46 Juta Data Ponsel Berbagai Operator Dibobol Menghebohkan Malaysia

Epochtimes.id- Sekitar 46,2 juta data nomor telepon seluler operator telekomunikasi dan operator jaringan virtual seluler Malaysia (MVNO) dalam kondisi berbahaya dan bocor secara online. Demikian sebuah laporan situs teknologi Lowyat.net.

Situs berita tersebut mengatakan bahwa kebocoran tersebut termasuk nomor pascabayar dan prabayar, alamat pelanggan serta rincian kartu sim dari semua operator besar termasuk DiGi, Celcom, Maxis, Tunetalk, Redtone dan Altel.

“Waktu pada file yang kami unduh menunjukkan bahwa data yang bocor terakhir diperbaharui antara bulan Mei dan Juli 2014 antara berbagai telkom,” kata Lowyat.net.

Situs tersebut yakin bahwa ada orang yang mencoba menjual data pribadi jutaan warga Malaysia.

“Kami telah membagikan semua rincian mengenai data yang kami temukan, dan juga bagaimana kami berhasil mendapatkan semua data dengan MCMC (Malaysian Communications and Multimedia Commission) minggu lalu.”

“MCMC menindaklanjuti dengan instansi terkait untuk menentukan sumber pelanggaran tersebut, namun kami sekarang yakin bahwa data tersebut telah diperdagangkan secara online lebih awal dari perkiraan kami sebelumnya.”

“Berdasarkan kondisi file yang kami dapatkan, kami cukup yakin sudah berpindah tangan lebih dari satu kali, “tambah Lowyat.net.

Laporan tersebut juga mengkonfirmasi bahwa database Malaysian Medical Council (MMC), Malaysian Medical Association (MMA) dan Malaysian Dental Association (MDA) juga dalam kondisi rentan.

“Kami pertama kali menyoroti tentang pelanggaran data ini pada tanggal 19 Oktober, dan kami sangat khawatir bahwa tidak ada tindakan perbaikan yang dilakukan oleh penyedia layanan yang terlibat untuk melindungi mereka yang terkena dampak pelanggaran tersebut.”

Lowyat.net mengatakan bahwa sementara itu adalah tanggung jawab pihak berwenang untuk mempersempit sumber pelanggaran tersebut. Situs berita ini berharap lebih penting untuk mengurangi kerusakan dan mengambil langkah untuk melindungi mereka yang mungkin terkena dampak pelanggaran tersebut.

“Kami mendesak perusahaan telekom dan MVNO yang disebutkan di atas untuk memberi peringatan dan segera memulai mengganti kartu sim dari semua pelanggan yang terkena dampak, terutama mereka yang belum memperbarui kartu sim mereka sejak tahun 2014.

“Sementara data yang bocor saja tidak cukup untuk mengkloning kartu sim, informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk melakukan beberapa serangan rekayasa sosial terhadap pengguna yang terkena dampak,” katanya.

Situs tersebut mengatakan bahwa saat ini telah mengenkripsi dan menyimpan semua data tersebut di satu lokasi, dan akan menghancurkannya.

Berita tentang dugaan kebocoran dipublikasikan di sebuah laporan berjudul “Data pribadi jutaan orang Malaysia untuk dijual, sumber pelanggaran masih belum diketahui”, yang dipublikasikan di situs berita teknologi populer pada 19 Oktober.

Laporan tersebut mengklaim bahwa data pribadi jutaan orang Malaysia dari database portal online agen penerima tenaga kerja baru dan asosiasi medis, serta lebih dari 50 juta data pelanggan dari berbagai telkom, dijual secara online.

Informasi yang diambil dari telcos dilaporkan termasuk nama pelanggan, alamat penagihan, nomor ponsel, dan nomor kartu identitas (IC).

Artikel tersebut dihapus berdasarkan instruksi regulatur telekomunikasi Malaysia (MCMC) pada 19 Oktober segera setelah berita itu diterbitkan. Regulator kemudian menjelaskan dalam sebuah pernyataan bahwa perintah untuk mencatat laporan tersebut sebagai “tindakan pencegahan”.

Lowyat.net kemudian mengembalikan artikel aslinya pada tanggal 20 Oktober dengan persetujuan MCMC. (asr)

Sumber : themalaymailonline

Trump Pilih Jay Powell Sebagai Ketua Baru Bank Sentral Amerika

0

EpochTimesId – Setelah mempertimbangkan lima kandidat selama beberapa bulan, Presiden Donald Trump akhirnya memilih Jerome ‘Jay’ Powell sebagai ketua baru dari Bank Sentral Amerika Serikat, the Federal Reserve.

“Jay selama ini telah mendapat respek yang baik oleh anggota Kongres dari seluruh partai. Dia telah terbukti menjadi pembangun konsensus untuk kebijakan moneter dan keuangan yang kuat dan terpercaya,” kata Trump ketika mengumumkan pilihannya di Gedung Putih, Kamis (2/11/2017) waktu setempat.

Nama Powell beredar sebagai kandidat terkuat selama lebih dari seminggu. Dia telah bertugas di dewan gubernur the Fed sejak tahun 2012. Dia kembali dinominasikan oleh Presiden Barack Obama pada tahun 2014 untuk masa jabatan 14 tahun sebagai gubernur bank sentral.

“Berdasarkan catatan pengalamannya, saya yakin Jay memiliki kebijaksanaan dan kepemimpinan untuk membimbing ekonomi kita melalui tantangan yang mungkin akan dihadapi oleh ekonomi kita yang besar,” sambung Trump.

Sebelum menjatuhkan pilihan pada Powell, Trump juga mempertimbangkan empat kandidat lainnya untuk posisi tersebut. Mereka termasuk Ketua the Fed saat ini Janet Yellen, ekonom Stanford University John Taylor, mantan Gubernur the Fed Kevin Warsh, dan penasihat ekonomi senior Gedung Putih Gary Cohn.

