Gelombang Panas di Jepang Menewaskan 14 Orang

Epochtimes.id- Gelombang panas hebat menewaskan sedikitnya 14 orang selama tiga hari di Jepang. Laporan ini diungkap oleh media Jepang pada Selasa (17/07/2018).

Suhu tinggi menghambat pemulihan di daerah-daerah yang dilanda banjir di mana lebih dari 200 orang tewas pada pekan lalu.

Suhu pada Senin lalu, saat hari libur nasional, melonjak di atas 39 derajat Celcius (102,2 Fahrenheit) di beberapa daerah pedalaman dan dikombinasikan dengan kelembaban tinggi yang menyebkan kondisi berbahaya seperti dilaporkan Badan Meteorologi Jepang (JMA).

Media setempat menyebutkan 14 orang tewas akibat panas termasuk seorang wanita berusia 90-an yang ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah ladang. Ribuan lainnya dirawat di rumah sakit untuk kondisi yang berhubungan dengan panas.

Suhu panas paling dirasakan di daerah-daerah yang terkurung daratan seperti prefektur Gifu, di mana suhu meningkat menjadi 39,3 Celcius (102,7 F) di kota Ibigawa pada Senin lalu — ini merupakan terpanas di Jepang. Ibukota Tokyo mencatat tinggi 34 Celsius pada Senin lalu.

Suhu di bagian barat Jepang yang terkena banjir mematikan mencapai 34,3 Celcius pada Selasa siang, dikhawatirkan berbahaya bagi personel militer dan relawan membersihkan lumpur dan puing-puing.

“Itu sangat panas. Yang bisa kita lakukan adalah terus minum air,” kata seorang pria di Okayama kepada televisi NHK.

Temperatur 35 atau lebih — dikenal dalam bahasa Jepang sebagai “hari yang sangat panas” —ditulis di 200 lokasi di Jepang pada Minggu lalu. Badan Meteorologi Jepang menyebutkan kejadian ini tidak biasa terjadi pada bulan Juli tetapi belum pernah terjadi sebelumnya.

Suhu panas yang sama dilaporkan dari 213 lokasi pada bulan Juli tahun 2014 silam.

Tahun lalu, 48 orang meninggal karena panas antara Mei dan September, dengan 31 kematian pada Juli berdasarkan laporan Fire and Disaster Management Agency.

Gelombang panas saat ini adalah karena pelapisan dua sistem tekanan tinggi di sebagian besar Jepang. Kejadian ini diperkirakan akan terus berlanjut selama akhir pekan ini. (asr)

Oleh Elaine Lies/Reuters

Amerika Gugat Tarif Impor Balasan Sejumlah Negara ke WTO

0

EppochTimesId – Amerika Serikat membawa kasus tarif impor ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). AS menggugat tarif yang dikenakan oleh Tiongkok, Uni Eropa, Kanada, Meksiko, dan Turki. Tarif tersebut merupakan pembalasan atas tarif yang dikenakan Amerika Serikat pada baja dan aluminium.

Pemerintahan Donald Trump menggunakan pengecualian keamanan nasional untuk perjanjian WTO, dalam mengenakan tarif 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium impor.

Undang-undang AS, Undang-undang Perluasan Perdagangan 1962, memberi kekuasaan kepada presiden untuk mengenakan tarif impor yang ditetapkan mengancam keamanan nasional oleh Departemen Perdagangan.

Uni Eropa dan Kanada telah menyatakan bahwa mereka adalah sekutu lama AS. Oleh karenanya impor mereka tidak dapat menjadi ancaman keamanan nasional. Meksiko juga membela tarif pembalasannya.

“Pembelian Amerika Serikat yang terbuat dari baja dan aluminium dari Meksiko tidak mewakili ancaman terhadap keamanan nasional,” Kementerian Ekonomi Meksiko mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer mengatakan bulan lalu bahwa pembalasan tidak memiliki dasar hukum karena UE dan mitra dagang lainnya membuat pernyataan yang salah. Bahwa tarif baja dan aluminium AS adalah tindakan pengamanan dari produk ilegal yang dimaksudkan untuk melindungi produsen AS.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 16 Juli 2018, Lighthizer mengatakan, “Tindakan yang diambil oleh Presiden sepenuhnya sah dan sepenuhnya dibenarkan sebagai masalah hukum AS dan aturan perdagangan internasional. Alih-alih bekerja bersama kami untuk mengatasi masalah umum, beberapa mitra dagang kami telah memilih untuk menanggapi dengan tarif pembalasan yang dirancang untuk menghukum pekerja Amerika, petani, dan perusahaan.”

Uni Eropa telah memberlakukan tarif 10 hingga 25 persen pada 3,2 miliar dolar AS dalam impor produk AS; Turki telah memberlakukan tarif 4 hingga 70 persen pada 1,8 milyar dolar kepada impor dari AS; Kanada telah memberlakukan 10 hingga 25 persen tarif pada 12,7 milyar dolar dalam impor AS; dan Meksiko memberlakukan tarif 7 hingga 25 persen pada 3,6 milyar dolar impor AS.

Apakah Amerika Serikat benar-benar akan mencari ajudikasi atas gugatannya, belum terlihat. Ajudikasi bisa memakan waktu bertahun-tahun. Sementara itu, Amerika Serikat menahan diri dari menunjuk anggota baru ke badan permohonan tujuh anggota WTO. Dengan hanya empat anggota, mereka dapat mendengar lebih sedikit kasus, memperlambat proses banding WTO lebih lanjut. (The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Cara AS Menghadapi Iran Juga cocok Untuk PKT

Zhou Xiaohui

Baru-baru ini ketika menlu AS Mike Pompeo menerima wawancara VOA, telah mengungkap sasaran strategi baru Amerika terhadap Iran adalah supaya penguasa Iran dapat ber bertindak seperti “seorang pemimpin pada umumnya”.Cara AS menghadapi Iran cocok untuk Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Pompeo menjelaskan lebih lanjut, seorang pemimpin yang “normal”, dia tidak akan merampok rakyatnya sendiri, juga tidak akan menghambur-hamburkan uang rakyat pada “petualangan” di Suriah dan Yaman.

Selanjutnya Pompeo menyatakan, jika pemimpin Iran dapat menerima permintaan Amerika, tindakannya normal seperti negara-negara pada umumnya, maka “rakyat AS juga akan mengunjungi Iran, kita akan berteman dan bersekutu, melakukan semua hal-hal yang baik diantara kita”.

Suatu hal yang perlu diperhatikan adalah, dalam wawancara itu Pompeo juga menyinggung dukungan pemerintah Trump terhadap pemberlakuan undang-undang oleh kongres yang menyangkut pengungkapan harta gelap pemimpin Iran.

Pompeo mengatakan: “Rakyat Iran berhak mengetahui fakta sebenarnya. Pemimpin tingkat tinggi mereka melakukan korupsi, terus terang saja, mereka menggunakan perusahaan sebagai tedeng aling-aling, secara cerdik melakukan perampokan. Saya menyambut adanya kesempatan untuk mengungkap kebenaran, supaya rakyat Iran sendiri yang memutuskan apakah mereka itu adalah pemimpin negara yang mereka inginkan.”

Menurut laporan,  jika “Undang-undang transparansi asset pemimpin Iran” yang sedang digodok oleh kongres AS dapat lolos, maka akan menuntut Menteri Keuangan Amerika mengumumkan asset keuangan pemimpin tingkat tinggi Iran yang diduga tersangkut korupsi. Undang-undang tersebut pada Desember tahun lalu telah lolos dari DPR AS, dewasa ini sebuah panitia di Kongres AS sedang meneliti undang-undang tersebut.

Pertimbangan pendahuluan atas “Undang-undang transparansi asset pemimpin Iran”, sesungguhnya berhubungan dengan aksi protes atas harga barang yang membumbung tinggi dan demo anti pemerintah yang korup, yang meletus diberbagai kota di Iran akhir tahun lalu.

Menurut data statistik tidak lengkap dari media Barat awal tahun lalu, aksi protes telah mengakibatkan sedikitnya puluhan orang tewas dan ratusan orang ditangkap. Selain itu penguasa Iran juga melakukan penekanan protes melalui cara-cara pemutusan komunikasi, memblokir platform media sosial dan lain sebagainya.

Saat itu Presiden Trump telah menyatakan: “Banyak media telah melaporkan peristiwa protes secara damai masyarakat Iran, masyarakat tersebut telah muak terhadap korupsi penguasa, dan menggunakan harta kekayaan negara untuk membiayai terorisme asing.

Pemerintah Iran harus menghargai hak dan kepentingan rakyat, termasuk hak untuk mengekspresikan pandangan mereka.” Iran telah “sampai waktunya untuk berubah”. Ini mungkin juga merupakan salah satu penyebab mendorong Trump keluar dari Perjanjian Nuklir Iran.

 Dapat diperkirakan, jika kongres AS akhirnya dapat meloloskan “Undang-undang transparansi asset pemimpin Iran”, Menteri Keuangan AS akan harus mengumumkan aset keuangan pemimpin tingkat tinggi Iran yang diduga tersangkut korupsi, ini jelas akan mengguncangkan masyarakat Iran, bahkan Timur Tengah. Kelak Iran akan terjadi perubahan situasi yang bagaimana, sulit untuk dikatakan.

Selain masalah Iran, penulis malah merasakan jika kongres AS telah meloloskan “Undang-undang transparansi asset pemimpin RRT”, maka di daratan Tiongkok akan terjadi guncangan yang bagaimanakah?

Kita semua tahu, korupsi telah menjadi kebudayaan pejabat PKT (Partai Komunis Tiongkok), berdasarkan beberapa pejabat teras PKT yang telah jatuh dari kedudukannya dapat terlihat, sesungguhnya, PKT memang sengaja menutupinya, dan banyak rakyat Tiongkok tidak mengetahui pemimpin PKT serta pejabat diberbagai tingkatan telah melakukan korupsi uang seberapa banyak, terutama tidak sedikit orang yang telah memindahkan aset kekayaannya  keluar negeri.

Pada 2012 berita dari kalangan intern PKT sendiri mengungkapkan, dari 1995 hingga 2005, terdapat 1,18 juta istri pejabat beserta anaknya telah menetap di luar negeri, sedikitnya terdapat 20 ribu pejabat korup PKT telah melarikan diri keluar negeri, diperkirakan mereka telah membawa lari uang sebesar 800 miliar hingga 1500 miliar Yen RMB.

Selain itu, pada tahun 2011 mantan guru besar ilmu hukum Universitas Beijing Yan Hongbing  pernah mengatakan, pejabat PKT diatas tingkat Fu Ke Ji (posisi kepemimpinan terendah di tingkat administrasi kader) sebagian besar memiliki rekening bank diluar negeri, dan tidak sedikit mantan pejabat dan pejabat sekarang juga sama, walau asset mereka diluar negeri dilihat dari permukaan tidak ada hubungan dengannya, namun pemiliknya tetap saja ada hubungan keluarga dengan pejabat itu.

Misalnya mantan pentolan PKT Jiang Zemin ketika masih menjabat, memanjakan dua anaknya menggunakan kekuasaannya mengeruk uang dalam jumlah besar, putra Jiang bernama Mianheng dijuluki sebagai “koruptor nomor satu di RRT”.

Berapa banyak uang yang dikorup oleh keluarga Jiang? Jelas merupakan sebuah lubang gelap. Menurut media China Affairs beberapa tahun silam mengungkapkan: “Jiang Zemin memiliki asset rahasia di Bank Swiss sebesar 350 juta US$; di pulau Bali Indonesia ia membeli sebuah rumah mewah, pada 1990 senilai 10 juta US$, yang menangani adalah mantan Menlu Tang Jiaxuan. ”

Selain itu , media Hongkong melaporkan, pada Desember 2002 International Settlement Bank pernah menemukan, lebih dari 2 miliar US$ dana yang keluar dari RRT tidak ada orang yang mengakuinya, dikemudian hari, kepala cabang Shanghai Bank of China Liu Jinbao mengakui didalam penjara, uang tersebut adalah milik Jiang Zemin, mantan ketua PKT pada menjelang kongres PKT ke-16, untuk mempersiapkan dirinya dikemudian hari, lalu mengalihkan dana keluar negeri.

Tidak diragukan lagi, pejabat tinggi PKT sejenis itu jelas tidaklah sedikit, uang yang dirampas dari rakyat Tiongkok sudah pasti merupakan sebuah bilangan astronomi. Sedangkan seberapa banyak rekening bank diluar negeri, seberapa perusahaan maupun aset keuangan diluar negeri yang memiliki hubungan dengannya, yang dikuasai inteligen Amerika, tentu jauh lebih banyak dari yang terungkap ditengah masyarakat.

Dengan kata lain, jika kongres Amerika juga mempersiapkan sebuah “Undang-undang transparansi asset pemimpin RRT” dan diloloskan, aset pejabat RRT yang diungkap pasti akan merupakan sebuah berita yang sangat menakjubkan, dan pada tingkat tertentu juga akan memperkuat arus masyarakat RRT untuk meninggalkan PKT, bahkan dapat mempercepat kemusnahan PKT.

RRT juga telah “sampai waktunya untuk berubah”. Tentunya, kartu dalam aspek ini, pemerintah Amerika dan Trump masih belum menggunakannya. (TYS/WHS/asr)

Sidang Pemimpin Kartel Narkoba El Chapo Ditunda Dua Bulan

EpochTimesId – Seorang hakim Amerika Serikat menunda pengadilan terhadap terdakwa kasus kartel narkoba asal Meksiko, Joaquin ‘El Chapo’ Guzman selama dua bulan. Sidang akan digelar pada 5 November 2018.

Pengacara Guzman mengatakan membutuhkan lebih banyak waktu untuk meninjau bukti yang baru-baru ini diterima dari jaksa.

Hakim Distrik AS di Brooklyn, Brian Cogan, mengatakan penundaan itu dibenarkan oleh bukti ‘tebal’ yang diserahkan jaksa pada 3 Juli 2018. Dia menolak permintaan pengacara Guzman, Eduardo Balarezo, untuk melarang jaksa menggunakan bukti yang tidak diserahkan pada 26 Juni 2018.

Pemilihan juri telah dijadwalkan pada 5 September 2018. Dalam pengajuan pengadilan pekan lalu, Balarezo mengatakan bahwa bukti yang terlambat dari pihak penuntut menghapuskan kemiripan proses hukum dan hak Guzman untuk mendapatkan pengadilan yang adil.

Balarezo mengatakan dalam emailnya Senin bahwa Guzman ‘sangat kecewa’ dengan keputusan itu. Dia meyakini bahwa persidangan seharusnya tertunda lebih lama, yaitu selama lima bulan.

“Dia (Guzman) meyakini bahwa penuntut sengaja bermain dalam upaya untuk menyangkal, dia yakin keadilan akan terungkap, dan percaya bahwa juri yang tidak memihak akan melihat melalui asap dan cermin di pengadilan,” tulis Balarezo.

John Marzulli, juru bicara untuk Pengacara Negara AS Richard Donoghue di Brooklyn, menolak berkomentar.

Guzman, 61, telah berada di penjara dengan sel isolasi sejak diekstradisi ke Amerika Serikat dari Meksiko pada Januari 2017. Dia dikirim ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba dan tuduhan konspirasi.

Dia dikenal secara internasional sebagai kepala Sinaloa Cartel Meksiko. Namun, Balarezo mengatakan pada sidang bulan lalu bahwa Guzman berencana menunjukkan bahwa dia bukanlah pemimpin tertinggi, namun berperan sebagai pemimpin yang lebih rendah. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Proyek OBOR Menimbulkan Kesulitan Bagi Negara Kecil Eropa

0

EpochTimesId – KTT Tiongkok-Uni Eropa mulai digelar pada 16 Juli 2018. Beberapa media asing mengungkapkan kekhawatiran bahwa Montenegro mengalami masalah keuangan karena proyek ‘jalur sutra’ atau ‘One Belt One Road/OBOR’ Tiongkok.

Negara kecil di Eropa itu telah menanggung beban berat utang yang bakal sulit dibayar akibat menerima tawaran proyek OBOR Tiongkok. Akibat utang besar pada fase pertama proyek, Montenegro tidak mampu membayar lebih banyak utang untuk menyelesaikan proyek.

Pemilihan yang sulit bagi Montenegro
Laporan Reuters menyebutkan bahwa puluhan pekerja dari Tiongkok sedang berada di atas lembah sungai Moraca yang memiliki pemandangan indah di Montenegro. Mereka datang dalam rangka pembangunan sebuah highway (jalan tol) ‘paling modern’ yang melalui sejumlah medan paling berat di Eropa bagian selatan.

Highway yang panjangnya mencapai 165 KM tersebut dilukiskan sebagai jalan raya yang akan melintasi jembatan paling megah dan terowongan paling dalam di Eropa. Jalan tol itu diklaim sebagai pintu gerbang menuju dunia modern.

Proyek tersebut bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan Bar Harbor dengan negara tetangga pedalaman, Serbia. Tetapi ketika pembangunan jalan di atas pegunungan sepanjang 41 km di sebelah utara ibukota selesai dikerjakan, pemerintah mulai menghadapi pilihan yang sulit.

Pada tahap pertama konstruksi, pinjaman Tiongkok telah melonjakkan jumlah utang Montenegro. Karena itu, pemerintah Montenegro terdesak untuk menyelesaikan masalah fiskal dengan menaikkan pungutan pajak, membekukan beberapa upah sektor publik, dan membatalkan beberapa kebijakan yang menyangkut kesejahteraan masyarakat.

Laporan menyebutkan bahwa utang Montenegro tahun ini diperkirakan mencapai jumlah yang mendekati 80 persen dari produk domestik bruto (PDB) negaranya. Dana Moneter Internasional mengatakan bahwa negara itu tidak mampu membayar lebih banyak utang untuk menyelesaikan proyek-proyek yang tersisa.

“Bagaimana mereka dapat menyelesaikannya (pembangunan jalan raya) adalah masalah besar,” ujar seorang pejabat Uni Eropa yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

“Ruang fiskal mereka menyusut secara signifikan, mereka sudah mulai menyiksa diri sendiri, dan situasi saat ini adalah bahwa jalan raya tersebut merupakan jalan raya yang belum selesai, belum dapat digunakan,” sambungnya.

Proyek di Montenegro tersebut memicu perdebatan sengit di antara negara-negara anggota Uni Eropa. Demikian juga di kalangan negara-negara yang berniat untuk bergabung dengan Uni Eropa (Montenegro, Serbia, Makedonia dan Albania). Mereka takut bahwa ini adalah salah satu proyek yang dapat dimanfaatkan oleh Tiongkok komunis untuk menaikkan pengaruh di Eropa.

Bernd Lange, ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa mengatakan bahwa di balik peningkatan investasi Tiongkok di negara-negara Eropa, mungkin secara tidak langsung untuk memperoleh pertukaran pengaruh pada politik Eropa. Lange berharap bahwa Komisi Eropa dan pemerintah anggota harus memeriksa tujuan di balik investasi Tiongkok di Eropa.

Tiongkok komunis menggunakan inisiatif OBOR untuk memperluas lingkup ekonominya dan mencoba untuk mempengaruhi beberapa negara miskin dengan menawarkan pembangunan infrastruktur dasar. Mereka berusaha membuat komitmen besar untuk merealisasinya transformasi infrastruktur sebagai daya tarik buat negara bersangkutan agar mereka mau menerima pinjaman dengan bunga tinggi dari Tiongkok.

Banyak negara kecil dan miskin seperti Sri Lanka, Djibouti dan Mongolia telah menemukan bahwa mereka terseret oleh utang. Dan dengan demikian, mereka terpaksa lebih mengandalkan pada ‘kemurahan hati’ (pasrah) Tiongkok.

Laporan menyebutkan bahwa Montenegro adalah negara Eropa pertama yang telah sadar bahwa dirinya telah terjebak dalam situasi seperti itu.

Dalam hal ini, Mladen Grgic, seorang sarjana yang telah mempelajari proyek jalan raya mengatakan, “Jalan raya ini adalah sebuah perjanjian besar bagi Montenegro.”

Namun, ia mengingatkan orang-orang tentang Tito dan hari-hari proyek sosialis di wilayah tersebut. Tito atau mendiang Josip Broz Tito adalah pemimpin komunis dari bekas Yugoslavia.

“Jelas ini merupakan jebakan. Sekarang sudah dimulai, tidak peduli seberapa besar bahayanya, politisi tidak mampu menghentikannya,” kata Mladen Grgic.

Kasus Montenegro dan program PPP Tiongkok menarik perhatian masyarakat internasional. Montenegro awalnya berharap dapat mempromosikan pertumbuhan ekonomi di negara ini melalui pembangunan jalan raya tersebut, dan memperkuat hubungan perdagangan dengan Serbia sekaligus meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Namun negara itu sadar bahwa mereka hanya memiliki sedikit ruang untuk menerima lebih banyak beban utang. Pemerintah Montenegro memiliki pilihan terbatas untuk membangun tiga fase berikutnya dari proyek jalan raya itu.

Negara itu, kini cenderung membentuk sebuah kemitraan publik-swasta (Public-private partnership/PPP). Mitra eksternal akan bertanggung jawab untuk membangun dan mengoperasikan jalan raya, namun memiliki hak untuk mengelola jalan raya selama 30 tahun untuk memperoleh pengembalian dari investasinya.

Perusahaan BUMN Tiongkok sedang membangun bagian pertama dari proyek PPP yakni pembangunan jalan dan jembatan di Montenegro. MOU telah mereka tandatangani pada bulan Maret tahun ini, PPP berkomitmen untuk menyelesaikan sisa jalan yang belum selesai dibangun.

Tetapi lembaga kredit Eropa khawatir bahwa Montenegro harus memberikan perlindungan pendapatan yang mahal kepada perusahaan mitra, yakni kepada BUMN Tiongkok, agar proyek sisa tersebut dilanjutkan hingga selesai. Ini mungkin dapat memperburuk kesulitan keuangan Montenegro.

“Kami sudah memberitahu mereka (para pemimpin Montenegro) bahwa model PPP mereka tidak memiliki kandungan pembiayaan, itu hanya pelemparan dari risiko yang tidak bisa mereka atasi,” kata seorang pejabat di Bank Investasi Eropa (EIB).

Pada bulan Mei tahun ini, Dana Moneter Internasional memperingatkan pemerintah Montenegro untuk tidak mengadopsi program PPP, karena itu mungkin dapat mengundang utang yang lebih besar. Seorang pejabat menyarankan bahwa Montenegro harus menunggu sampai berhasil bergabung dengan Uni Eropa baru menuju perbaikan infrastruktur jalan raya.

Karena setelah Montenegro menjadi bagian dari Uni Eropa, Montenegro akan menerima pendanaan yang lebih terstruktur dan kohesif dari Uni Eropa.

Proyek OBOR memperburuk risiko utang negara-negara kecil yang miskin
Sebuah studi baru yang dikeluarkan oleh lembaga think tank Washington ‘Center for Global Development’ pada bulan Maret tahun ini menunjukkan bahwa proyek OBOR yang diluncurkan oleh Tiongkok komunis dapat secara signifikan meningkatkan utang sejumlah negara kecil. Terutama risiko keuangan yang dipikul delapan negara, adalah yang paling mengkhawatirkan.

Montenegro adalah salah satu negara itu. Tujuh negara lainnya adalah Pakistan, Djibouti, Maladewa, Laos, Mongolia, Tajikistan dan Kyrgyzstan.

Pengamat meyakini bahwa pemerintah Tiongkok menyediakan investasi berbunga tinggi untuk mendirikan landasan kuat bagi pemerintah Tiongkok dalam posisinya mempengaruhi keputusan strategis negara yang mengalami masalah pengelolaan dan pelunasan utang. Alasan lainnya, juga untuk memperoleh hak penguasaan terhadap infrastruktur tersebut.

Kasus proyek OBOR di Sri Lanka adalah salah satu contoh terbaik. Pada bulan Desember tahun lalu, Sri Lanka terpaksa menyerahkan hak kendali pelabuhan strategis Hambanthota kepada Tiongkok, karena tidak mampu membayar utangnya. (Zhang Ting/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Perang Melawan Narkoba di Bangladesh Sudah Menewaskan 200 Orang dan 25.000 Dipenjara

Epochtimes.id- Jumlah korban tewas akibat perang melawan narkoba di Bangladesh sejak Mei telah mencapai 200 jiwa. Laporan ini dirilis oleh kelompok hak asasi setempat dilansir Arabnews Selasa (17/07/2018). Sekitar 25.000 jiwa lainnya dipenjarakan dalam perang ini.

Bangladesh meluncurkan tindakan keras untuk menghancurkan perdagangan narkoba yang dikenal di negara itu dengan istilah “yaba,” pil metamfetamin dan pil kafein, yang menurut pihak berwenang telah menyebar ke hampir setiap pelosok desa dan kota.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan mengatakan “perang” akan berlangsung sampai perdagangan narkotika dikendalikan. Dia mengatakan mereka yang tewas semuanya terlibat dalam setidaknya 10 kejahatan narkoba.

Namun kelompok-kelompok hak asasi mengatakan bahwa banyak dari korban ditembak oleh polisi dengan darah dingin. Kelompok HAM ini mengatakan serangan itu sebagian digunakan sebagai mengejar target.

Pada Juni lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra’ad Al Hussein, mengatakan dia “sangat prihatin” bahwa “sejumlah besar orang” telah meninggal dunia.

Pernyataan resmi bahwa tidak ada korban yang tidak bersalah adalah “berbahaya … dan menunjukkan ketidakpedulian total terhadap aturan hukum,” kata pernyataan PBB.

Komisi Hak Asasi Manusia Nasional yang dikelola negara juga telah memberikan peringatan.

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya di Bangladesh. Begitu banyak orang terbunuh dalam waktu singkat, ”kata Sheepa Hafiza, direktur eksekutif kelompok hak asasi Ain o Salish Kendra.

“Ini sangat disayangkan. Kami mengutuk pembunuhan di luar proses hukum dan menginginkan investigasi yang adil terhadap setiap pembunuhan ini, ”katanya.

Juru bicara kementerian dalam negeri Bangladesh Sharif Mahmud Apu mengatakan sekitar 25.000 tersangka pengedar narkoba telah ditangkap.

Menurut dia, populasi penjara telah membludak hingga 89.589 orang, hampir dua setengah kali lebih tinggi dari kapasitas penghuni penjara.

Bangladesh telah berjuang untuk membendung perdagangan “yaba,” dengan ratusan juta pil masuk ke negara itu dari Myanmar.

Pihak berwenang tahun lalu menyita rekor 40 juta pil tetapi mengatakan sekitar 250-300 juta lebih sudah beredar di pasarn.

Perang brutal yang dilakukan oleh Presiden Filipina Rodrigo Duterte terhadap narkoba sejak berkuasa pada tahun 2016 telah menyebabkan ribuan orang tewas dan mendorong tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sri Lanka juga telah menyatakan minatnya untuk meniru Duterte, mengumumkan rencana untuk mengerahkan tentara dan mulai menggantung penjahat narkoba, mengakhiri hampir setengah abad moratorium hukuman mati. (asr)

Agen Mata-Mata Rusia Diseret ke Pengadilan Amerika

0

EpochTimesId – Seorang warga Rusia berusia 29 tahun telah dituduh bekerja sebagai mata-mata Rusia di Amerika Serikat. Departemen Kehakiman AS, Department of Justice (DOJ) kemudian menuntut terdakwa ke pengadilan, dan mengumumkan pada publik pada 16 Juli 2018 waktu setempat.

Mariia Butina, penduduk kota Washington, ditangkap pada 15 Juli 2018. Menurut DOJ, Butina telah bekerja sejak 2015 sebagai mata-mata, dan melapor langsung kepada pejabat tingkat tinggi di pemerintahan Rusia.

Pejabat yang menjadi ‘penghubung’ Butina itu diduga mantan anggota legislatif Federasi Rusia dan pejabat tinggi di Bank Sentral Rusia. Pejabat itu, yang tidak disebutkan namanya oleh DOJ, dijatuhi sanksi ekonomi oleh Departemen Keuangan AS pada bulan April tahun ini.

Menurut DOJ, “Butina telah mengembangkan jaringan, dengan membina hubungan dengan orang-orang AS dan organisasi-organisasi infiltrasi yang memiliki pengaruh dalam politik Amerika, untuk tujuan memajukan kepentingan Federasi Rusia.”

Terdakwa datang ke Amerika Serikat dengan visa pelajar.

“Dia melakukan kegiatannya tanpa secara resmi mengungkapkan fakta, bahwa dia bertindak sebagai agen pemerintah Rusia, seperti yang diatur dan di-syarat-kan oleh hukum,” kata DOJ dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman dakwaan terhadap Butina datang pada hari yang sama saat Presiden Donald Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam konferensi pers bersama di Helsinki, Trump mengatakan bahwa, “hubungan kami tidak pernah lebih buruk dari saat ini.”

“Namun, itu berubah sekitar empat jam yang lalu. Saya benar-benar percaya itu,” kata Trump mengacu pada pertemuan yang dia lakukan dengan Putin.

Pada bulan April, pemerintahan Trump mengeluarkan sanksi baru yang menargetkan oligarki Rusia dan 12 perusahaan yang mereka kontrol atau miliki. Sanksi itu juga menargetkan 17 pejabat senior pemerintah Rusia dan sebuah perusahaan Rusia milik negara yang menjual senjata.

Pada bulan Maret, Trump telah memerintahkan pengusiran puluhan perwira intelijen Rusia dari Amerika Serikat. Aksi diplomatik itu diambil sebagai tanggapan atas dugaan penggunaan senjata kimia kelas militer Rusia di Inggris. Trump juga memerintahkan penutupan konsulat Rusia di Seattle. (Jasper Fakkert/The Epoch Times)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Paspampres Donald Trump Tewas Akibat Stroke di Skotlandia

0

EpochTimesId – Menjadi Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) tentu memiliki resiko besar, bahkan kehilangan nyawa. Mereka bisa saja kehilangan nyawa, ketika terjadi serangan terhadap sang Presiden.

Namun, seorang anggota Paspampres Amerika Serikat, atau Agen Dinas Rahasia AS justru kehilangan nyawa bukan karena melindungi Presiden Donald Trump. Agen yang ditugaskan untuk Perlindungan Presiden di resor golf Turnberry milik Trump, di Skotlandia meninggal karena menderita stroke.

“Dengan penuh kesedihan dan penyesalan untuk melaporkan bahwa agen itu, seorang veteran Dinas Rahasia 19 tahun dan profesional yang berdedikasi dari tatanan tertinggi, meninggal pagi ini pada 17 Juli 2018, di Skotlandia,” kata badan itu.

Agensi mengatakan bahwa dia meninggal dikelilingi oleh anggota keluarganya dan agen Dinas Rahasia lainnya. Nama agen itu dirahasiakan untuk menghormati privasi keluarganya.

“Akhirnya, Secret Service (Dinas Rahasia) berterima kasih kepada personel medis di Skotlandia, selain anggota Unit Medis Gedung Putih dan Polisi Skotlandia yang memberikan perawatan dan dukungan luar biasa untuk anggota keluarga kami,” tulis Secret Service.

Detail lainnya tentang kematian agen itu belum dijelaskan.

Presiden Donald Trump berhenti di Skotlandia setelah dia berkunjung ke Belgia untuk menghadiri KTT NATO, dan melakukan kunjungan kenegaraan perdana ke Kerajaan Inggris.

Di Inggris, Trump bertemu Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri Theresa May. Setelah itu, Trump menghabiskan akhir pekan dengan bermain golf di lapangan golf miliknya di pantai barat Skotlandia, Inggris Raya. Setelah itu, dia melanjutkan agenda resmi pertemuan dengan Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia. (Jack Phillips/The Epoch Times)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Merkel Dukung Tarif Nol dari Trump – Beijing Bertambah Galau

Pada awal Perang Dagang RRT-AS, tampaknya masalah tarif mobil impor Eropa-Amerika Serikat juga mencapai titik balik. Sebelumnya, terkait dengan pembalasan tarif Uni Eropa, AS mengancam akan mengenakan pajak 20% untuk mobil impor Uni Eropa.

Menurut laporan media Jerman pada 5 Juli lalu, belakangan ini, Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell mengusulkan ketika bertemu dengan para CEO industri otomotif Jerman dari: Harald Krüger – BMW, Dieter Zetsche – Daimler dan Herbert Diess – Volkswagen bahwa jika Uni Eropa menghapus total tarif impor mobil Amerika maka Presiden Trump akan menerapkan “tarif nol” untuk mobil impor Eropa.

Terhadap usulan Amerika Serikat, tiga top eksekutif industri mobil Jerman itu menyatakan bahwa jika dapat menghindari sebuah perang tarif maka mereka dapat mengeluarkan sebuah jaminan bahwa mereka akan mempertahankan tingkat investasi di Amerika Serikat. Sedangkan Kanselir Jerman Angela Merkel juga secara terbuka menyatakan mendukung proposal ini.

Berita TV Jerman menunjukkan bahwa ini adalah “sinyal meredanya Perang Dagang” Eropa-AS. Meskipun keputusan terakhir berada ditangan Uni Eropa, akan tetapi pernyataan Merkel sebagai PM negara besar eksportir mobil seharusnya sangat berbobot.

Sudah jelas Beijing tidak senang dengan berita semacam ini. Faktanya, di saat setelah Perang Dagang RRT-AS resmi dimulai, badan ekonomi besar yang lain di dunia yakni Uni Eropa telah menjadi kecemasan yang tersembunyi bagi Beijing yang mengkhawatirkan Amerika Serikat akan bergabung dengan Eropa, hal ini akan membuat ekonomi Tiongkok sudah jatuh tertimpa tangga.

Menurut laporan terbaru dari Reuters Inggris, beberapa pejabat senior PKT seperti Wakil PM Liu He dan Menlu Wang Yi, setidaknya di tiga kali kesempatan mengusulkan kepada Uni Eropa untuk membentuk aliansi dengan Beijing.

PKT menyatakan akan membuka lebih banyak pasar kepada Uni Eropa sebagai imbalannya. Pada saat yang sama juga mengusulkan RRT-UE bersama-sama menggerakkan aksi Anti-AS dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan pada pertengahan Juli mengeluarkan pernyataan bersama dalam KTT – RRT-UE untuk menentang kebijakan perdagangan pemerintahan Trump.

Namun, lima pejabat Uni Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa UE telah menolak proposal PKT. Karena mereka menyatakan bahwa sebenarnya mereka setuju dengan tuduhan AS terhadap Beijing, PKT telah mendistorsi perilaku perdagangan sebagian industri yang mengakibatkan kelebihan kapasitas dan mencoba untuk mendominasi pasar global.

Sikap Uni Eropa sebenarnya telah ditunjukkan dalam dialog ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi RRT-UE VII pada 25 Juni lalu. Pada saat itu Wakil Presiden Komisi Uni Eropa, Jyrki Tapani Katainen, berbicara pada konferensi pers bersama yang diselenggarakan yang menyebutkan tentang perbedaan perdagangan Uni Eropa-RRT, termasuk masuknya perusahaan dan produk Eropa ke pasar Tiongkok serta subsidi besar dan terlibatnya pemerintah RRT dalam perusahaan teknologi tinggi yang ikut merencanakan Program Made in China 2025.

Katainen menghimbau Beijing untuk melonggarkan pembatasan akses pasar dan memecahkan masalah kelebihan produksi baja. Namun, kata-kata Katainen ini sama sekali tidak terlihat di media daratan Tiongkok manapun, jelas sengaja diabaikan/disensor.

Sebaliknya yang terbaca di media daratan Tiongkok adalah RRT dan Eropa bersama-sama disudutkan oleh Amerika Serikat, itu sebabnya kedua belah pihak harus bergabung.

Perhitungan Beijing adalah: Melalui membuka pasar dan menyediakan order besar untuk memisahkan Eropa-AS, memikat Uni Eropa agar bersedia merespon bersama-sama PKT dalam menghadapi tekanan perdagangan AS untuk mengurangi tekanan luar biasa bagi Beijing.

Akan tetapi angan-angan Beijing ini jelas gagal, hal ini disebabkan oleh karena Beijing tidak mau mengakui bahwa perbedaan antara Eropa-AS dan perbedaan antara RRT-AS, sifatnya sama sekali beda.

Pergesekan perdagangan antara Eropa dan Amerika Serikat termasuk pergesekan normal di bawah sistem ekonomi pasar yang sama, kedua belah pihak dapat memecahkan masalah ini melalui komunikasi dan negosiasi di atas meja, misalnya seperti pajak mobil.

Selain itu, hubungan persekutuan antara Eropa-AS dalam aspek politik dan militer yang berlandaskan basis nilai bersama juga tidak akan semudah itu untuk sembarangan diubah. Upaya perpecahan yang dilakukan Beijing tidak diragukan lagi telah menilai secara berlebihan efek umpan yang dilemparkan olehnya.

Adapun perbedaan perdagangan antara RRT-AS dan RRT-Eropa itu merupakan kontradiksi struktural.

Sebuah artikel di Internet berjudul “Kegalauan Mendalam tentang Gesekan Perdagangan Beijing-AS” telah memberi jawaban: Sistem ekonomi AS adalah semacam sistem ekonomi bebas. Yang disebut dengan sistem ekonomi bebas adalah pemerintah itu bagai satpam yang berjaga malam, bertanggung jawab menjaga ketertiban, mengenai industri hendak memproduksi apakah, berapa banyak dan menggunakan jenis teknologi apakah, semuanya adalah urusan kaum kapitalis dan sistem keuangan, pemerintah sama sekali tidak ikut campur tangan.

Ekonomi Inggris dan Amerika Serikat telah tumbuh dengan menggunakan model ini selama beberapa ratus tahun terakhir. Model ekonomi pasar RRT adalah sistem ekonomi pasar yang dipimpin oleh pemerintah. Intelektual Amerika telah memberi lebel “Kapitalisme Negara” kepada system Republik Rakyat Tiongkok tersebut.

Setelah PKT yang bukan ekonomi pasar sejati bergabung dalam WTO, bukan hanya tidak menepati janji malah menggunakan celah aturan WTO untuk merusak tatanan ekonomi, mengekspor Kapitalisme Negara keseluruh dunia dan menggunakannya sebagai ekspansi ekonomi dan politik serta mengganggu masyarakat demokratis liberal.

Jika terus begini, PKT memerintah dunia bakal menjadi fakta yang tak terbantahkan. Justru menyadari akan bahaya inilah, setelah Trump menjabat barulah memberikan tekanan maksimum kepada Beijing,sedangkan Beijing yang tidak ingin membuat perubahan besar dalam struktur ekonominya juga terpaksa harus menanggung segala konsekuensi dari Perang Dagang.

Mungkin, kekhawatiran terbesar bagi Beijing bukan hanya apakah Uni Eropa akan bergabung dalam perang di masa depan, tetapi adalah AS-Eropa akan segera membangun sebuah komunitas ekonomi baru di masa akan datang, hal ini bukanlah kabar angin belaka.

Belum lama ini pada pertemuan KTT G7, Trump mengajukan Proposal Tarif Nol yakni nol hambatan, nol subsidi dan menolak proteksi perdagangan diantara ketujuh negara, tujuan terakhirnya adalah berharap bahwa ekonomi Barat dapat diintegrasikan.

Nol tarif, nol hambatan dan nol subsidi adalah fitur khas dari Zona Perdagangan Bebas, biasanya dianggap sebagai langkah pertama dalam mempromosikan integrasi ekonomi, selanjutnya diikuti oleh serikat pabean, pasar bersamadan aliansi ekonomi. Saat itu Merkel memberikan respon positif: “Kita akan menggunakannya sebagai titik start.”

Jika negara-negara Barat telah mencapai model integrasi ekonomi baru, maka pertikaian dalam aspek investasi perdagangan Amerika-Eropa akan hilang, hubungan antara kedua belah pihak juga akan lebih erat, WTO akan terpinggirkan. Sedangkan RRT dan negara-negara lain di Asia, Afrika dan Amerika Latin yang disingkirkan di luar gerbang, akan diberi pilihan untuk menyetujui aturan dan bergabung, atau bernegosiasi ulang dengan negara-negara lain serta membayar tarif tinggi.

Ekonomi Beijing yang sudah tak tertahankan lagi akan menghadapi situasi sulit seperti apakah tak perlu dibahas, suatu rezim yang tidak sesuai dengan nilai-nilai universal bisa bertahan berapa lama lagi juga sulit dikatakan. Boleh dikatakan bahwa Perang Dagang Trump ini sedang menjemput nyawa PKT. (LIN/WHS/asr)

Media Milik Suriah : Israel Tembakkan Rudal ke Pangkalan Dekat Aleppo

Oleh Jack Philips-The Epochtimes

Epochtimes.id- Media yang dikendalikan oleh pemerintah Suriah menyebut Israel menembakkan rudal pada posisi militer di dekat Aleppo, Suriah,.

“Musuh Israel pada Minggu malam melancarkan serangan rudal ke salah satu posisi militer Tentara Suriah di utara Bandara al-Nairab, menyebabkan kerusakan material saja,” kata kantor berita SANA, Senin, mengutip seorang pejabat militer.

SANA kemudian melanjutkan, “Sumber itu menambahkan bahwa agresi Israel tiba dalam sebagai rangka upaya putus asa yang berulang-ulang untuk mendukung kelompok-kelompok teroris di Daraa dan Quneitra yang runtuh di bawah serangan Tentara Arab Suriah, yang melanjutkan operasi militernya terhadap posisi teroris . ”

Observatorium Pengawasan Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan serangan udara Israel menewaskan sembilan orang, termasuk enam warga Suriah.

The war monitor mengatakan bahwa daerah yang diserang oleh Israel adalah titik
logistik yang digunakan oleh Pengawal Revolusi Iran di dekat bandara. Kewarganegaraan dari tiga orang lainnya yang tewas tidak diketahui.

Para pejabat Israel tidak berkomentar tentang laporan SANA.

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan kepada saluran media Israel Ynet bahwa dia tidak memiliki laporna tentang dugaan insiden tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa kebijakan Israel terhadap pasukan Iran di Suriah tidak berubah.

“Kami tidak akan mengizinkan kubu Iran di dalam wilayah Suriah. Kami tidak akan membiarkan mereka mengubah Suriah menjadi semacam garis depan melawan Negara Israel. Dan kami mengambil tindakan sesuai dengan kepentingan keamanan kami, ”kata Lieberman kepada Ynet.

Israel telah menyerang sasaran di Suriah yang diyakini sebagai tempat pasukan Iran. Iran mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad bersama dengan Hizbullah Libanon, dan keduanya telah mengerahkan pasukan di Suriah.

Pada Jumat, 13 Juli, Israel menembakkan rudal Patriot ke satu unit pesawat tak berawak yang datang dari wilayah udara Suriah.

“Rudal Patriot dari sistem pertahanan udara IDF (Pertahanan Israel) diluncurkan ke arah UAV Suriah yang terbang di atas zona demiliterisasi. UAV kemungkinan besar dijatuhkan, ” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilaporan Ynet.

Dan awal bulan ini, Israel dilaporkan menyerang pangkalan militer T-4 Suriah, dengan media pemerintah Suriah mengklaim bahwa pasukan Suriah menembak jatuh beberapa rudal.

Tapi The Jerusalem Post melaporkan bahwa empat hingga enam roket menghantam pangkalan udara T4 serta daerah di sekitar pangkalan itu. Pasukan oposisi Suriah mengatakan kepada sebuah kantor berita bahwa serangan udara di pangkalan itu menyebabkan sembilan orang tewas. (asr)

Dana Kampanye Pemilihan Kembali Presiden Trump Terkumpul 50 Juta Dolar

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kini memiliki lebih dari 50 juta dolar AS (sekitar 700 miliar rupiah) pada rekening kampanye untuk modal pemilihan presiden pada tahun 2020. Dana yang dikumpulkan oleh Trump, jauh lebih banyak daripada pesaing kandidat calon Presiden lainnya, menurut laporan yang dirilis pada 15 Juli 2018 oleh Komisi Pemilihan Federal (FEC).

Dana ratusan miliar rupiah itu dikumpulkan oleh komite kampanye presiden dan dua badan penggalangan dana gabungan, Trump Make America Great Again dan Trump Victory. Sejak meluncurkan proposal 2020 tidak lama setelah menjabat tahun lalu, Trump bahkan telah mengumpulkan lebih dari 88 juta dolar AS melalui tiga entitas tersebut.

Trump kini belum genap menjanai separuh masa jabatan pertamanya. Presiden inchumbent biasanya menunggu sampai separuh masa jabatan untuk mulai mengumpulkan dana untuk dipilih kembali. Namun, Trump sudah mulai menghabiskan uang beberapa minggu usai memenangkan pemilu 2016. Dia juga presiden pertama dalam sejarah, yang mengajukan dokumen pemilihan kembali secara resmi kepada FEC pada hari pelantikannya.

Petahana menjadi tuan rumah dari sembilan kampanye sebelum pelantikannya dan 19 kampanye lainnya sejak menjabat. Slogan untuk kampanye 2020-nya adalah, “Keep America Great!” atau menjaga Amerika tetap hebat.

Sumbangan kecil dari para pendukung individu merupakan sebagian besar penerimaan penggalangan dana untuk Trump. Dari 18 juta dolar yang dikumpulkan pada bulan April hingga Juni tahun ini, lebih dari setengahnya berasal dari donor individu yang menyumbang 200 dolar atau kurang.

Sementara itu, Trump Victory, sebuah komite penggalangan dana gabungan yang dibentuk untuk mengumpulkan sumbangan besar dari para kontributor kaya, mengumpulkan 4,4 juta dolar AS.

Sejauh ini, tim kampanye telah menghabiskan 1,3 juta dolar AS melalui perusahaan yang dimiliki oleh Brad Parscale, manajer kampanye. Biaya tersebut digunakan sebagai biaya ‘konsultasi digital dan periklanan online’.

Biaya kampanye untuk biaya hukum turun lebih dari setengah dalam tiga bulan terakhir dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Biaya total 340.000 dolar dalam pengajuan terbaru, dibandingkan dengan 800.000 dolar pada kuartal sebelumnya.

Selama pemilihan tahun 2016, Trump menghabiskan jauh lebih sedikit untuk iklan dan biaya konsultasi daripada kandidat lainnya. Dia lebih mengandalkan pada liputan media yang luas dan seringnya unjuk rasa. Pada saat dia menang, Trump telah menghabiskan 438 juta dolar lebih sedikit dari lawannya, Hillary Clinton. (Ivan Pentchoukov/The EPoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Media Internasional Dihebohkan dengan Pembantaian Balas Dendam Hampir 300 Buaya di Papua

Epochtimes.id- Sejumlah media internasional digemparkan dengan pemberitaan pembantaian ratusan buaya di Sorong, Papua.

Pembantaian buaya ini terjadi di sebuah penangkaran buaya. Ini dikarenakan seekor buaya membunuh seorang pria ketika mencari pakan untuk ternak.

Sambil membawa senjata tajam dan tumpul warga membantai hampir 300 buaya dalam serangan balas dendam.

Laporan yang ditulis kantor berita Reuters menyebutkan 292 buaya dibantau setelah seorang pria dibunuh di sebuah peternakan. Berita ini turut dilaporkan oleh media Inggris Daily Mail.

Seorang pejabat di distrik Sorong mengatakan pria itu memasuki peternakan untuk mengambil rumput untuk ternaknya ketika dia diserang.

Kepolsek Aimas, Kompol Emy Fenetyruma mengatakan saat itulah warga desa memutuskan untuk membalas dendam.

“Ini adalah tindakan spontan dari penduduk di sekitar area yang masuk ke peternakan dan membunuh buaya di peternakan. Kami mencoba menghentikan mereka tetapi semua sudah dilakukan, ”kata Fenetyruma.

Para pejabat mengatakan peternakan memiliki izin untuk membiakkan buaya air asin yang dilindungi, tetapi satu syarat adalah bahwa reptil tidak mengganggu masyarakat.

Warga setempat membela tindakan tersebut, dengan alasan keamanan.

“Lebih baik hewan jenis ini ditempatkan yang jauh, di hutan terdekat misalnya, sehingga lebih aman bagi orang-orang dan mereka yang memiliki ternak dan peternakan,” kata penduduk lokal Enoas Barmala. (asr)

Tiongkok Tidak Diundang Ikut Latihan Militer Negara Seputar Pasifik

oleh Xu Zhenqi

Angkatan Laut Amerika Serikat mengatakan bahwa Tiongkok tidak diundang untuk berpartisipasi dalam latihan militer RIMPAC (the Rim of the Pacific Exercise) yang melibatkan negara-negara seputar lautan Pasifik. Namun, kapal mata-mata Tiongkok tetap muncul di perairan internasional dekat Hawaii untuk memantau.

RIMPAC 2018 diselenggarakan mulai akhir bulan Juni. ini merupakan latihan militer terbesar dunia. Akibat tindakan ekspansi militer Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan, AS tahun ini memutuskan untuk tidak mengundang Tiongkok ikut latihan.

Angkatan Laut AS membenarkan adanya sebuah kapal mata-mata milik Angkatan Laut Tiongkok berada di perairan dekat Hawaii.

Juru bicara Armada Pasifik AS, Kolonel Charles Brown, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Armada Pasifik AS terus memantau kapal mata-mata angkatan laut Tiongkok yang berada di luar perairan teritorial AS, dekat Hawaii.

“Kami menganggap bahwa kapal mata-mata itu akan berada di luar perairan teritorial AS dan tidak akan beroperasi dengan cara yang merusak latihan militer Pasifik Rim yang sedang berlangsung,” katanya.

Pejabat angkatan laut AS mengatakan kepada CNN bahwa kapal mata-mata Tiongkok tersebut tiba pada 11 Juli tetapi tidak memasuki perairan teritorial AS.

Tahun ini, komandan angkatan laut gabungan peserta RIMPAC Brigadir Jenderal Pablo Niemann mengatakan dia merasa kecewa.

“Tentara saya dan saya telah melakukan persiapan dan perencanaan untuk latihan RIMPAC 2018 ini selama lebih dari setahun, rencana telah mempertimbangkan seluruh 25 negara peserta dan tujuan pelatihan nasional mereka,” kata Niemann dalam sebuah pernyataan.

“Kapal yang tidak diijinkan untuk mengikuti latihan mungkin dapat merusak latihan tersebut, ini yang sangat mengecewakan saya. Saya mengimbau agar seluruh awak kapal peserta latihan bertindak profesional, sehingga kita dapat terus berfokus pada tugas di tangan, dan mari kita kobarkan semangat kerjasama untuk menunaikan tugas tersebut,” kata Niemann.

Carl Schuster, Mantan Direktur Operasi Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS mengatakan bahwa kedatangan PKT yang tidak diundang tidak hanya menjadi perhatian bagi Amerika Serikat.

“Ini sebenarnya adalah kegiatan untuk mengumpulkan intelijen,” kata Schuster menambahkan bahwa langkah itu mengandung tujuan politik.

