Tiongkok Siap untuk Menghadapi Korea Utara dengan ‘Variabel Terburuk’

oleh He Mu

Kim Jong-un menolak untuk menemui utusan khusus Xi Jinping, kemudian meluncurkan rudal antar benua yang mengundang Amerika Serikat meningkatkan tekanan militer kepada Korea Utara dan menambah tekanan kepada Tiongkok agar meningkatkan sanksi kepada negara itu.

Beijing jadi terjepit di antara AS dengan Korea Utara, sikap yang diperlihatkan Beijing kemudian  menarik perhatian dunia luar.

Media corong PKT baru-baru ini mengisyaratkan bahwa Beijing sudah siap menghadapi variabel terburuk. Ini diduga sebagai tanda-tanda akan terlibat dalam peperangan  AS melawan Korea Utara.

Dalam sebuah editorial yang dirilis media corong partai ‘Global Times’ pada 2 Desember menyebutkan bahwa dengan diluncurkannya rudal antar benua oleh rezim Korea Utara pada akhir bulan Nopember lalu, maka tekanan sanksi ekstrem yang diberikan oleh AS kepada Korea Utara akan jatuh ke pihak Tiongkok. Dengan demikian risiko perang juga terus meningkat.

Artikel mengatakan, Beijing menghadapi kesulitan untuk memilih, tetapi pihak Tiongkok sudah ‘berusaha sekuat kemampuan’ untuk meyakinkan Korea Utara maupun Amerika Serikat yang tetap berkeras hati. Selanjutnya, hanya ada satu-satunya cara yang dapat dilakukan yaitu membuat persiapan untuk menghadapi variabel terburuk sambil berusaha meredakan situasi.

Artikel mengatakan, Beijing akan memegang teguh garis bawahnya sendiri dan melindungi kepentingan sendiri dengan tidak peduli terhadap bagaimana pihak lain akan menilainya, dan tidak akan menerima tuntutan yang berlebihan dari pihak mana pun.

Di akhir artikel tersebut ada tulisan berbunyi : “Jika situasi berubah drastis, maka Beijing bersikap ya sudah, dihadapi saja.”

Isi artikel tersebut sudah pasti ditujukan kepada AS dan Korea Utara. Jelasnya, Beijing sambil mengancam Korea Utara, menolak permintaan AS untuk meningkatkan tekanan sanksi kepada rezim Kim Jong-un.

Dalam masalah nuklir Korea Utara, Beijing selama ini bersikap mencari solusi lewat dialog, dan tetap dengan pendiriannya dalam ‘Moratorium Ganda’ (sambil menghambat pengembangan program nuklir Korea Utara meminta latihan militer AS – Korea Selatan dihentikan sementara).

AS terus mendesak Tiongkok untuk menghentikan pasokan minyak ke Korea Utara, namun, Tiongkok tetap bertahan pada ‘garis bawah’ yaitu berpendirian untuk tidak menghentikan pasokan minyak lewat pipa demi ‘stabilitas’ yang dibutuhkan rezim Korea Utara.

Beberapa analis mengatakan bahwa mungkin Tiongkok takut akan terjadi tindak pembalasan dendam oleh rezim Kim Jong-un yang terdesak dan kalap.

Dalam siaran pers reguler yang diadakan Kementerian Luar Negeri pada 30 Nopember, seorang wartawan bertanya soal sikap kementerian dalam memilih satu dari dua pilihan dalam mengatasi isu Korea Utara, apakah melalui 1, perang atau 2, membiarkan Korea Utara memiliki senjata nuklir ?

Jawaban yang diberikan jurubicara kementerian adalah, “Kita hanya menekankan pada 2 sikap : pertama adalah mempertahankan denuklirisasi semenanjung. Kedua adalah menyelesaikan masalah melalui dialog atau konsultasi, dan tidak menganjurkan penggunaan kekerasan.”

(Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv.com

Studi Menunjukkan Orang Dewasa dan Bayi Menyamakan Gelombang Otak Melalui Kontak Mata

0

Peneliti di Universitas Cambridge telah menemukan bahwa bayi dan orang dewasa menyinkronkan gelombang otak melalui kontak mata.

Penelitian tersebut telah diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences, menggunakan total 36 bayi di dua percobaan di mana gelombang otak mereka dibandingkan dengan orang dewasa.

Temuan yang paling mengejutkan adalah lebih banyak aktivitas otak yang tercatat di otak bayi saat mereka melihat orang dewasa yang melakukan kontak mata, meski tidak langsung berhadapan.

Para peneliti mengaitkan temuan tersebut dengan hal baru tentang posisi, karena bayi biasanya mengharapkan seseorang yang berhadapan dengannya untuk tidak memandangnya.

“Ketika orang dewasa dan bayi saling melihat, mereka memberi isyarat kesediaan dan niat mereka untuk berkomunikasi satu sama lain. Kami menemukan bahwa otak orang dewasa dan bayi keduanya menanggapi sinyal pandang menjadi lebih selaras dengan pasangan mereka,” kata Dr. Victoria Leong, penulis utama studi tersebut melalui University of Cambridge.

Pada percobaan pertama, bayi diperlihatkan tiga video: Satu menunjukkan nyanyian dewasa sambil menghadap ke depan dan melakukan kontak mata dengan bayi; Yang lain adalah orang dewasa yang tidak langsung berhadapan dengan bayi tapi tetap melakukan kontak mata; Video ketiga menunjukkan orang dewasa tidak menghadap bayi tersebut atau melakukan kontak mata.

Bagian kedua dari penelitian ini terdiri dari orang dewasa yang duduk saling berhadapan dengan bayi. Gelombang otak diukur saat orang dewasa melihat langsung pada bayi itu, dan sementara orang dewasa tersebut duduk dengan menghindari tatapan mata. Saat orang dewasa dan bayi duduk dengan tatapan mereka terkunci, gelombang otak Alpha dan Theta mulai menyinkronkan.

Leong merenungkan beberapa implikasi menguntungkan dari temuan timnya.

“Mekanisme ini bisa mempersiapkan orang tua dan bayi untuk berkomunikasi, dengan menyinkronkan kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan, yang juga akan membuat pembelajaran menjadi lebih efektif.”

Bayi berusaha lebih keras untuk berkomunikasi saat tatapan mereka terkunci, menilai melalui peningkatan di dalam vokalisasi, menurut Universitas Cambridge.

Seorang penulis penelitian, Dr. Sam Wass, memberi kesan bercanda tentang penemuan yang jauh lebih besar.

“Kami belum tahu apa itu, yang menyebabkan aktivitas otak sinkron ini. Kami tentu saja tidak mengklaim telah menemukan telepati,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa tatapan mata saja tidak menjelaskan jumlah aktivitas otak yang disinkronkan yang muncul tersebut, juga tidak menjelaskan peningkatan vokalisasi. (ran)

Tolong bantu dukung jurnalisme kami dengan membagikan artikel ini. Terimakasih.

Dari NTD.tv

Paus Fransiskus Tegaskan Pembelaannya Terhadap Rohingya di Myanmar

Epochtimes.id- Paus Fransiskus pada Sabtu lalu mengunkapkan strateginya untuk menghindari istilah “Rohingya” saat di Myanmar. Namun demikian dia yakin telah menyampaikan pesannya kepada pimpinan sipil dan militer Myanmar tanpa menutup dialog.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat saat kembali ke Roma dari Bangladesh, Paus mengisyaratkan telah bersikap tegas terhadap para pemimpin militer Birma dalam pertemuan pribadi mengenai kebutuhan mereka untuk menghormati hak-hak pengungsi Rohingya.

Paus mengungkapkan dirinya menangis saat bertemu dengan sekelompok pengungsi Rohingya di Bangladesh, di mana dia membela hak-hak mereka dengan menyebutkan nama Rohingya dalam sebuah pertemuan emosional.

“Bagi saya, yang terpenting adalah pesan itu tersampaikan, untuk mencoba mengatakan satu langkah sekaligus dan mendengarkan tanggapannya,” katanya.

“Saya tahu bahwa jika dalam pidato resmi saya akan menggunakan kata itu (Rohingya), mereka akan menutup pintu dialog di hadapan kita. Tapi (di depan umum) saya menggambarkan situasi, hak, mengatakan bahwa tidak ada yang harus disingkirkan, (hak untuk) kewarganegaraan, jadi memungkinkan diri saya melangkah lebih jauh dalam pertemuan pribadi,” katanya.

Francis tidak menggunakan kata Rohingya di depan publik saat melakukan perjalanan pertama kalinya di Myanmar.

Warga Myamar tak mengenal istilah Rohingya yang kebanyakan Muslim. Mereka menyebut sebagai kelompok etnis dengan identitasnya sendiri dan imigran gelap dari Bangladesh.

Otoritas Gereja Katolik Roma menyampaikan kepada Paus agar tidak mengakan “Rohingya” karena dapat memicu reaksi balik terhadap orang Kristen dan kelompok minoritas lainnya.

Paus bertemu dengan pemimpin militer Burma secara empat mata pada Senin, tak lama setelah kedatangannya di kota terbesar di negara itu, Yangon.

