Sistem ATM & Mobile Banking BSI Sempat Error 4 Hari, Kini Kembali Normal

ETIndonesia- Layanan perbankan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada  Kamis (11/5/2023), telah kembali normal, baik di kantor cabang, mesin anjungan tunai mandiri (ATM) maupun mobile banking sehingga dapat digunakan oleh nasabah untuk bertransaksi.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan proses normalisasi layanan BSI telah dilakukan oleh perseroan dengan baik, dengan prioritas utama untuk meyakinkan dana dan data nasabah tetap aman.

“Alhamdullilah pada hari ini, layanan cabang, ATM dan mobile banking sudah kembali normal dan dapat digunakan oleh para nasabah untuk melakukan transaksi,” ujar Hery dalam pernyataan resmi dikutip dari siaran pers BSI. 

Ia mengatakan  BSI melakukan peningkatan kapasitas agar core banking dan critical channel bisa kembali dipulihkan dengan cepat, stabil sehingga layanan kepada nasabah dapat sepenuhnya normal.

Dia menjelaskan bahwa pada Minggu (7/5/2023), BSI melakukan mitigasi risiko di sistem IT milik perseroan dengan melakukan maintenance atau pemeliharaan.

Keesokan harinya, yakni pada Senin (8/5/2023), nasabah mengalami kendala dalam mengakses layanan BSI menyusul proses maintenance sistem yang dilakukan. Dan pada hari tersebut, lanjutnya, BSI secara intens melakukan normalisasi layanan secara bertahap.

Hasilnya pada Selasa (9/5/2023), nasabah telah bisa melakukan transaksi di jaringan cabang dan ATM BSI yang tersebar di seluruh Indonesia. Malam harinya, secara bertahap layanan BSI Mobile sudah dapat diakses oleh nasabah dengan fitur-fitur basic.

“Hari ini tanggal 11 Mei, BSI Mobile sudah dapat digunakan untuk bertransaksi oleh nasabah dengan fitur yang lebih lengkap,” imbuhnya.

Terkait dugaan serangan siber, menurut Hery, pihaknya menemukan indikasi adanya serangan siber sehingga perseroan perlu melakukan temporary switch off beberapa channel untuk memastikan keamanan sistem.

“Pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik.”

Dalam proses normalisasi layanan, tim IT BSI bekerja sama dengan Tim IT Bank Mandiri dan tentunya berkoordinasi secara intens dengan berbagai pihak terkait, baik regulator maupun lembaga pemerintah.

Hery melanjutkan bahwa dalam keseluruhan proses yang berlangsung, BSI terus memastikan kepada nasabah dan stakeholders bahwa data dan dana nasabah berada dalam kondisi baik dan aman.

“Atas nama Bank Syariah Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan nasabah karena adanya kendala dalam mengakses layanan BSI.”

Adapun bagi para nasabah dan stakeholder di Aceh, di mana BSI merupakan single bank syariah di sana, perseroan terus berkoordinasi dengan regulator, pemerintah daerah, pengusaha, dan nasabah setempat agar mendapat win – win solution dari adanya kejadian ini. (BSI/asr)

Xi Jinping Dorong Pemuda Tiongkok Berinisiatif Memasuki Kesulitan, Belajar Menderita dan Mengatasi Kesulitan Sendiri

 oleh Tang Zheng

Tingkat pengangguran kaum muda di Tiongkok masih tetap tinggi. Baru-baru ini, para pemimpin puncak Partai Komunis Tiongkok berulang kali mengeluarkan himbauan soal mengatasi lapangan kerja yang menciut. Hal mana telah mencerminkan situasi lapangan kerja di Tiongkok yang parah. Bahkan beberapa hari lalu, Wakil Perdana Menteri Dewan Negara Ding Xuexiang yang baru diangkat mengatakan, bahwa dirinya akan membimbing lulusan baru perguruan tinggi agar dapat bekerja di daerah kota kabupaten dan pedesaan. Sebelumnya, Xi Jinping menyerukan kepada anak-anak muda agar belajar mengatasi kesulitan sendiri. Tentu saja hal ini menimbulkan pertanyaan.

Media resmi PKT melaporkan bahwa Ding Xuexiang, Anggota Komite Tetap Biro Politik Partai Komunis Tiongkok dan Wakil Perdana Menteri Dewan Negara menghadiri konferensi jarak jauh nasional tentang pekerjaan dan kewirausahaan untuk lulusan perguruan tinggi dan kaum muda lainnya di Beijing pada 11 Mei dan menyampaikan pidato.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa konferensi yang diprioritaskan ini biasa diadakan pada Mei atau Juni setiap tahun, tetapi pertemuan tahun ini diadakan lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, pejabat tinggi yang hadir dalam pertemuan tersebut pada tahun-tahun sebelumnya adalah anggota Biro Politik Komite Sentral PKT, seperti Sun Chunlan dan Hu Chunhua, namun tahun ini adalah Ding Xuexiang yang menjabat sebagai anggota Komite Tetap Komite Politik. Biro Komite Pusat PKT.

Ding Xuexiang mengatakan dalam pertemuan itu bahwa kebijakan prioritas ketenagakerjaan harus dilaksanakan sepenuhnya, dan kebijakan serta langkah-langkah yang relevan untuk menstabilkan ketenagakerjaan harus segera dilaksanakan untuk memastikan jumlah lulusan perguruan tinggi yang direkrut oleh badan usaha milik pemerintah pusat dan badan usaha milik negara tidak berkurang dari jumlah tahun lalu. Selain itu, “membimbing lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di masyarakat kota-kota kabupaten dan pedesaan.”

Komentator urusan terkini Yue Shan mengatakan kepada NTDTV pada 12 Mei bahwa media resmi PKT menekankan bahwa pejabat yang menghadiri pertemuan tersebut adalah yang tertinggi, seolah-olah untuk menunjukkan bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian yang lebih terhadap kondisi lapangan kerja. Namun hal ini justru menunjukkan bahwa masalah pengangguran, terutama masalah ketenagakerjaan mahasiswa lulusan baru yang terakumulasi selama ini, telah menjadi bom waktu yang membahayakan stabilitas rezim hingga menimbulkan kepanikan di Zhongnanhai. Karena PKT paling takut terhadap penentangan dari kaum muda terpelajar, revolusi kertas putih yang menyerukan agar Xi Jinping mundur adalah contoh yang terjadi belum lama ini.

Yue Shan berpendapat bahwa tidak ada gunanya walau yang berbicara itu Xi Jinping. Xi Jinping bahkan mengatakan bahwa anak-anak muda harus berinisiatif untuk menghadapi sendiri kesulitan, belajar mengatasi kesulitan sendiri, yang sama saja mengatakan bahwa semua orang harus mau menderita, tetapi masalahnya adalah para elit PKT justru sedang menikmatinya. Apakah orang mau menerimanya ? Perekonomian tidak berjalan dengan baik, tidak ada obat untuk mengatasi penyakit sistemik, baik isu pengangguran atau lapangan kerja itu tidak dapat diatasi hanya melalui beberapa tindakan seperti itu. PKT sedang berjalan menuju keruntuhannya.

Ekonomi Tiongkok mengalami kerusakan parah selama 3 tahun mempraktikkan kebijakan Nol Kasus ketat dalam mencegah penyebaran epidemi. Banyak perusahaan terpaksa memotong gaji, mem-PHK karyawan, menghentikan operasi, bahkan bangkrut. Pada saat yang sama, masalah lapangan kerja di Tiongkok menjadi semakin serius, dan semakin banyak pemuda yang menganggur.

Menurut data resmi yang dirilis pada April tahun ini, bahwa tingkat pengangguran kaum muda masih meningkat. Pada Maret, tingkat pengangguran kaum muda berusia 16 hingga 24 tahun mencapai 19,6%, meningkat 1,5 poin persentase dari bulan sebelumnya. Jumlah lulusan perguruan tinggi secara nasional pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 11,58 juta.

Baru-baru ini, Xi Jinping menyerukan agar anak-anak muda Tiongkok berinisiatif memasuki kesulitan, belajar menderita dan mencoba mengatasi kesulitan sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan dunia luar.

Pada 3 Mei, media Partai Komunis Tiongkok “Xinhua” menerbitkan surat balasan Xi Jinping kepada para mahasiswa Akademi Sains dan Teknologi Universitas Pertanian Tiongkok yang ditulis pada 1 Mei. Xi menyebutkan : “Kalian mengatakan dalam surat bahwa kaum muda baru benar-benar memahami apa artinya ‘mencari kebenaran dari fakta’ dan bagaimana berhubungan dengan massa setelah menjalani seruan kami agar ‘berinisiatif memasuki kesulitan, belajar menderita dan mencoba mengatasi kesulitan sendiri’ dengan pergi jauh ke pedesaan Tiongkok, Itu poin yang bagus”.

“Pemuda Tiongkok di era baru harus memiliki semangat tersebut,” tambahnya.

Dalam hal ini, Wen Zhao, seorang pakar masalah Tiongkok dalam program “Wen Zhao Official” mengatakan bahwa akhirnya Xi Jinping terpaksa tampil untuk menyerukan kepada kaum muda agar bersedia mengikuti Gerakan Turun ke Pedesaan, dan meminta para siswa untuk “memberikan kontribusi” terhadap revitalisasi pedesaan. Dari sana kita dapat menduga arah mana kebijakan PKT di kemudian hari.

Wu Jianzhong, sekretaris jenderal Taiwan Strategies Advancement Society mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa selain Xi Jinping, seluruh Tiongkok dan seluruh dunia tahu bahwa ekonomi Tiongkok telah merosot secara signifikan. Tiongkok telah mengalami kemunduran serius dalam transformasi teknologi dan industri. Solusi yang diusulkan ternyata adalah menyerukan agar pemuda turun ke pedesaan.

Wu Jianzhong percaya bahwa jika petani diusir kembali ke desa mereka, tidak akan ada lagi  masalah “pengangguran” yang muncul. Rencana untuk merevitalisasi pedesaan, mempercantik pedesaan yang kedengarannya indah, tetapi kenyataannya PKT menggunakannya untuk mendistorsi dan melenyapkan isu pengangguran. Terlepas dari Beijing menggalakan pengelolaan terhadap pertanian, menggerakkan pemuda agar turun ke pedesaan, semua itu mencerminkan bahwa rezim Xi Jinping sedang kelabakan untuk mengatasi isu pengangguran yang berpotensi mengancam kekuasaan.

Chen Pokong, seorang penulis Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat mengatakan dalam program “Chen Pokong Membahas Isu Dunia” bahwa Revolusi Kertas Putih yang terjadi pada akhir tahun lalu, telah membuat rezim ketakutan, saat itu para pemuda menyerukan agar Partai Komunis Tiongkok mundur. Dan, surat balasan Xi Jinping kepada pemuda itu sudah dengan jelas menunjukkan bahwa ia ingin menghendaki para pemuda generasi ini bisa pergi ke pedesaan. Ini adalah sinyal yang sangat tidak menyenangkan bagi seluruh pemuda Tiongkok. (sin)

Siapakah Linda Yaccarino, CEO Baru Twitter?

Mimi Nguyen Ly

Linda Yaccarino, CEO baru Twitter yang akan menjabat dalam waktu sekitar enam minggu, telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam industri periklanan dan memiliki posisi di World Economic Forum (WEF).

Miliarder Elon Musk, yang telah menjalankan Twitter sejak ia membelinya pada musim gugur lalu, mengatakan bahwa ia “sangat senang” menyambut Yaccarino di posisi tersebut, dan menambahkan bahwa Yaccarino “akan berfokus pada operasi bisnis” sementara ia akan “berfokus pada desain produk dan teknologi baru.”

Yaccarino lulus dari Pennsylvania State University pada 1985. Ia tinggal di Sea Cliff, New York, bersama suaminya, Claude Madrazo. Mereka memiliki dua orang anak, Christian dan Matthew.

Latar Belakang Periklanan yang Luas

Yaccarino, 60 tahun, memiliki banyak hubungan dengan para petinggi pemasaran dan eksekutif periklanan lainnya, yang berpotensi menguntungkan Twitter saat mencoba membalikkan penurunan pendapatan iklan yang mencapai miliaran dolar sejak pengambilalihan oleh Musk.

Yaccarino  mendorong industri periklanan untuk melakukan perubahan di beberapa bidang, termasuk mengadvokasi agar tidak terlalu bergantung pada peringkat Nielsen untuk pengukuran. Ia juga memperkenalkan platform digital yang disebut One Platform yang memudahkan untuk membeli iklan di berbagai media yang berbeda dalam upaya untuk bersaing dengan lebih baik dalam memperebutkan iklan dengan perusahaan-perusahaan media sosial dan perusahaan-perusahaan media tradisional.

1. NBC Universal

Jabatan terakhir Yaccarino adalah ketua periklanan dan kemitraan global di NBCUniversal yang dimiliki oleh Comcast. Dia mengawasi semua strategi pasar dan pendapatan iklan untuk seluruh portofolio siaran, kabel, dan aset digital NBCUniversal. Pendapatannya mencapai hampir $10 miliar.

Pada  Jumat, sebelum Musk mengumumkan posisi baru Yaccarino di Twitter, NBCUniversal mengatakan bahwa ia akan segera mengundurkan diri dari posisinya, dan Yaccarino mengonfirmasi bahwa ia akan meninggalkan jaringan tersebut, di mana ia telah bekerja selama kurang dari 12 tahun.

Yaccarino bergabung dengan NBCUniversal pada  2011, pada saat Comcast menyelesaikan merger dengan NBC. Selain mengawasi strategi periklanan jaringan di seluruh televisi dan properti digital, ia juga memainkan peran penting dalam meluncurkan layanan streaming yang didukung iklan jaringan, Peacock, pada tahun 2020.

Profil perusahaan di NBCUniversal menunjukkan bahwa ia mengawasi tim beranggotakan 2.000 orang, kemungkinan lebih banyak dari mereka yang bekerja di Twitter. Musk mengatakan kepada reporter BBC bahwa perusahaannya berkurang menjadi 1.500 orang setelah beberapa kali melakukan PHK di bawah pengawasannya.

2. Turner Entertainment

Sebelum bergabung dengan NBCUniversal, Yaccarino bekerja di Turner Broadcasting System selama 15 tahun.

Di sana, ia memegang berbagai jabatan, termasuk wakil presiden eksekutif dan chief operating officer di seluruh divisi penjualan iklan, penandaan, dan akuisisi, hingga meninggalkan konglomerat media tersebut pada tahun 2011.

Pada April 2022, Turner Broadcasting System dimiliki oleh Warner Bros Discovery. Saat ini perusahaan ini mengoperasikan CNN.

Forum Ekonomi Dunia

Dalam profil LinkedIn-nya, Yaccarino mengindikasikan bahwa ia telah menjadi ketua eksekutif WEF sejak Januari 2019. Secara khusus, ia adalah ketua Satuan Tugas WEF untuk Masa Depan Pekerjaan.

Ia juga merupakan anggota Komite Pengarah Gubernur Industri Media, Hiburan, dan Budaya WEF. Menurut situs web WEF, komite tersebut, yang terdiri dari para kepala eksekutif dan ketua dari organisasi mitra, “mendefinisikan agenda industri dan mendorong perubahan” di media dan hiburan untuk “memungkinkan masyarakat yang lebih terinformasi, bersatu, dan inklusif.”

Para pengkritik WEF sering mengklaim bahwa organisasi ini bekerja untuk mengendalikan dunia melalui pengaruhnya terhadap politik global, ekonomi, dan media. Mereka biasanya berargumen bahwa fokus WEF pada globalisasi dan promosi kebijakan ekonomi neoliberal adalah bukti dari tujuan ini.

Selain itu, beberapa kritikus WEF memandang WEF dengan cibiran karena keanggotaannya yang eksklusif dan hanya berdasarkan undangan serta pertemuan tahunannya di Davos, yang memperkuat citra elitis organisasi ini.

Profil Yaccarino menyebutkan bahwa ia juga “sangat terlibat” dengan inisiatif Value in Media.

Proyek penelitian WEF ini, sebagian, mengeksplorasi bagaimana pemangku kepentingan yang berbeda di media – seperti pembuat konten, pengiklan, agensi pemasaran, dan konsumen – masing-masing mengonsumsi dan mempromosikan konten media.

Penelitian ini juga melihat bagaimana orang mengonsumsi dan membayar konten, bagaimana hal tersebut berkembang, dan bagaimana teknologi dan pengiklan besar dapat dan harus membentuk lingkungan media dan memengaruhi konten online.

Bekerja dengan Pemerintah AS

Yaccarino ditunjuk pada tahun 2018 oleh Presiden Donald Trump untuk menjadi anggota Dewan Kebugaran dan Nutrisi Olahraga selama dua tahun,

Secara terpisah, sebagai ketua Dewan Iklan pada tahun 2021 dan 2022, Yaccarino telah bekerja sama dengan Gedung Putih Biden dan lembaga pemerintah, serta komunitas bisnis, untuk membantu menciptakan kampanye vaksinasi COVID-19 yang menjangkau lebih dari 200 juta orang Amerika.

Wawancara di Atas Panggung Dengan Musk

Yaccarino mewawancarai Musk di atas panggung pada sebuah konferensi periklanan di Miami bulan lalu, di mana ia mendorongnya untuk mempertimbangkan agar pengiklan dapat memberikan pengaruh pada konten platform.

“Jadi, Anda memiliki platform yang sangat besar, Anda memiliki visi yang merupakan spektrum dari percakapan sehari-hari, bersumber terbuka, dan mereka dapat menjalankan kehidupan mereka, bisnis mereka, perdagangan mereka, apa pun yang dapat mereka lakukan di platform Anda, itu adalah visi yang cukup besar,” katanya.

“Namun di tengah-tengahnya harus ada peluang iklan; kedengarannya seperti sebuah peluang yang besar. Saya bisa berbicara tentang merek saya, saya bisa mengajak pelanggan saya berkomunikasi, dan mereka juga bisa membeli barang; kedengarannya cukup bagus, bukan? … Tapi mereka perlu merasa ada peluang bagi mereka untuk memengaruhi apa yang sedang Anda bangun, visi tersebut.”

Menanggapi hal tersebut, Musk berkata, “Penting bahwa-jika saya mengatakan ‘ya, Anda akan bisa memengaruhi saya,’ itu salah. Itu akan sangat salah. Itu akan mengurangi kebebasan berbicara.”

Yaccarino menjawab, “Saya ingin lebih spesifik dalam hal mempengaruhi. Ini lebih merupakan umpan balik terbuka bagi para ahli periklanan di ruangan ini untuk membantu mengembangkan Twitter menjadi tempat yang membuat mereka bersemangat untuk menginvestasikan lebih banyak uang. Pengembangan produk, keamanan iklan, moderasi konten-di situlah pengaruhnya.”

Musk kembali menanggapi dengan masalah kebebasan berbicara.

“Sangat keren untuk mengatakan bahwa Anda ingin iklan Anda muncul di tempat-tempat tertentu di Twitter dan tidak di tempat lain,” kata Musk. 

“Namun, tidak baik jika Anda mencoba mengatakan apa yang akan dilakukan Twitter. Dan jika itu berarti kehilangan dolar iklan, kami akan kehilangannya. Tapi kebebasan berbicara adalah yang terpenting.”

Dia juga bertanya apakah Musk akan berkomitmen untuk mengembalikan “influence council yang sangat dicintai” yang memungkinkan pengiklan untuk berkomunikasi dengan pimpinan Twitter.

“Menurut saya, tidak seharusnya ‘dewan pengaruh’,” jawab Musk.

“Saya akan mewaspadai hal tersebut akan menimbulkan reaksi keras di kalangan masyarakat. Karena jika publik berpikir bahwa pandangan mereka ditentukan oleh sejumlah kecil CMO di Amerika, mereka akan, saya pikir, kesal dengan hal itu.

“Namun umpan balik, menurut saya, adalah hal yang tepat, dan pada akhirnya, jika seseorang mengeluarkan uang untuk kampanye iklan mereka, hal tersebut harus membuahkan hasil bagi organisasi mereka, atau tidak masuk akal.”

Jack Phillips, Lorenz Duchamps, dan The Associated Press berkontribusi dalam laporan ini.

Seberapa Kotorkah Sikat Gigi Anda?

Dr. Joseph Mercola 

Sikat gigi dapat mengandung bakteri penyebab penyakit, tetapi cara Anda menyimpan dan merawat sikat gigi dapat mempengaruhi jumlah bakteri secara signifikan.

SEKILAS GAMBARAN UMUM

* Sikat gigi Anda berfungsi sebagai tempat penampungan mikroorganisme dan terkontaminasi dengan organisme infeksius segera setelah digunakan pertama kali.

* Pada orang sehat dan mereka yang memiliki penyakit mulut, bakteri dan virus patogen terdeteksi pada sikat gigi, termasuk E. coli dan virus herpes simpleks.

* Satu studi menemukan kontaminasi berat dengan mikroorganisme patogen pada 70 persen sikat gigi setelah digunakan.

* Menyimpan sikat gigi di kamar mandi umum tidak disarankan – setidaknya 60 persen terkontaminasi dengan coliform tinja, tidak peduli bagaimana mereka disimpan atau dibersihkan.

* Cara terbaik untuk menyimpan sikat gigi adalah di tempat yang kering dan dapat mengering dengan sendirinya-menempatkan sikat gigi di dalam wadah tertutup bukanlah ide yang bagus, karena hal ini dapat membuat sikat gigi tetap lembab dan memungkinkan bakteri untuk tumbuh subur.

* Mencelupkan sikat gigi Anda ke dalam 3 persen hidrogen peroksida dapat mengurangi jumlah bakteri hingga 85 persen.

Menyikat gigi dua kali sehari adalah bagian penting dari kebersihan yang baik, tetapi bagaimana jika sikat gigi itu sendiri tidak bersih? Faktanya adalah sikat gigi Anda jauh dari steril dan pada dasarnya menyikat gigi terkontaminasi bakteri, air liur, darah, sisa-sisa makanan dari mulut, dan banyak lagi setiap kali menyikat gigi.

Tergantung di mana sikat gigi Anda disimpan, seperti di kamar mandi, ada kemungkinan bahwa kotoran dari toilet dapat menempel pada bulu sikat gigi-dan kemudian masuk ke dalam mulut Anda. Di Amerika Serikat, organisasi kesehatan termasuk CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) mengakui bahwa “meskipun telah dibilas hingga terlihat bersih, sikat gigi tetap dapat terkontaminasi oleh organisme yang berpotensi menjadi penyebab penyakit.”

Oleh karena itu, kecuali jika Anda memiliki kondisi serius seperti gangguan pendarahan tertentu atau penekanan kekebalan tubuh, yang mungkin mengharuskan Anda untuk membersihkan gigi dengan metode lain selain sikat gigi yang kurang higienis, efek kesehatan yang merugikan akibat penggunaan sikat gigi biasa tidak mungkin terjadi.

Sikat Gigi Anda Mengandung Bakteri Patogen

Sikat gigi Anda berfungsi sebagai reservoir untuk mikroorganisme dan terkontaminasi dengan organisme menular segera setelah penggunaan awal – dan kontaminasi tumbuh dengan setiap penggunaan setelahnya, menurut tinjauan sistematis kontaminasi sikat gigi yang diterbitkan dalam jurnal Nursing Research and Practice.

“Sikat gigi dapat terkontaminasi dari rongga mulut, lingkungan, tangan, kontaminasi aerosol, dan wadah penyimpanan. Bakteri yang menempel, terakumulasi, dan bertahan hidup di sikat gigi dapat ditularkan ke individu yang menyebabkan penyakit,” jelas para peneliti.

Untuk tujuan tinjauan, mereka secara khusus tertarik pada sikat gigi yang digunakan di antara populasi yang rentan, termasuk orang-orang di rumah sakit. Tujuh studi eksperimental dan tiga studi deskriptif dianalisis secara keseluruhan, yang mengungkapkan bahwa sikat gigi menyimpan sejumlah besar bakteri setelah digunakan. Baik pada orang sehat maupun mereka yang memiliki penyakit mulut, bakteri dan virus patogen terdeteksi pada sikat gigi, termasuk:

* Staphylococcus aureus.

* E. coli.

* Pseudomonas.

Virus herpes simpleks, dalam jumlah yang cukup besar  dapat menyebabkan infeksi.

Di antara orang-orang dengan penyakit mulut, sikat gigi dapat dengan cepat terkontaminasi, meskipun beberapa sikat gigi terkontaminasi bahkan sebelum digunakan. Satu studi menemukan kontaminasi berat dengan mikroorganisme patogen pada 70 persen sikat gigi setelah digunakan, dan berbagai jenis bakteri terdeteksi pada sikat gigi dalam studi lain, dengan jumlah pertumbuhan yang bervariasi.

Cara Menyimpan Sikat Gigi Sangat Penting

Cara terbaik untuk menyimpan sikat gigi Anda adalah di tempat yang kering dan dapat diangin-anginkan. Menempatkan sikat gigi Anda ke dalam wadah tertutup bukanlah ide yang baik, karena hal ini dapat membuat sikat gigi Anda tetap lembab, sehingga memungkinkan bakteri berkembang biak. Sikat gigi yang disimpan dalam wadah tertutup, atau yang bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi, mengandung tingkat bakteri yang lebih tinggi daripada sikat gigi yang dibiarkan mengering di udara terbuka.

Menyimpan sikat gigi di lingkungan yang lembab juga dapat meningkatkan kelangsungan hidup bakteri pada sikat gigi Anda, begitu juga dengan menutupnya. Bakteri dapat bertahan hidup lebih dari 24 jam pada sikat gigi jika terdapat kelembapan, sementara menyimpan sikat gigi di lingkungan yang lembab dan tertutup dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri hingga 70 persen.

Bentuk dan desain sikat gigi Anda juga dapat mempengaruhi kemampuannya untuk menahan kuman. Secara khusus, jika bulu sikat Anda berjumbai atau disusun dalam pola yang sangat berdekatan, ada kemungkinan mereka akan menjebak dan menahan lebih banyak bakteri.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa “sikat gigi yang lembut dan bulat, jernih, dengan dua baris bulu sikat” adalah yang terbaik dalam hal tingkat kontaminasi, sementara kelembapan dan sisa makanan yang tertinggal di bulu sikat memungkinkan bakteri untuk tumbuh subur.” Meskipun sudah jelas bahwa sikat gigi mudah terkontaminasi, namun pengaruhnya terhadap kesehatan manusia masih belum ditemukan. Menurut penelitian:

“Studi yang dipilih semuanya menemukan bahwa sikat gigi orang dewasa yang sehat dan orang dewasa yang sakit mulut terkontaminasi dengan bakteri yang berpotensi patogen dari plak gigi, desain, lingkungan, atau kombinasi dari beberapa faktor… Pada populasi yang rentan seperti orang dewasa yang sakit parah, kontaminasi patogen dapat meningkatkan risiko infeksi dan kematian.”

Kuman Dari ‘Bulu Toilet’ Bisa Menjadi Masalah

Faktor lain yang mempengaruhi kebersihan sikat gigi Anda adalah kebiasaan umum menyimpan sikat gigi di kamar mandi, di mana toilet disiram secara rutin. “Hubungan antara bioaerosol yang dapat dihirup yang dihasilkan dari limbah yang terganggu dan penularan penyakit menular telah diusulkan selama lebih dari 100 tahun,” tulis para peneliti dalam American Journal of Infection Control.

Dengan kata lain, ketika toilet disiram, aerosol bulu toilet dilepaskan ke udara, dan ada kemungkinan hal ini dapat menyebarkan penyakit menular, sebagian melalui mikroorganisme di udara yang hinggap di sikat gigi Anda. Cara penularan penyakit ini sudah ada sejak lebih dari seabad yang lalu ketika para peneliti mendeteksi penularan mikroorganisme melalui udara dari sistem pembuangan limbah dari satu gedung rumah sakit ke gedung rumah sakit lainnya.

Pada tahun 1950-an, penelitian lain melibatkan penyemaian toilet dengan bakteri Serratia marcescens, kemudian menyiramnya untuk melihat di mana bakteri tersebut berakhir. Koloni bakteri ditemukan mengendap di lantai dan mikroba juga ditangkap di udara – hingga delapan menit setelah penyiraman. Bahkan pada toilet yang menggunakan pembilasan “wash-down”, di mana air dilepaskan dari pinggiran toilet dan mengalir ke dalam mangkuk, bioaerosol ditemukan di atas toilet hingga tujuh menit setelah penyiraman.

Penelitian yang lebih baru mengungkapkan bahwa Clostridium difficile terdeteksi di atas dudukan toilet hingga 90 menit setelah pembilasan. Pembilasan dengan tutup ke bawah memberikan perbedaan positif, karena konsentrasi bakteri 12 kali lebih tinggi ketika toilet dibilas dengan tutup ke atas, dibandingkan dengan tutup ke bawah. Secara keseluruhan, para peneliti mencatat:

“Dapat disimpulkan … bahwa toilet flush menghasilkan sejumlah besar aerosol bulu toilet yang mampu menjebak mikroorganisme setidaknya sebesar bakteri, bahwa tetesan yang cukup kecil yang mengandung mikroba akan menguap untuk membentuk bioaerosol inti tetesan yang cukup kecil untuk dihirup jauh ke dalam paru-paru, dan bahwa bioaerosol ini dapat bertahan di udara untuk waktu yang lama dan bergerak dengan arus udara.

“Produksi bioaerosol ini selama beberapa kali pembilasan setelah kontaminasi menunjukkan potensi jangka panjang toilet yang terkontaminasi menjadi penghasil bioaerosol yang menular.”

Hindari Menyimpan Sikat Gigi Anda di Kamar Mandi Komunal

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Microbiology tahun 2015 mengamati secara langsung apa yang terjadi pada sikat gigi yang disimpan di kamar mandi komunal, seperti yang ada di asrama mahasiswa. Para peneliti, dari Universitas Quinnipiac di Connecticut, mengumpulkan sikat gigi dari kamar mandi umum yang digunakan oleh rata-rata 9,4 orang per kamar mandi dan mengujinya untuk mengetahui adanya organisme yang berpotensi menjadi patogen.

Setidaknya 60 persen terkontaminasi fecal coliform, tidak peduli bagaimana disimpan atau dibersihkan — tidak ada perbedaan yang ditemukan pada sikat gigi yang dibilas dengan air dingin, air panas, atau obat kumur. Diperkirakan, dalam 80 persen kasus, fecal coliform pada sikat gigi berasal dari orang lain yang menggunakan kamar mandi.

“Perhatian utama bukanlah adanya kotoran Anda sendiri di sikat gigi Anda, melainkan ketika sikat gigi terkontaminasi kotoran orang lain, yang mengandung bakteri, virus, atau parasit yang bukan bagian dari flora normal Anda,” pelajari kata penulis Lauren Aber dalam rilis berita.

Dia mencatat bahwa menggunakan penutup untuk sikat gigi juga tidak akan melindunginya dari kontaminasi dan, pada kenyataannya, dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri karena bulunya tetap lembab dan tidak benar-benar kering setelah digunakan.

Apa Cara Terbaik untuk Mendekontaminasi Sikat Anda?

Ada perdebatan tentang cara terbaik untuk membersihkan sikat gigi, tetapi konsensus umumnya adalah membiarkannya mengering dengan sendirinya itu penting. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa merendam sikat gigi dalam obat kumur selama 20 menit sebelum dan sesudah menyikat dapat menurunkan beban antimikroba, sedangkan paparan sinar ultraviolet juga efektif untuk mengurangi beban bakteri pada sikat gigi.

Namun, CDC menyatakan, “Anda tidak perlu merendam sikat gigi dalam larutan desinfektan atau obat kumur, karena sebenarnya dapat menyebarkan kuman dalam kondisi yang tepat.” Membilas sikat gigi dengan air keran biasa sepertinya tidak akan memengaruhi tingkat bakteri. Pasalnya, penelitian menemukan “kontaminasi dan biofilm tingkat tinggi yang terus berlanjut” pada sikat gigi dibersihkan dengan cara ini.

Salah satu cara paling sederhana untuk membersihkan sikat gigi adalah dengan mencelupkannya ke dalam hidrogen peroksida 3 persen. Ini adalah pilihan paling efektif untuk mengurangi bakteri aerob dan anaerob pada kepala sikat gigi, dibandingkan dengan obat kumur dan air, dan dapat mengurangi beban bakteri hingga 85 persen.

Sikat gigi antimikroba yang dilapisi triclosan juga tidak mengubah pertumbuhan bakteri pada sikat gigi dan harus dihindari karena toksisitas triclosan. Ketahuilah bahwa jika sikat gigi diberi label “antibakteri”, itu mungkin mengandung triclosan, bahan kimia antibakteri dan dikenal sebagai pengganggu endokrin.

Ini sangat banyak digunakan sehingga diperkirakan 75 persen populasi AS telah terpapar, statistik yang memprihatinkan karena mudah diserap ke dalam kulit manusia dan mukosa mulut, yang dapat memengaruhi respons kekebalan, produksi spesies oksigen reaktif, dan fungsi kardiovaskular. Efek reproduksi dan perkembangan juga telah diamati.

Cara Menyimpan dan Menangani Sikat Gigi Anda

Meskipun mungkin terdengar meresahkan bahwa sikat gigi Anda adalah reservoir mikroorganisme, hal itu tidak mungkin menimbulkan risiko kesehatan yang besar jika Anda sehat. Dianjurkan untuk membuang sikat gigi Anda setelah penyakit tertentu, seperti radang tenggorokan, untuk menghindari infeksi ulang, tetapi dalam banyak kasus, penggunaan sikat gigi setiap hari tidak dianggap sebagai sumber penyakit.

Menurut CDC, “Berbagai cara untuk membersihkan, mendisinfeksi, atau mensterilkan sikat gigi di antara penggunaan telah dikembangkan, tetapi tidak ada dokumen penelitian yang diterbitkan bahwa menyikat gigi dengan sikat gigi yang terkontaminasi telah menyebabkan kontaminasi ulang pada mulut pengguna, infeksi mulut, atau efek kesehatan yang merugikan lainnya. .”

  Namun, ada beberapa “praktik terbaik” yang dapat Anda gunakan untuk merawat sikat gigi Anda, termasuk:

* Hindari berbagi sikat gigi.

* Bilas sikat gigi Anda setelah digunakan untuk menghilangkan semua pasta gigi dan kotoran.

* Simpan dalam posisi tegak dan biarkan mengering.

* Jika menyimpan dalam wadah dengan sikat gigi lain, jangan biarkan sikat gigi saling bersentuhan.

* Jangan menaruh sikat gigi Anda di mesin pencuci piring atau microwave, yang dapat menyebabkan kerusakan.

* Hindari menutupi sikat gigi atau menyimpannya dalam wadah tertutup.

* Ganti sikat gigi Anda setiap tiga sampai empat bulan atau lebih cepat jika bulunya tampak aus, kusut, atau berjumbai.

Awalnya diterbitkan 23 September 2022, di Mercola.com

Duta Besar AS : Afrika Selatan Mengirim Senjata Lewat Kapal Kargo Rusia

 oleh Li Xin

Duta Besar AS untuk Afrika Selatan pada Kamis (11 Mei) menuduh pemerintah Afrika Selatan pada akhir tahun lalu mengirimkan senjata dan amunisi lewat kapal kargo Rusia yang telah terkena sanksi

Duta Besar AS untuk Afrika Selatan, Reuben Brigety dalam sebuah briefing pada  Kamis 11 Mei  mengatakan bahwa AS yakin sebuah kapal kargo Rusia mengangkut senjata dan amunisi yang dikirim dari Afrika Selatan pada bulan Desember tahun lalu.

Kepada media Afrika Selatan “Newzroom Afrika” dan media lokal lainnya ia mengatakan : “Salah satu hal yang kami perhatikan adalah bahwa antara 6 dan 8 Desember 2022, kapal kargo Rusia ‘Lady R’ berlabuh di Simon’s Town, kami yakin, dalam perjalanan kembali ke Rusia, kapal tersebut mengangkut sejumlah senjata dan amunisi …”

“Afrika Selatan mempersenjatai Rusia dengan kapal ini … ini adalah hal yang benar-benar tidak dapat diterima”, kata Reuben Brigety kepada wartawan. Pejabat senior AS menyatakan “keprihatinan yang mendalam” terhadap kejadian ini.

Reuben Brigety mengatakan, bahwa di mata Amerika Serikat, ini bukanlah tindakan dari negara yang mengklaim nonblok.

Kantor Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah telah meluncurkan penyelidikan independen yang dipimpin oleh seorang pensiunan hakim terhadap kasus ini.

Sebelumnya, Presiden Cyril Ramaphosa tidak membenarkan atau menyangkal soal pengiriman senjata tersebut ketika ditanya oleh seorang pemimpin oposisi di parlemen Afrika Selatan.

Amerika Serikat telah berulang kali meminta negara-negara untuk tidak memberikan dukungan materi kepada Rusia, dan telah memperingatkan bahwa negara-negara yang memberikan dukungan materi kepada Rusia dapat ditolak aksesnya ke pasar terpenting dunia.

Afrika Selatan mendapat kecaman keras karena sikapnya terhadap invasi Rusia ke Ukraina dan abstain dari pemungutan suara pada resolusi yang mengutuk Rusia di Majelis Umum PBB.

Sementara kepemimpinan Afrika Selatan telah berulang kali mengatakan tetap netral dalam konflik Rusia – Ukraina dan sering menyerukan penyelesaian lewat meja perundingan, tetapi tindakannya semakin mendapat pengawasan dari kekuatan Barat.

AS dan kekuatan Barat lainnya menyuarakan keprihatinan setelah Afrika Selatan mengadakan latihan angkatan laut bersama dengan Rusia dan Tiongkok di lepas pantainya pada bulan Februari tahun ini.

Pada tahun ini juga, Afrika Selatan akan menjadi tuan rumah KTT BRICS yang diikuti oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan, dan telah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk hadir. (sin)

13 Mei 2023 Praktisi Falun Dafa di Seluruh Dunia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Guru Li Hongzhi

Pada 13 Mei 2023, praktisi Falun Dafa di seluruh dunia mengucapkan selamat hari ulang tahun kepada Guru Li Hongzhi. Tahun bertepatan dengan 31 tahun pengenalan Falun dafa kepada publik. 

Falun Gong atau Falun Dafa adalah latihan yang memurnikan, atau mengkultivasi, baik pikiran maupun tubuh. Apakah ini latihan spiritual atau latihan fisik? Jawaban yang benar adalah “ya” karena keduanya merupakan bagian integral dari Falun Gong.

Ada lima latihan dalam Falun Gong. Empat latihan dilakukan dengan berdiri, dan satu lagi adalah meditasi bersila. Gerakannya lembut dan lambat, orang-orang sering melaporkan bahwa mereka merasa segar atau berenergi setelah berlatih.

Mengenai ajarannya, Falun Gong menganggap prinsip dasar alam semesta adalah “Zhen-Shan-Ren.” “Zhen” berarti Sejati. “Shan” adalah Baik. “Ren” adalah Sabar.  Ajaran ini menguraikan hal ini secara mendalam.

Selama ribuan tahun di Tiongkok, latihan spiritual telah diwariskan secara diam-diam dari guru ke murid.

https://www.youtube.com/watch?v=mcbDtUhDCpE

Guru atau master Falun Gong, Master Li Hongzhi, mempelajari latihan ini secara pribadi dan kemudian membawanya untuk diajarkan kepada siapa saja yang ingin belajar, dimulai pada  Mei 1992.

Beliau berkeliling Tiongkok hingga akhir tahun 1994. Beliau mengadakan 54 seminar selama 8 hingga 10 hari di mana pun beliau diundang. Beliau memberikan kuliah tentang prinsip-prinsipnya, mengajarkan latihan, dan memberikan pertanyaan pada hari terakhir setiap seminar.

Pada awalnya, hanya beberapa ratus orang yang menghadiri setiap seminar, tetapi pada akhir tahun 1994, ruang kuliah yang berkapasitas ribuan orang terisi penuh, karena promosi dari mulut ke mulut mendahului kunjungannya.

Orang-orang bercerita kepada keluarga, teman, dan tetangga tentang bagaimana penyakit mereka, mulai dari kondisi kulit hingga masalah jantung, berkurang atau hilang. Mereka juga menceritakan bagaimana mengikuti ajarannya menghasilkan hubungan yang lebih baik dengan pasangan dan rekan kerja, dan secara umum menghasilkan kondisi pikiran yang damai dan rileks.

Latihan ini terus berkembang dari mulut ke mulut, dari puluhan ribu orang yang mendengarkan ceramah Guru Li secara langsung pada tahun 1992-1994 menjadi puluhan juta orang pada pertengahan tahun 1999. Para praktisi termasuk yang tua dan yang muda, termasuk profesor universitas dan petani, dan bahkan termasuk para jenderal dan anggota Partai Komunis.

Tempat-tempat latihan bermunculan di taman-taman umum di seluruh Tiongkok. Para asisten sukarelawan mengajari para pendatang baru cara melakukan gerakan dan membawa kaset atau pemutar CD untuk memutar musik yang mengiringi latihan.

Setelah melakukan latihan bersama, sementara beberapa praktisi akan pergi bekerja, beberapa orang akan duduk dan membaca dari buku utama, “Zhuan Falun,” yang ditulis oleh Mr Li. Pemurnian pikiran dan karakter datang melalui mempelajari buku ini dan ajaran-ajaran lain – teks-teksnya tersedia secara gratis secara online – dan kemudian menerapkan apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dikunjungi di situsnya : https://id.falundafa.org/. (sin)

Akankah Dolar AS Dicampakkan?

Wu Huilin

Belakangan ini, suara “mencampakkan dolar AS (Amerika Serikat)” semakin nyaring terdengar, yang terutama berasal dari media massa milik PKT (Partai Komunis Tiongkok), media massa yang fokus pada pemberitaan cryptocurrency, serta berbagai media massa non-main stream yang ramai membicarakan “berbagai negara di dunia sedang mencampakkan dolar AS, dan berencana untuk tidak lagi menjadikannya sebagai mata uang cadangan dan perhitungan dalam perdagangan di masa mendatang”. 

Ada pula pemberitaan yang mengatakan “tingkat globalisasi mata uang RMB sedang meningkat”, atau “Negara BRICS (BRAZIL, RUSSIA, INDIA, CHINA and SOUTH AFRICA) akan menciptakan semacam mata uang baru, untuk melepaskan diri dari dolar AS”. 

Ada juga yang mengatakan “Negara pengekspor minyak (OPEC) akan beralih menggunakan RMB, atau sejenis mata uang bersama lainnya (seperti Euro), atau mata uang ‘BRICS’ sebagai bentuk penghitungan dalam perdagangannya”.

Kabar Angin “De-dolarisasi” Kembali Menghangat

Sangat jelas bahwa ini adalah semacam propaganda yang “bersifat politik”, di mana Rusia yang terkena dampak sanksi ekonomi sejak berkobarnya perang Rusia-Ukraina menggandeng RRT dan Iran serta memasukkan Brasilia ke dalam keanggotaan BRICS, untuk melawan aliansi dunia bebas yang dipimpin oleh AS, yang pada akhirnya bertujuan untuk menghancurkan AS. 

Bukankah tokoh pionir partai komunis yakni Stalin pernah mengatakan “Jika Anda hendak menghancurkan suatu negara, pertama-tama hancurkanlah mata uangnya”? PKT mengikuti ajaran Stalin, hal itu sangat lumrah bukan? Namun, benarkah harapan mereka bisa terkabul?

Sudah ada komentator yang mengemukakan keraguannya, dan fakta membuktikan bahwa “ide de-dolarisasi tidak akan efektif”, karena terdapat hambatan yang tidak bisa disingkirkan: hambatan yang terbesar adalah, jika dolar AS dicampakkan, maka setiap negara harus mencari atau menciptakan mata uang penggantinya, tetapi saat ini dolar AS adalah mata uang yang paling banyak dipakai di seluruh dunia, baik dalam transaksi mata uang global, maupun sebagai cadangan devisa asing di bank sentral berbagai negara, dan dalam mayoritas transaksi perdagangan komoditas serta perdagangan antar negara selalu diperhitungkan dengan dolar AS.

Kedua, alasan konvensional yang disebutkan para pencetus de-dolarisasi adalah bahwa dolar AS tidak ditopang oleh emas, tetapi semua mata uang lain di dunia juga tidak ditopang oleh emas, sedangkan cadangan emas milik AS adalah yang terbesar di dunia, walaupun diberlakukan kembali sistem standar emas, dolar AS tetap merupakan mata uang yang paling sehat. Terakhir, untuk menciptakan semacam mata uang global menggantikan dolar AS, maka harus disepakati oleh semua negara di dunia, melihat situasi saat ini, sama sekali tidak mungkin. Jadi, di masa mendatang yang bisa diprediksi, AS masih akan terus menjadi mata uang dunia, dan “de-dolarisasi” hanya omong kosong.

Rumor “Dolar AS” Akan Runtuh Sudah Lama Beredar

Sebenarnya, mengenai “dolar AS akan runtuh atau akan segera runtuh” sudah sejak lama dibicarakan, bankir investasi terkenal yakni James Rickards dalam bukunya “The Death Money” terbitan 2014 langsung dalam pembukaannya menuliskan: “Dolar AS akan mengalami keruntuhan”, karena RRT, Rusia, dan negara berkembang lainnya, akan bersama-sama mengakhiri hegemoni mata uang AS. Bukankah ini juga merupakan pernyataan “hari ini”?

Pada Agustus 2015 penulis pernah menulis tesis yang meragukannya, dan kini sepertinya masih sangat cocok digunakan, dan layak untuk dijabarkan kembali. Waktu itu, PKT memprakarsai Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank, AIIB), untuk membuat mata uang RMB mendunia, dan perekonomian RRT menjadi yang paling hebat, dan kebangkitan sebuah negara besar, cemerlang ibarat bianglala, dan sepertinya akan terjadi demikian! Namun, mungkinkah itu terjadi? Saya menulis sebagai berikut:

“Secara garis besar, dulu Inggris memiliki julukan ‘kekaisaran dimana matahari tidak pernah terbenam’, wilayah koloninya tersebar di seluruh dunia, dan merupakan yang terkuat di dunia, dengan perusahaan Hindia Timur Britania melakukan operasional ekonomi, pound sterling Inggris menjadi mata uang yang kuat. Hingga pada 1776 Amerika Serikat mendirikan negaranya, perlahan-lahan berkembang menjadi negara terkuat di dunia, sejak 1924 dolar AS mulai menggantikan pound sterling Inggris, hingga pasca PD-II, dolar AS terus berada di posisi puncak, dan sepenuhnya menggantikan pound sterling Inggris.

Di era 1980-an dunia dihebohkan oleh “Japan as Number One”, perekonomian AS tergelincir hingga ke dasar lembah, mata uang Yen Jepang juga terus mengalami tren menguat, tetapi di era 1990-an Jepang justru terjerembab, sementara itu perekonomian AS bangkit kembali, dolar AS kembali perkasa. Pada waktu itu mata uang Zona Euro terbentuk, Euro juga ikut bangkit. Pada 1978 PKT memberlakukan desentralisasi kekuasaan dan transfer keuntungan, serta berdampak ekonominya tumbuh pesat, hingga dalam badai krisis moneter global 2008, perekonomian AS dipandang lemah, mulailah beredar kabar mata uang RMB akan menggantikan dolar AS.

Mengenai apakah dolar AS akan ditinggalkan atau tidak, masyarakat dunia seharusnya bertanya pada dirinya sendiri: apakah dolar AS layak dipercaya? Sedangkan bisa dipercaya atau tidak, ditentukan oleh pandangan masyarakat dunia terhadap AS, apakah AS akan jatuh merosot atau tidak. Walaupun American Dreams telah memudar, tapi masyarakat berbagai negara di dunia masih berbondong-bondong bermigrasi ke AS, khususnya orang-orang kaya di Tiongkok yang mengalihkan kekayaan mereka ke AS, dan membeli surat hutang AS. Walaupun AS selalu mencemaskan soal angka defisit ganda, juga berkali-kali dipandang rendah, tetapi selalu berhasil bertahan dan melaluinya.

Sudah sejak dua tahun lalu, para ekonom dan analis banyak yang menyatakan, ekonomi AS akan kembali menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia, dolar AS juga akan tetap mempertahankan posisi sebagai mata uang kuat, hingga kini pernyataan itu sepertinya benar. Sebetulnya, orang pada umumnya selalu meremehkan AS karena banyak hutangnya, suka meminjam uang untuk konsumsi, dan tidak produktif, itu adalah pandangan secara tampak luarnya saja, sebenarnya potensi tersembunyi AS sangat kuat.

Selama ini, AS adalah lokomotif pertumbuhan ekonomi berbagai negara, terutama bagi negara-negara berkembang, khususnya Tiongkok yang sangat tergantung pada AS. Negara-negara itu berusaha menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusianya yang berharga, dan dengan sengaja menekan biaya produksi berupa upah buruh dan harga sumber daya, untuk menjual produk mereka dengan harga rendah ke AS, untuk mendapatkan dolar AS, lalu menggunakan dolar AS untuk membeli surat hutang AS, agar warga AS dapat berhutang lagi untuk konsumsi.

Disini ada beberapa makna, yang pertama adalah nilai dolar AS melekat pada produk-produk yang diekspor ke AS itu, sehingga dolar AS tidak akan berlebihan di wilayah AS, sebaliknya negara-negara yang meraup banyak dolar AS itu akan mengalami inflasi dan gelembung ekonomi aset keuangan; yang kedua, walaupun warga AS menganggur sementara, tetapi SDM dan sumber daya lainnya tetap terjaga dan tidak terpakai, begitu negara lain merosot ekonominya, giliran AS akan bangkit kembali. Yang patut ditekankan adalah, sistem ekonomi bebas dan demokrasi bebas di AS, membuat warga AS tidak akan bermalas-malasan, selalu menjaga kondisi siap bersaing, pemerintahannya juga tidak akan mengedarkan uang seenaknya sendiri dan menghambur-hamburkan sumber daya yang ada. Yang terpenting adalah, AS adalah negara yang percaya pada Tuhan, warganya memiliki keyakinan yang kuat, serta memiliki standar moral dan etika tertentu.

Ekonomi AS telah bangkit kembali, ini bisa dilihat dari “re-industrialisasi” dan mundurnya pelonggaran kuantitatif (QE), padahal dolar AS masih merupakan mata uang internasional, di masa mendatang jangka pendek belum terlihat adanya mata uang yang dapat menggantikan dolar AS. Sedangkan perekonomian RRT, sudah mengalami masa krusial hard landing, selain faktor ekonomi (hutang pemerintah daerah, krisis dana, kota hantu, pecahnya gelembung aset keuangan, dan lain-lain), juga konflik politik yang semakin terang-terangan, ditambah lagi peristiwa unjuk rasa berdarah yang terus terjadi yang akan memicu pergolakan masyarakat, jadi RMB menggantikan dolar AS sebagai mata uang internasional sepertinya hanya mimpi di siang bolong!

Pengamatan terhadap dolar AS seperti ini, telah dijelaskan dengan lebih tuntas, lebih menyeluruh, dan lebih mendalam, di dalam buku berjudul “The Dollar Trap” terbitan 2014. Penulisnya Eswar S. Prasad adalah seorang dosen senior jurusan Kebijakan Moneter di Cornell University, dengan pondasi akademis yang kokoh, ia memaparkan proses sejarah naik turunnya dolar AS dengan gaya menulis narasi dan diskusi, khususnya pasca badai krisis moneter 2008 lalu, dimana banyak orang memprediksi dolar AS akan tersingkir dari posisi sebagai mata uang dunia, tapi siapa menyangka Prasad justru membedah secara mendalam segala seluk beluk makin menguatnya dolar AS di pasar moneter dunia.

Ia berpendapat dalam kurun waktu cukup lama di masa mendatang, dolar AS akan tetap bertahan di posisinya sebagai mata uang cadangan bagi seluruh dunia. Karena di saat pasar dunia membutuhkan tempat berteduh dari risiko, selain dolar AS, tidak ada pilihan lain. Sementara Euro dan mata uang RMB, dalam waktu dekat belum mampu menggantikan dolar AS, mata uang dolar AS masih akan menjadi mata uang dunia.

Di Masa Mendatang, Dolar AS Tetap Menjadi Mata Uang Dunia

Waktu itu penulis sependapat dengan pandangan Prasad, dan hingga kini 9 tahun telah berlalu, dolar AS masih menjadi mata uang dunia, walaupun melalui 3 tahun dampak dari pandemi serta bagi-bagi uang, inflasi, dan The Fed berulang kali menaikkan suku bunga, apakah perekonomian AS akan mengalami kemerosotan, bahkan terjadi kondisi “stagflasi”, hal ini selalu menjadi perhatian dunia. Namun dibandingkan dengan badan ekonomi lainnya, khususnya RRT yang sedang berada di ujung tanduk, AS masih relatif lebih unggul, dan “di masa depan yang dapat diperkirakan, dolar AS masih akan mempertahankan posisinya sebagai mata uang dunia”, jadi “dolar AS masih tidak mungkin dicampakkan!” (sud/whs)

(Penulis adalah peneliti khusus di Chung-Hua Institution for Economic Research)

Bila Serang Taiwan Beijing Hadapi Pilihan Hidup dan Mati

Shi Shan

Pada 4 Mei 1919, mahasiswa di Beijing mengobarkan suatu aksi pelajar. Sebanyak lebih dari 3.000 mahasiswa berkumpul di sekitar Lapangan Tiananmen. Karena tidak mendapat respon cepat dari pemerintah pusat waktu itu, yakni Pemerintah Beiyang, aksi pelajar itu pun berubah menjadi pengrusakan dan perampasan. Tidak hanya berdampak pada instansi negara, bahkan juga membakar kediaman Menhub Cao Rulin, serta penganiayaan terhadap mantan Menhub yakni Zhang Zongxiang hingga gegar otak, Zhang kala itu bertanggung jawab atas urusan diplomatik. Setelah keseluruhan aksi tersebut usai, Pemerintah Beiyang tidak menangkap siapa pun, tidak menembak atau memberi tekanan, bahkan malah mencopot sejumlah pejabat.

Aksi tersebut disebut juga Gerakan 4 Mei. Dampak Gerakan 4 Mei terhadap Tiongkok amatlah besar, dan terbagi menjadi dua lapisan, yang pertama adalah pasca Gerakan 4 Mei, dimulailah suatu gerakan kebudayaan baru di Tiongkok, yang menyangkal Tiongkok lama, dan sepenuhnya menyambut pemikiran politik, ekonomi, serta budaya Barat; yang kedua adalah, politik Tiongkok memasuki suatu situasi baru, dari yang tadinya adalah proses politik yang membaik secara perlahan, telah berubah menjadi revolusi kekerasan yang mendesak dan kurang toleransi.

Tentu, salah satu akibat yang terparah adalah munculnya partai komunis di Tiongkok. Inilah alasan mengapa PKT (Partai Komunis Tiongkok) setiap tahun selalu merayakan Gerakan 4 Mei. Sebenarnya, awalnya Partai Nasionalis (Kuo Min Tang, red.) juga merayakan Gerakan 4 Mei, adalah dikarenakan Gerakan 4 Mei telah membuat banyak pemuda ikut bergabung dengan Kuo Min Tang di Selatan. Kemudian Chiang Kai-Shek menyerbu ke utara, menggulingkan Pemerintah Beiyang, dan mengambil alih pemerintah pusat, bagi mereka kontribusi Gerakan 4 Mei sangatlah besar.

Tempat dikobarkannya Gerakan 4 Mei adalah Peking University (PKU), dua dekade lalu ada sebuah patung. Di atasnya ada sebuah bola bumi, dengan dua huruf di bawahnya. Huruf S melambangkan Sains, dan huruf D melambangkan Demokrasi. Mahasiswa PKU menyimpulkan, sains menopang bola, demokrasi bahkan tidak bisa menopang bola. Dalam dialek utara, maknanya adalah baik sains maupun demokrasi, sama sekali tak berguna.

Sains dan demokrasi, disebut-sebut sebagai semangat Gerakan 4 Mei. Partai Nasionalis dan Partai Komunis sangat menghormati gerakan ini, dan memandangnya sebagai simbol kebangkitan rakyat Tiongkok. Hanya saja, demokrasi dan sains sebagai semangat Gerakan 4 Mei itu, di Daratan Tiongkok saat ini sudah lenyap tak berbekas Hari ini di Tiongkok, siapa pun yang berani berbicara soal demokrasi, pasti akan diblokir, menghilang, dan berakhir tragis.

Hari ini kita bukan menilai baik buruk Gerakan 4 Mei, ini sudah menjadi sejarah Tiongkok. Namun penulis selalu meragukan apakah sejarah pasti akan mengalami kemajuan, juga sering menyesalinya. Sun Yat-Sen dan Yuan Shikai sebagai elite Tiongkok generasi lama, dengan cara yang relatif damai telah menggantikan kekuasaan tertinggi di Tiongkok, tetapi orang-orang dari generasi yang lebih maju pasca Gerakan 4 Mei, justru sejak saat itu cenderung anarkis, bertarung sampai hidup dan mati. Sains dan demokrasi, sepertinya jika tidak ada budaya mentolerir, saya menyebutnya “tuan Teror”, ending-nya belum tentu akan sempurna.

Pada 4 Mei tahun ini, kantor berita Xinhua News menerbitkan serangkaian artikel, tentu saja bukan memuji Gerakan 4 Mei, melainkan memanfaatkan 4 Mei untuk mempropagandakan Xi Jinping. Xi mengemukakan empat sasaran bagi kaum muda yakni: memiliki idealisme, mau berjuang, rela menderita, bertanggung jawab. Tanpa sains, tanpa demokrasi, tentu tidak akan ada toleransi masyarakat. Di dalam pernyataan pihak pemerintah itu, sedikit disinggung soal pemuda, lebih banyak menyebut Xi Jinping, pada dasarnya dapat disimpulkan, bagi PKT, pemuda yang baik adalah pemuda yang tunduk dan rela mengalami penderitaan, dan bukan pemuda yang bisa berpikir dan mau berjuang.

Salah satu yang diharapkan PKT dilakukan oleh para pemuda Tiongkok adalah menjalani wajib militer, sebagai persiapan menghadapi perang berskala besar yang kemungkinan akan segera dimulai. Ini bukan hanya membesar-besarkan persoalan, besar kemungkinan ia akan berkembang menjadi perang dunia yang bersifat memusnahkan suatu bangsa. PKT sendiri juga sangat memahami, begitu perang dimulai, besar kemungkinan yang akan dihadapinya bukan tentara Taiwan, melainkan tentara AS, Jepang, Inggris, dan negara Barat lainnya.

Apakah kita benar-benar mengetahui apa itu perang? Selain darah dan api, apa makna perang itu? penulis pikir, kesan sebagian besar orang terhadap perang, sebenarnya adalah imajinasi yang dibentuk oleh otak manusia sendiri ditambahi dengan sedikit bumbu romantika di dalamnya, yang berbeda sangat jauh dengan perang yang sebenarnya.

Penulis memiliki dua orang sesepuh, yang menjadi prajurit di masa perang dulu, satunya mengabdi di pasukan Partai Nasionalis (Kuo Min Tang), dan satu lagi mengabdi di pasukan Partai Komunis, keduanya telah almarhum beberapa tahun silam. Saat penulis masih muda, saya sering bertanya kepada mereka tentang perang, baik sesepuh dari pihak Partai Nasionalis yang kalah perang, maupun sesepuh dari pihak Partai Komunis yang menang perang itu, ekspresi keduanya begitu mirip. Ekspresi itu begitu kompleks, sangat kaya akan tingkatan, dan sangat sulit diutarakan. Sesepuh yang mengabdi pada pasukan Partai Komunis itu, bergabung dengan PKT sejak 1938, sudah bisa dibilang cukup senior. Setelah 1960, karirnya di militer tidak begitu bagus, menghadapi keluhan dari para kaum muda, ia selalu menasihati: sudah cukup bagus, patut disyukuri, sebagian besar telah meninggal dunia. Setiap kali bicara soal ini, ekspresinya yang kompleks itu akan selalu tampak.

Sekarang PKT sedang mempersiapkan suatu peperangan, baik sebagai pengambil keputusan perang atau sebagai perencana perang, sepertinya sangat sedikit orang yang benar-benar pernah terlibat dalam perang riil. Beberapa hari lalu ketua dari Kepala Staf Gabungan AS yakni Mark Milley diwawancarai oleh majalah “Foreign Policy”, saat membicarakan kemungkinan meletusnya Perang Selat Taiwan, ia secara khusus menekankan, perang sesungguhnya sangat berbeda dengan berbicara perang di atas kertas, menyerang Taiwan mungkin akan meraih keberhasilan terbatas, tapi harga yang harus dibayar teramat tinggi.

Bobot dari kalimat ini terletak pada berbicara soal perang di atas kertas. Mayoritas orang Tiongkok, termasuk saya sendiri, saat berbicara soal kemungkinan terjadinya perang di masa mendatang, sebenarnya adalah berbicara soal perang di atas kertas. Di dunia ini, satu-satunya negara yang selalu berperang, adalah Amerika Serikat, jadi perkataan seorang panglima besar Amerika Serikat akan selalu membuat orang merenunginya lebih mendalam.

Setelah usainya Perang Korea 1953 silam, pasukan militer RRT pada dasarnya tidak pernah mengalami perang besar apapun, satu-satunya perang besar setelah itu adalah perang selama 1 bulan terhadap Vietnam pada 1979. Sebenarnya, RRT telah melakukan sejumlah operasi militer yang sesungguhnya. Salah satu yang paling intens adalah operasi militer terhadap Taiwan, baik perang udara, perang laut, maupun perang anti-pendaratan, dan sebelum 1971, pernah terjadi beberapa kali. Tapi semuanya hanyalah perang terbatas, yang tidak meningkat menjadi perang besar.

Perang terhadap India di era 1960-an juga hanya perang terbatas, rentang waktunya juga hanya satu bulan lebih. RRT menghabiskan waktu sembilan bulan untuk menumpuk logistik secara diam-diam, lalu berperang tanpa mengumumkannya, dan mengobarkan serangan mendadak, setelah menang perang segera menghentikan perang lalu menarik pasukannya. Cara ini sangat mirip dengan Perang Vietnam pada 1979. Karena dalam perang modern sebelum era informasi, terutama yang diadu adalah pasokan logistik, perang ekonomi negara, dengan kemampuan Beijing, sama sekali tidak bisa melangsungkan suatu perang menyeluruh, maka hanya bisa melakukan strategi menyerang diam-diam. Agak menyerupai dengan perkelahian di jalanan, menyerang orang lain secara tiba-tiba saat sedang lengah, setelah berhasil memukul lawan lalu buru-buru berhenti dan berdamai. Taktik menyerang diam-diam ala preman seperti ini, juga pernah digunakan sekali menghadapi Uni Soviet pada perang di Ostrov Damansky pada 1969.

Bicara soal taktik perang semacam ini, orang Jepang lebih lihai. Pada 1941 Jepang diam-diam menyerang Pearl Harbour, meraih kemenangan gemilang, selama sekitar satu setengah tahun AL Amerika tidak mampu menguasai Samudera Pasifik. Menurut pemikiran Jepang, orang Amerika takut mati, dan akan terjadi selisih pendapat di dalam negeri AS, akhirnya dipastikan akan berunding gencatan senjata dengan Jepang. Inilah pemikiran para pengambil keputusan di Jepang pada masa itu. Tentu saja hasilnya sama sekali berbeda, akhir dari cerita itu tidak lagi dibahas dalam artikel ini.

Saat diwawancarai, Jenderal Milley mengatakan, untuk menyerang Taiwan, Beijing mau tidak mau harus melakukan serangan amfibi, dipadukan dengan pasukan terjun payung dan serangan udara, helikopter, rudal, dan segala persiapan persenjataan yang memungkinkan. Ia berkata, hanya untuk melintasi perairan sejauh seratus mil saja pada dasarnya sudah sangat menantang, mereka juga harus memastikan keamanan di bawah laut, agar terhindar dari serangan kapal selam. Ia berkata, jika RRT menyerang Taiwan, akan membayar tumbal yang sangat mahal.

PKT belum tentu memikirkan soal harga dan biaya, yang dipikirkan hanya hasil, Beijing adalah realis sejati yang tiada duanya, konsekuensialis, hanya mementingkan kemenangan. Satu tradisi terbesar RRT, yang juga pusaka bagi militer komunis adalah, tidak melakukan perang yang tidak diyakini akan menang, semua perang harus diperhitungkan secara cermat berulang kali. Ini tentu saja merupakan salah satu inti sari dalam seni perang, dan bukan merupakan kekurangan. Itulah sebabnya setelah begitu lama berkuasa, PKT mengalami banyak konflik dengan luar negeri, tapi sangat jarang berperang. Disimpulkan dengan kalimat sederhana, perang yang tak bisa dimenangkan, tidak akan pernah mau berperang.

Bagi orang yang pernah ikut berperang, yang memiliki pengalaman pribadi dalam ajang perang, seperti kedua sesepuh saya itu, akan memiliki perasaan yang berbeda terhadap perang, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah terlibat langsung dalam perang dan hanya bermain game perang-perangan. Inilah sebenarnya masalah yang paling dikhawatirkan oleh AS.

Karena sekarang Beijing hampir tidak pernah lagi terlibat langsung dalam perang, di kalangan petinggi PKT, satu-satunya yang pernah berperang adalah jenderal Zhang Youxia, dalam Perang Vietnam jabatan tertinggi Zhang adalah sebagai komandan resimen. Tapi Zhang Youxia bukan pembuat keputusan, orang-orang yang tidak memiliki pengalaman tempur yang sesungguhnya, bagaimana pun mereka hanya berbicara soal perang di atas kertas.

Di Tibet penulis pernah bertemu seorang prajurit tua yang pernah ikut dalam perang terhadap India, juga pernah terjun dalam Perang Saudara Tiongkok (1945 – 1949) dan Perang Korea (1950 – 1953), boleh dibilang seorang prajurit yang sudah sangat berpengalaman. Ia memberitahu penulis, sewaktu perang terhadap India, perwira junior di dalam militer RRT, ada sangat banyak yang memiliki pengalaman tempur, mereka berhasil merangkak keluar dari tumpukan mayat di Perang Korea. Prajurit seperti ini, adalah kekuatan inti dari suatu pasukan. Sementara pada pihak India, selain beberapa perwira tinggi memiliki pengalaman di PD-II, mayoritas sama sekali tidak tahu menahu soal perang, begitu perang dimulai, saat laras senapan kedua pihak saling mendekat, dalam kondisi yang kurang lebih sama, sama sekali tidak berdaya melawan.

Perang RRT terhadap Vietnam pada 1979 adalah salah satu contohnya. Sebanyak 500.000 tentara berbaris menghadapi Vietnam, di pihak Vietnam selain pasukan setempat, pasukan tempur utama Vietnam hanya kurang dari 10.000 orang, selebihnya adalah pasukan setempat, seperti polisi bersenjata PKT sekarang ini. Tapi pasukan RRT mengalami kesulitan besar dalam perang itu, korban yang berjatuhan juga sangat banyak.

Penyebabnya adalah perwira junior pada dasarnya tidak memiliki pengalaman di medan perang, begitu perang berkobar, sangat berbeda dengan kondisi saat latihan, dibandingkan dengan pasukan Vietnam yang jauh lebih berpengalaman dalam berperang, pihak mana di atas angin langsung bisa terlihat jelas.

Jika PKT menyerang Taiwan, harus mempertimbangkan intervensi pasukan AS. Oleh sebab itu situasi yang dihadapi PKT sangat menyerupai Jepang pada 1940 dan 1941. Waktu itu Jepang menyerang Asia Tenggara, harus melewati Filipina yang dijadikan markas oleh militer AS, harus menghadapi intervensi AS, jadi Jepang berinisiatif menyerang AL Amerika lebih dulu, maka terjadilah insiden Pearl Harbour. Di masa yang akan datang jika PKT akan menyerang Taiwan, mungkin akan lebih dulu menyerang pangkalan militer AS di Jepang, terutama militer AS di Okinawa. Jika militer AS diserang mendadak, jangan lupa kebiasaan PKT yang berperang tanpa pengumuman, pasti akan mengobarkan kemarahan seluruh warga AS. Pada saat itu, akan terjadi situasi seperti PD-II, sasaran militer AS sudah bukan lagi melindungi Taiwan, melainkan juga menduduki Beijing.

Dengan kata lain, begitu perang di Selat Taiwan berkobar, Beijing mungkin tidak bisa lagi seperti era 1960-an atau 1970-an silam, yang bisa mengendalikan ruang lingkup dan intensitas perang, melainkan hanya akan bisa menghadapi perang secara pasif. Pada saat itu, walaupun Beijing hendak meniru Rusia seperti Putin pun sudah tidak bisa lagi, karena Rusia sekarang masih bisa menarik pasukannya, masih bisa mengendalikan perang pada ruang lingkup tertentu.

Perang, adalah masalah besar negara, menyangkut hidup dan mati para prajurit dan rakyat, dan masalah bertahan hidupnya suatu negara, tidak bisa tidak dicermati secara serius. Itulah kalimat pertama dalam Taktik Perang Sun Tzu, bagi PKT makna pentingnya bisa dikatakan tidak berlebihan bila ditekankan secara apapun. (sud/whs)

Program Mengembalikan Hutan Menjadi Lahan Pertanian Menciptakan Ladang Tandus yang Ditolak Petani

oleh Li Chengyu

Program pemerintah pusat Tiongkok “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian” yang dianggap dunia luar sebagai proyek “Lompatan Jauh ke Depan” versi kedua telah menciptakan berbagai fenomena yang menggelikan. Seorang cendekiawan Tiongkok mengatakan bahwa untuk menyelesaikan tugas pemerintah pusat tersebut, pejabat akar rumput telah memunculkan sejumlah besar ladang tandus yang tidak ingin ditanami petani mana pun, lalu mengelabui lembaga atasan dengan menggunakan foto udara yang dibuat sedemikian rupa untuk membuktikan tugas sudah dilakukan.

Untuk memastikan “ketahanan pangan”, Partai Komunis Tiongkok (PKT) membalikkan program “mengembalikan lahan pertanian menjadi hutan” yang sudah mereka praktikkan selama beberapa dekade terakhir menjadi “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian”. Namun, untuk menunjukkan bahwa instruksi pemerintah pusat sudah langsung dikerjakan oleh pemerintah daerah, maka pemda melakukan berbagai cara seperti “mengembalikan jalan menjadi lahan pertanian”, “mengembalikan jembatan menjadi lahan pertanian” dan lelucon lainnya. Di Kota Chengdu bahkan meluncurkan program “mengembalikan lokasi wisata menjadi lahan pertanian”, mereka menjadikan taman ekologi mengelilingi Kota Chengdu yang telah dibiayai dengan sejumlah besar dana menjadi lahan pertanian.

Sejumlah besar video yang beredar di Internet menunjukkan bahwa untuk memperluas lahan pertanian, pemerintah daerah membabat pohon dan hutan, merusak kolam ikan, lahan peternakan, dan kebun buah-buahan petani, bahkan memusnahkan secara paksa berbagai tanaman yang bukan makanan pokok yang ditanam petani. Hal mana menyebabkan kemarahan penduduk.

Menurut artikel yang diterbitkan seorang cendekiawan Tiongkok baru-baru ini, bahwa gerakan “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian” juga membuat beberapa pejabat akar rumput mengeluh karena frustasi.

Artikel tersebut mengatakan bahwa untuk melindungi kebijakan bergaris merah ini, pejabat di akar rumput terpaksa “bermain sulap”. Di banyak tempat, mereka menunjukkan telah menyelesaikan tugas “memperluas lahan pertanian” lewat cara yang melawan akal sehat dengan menyediakan tanah tandus yang tidak ingin ditanami oleh siapa pun.

Ada kantor desa di 3 provinsi menerima tugas yang wajib diselesaikan dalam batas waktu yang ditentukan. Selain itu, Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya Tiongkok pada akhir bulan Maret mengeluarkan tugas yang memaksakan pejabat daerah untuk “menyediakan lahan pertanian seluas 390 mu”, dan mengharuskan lahan tersebut sudah ditanami padi sebelum 5 Mei. Beberapa pejabat lokal mengatakan bahwa pihaknya mendapat penolakan untuk menebang pohon demi memperluas lahan dari para petani. Sementara itu, pejabat lain mengatakan bahwa bantaran sungai setempat pada awalnya memang cocok untuk beternak angsa, tetapi sekarang diubah menjadi pertanian tampaknya tidak akan ada panen.

Artikel tersebut mengatakan bahwa tugas remediasi ini melanggar akal sehat mengenai kondisi alam, karena lahan pertama yang akan ditinggalkan petani pasti berupa tanah yang tandus, yang tanpa air atau tanpa jalan, tanah yang mudah tergenang banjir, yang pasti tidak menguntungkan untuk dikelola. Selain itu, meminta petani untuk mengubah kebun buah-buahan, sayur mayur dan tanaman komersial menjadi menanam makanan pokok, dan meminta kader pedesaan menghabiskan banyak uang untuk menanam kembali tanah kosong dengan makanan pokok berupa padi-padian juga melanggar akal sehat tentang ekonomi.

Selain itu, cara hidup petani sudah berubah, tidak banyak orang yang mau kembali ke kampung halaman untuk bercocok tanam, apalagi mengolah beberapa hektar tanah yang diremediasi, beberapa di antaranya bahkan tanah berkualitas rendah. Pada akhirnya, banyak kader desa yang tidak punya pilihan lain selain membayar orang untuk menabur benih tanpa memikirkan apakah benih-benih itu bakal hidup atau mati. “Yang penting difoto udara terlebih dahulu, yang lain tidak usah dipikirkan sekarang”.

Artikel tersebut mengkritik pihak berwenang lantaran melakukan sistem akuntabilitas berbasis tekanan di berbagai tingkatan, ditambah dengan penyalahgunaan alat digital seperti perbandingan citra satelit, membentuk “birokrasi digital” dan menyebabkan berbagai situasi yang tidak masuk akal.

Sejumlah besar video dan foto yang beredar di Internet menunjukkan bahwa di banyak tempat terlihat tanah tipis diurugkan ke lantai beton lapangan alun-alun, lapangan olah raga, tempat perparkiran, bahkan bibit padi langsung ditaburkan di jalan beton, lalu difoto udara untuk menipu lembaga atasan. 

Program “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian” usungan PKT mengingatkan banyak orang pada era Mao Zedong tentang “menjadikan biji-bijian sebagai tugas pokok”. Xi Jinping juga berkali-kali menyebutkan “ketahanan pangan”, menuntut agar “mangkuk nasi rakyat Tiongkok harus digenggam di tangan sendiri”.

Artikel komentar di media Taiwan “Central News Agency” menunjukkan bahwa di balik program “mengembalikan hutan menjadi lahan pertanian” adalah ketakutan otoritas Beijing bahwa Tiongkok gagal berswasembada pangan, dan ketakutan yang lebih dalam terhadap embargo Barat jika PKT menggunakan kekuatan di Laut Tiongkok Selatan dan Selat Taiwan. (sin)

Elon Musk Sebut Menemukan CEO Baru Twitter untuk Menggantikan Dirinya

 Ryan Morgan – NTD

Elon Musk mengumumkan pada  Kamis 11 Mei bahwa ia telah menemukan seseorang untuk mengambil alih posisi sebagai chief executive officer (CEO) Twitter.

Musk akan tetap memiliki perusahaan media sosial ini dan akan memainkan peran teknis dalam platform, tetapi orang lain akan memimpin manajemen perusahaan sehari-hari.

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa saya telah mempekerjakan CEO baru untuk X/Twitter. Dia akan mulai bekerja dalam waktu ~6 minggu! Peran saya akan beralih menjadi ketua eksekutif & [Chief Technology Officer], mengawasi produk, perangkat lunak & [operator sistem],” demikian cuitan Musk di Twitter pada Kamis sore.

Musk tidak memberikan rincian tambahan mengenai masa depan platform media sosial tersebut.

Perombakan kepemimpinan ini terjadi sekitar tujuh bulan setelah Musk mengambil alih kepemilikan platform ini pada Oktober tahun lalu.

Pergantian ini tidak sama sekali tidak terduga. Musk telah memposting di  Desember bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai CEO platform ini segera setelah ia dapat menemukan pengganti yang sesuai.

Saham Tesla Melonjak Saat Pengumuman

Twitter hanyalah salah satu dari beberapa perusahaan besar yang dimiliki Musk. Pengusaha miliarder ini juga memimpin perusahaan antariksa swasta SpaceX dan perusahaan mobil listrik Tesla.

Nilai saham Tesla turun sekitar 65 persen atau sekitar $700 miliar selama tahun 2022, karena Musk melakukan negosiasi berbulan-bulan dengan Twitter sebelum menyelesaikan pembelian. Beberapa investor Tesla menyalahkan kesepakatan Twitter atas jatuhnya harga saham Tesla dan mengklaim bahwa Musk terlalu teralihkan perhatiannya untuk mengakuisisi dan membenahi platform media sosial tersebut.

Harga saham perusahaan mobil listrik ini melonjak pada saat yang sama ketika Musk mengumumkan jadwal pergantian CEO Twitter yang baru. Lompatan ini mungkin merupakan tanda kepercayaan baru bagi para investor Tesla.

Masa Jabatan Musk sebagai CEO Twitter

Pengambilalihan Twitter oleh Musk menandai perombakan signifikan bagi perusahaan.

Dalam beberapa minggu setelah pembelian senilai $44 miliar, Musk melakukan pemutusan hubungan kerja yang signifikan. Pada bulan lalu, Musk telah memangkas sekitar 6.500 karyawan, atau sekitar 80 persen dari staf perusahaan. Twitter sekarang mempekerjakan sekitar 1.500 orang.

Musk juga mengambil langkah besar dengan mengembalikan sejumlah akun yang dilarang di bawah pemilik Twitter sebelumnya, termasuk akun mantan Presiden Donald Trump. Upaya ini bertepatan dengan dirilisnya sejumlah komunikasi internal kepada para jurnalis dalam serangkaian pemaparan yang dikenal sebagai “Twitter Files”. Paparan ini menunjukkan bagaimana karyawan Twitter berkoordinasi dengan kampanye politik dan pejabat pemerintah untuk menandai dan menghapus konten serta menangguhkan akun pengguna. Seluruh segmen dari “Twitter Files” ini juga berfokus pada pertimbangan internal perusahaan dan upaya-upaya untuk menjustifikasi penghapusan Trump.

Pengungkapan Twitter Files juga mengonfirmasi praktik yang sudah lama dirumorkan untuk membatasi pengguna Twitter secara diam-diam,  yang disebut oleh perusahaan sebagai “penyaringan visibilitas” namun sering disebut oleh para kritikus sebagai “pelarangan bayangan.”

Masa Depan Twitter

Pengumuman elon Musk pada  Kamis secara khusus menyebut platform media sosial tersebut sebagai X/Twitter. Musk telah berulang kali menggambarkan aplikasi X baru dan menyarankan akuisisi Twitter-nya akan berfungsi sebagai batu loncatan untuk aplikasi baru ini.

Meskipun Twitter dimulai sebagai situs microblogging di mana pengguna berbagi pemikiran mereka dan memberikan pembaruan tentang acara pribadi atau berita yang sedang berkembang, Musk menyarankan bahwa Twitter pada akhirnya dapat menyediakan fitur yang jauh lebih luas. Musk telah berulang kali membandingkan rencananya untuk Twitter dengan aplikasi WeChat dari Tiongkok, yang memungkinkan pengiriman pesan teks, pesan suara, penyiaran, konferensi video, game mobile, dan pembayaran mobile.

“WeChat memiliki banyak fungsi yang seharusnya dimiliki oleh Twitter,” kata Musk dalam sesi Twitter Spaces pada Desember. Dia mengatakan bahwa dia ingin mempermudah proses pembayaran melalui aplikasi Twitter dan agar aplikasi tersebut mendukung konten tulisan dan video dalam bentuk panjang – “dan dapat memonetisasinya dengan mudah.”

Dalam beberapa minggu terakhir, Musk juga mengemukakan bahwa Twitter merupakan platform video yang layak bagi para pembuat konten digital. Ia mengemukakan bahwa host Fox News Tucker Carlson dan host CNN Don Lemon dapat meluncurkan program independen mereka sendiri melalui Twitter setelah mereka berpisah dengan jaringan masing-masing. Carlson sudah bergerak maju dengan ide tersebut.

Musk telah mengambil beberapa langkah untuk mewujudkan ide aplikasi “X”. Awal bulan ini, sebuah pengajuan pengadilan dari gugatan yang diajukan oleh komentator politik konservatif Laura Loomer mengindikasikan bahwa Twitter Inc. telah direorganisasi menjadi X Corp, yang merupakan anak perusahaan dari X Holdings Corp.

Masih harus dilihat bagaimana merek “X” ini akan berkembang setelah Musk mengundurkan diri sebagai CEO Twitter. (asr)

Jahe adalah Makanan Super, tapi Tidak untuk Semua Orang: Siapa yang Harus Menghindarinya?

Dr. Jingduan Yang

Jahe bukan hanya bumbu masakan yang populer, tetapi juga merupakan makanan yang sehat. Namun, saat mengonsumsi akar ini, kita harus menghindari beberapa jebakan.

Mari kita bahas cara paling aman dan efektif untuk mengonsumsi jahe untuk meningkatkan efek kesehatannya.

Manfaat Kesehatan dari Jahe

Konstituen biokimiawi jahe sangat melimpah, dan komponen utamanya meliputi minyak atsiri, kurkumin, zingiberol, gingerol, pati, dan lain-lain. Komponen-komponen ini memberikan berbagai manfaat pada jahe.

1- Melancarkan pencernaan: Jahe mengandung bahan-bahan seperti gingerol dan zingiberol, yang dapat meningkatkan gerak peristaltik gastrointestinal dan meningkatkan sekresi jus pencernaan, membantu meringankan ketidaknyamanan pencernaan.

2- Mengurangi peradangan: Kurkumin dalam jahe memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, dan anti tumor, yang dapat meredakan ketidaknyamanan akibat peradangan.

3- Meredakan mual dan muntah: Minyak atsiri dalam jahe dapat meredakan mual dan muntah, terutama mual dan muntah yang disebabkan oleh kehamilan dan kemoterapi.

4- Menurunkan gula darah dan kolesterol: Kurkumin dan bahan-bahan lain dalam jahe dapat menurunkan gula darah dan kolesterol, yang membantu mencegah penyakit seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

5- Merupakan analgesik dan antispasmodik: Gingerol dan zingiberol dalam jahe dapat meredakan rasa sakit, kram, kejang, dan nyeri otot.

Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) menyatakan bahwa sebagian besar makanan alami dapat diklasifikasikan sebagai “dingin” atau “panas”. Makanan tersebut dapat dibagi lagi menjadi makanan dingin, panas, hangat, dan netral. Makan makanan dingin akan mendinginkan tubuh Anda, sementara makan makanan panas akan memberikan efek hangat. Dengan mengingat hal ini, kondisi tubuh dapat diatur melalui keseimbangan yang tepat antara asupan makanan dingin dan panas. Misalnya, energi jahe bersifat pedas dan hangat, jadi jahe adalah makanan yang hangat. Dalam praktik klinis PTT, jahe banyak digunakan untuk mengobati ketidaknyamanan pencernaan, nyeri artralgia dingin, demam, batuk, keengganan terhadap dingin, dan gejala lainnya.

Waktu Terbaik untuk Makan Jahe

Meskipun jahe memiliki banyak efek menguntungkan, konsumsinya tidak cocok untuk semua orang. Selain itu, kita juga harus memperhatikan waktu yang tepat untuk mengonsumsi jahe.

Ada yang mengatakan pagi hari adalah waktu terbaik untuk makan jahe dan tidak bijaksana untuk memakannya di malam hari. Komponen dalam jahe memiliki efek stimulasi pada sistem pencernaan, yang bermanfaat untuk meningkatkan gerak peristaltik gastrointestinal dan sekresi jus pencernaan, yang keduanya membantu meningkatkan nafsu makan dan pencernaan. Di pagi hari, metabolisme tubuh sedang kuat, dan mengonsumsi jahe dapat membantu mempercepat metabolisme tubuh, menyegarkan pikiran, dan membantu berperan dalam kesehatan.

Makan jahe di malam hari dapat mempengaruhi kualitas tidur, tetapi tidak seburuk yang dikatakan di internet yang mengatakan bahwa “makan jahe di malam hari seperti makan arsenik trioksida.” (Salah satu zat yang sangat beracun!)

Makan jahe di malam hari tidak cocok untuk orang yang bersemangat karena kekurangan yin ginjal. PTT percaya bahwa ginjal adalah pusat yin dan yang dalam tubuh manusia dan merupakan “fondasi bawaan”, atau fondasi kehidupan. Ginjal yin adalah sumber dari semua cairan yin dalam tubuh, yang membasahi dan menyehatkan semua organ dan jaringan. Gejala-gejala seperti sakit punggung, menstruasi yang tidak teratur, ketidaksuburan, dan kekurusan akan terjadi ketika yin ginjal kurang. Jika tidak ada masalah kekurangan yin ginjal, makan jahe dalam jumlah sedang di malam hari tanpa efek buruk adalah mungkin.

Jadi, apakah dianjurkan untuk makan jahe di siang hari? Tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa hal itu tidak dianjurkan. Menurut saya, makan jahe tidak akan merusak paru-paru atau mempengaruhi fungsi jantung.

Meskipun dianggap hangat, jahe memiliki efek yang ringan dan tidak akan membuat tubuh kepanasan. Oleh karena itu, kebanyakan orang dapat dengan aman mengonsumsi jahe dalam jumlah sedang di pagi, siang, atau malam hari.

Siapa yang Harus Berhati-hati Saat Mengonsumsi Jahe?

Selanjutnya, mari kita lihat siapa saja yang harus menghindari makan jahe.

Meskipun jahe memiliki banyak manfaat kesehatan, tidak semua orang harus mengonsumsinya. Orang dengan kondisi berikut ini sebaiknya mengurangi atau bahkan tidak mengonsumsinya sama sekali.

1- Fungsi pencernaan yang lemah: Jika orang-orang ini makan jahe secara berlebihan, hal ini dapat menyebabkan masalah seperti diare dan ketidaknyamanan pencernaan.

2- Rentan terhadap alergi: Beberapa orang rentan terhadap reaksi alergi terhadap makanan yang mengandung jahe. Jika Anda pernah mengalami kemerahan pada kulit, bengkak, gatal, atau gejala lain setelah makan jahe, hentikan konsumsi jahe.

3- Wanita hamil dan menyusui: Konsumsi jahe yang berlebihan dapat memberikan efek buruk pada janin atau bayi.

Haruskah Jahe Dikupas?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah, “Haruskah jahe dikupas?” PTT percaya bahwa bagian tanaman yang berbeda memiliki khasiat, rasa, dan efek yang berbeda, dan daging serta kulit jahe adalah contoh yang baik.

Kulit jahe mengandung lebih banyak selulosa dan mineral tetapi juga kurkumin, minyak jahe, dan gingerol. Terlalu banyak asupan dapat memberikan efek buruk pada tubuh. Di antara komponen-komponen ini, gingerol adalah yang paling beracun, dan konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gejala seperti ketidaknyamanan pencernaan, dispnea, dan alergi.

Dari perspektif energi dalam PTT, daging jahe bersifat pedas dan hangat, menyebabkan keringat dan menghilangkan rasa dingin. Namun, di sisi lain, kulitnya memiliki sifat pedas dan sejuk serta memiliki efek berlawanan dengan antiperspirant dan menghilangkan panas. Oleh karena itu, apakah Anda mengupas jahe bersifat situasional. Sebagai contoh, mengupasnya di musim dingin dan bukan di musim panas adalah yang terbaik.

Contoh lainnya adalah ketika Anda sedang pilek atau demam. Minum sup jahe dapat membantu tubuh mengeluarkan racun melalui keringat. Dalam hal ini, mengupas kulit jahe dan menggunakan daging bagian dalamnya saja dapat membantu menghilangkan rasa dingin dan membuat Anda berkeringat.

Jika Anda meminum teh jahe dan jujube merah sebagai minuman kesehatan, Anda tidak perlu mengupas jahe karena minuman ini dimaksudkan untuk menghangatkan tubuh, mengusir hawa dingin, dan meningkatkan kekuatan fisik. Kulit jahe akan membantu menguatkan tubuh tetapi juga menghilangkan panas.

Menyisakan kulit jahe juga dapat meningkatkan rasa saat membuat minuman jahe atau memasak. Terserah pada preferensi pribadi untuk mengupasnya atau tidak. Namun, mereka yang alergi terhadap kulit jahe mungkin harus mengupasnya agar aman.

Jingduan Yang, M.D. F.A.P.A. adalah seorang psikiater bersertifikat yang berspesialisasi dalam pengobatan integratif dan tradisional Tiongkok untuk penyakit mental, perilaku, dan fisik yang kronis. Beliau berkontribusi dalam buku “Integrative Psychiatry,” “Medicine Matters,” dan “Integrative Therapies for Cancer.” Ikut menulis “Menghadap ke Timur: Rahasia Kuno untuk Kecantikan + Kesehatan untuk Zaman Modern” oleh HarperCollins dan “Akupunktur Klinis dan Pengobatan Tiongkok Kuno” oleh Oxford Press. Yang juga merupakan pendiri Yang Institute of Integrative Medicine dan American Institute of Clinical Acupuncture serta CEO Northern Medical Center, Middletown, New York, sejak Juli 2022.

Negara-negara Asia Menghentikan Pembatasan COVID, Semakin Mendekati Normal

Aldgra Fredly – The Epoch Times

Beberapa negara di Asia telah mulai menghapus semua pembatasan COVID-19 dan memperlakukan virus ini seperti flu musiman, yang menandakan pergeseran ke fase endemik, tiga tahun setelah wabah awalnya pada tahun 2020.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan berakhirnya keadaan darurat kesehatan global COVID-19 pada 5 Mei, mengutip tren penurunan pandemi mematikan ini selama lebih dari setahun.

Menurut WHO, sekitar 17.000 orang meninggal di seluruh dunia akibat virus ini dalam 28 hari yang berakhir pada 30 April, turun dari sekitar 374.000 orang dalam 28 hari yang berakhir pada 7 Februari 2021.

“Tren ini telah memungkinkan sebagian besar negara untuk kembali ke kehidupan seperti yang kita kenal sebelum COVID-19,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers di Jenewa.

Korea Selatan

Korea Selatan telah memutuskan untuk membatalkan pembatasan COVID-19 yang tersisa, termasuk rekomendasi isolasi dan tes COVID-19 wajib untuk semua pendatang, menyusul pengumuman WHO.

Presiden Yoon Suk-yeol mengatakan pada Kamis 11 Mei bahwa Korea Selatan akan menurunkan tingkat kewaspadaan COVID-19 dari “serius” menjadi “waspada” bulan depan. Mandat penggunaan masker di dalam ruangan tidak akan diberlakukan lagi, namun masyarakat masih harus mengenakan masker di rumah sakit dengan risiko infeksi tinggi.

Yoon mengatakan bahwa pasien COVID-19 tidak lagi diwajibkan untuk menjalani masa karantina selama tujuh hari dan hanya disarankan untuk mengisolasi diri selama lima hari, demikian laporan Kantor Berita Yonhap.

Negara ini telah mencabut pembatasan perbatasan COVID-19 dan menghapus aturan pemakaian masker di luar ruangan tahun lalu.

Jepang

Jepang mencabut pembatasan perbatasan COVID-19 pada 29 April, mengizinkan semua pendatang untuk masuk tanpa menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif. Negara ini juga mengakhiri aturan pemakaian masker pada  Maret.

Kementerian Kesehatan Jepang menghapuskan aturan karantina dan menurunkan status legal COVID-19 dari Kelas 2 ke Kelas 5 bulan ini, sehingga penyakit ini diperlakukan serupa dengan flu musiman.

Panel ahli menyetujui keputusan untuk menurunkan status COVID-19, dengan alasan kesiapan sistem perawatan kesehatan negara itu untuk menghadapi peningkatan.

Indonesia

Indonesia menghapus semua langkah penanganan COVID-19 tahun lalu, dengan alasan penurunan jumlah infeksi baru. Presiden Joko Widodo menyarankan masyarakat untuk memakai masker di tempat-tempat keramaian, tetapi ia mengatakan bahwa hal itu tidak wajib.

Jokowi mengatakan situasi COVID-19 di Indonesia terkendali setelah mengamati peningkatan selama 10 bulan pada tahun 2022, yang memungkinkan negara ini untuk mencabut pembatasan sosial berskala besar pada kerumunan dan pergerakan masyarakat.

Selama pandemi, alih-alih memberlakukan karantina wilayah secara nasional, pemerintahannya menerapkan dua sistem: PSBB, yang mengacu pada pembatasan sosial berskala besar, dan PPKM, sebuah sistem berjenjang untuk mengekang mobilitas publik.

Filipina

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. tahun lalu menyetujui untuk menghapus persyaratan tes COVID bagi wisatawan yang telah divaksinasi dan mencabut mandat penggunaan masker di dalam ruangan, kecuali di transportasi umum dan fasilitas medis.

Wisatawan yang belum divaksinasi diizinkan untuk memasuki negara itu tanpa karantina tetapi harus melakukan tes antigen 24 jam sebelum bepergian atau pada saat kedatangan, menurut Badan Informasi Filipina.

Maria Rosario Vergeire, penanggung jawab Departemen Kesehatan, mengatakan pada awal tahun ini bahwa negara tersebut akan “siap” untuk melonggarkan pembatasannya jika WHO memutuskan untuk mengakhiri keadaan darurat kesehatan global COVID-19.

“Filipina akan terus berhati-hati dan waspada, dan kami masih akan memberlakukan pembatasan yang sama seperti yang kami lakukan saat ini yang tidak terlalu ketat, tetapi kami memiliki perlindungan bahwa setiap kali kasus akan meningkat, kami memiliki perlindungan yang dapat kami andalkan dan dapat kami terapkan untuk melindungi warga Filipina dengan lebih baik,” katanya.

Malaysia

Malaysia membuka kembali perbatasannya untuk semua pelancong pada April 2022 tetapi dengan beberapa pembatasan. Pemerintah kemudian mengizinkan pelancong untuk masuk tanpa menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif pada Agustus 2022. Negara ini telah mencabut persyaratan penggunaan masker, menyerahkannya kepada pemilik tempat untuk memutuskan apakah akan menerapkan kebijakan masker mereka sendiri atau tidak.

Singapura

Singapura mencabut semua pembatasan perbatasan pada  Februari, mengizinkan masuknya wisatawan yang belum divaksinasi dan menghapus persyaratan tes pra-keberangkatan. Menurut situs web pemerintah, pengunjung jangka pendek yang belum divaksinasi tidak perlu lagi membeli asuransi perjalanan COVID-19.

Namun, dinyatakan bahwa pembatasan di bawah Kerangka Kerja Perjalanan yang Divaksinasi akan tetap berlaku untuk diaktifkan kembali “jika ada perkembangan internasional yang mengkhawatirkan, seperti varian baru yang parah atau tanda-tanda bahwa kapasitas perawatan kesehatan kami tertekan oleh kasus-kasus impor.”

Negara ini juga telah mencabut mandat penggunaan masker, termasuk di transportasi umum.

Taiwan

Taiwan mencabut semua pembatasan masuknya COVID-19 pada Oktober lalu. Pengunjung tidak lagi diharuskan untuk dikarantina saat masuk, atau melakukan tes PCR, tetapi mereka harus memantau kesehatan mereka selama seminggu setelah tiba, dan mendapatkan hasil negatif pada tes antigen cepat pada hari mereka tiba.

Pulau yang memiliki pemerintahan sendiri ini mewajibkan penggunaan masker di luar dan di dalam ruangan, kecuali di fasilitas kesehatan dan ambulans.

Tiongkok

Tiongkok mengakhiri semua persyaratan karantina untuk wisatawan yang masuk pada  Januari lalu. Rezim ini telah menghapus batasan jumlah penerbangan internasional yang masuk dan keluar dari Tiongkok dan membuka kembali pariwisata keluar.

Rezim ini, meninggalkan kebijakan ” nol-COVID ” yang kejam pada Desember lalu, dan juga mengakhiri persyaratan penggunaan masker di dalam dan luar ruangan, kecuali di rumah sakit dan panti jompo.

Hong Kong

Hong Kong mencabut persyaratan vaksinasi untuk semua wisatawan yang masuk setelah Tiongkok mengumumkan penghapusan kebijakan nol-COVID. Semua persyaratan tes pra-keberangkatan telah dilonggarkan, tetapi para pelancong yang datang harus melewati pemeriksaan suhu tubuh pada saat kedatangan.

Negara ini juga telah menghapus mandat penggunaan masker dan langkah-langkah jaga jarak sosial.

Thailand

Thailand mengumumkan pada Januari bahwa mereka akan mengembalikan persyaratan bagi pelancong asing untuk menunjukkan bukti vaksinasi setelah Tiongkok membuka kembali perbatasannya. Namun, pemerintah kemudian membatalkannya karena kekhawatiran bahwa hal itu dapat memengaruhi pemulihan pariwisata negara tersebut.

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul mengatakan bahwa panel ahli pemerintah menganggap persyaratan vaksinasi tidak diperlukan, dengan alasan tingkat imunisasi yang memadai secara global.

Orang-orang di Thailand tidak lagi diwajibkan untuk memakai masker. Pemerintah juga mengizinkan bar dan pub untuk beroperasi lebih lama.

Vietnam

Vietnam menghapus karantina dan pembatasan perjalanan lainnya untuk pengunjung asing tahun lalu. Wisatawan tidak lagi diwajibkan untuk melakukan tes COVID-19 sebelum memasuki negara ini.

Pemakaian masker tidak lagi diwajibkan di tempat umum. Namun, ibu kota Vietnam, Hanoi, menyatakan pada 18 April bahwa penggunaan masker akan diwajibkan di transportasi umum dan di ruang tertutup, seperti restoran dan pusat perbelanjaan.

Laos

Negara Asia Tenggara yang terkurung daratan, Laos, dibuka kembali untuk wisatawan internasional pada Mei tahun lalu. Negara ini mencabut pembatasan masuknya COVID-19 pada Desember 2022, sehingga wisatawan dapat masuk tanpa menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif.

Namun, pembatasan COVID-19 seperti penggunaan masker di tempat umum masih berlaku.

Associated Press berkontribusi dalam laporan ini.

Guru Bahasa Inggris dan Mahasiswa di Beijing Berdagang di Lapak dalam Pasar Malam Demi Mencari Nafkah

  • Baru-baru ini, beberapa kota tingkat pertama di Tiongkok mulai melonggarkan pembatasan terhadap para pedagang kaki lima. Jumlah warga Beijing yang mendirikan lapak di pasar malam juga meningkat, bahkan guru bahasa Inggris dan mahasiswa mendirikan lapak di pasar malam untuk mencari nafkah
  • Beberapa ekonom menunjukkan bahwa pihak berwenang terpaksa mengambil langkah-langkah ini sebagai upaya terakhir untuk bertahan dalam situasi ekonomi Tiongkok yang sedang memburuk, daya konsumsi masyarakat rendah, dan tingkat pengangguran melonjak. Ini adalah refleksi bahwa hari-hari sulit bagi rakyat Tiongkok baru saja dimulai

 oleh Tang Di

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Tiongkok terus memburuk, menyebabkan tingkat pengangguran kaum muda tetap pada level tinggi mendekati 20%. Dalam keadaan seperti itu, Beijing, Shanghai, Shenzhen, Kunming, Hangzhou dan kota-kota tingkat satu secara berturut-turut mengumumkan pelonggaran peraturan tentang pedagang kaki lima, yang mana tidak lagi melarang warga berdagang “di pinggir jalan”, media resmi bahkan mulai mempromosikan “ekonomi emperan”.

Seorang reporter dari media Taiwan “EBC News” baru-baru ini mengunjungi Pasar Malam Tongzhou di pinggiran kota Beijing, menemukan bahwa semakin banyak anak-anak muda yang mendirikan lapak di dalam pasar malam, dan banyak dari mereka adalah intelektual berpendidikan tinggi yang juga mencari nafkah dengan menjajakan dagangannya di lapaknya dalam pasar malam.

Jeff, seorang guru bahasa Inggris yang berjualan di pasar malam mengatakan dalam sebuah wawancara, bahwa ia kehilangan kesempatan untuk menghasilkan uang dengan memberikan les bahasa Inggris kepada muridnya karena “kebijakan pengurangan ganda” yang dikeluarkan Departemen Pendidikan Tiongkok pada tahun 2021, setelah itu dia beralih kerja di bidang yang berkaitan dengan perdagangan internasional. Namun kesempatan itu pun sirna akibat COVID-19. Sekarang ia terpaksa bergelut untuk menghidupkan keluarganya dengan berjualan di pasar malam.

Jeff mengatakan : “Coba Anda lihat itu pekerjaan baru atau peluang baru, sebenarnya tak jauh berbeda dengan mengelabui diri sendiri. Memang berjualan di emperan bisa menjadi penyelamat, membantu mengatasi kebutuhan yang darurat, tetapi dalam jangka panjang, itu hampir tidak ada artinya”.

Ada juga seorang wanita muda cantik yang menjual mie daging panggang Timur Laut di pasar malam, dia mengatakan bahwa restorannya tutup karena wabah, dia belum lulus dari universitas, sehingga dia dapat membantu orang tua meringankan beban hidup dengan berjualan di pasar malam.

Menurut sebuah laporan “chinatimes.net.cn”, setidaknya 28 kota di Tiongkok telah membuka kesempatan kepada warga untuk berdagang emperan.

Dalam hal ini, Tsai Ming-Fang, seorang profesor dari Departemen Ekonomi Industri di Universitas Tamkang, Taiwan memberi penjelasan dalam sebuah wawancara dengan Voice of America pada 9 Mei, bahwa ketika pabrikan asing menarik diri dari daratan Tiongkok, ekonomi menurun dan lapangan kerja menyusut, dan refleksi yang paling langsung adalah bahwa permintaan dalam negeri anjlok. Sedangkan ekonomi kaki lima dapat dijadikan harapan oleh warga untuk membantu memenuhi beberapa kebutuhan sehari-hari mereka.

“Saya pikir kebangkitan kembali ekonomi emperan, sampai batas tertentu mewakili perubahan dalam seluruh struktur ekonomi Tiongkok”, kata Tsai Ming-Fang.

Wu Qiang, seorang ilmuwan politik dan komentator Independen Beijing mengatakan, bahwa selama periode tiga tahun epidemi, masyarakat Tiongkok telah menjadi sasaran kontrol yang sangat ketat, dan sekarang mereka menghadapi pengangguran yang tinggi, kegagalan usaha kecil dan menengah, dan ekonomi yang hampir depresi. Lapangan kerja terus menyempit. Dengan latar belakang ini, pihak berwenang terpaksa mengizinkan warga menyambung hidup dengan berdagang di pinggir jalan. Ini adalah “kebijakan yang cukup marjinal tanpa kebijakan yang efektif dan substantif”. Bisa jadi ini menjadi catatan yang paling menyedihkan dalam sejarah RRT.

Wu Qiang mengatakan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, telah terjadi konflik yang tak terhitung jumlahnya antara warga sipil dengan petugas pamong praja. Beberapa tahun yang lalu, Beijing mengusir ratusan ribu “populasi kelas bawah” di malam musim dingin. Jenis konflik ini bukan hanya masalah sesederhana citra kota, tapi masalah ruang hidup masyarakat kelas bawah.

Sebelumnya, Davy J.Wong, seorang ekonom yang berbasis di Amerika Serikat, juga mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Epoch Times pada 5 Mei, bahwa pihak berwenang Beijing tiba-tiba mengizinkan warga sipil berjualan di pinggir jalan karena pihak berwenang sadar bahwa perekonomian sedang memburuk, daya konsumsi menurun.

Dia mengatakan bahwa setelah tiga tahun wabah, simpanan rakyat Tiongkok pada dasarnya telah habis terpakai. Setelah mencabut kebijakan pencegahan epidemi yang ketat, rakyat menemukan bahwa simpanan mereka benar-benar ludes.

Davy J.Wong mengatakan : “Daya konsumsi masyarakat masih akan terus merosot di masa depan, perekonomian (Tiongkok) secara keseluruhan akan turun. Setelah ekonomi sempat rebound singkat karena pencabutan lockdown ketat, hari-hari sulit yang sesungguhnya segera akan menyusul.” (sin)

Xi Jinping Berkacamata Hitam dan Bermasker Menginspeksi Kawasan Baru Xiong’an Didampingi PM Li Qiang

oleh Li Jing

Kawasan Baru Xiong’an di Provinsi Hebei disebut sebagai “proyek pencapaian” Xi Jinping, tetapi dianggap sebagai “calon proyek terbengkalai” oleh dunia luar. Pada 10 Mei, Xi Jinping menginspeksi kawasan tersebut dengan didampingi oleh Perdana Menteri baru Li Qiang.

Menurut laporan China Central TV, Ni Yuefeng, Sekretaris Komite Partai Provinsi Hebei, Wang Zhengpu Gubernur Provinsi Hebei, PM. Li Qiang, Cai Qi, Anggota Komite Tetap Biro Politik Komite Sentral PKT dan Direktur Kantor Umum Komite Sentral PKT, Ding Xuexiang, Anggota Komite Tetap Biro Politik Komite Pusat PKT dan Wakil Perdana Menteri Dewan Negara, mendamping Xi Jinping melakukan inspeksi di Kawasan Baru Xiong’an.

Dalam rekaman yang disiarkan oleh media resmi PKT CCTV, Xi Jinping mengenakan kacamata hitam dan bermasker saat menyampaikan pidato di lokasi pembangunan Stasiun Antarkota Xiong’an dan proyek Pusat Perdagangan Internasional, sedangkan Li Qiang, Cai Qi dan pejabat lainnya berdiri untuk mendengarkan bimbingan Xi Jinping.

Selain itu, dalam simposium tentang pembangunan Kawasan Baru Xiongan, Li Qiang dan Cai Qi ditempatkan di sekitar Xi Jinping dengan jarak tertentu antara tempat duduk mereka dengan Xi Jinping. Setelah pidato Xi Jinping, Li Qiang menekankan bahwa instruksi penting Xi Jinping harus “dipelajari dan dipahami serta diterapkan dengan baik”.

Xiong’an merupakan kawasan bary yang diusulkan oleh Xi Jinping pada tahun 2014. Otoritas PKT sangat mementingkan kawasan baru tingkat nasional ini, untuk dijadikan tempat memposisikannya “program-program milenium dan acara nasional”. Media pemerintah bahkan membandingkannya dengan Zona Ekonomi Khusus Shenzhen dan Kawasan Baru Shanghai Pudong.

Namun, Profesor Zhang Tianliang sebelumnya menunjukkan dalam program “Tianliang Time” bahwa Kawasan Baru Xiong’an sama dengan program “Swasembada Dalian” (menghamburkan dana), “Kebijakan Nol Kasus” (mencegah penyebaran epidemi), “Satu Sabuk dan Jalan” dan “Penyatuan Taiwan dengan Kekerasan”. yang semuanya akan menjadi proyek otoritas PKT yang terbengkalai.

Sangat jarang kunjungan Xi Jinping ke Kawasan Baru Xiong’an didampingi oleh Perdana Menteri Tiongkok. Sekali pun PM. Li Keqiang di masa lalu pun belum pernah mendampingi Xi ke kawasan tersebut. Kequali Li Qiang kali ini. 

Li Qiang adalah mantan Kepala Sekretaris Xi Jinping ketika menjabat sebagai Sekretaris Komite Partai Provinsi Zhejiang. Xi Jinping mencalonkan Li Qiang sebagai perdana menteri Dewan Negara pada bulan Maret tahun ini setelah Xi Jinping mendobrak praktik PKT untuk memulai masa jabatan ketiganya. Setelah Li Qiang menjabat, dia pertama-tama memposisikan Dewan Negara sebagai organ politik, yang harus melaksanakan kehendak Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok. Li Qiang juga merevisi aturan kerja Dewan Negara dan mengatur studi pidato Xi secara reguler, yang menimbulkan rasa pesimis dunia luar terhadap Li Qiang.

Komentar media Jepang : Li Qiang bakal memikul “kesalahan” bila gagal memimpin Dewan Negara

Baru bulan lalu, Nikkei Asian Review menerbitkan sebuah artikel analisis editor senior surat kabar tersebut, Katsuji Nakazawa. Menurut artikel tersebut, Li Qiang tidak memiliki pengalaman kerja di pemerintahan pusat, sedangkan pendahulunya semuanya menjabat sebagai wakil perdana menteri. Dia, yang telah mengoperasikan lockdown Kota Shanghai, bukanlah figur yang populer di kalangan masyarakat Tiongkok.

Artikel tersebut percaya bahwa jika Tiongkok gagal mencapai target pertumbuhan 5% setahun, kemampuan memimpin Li Qiang kemungkinan besar akan dipertanyakan. “Taruhannya tidak kecil. Jika Li Qiang gagal, maka Xi Jinping juga dapat dimintai pertanggungjawaban atas kesalahannya mempromosikan bawahan dekat”.

Komentator urusan terkini Li Linyi mengatakan kepada The Epoch Times pada 7 April tahun ini, bahwa Xi Jinping mungkin menunjukkan sikap yang seolah-olah tidak ingin mengendalikan Li Qiang, tetapi ingin membiarkannya melakukan sesuatu sesuai rencananya, padahal Xi Jinping ingin mengendalikan segalanya. Tindakan Li Qiang ini mungkin tidak banyak berpengaruh terhadap penyelamatan ekonomi dan melindungi partai. Namun, di bawah sistem otokratis PKT, terutama model kerja sama yang buruk dari sistem Xi Jinping – Li Qiang ini bakal menghantarkan partai komunis Tiongkok menuju jalan kehancuran. (sin)

Hasil Studi Baru : Epidemi Obesitas Dikaitkan dengan Faktor yang Tak Terduga

Harry Lee

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Nature Metabolism telah mengungkapkan bahwa tingkat metabolisme basal (BMR) pada populasi di Amerika Serikat dan Eropa telah menurun selama tiga dekade terakhir, yang berpotensi berkontribusi pada meningkatnya epidemi obesitas di kedua wilayah tersebut.

Laju metabolisme basal, atau pengeluaran energi basal, mengacu pada energi yang dibutuhkan per unit waktu bagi tubuh untuk mempertahankan fungsi-fungsi vital seperti bernapas, sirkulasi darah, dan menjaga suhu tubuh. Sederhananya, BMR adalah jumlah kalori yang dibakar tubuh saat beristirahat. BMR adalah salah satu komponen dalam total pengeluaran energi tubuh. Komponen lainnya adalah pengeluaran aktivitas, yaitu jumlah kalori yang dibakar saat melakukan aktivitas fisik, seperti berlari atau berjalan.

Menurut penelitian tersebut, yang menganalisis data dari hari ini hingga akhir 1980-an dari hampir 4.800 orang dewasa di Eropa dan Amerika Serikat, total pengeluaran energi harian yang disesuaikan telah menurun secara signifikan sejak tahun 1990-an. Data menunjukkan penurunan sekitar 7,7 persen pada pria dan 5,6 persen pada wanita. Dalam hal pengeluaran energi basal yang disesuaikan, pria mengalami penurunan 14,7 persen dari waktu ke waktu, sementara penurunan wanita adalah 2 persen dan tidak dianggap signifikan. Namun, para penulis mencatat bahwa kumpulan data yang lebih besar dari pengukuran BMR dari hampir 10.000 orang dewasa di 163 studi selama 100 tahun terakhir menegaskan penurunan pada pria dan wanita.

“Kesimpulan yang mengejutkan adalah kita menghabiskan lebih sedikit energi saat beristirahat sekarang daripada yang dilakukan individu 30-40 tahun yang lalu!” John Speakman, seorang profesor di Chinese Academy of Sciences di Shenzhen, Tiongkok, dan penulis utama penelitian ini, menulis di Twitter. “Besarnya efek tersebut cukup untuk menjelaskan epidemi obesitas.”

Speakman membahas kurangnya signifikansi dari penurunan pengeluaran energi basal pada wanita, dengan mengaitkannya pada penyertaan data dari satu studi saja. “Jika data dari satu studi itu dihilangkan, trennya juga sangat signifikan pada wanita.”

Telah diterima secara luas bahwa perubahan berat badan terkait dengan ketidakseimbangan antara energi (kalori) yang dikonsumsi melalui makanan dan energi yang dikeluarkan (kalori yang dibakar) untuk mempertahankan hidup dan melakukan aktivitas fisik.

BMR memainkan peran penting, terhitung sekitar 60 hingga 75 persen dari total pengeluaran energi harian seseorang, terutama bagi mereka yang memiliki pekerjaan yang tidak banyak bergerak. Angka ini secara langsung berdampak pada tingkat pembakaran kalori seseorang dan pada akhirnya memengaruhi apakah seseorang mempertahankan, menambah, atau menurunkan berat badan.

Secara umum diyakini bahwa epidemi obesitas terutama disebabkan oleh penurunan tingkat aktivitas fisik dan peningkatan asupan makanan. Namun, penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat aktivitas fisik sebenarnya telah meningkat baik pada pria maupun wanita, tetapi total pengeluaran energi telah menurun secara signifikan, bersamaan dengan penurunan pengeluaran energi basal. Salah satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa peningkatan aktivitas fisik selama waktu luang-seperti joging atau berenang-mengimbangi peningkatan progresif dalam perilaku tidak aktif.

Mengapa Laju Metabolisme Basal Menurun Selama Beberapa Dekade?

Faktor yang mungkin penting dalam menjelaskan penurunan ini adalah makanan. “Pola makan telah berubah secara drastis selama 100 tahun terakhir,” kata Speakman.

Para penulis penelitian menunjukkan bahwa selama abad ke-20, pola makan masyarakat mengalami banyak perubahan, termasuk jumlah dan jenis karbohidrat, serat, dan lemak yang dikonsumsi. Sebagai contoh, pada 1910, lemak hewani menyumbang lebih dari 90 persen dari asupan lemak, tetapi saat ini, lemak hewani hanya menyumbang kurang dari 15 persen.

Para peneliti melakukan percobaan pada tikus untuk mengeksplorasi kemungkinan dampak dari perubahan pola makan ini, yang memungkinkan pola makan yang terkontrol dan terpantau dengan baik. Hasilnya menunjukkan bahwa asupan lemak jenuh dapat menjadi faktor penting dalam pengeluaran energi basal yang lebih rendah. Lemak jenuh, yang ditemukan dalam keju, mentega, dan daging, umumnya dianggap tidak sehat, sementara lemak tak jenuh, yang ditemukan terutama dalam makanan nabati seperti kacang-kacangan, alpukat, dan minyak zaitun, dianggap sehat. Temuan ini dapat mengindikasikan bahwa pergeseran pola makan kita dari lemak hewani ke lemak nabati selama satu abad terakhir mungkin telah berkontribusi pada penurunan pengeluaran energi, yang memengaruhi tingkat metabolisme kita dan dengan demikian membuat obesitas menjadi lebih mungkin terjadi.

Namun, para peneliti mengakui bahwa penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan.

Selain itu, aspek lain dari pola makan, seperti asupan serat, juga dapat mempengaruhi tingkat metabolisme dan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Faktanya, sebuah uji coba terkontrol secara acak dari tahun 2017, yang mengamati 81 orang dewasa, menemukan bahwa asupan serat memengaruhi tingkat metabolisme saat istirahat. Namun, mekanisme yang tepat tentang bagaimana serat dapat meningkatkan metabolisme masih terus dipelajari.

Faktor-faktor Lain yang Mungkin Terjadi pada Penurunan Laju Metabolisme

“Tempat pertama yang harus dilihat adalah pasokan makanan kita, tetapi kita juga perlu melihat racun lingkungan, seperti plastik, pestisida, bahan kimia lainnya, dan lain-lain.,” Dr. Christopher Palmer, asisten profesor psikiatri di Harvard Medical School yang berspesialisasi dalam hubungan antara metabolisme dan kesehatan mental, yang tidak menjadi bagian dari penelitian ini, menulis di Twitter. “Sesuatu di lingkungan kita meracuni mitokondria kita.”

Mitokondria, organ kecil di dalam sel, memainkan peran sentral dalam metabolisme energi dengan mengubah energi dari makanan menjadi bentuk yang dapat digunakan tubuh.

Dr. Anders Rehfeld, seorang peneliti fisiologi sperma manusia dari Denmark, memiliki keprihatinan yang sama dan mencatat penurunan jumlah sperma selama 40 tahun terakhir. Dia menulis di Twitter bahwa “perubahan yang begitu cepat dan meluas jelas menunjukkan adanya penyebab lingkungan.” Paparan bahan kimia lingkungan dan perilaku gaya hidup yang tidak sehat adalah dua alasan utama penurunan jumlah sperma secara global, Dr. Shanna Swan, salah satu ahli epidemiologi lingkungan dan reproduksi terkemuka di dunia dan penulis studi tentang sperma, mengatakan kepada The Epoch Times pada Maret.

Cara Mempercepat Metabolisme

Mengapa metabolisme melambat adalah “fenomena yang kompleks,” ujar Konstantinos Spaniolas, direktur Pusat Penurunan Berat Badan Bariatrik dan Metabolik di Universitas Stony Brook, kepada The Epoch Times. Namun, dengan mengetahui mengapa hal itu terjadi akan mengarah pada cara-cara baru untuk memerangi obesitas. “Saya pikir bagian yang penting adalah apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.”

Spaniolas menambahkan bahwa meningkatkan aktivitas fisik adalah salah satu cara untuk meningkatkan profil metabolisme dan obat-obatan serta pembedahan juga diperlukan untuk mengobati obesitas.

Beberapa dokter naturopati menyatakan bahwa penyembuhan metabolisme harus didahului dengan penurunan berat badan. Sebuah artikel ilmiah tahun 2005 menunjukkan bahwa diet makanan yang seimbang dan lengkap-dirancang untuk mengurangi atau mencegah resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas insulin, dan membangun otot-dapat meningkatkan metabolisme.

Meningkatkan metabolisme juga dapat melibatkan tidur yang cukup, manajemen stres, dan suplementasi nutrisi.

Keterbatasan Studi

Para penulis studi mengakui bahwa salah satu keterbatasan utama adalah desain cross-sectional, yang tidak memungkinkan untuk membangun hubungan sebab akibat antara perubahan tingkat metabolisme dan perubahan tingkat obesitas. Selain itu, meskipun telah menyesuaikan pengeluaran energi basal dengan usia dan komposisi tubuh, faktor-faktor lain mungkin perlu dipertimbangkan.

Partisipan penelitian ini mungkin tidak mewakili populasi yang mendasarinya, dan penurunan BMR jangka panjang mungkin berasal dari faktor metodologis. (asr)