millenaire di timur laut Paris, polisi anti huru-hara mengawal para pengungsi saat mereka naik bus. Mereka dievakuasi menuju perumahan sementara di pinggir kota.
Walikota Paris, Anne Hidalgo mengatakan ada sekitar 1.000 migran dari 1.600 orang yang terdata di tempat itu telah dievakuasi.

Seorang wakil rakyat untuk kawasan Ile-de-France yang lebih besar mengatakan operasi pembongkaran lain di kamp-kamp kecil di Paris dan sekitarnya akan berlangsung sesegera mungkin.

“Para imigran dipindahkan dari kamp untuk kesejahteraan umum dan alasan keamanan,” kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerard Collomb dalam sebuah pernyataan.

“Polisi akan berkomitmen penuh untuk mencegah kamp-kamp seperti itu dibangun kembali,” kata Collomb.

Evakuasi seperti itu adalah yang ke-34 yang berlangsung sejak Juni 2015.

Eropa telah menghadapi krisis migran sejak 2015, setelah konflik bersenjata selama bertahun-tahun di Timur Tengah. Lebih dari 1 juta orang dari Afrika dan Timur Tengah membanjiri benua tersebut.

Di Prancis, sebagian besar pendatang migran berakhir di pelabuhan utara Calais, tempat perkampungan kumuh raksasa yang dibersihkan oleh pihak berwenang pada akhir 2016. Sebagian besar sisanya berkumpul di Paris, dan di tenggara dekat perbatasan Franco-Italia.

Pejabat dan LSM mengatakan 2.700 migran ilegal tinggal di daerah Paris. Mereka mengatakan para migran yang dievakuasi akan dibawa ke 24 pusat akomodasi di pinggiran Paris, di mana mereka akan diizinkan mengajukan permintaan suaka.

Seorang pekerja LSM di kamp itu mengatakan kepada Reuters bahwa timnya telah menghitung sekitar 900 migran menaiki bus. Mereka berasal dari Sudan, Somalia dan Eritrea.

“Banyak imigran ini percaya bahwa mereka akan disambut di sini, di Perancis. Kami mencoba memberi tahu mereka tentang realitas yang mereka hadapi, karena jika mereka meninggalkan sidik jari mereka di negara lain, mereka akan diusir,” kata Yann Manzi, yang bekerja untuk Utopia 56, sebuah LSM yang memberikan bantuan hukum kepada para pengungsi.

Di bawah hukum Eropa, pencari suaka harus tetap di negara Eropa yang pertama kali mereka masuki. Mereka sering harus mendaftar dengan sidik jari mereka ketika mereka tiba.

Pemerintahan Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan ingin menjadi tegas dan adil dalam hal imigrasi. Namun belakangan ini sikapnya lebih keras, dengan parlemen menyetujui RUU yang memperketat aturan suaka.

Seperti di tempat lain di Eropa, imigrasi dari Afrika dan Timur Tengah telah menjadi isu politik utama di Perancis. Isu itu mendorong munculnya partai-partai sayap kanan seperti Front Nasional. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Tiongkok Kembali Menurunkan Tarif Impor Barang Kebutuhan Sehari-hari

Epochtimes.id- Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang pada Rabu (30/05/2018) memimpin pertemuan eksekutif Dewan Negara dan memutuskan untuk mengurangi tarif impor barang kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, alas kaki, dan peralatan listrik mulai 1 Juli mendatang.

Di antaranya, produk impor seperti pakaian, sepatu, peralatan dapur dan olahraga kebugaran turun dari tarif impor rata-rata yang 15,9% menjadi 7,1%.

Peralatan elektronik rumah tangga seperti mesin cuci, lemari es turun dari 20,5% menjadi 8%.

Tarif impor makanan olahan seperti produk akuatik dan air mineral turun dari 15,2% menjadi 6,9%.

Tarif impor untuk perlengkapan mandi dan perawatan kulit, penata rambut dan kosmetik lainnya serta beberapa produk medis dan kesehatan turun dari 8,4% menjadi 2,9%.

Pertemuan menyimpulkan bahwa pengurangan tarif impor terhadap barang konsumsi harian tersebut akan membantu memperluas keterbukaan pasar dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan akan memaksa produk untuk meningkatkan kualitas industri.

Selain itu, pertemuan juga memutuskan untuk menerbitkan daftar negatif akses investasi asing sebelum 1 Juli. Menyerahkan proses pemberian ijin pendirian, pengawasan perusahaan asing dengan investasinya di bawah 1 miliar Dolar AS kepada pemerintah tingkat provinsi. Menyederhanakan proses pemberian ijin kerja di Tiongkok kepada para tenaga kerja ahli asing.

Amerika Serikat telah lama mengkritik praktik perdagangan tidak adil Tiongkok yang menyebabkan timbulnya defisit di pihak AS. Di bawah tekanan Amerika Serikat, Tiongkok baru beberapa hari lalu menurunkan tarif impor otomatif.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dalam pekan ini berencana mengunjungi Beijing untuk mencapai kesepakatan konkrit mengenai konsensus perundingan putaran kedua antara Tiongkok dengan Amerika Serikat dan menerapkan angka pasti untuk peningkatan ekspor AS ke Tiongkok.

Gedung Putih pada hari Selasa (29 Mei) tiba-tiba mengumumkan akan mengenakan tarif atas total nilai produk teknologi Tiongkok senilai US $ 50 miliar. Rincian kontrol investasi dan ekspor akan diumumkan sebelum 30 Juni, dan daftar perpajakan final akan dirilis sebelum 15 Juni. (Sinatra/asr)

Tentara Israel Hancurkan Terowongan Hamas Sepanjang 1 KM

Epochtimes.id- Pada (29/05/2018) tentara Israel menyatakan berhasil menghancurkan sebuah terowongan yang dibuat oleh Hamas di daerah jalur Gaza yang melewati wilayah Mesir dan Israel.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan mereka menemukan bagian terowongan yang masih dalam tahap konstruksi dekat Kerem Shalom Crossing.

IDF mengatakan terowongan itu dirancang untuk “tujuan teror dan penyelundupan senjata.”

Militer Israel menambahkan temuan ini adalah terowongan kedua yang terdeteksi di dekat persimpangan dan terowongan ke-10 yang ditemukan sejak Oktober tahun lalu.

Terowongan hamas ini digunakan untuk menyusup dan menyerang Israel.

“Alih-alih menggunakan bantuan kemanusiaan untuk memperbaiki kehidupan warga Gaza, Hamas menggunakan penyeberangan untuk tujuan teror,” kata militer.

Serangan ofensif terhadap Hamas terjadi setelah kelompok teror Jihad Islam Palestina meluncurkan rentetan mortir dan roket ke komunitas Israel di daerah sekitar Jalur Gaza pada 29 Mei lalu. Sebagian besar mortir dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome IDF.