Eksodus warga Rohingya ke Bangladesh mencapai sekitar 625.000 jiwa sebagai akibat tindakan keras militer Myanmar untuk menanggapi serangan sekelompok militan Rohingya di sebuah pangkalan militer dan pos polisi pada 25 Agustus lalu.

Pengungsi mengatakan bahwa sejumlah desa Rohingya terbakar habis, orang-orang terbunuh dan para wanita diperkosa. Militer Myanmar membantah terjadinya genosida seperti dituduhkan Amerika Serikat dan PBB.

Ketika ditanya apakah dia menggunakan kata Rohingya saat pertemuan pribadi dengan pemimpin militer, paus mengatakan: “Saya menggunakan kata-kata untuk menyampaikan pesan dan ketika saya melihat pesannya telah sampai, saya berani mengatakan semua yang saya inginkan.”

Dia kemudian memberi sebuah senyuman kepada reporter dan mengakhiri jawabannya dengan kalimat Latin “Intelligenti Pauca,” yang berarti “Sedikit kata-kata cukup untuk mereka yang mengerti,” dengan kuat mengisyaratkan bahwa dia telah menggunakan kata-kata yang dibenci militer saat pertemuan pribadi.

Kelompok HAM mengkritik pemimpin sipil de facto di negara itu, Aung San Suu Kyi, seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang berada dalam tahanan rumah selama 15 tahun sebelum pemilihan 2015, karena tidak bersikap menentang terhadap Militer Myanmar.

Tapi Francis, yang bertemu dengannya secara pribadi pada Selasa lalu dengan menjawab keraguan karena hubungan Su Kyi yang rumit dengan para jenderal yang pernah menjadi sipir penjara.

“Myanmar adalah negara yang tumbuh secara politis, dalam masa transisi,” kata Francis menanggapi sebuah pertanyaan tentang Suu Kyi dan demokrasi baru di Burma.

“Jadi hal harus dilihat melalui lensa ini. Myanmar harus bisa menantikan pembangunan negara ini.”

Pertemuan selanjutnya pada Jumat (1/12/2017) di ibu kota Bangladesh, Dhaka, Francis mengadakan pertemuan dengan pengungsi Muslim Rohingya. Pada pertemuan itu Paus menggunakan kata Rohingya untuk pertama kalinya dalam perjalanan tersebut.

Dia mengatakan kepada ribuan orang bahwa Rohingya adalah kehadiran Tuhan di dalam diri mereka dan mereka harus dihormati.

“Saya menangis dan mencoba menyembunyikannya,” kata Francis di pesawat, menceritakan bagaimana perasaannya saat para pengungsi menceritakan cobaan berat kepadanya. (asr)

Sumber : Reuters/Philip Pullella

Senat Amerika Loloskan RUU Pajak Setelah Partai Republik Menangkan Voting

0

ErabaruNews – Senat Amerika Serikat mengeluarkan sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) pajak menyeluruh. Ini adalah sebuah tonggak penting bagi Partai Republik dalam upaya terakhir melakukan reformasi pajak.

Dewan Perwakilan yang diisi para Wakil Negara Bagian yang dikendalikan oleh Partai Republik meloloskan rencana RUU melalui pemungutan suara. Sebanyak 51 suara menyatakan setuju dengan RUU dan 49 suara lainnya menolak. Pemungutan suara digelar pada Sabtu (2/12/2017) dini hari waktu setempat.

Senator Bob Corker dari Tennessee adalah satu-satunya Republikan yang memilih menentang undang-undang tersebut. Dia mengaku khawatiran tentang potensi penambahan tagihan pajak terhadap defisit anggaran.

Reformasi Pajak mendapat momentum setelah pihak Partai Republik meminta bantuan mereka satu demi satu. Senator John McCain (Republik-Arizona) mengumumkan dukungannya pada 30 November. Selanjutnya, Jeff Flake (R., Ariz.), Ron Johnson (R., Wis.), Dan Steve Daines (R. Mont.) juga menyampaikan dukungan beberapa jam sebelum pemungutan suara, membuat orang-orang Partai Republik menjadi lega.

Sementara itu, semua wakil negara bagian asal Partai Demokrat memilih menentang RUU tersebut. Mereka menolak RUU karena menilai pemotongan pajak menguntungkan orang kaya di kelas menengah dan akan membuat membengkak defisit anggaran selama 10 tahun ke depan.

Dewan Perwakilan Rakyat AS sebelumnya juga sudah mengeluarkan RUU pajak versi mereka sendiri pada 16 November lalu, yang berbeda cukup signifikan dengan RUU versi Senat.

Selanjutnya kedua kamar parlemen itu, baik Senat yang merupakan wakil Negara Bagian maupun DPR yang merupakan wakil rakyat sesuai populasi penduduk, akan bekerja sama menyusun satu RUU yang seragam.

Pemimpin Republikan DPR telah menjadwalkan pemungutan suara untuk 4 Desember untuk menghadiri konferensi dengan Senat mengenai RUU Pajak. Agar RUU reformasi perpajakan itu bisa lolos menjadi undang-undang, kedua majelis harus mengeluarkan undang-undang yang sama dan mengirimkannya kepada presiden.

Partai Republik memiliki ambisi untuk menetapkan RUU tersebut menjadi undang-undang pada akhir tahun, atau bahkan sebelum Natal tiba. Jika berhasil, itu akan menjadi reformasi pajak besar pertama sejak 1986.

Hasil pemungutan suara di Senat pun menyita perhatian Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia segera menanggapinya melalui sebuah akun sosial media.

“RUU Pajak dan Pemotongan Pajak Terbesar dalam sejarah baru saja diloloskan di Senat. Sekarang para Republikan hebat ini akan melakukan proses terakhir,” tulis Presiden Donald Trump dalam sebuah tweet pada 2 Desember 2017.

“Terima kasih kepada para Republikan baik di DPR dan Senat atas kerja keras dan komitmen Anda!” sambung Trump.

Trump yakin bahwa dua kamar parlemen tersebut akan mengatasi perbedaan mereka. Dia pun sangat yakin, UU Reformasi Pajak akan menjadi hadiah Natal untuk rakyat Amerika. (waa)

Investigasi Delapan Eksekutif Perbankan Mengungkap Korupsi Skala Luas di Tiongkok

0

Tiongkok baru-baru ini telah membuka sistem keuangannya untuk pemilik asing, yang memungkinkan investor asing untuk mengambilalih kepentingan di perusahaan sekuritas Tiongkok, perusahaan asuransi, manajer aset, dan pedagang berjangka. Relaksasi kepemilikan telah disambut oleh banyak lembaga keuangan di Amerika Serikat. Namun, lingkungan investasi mungkin tidak terlalu menguntungkan, mengingat serentetan penyelidikan baru-baru ini yang menyebabkan eksekutif perbankan Tiongkok dipecat.

Cai Guohua, ketua Bank Hengfeng, satu dari dua belas bank komersial saham gabungan di Tiongkok, diinvestigasi atas pelanggaran serius terhadap disiplin Partai, sebuah kata pelembut yang sering digunakan untuk istilah korupsi, lapor berita bisnis Tiongkok Caixin pada 28 November.

Cai juga dilucuti dari jabatannya yang lain sebagai sekretaris partai bank tersebut, menurut Xinhua. Untuk sementara, dia akan digantikan oleh Wang Hua, mantan sekretaris jenderal Propinsi Shandong.

Berita tersebut mungkin tidak terlalu mengejutkan, mengingat eksekutif puncak di bank tersebut mengalami banyak skandal tahun lalu. Pertama, skandal penggelapan mengungkapkan bahwa Luan Yongtai, yang saat itu kepala Hengfeng, telah menyedot 21 juta yuan (sekitar $3,18 juta). Luan kemudian ketahuan Cai atas pengambilan 38 juta yuan (sekitar $5,74 juta) melalui sistem bonus perusahaan, memberikan gaji dan bonus yang lebih tinggi tanpa persetujuan baik dari dewan direksi maupun  pemegang saham, menurut portal berita Tiongkok Sina.

Kemudian, publikasi bisnis Tiongkok Caixin mengungkapkan bahwa Cai, yang dulunya adalah wakil walikota Yantai, sebuah kota di Propinsi Shandong, telah secara ilegal memindahkan dana perwalian bank tersebut sebesar 43 miliar yuan (sekitar $6,5 miliar) ke perusahaan shell, di dalam usaha pergulatan keras kontrol bank dari Badan Pengawasan Aset dan Pengawasan Aset Milik Yantai, yang merupakan pemegang saham terbesar di Bank Hengfeng pada saat itu.

Meskipun Luan dilucuti dari jabatannya pada bulan Desember 2016, Cai sepertinya telah menghindari hukuman yang telah diputuskan sampai sekarang.

Korupsi di Bank Hengfeng bukan merupakan insiden satu-satunya. Pada bulan Februari, Yang Dongping, anggota komite partai dan kepala petugas kerugian dari Bank of Communications, salah satu bank terbesar di Tiongkok, telah mendisiplinkan “shuangkai,” dilucuti dari keanggotaan Partai dan jabatan jabatan publiknya (sebagai kepala petugas kerugian). Badan pengawas anti korupsi Partai Komunis Tiongkok (PKT), Komisi Disiplin dan Inspeksi Pusat (CCDI), menemukan bahwa Yang secara tidak sah memberikan pinjaman kepada pemilik bisnis swasta dan mengantongi uang untuk dirinya dan keluarganya, menurut People’s Net , versi online dari corong rezim People’s Daily.

