Myanmar Dan Indonesia Pesta Besar Pada Laga ASEAN Futsal Championship

0

EpochTimesId – Tim nasional futsal Indonesia mengantongi kemenangan super besar pada laga perdana ASEAN Futsal Championship 2017. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia mencukur Philipina dengan skor amat meyakinkan, 21-0.

Pada laga penyisihan grup A itu gol perdana tercipta pada menit keempat. Sauqy Saud menjadi pembuka keran gol pada laga yang berlangsung di Phu Tho Indoor Stadium, Ho Chi Minh City, Vietnam, Kamis (26/10/2017).

Gol berikutnya hadir, hanya berselang satu menit berikutnya. Ardiansyah Runtuboy menjebol jala lawan pada menit ke-lima, disusul gol Abdul Rochman di menit sembilan.

Gol berikutnya hadir dari kaki Bayu Saptaji (menit 10), Sauqy (13), Abdul Rochman (18) dan Subhan Faidasa (20). Indonesia menyudahi paruh pertama laga dengan kemenangan meyakinkan, 7-0.

Pada babak kedua, kiper andalan Indonesia Muhammad Al-Bagir diberi kesempatan bermain setelah diistirahatkan secara penuh pada babak pertama. Sayangnya, nasib sial menghampiri penjaga gawang tinggi besar yang selalu menjadi andalan dalam beberapa tahun terakhir.

Al-Bagir cedera cukup serius setelah disapu pemain lawan, hanya semenit setelah bermain. Selain, Al-Bagir, Ramadhan Tricahyo juga mengalami cedera paga laga perdana ini.

Walau demikian, Indonesia berhasil menceploskan 14 gol lagi ke gawang Philipina. Bahkan, pemain lawan gagal menyarangkan satu pun bola ke gawang Indonesia.

Gol Indonesia pada paruh ke-dua tercatat dibuat oleh Subhan Faidasa dengan empat gol tambahan pada menit 20, 21, 30 dan 38. Selain Subhan, Ardiansyah runtuboy juga menjaringkan empat gol pada babak kedua, masing-masing pada menit 32, 32, 33, dan 33.

Dengan demikian, keduanya membuat lima gol pada laga ini. Sementara sisa gol lainnya dicetak oleh Aditya Muhammad (menit 21), Johanis Mustamu (24), Sunny (35), Bayu (37) serta Randy Satria (40, dan 40).

Dengan hasil ini, Indonesia menjadi pemuncak klasemen sementara grup A. Sebab, Myanmar yang juga pesta gol melawan Brunei Darussalam, hanya menang dengan skor 13-0.

Anak asuh pelatih Vic Hermans akan menghadapi laga selanjutnya melawan Brunei Darussalam, Jumat (27/10/2017). Sementara laga berikutnya adalah melawan Vietnam (28/10/2017) dan Myanmar (29/10/2017).

Juara dan runner-up grup A akan melaju ke babak semifinal. Mereka akan menghadapi Juara dan runner-up grup B, dengan sistem gugur. Grup B dihuni oleh Thailand, Malaysia, Timor Leste, dan Laos. (waa)

Amerika Publikasikan Dokumen Rahasia Terkait Kasus Pembunuhan John F Kennedy

0

EpochTimesId – Lembaga Arsip Nasional Amerika Serikat, National Archives and Records Administration (NARA), mempublikasikan sebanyak 2.800 dokumen rahasia pemerintah mengenai pembunuhan terhadap mantan Presiden John F. Kennedy.

Pengungkapan dokumen itu dilakukan setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan sebuah memorandum. Memo memerintahkan pebukaan dokumen untuk publik guna memastikan agar masyarakat akhirnya mendapat informasi yang benar dan utuh.

“Saya perintahkan bahwa hari ini, semua penutup dibuka,” kata Trump dalam memorandum tersebut.

Dokumen-dokumen tersebut dirahasiakan di bawah Undang-Undang Koleksi Catatan Pembunuhan JFK yang ditandatangani oleh Presiden George H. W. Bush pada tahun 1992. Dengan undang-undang tersebut, dokumen hanya dapat dirahasiakan selama 25 tahun.

Setelah 25 tahun, presiden yang sedang menjabat akan memutuskan apa yang akan dilakukan terhadap dokumen tersebut.

Lebih banyak dokumen akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang. Namun, sepertinya tidak semua dokumen rahasia terkait akan dirilis. Sebab FBI, dan CIA memiliki sejumlah kekhawatiran.

Beberapa dokumen akan tetap dirahasiakan. Sejumlah agen federal mengklaim bahwa sebagian informasi masih berpotensi menimbulkan risiko keamanan nasional.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan pada sebuah kesempatan bahwa agensi utama yang mengemukakan kekhawatirannya adalah CIA dan FBI.

“Saya tidak punya pilihan, hari ini, tapi untuk menerima redaksi tersebut daripada membiarkan kerugian yang mungkin tidak dapat diperbaiki lagi terhadap keamanan bangsa kita,” kata Trump dalam memorandum tersebut.

Menanggapi kekhawatiran FBI dan CIA, Presiden Trump memerintahkan semua agen federal yang memiliki kompetensi untuk meninjau semua redaksi. Mereka diberikan waktu selama 180 hari.

Gedung Putih mengatakan bahwa agen yang ingin merahasiakan dokumen harus memberikan argumen dan membuktikannya. Mereka harus punya cukup alasan untuk membuktikan mengapa hal itu harus disimpan dan tetap dirahasiakan dari masyarakat. Karena Trump menginginkan transparansi penuh.

