Bagaimana Vaping Mempengaruhi Kesehatan Anda, Lihat Hasil Studi-studi Ini

Epochtimes.id- Banyak orang beranggapan bahwa vaping lebih aman daripada merokok, kebanyakan orang akan setuju.

Alasan ini muncul karena tidak ada tembakau yang dibakar dan karena tidak ada asap yang dihirup.

Orang-orang beranggan bahwa vaping tidak banyak merusak paru-paru daripada merokok tradisional.

Tetapi itu tidak berarti bahwa vaping aman, dengan imajinasi apa pun.

Beberapa studi yang baru-baru ini diterbitkan menunjukkan bahwa vaping tampaknya dikaitkan dengan risiko serangan jantung yang meningkat secara drastis.

Lebih lanjut, zat seperti arsenik, kromium, dan mangan — semuanya berpotensi berbahaya — ditemukan dalam uap.

Termasuk, uap e-cig dapat menyebabkan bakteri berbahaya menempel di sisi saluran udara, demikian hasil studi lain menunjukkan

Nikotin yang terhirup dalam uap e-cig juga dapat menyebabkan kerusakan DNA, berdasarkan sebuah studi dari New York University.

Sedangkan studi baru-baru ini dari Proceedings of National Academy of Sciences Amerika Serikat menunjukkan perangkat yang menggunakan baterai masih dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius.

“Kami mengusulkan agar ECS (asap rokok) bersifat karsinogenik dan perokok e-cig memiliki risiko lebih tinggi daripada non-perokok untuk mengembangkan kanker paru-paru dan kandung kemih dan penyakit jantung,” tulis para peneliti.

Menurut pengujian yang dijalankan pada tikus, mereka yang terpapar asap rokok dari e-cigarette memiliki tingkat kerusakan DNA yang lebih tinggi di kandung kemih, jantung dan paru-paru dibandingkan dengan pernapasan yang biasa dihirup.

Namun sistem perbaikan yang melindungi dari kanker pada tikus yang terpapar asap e-cigarette juga rusak.

“Penting untuk dicatat bahwa banyak perokok e-cig telah mengonsumsi kebiasaan merokok e-cig tidak harus melakukannya untuk tujuan berhenti merokok (merokok tembakau), melainkan karena mereka mengasumsikan bahwa rokok elektronik sangat aman,” tulis para ilmuwan. (asr)

Petugas Konsulat Jenderal AS Guangzhou Kena Serangan Suara Misterius

0

EpochTimesId – Seorang petugas dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Guangzhou, Tiongkok mengaku mengalami cedera otak ringan. Cedera itu diduga akibat terkena serangan suara misterius.

Kasus ini mengingatkan khalayak pada kasus diplomat AS yang diserang dengan gelombang suara misterius yang menyebabkan penyakit sonik di Kuba. Departemen Luar Negeri AS pun kemudian mengeluarkan peringatan kesehatan kepada warga AS di Tiongkok, Rabu (23/5/2018) waktu setempat.

Petugas AS tersebut menuturkan, serangan terhadap dirinya berupa gelombang suara halus dan samar-samar tetapi abnormal. Dia menemukan cedera otak setelah berbulan-bulan terkena serangan suara misterius.

Menteri Luar Negeri AS Pompeo dalam acara dengar pendapat di kongres pada hari Rabu mengatakan bahwa dari sudut pandang kedokteran, kejadian tersebut sangat mirip dengan insiden serangan terhadap personil diplomat AS di Kuba.

“Kami sedang mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi di Havana, dan yang kini terjadi di Tiongkok,” kata Pompeo.

Departemen Luar Negeri Amerika menaruh perhatian tinggi terhadap kejadian ini. Kedutaan Besar AS di Beijing memastikan bahwa petugas yang bekerja pada Konsulat AS di Guangzhou tersebut adalah seorang warga AS.

Juru bicara Kedutaan Besar AS mengatakan bahwa karyawan tersebut melaporkan bahwa ia mengalami berbagai gejala gangguan pada fisiknya sejak akhir tahun 2017 hingga bulan April tahun ini. Dia kemudian dikirim ke Amerika Serikat untuk evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh.

“Hasil klinis dari penilaian ini cocok dengan cedera otak traumatis ringan,” katanya.

Departemen Luar Negeri memberitahukan bahwa pemerintah AS tidak tahu apa yang menyebabkan gangguan yang terjadi pada fisik pegawai AS di Guangzhou. Dewan Negara hanya dapat merekomendasikan agar yang bersangkutan menjauhi bunyi yang menyerangnya.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS di Tiongkok mengatakan bahwa Dewan Negara menaruh perhatian tinggi terhadap kejadian ini. Mereka bekerja keras untuk memastikan penyebab dan dampaknya.

Juru bicara itu juga mengatakan bahwa Beijing juga sedang menyelidiki masalah ini.
Kedutaan Besar AS di Beijing juga mengeluarkan pernyataan bahwa siapa pun yang memiliki gejala ini harus berkonsultasi dengan ahli medis.

“Di Tiongkok, jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa dari pendengaran atau perasaan, disertai dengan suara yang tidak biasa atau suara yang menusuk, jangan mencoba untuk menemukan (sendiri) sumbernya. Segera pergi menjauhi tempat di mana suara itu berada,” tulis pengumuman situs Kedutaan.

Pompeo mengatakan bahwa pihaknya telah meminta Tiongkok untuk mematuhi komitmen yang ditetapkan dalam Konvensi Wina. Tiongkok diminta untuk melindungi keamanan pejabat AS yang ditempatkan di negaranya.

Menlu Tiongkok tidak langsung menanggapi permintaan Wall Street Journal untuk memberikan komentar.

Sebelumnya dilaporkan, bahwa diplomat AS juga menderita serangan melalui gelombang suara misterius di Kuba. Dalam dua tahun terakhir, sejumlah diplomat AS di Kuba juga melaporkan bahwa mereka juga menderita gangguan penyakit yang sama.

Washington menyatakan bahwa itu adalah serangan melalui gelombang suara. Akan tetapi mereka tidak menuduh pihak berwenang Kuba sebagai pelaku atau penanggungjawab serangan.

Pada akhir tahun 2016, lebih dari 20 diplomat AS dan keluarga mereka menderita gejala pusing, gegar otak, dan gangguan pendengaran. Para pejabat AS mengatakan itu adalah ‘serangan yang ditargetkan’.