Salah satu dari roket itu jatuh ke taman kanak-kanak dan tiga tentara IDF terluka dalam serangan. Akibatnya, dua orang luka ringan. Tidak ada laporan lain tentang cedera atau kerusakan material.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan dalam sebuah pengarahan tentang terowongan “tidak beraturan dalam karakteristiknya” dan panjangnya mencapai 1,2 mil.

“Ini terowongan yang sangat panjang,” kata pejabat itu.

“Itu (terowongan) memiliki lubang keluar di sisi Mesir. Ditangani dengan serangan udara dan dalam beberapa jam mendatang, bagian yang menyeberang ke Israel juga akan ditangani untuk membereskan netralisasi. ”

Pada 29 Mei, Amerika Serikat menyerukan “pertemuan darurat” dengan Dewan Keamanan PBB untuk membahas serangan terbaru terhadap Israel.

“Dewan Keamanan PBB harus marah dan menanggapi serangan kekerasan terbaru yang ditujukan kepada warga sipil Israel yang tidak bersalah,” kata Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley dalam sebuah pernyataan. (asr)

Pesawat Capital Tiongkok Alami Gagal Mekanik Ratusan Penumpang Histeris

0

EpochTimesId – Sebuah pesawat penumpang milik maskapai Tiongkok Capital Airlines jurusan kota Hangzhou-Nha Trang, Vietnam mengalami kegagalan mekanis. Pesawat yang membawa 211 itu pun terbang kembali, setelah sempat lepas landas.

Pada 29 Mei sore, Capital Airlines dengan nomor penerbangan JD421 lepas landas dari Bandara Xiaoshan, Hangzhou menuju Vietnam. Kira-kira 1 jam kemudian, pesawat tersebut mendarat darurat di bandara yang sama akibat kegagalan mekanis.

Ini adalah untuk kedua kalinya sebuah pesawat sipil di Daratan Tiongkok mengalami kejadian yang tidak diinginkan di atas udara, dalam tempo setengah bulan.

China Central TV mengutip pernyataan pejabat berwenang dari maskapai Capital Airlines. Dia memberitahukan bahwa alasan pesawat tersebut kembali ke Bandara Hangzhou karena kaca pilot mengalami keretakan. Tetapi keterangannya segera mendapatkan bantahan.

Pesawat itu kemudian dikatakan terkena turbulensi. Namun, penumpang memang menemukan dan melihat ada retakan di kaca pesawat.

Sementara itu, ‘Beijing News’ melaporkan bahwa, menurut seorang penumpang wanita bermarga Fang, Dia terbangun dari tidur akibat turbulensi yang parah pada pesawat. Saat itu pesawat mengalami penurunan ketinggian dengan cepat.

“Muncul perasaan kehilangan berat, seperti naik ayunan, sayap pesawat miring sebelah, seluruh proses berlangsung lima sampai enam menit. Rasanya sangat lama, tangan yang gemetar hanya bisa memegang erat pada pegangan di bangku. Sampai turun pesawat pun kaki masih gemetar,” tutur Fang.

Setelah pesawat mendarat, para penumpang meminta penjelasan dari pihak berwenang. Beberapa staf menjelaskan bahwa kaca depan memang mengalami retakan.

Namun, Capital Airlines dalam menanggapi pertanyaan media lokal mengatakan bahwa itu hanya kegagalan mekanis umum.

Media ‘Qianjiang Evening News’ mengutip ucapan seorang penumpang pria bermarga Zheng. Dia menuturkan, pesawat terlambat satu jam dari jadwal semula. Setelah sekitar satu jam kemudian, pesawat tiba-tiba mengalami guncangan keras. Radio kokpit memberitakan bahwa pesawat sedang mengalami turbulensi.

“Saya sering naik pesawat tetapi belum pernah mengalami guncangan seperti ini,” kata Zheng.

Setelah itu radio memberitakan bahwa pesawat akan terbang kembali ke Hangzhou. Zheng dan seorang penumpang lainnya memberitahu media, saat naik pesawat menuju bangku, mereka melihat kaca depan kokpit ada retakan.

Satu keluarga warga Hangzhou yang naik pesawat tersebut juga mengaku bahwa kaca depan kokpit memiliki 4 hingga 5 buah retakan. Kemudian diambil gambar oleh seorang netizen.

Pada 30 Mei 2018, media corong CCTV melaporkan bahwa menurut laporan seorang turis, pesawat terbang kembali ke Hangzhou karena kaca kokpit retak. Untuk itu, penanggung jawab maskapai Capital Airlines membenarkan bahwa terjadi keretakan pada kaca kokpit yang termasuk kegagalan mekanis normal.

Namun, tidak lama kemudian CCTV menyiarkan berita bantahan. Mereka mengatakan, maskapai penerbangan mengatakan bahwa berita tentang kaca depan pesawat retak, tidak benar.

‘Xia Wen’ melalui pengusutan menemukan bahwa pesawat yang mengalami gangguan tersebut pesawat ini adalah Airbus A321. Usia pesawat adalah 0,1 tahun atau belum genap 2 bulan, dengan nomor pesawat adalah B-300F.

Menurut pemberitaan situs Sumber Penerbangan Sipil, pada 26 Mei 2018, sebuah pesawat Airbus B-300G baru yang dibeli oleh maskapai Capital Airlines telah tiba di Bandara Internasional Tianjin Binhai. Dan pesawat A321 ini merupakan pesawat kedua yang baru diperoleh Capital Airlines pada tahun ini.

Sampai saat ini, Maskapai Capital Airlines mengoperasikan 20 buah A319, 34 buah A320, 16 buah A321 dan 8 buah A330.

Sebelumnya, Sichuan Airlines mengalami kejadian yang membahayakan pada ketinggian 10.000 meter. Pesawat sipil Seri A319-21 yang dimiliki Tiongkok baru-baru ini mengalami risiko keamanan yang serupa.

Pada pagi hari tanggal 14 Mei, Sichuan Airlines A319-100 dengan nomor penerbangan 3U8633 yang melayani jalur Chongqing-Lhasa mengalami insiden membahayakan. Kaca kokpit bagian kanan retak, pecah, dan kemudian jatuh. Hal itu menyebabkan kabin kehilangan tekanan, sehingga sejumlah peralatan menjadi rusak.

Beruntung pesawat berhasil mendarat darurat di Bandara Shuangliu, Chengdu.

Dinas Penerbangan Sipil Tiongkok kemudian melaporkan kejadian kepada Biro Investigasi Kecelakaan Prancis (BEA) dan perusahaan Airbus. Mereka kemudian berjanji akan mengutus para ahlinya untuk datang ke Tiongkok guna melakukan investigasi. (Li Jing/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Presiden Venezuela Diseret ke Mahkamah Kriminal Internasional

0

EpochTimesId – Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) memiliki bukti bahwa pemerintah Venezuela di bawah Presiden Nicolas Maduro telah melakukan “kejahatan terhadap kemanusiaan”. Bukti tersebut akan diserahkan ke Pengadilan (Mahkamah) Kriminal Internasional (ICC), kepala blok itu mengatakan pada Selasa (29/5/2018) waktu setempat.