Dokumen yang dikeluarkan oleh Arsip Nasional hari ini dapat ditemukan pada situs web-nya di: www.archives.gov/research/jfk

Arsip Nasional mengeluarkan pengumuman pada website bahwa institusi tersebut tidak ingin mengomentari isi dokumen. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada publik dan peneliti untuk melakukan hal itu.

Sedikitnya ada 5 juta halaman dokumen rahasia pemerintah yang terkait dengan pembunuhan Kennedy yang disimpan di Arsip Nasional.

Sebanyak 88 persen dokumen terbuka penuh untuk umum, 11 persen dilepaskan sebagian dengan bagian-bagian sensitif dihapus, dan 1 persen tetap berstatus sebagai rahasia dan tertutup bagi akses publik.

“Sementara NARA tidak dapat berkomentar mengenai isi catatan, kami berasumsi bahwa sebagian besar dari apa yang akan dirilis terkait terhadap kejadian pembunuhan,” tulis NARA pada situsnya.

Walaupun Terus Kembangkan Senjata Nuklir, Korea Utara Berang Gara-gara Sanksi Kegiatan Olahraga

Epochtimes.id- Korea Utara pada Kamis (26/10/2017) menyatakan kegiatan olahraganya diblokir akibat sanksi yang dipimpin AS. Ini setelah beberapa hari Australia menolak visa untuk pemain sepak bola Korea Utara.

Korea Utara yang memiliki senjata nuklir kini dikenai pada sejumlah sanksi PBB atas program senjata ini. Sanksi yang mencakup pembatasan impor peralatan olahraga seperti ski, yacht, sepatu gunung dan bahkan meja biliar.

Namun dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara KCNA, Komite Nasional Olahraga Nasional Korea Utara mengklaim sanksi tersebut mengisolasi Korea Utara dari kompetisi olahraga internasional.

“Karena tekanan Amerika Serikat yang hina dan tanpa henti, pertandingan reguler yang akan dimainkan di Pyongyang menurut kesepakatan dengan beberapa negara telah ditunda lebih dari satu tahun,” kata seorang juru bicara komite.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa Australia “bahkan menolak masuk” ke tim U-19 Korea Utara, mencegah mereka mengambil bagian dalam kualifikasi kejuaraan Konfederasi Sepak Bola Asia pada November.

“Organisasi olahraga internasional harus mempertahankan cita-cita olahraga untuk mempromosikan perdamaian,” tambahnya.

Australia awal bulan ini mengatakan telah melarang atlet Korea Utara memasuki negara tersebut. Apabila mengizinkan mereka masuk akan bertentangan dengan oposisi Canberra yang gigih terhadap program nuklir Pyongyang.

Pernyataan Kamis tersebut muncul saat Korea Selatan menunggu konfirmasi Pyongyang bahwa pihaknya akan ambil bagian dalam Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Sepasang pemain skater Korea Utara bulan lalu memenangkan turnamen kualifikasi di Jerman, mengamankan satu dari lima tempat untuk bersaing di Olimpiade Musim Dingin tahun depan.

Korea Utara belum secara resmi berkomentar mengenai keikutsertaannya, anggota Komite Olimpiade Internasional Chang Ung sebelumnya mengisyaratkan bahwa masalah tersebut dapat ditinjau kembali setelah atlet Korea Utara memenuhi syarat.

Sumber : AFP/NewsIndianExpress

Irak Meluncurkan Serangan Final Terhadap ISIS di Dekat Perbatasan Suriah

Epochtimes.id- Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan pasukan Irak pada Kamis waktu setempat menggelar sebuah serangan untuk merebut kembali wilayah terakhir Irak yang masih berada di tangan ISIS, di daerah perbatasan dengan Suriah.

“Anggota Daesh (ISIS) harus memilih antara kematian dan menyerahkan diri,” katanya dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan serangan di wilayah al-Qaim dan Rawa dilansir dari Reuters.

Angkatan udara Irak menjatuhkan ribuan selebaran di daerah perbatasan yang meminta militan untuk menyerah. Sementara masyarakat didesak untuk menjauh dari posisi mereka.

Kelompok militan tersebut juga menguasai bagian-bagian dari sisi perbatasan Suriah. Namun wilayah yang berada di bawah kendali mereka berkurang saat mereka mundur dalam menghadapi dua kekuatan yang tidak bersahabat – sebuah koalisi yang dipimpin oleh Kurdi dan pasukan pemerintah Suriah dengan tentara asing. Milisi Syi’ah didukung oleh Iran dan Rusia.

Kekhalifahan yang diumumkan oleh ISIS secara efektif runtuh pada Juli, ketika pasukan Irak yang didukung A.S menguasai Mosul, ibukota de facto kelompok di Irak. Ini dilakukan dalam pertempuran yang melelahkan selama sembilan bulan.

Kota militan Suriah yang berada di Raqqa juga akhirnya jatuh ke pasukan pendukung Amerika serikat minggu lalu.

Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi, yang mengumumkan kekhalifahan dari Mosul pada pertengahan 2014, merilis rekaman audio pada 28 September yang mengindikasikan bahwa dia masih hidup. Sebelumnya beberapa laporan menyebutkan dia terbunuh. Pimpinanan ini mendesak pengikutnya untuk terus berjuang meski terdesak.

“Beritahu orang-orang di antara anak-anak dan saudara-saudara Anda yang mengambil senjata melawan negara untuk segera menyingkirkannya, dan pergi ke rumah manapun yang berada di atas bendera putih ketika pasukan pembebasan memasuki al-Qaim,” kata selebaran dijatuhkan oleh angkatan udara Irak.

Termasuk unit tentara reguler, pasukan kesukuan Sunni dan yang didukung Iran mengambil bagian dalam serangan terhadap perbatasan Suriah. (asr)

Sumber : The Epochtimes

Amerika Ajak Eropa Tetapkan Hizbullah Sebagai Teroris

0

EpochTimesId – Parlemen Amerika Serikat memutuskan untuk mendukung sanksi baru terhadap Iran dan organisasi teroris Hizbullah yang didukung oleh Lebanon. Dewan Perwakilan Rakyat Amerika itu memutuskan akan menjatuhkan tiga sangsi terkait Hizbullah, Rabu (25/10/2017) waktu setempat.

Rumah perwakilan Amerika itu merancang tigas sangsi utama bagi Hizbullah. Ketiga sanksi itu adalah embargo ekonomi terhadap Iran, menghukum dan menghentikan penjualan senjata kepada pihak yang mendukung Hizbullah, dan mengajak Eropa untuk menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris.

Rumah perwakilan Amerika itu sepakat bahwa Iran dan Hizbullah melanggar Hak Asasi Manusia karena sering menggunakan warga sipil sebagai tameng. Amerika sendiri sudah menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris asing sejak tahun 1997.

Parlemen AS akan segera menyusun undang-undang guna mengesahkan sanksi tersebut. Dalam pengesahan Undang-Undang tersebut juga akan dirinci sanksi-sanksi tambahan bagi Iran.

Awal Oktober 2017 ini, Washington menawarkan hadiah jutaan dolar untuk pejabatnya. Presiden Donald Trump ingin mendapatkan analisa mendalam terkait strateginya untuk menekan pengaruh regional Iran di Timur Tengah.

“Langkah-langkah kritis ini akan memberlakukan sanksi baru untuk memberantas pembiayaan Hizbullah, dan meminta pertanggungjawaban atas tindakan kematian dan penghancurannya,” kata Wakil Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen AS, Ed Royce.

Sanksi baru Amerika untuk Iran dipicu kebijakan baru Presiden Trump terhadap program nuklir Iran. Trump menilai Iran tidak mengikuti kesepakatan dengan sejumlah negara terkait pengembangan nuklir yang tidak mengarah menjadi pembuatan rudal dengan hululedak nuklir.

Trump tidak menyetujui kembali kesepakatan nuklir Iran untuk dikirim kepada kongres. Dia juga mengancam akan membatalkan sepenuhnya kesepakatan nuklir Iran jika tidak ada perbaikan.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh pemerintahan Obama pada tahun 2015, Iran yakin dapat mengembangkan senjata nuklir pada tahun 2026. Tahun itu kesepakatan pembatasan Program Nuklir Iran akan berakhir.

Trump mengatakan sejarah telah menunjukkan bahwa sebuah masalah akan menjadi lebih berbahaya, jika kebijakan yang diambil hanya bersifat menunda penyelesaian masalah. Dia menunjuk masalah nuklir Korea Utara sebagai contoh nyata.

ā€œKami akan menghadapi tindakan bermusuhan Iran untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Saya tidak pada posisi membiarkan Iran memiliki senjata nuklir untuk kemudian mengendalikan dan mengakuisisinya,ā€ ujar Trump, di Gedung Putih, Jumat (13/10/2017) waktu setempat.

Tiga kebijakan utama baru yang diambil oleh Trump adalah tidak menyetujui kembali kesepakatan dengan Kongres terkait Kesepakatan Program Nuklir Iran. Kedua adalah mencoba menegosiasikan kembali bagian dari kesepakatan yang lama sebelum disetujui kembali. Dan yang ketika adalah, Dia juga ingin Amerika dan dunia memberikan sanksi tambahan kepada Garda Revolusi Iran.

Amerika Serikat turut serta menandatangani perjanjian pembatasan nuklir dengan Iran dengan sejumlah negara. Bagi sistem politik Amerika, perjanjian dengan tajuk Iran Nuclear Agreement Review Act of 2015 (INARA) itu harus disetujui kembali oleh presiden dan mengirim sertifikat nya kepada Kongres Amerika, setiap 90 hari sekali.

Langkah-langkah persetujuan kembali atau sertifikasi ulang biasanya didasari oleh kajian tentang apakah sanksi yang diberikan kepada rezim Iran sebanding dengan upaya negara tersebut untuk membatasi pengembangan senjata nuklirnya.

Trump mengatakan setelah melakukan kajian selama berbulan-bulan bahwa sangsi yang diberikan tidak sanggup membatasi Program Nuklir Iran.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, yang secara resmi disebut Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Iran menghentikan sementara program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi dan pemberian bantuan lebih dari dari US$ 100 miliar.

Namun, setelah 10 tahun, pada 2026, Iran diizinkan untuk memasang ribuan sentrifugal canggih. Menurut para ahli, ini akan membuat Iran mampu mengembangkan senjata nuklir hanya dalam waktu enam bulan.

Dia menagaskan bahwa Iran tetap menjadi salah satu negara terkemuka yang menjadi sponsor terorisme. Ini memberi rezim Suriah senjata dan bantuan militer lainnya, menyediakan dana untuk kelompok teror Hizbullah, dan mendukung pejuang radikal lainnya di seluruh wilayah Timur Tengah.

Trump merujuk pada seringnya teriakan ā€˜death to America’ dan ā€˜death to Israel’ yang digunakan oleh rezim tersebut. Dia mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan Menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Garda Revolusi Iran atas dukungannya terhadap terorisme. Sanksi tersebut secara khusus akan menargetkan individu dan aset Iran, seperti ahli senjata dan cyberactivity yang mendukung terorisme.

ā€œKami berdoa untuk masa depan di mana orang muda, Amerika dan Iran … dapat tumbuh dalam dunia yang bebas dari kebencian. Sampai saat itu tiba, kita akan melakukan apa yang harus kita lakukan agar Amerika tetap aman,ā€ tutup Trump. (waa)

Operasi Dengan Robot Boros Bagi Penderita Kanker Dubur

0

EpochTimesId – Operasi bedah medis bagi penderita tumor ginjal dan kanker dubur dinilai tidak efisien oleh para dokter. Demikian disampaikan oleh dokter In-Gab Jeong, peneliti dari Universitas Ulsan College of Medicine, Seoul, Korea Selatan kepada Reuters Health.

“Meningkatnya prosedur operasi dengan menggunakan robot yang mahal sebagai pengganti operasi laparoskopi, itu tidak memastikan keuntungan bagi pasien. Ini adalah masalah yang tidak hanya terjadi pada bidang urologi tetapi juga pada keseluruhan bidang bedah,” ujar dokter Jeong, seperti dikutip VOA dari Reuters, Kamis (26/10/2017).

Bahkan, penggunaan robot untuk operasi tersebut cenderung boros dari segi finansial pasien. “Hal ini dapat menyebabkan peningkatan biaya perawatan medis yang sangat besar yang dapat menjadi beban yang signifikan pada sistem layanan kesehatan,” imbuh sang dokter.

Dalam operasi yang dibantu robot, instrumen yang sama yang digunakan dalam operasi laparoskopi dihubungkan ke perangkat robot yang memungkinkan visualisasi 3 dimensi. Menurutnya, hal itu membuat rentang gerak instrumen yang lebih banyak, dan meningkatnya fungsi ergonomi untuk ahli bedah.

Sayangnya, pemasaran dan persaingan antar rumah sakit telah menyebabkan penggunaan operasi dengan bantuan robot meluas untuk berbagai prosedur. Namun, hal itu hingga kini masih tetap kontroversial karena kenaikan biaya dan kurangnya bukti hasil perbaikan dibandingkan dengan pendekatan metode invasif non-robot.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Journal of American Medical Association, Jeong bersama tim-nya menggunakan basis data Amerika Serikat untuk membandingkan hasil dan biaya operasi. Data operasi dengan bantuan robot dibandingkan dengan operasi laparoskopi. Khususnya, untuk operasi ginjal yang ekstensif.

Sekitar 27 persen dari keseluruhan jumlah operasi pada 2015 di lakukan dengan bantuan robotik, melonjak dari 1.5 persen dari pada 2003. Operasi laparoskopi menurun secara paralel selama periode tersebut.

Setelah memperhitungkan berbagai faktor, operasi pembedahan robotik memiliki tingkat komplikasi utama yang sama dengan operasi laparoskopi. Termasuk komplikasi untuk transfusi darah, dan rawat inap di rumah sakit yang cukup lama.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi dengan bantuan robotika rata-rata mencapai 2.678 dolar AS. Biaya tersebut lebih tinggi daripada operasi laparoskopi, terutama karena waktu operasi yang lebih lama dan biaya listrik yang lebih tinggi.

“Perkembangan dan penggunaan platform robot mungkin bisa membantu dalam perawatan pasien. Namun, penelitian ilmiah mengenai efektivitas biaya dan keamanan terkadang tidak dilakukan dengan cukup baik. Sebab, rumah sakit lebih mementingkan pemasaran, preferensi pasien terhadap teknologi terbaru, dan rekomendasi dari rumah sakit lain atau dokter,” kata Jeong.

Dr David Jayne dari Rumah Sakit Universitas St James di Leeds, Inggris bersama rekan-rekannya dari 29 pusat kesehatan di 10 negara melakukan penelitian lanjutan terkait hal tersebut. Mereka meneliti apakah operasi dengan bantuan robot cenderung tidak perlu mengubah menjadi prosedur operasi terbuka, dibandingkan dengan operasi laparoskopi konvensional.

Penelitian dilakukan kepada 471 pasien yang menderita kanker dubur.

Kelompok yang menjalani operasi dengan bantuan robotik memerlukan waktu rata-rata 37,5 menit lebih lama dibanding kelompok yang menjalani operasi laparoskopi konvensional. Perangkat robot tersebut bahkan tidak mengurangi kebutuhan untuk mengubah beberapa operasi menjadi prosedur operasi terbuka.

Perangkat robot juga tidak mengurangi tingkat komplikasi, baik selama proseduratau dalam 30 hari setelah prosedur.

Mereka menyimpulkan, biaya perawatan kesehatan jauh lebih tinggi dengan operasi yang dibantu robot dibandingkan dengan operasi laparoskopi konvensional. Robot lebih mahal rata-rata 1.132 dolar AS. (waa)

47 Orang Tewas Akibat Ledakan di Gudang Petasan yang Memiliki 103 Karyawan

Epochtimes.id. Sebanyak 47 orang tewas akibat kebakaran hebat yang dimulai dengan ledakan di gudang pabrik petasan di Kompleks Pergudangan 99 di Jalan Raya Salembarang, Cengklong, Kosambi, Kota Tangerang, Banten, Kamis (26/10/2017).

“Sebanyak 47 orang meninggal. Kami tidak tahu pasti jumlah orang yang masih belum diidentifikasi,” kata Kapolres Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan kepada Kompas TV.

Ledakan ini diketahui terjadi kamis sekitar pukul 09.00 WIB dan pihak pemadam kebakaran tiba sekitar 1 jam lebih kemudian.

Gudang pabrik petasan ini milik PT Panca Buana Cahaya Sukses. Pabrik ini diketahui memiliki sebanyak 103 karyawan.

Saat terjadi kebakaran kondisi gerbang terkunci dan sejumlah karyawan ikut terjebak. Namun demikian, diantaranya berhasil selamat setelah warga membobol tembok gudang.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar 4 jam kemudia setelah belasan mobil damkar tiba ke lokasi.

Petugas menemukan para korban dalam kondisi dan tak bisa dikenali. Sumber lainnya menyebutkan korban tewas ditemukan dalam kondisi menumpuk. (asr)

Bank-Bank Mulai Melacak Perusahaan-perusahaan ‘Front Company’ Korea Utara

Oleh Joshua Philipp

Rezim komunis Korea Utara menggunakan jaringan global front companies untuk melakukan belanja dan bisnis demi menghindari sanksi PBB. Saat ini bank-bank internasional sedang berusaha untuk mengidentifikasi dan memutuskan hubungan dengan perusahaan-perusahaan ini.

Sebagaimana diketahui, Front Company adalah semacam anak perusahaan yang digunakan untuk melindungi perusahaan lain dari tanggung jawab atau pengawasan. Front Company juga dapat digunakan untuk melindungi perusahaan induk serta digunakan untuk menyembunyikan aktivitas ilegal.

Dewan Keamanan PBB baru-baru ini mengeluarkan dua putaran sanksi terhadap Korea Utara, atas perintah pemerintah Trump. Tiongkok yang merupakan pendukung utama Korea Utara, telah sepakat untuk memberlakukan sanksi ini.

Pada akhir September, Tiongkok memberi waktu kepada perusahaan Korea Utara selama 120 hari untuk menutup usaha mereka. Bank sentral Tiongkok mengatakan kepada bank lain di Tiongkok untuk mengikuti sanksi PBB. Sanksi berupa menolak layananĀ  serta mengurangi pinjaman kepada pelanggan dari korut.

Bank global mengikuti tren yang sama ini, dan menurut sebuah laporan 13 Oktober dikeluarkan oleh Daniel Bethencourt dari ACAMS moneylaundering.com, sebuah publikasi perdagangan untuk petugas kepatuhan bank menyatakan, bank-bank telah “meningkatkan usaha mereka untuk menemukan front companies terkait dengan program senjata nuklir Korea Utara.”

Melacak front company Korea Utara adalah bisnis yang rumit. Laporan tersebut mencatat bahwa perusahaan-perusahaan itu menggunakan “serangkaian skema demi menghindari sanksi yang terus berlanjut,” dan Korea Utara telah “mengembangkan” kemampuan ini meskipun ada embargo internasional.

Untuk mempertahankan bisnis global, Korea Utara menggunakan perantara perusahaan, melibatkan bank, dan metode lainnya.

Laporan tersebut mengatakan bahwa Korea Utara menggunakan beberapa front company untuk “melipatgandakan sebagai pengirim uang” dan menggunakan “orang-orang untuk membuka banyak rekening bank dengan nama keluarga.”

Menurut Keith Furst, pendiri Data Derivatives, sebuah perusahaan konsultan yang berfokus pada kejahatan finansial, sangat terkenal di dunia industri tentang Korea Utara menggunakan “front company yang rumit” untuk menghindari sanksi.

Metodenya memanfaatkan keuntungan dari penyimpangan dalam hukum internasional untuk mendaftarkan perusahaan. Termasuk membuka rekening bank, yang menyulitkan pihak bank untuk mengetahui di belakang front company ini.

Terkadang jaringan-jaringan ini bersumber dari jaringansatu perusahaan yang memiliki perusahaan lain, terkadang transaksi dilakukan melalui negara-negara perantara yang menolak berbagi data, dan beberapa trik yang lebih rumit lagi juga digunakan.

Furst mencatat untuk perusahaan, “ada dorongan global untuk mendapatkan kepemilikan yang lebih transparan.” Saat ini, katanya, sulit bahkan di Amerika Serikat untuk menentukan siapa yang berada di belakang perusahaan tersebut.

Dulu, Furst mengatakan, sanksi sering ditegakkan dengan daftar nama, dan jika seorang pengedar narkoba, misalnya, ada dalam daftar, semua perusahaan yang dimiliki oleh orang itu juga berada di sana.

Aturan ini sedikit diperbarui di tahun 2008, yang membuatnya menjadi jika seseorang yang diberi sanksi memiliki 50 persen perusahaan, perusahaan itu akan masuk dalam daftar.

Dikarenakan kompleksitas bagaimana penentuan kepemilikan perusahaan, bagaimanapun masih meninggalkan banyak celah. Furst mencatat ketika seseorang bisa memiliki 25 persen kepemilikan di sebuah perusahaan, meminta sekretaris membuka rekening, atau bahkan mendaftarkan perusahaan sebagai miliknya.

Celah ini menyulitkan bank untuk mematuhi sanksi. Namun bagi bank, kepatuhan terhadap sanksi seringkali menjadi prioritas utama dalam daftar prioritas. Furst mengatakan, “Menegakkan itu sulit bagi bank atau rata-rata negara.”

Menurut laporan dari ACAMS moneylaundering.com, bagaimanapun, bank saat ini mencoba untuk memetakan jaringan kompleks font company Korea Utara.

Mengutip keterangan Jende Huang, anggota kelompok intelijen kejahatan keuangan Wells Fargo, yang menyatakan pada ACAMS AML & Financial Crime Conference baru-baru ini di Las Vegas bahwa mereka telah mulai menganalisis sekelompok 12 perusahaan front Companies Korea Utara yang diidentifikasi oleh pejabat PBB.

Menurut Huang, sekitar 11 persen dari 1.500 entitas yang transaksinya dipetakan oleh Wells Fargo dari tahun 2013 sampai 2016 kemungkinan telah memindahkan dana dari Korea Utara. Metode yang digunakan oleh front company tidak akan terdeteksi oleh pemantauan transaksi konvensional, menurut Huang.

Seorang petugas kepatuhan yang tidak disebutkan namanya untuk pemberi pinjaman besar Eropa mengatakan kepada ACAMS bahwa banknya telah melakukan penyelidikan sendiri dan menemukan bahwa perusahaan-perusahaan Korea Utara sering memiliki ciri-ciri yang sama.

Front Company Korea Utara, kata perwira tersebut, sering memegang rekening bank Tiongkok, tidak memiliki rekam jejak di publik, dan akan sering mencantumkan alamat mereka di salah satu dari dua provinsi Tiongkok di dekat Korea Utara.

“Perantara ini cenderung membeli suku cadang yang sangat spesial dari produsen senjata di negara-negara Eropa seperti Republik Ceko dan kadang-kadang membeli logam mentah dan barang-barang lainnya dari Eropa juga,” bunyi laporan tersebut.

Laporan Ini mencatat satu kasus di mana perusahaan Korea Utara menggunakan perantara untuk “membeli bagian-bagian yang sangat khusus dari produsen senjata di negara-negara Eropa seperti Republik Ceko.” Korea Utara juga membeli logam mentah dan barang-barang lainnya dari Eropa.

Laporan tersebut mengatakan, “Melihat transaksi yang terkait dengan Korea Utara dapat menjadi sulit karena mereka cenderung meniru pembiayaan perdagangan konvensional atau pemindahan transfer lebih dari $ 10.000, namun seringkali dalam jumlah kecil untuk menghindari kecurigaan.” (asr)

Sumber : The Epochtimes

Apoteker Penyebar Wabah Lolos Dari Dakwaan Pembunuhan

0

EpochTimesId – Seorang mantan Apoteker di Massachusetts, Glenn Chin, dinyatakan bersalah karena melakukan pemerasan dan penipuan terkait kasus penyebaran wabah meningitis pada 2012 silam. Namun, sang Apoteker Pengawas dibebaskan dari dakwaan pembunuhan.

Kasus wabah meningitis itu sendiri menewaskan 76 orang dan mengakibatkan ratusan orang lainnya terjangkit meningitis di seluruh Amerika Serikat.

Glenn Chin adalah mantan supervisor apoteker di New England Compounding Center (NECC) yang sekarang sudah tidak beroperasi lagi. Di tempat tersebut steroid yang tercemar menyebabkan wabah menyebarluas. Juri Federal Boston menyatakan Chin bersalah pada kasus tersebut.

Juri menyatakan, pria 49 tahun itu bersalah atas tuduhan pemerasan dan tuduhan penipuan via email. Namun Juri menyatakan bahwa jaksa tidak dapat membuktikan terdakwa melakukan pembunuhan tingkat dua.

Jaksa sebelumnya juga mendakwa pelaku dengan pasal pembunuhan karena kematian 25 orang yang disuntik dengan steroid.

Putusan tersebut menyusul putusan juri pada sidang kasus terpisah pada bulan Maret 2017. Pengadilan memutus Barry Cadden, pendiri dan mantan presiden NECC, bersalah karena melakukan pemerasan dan tuduhan penipuan.

Cadden juga dibebaskan dari dakwaan pembunuhan. Pria 50 itu hanya dihukum sembilan tahun penjara.

Jaksa mengatakan bahwa 778 orang di seluruh AS sakit setelah disuntik dengan steroid yang terkontaminasi. Sebab, steroid diproduksi pada tempat yang tidak steril di NECC, Framingham, Massachusetts. NECC sudah mengajukan pailit pada tahun 2012. (waa)

Pengadilan Turki Bebaskan Delapan Aktivis Yang Dijerat Kasus Terorisme

EpochTimesId – Pengadilan Turki memerintahkan pembebasan dari rumah tahanan dengan jaminan bagi delapan aktivis hak asasi manusia, Rabu (25/10/2017). Diantara para aktivis ada nama direktur cabang lokal Amnesty International, Idil Eser.

Aktivis lain yang dibebaskan diantaranya Peter Steudtner, seorang warga negara Jerman, dan Ali Gharavi, WN Swedia. Steudtner dan Gharavi diputuskan tidak harus tinggal di Turki sebelum tanggal pengadilan berikutnya pada 22 November 2017.

Walau dibebaskan, mereka tetap harus menghadapi persidangan kasus dugaan terlibat terorisme. Kasus tersebut menjerat para aktivis, yang berjumlah 11 orang. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Kasus ini telah menimbulkan ketegangan antara Turki dengan Eropa. Bahkan, mereka khawatir Turki dibawah kepemimpinan Presiden Tayyip Erdogan menjadi negara otoriter.

“Ini adalah perkembangan yang menyenangkan bahwa teman-teman kita dilepaskan. Tapi kasus ini seharusnya tidak pernah ada. Kita membutuhkan sebuah negara hukum dan kita membutuhkan dukungan dari warga kita,” kata salah satu pengacara mereka, Erdal Dogan.

Hampir semua aktivis ditahan pada bulan Juli 2017 setelah berpartisipasi dalam sebuah lokakarya tentang keamanan digital. Lokakarya diadakan di sebuah pulau di lepas pantai Istanbul.

Jaksa menjerat mereka dengan sejumlah tuduhan, termasuk membantu Partai Pekerja Kurdistan dan jaringan ulama yang mencari suaka dan bermukim di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. Partai Pekerja dan Gulen dituduh menjadi dalang percobaan kudeta yang gagal tahun lalu.

Eser sebelumnya mengatakan kepada pengadilan bahwa dia telah ditangkap karena melakukan pekerjaannya.

“Saya tidak mengerti bagaimana saya bisa dikaitkan dengan tiga organisasi teroris yang berbeda hanya karena menghadiri sebuah lokakarya. Saya tidak menyesal. Saya baru saja melakukan pekerjaan saya sebagai pembela hak asasi manusia,” Tegas sang Aktivis.

Terdakwa lainnya, Ozlem Dalkiran, anggota dewan dari komunitas Perpanjangan Tangan Orang Turki (the Turkish arm of the Citizens), sebuah kelompok hak asasi Eropa, mengatakan kepada pengadilan, “Saya tidak tahu mengapa kami ada di sini.”

Jaksa penuntut mengaitkan Amnesty dengan gerakan aksi mogok makan yang dipenjara. Jaksa juga menuduh beberapa terdakwa melakukan kontak komunikasi dengan orang-orang yang telah mendownload aplikasi pesan terenkripsi. Aplikasi itu digunakan oleh para pelaku kudeta.

Pihak Turki dibawah tangan besi Erdogan telah memenjarakan lebih dari 50.000 orang. Mereka hingga kini masih menunggu sidang atas nama tindakan keras. Tindakan keras diambil Erdogan menyusul kudeta militer yang gagal. Erdogan mengatakan pembersihan di masyarakat diperlukan untuk menjaga stabilitas di sebuah negara kunci NATO yang berbatasan dengan Iran, Irak dan Suriah.

Negara-Negara Eropa kini khawatir Erdogan menggunakan Polisi dan Penyelidik untuk membungkam oposisi serta merongrong peradilan. Kasus ini telah memperburuk hubungan Turki dengan Uni Eropa.

Tidak lama setelah operasi penangkapan, Jerman mengatakan sedang meninjau proposal Turki untuk membeli persenjataan dari Jerman. Seorang menteri kabinet di Berlin membandingkan perilaku Ankara dengan bekas Komunis Jerman Timur.

Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan bahwa usaha 12 tahun Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa harus dihentikan. Meskipun Ankara mengatakan bahwa pihaknya tetap bertekad untuk terus melanjutkan proses aksesinya. (waa)

Belanda Waspadai Beralihnya Serangan Teror ISIS dari Timur Tengah menuju Eropa

EpochTimesId – Pejabat kontra terorisme Belanda mengaku mulai mewaspadai meningkatnya serangan teror dari milisi ISIS yang kabur dari Timur Tengah. Mereka mendapat laporan intelijen bahwa ada konsensus luas kalau ISIS masih memiliki jaringan yang cukup di Eropa, terutama dalam waktu dekat.

“Kami punya pendapat yang sama. Kekalahan militer, kehancuran kekhalifahan mereka di Irak dan Suriah, bukan berarti bahwa organisasi teroris ISIS telah dikalahkan,” kata Koordinator Kontraterorisme Nasional Belanda, Dick Schoof, seperti dikutip dari VOA, Kamis (26/10/2017).

Schoof menambahkan bahwa kekhawatiran utamanya adalah bahwa hilangnya wilayah di Irak dan Suriah belum memiliki dampak besar pada kemampuan organisasi terror itu.

ISIS masih memiliki aset untuk berkomunikasi dengan sel-sel rahasia mereka di Eropa. Demikian juga dengan para calon anggota yang sedang dalam proses perekrutan.

Kelompok teroris yang membesar karena gabungan kelompok-kelompok kecil dalam beberapa tahun terakhir itu juga dilaporkan menjalin kerjasama dan peningkatan hubungan dengan sindikat kejahatan internasional yang terorganisir. Kondisi itu dinilai sangat mengkhawatirkan karena bertambahnya dukungan ekonomi bagi para teroris.

Schoof melanjutkan, bebasnya Raqqa dari tangan ISIS tidak membuat pejabat anti-teror negara-negara Eropa bisa bernapas lega. Mereka bahkan saling memperingatkan bahwa unit komunikasi dan perencanaan kelompok teror tersebut tetap sangat aktif.

Jatuhnya Ibu Kota ISIS di Suriah awal bulan ini telah diklaim sebagai pukulan telak terhadap kelompok tersebut. Presiden AS Donald Trump bahkan menyebutnya sebagai sebuah terobosan penting. (waa)

Korea Utara Memperbaharui Ancaman untuk Meledakkan Bom Nuklir di Pasifik

Epochtimes.id- Seorang diplomat senior Korea Utara pada Rabu memperbarui ancaman rezim komunis tersebut untuk meledakkan bom nuklir di Samudra Pasifik.

Ancaman untuk melakukan uji coba nuklir di Pasifik dikhawatirkan akan menyebabkan dampak kesehatan yang buruk.

Diplomat senior Korea Utara Ri Yong Pil mengatakan kepada CNN pada Rabu tentang ancaman tersebut diperhitungkan secara sungguh-sungguh.

“Menteri luar negeri sangat menyadari maksud pemimpin tertinggi kami, jadi saya pikir Anda harus menilai kata-katanya secara harfiah,” kata Ri.

Pemimpin militer A.S. telah memperingatkan dampak dari tes nuklir ini.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Joseph Dunford Jr. mengatakan bulan lalu tentang tes nuklir itu akan serupa dengan bencana nuklir yang terjadi Chernobyl di Uni Soviet.