Pada bulan Januari tahun ini, seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan kepada Senat bahwa para penyelidik AS tidak dapat menentukan para pelaku atau sarana penyerangan yang digunakan.

Diplomat yang menjadi korban menggambarkan suara itu sebagai, “suara berdengung, gemerincing logam, dan jeritan keras dan melengking.”

Departemen Luar Negeri AS membentuk sebuah kelompok ahli pada tahun 2017 untuk menyelidiki kasus ini. Panel ahli tersebut mengatakan bahwa temuan awal kemungkinan terkait dengan neurotrauma dari sumber yang tidak alami. Saran dari panel adalah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pompeo menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada yang dapat mengkaitkan kejadian di Tiongkok dengan di Kuba.

Seorang pejabat Kedutaan AS di Beijing mengatakan, “Saat ini kami belum dapat mengkaitkan insiden di Havana, tetapi kami sedang menyelidiki semua kemungkinannya.”

Pada bulan Maret tahun ini, Dewan Negara memutuskan untuk menarik 60 persen anggota diplomat AS dari Kuba karena masalah kesehatan. Sebelumnya, 15 orang pegawai Kedutaan Kuba untuk AS diperintahkan untuk meninggalkan Amerika Serikat, tetapi Washington belum secara resmi menuduh Kuba melakukan serangan yang disengaja.

Pada bulan April tahun ini, beberapa diplomat Kanada di Havana mengeluh karena menderita gejala gangguan serupa yang dialami para diplomat AS. Pemerintah Kanada kemudian mengurangi jumlah personel diplomatik di Kuba.

Departemen Urusan Global Kanada menyatakan bahwa tes medis yang sedang berlangsung telah meningkatkan kecenderungan pada pendapat bahwa kerusakan otak tipe baru tersebut tidak, atau belum dapat didefinisikan oleh ahli medis.(Xia Yu/ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Pesawat Pribadi Gagal Mendarat di Pemukiman Sebelah Bandara

0

Kredit Video : Facebook Jarrod Brown

EpochTimesId – Sebuah pesawat jet pribadi jenis Gulfstream gagal mendarat di Bandara Internasional Toncontín, Honduras, Selasa (22/5/2018) waktu setempat. Pesawat tersebut tercatat berangkat dari Austin, Texas, Amerika Serikat.

Dikutip The Epoch Times dari Express, pesawat pribadi itu tergelincir saat mendarat di ujung landasan yang pendek. Pesawat kemudian terlempar melompati selokan kecil menuju pemukiman di luar kawasan bandara.

Pesawat terhenti ketika menghantam gundukan tanah di seberang jalan raya di luar area bandara. Pesawat itu pun terbelah menjadi dua dan tersangkut di atas jalan raya.

Pesawat itu berisikan enam orang, baik pilot dan penumpang. Untungnya enam orang penumpang yang ada di atas pesawat selamat dan tidak mengalami luka serius. Warga setempat juga tidak ada yang menjadi korban.

https://www.facebook.com/jarrod.brown.1069/posts/10155833919958285

“Tidak ada korban jiwa,” kata Kepolisian Nasional Honduras dalam sebuah pernyataan.

“Lima penumpang dirawat di rumah sakit dalam kondisi stabil dan menerima perawatan,” Rumah Sakit Tegucigalpa Hospital Escuela Universitario menegaskan.

Petugas darurat kemudian segera bergegas mendatangi lokasi kejadian. Petugas pemadam kebakaran juga langsung menyemprotkan rongsokan pesawat dengan busa guna mencegah kebakaran.

Sejumlah petugas evakuasi juga langsung berusaha keras mengeluarkan penumpang yang terperangkap dalam reruntuhan pesawat.

Pesawat ini terdaftar sebagai milik TVPX Aircraft Solutions Inc. di North Salt Lake, menurut catatan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat, seperti dikutip dari The Washington Post.

Jarrod W. Brown, yang tiba di bandara sekitar satu jam sebelum kecelakaan itu memotret dan merekam suasana rongsokan pesawat dengan kamera ponsel. (Henry Jom/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Uni Eropa dan G7 Kompak Menolak Mengakui Hasil Pemilu Venezuela

EpochTimesId – Kanada dan negara-negara G7 bersama dengan Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama, Rabu (23/5/2018) waktu setempat. Mereka mengatakan kompak dan bersatu dalam menolak pemilihan presiden di Venezuela baru-baru ini.

Pemilihan 20 Mei 2018 yang diklaim dimenangi oleh petahana Nicolas Maduro telah memicu kecaman berskala luas. Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland sebelumnya menyebut pilpres tersebut ‘tidak sah dan anti-demokrasi’.

Pernyataan bersama mengatakan, “Pemilu gagal memenuhi standar internasional yang diterima dan tidak mengamankan jaminan dasar untuk proses yang inklusif, adil dan demokratis. Sehingga pemilihan dan hasilnya kurang legitimasi dan kredibilitas.”

G7 dan UE menambahkan bahwa rezim Maduro berusaha dan sedang memantapkan cengkeraman otoriternya. Sementara pada sisi lain, rakyat Venezuela terus mengalami pelanggaran hak asasi manusia dan perampasan kebebasan yang serius.”

Pernyataan itu menyerukan kepada Maduro untuk memulihkan demokrasi konstitusional di Venezuela. Maduro dituntut menjadwalkan pemilihan yang bebas dan adil, segera membebaskan semua tahanan politik, memulihkan otoritas Majelis Nasional, dan menyediakan akses penuh, aman dan tanpa hambatan terhadap para pelaku kemanusiaan.

Pada hari Senin (21/5/2018), pemerintah Kanada menerapkan beberapa tekanan tersendiri terhadap Venezuela. Kanada mengatakan tidak akan berusaha untuk menggantikan duta besarnya di Caracas dan akan ‘menurunkan’ tingkat hubungan diplomatiknya dengan negara Amerika Selatan itu.

Ottawa juga memberlakukan larangan kerja sama militer resmi dengan Venezuela dan memastikan kedutaan Kanada di Caracas hanya dipimpin oleh seorang ‘pengurus kepentingan’ alih-alih seorang duta besar. (The Cannadian Pers/The Epoch Times)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Rusia Ujicoba Tembakkan Rudal Jarak Jauh

EpochTimesId – Rusia menguji-coba rudal balistik antarbenua jarak jauh, yang dikenal sebagai ICBM. Sebanyak empat rudal ditembakkan dari kapal selam, menurut media yang dikelola pemerintah Rusia.