Sebuah panel “ahli internasional independen” mengatakan dalam laporan Selasa bahwa pasukan keamanan negara atau kelompok akar rumput militan yang dikenal sebagai “colectivos” telah membunuh 131 orang antara tahun 2014 dan 2017, dan bahwa lebih dari 1.300 tahanan politik telah ditahan di negara Amerika Selatan. .

“Di OAS kami mencari keadilan. Laporan para ahli akan dirujuk ke ICC,” ujar Luis Almagro, sekretaris jenderal dari blok yang beranggotakan 34 negara di Benua Amerika, di Twitter.

Dalam laporan tim yang ditugaskan oleh Almagro, para ahli merekomendasikan agar OAS mempresentasikan bukti tersebut ke Den Haag (ICC).

Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa Venezuela ‘secara sistematis’ menyiksa para pengunjuk rasa. Mereka disiksa karena melakukan protes terhadap pemerintah sosialis Maduro selama berbulan-bulan demonstrasi pada tahun lalu. Lebih dari 120 orang dilaporkan tewas dalam gelombang aksi unjuk rasa.

Sebanyak 15 pejabat militer, termasuk dua jenderal aktif, ditahan sebelum pemilihan presiden digelar pada 20 Mei 2018 di Venezuela. Maduro terpilih kembali untuk masa jabatan enam tahun, di tengah jumlah pemilih yang sangat rendah dalam pemungutan suara. Hasil pilpres itu tidak diakui oleh kebanyakan negara dan organisasi di dunia, termasuk OAS.

Sementara itu, Venezuela menanggapi dengan menyebut OAS, yang berbasis di Washington, Amerika Serikat, sebagai pion kebijakan luar negeri AS. Venezuela menarik diri dari kelompok itu tahun lalu. Maduro juga mengusir dua diplomat AS di Caracas minggu lalu, dan menuduh mereka berkonspirasi untuk menggulingkan pemerintahannya.

Para pejabat antek Maduro juga mengatakan kelompok-kelompok HAM mengecilkan kekerasan yang dilakukan oleh oposisi. Mereka menuding oposisi membuat seorang pria terbakar selama demonstrasi dan menyerang polisi dengan bahan peledak. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Rentetan 70 Mortir dan Roket Ditembakkan ke Israel, Serangan Terbesar Sejak 2014

Bowen Xiao

Epochtimes.id- Serentetan tembakan mortir diarahkan ke beberapa lokasi di Israel Selatan pada Selasa (29/05/2018). Serangan ini di tengah meningkatnya ketegangan di sepanjang perbatasan Gaza.

Menurut update terbaru Tentara Pertahanan Israel (IDF) tentang serangan, “Approx. 70 mortir & roket diluncurkan dari Gaza ke Israel di beberapa bendungan. Beberapa di antaranya adalah roket buatan Iran. ”

Laporan-laporan awal menyebutkan jumlah total tembakan jauh lebih rendah.

Roket-roket ini diluncurkan dari Gaza dan sebagian besar dihadang oleh sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome seperti dilansir Kementerian Luar Negeri Israel.

“Salah satu roket meledak di halaman taman kanak-kanak Israel. Tidak ada cedera yang dilaporkan,” tulis Kemenlu Israel dalam tweetnya.

Melansir dari Reuters, Kelompok Hamas dan Jihad Islam yang didukung Iran telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket terhadap Israel, Selasa, (29/05/2018).

“Pada saat ini, Eropa dan AS telah mengeluarkan kecaman keras Hamas – ini adalah pernyataan yang dapat memberi tekanan pada Hamas dan menghentikan kekerasannya,” tweet Kedutaan Israel di Kanada.

Tidak ada laporan kerusakan material besar, tetapi banyaknya tembakan yang dilakukan menandakan serangan terbesar dari Jalur Gaza sejak perang tahun 2014.

Pada Selasa sore, Amerika Serikat menyerukan “pertemuan darurat” antara dewan sekretaris PBB untuk membahas serangan terbaru terhadap Israel. Departemen ini mengatakan mereka mengharapkan pertemuan akan berlangsung pada Rabu (30/05/2018).

“Mortar yang ditembakkan oleh militan Palestina menyerang infrastruktur sipil, termasuk taman kanak-kanak. Dewan Keamanan harus marah dan menanggapi serangan kekerasan terbaru yang ditujukan pada warga sipil Israel yang tidak bersalah,” kata Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, dalam sebuah pernyataan.

Haley juga menekankan bahwa kepemimpinan Palestina “perlu dimintai pertanggungjawaban” atas peristiwa di Gaza.

Area perbatasan di sepanjang jalur Gaza telah mendapat tekanan dalam beberapa minggu terakhir ketika warga Palestina memprotes blokade yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir pada 2007 ketika Hamas merebut kekuasaan.

Di tengah serangan, Angkatan Laut Israel juga menangkap kapal Palestina yang telah berusaha melanggar blokade laut. Setelah pencarian, kapal akan ditarik ke pangkalan Angkatan Laut Israel di Ashdod. (asr)

Inggris Penjarakan Aktivis Anti Kekerasan Seksual Anak Inggris oleh Imigran Muslim

EpochTimesId – Tommy Robinson, seorang wartawan Inggris dan mantan pemimpin Liga Pertahanan Inggris (EDL) dijatuhi hukuman penjara selama 13 bulan. Robinson dijatuhi hukuman 10 bulan karena penghinaan pengadilan dan tiga bulan berikutnya karena melanggar ketentuan dalam kasus pelanggaran penghinaan pengadilan sebelumnya.

Pria berusia 35 tahun itu ditangkap Jumat (25/5/2018) pekan lalu, di luar Pengadilan Leeds Crown. Dia ditangkap karena merekam para anggota geng anak-anak yang masuk ke pengadilan untuk diadili. Rekaman video, yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan Robinson dikepung dan ditangkap oleh polisi.

https://twitter.com/ASJBaloch/status/999962938780897280

Robinson, adalah seorang jurnalis warga dan aktivis anti kekerasan seksual terhadap anak. Dia secara terbuka menentang ancaman ekstremisme dan terorisme Islam selama hampir sepuluh tahun terakhir.

Belakangan ini, Inggris memang dihantam skandal kekerasan seksual terhadap anak-anak. Pelakunya adalah anggota geng-geng berandal, yang sebagian besar anggotanya adalah pria Muslim.

Kasus yang paling terkenal, yang dikenal sebagai skandal eksploitasi anak Rotherham, menemukan bahwa diperkirakan 1.400 anak disiksa di kota Yorkshire Selatan antara 1997 dan 2013, menurut laporan pemerintah tahun 2014.

