Dokter Menemukan Ratusan Benang Emas Murni di Lutut Wanita

EtIndonesia. Saat merawat seorang wanita berusia 65 tahun yang menderita osteoartritis lutut, dokter di Korea Selatan menemukan ratusan benang emas murni yang dimasukkan ke dalam kakinya.

Pasien yang tidak disebutkan namanya ini sebelumnya mengalami nyeri dan kekakuan parah di lututnya akibat osteoartritis dan telah diresepkan obat pereda nyeri, obat antiinflamasi nonsteroid, dan bahkan suntikan steroid langsung ke lututnya, namun tidak satu pun terbukti cukup efektif untuk memungkinkannya menjalani kehidupan normal tanpa rasa sakit.

Rasa sakitnya tidak kunjung hilang, tetapi dia juga mengalami efek samping negatif akibat obat-obatan tersebut, termasuk sakit perut yang parah. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk mencoba pengobatan alternatif, khususnya prosedur kontroversial yang dikenal sebagai akupunktur benang emas.

Awalnya, wanita tersebut menjalani sesi akupunktur mingguan dengan memasukkan benang emas kecil di sekitar lututnya. Namun, hal ini justru memperparah nyeri osteoartritisnya, sehingga dia meningkatkan kunjungannya ke ahli akupunktur menjadi beberapa kali seminggu. Lama-kelamaan, nyeri lututnya semakin parah sehingga dia terpaksa kembali ke rumah sakit.

Pemeriksaan rontgen menunjukkan penebalan dan pengerasan bagian dalam tibia, pertumbuhan tulang di lutut, yang semuanya merupakan gejala umum osteoartritis – serta ratusan benang emas kecil yang tertanam di jaringan di sekitar lutut.

Dokter memperingatkan bahwa akupunktur benang emas belum terbukti secara ilmiah manfaatnya bagi pasien, tetapi memiliki banyak risiko yang diketahui. Benang-benang kecil ini dapat menyebabkan kista, bermigrasi ke dalam tubuh, dan merusak jaringan di sekitarnya. Benang-benang kecil ini juga dapat membuat pemindaian MRI yang berpotensi menyelamatkan nyawa menjadi mustahil karena risiko perpindahan logam dan kerusakan pembuluh darah.

Akupunktur benang emas enam telah lama digunakan di negara-negara Asia untuk mengobati berbagai jenis nyeri, dan masih populer, terutama di kalangan pasien lanjut usia. Penusukan potongan emas steril ini diyakini dapat memberikan stimulasi berkelanjutan di dalam tubuh dan meredakan nyeri, tetapi belum ada bukti efek positifnya. Sebaliknya, prosedur ini seringkali memperburuk kondisi karena pasien menunda perawatan medis yang efektif. (yn)

Sebuah Kisah yang Membuat Orang Terkagum

    

EtIndonesia. Kopenhagen, Denmark, 13 November 1953.  Pukul tiga dini hari, telepon darurat pemadam kebakaran berdering. Petugas jaga malam itu adalah Erich, seorang pemadam kebakaran muda berusia 22 tahun.

“Hallo, di sini pemadam kebakaran,” jawab Erich.

Tidak ada balasan—hanya terdengar napas berat di ujung sana.

Beberapa detik kemudian, suara wanita yang panik terdengar:  “…Tolong… tolong aku! Aku tak bisa berdiri… darahku mengalir…”

“Tenang, Bu,” sahut Erich, “kami akan segera datang. Anda di mana sekarang?”

“Aku… aku tidak tahu.”

“Bukankah Anda di rumah sendiri?”

 “Mungkin, ya… sepertinya di rumah… tapi aku pusing… aku berdarah…”

 “Kalau begitu, sebutkan alamat atau setidaknya nama Anda.”

 “Aku… aku tak ingat…”

Suara wanita itu semakin lemah. 

Erich berusaha menahannya tetap di telepon: “Tolong jangan tutup telepon. Katakan, bagaimana Anda bisa menghubungi kami?”

“Nomornya tertulis di telepon… aku menariknya saat jatuh…”

 “Apakah ada nomor alamat rumah di telepon itu?”

 “Tidak… tidak ada… cepatlah datang!”

Erich tahu waktunya hampir habis. Da mencoba mencari petunjuk sekecil apa pun.

 “Coba lihat sekeliling, apa yang Anda lihat?”

 “Aku… aku melihat jendela… di luar ada jalan… ada lampu jalan…”

Itu berarti rumahnya menghadap ke jalan, mungkin tidak di lantai terlalu tinggi.

 “Bentuk jendelanya bagaimana?”

 “Panj… panjang, persegi panjang…”

 Artinya, ia tinggal di daerah bangunan tua.

Namun tiba-tiba suara wanita itu menghilang. Hanya tersisa tarikan napas yang berat dan terputus-putus.

Jalan Buntu dan Ide Gila

Erich segera melapor pada komandannya. 

Jawabannya tegas: “Tidak mungkin ditemukan! Lagi pula, teleponnya sudah memakan jalur darurat kita. Bagaimana kalau ada kebakaran sungguhan?”

Namun Erich tak mau menyerah. Baginya, menyelamatkan nyawa adalah tugas utama pemadam kebakaran. Dia mengusulkan ide nekat: menyebarkan puluhan mobil pemadam di seluruh kota, menyalakan sirene, lalu mencocokkan suara sirene dengan apa yang terdengar dari telepon.

Komandannya kaget: “Orang-orang akan mengira perang bom atom pecah! Di tengah malam, di kota sebesar Kopenhagen…”

“Tolong izinkan, Pak! Jika tidak, semuanya akan sia-sia!” desak Erich.

Akhirnya sang komandan luluh. Lima belas menit kemudian, 20 mobil pemadam kebakaran melaju kencang ke seluruh penjuru kota, meraungkan sirene keras-keras.

Menyempitkan Lokasi

Erich tetap menempel di telepon, mendengarkan dengan seksama napas wanita itu—dan suara samar sirene di kejauhan.

“Aku mendengar sirene!” teriak Erich.

Komandan langsung memerintahkan: “Mobil nomor 1, matikan sirene!”

 “Masih terdengar!” jawab Erich.

 “Nomor 2, matikan!”

 “Masih terdengar…”

Sampai akhirnya, ketika mobil ke-12 yang mematikan sirene, Erich berkata: “Sekarang hilang!”

“Nomor 12, nyalakan lagi!”

 “Ya, sekarang terdengar lagi… semakin dekat… semakin keras… Itu jalan yang benar!”

