Amerika Diduga Akan Jatuhkan Sanksi Ekonomi Terhadap Tiongkok pada Akhir Januari

EpochTimesId – Pemerintah Amerika Serikat akan mengambil keputusan besar sebelum akhir bulan Januari terkait Tiongkok. Amerika tengah mempertimbangkan apakah akan memberlakukan sanksi perdagangan terhadap Tiongkok.

Sanksi yang rencananya akan dijatuhkan ini sebagai respon terhadap defisit perdagangan yang sudah sangat membesar. Sementara pada sisi lain, Tiongkok melanggar norma-norma dalam kerjasama perdagangan internasional.

Pemerintah AS pada akhir Januari akan mengumumkan soal dugaan pelanggaran terhadap Hak Kekayaan Intelektual perusahaan AS, seperti dikutip EpochTimes.com dari Reuters. Amerika juga akan mengumumkan tentang hasil penyelidikan yang dilakukan Departemen Perdagangan atas tuduhan dumping baja impor, panel surya dan sejumlah komoditas lainnya.

Presiden AS, Donald Trump dikabarkan akan menerapkan denda besar kepada Tiongkok atas Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual. Trump menuduh Tiongkok melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HKI), untuk itu akan mengenakan sanksi berupa denda besar kepada Tiongkok atas temuan terhadap pelanggaran tersebut.

Trump dan penasihat ekonominya Gary Cohn dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada 17 Januari 2018 mengatakan bahwa Tiongkok memaksa perusahaan AS untuk melakukan transfer HKI milik mereka sebagai harga yang harus dibayar atau syarat dalam melakukan bisnis di Tiongkok.

Trump juga menyinggung soal dirinya yang sedang membahas langkah-langkah perdagangan menghadapi Tiogkok. Kebijakan terbaru, nantinya akan disampaikan dalam pidato tentang kondisi nasional tahunan pada 30 Januari 2018.

Berita Tiongkok Lainnya
Berita Amerika Lainnya
Berita dan Artikel Kesehatan
Berita dan Artikel Olahraga
Berita dan Artikel Sains Teknologi

Sejak memangku jabatan presiden, Trump terus menekankan perdagangan yang adil dan prinsip prioritas untuk Amerika Serikat dalam upaya mengubah situasi yang dihadapi AS dalam kerjasama perdagangannya dengan Tiongkok.

Menurut statistik perdagangan tahunan 2017 yang dikeluarkan pemerintah Tiongkok, defisit perdagangan kedua negara mencapai rekor baru sebesar 10 persen. Jumlahnya mencapai 275,8 miliar dolar AS. Angka itu lebih tinggi dari rekor pada tahun 2015 sebesar 261 miliar.

Visa, Mastercard, dan UnionPay
Pemimpin Tiongkok Xi Jinping dan istri Peng Liyuan dan Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania menghadiri makan malam kenegaraan di Aula Besar Rakyat pada tanggal 9 November 2017 di Beijing, Tiongkok. (Thomas Peter – Pool / Getty Images)

Pada 15 Agustus 2017 Trump meminta perwakilan dagang Robert E. Lighthizer melakukan pengusutan terhadap pelanggaran HKI yang dilakukan Tiongkok. Trump juga meminta Robert untuk mendalami peraturan tentang HKI yang diberlakukan di Tiongkok, khususnya untuk mengusut soal adanya peraturan yang memaksa perusahaan AS di Tiongkok untuk mentransfer kecakapan teknik yang dimiliki kepada pihak Tiongkok.

Menurut Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan 1974 yang ditafsir oleh Robert E. Lighthizer bahwa pemerintah AS dapat secara sepihak memberlakukan tarif hukuman atau cara lain untuk menjatuhkan sanksi atas pelanggaran dalam perdagangan.

Gary Cohn mengatakan bahwa Badan Perwakilan Perdagangan AS akan membuat rekomendasi mengenai masalah ini dalam waktu dekat.

“Tidak lama lagi kami akan mengeluarkan usulan tentang konten soal denda atas pelanggaran HKI,” ujar Trump.

Trump menekankan bahwa kerusakan yang diakibatkan oleh denda akan sangat besar. “Kami sedang membahas jumlah kompensasi atas kerusakan yang dialami perusahaan pemilik HKI, dapat dipastikan besarnya denda akan membuat Anda terkejut,” sambungnya.

Trump mengatakan, ia sangat berharap AS dan Tiongkok memiliki hubungan yang baik. Namun, Beijing harus memperlakukan Amerika Serikat secara adil.

Ketika ditanya apakah pemberlakuan sanksi yang dikeluarkan Amerika Serikat terhadap Tiongkok dalam masalah perdagangan baja, aluminium, panel surya dan lainnya akan memicu perang dagang? Trump menjawab, “mudah-mudahan tidak.” (ET/Sinatra/waa)