Kantor Berita TASS yang didukung negara melaporkan bahwa sebuah kapal selam, Yuri Dolgoruky, menguji empat ICBM dari posisi di bawah permukaan air laut.

“Rudal menghantam target yang ditentukan di kawasan latihan dan ujicoba Kura di Kamchatka, kawasan Timur Jauh Rusia. Tembakan salvo oleh sejumlah rudal ini dilakukan oleh kapal penjelajah bawah laut adalah Proyek untuk pertama kalinya,” lapor agensi berita tersebut.

Ujicoba itu bertajuk, ‘kapal selam menguji-menembakkan rudal Bulava’.

“Rudal balistik telah diluncurkan, semua berjalan normal,” kata komandan kapal selam itu kepada media pemerintah.

Komandan kapal selam menambahkan, bahwa itu adalah pertama kalinya rudal ICBM diluncurkan dari kapal selam jenis itu.

Sementara itu, dilaporkan minggu ini bahwa Rusia dijadwalkan untuk mengoperasikan RS-28 Sarmat, yang dikenal sebagai “Rudal SS-X-30 Satan 2” pada tahun 2020.

“Uji coba sistem menjanjikan lainnya terus berlanjut. Tidak lama lagi, mereka akan mulai melayani pasukan strategis kami,” kata Presiden Rusia Vladimir Putin, menurut The Diplomat.

“Maksud saya pertama-tama sistem Sarmat yang akan memasuki layanan operasional pada 2020, sistem Avangard akan beroperasi pada 2019 dan disusul sistem lainnya.”

Resimen militer dengan Sarmat ICBM dijadwalkan untuk diterapkan pada 2021, publikasi tersebut melaporkan.

“Resimen pertama akan menerima dua ICBM RS-28, dan diharapkan untuk menyebarkan total enam RS-28. (Resimen rudal terdiri dari hingga 10 rudal dan sekitar 400 personel militer),” lapor Diplomat.

“RS-36, arus utama kekuatan ICBM berbasis darat di Rusia, akan perlahan-lahan dihapus mulai tahun 2020-an. RS-36 diharapkan tetap beroperasi hingga setidaknya 2024, tetapi umur operasional mereka dapat diperpanjang hingga 2027 tergantung pada jadwal induksi RS-28.”

Sayangnya, program tersebut mengalami sejumlah penundaan. Sehingga, bisa dipastikan Sarmat tidak akan mungkin beroperasi pada 2021. (The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :
https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Virus Nipah yang Mematikan dan Belum Ada Obatnya Menyerang India

oleh Zhang Zhi

Virus Nipah yang langka dan sangat mematikan ditemukan di negara bagian Kerala, India bagian selatan dan telah menyebabkan korban tewas melonjak menjadi 10 orang, 25 orang lainnya terinfeksi.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan bahwa saat ini belum ada  vaksin untuk mencegah terserang virus Nipah dan tidak ada obat untuk mengatasinya. Setelah terinfeksi, rumah sakit hanya dapat mengambil tindakan berupa perawatan suportif kepada pasien.

Virus Nipah dianggap sebagai virus mematikan yang baru muncul. Para ilmuwan yang  menemukan virus tersebut dalam 20 tahun terakhir memperkirakan bahwa virus yang berasal dari kelelawar itu kemudian menyebar ke manusia dan spesies lainnya.

Virus dapat ditularkan dari orang ke orang dan saat ini tidak ada obat untuk mengatasinya. Dalam sebagian besar epidemi, tercatat 40 hingga 75% dari pasien yang terinfeksi mengalami kematian.

Pada Minggu (20 Mei), setidaknya 9 orang di negara bagian Kerala, India meninggal karena virus yang langka dan sangat mematikan ini. 3 orang korban di antaranya dikonfirmasikan  terinfeksi virus Nipah, dan enam orang lainnya memiliki gejala penyakit tersebut, termasuk dua orang yang meninggal di Distrik Kozhikode dan 4 orang di Distrik Malappuram.

CNN mengutip laporan dinas kesehatan masyarakat di Kerala memberitakan bahwa  3 orang korban meninggal dunia akibat wabah Nipah ini adalah dua kakak beradik yang berusia 20-an tahun dan bibi mereka yang berusia 50 tahun. Sedangkan ayah mereka yang berusia 56 tahun juga terinfeksi dan saat ini berada di rumah sakit dengan kondisi kesadarannya menurun dan mempertahankan hidup dengan menggantungkan peralatan medis.

Menurut Times of India, seorang perawat wanita dari Rumah Sakit Perambra Taluk di Kerala meninggal pada Senin (21 Mei) dan dia mungkin tertular saat merawat pasien yang terinfeksi virus Nipah. Kematian perawat ini menaikkan korban tewas menjadi 10 orang. Setidaknya 25 orang dirawat di rumah sakit, dan lebih dari 40 orang sedang menjalani uji laboratorium.

Ketika perawat meninggal, dia bahkan tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya (termasuk dua anaknya dan suaminya). Dan suaminya Sajeesh mendengar bahwa istrinya yang sakit itu baru saja pulang dari daerah Teluk pada dua hari lalu.

“Pada saat-sat terakhir, ia menyadari bahwa dia mungkin terkena infeksi virus yang berisiko kematian bagi dirinya. Dia hidup untuk membantu orang lain. Kematiannya telah menjadi sebuah pengorbanan baginya,” demikian kata V. Balan, paman dari perawat tersebut.

Kasus kematian menunjukkan bahwa virus Nipah dapat menyebabkan pandemi dari virus mematikan ini. Inilah sebabnya mengapa Organisasi Kesehatan Dunia telah menempatkan virus Nipah, virus Ebola dan pneumonia atipikal sebagai target penelitian yang mendesak.

Infeksi virus nipah dapat memunculkan gejala berupa demam, sakit kepala, kehilangan sensasi arah, dan kebingungan mental. Dalam kondisi akut, pasien dapat mengalami gangguan pada pernafasan, yaitu paru-paru tidak dapat menghirup cukup oksigen atau menimbulkan encephalitis (radang otak) yang mematikan; Ini bisa membuat pasien tidak sadarkan diri dalam 48 jam setelah sakit.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, virus dapat menyebar melalui kontak dengan hewan atau manusia, dan dalam beberapa hari itu sudah (yang terinfeksi) mengalami gangguan dari sakit kepala dan rasa kantuk yang berat sampai kehilangan kesadaran. Perawatan di rumah sakit pun hanya dapat dilakukan secara terbatas berupa perawatan suportif karena tidak ada obatnya.