Di Bank of Inner Mongolia, sebuah bank komersial milik negara dengan total aset 118,6 miliar yuan (sekitar $17,9 miliar) menurut statistik resmi negara yang terakhir, Yan Cheng, mantan kepala deputi bank tersebut, dikeluarkan dari Partai pada bulan April setelah Investigasi CCDI menemukan bahwa dia telah menggelapkan dana publik dan menerima suap, kata situs CCDI.

Menurut buku “China’s Banking Transformation: The Untold Story’’ (Transformasi Perbankan Tiongkok: Kisah Tak Terungkap) oleh James Stent, ketua dan CEO bank saham milik negara dan saham gabungan dianggap sebagai anggota Partai senior dan memegang jajaran menteri dan wakil kementerian dalam hirarki Partai. Umumnya, ketua atau CEO juga bertindak sebagai sekretaris partai bank tersebut, yang bertanggung jawab atas organisasi Partai di bank tersebut yang membahas kebijakan pusat dan ideologi Partai.

Pada bulan Mei, Yang Jiacai, asisten Guo Shuqing, ketua Komisi Pengaturan Perbankan Tiongkok saat ini, juga dipecat setelah dia menerima suap dan secara tidak sah menggunakan posisinya untuk membantu anaknya menjalankan bisnisnya.

Pada bulan Agustus, Li Changjun, mantan kepala Export-Import Bank of China cabang Beijing, dilucuti dari keanggotaan Partainya dan dipecat dari posisinya, menurut juru bicara rezim Tiongkok Xinhua, setelah dia dinyatakan bersalah melakukan penyuapan dan perdagangan seks untuk pelayanan politik. Bank tersebut, salah satu dari tiga bank institusional di Tiongkok yang disewa untuk menerapkan kebijakan negara, berada di bawah Dewan Negara PKT.

Juga pada bulan Agustus, Yao Zhongmin, wakil presiden dan wakil ketua komite partai di China Development Bank, bank lain di bawah yurisdiksi Dewan Negara, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara dan didenda 3,5 juta yuan ($528.920), menurut Xinhua, karena membantu “entitas terkait” mendapatkan pinjaman, sementara secara ilegal menerima suap sebesar 36,19 juta yuan (sekitar $5,47 juta).

Pada bulan September, Wang Jianhua, sekretaris partai Bank of Jiangsu, sebuah bank komersial regional dengan aset senilai 1.563 miliar yuan (sekitar $236 miliar), dikeluarkan dari Partai setelah dia ditemukan telah membeli rumah secara ilegal dengan harga murah, menerima suap, dan terlibat dalam hubungan yang tidak pantas dengan dua wanita, menurut situs CCDI.

Pada tanggal 6 November, Lin Xiaoxuan, kepala petugas informasi di China Minsheng Bank, bank komersial saham gabungan pertama yang didirikan pada tahun 1996 dan sebagian besar dimiliki oleh perusahaan non-pemerintah, diusir dari Partai, menurut situs CCDI, setelah dia ditemukan telah menerima suap dan secara tidak sah membantu orang lain untuk mendapatkan keuntungan finansial.

Korupsi yang merajalela mungkin bukan satu-satunya kekhawatiran bagi lembaga keuangan asing yang ingin berinvestasi di Tiongkok. Baru-baru ini, Bloomberg memperingatkan terhadap lebih banyak pemilik asing atas perusahaan keuangan Tiongkok, yang menyebut Tiongkok membuka “jebakan,” karena ekonomi Tiongkok melambat. (ran)

Bayi Baru Lahir di India Dinyatakan Dokter Meninggal Dunia, Namun Hidup Saat Hendak Dikebumikan

Epochtimes.id- Bayi yang baru saja lahir dinyatakan meninggal dunia oleh sebuah rumah sakit di Delhi, India. Bayi ini merupakan kembar prematur dan langsung diserahkan ke orangtua mereka.

Namun fakta mengejutkan sekaligus menyedihkan, seorang bayi ternyata masih bernyawa saat prosesi akhir kremasi.

Dilansir dari indiatoday.in, atas kejadian ini, Polisi Delhi memasukkan dalam perkara hukum berdasarkan UU setempat.

Pasal hukum yang dilanggar yakni tentang aturan kasus-kasus berkaitan dengan upaya untuk melakukan pembunuhan yang tak benar dan dapat dihukum hingga tujuh tahun penjara.

Pemerintah Delhi memerintahkan penyelidikan atas “kelalaian kriminal” dengan instruksi Menteri Utama Arvind Kejriwal yang menjanjikan “tindakan tegas”.

Orangtua, yang hancur oleh kabar meresahkan dari Max Hospital (Shalimar Bagh) juga terkejut ketika mereka menemukan salah satu dari si kembar bergerak.

“Kami merobek paketnya, ada 2-3 pakaian dan tas plastik, anak itu masih bernafas, kami membawa bayi itu ke klinik bayi terdekat di Pitampura,” kata ayah tersebut kepada wartawan.

Ibu dari bayi kembar anak laki-laki tersebut juga dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Penyelidikan awal mengenai insiden tersebut akan dimulai dan laporan pendahuluan akan diajukan dalam waktu 72 jam dan laporan akhir akan disampaikan seminggu kemudian,” demikian perintah yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Kota, Satyendar Jain.

Sebagai respon insiden di Delhi, Menteri Kesehatan JP Nadda mengatakan pihaknya telah mengarahkan pemerintahan negara bagian Delhi untuk menyelidiki masalah ini dan mengambil tindakan yang diperlukan.

Surat yang ditulis kepada sekretaris utama kesehatan pemerintahan Delhi, aparat setempat mengatakan tindakan yang diambil dalam masalah ini disampaikan ke kementerian dalam waktu dua minggu.

“Tuduhan tersebut serius dan menuntut penyelidikan yang serius. Rincian kasus tersebut perlu diverifikasi dan tindakan harus dilakukan terhadap personil yang bersangkutan, jika dinyatakan bersalah melakukan kelalaian medis,” kata pejabat setempat Athani dalam suratnya.

Polisi mengatakan pihaknya menerima telepon di Kantor Polisi Shalimar Bagh. Penelepon mengatakan one Varsha, istri Ashish, dirujuk ke Rumah Sakit Max dari sebuah rumah perawatan di Paschim Vihar karena kemungkinan persalinan prematur.

“Dia dirawat di sana pada 28 November 2017. Para dokter mengatakan kepada keluarga kemungkinan tipis harapan si kembar untuk bertahan hidup, karena dia hamil enam bulan,” kata mereka.

Varsha telah melahirkan seorang anak laki-laki dan perempuan. Keluarga tersebut kemudian diberitahu bahwa si kembar lahir tak bernyawa dan diserahkan ke pihak keluarga.

Rumah Sakit Max dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Kami mendapat perhatian bahwa bayi prematur (22 minggu) yang dilaporkan mendapat dukungan hidup di sebuah rumah perawatan, sayangnya tidak diberi tanda kehidupan oleh Max Hospital. Shalimar Bagh.”

“Bayi ini adalah salah satu bayi kembar yang lahir pada 30 November pagi. Bayi lainnya lahir tak bernyawa. Kami dikejutkan dan khawatir dengan kejadian langka ini,” katanya.

Pernyataan tersebut mengatakan penyelidikan terperinci dimulai dari pihak internal. Sambil menunggu agar dokter yang bersangkutan diminta untuk cuti, pihak rumah sakit menyebut mereka terus berkomunikasi dengan orangtua bayi serta memberikan semua dukungan yang dibutuhkan.

Polisi Delhi telah mengirimkan dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut ke Dewan kedokteran India dan Dewan Kedokteran Delhi memutuskan untuk menggelar pemeriksaan lebih lanjut. (asr)

Sumber : India Today

Situasi Genting, Pemulangan Mahasiswa Tiongkok dari Korea Utara Mendesak

oleh Tang Feng

Ancaman rudal Korea Utara yang terus meningkat telah mempercepat kenaikan suhu ketegangan di Semenanjung Korea. Stabilitas keamanan kian terancam, perang sewaktu-waktu bisa meletus.

Akhir-akhir ini Dewan Mahasiswa Tiongkok (China Scholarship Council, CSC) secara berturut-turut menerima informasi dari badan intelijen Tiongkok yang melakukan pemantauan situasi di Korea Utara mengatakan bahwa dengan meningkatnya resiko perang pihak Beijing perlu mempertimbangkan untuk secepatnya mengevakuasi mahasiswa Tiongkok dari negara itu.

Media Hongkong ‘South China Morning Post’ mengutip hasil pemantauan Zhao Dong, seorang peneliti di Pusat Kebijakan Global Tsinghua-Carnegie pada 1 Desember melaporkan bahwa dilihat dari perkembangan situasi akhir-akhir ini, tampaknya kemungkinan AS menggunakan senjata untuk menghadapi  Korea Utara cukup tinggi. Dan hubungan Tiongkok – Korea Utara juga akan memburuk, mungkin serupa hubungan AS – DPRK.

Sebagaimana yang dilaporkan sumber bahwa Dewan Mahasiswa Tiongkok baru-baru ini secara berturut-turut menerima informasi dari badan intelijen Tiongkok yang merasa khawatir dengan meningkatnya frekuensi uji coba nuklir Korea Utara belakangan ini.

Badan Intelijen Tiongkok mengatakan bahwa pihak Beijing sebaiknya sudah mulai mempertimbangkan soal evakuasi dan segera menghentikan program pertukaran mahasiswa dengan negara tersebut.

Program pertukaran mahasiswa antara Tiongkok dengan Korea Utara sudah berlangsung hampir 20 tahun dan belum pernah terhenti. Setiap tahun masing-masing negara akan mengirim lebih dari 60 orang mahasiswa untuk belajar atau mendalami ilmu pengetahuan selama 7 bulan.

Atase Pendidikan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Korea Utara, Zhao Tiejun kepada media Tiongkok mengatakan, sebagian besar mahasiswa Tiongkok dikirim belajar di Universitas Kim Il-sung dan Universitas Pendidikan Kim Hyong-jik di Pyongyang.

Pihak Tiongkok lebih memilih siswa yang ingin mendalami bahasa Korea karena selama belajar itu mereka bisa menikmati beasiswa yang diberikan pemerintah Korea Utara, serta subsidi dan tiket pesawat pulang-pergi yang disediakan oleh pihak Tiongkok.

Menurut statistik, sejauh ini sudah lebih dari 5.000 orang mahasiswa Korea Utara telah datang ke Tiongkok untuk belajar, begitu pula ada 1.700 orang pelajar Tiongkok telah pergi ke Korea Utara.

Dilaporkan bahwa pada 29 Nopember saat Korea Utara melakukan peluncuran rudal, Dutabesar AS untuk PBB Nikki Haley dalam sebuah pertemuan darurat di Dewan Keamanan PBB mengatakan : “Presiden Trump meminta Presiden Xi Jinping untuk menghentikan pasokan minyak mentah ke DPRK”.

Nikki Haley lebih lanjut mengatakan, jika Beijing tidak dapat mengambil tindakan tersebut, maka Amerika Serikat akan secara langsung mengambil tindakan untuk mengatasinya. Nikki memperingatkan Korea Utara : “Jika pecah perang, rezim Korut terancam punah”.

Sebelum ini, pihak berwenang Beijing telah memerintahkan perusahaan Korea Utara untuk menarik diri dari Tiongkok selambat-lambatnya pada akhir bulan Januari tahun depan.

Selain itu, visa kerja untuk para warga Korea Utara di Tiongkok juga tidak akan diperpanjang. Beijing juga membumikan pesawat udara Air China jurusan Beijing – Pyongyang pulang pergi dan menutup jembatan perbatasan antara Tiongkok dan Korea Utara. Analis percaya bahwa Beijing saat ini sedang bermain sungguhan terhadap Korea Utara.

Baru-baru ini, sebagian besar restoran makanan Korea Utara di kota-kota besar Tiongkok ditutup dan sebagian besar wanita pramusaji Korea Utara yang cantik-cantik beserta sejumlah tenaga kerja warga Korea Utara di Tiongkok juga berangsur-angsur dievakuasi dari Tiongkok.

Dilaporkan pula, Grup Angkatan Darat ke 78 dari Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang berpusat di kota Harbin, baru-baru ini bergabung dalam latihan militer ‘Yanhan 2017’ , grup militer ini bertanggung jawab untuk memantau situasi di wilayah perbatasan Tiongkok – Korea Utara.

Beberapa analisa menunjukkan bahwa latihan militer kali ini memiliki hubungan erat dengan perkembangan situasi di Semenanjung Korea, Mungkin saja mereka melakukan pemanasan untuk menghadapi perang. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv

Filipina Siapkan Skenario Terburuk Masalah Dampak Vaksin DBD

Epochtimes.id- Filipina dipersiapkan untuk menghadapi “skenario terburuk” menyusul peringatan vaksin anti-demam berdarah yang diberikan kepada ribuan anak-anak dapat memperburuk penyakit ini dalam beberapa kasus.

Juru Bicara Departemen Kesehatan, Eric Tayag kepada AFP mengatakan negara tersebut telah melakukan tindakan pencegahan terhadap potensi dampak ketika negara itu pertama kali menggunakan vaksin ini pada tahun 2016.

Pengembang vaksin pertama di dunia untuk virus DBD, perusahaan raksasa farmasi Prancis Sanofi, mengungkapkan awal pekan ini dampaknya dapat memicu gejala yang lebih parah terhadap orang-orang sebelumnya tak pernah terinfeksi demam berdarah.

Lebih dari 733.000 anak-anak telah menerima vaksin Dengvaxia. Dampaknya menimbulkan kekhawatiran akan banyak orang dapat menyebabkan penyakit yang lebih keras.

“Departemen Kesehatan dipersiapkan untuk skenario terburuk,” kata Tayag kepada televisi ABS-CBN, sehari setelah departemen tersebut mengumumkan bahwa mereka menangguhkan program vaksinasi massal.

Tayag mengatakan bahwa pemerintah telah berhati-hati dalam menerapkan skema di daerah di mana demam berdarah sudah meluas. Vaksin hanya diberikan kepada anak-anak berusia sembilan tahun atau lebih.

“Mereka yang divaksin ditindaklanjuti karena efek samping setelah imunisasi,” katanya.

Dia menambahkan pihaknya sebelumnya mengatakan tidak ada laporan kasus infeksi yang memburuk di antara mereka yang menerima vaksin tersebut. Mereka juga sudah memeriksa catatan rumah sakit untuk kasus demam berdarah yang parah.

Sanofi telah mengatakan kasus demam berdarah akut tersebut tidak akan terlihat sampai sekitar lima tahun setelah vaksinasi.

Pengembang pada awalnya mengatakan bahwa vaksin Dengvaxia “kritis” dalam perang melawan demam berdarah, virus nyamuk yang paling umum di dunia.

Penelitian terbaru telah mengonfirmasi manfaat Dengvaxia untuk “mereka yang memiliki infeksi sebelumnya” dengan penyakit yang berpotensi mematikan.

“Bagi mereka yang sebelumnya tidak terinfeksi virus dengue, analisis tersebut menemukan bahwa dalam jangka panjang, lebih banyak kasus penyakit parah dapat terjadi setelah vaksinasi pada infeksi dengue berikutnya,” demikian keterangan pihak Sanofi.

Lebih dari 1.000 orang di Filipina meninggal karena demam berdarah tahun lalu, dari lebih 211.000 kasus suspek. (asr)

Sumber : AFP/NewIndianExpress

Kita Hidup di Era Konsumsi Modal

0

Oleh Ronald-Peter Stöferle

Saat ini, orang berpikir tentang modal dengan cara satu dimensi: Apakah itu penghematan dari individu pribadi, cadangan modal yang disimpan oleh dana pensiun, modal awal pengusaha, atau pajak keuntungan modal atas investasi, semua ini dipikirkan sebagai uang

Namun modal berbeda dari uang. Ini adalah struktur yang pasti, terdiri dari unsur-unsur yang berbeda seperti barang fisik, pengetahuan, dan gagasan, serta bakat dan pengalaman masyarakat. Uang hanya menyederhanakan cara akuntansi yang membantu kita mengukur struktur modal yang sangat kompleks dengan cara yang seragam. Ini berfungsi sebagai dasar untuk menilai nilai dari berbagai bentuk modal.

Buku teks ekonomi modern biasanya mengacu pada modal dengan huruf “C.” Pendekatan ini mengaburkan fakta penting bahwa modal tersebut bukan besaran tunggal, sebuah variabel ekonomi yang  menggambarkan replikasi sendiri secara ajaib, gumpalan homogen, namun sebenarnya adalah struktur heterogen. Di antara berbagai aliran pemikiran ekonomi, ini adalah yang pertama dan terutama yang menekankan heterogenitas modal. Lebih jauh lagi, orang-orang Austria telah mengakui dengan benar bahwa modal tidak secara otomatis tumbuh atau mengabadikan dirinya sendiri. Modal harus diciptakan dan dipelihara secara aktif melalui investasi produksi, tabungan, dan investasi yang masuk akal.

Generasi-generasi yang saat ini hidup di masyarakat kita dapat menikmati standar kehidupan yang tinggi sebagai hasil dari beberapa dekade atau bahkan berabad-abad akumulasi modal budaya dan ekonomi kita.

 Kita juga harus membedakan antara dua jenis barang dalam proses produksi: barang konsumsi dan barang modal. Kita mengkonsumsi barang-barang ini; Makanan adalah salah satu contoh tanpa ada langkah di antaranya. Barang konsumen merupakan sarana untuk mencapai tujuan secara langsung. Dengan demikian, makanan secara langsung memenuhi kebutuhan dasar akan gizi.

