Komite Intelijen Senat Amerika Serukan Pendiri Wikileaks untuk Bersaksi

0

EpochTimesId – Komite intelijen Senat Amerika Serikat mengirim surat kepada pendiri Wikileaks, Julian Assange. Mereka meminta agar Assange muncul untuk menjawab pertanyaan dari anggota Senat pada sesi tertutup.

Dalam surat tertanggal 1 Agustus 2018, yang ditandatangani oleh Senator Republik Richard Burr dan Senator Demokrat Mark Warner. Anggota Senat mengindikasikan bahwa kesaksian itu adalah bagian dari penyelidikan komite terhadap campur tangan Rusia dalam pemilu presiden 2016.

Tim hukum WikiLeaks mengatakan mereka mempertimbangkan tawaran itu, tetapi kesaksian harus sesuai dengan standar etika yang tinggi. Organisasi ini juga menunjukkan bahwa Warner adalah salah satu diantara 10 senator yang menuntut pada bulan Juni bahwa suaka Assange dicabut karena melanggar hukum internasional.

Wikileaks menerbitkan email dari Komite Nasional Demokrat (DNC) menjelang pemilihan presiden 2016. Email-email, yang menunjukkan bahwa Hillary Clinton berkolusi dengan DNC untuk mengusir calon Bernie Sanders, adalah memalukan bagi tim kampanye Clinton.

Assange mengklaim memiliki bukti bahwa Rusia tidak terlibat dalam peretasan DNC. Dia juga mengaku memiliki informasi tentang hal itu, yang belum dipublikasikan.

Klaim Assange bertentangan dengan temuan komite intelijen Senat bahwa Rusia berada di belakang peretasan DNC. Komite setuju dengan Pengkajian Komite Intelijen pada 3 Juli, menyimpulkan bahwa intelijen Rusia memperoleh akses ke jaringan DNC pada Juli 2015 dan mempertahankan akses hingga Juni 2016.

Meskipun peran sentral Assange dalam rilis email DNC, permintaan kesaksian komite intelijen Senat muncul untuk pertama kalinya bahwa penyelidik mengulurkan tangan kepada pendiri Wikileaks.

“Baik tim Robert Mueller maupun Komite Intelijen Senat AS tidak mau menghubungi WikiLeaks atau saya, dengan cara apa pun,” tulis Assange di Twitter pada bulan September tahun lalu.

Penasihat khusus Robert Mueller mendakwa 12 petugas intelijen Rusia pada bulan Juli, mendakwa mereka meretas DNC. Dakwaan itu tidak menunjukkan bahwa Mueller mewawancarai Assange.

Assange juga mengisyaratkan bahwa ada hubungan antara kematian Seth Rich, direktur data ekspansi pemilih untuk DNC, dan publikasi email DNC. Berhari-hari setelah mengumumkan hadiah 20.000 dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pembunuh Rich, Assange menyinggung Rich ketika membahas risiko yang diambil oleh pelapor untuk mengungkap korupsi.

“Whistle-blower pergi ke upaya yang signifikan untuk mendapatkan kita material dan sering risiko yang sangat signifikan,” kata Assange kepada program televisi Belanda, Nieuswsuur pada Agustus 2016. “Ada 27 tahun, bekerja untuk DNC, yang ditembak di belakang—dibunuh—hanya dua minggu yang lalu karena alasan yang tidak diketahui ketika dia berjalan di jalanan, di Washington.”

Ketika presenter menekan Assange apakah Rich adalah pembocor, Assange mengatakan bahwa Wikileaks tidak mengungkapkan sumbernya. Rich meninggal 12 hari setelah Wikileaks merilis email.

Assange telah tinggal sebagai pengungsi di Kedutaan Ekuador di London, Inggris, selama enam tahun terakhir. Dia melarikan diri ke kedutaan itu untuk mencari suaka, saat dia menghadapi kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat. (Ivan Pentchoukov/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Ekuador Umumkan Status Darurat Pengungsi Venezuela di Perbatasan

0

EpochTimesId – Ekuador mengumumkan keadaan darurat pengungsi di tiga provinsi perbatasan, pada 8 Agustus 2018. Status darurat ditetapkan karena volume migran Venezuela yang sangat tinggi melintasi perbatasan utara dengan Kolombia.

Venezuela, yang menyelenggarakan pemilihan umum pada 15 Oktober 2018, adalah sebuah negara di ujung utara Amerika Latin. Negara itu berada dalam krisis ekonomi dan politik yang mendalam. Warga Venezuela kecewa melihat tidak ada akhir krisis, dan memilih untuk meninggalkan negara itu.

Hiperinflasi dan kekurangan produk kronis Venezuela telah memicu eksodus warga yang biasanya melakukan perjalanan darat melalui Kolombia. Perjalanan mereka sering berlanjut ke selatan, menuju negara-negara latin lainnya, termasuk Ekuador, Peru, dan Chili.

“Pemerintah Ekuador telah mengumumkan keadaan darurat yang berkaitan dengan migrasi manusia di provinsi Carchi, Pichincha dan El Oro untuk memberikan perhatian mendesak kepada para migran Venezuela di perbatasan utara,” kata kementerian luar negeri Ekuador, dalam sebuah pernyataan.

Kemenlu menambahkan bahwa Ekuador minggu ini mulai menerima 4.200 migran Venezuela yang tiba setiap hari. Dia tidak mengatakan berapa banyak pengungsi yang telah tiba sebelumnya, atau mengapa jumlahnya meningkat.

Keadaan darurat akan berlangsung selama bulan Agustus. Status ditetapkan untuk mempercepat penyebaran dokter dan pekerja sosial untuk memenuhi kebutuhan para migran, serta polisi untuk memberikan dukungan untuk proses administrasi imigrasi.

Pernyataan itu menambahkan lembaga termasuk Organisasi Internasional untuk Migrasi dan Badan Pengungsi PBB, UNHCR, juga akan membantu dalam upaya itu. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Elon Musk Berencana Privatisasi Tesla Harga Saham Melonjak

0

EpochTimesId – Pendiri tesla, Elon Musk bekicau di twitter, Selasa (7/8/2018). Dia mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengambil alih Tesla Inc sebagai pribadi.

Musk mengaku ingin mengamankan perusahaan pembuat mobil listrik itu keluar dari silau Wall Street. Agar salah satu perusahaan yang didirikannya mampu melewati periode pertumbuhan yang cepat, namun berada di bawah terbatasnya sumber daya keuangan.

“Sedang mempertimbangkan mengambil Tesla (secara) privat seharga 420 dolar. Pendanaan dijamin,” kata Musk di Twitter.

Dengan 420 dolar AS per saham, kesepakatan akan bernilai 72 miliar dolar AS secara keseluruhan (sekitar 1.000 triliun rupiah). Musk tidak mengungkapkan sumber pendanaan.

Dalam surat kepada karyawan Tesla yang diterbitkan di blog perusahaan, Musk menjelaskan bahwa langkah semacam itu, di mana tidak ada keputusan akhir yang dibuat, akan membuat Tesla dapat beroperasi dengan sebaik-baiknya. Sebab mereka akan bebas dari gangguan dan pemikiran jangka pendek semaksimal mungkin.

Saham Tesla ditutup naik 11 persen menjadi 379,57 dolar AS. Itu sedikit di bawah harga tertinggi sepanjang masa mereka.

Ditanya di Twitter apakah Musk akan terus menjadi CEO di bawah skenario seperti itu, dia menjawab, “Tidak akan ada perubahan.”

Musk berada di bawah tekanan kuat tahun ini, untuk membuktikan bahwa dia dapat memenuhi janjinya untuk mengubah perusahaan penghasil uangnya menjadi produsen bervolume tinggi yang menguntungkan. Sebuah tujuan yang telah menopang saham Tesla dan menghasilkan nilai pasar yang lebih tinggi daripada Gendera Motor Co.

Perusahaan Silicon Valley menghadapi momen pilihan untuk ‘membuat-atau-istirahat’ dalam sejarah delapan tahunnya, sebagai perusahaan publik. Persaingan dari produsen Eropa siap untuk semakin intensif, dengan kendaraan listrik baru dari Audi dan Jaguar, dengan lebih banyak pesaing untuk mengikutinya pada tahun depan.

Sementara itu, Tesla telah mengumumkan rencana untuk membangun pabrik di Shanghai, Tiongkok, dan di Eropa. Akan tetapi rincian dan pendanaannya masih belum jelas.

Perusahaan ini masih bekerja untuk keluar dari apa yang disebut Musk sebagai ‘produksi neraka’ di pabrik asalnya di Fremont, California. Dimana serangkaian tantangan manufaktur menunda peningkatan produksi sedan Model 3 baru, di mana profitabilitas perusahaan jalan ditempat.

Menjadi perusahaan pribadi adalah salah satu cara untuk menghindari pengawasan ketat oleh publik, karena Musk dan perusahaan sedang menghadapi tantangan tersebut. Musk telah berseteru di depan publik dengan regulator, kritikus, penjual dan wartawan, dan beberapa analis telah menyarankan bahwa transparansi akan kurang disambut oleh Musk.

“Musk tidak ingin menjalankan perusahaan publik,” kata Gene Munster dari Loup Ventures, “Karena misi ambisius Tesla membuatnya sulit untuk mengakomodasi ekspektasi kuartalan investor.”

Musk memiliki hampir 20 persen saham perusahaan. Dia mengatakan dalam suratnya kepada karyawan bahwa dia tidak berusaha untuk memperluas kepemilikannya.

Harga 420 dolar per saham akan mewakili hampir 23 persen premi untuk harga penutupan Tesla pada hari Senin, yang memberi perusahaan nilai pasar sekitar 58 miliar dolar AS.

“Tebakan kami adalah ada satu-dalam-tiga peluang dia benar-benar dapat melakukan ini dan membawa Tesla menjadi perusahaan pribadi,” kata Munster. “Premi 16 persen terhadap harga saham saat ini mungkin tidak cukup tinggi untuk memberi insentif kepada pemegang saham yang ada untuk mendukung penjualan.”