Setelah kasus infeksi pertama dilaporkan pada Sabtu (19 Mei), Dinas Kesehatan Kerala memberi tahu Kementerian Kesehatan India dan Organisasi Kesehatan Dunia. Pinarayi Vijayan, menteri utama Kerala pada Senin menulis pesan melalui Twitter mengingatkan seluruh aparat dan warga negara bagian untuk meningkatkan kewaspadaan dan membuka posko pemantauan yang beroperasi 24 jam.

Dilaporkan bahwa terdapat 14 orang yang mengunjungi rumah sakit untuk melihat jenasah orang yang terinfeksi virus Nipah dan 27 orang staf medis yang memiliki kontak dengan pasien yang kemudian meninggal dunia selama perawatan. Beberapa orang yang memiliki gejala mirip serangan virus Nipah di daerah lain, semua diwajibkan untuk mengikuti uji laboratorium di rumah sakit.

Virus tersebut awalnya diketahui muncul di Malaysia pada 1998 silam, ketika itu 265 orang terinfeksi kemudian mengalami peradangan otak dan gejala penyakit aneh lainnya. Orang-orang tersebut terinfeksi setelah berkontak dengan ternak babi atau orang yang sakit. Dalam wabah kali ini, 105 orang meninggal dan angka kematiannya adalah 40%.

Sejak itu, ada beberapa wabah penyakit berskala kecil terjadi di India dan Bangladesh, sekitar 280 orang telah terinfeksi dan menyebabkan 211 orang meninggal, tingkat kematian rata-rata adalah 75%.

Menurut data WHO, beberapa wilayah di Asia dan Australia, Madagaskar, Ghana berisiko terinfeksi virus Nipah. (Sinatra/asr)

Analisa Pakar Situasi ASEAN Pasca Pergantian Politik di Malaysia

Luo Ya & Liang Xin

Suasana di Malaysia telah berubah pasca pemilu, pemimpin koalisi partai oposisi “Pakatan Harapan (PH)” Mahathir Mohamad yang berusia 92 tahun telah mengumumkan dirinya kembali ke pentas politik setelah memenangkan pemilu; terpilih pada usia sepuh seperti ini memang menarik perhatian seluruh dunia; menurut pengamatan opini publik, setelah menjabat, pandangan dan orientasi politik Mahathir terhadap pihak asing akan berbeda dengan partai berkuasa sebelumnya.

Lalu, dampak seperti apakah yang akan terjadi pada Asia Tenggara akibat perubahan besar di Malaysia yang pernah menjadi salah satu dari empat macan Asia itu?

Mahathir mengakhiri pemerintahan koalisi 60 tahun yang pernah dipimpinnya; reaksi opini publik, ini menandai perwujudan peralihan menuju demokrasi untuk kali pertama bagi Malaysia sejak merdeka di tahun 1957, dan kekuasaan diserahkan kepada partai oposisi; Mahathir pun menjadi pemimpin negara tertua di dunia.

Opini publik umumnya beranggapan, satu penyebab utama kekalahan “Barisan Nasional (BN)” kali ini adalah, terbongkarnya skandal korupsi yang mencuat selama pemerintahan Najib Razak.

Saat diambil sumpah jabatannya, Mahathir berjanji akan membangkitkan kembali ekonomi, menstabilkan mata uang, mengurangi hutang negara, dan mendapatkan kembali dana kekayaan negara di perusahaan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) yang telah disalahgunakan sebanyak milyaran dolar AS.

Mahathir yang pernah menjabat sebagai perdana menteri selama 22 tahun sejak tahun 1981 hingga 2003 terkenal dengan gaya politiknya yang keras; lahir sebagai rakyat jelata, ia meninggalkan bidang kedokteran dan terjun ke dunia politik.

Peneliti bernama Profesor Wu Huilin dari Lembaga Riset Ekonomi Tionghoa mengatakan kepada reporter Dajiyuan (Epoch Times), di tahun 1997 saat Asia dilanda krisis moneter terjadi pada saat Mahathir berkuasa, Malaysia waktu itu juga merupakan salah satu negara yang menderita, dan mengalami pelajaran pahit tersebut. Kini ia telah berusia 92 tahun, mungkin ia berpikiran untuk mewariskan sejumlah kebijakan yang lebih baik.

“Karena pada masa Asia Tenggara dilanda krisis moneter, yang disebabkan oleh melemahnya nilai tukar mata uang, saya pikir setelah mendapat pelajaran itu, sekarang ia mungkin akan lebih fokus pada masalah (kebijakan ekonomi) ini, ia berniat mengurangi beban hutang negara, jadi ini adalah fenomena positif.”

Selain itu, penerbit sekaligus editor majalah “Overview China” bernama Chen Kuide berpendapat, wilayah Asia Tenggara akan mengalami perubahan, namun tidak besar. Terutama pasca masalah ketegangan di Laut Tiongkok Selatan, negara di sekitar telah bersiaga terhadap PKT, tapi segan membuat Beijing tersinggung karena kepentingan berbisnis.

“Namun pada dasarnya hati Mahathir lebih berpihak pada Barat dan agak menentang PKT, jadi situasi ini tidak akan banyak berubah, bahkan mungkin akan cenderung berkembang menjadi lebih berpihak ke Barat.”

Faktanya di masa pemerintahan Mahathir sebelumnya ia agak condong ke RRT. Namun di bulan April lalu Mahathir pernah mengatakan pada media, bahwa “masyarakat Malaysia tidak mendapat manfaat apa pun dari investasi (RRT)”, ia meragukan membuka peluang investasi bagi RRT di bidang infrastruktur dan properti akan berakibat buruk bagi kedaulatan negara, bahkan setelah menang pemilu ia akan lebih seksama “memeriksa” investasi dari RRT. Sepertinya Mahathir telah mewaspadai, dengan Srilanka sebagai contoh, Srilanka yang meminjam uang dari Beijing dengan sistem sewa menyewa tanah, karena tidak mampu membayar hutang sehingga Srilanka kehilangan banyak wilayahnya.

Wu menyatakan, sekarang banyak negara telah melihat dengan jelas, sehingga banyak yang menyangkal program “One Belt One Road” dari Beijing. Mahathir juga melihat pengalaman pahit Srilanka, jadi mengambil hikmah dari pelajaran ini, ia tidak akan menjalin hubungan yang terlalu dekat dengan RRT.