Sinyal Terakhir

Komandan memberi instruksi: “Mobil 12, cari rumah dengan lampu menyala!”

Namun di jalan itu, ratusan jendela menyala karena orang-orang terbangun mendengar hiruk-pikuk sirene.

Komandan kembali memberi perintah:  “Gunakan pengeras suara!”

Tak lama, Erich mendengar suara dari pengeras di ujung telepon: “Perhatian, warga sekalian! Kami sedang mencari seorang wanita yang dalam bahaya serius. Jika lampu rumah Anda menyala, mohon matikan segera!”

Dalam sekejap, seluruh jendela gelap—kecuali satu.

Mobil 12 segera menghantam masuk. Erich mendengar laporan dari walkie-talkie:  “Wanita ditemukan! Dia tak sadarkan diri, tapi nadinya masih ada. Kami bawa ke rumah sakit. Ada harapan!”

Epilog

Wanita itu bernama Helen Søndergaard. Dia benar-benar selamat. Setelah beberapa minggu perawatan, dia siuman dan perlahan memulihkan ingatannya.

Pesan dari Kisah Ini

·        Jika seseorang benar-benar berniat melakukan sesuatu, dia pasti menemukan cara.

·        Namun jika tidak sungguh-sungguh, dia hanya akan menemukan seribu alasan.

·        Keberanian seorang anak muda bernama Erich dan keyakinannya pada tugas mulia membuktikan: kadang, satu tindakan nekat bisa menyelamatkan nyawa. (jhn/yn)

Video: Penjaga Pantai AS Menyita Hampir 6000 Kg Kokain dari ‘Kapal Narkoba’ dan Bembakarnya

EtIndonesia. Penjaga Pantai AS telah merilis rekaman yang menunjukkan salah satu kapal pemotongnya membakar sebuah kapal yang diduga “kapal narkoba” sebelum menenggelamkannya di Samudra Pasifik. Operasi tersebut berlangsung selama akhir pekan sebagai bagian dari Operasi Pacific Viper, kata badan tersebut. Video yang diunggah daring oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menunjukkan kapal tersebut terbakar setelah ditembak berulang kali.

Menurut Penjaga Pantai, penangkapan tersebut merupakan bagian dari serangkaian tiga operasi yang dilakukan dalam satu malam, yang menghasilkan penyitaan hampir 13.000 pon (sekitar 5896 kg) kokain dan penangkapan tujuh tersangka penyelundup.

“ASMR: @USCG menangkap, membakar, dan menenggelamkan sebuah kapal narkoba. Selama akhir pekan, sebagai bagian dari Operasi Pacific Viper, @USCG Cutter Stone melakukan tiga pencegatan dalam satu malam, menyita hampir 13.000 pon kokain dan menangkap tujuh tersangka penyelundup narkoba,” tulis DHS di X.

Penindakan di Pasifik

Penjaga Pantai mengatakan telah menyita lebih dari 40.000 pon kokain di Samudra Pasifik Timur sejak peluncuran Operasi Pacific Viper bulan lalu, dengan rata-rata 1.600 pon per hari.

“Melalui Operasi Pacific Viper, Penjaga Pantai mempercepat operasi pemberantasan narkoba di Samudra Pasifik Timur, tempat pengangkutan narkotika ilegal dalam jumlah besar terus berlanjut dari Amerika Selatan,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Badan tersebut mengatakan kapal pemotong, pesawat, dan tim taktis tambahan telah dikerahkan bersama mitra internasional dan antarlembaga untuk menghentikan pengiriman kokain dan perdagangan narkoba skala besar lainnya.

Tenggelamnya kapal tersebut terjadi beberapa hari setelah serangan Marinir AS di Karibia selatan menghantam kapal lain yang diduga membawa anggota geng Venezuela Tren de Aragua, yang dituduh memindahkan narkotika menuju AS. (yn)

Pilihan Angsa Putih

EtIndonesia. Dahulu kala, di sebuah danau besar yang terbentuk dari banyak aliran sungai, hidup sekelompok kerang sungai dan kerang mutiara.

Suatu hari, seekor angsa putih yang anggun terbang bebas di angkasa, lalu hinggap di danau itu. Dia merapikan bulu-bulunya yang putih sebersih salju musim dingin. Tubuhnya elok bagaikan seorang gadis muda, suaranya merdu bagaikan lantunan dari surga, dan seluruh dirinya memancarkan pesona yang anggun dan penuh wibawa.

Kerang sungai menatap angsa itu dengan takjub, bergumam :“Seandainya aku bisa menjadi sahabat angsa putih yang cantik ini, alangkah indahnya hidupku.”

Kerang mutiara yang mendengarnya menanggapi: “Jangan bermimpi! Angsa yang tinggi hati itu hanya menyukai mutiara. Kalau aku memberikan mutiara dariku kepadanya, pasti dia akan memilihku.”

Usaha Kerang Sungai

Mendengar hal itu, kerang sungai bertekad untuk menciptakan mutiara terbaik dengan usahanya sendiri. Tidak seperti kerang mutiara yang bisa menghasilkan mutiara dengan mudah, kerang sungai harus menanggung rasa sakit.

Hari demi hari dia menelan butiran pasir, mengasah dan menggilasnya dengan bibir dan ototnya, membalutnya dengan air liur agar menjadi semakin halus. Waktu berlalu, pasir itu perlahan berubah menjadi bulat, keras, lembut, dan berkilau samar. Akhirnya, sebuah mutiara besar nan indah terbentuk di dalam tubuhnya.

Kontes Kecantikan di Tepi Danau

Suatu ketika, hewan-hewan mengadakan kontes kecantikan di tepi danau, dipandu oleh seekor harimau. Aturannya: pemenang bukan hanya dinobatkan sebagai yang tercantik, tetapi juga harus memilih seorang sahabat sejati.

Satu per satu peserta tampil:

·        Merak membuka ekornya yang indah bak kipas, membuat semua bertepuk tangan.

·        Kuda berlari gagah, tubuhnya penuh kekuatan, menimbulkan sorakan kagum.

·        Ular putih melilit cabang pohon dengan kelenturan luar biasa, membuat penonton bersorak takjub.

·        Lalu, angsa putih turun dari langit dengan bulu berkilau, gerak yang elegan, dan aura penuh martabat. Seluruh penonton terdiam tiga detik, sebelum akhirnya bersorak meriah.

Tak diragukan lagi, angsa putih dinobatkan sebagai juara.

Persembahan untuk Sang Juara

Hewan-hewan pun berebut memberikan hadiah terbaiknya:

·        Monyet menghadiahkan seikat pisang.

