Jepang Gelar Latihan Tembak Langsung Terbesar, Untuk Pertama Kalinya Memamerkan Sistem Rudal Jarak Jauh

EtIndonesia.com Latihan militer tembak langsung tahunan terbesar di Jepang digelar pada Minggu (7 Juni) di area latihan dekat Gunung Fuji. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, hadir langsung untuk meninjau jalannya latihan.

Sorotan utama latihan tahun ini adalah penampilan perdana peluncur rudal jarak jauh terbaru Jepang, Rudal Luncur Kecepatan Tinggi Tipe 25 (Type 25 High-Speed Glide Projectile).

Berbagai Satuan Tempur Dikerahkan

Latihan diawali dengan operasi serangan udara oleh helikopter Japan Ground Self-Defense Force. Personel militer melakukan pendaratan cepat menggunakan tali dari helikopter.

Selanjutnya, berbagai kendaraan dan sistem persenjataan turut ambil bagian, antara lain:

  • Kendaraan serbu amfibi
  • Mortir
  • Kendaraan tempur bergerak Tipe 16

Tembakan artileri dan ledakan terdengar silih berganti selama latihan berlangsung.

Tahun ini, latihan tersebut melibatkan sekitar:

  • 3.000 personel militer
  • 50 kendaraan tempur
  • 50 unit artileri

Dengan total penggunaan amunisi hampir 70 ton sepanjang hari.

Tambahan Skenario Anti-Drone

Menyusul berbagai konflik bersenjata yang terjadi di dunia dalam beberapa tahun terakhir, Pasukan Bela Diri Jepang juga menambahkan skenario penanggulangan drone ke dalam latihan.

Dalam simulasi tersebut:

  • Senapan dengan sistem bidik otomatis digunakan untuk menembak jatuh target yang mensimulasikan drone musuh.
  • Kendaraan penjinak ranjau menembakkan amunisi peledak khusus.
  • Kendaraan robot berkaki empat yang dikendalikan dari jarak jauh memperagakan kemampuan melintasi rintangan medan.

Rudal Hipersonik Tipe 25 Menjadi Pusat Perhatian

Bagian yang paling menarik perhatian publik adalah kemunculan pertama kendaraan peluncur Rudal Hipersonik Tipe 25.

Sistem rudal ini mulai ditempatkan pada Maret tahun ini dan memiliki:

  • Jangkauan hingga ratusan kilometer.
  • Kemampuan terbang dengan lintasan yang tidak beraturan, sehingga lebih sulit diprediksi dan dicegat.

Kementerian Pertahanan Jepang menempatkan sistem ini sebagai perlengkapan utama dalam strategi pertahanan pulau-pulau terpencil Jepang.

Meski demikian, dalam latihan kali ini tidak dilakukan peluncuran rudal menggunakan amunisi sungguhan.

Isyarat Perubahan Kebijakan Pertahanan Jepang

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, hadir langsung di lokasi latihan untuk melakukan inspeksi.

Pada April lalu, Jepang juga merevisi aturan ekspor persenjataannya. Sejumlah pengamat menilai bahwa pameran kemampuan militer dalam latihan kali ini mencerminkan penyesuaian dan perkembangan berkelanjutan dalam kebijakan pertahanan Jepang di tengah perubahan situasi keamanan regional dan global.

Laporan gabungan oleh Xu Zhe dan Shu Can, NTDTV.

Beberapa Insiden Penembakan Terjadi di Israel, 1 Orang Tewas dan 5 Terluka

EtIndonesia.com Pada Minggu (7 Juni), beberapa insiden penembakan terjadi hampir bersamaan di sejumlah kota dan permukiman di Israel, mengakibatkan sedikitnya satu orang tewas dan lima orang lainnya terluka.

Organisasi layanan medis darurat Israel, Magen David Adom (Bintang Daud Merah), menyatakan bahwa mereka menerima laporan penembakan pertama sekitar pukul 10.30 pagi.

Insiden tersebut terjadi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) dekat Kochav Yair, sebuah kota yang berada di sisi Israel dekat perbatasan dengan wilayah Tepi Barat.

Tak lama kemudian, pihak penyelamat menerima beberapa laporan penembakan lainnya. Salah satu insiden dilaporkan terjadi di wilayah Tepi Barat, dan penduduk setempat diminta tetap berada di dalam rumah demi alasan keamanan.

Polisi Menduga Serangan Teroris

Kepolisian Israel menyatakan bahwa mereka menduga rangkaian insiden tersebut merupakan serangan teroris yang terkoordinasi.

Menurut polisi, sedikitnya satu pelaku telah ditembak mati oleh aparat keamanan, sementara upaya pencarian terhadap pelaku lain masih terus berlangsung.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengungkap identitas para tersangka penembak.

Dalam pernyataan resminya, polisi mengatakan: “Sejumlah besar personel kepolisian masih berada di lokasi, dan operasi pencarian masih terus berlangsung.”

Pihak keamanan juga terus melakukan penyisiran di area-area yang terdampak untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.

oleh Yan Feng dan Shu Can, NTDTV.

Pertanda Gempa Bumi? Pantai-pantai Thailand Dipenuhi Jutaan Teripang Bak Karpet Merah Muda

EtIndonesia.com  Rekaman video yang beredar di internet menunjukkan pantai dipenuhi makhluk berwarna merah muda dalam jumlah sangat besar, sehingga permukaan pasir tampak seperti diselimuti karpet merah muda. Fenomena langka ini menarik perhatian banyak warga dan wisatawan yang datang untuk menyaksikannya secara langsung.

Terjadi di Pantai Suan Son, Provinsi Rayong

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di Suan Son Beach, yang terletak di Rayong.

Setelah fenomena ini menjadi perhatian publik, Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand memerintahkan penyelidikan darurat oleh otoritas kelautan dan pesisir.

Tim dari Kantor Sumber Daya Laut dan Pesisir Wilayah I Thailand bersama lembaga terkait kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi.

Ternyata Merupakan Teripang Merah Muda

Hasil penyelidikan menemukan bahwa organisme tersebut adalah Sea Cucumber, yang secara lokal dikenal sebagai “teripang merah muda” atau “pink sea cucumber”.

Nama ilmiahnya adalah Cercodemas anceps, sejenis hewan laut tak bertulang belakang yang hidup di dasar laut.

Para ahli ekologi laut Thailand menjelaskan bahwa teripang-teripang tersebut terdampar akibat gelombang kuat yang dipicu angin muson, yang mengaduk dasar laut dan membawa mereka ke pantai.

Bukan Pertanda Bencana

Menurut para ahli, fenomena ini merupakan kejadian alamiah dan bukan pertanda gempa bumi maupun tsunami.

Mereka menjelaskan bahwa saat air pasang kembali naik, sebagian besar teripang tersebut akan terbawa kembali ke laut secara alami.

Pihak berwenang juga mengingatkan para wisatawan agar tidak menyentuh atau menginjak teripang-teripang tersebut karena dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit.

Pemerintah Akan Melakukan Penelitian Lebih Lanjut

Pemerintah Thailand menyatakan akan melakukan penelitian ilmiah lebih lanjut terhadap fenomena tersebut untuk memahami perubahan ekosistem laut dan dampaknya terhadap kehidupan biota setempat.

Meski demikian, fenomena langka ini tetap memicu berbagai spekulasi di media sosial.

Beberapa komentar warganet Tiongkok antara lain:

“Apakah ini pertanda gempa bumi?”

“Melihatnya saja sudah terasa menakutkan.”

“Apa yang sebenarnya terjadi di dasar laut?”

Sumber : NTDTV.com

Kekurangan Surat Suara di Pemilu Daerah Korea Selatan Picu Protes Puluhan Ribu Orang, Presiden Lee Jae-myung Minta Maaf

EtIndonesia.com  Perhatian kini tertuju pada Korea Selatan. Dalam pemilihan daerah yang berlangsung pada 3 Juni, terjadi kekurangan surat suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), yang menyebabkan proses pemungutan suara sempat dihentikan atau tertunda selama beberapa jam. Sebagian pemilih bahkan memutuskan untuk tidak memberikan suara mereka. Insiden ini memicu protes besar-besaran yang melibatkan ribuan orang.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyampaikan permintaan maaf melalui pernyataan publik. Ia menyatakan penyesalan atas kekurangan surat suara yang dinilai telah mengganggu hak politik warga negara, serta meminta dilakukan penyelidikan menyeluruh.

Protes dan Tuduhan Kecurangan Pemilu

Para demonstran meneriakkan slogan:

“Pemilu tidak sah!”

“Pemilu curang!”

Aksi protes berlangsung hingga larut malam. Pemicunya adalah kontroversi serius terkait kekurangan surat suara pada hari pemungutan suara.

Menurut laporan tersebut, sebanyak 17 TPS di berbagai wilayah Korea Selatan mengalami kehabisan surat suara, sehingga proses pemungutan suara harus dihentikan sementara.

Beberapa pemilih dikabarkan menunggu lebih dari satu setengah jam tanpa kepastian. Selain itu, beredar rekaman kamera pengawas yang menimbulkan kecurigaan di kalangan warga.

Dalam video tersebut, petugas pemilu terlihat membuka segel kotak suara dan memasukkan sejumlah besar surat suara dari luar ke dalam kotak. Adegan ini memicu dugaan adanya manipulasi pemungutan suara.

Laporan tersebut juga menyebut adanya tuduhan bahwa sejumlah surat suara ditemukan di tempat sampah dan tidak dihitung. Bahkan, ketika warga menemukan bukti yang diduga terkait kotak suara, polisi disebut-sebut mengambil barang bukti tersebut secara paksa, yang kemudian memicu ketegangan antara polisi dan warga.

Seorang ibu yang menggendong bayi juga terlihat berhadapan langsung dengan aparat kepolisian.

Bentrokan Verbal antara Warga dan Polisi

Beberapa warga mempertanyakan tindakan aparat dan menuduh adanya pelanggaran hukum.

Seorang warga terdengar berteriak:”Apakah penanggung jawab komisi pemilihan ada di sini? Apa yang kalian lakukan ini jelas-jelas melanggar hukum! Apa sebenarnya yang sedang dilakukan polisi?”

Warga lainnya menyerukan generasi muda untuk ikut turun ke jalan:”Generasi usia 20-an dan 30-an harus mengubah keadaan ini. Tolong datang ke Handball Gymnasium di Olympic Park. Kita harus melakukan perubahan.”

Tuduhan Adanya “Polisi Palsu”

Laporan tersebut juga menyebut bahwa sebagian warga memperhatikan hal-hal yang dianggap tidak biasa pada aparat keamanan yang bertugas.

Menurut sejumlah warganet Korea Selatan:

  • Ada petugas yang label namanya diduga menggunakan transliterasi nama berbahasa Mandarin.
  • Di antara barisan polisi terdapat seorang pria berambut cokelat bergelombang setengah panjang, padahal aturan kepolisian Korea Selatan umumnya melarang gaya rambut tertentu.
  • Sejumlah petugas mengenakan penutup wajah saat bertugas.

Temuan-temuan tersebut memicu spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan adanya orang luar yang menyamar sebagai polisi.

Dalam sebuah rekaman, seorang warga terdengar berkata:

“Ada orang yang menyamar sebagai polisi! Dia tidak bisa menjelaskan identitasnya. Seragamnya bahkan tidak memiliki nama. Dia mengaku polisi, tetapi sekarang bahkan tidak bisa menemukan rekan kerjanya sendiri. Coba jelaskan!”

Kekhawatiran Meluas di Kalangan Mahasiswa

Menurut laporan tersebut, kontroversi pemilihan daerah dan tindakan aparat telah menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat.

Beberapa pemuda Korea Selatan mulai menyebarkan informasi berbahasa Inggris di media sosial untuk menarik perhatian dunia internasional terhadap situasi demokrasi di Korea Selatan.

Disebutkan pula bahwa organisasi mahasiswa dari sejumlah universitas ternama, termasuk:

  • Seoul National University
  • Korea University
  • Sungkyunkwan University

serta berbagai organisasi mahasiswa daerah lainnya, mengeluarkan pernyataan terbuka mengenai dugaan kemungkinan kecurangan dalam pemilu daerah tersebut.

Beberapa analis memperkirakan bahwa kontroversi ini berpotensi berkembang menjadi gerakan mahasiswa berskala besar.

Pada aksi protes tanggal 6 Juni, para demonstran bahkan menyanyikan lagu kebangsaan Korea Selatan.

Mereka menyanyikan: “Rakyat Korea akan selamanya menjaga Republik Korea.”

Potensi Aksi Jangka Panjang

Hingga sore hari 6 Juni waktu Korea Selatan, bantuan logistik dari berbagai daerah terus berdatangan ke lokasi aksi di pusat Kota Seoul.

Menurut laporan NTDTV, kontroversi seputar pemilihan daerah ini berpotensi memicu gelombang demonstrasi jangka panjang di Korea Selatan, dan perkembangan selanjutnya masih menjadi perhatian publik.

Laporan gabungan oleh Huang Liangjian dan Ning Yuxiang, NTDTV.

Sebuah Sungai di Zhejiang, Tiongkok Mendadak Berubah Menjadi “Sungai Susu”, Banyak Ikan Mengapung ke Permukaan

EtIndonesia.com Menurut laporan pada 7 Juni, sejumlah warga Kota Ruian, Wenzhou, Provinsi Zhejiang, mengeluhkan melalui media sosial bahwa air Sungai Dadianxia (Dadianxia He) yang melintasi kawasan perkotaan Ruian tiba-tiba berubah menjadi warna putih susu.

Rekaman video menunjukkan sebagian aliran sungai berwarna putih keruh seperti susu, sementara banyak ikan terlihat mengapung di permukaan air.

Lokasi kejadian berada di kawasan Jalan Tingtian, Kota Ruian, terutama di ruas Hebei Road, yang mengalir melewati beberapa desa.

Seorang warga bermarga Yu yang merekam video tersebut mengatakan kepada media daratan Tiongkok bahwa pada malam 6 Juni warna air sungai masih normal. Namun, ketika ia keluar untuk membeli sayur sekitar pukul 07.00 pagi pada 7 Juni, ia mendapati air sungai telah berubah menjadi putih susu.

Menurutnya, ikan-ikan di sungai tidak terlihat mati, tetapi banyak yang naik ke permukaan, yang diduga akibat kekurangan oksigen. Ia juga mengatakan tidak mencium bau yang menyengat dari air tersebut.

Yu menjelaskan bahwa bagian sungai yang berubah warna hanya sepanjang ruas Hebei Road, dengan panjang sekitar 500 meter. Ia memperkirakan air berwarna putih tersebut berasal dari aliran hulu sungai. Meski kejadian sungai memutih pernah terjadi sebelumnya, kali ini kondisinya jauh lebih parah.

Dugaan Kebocoran Lem dari Pabrik

Pada 7 Juni, seorang staf Komite Desa Liansheng di Jalan Tingtian menyatakan bahwa perubahan warna sungai menjadi “Sungai Susu” disebabkan oleh kebocoran lem dari sebuah pabrik pita tenun bernama Hongming yang berada di dekat sungai.

Tak lama kemudian, Cabang Ruian dari Biro Lingkungan Hidup Kota Wenzhou mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut mereka, pada 7 Juni pukul 05.50 pagi , sebuah perusahaan pita tenun melaporkan bahwa terjadi kebocoran bahan baku berupa lem berbasis air (water-based adhesive) akibat kerusakan pada segel katup tangki penyimpanan.

Lem tersebut kemudian mengalir ke sungai yang berada di samping pabrik. Setelah kejadian diketahui, perusahaan segera menutup kebocoran dan menghentikan sumber pencemaran.

Seorang staf biro lingkungan hidup mengatakan kepada media bahwa kondisi sungai kini telah kembali jernih. Ia juga menegaskan bahwa lem yang bocor tersebut tidak termasuk dalam daftar resmi “zat beracun dan berbahaya”.

Warga Meragukan Klaim “Tidak Beracun”

Meski demikian, penjelasan pemerintah tidak berhasil meredakan kekhawatiran publik mengenai keamanan ekologi dan kualitas air sungai.

Banyak warganet mempertanyakan klaim bahwa zat tersebut tidak beracun.

Beberapa komentar warganet antara lain:

“Lem adalah salah satu sumber utama formaldehida. Kalau benar tidak berbahaya, suruh saja yang mengatakan itu meminumnya.”

“Lem itu sangat beracun. Hampir semua lem mengandung formaldehida.”

“Kalau pejabat lingkungan hidup berani meminumnya lebih dulu, baru saya percaya tidak beracun.”

“Kalau hubungan sudah beres dan perusahaan sudah bayar, maka langsung dianggap tidak beracun.”

Ada pula yang menduga bahwa ini bukan sekadar kecelakaan:

“Kedengarannya disebut kebocoran, tapi sebenarnya pembuangan limbah ilegal.”

“Bagaimana bisa lem dari pabrik sampai masuk ke sungai?”

“Mereka memanfaatkan hujan untuk membuang limbah, tapi hujannya keburu berhenti.”

“Ini jelas pembuangan limbah secara diam-diam. Nyawa ikan menjadi korban atas perbuatan manusia.”

“Kalau ketahuan disebut kebocoran. Kalau tidak ketahuan, entah berapa banyak limbah yang sudah dibuang.”

Sebagian warga juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan:

“Warnanya seperti ini masih dibilang tidak beracun? Menakutkan sekali.”

“Apakah ini ingin membuat semua orang terkena kanker?”

“Pihak yang bertanggung jawab di perusahaan harus dituntut secara pidana dan perusahaan harus dijatuhi denda berat.”

Sumber : NTDTV.com

Xi Jinping Berkunjung ke Korea Utara, Isyaratkan Persatuan Melawan AS; Kim Jong-un Pernah Menyebut PKT sebagai “Pembohong”

EtIndonesia.com Menurut laporan NTDTV, Xi Jinping memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari ke Korea Utara pada 8 Juni bersama istrinya, Peng Liyuan. Beijing berharap kunjungan ini dapat memperkuat hubungan aliansi tradisional antara Tiongkok dan Korea Utara.

Sebelum keberangkatannya, Xi menerbitkan artikel bertanda tangan di surat kabar resmi Korea Utara, Rodong Sinmun. Dalam artikel tersebut ia menyerukan penolakan terhadap “hegemoni dan politik kekuatan” serta menentang “kebangkitan militerisme”, yang dianggap sebagai sinyal bahwa Beijing ingin bekerja sama dengan Korea Utara untuk menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Jepang.

Tahun ini menandai peringatan 65 tahun penandatanganan Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik antara Pyongyang dan Beijing. Karena itu, kunjungan Xi memiliki makna simbolis yang penting.

Menurut rekaman video yang sebelumnya dirilis oleh Xinhua News Agency, sekelompok wartawan Tiongkok menaiki kereta yang baru kembali beroperasi dari Kota Dandong menuju Pyongyang.

Demi menyambut kedatangan Xi, berbagai jalan di Pyongyang dipenuhi foto Xi Jinping, bendera kedua negara, serta spanduk berbahasa Korea dan Mandarin.

Pengamat: Kim Jong-un Paham Cara Menyenangkan Beijing

Pengamat politik independen Cai Shenkun menulis di platform X pada 7 Juni bahwa Kim Jong-un sangat memahami jenis diplomasi yang disukai Xi Jinping.

Menurut Cai, upacara penyambutan yang terorganisasi rapi, kerumunan besar yang berbaris di sepanjang jalan, bunga, dan sorak-sorai adalah pemandangan yang semakin jarang ditemukan di negara lain, tetapi sangat sesuai dengan harapan Beijing terhadap “penghormatan tingkat tertinggi”.

Ia juga menilai bahwa Kim Jong-un pandai menghitung keuntungan politik. Biaya penyelenggaraan penyambutan megah relatif kecil, tetapi berpotensi mendatangkan bantuan ekonomi, dukungan energi, dan dukungan politik dari Beijing, sesuatu yang sangat berharga bagi Korea Utara yang masih menghadapi sanksi internasional.

Kim Jong-un Disebut Sangat Waspada terhadap PKT

Meski demikian, Cai berpendapat bahwa Kim Jong-un selalu mempertahankan kewaspadaan tinggi terhadap PKT. Dalam isu yang menyangkut keamanan nasional dan masa depan Korea Utara, Kim dinilai memahami dampak strategis Tiongkok dengan sangat jelas.

Cai mengutip kisah yang ditulis mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam memoarnya.

Pada tahun 2018, saat masih menjabat sebagai Direktur Central Intelligence Agency, Pompeo melakukan kunjungan rahasia ke Korea Utara.

Menurut memoar Pompeo, kalimat pertama Kim Jong-un saat bertemu dengannya adalah:

“Saya tahu kalian ingin membunuh saya.”

Pompeo kemudian bercanda menjawab :

“Saya masih berusaha melakukannya.”

Menurut Pompeo, Kim tertawa terbahak-bahak dan suasana pertemuan menjadi lebih santai.

Dalam pembicaraan resmi berikutnya, Pompeo mengatakan kepada Kim:

“Partai Komunis Tiongkok memberi tahu kami bahwa Anda akan sangat senang jika pasukan AS ditarik dari Korea Selatan.”

Mendengar hal itu, Kim kembali tertawa dan menjawab secara langsung:

“Orang Tiongkok semuanya pembohong.”

Kim Jong-un: Kehadiran Pasukan AS Membantu Menyeimbangkan Pengaruh Tiongkok

Menurut kisah yang dikutip Cai Shenkun, Kim kemudian menjelaskan bahwa keberadaan pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan justru menguntungkan keamanan Korea Utara karena berfungsi sebagai penyeimbang strategis terhadap pengaruh Tiongkok.

Ia disebut berpendapat bahwa jika Amerika Serikat benar-benar meninggalkan Semenanjung Korea, pengaruh Beijing akan berkembang dengan cepat dan Korea Utara dapat kehilangan ruang otonomi strategisnya.

Bahkan, menurut Pompeo, Kim mengatakan: “Jika kalian pergi, Tiongkok akan mengendalikan Semenanjung Korea seperti mereka mengendalikan Xinjiang dan Tibet. Saya sama sekali tidak ingin Amerika Serikat meninggalkan Semenanjung Korea.”

Cai menyimpulkan bahwa dalam pandangan strategis Kim, Amerika Serikat memang merupakan lawan jangka panjang, tetapi Tiongkok juga merupakan kekuatan besar yang harus diwaspadai. Karena itu, Korea Utara berusaha menjaga keseimbangan antara Washington dan Beijing, bukan sepenuhnya berpihak kepada salah satu pihak.

Hubungan Korea Utara–Rusia yang Semakin Dekat

Kunjungan terakhir Xi Jinping ke Pyongyang berlangsung pada tahun 2019. Kunjungan kali ini merupakan yang pertama dalam hampir tujuh tahun.

Beijing berharap dapat mempererat hubungan dengan sekutu tradisionalnya tersebut. Namun, kedekatan Korea Utara dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi perhatian Beijing.

Kim Jong-un telah beberapa kali bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Korea Utara juga dilaporkan mengirim personel militer untuk mendukung Rusia dalam perang Rusia–Ukraina.

Pada Mei lalu, pasukan Korea Utara untuk pertama kalinya ikut serta bersama militer Rusia dalam parade Hari Kemenangan yang diselenggarakan di Moscow.

Menurut laporan Yonhap News Agency, pertemuan puncak Xi Jinping dan Kim Jong-un kemungkinan akan berlangsung pada hari yang sama. Agenda pembahasan diperkirakan mencakup hubungan ekonomi, isu Semenanjung Korea, serta koordinasi antara Pyongyang, Beijing, dan Moskow.

Laporan disusun oleh Luo Tingting / Wen Hui

Hari Pertama Ujian Nasional Tiongkok (Gaokao) Dihantam Cuaca Ekstrem, Banjir 2 Meter Terjang Chongqing

Laporan New Tang Dynasty Television (NTDTV), pada 7 Juni, hari pertama pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi nasional Tiongkok (Gaokao), Distrik Hechuan di Chongqing diterjang hujan deras. Genangan air di jalan-jalan sangat parah, dengan kedalaman di titik terdalam mencapai lebih dari 2 meter. Seorang pria dewasa dan seorang anak sempat terseret arus banjir, namun beruntung keduanya berhasil diselamatkan.

EtIndonesia.com Menurut laporan media daratan Tiongkok, pada 7 Juni Distrik Hechuan, Kota Chongqing, mengalami cuaca konvektif ekstrem yang sangat kuat. 

Hujan deras dalam waktu singkat menyebabkan sejumlah ruas jalan di kawasan perkotaan dan pedesaan tergenang parah, permukaan sungai melonjak drastis, pohon-pohon tumbang, kendaraan terjebak, rumah warga kemasukan air, dan berbagai situasi berbahaya lainnya.

Biro Meteorologi Hechuan mengeluarkan peringatan merah hujan lebat.

Rekaman video memperlihatkan seorang dewasa dan seorang anak terseret arus banjir yang deras. Media The Beijing News mengutip informasi dari Kantor Jalan Diaoyucheng, Distrik Hechuan, yang menyatakan bahwa keduanya telah berhasil diselamatkan dan telah dijemput oleh keluarga mereka.

Banyak warganet mengkhawatirkan apakah para peserta Gaokao terdampak oleh banjir tersebut. Seorang staf Komite Pendidikan Distrik Hechuan menjelaskan bahwa tiga lokasi ujian Gaokao tahun ini berada di kawasan pusat kota dan memiliki jarak yang aman dari daerah yang terdampak paling parah. Hingga saat ini, pihak berwenang belum menerima laporan adanya gangguan atau situasi tidak normal terkait pelaksanaan ujian.

Banjir Terus Melanda Berbagai Wilayah di Tiongkok

Belakangan ini, bencana banjir akibat hujan lebat terjadi di banyak daerah di Tiongkok.

Pada 6 Juni, Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, mengalami hujan deras dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat yang menyebabkan banyak wilayah di Distrik Longhua terendam banjir. Seorang warga yang merekam kejadian tersebut mengatakan bahwa sejumlah kendaraan kemasukan air hingga mogok, dan gerai Sam’s Club di Longhua juga ikut terendam.

Sebuah puting beliung terlihat di sepanjang pantai Distrik Futian, Shenzhen. (Gambar dari internet)

Pada 5 Juni, fenomena “naga menyedot air” (waterspout atau puting beliung di atas perairan) muncul di kawasan pesisir Distrik Futian, Shenzhen. Banyak warga berhasil merekam pemandangan spektakuler berupa awan corong yang membentang dari langit hingga permukaan laut.

 Beruntung, kekuatan waterspout tersebut tidak terlalu besar dan segera menghilang setelah bergerak ke daratan. (***)

Filipina Diguncang Gempa Dahsyat M 7,8, Guncangan Kuat Picu Kepanikan Warga

EtIndonesia.com Pada 8 Juni pukul 07.37 pagi waktu setempat, wilayah kepulauan Filipina diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,8. Guncangan kuat dirasakan di berbagai daerah dan memicu kepanikan warga. Setelah gempa terjadi, Filipina, Indonesia, Taiwan, dan beberapa negara lainnya mengeluarkan peringatan tsunami.

Menurut Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ), gempa awalnya tercatat berkekuatan Magnitudo 8,2 di dekat Pulau Mindanao, Filipina, dengan kedalaman 10 kilometer, sebelum kemudian direvisi menjadi Magnitudo 7,8.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa tersebut juga sempat tercatat berkekuatan Magnitudo 8,2 dengan kedalaman 39 kilometer, lalu direvisi turun menjadi Magnitudo 7,8.

Dalam waktu kurang dari satu setengah jam setelah gempa utama, wilayah tersebut mengalami enam gempa susulan, dengan yang terbesar mencapai Magnitudo 6,5. Sebagian besar gempa susulan tergolong gempa dangkal hingga menengah.

Media lokal The Philippine Star melaporkan bahwa Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) menaikkan magnitudo gempa menjadi 7,8 (sebelumnya tercatat 7,0) dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gempa susulan serta kemungkinan tsunami akibat aktivitas seismik di laut.

Badan seismologi nasional Filipina menyatakan bahwa gempa terjadi pada pukul 07.37 pagi dengan kedalaman 33 kilometer. Episentrumnya berada sekitar 32 kilometer di selatan Maasim, Provinsi Sarangani.

Wilayah yang Merasakan Guncangan

Menurut PHIVOLCS, tingkat guncangan yang dirasakan di berbagai wilayah adalah sebagai berikut:

  • Intensitas VII (Merusak): General Santos City.
  • Intensitas VI (Sangat Kuat): Palimbang dan Sen. Ninoy Aquino di Provinsi Sultan Kudarat.
  • Intensitas V (Kuat):
    • Davao City;
    • Kidapawan dan Carmen di Provinsi Cotabato;
    • Bagumbayan, Kalamansig, dan President Quirino di Provinsi Sultan Kudarat;
    • Sibuco dan Siocon di Provinsi Zamboanga del Norte.

Bangunan Retak dan Korban Jiwa

Kepala Kepolisian Alabel, Provinsi Sarangani, Benjamin Ancheta, mengatakan kepada Reuters bahwa saat gempa terjadi, anggota kepolisian sedang melaksanakan upacara pengibaran bendera. Beberapa orang dilaporkan pingsan akibat guncangan hebat, dan gedung kantor polisi mengalami retakan.

Ia mengatakan:”Ini adalah gempa terkuat yang pernah kami alami.”

Polisi di General Santos City mengatakan kepada AFP bahwa banyak bangunan mengalami kerusakan dan beberapa rumah warga runtuh. Karena tim penyelamat masih melakukan operasi darurat, rincian kerusakan belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa sejauh ini terdapat  1 orang tewas dan 4 orang terluka.

Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik milik Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat memperingatkan bahwa dalam tiga jam setelah gempa, beberapa wilayah pesisir di:

  • Indonesia,
  • Filipina,
  • Palau,
  • Taiwan,
  • Papua Nugini,

berpotensi mengalami tsunami berbahaya dalam skala luas.

Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Pasifik Jepang dari Prefektur Ibaraki hingga Okinawa, dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 1 meter.

BMKG Indonesia juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di bagian timur laut Indonesia.

Warga Panik Berlarian ke Tempat Terbuka

Banyak warga Filipina membagikan rekaman video saat gempa terjadi. Dalam video tersebut terlihat tiang listrik dan lampu jalan bergoyang hebat akibat guncangan. Warga yang ketakutan segera berlarian menuju area terbuka untuk menghindari risiko tertimpa bangunan.

Laporan setempat menyebutkan bahwa sejumlah bangunan telah runtuh setelah gempa, termasuk beberapa gedung sekolah.  (***)

Lansia Shanghai Keluhkan Pusat Perbelanjaan dan Kawasan Sekitar Stasiun Sepi, 9 dari 10 Toko Tutup — Kelesuan Terburuk dalam 70 Tahun

Kemerosotan ekonomi Tiongkok terus berlanjut, dan bahkan Shanghai, yang pernah dijuluki sebagai “Paris dari Timur”, tidak luput dari dampaknya. Seorang warga lanjut usia Shanghai mengeluhkan bahwa kawasan-kawasan komersial yang dahulu ramai kini tampak lengang. Menurutnya, dalam 70 tahun hidupnya, ia belum pernah melihat Shanghai mengalami kemerosotan seperti sekarang.

EtIndonesia.com Media swadaya (self-media) di daratan Tiongkok baru-baru ini melaporkan bahwa pusat perbelanjaan kosong, toko-toko tutup, jumlah pengunjung menurun drastis, harga properti merosot, dan angka pengangguran meningkat. Dampak perlambatan ekonomi Tiongkok kini menyebar dengan cepat ke Shanghai, kota tingkat pertama yang sebelumnya menjadi simbol konsumsi dan kemakmuran nasional.

Seorang warga lama Shanghai yang telah tinggal di kota itu hampir 70 tahun, bernama samaran Zhang Hong, mengaku terkejut dengan kondisi saat ini. Ia menyebut bahwa Aegean Shopping Center, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Shanghai, dahulu selalu dipadati pengunjung. Namun kini suasananya hampir seperti kota mati.

“Dari luar gedung masih terlihat terang benderang, tetapi ketika masuk ke dalam, baru terlihat bahwa sebagian besar toko sudah tutup. Orang-orang juga sudah tidak ada. Suasananya sepi seperti kota kosong.”

Kondisi serupa juga terlihat di kawasan komersial sekitar Stasiun Kereta Shanghai, salah satu pusat transportasi tersibuk di kota tersebut.

Zhang Hong mengatakan bahwa dahulu lorong bawah tanah di sekitar stasiun dipenuhi deretan toko dan lautan manusia. Kini, menurutnya:

“Dari sepuluh toko, sembilan sudah tutup. Hanya satu yang masih beroperasi. Dibandingkan dulu, perbedaannya seperti langit dan bumi.”

Ia pun menghela napas:”Saya hampir berusia 70 tahun, dan belum pernah melihat Shanghai mengalami kelesuan seperti ini.”

Seorang warga Distrik Jing’an juga mengungkapkan bahwa saat pergi makan siang di Jalan Changping, ia mendapati hampir seluruh deretan restoran telah tutup. Banyak merek restoran yang dahulu populer di kalangan pekerja kantoran kini sudah berhenti beroperasi.

Ia berkomentar :”Bahkan pusat kota pun sudah tidak mampu bertahan.”

Seorang warganet lainnya mengatakan : “Sepuluh tahun lalu, ketika pergi ke Jalan Nanjing, orang-orang berdesakan. Sekarang jumlah pengunjung mungkin bahkan tidak mencapai sepersepuluh dari saat itu.”

Menurut rangkuman media Tiongkok, kelesuan di Shanghai disebabkan oleh berbagai krisis yang terjadi secara bersamaan, termasuk penurunan jumlah penduduk dan perlambatan ekonomi.

Tingkat kelahiran di kota itu terus menurun, menyebabkan banyak taman kanak-kanak dan sekolah menghadapi penutupan atau penggabungan. Pada saat yang sama, banyak perusahaan gulung tikar. Bahkan sektor internet dan teknologi yang sebelumnya dikenal menawarkan gaji tinggi dan pekerjaan stabil kini mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.

Akibatnya, banyak anak muda dan pekerja pendatang memilih meninggalkan Shanghai. Selain itu, penurunan berkepanjangan di pasar properti telah menyebabkan nilai aset banyak keluarga menyusut secara signifikan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa persoalannya kini bukan lagi sekadar penurunan konsumsi masyarakat. Ketika pusat perbelanjaan kosong, toko-toko tutup, harga rumah jatuh, dan lapangan kerja menghilang, kepercayaan masyarakat terhadap masa depan juga terus merosot.

Semakin banyak warga biasa yang merasa putus asa menghadapi situasi ekonomi yang terus memburuk.

Sumber : NTDTV.com

Wabah Ebola di Afrika Tengah Meluas, Mendekati 500 Kasus Terkonfirmasi dengan 84 Kematian

EtIndonesia.com Data yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) pada Sabtu (6/6) menunjukkan bahwa wabah Ebola mematikan yang sedang melanda Afrika Tengah terus meluas. Jumlah kasus terkonfirmasi kini mendekati 500 orang. Model prediksi Amerika Serikat bahkan memperkirakan jumlah kasus Ebola di kawasan tersebut pada akhirnya dapat melonjak hingga lebih dari 20.000 kasus.

Menurut laporan epidemi terbaru WHO, sejak wabah diumumkan tiga minggu lalu, Democratic Republic of the Congo (Republik Demokratik Kongo) telah mencatat 452 kasus terkonfirmasi, dengan 82 kematian. Sementara itu, negara tetangga, Uganda, melaporkan 19 kasus terkonfirmasi dengan 2 kematian.

Gabungan kedua negara tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 100 kasus baru dan 20 kematian tambahan dibandingkan hari sebelumnya.

WHO telah menetapkan wabah ini sebagai Keadaan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC), dan situasinya masih terus memburuk.

Pada Jumat 5 Juni, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merilis hasil pemodelan komputer yang memperkirakan jumlah kasus akhir dapat berkisar antara 10.000 hingga lebih dari 20.000 kasus. Jika prediksi tersebut terbukti akurat, skala wabah ini dapat mendekati wabah Ebola di Afrika Barat pada tahun 2014–2016 yang menewaskan lebih dari 11.000 orang.

Namun, sejumlah ahli mengingatkan agar angka-angka prediksi tersebut tidak ditafsirkan secara berlebihan. Meski demikian, mereka mengakui bahwa wabah saat ini memang bergerak ke arah yang mengkhawatirkan.

Belum Ada Vaksin atau Pengobatan Khusus

Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan maupun vaksin khusus yang secara spesifik ditujukan untuk galur (strain) utama virus yang menjadi penyebab wabah kali ini.

Beberapa pakar menduga penyebaran virus sebenarnya sudah dimulai sejak Februari tahun ini. Namun, pada tahap awal, otoritas kesehatan setempat diduga melakukan pengujian terhadap galur Ebola yang berbeda dari galur yang kini menjadi sumber utama wabah.

Konflik Bersenjata Menghambat Penanggulangan

Upaya pengendalian wabah menjadi jauh lebih sulit karena situasi keamanan yang tidak stabil di wilayah terdampak.

Konflik bersenjata antara pemerintah Democratic Republic of the Congo dan kelompok pemberontak yang didukung oleh Rwanda, serta serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Allied Democratic Forces (ADF) yang dikaitkan dengan Islamic State, telah memperumit upaya penanganan wabah.

Pemerintah setempat menyatakan bahwa kekerasan tersebut telah menyebabkan banyak warga terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Amerika Serikat Perketat Pengawasan Perbatasan

Para ahli di Amerika Serikat menilai virus Ebola tidak mungkin menyebar luas di negara tersebut.

Salah satu alasannya adalah kebijakan pemerintah AS yang melarang warga non-AS memasuki negara itu, serta melarang pemegang kartu penduduk tetap (green card) yang dalam 21 hari terakhir pernah mengunjungi Republik Demokratik Kongo, Uganda, atau South Sudan untuk masuk ke Amerika Serikat.

Sementara itu, warga negara AS yang baru kembali dari negara-negara tersebut diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan dan diarahkan untuk masuk melalui empat bandara internasional yang telah ditunjuk secara khusus.

Sumber : NTDTV.com

Aksi Protes Siswa SMA di Iran Meluas, Menjangkau 20 Provinsi

EtIndonesia.com Di tengah perhatian dunia terhadap peringatan 37 tahun peristiwa Tiananmen 1989, gerakan protes pelajar di Iran juga terus meluas. Siswa sekolah menengah atas (SMA) di sekitar 20 provinsi Iran menggelar aksi protes untuk menentang kebijakan pendidikan, aturan ujian akhir, serta perubahan kebijakan yang memengaruhi ujian masuk perguruan tinggi nasional. Beberapa aksi dibubarkan secara paksa, dan sejumlah siswa dilaporkan ditangkap.

Menurut laporan Iran International yang berbasis di London, gelombang protes ini mulai muncul pada akhir Mei di wilayah barat dan tengah Iran. Awalnya, protes berfokus pada penyelenggaraan ujian akhir sekolah. Namun, tuntutannya kemudian meluas dan kini telah menjangkau sekitar 20 provinsi, termasuk Tehran, Isfahan, dan Qom.

Para siswa pada umumnya menuntut penghapusan kebijakan yang memberikan “pengaruh tetap” nilai rata-rata (GPA) kelas 11 terhadap hasil ujian masuk universitas nasional. Alternatifnya, mereka meminta agar nilai GPA hanya diberlakukan sebagai “pengaruh positif”, yaitu hanya dihitung apabila dapat meningkatkan nilai akhir peserta.

Di Provinsi Yazd , beberapa siswa dilaporkan terluka dalam bentrokan yang terjadi selama aksi protes. Di Provinsi Qom, setidaknya satu orang ditangkap. Sementara itu, di Saveh, terjadi kontak fisik antara staf dinas pendidikan dan para siswa yang berunjuk rasa.

Pada  Sabtu 6 Juli, sejumlah siswa turun ke jalan sambil meneriakkan slogan-slogan yang menentang kebijakan pendidikan, antara lain:”Para siswa, bersuaralah! Perjuangkan hak kalian!”

Dan “Pejabat yang tidak kompeten, kami tidak menginginkan kalian!”

Puncak Protes di Teheran

Pekan ini, aksi protes mencapai puncaknya di Teheran. Sekelompok siswa kelas 11 dan 12 berkumpul di depan gedung Kementerian Pendidikan Iran sambil membawa spanduk bertuliskan:”Dengarkan suara para siswa Iran”

Mereka menuntut pencabutan kebijakan yang dipersoalkan tersebut.

Video dari lokasi menunjukkan para siswa juga berkumpul di depan gedung Supreme Council of the Cultural Revolution (Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan) dan meneriakkan:”Keadilan dan pendidikan adalah hak yang tidak boleh dirampas dari kami!”

Keluhan atas Ketidakpastian Kebijakan

Para siswa mengkritik keras ketidakpastian dalam sistem pendidikan. Mereka mengatakan bahwa perubahan aturan ujian dan penerimaan mahasiswa yang terus-menerus telah menimbulkan tekanan psikologis yang besar.

Angkatan pelajar saat ini dianggap memiliki pengalaman yang sangat berat. Sebelumnya mereka telah mengalami penutupan sekolah, pembelajaran daring, berbagai gejolak akibat aksi protes yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, serta perubahan berulang dalam regulasi pendidikan.

Karena itu, para siswa menegaskan bahwa mereka tidak ingin lagi menjadi korban dari perubahan kebijakan yang terus berganti-ganti.

Sumber : NTDTV.com

Menjelang Piala Dunia 2026, Prancis Sita Ribuan Jersey Sepak Bola Palsu dari Tiongkok

EtIndonesia.com  Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, penjualan jersey sepak bola ikut meningkat pesat. Namun, penyitaan sejumlah besar barang palsu oleh otoritas Prancis baru-baru ini kembali menyoroti masalah produk tiruan yang diproduksi di Tiongkok.

Menurut laporan surat kabar Prancis Le Figaro, petugas bea cukai Prancis baru-baru ini menyita hampir 2.300 jersey sepak bola palsu di kota Chelles. Sebagian besar barang tersebut diketahui berasal dari Tiongkok.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama kasus serupa terjadi. Tahun lalu, bagian kargo pos Prancis juga menyita sekitar 20.000 jersey palsu di kota Lons-le-Saunier yang terletak di wilayah timur negara itu. Otoritas Prancis menilai bahwa pasar gelap jersey palsu berkembang pesat seiring semakin banyaknya konsumen yang membeli produk tiruan.

Perbedaan Harga yang Sangat Besar

Salah satu alasan maraknya jersey bajakan adalah perbedaan harga yang sangat mencolok dengan produk asli.

Menurut laporan tersebut, satu jersey resmi tim nasional dijual sekitar 110 euro, sementara versi tiruannya hanya sekitar 12,5 euro, atau hampir sepersepuluh dari harga asli.

Yang lebih mengkhawatirkan, kualitas barang palsu kini semakin sulit dibedakan dari produk asli. Jika dahulu kesalahan ejaan atau ketidaksesuaian logo dapat dengan mudah mengungkap bahwa suatu produk adalah tiruan, kini banyak jersey palsu yang secara visual hampir identik dengan produk resmi sehingga konsumen biasa kesulitan mengenalinya.

Banyak Penggemar Muda Memilih Produk Tiruan

Sejumlah penggemar sepak bola muda mengakui membeli jersey palsu karena alasan harga dan ketersediaan.

Seorang mahasiswa Prancis berusia 22 tahun mengatakan bahwa ia membeli beberapa jersey klasik karena versi aslinya sudah tidak diproduksi lagi dan harganya jauh lebih murah.

Sementara itu, seorang pekerja konstruksi berusia 24 tahun mengungkapkan bahwa ia menghabiskan sedikit lebih dari 100 euro untuk membeli lima jersey sekaligus, jumlah yang bahkan belum cukup untuk membeli satu jersey resmi.

Peringatan dari Bea Cukai Prancis

Meski lebih murah, otoritas Prancis mengingatkan bahwa produk-produk tersebut memiliki risiko keamanan karena asal-usul dan proses produksinya tidak jelas.

Menurut pejabat bea cukai, sebagian besar jersey palsu berasal dari Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara. Proses produksinya kurang transparan sehingga konsumen tidak mengetahui kandungan bahan pewarna, kain, maupun benang yang digunakan.

Sulit Diberantas

Bagi aparat penegak hukum, upaya pemberantasan juga semakin sulit. Jersey palsu biasanya dikirim dalam bentuk paket-paket kecil yang bercampur dengan jutaan barang yang masuk ke Prancis setiap hari, sehingga tidak mungkin memeriksa semuanya satu per satu.

Penjualan Jersey Resmi Tetap Tumbuh 

Meskipun masalah barang palsu semakin serius, pasar jersey resmi tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Pelaku industri menyatakan bahwa jersey sepak bola kini telah menjadi bagian dari gaya hidup dan simbol identitas bagi banyak anak muda. Karena itu, penjualan produk resmi justru terus meningkat.

Dengan semakin dekatnya penyelenggaraan FIFA World Cup 2026, bea cukai Prancis memperkirakan permintaan terhadap jersey palsu akan kembali meningkat sepanjang musim panas tahun ini.

Sumber : NTDTV.com

Drop Cap StyleBoxCircleRegularBoldSmall Circle


Custom Top Margin (px)

ResetCustom Bottom Margin (px)

Reset

Diduga Terjadi Kecurangan dalam Pemilu Daerah Korea Selatan, Warga Gelar Demonstrasi Besar-Besaran

EtIndonesia.com Pemilihan daerah yang digelar di Korea Selatan pada 3 Juni 2026 diduga diwarnai kecurangan pemilu, sehingga memicu aksi protes warga yang berlangsung sejak malam hari  3 Juni hingga saat ini.

Sejumlah warga setempat mengaku telah merekam rekaman kamera pengawas yang diduga memperlihatkan petugas pemilu melakukan manipulasi suara. Selain itu, sebagian warga juga menuduh adanya individu dari pihak luar yang menyamar sebagai polisi dan melakukan tindakan represif saat membubarkan massa.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari universitas terkemuka Korea Selatan, Seoul National University Student Council, disebut memimpin gerakan pernyataan bersama yang diikuti oleh organisasi mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh negeri. Sejumlah pengamat menilai bahwa gerakan mahasiswa berskala besar berpotensi meletus dalam waktu dekat.

Aksi Protes Berlangsung Semalaman

Para demonstran meneriakkan:“Pemilu tidak sah! Terjadi kecurangan pemilu!”

Menurut laporan tersebut, pemicu utama protes adalah kontroversi mengenai kekurangan surat suara pada hari pemungutan suara 3 Juni. Disebutkan bahwa di 17 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Korea Selatan terjadi kehabisan surat suara sehingga proses pemungutan suara sempat terhenti.

Di beberapa TPS, pemilih dikabarkan harus menunggu lebih dari satu setengah jam.

Dugaan Manipulasi Surat Suara

Sebagian warga juga mengunggah rekaman kamera pengawas yang kemudian menimbulkan kecurigaan publik. Dalam rekaman tersebut, petugas pemilu terlihat membuka segel kotak suara dan memasukkan sejumlah besar surat suara dari luar.

Selain itu, terdapat tuduhan bahwa sebagian surat suara dibuang ke tempat sampah dan tidak ikut dihitung. Warga juga mengklaim bahwa bukti-bukti yang mereka temukan terkait kotak suara disita secara paksa oleh polisi, yang kemudian memicu bentrokan antara aparat dan masyarakat.

Dalam salah satu insiden, seorang ibu yang menggendong bayinya terlihat berhadapan langsung dengan polisi.

Seorang warga terdengar berkata:“Apakah ketua komisi pemilihan ada di lokasi? Apa yang kalian lakukan ini jelas-jelas melanggar hukum! Apa sebenarnya yang sedang dilakukan polisi?”

Bentrokan dengan Aparat

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sejumlah warga lanjut usia melakukan aksi duduk damai, namun kemudian diangkat dan diseret oleh aparat keamanan.

Dalam rekaman lain, polisi anti huru-hara terlihat membawa senapan saat berhadapan dengan massa.

Seorang demonstran terdengar meneriakkan kepada petugas:“Tidakkah kalian merasa malu? Sungguh memalukan!”

Tuduhan Adanya “Polisi Palsu”

Sebagian pengguna internet Korea Selatan mengklaim menemukan kejanggalan pada sejumlah petugas yang bertugas mengamankan demonstrasi.

Menurut tuduhan yang beredar, beberapa petugas diduga mengenakan tanda nama yang tampak seperti transliterasi nama berbahasa Mandarin. Selain itu, ada individu berambut cokelat bergelombang yang dinilai tidak sesuai dengan standar penampilan kepolisian Korea Selatan. Sebagian petugas juga terlihat mengenakan penutup wajah.

Karena itu, muncul spekulasi di media sosial bahwa mungkin terdapat pihak luar yang menyusup ke dalam barisan aparat keamanan.

Seorang warga dalam rekaman mengatakan:“Ada orang yang menyamar sebagai polisi, ada polisi palsu! Dia tidak bisa memberikan penjelasan yang masuk akal. Seragamnya juga tidak memiliki nama. Jika benar polisi, mengapa bahkan rekan-rekannya tidak dapat mengidentifikasinya?”

Mahasiswa Mulai Bergerak

Sejumlah anak muda Korea Selatan mulai menyampaikan kekhawatiran mereka kepada komunitas internasional melalui media sosial, dengan menyatakan bahwa demokrasi di Korea Selatan sedang mengalami gejolak.

Menurut laporan tersebut, organisasi mahasiswa dari beberapa universitas ternama seperti Seoul National University, Korea University, dan Sungkyunkwan University, bersama berbagai organisasi mahasiswa daerah lainnya, telah mengeluarkan pernyataan terbuka terkait dugaan kecurangan dalam pemilu daerah.

Sejumlah analis memperkirakan bahwa situasi ini berpotensi berkembang menjadi gerakan mahasiswa berskala nasional.

Pada aksi demonstrasi 6 Juni, para peserta juga menyanyikan lagu kebangsaan Korea Selatan.“Rakyat Korea akan selamanya terlindungi dengan jalan Korea! Semangat! Semangat!”

Situasi Terus Berkembang

Hingga  6 Juni sore waktu Korea Selatan, berbagai bantuan logistik dilaporkan terus mengalir ke lokasi demonstrasi di pusat Kota Seoul.

Menurut laporan tersebut, kontroversi seputar pemilu daerah ini berpotensi memicu aksi demonstrasi jangka panjang di Korea Selatan, dan dampak lanjutan dari perkembangan tersebut masih terus menjadi perhatian publik.

Televisi NTD, Huang Liangjian dan Ning Yuxiang melaporkan.

Serangan Iran Memperburuk Situasi, Pakistan Mengunjungi Teheran untuk Merundingkan Rencana Baru

EtIndonesia.com Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa setelah operasi militer gabungan AS-Israel, kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan dan persediaan rudalnya menurun drastis. Sementara itu, sejumlah negara di kawasan Teluk secara berturut-turut mengecam serangan Iran terhadap Kuwait dan Bahrain, yang semakin memperburuk situasi keamanan regional.

Di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, United States Central Command (CENTCOM) menegaskan bahwa militer AS terus melaksanakan latihan dan penempatan militer di Laut Arab dan perairan sekitarnya guna menjamin keamanan jalur pelayaran serta mempertahankan kemampuan respons cepat terhadap perkembangan situasi kawasan.

Dalam bidang diplomasi, Pakistan terus memainkan peran sebagai mediator. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, akan bertemu dengan para pemimpin Iran di Teheran untuk membahas sebuah “rencana baru” guna menghidupkan kembali perundingan damai antara AS dan Iran serta meredakan ketegangan yang terus meningkat.

Pada hari Sabtu, Wakil Kepala Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan kepada Fox News bahwa Presiden Trump “tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk dengan Iran.”

Ia menekankan bahwa rakyat Amerika dapat merasa tenang karena setiap kesepakatan yang dicapai akan menguntungkan Amerika Serikat dan mampu melindungi keamanan nasional AS baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Sebelumnya, Presiden Trump kembali menegaskan bahwa setelah serangan militer gabungan AS dan Israel, kemampuan militer Iran secara keseluruhan telah “sangat melemah”. Menurutnya, persediaan rudal Iran kini hanya tersisa sekitar 21% hingga 22% dari sebelumnya, dan pihak AS memiliki informasi intelijen yang “sangat akurat” mengenai hal tersebut.

Pada saat yang sama, situasi keamanan di kawasan Teluk memburuk dengan cepat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya konflik yang lebih luas.

Pemerintah Qatar menjadi pihak pertama yang mengeluarkan pernyataan resmi, mengecam serangan Iran terhadap Kuwait dan Bahrain yang disebut sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional”. Qatar juga memperingatkan bahwa setiap eskalasi militer yang menargetkan negara-negara Teluk akan semakin merusak stabilitas kawasan.

Selanjutnya, Gulf Cooperation Council (Dewan Kerjasama Teluk) bersama sejumlah negara anggotanya juga secara kolektif mengecam serangan tersebut dan menuduh Iran merusak upaya diplomatik yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Berdasarkan data yang diumumkan oleh Kuwait, hingga saat ini negara tersebut telah mencegat 379 rudal dan 869 pesawat nirawak (drone), yang disebut sebagai bagian dari serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone musuh. Kementerian Luar Negeri Kuwait juga mengecam keras pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan menyatakan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan nasional.

Seiring situasi di sekitar Selat Hormuz yang tetap tegang, konfrontasi militer dan upaya diplomasi berlangsung secara bersamaan. Dunia internasional kini terus memantau apakah krisis ini akan meluas dan berdampak ke kawasan lain.

Laporan disusun oleh reporter Yixin untuk NTD Television.

Tikus Raksasa Ditemukan di Tiongkok, Menimbulkan Ancaman Serius

EtIndonesia.com Baru-baru ini, di Kota Yangzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, ditemukan seekor hewan berwarna abu-abu kecoklatan yang dijuluki masyarakat sebagai “tikus raksasa”. Setelah diidentifikasi oleh otoritas lingkungan setempat, hewan tersebut dipastikan sebagai nutria atau coypu (Myocastor coypus), spesies invasif yang berasal dari luar negeri. Hewan ini kini semakin sering ditemukan di berbagai daerah dan dianggap sebagai “perusak ekologi” karena dapat menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan.

Menurut laporan Yangzhou Evening News, perangkat pemantauan satwa liar yang dipasang di kawasan Danau Shaobo, Distrik Jiangdu, beberapa kali merekam kemunculan hewan itu.

Rekaman menunjukkan bahwa hewan ini memiliki bulu coklat tua, tubuh pendek dan kekar, dengan ukuran mendekati kucing rumah. Posisi matanya berada agak di bagian atas kepala, sementara ekornya panjang, tebal, dan bulat. Kaki belakangnya memiliki selaput sehingga sangat mahir berenang. Hewan ini sering mencari makan di lahan basah, semak-semak, dan pematang sawah.

Pihak lingkungan hidup setempat menjelaskan bahwa hewan tersebut sebenarnya adalah nutria (coypu), yang berasal dari Amerika Selatan dan tergolong spesies invasif. Pada abad lalu, hewan ini pernah didatangkan ke Tiongkok untuk dibudidayakan sebagai penghasil bulu. Namun, akibat pelarian dari peternakan dan pelepasan liar oleh manusia, populasi liar kini telah terbentuk di alam.

Ancaman terhadap pertanian dan lingkungan

Hewan ini menimbulkan berbagai ancaman terhadap sektor pertanian, keamanan infrastruktur air, dan keseimbangan ekosistem.

Nutria memakan akar, batang, dan daun berbagai tanaman. Hewan ini sangat menyukai bibit padi, kentang, serta tanaman air seperti akar teratai, jiaobai (rebung air), dan cigu (sejenis umbi air). Akibatnya, hasil panen dapat menurun drastis.

Selain itu, nutria juga menggerogoti batang utama pohon buah hingga ketinggian sekitar satu meter dari tanah. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan banyak pohon buah mati secara massal dan merusak kawasan perkebunan ekonomi.

Merusak Tanggul dan Meningkatkan Risiko Banjir

Spesies ini juga terkenal pandai menggali liang. Diameter liang yang dibuat dapat mencapai 30–50 sentimeter dengan kedalaman 1–2 meter.

Liang-liang tersebut dapat merusak tanggul sungai dan danau, dermaga, serta jalan di sepanjang aliran sungai. Kondisi ini dapat menyebabkan kebocoran tanggul, rembesan air, bahkan jebolnya bendungan atau tanggul, sehingga menimbulkan ancaman serius terhadap sistem pengendalian banjir, terutama saat musim hujan.

Berpotensi menyebarkan penyakit

Selain merusak lingkungan, nutria juga dapat membawa berbagai bakteri patogen, termasuk Salmonella dan Escherichia coli (E. coli). Melalui kotorannya, bakteri tersebut dapat mencemari sumber air dan membahayakan kesehatan manusia maupun hewan ternak.

Berkembang biak sangat cepat

Nutria dewasa umumnya memiliki panjang tubuh sekitar 50 centimeter dengan berat antara 5 hingga 10 kilogram, bahkan lebih besar dan lebih gemuk daripada kelinci.

Kemampuan reproduksinya juga sangat tinggi. Dalam kondisi normal, seekor betina dapat melahirkan 2–3 kali per tahun, dan pada masa puncak reproduksi dapat mencapai 5 kali dalam dua tahun. Setiap kelahiran menghasilkan sekitar 5–8 anak, bahkan bisa mencapai 14 anak dalam satu kali kelahiran. Anak nutria sudah mencapai kematangan seksual pada usia sekitar tiga bulan.

Ditambah minimnya predator alami di alam liar, populasi nutria sangat mudah berkembang tidak terkendali.

Sudah muncul di berbagai wilayah Tiongkok

Perlu dicatat bahwa nutria tidak hanya ditemukan di Yangzhou. Menurut laporan sebelumnya, populasi hewan ini juga telah banyak ditemukan di perbatasan Distrik Jinshan, Shanghai, dan Kota Pinghu, Provinsi Zhejiang.

Namun hingga saat ini, baik pemerintah maupun masyarakat setempat masih belum memiliki langkah pengendalian yang benar-benar efektif untuk mencegah penyebaran spesies invasif itu.

Sumber : NTDTV.com