“Ia akan bertindak demi kepentingan negaranya. Dan sekarang (ekonomi dan lain-lain) banyak hal di tangan pemimpin (perdana menteri) sebelumnya ditangani dengan sangat tidak baik, jadi sekarang ia ingin secepatnya memulai dari awal lagi.”

Menurut Wu, sekarang Trump tengah memberikan sanksi pada RRT, Mahathir seharusnya juga telah melihat prospek perekonomian RRT ternyata tidak begitu menggembirakan, ia akan lebih mencermati kekuatan Beijing; apalagi sekarang Taiwan juga tengah menerapkan kebijakan baru ke selatan dengan mempererat hubungan kerjasama dengan negara-negara Asia Tenggara. “Saya pikir Malaysia seharusnya juga tidak terkecuali.”

Warga Taiwan sangat optimis dengan kebijakan baru ke selatan, Wu Huilin menandaskan, “Jadi saat ini semua sedang gencar-gencarnya mengarah kesana; dan tidak hanya masalah uang saja, masalah lain selain uang, hubungan dengan berbagai pihak; dan sekarang banyak pengusaha Taiwan telah hengkang dari RRT, semua beralih ke Asia Tenggara, jadi sekarang adalah kesempatan. Malaysia mengalami perubahan, bagi mereka juga merupakan suatu peluang.”

Chen menekankan, setelah masalah di Laut Tiongkok Selatan, diam-diam Malaysia dan RRT saling berseteru, saling cecar, meskipun dengan suara kecil; Mahathir adalah politisi berhaluan keras, ia tidak akan melunak.

“Keluar dari partai politik sebelumnya dan masuk ke partai oposisi, justru partai politik awalnya telah tercerai berai. Ini berarti ia masih berpengaruh di tengah peta politik Malaysia, juga kemungkinan tekad politiknya masih sangat kuat untuk bisa mewujudkan banyak hal, walaupun ia telah berusia 92 tahun,” pungkas Chen Kuide. (SUD/WHS/asr)

Belgia Tidak Bawa Nainggolan ke Piala Dunia Rusia

EpochTimesId – Pupus sudah mimpi pemain sepakbola keturunan Indonesia, Radja Nainggolan, untuk bermain di Piala Dunia. Nainggolan tidak masuk dalam skuad Tim Nasional Belgia, yang dibawa ke Rusia bulan depan.

Pelatih Timnas Belgia, Roberto Martinez, mengatakan dia tidak membawa serta pengatur Serangan AS Roma Italia itu ke Piala Dunia karena tidak sesuai kebutuhan. Nainggolan tidak cocok dan tidak dibutuhkan dalam skema bermain yang akan dia terapkan oleh mantan pelatih Everton.

“Dia (Nainggolan) pemain yang berkelas di Roma. Tapi saya membuat keputusan karena murni alasan taktik. Saya tidak bisa menggunakan Radja untuk peran yang tidak penting,” ujar pelatih asal Spanyol itu, seperti dikutip dari VOA, Rabu (23/5/2018).

Pemain dengan 30 caps timnas Belgia itu memang beberapa kali terlibat ketegangan dengan Martinez. Dia kemudian mengumumkan pengunduran diri dari karier internasionalnya bersama Timnas.

Sementara itu, sang pemain mengaku tidak senang dengan perlakuan sang pelatih. Dia bahkan menuding sang pelatih bersikap pilih kasih dan subjektif.

“Saya sedih. Saya tampil maksimal di semifinal Liga Champions. Saya merasa layak berada di sana,” ucap Radja Nainggolan seperti dikutip dari HLN, Rabu.

Belgia rencananya akan membawa 23 pemain ke Rusia, bulan depan. Jumlah itu menurun drastis dari rencana semula dengan membawa 28 pemain. Pada babak grup, Belgia akan bersaing dengan Inggris, Panama, dan Tunisia di Grup G untuk melaju ke babak berikutnya. (VOA dan HLN/waa)

Video Rekomendasi :

Tim Indonesia Lolos dari Babak Penyisihan Piala Thomas

0

EpochTimesId – Tim Thomas Indonesia memastikan tiket lolos ke babak perempat final turnamen bulutangkis beregu putra dunia, Piala Thomas 2018. Pada laga ke-dua babak grup, Indonesia mengantongi kemenangan 3-1 dari tuan rumah Thailand.

Pasangan ganda putra, Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian menjadi pahlawan penentu kemenangan Indonesia dalam laga yang digelar di Bangkok. Mereka mengalahkan Tinn Isriyanet/Dechapol Phuavaranukroh, 21-10 dan 21-18.

“Rasanya sangat senang dan bersyukur bisa menjadi penentu kemenangan untuk Indonesia dari Thailand,” kata Fajar, dalam keterangan tertulis PBSI, Rabu (23/5/2018).

Rian/Fajar menyumbang poin ketiga setelah Anthony Sinisuka Ginting dan Ihsan Maulana Mustofa membuat Indonesia unggul 2-0 atas Thailand. Ganda putra pertama, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang sebelumnya menjadi andalan, harus kalah dari Kittisak Namdash/Nipitphon Phuangphuapet, sehingga Thailand mencuri satu poin.

“Beban sih enggak. Kami malah termotivasi. Ganda pertama yang jadi andalan ternyata kalah. Kami fokus pada diri kami dan tidak memikirkan yang lain,” imbuh Rian, dalam rilis yang sama.

Dalam babak penyisihan, semua partai harus dimainkan karena berpotensi digunakan sebagai penentu juara grup. Tunggal terakhir, Firman Abdul Kholik akhirnya menambah poin setelah berhasil mengalahkan Pannawit Thongnuam.

Setelah berhadapan dengan Thailand, Indonesia Indonesia harus melakoni laga terakhir di babak penyisihan grup B melawan Korea, Rabu sore. Pertandingan tersebut juga akan menentukan apakah Indonesia lolos sebagai juara grup atau runner-up.

Sementara itu, Tim Uber Indonesia juga berhasil melaju ke babak berikutnya. Tim putri Indonesia yang tergabung di grup Grup D Piala Uber 2018, berhasil menumbangkan Prancis 5-0, Selasa (22/5/2018).

Sebelumnya, pada laga perdana Indonesia juga menang atas Malaysia. Indonesia menang setelah mendapat perlawanan sengit dengan skor 3-2.

Tim Uber Indonesia juga harus menghadapi laga terakhir untuk menentukan juara grup. Namun, Indonesia akan menghadapi ujian berat pada laga terakhir babak grup ini.