Laporan itu menemukan bahwa mayoritas pelaku adalah pria Muslim yang menargetkan anak perempuan berusia antara 12 hingga 16 tahun. Skandal ini telah digambarkan sebagai salah satu yang terbesar dan terburuk dalam sejarah Inggris.

Penangkapan Robinson memicu protes besar-besaran di luar Downing Street oleh pendukung kebebasan berbicara yang menyerukan pembebasan sang Aktivis. Tampaknya ada ribuan orang yang hadir.

https://twitter.com/1BJDJ/status/1000392965922029568

Sementara itu, petisi Change.org baru-baru ini menyerukan pembebasannya dengan cepat memperoleh lebih dari 470.000 tanda tangan pada saat artikel ini diterbitkan dalam bahasa Inggris.

“Tommy Robinson telah ditangkap dan dipenjara karena melaporkan geng grooming Muslim,” petisi menyatakan. “Pekerjaan yang dia pilih untuk dilakukan tanpa memperhatikan keselamatannya sendiri, memberi tahu publik tentang semua kesalahan yang dilakukan atas nama Allah.”

Di media sosial, protes terus berlanjut, karena pengguna menggunakan hashtag #FreeTommy untuk meningkatkan kesadaran. Pawai di seluruh Inggris juga telah dijadwalkan.

Penangkapan ini memicu perhatian dunia, karena ratusan warga di Australia juga berkumpul untuk melakukan protes di luar Kedutaan Besar Inggris di negara itu. Banyak yang memegang tanda #FreeTommy di Sydney dan Melbourne. Peristiwa serupa terjadi di Kanada juga.

https://twitter.com/ShadowKomet/status/1001183231096512512

LSM yang turut didirikan oleh Robinson tahun lalu, EDL, menentang penyebaran ‘Islam militan’ di Inggris. Menurut situs web grup tersebut, mereka membela ‘kebebasan berbicara’ dan ‘kebebasan berbicara dalam hukum’.

“Kegiatan kami damai. Kami berkomitmen untuk tidak melakukan kekerasan,” kata situs web tersebut. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Dokter yang Merawat Skripal Khawatir Dampak Racun Saraf bagi Para Medis

EpochTimesId – Para dokter dan paramedis lainnya yang merawat mantan mata-mata Rusia, Sergey Skripal, dan putrinya, Yulia, mulai khawatir terdampak racun saraf secara tidak langsung. Mereka mengaku tidak mengetahui dampak jangka panjang racun saraf bagi duo Skripal dan dampak bagi mereka yang merawat dan berinteraksi dengan korban.

Sergei Skripal, adalah mantan kolonel di intelijen militer Rusia yang mengkhianati puluhan agen dengan membocorkan datanya kepada Inggris. Dia dan putrinya Yulia ditemukan tidak sadarkan diri di bangku umum di kota Salisbury, Inggris selatan pada 4 Maret 2018.

Staf di rumah sakit Salisbury, tempat mereka dirawat, mengatakan kepada BBC bahwa beberapa orang mulai bertanya-tanya. Mereka khawatir apakah mereka juga akan menjadi korban racun saraf.

Ditanya tentang dampak jangka panjang dari keracunan pada kesehatan Skripal, direktur medis rumah sakit, Christine Blanshard, mengatakan prognosisnya tidak pasti.

“Jawaban jujurnya adalah kami tidak tahu,” katanya, berdasarkan ekstrak wawancara yang dirilis oleh program Newsnight BBC.

Inggris telah mengatakan bahwa sangat mungkin Rusia bertanggung jawab atas keracunan Skripal. Pemerintah Barat, termasuk Amerika Serikat, telah mengusir lebih dari 100 diplomat Rusia. Rusia membantah keterlibatannya dalam meracuni dan membalas dendam.

Yulia Skripal berbicara kepada Reuters pekan lalu, “Pemulihan kami sangat lambat dan sangat menyakitkan, kami beruntung bisa selamat.”

Staf rumah sakit juga mengatakan bahwa mereka menduga duo Skripal akan tewas akibat racun saraf itu.

“Semua bukti ada di sana bahwa mereka tidak akan bertahan hidup,” kata Stephen Jukes, konsultan perawatan intensif yang merawat Skripal seminggu setelah mereka tiba di rumah sakit.

Dia menambahkan bahwa tim medis awalnya menduga Skripal menderita overdosis opioid (opium sintetis) sebelum diagnosis ulang karena kesehatannya menurun drastis.

Kota katedral Salisbury berubah drastis akibat insiden itu. Kawasan perbelanjaan utama ditutup sementara ketika dekontaminasi lokasi yang dilalui Skripals terjadi.

Seorang polisi dirawat di rumah sakit dengan gejala keracunan parah setelah berinteraksi dengan Skripal. Staf rumah sakit khawatir bahwa insiden itu mungkin jauh lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Ketika [polisi] itu dirawat dengan gejala ada kekhawatiran nyata tentang seberapa besar hal ini (penularan racun saraf),” ujar Lorna Wilkinson, direktur keperawatan di rumah sakit, mengatakan.

Dia menambahkan, dia juga takut itu bisa memakan banyak korban dan melibatkan banyak orang. Kepala perawat itu juga khawatir akan timbul korban jiwa.

“Kami benar-benar tidak tahu pada saat itu.” (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Jurnalis Rusia yang Dikabarkan Ditembak Mati Muncul Hidup pada Konfrensi Pers

EpochTimesId – Seorang wartawan Rusia yang dilaporkan tewas dibunuh di Kyiv, Ukraina secara dramatis dan mengejutkan muncul kembali dalam kondisi hidup, Rabu (30/5/2018) waktu setempat. Dia datang di tengah-tengah briefing dan konfrensi pers media televisi tentang kasus pembunuhannya sendiri oleh dinas keamanan negara Ukraina.

Otoritas Ukraina telah mengatakan pada hari Selasa bahwa Arkady Babchenko, seorang kritikus berusia 41 tahun telah ditembak mati di apartemennya. Istrinya dikabarkan menemukan wartawan yang kerap mengkritik Presiden Vladimir Putin dan kebijakan Rusia di Ukraina dan Suriah, dalam genangan darah.

Pembunuhan itu bahkan sempat memicu perang kata-kata antara Ukraina dan Rusia, serta kecaman dari ibu kota Eropa dan Washington. Protes komunitas jurnalistik di kedua negara juga menggema.

Tapi pada hari Rabu, Babchenko yang emosional muncul di hadapan wartawan. Dia mengatakan telah menjadi bagian dari operasi khusus Ukraina untuk menggagalkan upaya Rusia dalam mengakhiri hidupnya, dan dia berkata bahwa dia baik-baik saja.

“Saya ingin meminta maaf atas apa yang Anda semua harus lalui,” kata Babchenko, yang beberapa kali hampir menangis, kepada wartawan. “Saya minta maaf, tetapi tidak ada cara lain untuk melakukannya. Secara terpisah, saya ingin meminta maaf kepada istri saya untuk neraka yang telah dilaluinya.”

Kemunculan kembali Babchenko menimbulkan hembusan napas, kemudian wartawan segera bersorak dan bertepuk tangan pada konfrensi pers itu.

Dia melanjutkan, bahwa dirinya sangat berterima kasih kepada Dinas Keamanan Ukraina, SBU, yang menyelamatkan hidupnya. “Yang paling penting adalah bahwa tindakan teror besar lainnya telah digagalkan,” ujarnya.

Dia tidak menyebutkan dan menjelaskan detail tindakan khusus yang direncanakan itu. Tetapi SBU mengatakan telah menerima informasi tentang rencana pembunuhan terhadap 30 orang di Ukraina, termasuk Babchenko, tetapi berhasil mencegahnya. Dinas keamanan menolak untuk mengatakan siapa 29 orang lainnya.

SBU dikatakan menahan seorang warga negara Ukraina yang direkrut oleh Rusia untuk mencari seseorang untuk membunuh Babchenko. Dia diberi imbalan 40.000 dolar AS (sekitar 560 juta rupiah) untuk mengatur pembunuhan. Anggaran itu sebanyak 30.000 dolar AS untuk pembunuh dan 10.000 dolar untuk menjadi perantara.

“Kami berhasil tidak hanya untuk memecahkan provokasi sinis ini, tetapi juga untuk mendokumentasikan persiapan kejahatan yang memalukan ini oleh dinas khusus Rusia,” kata ketua SBU, Vasyl Hrytsak.

Lutsenko, yang muncul bersama Babchenko, mengatakan perlu untuk memalsukan kematian jurnalis sehingga penyelenggara plot untuk membunuhnya akan percaya bahwa mereka telah berhasil.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan turut senang bahwa Babchenko ternyata masih hidup. Namun, mereka menuding Ukraina telah menggunakan cerita itu sebagai propaganda anti Rusia.

Babchenko, seorang kritikus Putin, telah tinggal di ibukota Ukraina sejak menerima ancaman di rumahnya, setelah mengatakan tidak berkabung atas korban kecelakaan pesawat militer Rusia.

“Semuanya sudah berakhir dari kemarin,” kata Babchenko. “Saya melakukan pekerjaan saya dan saya masih hidup.”

Perdana Menteri Ukraina Volodymyr Groysman mengatakan dalam sebuah posting media sosial pada Selasa malam, bahwa Dia yakin apa yang disebutnya sebagai ‘mesin totaliter Rusia’ tidak memaafkan Babchenko karena apa yang disebut Groysman sebagai kejujuran.

Moskow, yang telah berselisih dengan Kyiv sejak pemberontakan populer tahun 2014 di Ukraina yang menggulingkan pemerintah yang didukung Rusia dan mendukung pro-Barat, menggambarkan tuduhan tersebut sebagai bagian dari kampanye anti-Rusia.

Babchenko memicu reaksi di Rusia atas komentarnya di posting Facebook 2016 pada kecelakaan pesawat militer. Dia mengatakan komentarnya, di mana dia mengatakan ‘tidak peduli’ tentang insiden itu. Komentarnya mengakibatkan datangnya ribuan ancaman, alamat rumahnya dipublikasikan secara online dan meminta dia untuk diusir dari Rusia.

Pesawat Rusia, yang membawa 92 orang, termasuk puluhan penyanyi paduan suara Tentara Merah, penari, dan anggota orkestra, jatuh ke Laut Hitam dalam perjalanan ke Suriah pada bulan Desember 2016. Insiden itu menewaskan semua orang di dalamnya. (Reuters/The Epoch Times/waa)

 

Pompeo Temui Wakil Ketua Partai Korea Utara di New York

0

EpochTimesId – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo bertemu Wakil Ketua Korea Utara, Kim Yong Chol, di Kota New York pada 30 dan 31 Mei 2018 waktu setempat. Demikian dikatakan juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Pompeo dan Kim akan membahas persiapan untuk KTT yang diharapkan bisa terlaksana di Singapura. Presiden AS, Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dijadwalkan bertemu dalam KTT Singapura pekan depan.

Kim Yong Chol adalah kepala agen mata-mata Korea Utara selama tujuh tahun. Dia kemudian menjabat sebagai wakil ketua komite pusat sejak tahun 2016.

Pertemuan New York berlangsung sebagai pertemuan lanjutan antara delegasi Washington dan Pyongyang. Delegasi kedua negara sebelumnya bertemu di zona demiliterisasi di Korea Utara, awal pekan kemarin.

Gedung Putih secara resmi mengkonfirmasi pada hari Selasa (29/5/2018) bahwa perwakilan AS yang mengadakan pembicaraan di Korea Utara adalah Sung Kim, duta besar untuk Filipina, Allison Hooker, direktur Korea untuk Dewan Keamanan Nasional, dan Randy Schriver, asisten menteri pertahanan untuk Asia dan Urusan keamanan Pasifik.

Sementara itu, di Singapura, tim utama yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Joe Hagin sedang mengoordinasikan logistik untuk KTT yang direncanakan pada 12 Juni.

“Penasihat Keamanan Nasional John Bolton juga telah mengadakan pembicaraan rutin dengan mitra Korea Selatan dan Jepang, hampir setiap hari,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders.

Pekan lalu, Presiden Donald Trump memberi tahu Kim Jong Un melalui surat bahwa Dia membatalkan KTT 12 Juni 2018. Pembatalan disampaikan karena retorika yang memanas dari Korea Utara.

Meskipun mengirim surat undur diri, Trump meninggalkan pintu rujuk tetap terbuka di kemudian hari. Korea Utara kemudian merespon dengan mengeluarkan pernyataan terukur, yang menunjukkan kesediaan untuk melanjutkan pembicaraan.

Pada hari-hari berikutnya, Trump mengatakan bahwa KTT mungkin masih berlangsung sesuai jadwal.

“Kami telah menempatkan tim yang hebat bersama untuk pembicaraan kami dengan Korea Utara,” tulis Trump di Twitter pada hari Selasa. “Rapat saat ini sedang berlangsung mengenai KTT, dan banyak lagi. Kim Young Chol, Wakil Ketua Korea Utara, menuju ke New York. Tanggapan yang solid untuk surat saya, terima kasih!”

Korea Utara telah membuat beberapa konsesi besar menjelang KTT yang direncanakan. Pyongyang membebaskan tiga sandera Amerika, meledakkan satu-satunya tempat pengujian nuklirnya, dan berkomitmen pada tujuan perdamaian dan denuklirisasi.

Trump dan Pompeo, keduanya menjanjikan Korea Utara masa depan yang cerah dan makmur jika pemimpinnya meninggalkan senjata nuklir. Rezim komunis sangat miskin di tengah sanksi melumpuhkan yang dipelopori oleh Trump.

“Saya benar-benar percaya Korea Utara memiliki potensi cemerlang dan akan menjadi Negara ekonomi dan keuangan yang besar suatu hari nanti,” tulis Trump di Twitter pada 27 Mei 2018. “Kim Jong Un setuju dengan saya mengenai hal ini. Itu akan terjadi!”

Gedung Putih sedang mempersiapkan untuk menjatuhkan sanksi baru pada Korea Utara pada hari Senin (28/5/2018). Tetapi, seorang pejabat AS memberitahu wartawan bahwa langkah-langkah akan ditunda tanpa batas, ketika pembicaraan tentang KTT dilanjutkan.

Kim Yong Chol adalah bagian dari delegasi Korea Utara untuk upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan; Ia bergabung dengan Kim Jong Un dalam dua pertemuannya dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in pada bulan April dan Mei; Dia juga menjadi tuan rumah bagi Pompeo ketika mengunjungi Pyongyang awal bulan ini.

Amerika Serikat dan Korea Selatan memasukkan Kim Yong Chol dalam daftar hitam, karena mendukung program nuklir dan rudal Korea Utara pada tahun 2010 dan 2016.

Karena sanksi terhadapnya, Kim Yong Chol biasanya dilarang mengunjungi Amerika Serikat. Setiap kunjungan ke Amerika Serikat harus disertai dengan ijin pengecualian khusus.

Selama masa jabatannya sebagai pejabat intelijen senior, Kim Yong Chol dituduh oleh Korea Selatan mendalangi serangan mematikan pada kapal angkatan laut Korea Selatan dan sebuah pulau pada tahun 2010. Dia juga dikaitkan oleh intelijen AS dengan serangan cyber pada Sony Pictures pada tahun 2014. Korea membantah terlibat dalam serangan itu.
(Laporan Reporter Epoch Times, Petr Svab dan Reuters/Ivan Pentchoukov/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Filipina Tetapkan Garis Merah Buat Tiongkok, Melintasi Batas Berarti Pernyataan Perang

Epochtimes.id- Seorang pejabat senior Filipina mengatakan bahwa Presiden Duterte telah menyampaikan kepada Beijing sebuah garis merah yang ditetapkan pada isu Laut Tiongkok Selatan, mengatakan bahwa Filipina akan menyatakan perang terhadap negara manapun yang melintasi garis merah.

Menlu Filipina Alan Peter Cayetano pada Senin (28/05/2018) di Manila membantah kritikan dalam negeri yang menyebut bahwa pemerintahan Duterte membuat pernyataan kepada Beijing yang dirasakan terlalu lunak dalam menangani isu Laut Tiongkok Selatan.

Dia mengatakan bahwa suatu hari dia akan mempublikasikan dokumen rahasia yang menunjukkan semua upaya diplomatik yang dibuat oleh pemerintah Filipina pada isu Laut Tiongkok Selatan.

Cayetano mengatakan, garis merah pertama yang dibentuk Manila untuk Beijing adalah bahwa Tiongkok tidak dapat membangun fasilitas apa pun di terumbu Panatag (Panatag Shoal), yang oleh Tiongkok dinamakan Huangyan Island.

Setelah sengketa panjang dengan Filipina pada tahun 2012, Beijing telah sepenuhnya menguasai terumbu dan perairan di sekitarnya, dan tidak mengijinkan nelayan Filipina pergi ke terumbu tempat leluhur mereka menangkap ikan.

Pada Juli 2016, pengadilan arbitrase internasional memutuskan bahwa tindakan Tiongkok menguasai Panatag adalah melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Cayetano mengatakan, garis merah lainnya adalah bahwa Tiongkok atau negara lain tidak dapat mengeksplorasi secara mandiri minyak atau sumber daya lainnya yang berada di Laut Filipina Barat.

Laut Filipina Barat yang diklaim Manila adalah zona ekonomi eksklusif sejauh 200 mil di sebelah barat garis pantai barat Filipina, termasuk Kepulauan Spratly yang oleh Tiongkok dinamakan Kepulauan Nansha.

Pada tahun 2016, Arbitrase Internasional menetapkan bahwa kumpulan terumbu Rocky  seperti Meiji dan Fiery Cross Reef yang dikuasai Tiongkok tidak memiliki zona ekonomi eksklusif, dan memutuskan bahwa Tiongkok telah mengganggu Filipina dalam melaksanakan kedaulatan atas zona ekonomi eksklusif mereka.

Beberapa minggu sebelum Duterte dilantik sebagai presiden pada tahun 2016,  Mahkamah Internasional Arbitrase mengeluarkan keputusan ini. Namun, tak lama setelah itu Duterte mengumumkan untuk menunda persengketaan dengan Tiongkok, dan berusaha untuk mengembangkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Beijing, termasuk memperjuangkan bantuan dari Tiongkok dalam bentuk investasi yang jumlahnya mencapai  miliaran dolar.

Sejak itu, Tiongkok mengabaikan putusan Mahkamah internasional Arbitrase dan merebut terumbu itu untuk direklamasi secepatnya. Setelah itu menempatkan persenjataan. Memicu kekhawatiran internasional dan protes masyarakat Filipina kepada Duterte.

Sebagai tanggapan, kritik dan boikot pemerintah Duterte terhadap militerisasi Beijing di Laut Tiongkok Selatan menjadi lebih ketat, dan cenderung mendorong Filipina untuk kembali menyandar ke pihak Amerika Serikat, sekutu lawasnya.

Pada pertengahan Mei, Salvador Medialdea, Sekretaris Eksekutif Presiden Filipina memimpin delegasi tingkat tinggi untuk mengunjungi Komando Militer Pasifik AS, anggotanya termasuk Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana, Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano.

Setelah menjabat sebagai presiden, Duterte telah meminta AS untuk menghentikan latihan militer tahunannya dengan Filipina, sehingga kunjungan delegasi senior ke Komando Militer Pasifik AS dianggap sebuah kunjungan yang tidak biasa. Kabarnya, isu Laut Tiongkok Selatan diyakini sebagai fokus pembicaraan dari kedua pihak.

Pekan lalu, Angkatan Laut Filipina mengumumkan bahwa mereka akan mengirim kapal perang mereka untuk berpartisipasi dalam latihan militer dengan militer AS yang akan diselenggarakan di Hawaii.

Selain itu, Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI) pekan lalu merilis sebuah laporan yang menyebutkan bahwa Filipina memulai kembali proyek renovasi landasan pacu bandara di Pagasa, pulau alami terbesar kedua di Kepulauan Spratly.

Beijing mengatakan bahwa Pulau Pagasa adalah Pulau Zhongye yang merupakan bagian dari kedaulatan Tiongkok.

Menlu Filipina Alan Peter Cayetano dalam deskripsi Presiden Duterte tentang masalah Laut Tiongkok Selatan kepada Beijing menegaskan bahwa para prajurit Filipina yang sedang membangun landasan di Pulau Pagasa tidak seharusnya mendapat pelecehan. (Sinatra/asr)

Inggris Akan Bangun Navigasi Satelit Jika Dikucilkan oleh Galileo UE

EpochTimesId – Inggris menegaskan siap mengembangkan sistem navigasi satelit terpisah. Langkah itu akan diambil jika mereka kehilangan akses pada proyek Galileo, versi GPS Uni Eropa.

Menteri keuangan Inggris Raya, Philip Hammond, mengatakan pekan lalu bahwa Inggris sudah menyampaikan hal itu kepada Uni Eropa. Pemerintah Inggris juga akan menuntut pembayaran kembali hingga 1 miliar pounsterling (sekitar 14,7 triliun rupiah) jika blok Uni Eropa membatasi akses bagi Inggris ke Galileo.

“Rencananya (Inggris) akan selalu bekerja sebagai anggota inti proyek Galileo, berkontribusi secara finansial dan teknis untuk proyek tersebut,” ujar Hammond kepada wartawan sebelum pertemuan para menteri keuangan Uni Eropa di Brussels.

“Jika itu terbukti tidak mungkin maka Inggris akan harus melakukannya sendiri, mungkin dengan mitra lain di luar Eropa dan AS, untuk membangun sistem pesaing ketiga,” sambung Hammond.

“Untuk alasan strategis keamanan nasional, kami memerlukan akses ke sistem dan kami akan memastikan bahwa kami mendapatkannya!”

Dia mengatakan Inggris menyadari waktu singkat yang tersedia untuk pembicaraan tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Ada banyak isu dan banyak macam pilihan, termasuk untuk mempertahankan perbatasan terbuka antara Irlandia Utara dan Irlandia setelah Brexit.

“Kami sangat sadar akan jam yang berdetak dan kebutuhan untuk membuat kemajuan signifikan bagi Dewan Eropa (pada bulan) Juni,” kata Hammond.

Dia menambahkan bahwa komentar dari pejabat senior Uni Eropa tentang ‘fantasi’ langkah perdana Brexit yang spekulatif sangat tidak membantu. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Pencarian Pesawat MH370 Diakhiri Tanpa Ada Jawaban

Jack Philips – The Epochtimes

Epochtimes.id- Pencarian yang didanai pihak swasta atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada 2014 dengan 239 kru dan penumpang, tidak menghasilkan temuan baru.

Perusahaan Ocean Infinity yang berpusat di Texas, AS telah menggunakan kapal laut dalam untuk mencari di selatan Samudera Hindia, mungkin di mana MH370 menghilang.

Pesawat hilang pada 8 Maret 2014, saat terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing.

“Bagian dari motivasi kami untuk memperbarui pencarian adalah untuk mencoba memberikan beberapa jawaban kepada mereka yang terkena dampak,” kata Oliver Plunkett selaku CEO Ocean.

“Oleh karena itu dengan berat hati bahwa kami mengakhiri pencarian kami saat ini tanpa mencapai tujuan itu,” ujarnya.

Pemerintah Malaysia mengakhiri pencarian pesawat di tahun 2017.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Malaysia menerima tawaran kami dan memberi kami kesempatan untuk memulai kembali pencarian,” kata Plunkett.

“Komitmen yang telah dibuat oleh pemerintah baru di Malaysia untuk memprioritaskan penemuan MH370 sangat baik untuk didengar,” tambahnya.

Plunkett mengatakan pada Selasa (29/05/2018) bahwa tim telah mencari lebih dari 112.000 kilometer persegi (43.243 mil persegi) selama tiga bulan.

Reuters melaporkan, pemerintah Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan pada pekan lalu bahwa perusahaan eksplorasi laut AS Ocean Infinity akan mengakhiri pencariannya pada Selasa (29/05).

Pemerintahan Najib Razak sebelumnya, yang kalah dalam pemilihan telah menjanjikan hingga $ 70 juta kepada firma yang berbasis di Texas ini jika berhasil menemukan pesawat itu dalam jangka 90 hari.

Tahun lalu, pihak berwenang Australia mengatakan kapten MH370 telah menerbangkan rute di simulator enam minggu di rumahnya sebelum pesawat itu hilang yang “awalnya mirip” dengan rute yang benar-benar diambil oleh pesawat.

Peter Foley, yang memimpin upaya pencarian Biro Keamanan Transportasi Australia, mengatakan ia tidak dapat mengatakan apakah salah satu pilot telah melakukannya.

Penyelidik Malaysia mengungkapkan pada tahun 2015 mereka tidak menemukan hal yang mencurigakan dalam sejarah keuangan, medis atau pribadi dari pilot atau awak pesawat dari penerbangan ini. (asr)

Reuters berkontribusi pada laporan ini.

FBI Himbau Warga Amerika Restart Router untuk Antisipasi Serangan Cyber Asing

0

EpochTimesId – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) baru-baru ini mengeluarkan surat edaran untuk menghindari serangan cyber asing. FBI menyarankan kepada pengguna jaringan internet untuk mematikan dan menghidupkan kembali router yang dimiliki, guna menghindari serangan cyber yang diluncurkan oleh instansi pemerintah asing terhadap warga AS.

Pekan lalu, para peneliti keamanan Talos di departemen intelijen jaringan Cisco memperingatkan keberadaan malware VPNFilter. Malware itu telah menginfeksi sekitar 500.000 router konsumen di 54 negara. Router yang terinfeksi diproduksi oleh perusahaan Linksys, MikroTik, Netgear, dan TP-Link.

FBI mengatakan dalam pengumuman bahwa ruang lingkup serangan cyber ini sangat besar. Inveksi perangkat lunak jahat akan mencegah router berfungsi dengan baik. Selain itu, malware juga mengumpulkan informasi melalui sistem, dan memblokir lalu lintas jaring.

Hingga kini, FBI belum dapat mengetahui melalui jalur mana VPNFilter menyerang sistem pengguna jaringan.

Departemen Kehakiman menganggap perangkat lunak berbahaya VPNFilter ini terkait dengan jaringan organisasi spionase. Menurut media ‘USA Today’, peneliti industri keamanan cyber menamakan organisasi spionase itu Sofacy, APT 28 atau fancy bear. Organisasi itu dituding terkait dengan pemerintah Rusia.

Dalam pengumuman, FBI tidak menyebut atau menuding Rusia. Mereka hanya disamarkan dengan kalimat, ‘peserta jaringan asing’.

Pada 23 Mei, Talos menyatakan dalam posting blognya bahwa kode komputer yang digunakan oleh malware VPNFilter, secara signifikan tumpang tindih dengan malware yang sebelumnya menyebabkan perangkat Ukraina menderita beberapa serangan berskala besar.

Meskipun restart router dapat menghentikan malware, tetapi itu tidak dapat menghindari kemungkinan terinfeksi kembali. Perlindungan terbaik adalah memastikan bahwa perangkat lunak router diperbarui (update), dan dilindungi oleh kata sandi yang tangguh.

Kebanyakan router menyediakan kata sandi standar, seperti ‘password’ atau ‘1234’. Beberapa pengguna router tidak pernah memperbarui kata sandi mereka, dan mudah bagi peretas untuk menjebolnya. (Wu Ying/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Teroris Ditembak Mati Setelah Tewaskan Tiga Korban di Belgia

EpochTimesId – Hanya beberapa jam setelah pembebasan bersyarat, seorang narapidana di Belgia, Benjamin Herman menewaskan dua polisi wanita dan seorang guru pada hari Selasa, 29 Mei 2018. Dia kemudian ditembak mati dalam sebuah aksi serangan teror.

Polisi juga mencurigai, bahwa pria 36 tahun itu melakukan pembunuhan terhadap seorang mantan rekannya. Korban ditemukan tewas di rumahnya.

Otoritas Belgia membantah bahwa pelaku adalah seorang terpidana teroris, Rabu (30/5/2018). Pelaku adalah narapidana kriminal yang diduga menjalani radikalisasi di dalam penjara.

Dalam aksinya, terpidana dipastikan menewaskan tiga orang di kota Liege Belgia, dan diduga membunuh mantan kerabatnya di tempat lain.

https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1599832010140126&id=324132514376755

Dua polisi wanita yang tewas diidentifikasi sebagai Lucile Garcia yang berusia 45 tahun dan Soraya Belkacemi berusia 53 tahun, seperti dikutip dari news.com.au. Belkacemi adalah ibu dari anak perempuan kembar berusia 13 tahun yang sebelumnya kehilangan ayah mereka, yang juga seorang petugas polisi.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=878132952274740&set=a.101343569953686.2240.100002341294691&type=3

Seorang pria 22 tahun, Cyril Vangriecken, ditembak mati oleh pelaku saat duduk di sebuah mobil yang sedang diparkir. Empat polisi lainnya dilaporkan terluka dalam serangan teror itu.

Pelaku, masuk dan keluar dari penjara karena berbagai kejahatan sejak 2003. Herman diduga menemukan jalan menuju kekerasan di dalam penjara. Hal itu meningkatkan kekhawatiran bahwa penjara Eropa adalah inkubator untuk radikalisme.

Dia masuk Islam saat dalam tahanan, sumber keamanan Belgia mengatakan kepada Reuters. Dia dicurigai menjalani radikalisasi di dalam penjara.

Di Belgia, inklusi seorang tahanan dalam daftar keamanan negara sebagai seorang tersangka radikal tidak secara otomatis dikomunikasikan kepada semua polisi atau layanan penjara, menurut para ahli.

“Cuti kali ini bagi pelaku adalah yang keempat belas sejak penahanannya. Dia diberikan cuti berupa kebebasan sementara, dalam rangka membantu terpidana mempersiapkan reintegrasi kembali ke masyarakat pada 2020,” kata Menteri Kehakiman Koen Geens kepada wartawan.

“Semua orang di Belgia mengajukan pertanyaan yang sama: Bagaimana mungkin seseorang yang dihukum karena tindakan serius semacam itu diizinkan meninggalkan penjara?” Wakil perdana menteri Belgia, Alexander de Croo mengatakan kepada para wartawan media lokal.

Herman menikam polisi wanita dari belakang sekitar pukul 10.30 pagi di jalan raya di pusat kota terbesar ketiga di Belgia. Dia kemudian merampas pistol, dan digunakan untuk menembak mati kedua polwan.

Dia kemudian menembak mati seorang guru olahraga berusia 22 tahun yang duduk di dalam mobil di depan sekolah menengah. Pelaku kemudian menyandera dua perempuan pegawai sekolah.

Aksi itu kemudian memicu perburuan dan pengepungan besar-besaran oleh polisi bersenjata. Pelajar sekolah dievakuasi ke tempat aman saat terjadi baku tembak yang membuat orang-orang di jalanan berhamburan mencari tempat perlindungan.

Sejumlah saksi mengatakan pelaku sempat berteriak “Allahu Akbar”, yang berarti Tuhan maha besar dalam bahasa Arab. Empat petugas polisi dikabarkan terluka ketika baku tembak, dimana pelaku akhirnya berhasil ditembak mati.

Pusat Krisis Nasional, yang waspada tinggi sejak serangan-serangan masa lalu oleh Negara Islam (ISIS) di Paris dan Brussels dalam tiga tahun terakhir, mengatakan memantau peristiwa tersebut. Akan tetapi mereka tidak menaikkan tingkat siaga, karena tidak ada indikasi serangan lanjutan.

“Saya pikir itu hanya satu individu yang benar-benar tertekan dan melakukan pembunuhan,” kata Pieter Van Ostaeyen, seorang spesialis jihadis yang telah mempertahankan kontak dengan Belgia yang bertempur di Suriah. “Saya pikir itu bukan serangan terorganisir.”

Profil penyerang menarik perhatian tentang risiko para penjahat kecil, termasuk mereka yang bukan dari latar belakang Muslim, yang terinspirasi oleh kekerasan Islam saat dipenjara.

Narapidana telah berada di belakang beberapa serangan baru-baru ini di Eropa. Ratusan tahanan yang dianggap radikal oleh pihak berwenang akan dibebaskan dalam beberapa tahun mendatang, parlemen Belgia memperingatkan dalam laporan akhir tahun lalu.

“Mereka datang sebagai pengedar narkoba dan pergi sebagai jihadis Salafi,” kata sumber keamanan.

Menteri Kehakiman Koen Geens membela keputusan untuk memberikan cuti penjara atau kebebasan bersyarat. Dia mengatakan tidak ada alasan untuk mencurigai terpidana pada waktu dibebaskan, karena cuti sebelum-sebelumnya berjalan lancar.

“Saya pikir itu bukan kesalahan,” katanya. “Ini bukan kasus radikalisasi yang (diketahui dengan) jelas, jika tidak dia akan ditandai oleh semua layanan (lembaga keamanan).”

Perdana Menteri Belgia, Charles Michel juga mengatakan bahwa Herman tidak berpotensi secara langsung masuk dalam daftar ancaman nasional utama.

Akan tetapi, media Belgia melaporkan bahwa pelaku ditandai sebagai radikal sejak tahun lalu. Sehingga bebas bersyarat itu menimbulkan perdebatan.

“Jika itu saya, saya tidak akan membiarkan dia pergi,” kata konsultan keamanan Brussels, Claude Moniquet, mantan agen Prancis.

Departemen Keamanan di Belgia dan Prancis telah menghadapi kritik di dalam dan luar negeri. Mereka dikritik karena kegagalan intelijen dan tanggapan mereka terhadap serangan di Brussels, Paris dan Nice.

Sel ISIS yang berbasis di Brussels terlibat dalam serangan terhadap Paris pada tahun 2015 dan menewaskan 130 orang di Paris. Mereka juga melakukan serangan teror di Brussels pada tahun 2016, dan menewaskan 32 orang. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA