Trik Ajaib: Gunakan Paku Berkarat untuk Menghidupkan Kembali Tanaman Hias

EtIndonesia. Banyak orang suka memelihara tanaman hias hijau di rumah, tetapi sering kali menemui masalah seperti daun menguning, terserang penyakit, bahkan layu. Saat itu, jangan buru-buru membeli pupuk. Cobalah periksa laci rumah, mungkin ada beberapa paku berkarat yang justru bisa membuat tanaman Anda “hidup kembali”. Mari kita simak penjelasannya.

Tanaman, sama seperti manusia, juga membutuhkan unsur zat besi untuk tetap sehat. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, daun menguning atau memutih, bahkan rontok. 

Hal ini karena zat besi merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan klorofil, yang membantu tanaman menyerap energi dari sinar matahari, sekaligus berperan dalam pembentukan enzim, protein, serta proses fotosintesis dan respirasi.

Jika kandungan kapur dalam tanah terlalu tinggi atau tanah bersifat basa, tanaman rentan mengalami gejala kekurangan zat besi. Selain menggunakan pupuk besi, ternyata paku berkarat di rumah juga bisa dimanfaatkan.

Karat besi yang berwarna merah pada permukaan paku, secara ilmiah disebut oksida besi. Zat ini dapat melepaskan unsur besi secara perlahan, membantu memperbaiki struktur kloroplas, sehingga daun menjadi lebih hijau segar dan penuh vitalitas.

Selain itu, karat besi juga dapat sedikit meningkatkan keasaman tanah, yang sangat bermanfaat bagi tanaman penyuka tanah asam, seperti hortensia, gardenia, dan azalea. Tidak hanya tumbuh lebih sehat, bunga yang dihasilkan juga akan lebih cerah warnanya.

Cara penggunaannya pun sangat sederhana:

  1. Metode pertama: Rendam beberapa paku berkarat di dalam air selama 4–5 hari. Setelah air berubah menjadi cokelat, gunakan air itu untuk menyiram tanaman atau menyemprotkannya pada daun.
  2. Metode kedua: Tancapkan langsung 8–10 paku berkarat ke dalam media tanam di pot. Saat disiram, unsur besi akan perlahan dilepaskan ke dalam tanah.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Metode ini lebih cocok untuk tanaman pot kecil di dalam ruangan atau di balkon, tidak efektif untuk pohon besar atau semak.
  • Jangan gunakan paku yang dicat atau dilapisi bahan kimia, agar zat berbahaya tidak mencemari tanah.
  • Selama pemakaian, perhatikan kondisi tanaman. Jika terlihat gejala tidak normal atau pertumbuhan memburuk, segera hentikan penggunaan.

Yuk, coba cara sederhana ini dan biarkan tanaman hias kecil di rumah Anda kembali segar dan penuh energi! 🌿

Jet Tempur Venezuela Tantang Kapal Perang AS, AS Kerahkan 10 Jet Siluman F-35 ke Karibia

Dua jet tempur Venezuela dalam dua hari berturut-turut terbang melintasi kapal perusak Angkatan Laut AS USS Jason Dunham di perairan internasional Amerika Selatan. Sejumlah pejabat Departemen Pertahanan AS menyebut tindakan itu tengah berkembang menjadi sebuah “konfrontasi berbahaya”. 

Menurut informasi, Presiden AS Donald Trump akan mengerahkan 10 jet tempur siluman F-35 ke Puerto Riko, sebagai bagian dari operasi pemberantasan narkoba. AS menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro memimpin sebuah kartel narkoba, dan Trump kini meningkatkan tekanannya.

EtIndonesia. Pada Selasa (2 September), militer AS melancarkan serangan dan menenggelamkan sebuah kapal Venezuela yang membawa narkoba, menewaskan 11 orang. Trump menyatakan kapal itu milik geng kriminal Tren de Aragua, yang telah dimasukkan AS ke daftar organisasi teroris.

Baru-baru ini, Venezuela mengerahkan dua jet tempur F-16 untuk melintas di atas kapal perang AS USS Jason Dunham, salah satu dari tiga kapal perusak yang dikerahkan Angkatan Laut AS di perairan Amerika Latin dalam beberapa pekan terakhir.

Belum jelas apakah jet F-16 Venezuela itu membawa persenjataan, sementara USS Jason Dunham tidak mengambil tindakan. Pentagon kemudian mengkonfirmasi insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan provokatif yang jelas ditujukan untuk mengganggu operasi kontra-narkotika dan kontra-terorisme kami.”

Menanggapi meningkatnya ketegangan dalam beberapa hari terakhir, ketika ditanya apa yang akan dilakukan jika jet Venezuela kembali melintas di atas kapal perang AS, Trump menjawab:
“Kalau mereka (rezim Maduro) melakukannya lagi, mereka akan mendapat masalah. Kami akan membuat mereka mengerti soal ini.”

Trump juga mengatakan ia telah menginstruksikan Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine:  “Kalau mereka melakukan itu, kamu punya kewenangan penuh untuk menentukan tindakan. Jika mereka terbang secara berbahaya, kamu bersama kapten kapal bisa memutuskan bagaimana menyikapinya.”

Menurut pejabat AS, Trump akan mengirim 10 jet tempur siluman F-35 ke kawasan Karibia untuk menjalankan misi melawan kartel narkoba. Jet-jet itu diperkirakan akan tiba paling cepat akhir pekan depan.

Reuters melaporkan, F-35 adalah jet tempur siluman berteknologi sangat canggih yang efektif melawan Angkatan Udara Venezuela, termasuk jet F-16 mereka.

Jet-jet tersebut nantinya akan bergabung dengan kapal perang AS yang sudah berada di Laut Karibia bagian selatan. Saat ini, AS memiliki sedikitnya tujuh kapal perang di kawasan itu, dengan lebih dari 4.500 pelaut dan marinir di dalamnya. Satuan Ekspedisi Marinir ke-22 juga sedang mengadakan latihan amfibi dan penerbangan di selatan Puerto Riko.

Penempatan baru ini dilakukan di atas pengerahan besar yang sudah ada sebelumnya di Karibia. Trump sedang menunaikan janji kampanyenya untuk memberantas kelompok penyelundup narkoba ke Amerika Serikat.

Sumber : NTDTV.com

Mahasiswi Stanford Ungkap dalam Video: Agen Partai Komunis Tiongkok  Berusaha Menjebak Saya Jadi Mata-mata

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang mahasiswi pascasarjana Universitas Stanford, California, Amerika Serikat mengunggah sebuah video, menceritakan pengalamannya saat agen Partai Komunis Tiongkok (PKT) mencoba menjebaknya menjadi mata-mata dengan iming-iming membiayai perjalanan ke Tiongkok. Pada awalnya, ia merasa sangat ketakutan untuk membicarakan pengalamannya sendiri, khawatir akan menjadi target lanjutan dari PKT. Namun, seiring waktu, ia menyadari bahwa inilah gambaran nyata bagaimana PKT menyusup ke dalam lembaga-lembaga Amerika, sehingga ia merasa harus mengambil tindakan.

“Saya menjadi target operasi mata-mata yang dilancarkan otoritas PKT. Saya sedang menempuh studi pascasarjana di bidang Kajian Asia Timur di Stanford. Musim panas tahun lalu, seorang pria yang memiliki banyak teman bersama di media sosial menghubungi saya,” kata mahasiswi tersebut, bernama Elsa. 

“Dia mengaku sebagai mahasiswa di kampus yang sama. Interaksi ini membuat saya semakin waspada. Saya mulai mencatat isi percakapan. Akhirnya, dia mengundang saya untuk berkunjung ke Tiongkok,” tambahnya. 

Elsa menjelaskan, pria yang mengaku bernama Chen Charlie itu mengiriminya jadwal perjalanan ke Tiongkok, serta menyatakan akan menanggung biaya tiket pesawat dan akomodasi.

“Dia juga mengirimkan video tentang orang Amerika yang menjadi kaya dan terkenal di Tiongkok, lalu berkata bahwa jika saya pergi ke Tiongkok, saya juga bisa mendapatkan imbalan besar. Saat dia berkomentar di unggahan Instagram saya dan meminta saya menghapus tangkapan layar percakapan, saya langsung menghentikan komunikasi itu,” tutur Elsa.

Elsa kemudian melaporkan pengalamannya tersebut kepada Biro Investigasi Federal (FBI). Pihak FBI memberitahunya bahwa upaya perekrutan semacam ini oleh agen PKT cukup umum terjadi di Stanford maupun kampus-kampus lain di Amerika Serikat.

Elsa menambahkan: “Agen-agen Tiongkok terutama menargetkan akademisi yang meneliti kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotika. Mereka menawarkan uang dalam jumlah besar agar para akademisi ini mau datang ke Tiongkok sambil membawa teknologi dan hasil riset mereka. Cara yang digunakan PKT sangat licik dan menakutkan.”

Pada  Maret lalu, Ketua Komite Khusus DPR AS untuk Melawan PKT, Mike Gallagher Moolenaar, pernah mengirimkan surat kepada Rektor Universitas Stanford, Marc Tessier-Lavigne (Li Wen), yang merinci ancaman keamanan yang ditimbulkan PKT terhadap riset sains, teknologi, teknik, dan matematika di Amerika Serikat.

Sumber : NTDTV.com

ION WATER Gelar IONATION 2025, Festival Workout & Wellness Terbesar dengan 80 Kelas di 10 Kota

Jakarta, 30 Agustus 2025 – ION WATER, merek minuman ion rendah kalori dari PT Amerta Indah Otsuka, kembali menggelar festival workout dan wellness terbesar di Indonesia, IONATION 2025. Event yang telah memasuki tahun keenam ini diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, dengan menghadirkan lebih dari 80 kelas workout, 33 jenis olahraga, serta talkshow interaktif seputar kesehatan mental dan finansial.

Festival ini tidak hanya ditujukan bagi para penggemar kebugaran, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin memulai gaya hidup sehat. Tercatat lebih dari 200 instruktur ternama, baik lokal maupun internasional, terlibat dalam memandu berbagai sesi, seperti yoga, HIIT, Zumba, K-Pop Dance Cardio, hingga olahraga kekinian seperti fitness race simulation dan padel.

Puspita Winawati (Wina), Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, menekankan bahwa IONATION merupakan wujud komitmen brand dalam mendukung masyarakat Indonesia untuk hidup aktif dan seimbang. “IONATION bukan sekadar event, tapi gerakan jangka panjang. Tahun ini kami menghadirkan lebih banyak variasi olahraga yang sedang tren, menjadikannya satu-satunya event di Indonesia yang menggabungkan workout dan wellness secara lengkap,” ujarnya.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan RI. dr. Imran Pambudi, MPHM, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, menyoroti pentingnya aktivitas fisik bagi kesehatan mental. “Sekitar 2% masyarakat Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Olahraga rutin minimal 150 menit per minggu dapat memberikan manfaat signifikan. Kami apresiasi inisiatif ION WATER yang konsisten menginspirasi masyarakat untuk tetap aktif,” jelasnya.

Figur publik Maia Estianty turut membagikan pandangannya tentang aging gracefully dan pentingnya mengenal tubuh sendiri. “Agar tidak cedera, kita perlu berhati-hati dan punya waktu pemulihan yang cukup, termasuk tidur berkualitas dan menjaga asupan minuman seperti ION WATER yang rendah kalori,” ujarnya.

Brand Ambassador ION WATER, Jennifer Bachdim dan Andrea Dian, juga aktif memimpin sesi workout dan membagikan motivasi. Jennifer bahkan mengajak kedua anaknya dalam sesi family workout, menekankan bahwa gaya hidup sehat dapat dimulai dari keluarga.

Selain kelas olahraga, IONATION 2025 menghadirkan performa musik live dari Tyo Nugros, Bottlesmoker, DJ Mashito, dan DJ Erin Sab, serta ekspo beauty dan wellness. Acara ini diselenggarakan serentak di 10 kota di Indonesia, menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai daerah.

Video Xi Jinping “Hidup Hingga 150 Tahun” – Beijing Jarang Perintahkan Media Asing Agar Menghapusnya

Pada parade militer 3 September di Beijing, muncul momen yang jarang terjadi. Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping, saat berjalan menuju balkon Tiananmen bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, tiba-tiba berbicara tentang “transplantasi organ” dan “hidup hingga 150 tahun”, yang langsung mengguncang opini publik. Menyusul kejadian itu, media PKT, CCTV  menuntut Reuters menghapus video terkait. Reuters pun merespons dengan tegas: “Kami tetap pada akurasi konten yang dipublikasikan.”

EtIndonesia. Kantor berita Reuters pada 6 September melaporkan, mereka telah memotong percakapan Xi Jinping dengan Putin menjadi video berdurasi 4 menit, lalu mendistribusikannya ke lebih dari 1.000 pelanggan media di seluruh dunia, termasuk jaringan berita internasional utama.

Video tersebut berisi percakapan antara Putin dan Xi tentang transplantasi organ, keabadian hidup, serta pernyataan Xi bahwa “manusia bisa hidup hingga 150 tahun.”

Reuters menjelaskan, video itu sebelumnya sudah mendapat izin dari CCTV Tiongkok, dan media berlisensi lain juga menayangkannya. Namun kemudian Reuters menerima surat dari pengacara CCTV yang secara resmi meminta mereka menghapus video tersebut. Pada 5 September, Reuters pun menarik video itu dan mengirimkan perintah “hapus” kepada para pelanggannya.

Menurut laporan, kepala divisi hukum CCTV, He Danning, menulis dalam suratnya kepada Reuters bahwa “penyuntingan materi ini jelas mendistorsi fakta dan pernyataan dalam berita berlisensi.” Ia juga menuduh Reuters telah melampaui batas penggunaan yang diizinkan dalam perjanjian, meskipun tanpa merinci lebih lanjut.

Menanggapi hal itu, Reuters dalam pernyataannya menegaskan bahwa penghapusan dilakukan semata karena sudah tidak memiliki hak siar atas video tersebut. Namun, mereka tetap menekankan: “Kami teguh pada akurasi konten yang dipublikasikan. Setelah meninjau ulang video yang telah kami siarkan, kami tidak menemukan alasan bahwa komitmen jangka panjang Reuters terhadap akurasi dan pemberitaan yang adil telah dirusak.”

BACA JUGA : Mic Bocor! Obrolan Xi, Putin dan Kim Jong Un Saat Parade Militer Beijing soal Transplantasi Organ Jadi Sorotan

Pada 3 September, saat Xi dan Putin menghadiri parade militer Beijing, mikrofon secara tak sengaja menangkap percakapan mereka tentang transplantasi organ dan keabadian.

Dalam video, penerjemah Putin terdengar berkata dalam bahasa Mandarin: “Bioteknologi terus berkembang. Organ manusia akan terus bisa ditransplantasi, bahkan orang bisa makin muda, bahkan abadi.”

Xi Jinping kemudian menimpali dalam bahasa Mandarin: “Ada yang memprediksi, abad ini… manusia mungkin bisa hidup hingga 150 tahun.”

Percakapan itu segera memicu kehebohan global, kembali menyeret perhatian dunia pada isu pengambilan organ secara paksa di Tiongkok.

 “Kami telah mendengar banyak kisah mengerikan tentang transplantasi organ di Tiongkok, yang organ-organnya berasal dari ‘donor yang tidak sukarela’ — itu sudah merupakan pernyataan yang sangat halus,” ujar Ketua DPR AS, Mike Johnson, kepada NTD. 

“Percakapan (antara Putin dan Xi) ini menunjukkan betapa berbeda pandangan dunia mereka dengan kita. Jika para pemimpin mereka membicarakan hal seperti ini, kita harus waspada,” tambahnya. 

Johnson berjanji akan menjadikan “penentangan terhadap pengambilan organ secara paksa” sebagai prioritas legislasi di Kongres.

Nina Shea, Direktur Pusat Kebebasan Beragama di Hudson Institute, Washington, juga mengatakan kepada Epoch Times bahwa insiden ini secara tidak sengaja membuka fakta keterlibatan dalam-dalam rezim Tiongkok dalam transplantasi organ.

 “Partai Komunis Tiongkok sangat terlibat dalam transplantasi organ manusia, meski Tiongkok belum membangun sistem transparan untuk donor organ sukarela,” jelasnya.

Terkait percakapan Xi dan Putin, Shea menambahkan:  “Dialog tanpa filter antara dua tiran ini semakin membuat kita khawatir. Mereka tampaknya sedang menciptakan dunia distopia nyata ala fiksi ilmiah dengan secara paksa mengambil organ dari orang-orang yang mereka anggap sebagai musuh politik.”

Sumber : NTDTV.com

Wanita 80 Tahun Ditipu Secara Online oleh Astronot Palsu yang Mengaku Terjebak di Luar Angkasa

EtIndonesia. Seorang wanita Jepang berusia 80 tahun akhirnya mengirimkan sekitar 1 juta yen (sekitar Rp 110 juta) kepada seorang penipu online yang mengaku sebagai astronot yang terjebak di luar angkasa dan membutuhkan uang untuk membeli oksigen.

Berasal dari Pulau Hokkaido di utara Jepang, wanita berusia delapan puluhan tahun yang malang ini dilaporkan bertemu dengan penipu tersebut di media sosial pada bulan Juli. Mereka mengaku sebagai astronot pria yang sedang menjalankan misi di luar angkasa, dan wanita itu tampaknya mempercayainya.
Setelah mendapatkan kepercayaan korbannya, penipu tersebut mengatakan bahwa mereka “sedang berada di luar angkasa dengan pesawat luar angkasa” tetapi “sedang diserang dan membutuhkan oksigen.”

Jelas, satu-satunya cara bagi wanita berusia 80 tahun itu adalah dengan mengirimkan uang ke rekening bank, agar astronot tersebut dapat membeli lebih banyak oksigen dan bertahan hidup.

Media lokal Hokkaido Broadcasting melaporkan bahwa wanita tua itu tinggal sendirian dan mulai menaruh hati pada astronot palsu tersebut seiring percakapan mereka berlanjut. Oleh karena itu, ketika mereka meminta uang, dia dengan senang hati membantu, meskipun klaim mereka terdengar absurd.

Dia diperintahkan untuk menyetorkan uang tersebut menggunakan sistem prabayar di lima toko berbeda antara bulan Juli dan Agustus, dan dia baru memberi tahu keluarganya ketika dia mulai menyadari ada yang tidak beres.

Setelah berdiskusi dengan keluarga, wanita itu melaporkan kasus aneh tersebut ke polisi. Dia diberi tahu bahwa ini adalah jenis penipuan asmara online yang umum, dan mendapatkan kembali uangnya hampir mustahil. Polisi memutuskan untuk mempublikasikan kasus wanita itu sebagai peringatan bagi orang-orang rentan lainnya yang mungkin menjadi sasaran penipu di kemudian hari.

“Jika seseorang yang Anda temui di media sosial pernah meminta uang dari Anda, harap curigai kemungkinan penipuan, dan laporkan ke polisi,” kata seorang petugas polisi. (yn)

Demi Menghemat Uang, Pria di Tiongkok Membuat Gigi Palsu Sendiri dengan Bahan yang Dibeli Online, Berisiko Kehilangan Semua Giginya

EtIndonesia. Seorang pria Tiongkok berisiko kehilangan semua giginya setelah mencoba membuat gigi palsu sendiri dengan resin khusus yang dibeli online, demi menghemat biaya prosedur perawatan gigi yang mahal.

Nona Liu, yang mengelola sebuah klinik gigi di Tianjin, baru-baru ini mengunggah foto-foto mengejutkan seorang klien lansia yang datang dengan gigi atas dan bawahnya yang dilapisi zat keras berwarna cokelat. Pria itu diduga mengalami kesulitan makan karena giginya yang semakin rusak, sehingga dia memutuskan untuk membuat gigi palsu.

Namun, dia tidak ingin menghabiskan terlalu banyak uang untuk gigi palsu, dan karena tahu bahwa perawatan gigi itu mahal, dia memutuskan untuk membuat gigi palsu sendiri menggunakan bahan-bahan yang dibelinya online. Sayangnya, giginya berantakan dan dia tidak punya pilihan lain selain mencari bantuan profesional. Dia putus asa karena sejauh ini tidak ada yang mau melepas gigi palsu buatannya.

“Dia enggan mengeluarkan uang untuk gigi palsu dan membeli bahan-bahan seharga 5 yuan (Rp11.000),” tulis Liu di Weibo. “Dia bilang rumah sakit tidak berani berbuat apa-apa, dan saya bilang kami juga tidak bisa berbuat apa-apa.”

Harga 5 yuan terdengar terlalu murah untuk dilewatkan, tetapi Liu mengklaim gigi palsu buatan sendiri itu benar-benar bencana dan pria itu sekarang berisiko kehilangan semua giginya, jika dia menemukan seseorang yang cukup berani untuk melepas resin tersebut.

Dokter gigi tersebut menggunakan kasus yang tidak biasa ini sebagai kisah peringatan, memperingatkan para pengikutnya untuk mencari bantuan profesional daripada mencoba memperbaiki gigi mereka sendiri.

Meskipun Liu tidak menjelaskan secara detail tentang upaya pria itu membuat gigi palsunya sendiri, beberapa orang berspekulasi bahwa dia tidak menggunakan sinar ultraviolet untuk mengeraskan resin, yang menyebabkannya perlahan mengeras menjadi cetakan yang tidak nyaman. Orang-orang umumnya sepakat bahwa, meskipun sangat mahal, perawatan gigi sebaiknya diserahkan kepada ahlinya. (yn)

Resep Obat Kehidupan

EtIndonesia. Dua orang buta mencari nafkah dengan bercerita sambil memetik sanxian (alat musik khas Tiongkok berdawai tiga). Yang tua adalah sang guru, berusia lebih dari 70 tahun; yang muda adalah muridnya, usianya belum genap 20.

Sang guru telah memetik sampai 999 senar putus, hanya tersisa satu senar lagi menuju angka 1000. Ketika masih muda, dia pernah mendapat pesan terakhir dari gurunya sebelum wafat:

“Aku punya sebuah resep obat untuk menyembuhkan kebutaan. Resep ini kusegel di dalam kotak musikmu. Ingat, hanya ketika kamu sudah memetik hingga senar ke-1000 putus, barulah kau boleh membukanya. Dan syaratnya: setiap senar yang kamu mainkan harus dengan sepenuh hati. Jika tidak, sehebat apa pun resep itu, dia akan kehilangan khasiatnya.”

Saat itu, sang guru masih pemuda berusia 20 tahun. Kini, rambutnya telah memutih, janggutnya penuh uban. Selama 50 tahun dia terus berpegang pada mimpi bisa melihat kembali. Dia tahu resep itu adalah warisan turun-temurun. Gurunya dulu pernah salah hitung—baru sampai senar ke-800 sudah membuka gulungan kertas itu, hingga akhirnya tetap buta sampai akhir hayat.

Hari itu, “ping!” sebuah senar putus lagi. Sang guru menarik napas panjang, dada dipenuhi rasa haru dan kegembiraan luar biasa. Dia bahkan lupa meminta maaf pada warga desa yang datang jauh-jauh dari lembah untuk mendengarnya bermain, dan tanpa menunggu muridnya, dia bergegas menuju kota untuk menebus obat.

Namun, saat dia dengan penuh harap menunggu ramuan itu disiapkan, sang pemilik apotek menatapnya heran dan berkata: “Ini bukan resep, Pak Tua. Ini hanya selembar kertas kosong.”

Sekejap, hatinya seolah terhempas ke dasar es. Kepalanya berdengung. Dia berpegangan pada meja apotek agar tidak jatuh. Setelah menenangkan diri, barulah dia tersadar: bukankah dia sudah sejak lama mendapatkan “resep itu”?

Justru karena adanya harapan pada resep pemulihan, dia memiliki keberanian untuk bertahan hidup. Dengan sanxian dan kisah-kisahnya, dia dihormati orang, dia belajar mencintai dan dicintai. Dalam suka dan duka menghidupi diri, dia sudah lupa bahwa dirinya buta. Sesungguhnya, dia sudah “melihat” sejak lama—melihat cahaya kehidupan lewat kerja kerasnya.

Setiba di rumah, dia pun dengan khidmat berkata kepada muridnya: “Aku punya sebuah resep untuk memulihkan penglihatan. Kuresapkan dia dalam kotak musikmu. Saat kamu memetik hingga senar ke-1200 putus, kamu boleh membukanya. Ingat, mainkan setiap senar dengan sepenuh hati. Guruku dulu salah menghitung 1000 senar, jangan ulangi kesalahan itu.”

Murid kecil itu mengangguk dengan penuh iman, meski dia tak bisa melihat air mata yang sudah membasahi mata tua gurunya. 

Dalam hati, sang guru bergumam: “Mungkin seumur hidupnya, dia pun tak akan mencapai 1200 senar…”

Namun, sesungguhnya itulah resep kehidupan: pencerahan jiwa terhadap keindahan. Resep itu bisa membuat seorang buta hidup dalam cahaya selamanya. Ironisnya, justru banyak dari kita yang sehat, malah hidup dalam kegelapan—karena kita menutup mata terhadap keindahan di sekitar kita.(jhn/yn)

Ponsel Penyelamat

EtIndonesia. Ini adalah kisah nyata. Di sebuah bus antar-kota yang sedang melaju, beberapa preman dengan seenaknya mulai mengganggu seorang gadis muda. Di dalam bus ada lebih dari 20 penumpang: ada pria paruh baya dengan jas rapi, ada anak muda dengan pakaian olahraga, bahkan ada beberapa orang berseragam. Namun, tak satu pun dari mereka berani berdiri membela sang gadis.

Gadis itu bagaikan domba kecil yang tak berdaya, hanya bisa pasrah ketika para preman menyentuhnya di hadapan banyak orang.

Tiba-tiba, seorang penumpang mengeluarkan ponselnya dan berkata keras-keras: “Halo, 110 ya? Ada beberapa preman sedang melecehkan seorang perempuan di dalam bus antar-kota. Tolong segera datang…”

Preman-preman itu langsung menghentikan aksinya. Mereka berbalik mencari sumber suara dan segera menemukan orang yang memegang ponsel: seorang pekerja kasar, pakaiannya masih penuh debu dan bercak semen.

Mereka pun serentak menyerangnya, menekan tubuhnya ke kursi. Pekerja itu berusaha melawan, tetapi para preman yang kalap menusukinya berulang kali dengan pisau.

Akhirnya, kekejaman itu membangkitkan keberanian para penumpang lain. Mereka serentak bangkit, melawan bersama, dan berhasil melumpuhkan para preman, lalu menyeret mereka ke kantor polisi. Namun, sang pekerja yang memicu keberanian itu tewas kehabisan darah meski sudah dibawa ke rumah sakit.

Ketika polisi mencoba menghubungi keluarganya, mereka memeriksa ponsel pekerja tersebut. Ternyata, “ponsel” yang berlumuran darah itu hanyalah sebuah mainan anak-anak.

Belakangan orang baru tahu, dia hanyalah seorang pekerja bangunan yang merantau ke kota. Dia bahkan tidak mampu membeli ponsel untuk dirinya sendiri. “Ponsel” itu sebenarnya hadiah kecil yang dia belikan untuk anaknya yang berusia tiga tahun—karena anaknya sangat suka bermain telepon genggam.

Sebuah mainan sederhana menjadi alat pemicu keberanian, bahkan mengorbankan nyawa. Kisah ini mengajarkan: Kadang, bukan apa yang kita miliki, melainkan keberanian dan ketulusan hati, yang bisa menyelamatkan orang lain.(jhn/yn)

Pilihan yang Tak Bisa Dihindari

EtIndonesia. Madam Ren Xiaoping, mantan Wakil Rektor Institut Hubungan Luar Negeri Beijing, pernah berkata: “Dalam perjalanan karier saya, setiap langkah selalu ditentukan oleh organisasi. Saya hampir tidak pernah punya kebebasan untuk memilih. Tetapi di setiap posisi yang saya jalani, saya selalu punya satu pilihan: bekerja lebih baik dari orang lain.”

Tahun 1968, Ren Xiaoping masuk Universitas Bahasa Asing Beijing sebagai mahasiswa jalur pekerja-tani-tentara. Saat itu, dia adalah yang paling tua dan dianggap paling lemah. Pada hari pertama kuliah, karena tidak bisa menjawab pertanyaan, dia dihukum berdiri sepanjang kelas.

Keesokan harinya, di ruang kelas digantung sebuah spanduk bertuliskan: “Jangan biarkan seorang pun kawan sekelas tertinggal.” Yang dimaksud “kawan sekelas” itu adalah dirinya. Namun, ketika lulus, dia justru menjadi mahasiswa terbaik di angkatannya.

Setelah lulus, dia ditempatkan di Kedutaan Besar Tiongkok di Inggris sebagai operator telepon. Bagi banyak orang, pekerjaan ini terlihat tidak bergengsi. Tetapi Ren Xiaoping melakukannya dengan penuh kesungguhan.

Dia menghafal seluruh nama staf kedutaan, nomor telepon, bidang kerja mereka, bahkan nama anggota keluarga mereka. Bila ada panggilan masuk dan dia tidak tahu harus disambungkan ke siapa, dia akan bertanya lebih jauh, mencari tahu, dan berusaha menghubungkan penelepon ke orang yang tepat.

Lama-kelamaan, para staf kedutaan lebih mempercayakan banyak hal kepadanya. Jika mereka harus pergi keluar, mereka tidak lagi memberitahu penerjemah resmi, melainkan menelepon Ren Xiaoping: menitipkan pesan, meminta bantuan, atau bahkan mempercayakan urusan pribadi. Dia pun menjadi semacam pusat pesan sekaligus “sekretaris besar” bagi semua orang.

Suatu hari, duta besar sendiri datang ke ruang telepon dan memujinya dengan senyum lebar—kejadian yang sangat langka. Tak lama kemudian, karena kinerjanya yang luar biasa, dia dipromosikan untuk menjadi penerjemah bagi seorang wartawan senior asal Inggris.

Wartawan itu adalah seorang wanita terkenal, penerima medali perang, bahkan bergelar bangsawan. Kemampuannya besar, tapi juga temperamennya keras. Dia pernah mengusir penerjemah sebelumnya, dan awalnya menolak Ren Xiaoping karena menganggapnya kurang berpengalaman. Namun, setelah mencobanya, pandangannya berubah.

Setahun kemudian, dia sering berkata dengan bangga kepada orang lain: “Penerjemah saya sepuluh kali lebih baik daripada milikmu.”

Tak lama, Ren Xiaoping kembali dipromosikan ke kantor penghubung Tiongkok–Amerika, di mana dia kembali bekerja dengan cemerlang dan bahkan mendapat penghargaan dari Kementerian Luar Negeri.

Kisah hidupnya memberi pesan kuat:

Kadang kita tidak bisa memilih pekerjaan. Tetapi kita selalu bisa memilih bagaimana melakukannya—dengan setengah hati, atau dengan sepenuh hati.

Dalam pekerjaan yang sama, ada orang yang rajin, tekun, dan akhirnya menuai banyak hasil. Ada pula yang hanya mengeluh dan terus berharap dipindahkan, tetapi tidak pernah benar-benar melakukan yang terbaik di tempatnya saat ini.

Sesungguhnya, pilihan sikap itulah yang akan menentukan: apakah di masa depan kita akan dipilih kembali atau justru tersingkir.(jhn/yn)

Perangi Kejahatan Kartel Narkoba, Trump Sampai Kerahkan Jet Tempur Siluman F-35 

 ‘Kami tegas soal narkoba,’ kata Trump. ‘Kami tidak ingin narkoba membunuh rakyat kami.’

EtIndonesia. Hampir selusin jet tempur siluman F-35 telah ditempatkan di sebuah pangkalan udara di Puerto Riko, menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada The Epoch Times.

Ini menandai contoh terbaru dari berlanjutnya peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di Karibia, di mana upaya semakin digencarkan untuk memerangi operasi kartel narkoba yang memicu meningkatnya ketegangan dengan Venezuela.

Pengungkapan tentang keberadaan 10 jet tempur F-35 di Karibia muncul tak lama setelah Pentagon mengumumkan bahwa dua pesawat militer Venezuela terbang melintasi sebuah kapal Angkatan Laut AS di Laut Karibia, yang disebut sebagai “tindakan sangat provokatif” yang dimaksudkan untuk mengganggu “operasi kontra narco-teror” yang sedang berlangsung.

Pasukan militer AS pada 2 September menyerang sebuah kapal yang menurut Gedung Putih berangkat dari Venezuela, membawa narkoba, dan diawaki oleh 11 anggota Tren de Aragua, geng transnasional yang dikenal karena perdagangan narkoba dan manusia serta telah ditetapkan pemerintah AS sebagai organisasi teroris asing.

“Kartel yang mengendalikan Venezuela sangat disarankan untuk tidak melanjutkan upaya apa pun guna menghalangi, mencegah, atau mengganggu operasi kontra-narkotika dan kontra-teror yang dilakukan militer AS,” tambah Pentagon, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait insiden terbang di atas kapal tersebut.

Berita tentang penempatan F-35 ini juga muncul setelah kedatangan lebih banyak kapal perang AS di Karibia, dengan beberapa terlihat melintasi Terusan Panama dari Pasifik pada 30 Agustus.

Pada 28 Agustus, Venezuela mengeluhkan peningkatan kekuatan laut AS kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan menuduh Washington melanggar Piagam PBB.

 “Itu adalah operasi propaganda besar-besaran untuk membenarkan apa yang para ahli sebut aksi kinetik—yang berarti intervensi militer di sebuah negara berdaulat dan merdeka yang sebenarnya tidak mengancam siapa pun,” kata Duta Besar Venezuela untuk PBB Samuel Moncada kepada wartawan setelah bertemu dengan Guterres.

Trump mengatakan dalam konferensi pers di Kantor Oval pada 5 September bahwa peningkatan militer tersebut merupakan peringatan bagi siapa pun yang menyelundupkan narkoba, termasuk opioid mematikan, ke Amerika Serikat.

 “Kami tegas soal narkoba,” katanya. “Kami tidak ingin narkoba membunuh rakyat kami.”

Presiden AS itu mengatakan lebih dari 300.000 orang terbunuh setiap tahun akibat perdagangan narkoba ilegal, dan membandingkannya dengan lebih dari 600.000 tentara Amerika yang tewas selama Perang Saudara.

 “Bayangkan jika Anda sedang berperang dan kehilangan 300.000 orang,” katanya.

“Ketika saya melihat kapal masuk, seperti yang terjadi baru-baru ini, penuh dengan berbagai macam narkoba—mungkin fentanil, sebagian besar, tapi juga macam-macam narkoba lainnya … kami akan menyingkirkan mereka,” ujarnya.

Ia juga mengeluarkan peringatan bahwa jika pesawat Venezuela kembali menempatkan Amerika Serikat dalam “situasi berbahaya” seperti terbang di atas kapal, maka mereka akan ditembak jatuh.

Perjalanan Bisnis Terakhir

EtIndonesia. Debu gurun yang memenuhi udara perlahan reda. Langit biru dan teriknya matahari kembali menyelimuti padang pasir.

Di jalan raya, sebuah taksi tua berwarna kuning melaju perlahan. Di kiri kanan jalan, tampak puing-puing kendaraan yang hancur. Dari kejauhan, asap hitam mengepul—pertanda perang masih terus berkecamuk di tanah airnya.

Hari itu cuaca cerah, panas, tanpa sehembus angin. Dari arah berlawanan muncul iring-iringan kendaraan. Bukan truk berisi orang-orang yang hendak ke pasar seperti biasanya, melainkan deretan tank. Di atasnya duduk para tentara asing, bersenjata lengkap.

Sopir taksi itu melirik mereka, mereka pun menatap balik. Tanpa sepatah kata, dua pihak itu saling berpapasan.

“Ter kutuklah perang ini…” gumamnya penuh amarah.

Dua hari sebelumnya, sebuah rudal jatuh di pasar depan rumahnya, menghancurkan hampir segalanya. Dia beruntung masih hidup. Namun, peristiwa itu membuatnya mengambil keputusan: dia tak mau lagi mengemudi taksi. Setelah menyelesaikan perjalanan terakhir hari itu, dia akan membawa istri dan ketiga anaknya pergi meninggalkan negeri yang porak-poranda ini.

“Sarah… anak-anakku… aku mencintai kalian. Sebentar lagi kita akan bertemu. Setelah perjalanan terakhir ini selesai,” katanya.

Dia menoleh ke kursi samping, menatap sebuah foto keluarga yang retak kacanya. Wajah istrinya dan senyum ceria anak-anaknya di dalam bingkai itu, menjadi satu-satunya penghiburan baginya.

Tak lama kemudian, dia tiba di sebuah pos pemeriksaan. Di tepi jalan berjajar tank-tank dengan moncong meriam besar, mengintimidasi siapa pun yang lewat. Tentara asing bersenjata berdiri berjaga.

Seorang prajurit memberi isyarat agar dia berhenti. Dia menenangkan diri, lalu menghentikan mobilnya. Memang akhir-akhir ini hampir tak ada kendaraan sipil yang keluar dari ibu kota. Jalanan sepi, hanya tank dan… taksinya.

Beberapa tentara mendekat. Satu, dua, tiga, empat, lima orang.

Seorang komandan membungkuk, melihat taksi tuanya, lalu menatapnya dan bertanya: “Dari mana kamu datang? Mau ke mana?”

Dengan senyum tipis, dia menjawab dalam bahasa asing yang patah-patah: “Tuan, saya dari ibu kota. Saya ingin pergi, perang ini terlalu berbahaya.”

Sambil bicara, dia menyodorkan sebatang rokok, menyalakannya untuk si tentara.

 “Kapan perang ini akan berakhir?” tanyanya.

Tentara itu mengisap rokok dalam-dalam, lalu menjawab:  “Segera. Pasukan kami hampir berhasil membebaskan ibu kota kalian.”

Tentara itu  melirik foto keluarga di dalam mobil.

 “Itu istrimu dan anak-anakmu? Aku juga punya dua anak, kira-kira seumuran mereka,” kata sang tentara. 

“Ya, merekalah yang paling kurindukan. Beberapa waktu lalu mereka sudah pergi. Aku sedang menyusul mereka. Mungkin aku tak akan kembali. Mengemudi taksi di masa perang terlalu berbahaya,” katanya, masih tersenyum.

“Jika kami berhasil menggulingkan diktator kalian, kamu bisa kembali dan bekerja dengan tenang,” ujar tentara itu, seakan merasa lega bertemu penduduk lokal yang ramah padanya.

“Mungkin. Tapi aku harus bertemu istriku dulu. Kamu mau mampir ke rumahku? Istriku pasti akan memasakkan makanan enak untuk kalian. Anggap saja perjalanan terakhirku—aku tak akan menagih bayaran.”

Tentara itu terkekeh: “Kami sedang bertugas, tak bisa. Sampaikan salamku untuk keluargamu. Oh ya, kamu bilang ke selatan? Itu medan perang. Bagaimana kamu bisa bertemu keluargamu di sana?”

Dia masih tersenyum. Perlahan, dia mengambil bingkai foto yang retak itu, menciumnya dengan lembut, lalu menatap lurus ke arah tentara yang berdiri di samping jendela. 

Dengan suara tenang namun tegas, dia berkata: “Di surga.”

Yang terakhir dia lihat adalah wajah tentara itu—terkejut, ngeri, dan ketakutan. Rokok di tangannya terlepas, jatuh ke tanah.

Lalu… dia menekan tombol itu.

Hidupnya berakhir di detik itu juga. Sebuah “perjalanan terakhir” yang bukan sekadar bisnis—melainkan pengorbanan, kemarahan, dan keputusasaan yang dibungkus dalam satu kata: perang. (jhn/yn)

Lonjakan Kasus COVID di Daerah California Ini Mendorong Pemda Kembali Merekomendasikan Pemakaian Masker

Pejabat kesehatan utama di sebuah county dekat Sacramento menyarankan warga untuk memakai masker di dalam ruangan. Tidak ada mandat yang dikeluarkan.

EtIndonesia. Setidaknya satu pejabat di California telah merekomendasikan agar warga memakai masker di dalam ruangan karena peningkatan kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir.

Data air limbah yang dirilis oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Kamis (4/9/2025) menunjukkan bahwa California mengalami tingkat virus yang “sangat tinggi,” sementara semua negara bagian di Pantai Barat berada pada tingkat “tinggi” atau “sangat tinggi.”

Pejabat kesehatan utama Yolo County, yang terletak di luar Sacramento, mengatakan dalam sebuah pernyataan pekan lalu bahwa warga disarankan untuk memakai masker di dalam ruangan. Tidak ada mandat yang dikeluarkan.

“California sedang mengalami gelombang COVID musim panas,” kata Aimee Sisson, petugas kesehatan Yolo County, dalam pernyataan tersebut. “Berdasarkan tingkat virus penyebab COVID-19 yang saat ini terdeteksi di air limbah, saya merekomendasikan agar semua orang di West Sacramento memakai masker saat berada di dekat orang lain di ruang publik dalam ruangan.”

“Saya juga merekomendasikan agar orang-orang di wilayah lain Yolo County memakai masker ketika berada di dekat orang lain di dalam ruangan jika mereka berusia 65 tahun ke atas, memiliki sistem kekebalan yang lemah, memiliki kondisi medis yang mendasari yang menempatkan mereka pada risiko lebih besar terkena COVID-19 parah, atau sering berinteraksi dengan orang-orang yang termasuk dalam kategori tersebut.”

Kantor Sisson juga mengatakan dalam sebuah siaran pers yang dikeluarkan county bahwa “memakai masker berkualitas tinggi seperti N95, KN95, atau KF94 yang pas tetap memberikan perlindungan kuat,” sambil juga menekankan pentingnya vaksin COVID-19.

Departemen Kesehatan San Francisco mengatakan kepada Los Angeles Times, dalam sebuah artikel yang diterbitkan 3 September yang menunjukkan bahwa banyak pejabat California telah merekomendasikan penggunaan masker, bahwa pihaknya juga merekomendasikan orang-orang untuk “mempertimbangkan memakai masker yang pas di ruang dalam ruangan yang ramai, termasuk saat bepergian, serta tetap di rumah jika merasa sakit.”

Beberapa permintaan komentar dari The Epoch Times kepada departemen kesehatan kota belum dijawab hingga Jumat.

Di Kanada, Horizon Health Network di New Brunswick mengatakan kepada The Epoch Times pekan ini bahwa pihaknya akan memberlakukan kewajiban memakai masker di area klinis tertentu karena meningkatnya penyakit pernapasan seperti COVID-19. Beberapa minggu lalu, pemerintah Honduras mengumumkan telah memberlakukan kembali kewajiban masker secara nasional di fasilitas kesehatan akibat lonjakan virus pernapasan.

Tahun lalu, beberapa county di California menerapkan kewajiban masker di fasilitas kesehatan yang berlaku dari November 2024 hingga musim semi tahun ini, termasuk county di wilayah San Francisco Bay Area. Beberapa mandat hanya berlaku untuk karyawan, sementara satu county mewajibkan semua pengunjung dan pasien untuk memakai masker.

Tinjauan The Epoch Times menunjukkan bahwa tidak ada county di Amerika Serikat yang baru-baru ini mengeluarkan kewajiban masker atau berencana mengeluarkannya untuk musim gugur atau musim dingin mendatang.

The Epoch Times menghubungi Departemen Kesehatan Masyarakat California untuk dimintai komentar. Pembaruan di situs web lembaga itu yang diposting pada akhir Juni merekomendasikan agar orang-orang tertentu memakai masker atau varian respirator N95, terutama jika mereka mencurigai telah terpapar infeksi atau “berisiko tinggi jatuh sakit parah.”

Hal ini terjadi saat California, Oregon, negara bagian Washington, dan Hawaii membentuk “West Coast Health Alliance” sebagai respons terhadap keputusan Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr., termasuk perombakan panel penasihat CDC.

Afsel Meminta Tiongkok Menunda Latihan Perang yang Bertepatan dengan Kemungkinan Kunjungan Trump Saat KTT G20

EtIndonesia — Departemen Pertahanan Afrika Selatan pada Kamis (4/9/2025) mengatakan bahwa pihaknya telah meminta Tiongkok untuk menunda latihan angkatan laut yang rencananya akan menghadirkan kapal perang Tiongkok dan Rusia ke perairan Afrika Selatan bertepatan dengan waktu negara itu menjadi tuan rumah KTT Kelompok 20 (G20).

Presiden AS Donald Trump telah diundang untuk menghadiri KTT di Johannesburg pada 22 dan 23 November, meskipun belum jelas apakah ia akan hadir setelah sebelumnya mengkritik Afrika Selatan sebagai negara yang menurutnya memiliki “banyak masalah.”

Afrika Selatan mengadakan latihan angkatan laut gabungan dengan Tiongkok dan Rusia—mitranya dalam blok BRICS—setiap dua tahun sekali, dan latihan yang dijadwalkan pada akhir November merupakan bagian dari kesepakatan tersebut. Tiongkok menjadi negara utama dalam latihan tahun ini yang akan digelar di perairan Afrika Selatan.

Departemen Pertahanan Afrika Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa permintaan kepada Tiongkok untuk menunda latihan angkatan laut itu dimaksudkan agar latihan tersebut “tidak memengaruhi pengaturan logistik, keamanan, dan hal-hal lain yang terkait dengan Presidensi G20 Afrika Selatan.”

Belum ada indikasi apakah Tiongkok telah menyetujui permintaan tersebut.

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan menghadiri KTT G20 bersama para pemimpin dari Prancis, Jerman, Inggris, dan negara lainnya. Presiden Rusia Vladimir Putin kemungkinan besar tidak akan hadir karena adanya surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional terkait perang di Ukraina, yang harus dilaksanakan oleh Afrika Selatan sebagai penandatangan statuta pengadilan itu.

Tiongkok sebelumnya memamerkan kekuatan militernya dalam parade besar di Beijing pada Rabu untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Putin menghadiri parade itu bersama Xi.

Latihan angkatan laut sebelumnya antara Afrika Selatan dengan Tiongkok dan Rusia telah menimbulkan ketegangan dalam hubungannya dengan negara-negara Barat, termasuk AS. Pada awal 2023, Afrika Selatan menjamu kapal perang Tiongkok dan Rusia.

Jika Trump menghadiri KTT G20, ia akan berada dalam satu forum dengan pemimpin Tiongkok Xi.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan setelah pertemuan yang tegang dengan Trump di Gedung Putih pada Mei bahwa presiden AS itu akan menghadiri KTT G20. Namun pada Juli, Trump mengatakan ia sedang mempertimbangkan untuk tidak hadir, dengan alasan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan negara tersebut.

“Saya pikir mungkin saya akan mengirim orang lain karena saya punya banyak masalah dengan Afrika Selatan. Mereka punya beberapa kebijakan yang sangat buruk,” kata Trump.

Afrika Selatan akan menyerahkan presidensi bergilir G20 kepada Amerika Serikat pada akhir tahun ini.

Sumber : The Associated Press