Indonesia harus berhadapan dengan Tiongkok, yang unggul atas Malaysia 4-1 dan menggulung Prancis 5-0. Indonesia menghadapi Tiongkok pada laga Rabu pagi ini. (PBSI/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Satu Korban Luka Pesawat Jatuh Kuba Meninggal di Rumah Sakit

0

EpochTimesId – Jumlah korban tewas dalam salah satu bencana udara terburuk di Kuba meningkat menjadi 111 orang. Salah satu korban selamat, Grettel Landrove, meninggal dunia setelah menjalani operasi di rumah sakit.

Mahasiswa Kuba berusia 23 tahun yang suka menari flamenco itu meninggal di sebuah rumah sakit di Havana. Dia dikabarkan mengalami komplikasi traumatik berat, seperti dikabarkan oleh media pemerintah Kuba.

Sementara itu korban luka lainnya, dua wanita Kuba masih dalam kondisi kritis. Mereka mengalami luka bakar dan luka lainnya, dengan risiko komplikasi yang tinggi.

Pesawat sarat penumpang jatuh tak lama setelah lepas landas dari Havana. Pesawat yang membawa 113 penumpang dan kru maskapai dijadwalkan terbang menuju Kota Holguin, Jumat (18/5/2018) akhir pekan lalu.

Kecelakaan itu telah menewaskan 100 orang Kuba, 7 orang Meksiko, dan dua orang Argentina. Dua korban tewas lainnya adalah penduduk tetap dari daerah yang disengketakan di Sahara Barat yang dikenal sebagai Republik Demokrasi Arab Sahrawi.

Pesawat Boeing 737 itu tergolong tua karena dibuat pada tahun 1979. Pesawat itu adalah milik perusahaan kecil bernama Damojh, namun disewakan ke maskapai penerbangan utama di Kuba, Cubana.

Otoritas penerbangan sipil Meksiko mengatakan pada hari Senin pihaknya telah menangguhkan sementara ijin operasi Damojh. Otoritas juga sedang memastikan perusahaan itu mematuhi peraturan dan mengumpulkan informasi untuk membantu penyelidik guna menemukan penyebab kecelakaan.

Damojh, yang memiliki tiga pesawat 737 sebelum kecelakaan itu, telah ditunda perpanjangan ijinnya sebanyak dua kali. Perpanjangan ijin ditunda setelah menjalani audit kepatuhan terhadap peraturan keselamatan penerbangan.

Operasi dihentikan selama sekitar satu bulan pada tahun 2010 setelah pesawat Damojh melakukan pendaratan darurat di resor pantai Meksiko Puerto Vallarta. Pesawat mendarat darurat karena bermasalah dengan roda pendaratannya.

Otoritas menyelidiki perusahaan itu lagi pada tahun 2013 setelah menerima keluhan dari Marco Aurelio Hernandez, yang diidentifikasi pada akhir pekan oleh media Meksiko sebagai mantan pilot Damojh.

Hernandez dikutip oleh surat kabar Meksiko Milenio menyampaikan kritik terhadap Damojh karena kurangnya perawatan yang memadai pada pesawat-pesawatnya. Penyelidikan dan audit pada 2013 menyebabkan penangguhan ijin operasi selama sekitar dua bulan.

Kebanyakan kecelakaan pesawat membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Peneliti Kuba sejauh ini telah memulihkan perekam suara kokpit dan masih mencari perekam data penerbangan.

Otoritas Kuba akan memimpin penyelidikan. Namun mereka mendapat bantuan penyelidik dari Meksiko dan AS. Menurut media yang dikelola negara Kuba, otoritas juga akan menerima bantuan teknis dari Boeing dan Pratt & Whitney, bagian dari kelompok industri penerbangan AS, yang memproduksi mesin pesawat yang jatuh.

Kecelakaan Jumat lalu adalah yang terburuk di Kuba sejak pesawat penumpang Ilyushin-62M buatan Soviet jatuh di dekat Havana pada tahun 1989. Insiden itu menewaskan 126 orang di dalam pesawat dan 14 lainnya di darat. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :
https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Sebut si Reporter Tampan Saat Siaran Langsung, Penyiar TV di Kuwait Ini Diskors

Epochtimes.id- Kementerian Informasi Kuwait telah memutuskan untuk menangguhkan seorang presenter yang memuji penampilan rekan prianya saat siaran langsung.

Video Youtube yang viral menunjukkan presenter di Kuwait TV Basma Al-Shammar memanggil reporter sesama lelaki “mazyoon,” yang diterjemahkan menjadi “yang tampan, menarik” dalam dialek bahasa Arab lokal.

Melansir dari Arabnews, (20/05/2018) reporter pria, Nawaf Al-Shiraki, saat itu sedang meliput pemilihan dewan kotapraja sebelum dia tampak menyesuaikan pakaian tradisionalnya sebelum siaran secara langsung.

Video ini adalah ketika Al-Shammar mengingatkannya bahwa dia sedang siaran, mengatakan: “Tidak perlu memperbaiki ghutra Anda, Nawaf, Anda terlihat tampan!”

Tindakan itu dianggap oleh beberapa “godaan” bagi presenter.

Namun, yang lain menulis di feed Twitter-nya mengatakan tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakannya.

Seorang anggota parlemen Kuwait dilaporkan menulis kepada menteri informasi negara di Twitter yang mengatakan bahwa kelicikan lidah seperti itu tidak boleh ditoleransi di televisi pemerintah.

Sebuah sumber dari televisi pemerintah Kuwait mengatakan bahwa presenter tersebut telah ditangguhkan untuk siaran sambil menunggu penyelidikan atas insiden ini. (asr)

RUU Tindak Pidana Terorisme, Komnas HAM Kecam Terorisme dan Soroti Hak Korban Serta Akuntabilitas HAM

Epochtimes.id-  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali menegaskan mengecam seluruh bentuk tindakan terorisme di manapun dan kapan pun.

Pernyataan resminya, Komnas HAM mengucapkan bela sungkawa mendalam terhadap para korban yang meninggal dan keprihatinan mendalam bagi para korban yang selamat.

“Sikap ini sejak semula menjadi sikap Komnas HAM yang telah disuarakan dalam berbagai kesempatan. Karenanya penting untuk selalu mengingatkan agar tidak terjadi Iagi kebiadaban teror dan selalu memberikan perhatian kepada para korban aksi teror tersebut,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam keterangan tertulis, Senin (21/05/2018).