Barang modal berbeda dari barang konsumsi karena mereka adalah stasiun jalan menuju produksi barang konsumsi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan segera. Barang modal, oleh karena itu, adalah sarana untuk mencapai tujuan secara tidak langsung. Oven komersial (digunakan untuk tujuan komersial) adalah barang modal yang memungkinkan pembuat roti memproduksi roti untuk konsumen.

Melalui formasi modal, seseorang berpotensi meningkatkan produktivitas, jika modal membantu memperbaiki proses produksi. Tukang roti bisa memanggang roti yang lebih banyak dan lebih baik dengan oven daripada hanya memanggang adonan di atas api. Namun agar modal terbentuk, produksi barang konsumsi harus turun sementara atau bahkan berhenti, karena sumber daya langka kemudian digunakan untuk memproduksi barang modal. Untuk beberapa lama, sementara dia membangun oven, tukang roti tidak bisa memanggang sebanyak adonan di atas api. Setiap pendalaman struktur produksi melibatkan pengambilan jalan memutar.

Kembali Jangka Panjang

Tapi formasi modal adalah usaha untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang dengan mengadopsi lebih banyak rancangan dan metode produksi yang canggih. Setelah oven siap dan berjalan, tukang roti bisa mengeluarkan lebih banyak dan roti yang lebih baik dengan sedikit usaha. Hasil imbal balik yang lebih tinggi sama sekali tidak dijamin, karena metode rancangan yang dipilih dapat berubah menjadi salah arah dan perhitungannya salah.

Dalam skenario terbaik, hanya metode yang menghasilkan produktivitas lebih besar yang akan diterapkan secara luas. Karena hanya metode dan proses produksi terbaik yang menang dalam sistem persaingan, struktur produksi yang lebih padat modal akan menghasilkan lebih banyak output daripada yang tidak terlalu padat modal. Wilayah ekonomi yang semakin makmur, semakin padat struktur produksi produksinya. Kenyataan bahwa generasi yang saat ini hidup di masyarakat kita dapat menikmati standar hidup yang tinggi seperti itu adalah hasil dari beberapa dekade atau bahkan berabad-abad akumulasi modal budaya dan ekonomi kita.

Namun, begitu persediaan modal telah dibangun, itu sama sekali tidak abadi. Modal benar-benar bersifat sementara; ia habis, habis dalam proses produksi, atau menjadi sangat usang. Modal yang ada membutuhkan reinvestasi rutin berulang, yang biasanya dapat didanai langsung dari hasil yang dihasilkan dari modal. Jika reinvestasi terbengkalai karena seluruh output atau lebih dikonsumsi, hasilnya adalah konsumsi modal.

Konsumsi Modal

Bukan hanya berkurangnya pemahaman tentang sifat modal yang membawa kita untuk mengkonsumsinya tanpa menyadarinya. Ini juga merupakan kerangka ekonomi riil yang tanpa disadari mendorong kita untuk melakukannya.

Pada tahun 1971, sistem uang kita terpotong lepas dari jangkar emas, dan kita memasuki “era uang kertas.” Pemotongan ikatan terakhir pada emas adalah kesalahan fatal. Antara lain, hal itu telah memicu ketidakstabilan suku bunga yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sementara suku bunga menunjukkan volatilitas yang relatif kecil asalkan uang masih terkait dengan emas, mereka melonjak secara dramatis setelah 1971, mencapai puncaknya sekitar 16 persen pada tahun 1981 untuk Treasury AS 10 tahun, sebelum memulai penurunan yang berlanjut hingga hari ini. Ini adalah penurunan suku bunga yang sangat besar selama 35 tahun terakhir yang secara bertahap mengikis persediaan modal.

Tabungan menjadi tidak ekonomis, dan tidak ada formasi modal tanpa tabungan. Jika pendapatan tersebut dari tabungan, atau lebih tepatnya pengembalian bunga pada tabungan, membeli lebih sedikit dan lebih sedikit barang-barng konsumen, akan menjadi kurang dan kurang berguna untuk menabung. Setiap pensiunan yang hidup dari pendapatan tetap tahu bahwa pendapatan dari tabungan telah menurun, terutama sejak krisis keuangan terakhir.

Begitu nol atau bahkan wilayah suku bunga negatif tercapai, pengembalian modal yang tersimpan tidak lagi cukup besar untuk melanjutkan hidup, apalagi mempertahankan standar hidup yang layak. Untuk mengejar kekurangan pendapatan tersebut, modal yang ditabung harus dikonsumsi untuk menjamin kelangsungan hidup seseorang. Orang harus menggali prinsip menjaga agar arus kas tetap positif.

Karena tren multi dekade ini, kita melihat konsumsi modal di mana-mana hari ini, dalam membusuknya infrastruktur publik seperti jalan dan bandara serta fasilitas produksi swasta di Rust Belt.

Selain itu, kebijakan untuk mengurangi kepentingan secara artifisial seperti yang diatur oleh bank sentral menyebabkan pemborosan sumber daya dan tabungan dan oleh karena itu mendorong konsumsi modal. Bayangkan ribuan rumah yang belum selesai selama krisis subprime terakhir tersebut. Usaha manusia dan sumber daya fisik hilang selamanya.

Di sisi lain, revolusi IT, serta penyertaan dan pengembangan ekonomi di Eropa Timur dan Asia, telah meningkatkan produktivitas secara global dan melawan kekuatan inflasi dan penipisan modal di dunia maju tersebut. Tanpa kekuatan penangkal ini, perlu membatasi konsumsi di negara-negara Barat pada waktu lama yang telah lalu.

Selain itu, semua negara yang membanjiri redistribusi kesejahteraan tersebut, yang terus-menerus menggeser dan mengalokasikan kembali sejumlah besar modal baik secara langsung melalui pajak atau secara tidak langsung melalui sistem moneter, berhasil mengatasi dampak konsumsi modal, sampai batas tertentu. Kita tidak tahu berapa lama lagi proses ini bisa berlanjut, tapi begitu persediaan modal habis, akan terlambat untuk menyesal. (ran)

Ronald-Peter Stöferle adalah managing partner dan manajer portofolio di perusahaan manajemen aset Eropa Incrementum AG.

Sehari Gunung Sinabung 3 Kali Erupsi dan 55 Gempa Guguran, Waspada Lahar Dingin

Epochtimes.id- Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tingkat aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara masih berada pada Level IV (Awas).

Gunung  Sinabung yang memiliki ketinggian 2460 meter dari pemrukaan laut dari Kamis sampai Sabtu pagi visual gunungapi teramati jelas sebagian namun umumnya tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati karena gunung tertutup kabut.

PVMBG mencatat angin bertiup lemah-sedang ke arah selatan dan barat. “Melalui rekaman seismograf tercatat 3 kali erupsi letusan dan 55 gempa guguran. Secara visual tinggi kolom abu tebal tekanan sedang  teramati 700 m,” laporan tertulis PVMBG, Sabtu (2/12/2017).

Guguran lava juga teramati sejauh 500-1000 m meluncur ke lereng arah selatan, tenggara, timur. Erupsi tidak disertai oleh awan panas guguran. Bendungan di Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.

Sebagai langkah rekomendasi, PVMbG meminta masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

PVMBG mengingatkan telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013.

Hasil pengukuran volume kubah lava yang dilakukan terakhir kali pada tanggal 13 November 2017 pukul 07:21 WIB dan yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava adalah sekitar 1,68 juta m3.

Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas sejak tanggal 10 April 2017 yang lalu meluncur sejauh 3,5 km dan luncuran awan panas Tanggal 2-3 Agustus 2017 sejauh 4,5 km ke lereng Tenggara dan Timur mencapai Sungai Laborus.

Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 dan pasca luncuran awan panas 02 Agustus  2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) Danau Laborus bertambah  besar.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat. (asr)

Salah Satu Gunung Berapi Paling Mematikan di Eropa Pun Ikut Terbangun

0

Salah satu gunung berapi yang paling kuat di Eropa mulai terbangun dari tidur panjangnya.

Öræfajökull, gunung berapi terbesar dan paling aktif di Islandia, menunjukkan tanda-tanda bahwa ia mulai aktif setelah berabad-abad.

Para ilmuwan telah mendeteksi aktivitas panas bumi yang berasal dari gunung berapi tersebut, yang membuat pihak berwenang Islandia menyatakan bahwa mereka tidak lagi yakin itu tidak aktif, lapor Iceland Magazine.

Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa “kawah es” sepanjang 1 kilometer telah terbentuk di kaldera gunung berapi tersebut, kawah besar yang mirip lekukan akibat terjadi penurunan berada di puncaknya.

Para ilmuwan percaya bahwa kaldera tersebut telah mengeluarkan air panas bumi, yang terdeteksi mengalir ke sungai glasial di dekatnya. Bau sulfat khas juga telah diperhatikan.

Airlines telah diberi “peringatan kuning” karena “alasan keamanan karena kami tidak terlalu tahu tentang Öræfajökull atau bagaimana berperilaku sejak kunjungan terakhir tahun 1727 dan sebelum tahun 1362,” kata Bryndís Gísladóttir, seorang spesialis sumber daya alam kepada Morgunbladid.

Öræfajökull terakhir meletus pada tahun 1727 dalam apa yang para ahli katakan adalah letusan paling mematikan kedua dalam sejarah Islandia.

Pada tahun 1362 letusan semburan uap dilaporkan telah membunuh semua penduduk hingga 40 peternakan yang berada di dekat gunung berapi tersebut.

https://www.facebook.com/Natturuva/posts/1984014795145951

Kantor Meteorologi Islandia mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Meskipun telah ada aktivitas panas bumi yang signifikan di kaldera Öræfajökull, tidak ada tanda-tanda letusan gunung berapi yang akan terjadi.

“Ada ketidakpastian yang cukup besar tentang bagaimana situasinya akan berkembang. Kantor Meteorologi Islandia tersebut secara kontinyu memantau kawasan sepanjang waktu melalui pengamatan seismik.”

International Business Times melaporkan bahwa jika Öræfajökull meletus, hal itu dapat mempengaruhi dua daerah wisata paling populer di Islandia, yang terletak di dekat gunung berapi tersebut. (ran)

Retakan-retakan di Dalam Ekonomi Tiongkok

0

Setelah Kongres Nasional, Tiongkok semakin serius dalam reformasi, mengguncang pasar

Analisis Berita

Angka pertumbuhan PDB terakhir yang dikeluarkan oleh Partai Komunis Tiongkok setelah Kongres Nasional baru-baru ini, tentu saja, sangat sempurna dan disesuaikan dengan harapan. Perekonomian Tiongkok tumbuh 6,8 persen pada kuartal ketiga, memberikan latar belakang yang bagus untuk kongres tersebut pada bulan Oktober. Sekarang setelah kongres selesai, bagaimanapun, dan Xi Jinping telah memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan, rezim tersebut semakin serius dalam reformasi, yang meresahkan pasar keuangan.

Indeks saham Shanghai Composite kehilangan 3,2 persen dalam hitungan hari karena sejumlah peraturan diumumkan pada 17 November oleh Komite Stabilitas dan Pengembangan Keuangan yang baru dibuat, sebuah regulator super di bawah pengawasan langsung Dewan Negara, kabinet Tiongkok. Ini bertujuan untuk mengurangi jumlah uang yang disebut shadow bank yang dapat memompa ke dalam ekonomi tanpa pengawasan dan kontrol oleh otoritas pusat.

“Bahkan pejabat Tiongkok mengakui masalah ini dan mengambil langkah untuk mengatasinya, sebuah perubahan penting mengingat pemerintah enggan mengakui adanya kelemahan dalam ekonomi Tiongkok,” firma riset Geopolitical Futures menulis sebuah catatan kepada kliennya.

Aset shadow banking ini bernilai sekitar $7,58 triliun, tergantung siapa yang menghitung. Uang tersebut memicu pemulihan ekonomi Tiongkok, setelah terjadi perlambatan pada tahun 2016, dengan menyalurkan kredit ke sektor real estat yang sedang booming, sementara bank-bank biasa mencapai batas pinjaman mereka.

Dan terlepas dari kenyataan tersebut mereka hanya menghasilkan sekitar seperlima dari sistem perbankan Tiongkok, sebuah kelegaan yang tidak menyenangkan dari aset-aset ini akan menimbulkan malapetaka, menurut Victor Shih, seorang profesor di University of California-San Diego.

“Meskipun ukuran bayangan pembiayaan relatif rendah terhadap sektor perbankan, pada 50 triliun [yuan], sebuah kebingungan yang membingungkan untuk aset di dunia bayangan dapat mengeja masalah serius bagi Tiongkok,” tulisnya dalam sebuah laporan untuk Mercator Institute for Tiongkok Studi.

Meskipun arus shadow banking masih tumbuh seiring dengan Kongres Nasional, pasar real estat telah mulai mereda akibat peraturan yang diluncurkan sepanjang 2017 yang secara khusus menargetkan kepemilikan properti. Naik 17 persen sepanjang tahun di kuartal pertama, penjualan ruang lantai residensial justru turun 2 persen pada kuartal ketiga.

“Pembatasan baru pada penjualan kembali properti dan dukungan yang memudar dari pembangunan kembali area kumuh akan terus membebani penjualan perumahan. Ini menjelaskan penurunan pertumbuhan investasi residensial,” tulis firma riset, TS Lombard, dalam sebuah laporan.

Kredit shadow banking sebagian besar terdiri dari pinjaman real estat, baik dalam bentuk hipotek atau pinjaman kepada pengembang. Jika pinjaman ini macet karena pasar berbalik ke selatan, akan bergejolak melalui sistem pinjaman tersebut, yang akhirnya mencapai bagian ekonomi lainnya, seperti pinjaman subprime A.S. pada tahun 2008.

Jika dana baru untuk menggulirkan kredit macet, sebuah praktik umum di Tiongkok, terputus karena peraturan, akan menjadi pukulan dua kali lipat.

“Namun tantangannya, adalah bahwa membatasi dana yang tersedia untuk industri real estat juga dapat menyebabkan krisis. Tugas sulit Tiongkok adalah mengurangi jumlah hutang di luar neraca sementara mencegah penurunan real estat yang bisa mengancam ekonomi,” tulis Geopolitik Futures.

Menggetarkan Pasar

Jadi, meski berlayar mulus sebelum Kongres Nasional, dua peraturan real estat dan pengelolaan aset sekarang menggetarkan pasar tersebut sekarang, terutama karena Xi selalu berbicara tentang mengurangi uang dan kredit dalam ekonomi namun tidak pernah bertindak.

Corong Partai Komunis People’s Daily menerbitkan beberapa opini editorial sampai tahun 2016 yang mengindikasikan bahwa rezim tersebut serius dalam reformasi. “Reformasi diputuskan setelah mempertimbangkan secara matang situasi ekonomi Tiongkok,” kata surat kabar tersebut mengutip orang dalam yang berwibawa namun tidak disebutkan namanya, yang diyakini secara luas sebagai Xi sendiri.

Perekonomian yang melambat dan tekanan di pasar valuta asing pada tahun 2016 memaksa tangan rezim tersebut, bagaimanapun, dan harus memompa gelembung properti lain untuk memastikan berlayar dengan mulus dalam siding tertutup politik pada bulan Oktober. Sekarang kekuatan Xi lebih kuat, pengumuman reformasi yang cepat membuatnya terlihat seperti dia tidak akan membuang lebih banyak waktu untuk mengatasi masalah hutang.

Dan pasar menganggapnya serius, karena bukan hanya pasar saham yang telah terjual habis. Real estat sudah mulai terpukul, dan sekarang semuanya mulai dari obligasi korporasi hingga obligasi pemerintah, juga mata uang Tiongkok yang kuat tersebut, gelisah. Ini awal tahun 2016 lagi, kecuali bahwa pasar global sepertinya tidak memperhatikan awan-awan di langit Tiongkok.

Dolar A.S. telah jatuh untuk sebagian besar tahun 2017, namun melonjak hampir 4 persen terhadap yuan menjelang kongres tersebut. Pada bulan Agustus 2015, sebuah langkah mengejutkan dengan besaran yang sama, yang dijuluki “devaluasi mini,” mengirim pasar-pasar global ke dalam penurunan tajam untuk sisa tahun tersebut hingga awal tahun 2016.

Obligasi korporasi Tiongkok juga telah terjual habis selama lebih dari satu tahun sekarang, dengan hasil obligasi tingkat atas tersebut naik dari sekitar 3 persen menjadi 5,3 persen selama 12 bulan terakhir. November saja melihat lonjakan hasil sebesar 0,33 persen, menurut sebuah laporan oleh Bloomberg.

Banyak pengamat telah menunggu gelembung hutang perusahaan Tiongkok yang sangat besar, yang membuat 165 persen dari PDB, meledak. Tapi, mirip dengan gelembung hutang pemerintah Jepang, itu belum pernah terjadi.

Dan meskipun hutang pemerintah Tiongkok hanya mencapai 48 persen dari PDB, jauh lebih rendah dari rasio A.S. pada 106 persen, obligasi pemerintah juga telah terjual tajam dengan hasil pada catatan lima tahun mencapai 4 persen, tertinggi dalam beberapa tahun.

Sementara siklus deleveraging dapat dimulai dengan kredit shadow banking, puncak gunung es, adalah pemerintah yang pada akhirnya akan berakhir dengan hutang buruk jika rezim Tiongkok ingin menghindari krisis yang serupa dengan yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2008 Pemerintah pusat dan bank sentral mengambil banyak hutang buruk dari bank swasta dan shadow banking, dan ini kemungkinan akan terjadi di Tiongkok, juga, meningkatkan rasio hutang terhadap PDB pemerintah di atas 100 persen.

Jadi, para pedagang menjual obligasi pemerintah dengan harapan pasokan baru masuk ke pasar, dan juga fakta bahwa beberapa investor harus menjual sekuritas likuid untuk menutupi kekurangan investasi yang tidak likuid, seperti produk shadow banking.

“Analis gelembung masa lalu juga meremehkan sejauh mana Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa mengendalikan hampir semua aspek sistem keuangan melalui komite partai di setiap institusi keuangan di Tiongkok. Kontrol ini mengurangi kemungkinan penjualan panik, yang sering memicu krisis,” tulis Shih.

Jadi, terlepas dari itu, rezim tersebut tampaknya serius dalam reformasi kali ini, dan retakan pertama di pasar muncul, krisis Tiongkok mungkin tidak akan pernah muncul. Pola tersebut akan serupa dengan koreksi Jepang di awal 1990-an. Namun, negara ini harus hidup dengan pertumbuhan PDB lebih rendah dari 6 persen di masa depan. (ran)

Subversi Multi Gerigi Rezim Tiongkok Mencengkeram Australia Dalam Kekuasaan

0

Suatu hari di akhir Mei 2005, utusan Tiongkok Chen Yonglin mengumpulkan istri dan anak perempuannya, keluar dari konsulat negaranya ke jalan-jalan di Sydney, dan membelot ke pihak berwenang Australia.

Telah kecewa dengan pelanggaran hak asasi manusia Partai Komunis yang meluas, Chen memiliki kabar buruk untuk diceritakan. Australia, katanya, merupakan rumah bagi 1.000 mata-mata Tiongkok. Dua tahun kemudian, Chen memberikan wawancara ekstensif dengan The Epoch Times yang merinci kampanye propaganda, penyuapan, dan pemerasan Beijing untuk mempengaruhi diaspora Tiongkok – Australia besar tersebut dalam mendukung agenda Partai Komunis.

Sejak itu, peringatan Chen Yonglin menjadi lebih relevan bagi orang Australia dan juga masyarakat Tiongkok.

‘Invasi Diam’

Dalam beberapa tahun terakhir, miliarder Tiongkok yang memiliki hubungan dekat dengan Partai Komunis telah menjadi sponsor utama politisi Australia, dan menjalankan kampanye berskala besar di media dan universitas yang menargetkan komunitas Tiongkok di luar negeri.

Ketika pemerintah Australia berjuang untuk mempelajari dampak pengaruh Beijing dan menerapkan pembatasan pengaruh asing dalam proses politiknya, wacana bebas mengenai fakta bahwa kepanjangan tangan Partai di Australia sedang mendapat tekanan.

“Bahkan kebebasan saya di Australia semakin terancam oleh soft power Tiongkok,” kata profesor Chongyi Feng dalam sebuah artikel yang dimuat di ABC News Australia. Feng adalah kritikus kuat rezim Tiongkok.

Sebelumnya pada 2017, Feng dilarang untuk kembali ke Australia, di mana dia tinggal, oleh pihak berwenang Tiongkok saat dia pergi ke Tiongkok untuk mengunjungi sanak saudara. Dia hanya diizinkan untuk kembali ke rumah setelah mendapat interogasi dengan berpura-pura membantu penyelidikan hukum.

Awal bulan ini, sebuah buku berjudul “Silent Invasion: How China Is Turning Australia into a Puppet State”, (Invasi Diam: Bagaimana Tiongkok Mengubah Australia Menjadi Negara Wayang) dikeluarkan dari publikasi oleh penerbit Australian Allen & Unwin.

Dalam email pribadi kepada penulis Clive Hamilton, kepala eksekutif penerbit Robert Gorman mengakui bahwa sementara dia “tidak ragu bahwa ‘Invensi Diam’ adalah buku yang sangat penting,” dia juga khawatir tentang “ancaman potensial terhadap buku tersebut dan perusahaan tersebut dari kemungkinan tindakan Beijing.”

Atas perintah Perdana Menteri Malcolm Turnbull, Australian Security Intelligence Organisation (ASIO), Organisasi Intelijen Keamanan Australia, telah mulai menyelidiki usaha milyarder-milyader Tiongkok yang mempunyai koneksi ke Partai Komunis untuk memberi pengaruh kepada politisi Australia.

Dalam satu kasus yang diteliti secara luas, Senator Partai Buruh Sam Dastyari dua kali menghubungi otoritas imigrasi Australia untuk secara pribadi memberi dukungan dana, miliarder Tiongkok Huang Xiangmo, dalam permohonannya untuk kewarganegaraan Australia.

Huang memiliki hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok melalui sejumlah organisasi, termasuk perannya sebagai pemimpin cabang Australia dari sebuah asosiasi yang dikendalikan oleh Partai yang mendukung penyatuan kembali Taiwan dengan Tiongkok daratan di bawah rezim komunis.

‘Qiaowu’

Pada tahun 2000-an, ketika diplomat Chen Yonglin membelot di Sydney, dia berbicara secara rinci tentang bagaimana perwakilan Partai Komunis yang beroperasi di Australia dan negara-negara lain diminta untuk secara aktif mendorong garis Partai mengenai kelompok dan individu yang dianggapnya sebagai musuh politiknya, terutama di antaranya orang-orang Tibet yang diasingkan, orang Taiwan, Muslim Uighur, aktivis demokrasi, dan praktisi Falun Gong.

Praktik spiritual Falun Gong, yang telah menjadi sasaran kampanye penganiayaan komunis terbesar sejak Revolusi Kebudayaan (1966-1976), juga menjadi salah satu target utama Beijing untuk serangan di luar negeri.

Sementara penganut Falun Gong yang tinggal di luar Tiongkok telah aktif dalam mengutuk penganiayaan Partai terhadap keyakinan mereka, sejauh mana pengaruh rezim tersebut di media berbahasa Tiongkok di Australia membatasi cara mereka untuk mengungkapkan pendapat publik, kata Chen Yonglin dalam salah satu wawancaranya dengan The Epoch Times.

Menurut seorang editor di sebuah media rezim pro-Tiongkok yang berbicara dalam wawancara dengan The Sydney Morning Herald, “Hampir 95 persen surat kabar orang Tionghoa Australia telah dibimbing oleh pemerintah Tiongkok sampai tingkat tertentu.”

Karena ukuran, kemakmuran, dan posisi geostrategisnya, Australia merupakan target diplomatik penting bagi rezim Tiongkok.

Tapi Partai Komunis mungkin paling tertarik untuk membangun kontrol terhadap komunitas Tionghoa Australia yang sedang tumbuh untuk menopang upayanya guna “menjaga stabilitas”, yaitu, menekan perbedaan pendapat sosial dan politik, di rumah.

Seperti yang dijelaskan dalam karya spesialis James To, Beijing mempengaruhi tujuan ini melalui sekumpulan kebijakan yang dikenal dengan singkatan bahasa Mandarin “qiaowu” atau “urusan luar negeri Tiongkok”.

Pada tahun 2014, seorang mahasiswa Tiongkok bernama Tony Chang meninggalkan negaranya untuk belajar di Australia. Chang ada di daftar pantauan Partai. Pada tahun 2008, saat berusia 14 tahun, dia ditangkap pada tahun 2008 karena menggantung spanduk pro-Taiwan di kota asalnya. Seperti dilansir ABC News, dia telah diinterogasi oleh pihak berwenang pada awal 2014, sebuah acara yang memotivasi sebagian keputusannya untuk pergi ke luar negeri.

Berada di Australia, Chang meningkatkan aktivisme politiknya. Sebagai tanggapan, agen keamanan Tiongkok membawa orang tuanya, yang masih tinggal di kampung halaman mereka di Shenyang di timur laut Tiongkok, untuk sebuah pertanyaan yang menegangkan di sebuah kedai teh.

“Para agen tersebut menekankan bahwa orang tua saya harus meminta saya untuk menghentikan apa yang saya ikuti dan tetap bersikap low profile,” kata Chang dalam sebuah pernyataan yang diajukan kepada pihak berwenang Australia.

Chang hanyalah satu dari lebih 1,2 juta orang Tionghoa atau orang keturunan Tionghoa yang tinggal di Australia, angka yang telah meningkat hampir dua kali lipat sejak 2006. Banyak pendatang baru-baru ini berasal dari Tiongkok daratan dan sudah tenggelam dalam budaya politik Partai Komunis. Sejumlah besar asosiasi universitas yang memiliki ikatan dengan badan konsulat Tiongkok membawa sekitar 100.000 siswa pertukaran Tiongkok di Australia di bawah perlindungan Partai.

Tindakan Pemaksaan

Meskipun Partai Komunis lebih memilih untuk membentuk front persatuan – yaitu, sebuah jaringan pengaruh dan kontrol politik yang dipelopori oleh pemimpin komunis Rusia Vladimir Lenin – di antara orang-orang Tionghoa Australia, orang-orang seperti Tony Chang jatuh di bawah spesialis James To yang disebut “tindakan pemaksaan”.

Menurut ABC News, pemimpin pelajar pro-rezim Tiongkok, Lupin Lu “menekankan pentingnya menghalangi demonstran anti-komunis.”

Bagi masyarakat  Tionghoa Australia, risiko yang terkait dengan mengungkapkan perbedaan pendapat atau simpati berarti banyak orang tetap bersikap apolitis atau diam. Menggambar dari contoh tersebut Prof. Chongyi Feng, yang ditahan dan diinterogasi karena pandangannya yang tidak sepaham saat mengunjungi Tiongkok, Beijing dan operasi konsulatnya memiliki banyak kekuatan untuk membujuk orang Tionghoa perantauan untuk tunduk.

Pada bulan Juni 2005, tak lama setelah pembelotan Chen Yonglin, mantan polisi rahasia Tiongkok, Hao Fengjun, menguatkan pernyataan Chen bahwa masyarakat Australia sangat diincar oleh mata-mata Tiongkok. Sebagai mantan anggota Kantor 610, sebuah komisi Partai Komunis yang bertugas menangani Falun Gong, dia juga memastikan bahwa Beijing menargetkan etnis dan agama minoritas di luar negeri selain menganiaya mereka di Tiongkok.

“Pengawasan komunitas Tionghoa perantauan telah menjadi strategi konsisten Partai Komunis Tiongkok dan merupakan hasil dari perencanaan dan manajemen yang teliti selama belasan tahun,” kata Chen Yonglin. “Bukan hanya di Australia. Hal ini dilakukan dengan cara ini di negara lain seperti A.S. dan Kanada juga.” (ran)

Wang Qishan Berhak Hadiri Rapat Komite Tetap, Tahun Depan Dinobatkan Sebagai Wakil Kepala Negara

oleh He Mu

Media Hong Kong mengutip sumber yang dapat dipercaya melaporkan bahwa Wang Qishan, mantan Sekretaris Komisi Inspeksi Disiplin Nasional masih menghadiri rapat Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok. Dia diperkirakan akan menduduki jabatan wakil ketua pada bulan Maret tahun depan.

Media Hongkong ‘South China Morning Post’ pada 1 Desember memberitakan, meskipun Wang Qishan telah mengundurkan diri dari Komite Tetap Politbiro, tetapi Xi Jinping masih akan mengatur peran politik untuknya dan berharap dia akan terus menggunakan pengaruh politik untuk bersama Xi membangun bangsa dan negara.

Saat ini, Wang Qishan masih menikmati hak istimewa untuk menghadiri rapat Komite Tetap Politbiro.

Laporan mengutip dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Wang diharapkan menjadi wakil kepala negara melalui Dwi Konferensi yang diselenggarakan pada bulan Maret tahun depan.

Sebagaimana yang dikatakan oleh analis bahwa meskipun Wang Qishan harus lengser karena ‘Tujuh Naik Delapan Turun’ suatu peraturan lisan Partai Komunis Tiongkok untuk menentukan anggota Komite Tetap.

Tetapi Xi Jinping masih berharap melalui pengaruh politik Wang untuk memperkuat stabilitas politik Tiongkok dan kontinuitasnya. Wang Qishan mundur tetapi tidak kendur mencerminkan tekanan kampanye anti-korupsi belum berkurang.

Mengenai kehadiran Wang dalam rapat Komite Tetap, pakar politik Shanghai bernama Chen Daoyin mengatakan : “Wang Qishan yang sudah mundur dari Politbiro, mungkin sudah kehilangan hak suaranya, tetapi ia masih dapat mengutarakan pendapatnya, memberikan nasihat sebagai seorang tokoh veteran.”

Menurut laporan, kasus anggota non politbiro dapat ikut hadir dalam rapat Komite Tetap seperti Wang ini telah melanggar kebiasaan dalam beberapa puluh tahun terakhir, meskipun pernah juga terjadi kasus serupa pada tahun-tahun 80-an, di mana Yang Shangkun yang pada saat itu adalah seorang anggota Politbiro tetapi ikut menghadiri rapat Komite Tetap Politbiro.

Contoh anggota non politbiro duduk sebagai wakil kepala negara sudah ditunjukkan oleh Wang Zhen dan Rong Yiren di masa lalu.

Dalam sistem PKT, wakil kepala negara hanyalah peran seremonial untuk menghadiri acara-acara diplomatik.

Namun Hu Jintao, Zeng Qinghong dan Xi Jinping masing-masing juga pernah menjabat sebagai wakil ketua di masa lalu, dan bobot jabatan tersebut berubah dari waktu ke waktu. Namun, dengan terpilihnya kembali Li Yuanchao sebagai anggota Komite Tetap melalui Kongres Nasional ke-18, wakil ketua kembali hanya memerankan fungsi yang seremonial saja.

Bila Wang Qishan dinobatkan sebagai wakil kepala negara, niscaya peran kedudukan tersebut akan berubah lagi.

Media asing milik partai yang berkantor di Beijing ‘Do Wei’ pada 28 dan 29 November menerbitkan artikel bersambung dengan isi tentang rangkuman peran ekonomi dan diplomatik yang dimainkan Wang Qishan di waktu lalu.

Mengatakan bahwa Xi Jinping membutuhkan seorang kepercayaan yang menguasai ekonomi dan perdagangan, serta bertanggung jawab untuk menangani hubungan diplomatik Tiongkok – Amerika Serikat yang saat ini masih cukup pelik.

Sebelumnya juga banyak beredar berita mengatakan bahwa Wang mungkin akan menduduki jabatan kepala negara menggantikan Li Yuanchao di tahun depan.

Bahkan media Taiwan mengutip sumber ‘dalam’ menyebutkan bahwa Kongres Rakyat Nasional telah mengusulkan sebuah “pengaturan transisi” untuk tujuan ini.

Bulan Nopember lalu, Presiden AS Trump berkunjung ke Tiongkok, Wang Qishan menghadiri jamuan makan malam, tetapi Li Yuanchao yang belum secara resmi mengundurkan diri, justru tidak hadir. Tampaknya ‘pengaturan transisi’ itu memang benar ada. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv

Gara-gara Pasutri di Hubei, Tiongkok Bertengkar, Bayi Mereka Berusia 3 Bulan Digigit Anjing Liar

oleh Luo Tingting

Pasangan suami istri yang tinggal di kota Huangshi, Hubei, Tiongkok bertengkar.

Istri yang marah besar lalu meninggalkan bayi perempuan yang baru berusia 3 bulan di sebuah lapangan terbuka tidak terawat yang banyak anjing-anjing liar.

Beruntung bayi tersebut berhasil diselamatkan orang yang kebetulan lewat.

Media Tiongkok melaporkan, pada 29 November 2017 siang, wanita warga kota Huangshi, Hubei bermarga Li (30) bertengkar dengan suaminya di rumah. Suaminya yang marah lalu pergi keluar rumah dengan membanting pintu.

Li yang saat itu juga sedang emosi kemudian keluar rumah dengan menggendong bayinya yang baru berusia 3 bulan. Rupanya ia bermaksud untuk membuang anak hasil perkawinan mereka.

Setibanya di sebuah crane rusak yang tergeletak di sebuah lapangan terbuka tidak terawat, ia meletakkan baya itu lalu pergi meninggalkannya.

Sekitar pukul 4 sore hari itu, ayah Li masuk rumah, saat itu ia menemukan putrinya sedang duduk dengan wajah muram. Karena tidak menemukan cucunya yang masih berusia 3 bulan. Ia pun bertanya kepada Li tetapi Li tetap membisu.

Hal ini membuat ayah marah kemudian berinisiatif melapor polisi. Polisi yang datang memperingatkan bahwa membuang bayi adalah tindakan melanggar hukum dan akan terkena sanksi hukuman. Setelah itu Li baru mengutarakan kejadian yang sesungguhnya.

Saat itu, bayi yang tergeletak dalam kerangka bekas dengan selimut tipis di lapangan terbuka yang bersuhu udara tertingginya hanya mencapai 10 derajat celcius sudah di sana selama lebih dari 4 jam.

Ketika anggota polisi membawa Li ke lokasi, mereka tidak menemukan bayi itu kecuali sekumpulan anjing liar yang masih berkeliaran.

Belakangan kantor polisi baru tahu setelah ada laporan penemuan bayi dari seorang wanita yang bermarga Fang.

Wanita bermarga Fang yang berusia sekitar 50 tahun itu mengaku tangannya ditarik oleh seorang nenek berusia 80 tahun yang sedang cemas, ia dibawa untuk ikut menyaksikan dan menolong bayi yang sedang dimangsa oleh sekelompok anjing liar di lapangan yang tak terawat itu.

Lalu kedua wanita itu mengambil batu dan melempari anjing-anjing itu dengan maksud mengusirnya.

Menurut wanita Fang bahwa sebagian selimut dan pembungkus bayi itu sudah robek terkoyak anjing.

Beruntung bayi belum terluka gigitan kecuali seluruh badannya membiru karena kedinginan. bayi itu menangis dengan suara yang lirih.

Setelah ditemukan, Fang membawa bayi itu pulang ke rumahnya untuk mendapatkan perawatan.

Fang membelikan susu bubuk, ember untuk mandi, handuk dan sebagainya, lalu memandikan bayi dengan air hangat lalu dibungkus selimut untuk menghilangkan rasa dingin.

Tak lama kemudian, muka bayi mulai memerah dan dengan lahap meneguk air susu bubuk yang disuguhkan, sampai ia tertidur Fang baru melaporkan kejadian kepada polisi. Hari itu juga bayi tersebut diantar ke rumah Li.

Beberapa warganet menyampaikan pendapat yang berbeda tentang kasus membuang bayi. Menganggap hak untuk mengasuh bayi itu harus dirampas dari wanita Li karena ia tidak pantas menjadi orangtua, terlalu berhati dingin. (Sinatra/asr)

Sumber : ntdtv