Schuster mengatakan bahwa beberapa peralatan pengintai menunjukkan bahwa mereka sedang mempelajari bagaimana kita mengembangkan taktik, bagaimana mengoperasikan program, dan mereka memantau semua sinyal radar karena ada beberapa kesempatan untuk melihat radar dan sistem di setiap negara.

25 negara dengan 46 unit kapal permukaan, 5 unit kapal selam, batlayon tentara dari 18 negara, lebih dari 200 pesawat tempur dan 25.000 tentara berkumpul di perairan dekat Hawaii untuk berpartisipasi dalam latihan, para peserta juga akan berkumpul di perairan California Selatan.

Schuster menambahkan bahwa Amerika Serikat dapat melawan pengumpulan informasi Tiongkok sampai batas tertentu. “Kamu bisa mengambil beberapa langkah untuk memberi mereka gambar palsu”

Dia juga mengatakan bahwa tidak peduli metode apa yang dipakai, PKT masih akan mengumpulkan intelijen.

Tahun 2014, Tiongkok diundang untuk mengikuti latihan militer RIMPAC, waktu itu mereka juga mengirim sebuah kapal mata-mata. AL AS sebelumnya juga pernah mengungkapkan bahwa Tiongkok juga mengirim kapal untuk memata-matai latihan militer di Hawaii tahun 2012.

Selama RIMPAC 2016, kapal mata-mata Rusia kelas Balzam tiba di perairan internasional dekat Hawaii.

“Jelas, kami tahu keberadaan kapal itu dan kami mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi informasi penting kami” Armada Pasifik AS mengatakan pada saat itu. “Keberadaannya tidak mempengaruhi kelancaran latihan kita”.

Tahun 2012 adalah terakhir kali Rusia mengikuti latihan militer RIMPAC. (Sin/asr)

12 Anak-Anak yang Terjebak di Gua Thailand Akan Keluar dari Rumah Sakit

Epochtimes.id- Sebanyak dua belas anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka yang berhasil diselamatkan setelah terjebak dari gua di Thailand mulai pulih. Mereka akan keluar dari rumah sakit minggu depan seperti dituturkan Menteri Kesehatan Thailand, Piyasakol Sakolsatayadorn.

Anak yang terakhir dari 12 anggota tim sepak bola “Wild Boars” dan pelatih mereka dibawa keluar dari gua Tham Luang, dekat perbatasan dengan Myanmar, pada Selasa malam. Evakuasi ini mengakhiri penyelamatan paling berbahaya yang disorot dunia internasional.

Anak-anak dan pelatih mereka telah dirawat di rumah sakit sejak saat itu.

Sebuah video yang diputar di konferensi pers pada Sabtu (14/07/2018), anak-anak terlihat duduk di tempat tidur, dan berterima kasih kepada penyelamat mereka.

“Saya dalam keadaan sehat sekarang,” kata salah seorang anak laki-laki, Nick yang berusia 14 tahun.

“Terima kasih sudah menyelamatkan saya,” ujarnya.

Anak-anak lelaki, yang berusia 11 hingga 16 tahun, dan pelatih mereka yang berusia 25 tahun telah merencanakan untuk menjelajahi kompleks gua tersebut selama sekitar satu jam setelah latihan sepakbola pada 23 Juni lalu. Namun hujan membanjiri terowongan hingga menjebak mereka.

Dua penyelam Inggris menemukan mereka pada 2 Juli lalu.

Namun menjadi masalah bagaimana mengeluarkan anak-anak melalui terowongan, sebagian penuh dengan air banjir yang mengalir deras.

Sebanyak 13 anak-anak dibawa ke tempat yang aman selama tiga hari penyelamatan, yang dilakukan oleh SEAL angkatan laut Thailand dan tim penyelam di gua dari internasional.

Menkes Thailand mengatakan kepada wartawan bahwa kesehatan dari semua 13 telah membaik. Beberapa anak-anak mengalami pneumonia ketika mereka dibawa keluar dari gua tetapi sudah pulih kembali.

Semua anak-anak akan dipulangkan dari rumah sakit di kota utara Chiang Rai pada Kamis (19/07/2018).

Sejumlah anak-anak telah kehilangan sebanyak 5 kg berat badan mereka tetapi telah mendapatkan kembali sebagian berat badannya, dan selera mereka, di rumah sakit.

“Saya ingin nasi babi renyah dan daging babi panggang,” kata Pipat Photi, 15 tahun, dalam video tersebut.

“Saya ingin nasi kacang babi,” kata Duangpetch Promtep, 13 tahun.

“Terima kasih atas semua dukungan moral.”

Anak yang lain mengatakan mereka menginginkan sushi.

Meski mereka sudah pulih mereka, mereka masih menghadapi tantangan.

Salah satu perhatian adalah bagaimana mereka akan menghadapi kepopuleran mereka, mengingat kasus ini menjadi perhatian besar, baik dari di Thailand dan luar negeri.

Kisah ini sudah dirancang untuk diceritakan kembali oleh Hollywood, dengan dua perusahaan production house untuk mengumpulkan film tentang anak-anak dan penyelamatan mereka.

“Kami perlu mempersiapkan anak-anak dan keluarga mereka untuk perhatian yang akan mereka terima ketika mereka keluar,” kata Piyasakol.

Dia memperingatkan kerabat dari anak laki-laki untuk menolak memberikan wawancara kepada media karena khawatir mereka bisa memiliki dampak negatif pada kesehatan mental mereka.

“Semua orang bekerja sama dengan baik untuk membawa anak-anak keluar. Kami bekerja sama dengan baik saat itu dan sekarang kami harus bekerja sama dengan baik sehingga anak-anak dapat pulih secara fisik dan mental saat mereka tumbuh besar,” kata Piyasakol.

Oleh Panu Wongcha-um via The Epochtimes

Kereta Api Tergelincir di Mesir, 55 Orang Terluka

Epochtimes.id- Setidaknya 55 orang terluka ketika kereta penumpang tergelincir di dekat ibukota Mesir, Kairo, Jumat (13/07/2018) seperti disampaikan seorang asisten kementerian kesehatan setempat.

“Sebagian besar cedera,” kata Ahmed Mohei kepada Reuters.

Tiga gerbong kereta itu tergelincir di sebuah stasiun dekat Giza, otoritas kereta api menyampaikannya kepada The Associated Press.

Tidak jelas apa yang menyebabkan kereta itu tergelincir. Tidak ada laporan tentang kematian.

Operator kereta api kini berada dalam tahanan saat penyelidikan resmi sedang dilakukan, sebagaimana diungkapkan pejabat setempat kepada Egypt Today.

Menteri Perhubungan Mesir, Hisyam Arafat, memerintahkan komite untuk menyelidiki kecelakaan itu.

“Kami merasakan guncangan tiba-tiba di kereta ketika kami mendekati stasiun, kemudian kami melihat kereta belakang terbalik,” kata Mohamed Hamdy Ezz, seorang penumpang kepada Egypt Today.

Dia menambahkan sejumlah penumpang memecahkan jendela dan berhasil keluar dari kereta. Bahkan sejumlah penumpang turut membantu penumpang lain untu keluar dari kereta.

Dia lebih lanjut menyebutkan bahwa kereta mengambil belokan yang salah dengan kecepatan penuh hingga menyebabkan kereta terbalik.

Pada tahun 2017, dua kereta bertabrakan di Alexandria, menewaskan lebih dari 40 dan melukai 170. Pejabat Mesir menyalahkan operator kereta api atas penyebab kecelakaan tersebut. (asr)

Sumber : The Epochtimes