Sebagai rangka menghadapi aksi terorisme ini kerangka kerja yang digunakan oleh komnas HAM adalah kerangka HAM yang memberikan perhatian pada hak korban, mendorong akuntabilitas penindakan, penegakan hukum dan berbagai upaya pencegahan oleh aparatur negara serta pihak lainnya.

Langkah ini, tambah Taufan, rermasuk mengajak semua masyarakat untuk terlibat dalam memerangi wacana kekerasan, merawat keberagaman dan membangun toleransi.

Menurut Taufan,  perumusan RUU Tindak Pidana Terorisme yang saat ini sedang berlangsung, menurutnya, Komnas HAM menjadi salah satu elemen utama yang memperjuangkan hak-hak korban, sehingga rumusan RUU tersebut mengakui hak-hak korban sebagai bagian dari tanggung jawab negara.

Dia menegaskan, ini semua berangkat dari keprihatinan selama ini korban aksi biadab terorisme belum mendapatkan haknya sebagaimana mestinya.

Berangkat dari posisi pembelaan terhadap hak hak korban tersebut, ia menegaskan, posisi Komnas HAM jelas memberikan keutamaan terhadap perlindungan dan pemenuhan hak korban tanpa terkecuali dan menjadi sikap bersama seluruh komisioner Komnas HAM.

Bagi Komnas HAM, penggunaan istilah ‘bom kampung, bom rusun, bom pasar, bom terminal dan bom rumah ibadah’ menunjukkan sasaran tempat dan tidak ditunjukkan untuk menilai kwalitas bom itu sendiri. Melainkan untuk menegaskan kerangka institusi yang utama menangani aksi-aksi tersebut apakah kepolisian/Densus 88/atau Koopsugab yang merupakan pasukan elit TNI.

“Komnas HAM mendorong pelibatan TNI oleh pasukan apapun dilakukan sesuai hukum, bersifat sementara dengan akuntabilitas dan indicator kebutuhan yang jelas,” tegasnya.

Oleh karena itu,  Komnas HAM mencatat dua poin yakni :

  • RUU Tindak Pidana Terorisme yang menegaskan hak-hak korban penting untuk segera disahkan. Hak-hak korban menjadi pilar baru dalam menangani aksi terorisme dalam kerangka criminal justice system.
  • Perlu perbaikan di beberapa aspek, antara lain, aspek penyadapan terkait lamanya waktu (satu tahun dan diperpang satu tahun), penangkapan dan penahanan.

Selain persoalan di atas, Komnas HAM juga menegaskan bahwa penting untuk menghukum pelaku kejahatan serius ini, dengan penghukuman yang berat dan perlakukan pemenjaraan khusus. Namun demikian, merujuk pada UUD 45 yang mengakui hak hidup sebagai hak asasi yang tidak dapat dikurangi, maka hukuman mati bukan merupakan pilihan dalam penghukuman berat tersebut.

Bahkan, penjara khusus dengan kategori maksimum merupakan salah satu pilihan. Kekhususan ini memungkinkan program deradikalisasi akan maksimal.

“Tentu saja harus dibarengi dengan akuntabilitas pemenjaraannya, dengan cara di bukanya pengawasan oleh berbagai pihak, termasuk oleh Komnas HAM,” pungkasnya. (asr)

Gelombang Panas yang Menerpa Pakistan Menewaskan 65 Orang

Epochtimes.id- Gelombang panas telah menewaskan 65 orang di kota Karachi, Pakistan, selama tiga hari terakhir.

Laporan ini dibenarkan oleh organisasi kesejahteraan sosial pada Selasa dilansir Reuters di tengah kekhawatiran jumlah korban tewas bisa meningkat karena suhu tinggi terus berlanjut.

Gelombang panas bertepatan dengan pemadaman listrik. Suhu mencapai 44 derajat Celcius (111 Fahrenheit) pada Senin (21/05/2018) seperti dilaporkan media setempat.

Faisal Edhi, yang mengelola Yayasan Edhi yang mengopersikan kamar mayat dan layanan ambulans di kota terbesar Pakistan, mengatakan, kematian terjadi sebagian besar di daerah miskin Karachi.

“Enam puluh lima orang telah tewas selama tiga hari terakhir,” kata Edhi kepada Reuters.

“Kami memiliki mayat di fasilitas penyimpanan dingin kami dan dokter lingkungan mereka mengatakan mereka meninggal karena heat-stroke.”

Seorang juru bicara pemerintah tidak dapat dihubungi Reuters untuk dimintai komentar atas insiden ini.

Namun, Pejabat Kesehatan Provinsi Sindh, Fazlullah Pechuho mengatakan kepada surat kabar Dawn berbahasa Inggris bahwa tidak ada yang meninggal akibat sengatan suhu panas.

“Hanya dokter dan rumah sakit yang dapat memutuskan apakah penyebab kematian adalah heat-stroke atau tidak. Saya dengan tegas menolak bahwa orang telah meninggal karena heat-stroke di Karachi, ”kata Pechuho.

Meskipun demikian, laporan kematian akibat heat-stroke di Karachi akan menimbulkan kegelisahan di tengah kekhawatiran pengulangan gelombang panas di tahun 2015, ketika kamar mayat dan rumah sakit kewalahan dan setidaknya 1.300 orang yang kebanyakan orang tua dan sakit meninggal karena panas yang membakar.

Pada 2015, kamar mayat Edhi kehabisan ruang freezer setelah sekitar 650 mayat dibawa dalam ruang beberapa hari. Ambulans meninggalkan mayat membusuk di luar dalam panas terik.

Pemerintah provinsi telah meyakinkan penduduk bahwa tidak akan ada pengulangan tahun 2015. Otoritas setempat juga meyakinkan sedang bekerja untuk memastikan mereka yang membutuhkan perawatan menerima pemulihan lebih cepat.

Edhi mengatakan bahwa sebagian besar orang yang tewas dibawa ke kamar mayat adalah pekerja pabrik kelas pekerja yang berasal dari daerah Landhi dan Qur’Aangi, yang berpenghasilan rendah di Karachi.

“Mereka bekerja di sekitar pemanas dan boiler di pabrik-pabrik tekstil dan ada delapan hingga sembilan jam (pemadaman listrik terjadwal) di daerah-daerah ini,” katanya.

Suhu diperkirakan akan tetap di atas 40C hingga Kamis mendatang seperti dilaporkan media lokal. (asr)

5 Orang Tewas dan 20 Terluka Setelah Dihantam Rudal Houthi di Yaman

Epochtimes.id- Sumber-sumber keamanan dan medis kepada Reuters menyebutkan setidaknya lima orang tewas dan 20 orang terluka setelah dihantam rudal Houthi yang ditembakkan di kota Yaman, Marib, Selasa (22/05/2018).

Penyiar Saudi dari stasiun Al Arabiya melaporkan sebelumnya bahwa rudal Houthi Katyusha menargetkan lingkungan perumahan di pusat kota Marib, yang berada di bawah kendali pemerintah yang diakui secara internasional Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Didukung oleh koalisi Arab yang dipimpin Saudi, pemerintah Hadi telah memerangi gerakan Houthi yang sejalan dengan Iran sejak 2015.

Perang saudara ini membuat negara itu ke ambang kelaparan.

PBB mengatakan 10.000 orang tewas dalam perang tiga tahun terakhir. Laporan PBB menyebutkan tiga dari empat warga Yaman – 22 juta warga sipil – membutuhkan bantuan.

Awal tahun ini, Badan Anak-anak PBB melaporkan perang berkecamuk di Yaman telah membunuh atau melukai lebih dari 5.000 anak-anak dan menyebabkan 400.000 lainnya menderita kekurangan gizi dan berjuang untuk hidup.

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan di Sanaa, UNICEF mengatakan hampir dua juta anak-anak Yaman tidak bersekolah, seperempat dari mereka sejak konflik meningkat.

Menurut UNICEF anak-anak “terserang tahun-tahun kekerasan, relokasi, penyakit, kemiskinan, kekurangan gizi dan kurangnya akses terhadap layanan dasar.”

UNICEF mengatakan bahwa lebih dari 5.000 anak-anak terbunuh atau terluka dalam kekerasan tersebut berjumlah “rata-rata lima anak setiap hari sejak Maret 2015”.

“Malnutrisi dan penyakit merajalela ketika hancurnya layanan dasar, mereka (anak-anak) yang bertahan cenderung membawa bekas luka fisik dan psikologis selama sisa hidup mereka,” demikian laporan UNICEF.

Badan PBB tersebut mengatakan bahwa lebih dari 11 juta anak – atau “hampir setiap anak di Yaman” – kini membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Badan PBB ini menyerukan diakhirinya pertumpahan darah dan perlindungan anak-anak, serta akses berkelanjutan dan tanpa syarat untuk memberikan bantuan kepada setiap anak yang membutuhkan. (asr)

Mahkamah Agung Amerika Terima Gugatan Larangan Pertambangan Uranium Virginia

0

EpochTimesId – Mahkamah Agung Amerika Serikat, Senin (21/5/2018) waktu setempat setuju untuk menerima gugatan dan menyidangkan kasus larangan pertambangan bahan baku nuklir. Mahkamah Agung AS akan segera menyidangkan apakah negara-negara bagian memiliki hak untuk melarang penambangan uranium karena alasan kesehatan masyarakat.

Gugatan tersebut dilatarbelakangi oleh perselisihan mengenai moratorium pertambangan logam radioaktif oleh negara bagian Virginia yang diberlakukan sejak tahun 1982. Pengadilan tertinggi di Amerika itu akan mendengar memori gugatan yang diajukan oleh anak perusahaan Virginia Energy Resources Inc.

Sejumlah perusahaan penghasil terbesar uranium AS juga akan turut serta sebagai penggugat. Penerimaan gugatan oleh Mahkamah Agung ini menghidupkan kembali gugatan yang diabaikan oleh pengadilan yang lebih rendah. Gugatan itu berusaha untuk membatalkan larangan Virginia karena bertentangan dengan hukum federal yang mengatur pembangkit listrik tenaga nuklir.

Uranium, sumber utama bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan material dalam hulu ledak nuklir, tetap menjadi sumber daya strategis untuk listrik dan pertahanan nasional AS. Kasus ini dapat menjelaskan sejauh mana negara bagian dapat mengatur akses ke sumber uranium.

Para penggugat, Virginia Uranium Inc berbasis di British Columbia, anak perusahaan dari Vancouver Virginia Energi Sumber Daya, Cole Bukit LLC dan Bowen Mineral LLC. Mereka mengklaim nilai cadangan uranium di selatan Virginia mencapai 6 miliar dolar AS, menurut dokumen pengadilan. Penambangan itu bisa menyuntikkan miliaran dolar AS untuk ekonomi lokal, menurut para penggugat.

Pertikaian ini akan menyangkut apakah Undang-Undang Energi Atom federal tahun 1954 mendahului larangan pertambangan Virginia di bawah Klausul Supremasi Konstitusi AS yang menyatakan bahwa undang-undang federal pada umumnya mengalahkan hukum negara bagian.

Undang-Undang Energi Atom memberikan Komisi Pengatur Nuklir federal satu-satunya kekuatan untuk mengatur standar keamanan radiasi untuk mengolah bijih uranium dan membuang produk limbah yang dikenal sebagai tailing, sebagai langkah-langkah kunci dalam produksi bahan bakar nuklir. Tapi itu tidak mencakup penambangan uranium konvensional di tanah non-federal.

Para penggugat mengatakan larangan itu dimotivasi oleh kekhawatiran atas bahaya radiasi, yang tunduk pada pengawasan federal eksklusif.

Virginia memberlakukan larangan penambangan uranium di tengah kekhawatiran tentang bahaya keamanan lingkungan dan publik. Setelah gagal melobi legislator Virginia untuk mengizinkannya, penggugat mengajukan gugatan pada tahun 2015, dengan alasan bahwa undang-undang federal mengatur keselamatan nuklir dan mendahului undang-undang negara bagian yang berusaha untuk melakukannya.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mendukung perusahaan-perusahaan dalam kasus ini.

Di bawah putusan pengadilan banding, Pengacara AS Jenderal Noel Francisco mengatakan secara singkat, “Negara-negara dapat, misalnya, mengesahkan undang-undang yang menghalangi akses fisik ke fasilitas nuklir, mengurangi ketersediaan sumber bahan atau peralatan yang diperlukan untuk pengembangan nuklir, atau membangun penghalang keuangan untuk pengembangan energi nuklir.”

Pengadilan Banding Sirkuit ke-4 di Richmond, Virginia memutuskan menolak gugatan ini pada tahun lalu. Penolakan itu mendorong para penggugat mengajukan gugatan kasasi ke Mahkamah Agung.

Para hakim akan memutuskan kasus ini dalam masa jabatan berikutnya, yang dimulai pada bulan Oktober 2018. (The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :