SENI ITU SUCI: Merasakan Kemegahan Seni Realistis yang Luhur

0

EPOCH INSPIRED STAF

Secara tradisional, karya seni yang paling dihormati berfokus pada penggambaran kebajikan seperti kebijakan, keberanian, pengorbanan, dan kebenaran, sehingga menangkap kecemerlangan kemanusiaan di atas kanvas untuk generasi penerus. Salah satu platform unik yang didedikasikan untuk menghidupkan kembali esensi umat manusia yang memudar ini dan menjunjung tinggi seni lukisan cat minyak realistik tradisional adalah Kompetisi Lukisan Figur Internasional (NIFPC) NTD Television. 

Sejak diluncurkan pada 2008 dengan misi untuk mempromosikan “keindahan murni, kebaikan murni, dan kebenaran murni”, kompetisi ini telah mendapatkan apresiasi dari para profesional seni rupa terkenal di seluruh dunia.

“Penderitaan di Taman” oleh Eric Armusik. Lukisan ini menunjukkan sosok Yesus Kristus yang disinari cahaya terang saat berdoa. (Kompetisi Lukisan Tokoh Internasional NTD)
“Maria’s Wish” oleh Joseph Daily. Seniman ini mengatakan kepada NTDTV dalam sebuah wawancara bahwa karya seninya “pada dasarnya mengekspresikan Tuhan dan memuji Sang Pencipta.” (Kompetisi Lukisan Tokoh Internasional NTD)

Berbasis di New York, NIFPC sekarang memiliki koleksi karya seni realistik murni yang eksklusif dan unik.

Ketua NIFPC, Kunlun Zhang, 82, yang telah bekerja di bidang seni selama 60 tahun, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa seni harus mengungkapkan “kebenaran, kebaikan, kemurnian, keindahan, dan kecerahan.” Dia mengatakan bahwa kompetisi internasional NTDTV memainkan peran penting dalam “menyelamatkan peradaban manusia” di era modern ini—ketika “moralitas manusia telah merosot dan seni telah rusak dan habis.”

Zhang mengatakan kompetisi tersebut membawa seni kembali ke jalur tradisi dan telah menjadi platform yang luar biasa bagi para pelukis yang masih memilih untuk mendasarkan karya mereka pada realisme tradisional.

“Keajaiban” oleh Cen Fang: Pemenang Penghargaan Pemuda di NIFPC 2019, karya seni ini menggambarkan seorang praktisi Falun Gong yang sedang duduk bersila dan bermeditasi. (Kompetisi Lukisan Tokoh Internasional NTD)

Xiaoping Chen, 51, peraih medali emas dua kali dan sekarang menjadi juri di NIFPC, adalah kepala Departemen Seni Rupa di Northern Academy of Arts di Middletown, New York. Xiaoping berkata bahwa seniman yang baik harus memiliki sikap tenang dan welas asih serta menjunjung tinggi moralitas sehingga mereka dapat membawa sesuatu yang benar- benar bermakna dan memperkaya dunia dengan setiap kreasi mereka yang sederhana.

“Seni itu sakral,” katanya. 

Pelukis  sejati akan merasakan keberadaan Tuhan. Kami hanya meniru hal-hal alam, apakah itu orang atau benda statis, atau bunga, atau hewan. Kami sebenarnya mencoba untuk belajar dan meniru hal-hal indah yang Tuhan berikan kepada kita.”

“Seorang Murid [Falun] Dafa pada Saat Pengambilan Organ Tubuh” oleh Hung Yu Chen: lukisan ini dianugerahi penghargaan Honorable Mention di NIFPC 2019 dan menggambarkan saat seorang pengikut Falun Dafa, yang dipenjara karena keyakinannya, secara paksa diambil organ tubuhnya oleh para dokter di Tiongkok untuk diambil organ tubuhnya, ketika dia masih hidup dan sehat. (Kompetisi Lukisan Tokoh Internasional NTD)

Xiaoping Chen berkata bahwa seniman harus memupuk “penghormatan kepada Sang Pencipta”. Mereka juga harus rendah hati dan rajin mengasah bakat mereka untuk mencapai keterampilan terbaik yang dapat membantu mereka menyampaikan “kesakralan dan keindahan seni”.

“Pelukis dan seniman pertama-tama harus menjadi orang baik sehingga mereka dapat membawa keindahan sejati kepada orang lain. Hanya ketika mereka memiliki kecantikan di hati mereka, maka mereka dapat membawa keindahan dan energi positif kepada orang lain, memberi mereka pengalaman pikiran, tubuh, dan jiwa yang indah,” katanya.

“Potret Diri Mempersiapkan Diri untuk Beribadah”: Potret diri pemenang penghargaan perunggu tahun 2019 oleh Joseph Daily. (Kompetisi Lukisan Tokoh Internasional NTD)

Kompetisi terakhir, yang diadakan pada tahun 2019, menerima lebih dari 400 kiriman dari 258 seniman, termasuk seniman representasional top dunia, dari 46 negara. Kompetisi 2023 sekarang mengundang entri dari semua pelukis minyak realisme profesional termasuk guru dan siswa seni rupa; batas waktu pengi- riman adalah 15 Juni.

Berbagai penghargaan—termasuk hadiah pemenang emas sebesar 10.000 USD—akan diberikan pada upacara akbar yang dijadwalkan untuk Oktober tahun ini.

“Unconditional Love” oleh Kim Myerson memenangkan Penghargaan Kemanusiaan & Budaya di NIFPC 2014. (Kompetisi Lukisan Tokoh Internasional NTD)
“Requiem for Dying on Time” oleh Ricardo Viloria. (Kompetisi Lukisan Tokoh Internasional NTD)

Dengan berpartisipasi dalam kompetisi ini, kata NIFPC, banyak seniman menyadari panggilan batin mereka dan tanggung jawab bersama mereka terhadap masyarakat: menciptakan karya seni yang mencerminkan tradisi dan kebaikan. “[Kami] percaya bahwa harus ada beberapa standar untuk seni, dan bahwa karya seni harus mengandung kasih sayang dan keanggunan sejati, sehingga mereka dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, membantu orang naik ke dimensi yang lebih tinggi,” kata NIFPC pada laporan mereka. situs web.

“Kami benar-benar percaya bahwa mewarisi konsep moral tradisional yang lurus dan menciptakan karya seni yang murni jujur, penuh kasih, dan indah akan membangun landasan untuk memberi manfaat bagi masyarakat manusia. Juga akan mengatur masa depan yang cerah bagi dunia. Kami sangat berharap para seniman yang berpandangan jauh ke depan dapat menemukan misi mereka sebagai seniman dan menciptakan kembali kemegahan dalam sejarah dengan berpartisipasi dalam Kompetisi Lukisan Figur Cat Minyak Internasional.” (aus)

Pecinta seni yang tertarik untuk membeli reproduksi beberapa lukisan cat minyak pilihan ini dapat melakukan pembelian di toko seni Inspired Orginal: https://www.inspiredoriginal.org/oil-painting

Untuk lebih banyak karya seni dan untuk mengirimkan, silakan kunjungi oilpainting. ntdtv.com

Tabib Zaman Dulu Membuka Tengkorak dan Mengeluarkan “Makhluk Aneh” di Otak : Operasi Bedah Tempurung Kepala Zaman Kuno

0

Fu Yao

Pada 2019, seorang pria Inggris bernama Shane Antcliffe, karena mengalami sakit kepala berkepanjangan dan merosotnya daya ingat serta permasalahan lainnya, pergi memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, ia sangat terkejut, karena hasilnya adalah dirinya mengidap tumor otak. Maka, lewat pengaturan cermat dokter, Antcliffe menjalani operasi tempurung dalam kondisi sadar (Awake Craniotomy) pada 2020. 

Yang dimaksud dengan operasi kraniotomi dalam kondisi sadar adalah melakukan operasi dengan pembiusan pada bagian tertentu otak saja, agar pasien tetap dalam kondisi sadar di saat menjalani operasi. Ketika tumor tumbuh pada bagian otak yang mengendalikan kemampuan berbicara, bahasa, atau gerakan, maka biasanya dokter akan merekomendasikan metode operasi seperti ini.

Jika pasien dalam kondisi sadar saat dibedah, tim dokter dapat secara tepat mengevaluasi fungsi yang dikendalikan oleh setiap bagian otak pasien, agar tindakan bedah tidak merusak fungsi-fungsi tersebut.

Dalam operasi selama tiga jam itu, Antcliffe berbicara tentang sepakbola yakni olahraga yang paling disukainya, juga hal-hal lucu dalam keluarga. Ia juga menceritakan sejumlah lelucon kepada para dokter. Keseluruhan proses operasi tersebut dirasakannya sangat rileks, dan sangat alami. Walaupun bedah kali ini sangat berhasil, dan tumor otak berhasil diangkat, setelah dikondisikan dua minggu kemudian ia diperbolehkan pulang. 

Sayangnya, penyebab yang menimbulkan tumor otak itu, tidak bisa diobati hingga tuntas oleh team dokter, jadi Antcliffe tetap harus berjuang melawan kanker.

Masyarakat kagum akan teknik tinggi bedah tengkorak atau kraniotomi, tanpa berpikir bahwa lewat penelitian arkeologi telah ditemukan teknik bedah kraniotomi yang sudah eksis sejak zaman kuno.

Bedah Kraniotomi Israel Kuno 3000 Tahun Silam

Belum lama ini di sebuah situs terkenal di utara Israel yakni Megiddo berhasil menemukan dua set utuh tulang belulang manusia yang berumur lebih dari 3.500 tahun, setelah diperiksa secara genetik ditemukan bahwa kedua set tulang tersebut adalah kakak beradik. Namun yang mengejutkan adalah, pada bagian atas tempurung kepala si kakak terdapat sebuah lubang yang misterius.

Pakar menyimpulkan, pria ini berusia sekitar 21 sampai 46 tahun, di tulang tengkoraknya ada garis yang saling bersilangan membagi empat bagian, lalu ada sebuah lubang berbentuk persegi sekitar 3 cm, maka diasumsikan bahwa pria itu pernah menjalani “operasi melubangi tengkorak (trepanasi atau trefinasi, red.) berbentuk lubang bersudut” (angular notched trephination). Namun di sekitar luka tidak terlihat tanda-tanda penyembuhan, dari sini disimpulkan bahwa ia mungkin meninggal dunia tak lama setelah usai operasi. Sementara pecahan tengkorang yang dilubangi itu juga ditempatkan di dalam makam kuno tersebut.

Sementara tulang tengkorak si adik yang utuh dinyatakan meninggal di usia antara 10 hingga 20 tahun, setelah kakaknya juga telah meninggal, jasad keduanya dikuburkan bersama. Peneliti utama riset tersebut yang merupakan calon peraih gelar Ph.D dari Brown University AS yakni Rachel Kalisher menyatakan, lubang berbentuk persegi pada tengkorak si kakak seharusnya adalah bekas luka akibat operasi bedah kepala, ini adalah catatan operasi bedah kepala paling awal yang ditemukan hingga saat ini.

Lewat sebuah penelitian para arkeolog menyimpulkan, kedua kakak beradik tersebut hidup pada masa akhir zaman perunggu antara 1550 SM 1450 SM, tulang kerangka mereka dikuburkan di kawasan yang paling makmur di Megiddo, dan sangat berdekatan dengan istana raja, oleh sebab itu bisa ditengarai mereka seharusnya berasal dari keluarga terpandang, bahkan mungkin merupakan anggota keluarga kerajaan, karena rakyat biasa tidak mungkin bisa memperoleh perlakuan istimewa seperti itu.

Walaupun penderita tidak berhasil bertahan hidup setelah menjalani bedah tengkorak, tetapi penemuan ini telah membuktikan bahwa pada zaman perunggu, orang-orang kalangan atas telah memperoleh layanan medis yang rumit. 

Penelitian lebih lanjut menunjukkan, tengkorak kedua kakak beradik itu mengalami perubahan patologis yang signifikan, disimpulkan mereka mengalami berbagai penyakit di sekujur tubuh, seperti kusta, TBC, bahkan juga penyakit genetik lainnya.

Kalisher juga menyebutkan, dari sebagian tulang kakak beradik itu bisa dilihat gigi dan struktur wajah mereka berbeda dengan manusia normal pada umumnya, hal ini menunjukkan terjadinya kondisi pertumbuhan yang tidak sempurna, mungkin pertumbuhan tulang tengkorak tidak sempurna atau mengalami down syndrome, serta ada tanda-tanda anemia parah, semua ini dapat memengaruhi pertumbuhan mereka secara normal. Dia berkata, “Kedua kakak beradik itu seharusnya berasal dari kalangan masyarakat atas, mereka bukan rakyat jelata, inilah alasannya mengapa walaupun mereka mengalami penyakit serius, namun masih dapat bertahan hidup untuk waktu yang lebih lama.”

Para arkeolog menyatakan, penemuan kali ini adalah kasus operasi kraniotomi paling awal yang ditemukan di Timur Dekat kuno (sekarang kawasan Timur Tengah), dan menjadi bukti bahwa teknik bedah dengan melubangi tulang tengkorak telah tersebar luas di seluruh dunia ribuan tahun silam.

Menurut data sejarah Tiongkok klasik, juga tercatat ada orang-orang dari Wilayah Barat (termasuk India, Xinjiang dan negara-negara di Asia Tengah) yang bisa melakukan bedah kraniotomi. 

Sastrawan terkenal Dinasti Song yakni Ouyang Xiu dalam karyanya “New Book of Tang” mencatat sebuah negara, yang kemudian setelah diteliti lebih mendalam adalah Kekaisaran Romawi Timur, dan disebut juga Byzantium. Dalam buku tersebut tertulis: “Ada dokter ahli yang dapat membuka tulang tengkorak mengeluarkan cacing untuk mengobati kebutaan, atau mata rabun, atau sakit kepala dan sejenisnya.”

Antara lain tercatat di masa Dinasti Yuan ada seorang terpelajar yang bernama Tao Zongyi dalam bukunya “Nan Cun Chuo Geng Lu” pada bagian ke-22 mencatat adanya bedah tulang tengkorak: menurut seseorang yang bernama Ren Zizhao, pada saat ia berada di ibukota Kerajaan Yuan, ada seorang dokter dari Wilayah Barat melakukan operasi pada seorang anak, dengan pisau tulang tengkoraknya dibuka, lalu dari otaknya dikeluarkan sesuatu yang berbentuk seperti kepiting kecil, kerasnya seperti batu, dan masih bisa bergerak, setelah dikeluarkan kepiting kecil itu tidak ada lagi tempat untuk menumpang hidup, lalu mati tak lama kemudian. Sakit kepala yang dialami anak itu pun dapat disembuhkan. Semua catatan tersebut membuktikan, teknik kraniotomi di Timur Tengah kuno sudah ada sejak lama, catatan sejarah membuktikan, setidaknya pada masa Dinasti Tang, teknik bedah kraniotomi sudah menyebar hingga dataran Tiongkok.

Keajaiban Teknik Kraniotomi Zaman Tiongkok Kuno

Namun, dalam sejarah selalu ada saja cerita yang rumit dan sulit dijelaskan.

Pada situs budaya Fujia Dawen di Guangrao Provinsi Shandong yang digali pada 2001, diantaranya telah ditemukan sebuah tulang tengkorak pada lubang galian nomor 392. Pada sisi kanan tengkorak terdapat lubang berbentuk oval yang berukuran 31 x 25 mm. Pakar melakukan berbagai dugaan dan argumentasi berulang kali, tapi tidak bisa membuktikan lubang tersebut bukan kerusakan akibat pecah, juga bukan lubang non-patologis, bukan pula lubang akibat luka.

Kesimpulan ini meskipun memicu keraguan para arkeolog pada waktu itu, tetapi bukti yang nyata itu menunjukkan, segala kemungkinan itu ada. Maka, para pakar mau tidak mau harus menempuh teknik pembuktikan ketat: mereka membuat foto sinar X medis dan CT Scan, hasilnya menunjukkan, lubang pada tulang tengkorak itu adalah diakibatkan operasi kraniotomi. Pinggir tulang terpotong dengan rapi, berbentuk oval, oleh sebab itu disimpulkan pasca operasi tersebut jaringan tulang membaik, si empunya makam itu dapat bertahan hidup sangat lama. Dari bukti arkeologi itu, menandakan Tiongkok kuno sudah bisa melakukan kraniotomi sejak 5000 tahun silam.

Kali ini, juga telah membuktikan bahwa teknik kraniotomi Tiongkok kuno mungkin lebih awal daripada kawasan Timur Tengah kuno. Maka hal ini menjadi misteri tak terpecahkan, bagaimana sebenarnya ilmu bedah kraniotomi ini berawal? Mengapa manusia bisa menguasai teknik ini di zaman yang begitu dini? Selain itu, antara teknik kraniotomi di Timur Tengah dengan teknik kraniotomi di Tiongkok, apakah terdapat hubungan teknik pewarisan? Atau keduanya merupakan teknik medis yang muncul masing-masing secara independen, yang memiliki asal usulnya masing-masing?

Kaisar Yuan Xiao Yi dari Kerajaan Liang pada masa Dinasti Selatan menulis sebuah buku berjudul “Jin Lou Zi”, hanya menggunakan sebuah kalimat: “Chun Yu dari Dinasti Han mampu melakukan bedah membuka tengkorak mengobati otak, Yuan Hua (Hua Tuo, red.) dari Periode Tiga Negara dapat membedah perut mengobati lambung.” Catatan ini setidaknya telah menjelaskan, di awal Dinasti Han (202SM – 220) Tiongkok kuno, ada tabib yang sudah bisa melakukan kraniotomi, dan mungkin karena diwariskan sehingga terus beredar luas, malah di masa Dinasti Utara dan Selatan (420 – 589) diyakini teknik ini masih eksis. Sayangnya, hanya dari kalimat sederhana itu, memang sulit dikeluarkan bukti yang kuat, bagaimana sebenarnya teknik bedah kraniotomi pada masa Dinasti Han?

Ini kemungkinan juga ada hubungannya dengan metode pewarisan teknik medis Tiongkok kuno. Masyarakat kuno menyukai pewarisan dari seorang guru yang membimbing muridnya, bahkan diwariskan secara tunggal atau hanya kepada keluarga sendiri, dengan demikian, maka dapat menyebabkan teknologi ilmu medical itu tidak dapat diwarisi karena berbagai alasan sejarah.

Cerita Cao Cao dan Hua Tuo

Dalam Sejarah “Kisah Tiga Negara”, khusus terdapat sebuah kisah terkait Hua Tuo melakukan kraniotomi, yang secara serial memaparkan kasus medis terkenal yang dilakukan Hua Tuo. Hal ini menjelaskan bahwa pada Periode Tiga Negara (220 – 280), teknik medis Hua Tuo sudah beredar luas, sejumlah resep obat juga masih diwariskan hingga kini.

Ada sebuah kisah yang paling terkenal, yakni saat Hua Tuo memeriksa kesehatan Cao Cao. Catatan dalam buku sejarah “Kisah Tiga Negara” adalah, Cao Cao menderita “sakit kepala”, maka Hua Tuo dipanggil untuk memeriksanya, waktu itu Hua Tuo menggunakan metode akupunktur untuk mengobatinya. Kemudian, sepeninggal Hua Tuo, setelah tiba di kediamannya Hua Tuo tidak bersedia kembali mengobati Cao Cao. Maka Cao Cao pun berang, dan mengirim orang untuk memenjarakan Hua Tuo. Tak lama kemudian, Hua Tuo meninggal di penjara.

Dari catatan sejarah otentik ini, meskipun tercatat Hua Tuo menguasai teknik membedah perut, sepertinya tidak dijelaskan apakah Hua Tuo bisa melakukan bedah tengkorak. Yang bisa diasumsikan adalah, mungkin Hua Tuo merasa “sakit kepala” yang dialami Cao Cao sangat sulit diobati, atau ia merasa tidak mampu mengobatinya, sehingga menolak untuk kembali menemui Cao Cao, dan berencana untuk pulang ke kampung halamannya. Tentu hal ini memicu kemarahan Cao Cao yang sebaliknya justru mencelakakan Hua Tuo sendiri. Tentu saja dugaan ini hanya semacam asumsi kami saja.

Akan tetapi, dalam Novel “Kisah Tiga Negara” ada sedikit perbedaan cerita ini dibandingkan dengan sejarah otentik. Waktu itu, di saat Hua Tuo sedang memeriksa “sakit kepala” Cao Cao, Hua Tuo dengan lugas mengatakan: “Sakit kepala Baginda adalah karena menderita angin. Akar dari angin itu ada di dalam otak, aliran angin tidak bisa keluar. Hanya minum obat, tidak akan bisa mengobatinya. Ada satu cara lagi: minum obat bius terlebih dahulu, lalu membuka tengkorak kepala dengan kapak tajam, untuk mengeluarkan aliran angin itu, baru bisa diobati tuntas sampai ke akarnya.”

Penjelasan Hua Tuo itu adalah semacam operasi kraniotomi, sangat mirip dengan kraniotomi yang kita sebutkan di atas tadi. Dari sini dapat dilihat, walaupun tidak diketahui apakah Hua Tuo bisa melakukan operasi kraniotomi atau tidak, tapi penulis Novel “Kisah Tiga Negara” sepertinya cukup memahami adanya teknik bedah ini, jika tidak, bisakah ia menulis konten yang dijelaskan Hua Tuo tersebut? Selain itu, penulis Novel “Kisah Tiga Negara” juga sangat memuji Hua Tuo dengan puisi, antara lain dengan dua kalimat awal sebagai berikut:

“Ilmu Dewa Hua Tuo bisa menandingi Chang Sang, kemampuan supranaturalnya mampu melihat tembus dinding.” 

Dalam syair di atas terdapat kata/nama “Chang Sang”, yang dimaksud adalah guru dari seorang tabib sakti bernama Bian Que (dibaca: pièn chüé) pada Periode Negara Berperang (475SM – 221SM). Chang Sang mewariskan resep obat, serta ilmu supranatural seperti mampu melihat tembus semua organ dalam dan seluruh meridian di dalam tubuh, semuanya diwariskan kepada Bian Que. Sehingga Bian Que menjadi guru besar medis di zamannya.

Penulis Novel “Kisah Tiga Negara” secara jelas menilai, seharusnya Hua Tuo juga memiliki kemampuan supranatural mampu melihat tembus ke dalam tubuh manusia seperti Bian Que, sehingga bisa secara tepat mendiagnosa penyebab “sakit kepala” Cao Cao. Masyarakat kuno menggunakan kemampuan penglihatan tembus pandang untuk memeriksa penyakit, seharusnya cukup masuk akal, tentu saja ini juga merupakan sebuah misteri yang belum terpecahkan.

Akan tetapi, untuk menampilkan metode narasinya penulis “Kisah Tiga Negara” juga menyesuaikan hasil penulisan buku sejarah yang otentik, Hua Tuo dikisahkan memberikan saran dengan tegas, dan menganjurkan Cao Cao bersedia untuk dilakukan pembedahan tempurung kepala, bahkan untuk memotivasi Cao Cao, ia juga mengambil contoh Jenderal Guan Yu yang dia obati dari racun panah dengan dikerok tulangnya. Sedangkan Cao Cao yang penuh curiga mana mungkin semudah itu percaya orang lain melakukan bedah tengkorak untuk mengobatinya? Maka Cao Cao pun memerintahkan agar Hua Tuo ditangkap, sehingga Hua Tuo kemudian meninggal di dalam penjara. (Sud/whs)

Hubungan Kontroversial Antara Infeksi Kronis dan Penyakit Jantung

Penelitian yang bermasalah telah lama mengaitkan infeksi kronis dengan penyakit jantung, membuka jalan baru untuk memerangi pembunuh nomor satu di dunia ini

Conan Milner

Selama lebih dari 1 abad, penyakit kardiovaskular secara konsisten menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Saat ini, berbagai manifestasi penyakit ini merenggut sekitar 18 juta nyawa setiap tahunnya. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari angka kematian akibat kanker, yang merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia.

Jelaslah bahwa masalah kardiovaskular berada pada proporsi epidemi. Namun sebelum abad ke-20, jauh lebih umum terjadi kematian akibat infeksi dan penyakit kardiovaskular tidak menjadi masalah seperti sekarang ini.

Munculnya kebiasaan merokok dan gaya hidup modernlah yang terbukti sangat membebani jantung. Pada tahun 1960-an, penyakit jantung telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Seiring dengan meningkatnya angka kematian, kalangan medis mulai mencari tahu sejumlah penyebab pasti melalui bantuan studi otopsi.

Pikirkan tentang faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyakit jantung dan Anda mungkin membayangkan apa yang diungkapkan oleh penelitian tersebut: bahwa hal-hal seperti stres, diabetes, dan merokok dapat menyebabkan kerusakan kardiovaskular. Inilah sebabnya mengapa tindakan pencegahan untuk mengurangi faktor-faktor ini secara teratur dipromosikan oleh para ahli.

Namun, kita jarang mendengar tentang faktor risiko potensial lainnya yang telah diamati dalam literatur selama lebih dari 40 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa infeksi kronis juga dapat berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular. Dan, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat bisa sangat besar.

Teka-teki Infeksi

Sejak tahun 1970-an, bukti mulai terakumulasi bahwa berbagai infeksi bakteri dan virus dapat berperan dalam aterosklerosis, atau dikenal sebagai pengerasan arteri. Gagasan ini dikenal sebagai hipotesis infeksi.

Meskipun tidak ada gejala yang terkait dengan aterosklerosis itu sendiri, aterosklerosis dianggap sebagai penyebab utama semua bentuk penyakit jantung lainnya. Kondisi peradangan yang inheren ini diyakini sebagai penyebab utama sekitar 50 persen kematian di dunia industri modern.

Jika infeksi kronis memang merupakan penyebab aterosklerosis, maka hal ini akan membantu menjelaskan misteri medis – yang menemukan bahwa sebanyak 50 persen pasien aterosklerosis tidak memiliki semua faktor risiko yang sudah diketahui. Ilmu kedokteran telah mempelajari banyak hal tentang sistem kardiovaskular selama 100 tahun terakhir, tetapi dengan banyaknya kasus yang masih belum dapat dijelaskan, masih banyak hal yang belum diketahui.

Meskipun kerusakan kardiovaskular akibat infeksi kronis sering disebut hanya sebagai teori, banyak ilmuwan mengatakan bahwa ada cukup bukti untuk menanggapinya dengan serius. Dalam tinjauan literatur yang diterbitkan dalam jurnal ARYA Atherosclerosis edisi 2016, para peneliti mengatakan bahwa, “sangat jelas bahwa beberapa mikroba dan agen infeksi dapat terlibat dalam proses aterosklerosis.”

Tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa mengendalikan infeksi, terutama di antara orang-orang yang menunjukkan faktor risiko aterosklerosis tradisional, harus dipertimbangkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Masalah dalam Menemukan Pengobatan

Semua orang setuju bahwa peradangan merusak sistem kardiovaskular, dan semua faktor risiko yang sudah ada bersifat inflamasi. Infeksi juga bersifat inflamasi, karena inflamasi adalah cara sistem kekebalan tubuh memerangi infeksi. Para peneliti juga telah menemukan mikroorganisme dalam darah dan plak arteri yang terkait dengan infeksi.

Namun, para kritikus mengatakan bahwa hipotesis ini kurang jelas, karena tidak ada pemahaman yang kuat tentang bagaimana cara kerjanya. Banyak penelitian  menunjukkan bahwa patogen tertentu tampaknya memperburuk perkembangan aterosklerosis pada model hewan. Namun, belum ada penelitian yang dapat mengidentifikasi hubungan sebab akibat yang jelas antara infeksi dan kerusakan arteri.

Tinjauan penelitian lain dalam European Heart Journal edisi November 2017 menjabarkan tulang perdebatan yang spesifik: meskipun ada bukti selama bertahun-tahun untuk hipotesis infeksi, kurangnya pemahaman tentang mekanisme di baliknya membuat para dokter tidak memiliki strategi yang dapat diandalkan untuk melawannya. 

“Mengidentifikasi jalur target yang tepat telah menjadi kelemahan utama dalam upaya kami untuk mengurangi respons aterosklerosis. Apakah mikroorganisme itu sendiri atau segudang jalur pensinyalan yang diaktifkan pada infeksi kronis yang pro-aterogenik?” tulis para peneliti.

Dengan pemahaman yang tidak jelas ini, uji klinis yang mengevaluasi berbagai antibiotik dan rejimen pengobatan lain untuk mengatasi dampak koroner dari infeksi kronis telah berulang kali gagal, dan para peneliti mengakui bahwa antusiasme untuk merancang lebih banyak uji klinis semakin berkurang.

Infeksi yang Memprihatinkan

Meskipun para peneliti masih belum dapat menentukan mekanisme  tepat yang digunakan infeksi untuk merusak sistem peredaran darah, mereka setidaknya telah mengungkapkan jalur yang dapat dieksplorasi.

Sebagai contoh, bakteri dan virus yang menular telah terbukti memiliki efek langsung pada jaringan pembuluh darah, dan efek tidak langsung pada pelepasan sitokin (sel kekebalan) tubuh, yang keduanya berkontribusi terhadap penyakit jantung. Agen infeksi yang telah diidentifikasi dalam proses ini termasuk klamidia, herpes, Helicobacter pylori, influenza A, hepatitis C, sitomegalovirus, dan HIV.

Virus terbaru yang menjadi perhatian terkait dengan kejadian kardiovaskular adalah COVID-19. SARS-CoV-2 terkenal karena menyerang paru-paru, tetapi sebuah artikel di jurnal Nature edisi Agustus 2022 melihat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa sistem kardiovaskular juga rentan terhadap virus ini. Dan, masalahnya diyakini akan tetap ada beberapa bulan setelah infeksi sembuh.

Dalam sebuah penelitian dari tahun 2022, para peneliti melihat catatan dari Departemen Urusan Veteran AS (VA) dan menemukan bahwa orang-orang menghadapi peningkatan risiko yang signifikan untuk 20 kondisi kardiovaskular yang berbeda pada tahun setelah infeksi COVID. Kondisi tersebut termasuk serangan jantung, stroke, pembengkakan jantung, dan peradangan jantung.

Tentu saja, cara kerjanya secara spesifik masih belum jelas. Beberapa peneliti berpendapat bahwa efek COVID-19 pada jantung mungkin terkait dengan protein ACE2 yang digunakan virus untuk memasuki sel. Ada pula yang menduga bahwa plak dapat terakumulasi di mana respons imun telah merusak lapisan pembuluh darah, membuat area ini rentan terhadap masalah. Apa pun masalahnya, risiko koroner pasca infeksi COVID adalah alasan lain mengapa para ahli merekomendasikan penggunaan vaksin yang dipromosikan untuk melindungi diri dari virus.

Sayangnya, vaksin COVID sendiri telah terlibat dalam berbagai kejadian kardiovaskular. Menurut angka terbaru dari Sistem Pelaporan Kejadian Ikutan Pasca Vaksin (VAERS), lebih dari 18.000 serangan jantung terkait dengan suntikan, dan 26.000 kasus miokarditis atau perikarditis (radang jantung atau selaput yang mengelilingi jantung).

Sebelum adanya vaksinasi COVID, kejadian radang jantung ini dianggap jarang terjadi, tetapi sekarang kejadian ini menjadi semakin umum – terutama di kalangan anak muda – dan para ahli kardiologi memperingatkan bahwa kejadian ini dapat memiliki konsekuensi jangka panjang.

Namun para ahli lain bersikeras bahwa, terlepas dari efek samping ini, vaksin masih lebih bermanfaat daripada membahayakan. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan secara online di jurnal JAMA Pediatrics yang mengidentifikasi kasus miokarditis dan perikarditis pasca-vaksinasi menyimpulkan bahwa suntikan ini perlu “dipertimbangkan dalam konteks penurunan risiko infeksi COVID-19 dan hasil yang terkait sebagai hasil perlindungan dari vaksinasi.”

Rencana untuk Suntikan Baru

Karena penyakit kardiovaskular yang dipicu oleh aterosklerosis berdampak pada lebih dari 82 juta orang di Amerika serikat, misalnya, jelas bahwa ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani. Dan banyak peneliti yakin bahwa vaksin lain mungkin merupakan jawabannya.

Sementara para ilmuwan secara rutin bingung dalam merancang protokol obat untuk mencegah kerusakan kardiovaskular yang disebabkan oleh infeksi, ada minat yang meningkat pada vaksin aterosklerosis yang mungkin dapat melakukan pekerjaan itu. Dalam mengembangkan pengobatan semacam itu, para peneliti percaya bahwa mereka dapat menghindari beberapa jebakan dari proposal pencegahan lainnya, dan mungkin menawarkan strategi baru untuk menargetkan berbagai jalur sinyal yang terkait dengan infeksi.

Namun, bahkan para ahli yang sangat antusias dengan prospek tersebut mengatakan bahwa ide tersebut masih dalam tahap awal, menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Circulation Research edisi 2018 yang berjudul, “In Pursuit of an Atherosclerosis Vaccine: Chasing the Holy Grail.”

“Banyak pertanyaan yang menantang, seperti formulasi vaksin, rute pengiriman, jadwal dan daya tahan vaksinasi, pemilihan pasien yang tepat untuk pengujian, dan pemantauan titik akhir kemanjuran atau masalah keamanan yang masih harus dijawab dalam pengujian praklinis dan klinis yang sedang berlangsung,” tulis para peneliti.

Terlepas dari tantangan yang masih harus diatasi, para peneliti menyimpulkan bahwa vaksin ini “memiliki potensi untuk mengubah pencegahan kardiovaskular.”

AS Dorong ASEAN-Tiongkok Kembangkan Aturan untuk Laut Tiongkok Selatan

 Andrew Thornebrooke – The Epoch Times

Pemerintahan Biden mendukung upaya ASEAN untuk meningkatkan kerja sama damai dengan rezim Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan.

ASEAN, sebuah blok politik dan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara, mengadakan pertemuan puncak minggu ini, di mana mereka mengumumkan bahwa kelompok tersebut merasa senang dengan “upaya berkelanjutan untuk memperkuat kerja sama antara ASEAN dan Tiongkok,” serta upayanya untuk menyusun “Kode Etik” untuk Laut Tiongkok Selatan. Tiongkok dan sejumlah anggota ASEAN semuanya mengklaim wilayah yang tumpang tindih di Laut Tiongkok Selatan.

Pemerintahan Biden mendukung inisiatif-inisiatif tersebut dan percaya bahwa kerangka kerja semacam itu merupakan jalan yang sangat berharga untuk menjaga perdamaian di kawasan ini, kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel, dalam sebuah konferensi pers pada 11 Mei.

“… karena ini berkaitan dengan Laut Tiongkok Selatan dan berkaitan dengan batas-batas maritim dan penggambaran internasional, kami percaya bahwa ada ruang yang penting untuk pembicaraan semacam itu untuk terus memiliki semacam kerangka kerja dan aturan main yang berkaitan dengan bagian dunia tersebut,” kata Patel kepada Epoch Times.

Patel mencatat, bagaimanapun, bahwa dia tidak mengetahui pengumuman khusus tersebut, tetapi tidak mengklarifikasi apakah orang lain dalam pemerintahan mengetahui upaya ASEAN sebelum pernyataan itu dibuat.

ASEAN di Garis Depan Ekspansi Tiongkok

Hal ini tidak berarti bahwa hubungan ASEAN dengan rezim  Tiongkok tanpa kesulitan yang kritis.

Anggota ASEAN, Brunei, Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, semuanya memiliki klaim atas beberapa bagian dari Laut Tiongkok Selatan, yang secara sistematis berusaha memperluas kontrolnya melalui pembuatan pulau-pulau buatan dan penggunaan armada penangkap ikan secara besar-besaran.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh perhimpunan tersebut setelah pertemuannya minggu ini merujuk pada masalah ini secara halus sebagai “situasi di Laut Tiongkok Selatan” tanpa secara spesifik menyebut nama Tiongkok.

“… keprihatinan diungkapkan oleh beberapa negara anggota ASEAN mengenai reklamasi lahan dan insiden-insiden serius di wilayah tersebut, termasuk kerusakan lingkungan laut, yang telah mengikis kepercayaan dan keyakinan, meningkatkan ketegangan, dan dapat mengganggu perdamaian, keamanan, dan stabilitas di wilayah tersebut,” bunyi pernyataan itu.

Upaya blok ini untuk mencapai perdamaian dengan Tiongkok dalam masalah ini tampaknya tidak terlalu berkaitan dengan membangun hubungan yang benar-benar hangat dengan negara itu dan lebih berkaitan dengan mencegah eskalasi permusuhan di kawasan itu, seperti ketika sebuah kapal milisi Tiongkok menembakkan laser kelas militer ke kapal Penjaga Pantai Filipina pada awal tahun ini.

Untuk itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bahwa ia berharap ASEAN dapat menghindari keterikatan dalam “persaingan kekuatan besar,” yang berarti persaingan antara Tiongkok dan Amerika Serikat, menurut media Malaysia Astro Awani.

Terlepas dari itu, pada dasarnya Tiongkok terus melanjutkan upayanya untuk memperluas aksesnya ke sumber daya strategis di kawasan ini, yang sebagian besar berhasil dengan menargetkan negara-negara kecil yang tidak selaras untuk diintimidasi.

Sementara itu, Amerika Serikat berpendapat bahwa klaim Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan tidak sah, dan para ahli umumnya percaya bahwa kegiatan ekspansif rezim tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

“Semua ini jelas-jelas ilegal, bertentangan dengan Konvensi Hukum Laut PBB, yang dibantu dirundingkan oleh Tiongkok,” kata Greg Poling, seorang peneliti senior di lembaga kajian Center for Strategic and International Studies tahun lalu.

“Kita semakin dekat dengan titik di mana kebebasan navigasi tidak lagi ada di Laut Tiongkok Selatan,’ imbuhnya. (asr)

Wanita Rentan Mengalami ‘Makan Berlebihan Secara Emosional’: Studi Ungkap Perbedaan Obesitas Antar Gender

Naveen Athrappully

Wanita dengan indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi cenderung lebih rentan terhadap “makan berlebihan secara emosional” dibandingkan dengan pria, demikian hasil penelitian  yang mengungkapkan perbedaan antara kedua jenis kelamin.

Penelitian dari para peneliti di University of California-Los Angeles (UCLA) ini dipublikasikan di jurnal Brain Communications pada 4 April lalu. Penelitian ini dikembangkan dari penelitian sebelumnya oleh para peneliti UCLA yang menemukan bahwa makan yang berhubungan dengan emosi dan kompulsif memainkan peran penting dalam obesitas pada wanita. Sementara itu, perilaku makan pria ditemukan dipengaruhi oleh kesadaran yang lebih besar akan sensasi usus dan respon visceral.

Penelitian yang dilakukan pada 4 April ini mendukung dan menguatkan penelitian sebelumnya. Perempuan dengan BMI tinggi diamati memiliki konektivitas yang lebih rendah antara amigdala dan jaringan sensorimotor, yang dikaitkan dengan ketahanan yang lebih rendah dan kecemasan yang lebih besar.

“Konektivitas yang lebih rendah antara amigdala dan jaringan sensorimotor yang sudah mapan ini pada wanita dengan BMI tinggi dibandingkan dengan pria menunjukkan bahwa wanita mungkin memiliki kapasitas yang lebih rendah untuk mengintegrasikan emosi dengan perencanaan tujuan yang diarahkan pada tindakan, yang mengakibatkan ‘makan berlebihan secara emosional’ yang lebih besar dibandingkan dengan pria,” menurut penelitian tersebut.

“Hal ini semakin didukung karena hasil penelitian kami menunjukkan perubahan konektivitas anatomis dan kondisi istirahat amigdala ke daerah-daerah di seluruh jaringan sensorimotor amigdala yang baru-baru ini ditemukan, termasuk operkulum dan korteks temporal, yang semuanya terkait dengan skor kesehatan mental yang lebih rendah pada perempuan dengan BMI tinggi dibandingkan dengan laki-laki dengan BMI tinggi.”

Amigdala adalah bagian dari jaringan saraf yang dikenal sebagai perantara aspek memori dan emosi. Jaringan sensorimotor merasakan input fisik, mengubahnya menjadi sinyal listrik yang berjalan melintasi jaringan otak, dan kemudian memicu respons fisik.

Ketertarikan pada Makanan Olahan

Studi ini mencatat bahwa perempuan dengan obesitas memiliki konektivitas jaringan arti-penting yang lebih besar. Peran jaringan arti-penting adalah untuk memilih rangsangan yang relevan dan bergantung pada konteks, di mana organisme dapat mengarahkan sumber daya atau perhatiannya.

Tanda tangan saraf di antara wanita obesitas ditemukan untuk mendukung “model arti-penting insentif,” yang menunjukkan bahwa mereka mungkin lebih bias terhadap penglihatan, penciuman, dan rasa “makanan ultra-proses.”

“Dalam merancang rencana perawatan untuk wanita dengan BMI tinggi, mungkin penting untuk fokus pada teknik pengaturan emosi dan faktor kerentanan,” kata Arpana Gupta, seorang peneliti otak, obesitas, dan mikrobioma di UCLA dan penulis senior studi tersebut, dalam sebuah pernyataan pada 6 April.

Penelitian ini mengamati 183 peserta berusia 18 hingga 55 tahun. Ini termasuk 42 laki-laki dengan BMI non-obesitas, 23 laki-laki dengan BMI tinggi, 63 perempuan dengan BMI non-obesitas, dan 55 perempuan dengan BMI tinggi.

Para peserta mengisi survei yang menilai faktor-faktor seperti trauma masa kecil, kecanduan makanan, dan ciri-ciri kepribadian, di antaranya. Mereka juga menjalani tiga pemindaian MRI untuk menilai struktur, fungsi, dan konektivitas otak.

Menurut survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional yang dilakukan di Amerika Serikat antara tahun 2017 dan Maret 2020, tingkat prevalensi obesitas di negara tersebut adalah 41,9 persen. Angka ini meningkat dari 30,5 persen antara tahun 1999 dan 2000. Selama periode tersebut, prevalensi obesitas berat meningkat hampir dua kali lipat dari 4,7 persen menjadi 9,2 persen.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperkirakan prevalensi obesitas paling tinggi di antara orang dewasa berusia 40 hingga 59 tahun, dengan 44,3 persen dari demografi ini terkena dampaknya. Diikuti oleh orang dewasa berusia 60 tahun ke atas sebesar 41,5 persen, dan orang dewasa berusia 20 hingga 39 tahun sebesar 39,8 persen.

Selain itu, terdapat “bukti epidemiologis yang meyakinkan” yang menunjukkan “hubungan yang kuat” antara obesitas atau kelebihan berat badan dengan risiko terkena penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1 dan multiple sclerosis.

Perbedaan Kenaikan Berat Badan

Pria dan wanita memiliki perbedaan dalam cara mereka menambah berat badan. Pertama adalah tingkat testosteron-hormon pria. Testosteron memperkuat massa otot serta memastikan pembakaran jaringan lemak berlebih di dalam tubuh secara optimal.

Dengan demikian, pria dewasa dengan tingkat testosteron normal hanya perlu memastikan bahwa ia mengonsumsi makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur. Hal ini akan meminimalkan penambahan berat badan di perut.

Sebaliknya, estrogen, hormon wanita, tidak membantu dalam mempertahankan BMI yang sehat. Kadar estrogen dapat berfluktuasi selama masa kehamilan atau menopause, yang menyebabkan kenaikan berat badan pada wanita.

Metabolisme lemak pada kedua jenis kelamin juga bervariasi. Pada pria, lebih banyak lemak yang dibakar saat berolahraga. Bahkan saat beristirahat pun, pria tetap membakar lemak. Namun, metabolisme lemak di kalangan wanita cukup lambat. Akibatnya, wanita cenderung mengalami kenaikan berat badan lebih cepat dibandingkan pria.

Sistem ATM & Mobile Banking BSI Sempat Error 4 Hari, Kini Kembali Normal

ETIndonesia- Layanan perbankan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada  Kamis (11/5/2023), telah kembali normal, baik di kantor cabang, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) maupun mobile banking sehingga dapat digunakan oleh nasabah untuk bertransaksi.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan proses normalisasi layanan BSI telah dilakukan oleh perseroan dengan baik, dengan prioritas utama untuk meyakinkan dana dan data nasabah tetap aman.

“Alhamdullilah pada hari ini, layanan cabang, ATM dan mobile banking sudah kembali normal dan dapat digunakan oleh para nasabah untuk melakukan transaksi,” ujar Hery dalam pernyataan resmi dikutip dari siaran pers BSI. 

Ia mengatakan  BSI melakukan peningkatan kapasitas agar core banking dan critical channel bisa kembali dipulihkan dengan cepat, stabil sehingga layanan kepada nasabah dapat sepenuhnya normal.

Dia menjelaskan bahwa pada Minggu (7/5/2023), BSI melakukan mitigasi risiko di sistem IT milik perseroan dengan melakukan maintenance atau pemeliharaan.

Keesokan harinya, yakni pada Senin (8/5/2023), nasabah mengalami kendala dalam mengakses layanan BSI menyusul proses maintenance sistem yang dilakukan. Dan pada hari tersebut, lanjutnya, BSI secara intens melakukan normalisasi layanan secara bertahap.

Hasilnya pada Selasa (9/5/2023), nasabah telah bisa melakukan transaksi di jaringan cabang dan ATM BSI yang tersebar di seluruh Indonesia. Malam harinya, secara bertahap layanan BSI Mobile sudah dapat diakses oleh nasabah dengan fitur-fitur basic.

“Hari ini tanggal 11 Mei, BSI Mobile sudah dapat digunakan untuk bertransaksi oleh nasabah dengan fitur yang lebih lengkap,” imbuhnya.

Terkait dugaan serangan siber, menurut Hery, pihaknya menemukan indikasi adanya serangan siber sehingga perseroan perlu melakukan temporary switch off beberapa channel untuk memastikan keamanan sistem.

“Pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik.”

Dalam proses normalisasi layanan, tim IT BSI bekerja sama dengan Tim IT Bank Mandiri dan tentunya berkoordinasi secara intens dengan berbagai pihak terkait, baik regulator maupun lembaga pemerintah.

Hery melanjutkan bahwa dalam keseluruhan proses yang berlangsung, BSI terus memastikan kepada nasabah dan stakeholders bahwa data dan dana nasabah berada dalam kondisi baik dan aman.

“Atas nama Bank Syariah Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan nasabah karena adanya kendala dalam mengakses layanan BSI.”

Adapun bagi para nasabah dan stakeholder di Aceh, di mana BSI merupakan single bank syariah di sana, perseroan terus berkoordinasi dengan regulator, pemerintah daerah, pengusaha, dan nasabah setempat agar mendapat win – win solution dari adanya kejadian ini. (BSI/asr)

Xi Jinping Dorong Pemuda Tiongkok Berinisiatif Memasuki Kesulitan, Belajar Menderita dan Mengatasi Kesulitan Sendiri

 oleh Tang Zheng

Tingkat pengangguran kaum muda di Tiongkok masih tetap tinggi. Baru-baru ini, para pemimpin puncak Partai Komunis Tiongkok berulang kali mengeluarkan himbauan soal mengatasi lapangan kerja yang menciut. Hal mana telah mencerminkan situasi lapangan kerja di Tiongkok yang parah. Bahkan beberapa hari lalu, Wakil Perdana Menteri Dewan Negara Ding Xuexiang yang baru diangkat mengatakan, bahwa dirinya akan membimbing lulusan baru perguruan tinggi agar dapat bekerja di daerah kota kabupaten dan pedesaan. Sebelumnya, Xi Jinping menyerukan kepada anak-anak muda agar belajar mengatasi kesulitan sendiri. Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan.

Media resmi PKT melaporkan bahwa Ding Xuexiang, Anggota Komite Tetap Biro Politik Partai Komunis Tiongkok dan Wakil Perdana Menteri Dewan Negara menghadiri konferensi jarak jauh nasional tentang pekerjaan dan kewirausahaan untuk lulusan perguruan tinggi dan kaum muda lainnya di Beijing pada 11 Mei dan menyampaikan pidato.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa konferensi yang diprioritaskan ini biasa diadakan pada Mei atau Juni setiap tahun, tetapi pertemuan tahun ini diadakan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, pejabat tinggi yang hadir dalam pertemuan tersebut pada tahun-tahun sebelumnya adalah anggota Biro Politik Komite Sentral PKT, seperti Sun Chunlan dan Hu Chunhua, namun tahun ini adalah Ding Xuexiang yang menjabat sebagai anggota Komite Tetap Komite Politik. Biro Komite Pusat PKT.

Ding Xuexiang mengatakan dalam pertemuan itu bahwa kebijakan prioritas ketenagakerjaan harus dilaksanakan sepenuhnya, dan kebijakan serta langkah-langkah yang relevan untuk menstabilkan ketenagakerjaan harus segera dilaksanakan untuk memastikan jumlah lulusan perguruan tinggi yang direkrut oleh badan usaha milik pemerintah pusat dan badan usaha milik negara tidak berkurang dari jumlah tahun lalu. Selain itu, “membimbing lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di masyarakat kota-kota kabupaten dan pedesaan.”

Komentator urusan terkini Yue Shan mengatakan kepada NTDTV pada 12 Mei bahwa media resmi PKT menekankan bahwa pejabat yang menghadiri pertemuan tersebut adalah yang tertinggi, seolah-olah untuk menunjukkan bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian yang lebih terhadap kondisi lapangan kerja. Namun hal ini justru menunjukkan bahwa masalah pengangguran, terutama masalah ketenagakerjaan mahasiswa lulusan baru yang terakumulasi selama ini, telah menjadi bom waktu yang membahayakan stabilitas rezim hingga menimbulkan kepanikan di Zhongnanhai. Karena PKT paling takut terhadap penentangan dari kaum muda terpelajar, revolusi kertas putih yang menyerukan agar Xi Jinping mundur adalah contoh yang terjadi belum lama ini.

Yue Shan berpendapat bahwa tidak ada gunanya walau yang berbicara itu Xi Jinping. Xi Jinping bahkan mengatakan bahwa anak-anak muda harus berinisiatif untuk menghadapi sendiri kesulitan, belajar mengatasi kesulitan sendiri, yang sama saja mengatakan bahwa semua orang harus mau menderita, tetapi masalahnya adalah para elit PKT justru sedang menikmatinya. Apakah orang mau menerimanya ? Perekonomian tidak berjalan dengan baik, tidak ada obat untuk mengatasi penyakit sistemik, baik isu pengangguran atau lapangan kerja itu tidak dapat diatasi hanya melalui beberapa tindakan seperti itu. PKT sedang berjalan menuju keruntuhannya.

Ekonomi Tiongkok mengalami kerusakan parah selama 3 tahun mempraktikkan kebijakan Nol Kasus ketat dalam mencegah penyebaran epidemi. Banyak perusahaan terpaksa memotong gaji, mem-PHK karyawan, menghentikan operasi, bahkan bangkrut. Pada saat yang sama, masalah lapangan kerja di Tiongkok menjadi semakin serius, dan semakin banyak pemuda yang menganggur.

Menurut data resmi yang dirilis pada April tahun ini, bahwa tingkat pengangguran kaum muda masih meningkat. Pada Maret, tingkat pengangguran kaum muda berusia 16 hingga 24 tahun mencapai 19,6%, meningkat 1,5 poin persentase dari bulan sebelumnya. Jumlah lulusan perguruan tinggi secara nasional pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 11,58 juta.

Baru-baru ini, Xi Jinping menyerukan agar anak-anak muda Tiongkok berinisiatif memasuki kesulitan, belajar menderita dan mencoba mengatasi kesulitan sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan dunia luar.

Pada 3 Mei, media Partai Komunis Tiongkok “Xinhua” menerbitkan surat balasan Xi Jinping kepada para mahasiswa Akademi Sains dan Teknologi Universitas Pertanian Tiongkok yang ditulis pada 1 Mei. Xi menyebutkan : “Kalian mengatakan dalam surat bahwa kaum muda baru benar-benar memahami apa artinya ‘mencari kebenaran dari fakta’ dan bagaimana berhubungan dengan massa setelah menjalani seruan kami agar ‘berinisiatif memasuki kesulitan, belajar menderita dan mencoba mengatasi kesulitan sendiri’ dengan pergi jauh ke pedesaan Tiongkok, Itu poin yang bagus”.

“Pemuda Tiongkok di era baru harus memiliki semangat tersebut,” tambahnya.

Dalam hal ini, Wen Zhao, seorang pakar masalah Tiongkok dalam program “Wen Zhao Official” mengatakan bahwa akhirnya Xi Jinping terpaksa tampil untuk menyerukan kepada kaum muda agar bersedia mengikuti Gerakan Turun ke Pedesaan, dan meminta para siswa untuk “memberikan kontribusi” terhadap revitalisasi pedesaan. Dari sana kita dapat menduga arah mana kebijakan PKT di kemudian hari.

Wu Jianzhong, sekretaris jenderal Taiwan Strategies Advancement Society mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa selain Xi Jinping, seluruh Tiongkok dan seluruh dunia tahu bahwa ekonomi Tiongkok telah merosot secara signifikan. Tiongkok telah mengalami kemunduran serius dalam transformasi teknologi dan industri. Solusi yang diusulkan ternyata adalah menyerukan agar pemuda turun ke pedesaan.

Wu Jianzhong percaya bahwa jika petani diusir kembali ke desa mereka, tidak akan ada lagi  masalah “pengangguran” yang muncul. Rencana untuk merevitalisasi pedesaan, mempercantik pedesaan yang kedengarannya indah, tetapi kenyataannya PKT menggunakannya untuk mendistorsi dan melenyapkan isu pengangguran. Terlepas dari Beijing menggalakan pengelolaan terhadap pertanian, menggerakkan pemuda agar turun ke pedesaan, semua itu mencerminkan bahwa rezim Xi Jinping sedang kelabakan untuk mengatasi isu pengangguran yang berpotensi mengancam kekuasaan.

Chen Pokong, seorang penulis Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat mengatakan dalam program “Chen Pokong Membahas Isu Dunia” bahwa Revolusi Kertas Putih yang terjadi pada akhir tahun lalu, telah membuat rezim ketakutan, saat itu para pemuda menyerukan agar Partai Komunis Tiongkok mundur. Dan, surat balasan Xi Jinping kepada pemuda itu sudah dengan jelas menunjukkan bahwa ia ingin menghendaki para pemuda generasi ini bisa pergi ke pedesaan. Ini adalah sinyal yang sangat tidak menyenangkan bagi seluruh pemuda Tiongkok. (sin)

Siapakah Linda Yaccarino, CEO Baru Twitter?

Mimi Nguyen Ly

Linda Yaccarino, CEO baru Twitter yang akan menjabat dalam waktu sekitar enam minggu, telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam industri periklanan dan memiliki posisi di World Economic Forum (WEF).

Miliarder Elon Musk, yang telah menjalankan Twitter sejak ia membelinya pada musim gugur lalu, mengatakan bahwa ia “sangat senang” menyambut Yaccarino di posisi tersebut, dan menambahkan bahwa Yaccarino “akan berfokus pada operasi bisnis” sementara ia akan “berfokus pada desain produk dan teknologi baru.”

Yaccarino lulus dari Pennsylvania State University pada 1985. Ia tinggal di Sea Cliff, New York, bersama suaminya, Claude Madrazo. Mereka memiliki dua orang anak, Christian dan Matthew.

Latar Belakang Periklanan yang Luas

Yaccarino, 60 tahun, memiliki banyak hubungan dengan para petinggi pemasaran dan eksekutif periklanan lainnya, yang berpotensi menguntungkan Twitter saat mencoba membalikkan penurunan pendapatan iklan yang mencapai miliaran dolar sejak pengambilalihan oleh Musk.

Yaccarino  mendorong industri periklanan untuk melakukan perubahan di beberapa bidang, termasuk mengadvokasi agar tidak terlalu bergantung pada peringkat Nielsen untuk pengukuran. Ia juga memperkenalkan platform digital yang disebut One Platform yang memudahkan untuk membeli iklan di berbagai media yang berbeda dalam upaya untuk bersaing dengan lebih baik dalam memperebutkan iklan dengan perusahaan-perusahaan media sosial dan perusahaan-perusahaan media tradisional.

1. NBC Universal

Jabatan terakhir Yaccarino adalah ketua periklanan dan kemitraan global di NBCUniversal yang dimiliki oleh Comcast. Dia mengawasi semua strategi pasar dan pendapatan iklan untuk seluruh portofolio siaran, kabel, dan aset digital NBCUniversal. Pendapatannya mencapai hampir $10 miliar.

Pada  Jumat, sebelum Musk mengumumkan posisi baru Yaccarino di Twitter, NBCUniversal mengatakan bahwa ia akan segera mengundurkan diri dari posisinya, dan Yaccarino mengonfirmasi bahwa ia akan meninggalkan jaringan tersebut, di mana ia telah bekerja selama kurang dari 12 tahun.

Yaccarino bergabung dengan NBCUniversal pada  2011, pada saat Comcast menyelesaikan merger dengan NBC. Selain mengawasi strategi periklanan jaringan di seluruh televisi dan properti digital, ia juga memainkan peran penting dalam meluncurkan layanan streaming yang didukung iklan jaringan, Peacock, pada tahun 2020.

Profil perusahaan di NBCUniversal menunjukkan bahwa ia mengawasi tim beranggotakan 2.000 orang, kemungkinan lebih banyak dari mereka yang bekerja di Twitter. Musk mengatakan kepada reporter BBC bahwa perusahaannya berkurang menjadi 1.500 orang setelah beberapa kali melakukan PHK di bawah pengawasannya.

2. Turner Entertainment

Sebelum bergabung dengan NBCUniversal, Yaccarino bekerja di Turner Broadcasting System selama 15 tahun.

Di sana, ia memegang berbagai jabatan, termasuk wakil presiden eksekutif dan chief operating officer di seluruh divisi penjualan iklan, penandaan, dan akuisisi, hingga meninggalkan konglomerat media tersebut pada tahun 2011.

Pada April 2022, Turner Broadcasting System dimiliki oleh Warner Bros Discovery. Saat ini perusahaan ini mengoperasikan CNN.

Forum Ekonomi Dunia

Dalam profil LinkedIn-nya, Yaccarino mengindikasikan bahwa ia telah menjadi ketua eksekutif WEF sejak Januari 2019. Secara khusus, ia adalah ketua Satuan Tugas WEF untuk Masa Depan Pekerjaan.

Ia juga merupakan anggota Komite Pengarah Gubernur Industri Media, Hiburan, dan Budaya WEF. Menurut situs web WEF, komite tersebut, yang terdiri dari para kepala eksekutif dan ketua dari organisasi mitra, “mendefinisikan agenda industri dan mendorong perubahan” di media dan hiburan untuk “memungkinkan masyarakat yang lebih terinformasi, bersatu, dan inklusif.”

Para pengkritik WEF sering mengklaim bahwa organisasi ini bekerja untuk mengendalikan dunia melalui pengaruhnya terhadap politik global, ekonomi, dan media. Mereka biasanya berargumen bahwa fokus WEF pada globalisasi dan promosi kebijakan ekonomi neoliberal adalah bukti dari tujuan ini.

Selain itu, beberapa kritikus WEF memandang WEF dengan cibiran karena keanggotaannya yang eksklusif dan hanya berdasarkan undangan serta pertemuan tahunannya di Davos, yang memperkuat citra elitis organisasi ini.

Profil Yaccarino menyebutkan bahwa ia juga “sangat terlibat” dengan inisiatif Value in Media.

Proyek penelitian WEF ini, sebagian, mengeksplorasi bagaimana pemangku kepentingan yang berbeda di media – seperti pembuat konten, pengiklan, agensi pemasaran, dan konsumen – masing-masing mengonsumsi dan mempromosikan konten media.

Penelitian ini juga melihat bagaimana orang mengonsumsi dan membayar konten, bagaimana hal tersebut berkembang, dan bagaimana teknologi dan pengiklan besar dapat dan harus membentuk lingkungan media dan memengaruhi konten online.

Bekerja dengan Pemerintah AS

Yaccarino ditunjuk pada tahun 2018 oleh Presiden Donald Trump untuk menjadi anggota Dewan Kebugaran dan Nutrisi Olahraga selama dua tahun,

Secara terpisah, sebagai ketua Dewan Iklan pada tahun 2021 dan 2022, Yaccarino telah bekerja sama dengan Gedung Putih Biden dan lembaga pemerintah, serta komunitas bisnis, untuk membantu menciptakan kampanye vaksinasi COVID-19 yang menjangkau lebih dari 200 juta orang Amerika.

Wawancara di Atas Panggung Dengan Musk

Yaccarino mewawancarai Musk di atas panggung pada sebuah konferensi periklanan di Miami bulan lalu, di mana ia mendorongnya untuk mempertimbangkan agar pengiklan dapat memberikan pengaruh pada konten platform.

“Jadi, Anda memiliki platform yang sangat besar, Anda memiliki visi yang merupakan spektrum dari percakapan sehari-hari, bersumber terbuka, dan mereka dapat menjalankan kehidupan mereka, bisnis mereka, perdagangan mereka, apa pun yang dapat mereka lakukan di platform Anda, itu adalah visi yang cukup besar,” katanya.

“Namun di tengah-tengahnya harus ada peluang iklan; kedengarannya seperti sebuah peluang yang besar. Saya bisa berbicara tentang merek saya, saya bisa mengajak pelanggan saya berkomunikasi, dan mereka juga bisa membeli barang; kedengarannya cukup bagus, bukan? … Tapi mereka perlu merasa ada peluang bagi mereka untuk memengaruhi apa yang sedang Anda bangun, visi tersebut.”

Menanggapi hal tersebut, Musk berkata, “Penting bahwa-jika saya mengatakan ‘ya, Anda akan bisa memengaruhi saya,’ itu salah. Itu akan sangat salah. Itu akan mengurangi kebebasan berbicara.”

Yaccarino menjawab, “Saya ingin lebih spesifik dalam hal mempengaruhi. Ini lebih merupakan umpan balik terbuka bagi para ahli periklanan di ruangan ini untuk membantu mengembangkan Twitter menjadi tempat yang membuat mereka bersemangat untuk menginvestasikan lebih banyak uang. Pengembangan produk, keamanan iklan, moderasi konten-di situlah pengaruhnya.”

Musk kembali menanggapi dengan masalah kebebasan berbicara.

“Sangat keren untuk mengatakan bahwa Anda ingin iklan Anda muncul di tempat-tempat tertentu di Twitter dan tidak di tempat lain,” kata Musk. 

“Namun, tidak baik jika Anda mencoba mengatakan apa yang akan dilakukan Twitter. Dan jika itu berarti kehilangan dolar iklan, kami akan kehilangannya. Tapi kebebasan berbicara adalah yang terpenting.”

Dia juga bertanya apakah Musk akan berkomitmen untuk mengembalikan “influence council yang sangat dicintai” yang memungkinkan pengiklan untuk berkomunikasi dengan pimpinan Twitter.

“Menurut saya, tidak seharusnya ‘dewan pengaruh’,” jawab Musk.

“Saya akan mewaspadai hal tersebut akan menimbulkan reaksi keras di kalangan masyarakat. Karena jika publik berpikir bahwa pandangan mereka ditentukan oleh sejumlah kecil CMO di Amerika, mereka akan, saya pikir, kesal dengan hal itu.

“Namun umpan balik, menurut saya, adalah hal yang tepat, dan pada akhirnya, jika seseorang mengeluarkan uang untuk kampanye iklan mereka, hal tersebut harus membuahkan hasil bagi organisasi mereka, atau tidak masuk akal.”

Jack Phillips, Lorenz Duchamps, dan The Associated Press berkontribusi dalam laporan ini.

Seberapa Kotorkah Sikat Gigi Anda?

Dr. Joseph Mercola 

Sikat gigi dapat mengandung bakteri penyebab penyakit, tetapi cara Anda menyimpan dan merawat sikat gigi dapat mempengaruhi jumlah bakteri secara signifikan.

SEKILAS GAMBARAN UMUM

* Sikat gigi Anda berfungsi sebagai tempat penampungan mikroorganisme dan terkontaminasi dengan organisme infeksius segera setelah digunakan pertama kali.

* Pada orang sehat dan mereka yang memiliki penyakit mulut, bakteri dan virus patogen terdeteksi pada sikat gigi, termasuk E. coli dan virus herpes simpleks.

* Satu studi menemukan kontaminasi berat dengan mikroorganisme patogen pada 70 persen sikat gigi setelah digunakan.

* Menyimpan sikat gigi di kamar mandi umum tidak disarankan – setidaknya 60 persen terkontaminasi dengan coliform tinja, tidak peduli bagaimana mereka disimpan atau dibersihkan.

* Cara terbaik untuk menyimpan sikat gigi adalah di tempat yang kering dan dapat mengering dengan sendirinya-menempatkan sikat gigi di dalam wadah tertutup bukanlah ide yang bagus, karena hal ini dapat membuat sikat gigi tetap lembab dan memungkinkan bakteri untuk tumbuh subur.

* Mencelupkan sikat gigi Anda ke dalam 3 persen hidrogen peroksida dapat mengurangi jumlah bakteri hingga 85 persen.

Menyikat gigi dua kali sehari adalah bagian penting dari kebersihan yang baik, tetapi bagaimana jika sikat gigi itu sendiri tidak bersih? Faktanya adalah sikat gigi Anda jauh dari steril dan pada dasarnya menyikat gigi terkontaminasi bakteri, air liur, darah, sisa-sisa makanan dari mulut, dan banyak lagi setiap kali menyikat gigi.

Tergantung di mana sikat gigi Anda disimpan, seperti di kamar mandi, ada kemungkinan bahwa kotoran dari toilet dapat menempel pada bulu sikat gigi-dan kemudian masuk ke dalam mulut Anda. Di Amerika Serikat, organisasi kesehatan termasuk CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) mengakui bahwa “meskipun telah dibilas hingga terlihat bersih, sikat gigi tetap dapat terkontaminasi oleh organisme yang berpotensi menjadi penyebab penyakit.”

Oleh karena itu, kecuali jika Anda memiliki kondisi serius seperti gangguan pendarahan tertentu atau penekanan kekebalan tubuh, yang mungkin mengharuskan Anda untuk membersihkan gigi dengan metode lain selain sikat gigi yang kurang higienis, efek kesehatan yang merugikan akibat penggunaan sikat gigi biasa tidak mungkin terjadi.

Sikat Gigi Anda Mengandung Bakteri Patogen

Sikat gigi Anda berfungsi sebagai reservoir untuk mikroorganisme dan terkontaminasi dengan organisme menular segera setelah penggunaan awal – dan kontaminasi tumbuh dengan setiap penggunaan setelahnya, menurut tinjauan sistematis kontaminasi sikat gigi yang diterbitkan dalam jurnal Nursing Research and Practice.

“Sikat gigi dapat terkontaminasi dari rongga mulut, lingkungan, tangan, kontaminasi aerosol, dan wadah penyimpanan. Bakteri yang menempel, terakumulasi, dan bertahan hidup di sikat gigi dapat ditularkan ke individu yang menyebabkan penyakit,” jelas para peneliti.

Untuk tujuan tinjauan, mereka secara khusus tertarik pada sikat gigi yang digunakan di antara populasi yang rentan, termasuk orang-orang di rumah sakit. Tujuh studi eksperimental dan tiga studi deskriptif dianalisis secara keseluruhan, yang mengungkapkan bahwa sikat gigi menyimpan sejumlah besar bakteri setelah digunakan. Baik pada orang sehat maupun mereka yang memiliki penyakit mulut, bakteri dan virus patogen terdeteksi pada sikat gigi, termasuk:

* Staphylococcus aureus.

* E. coli.

* Pseudomonas.

Virus herpes simpleks, dalam jumlah yang cukup besar  dapat menyebabkan infeksi.

Di antara orang-orang dengan penyakit mulut, sikat gigi dapat dengan cepat terkontaminasi, meskipun beberapa sikat gigi terkontaminasi bahkan sebelum digunakan. Satu studi menemukan kontaminasi berat dengan mikroorganisme patogen pada 70 persen sikat gigi setelah digunakan, dan berbagai jenis bakteri terdeteksi pada sikat gigi dalam studi lain, dengan jumlah pertumbuhan yang bervariasi.

Cara Menyimpan Sikat Gigi Sangat Penting

Cara terbaik untuk menyimpan sikat gigi Anda adalah di tempat yang kering dan dapat diangin-anginkan. Menempatkan sikat gigi Anda ke dalam wadah tertutup bukanlah ide yang baik, karena hal ini dapat membuat sikat gigi Anda tetap lembab, sehingga memungkinkan bakteri berkembang biak. Sikat gigi yang disimpan dalam wadah tertutup, atau yang bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi, mengandung tingkat bakteri yang lebih tinggi daripada sikat gigi yang dibiarkan mengering di udara terbuka.

Menyimpan sikat gigi di lingkungan yang lembab juga dapat meningkatkan kelangsungan hidup bakteri pada sikat gigi Anda, begitu juga dengan menutupnya. Bakteri dapat bertahan hidup lebih dari 24 jam pada sikat gigi jika terdapat kelembapan, sementara menyimpan sikat gigi di lingkungan yang lembab dan tertutup dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri hingga 70 persen.

Bentuk dan desain sikat gigi Anda juga dapat mempengaruhi kemampuannya untuk menahan kuman. Secara khusus, jika bulu sikat Anda berjumbai atau disusun dalam pola yang sangat berdekatan, ada kemungkinan mereka akan menjebak dan menahan lebih banyak bakteri.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa “sikat gigi yang lembut dan bulat, jernih, dengan dua baris bulu sikat” adalah yang terbaik dalam hal tingkat kontaminasi, sementara kelembapan dan sisa makanan yang tertinggal di bulu sikat memungkinkan bakteri untuk tumbuh subur.” Meskipun sudah jelas bahwa sikat gigi mudah terkontaminasi, namun pengaruhnya terhadap kesehatan manusia masih belum ditemukan. Menurut penelitian:

“Studi yang dipilih semuanya menemukan bahwa sikat gigi orang dewasa yang sehat dan orang dewasa yang sakit mulut terkontaminasi dengan bakteri yang berpotensi patogen dari plak gigi, desain, lingkungan, atau kombinasi dari beberapa faktor… Pada populasi yang rentan seperti orang dewasa yang sakit parah, kontaminasi patogen dapat meningkatkan risiko infeksi dan kematian.”

Kuman Dari ‘Bulu Toilet’ Bisa Menjadi Masalah

Faktor lain yang mempengaruhi kebersihan sikat gigi Anda adalah kebiasaan umum menyimpan sikat gigi di kamar mandi, di mana toilet disiram secara rutin. “Hubungan antara bioaerosol yang dapat dihirup yang dihasilkan dari limbah yang terganggu dan penularan penyakit menular telah diusulkan selama lebih dari 100 tahun,” tulis para peneliti dalam American Journal of Infection Control.

Dengan kata lain, ketika toilet disiram, aerosol bulu toilet dilepaskan ke udara, dan ada kemungkinan hal ini dapat menyebarkan penyakit menular, sebagian melalui mikroorganisme di udara yang hinggap di sikat gigi Anda. Cara penularan penyakit ini sudah ada sejak lebih dari seabad yang lalu ketika para peneliti mendeteksi penularan mikroorganisme melalui udara dari sistem pembuangan limbah dari satu gedung rumah sakit ke gedung rumah sakit lainnya.

Pada tahun 1950-an, penelitian lain melibatkan penyemaian toilet dengan bakteri Serratia marcescens, kemudian menyiramnya untuk melihat di mana bakteri tersebut berakhir. Koloni bakteri ditemukan mengendap di lantai dan mikroba juga ditangkap di udara – hingga delapan menit setelah penyiraman. Bahkan pada toilet yang menggunakan pembilasan “wash-down”, di mana air dilepaskan dari pinggiran toilet dan mengalir ke dalam mangkuk, bioaerosol ditemukan di atas toilet hingga tujuh menit setelah penyiraman.

Penelitian yang lebih baru mengungkapkan bahwa Clostridium difficile terdeteksi di atas dudukan toilet hingga 90 menit setelah pembilasan. Pembilasan dengan tutup ke bawah memberikan perbedaan positif, karena konsentrasi bakteri 12 kali lebih tinggi ketika toilet dibilas dengan tutup ke atas, dibandingkan dengan tutup ke bawah. Secara keseluruhan, para peneliti mencatat:

“Dapat disimpulkan … bahwa toilet flush menghasilkan sejumlah besar aerosol bulu toilet yang mampu menjebak mikroorganisme setidaknya sebesar bakteri, bahwa tetesan yang cukup kecil yang mengandung mikroba akan menguap untuk membentuk bioaerosol inti tetesan yang cukup kecil untuk dihirup jauh ke dalam paru-paru, dan bahwa bioaerosol ini dapat bertahan di udara untuk waktu yang lama dan bergerak dengan arus udara.

“Produksi bioaerosol ini selama beberapa kali pembilasan setelah kontaminasi menunjukkan potensi jangka panjang toilet yang terkontaminasi menjadi penghasil bioaerosol yang menular.”

Hindari Menyimpan Sikat Gigi Anda di Kamar Mandi Komunal

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Microbiology tahun 2015 mengamati secara langsung apa yang terjadi pada sikat gigi yang disimpan di kamar mandi komunal, seperti yang ada di asrama mahasiswa. Para peneliti, dari Universitas Quinnipiac di Connecticut, mengumpulkan sikat gigi dari kamar mandi umum yang digunakan oleh rata-rata 9,4 orang per kamar mandi dan mengujinya untuk mengetahui adanya organisme yang berpotensi menjadi patogen.

Setidaknya 60 persen terkontaminasi fecal coliform, tidak peduli bagaimana disimpan atau dibersihkan — tidak ada perbedaan yang ditemukan pada sikat gigi yang dibilas dengan air dingin, air panas, atau obat kumur. Diperkirakan, dalam 80 persen kasus, fecal coliform pada sikat gigi berasal dari orang lain yang menggunakan kamar mandi.

“Perhatian utama bukanlah adanya kotoran Anda sendiri di sikat gigi Anda, melainkan ketika sikat gigi terkontaminasi kotoran orang lain, yang mengandung bakteri, virus, atau parasit yang bukan bagian dari flora normal Anda,” pelajari kata penulis Lauren Aber dalam rilis berita.

Dia mencatat bahwa menggunakan penutup untuk sikat gigi juga tidak akan melindunginya dari kontaminasi dan, pada kenyataannya, dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri karena bulunya tetap lembab dan tidak benar-benar kering setelah digunakan.

Apa Cara Terbaik untuk Mendekontaminasi Sikat Anda?

Ada perdebatan tentang cara terbaik untuk membersihkan sikat gigi, tetapi konsensus umumnya adalah membiarkannya mengering dengan sendirinya itu penting. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa merendam sikat gigi dalam obat kumur selama 20 menit sebelum dan sesudah menyikat dapat menurunkan beban antimikroba, sedangkan paparan sinar ultraviolet juga efektif untuk mengurangi beban bakteri pada sikat gigi.

Namun, CDC menyatakan, “Anda tidak perlu merendam sikat gigi dalam larutan desinfektan atau obat kumur, karena sebenarnya dapat menyebarkan kuman dalam kondisi yang tepat.” Membilas sikat gigi dengan air keran biasa sepertinya tidak akan memengaruhi tingkat bakteri. Pasalnya, penelitian menemukan “kontaminasi dan biofilm tingkat tinggi yang terus berlanjut” pada sikat gigi dibersihkan dengan cara ini.

Salah satu cara paling sederhana untuk membersihkan sikat gigi adalah dengan mencelupkannya ke dalam hidrogen peroksida 3 persen. Ini adalah pilihan paling efektif untuk mengurangi bakteri aerob dan anaerob pada kepala sikat gigi, dibandingkan dengan obat kumur dan air, dan dapat mengurangi beban bakteri hingga 85 persen.

Sikat gigi antimikroba yang dilapisi triclosan juga tidak mengubah pertumbuhan bakteri pada sikat gigi dan harus dihindari karena toksisitas triclosan. Ketahuilah bahwa jika sikat gigi diberi label “antibakteri”, itu mungkin mengandung triclosan, bahan kimia antibakteri dan dikenal sebagai pengganggu endokrin.

Ini sangat banyak digunakan sehingga diperkirakan 75 persen populasi AS telah terpapar, statistik yang memprihatinkan karena mudah diserap ke dalam kulit manusia dan mukosa mulut, yang dapat memengaruhi respons kekebalan, produksi spesies oksigen reaktif, dan fungsi kardiovaskular. Efek reproduksi dan perkembangan juga telah diamati.

Cara Menyimpan dan Menangani Sikat Gigi Anda

Meskipun mungkin terdengar meresahkan bahwa sikat gigi Anda adalah reservoir mikroorganisme, hal itu tidak mungkin menimbulkan risiko kesehatan yang besar jika Anda sehat. Dianjurkan untuk membuang sikat gigi Anda setelah penyakit tertentu, seperti radang tenggorokan, untuk menghindari infeksi ulang, tetapi dalam banyak kasus, penggunaan sikat gigi setiap hari tidak dianggap sebagai sumber penyakit.

Menurut CDC, “Berbagai cara untuk membersihkan, mendisinfeksi, atau mensterilkan sikat gigi di antara penggunaan telah dikembangkan, tetapi tidak ada dokumen penelitian yang diterbitkan bahwa menyikat gigi dengan sikat gigi yang terkontaminasi telah menyebabkan kontaminasi ulang pada mulut pengguna, infeksi mulut, atau efek kesehatan yang merugikan lainnya. .”

  Namun, ada beberapa “praktik terbaik” yang dapat Anda gunakan untuk merawat sikat gigi Anda, termasuk:

* Hindari berbagi sikat gigi.

* Bilas sikat gigi Anda setelah digunakan untuk menghilangkan semua pasta gigi dan kotoran.

* Simpan dalam posisi tegak dan biarkan mengering.

* Jika menyimpan dalam wadah dengan sikat gigi lain, jangan biarkan sikat gigi saling bersentuhan.

* Jangan menaruh sikat gigi Anda di mesin pencuci piring atau microwave, yang dapat menyebabkan kerusakan.

* Hindari menutupi sikat gigi atau menyimpannya dalam wadah tertutup.

* Ganti sikat gigi Anda setiap tiga sampai empat bulan atau lebih cepat jika bulunya tampak aus, kusut, atau berjumbai.

Awalnya diterbitkan 23 September 2022, di Mercola.com

Duta Besar AS : Afrika Selatan Mengirim Senjata Lewat Kapal Kargo Rusia

 oleh Li Xin

Duta Besar AS untuk Afrika Selatan pada Kamis (11 Mei) menuduh pemerintah Afrika Selatan pada akhir tahun lalu mengirimkan senjata dan amunisi lewat kapal kargo Rusia yang telah terkena sanksi

Duta Besar AS untuk Afrika Selatan, Reuben Brigety dalam sebuah briefing pada  Kamis 11 Mei  mengatakan bahwa AS yakin sebuah kapal kargo Rusia mengangkut senjata dan amunisi yang dikirim dari Afrika Selatan pada bulan Desember tahun lalu.

Kepada media Afrika Selatan “Newzroom Afrika” dan media lokal lainnya ia mengatakan : “Salah satu hal yang kami perhatikan adalah bahwa antara 6 dan 8 Desember 2022, kapal kargo Rusia ‘Lady R’ berlabuh di Simon’s Town, kami yakin, dalam perjalanan kembali ke Rusia, kapal tersebut mengangkut sejumlah senjata dan amunisi …”

“Afrika Selatan mempersenjatai Rusia dengan kapal ini … ini adalah hal yang benar-benar tidak dapat diterima”, kata Reuben Brigety kepada wartawan. Pejabat senior AS menyatakan “keprihatinan yang mendalam” terhadap kejadian ini.

Reuben Brigety mengatakan, bahwa di mata Amerika Serikat, ini bukanlah tindakan dari negara yang mengklaim nonblok.

Kantor Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah telah meluncurkan penyelidikan independen yang dipimpin oleh seorang pensiunan hakim terhadap kasus ini.

Sebelumnya, Presiden Cyril Ramaphosa tidak membenarkan atau menyangkal soal pengiriman senjata tersebut ketika ditanya oleh seorang pemimpin oposisi di parlemen Afrika Selatan.

Amerika Serikat telah berulang kali meminta negara-negara untuk tidak memberikan dukungan materi kepada Rusia, dan telah memperingatkan bahwa negara-negara yang memberikan dukungan materi kepada Rusia dapat ditolak aksesnya ke pasar terpenting dunia.

Afrika Selatan mendapat kecaman keras karena sikapnya terhadap invasi Rusia ke Ukraina dan abstain dari pemungutan suara pada resolusi yang mengutuk Rusia di Majelis Umum PBB.

Sementara kepemimpinan Afrika Selatan telah berulang kali mengatakan tetap netral dalam konflik Rusia – Ukraina dan sering menyerukan penyelesaian lewat meja perundingan, tetapi tindakannya semakin mendapat pengawasan dari kekuatan Barat.

AS dan kekuatan Barat lainnya menyuarakan keprihatinan setelah Afrika Selatan mengadakan latihan angkatan laut bersama dengan Rusia dan Tiongkok di lepas pantainya pada bulan Februari tahun ini.

Pada tahun ini juga, Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah KTT BRICS yang diikuti oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan, dan telah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk hadir. (sin)

13 Mei 2023 Praktisi Falun Dafa di Seluruh Dunia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Guru Li Hongzhi

Pada 13 Mei 2023, praktisi Falun Dafa di seluruh dunia mengucapkan selamat hari ulang tahun kepada Guru Li Hongzhi. Tahun bertepatan dengan 31 tahun pengenalan Falun dafa kepada publik. 

Falun Gong atau Falun Dafa adalah latihan yang memurnikan, atau mengkultivasi, baik pikiran maupun tubuh. Apakah ini latihan spiritual atau latihan fisik? Jawaban yang benar adalah “ya” karena keduanya merupakan bagian integral dari Falun Gong.

Ada lima latihan dalam Falun Gong. Empat latihan dilakukan dengan berdiri, dan satu lagi adalah meditasi bersila. Gerakannya lembut dan lambat, orang-orang sering melaporkan bahwa mereka merasa segar atau berenergi setelah berlatih.

Mengenai ajarannya, Falun Gong menganggap prinsip dasar alam semesta adalah “Zhen-Shan-Ren.” “Zhen” berarti Sejati. “Shan” adalah Baik. “Ren” adalah Sabar.  Ajaran ini menguraikan hal ini secara mendalam.

Selama ribuan tahun di Tiongkok, latihan spiritual telah diwariskan secara diam-diam dari guru ke murid.

https://www.youtube.com/watch?v=mcbDtUhDCpE

Guru atau master Falun Gong, Master Li Hongzhi, mempelajari latihan ini secara pribadi dan kemudian membawanya untuk diajarkan kepada siapa saja yang ingin belajar, dimulai pada  Mei 1992.

Beliau berkeliling Tiongkok hingga akhir tahun 1994. Beliau mengadakan 54 seminar selama 8 hingga 10 hari di mana pun beliau diundang. Beliau memberikan kuliah tentang prinsip-prinsipnya, mengajarkan latihan, dan memberikan pertanyaan pada hari terakhir setiap seminar.

Pada awalnya, hanya beberapa ratus orang yang menghadiri setiap seminar, tetapi pada akhir tahun 1994, ruang kuliah yang berkapasitas ribuan orang terisi penuh, karena promosi dari mulut ke mulut mendahului kunjungannya.

Orang-orang bercerita kepada keluarga, teman, dan tetangga tentang bagaimana penyakit mereka, mulai dari kondisi kulit hingga masalah jantung, berkurang atau hilang. Mereka juga menceritakan bagaimana mengikuti ajarannya menghasilkan hubungan yang lebih baik dengan pasangan dan rekan kerja, dan secara umum menghasilkan kondisi pikiran yang damai dan rileks.

Latihan ini terus berkembang dari mulut ke mulut, dari puluhan ribu orang yang mendengarkan ceramah Guru Li secara langsung pada tahun 1992-1994 menjadi puluhan juta orang pada pertengahan tahun 1999. Para praktisi termasuk yang tua dan yang muda, termasuk profesor universitas dan petani, dan bahkan termasuk para jenderal dan anggota Partai Komunis.

Tempat-tempat latihan bermunculan di taman-taman umum di seluruh Tiongkok. Para asisten sukarelawan mengajari para pendatang baru cara melakukan gerakan dan membawa kaset atau pemutar CD untuk memutar musik yang mengiringi latihan.

Setelah melakukan latihan bersama, sementara beberapa praktisi akan pergi bekerja, beberapa orang akan duduk dan membaca dari buku utama, “Zhuan Falun,” yang ditulis oleh Mr Li. Pemurnian pikiran dan karakter datang melalui mempelajari buku ini dan ajaran-ajaran lain – teks-teksnya tersedia secara gratis secara online – dan kemudian menerapkan apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dikunjungi di situsnya : https://id.falundafa.org/. (sin)

Akankah Dolar AS Dicampakkan?

Wu Huilin

Belakangan ini, suara “mencampakkan dolar AS (Amerika Serikat)” semakin nyaring terdengar, yang terutama berasal dari media massa milik PKT (Partai Komunis Tiongkok), media massa yang fokus pada pemberitaan cryptocurrency, serta berbagai media massa non-main stream yang ramai membicarakan “berbagai negara di dunia sedang mencampakkan dolar AS, dan berencana untuk tidak lagi menjadikannya sebagai mata uang cadangan dan perhitungan dalam perdagangan di masa mendatang”. 

Ada pula pemberitaan yang mengatakan “tingkat globalisasi mata uang RMB sedang meningkat”, atau “Negara BRICS (BRAZIL, RUSSIA, INDIA, CHINA and SOUTH AFRICA) akan menciptakan semacam mata uang baru, untuk melepaskan diri dari dolar AS”. 

Ada juga yang mengatakan “Negara pengekspor minyak (OPEC) akan beralih menggunakan RMB, atau sejenis mata uang bersama lainnya (seperti Euro), atau mata uang ‘BRICS’ sebagai bentuk penghitungan dalam perdagangannya”.

Kabar Angin “De-dolarisasi” Kembali Menghangat

Sangat jelas bahwa ini adalah semacam propaganda yang “bersifat politik”, di mana Rusia yang terkena dampak sanksi ekonomi sejak berkobarnya perang Rusia-Ukraina menggandeng RRT dan Iran serta memasukkan Brasilia ke dalam keanggotaan BRICS, untuk melawan aliansi dunia bebas yang dipimpin oleh AS, yang pada akhirnya bertujuan untuk menghancurkan AS. 

Bukankah tokoh pionir partai komunis yakni Stalin pernah mengatakan “Jika Anda hendak menghancurkan suatu negara, pertama-tama hancurkanlah mata uangnya”? PKT mengikuti ajaran Stalin, hal itu sangat lumrah bukan? Namun, benarkah harapan mereka bisa terkabul?

Sudah ada komentator yang mengemukakan keraguannya, dan fakta membuktikan bahwa “ide de-dolarisasi tidak akan efektif”, karena terdapat hambatan yang tidak bisa disingkirkan: hambatan yang terbesar adalah, jika dolar AS dicampakkan, maka setiap negara harus mencari atau menciptakan mata uang penggantinya, tetapi saat ini dolar AS adalah mata uang yang paling banyak dipakai di seluruh dunia, baik dalam transaksi mata uang global, maupun sebagai cadangan devisa asing di bank sentral berbagai negara, dan dalam mayoritas transaksi perdagangan komoditas serta perdagangan antar negara selalu diperhitungkan dengan dolar AS.

Kedua, alasan konvensional yang disebutkan para pencetus de-dolarisasi adalah bahwa dolar AS tidak ditopang oleh emas, tetapi semua mata uang lain di dunia juga tidak ditopang oleh emas, sedangkan cadangan emas milik AS adalah yang terbesar di dunia, walaupun diberlakukan kembali sistem standar emas, dolar AS tetap merupakan mata uang yang paling sehat. Terakhir, untuk menciptakan semacam mata uang global menggantikan dolar AS, maka harus disepakati oleh semua negara di dunia, melihat situasi saat ini, sama sekali tidak mungkin. Jadi, di masa mendatang yang bisa diprediksi, AS masih akan terus menjadi mata uang dunia, dan “de-dolarisasi” hanya omong kosong.

Rumor “Dolar AS” Akan Runtuh Sudah Lama Beredar

Sebenarnya, mengenai “dolar AS akan runtuh atau akan segera runtuh” sudah sejak lama dibicarakan, bankir investasi terkenal yakni James Rickards dalam bukunya “The Death Money” terbitan 2014 langsung dalam pembukaannya menuliskan: “Dolar AS akan mengalami keruntuhan”, karena RRT, Rusia, dan negara berkembang lainnya, akan bersama-sama mengakhiri hegemoni mata uang AS. Bukankah ini juga merupakan pernyataan “hari ini”?

Pada Agustus 2015 penulis pernah menulis tesis yang meragukannya, dan kini sepertinya masih sangat cocok digunakan, dan layak untuk dijabarkan kembali. Waktu itu, PKT memprakarsai Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank, AIIB), untuk membuat mata uang RMB mendunia, dan perekonomian RRT menjadi yang paling hebat, dan kebangkitan sebuah negara besar, cemerlang ibarat bianglala, dan sepertinya akan terjadi demikian! Namun, mungkinkah itu terjadi? Saya menulis sebagai berikut:

“Secara garis besar, dulu Inggris memiliki julukan ‘kekaisaran dimana matahari tidak pernah terbenam’, wilayah koloninya tersebar di seluruh dunia, dan merupakan yang terkuat di dunia, dengan perusahaan Hindia Timur Britania melakukan operasional ekonomi, pound sterling Inggris menjadi mata uang yang kuat. Hingga pada 1776 Amerika Serikat mendirikan negaranya, perlahan-lahan berkembang menjadi negara terkuat di dunia, sejak 1924 dolar AS mulai menggantikan pound sterling Inggris, hingga pasca PD-II, dolar AS terus berada di posisi puncak, dan sepenuhnya menggantikan pound sterling Inggris.

Di era 1980-an dunia dihebohkan oleh “Japan as Number One”, perekonomian AS tergelincir hingga ke dasar lembah, mata uang Yen Jepang juga terus mengalami tren menguat, tetapi di era 1990-an Jepang justru terjerembab, sementara itu perekonomian AS bangkit kembali, dolar AS kembali perkasa. Pada waktu itu mata uang Zona Euro terbentuk, Euro juga ikut bangkit. Pada 1978 PKT memberlakukan desentralisasi kekuasaan dan transfer keuntungan, serta berdampak ekonominya tumbuh pesat, hingga dalam badai krisis moneter global 2008, perekonomian AS dipandang lemah, mulailah beredar kabar mata uang RMB akan menggantikan dolar AS.

Mengenai apakah dolar AS akan ditinggalkan atau tidak, masyarakat dunia seharusnya bertanya pada dirinya sendiri: apakah dolar AS layak dipercaya? Sedangkan bisa dipercaya atau tidak, ditentukan oleh pandangan masyarakat dunia terhadap AS, apakah AS akan jatuh merosot atau tidak. Walaupun American Dreams telah memudar, tapi masyarakat berbagai negara di dunia masih berbondong-bondong bermigrasi ke AS, khususnya orang-orang kaya di Tiongkok yang mengalihkan kekayaan mereka ke AS, dan membeli surat hutang AS. Walaupun AS selalu mencemaskan soal angka defisit ganda, juga berkali-kali dipandang rendah, tetapi selalu berhasil bertahan dan melaluinya.

Sudah sejak dua tahun lalu, para ekonom dan analis banyak yang menyatakan, ekonomi AS akan kembali menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia, dolar AS juga akan tetap mempertahankan posisi sebagai mata uang kuat, hingga kini pernyataan itu sepertinya benar. Sebetulnya, orang pada umumnya selalu meremehkan AS karena banyak hutangnya, suka meminjam uang untuk konsumsi, dan tidak produktif, itu adalah pandangan secara tampak luarnya saja, sebenarnya potensi tersembunyi AS sangat kuat.

Selama ini, AS adalah lokomotif pertumbuhan ekonomi berbagai negara, terutama bagi negara-negara berkembang, khususnya Tiongkok yang sangat tergantung pada AS. Negara-negara itu berusaha menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusianya yang berharga, dan dengan sengaja menekan biaya produksi berupa upah buruh dan harga sumber daya, untuk menjual produk mereka dengan harga rendah ke AS, untuk mendapatkan dolar AS, lalu menggunakan dolar AS untuk membeli surat hutang AS, agar warga AS dapat berhutang lagi untuk konsumsi.

Disini ada beberapa makna, yang pertama adalah nilai dolar AS melekat pada produk-produk yang diekspor ke AS itu, sehingga dolar AS tidak akan berlebihan di wilayah AS, sebaliknya negara-negara yang meraup banyak dolar AS itu akan mengalami inflasi dan gelembung ekonomi aset keuangan; yang kedua, walaupun warga AS menganggur sementara, tetapi SDM dan sumber daya lainnya tetap terjaga dan tidak terpakai, begitu negara lain merosot ekonominya, giliran AS akan bangkit kembali. Yang patut ditekankan adalah, sistem ekonomi bebas dan demokrasi bebas di AS, membuat warga AS tidak akan bermalas-malasan, selalu menjaga kondisi siap bersaing, pemerintahannya juga tidak akan mengedarkan uang seenaknya sendiri dan menghambur-hamburkan sumber daya yang ada. Yang terpenting adalah, AS adalah negara yang percaya pada Tuhan, warganya memiliki keyakinan yang kuat, serta memiliki standar moral dan etika tertentu.

Ekonomi AS telah bangkit kembali, ini bisa dilihat dari “re-industrialisasi” dan mundurnya pelonggaran kuantitatif (QE), padahal dolar AS masih merupakan mata uang internasional, di masa mendatang jangka pendek belum terlihat adanya mata uang yang dapat menggantikan dolar AS. Sedangkan perekonomian RRT, sudah mengalami masa krusial hard landing, selain faktor ekonomi (hutang pemerintah daerah, krisis dana, kota hantu, pecahnya gelembung aset keuangan, dan lain-lain), juga konflik politik yang semakin terang-terangan, ditambah lagi peristiwa unjuk rasa berdarah yang terus terjadi yang akan memicu pergolakan masyarakat, jadi RMB menggantikan dolar AS sebagai mata uang internasional sepertinya hanya mimpi di siang bolong!

Pengamatan terhadap dolar AS seperti ini, telah dijelaskan dengan lebih tuntas, lebih menyeluruh, dan lebih mendalam, di dalam buku berjudul “The Dollar Trap” terbitan 2014. Penulisnya Eswar S. Prasad adalah seorang dosen senior jurusan Kebijakan Moneter di Cornell University, dengan pondasi akademis yang kokoh, ia memaparkan proses sejarah naik turunnya dolar AS dengan gaya menulis narasi dan diskusi, khususnya pasca badai krisis moneter 2008 lalu, dimana banyak orang memprediksi dolar AS akan tersingkir dari posisi sebagai mata uang dunia, tapi siapa menyangka Prasad justru membedah secara mendalam segala seluk beluk makin menguatnya dolar AS di pasar moneter dunia.

Ia berpendapat dalam kurun waktu cukup lama di masa mendatang, dolar AS akan tetap bertahan di posisinya sebagai mata uang cadangan bagi seluruh dunia. Karena di saat pasar dunia membutuhkan tempat berteduh dari risiko, selain dolar AS, tidak ada pilihan lain. Sementara Euro dan mata uang RMB, dalam waktu dekat belum mampu menggantikan dolar AS, mata uang dolar AS masih akan menjadi mata uang dunia.

Di Masa Mendatang, Dolar AS Tetap Menjadi Mata Uang Dunia

Waktu itu penulis sependapat dengan pandangan Prasad, dan hingga kini 9 tahun telah berlalu, dolar AS masih menjadi mata uang dunia, walaupun melalui 3 tahun dampak dari pandemi serta bagi-bagi uang, inflasi, dan The Fed berulang kali menaikkan suku bunga, apakah perekonomian AS akan mengalami kemerosotan, bahkan terjadi kondisi “stagflasi”, hal ini selalu menjadi perhatian dunia. Namun dibandingkan dengan badan ekonomi lainnya, khususnya RRT yang sedang berada di ujung tanduk, AS masih relatif lebih unggul, dan “di masa depan yang dapat diperkirakan, dolar AS masih akan mempertahankan posisinya sebagai mata uang dunia”, jadi “dolar AS masih tidak mungkin dicampakkan!” (sud/whs)

(Penulis adalah peneliti khusus di Chung-Hua Institution for Economic Research)

Bila Serang Taiwan Beijing Hadapi Pilihan Hidup dan Mati

Shi Shan

Pada 4 Mei 1919, mahasiswa di Beijing mengobarkan suatu aksi pelajar. Sebanyak lebih dari 3.000 mahasiswa berkumpul di sekitar Lapangan Tiananmen. Karena tidak mendapat respon cepat dari pemerintah pusat waktu itu, yakni Pemerintah Beiyang, aksi pelajar itu pun berubah menjadi pengrusakan dan perampasan. Tidak hanya berdampak pada instansi negara, bahkan juga membakar kediaman Menhub Cao Rulin, serta penganiayaan terhadap mantan Menhub yakni Zhang Zongxiang hingga gegar otak, Zhang kala itu bertanggung jawab atas urusan diplomatik. Setelah keseluruhan aksi tersebut usai, Pemerintah Beiyang tidak menangkap siapa pun, tidak menembak atau memberi tekanan, bahkan malah mencopot sejumlah pejabat.

Aksi tersebut disebut juga Gerakan 4 Mei. Dampak Gerakan 4 Mei terhadap Tiongkok amatlah besar, dan terbagi menjadi dua lapisan, yang pertama adalah pasca Gerakan 4 Mei, dimulailah suatu gerakan kebudayaan baru di Tiongkok, yang menyangkal Tiongkok lama, dan sepenuhnya menyambut pemikiran politik, ekonomi, serta budaya Barat; yang kedua adalah, politik Tiongkok memasuki suatu situasi baru, dari yang tadinya adalah proses politik yang membaik secara perlahan, telah berubah menjadi revolusi kekerasan yang mendesak dan kurang toleransi.

Tentu, salah satu akibat yang terparah adalah munculnya partai komunis di Tiongkok. Inilah alasan mengapa PKT (Partai Komunis Tiongkok) setiap tahun selalu merayakan Gerakan 4 Mei. Sebenarnya, awalnya Partai Nasionalis (Kuo Min Tang, red.) juga merayakan Gerakan 4 Mei, adalah dikarenakan Gerakan 4 Mei telah membuat banyak pemuda ikut bergabung dengan Kuo Min Tang di Selatan. Kemudian Chiang Kai-Shek menyerbu ke utara, menggulingkan Pemerintah Beiyang, dan mengambil alih pemerintah pusat, bagi mereka kontribusi Gerakan 4 Mei sangatlah besar.

Tempat dikobarkannya Gerakan 4 Mei adalah Peking University (PKU), dua dekade lalu ada sebuah patung. Di atasnya ada sebuah bola bumi, dengan dua huruf di bawahnya. Huruf S melambangkan Sains, dan huruf D melambangkan Demokrasi. Mahasiswa PKU menyimpulkan, sains menopang bola, demokrasi bahkan tidak bisa menopang bola. Dalam dialek utara, maknanya adalah baik sains maupun demokrasi, sama sekali tak berguna.

Sains dan demokrasi, disebut-sebut sebagai semangat Gerakan 4 Mei. Partai Nasionalis dan Partai Komunis sangat menghormati gerakan ini, dan memandangnya sebagai simbol kebangkitan rakyat Tiongkok. Hanya saja, demokrasi dan sains sebagai semangat Gerakan 4 Mei itu, di Daratan Tiongkok saat ini sudah lenyap tak berbekas Hari ini di Tiongkok, siapa pun yang berani berbicara soal demokrasi, pasti akan diblokir, menghilang, dan berakhir tragis.

Hari ini kita bukan menilai baik buruk Gerakan 4 Mei, ini sudah menjadi sejarah Tiongkok. Namun penulis selalu meragukan apakah sejarah pasti akan mengalami kemajuan, juga sering menyesalinya. Sun Yat-Sen dan Yuan Shikai sebagai elite Tiongkok generasi lama, dengan cara yang relatif damai telah menggantikan kekuasaan tertinggi di Tiongkok, tetapi orang-orang dari generasi yang lebih maju pasca Gerakan 4 Mei, justru sejak saat itu cenderung anarkis, bertarung sampai hidup dan mati. Sains dan demokrasi, sepertinya jika tidak ada budaya mentolerir, saya menyebutnya “tuan Teror”, ending-nya belum tentu akan sempurna.

Pada 4 Mei tahun ini, kantor berita Xinhua News menerbitkan serangkaian artikel, tentu saja bukan memuji Gerakan 4 Mei, melainkan memanfaatkan 4 Mei untuk mempropagandakan Xi Jinping. Xi mengemukakan empat sasaran bagi kaum muda yakni: memiliki idealisme, mau berjuang, rela menderita, bertanggung jawab. Tanpa sains, tanpa demokrasi, tentu tidak akan ada toleransi masyarakat. Di dalam pernyataan pihak pemerintah itu, sedikit disinggung soal pemuda, lebih banyak menyebut Xi Jinping, pada dasarnya dapat disimpulkan, bagi PKT, pemuda yang baik adalah pemuda yang tunduk dan rela mengalami penderitaan, dan bukan pemuda yang bisa berpikir dan mau berjuang.

Salah satu yang diharapkan PKT dilakukan oleh para pemuda Tiongkok adalah menjalani wajib militer, sebagai persiapan menghadapi perang berskala besar yang kemungkinan akan segera dimulai. Ini bukan hanya membesar-besarkan persoalan, besar kemungkinan ia akan berkembang menjadi perang dunia yang bersifat memusnahkan suatu bangsa. PKT sendiri juga sangat memahami, begitu perang dimulai, besar kemungkinan yang akan dihadapinya bukan tentara Taiwan, melainkan tentara AS, Jepang, Inggris, dan negara Barat lainnya.

Apakah kita benar-benar mengetahui apa itu perang? Selain darah dan api, apa makna perang itu? penulis pikir, kesan sebagian besar orang terhadap perang, sebenarnya adalah imajinasi yang dibentuk oleh otak manusia sendiri ditambahi dengan sedikit bumbu romantika di dalamnya, yang berbeda sangat jauh dengan perang yang sebenarnya.

Penulis memiliki dua orang sesepuh, yang menjadi prajurit di masa perang dulu, satunya mengabdi di pasukan Partai Nasionalis (Kuo Min Tang), dan satu lagi mengabdi di pasukan Partai Komunis, keduanya telah almarhum beberapa tahun silam. Saat penulis masih muda, saya sering bertanya kepada mereka tentang perang, baik sesepuh dari pihak Partai Nasionalis yang kalah perang, maupun sesepuh dari pihak Partai Komunis yang menang perang itu, ekspresi keduanya begitu mirip. Ekspresi itu begitu kompleks, sangat kaya akan tingkatan, dan sangat sulit diutarakan. Sesepuh yang mengabdi pada pasukan Partai Komunis itu, bergabung dengan PKT sejak 1938, sudah bisa dibilang cukup senior. Setelah 1960, karirnya di militer tidak begitu bagus, menghadapi keluhan dari para kaum muda, ia selalu menasihati: sudah cukup bagus, patut disyukuri, sebagian besar telah meninggal dunia. Setiap kali bicara soal ini, ekspresinya yang kompleks itu akan selalu tampak.

Sekarang PKT sedang mempersiapkan suatu peperangan, baik sebagai pengambil keputusan perang atau sebagai perencana perang, sepertinya sangat sedikit orang yang benar-benar pernah terlibat dalam perang riil. Beberapa hari lalu ketua dari Kepala Staf Gabungan AS yakni Mark Milley diwawancarai oleh majalah “Foreign Policy”, saat membicarakan kemungkinan meletusnya Perang Selat Taiwan, ia secara khusus menekankan, perang sesungguhnya sangat berbeda dengan berbicara perang di atas kertas, menyerang Taiwan mungkin akan meraih keberhasilan terbatas, tapi harga yang harus dibayar teramat tinggi.

Bobot dari kalimat ini terletak pada berbicara soal perang di atas kertas. Mayoritas orang Tiongkok, termasuk saya sendiri, saat berbicara soal kemungkinan terjadinya perang di masa mendatang, sebenarnya adalah berbicara soal perang di atas kertas. Di dunia ini, satu-satunya negara yang selalu berperang, adalah Amerika Serikat, jadi perkataan seorang panglima besar Amerika Serikat akan selalu membuat orang merenunginya lebih mendalam.

Setelah usainya Perang Korea 1953 silam, pasukan militer RRT pada dasarnya tidak pernah mengalami perang besar apapun, satu-satunya perang besar setelah itu adalah perang selama 1 bulan terhadap Vietnam pada 1979. Sebenarnya, RRT telah melakukan sejumlah operasi militer yang sesungguhnya. Salah satu yang paling intens adalah operasi militer terhadap Taiwan, baik perang udara, perang laut, maupun perang anti-pendaratan, dan sebelum 1971, pernah terjadi beberapa kali. Tapi semuanya hanyalah perang terbatas, yang tidak meningkat menjadi perang besar.

Perang terhadap India di era 1960-an juga hanya perang terbatas, rentang waktunya juga hanya satu bulan lebih. RRT menghabiskan waktu sembilan bulan untuk menumpuk logistik secara diam-diam, lalu berperang tanpa mengumumkannya, dan mengobarkan serangan mendadak, setelah menang perang segera menghentikan perang lalu menarik pasukannya. Cara ini sangat mirip dengan Perang Vietnam pada 1979. Karena dalam perang modern sebelum era informasi, terutama yang diadu adalah pasokan logistik, perang ekonomi negara, dengan kemampuan Beijing, sama sekali tidak bisa melangsungkan suatu perang menyeluruh, maka hanya bisa melakukan strategi menyerang diam-diam. Agak menyerupai dengan perkelahian di jalanan, menyerang orang lain secara tiba-tiba saat sedang lengah, setelah berhasil memukul lawan lalu buru-buru berhenti dan berdamai. Taktik menyerang diam-diam ala preman seperti ini, juga pernah digunakan sekali menghadapi Uni Soviet pada perang di Ostrov Damansky pada 1969.

Bicara soal taktik perang semacam ini, orang Jepang lebih lihai. Pada 1941 Jepang diam-diam menyerang Pearl Harbour, meraih kemenangan gemilang, selama sekitar satu setengah tahun AL Amerika tidak mampu menguasai Samudera Pasifik. Menurut pemikiran Jepang, orang Amerika takut mati, dan akan terjadi selisih pendapat di dalam negeri AS, akhirnya dipastikan akan berunding gencatan senjata dengan Jepang. Inilah pemikiran para pengambil keputusan di Jepang pada masa itu. Tentu saja hasilnya sama sekali berbeda, akhir dari cerita itu tidak lagi dibahas dalam artikel ini.

Saat diwawancarai, Jenderal Milley mengatakan, untuk menyerang Taiwan, Beijing mau tidak mau harus melakukan serangan amfibi, dipadukan dengan pasukan terjun payung dan serangan udara, helikopter, rudal, dan segala persiapan persenjataan yang memungkinkan. Ia berkata, hanya untuk melintasi perairan sejauh seratus mil saja pada dasarnya sudah sangat menantang, mereka juga harus memastikan keamanan di bawah laut, agar terhindar dari serangan kapal selam. Ia berkata, jika RRT menyerang Taiwan, akan membayar tumbal yang sangat mahal.

PKT belum tentu memikirkan soal harga dan biaya, yang dipikirkan hanya hasil, Beijing adalah realis sejati yang tiada duanya, konsekuensialis, hanya mementingkan kemenangan. Satu tradisi terbesar RRT, yang juga pusaka bagi militer komunis adalah, tidak melakukan perang yang tidak diyakini akan menang, semua perang harus diperhitungkan secara cermat berulang kali. Ini tentu saja merupakan salah satu inti sari dalam seni perang, dan bukan merupakan kekurangan. Itulah sebabnya setelah begitu lama berkuasa, PKT mengalami banyak konflik dengan luar negeri, tapi sangat jarang berperang. Disimpulkan dengan kalimat sederhana, perang yang tak bisa dimenangkan, tidak akan pernah mau berperang.

Bagi orang yang pernah ikut berperang, yang memiliki pengalaman pribadi dalam ajang perang, seperti kedua sesepuh saya itu, akan memiliki perasaan yang berbeda terhadap perang, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah terlibat langsung dalam perang dan hanya bermain game perang-perangan. Inilah sebenarnya masalah yang paling dikhawatirkan oleh AS.

Karena sekarang Beijing hampir tidak pernah lagi terlibat langsung dalam perang, di kalangan petinggi PKT, satu-satunya yang pernah berperang adalah jenderal Zhang Youxia, dalam Perang Vietnam jabatan tertinggi Zhang adalah sebagai komandan resimen. Tapi Zhang Youxia bukan pembuat keputusan, orang-orang yang tidak memiliki pengalaman tempur yang sesungguhnya, bagaimana pun mereka hanya berbicara soal perang di atas kertas.

Di Tibet penulis pernah bertemu seorang prajurit tua yang pernah ikut dalam perang terhadap India, juga pernah terjun dalam Perang Saudara Tiongkok (1945 – 1949) dan Perang Korea (1950 – 1953), boleh dibilang seorang prajurit yang sudah sangat berpengalaman. Ia memberitahu penulis, sewaktu perang terhadap India, perwira junior di dalam militer RRT, ada sangat banyak yang memiliki pengalaman tempur, mereka berhasil merangkak keluar dari tumpukan mayat di Perang Korea. Prajurit seperti ini, adalah kekuatan inti dari suatu pasukan. Sementara pada pihak India, selain beberapa perwira tinggi memiliki pengalaman di PD-II, mayoritas sama sekali tidak tahu menahu soal perang, begitu perang dimulai, saat laras senapan kedua pihak saling mendekat, dalam kondisi yang kurang lebih sama, sama sekali tidak berdaya melawan.

Perang RRT terhadap Vietnam pada 1979 adalah salah satu contohnya. Sebanyak 500.000 tentara berbaris menghadapi Vietnam, di pihak Vietnam selain pasukan setempat, pasukan tempur utama Vietnam hanya kurang dari 10.000 orang, selebihnya adalah pasukan setempat, seperti polisi bersenjata PKT sekarang ini. Tapi pasukan RRT mengalami kesulitan besar dalam perang itu, korban yang berjatuhan juga sangat banyak.

Penyebabnya adalah perwira junior pada dasarnya tidak memiliki pengalaman di medan perang, begitu perang berkobar, sangat berbeda dengan kondisi saat latihan, dibandingkan dengan pasukan Vietnam yang jauh lebih berpengalaman dalam berperang, pihak mana di atas angin langsung bisa terlihat jelas.

Jika PKT menyerang Taiwan, harus mempertimbangkan intervensi pasukan AS. Oleh sebab itu situasi yang dihadapi PKT sangat menyerupai Jepang pada 1940 dan 1941. Waktu itu Jepang menyerang Asia Tenggara, harus melewati Filipina yang dijadikan markas oleh militer AS, harus menghadapi intervensi AS, jadi Jepang berinisiatif menyerang AL Amerika lebih dulu, maka terjadilah insiden Pearl Harbour. Di masa yang akan datang jika PKT akan menyerang Taiwan, mungkin akan lebih dulu menyerang pangkalan militer AS di Jepang, terutama militer AS di Okinawa. Jika militer AS diserang mendadak, jangan lupa kebiasaan PKT yang berperang tanpa pengumuman, pasti akan mengobarkan kemarahan seluruh warga AS. Pada saat itu, akan terjadi situasi seperti PD-II, sasaran militer AS sudah bukan lagi melindungi Taiwan, melainkan juga menduduki Beijing.

Dengan kata lain, begitu perang di Selat Taiwan berkobar, Beijing mungkin tidak bisa lagi seperti era 1960-an atau 1970-an silam, yang bisa mengendalikan ruang lingkup dan intensitas perang, melainkan hanya akan bisa menghadapi perang secara pasif. Pada saat itu, walaupun Beijing hendak meniru Rusia seperti Putin pun sudah tidak bisa lagi, karena Rusia sekarang masih bisa menarik pasukannya, masih bisa mengendalikan perang pada ruang lingkup tertentu.

Perang, adalah masalah besar negara, menyangkut hidup dan mati para prajurit dan rakyat, dan masalah bertahan hidupnya suatu negara, tidak bisa tidak dicermati secara serius. Itulah kalimat pertama dalam Taktik Perang Sun Tzu, bagi PKT makna pentingnya bisa dikatakan tidak berlebihan bila ditekankan secara apapun. (sud/whs)

Program Mengembalikan Hutan Menjadi Lahan Pertanian Menciptakan Ladang Tandus yang Ditolak Petani

oleh Li Chengyu

Program pemerintah pusat Tiongkok “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian” yang dianggap dunia luar sebagai proyek “Lompatan Jauh ke Depan” versi kedua telah menciptakan berbagai fenomena yang menggelikan. Seorang cendekiawan Tiongkok mengatakan bahwa untuk menyelesaikan tugas pemerintah pusat tersebut, pejabat akar rumput telah memunculkan sejumlah besar ladang tandus yang tidak ingin ditanami petani mana pun, lalu mengelabui lembaga atasan dengan menggunakan foto udara yang dibuat sedemikian rupa untuk membuktikan tugas sudah dilakukan.

Untuk memastikan “ketahanan pangan”, Partai Komunis Tiongkok (PKT) membalikkan program “mengembalikan lahan pertanian menjadi hutan” yang sudah mereka praktikkan selama beberapa dekade terakhir menjadi “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian”. Namun, untuk menunjukkan bahwa instruksi pemerintah pusat sudah langsung dikerjakan oleh pemerintah daerah, maka pemda melakukan berbagai cara seperti “mengembalikan jalan menjadi lahan pertanian”, “mengembalikan jembatan menjadi lahan pertanian” dan lelucon lainnya. Di Kota Chengdu bahkan meluncurkan program “mengembalikan lokasi wisata menjadi lahan pertanian”, mereka menjadikan taman ekologi mengelilingi Kota Chengdu yang telah dibiayai dengan sejumlah besar dana menjadi lahan pertanian.

Sejumlah besar video yang beredar di Internet menunjukkan bahwa untuk memperluas lahan pertanian, pemerintah daerah membabat pohon dan hutan, merusak kolam ikan, lahan peternakan, dan kebun buah-buahan petani, bahkan memusnahkan secara paksa berbagai tanaman yang bukan makanan pokok yang ditanam petani. Hal mana menyebabkan kemarahan penduduk.

Menurut artikel yang diterbitkan seorang cendekiawan Tiongkok baru-baru ini, bahwa gerakan “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian” juga membuat beberapa pejabat akar rumput mengeluh karena frustasi.

Artikel tersebut mengatakan bahwa untuk melindungi kebijakan bergaris merah ini, pejabat di akar rumput terpaksa “bermain sulap”. Di banyak tempat, mereka menunjukkan telah menyelesaikan tugas “memperluas lahan pertanian” lewat cara yang melawan akal sehat dengan menyediakan tanah tandus yang tidak ingin ditanami oleh siapa pun.

Ada kantor desa di 3 provinsi menerima tugas yang wajib diselesaikan dalam batas waktu yang ditentukan. Selain itu, Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya Tiongkok pada akhir bulan Maret mengeluarkan tugas yang memaksakan pejabat daerah untuk “menyediakan lahan pertanian seluas 390 mu”, dan mengharuskan lahan tersebut sudah ditanami padi sebelum 5 Mei. Beberapa pejabat lokal mengatakan bahwa pihaknya mendapat penolakan untuk menebang pohon demi memperluas lahan dari para petani. Sementara itu, pejabat lain mengatakan bahwa bantaran sungai setempat pada awalnya memang cocok untuk beternak angsa, tetapi sekarang diubah menjadi pertanian tampaknya tidak akan ada panen.

Artikel tersebut mengatakan bahwa tugas remediasi ini melanggar akal sehat mengenai kondisi alam, karena lahan pertama yang akan ditinggalkan petani pasti berupa tanah yang tandus, yang tanpa air atau tanpa jalan, tanah yang mudah tergenang banjir, yang pasti tidak menguntungkan untuk dikelola. Selain itu, meminta petani untuk mengubah kebun buah-buahan, sayur mayur dan tanaman komersial menjadi menanam makanan pokok, dan meminta kader pedesaan menghabiskan banyak uang untuk menanam kembali tanah kosong dengan makanan pokok berupa padi-padian juga melanggar akal sehat tentang ekonomi.

Selain itu, cara hidup petani sudah berubah, tidak banyak orang yang mau kembali ke kampung halaman untuk bercocok tanam, apalagi mengolah beberapa hektar tanah yang diremediasi, beberapa di antaranya bahkan tanah berkualitas rendah. Pada akhirnya, banyak kader desa yang tidak punya pilihan lain selain membayar orang untuk menabur benih tanpa memikirkan apakah benih-benih itu bakal hidup atau mati. “Yang penting difoto udara terlebih dahulu, yang lain tidak usah dipikirkan sekarang”.

Artikel tersebut mengkritik pihak berwenang lantaran melakukan sistem akuntabilitas berbasis tekanan di berbagai tingkatan, ditambah dengan penyalahgunaan alat digital seperti perbandingan citra satelit, membentuk “birokrasi digital” dan menyebabkan berbagai situasi yang tidak masuk akal.

Sejumlah besar video dan foto yang beredar di Internet menunjukkan bahwa di banyak tempat terlihat tanah tipis diurugkan ke lantai beton lapangan alun-alun, lapangan olah raga, tempat perparkiran, bahkan bibit padi langsung ditaburkan di jalan beton, lalu difoto udara untuk menipu lembaga atasan. 

Program “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian” usungan PKT mengingatkan banyak orang pada era Mao Zedong tentang “menjadikan biji-bijian sebagai tugas pokok”. Xi Jinping juga berkali-kali menyebutkan “ketahanan pangan”, menuntut agar “mangkuk nasi rakyat Tiongkok harus digenggam di tangan sendiri”.

Artikel komentar di media Taiwan “Central News Agency” menunjukkan bahwa di balik program “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian” adalah ketakutan otoritas Beijing bahwa Tiongkok gagal berswasembada pangan, dan ketakutan yang lebih dalam terhadap embargo Barat jika PKT menggunakan kekuatan di Laut Tiongkok Selatan dan Selat Taiwan. (sin)

Elon Musk Sebut Menemukan CEO Baru Twitter untuk Menggantikan Dirinya

 Ryan Morgan – NTD

Elon Musk mengumumkan pada  Kamis 11 Mei bahwa ia telah menemukan seseorang untuk mengambil alih posisi sebagai chief executive officer (CEO) Twitter.

Musk akan tetap memiliki perusahaan media sosial ini dan akan memainkan peran teknis dalam platform, tetapi orang lain akan memimpin manajemen perusahaan sehari-hari.

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa saya telah mempekerjakan CEO baru untuk X/Twitter. Dia akan mulai bekerja dalam waktu ~6 minggu! Peran saya akan beralih menjadi ketua eksekutif & [Chief Technology Officer], mengawasi produk, perangkat lunak & [operator sistem],” demikian cuitan Musk di Twitter pada Kamis sore.

Musk tidak memberikan rincian tambahan mengenai masa depan platform media sosial tersebut.

Perombakan kepemimpinan ini terjadi sekitar tujuh bulan setelah Musk mengambil alih kepemilikan platform ini pada Oktober tahun lalu.

Pergantian ini tidak sama sekali tidak terduga. Musk telah memposting di  Desember bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai CEO platform ini segera setelah ia dapat menemukan pengganti yang sesuai.

Saham Tesla Melonjak Saat Pengumuman

Twitter hanyalah salah satu dari beberapa perusahaan besar yang dimiliki Musk. Pengusaha miliarder ini juga memimpin perusahaan antariksa swasta SpaceX dan perusahaan mobil listrik Tesla.

Nilai saham Tesla turun sekitar 65 persen atau sekitar $700 miliar selama tahun 2022, karena Musk melakukan negosiasi berbulan-bulan dengan Twitter sebelum menyelesaikan pembelian. Beberapa investor Tesla menyalahkan kesepakatan Twitter atas jatuhnya harga saham Tesla dan mengklaim bahwa Musk terlalu teralihkan perhatiannya untuk mengakuisisi dan membenahi platform media sosial tersebut.

Harga saham perusahaan mobil listrik ini melonjak pada saat yang sama ketika Musk mengumumkan jadwal pergantian CEO Twitter yang baru. Lompatan ini mungkin merupakan tanda kepercayaan baru bagi para investor Tesla.

Masa Jabatan Musk sebagai CEO Twitter

Pengambilalihan Twitter oleh Musk menandai perombakan signifikan bagi perusahaan.

Dalam beberapa minggu setelah pembelian senilai $44 miliar, Musk melakukan pemutusan hubungan kerja yang signifikan. Pada bulan lalu, Musk telah memangkas sekitar 6.500 karyawan, atau sekitar 80 persen dari staf perusahaan. Twitter sekarang mempekerjakan sekitar 1.500 orang.

Musk juga mengambil langkah besar dengan mengembalikan sejumlah akun yang dilarang di bawah pemilik Twitter sebelumnya, termasuk akun mantan Presiden Donald Trump. Upaya ini bertepatan dengan dirilisnya sejumlah komunikasi internal kepada para jurnalis dalam serangkaian pemaparan yang dikenal sebagai “Twitter Files”. Paparan ini menunjukkan bagaimana karyawan Twitter berkoordinasi dengan kampanye politik dan pejabat pemerintah untuk menandai dan menghapus konten serta menangguhkan akun pengguna. Seluruh segmen dari “Twitter Files” ini juga berfokus pada pertimbangan internal perusahaan dan upaya-upaya untuk menjustifikasi penghapusan Trump.

Pengungkapan Twitter Files juga mengonfirmasi praktik yang sudah lama dirumorkan untuk membatasi pengguna Twitter secara diam-diam,  yang disebut oleh perusahaan sebagai “penyaringan visibilitas” namun sering disebut oleh para kritikus sebagai “pelarangan bayangan.”

Masa Depan Twitter

Pengumuman elon Musk pada  Kamis secara khusus menyebut platform media sosial tersebut sebagai X/Twitter. Musk telah berulang kali menggambarkan aplikasi X baru dan menyarankan akuisisi Twitter-nya akan berfungsi sebagai batu loncatan untuk aplikasi baru ini.

Meskipun Twitter dimulai sebagai situs microblogging di mana pengguna berbagi pemikiran mereka dan memberikan pembaruan tentang acara pribadi atau berita yang sedang berkembang, Musk menyarankan bahwa Twitter pada akhirnya dapat menyediakan fitur yang jauh lebih luas. Musk telah berulang kali membandingkan rencananya untuk Twitter dengan aplikasi WeChat dari Tiongkok, yang memungkinkan pengiriman pesan teks, pesan suara, penyiaran, konferensi video, game mobile, dan pembayaran mobile.

“WeChat memiliki banyak fungsi yang seharusnya dimiliki oleh Twitter,” kata Musk dalam sesi Twitter Spaces pada Desember. Dia mengatakan bahwa dia ingin mempermudah proses pembayaran melalui aplikasi Twitter dan agar aplikasi tersebut mendukung konten tulisan dan video dalam bentuk panjang – “dan dapat memonetisasinya dengan mudah.”

Dalam beberapa minggu terakhir, Musk juga mengemukakan bahwa Twitter merupakan platform video yang layak bagi para pembuat konten digital. Ia mengemukakan bahwa host Fox News Tucker Carlson dan host CNN Don Lemon dapat meluncurkan program independen mereka sendiri melalui Twitter setelah mereka berpisah dengan jaringan masing-masing. Carlson sudah bergerak maju dengan ide tersebut.

Musk telah mengambil beberapa langkah untuk mewujudkan ide aplikasi “X”. Awal bulan ini, sebuah pengajuan pengadilan dari gugatan yang diajukan oleh komentator politik konservatif Laura Loomer mengindikasikan bahwa Twitter Inc. telah direorganisasi menjadi X Corp, yang merupakan anak perusahaan dari X Holdings Corp.

Masih harus dilihat bagaimana merek “X” ini akan berkembang setelah Musk mengundurkan diri sebagai CEO Twitter. (asr)