Ketua saat ini, Janet Yellen dinominasikan oleh Obama pada tahun 2014. Masa jabatannya akan berakhir pada bulan Februari tahun depan.

Walau nanti diganti, Yellen masih berhak untuk tetap menjadi dewan gubernur the Fed sampai tahun 2024. Dalam sambutannya, Trump memuji Yellen dan menyebutnya sebagai ‘wanita yang luar biasa’.

“Kami telah bekerja sama selama 10 bulan, dan dia adalah orang yang benar-benar spektakuler,” kata Trump.

Powell, yang kini berusia 64 tahun, telah mendukung gaya Yellen dalam menetapkan kebijakan moneter, termasuk pendekatan berhati-hati untuk menaikkan suku bunga. Lulusan sekolah hukum ini akan menjadi Ketua the Fed pertama yang tidak memiliki gelar Ph.D. di bidang ekonomi sejak tahun 1981.

Powell memulai karirnya di Departemen Keuangan di bawah Presiden George W. Bush pada tahun 1992. Dia menjadi sekretaris di bawah divisi keuangan dalam negeri. Selama berada di Departemen Keuangan pada awal 1990an, dia termasuk di antara pembuat kebijakan yang menangani skandal Salomon Brothers.

Selain bekerja sebagai aparatur pemerintah, Powell juga pernah bekerja di industri keuangan, termasuk perusahaan investasi perbankan Dillon Read & Co dan perusahaan ekuitas swasta Carlyle.

Kini dia harus mendapat persetujuan Senat untuk benar-benar menjadi pucuk pimpinan bank sentral Amerika. Senat berisikan 100 senator atau perwakilan dari 50 negara bagian.

“Jika saya dikonfirmasi oleh Senat, saya akan melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan kongres dengan harga stabil dan lapangan kerja maksimal,” komentar Powell. (waa)

Gerombolan Remaja Nakal Resahkan Warga New York dengan Serangan KO Game

0

EpochTimesId – Gerombolan pemuda dan remaja meresahkan warga New York, Amerika Serikat baru-baru ini. Mereka menyerang warga dalam serangan yang menyerupai permainan ‘Knok-Out Game’.

Serangan KO-Game itu dimulai pada akhir September 2017. Dimana dua orang menjadi korban kebrutalan para remaja.

Baru-baru ini seorang pria berusia 43 tahun juga menjadi korban di luar toko Shake-Shack di jalan Old Fulton pada 26 Oktober. Ini adalah Insiden terbaru.

Korban yang sedang berjalan bersama anjing sekitar pukul sembilan malam tiba-tiba diserang sekelompok remaja. Gerombolan itu awalnya melemparkan air dan milkshake ke arahnya. Kemudian mereka mengelilingi korban dan memukulnya tepat pada rahang, hingga korban jatuh pingsan.

“Saat dia mengikat anjingnya untuk menghadapi anak-anak ini, kelompok tersebut mengalihkan perhatiannya dari depan. Kemudian salah seorang mendekatinya dan memukulnya,” kata seorang saksi mata.

Ketika korban berbaring di trotoar, linglung, salah satu penyerang berfoto selfi sebelum menyusul rombongan yang sudah lari dan menghilang ke tempat gelap.

“Seorang anak laki-laki berjongkok dan berpose untuk foto selfi di sebelah pria yang pingsan dan kemudian anggota kelompok lainnya segera berlari berhamburan,” tambah saksi.

“Dasar tidak berguna, ini gila,” kata Charisma Jano-Baptiste, 28, saat dia berdiri di luar Shake Shack di mana seorang pria diserang.

“Tidak keren,” kata seorang karyawan Shake Shack yang cemas. “Ya, saya takut. Bagaimana kalau aku berikutnya?”

Serangan serupa terjadi di Manhattan Lower East Side pada 25 September. Susan Farina, 53 tahun, sedang berjalan-jalan bersama anjingnya di dekat Essex. Saat itu tiga pemuda berjalan mendekatinya.

“Seorang pria berkata kepada yang lain. Aku akan melakukannya, yo. Aku akan melakukannya, yo. Saya masih tidak menyadari kalau saya menjadi target mereka,” ujar Farina menuturkan pengalamannya.

Farina melanjutkan, salah satu pemuda itu lalu menyerangnya.

“Rasanya seperti seseorang memukul saya dengan kayu besar. Aku melihat bintang-bintang,” sambung Farina.

Farina tidak tahu berapa lama dia berbaring di trotoar, tak sadarkan diri. Saat dia bangun, ketiga penyerang itu sudah tidak ada.

Dia menuturkan pelaku belum berhasil ditangkap. Motif penyerang juga masih belum diketahui. Namun, polisi sudah meminta dirinya untuk mengidentifikasi tersangka.

https://twitter.com/james_olsson/status/924806234133409795

Beberapa orang mengaku khawatir bahwa polisi tidak berdaya dalam menghadapi serangan acak semacam itu. Mereka yang berpotensi menjadi korban merasa tidak mendapat perlindungan yang cukup.

“Bagaimana mereka bisa menangani hal seperti itu? Ini mengkhawatirkan. Saya seorang wanita mungil,” kata Krystin Clark, perempuan berusia 25 tahun asal Brooklyn.

Warga New York sebelumnya pernah mengalami serangan acak serupa sekitar empat tahun lalu.

Satuan Tugas Kejahatan Berat, Kepolisian New York (NYPD) waktu itu menangkap seorang pria Brooklyn berusia 35 tahun, Barry Baldwin, karena melakukan setidaknya tujuh serangan ‘KO-Game’. Semua korban adalah wanita kulit putih, yang mayoritas adalah orang Yahudi.

Seorang wanita berusia 34 tahun juga pernah menjadi korban. Dia sedang hamil enam bulan ketika diserang dan tersungkur tak sadarkan diri ketika berjalan bersama saudara perempuannya.

Kala itu dia tengah menyusuri jalan di Bedford-Stuyvesant pada sore hari. Beruntung Jannatul Ferdous tidak terluka parah dan kandungannya baik-baik saja.

Penyerangnya, seorang pria berusia 33 tahun bernama Willie Stephens, tertangkap beberapa blok dari lokasi kejadian. Pelaku ditangkap berdasarkan deskripsi yang diberikan oleh saudara perempuan Ferdous.

Korban lainnya terluka jauh lebih serius. Sopir taksi pensiunan Donald Lathrom, 72, tersungkir dan terbaring dengan pendarahan otak di dalam tengkoraknya. Dia diserang oleh seorang pria tak dikenal yang melarikan diri dengan seorang pria lainnya. Serangan yang terjadi di kawasan West Village ini juga berlangsung pada siang hari bolong. (waa)

Suara Tak Biasa Membangunkan Tidur Keluarga Ini, Buaya 3 Meter Tiba-tiba di Depan Pintu Rumah

Epochtimes.id- Sekeluarga di rumah itu sedang beristirahat  tidur malam. Pagi-pagi buta dari keluarga itu mengalami kejadian yang mengagetkan hingga harus bangun lebih awal dari jam biasanya.

Seorang pria yang tinggal di pedalaman India terkaget-kaget ketika dia menemukan seekor buaya dewasa yang sedang tidur tepat di rumahnya di desa Munsa di Malkangiri, Odisha, India.

Melansir dari The New Indian Express, Kamis (2/11/2017) awalnya sekitar pukul 3 pagi, pria berusaha mencari asal suara yang membangunkan tidurnya. Hingga akhirnya menuju ke depan pintu rumahnya dan mendapatkan tamu tak biasa.

Petugas hutan setempat menuturkan, buaya sepanjang tiga meter dengan berat 500 kilogram. Buaya sebesar itu diduga telah menyelinap masuk dari bendungan Sitaguda di dekatnya.

Saat pria yang bernama Dasarathi Padiami itu sedang melihat reptil besar di depan rumahnya, dia langsung bergegas keluar rumah bersama istrinya.

Tak serta merta beranjak pergi, pria itu meminta kepada kedua putrinya yang sedang tidur di ruangan lain agar beralih ke loteng rumah itu.

Pria itu lantas berteriak histeris, penduduk desa setempat langsung berkumpul mendengar teriakan minta tolong itu. Penduduk langsung memecahkan atap asbes untuk menyelamatkan anak-anak.

Selanjutnya warga beramai-ramai menangkap buaya itu dan mengikatnya di sebuah pohon.

Sebuah tim petugas kehutanan kemudian pergi ke rumah ini dan mengambil buaya tersebut.

Awalnya penduduk desa sangat ketakutan untuk melihat seekor buaya besar untuk pertama kalinya di daerah itu. Bahkan penduduk nyaris ingin menghabisi buaya yang menakutkan itu, namun urung dilakukan.

Pejabat setempat menginformasikan awalnya berusaha melepaskan reptil besar tersebut di bendungan Satiguda namun tidak dapat melakukannya setelah demonstrasi oleh penduduk desa.

Petugas lapangan hutan Malkangiri Basudev Naik mengatakan mereka akhirnya menyelamatkan buaya tersebut dan melepaskannya di sebuah sungai sekitar 60 km dari desa tersebut. (asr)

Sumber : The New Indian Express

Trump Serukan Hukuman Mati untuk Pelaku Teror Truk

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan bahwa pelaku serangan teror truk di New York layak dijatuhi hukuman mati. Teroris yang merupakan imigran Uzbekistan itu membajak sebuah truk dan menabrak kerumunan massa pada jalur sepeda sehingga menewaskan delapan orang.

Sayfullo Saipov, 29 tahun, kini dirawat di sebuah rumah sakit setelah ditembak oleh seorang petugas polisi ketika ditangkap. Kepada penyidik dia mengaku bahwa dia telah terinspirasi melakukan aksi teror setelah menonton video ISIS. Dia mulai merencanakan serangan 31 Oktober sejak setahun yang lalu.

“Teroris NYC mengaku senang saat ia diminta untuk menggantungkan bendera ISIS di kamarnya di rumah sakit. Dia membunuh 8 orang, 12 orang terluka parah. HARUS MENDAPATKAN HUKUM MATI!” tulis trump pada akun tweter-nya.

Saipov didakwa dengan satu tuduhan memberikan dukungan material dan sumber daya ke organisasi teroris asing, khususnya ISIS. Dia juga didakwa melakukan kekerasan dan penghancuran kendaraan bermotor yang menyebabkan kematian delapan orang.

Jaksa Penuntut Manhattan, Joon Kim mengatakan dakwaan pertama mengancam terdakwa dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup. Sementara dakwaan yang kedua akan membuat Saipov memenuhi syarat untuk menerima hukuman mati jika terbukti bersalah, jika pemerintah memilih untuk menjatuhkan hukuman mati.

“Dakwaan tambahan bisa diajukan kemudian dalam proses persidangan,” ujar Joon Kim.

Saipov mengaku kepada pihak berwenang bahwa dia melakukan percobaan dengan sebuah truk sewaan pada 22 Oktober untuk berlatih mengubah kendaraan dan menyatakan bahwa dia merasa baik-baik saja tentang apa yang telah dia lakukan setelah serangan tersebut.

Dokumen tuntutan sebanyak 10 halaman tersebut mengatakan Saipov melepaskan haknya untuk tetap diam dan menghindari tuduhan bunuh diri. Dia menyetujui untuk berbicara dengan penyidik ​​tanpa seorang pengacara yang hadir, menjawab pertanyaan dari tempat tidurnya di Bellevue Hospital Center di Manhattan.

Dokumen tuntutan tersebut mengatakan bahwa Saipov telah meminta izin untuk menampilkan bendera kelompok militan Islam di kamarnya di rumah sakit. Dia mengaku sangat termotivasi setelah melihat sebuah video di mana Abu Bakr al-Baghdadi, yang memimpin kampanye oleh ISIS untuk merebut wilayah untuk khalifah yang memproklamirkan diri di Irak dan Suriah, mendesak orang-orang Muslim di Amerika Serikat dan tempat lain untuk mendukung kelompok tersebut.

Penyidik ​​menemukan ribuan gambar dan video propaganda yang terkait dengan ISIS di ponsel milik Saipov, termasuk klip video yang menunjukkan bahwa tahanan ISIS dipenggal, ditabrak oleh sebuah tank dan ditembak di wajah.

Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan telah menemukan seorang pria Uzbekistan lainnya, Mukhammadzoir Kadirov, berusia 32 tahun, diduga terlibat dalam serangan tersebut. Saipov diduga telah melakukan kontak dengan Kadirov dan orang lain mendukung aksi teror truk.

Saipov, yang duduk di kursi roda, hadir untuk sidang singkat di pengadilan federal Manhattan, Rabu (1/11/2017) malam. Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Barbara Moses, dia menunjuk pengacara publik David Patton untuk mewakilinya.

Saipov tidak meminta jaminan. Dia dikirim ke tahanan federal, namun tidak jelas di penjara mana dia ditahan.

Sebelumnya, Trump sempat mengatakan bahwa Saipov layak ditempatkan di penjara militer di Teluk Guantanamo, Kuba, bersama narapidana teroris lainnya. (waa)

Terseret Skandal Pelecehan Seksual Menteri Pertahanan Inggris Mengundurkan Diri

EpochTimesId – Menteri pertahanan Inggris Michael Fallon mengundurkan diri, Rabu (1/11/2017) waktu setempat. Dia mengatakan bahwa tindakannya telah jatuh di bawah standar tinggi yang dituntut oleh jabatannya.

Ini adalah peristiwa pengunduran diri pertama dalam skandal pelecehan seksual di parlemen Inggris.

Semakin banyak wanita dan pria yang bekerja di parlemen Inggris mengeluhkan perilaku tidak pantas oleh anggota parlemen. Keluhan itu marak sejak munculnya kasus skandal pelecehan seks terhadap produser film Hollywood, Harvey Weinstein.

Fallon meminta maaf awal pekan ini karena menyentuh lutut presenter radio pada tahun 2002. Sebuah kisah yang di media sosial disebut sebagai ‘agak lucu’.

Dalam surat pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Theresa May, dia mengatakan telah terjadi banyak tuduhan terhadap anggota parlemen dalam beberapa hari. termasuk beberapa diantaranya tentang perilaku saya sebelumnya.

“Banyak dari tuduhan ini adalah salah. Tapi, saya menerima bahwa di masa lalu saya telah jatuh di bawah standar tinggi yang kita inginkan dari standar angkatan bersenjata. Saya telah merenungkan posisi saya dan karena itu saya mengundurkan diri sebagai sekretaris negara bidang pertahanan,” katanya.

May, yang posisinya melemah setelah kehilangan mayoritas parlemen Konservatif dalam pemilihan umum bulan lalu, mengatakan bahwa dia menghargai cara yang sangat serius di mana Fallon telah mempertimbangkan posisinya. Dia mengatakan ini adalah contoh yang baik bagi prajurit.

May bergerak cepat setelah laporan akhir pekan bahwa salah seorang menteri meminta seorang wanita untuk membeli mainan seks. Tuduhan pertama itulah yang memicu pertanyaan di parlemen mengenai bagaimana pekerja muda diperlakukan.

Tuduhan pelecehan seksual berkisar dari tuduhan pemerkosaan oleh seorang aktivis di Partai Buruh oposisi utama oleh seorang anggota partai senior, untuk rincian yang belum dikonfirmasi tentang hama seks dalam daftar yang dilaporkan dirancang oleh para pembela dan peneliti di parlemen.

Damian Green, wakil May di pemerintahan Inggris, telah membantah tuduhan bahwa dia melakukan pelecehan seksual yang tidak pantas pada seorang wanita muda. May, yang telah lama memperjuangkan karir anggota parlemen perempuan, mengatakan pada hari Rabu bahwa tindakan akan diambil saat ada tuduhan dan bukti skandal seksual tersebut.

“Saya sangat jelas bahwa kita akan mengambil tindakan terhadap orang-orang di mana ada tuduhan yang kita lihat, dan buktinya ada, bahwa telah terjadi kesalahan,” katanya dalam sebuah sidang parlemen. (waa)

20 Orang Tewas, Lebih dari 100 Terluka Akibat Ledakan Pembangkit Listrik di India

Epochtimes.id- Sedikitnya 20 pekerja tewas dan lebih dari 100 terluka termasuk empat asisten manajer pabrik itu.

Melansir dari The New Indian Express, kejadian setelah pipa uap boiler meledak di pembangkit listrik termal National Thermal Power Corporation (NTPC) di Unchahar, distrik Rae Bareli, sekitar 120 km dari ibukota negara bagian Lucknow, India pada Rabu (1/11/2017) siang.

Menurut sumber, NTPC telah melarang masuknya orang luar ke tempat tersebut dan pekerja yang terluka dibawa ke rumah sakit setempat. Namun, pejabat NTPC menolak berbicara atas kecelakaan itu.

Pabrik NTPC atas nama Feroz Gandhi, seorang anggota parlemen dan suami mantan Perdana Menteri Indira Gandhi.

Pembangkit ini memproduksi 500 megawatt tenaga panas dan mempekerjakan sekitar 1.500 pekerja.

Semua ambulans distrik tersebut dikerahkan untuk mengangkut korban yang terluka ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis segera. Korban tewas diperkirakan akan meningkat.

Perdana Menteri India, Narendra Modi mengungkapkan kesedihan atas insiden tersebut dan men-tweet dengan mengatakan, “Sangat tersiksa oleh kecelakaan di pabrik NTPC di Raebareli.”

“Pikiran saya ada pada keluarga yang berduka. Semoga luka pulih dengan cepat. Situasinya dipantau secara ketat dan pejabat memastikan keadaan kembali menjadi normal,”tulis @narendramodi.

Kepala Menteri Uttar Pradesh Yogi Adityanath, yang sedang dalam kunjungan tiga hari ke Mauritius, mengarahkan Sekretaris Utama, Arvind Kumar, untuk memastikan bantuan dan penyelamatan yang cepat untuk menolong korban.

Pemerintah negara bagian itu juga mengumumkan bantuan kucuran uang bagi kerabat korban meninggal dunia, korban luka berat dan ringan. (asr)

Sumber : The New Indian Express/New Delhi Television Limited

Facebook Ungkap Upaya Rusia Pecah Belah Amerika

0

EpochTimesId – Pengacara Facebook, Colin Stretch, mengungkap bahwa Rusia kemungkinan besar berusaha memecahbelah Amerika Serikat. Dugaan itu didasari oleh fakta bahwa sebanyak 126 juta penggunanya di Amerika Serikat mungkin telah melihat konten propaganda Rusia.

Sebelumnya Facebook sempat membantah adanya pengaduan terkait penyebaran berita bohong di situsnya. Dia menilai tudingan tersebut sebagai gagasan gila.

Konten sebanyak itu, disebar oleh perusahaan Rusia yang memiliki kaitan dengan Kremlin sebelum dan sesudah pemilihan presiden AS tahun lalu. Situs jejaring sosial itu mengatakan sekitar 80.000 unggahan dibuat antara Juni 2015 hingga Agustus 2017.

Unggahan itu berisi pesan-pesan yang memecah belah, baik dari segi politik maupun sosial. Fakta ini diungkap oleh Facebook menjelang Sidang Senat yang akan mendengarkan penjelasan tentang dampak dari dugaan tindakan Rusia di situs-situs jejaring sosial.

“Tindakan-tindakan ini bertentangan dengan misi Facebook dalam membangun komunitas dan segala sesuatu yang kami perjuangkan. Kami bertekad melakukan apa saja yang dapat kami lakukan untuk menangani ancaman model baru ini,” ujar Colin Stretch, seperti dikutip BBC dari Reuters, Kamis (2/11/2017).

Senat Amerika memanggil Facebook bersama Twitter dan Google. Twitter dan Google juga telah mengaku platformnya digunakan untuk menyebarkan unggahan-unggahan yang asal-usulnya berasal dari Rusia.

Washington Post melaporkan bahwa Google mengklaim kaki tangan Rusia mengunggah lebih dari 1.000 video di YouTube lewat 18 saluran akun. Sedangkan Twitter menemukan dan kemudian menutup 2.752 akun yang setelah dilacak ternyata berasal dari Badan
Penelitian Internet Rusia.

Dalam berbagai kesempatan Pemerintah Rusia telah membantah berusaha mempengaruhi pemilihan presiden Amerika Serikat. Presiden Donald Trump yang mengalahkan pesaingnya dari Demokrat, Hillary Clinton, juga sudah berkali-kali membantah tudingan berkolusi dengan Rusia demi memenangkan pemilihan presiden.

Presiden Trump justru menyerukan agar Hillary Clinton diselidiki oleh FBI karena Yayasan sang suami yang juga mantan Presiden Bill Clinton berulangkali menerima aliran dana dari perusahaan Rusia. (waa)

Lagi-Lagi Aksi Penembakan di Amerika Dua Tewas Satu Terluka

EpochTimesId – Aksi penembakan dengan senjata api kembali terjadi di Amerika Serikat. Kali ini lokasi penembakan ada di dalam sebuah toko Walmart di pinggiran kota Denver, Colorado.

Media lokal, Denver7 telah mengkonfirmasi bahwa 2 orang dipastikan tewas dalam aksi itu. Sementara seorang wanita mengalami luka dan kritis.

https://twitter.com/RealSaavedra/status/925903363585163264

Kepolisian Thornton, Colorado, belum bisa memastikan apakah penyerang tewas bunuh diri atau ditembak mati oleh petugas. Dugaan sementara, jumlah tersangka dalam kasus ini adalah dua orang pria, menurut Denver7.

“Beberapa pihak terlibat dalam penyelidikan, kami masih berusaha memastikan kondisi mereka,” kata petugas Victor Avila dari Kepolisian Thornton kepada Reuters.

Sekitar satu jam setelah peringatan awal, Departemen Kepolisian Thornton mengatakan di Twitter bahwa baku tembak telah berakhir di dalam toko. Polisi dan petugas pemadam kebakaran siaga di sekitar pasar swalayan.

“Saat ini penembak sudah tidak aktif. TKP masih aktif dan sedang ditangani. Kami akan update segera setelah informasi tersedia,” kata departemen kepolisian setempat dalam dalam sebuah tweet.

https://twitter.com/DeepStvte/status/925905430680780801

Kota Thornton berpenduduk sekitar 120.000 jiwa. Lokasinya kira-kira 10 mil (16 km) sebelah timur laut Denver.

Polisi di Thornton menerima telepon sekitar pukul 6 sore waktu setempat. Satu jam setelah kejadian tersebut, Polisi Thornton mengatakan bahwa baku tembak telah berhenti di tempat kejadian. situasi, dan investigasi TKP sedang berlangsung, lapor Denver7.

Cabany lokal NBC, 9NEWS melaporkan bahwa seorang wanita yang anaknya berada di Walmart telah mengatakan kepadanya bahwa dia telah mendengar sekitar 30 suara tembakan.

Sebuah video yang diposkan di Twitter menunjukkan Walmart, yang terletak di sebuah komplek toko swalayan besar dan gerai ritel lainnya yang bersebelahan dengan Interstate 25 AS. Gerai tampak kosong kecuali petugas polisi yang membawa senjata api. (waa)

Trump Bisa Lakukan Serangan Nuklir ke Korea Utara Tanpa Persetujuan Kongres

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat memiliki otoritas untuk menyerang Korea Utara dengan senjata nuklir tanpa persetujuan kongres. Dua menteri Amerika mengatakan, otoritas mutlak tersebut berlaku jika jika mereka diserang atau jika sebuah serangan akan terjadi.

Menteri Pertahanan Jenderal Jim Mattis mengatakan bahwa presiden memiliki tanggung jawab untuk melindungi negara. Mattis mengatakan berdasarkan Pasal 2 Konstitusi, presiden memiliki kewenangan untuk menyerang Korea Utara dalam skenario serangan langsung oleh Korea Utara atau jika sebuah serangan sudah dipastikan akan terjadi.

“Pasal 2 menyatakan bahwa Presiden akan menjadi Panglima Angkatan Darat dan Angkatan Laut Amerika Serikat,” tegas purnawirawan jenderal itu, dalam sidang senat.

Namun, Konstitusi juga menyatakan dalam Pasal 1 bahwa hanya Kongres yang memiliki otoritas untuk mengumumkan perang.

Dalam Sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada 30 Oktober lalu, Mattis mengatakan bahwa dalam dua skenario ancaman,Kongres bisa tidak diajak berkonsultasi oleh Presiden, karena alasan waktu.

Menteri yang membidangi urusan luar negeri, Sekretaris Negara Rex Tillerson mengatakan bahwa ada sejumlah alasan, ketika presiden dapat mengambil tindakan. Salah satunya adalah untuk melindungi orang-orang Amerika Serikat, properti, dan kepentingan keamanan nasional.

Kasus lainnya adalah keadaan yang tidak meningkat ke dalam situasi deklarasi perang.

“Saya pikir itu adalah keadaan yang kita hadapi di Semenanjung hari ini di Korea,” kata Tillerson.

Menurut Tillerson, penting juga bagi Amerika Serikat untuk mempertahankan kemampuan untuk menyerang lebih dulu, sebagai pencegah.

“Satu-satunya kekuatan utama kita dalam 70 tahun terakhir adalah pencegahan. Fakta bahwa tidak ada presiden, republik atau pun demokrat, yang pernah memikirkan kemampuan untuk siap menyerang lebih dulu, yang telah memimpin kita selama 70 tahun,” katanya.

Senator Chis Murphy (partai Demokrat-Negara Bagian Connnecticut) telah memperkenalkan sebuah undang-undang di Kongres yang akan memerlukan sebuah serangan pre-emptive terhadap Korea Utara untuk meminta persetujuan kongres.

Pejabat militer dan intelijen percaya bahwa Korea Utara hanya butuh beberapa bulan lagi untuk menyelesaikan kemampuannya untuk memasang hulu ledak nuklir pada sebuah rudal balistik.

Tillerson mengaku dalam di hadapan Kongres, bahwa Amerika Serikat saat ini tidak tahu persis kemampuan tempur Korea Utara. Baik Tillerson maupun Mattis mengatakan bahwa mereka yakin Korea Utara adalah ancaman keamanan nasional terbesar yang dihadapi Amerika Serikat pada saat ini.

Dalam kejadian sebenarnya sebuah serangan dengan rudal bersenjata nuklir oleh Korea Utara, hal pertama yang akan terjadi adalah sistem pertahanan rudal AS akan melacak dan mencoba untuk menembak jatuh dengan rudal jarak menengah.

“Jika ini terletak di laut, Alaska, dan California. Mereka (sistem pertahanan rudal AS) akan melakukan apa yang menjadi tugas yang selama ini mereka rencanakan,” kata Mattis.

Selanjutnya, terserah kepada presiden bagaimana menanggapi serangan semacam itu. “Tentu kami akan tetap memberikan masukan kepada Presiden, bagaimana sebaiknya kita mengambil tindakan,” lanjut Mattis.

Sekutu Amerika di kawasan, seperti Jepang dan Korea Selatan juga akan terlibat dalam serangan balik. “Kami berlatih (bersama) secara rutin,” kata Mattis.

Amerika Serikat saat ini memiliki tiga kapal induk di bawah komando Armada ke-7, yang wilayah tanggung jawabnya mencakup Semenanjung Korea, yang terletak di Pasifik.

Pada hari Selasa, jet tempur F-35 tiba di Jepang sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap kemungkinan serangan oleh Korea Utara. Selama akhir pekan, Amerika Serikat juga menerbangkan bomber B-2 yang bertenaga nuklir ke Pasifik. (waa)

Presiden Katalonia Kabur ke Belgia Sebut Spanyol Tidak Sanggup Memberi Rasa Aman

EpochTimesId – Presiden Katalonia Carles Puigdemont dikabarkan berlindung di Belgia. Dia dilaporkan pergi ke Belgia bersama sejumlah politisi pro kemerdekaan, dikutip dari BBC, Rabu (1/11/2017).

Namun, Puigdemont memastikan kepergiannya bukan untuk mencari suaka politik. Dia hanya membutuhkan tempat yang bebas dan aman, sebab menurutnya pemerintah Spanyol tidak dapat menjamin hal itu menyusul deklarasi kemerdekaan Katalonia dari Spanyol.

Seorang pengacara di Belgia, Paul Bekaert mengatakan bahwa Puigdemont sekarang berada di ibukota Belgia, Brussels. Bekaert pun mengklaim mendapat kepercayaan sebagai kuasa hukum Puigdemont.

“Saya adalah pengacaranya. Saat ini memang tidak ada berkas khusus yang sedang saya siapkan untuknya. Namun, jikalau dia membutuhkan jasa hukum, itu adalah saya,” ujarnya kepada BBC, Selasa (31/10/2017) waktu setempat.

Sebelumnya, Kejaksaan Spanyol mendakwa para pemimpin Katalonia dengan kasus dugaan makar. Dakwaan dikeluarkan setelah pemerintahan Katalonia yang sah dibubarkan oleh Kerajaan Spanyol. Puigdemont sendiri menyatakan menolak keabsahan perintah Madrid. (waa)

Serangan Udara Koalisi Pimpinan Arab Saudi di Yaman Menewaskan 26 Orang

Epochtimes.id– Serangan udara yang diperkirakan dari koalisi pimpinan Saudi menyerang pemberontak Syiah Houthi di Yaman.

Seorang pejabat kesehatan Yaman kepada Associated Press pada Rabu (1/11/2017) mengatakan serangan ini menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai sembilan lainnya di utara negara tersebut.

Kepala kantor Kesehatan Provinsi Utara Saada, Abdellah al-Ezi, mengatakan serangan udara tersebut mengenai sebuah hotel kecil di sebuah pasar di provinsi tersebut, yang terletak di perbatasan dengan Arab Saudi.

Saada adalah daerah dikuasi kubu pemberontak Syiah yang didukung Iran yang dikenal dengan Syiah Houthi.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi tidak segera menanggapi pertanyaan Associated Press untuk mengomentari serangan udara tersebut.

Kelompok hak asasi internasional menuding serangan koalisi Saudi mengenai lokasi acara masyarakat sipil, pasar, rumah sakit dan daerah pemukiman di seluruh Yaman sejak awal kampanye udara melawan Houthi pada Maret 2015.

Koalisi tersebut bertujuan untuk mengembalikan pemerintahan Abed Rabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional.

Pertarungan sengit antara pasukan Hadi dan pasukan pemberontak telah terjadi dalam dua hari terakhir di timur ibukota, Sanaa, dan daerah-daerah lain yang dekat dengan perbatasan Saudi, menyebabkan lebih dari 100 orang tewas di kedua belah pihak.

Pejabat keamanan dari pasukan Hadi mengklaim pasukan mereka mengalami kemajuan di beberapa daerah di Sanaa, yang dikuasai Houthi pada September 2014. Ini memaksa Hadi melarikan diri ke kota pelabuhan selatan Aden lalu ke Arab Saudi.

Aden saat ini menjadi pusat pemerintahan Hadi. Meski demikian, milisi Houthi mengklaim kekuatan mereka masih memegang kendali atas wilayah yang mereka kuasai.

Di kota Taiz di barat daya, lebih dari 80 orang terbunuh dari kedua belah pihak saat pertempuran antara milisi Houthi dengan pasukan yang bersekutu dengan pemerintahan Hadi dalam dua hari terakhir.

Data ini disampaikan oleh pejabat tersebut, dengan syarat tidak disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Perang yang berada dalam suasana kebuntuan telah menewaskan lebih dari 10.000 warga sipil. Perang saudara ini menjadikan 3 juta warga lainnya menjadi korban dan mendorong negara termiskin di dunia Arab itu ke bencana kelaparan. (asr)

Sumber : Associated Press/newindianexpress.com

Dua Warga Negara Asing Turut Jadi Korban Teror Truk New York

0

EpochTimesId – Pemerintah Belgia mengklaim salah satu warganya turut menjadi korban teror truk di Kota New York, Manhattan, Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Belgia, Didier Reynders dalam akun twitternya.

“saya sangat sedih karena harus mengumumkan bahwa ada seorang korban warga Belgia di Manhattan. Saya sampaikan belasungkawa bagi keluarga dan rekan-rekan korban,” tweet Didier Reynders, Selasa (1/11/2017).

Selain Belgia, Argentina juga kehilangan seorang warganya dalam peristiwa tersebut. Dengan demikian, dua dari delapan orang yang tewas akibat serangan itu dipastikan adalah warga negara asing.

Kementerian Luar Negeri Argentina pun mengecam aksi teror tersebut. Mereka mengaku akan memberikan pendampingan dan dukungan bagi keluarga korban.

“Argentina menegaskan kecamannya terhadap aksi teroris. Dengan sangat menyesal menginformasikan bahwa warga Argentina meninggal dunia hari ini di New York akibat serangan yang terjadi. Kini konsulat NY sedang bekerja dengan otoritas lokal untuk mengidentifikasi korban,” kata Kemlu Argentina, seperti dikutip dari CNN.

Pelaku teror truk di New York, Amerika Serikat, dididuga kuat adalah Sayfullo Saipov. Pria itu mengendarai truk sewaan menabrak belasan pejalan kaki pada jalur sepeda di samping Sungai Hudson, Selasa (31/10/2017) waktu setempat.

Tersangka diduga berasal dari Uzbekistan yang memasuki Amerika Serikat pada 2010.

Aksi teror itu sejauh ini menewaskan delapan orang dan belasan orang lainnya luka parah. Pihak berwenang sudah mengidentifikasi kejadian tersebut sebagai tindakan terorisme.

Serangan di sisi barat Manhattan itu yang jauh tidak jauh dari lokasi World Trade Center. Motif serangan sendiri mirip serangan kendaraan mematikan di Eropa sekitar 15 bulan lalu.

Komisaris Polisi New York City, James O’Neill membenarkan dalam sebuah konferensi pers bahwa tersangka berusia 29 tahun. Teroris itu ditembak di perut oleh polisi yang melumpuhkannya. (waa)

Pelaku Teror Truk New York Diidentifikasi Imigran Asal Uzbekistan

0

EpochTimesId – Pelaku teror truk di New York, Amerika Serikat, dididuga kuat adalah Sayfullo Saipov. Pria itu mengendarai truk sewaan menabrak belasan pejalan kaki pada jalur sepeda di samping Sungai Hudson, Selasa (31/10/2017) waktu setempat.

Tersangka diduga berasal dari Uzbekistan yang memasuki Amerika Serikat pada 2010.

Aksi teror itu sejauh ini menewaskan delapan orang dan belasan orang lainnya luka parah. Pihak berwenang sudah mengidentifikasi kejadian tersebut sebagai tindakan terorisme.

Aksi teror ini diklaim sebagai serangan teroris terbesar di New York sejak pembajakan pesawat aksi bunuh diri dengan menabrak Menara Kembar WTC di Manhattan pada 11 September 2001, yang menewaskan lebih dari 2.600 orang.

Serangan di sisi barat Manhattan itu yang jauh tidak jauh dari lokasi World Trade Center. Motif serangan sendiri mirip serangan kendaraan mematikan di Eropa sekitar 15 bulan lalu.

Polisi sendiri menolak memastikan pelaku penyerangan adalah Sayfullo Saipov. Namun, Komisaris Polisi New York City, James O’Neill membenarkan dalam sebuah konferensi pers bahwa tersangka berusia 29 tahun. Teroris itu ditembak di perut oleh polisi yang melumpuhkannya.

Sementara itu, Walikota Bill de Blasio menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut terorisme. Sedangkan seorang juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyebut insiden tersebut sebagai tindakan nyata terorisme.

O’Neill mengatakan bahwa polisi menolak untuk mengidentifikasi pengemudi secara terbuka. Dia mengatakan bahwa teriakan allahu akbar saat tersangka keluar dari truk menjadi salah satu dasar bagi polisi untuk menetapkan kasus ini sebagai kasus terorisme.

Gubernur Andrew Cuomo mengatakan, bahwa tersangka kemungkinan besar bertindak seorang diri.

“Tidak ada bukti yang menunjukkan plot atau skenario yang lebih luas. Ini adalah tindakan satu individu yang dimaksudkan untuk menyebabkan rasa sakit dan bahaya dan mungkin kematian,” kata Cuomo pada konferensi pers yang sama.

Komisaris Dinas Pemadam Kebakaran, Daniel Nigro mengatakan sebanyak 11 orang yang selamat mengalami luka serius. Namun luka korban kemungkinan besar tidak mengancam jiwa, walau mereka masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dari delapan orang yang tewas, enam di antaranya meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara dua korban lainnya dinyatakan tewas di sebuah rumah sakit.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders dalam keterangan terpisah mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sudah mengetahui teror truk itu. Kondisi ini kini menguatkan tekad Trump untuk meningkatkan kebijakan pelarangan bagi para wisatawan dan imigran yang memasuki Amerika Serikat dari sejumlah negara dengan penduduk mayoritas Muslim. (waa)

Peneliti Alam Bawah Sadar Yakin Ada Kehidupan Setelah Kematian

0

EpochTimesId – Para peneliti yang mendalami studi tentang alam bawah sadar meyakini bahwa setelah manusia meninggal dunia, ada kehidupan lain yang menanti mereka. Tim peneliti yang berasal dari New York ini bahkan mengaku hampir memecahkan misteri kehidupan setelah kematian.

Mereka menyimpulkan seseorang yang telah meninggal tetap sadar sepenuhnya. Mereka menemukan bahwa kesadaran seseorang tetap bekerja setelah tubuh meninggal dan berhenti menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Artinya, manusia sadar bahwa mereka sudah meninggal. Jika orang itu berada di ruang rumah sakit, dia bahkan masih bisa mendengar dokter mengumumkan kematian mereka.

Ada sebuah film yang dirilis pada tahun 90-an yang disebut Flatliner, di mana lima mahasiswa kedokteran dengan sengaja menghentikan detak jantung mereka dalam waktu yang singkat demi bisa mengunjungi alam baka.

Nah, tim peneliti dari Sekolah Kedokteran Langone di Universitas New York juga berusaha meneliti kasus yang sama.

Tim tersebut mempelajari pasien dari Eropa dan di Amerika Serikat yang sempat meninggal akibat menderita serangan jantung, namun berhasil hidup kembali.

“Secara teknis, begitulah cara Anda untuk mendapatkan waktu kematian, semuanya didasarkan pada saat jantung berhenti berdetak,” kata direktur penelitian perawatan dan resusitasi kritis Universitas New York, Dr. Sam Parnia, kepada Live Science, seperti dikutip ntd.tv.

“Begitu detak jatung berhenti berdetak, darah tidak lagi bisa beredar ke otak, yang berarti fungsi otak juga berhenti seketika.”

Namun, menurut Dr. Parnia, banyak pasien yang mengalami resusitasi masih bisa mendengar dan melihat apa yang terjadi di sekitar mereka dengan jelas, bahkan setelah mereka dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

“Mereka bisa melihat para dokter dan perawat yang sedang bekerja dengan kesadaran penuh mereka, bahkan semua yang seharusnya sudah bisa dilakukan oleh mereka,” kata Dr. Parnia.

Cerita mereka kemudian diverifikasi oleh petugas medis dan perawat di tempat kejadian.

Dr. Parnia dan timnya terus menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada manusia setelah kematian.

“Kami mencoba memahami fitur persis yang dialami orang saat mereka mengalami kematian, karena kami memahami bahwa ini akan mencerminkan pengalaman universal yang akan kita alami saat kita meninggal dunia nanti,” tambahnya.

Dalam sebuah studi sebelumnya pada tahun 2013, para peneliti dari Universitas Michigan menemukan bahwa ada bukti ‘ledakan energi otak’ saat seseorang meninggal dunia.

Temuan baru-baru ini mengisyaratkan beberapa pertanyaan penting : Jika fisik tubuh telah mati dan tidak lagi berfungsi, lalu bagaimana mungkin seseorang masih bisa sadar?

Apakah ini justru menjadi bukti bahwa pikiran tidak hanya berasal dari otak, seperti yang banyak dikatakan oleh para ilmuwan, tapi dari kesadaran spiritual, mirip dengan jiwa, yang tidak dibatasi oleh fisik?(int/yant/waa)