·        Lebah membawa madu manis.

·        Kupu-kupu menyajikan setangkai bunga indah.

Kerang mutiara mempersembahkan tiga butir mutiara berkilau, sementara kerang sungai dengan penuh hati-hati mengeluarkan satu-satunya mutiara yang telah dia hasilkan dengan jerih payah.

Angsa putih berjalan menghampiri kerang sungai, lalu berkata dengan lembut: “Sahabatku adalah engkau, kerang sungai.”

Kerang sungai begitu bahagia, hampir tak percaya dengan pilihannya.

Harimau yang menjadi juri pun bertanya: “Kerang mutiara punya tiga mutiara, sedangkan kerang sungai hanya punya satu. Mengapa engkau memilih kerang sungai?”

Angsa putih menjawab: “Tiga mutiara itu hanyalah sebagian kecil dari kerang mutiara. Tapi satu mutiara ini adalah seluruh hidup kerang sungai. Itu adalah pemberian dari hatinya yang paling dalam.”

Pesan Moral

Seorang teman sejati adalah mereka yang benar-benar tulus, rela memberikan yang terbaik tanpa pamrih. Mereka akan selalu menempatkan dirinya di posisimu, berbagi segala yang indah, bahkan jika itu adalah seluruh yang dimilikinya.(jhn/yn)

Orang yang Menjual Bayangannya

EtIndonesia. Setelah melewati perjalanan laut yang panjang dan penuh kesulitan, akhirnya kami tiba di pelabuhan. Begitu kapal merapat, aku segera memanggul barang bawaanku yang sederhana, bergegas keluar dari kerumunan, lalu masuk ke penginapan pertama yang kutemui di jalan.

Aku meminta sebuah kamar. Pelayan menatapku dari ujung kepala hingga kaki sebelum mengantarku ke loteng. Aku memintanya menyiapkan air bersih, kemudian bertanya dengan rinci tentang keberadaan Tuan Thomas John.

“Di luar gerbang utara, rumah pedesaan pertama di sebelah kanan. Rumah besar baru dari marmer merah-putih dengan banyak pilar.” Jawabannya jelas. 

Waktu masih cukup siang. Aku membuka bawaanku, memilih mantel hitam terbaik, berganti pakaian dengan hati-hati, lalu menyelipkan surat pengantar ke dalam saku. Dengan penuh harapan, aku berangkat menuju rumah orang yang kuanggap bisa membantu mewujudkan rencanaku.

Pertemuan Pertama

Aku berjalan melewati jalan utara yang panjang, keluar gerbang kota, lalu melihat pilar-pilar rumah pedesaan yang berdiri di antara pepohonan. 

“Inilah tempatnya,” pikirku. 

Aku mengibaskan debu di sepatuku dengan sapu tangan, merapikan dasi, dan menekan bel.

Pintu terbuka. Penjaga rumah menanyai aku dengan teliti sebelum akhirnya mengumumkan kedatanganku. Tak lama kemudian, aku dipersilakan masuk ke taman, tempat Tuan John sedang berjalan-jalan bersama beberapa tamu.

Aku langsung mengenali dia—seorang pria gemuk, wajahnya penuh rasa puas diri. Dia menyambutku dengan sopan, cara khas orang kaya menyambut orang tak punya. Dia bahkan sempat berbicara sedikit denganku, menerima surat pengantar itu, tetapi sama sekali tidak menyingkirkan perhatian dari tamu-tamu lainnya.

“Oh, oh, surat dari saudaraku! Sudah lama aku tak mendengar kabarnya. Bagaimana kesehatannya?” Tanyanya.

Tanpa menunggu jawabanku, dia segera berkata pada yang lain: “Lihatlah ke sana. Aku membangun rumah baru itu di atas bukit kecil itu.”

Sambil membuka surat, dia melanjutkan obrolan soal kekayaan. “Kalau seseorang bahkan tak punya sejuta yang layak disebut hartanya—maaf aku harus berkata begini—dia hanyalah seorang tak berguna.”

“Ah, benar sekali!” seruku cepat.

Dia tersenyum puas kepadaku.

“Tetaplah di sini, kawan. Nanti, mungkin aku akan sempat berbagi pandanganku denganmu.”

Dia menaruh surat itu ke saku, lalu segera kembali sibuk menyenangkan hati para tamunya.

Bayangan yang Tak Dilirik

Dia menggandeng lengan seorang wanita muda, tamu pria lain pun segera melakukan hal yang sama. Mereka berjalan berpasangan ke arah bukit kecil. Aku mengikuti dari belakang, namun tak seorang pun memperdulikanku. Mereka sibuk bercanda, tertawa, bahkan gemar membicarakan orang-orang yang tidak hadir.

Kami melewati kebun mawar. Di sana, wanita tercantik bernama Fanny ingin memetik bunga sendiri. Tangannya tergores duri hingga berdarah. Semua orang sibuk mencari plester. Saat itu, seorang pria kurus berwajah tua, berjas abu-abu usang, tiba-tiba maju. Dari saku kecilnya, dia mengeluarkan dompet kulit, membuka, dan mengambilkan plester. Dia menyerahkannya pada sang wanita—tanpa mendapat perhatian, apalagi ucapan terima kasih. Luka itu dibalut, lalu semua orang kembali berjalan.

Sesampainya di puncak bukit, pemandangan begitu indah: taman hijau membentang hingga ke laut. Tiba-tiba, di garis horizon laut biru, muncul sebuah cahaya kecil.

“Bawakan teropong!” seru Tuan John.

Sebelum pelayan sempat berlari, pria berjas abu-abu itu sudah mengeluarkan teropong indah dari sakunya yang kecil, lalu menyerahkannya. Dengan penuh semangat, Tuan John menunjuk ke arah kapal di laut, kapal yang kemarin terpaksa berlindung di pelabuhan karena badai.

Teropong itu berpindah dari satu tangan ke tangan lain, namun tak pernah kembali kepada si pemilik.

Aku menatap pria itu penuh keheranan. Bagaimana mungkin benda sebesar itu bisa keluar dari saku sekecil itu? Tetapi anehnya, tidak seorang pun memerhatikan hal itu. Mereka mengabaikan si pria abu-abu sama seperti mereka mengabaikanku.

Sebuah Sambutan yang Hambar

Kemudian, Tuan John menjamu kami dengan buah-buahan tropis yang mahal, tersaji di piring perak berharga. 

Dia menoleh padaku, hanya sekali lagi: “Silakan makan, kawan. Di laut, pasti kamu tak bisa mendapatkannya.”

Aku baru hendak mengucapkan terima kasih, tetapi dia sudah berpaling, kembali bercakap-cakap dengan tamu lainnya.

Cerita ini adalah pembuka dari kisah “Orang yang Menjual Bayangannya”: seorang manusia yang karena kesepakatan misterius, kehilangan bayangannya dan akhirnya ditolak oleh masyarakat. Pesan tersiratnya: dunia sering lebih menghargai harta, status, dan penampilan luar daripada esensi sejati seseorang.

Kisah ini menyoroti betapa rapuhnya nilai manusia di mata orang lain bila diukur hanya dari simbol lahiriah. (jhn/yn)

Mengejutkan! 30–40 Ekor Beruang Ditemukan Makan Sampah di Tempat Pembuangan Sampah di Tibet

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang netizen merekam pemandangan mengejutkan di sebuah tempat pembuangan sampah di Kabupaten Bianba, Tibet: puluhan ekor beruang terlihat sedang mengais dan memakan sampah. Video tersebut viral di internet, membuat warganet heboh sekaligus takut.

Dalam video yang beredar, pada 5 September malam, di sebuah tempat pembuangan sampah dekat kota Kabupaten Bianba, terlihat sekelompok beruang cokelat Tibet (disebut juga “beruang Tibet” atau 藏馬熊). Jumlahnya diperkirakan mencapai 30–40 ekor, pemandangan yang benar-benar mengejutkan.

“Saat pertama melihat, ada puluhan ekor beruang, saya sangat kaget dan juga agak takut,” kata seorang saksi mata bermarga Chen saat diwawancara media. Ia menambahkan bahwa dirinya sempat mengamati selama setengah jam, dan beruang-beruang itu terus mencari makanan tanpa pergi.

Video sekumpulan beruang makan sampah ini memicu diskusi hangat. Banyak netizen terkejut dan berkomentar:

  • “Bagaimanapun juga, ini hewan yang dilindungi tingkat dua secara nasional, tapi sekarang hidupnya seperti ini.”
  • “Apakah di alam liar benar-benar sudah sulit menemukan makanan?”
  • “Ini menunjukkan kerusakan ekologi yang parah, tanpa perlindungan. Hewan liar akhirnya hanya bisa makan sampah lalu berkembang biak. Itu bisa jadi sumber penyakit menular.”

Ini bukan pertama kalinya beruang coklat Tibet terekam sedang makan sampah. Banyak netizen Tiongkok sebelumnya juga membagikan video serupa, bahkan ada yang menunjukkan beruang ini menyerang anjing Tibet (Tibetan Mastiff) yang mencoba mengusirnya.

Chen juga menyebut bahwa beberapa tahun lalu ia pernah melihat beruang di tempat sampah di Tibet, tetapi jumlahnya tidak sebanyak ini. Melihat 30–40 ekor beruang coklat di tempat sampah Bianba adalah hal yang sangat jarang.

Menanggapi hal tersebut, seorang staf pemerintah Kabupaten Bianba menjelaskan bahwa lokasi tempat pembuangan itu jauh dari pusat kota, berada di pegunungan, dan pada malam hari biasanya tidak ada orang di sana. Sampah di lokasi itu umumnya dibuang dengan mobil oleh para pekerja.

Beruang coklat Tibet (nama ilmiah: Ursus arctos pruinosus) dikenal gesit dan cerdik, mampu berlari hingga 56 km/jam. Karena penampilannya yang tampak jinak dan kadang memberi gestur seolah “melambai” pada wisatawan, beberapa turis yang berkunjung ke Tibet sering kali memberi makan hewan ini.

Namun, warga setempat mengingatkan wisatawan luar daerah agar jangan tertipu oleh penampilan beruang tersebut. Beruang cokelat Tibet sangat berbahaya, sehingga wisatawan disarankan untuk selalu menjaga jarak.

Sumber : NTDTV.com

Putin Siap Invasi Negara Lain, Presiden Polandia Memperingatkan

EtIndonesia. Presiden Rusia, Vladimir Putin siap menginvasi negara lain menyusul keputusannya untuk memulai konflik di Ukraina, Presiden Polandia Karol Nawrocki memperingatkan pada hari Selasa.

“Kami tidak mempercayai niat baik Vladimir Putin,” kata Nawrocki kepada wartawan dalam konferensi pers bersama Presiden Finlandia, Alexander Stubb di Helsinki.

Polandia dan Finlandia berbatasan dengan Rusia, dan kedua negara anggota NATO tersebut merasa cemas dengan invasi Moskow ke Ukraina pada tahun 2022.

“Sambil menunggu, tentu saja, perdamaian jangka panjang, perdamaian abadi, yang penting bagi kawasan kami, kami yakin bahwa Vladimir Putin juga siap untuk menginvasi negara lain,” kata presiden nasionalis Polandia yang baru terpilih.

“Itulah mengapa kami mengembangkan angkatan bersenjata kami, kami mengembangkan kemitraan dan hubungan sekutu kami,” tambahnya, tanpa merinci langkah-langkah khusus apa pun.

Dia mengatakan “arsitektur keamanan” di seluruh kawasan telah berubah dan bahwa Presiden AS, Donald Trump adalah “satu-satunya pemimpin dunia bebas” yang dapat memaksa Putin untuk bernegosiasi.

Pekan lalu, Trump menawarkan pengiriman lebih banyak pasukan ke Polandia saat dia menyambut Nawrocki di Gedung Putih dengan penerbangan militer.

Stubb telah berbicara dengan Trump secara berkala dalam beberapa bulan terakhir seiring upaya negara-negara Eropa untuk mengakhiri perang di Ukraina.

“Kami mencoba menjelaskan bahwa Putin tidak dapat dipercaya, bahwa Putin sedang memainkan taktik menunda yang biasa,” kata Stubb.

Peringatan tersebut mencerminkan kekhawatiran serupa yang diungkapkan oleh Kanselir Jerman, Friedrich Merz, yang mengatakan pada hari Senin bahwa “rencana imperialis Putin tidak akan berakhir dengan penaklukan Ukraina”, melainkan hanya permulaan.(yn)

Penelitian Terbaru Mengungkap Angka Mengkhawatirkan 70.000 Mikroplastik yang Terhirup Setiap Hari

EtIndonesia. Butiran mikroplastik yang hampir tak terlihat oleh mata telanjang kini telah menjadi salah satu musuh terbesar bagi kesehatan manusia. Yang paling mengkhawatirkan, selain masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman, sebuah penelitian terbaru dari Prancis menemukan bahwa setiap hari kita juga bisa menghirup hingga 70 ribu butir mikroplastik hanya lewat pernapasan! Angka ini 100 kali lebih tinggi dibanding perkiraan para ilmuwan sebelumnya.

Ya, ini benar-benar angka yang mencengangkan! Penelitian menunjukkan, mikroplastik hampir ada di setiap aspek kehidupan kita — mulai dari makanan, air minum, hingga udara yang kita hirup.

Sebuah tim peneliti dari Université de Toulouse di Prancis menemukan bahwa orang dewasa, hanya melalui pernapasan, bisa menghirup hingga 71.000 butir mikroplastik per hari, jumlah yang 100 kali lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Karena manusia menghabiskan sekitar 90% waktunya di dalam ruangan, tim penelitian memfokuskan pengujian pada udara di rumah, tempat kerja, pusat perbelanjaan, serta untuk pertama kalinya meneliti udara di dalam mobil.

Mereka mengumpulkan 16 sampel udara, lalu menggunakan teknologi spektroskopi Raman (Raman spectroscopy) untuk menganalisis konsentrasi mikroplastik di dalamnya. 

Hasilnya: di apartemen, median konsentrasi mikroplastik per meter kubik udara mencapai 528 butir, sementara di dalam mobil jumlahnya jauh lebih tinggi, yakni 2.238 butir per meter kubik. Menariknya, 94% dari partikel itu berdiameter kurang dari 10 mikrometer, artinya partikel-partikel ini bisa dengan mudah masuk jauh ke dalam sel paru-paru kita.

Studi tersebut memperkirakan, dari lebih dari 70 ribu mikroplastik yang terhirup setiap hari, sekitar 68 ribu berdiameter di bawah 10 mikrometer, sementara sisanya sekitar 3.200 butir berukuran antara 10 hingga 300 mikrometer.

Para peneliti menekankan, partikel-partikel ini sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata, tetapi dapat melepaskan zat beracun ke dalam aliran darah, menyebabkan oksidasi sel, kerusakan sistem kekebalan, bahkan penyakit organ.

Mikroplastik menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia karena erat kaitannya dengan melimpahnya produk plastik dalam kehidupan modern. Seiring dengan industrialisasi, bahan kimia berbasis plastik telah memenuhi hampir semua aspek kehidupan kita.

Bagaimana cara mengurangi polusi plastik dan menemukan bahan alternatif yang lebih sehat akan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama oleh manusia dan para ilmuwan material di masa depan. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Keanehan di California: Anjing Berhasil Ikut Memilih, Pemiliknya Hadapi 5 Dakwaan Pidana

EtIndonesia. Beberapa tahun terakhir, isu integritas pemilu di Amerika Serikat terus menjadi sorotan. Semakin banyak insiden terkait pemungutan suara yang terungkap. Di California, seorang wanita bahkan mendaftarkan anjingnya untuk ikut memilih, berhasil mendapatkan surat suara lewat pos, dan benar-benar menggunakannya untuk memberikan suara.

Anjing petinju cokelat ini tampak mengenakan stiker “Saya sudah memilih”, dengan surat suara pos California di sampingnya, seolah-olah benar-benar seorang “warga pemilih”. Ini bukan lelucon—anjing itu memang berhasil ikut memberikan suara di California!

Pada 5 September, kantor Kejaksaan Orange County, California, mengkonfirmasi bahwa dalam pemilihan khusus pencabutan mandat Gubernur Gavin Newsom tahun 2021, Laura Lee Eurex, 62 tahun, penduduk Costa Mesa, mendaftarkan anjingnya sebagai pemilih dan berhasil memberikan suara lewat surat suara pos. Namun, pada pemilu paruh waktu federal  Juni 2022, surat suara anjing itu ditolak.

Reporter: “Banyak orang bertanya-tanya, mengapa anjing ini bisa ikut memilih dalam pemilu California, tetapi tidak lolos dalam pemilu federal? Dalam pemilu negara bagian California, baik saat pendaftaran pemilih maupun pemungutan suara, tidak perlu menunjukkan identitas ataupun bukti alamat. Namun dalam pemilu federal, pemilih baru wajib memberikan bukti alamat dan menandatangani surat pernyataan. Karena itu, meskipun anjing itu kembali mengirimkan surat suara pada pemilu kedua, akhirnya ditolak.”

Menjelang pemilu 2024, anjing tersebut kembali menerima surat suara pos, padahal saat itu ia sudah mati.

Eurex akhirnya menyerahkan diri ke kantor pemilu. Ia kini menghadapi lima dakwaan kejahatan berat dan terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Untuk memastikan keadilan pemilu, pemerintahan Trump juga berencana mengeluarkan perintah eksekutif yang mewajibkan verifikasi identitas pemilih dalam pemilu federal dan menghapus penggunaan surat suara pos. 

Sumber : NTDTV.com

Masa yang Paling Efektif dan Batasan Pendidikan Keluarga

  

EtIndonesia. Pendidikan keluarga bukanlah sesuatu yang bisa berjalan efektif sepanjang waktu. Ada masa-masa tertentu di mana pengaruhnya paling kuat, ada pula batas-batas yang tidak bisa digantikan oleh sekolah. Memahami hal ini akan membantu orang tua lebih tepat dalam mendidik anak.

1. Masa Paling Efektif: Sebelum Usia 8 Tahun

Lebih dari 90% masa peka pendidikan seorang anak terjadi sebelum usia 8 tahun. Itu berarti, periode emas pendidikan keluarga ada di fase ini. Di sinilah pembentukan karakter dan kompetensi inti anak akan paling efektif.

Idealnya, orangtua sudah menanamkan dasar-dasar penting seperti disiplin, kemandirian, rasa ingin tahu, dan kebiasaan baik sebelum anak masuk sekolah dasar. Begitu anak masuk ke jenjang SMP, pengaruh keluarga akan menurun drastis. Dengan kata lain, semakin besar anak, peran orang tua dalam pendidikan semakin kecil, sementara investasi energi dan waktu yang diberikan sering tidak sebanding dengan hasilnya.

Karena itu, banyak program pendidikan modern lebih menitikberatkan pada pembekalan orang tua saat anak masih usia dini dan SD, agar mereka bisa membimbing anak di masa paling penting ini. Memasuki SMP ke atas, fokus pendidikan lebih diarahkan pada latihan mandiri anak itu sendiri.

2. Hasil Pendidikan Tidak Instan, Melainkan Tertunda

Kesalahan umum orangtua adalah mengira hasil pendidikan bisa langsung terlihat. Padahal, banyak pola asuh yang keliru baru menampakkan dampak negatifnya setelah beberapa tahun.

Contoh:

·        Jika sejak balita orangtua tidak melatih konsentrasi dan daya juang, maka saat masuk SD anak akan kesulitan fokus belajar, mudah teralihkan, dan kurang sabar.

·        Jika di usia dini anak tidak dibiasakan membaca dan memahami teks, maka di sekolah dasar ia akan lebih lambat memahami soal dibanding teman-temannya, bahkan bisa salah mengartikan instruksi sederhana.

Saat masalah ini muncul, orangtua baru sadar. Tapi biasanya sudah terlambat: perbaikannya butuh biaya, waktu, dan tenaga yang lebih besar, hasilnya pun sering tidak maksimal. Sama seperti penyakit, lebih mudah diobati saat masih dini, daripada ketika sudah kronis.

3. Batasan: Peran Keluarga vs Peran Sekolah

Pendidikan keluarga dan sekolah memiliki wilayah tanggung jawab yang berbeda.

·        Pendidikan keluarga: fokus pada pengembangan kompetensi inti anak, seperti daya juang, fokus, pemahaman membaca, berpikir kritis, kebiasaan belajar, dan karakter dasar.

·        Pendidikan sekolah: fokus pada transfer pengetahuan dan keterampilan akademis.

Kompetensi inti ibarat fondasi rumah. Jika fondasinya kuat, anak akan lebih mudah menyerap ilmu. Sebaliknya, jika sejak dini fondasi ini diabaikan, anak akan kesulitan mengikuti pelajaran meski sekolah sudah berusaha keras.

Sayangnya, banyak orangtua justru salah arah: mereka lebih banyak menguras energi untuk menjejalkan pengetahuan, sementara dasar karakter dan kebiasaan belajar terabaikan. Inilah salah satu penyebab utama mengapa anak merasa belajar begitu berat begitu masuk sekolah.

Kesimpulan

·        Gunakan masa emas (waktu terbaik) sebelum usia 8 tahun untuk membangun karakter dan kebiasaan baik.

·        Ingat bahwa hasil pendidikan bersifat tertunda, jangan menunggu masalah muncul baru bertindak.

·        Bedakan peran keluarga dan sekolah. Keluarga membangun fondasi, sekolah membangun bangunan.

Dengan memahami masa berlaku dan batasan pendidikan keluarga, orangtua bisa lebih tepat sasaran dalam mendidik anak. Hasilnya, anak tumbuh lebih siap, lebih tangguh, dan lebih mudah meraih keberhasilan dalam hidupnya. (jhn/yn)

Video: Menteri Kesehatan Swedia yang Baru Diangkat Pingsan Saat Konferensi Pers

EtIndonesia. Beberapa jam setelah menjabat, Elisabet Lann, Menteri Kesehatan Swedia yang baru diangkat, pingsan di atas panggung saat konferensi pers pada hari Selasa (9/9).

Insiden itu terjadi ketika wanita berusia 48 tahun itu berdiri di samping Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson dan pemimpin partai Demokrat Kristen Ebba Busch, menjawab pertanyaan dari para jurnalis.

Rekaman momen tersebut, yang dibagikan di media sosial, menunjukkan Lann mendengarkan dengan saksama seorang pejabat lain sebelum tiba-tiba mencondongkan tubuh ke depan, jatuh dari mimbar transparan, dan jatuh ke lantai.

Video tersebut menunjukkan Busch segera bergegas ke sisi Lann dan menggulingkannya sementara para pejabat dan jurnalis lain berkerumun untuk membantu. Lann tampak pingsan selama beberapa saat sebelum ditolong oleh petugas keamanan pemerintah.

Lann kembali ke ruang pengarahan tak lama kemudian, menjelaskan kejadian yang tiba-tiba itu.

“Ini bukan hari Selasa yang normal, dan inilah yang bisa terjadi ketika gula darah Anda turun,” ujarnya kepada para wartawan, seperti dilaporkan SVT.

Dia kemudian keluar ruangan lagi tetapi tampak pulih tanpa cedera serius. Belum dilaporkan apakah dia menerima perawatan medis formal.

Konferensi pers berakhir setelah kejadian tersebut, dan sesi tanya jawab dibatalkan.

Lann diangkat menjadi Menteri Kesehatan pada hari yang sama setelah pengunduran diri pendahulunya, Acko Ankarberg Johansson, pada hari Senin. Johansson memegang jabatan tersebut selama tiga tahun dan pertama kali memulai kariernya di Partai Demokrat Kristen Swedia pada tahun 1986.

Lann adalah anggota lama Partai Demokrat Kristen. Sebelumnya, dia menjabat sebagai anggota dewan kota di Gothenburg mulai tahun 2019. Menurut profil LinkedIn-nya, dia memegang gelar magister dalam studi perdamaian dan pembangunan serta ilmu politik. Dia juga pernah menjabat sebagai wakil direktur Kantor Kabinet dan ikut serta dalam Penyelidikan Tanggung Jawab Perawatan Kesehatan. (yn)

Legenda Rasi Bintang Gemini

EtIndonesia. Putri raja Leda melahirkan banyak anak yang rupawan. Di antara mereka ada dua bersaudara yang sangat akrab, wajah mereka begitu mirip hingga orang sering mengira mereka kembar.

Namun, kenyataannya berbeda. Sang kakak adalah putra Leda dengan Dewa Zeus, sehingga dia memiliki identitas sebagai dewa dan diberi kehidupan abadi. Sedangkan sang adik adalah putra Leda dengan Raja Tyndareus dari Sparta, sehingga dia hanyalah manusia biasa. Dengan kata lain, mereka adalah saudara seibu, tetapi berlainan ayah.

Suatu hari, seekor babi hutan raksasa menyerang wilayah Yunani. Para pangeran bersama sejumlah ksatria berangkat memburu binatang buas itu. Hewan itu akhirnya berhasil dibunuh, tetapi setelahnya para ksatria berselisih tentang siapa yang paling berjasa. Perselisihan itu berkembang menjadi dendam.

Beberapa waktu kemudian, di sebuah pasar yang ramai, para ksatria yang saling membenci itu kembali bertemu. Pertengkaran pun pecah, lalu berubah menjadi perkelahian besar. Banyak yang terluka bahkan terbunuh. Celakanya, dalam kekacauan itu, sang adik juga ikut terbunuh.

Kakaknya yang sangat menyayanginya tak kuasa menerima kenyataan itu. Dia memeluk jasad adiknya sambil menangis pilu, berharap adiknya bisa hidup kembali agar mereka bisa terus menikmati kebersamaan seperti dulu.

Dengan hati hancur, dia naik ke Olympus menemui ayahnya, Zeus, dan memohon agar adiknya dihidupkan kembali. 

Namun, Zeus berkata: “Adikmu hanyalah manusia, dia ditakdirkan untuk mati. Jika kamu benar-benar ingin dia hidup kembali, kamu harus menyerahkan sebagian dari hidupmu kepadanya.”

Tanpa ragu, sang kakak setuju. Dia rela membagi keabadiannya dengan adiknya. Sejak saat itu, keduanya bisa kembali bersama, berbagi suka dan duka, hidup dan mati.

Zeus yang terharu melihat kasih sayang mereka, kemudian mengangkat keduanya ke langit sebagai sebuah rasi bintang yang kita kenal hingga kini: Gemini, si Kembar—simbol persaudaraan, kesetiaan, dan pengorbanan.

Iinti dari legenda ini: Gemini melambangkan kasih persaudaraan yang begitu dalam, rela berbagi hidup dan mati demi satu sama lain.(jhn/yn)

4 Kabupaten dan 1 Kota di Bali Diterjang Banjir Besar, Dua Warga Jembrana Meninggal Dunia

EtIndonesia – Banjir besar mengakibatkan dua warga meninggal dunia di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, pada Selasa malam (9/9/2025). Bencana terjadi setelah adanya hujan lebat pada hari itu, pukul 23.15 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan beberapa wilayah terdampak peristiwa tersebut. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau banjir melanda 4 wilayah administrasi kota dan kabupaten di Provinsi Bali. 

“Wilayah terdampak banjir berada di Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung dan Kota Denpasar,” ujarnya dalam siaran pers. 

Data sementara yang diterima BNPB pada Rabu (10/9), pukul 11.30 WIB menyebutkan dua warga meninggal dunia dan 103 KK (200 jiwa) terdampak di Kabupaten Jembrana. 

Selain itu, BPBD mencatat 85 warga mengungsi di beberapa titik di Kabupaten Jembrana, di antaranya pos balai Desa Yeh Kuning 10 jiwa, pos balai banjar Yeh Kuning 10 jiwa, musala Assidiqie 40 jiwa dan musala Darul Mustofa 25 jiwa. 

Sedangkan di Kabupaten Klungkung, sebanyak 104 KK (432 jiwa) jiwa terdampak.

Sementara itu, untuk wilayah lain masih dalam proses pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. 

Berikut ini wilayah kecamatan yang terdampak banjir di Provinsi Bali, empat kecamatan di Kota Denpasar yaitu Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan dan Denpasar Barat. 

Di wilayah Kabupaten Jembrana, banjir melanda Kecamatan Jembrana. Sedangkan daerah lain banjir Kecamatan Sukawati di Kabupaten Gianyar, Kecamatan Kediri di Kabupaten Tabanan dan Kecamatan Dawan di Kabupaten Klungkung.  

Menyikapi bencana tersebut, BPBD setempat masih melakukan upaya penanganan darurat. BPBD Provinsi Bali turut mendukung BPBD kabupaten dan kota untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik. 

Kondisi terkini pada Rabu pagi (10/9), banjir masih menggenangi wilayah-wilayah terdampak. 

BNPB telah memantau situasi penanganan banjir dan berkoordinasi dengan BPBD setempat. 

Melihat pemantauan potensi cuaca, wilayah Bali pada Rabu (10/9) hingga pukul 16.00 Wita masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Peringatan dini cuaca teridentifikasi berada di beberapa wilayah Bali, seperti Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng dan Kota Denpasar. 

Menyikapi kondisi ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor maupun angin kencang. Warga dapat memantau informasi cuaca dari sumber resmi pemerintah untuk kesiapsiagaan. (***)

Kantor Hamas di Doha Luluh Lantak, Israel Nekat Tembus 2.000 Km!

EtIndonesia. Dini hari di ibu kota Qatar berubah mencekam ketika setidaknya sepuluh ledakan besar mengguncang Doha, diikuti asap hitam menjulang tinggi ke langit. Militer Israel menyebut serangan ini sebagai operasi presisi terhadap pimpinan Hamas yang merencanakan serangan 7 Oktober 2023 lalu. Namun, mereka tidak secara terbuka mengakui bahwa serangan dilakukan di jantung ibu kota Qatar.

Serangan di Tanah “Mediator”

Langkah Israel kali ini menimbulkan keheranan. Doha selama ini dikenal sebagai mediator dalam konflik Timur Tengah, termasuk perundingan sandera Israel–Hamas, sekaligus tuan rumah Pangkalan Udara Al-Udeid milik Amerika Serikat—salah satu basis militer terbesar di kawasan.

Namun, terdapat ironi besar: kantor politik Hamas sejak lama beroperasi permanen di Doha. Dengan kata lain, Qatar berada di posisi ambigu—bersahabat dengan AS, namun sekaligus memberi tempat bagi elite Hamas. Gedung itulah yang kini menjadi target bom presisi Israel.

Latar Belakang: Bara yang Meledak

Saat Hamas melancarkan serangan 7 Oktober 2023 ke Israel, sejumlah pimpinan utamanya dilaporkan tengah berada di kantor Doha untuk merayakan aksi tersebut. Rekaman video yang mereka sebarkan menjadi bukti keterlibatan langsung. Bagi Israel, fakta itu merupakan bara yang hanya menunggu saatnya meledak.

Operasi “Summit of Fire”

Israel sebelumnya telah mengumumkan niat memburu anggota Hamas di seluruh dunia. Serangan ke Doha ini diluncurkan dengan sandi Operasi “Summit of Fire”, kombinasi Angkatan Udara Israel dan Mossad.

Jet tempur siluman F-35 buatan AS meluncurkan bom presisi dari ketinggian, menghancurkan markas Hamas. Sistem pertahanan udara Qatar—termasuk Rafale, Typhoon, dan F-15—tidak mampu mengantisipasi serangan mendadak tersebut.

Target serangan disebut mencakup Khalil al-Hayya (kepala tim negosiator Hamas), Khaled Mashal (mantan ketua biro politik Hamas), serta Saleh al-Arouri/Ghabanin (pemimpin Hamas di Tepi Barat). Laporan menyebut Mashal dan Hayya tewas bersama sejumlah tokoh elit lainnya, membuat hampir seluruh jajaran Hamas di Doha lenyap seketika.

Pesan Trump dan Respons AS

Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah Donald Trump mengeluarkan “peringatan terakhir” kepada Hamas. Pada 7 September, dia menegaskan: “Ini peringatan terakhir saya, tidak akan ada berikutnya.”

Meski Trump menolak menyatakan AS ikut dalam operasi, laporan Gedung Putih menyebut Washington memberi lampu hijau diam-diam. Trump dikabarkan menyampaikan kepada Qatar bahwa dirinya tidak menginginkan Doha dibom, tetapi karena Hamas bercokol di sana, Qatar harus “memaklumi” langkah Israel.

Eskalasi di Gaza

Paralel dengan serangan Doha, Israel juga meningkatkan operasi militer di Gaza. Pada 9 September, militer memerintahkan evakuasi massal sekitar 700 ribu hingga 1 juta warga Kota Gaza ke selatan. Selebaran disebarkan lewat udara, berisi peta jalur aman.

Dalam dua hari, 50 gedung tinggi dihancurkan—lengkap dengan terowongan, gudang senjata, dan pusat komando Hamas. Israel menuding Hamas sengaja bersembunyi di balik infrastruktur sipil untuk memancing simpati internasional. Salah satu menara 15 lantai rata dengan tanah hanya oleh dua bom presisi.

Dampak Global: Dilema Eropa

Seiring memburuknya krisis kemanusiaan, Eropa kini menghadapi dilema pengungsi. Denmark menjadi contoh klasik: pada 1992, negara itu menerima 321 pengungsi Gaza, namun catatan menunjukkan lebih dari separuh terjerat kriminalitas atau hidup sepenuhnya dari tunjangan negara.

Peringatan lama dari Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab tahun 2017 kembali viral, menyebut bahwa Eropa bisa menjadi “surga ekstremis” bila terus membuka pintu tanpa pertimbangan.

Ponsel Xiaomi Tiba-tiba Meledak dan Terbakar, Bocah 3 Tahun di Tiongkok Terkena Luka Bakar 

EtIndonesia. Pada 7 September 2025, seorang bocah laki-laki berusia 3 tahun di Xuzhou, Jiangsu, mengalami insiden mengerikan saat menonton video di ponsel Xiaomi. Ponsel tersebut tiba-tiba meledak dan terbakar, menyebabkan luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.

Video yang beredar di internet memperlihatkan tiga orang dewasa sedang mengobrol di ruang tamu, sementara sang bocah duduk di sofa sambil menonton video dan melompat-lompat. Tiba-tiba, ponsel mengeluarkan kilatan api disertai suara ledakan keras. Bocah itu ketakutan dan langsung menangis histeris. Seorang pria mengatakan: “Anaknya baru saja main, tiba-tiba ponselnya meledak.”

Pada 8 September, media daratan Huashangbao melaporkan bahwa ponsel yang meledak adalah Xiaomi 13, yang sejak dibeli tidak pernah diperbaiki atau dimodifikasi.

Pihak keluarga korban menyampaikan bahwa mereka sudah menghubungi layanan purna jual Xiaomi. Pihak teknisi mengatakan akan mengambil sisa ponsel untuk dikirim ke pusat riset Xiaomi guna menyelidiki penyebab ledakan.

Hasil medis yang dipublikasikan menunjukkan: “Bocah 3 tahun mengalami luka bakar pada tangan kiri dan tungkai bawah. Sebagian kulit menghitam, beberapa lepuh pecah, jaringan kulit rusak dan mulai mengelupas.”

Menanggapi hal ini, layanan pelanggan Xiaomi mengatakan penyebab ponsel terbakar harus ditentukan melalui pemeriksaan profesional, sehingga saat ini belum bisa dipastikan.

Seorang staf layanan pelanggan lain juga menyebutkan bahwa kasus ponsel terbakar adalah kejadian langka dengan penyebab yang kompleks, bisa melibatkan banyak faktor.

Pada 8 September, seorang wanita bermarga Song dari Xuzhou menjelaskan kepada media Kankan News bahwa keponakannya yang berusia 3 tahun menggunakan Xiaomi 13 saat ponsel tiba-tiba meledak. Ponsel tersebut ia beli secara online untuk kakaknya, sudah dipakai lebih dari setahun tanpa riwayat kerusakan atau masalah. Saat kejadian, ponsel tidak sedang dicas. Anak itu sedang menonton video sambil melompat di sofa ketika ponsel meledak. Karena terkejut, bocah itu langsung melemparkan ponselnya.

Keluarga Song menyatakan sulit menerima kejadian ini. Mereka bingung bagaimana sebuah ponsel yang digunakan secara normal tanpa masalah sebelumnya bisa tiba-tiba meledak dengan begitu berbahaya.

Xiaomi 13 sendiri diluncurkan pada 11 Desember 2022, sehingga usia produk ini masih kurang dari tiga tahun.

Di kolom komentar, banyak netizen yang mengaku pengguna Xiaomi 13 menyampaikan kekhawatiran:

  • “Tak pernah terpikir ponsel bisa meledak dalam penggunaan normal.”
  • “Ngeri sekali, saya sekarang juga pakai Xiaomi 13.”
  • “Saya pakai Xiaomi 13, tolong segera ungkap penyebab ledakan yang sebenarnya.”
  • “Tangan gemetar tiap kali pakai Xiaomi 13 buat nonton video.”
  • “Semoga pihak resmi segera umumkan hasil investigasi.”

Sampai saat ini, pihak resmi Xiaomi belum mengeluarkan pernyataan terkait insiden tersebut.

Banyak netizen di Tiongkok menanggapi:

  • “Harusnya langsung lapor polisi, jangan buru-buru kirim ponsel ke pihak produsen.”
  • “Ponsel Xiaomi saya panas sekali kalau dipakai main game atau nonton video.”
  • “Kalau dicas juga terasa panas, makanya saya tak pernah berani pakai saat sedang mengisi daya.”
  • “Jujur saja, kualitas Xiaomi memang buruk. Ponsel lipat saya baru setahun, layar dalam dan luar tiba-tiba mati-hidup sendiri. Sudah dua kali diperbaiki tapi tetap rusak. Akhirnya saya ganti merek lain.”

Netizen lain menekankan:

  • “Ponsel terbakar memang kasus langka, tapi kalau tidak ada penjelasan jelas, dampaknya besar.”
  • “Sekalipun kecil kemungkinannya, siapa yang berani ambil risiko itu?”
  • “Apalagi ini terjadi saat tidak dicas, benar-benar harus diselidiki serius. Semoga anaknya cepat pulih.”

(***)