Musk berkicau di twitter, bahwa dia berharap semua investor saat ini akan tetap berada di perusahaan untuk mendukung ‘go-private’. Dia tidak menyebutkan dalam rangkaian tweet-nya atau suratnya, di mana pendanaan untuk kesepakatan akan datang.

Kesepakatan Go-Private Terbesar
Jika Musk berhasil mengubah Tesla menjadi perusahaan pribadi, itu akan menjadi pembelian leveraged terbesar sepanjang masa. Dia akan mengalahkan rekor yang ditetapkan oleh kesepakatan 45 miliar dolar untuk utilitas energi Texas Energy Future Holdings, yang berakhir dengan kebangkrutan pada tahun 2014.

Menggalang utang dan ekuitas yang diperlukan untuk transaksi seperti itu akan menjadi tantangan. Banyak bankir utama Wall Street yang dihubungi oleh Reuters mengatakan dengan syarat anonimitas, bahwa mereka tidak mengetahui rencana Musk menjelang tweet-nya. Beberapa menyatakan skeptis bahwa pembelian utang dari Tesla dapat dibiayai karena arus kas perusahaan yang negatif.

“Mitra ekuitas yang paling jelas untuk Musk akan menjadi dana kekayaan berdaulat seperti Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) atau dana investasi teknologi utama seperti SoftBank Group Corp’s Vision Fund,” kata bankir.

Sumber-sumber modal asing semacam itu akan diawasi oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS), yang melihat secara dekat kesepakatan untuk potensi risiko keamanan nasional.

Sebelumnya pada hari Selasa, seorang sumber yang akrab dengan masalah ini mengatakan PIF Arab Saudi telah membeli saham minoritas hanya di bawah 5 persen di Tesla.

Pengumuman Tidak Biasa
Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS memungkinkan perusahaan menggunakan outlet media sosial seperti Facebook dan Twitter untuk mengumumkan informasi kunci sesuai dengan aturan pengungkapannya yang adil selama investor telah diberitahu tentang media sosial mana yang akan digunakan untuk menyebarluaskan informasi tersebut.

SEC tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar pada tweet Musk.

Meskipun metode inkonvensional mengungkapkan informasi tersebut, analis menanggapi rangkaian tweet Musk.

“Saya percaya Tesla menganggap Tweet sebagai pengungkapan publik,” kata analis Chaim Siegel dari Elazar Advisors. “Ditambah, ini adalah bahan bakar roket pemicu pendek setelah kuartal yang bagus.”

Sebuah meremas pendek adalah skenario perdagangan yang terjadi dari waktu ke waktu di saham sangat ‘shorted’ (saham yang biasanya dijual lebih dulu oleh pialang, baru dibeli setelah harga jatuh untuk meraup keuntungan). Ketika pedagang bearish dipaksa untuk membeli saham untuk menghindari kerugian besar, sesuatu yang berakhir mendorong saham-satunya yang lebih tinggi.

Kepentingan singkat di Tesla pada hari Selasa berdiri di hampir 13 miliar dolar, menurut S3 Partners, sebuah perusahaan analisa keuangan.

Dalam suratnya kepada karyawan, Musk menulis bahwa, “sebagai saham yang paling ‘shorted’ dalam sejarah pasar saham, menjadi perusahaan publik, berarti bahwa ada sejumlah besar orang yang memiliki insentif untuk menyerang perusahaan.” (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Aksi Protes Pelajar dan Mahasiswa Skala Besar Kuasai Jalanan Ibu Kota Bangladesh

Epochtimes.id- Aksi protes skala besar yang melanda Bangladesh melumpuhkan ibu kota negara tersebut. Hingga akhirnya membuat pemerintahan negara tersebut berusaha meredam aksi demonstran.

Pada Senin (06/08/2018) kabinet pemerintahan Bangladesh menyetujui menaikkan hukuman penjara maksimum pelaku pengendara mobil yang menabrak orang hingga lima tahun dari tiga tahun.

Persetujuan ini setelah pelajar dan mahasiswa menggelar demonstrasi skala besar berhari-hari hingga menguasai jalanan gara-gara tewasnya dua remaja akibat ditabrak bus yang melaju kencang di Dhaka.

Perdana Menteri Sheikh Hasina, yang akan menghadapi pemilihan pada akhir tahun ini, menuduh lawan-lawan politiknya mencoba membangkitkan sentimen anti-pemerintah. Namun demikian, pihak oposisi membantah terlibat tuduhan tersebut.

Ibu kota negara itu lumpuh total oleh aksi pelajar yang menuntut perubahan pada Undang-Undang Transportasi atas insiden tabrak maut menimpa sekelompok pelajar.

“Sesuai dengan undang-undang yang diusulkan, seorang tersangka harus menghadapi lima tahun penjara karena mengemudi lalai (menyebabkan kematian),” kata Menteri Hukum Anisul Huq kepada wartawan setelah pertemuan kabinet yang dipimpin oleh Hasina.

Persetujuan parlemen untuk proposal memberatkan hukuman dipandang sebagai formalitas sejak Liga Awami yang berkuasa Hasina memiliki suara mayoritas.

Penolakan terjadi setelah seruan pemerintah untuk mengakhiri protes, beberapa pelajar pada 6 Agustus justru melemparkan batu ke aparat keamanan.

Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk membubarkan para demonstran. Pasalnya, para pelajar telah menghentikan kendaraan dan memeriksa surat izin mengemudi serta kelaikan kendaraan pengemudi.

Polisi mengatakan mereka masih menyelidiki serangan 5 Agustus terhadap sebuah mobil yang membawa duta besar AS oleh sekelompok pria bersenjata dengan mengendarai sepeda motor. Namun demikian, tidak ada korban terluka tetapi dua kendaraan rusak.

Kedutaan AS mengatakan tidak dalam posisi untuk berkomentar hingga penyelidikan selesai. Duta Besar untuk Bangladesh, Marcia Bernicat, ketika itu usai makan malam saat serangan terjadi.

Sebelumnya kedutaan AS telah mengkritik tindakan polisi terhadap para demonstran, yang digambarkan sebagai “bersatu dan menangkap imajinasi seluruh negeri”.

Polisi minggu lalu memukuli beberapa siswa dalam upaya mereka untuk membubarkan mereka.

Surat kabar terbesar di negara itu, Prothom Alo, melaporkan bahwa layanan internet 3G dan 4G di negara itu telah dimatikan tak lama setelah aksi kekerasan meletus.

Bahkan, seluruh penggunaan media sosial di Bangladesh nyaris tak bisa dioperasikan. Meskipun jaringan nirkabel (wireless) dan kabel (wire) tidak terdampak.

Seorang pejabat senior dari Komisi Regulasi Telekomunikasi Bangladesh (Bangladesh Telecommunications Regulatory Commission) tak menampik pihaknya untuk melumpuhkan penggunaan internet di negara itu.

Penangkapan

Polisi telah menangkap aktivis sosial dan fotografer Shahidul Alam yang telah memposting komentar bahwa sayap mahasiswa partai berkuasa Hasina berusaha menyerang para pengunjuk rasa.

Alam dari Drik Picture Library, mengatakan 30 hingga 35 pria berpakaian preman merangsek ke dalam gedung apartemennya di Dhaka. Si penangkapa mengaku mereka adalah detektif polisi dan membawanya ke tahanan.

“Alam berteriak ketika ia dipaksa masuk ke mobil,” kata penjaga keamanan di gedung itu.

Wakil komisioner polisi Dhaka, Obaidur Rahman, mengatakan bahwa Alam ditangkap dengan tuduhan menyebarkan desas-desus di media sosial, yang bertujuan untuk memicu kekerasan.

Kelompok Hak Asasi Amnesty International menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat, mengatakan dia ditahan setelah wawancara dengan Al-Jazeera Inggris tentang aksi protes di Dhaka.

“Tidak ada pembenaran apapun untuk menahan siapapun karena mengekspresikan pandangan mereka secara damai,” kata Omar Waraich, wakil direktur Asia Selatan Amnesty, dalam sebuah pernyataan.

“Pemerintah Bangladesh harus mengakhiri penindasan terhadap demonstran mahasiswa dan orang-orang yang berbicara menentangnya.” (asr)

Oleh Ruma Paul & Serajul Quadir/Reuters via The Epochtimes

Tiongkok Masih Beli Kedelai Amerika Walau Ada Perang Tarif

EpochTimesId – Sebuah laporan dirilis oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat, Senin (6/8/2018). Laporan menunjukkan bahwa kapal pertama yang mengangkut kedelai AS sejak 3 pekan lalu telah berlayar dan tiba di Tiongkok. Ini menunjukkan bahwa setelah pemerintah Tiongkok mulai memberlakukan tarif atas kedelai AS pada 6 Juli, mereka masih mengimpor komoditas asal AS.

Bloomberg mengabarkan bahwa menurut laporan dari Departemen Pertanian AS itu, kapal kargo Betis meninggalkan pelabuhan Kalama Marina di Washington pada 29 Juli 2018. Kapal berangkat menuju Shanghai dengan muatan kedelai AS, yang merupakan kiriman pertama sejak tiga pekan lalu. Pengirimnya adalah Gavilon Group di Nebraska, AS yang merupakan perusahaan pemasok pakan ternak, makanan, dan bahan bakar.

Kapal Betis adalah kapal kedelai Amerika keempat yang berlayar dari pantai AS sejak pertengahan Juni. Menurut data pengiriman yang dikumpulkan oleh Bloomberg, hanya satu dari tiga kapal kedelai AS sebelumnya yang benar-benar tiba sebelum tarif baru diberlakukan.

Kapal Cemtex Pioneer tiba di Pelabuhan Nantong, Tiongkok pada hari Senin sore. Itu adalah kapal kedelai AS pertama yang tiba setelah pemerintah Tiongkok memberlakukan tarif impor 25 persen pada kedelai AS sejak bulan Juli.

Kapal Peak Pegasus bermuatan 70.000 metrik ton kedelai AS. Kapal ngebut di laut untuk mengejar waktu agar tiba di pelabuhan Dalian sebelum tanggal 6 Juli (ketika diberlakukannya tarif baru). Namun, hingga saat ini masih belum berhasil merapat di pelabuhan tersebut. Konon kapal itu sedang menunggu proses yang dilakukan oleh Badan Urusan Logistik Bahan Makanan Tiongkok.

Belum ada pihak yang mampu menutupi kebutuhan pasar Tiongkok atas kedelai tanpa melibatkan AS. Karena perbandingan antara pasokan dan permintaan kedelai di pasar global relatif imbang, dunia luar berpendapat bahwa tidak bijaksana bagi otoritas Tiongkok untuk mengenakan tarif atas kedelai AS. Akibat kedelai AS diblokir, tidak ada pihak yang dapat mengisi kesenjangan kedelai di pasar domestik mereka.

Beberapa laporan penelitian menunjukkan bahwa Tiongkok membutuhkan pasokan kedelai AS sekitar 15 juta metrik ton. Pengaruh terbesar mungkin terlihat pada penjualan kedelai AS yang tercatat dalam laporan bulan September mendatang.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Rabobank Belanda baru-baru ini memperkirakan bahwa Tiongkok mungkin terpaksa harus membeli 15 juta metrik ton kedelai AS yang bertarif baru untuk menutupi kekurangan permintaan pasar domestik mereka. Pelanggan kedelai domestik Tiongkok kemungkinan tidak dapat membebankan kenaikan biaya kepada konsumen setidaknya dalam jangka waktu pendek ini, jadi mereka mau tidak mau harus menderita kerugiannya.

Pembelian kedelai dari Brasil sebagai penggantian kedelai AS juga menyerah pada kenyataan. Sebelumnya, pasar pada umumnya memperkirakan bahwa setelah tarif diberlakukan, Tiongkok akan mengurangi impor kedelai AS dan meningkatkan pembelian kedelai Brasil.

Kedelai Brasil yang telah mencakup setengah dari impor kedelai Tiongkok. Sejak perang dagang dengan AS dimulai, Brasil telah menjadi pilihan pertama bagi pembeli Tiongkok dan mendorong kedelai Brazil menaikkan harganya.

Namun, Brazil, eksportir kedelai terbesar di dunia kemungkinan akan dipaksa untuk ‘membereskan kekacauan’ di Tiongkok. Beberapa hari yang lalu, sebuah asosiasi perdagangan memperingatkan bahwa karena sejumlah besar kedelai telah laku terjual ke pembeli Tiongkok, Brasil mungkin harus mengimpor kedelai dari Amerika Serikat untuk memenuhi permintaan pasar.

Sedangkan petani kedelai AS yang diperkirakan akan mengurangi pendapatan mereka selama tahun ini karena penurunan harga kedelai penyerahan berjangka dan kenaikan tarif. Beruntung karena Kementerian Pertanian AS bersedia memberikan mereka subsidi untuk membantu memulihkan sebagian dari kerugian.

Tentu saja, petani kedelai AS lebih mengharapkan pemerintah menyelesaikan masalah perdagangan lebih cepat dan lancar. Setelah lingkungan perdagangan yang adil dan saling menguntungkan terbentuk, diharapkan kerugian yang mereka hadapi dapat teratasi. (Lin Yan/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Presiden Baru Kolombia Berjanji Satukan Perpecahan dan Perbedaan

0

EpochTimesId – Presiden terpilih Kolombia, Ivan Duque, dilantik untuk resmi menjabat pada 7 Agustus 2018, waktu setempat. Dia berjanji akan menyatukan negara yang terpecah, memperkuat kesepakatan damai dengan pemberontak Marxis dan menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.

Duque yang beraliran sayap kanan, menggantikan pemenang Hadiah Nobel, Juan Manuel Santos. Dia kini menghadapi tantangan yang signifikan.

Ekonomi masih lemah, gelombang baru geng perdagangan narkoba telah pindah ke daerah yang pernah dikuasai oleh gerilyawan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC). Belum lagi masalah pengungsi, dimana hampir satu juta migran Venezuela menyeberang ke Kolombia untuk mencari makanan dan bekerja.

Pengacara berusia 42 tahun dan mantan senator untuk partai Pusat Demokrat itu memenangkan pemilihan yang menentukan melawan koalisi sayap kiri dalam pemilu Juni 2018 lalu. Dia juga berjanji akan melakukan penyesuaian terhadap perjanjian perdamaian domestik-kontroversial dengan FARC, memotong pajak perusahaan dan melipatgandakan upaya keamanan di daerah tertentu.

“Saya ingin memerintah Kolombia dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang tidak dapat dipisahkan, mengatasi perpecahan kiri dan kanan,” kata Duque dalam sebuah pidato di hadapan pejabat terkemuka, setelah menerima sabuk kepresidenan di Plaza Bolivar, Bogota.

“Saya ingin memerintah Kolombia dengan semangat membangun, tidak pernah menghancurkan.”

“Perundingan perdamaian yang sedang berlangsung dengan pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN), kelompok pemberontak terakhir negara itu, akan dievaluasi selama 30 hari ke depan,” kata Duque.

“roses apa pun harus kredibel dan berdasarkan pada berakhirnya aktivitas kriminal gerilya dalam jangka waktu yang ditentukan.”

Dia juga mengatakan akan mengirim RUU anti-korupsi ke Kongres dan meluncurkan langkah-langkah untuk mengaktifkan kembali ekonomi yang lesu.

Duque adalah anak didik mantan presiden garis keras, Alvaro Uribe. Dia adalah pengkritik keras perjanjian damai, yang ayahnya dibunuh oleh pemberontak.

Uribe sendiri, menghadapi tuduhan gangguan saksi dan penyuapan yang telah dibantahnya. Kondisi itu dinilai oleh banyak orang sebagai kondisi, dimana kekuatan di belakang Duque yang relatif tidak berpengalaman.

Tapi Duque, ayah tiga anak yang bekerja di Bank Pembangunan Inter-Amerika sebelum Uribe memintanya untuk mengambil kursi Senat pada tahun 2014, telah menunjukkan kemandirian dalam beberapa pemilihan kabinet dan dalam pelunakan retorika anti-kesepakatannya.

Kesepakatan damai 2016 mengakhiri perlawanan FARC selama lebih dari lima dekade perang. Konflik bersenjata yang menewaskan sekitar 260.000 orang. Ribuan pemberontak sudah dan sedang mendemobilisasi diri terkait imbalan amnesti.

Meskipun kepemimpinannya akan diadili karena kejahatan perang, Duque marah mereka tidak akan menjalani hukuman penjara sebelum mengambil 10 kursi kongres yang dijamin.

Presiden paling muda Kolombia di era modern itu belum menentukan perubahan yang akan dibuat pada perjanjian itu. Akan tetapi, apa pun yang diajukan nampaknya akan sulit untuk melewati Kongres yang secara luas mendukung kesepakatan tersebut.

Meski begitu, perubahan dapat membantu memuaskan beberapa pengkritik di negara yang terpolarisasi oleh kesepakatan itu.

“Duque dapat mengandalkan dukungan lanjutan dari Amerika Serikat,” kata Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, di Bogota.

“Dia sangat melihat fakta bahwa proses perdamaian, ketika itu terjadi dan bersejarah, tidak sempurna. Jadi sekarang perlu sedikit dirapikan,” katanya kepada wartawan.

Duque muda namun beruban, juga mengatakan rencana untuk memotong pajak dan meningkatkan pendapatan dari tindakan penghindaran pajak. Dia ingin mengendurkan apa yang disebut aturan fiskal, yang mewajibkan pemerintah untuk mengurangi defisit anggaran.

“Dalam masalah ekonomi, kesalahan telah dibuat yang tidak boleh kami ulangi lagi,” kata Duque. “Kebijakan pajak yang didorong oleh ekspansi pengeluaran telah membawa kita untuk menanggung beban yang mempengaruhi tabungan, investasi, formalisasi pekerjaan dan produktivitas.”

Dengan peringkat utang Kolombia adalah BBB- oleh S & P dan BBB oleh Fitch, Duque akan mengalami kesulitan memuaskan lembaga pemeringkat kredit. Kecuali dia mampu mengganti pendapatan yang hilang dari harga minyak internasional yang lebih lemah. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Pasca Gempa 7 SR di Lombok, Ini Hasil Survei Lapangan Badan Geologi

Epochtimes.id- Badan Geologi, Kementerian ESDM mengirimkan Tim Tanggap Darurat Gempa Bumi dan Gerakan Tanah ke lokasi untuk melakukan pemetaan dampak gempa bumi khususnya terkait kerusakan geologi.

Kepala Badan Geologi, Rudi Suhendar merilis Tim Tanggap Darurat menemukan retakan tanah dan longsor di jalan yang menghubungkan Kecamatan Pemenang, Tanjung dan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Likuifaksi atau pelulukan juga ditemukan di daerah Gangga.

Menurut Rudi, retakan dan gerakan tanah juga terjadi di Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur khususnya di lereng dan sekitar jalur pendakian Gunungapi Rinjani serta perbukitan terjal lainnya.

“Retakan dan gerakan tanah tersebut dipicu oleh gempa bumi 29 Juli 2018, yang kemudian diperparah oleh guncangan gempa bumi 5 Agustus 2018,” terangnya dalam rilis Badan Geologi.

Berdasarkan hasil survey lapangan dan analisis Tim Tanggap Darurat Badan Geologi, kedua gempa bumi yang telah terjadi mempunyai mekanisme sama yang berasosiasi dengan Patahan Naik Busur Belakang Flores yang terletak di utara Pulau Lombok.

Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa bumi yang diterbitkan oleh PVMBG-Badan Geologi, daerah Lombok Utara dan Lombok Timur termasuk KRB Gempa bumi Menengah, dengan potensi terjadi gempa bumi dengan intensitas VII-VIII MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berpotensi menimbulkan kerusakan.

Hasil pemetaan dampak gempa bumi menunjukan bahwa intensitas guncangan gempa bumi di Lombok Utara dan Timur sebesar VII – VIII MMI.

Wilayah terdampak gempa bumi merupakan daerah sulit air, sehingga di beberapa tempat pengungsian kekurangan air. BPBD dan relawan mensuplai air dengan menggunakan mobil tangki, dan salah satunya dari hasil pemboran Badan Geologi. Salah satu sumur bor yang sudah selesai ada di Desa Rempek, Kec. Gangga, Kab. Lombok Utara.

Tim Badan Geologi sedang mencari lokasi lain yang memiliki potensi air untuk dilakukan pemboran untuk digunakan sebagai sumber air untuk mensuplai tempat pengungsian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan analisis terkait potensi bahaya ke depan, Badan Geologi memberikan rekomendasi sebagai berikut:

  1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta  informasi dari pemerintah daerah dan BPBD NTB. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Gempa bumi susulan biasanya mempunyai magnituda lebih kecil dari gempa bumi utama, namun masyarakat diharapkan agar tetap waspada. Bangunan yang sudah mengalami kerusakan sedang hingga berat, sebaiknya tidak dihuni mengingat gempa susulan masih kerap terjadi dan dapat memperburuk kerusakan.
  3. Bagi yang berada di wilayah perbukitan dan sekitar lereng terjal disarankan untuk  tetap waspada tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi retakan dan lereng-lereng terjal karena gempa-gempa susulan masih berpotensi memicu terjadinya gerakan tanah. Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah perbukitan, karena airnya dapat mengisi retakan-retakan yang kemudian berpotensi memicu kejadian gerakan tanah. (asr)

Erdogan Minta Warga Turki Keluarkan Valuta Asing dari Bawah Bantal

EpochTimesId – Orang Turki dapat menemukan senjata untuk melawan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat, “Di bawah bantal”. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh presiden mereka.

“Di bawah bantal” adalah idiom lokal yang menggambarkan di mana para penabung Turki seharusnya menyimpan mata uang asing mereka.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mendesak publik Turki untuk mengerahkan semua uang itu untuk membela negara. Desakan itu disampaikan pada 3 Agustus 2018 lalu, dua hari setelah AS memberlakukan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sekutu NATO-nya.

“Bawa keluar dolar, euro, dan emasnya,” kata Erdogan. “Ubah mereka menjadi lira. Perlihatkan perlawanan lokal dan nasional Anda terhadap seluruh dunia.”

Erdogan paham bahwa ekonominya, sangat bergantung pada pembiayaan luar negeri, sehingga sangat rentan.

Ekonomi Berisiko Tinggi
Presiden AS, Donald Trump, marah dengan penahanan seorang pastor Amerika Serikat atas tuduhan terorisme dan spionase. Dia pun menjatuhkan sanksi pada 1 Agustus 2018, pada dua menteri kabinet Erdogan.

Bahkan langkah simbolis itu sudah cukup untuk mengirim investor melarikan diri ke pintu keluar. Ada harapan yang meluas bahwa tindakan yang lebih keras dari Amerika sedang dalam proses.

Itu semua terjadi pada ekonomi yang sudah dalam kategori berisiko tinggi, setelah berjalan ‘panas’ selama bertahun-tahun. Mata uang Lira telah jatuh lebih dari 20 persen bahkan sebelum adanya sanksi dari Trump. Perusahaan yang gencar meminjam uang sedang berjuang untuk membayar kembali utang mereka. Inflasi semakin tidak terkendali.

“Negara ini sekarang, terjebak dengan kuat dalam lingkaran setan,” ujar Ziad Daoud, kepala ekonom Timur Tengah, Bloomberg Economics.

Tanpa adanya terobosan diplomatik yang menghasilkan pembebasan pendeta Andrew Brunson, para analis mengharapkan tindakan lebih lanjut Amerika agar dapat membebani lebih banyak biaya ekonomi langsung.

“AS dapat mengikuti pola yang diterapkan terhadap Rusia, dan daftar hitam para industrialis besar yang mendukung Erdogan,” ujar Richard Nephew, pakar sanksi energi di Columbia University, New York.

‘Bisa Jadi Miliaran’
Kemungkinan target akan mencakup beberapa pengembang ‘proyek gila’ Erdogan, investasi lebih dari 200 miliar dolar AS untuk membangun bandara, jembatan, dan kanal pengiriman baru. Proyek yang diandalkan oleh presiden Erdogan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Mereka bisa mendapati diri mereka membeku dari pasar internasional.

Rencana Turki untuk membeli sistem pertahanan rudal dari Rusia diatur untuk menimbulkan rakit terpisah dari sanksi Amerika. Kemudian ada pemberi pinjaman milik negara Halkbank, yang menghadapi hukuman setelah salah satu eksekutifnya dipenjarakan di AS karena melanggar sanksi Iran.

“Denda yang sejalan dengan pelanggaran sebelumnya bisa mencapai miliaran dolar, cukup untuk memicu melorotnya lira,” kata Max Hoffman, seorang direktur asosiasi di Center for American Progress.

“Dalam situasi lain, pemerintah Turki kemungkinan akan menelan harga dirinya dan membayar denda, untuk mempertahankan akses ke pasar keuangan AS. Dalam konteks sanksi Brunson, kalkulus itu bisa berubah,” sambungnya.

‘Tendensi Pria Perkasa’
Erdogan dan para menterinya bersikeras bahwa mereka tidak akan pernah tunduk pada tekanan Trump. Mereka mengancam akan membalas dengan sanksi yang tidak ditentukan sendiri.

“Bahaya sebenarnya terletak pada mentalitas kedua pemimpin, yang memiliki kecenderungan kuat,” kata Brian O`Toole, seorang rekan senior lepas pada Dewan Atlantik di Washington. “Tindakan gemerlap oleh seseorang dapat dengan cepat meningkat dengan yang lain.”

Pihak yang menonton dengan gugup untuk tanda-tanda eskalasi adalah bank sentral Turki. Gubernurnya, Murat Cetinkaya telah mengirimkan 500 basis poin pengetatan tahun ini untuk menopang lira. Namun dia mengejutkan para investor bulan lalu dengan memutuskan bahwa tidak ada kenaikan lagi yang diperlukan.

Erdogan, yang bersumpah untuk mengambil kendali lebih langsung atas kebijakan moneter setelah terpilih kembali pada Juni, adalah lawan sengit tingkat tinggi.

“Tetapi dengan sanksi Amerika, lira kemungkinan akan jatuh lebih jauh, memperkuat kasus kenaikan suku bunga. Mengingat konteks defisit akun-arus besar Turki dan ketergantungan pada arus masuk modal asing, ada risiko nyata dari tekanan makro yang lebih parah,” ujar Jason Tuvey, ekonom di Capital Economics London.

‘Threshold Kritis’
Konsumen tidak akan menjadi satu-satunya korban penyusutan yang tidak tertata. Beberapa kelompok industri besar telah menerapkan untuk merestrukturisasi utang senilai puluhan miliar dolar, yang mendorong bank untuk membuat buku aturan untuk permintaan serupa di masa depan.

Bank Turki sendiri memiliki sekitar 100 miliar dolar AS utang luar negeri yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan, menurut Inan Demir, seorang ekonom di Nomura International, London.

“Mereka biasanya diharapkan untuk menggulirkan kewajiban itu. Tapi dalam skenario di mana Halkbank mendapat denda besar, dan pemerintah menolak membayarnya, rasio rollover akan jauh lebih rendah,” ucap Demir.

Kemampuan Amerika untuk menimbulkan lebih banyak rasa sakit ekonomi sangat jelas, dan posisi domestik Erdogan sangat aman, sehingga pemimpin Turki mungkin lebih suka mundur, menurut CAP’s Hoffman.

“Sangat mungkin dia akan mencoba membuat kesepakatan yang tenang, di mana dia berjanji untuk membebaskan Brunson pada sidang berikutnya dengan imbalan lega dari sanksi lebih lanjut,” kata Hoffman.

Demir mengatakan itu mungkin sudah terlambat. Sanksi yang dikenakan oleh AS minggu lalu berada di ujung spektrum yang ringan. Tetapi masih, dalam pandangan pasar, ambang kritis dilewatkan. Dan bahkan jika tidak ada kerusakan diplomatik lebih lanjut, tingkat lira saat ini dan keseimbangan, Masalah sheet yang diciptakannya dapat membuat investor menjauh.

“Ini bukan merupakan kesimpulan sebelumnya. Bahwa kesengsaraan pasar Turki akan berubah menjadi krisis ekonomi. Tapi itu risiko besar,” katanya. (Bloomberg/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Kasus Ebola Terbaru di Kongo Dikonfirmasi Menewaskan 33 Orang

Epochtimes.id- Jumlah kasus yang dikonfirmasi terkait wabah baru virus Ebola di Kongo telah meningkat menjadi 13 kasus, termasuk tiga kematian seperti diungkapkan kementerian kesehatan Kongo, Sabtu (04/08/2018).

Organisasi Kesehatan Dunia – WHO- telah memperingatkan bahwa wabah baru dari virus mematikan ini di provinsi Kivu Utara menimbulkan tantangan khusus karena wilayah tersebut adalah “zona perang” dengan beberapa kelompok bersenjata aktif dan ribuan orang yang terlantar.

Kota terdekat Beni dan perbatasan dengan Uganda dan Rwanda mengalami kesulitan untuk menahan penyebaran wabah ini. Pasalnya, menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh mereka yang terinfeksi, termasuk orang yang meninggal dunia.

Kongo mengumumkan wabah terbaru pada 1 Agustus dengan empat kasus yang dikonfirmasi, seminggu setelah menyatakan pengumuman berakhirnya wabah tersebut dengan 33 angka kematian.

Kementerian negara itu mencatat 30 kemungkinan kasus Ebola terkait wabah baru. Lembaga itu mengatakan 33 kasus lainnya kini sedang diselidiki dengan pengujian dari balai laboratorium. Saat ini secara keseluruhan 33 orang tewas akibat wabah ini.

Vaksinasi secara massif terhadap dari 3.300 orang membantu dalam menahan wabah sebelumnya. WHO telah mengatakan berharap untuk mengetahui sedini mungkin apakah kasus ini wabah baru.

Direktur darurat WHO mengatakan 3.000 dosis vaksin masih di ibukota Kongo setelah dikirmkan ke sana untuk mengatasi wabah sebelumnya. WHO dapat mengirim hingga 300.000 dosis lebih “pada pemberitahuan yang sangat singkat,” kata Dr. Peter.

Kementerian Kesehatan Kongo mengatakan vaksin akan dipindahkan dari Kinshasa ke Ben untuk menjaga tetap optimal dikarenakan suhu minus di kota itu mencapai 70 derajat Celcius.

Kongo telah berurusan dengan Ebola selama beberapa dekade. Wabah ini adalah kasus ke sepuluh dari virus tersebut.

Ebola, pertama kali diidentifikasi di negara itu pada tahun 1976, menular ke manusia dari hewan termasuk kelelawar dan monyet. Tidak ada perawatan khusus, dan virus dapat berakibat fatal hingga 90 persen kasus.

WHO telah mengatakan “sinyal kejadian” dalam wabah baru terkait kematian seorang wanita 65 tahun yang telah dirawat di rumah sakit desa Mangina.

“Dia dimakamkan, kami percaya, dalam penguburan yang tidak aman dalam hal standar Ebola dan tujuh kematian telah terjadi di keluarga dekatnya,” kata Salama.

Kementerian Kesehatan Kongo mengatakan otoritas kesehatan setempat sedang mencari kasus-kasus yang dicurigai di provinsi tetangga di wilayah utara. Wilayah ini perbatasan dengan Sudan Selatan.

Kementerian setempat mengatakan secara keseluruhan lebih dari 875 kontak telah terdaftar sebagai tim mencoba untuk melacak siapa saja yang mungkin telah berhubungan dengan mereka yang sudah terinfeksi.

Atas dasar mempertimbangkan kelompok-kelompok bersenjata di wilayah tersebut, kementerian mengatakan bahwa mereka bekerjasama dengan kementerian pertahanan Kongo dan misi penjaga perdamaian PBB tentang keamanan bagi para pekerja kesehatan dan masyarakat. (asr)

Oleh Saleh Mwanamilongo/AP via The Epochtimes

Diserang Terus Oleh Media Kiri Polling Trump Malah Naik

Tang Hao

Jika Reagan adalah “Presiden Teflon”, kalau Trump mungkin boleh disebut “Presiden Anti-peluru” (bullet-proof president).

Pada 16 Juli lalu, Presiden AS Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan konferensi tingkat tinggi, setelah pertemuan itu, media arus utama Amerika dengan spontan melancarkan serangan opini publik yang luar biasa sengit terhadap Trump, bahkan siang-malam menyatakan Trump sebagai “pengkhianat negara”. Namun, hasil dari putaran baru perang media itu telah mengecewakan kubu anti-Trump sendiri.

Jajak pendapat yang diselesaikan pada tanggal 15 hingga 18 Juli yang dilakukan oleh “Wall Street JournaI” yang bekerjasama dengan NBC News menunjukkan bahwa dukungan opini publik Trump merambat naik dengan stabil, meningkat 1% menjadi 45% dibandingkan dengan bulan Juni; dukungan pemilih dari Partai Republik mencapai 88%, mencapai rekor tertinggi baru sejak ‘insiden 11 September’ 2001.

Jajak pendapat lain yang diselesaikan oleh Pusat Studi Politik Amerika Harvard University dan Perusahaan Harris (Harvard CAPS / Harris) pada tanggal 24 hingga 25 Juli, juga menunjukkan hasil yang sama yakni dukungan opini publik Trump mencapai 45%; dan dukungan dari keseluruhan pemilih AS terhadap Partai Republik juga meningkat menjadi 40%, menciptakan titik tertinggi di tahun ini.

Kedua jajak pendapat ini diselesaikan setelah pertemuan Trump & Putin dan semua mendapatkan hasil yang sama. Ini mencerminkan bahwa penyerangan dahsyat dan komentar radikal dari media condong-kiri terhadap Trump, tidak hanya tidak berefek terhadap Trump namun bahkan meningkatkan reputasi Trump.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

  1. Kinerja Trump unggul, publik sangat terkesan

Pertama-tama yang paling penting adalah kinerja Trump yang luar biasa, sangat nyata bagi publik.

Setelah Trump menjabat, ia berusaha keras merevitalisasi ekonomi, mengurangi pengontrolan oleh pemerintah, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan usaha dan menarik investasi dari dalam dan luar negeri, Akibatnya, tidak hanya tingkat pertumbuhan PDB di kuartal kedua dan ketiga tahun lalu melebihi 3%, tetapi juga tingkat pertumbuhan PDB pada kuartal kedua tahun ini mencapai 4,1%, menciptakan ketinggian baru sejak tahun 2014.

Trump menggunakan pandangan dan daya eksekusi seorang pengusaha, dengan tepat menerapkan berbagai kebijakan ekonomi, mereformasi penyakit ekonomi AS, meningkatkan pekerjaan dan pendapatan masyarakat, sehingga dukungan publik terhadap kebijakan ekonomi Trump melebihi 50%.

  1. Mencurahkan perhatian terhadap masalah penghidupan rakyat & mereformasi keamanan publik

Trump sebagai miliarder papan atas, namun dia telah lama memperhatikan masalah penghidupan dan sosial di tingkat akar rumput Amerika Serikat. Setelah dia menjabat segera  mengumumkan peningkatan upaya untuk memerangi masalah sosial seperti kecanduan opium dan obat-obatan serta penyalahgunaan narkoba dan lain-lain untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental warga: terutama untuk anak-anak muda.

Ketika masa remaja Trump pernah sekolah di kejuruan militer, setelah ia menjabat, sangat menaruh perhatian terhadap masalah perawatan medis veteran, dia berkali-kali mengeluarkan perintah administratif untuk mereformasi layanan perawatan veteran agar tentara yang pernah membela negara di medan perang setelah mereka kembali ke masyarakat, juga dapat menerima perlakuan yang bermartabat dan menikmati perawatan medis yang komprehensif.

Pada saat yang sama, Trump juga dengan keras menjaga perbatasan, menangkap dan memulangkan imigran gelap yang melakukan kejahatan di Amerika Serikat, serta bertindak cepat, tegas dan sukses dalam memberantas gangster transnasional terkenal MS-13, serta secara efektif meningkatkan keamanan publik AS yang diapresiasi oleh masyarakat dan para orang tua.

  1. Anti-terorisme cepat dan kuat, dengan keras melawan musuh dari luar.

Setelah Trump menjabat, ia dengan segera memerintahkan untuk memperkuat power militer, memperluas perekrutan pasukan dan sepenuhnya menyerahkan wewenang kepada militer untuk memimpin operasi terhadap ISIS.

Dalam waktu kurang dari setahun, ISIS hampir disapu habis oleh pasukan militer dan koalisi AS, hanya menyisakan sisa-sisa kekuatan sporadis yang kocar kacir kemana-mana.

Hasil anti-terorisme Trump yang luar biasa, bahkan seperti “Washington Post” yang selalu anti Trump, mau tak mau mendukungnya, “Di bawah pemerintahan Trump, perkembangan melawan ISIS telah mendapatkan kemajuan dramatis.”

Selain itu, Trump mengubah kebijakan politik penentraman pemerintahan Obama dan mengambil sikap keras terhadap “rezim brandal” seperti Iran, Korea Utara dan Kuba, serta negara-negara komunis atau sosialis seperti Partai Komunis Tiongkok dan Venezuela, tidak hanya mengecam secara terbuka di Majelis Umum PBB, tetapi juga menerapkan sanksi ekonomi yang keras untuk mengkonter. Perang Dagang AS-RRT saat ini adalah contoh gamblang.

Trump secara aktif memperkuat militer, tetapi pada prinsipnya “Perdamaian lebih diutamakan”, ia tidak sembarangan menggunakan kekerasan.

Tapi tahun lalu, pasca rezim Assad Suriah menyerang rakyat dengan senjata kimia berskala besar, tidak berprikemanusiaan dan melampaui garis terendah moralitas, maka keesokan harinya Trump juga tanpa ragu memerintahkan peluncuran 59 rudal Tomahawk yang membumi-ratakan sebuah pangkalan udara di Suriah, hal itu telah menciutkan nyali rezim Assad dan Rusia yang mendukung di belakang layar.

Gaya keras Trump melawan rezim jahat, keberaniannya untuk membela HAM (hak asasi manusia) dan keadilan, membuat rakyat AS merasakan kewibawaan pemerintah yang juga telah menghidupkan kembali pengaruh internasional Amerika Serikat.

Keterangan 1: Berkat karisma pribadi Presiden Reagan, hampir semua pidatonya dapat diterima oleh publik, itu sebabnya ia dijuluki: “Presiden Teflon”, yang berarti tidak menempel di kuali, tidak ada benda apapun yang bisa menempel padanya, yaitu kritikan tidak dapat melekat pada tubuhnya.

  1. Melakukan apa yang dikatakan, menepati janji

“Hanya bisa berbicara, tidak melakukan (All talks, no action).” Inilah kritikan konsisten Trump terhadap politisi Washington dan juga merupakan alasan utama kekecewaan berulang-ulang masyarakat terhadap kalangan politik Washington.

Trump yang telah malang melintang dalam industri konstruksi dan dunia bisnis selama beberapa dekade, tidak menyukai kemunafikan politisi, ia hanya melakukan pekerjaan yang konkrit dan berusaha memenuhi janji kampanyenya.

Bagi Trump, setiap suara yang memilihnya adalah satu lembar demi satu lembar kontrak transaksi, apa yang dia janjikan pada para pemilih pasti dia lakukan sesuai dengan apa yang dia katakan.

Oleh karena itu, termasuk pembangunan tembok perbatasan, pemotongan pajak, revitalisasi ekonomi, penguatan militer, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menindak imigran gelap, membenahi “kota suaka”, melawan perdagangan internasional yang tidak adil dll, sesuai dengan janjinya Trump telah mewujudkannya satu per satu., sangat berbeda dengan para politisi tua Washington.

  1. Komunikasi Langsung Dengan Warga, Jujur Terbuka Tidak Birokrat
  2. Menentang Pembenaran Politik, Temukan Kebebasan Berpendapat

Trump pernah secara lugas menyampaikan pandangannya tentang masalah “pembenaran politik (political correctness)”, ia sangat tidak suka kaum sayap kiri yang getol menciptakan berbagai ungkapan pembenaran politik, permukaannya mengatakan untuk melindungi kepentingan kaum minoritas, namun sesungguhnya memanfaatkan situasi tersebut untuk memperbesar kesenjangan antar kelompok, memprovokasi konflik dan bentrok, di saat yang sama menekan lebih lanjut dan membatasi kebebasan berpendapat kelompok lain.

  1. Bangkitkan Kembali Tradisi, Didukung Masyarakat Arus Utama

Trump yang berlatar belakang masyarakat golongan atas, sejak kecil telah dididik dengan tradisi keluarga, dan meyakini nilai-nilai tradisi Amerika yang diajarkan kedua orang tuanya padanya seperti “bekerja keras”, “hidup mandiri”, “mengutamakan keluarga” dan lain-lain.

Namun nilai tradisi tersebut perlahan mulai terlupakan dan dicampakkan sejak era tahun 60an ketika bangkitnya “gerakan anti kebudayaan” serta menyusupnya kekuatan sayap kiri ke dalam masyarakat, kekacauan masyarakat pun mulai menyebar luas.

Oleh karena itu setelah ia menjabat, Trump berupaya mengembalikan nilai-nilai tradisi, untuk membangkitkan kembali etika moralitas dan norma sosial.

  1. Rombak Sistem Pemerintahan, Bersihkan “Rawa Politik” Washington

Trump bisa mengatakan dan bisa mewujudkan. Tahun pertama menjabat, Trump telah membatalkan atau menunda lebih dari 1.500 aturan pengawasan pemerintah dan menanda-tangani instruksi administratif, meningkatkan kinerja administratif pemerintah secara signifikan, serta melonggarkan aturan pemecatan pada staf pemerintah federal, secara bertahap meningkatkan efektivitas operasional aparatur pemerintah.

  1. Media Massa Ulangi Lagu Lama, Masyarakat Sudah Muak

Sejak Trump menjabat, media massa sayap kiri secara menyeluruh memuat berita “Russian Gate”, berupaya membentuk sosok publik yang tidak baik terhadap Trump dengan berbagai berita intens dalam jumlah besar, bekerjasama dengan anggota kongres sayap kiri untuk mengobarkan dakwaan terhadap presiden dan untuk memaksa Trump turun dari jabatan.

Akan tetapi, setelah kasus “Russian Gate” diinvestigasi setahun lebih tidak membuahkan bukti apa pun. Walaupun media massa sayap kiri hampir setiap hari meneriakkan “Rusia”, atau “Russian Gate”, namun masyarakat AS sudah tidak tertarik lagi, bahkan memicu keraguan warga terhadap media massa tersebut.

Media Sayap Kiri dan Politisi Radikal Justru Bantu Trump

Jika disimpulkan, setidaknya sembilan faktor di atas telah membuat Trump didukung oleh rakyat, warga merasa jenuh terhadap media massa, juga menyebabkan berkali-kali perang opini oleh kaum sayap kiri terhadap Trump tidak efektif.

Trump, ibarat seorang presiden yang mengenakan rompi anti peluru. Bahkan serangan media yang membabi buta justru berbalik telah membantu Trump. Selain itu, serangan brutal media sayap kiri terhadap Trump justru membuat warga pemilih Partai Republik semakin bersatu mendukung Trump.

Media Sayap Kiri dan Akademisi Tinggalkan Aspirasi Warga Arus Utama

Satu setengah tahun serangan brutal, media massa tidak pernah berhasil mengguncang Trump, justru sebaliknya semakin membantu menaikkan tingkat dukungan terhadap Trump. Fenomena ini membuat banyak tokoh media juga akademisi sayap kiri mulai merenungkannya.

Namun yang disayangkan adalah, apa yang telah mereka pikirkan dan renungkan, mayoritas terpusat pada cara politik dan strategi operasional, yang mengarah pada konflik kekuasaan mikro, dan tidak benar-benar membawa sikapnya kembali ke posisi makro politik demokrasi “milik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”.

Oleh sebab itu mereka tidak habis pikir, mengapa Trump tidak bisa dijatuhkan? Mengapa politisi sayap kiri dan politikus penguasa Washington, segala perkataan dan tindakannya telah dirancang sedemikian seksama, diperhitungkan dan dikemas, namun tetap tidak mendapat pengakuan dari warga pemilih, bahkan hanya dengan satu kalimat pernyataan Trump saja, sudah bisa menghancurkan mereka?

Sebenarnya media massa, politisi dan akademisi sayap kiri telah menjauh dari jalur aspirasi warga arus utama, tanpa sadar melangkah semakin menjauh.

Mereka terlalu sibuk dengan konflik politik, dan telah melupakan tradisi, tidak tahu betapa pentingnya nilai tradisi, juga tidak berniat mendengarkan dan memahami pemikiran, penderitaan, keinginan, dan harapan warga, maka dengan sendirinya tidak akan bisa memahami mengapa dukungan warga terhadap Trump bisa begitu besar dan kuat.

Pemilu periode pertengahan di akhir tahun akan segera digelar, walaupun saat ini hasil survey menunjukkan tingkat dukungan terhadap Partai Republik agak tertinggal, namun dalam beberapa bulan terakhir, perlahan telah menyusul secara bertahap, bahkan ada peluang akan menduduki posisi atas.

“Dukungan terhadapnya (Trump) setiap naik satu persen, berarti hilangnya kursi Dewan pada pemilu periode pertengahan nanti akan semakin sedikit.”

Redaktur dari majalah politik AS “National Review” yakni Rich Lowry menganalisa, Trump akan mendapat semakin banyak dukungan warga, yang lebih jauh akan membuat Partai Republik meraih lebih banyak dukungan pada pemilu akhir tahun.

Trump, seorang “presiden anti peluru” ini, tak hanya membuat serangan media massa sayap kiri gagal, ia juga akan mengubah serangan media massa menjadi dorongan yang akan membantunya meningkatkan kepercayaan aspirasi rakyat, juga membantu warga Amerika mendorong tingkat kesejahteraan di masa mendatang. (LIN/SUD/WHS/asr)

 

Ledakan di Jembatan Italia Tewaskan Tiga Orang Lukai Puluhan Orang

EpochTimesId – Sebuah ledakan mobil tanker menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai puluhan lainnya di dekat kota Bologna, Italia. Insiden itu juga membuat beberapa bagian jembatan runtuh.

Polisi Italia mengatakan kepada kantor berita ANSA pada 6 Agustus bahwa 14 orang terluka parah dalam ledakan itu. Ledakan disebabkan oleh kendaraan yang membawa bahan yang mudah terbakar.

Insiden itu, yang terjadi di dekat Bandara Bologna, menurut polisi melukai sedikitnya 50 orang. Tetapi beberapa media lainnya melaporkan bahwa sebanyak 60 atau 70 orang terluka.

Rekaman video dan foto yang dipasang di media sosial menunjukkan betapa dahsyatnya ledakan besar. Bola api, dan asap membubung ke angkasa.

Polisi Italia memposting sebuah video yang menunjukkan kerusakan yang terjadi di jembatan setelah ledakan. Video menunjukkan sebuah kawah di tengah jalan.

Ledakan itu juga menghancurkan dealer mobil Peugeot di sekitar jembatan. Selain show room, beberapa toko lain di dekatnya juga mengalami kerusakan, seperti dikaporkan oleh The Local.

Sementara ANSA melaporkan, bahwa jendela puluhan rumah di kawasan itu juga hancur akibat getaran ledakan. Beberapa orang juga dilaporkan terkena semburan pecahan kaca terbang, saat jendela-jendela hancur di gedung-gedung sekitarnya.

Pejabat berwenang belum bisa memastikan jenis material apa yang ada di dalam mobil tanker itu. Namun kantor berita ANSA mengatakan bahwa muatan mobil itu adalah gas alam cair.

Ledakan itu dilaporkan terjadi setelah kecelakaan lalu lintas. Video menunjukkan api yang menyala di udara setelah ledakan, kemudian diganti oleh awan hitam tebal asap. Foto udara menunjukkan lubang menganga di jalan raya yang ditinggikan di samping mobil tanker.

Pihak berwenang mengatakan, persimpangan jalan raya utama telah ditutup di utara kota akibat kecelakaan itu. Jalan ini adalah jalur utama yang menghubungkan Italia utara dengan pantai Adriatik, destinasi populer saat Italia menuju liburan musim panas utama pada minggu depan. (Jack Phillips dan AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Media AS : PKT akan Kalah dalam Perang Dagang Tapi Bermanfaat Bagi Rakyat Tiongkok

oleh Xu Zhenqi

AS – Tiongkok berperang dengan mengenakkan tarif impor dan ada kemungkinan untuk berperang jangka panjang. Media Amerika Serikat merilis sebuah artikel yang mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) akan kalah perang tetapi itu bermanfaat bagi rakyat Tiongkok.

Amerika Serikat telah memberlakukan kenaikan tarif 25% atas komoditas impor Tiongkok  senilai USD. 34 miliar, dan Tiongkok pun telah membalas dengan jumlah yang sama terhadap komoditas impor dari AS.

Pada 1 Agustus Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menegaskan bahwa presiden Trump menginstruksikan dirinya mempertimbangkan untuk menaikkan tarif pajak dari 10 % menjadi 25 % atas komoditas impor senilai USD. 200 miliar.

Pada 3 Agustus, Departemen Perdagangan Tiongkok mengumumkan pemberlakuan pembalasan senilai USD. 60 miliar dengan tarif kenaikan dari 5% hingga 25%.

Tututan AS dalam perang perdagangan ini sangat jelas, yaitu ingin mengurangi defisit perdagangan dengan Tiongkok, mendesak Tiongkok membuka pasarnya, menghentikan praktik perdagangan yang tidak adil dan menghentikan pencurian teknologi.

Beijing tidak cukup siap untuk berperang dagang

Profesor Panos Mourdoukoutas, Direktur Institut Ekonomi Universitas Long Island New York pada 5 Agustus dalam artikelnya yang dipublikasikan Forbes dengan judul ‘Tiongkok (PKT) yang tidak cukup siap untuk berperang dagang dengan AS akan mengalami kekalahan, tetapi hal itu bermanfaat bagi rakyat Tiongkok’

Artikel menyebutkan bahwa tidak siapnya Tiongkok menghadapi perang, salah satu alasannya adalah karena pertumbuhan ekonomi negara itu sedang melambat, akibat terjebak ke dalam  ‘perangkap pendapatan menengah’ dan Lewis Turning Point.

Perangkap pendapatan menengah mengacu pada saat pendapatan per kapita suatu negara memasuki tingkat menengah di dunia, karena ketidakmampuannya dalam mewujudkan secara lancar transformasi dari modus pengembangan ekonomi, maka menyebabkan kurangnya momentum pertumbuhan baru yang akhirnya menimbulkan keadaan stagnasi ekonomi.

Lewis Turning Point mengacu pada penyusutan persediaan tenaga kerja cadangan yang mendorong kenaikan upah dan melemahkan keunggulan kompetitif negara dalam industri padat karya. Dibandingkan dengan India, Vietnam dan Indonesia, tenaga kerja Tiongkok menjadi mahal, memberikan tekanan tambahan pada pertumbuhan ekonomi negara itu.

Pada saat yang sama, Tiongkok belum membentuk pasar konsumen domestik yang kuat untuk beradaptasi dengan kapasitas produksi yang terus meningkat.

Artikel itu mengatakan bahwa inilah alasannya mengapa Tiongkok (PKT) harus tunduk pada tuntutan Amerika Serikat.

Pasar keuangan saat ini sudah merasakan akibat tersebut. Dalam tiga bulan terakhir, pasar saham Tiongkok turun 9,1%, sedangkan pasar saham AS naik 7,1%.

Presiden Trump menulis pesan di Twitter pada 4 Agustus : (Efek) tarif jauh lebih banyak dari yang diperkirakan orang. Pasar saham Tiongkok turun 27% dan mereka sedang berbicara dengan kami.

Data menunjukkan bahwa harga pasar saham Tiongkok sejak mencapai puncaknya pada bulan Januari tahun ini, hingga sekarang telah kehilangan 2,29 triliun dolar AS. Jatuh sebesar 27% dalam 8 bulan. Penurunan ini mencerminkan kecemasan investor tentang sengketa perdagangan Tiongkok – AS dan kekhawatiran tentang beban utang Tiongkok yang meningkat dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.

John Rutledge, kepala dari perusahaan investasi terkemuka Safanad pada hari Jumat (3 Agustus) di situs keuangan CNBC mengatakan bahwa pasar Tiongkok sangat dipengaruhi oleh arus modal asing, dan modal mengalir keluar dari Tiongkok.

Jika AS memenangkan perang, maka rakyat Tiongkok akan memiliki pasar terbuka

Brett F. Ewing, pemilik, Penasihat Keuangan Senior dan Kepala Strategi Pasar First Franklin Financial Services mengatakan, bagi AS, pandangan kemenangan dalam perang dagang dengan Tiongkok adalah memaksa rezim komunis itu untuk menghentikan praktik perdagangan tidak adil, menghentikan pencurian kekayaan intelektual dan melakukan reformasi yang berarti terhadap kemampuan penegakan hukum WTO.

Artikel Forbes mengatakan bahwa meskipun kalah dalam perang dagang dapat menjadi hal yang buruk bagi pemerintah Tiongkok, tetapi hal ini mungkin justru bermanfaat bagi rakyat Tiongkok.

Salah satu alasannya adalah Tiongkok akan menjadi unit ekonomi yang terbuka, menawarkan pilihan produk lebih banya kepada konsumen dalam negeri dengan harga yang lebih kompetitif.

Artikel menyebutkan : Hal ini karena mereka (Tiongkok) akan memiliki perekonomian yang lebih terbuka, persaingan yang nyata dari seluruh masyarakat internasional, bagi konsumen di negara manapun, hambatan perdagangan yang lebih rendah dan kontrol pemerintah yang berkurang adalah sebuah hal yang baik, tak terkecuali konsumen Tiongkok.

Wall Street Journal mengutip ucapan para ahli memberitakan bahwa kebijakan pemerintah Tiongkok adalah untuk mendorong rakyatnya membeli lebih banyak barang produksi domestik. Dengan kata lain, karena harga barang-produksi Tiongkok mahal, maka tarif tambahan untuk barang-barang impor diperlukan dalam rangka untuk mengimbangi  harga barang-barang impor. Pada saat yang sama, kualitas barang-barang luar negeri yang lebih unggul juga merupakan alasan mengapa masyarakat Tiongkok suka membeli barang impor.

Profesor Frank Tian Xie, Guru besar University of South Carolina juga mengatakan bahwa tujuan dari Presiden Trump mengenakan kenaik pajak untuk barang-barang buatan Tiongkok adalah untuk mengurangi defisit perdagangannya dengan Tiongkok. Ia tidak bermaksud untuk  membatasi masuknya komoditas Tiongkok ke Amerika Serikat, tetapi berharap bahwa lebih banyak barang AS untuk masuk ke Tiongkok.

Frank menjelaskan bahwa Trump menggunakan kenaikan tarif untuk memaksa Beijing membuka pasar domestiknya. Ketika barang AS yang berkualitas dan harganya murah masuk ke Tiongkok, rakyat Tiongkok benar-benar dapat menikmati manfaatnya dan menyadiri perbedaananya yang ada.

Artikel Forbes menyebutkan bahwa alasan lain jika PKT kalah perang dagang tapi menguntungkan rakyatnya adalah bahwa, mencegah pecahnya gelembung real estat, dan  memperbesar peluang kaum generasi muda untuk membeli rumah sendiri, menyadari akan beban perumahan yang terjangkau merupakan faktor penting dalam komposisi rumah tangga dan belanja konsumen. (Sin/asr)

Lebih dari Satu Polisi Swedia Tembaki Remaja Down Syndrom

Denmark – Jaksa Swedia menemukan fakta bahwa ada lebih dari satu petugas melepaskan tembakan ke arah remaja dengan keterbelakangan mental atau Down Syndrom. Jaksa tersebut bertugas menyelidiki apakah polisi melakukan kesalahan prosedural ketika menembak mati seorang penderita Down Syndrom berusia 20 tahun itu.

Remaja itu melambaikan pistol mainan, ketika polisi melepas tembakan ke arahnya, baru-baru ini.

“Pria (korban) itu memegang objek seperti senjata dan petugas melepaskan tembakan setelah menilai bahwa situasi itu sebagai ancaman,” Jaksa Negara, Martin Tiden mengatakan, akhir pekan lalu.

Tiden menambahkan bahwa penyelidikan ini dilakukan karena polisi telah menggunakan senjata mereka. Belum ditemukan ada petugas polisi yang dicurigai melakukan pelanggaran, walau penyelidikan akan terus dilanjutkan.

Korban, Eric Torell ditembak pada Kamis (2/8/2018) dini hari lalu di Stockholm. Dia meninggal karena luka tembak, tidak lama setelah diberondong timah panas.

“Kemudian telah ditetapkan bahwa benda itu adalah semacam mainan. Ada lebih dari satu petugas polisi menggunakan senjata api,” kata Tiden.

Ibu Torell, Katarina Soderberg, mengatakan kepada surat kabar Expressen bahwa putranya adalah orang yang paling manis dan paling menyenangkan di dunia.

Soderberg mengatakan bahwa Torell, yang memiliki Down Syndrome dan autisme berjuang untuk berkomunikasi. Dia dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah beberapa jam sebelumnya.

“Dia hampir tidak bisa berbicara, dia hanya bisa mengatakan ibu, ibu,” Soderberg mengatakan kepada tabloid Expressen pada hari Kamis.

Dia menambahkan, mainan plastik itu menyerupai senapan mesin ringan. Mainan itu diberikan kepadanya sebagai hadiah untuk ulang tahunnya yang kelima.

Polisi Swedia mengakui penembakan itu dan mengatakan penyelidikan terkait kemungkinan kesalahan ada pada petugas polisi telah dimulai. Tetapi mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Kepala polisi Stockholm, Ulf Johansson pada hari Jumat (3/8/2018) lalu menyebut penembakan itu sebagai peristiwa yang mengerikan.

“Ini sangat tragis bagi semua yang terlibat, dan saya memiliki pemahaman dan rasa hormat yang besar bahwa apa yang terjadi telah membangunkan banyak perasaan bingung,” kata Johansson dalam sebuah pernyataan terpisah.

Tiden tidak bisa mengatakan berapa lama penyelidikan akan berlangsung. Radio publik Swedia mengatakan Torell adalah orang keenam yang ditembak mati oleh polisi, hingga pertengahan tahun ini. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Bankir Daratan yang Menggelapkan Miliaran Dikirimkan Balik ke Tiongkok

0

Mantan bankir yang melarikan diri ke Amerika Serikat selama 17 tahun dipaksa untuk kembali ke Tiongkok untuk menghadapi hukuman dan penjara. Pada tahun 2001, Bank of China, selama proses penyelidikan internalnya, menemukan US$482 juta dicuri dari cabang Kaiping. Awalnya para staf berpikir bahwa itu adalah masalah teknis dalam sistem komputer; Namun, setelah beberapa putaran berjalan melalui laporan rekening, mereka akhirnya menyimpulkan bahwa itu adalah penyalahgunaan dana besar.

Segera setelah kasus tersebut terungkap, Xu Chaofan menghilang. Yang juga menghilang adalah Yu Zhendong dan Xu Guojun. Ketiganya telah menjabat sebagai Presiden cabang Guangdong Kaiping sejak 1990-an, di mana Xu Guojun pada waktu itu adalah petahana. Ketiganya memperoleh paspor Hong Kong palsu dan mengajukan visa AS dan mengadakan pernikahan palsu dengan warga negara AS yang dinaturalisasi di Hong Kong. Xu Chaofan, Xu Guojun, dan istri mereka kemudian melarikan diri ke AS dengan identitas palsu, dimana banyak uang telah dicuci melalui rekening-rekening kasino Las Vegas.

Pada tahun 2004, Xu Guojun ditangkap di Kansas dan kemudian pada tahun yang sama, Xu Chaofan ditangkap di Oklahoma. Mereka berdua dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Federal Las Vegas pada tahun 2008 atas tuduhan kegiatan pemerasan yang termasuk terlibat dalam transaksi moneter dengan uang curian, pengiriman uang yang dicuri, serta pemalsuan paspor dan visa. Kedua pria tersebut dihukum karena kejahatan dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara di Amerika Serikat pada tahun 2009. Xu Chaofan telah menjalani masa hukumannya sampai ia menerima repatriasi (pemulangan) setelah tekanan oleh AS dan pihak berwenang Tiongkok.

Tiongkok telah meningkatkan tekanan pada tersangka korupsi di luar negeri dengan meminta keluarga untuk menghubungi mereka dan mendorong mereka untuk kembali, serta dengan mempublikasikan rincian pribadi, seperti alamat mereka. Tetapi telah memiliki keberhasilan yang terbatas dalam mengamankan kerja sama dari negara-negara Barat seperti Australia, Kanada, dan Amerika Serikat, dimana kehidupan yang paling banyak dicari, terutama karena apa yang dilihat oleh pemerintah-pemerintah negara tersebut sebagai kurangnya transparansi dan proses hukum dalam sistem peradilan Tiongkok. (ran)

Aksi Baru AS Pasti Berdampak Pada Rapat Tahunan PKT

Zhou Xiaohui

Di saat Presiden Trump menyatakan mungkin akan memungut bea masuk terhadap USD 500 milyar produk RRT, Rapat Beidaihe setahun sekali yang akan segera digelar awal Agustus yang akan datang juga menarik perhatian kalangan luar, karena baru-baru ini berbagai rumor beredar di Beijing, juga telah beredar kabar beberapa sesepuh PKT (Partai komunis Tiongkok) membuat surat bersama melakukan “intervensi pemerintahan”, dan seruan “Putusan pada suara tunggal pimpinan” dari Wang Huning yang mengepalai Departemen Propaganda yang juga Liu He yang mengepalai perundingan dagang RRT-AS, serta Li Zhanshu pada Kongres, semakin membuat dugaan masyarakat akan situasi politik yang tidak stabil.

Walaupun pihak luar tidak mengetahui masalah sebenarnya yang terjadi di dalam internal PKT, tapi bisa dipastikan semakin memperburuk keadaan bagi para petinggi Zhongnanhai yang telah dibuat was-was dengan perang dagang.

Dan Rapat Beidaihe (rapat tahunan elit PKT yang dilangsungkan di pantai Beidaihe) akan menghadapi banyak masalah pelik, dampak apa yang akan ditimbulkan, perubahan apa yang akan terjadi, pihak luar terus mengamatinya.

Tetapi, yang mendatangkan dampak baru terhadap Rapat Beidaihe adalah serangkaian kegiatan penting yang diselenggarakan oleh Kemenlu AS belum lama ini.

Menurut berita Epoch Times tanggal 24 Juli lalu, Konferensi Kebebasan Beragama Tingkat Menteri akan diselenggarakan pertama kalinya dalam sejarah AS. Konferensi ini akan dihadiri oleh menteri luar negeri lebih dari 40 negara, juga perwakilan dari berbagai ormas juga organisasi beragama dari lebih 80 negara di dunia.

Mereka akan menghadiri konferensi resmi selama tiga hari yakni 24, 25 dan 26 Juli serta berbagai rapat sampingan yang akan digelar hari Jum’at (27/7) di berbagai lokasi seperti pada Kongres, dan lain-lain. Tanggal 23 Juli lalu, rapat sampingan perdana yang digelar pada Dewan Senat Federal telah dilangsungkan.

Penulis bernama Greg Mitchell selaku moderator rapat sampingan perdana saat diwawancarai mengatakan, “Hari ini telah diadakan suatu rapat sampingan, kami memfokuskan pada penindasan yang terjadi di Tiongkok. Ini baru permulaan, kami memiliki rencana jangka panjang. Kami perlu membentuk aliansi ini, suatu jaringan dan aliansi yang terdiri dari berbagai wajah yang berbeda dari seluruh dunia, untuk memberi tekanan terhadap PKT.”

Aliansi ini “tidak hanya terbatas di Washington DC, Amerika, dan negara Barat saja, melainkan berasal dari seluruh dunia, bahkan dari sekutu Beijing sendiri seperti Rusia, Brazil, Afrika Selatan dan lain-lain.”

Dalam rapat ini, wakil kepala Pusat Informasi Falun Dafa yakni Larry Liu, juga praktisi Falun Gong bernama Chi Lihua, dan ketua Proyek HAM Uyghur bernama Nury Turkel diundang untuk menyampaikan pidato mereka.

Masing-masing mereka menjelaskan penindasan kejam yang telah dialami oleh Falun Gong dan suku Uyghur di Tiongkok. Seorang penulis Kanada bernama Sheng Xue yang menghadiri kegiatan tersebut sebagai pendengar mengatakan, di dunia ini banyak sekali negara demokrasi yang salah kaprah saat berurusan dengan RRT.

“Mereka memperlakukan Beijing sebagai rezim negara pada umumnya, yang harus mereka sadari adalah RRT merupakan rezim negara yang berpaham terorisme.”

Mungkin, hanya kabar yang terlontar dari rapat sampingan perdana saja, kita sudah bisa menangkap apa topik diskusi utama yang akan dibahas oleh menlu dari 40 negara dan berbagai organisasi dari 80 negara dunia dalam rapat resmi selama tiga hari ini, yakni kebebasan beragama, dan masalah intinya adalah masalah Falun Gong yang selama 19 tahun ini terus ditindas dan dianiaya oleh PKT.

Masih segar dalam ingatan tanggal 29 Mei tahun ini, Kemenlu AS mempublikasikan “Laporan Kebebasan Beragama Internasional” tahun 2017, lagi-lagi RRT masuk dalam daftar “negara yang diawasi khusus”.

Laporan itu juga menyoroti kondisi Falun Gong, agama Kristen dan berbagai kelompok beragama lainnya yang mengalami penindasan. Versi mandarin laporan tersebut bahkan muncul di situs internet milik Kedubes dan Konsulat Jendral Amerika di RRT, ini membuat rakyat Tiongkok semakin bisa melihat jelas kekejaman penindasan oleh PKT, yang banyak ternoda dalam hal Hak Asasi Manusia.

Seminggu setelah hari yang istimewa yakni hari dimulainya penindasan terhadap Falun Gong 19 tahun yang lalu yakni tanggal 20 Juli 1999 oleh PKT, digelarlah rapat “Create a New Situation”, yang menyampaikan sinyal sangat jelas bagi Beijing, bahwa pemerintahan Trump tidak akan meneruskan kebijakan “berpangku tangan” seperti pemerintahan AS yang sebelumnnya, terutama dalam masalah Falun Gong.

Seperti diketahui, menghadapi penindasan kejam PKT terhadap Falun Gong selama belasan tahun, khususnya perampasan organ tubuh yang merupakan kejahatan yang belum pernah ada di muka bumi ini, Amerika dan pemerintahan negara Barat lainnya tidak banyak melakukan apa-apa bahkan sangat terbatas karena adanya pertimbangan kepentingan (bisnis).

Dari sudut pandang tertentu, bungkamnya pemerintahan Barat juga merupakan pembenaran terhadap kejahatan yang dilakukan PKT, dan ini juga membuat aura negara Barat yang senantiasa menghormati dan memprakarsai HAM  menjadi buram.

Setelah menjadi presiden, Trump tidak hanya menekan Beijing secara ekstrim pada masalah perdagangan, dalam bidang HAM juga memperlihatkan sikap yang keras, seperti berjanji akan mendukung penuh “UU Global Akuntabilitas HAM Magnisky”; menjabarkan 13 orang pelaku penindasan HAM, termasuk Sekretaris Komisi Partai Institut Kepolisian Beijing yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Keamanan Publik Kota Beijing yakni Gao Yan; mundur dari UNHRC (Dewan Hak Asasi Manusia – PBB); membalas surat bagi keluarga praktisi Falun Gong yang ditindas, dan lain sebagainya.

Sementara Menlu Pompeo juga menekankan “mendorong kebebasan beragama adalah prioritas pemerintahan Trump”, dan menggelar konferensi tingkat menteri mendorong kebebasan yang dihadiri menteri dari 40 negara, adalah “pernyataan perang” terhadap pemerintahan Beijing.

Subteks dari “Create a New Situation” kemungkinan adalah, berkat inisiatif Amerika negara-negara tersebut akan membentuk aliansi, mengambil tindakan nyata secara serempak terhadap PKT atas kejahatan HAM paling kejam yang dilakukannya.

Tindakan AS yang belum pernah ada sebelumnya ini ditakdirkan akan memberi dampak yang juga belum pernah ada sebelumnya terhadap Rapat Beidaihe yang akan digelar tak lama lagi, karena begitu pemerintahan banyak negara mengambil tindakan terbuka secara bersamaan terhadap PKT, maka kejahatan PKT itu tidak hanya akan diketahui oleh semakin banyak masyarakat dunia dan akan semakin dikecam keras, sementara di Tiongkok sendiri, pergolakan yang akan timbul di kalangan petinggi PKT juga akan semakin serius.

Ini karena masalah Falun Gong yang merupakan inti permainan yang selama lima tahun terakhir ini akan kembali diposisikan di tingkatan yang tinggi, dan dalang penindasan ini yakni Jiang Zemin, Zeng Qinghong dan kawan-kawan juga akan meronta-ronta menjelang ajalnya, memberontak berusaha melawan menyelamatkan diri.

Mungkin waktu yang tersisa bagi kedua belah pihak telah memasuki tahap hitungan mundur. (SUD/WHS/asr)