Seorang Dokter Muda di Wuhan Meninggal Terinfeksi COVID-19 Setelah Menunda Pernikahannya untuk Bekerja Memerangi Virus

Seorang dokter berusia 29 tahun dari Wuhan, yang menunda pernikahannya untuk bekerja di garis depan, meninggal pada 20 Februari setelah terinfeksi COVID-19.

Dalam sebuah posting Facebook oleh People’s Daily, Peng Yinhua seharusnya menikah pada tanggal 1 Februari lalu, tetapi dia menundanya agar dapat membantu memerangi virus yang sedang merebak.

(Foto: Facebook)

Karena wabah, dokter paru dan perawatan kritis di First People’s Hospital bahkan tidak sempat memsan tempat untuk pernikahan atau bahkan mengirim undangan. Dia bahkan tidak bisa menghabiskan waktu dengan tunangannya selama Tahun Baru Imlek.

Saat berjuang melawan virus yang mematikan itu, Peng terinfeksi virus dan dirawat di rumah sakit pada 25 Januari untuk perawatan. Keadaannya memburuk tidak lama setelah itu, dan pada tanggal 1 Februari, hari dia seharusnya menikah, dia dikirim ke unit perawatan intensif (ICU).

(Foto: Facebook)

Pada 20 Februari, Peng meninggal dunia pada jam 21: 50.

Banyak netizen Tiongkok berduka atas kematiannya dan berharap tidak ada lagi pekerja medis yang terinfeksi virus ketika bekerja di garis depan.

“Dia kuat dan optimis,” kata seorang pasien di rumah sakit yang mengenalnya.

“Dia seharusnya memiliki masa depan dan kehidupan yang lebih baik. Saya benar-benar tidak ingin melihat dokter lain meninggal, “kata netizen lain.

(Foto: Facebook)

Ini memilukan! Terima kasih, Peng, atas dedikasi dan pengorbanan Anda. Selamat jalan dokter yang penuh dedikasi.(yn)

Sumber: worldofbuzz

Video Rekomendasi:

https://youtu.be/HcKq5WfnyaM