Ribuan orang terbunuh dan sebagian besar terkontaminasi radiasi nuklir. Saat sebuah reaktor nuklir di pembangkit listrik Chernobyl meledak pada 1986.

“Kami memiliki tantangan kesehatan yang signifikan selama bertahun-tahun dan jelas kehilangan nyawa,” kata Dunford.

Presiden Donald Trump juga telah memperingatkan dampak kesehatan dari Korea Utara yang ingin melakukan uji coba dengan bom hidrogen di Pasifik.

“Dia berbicara tentang senjata masif yang meledak di atas lautan, Samudra Pasifik, yang menyebabkan bencana yang luar biasa,” kata Trump pada sebuah pidato di Huntsville, Alabama, pada 22 September.

“Ke mana gemuruh itu pergi, lalu menjadi kanker, jadi terjadi masalah yang luar biasa,” katanya.

Trump juga berjanji untuk menjaga Amerika tetap aman dari ancaman serangan nuklir oleh Korea Utara.

Trump mengatakan bahwa satu-satunya solusi untuk krisis Korea Utara adalah Korut harus meninggalkan program senjata nuklirnya.

Pemerintah Trump mencoba menemukan solusi diplomatik untuk masalah tersebut. Sementara pada saat yang sama menggunakan sanksi ekonomi dan ancaman kekuatan militer untuk menekan Korea Utara.

Diktator Korea Utara Kim Jong Un sejauh ini tidak menunjukkan kecenderungan meninggalkan program senjata nuklir. Jong Un menilai program nuklir adalah alat kunci untuk kelangsungan rezimnya.

Kim Jong Un secara signifikan meningkatkan program nuklir negara itu setelah ayahnya meninggal pada 2011 silam. Sejak itu dia telah melakukan sekitar 85 uji coba rudal balistik.

Secara total, Korea Utara telah melakukan 6 uji coba nuklir bawah tanah, terakhir dilakukan pada awal September. Beberapa ahli mengatakan ledakan di Pasifik akan menjadi langkah logis berikutnya dalam pengembangan senjata Korea Utara.

Uji coba semacam itu akan menjadi yang pertama di seluruh dunia sejak Tiongkok melakukannya pada 1980, menurut Badan Tenaga Atom Internasional. (asr)

Sumber : The Epochtimes

Trump Mengucapkan Selamat kepada Xi Jinping Setelah Kongres Partai Tiongkok, Berencana Membahas Korea Utara dan Perdagangan

0

Setelah Kongres Partai Nasional 19 berakhir di Tiongkok, sidang tertutup selama seminggu di mana pemimpin saat ini Xi Jinping telah berhasil mengkonsolidasikan kekuasaannya dan menunjuk sekutunya ke posisi puncak kepemimpinan, Presiden A.S. Donald Trump mengirim sebuah pesan ucapan selamat.

Trump menulis di Twitter pada 25 Oktober: “Berbicara kepada Presiden Xi dari Tiongkok untuk mengucapkan selamat kepadanya atas pengangkatannya yang luar biasa. Juga membahas NoKo & trade, dua hal yang sangat penting! “

Trump akan memulai tur Asia dari tanggal 3 sampai 14 November, dengan kunjungan ke Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Vietnam, dan Filipina. Awal pekan ini, seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada wartawan bahwa presiden berencana untuk menekan Xi agar mengendalikan Korea Utara, termasuk meminta Xi untuk menjalankan sanksi Dewan Keamanan PBB yang telah disetujui oleh Tiongkok.

“Kita ingin melihat Tiongkok menindaklanjuti komitmen tersebut. Kita ingin melihat Tiongkok melakukan hal-hal secara bilateral juga yang mungkin bahkan melampaui hal-hal yang diberi mandat oleh resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut,” kata pejabat tersebut. Amerika Serikat dan Korea Utara saat ini dalam kebuntuan mengenai uji coba rudal nuklir lanjutan yang masih berlanjut tersebut, karena ia berusaha mengembangkan rudal tipet yang mampu mencapai Amerika Serikat.

Presiden berharap resolusi damai, kata pejabat tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Trump kemudian men-tweet bahwa dia menantikan kunjungan Tiongkok tersebut. “Melania dan saya berharap bisa bersama Presiden Xi & Ibu Peng Liyuan di Tiongkok dalam dua minggu untuk apa yang semoga bisa menjadi perjalanan bersejarah!,” tulisnya.

Pejabat senior pemerintah mengatakan pekan lalu bahwa presiden tersebut yakin Xi akan memiliki kewenangan lebih besar untuk mengambil langkah melawan Korea Utara begitu dia mengkonsolidasikan kekuasaan di kongres partai tersebut. Setelah mengabadikan doktrin politiknya dalam konstitusi Partai Komunis Tiongkok dan menyingkirkan musuh dalam faksi yang menentang, Xi tampaknya telah melakukan hal itu.

Di masa lalu, Tiongkok telah berhenti memenuhi permintaan A.S. untuk embargo bahan bakar dan telah mendesak Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi dengan Pyongyang.

Presiden juga akan membahas cara mengurangi defisit perdagangan A.S. dengan Tiongkok.

“Kami memiliki hambatan besar yang harus diatasi perusahaan Amerika untuk mendapatkan akses ke pasar Tiongkok. Presiden bermaksud untuk memperbaiki situasi tersebut,” kata pejabat Gedung Putih. (ran)

(Video) Surat Korban Titanic Laku Terjual Dua Miliar Lebih

EpochTimesId – Sebuah surat pribadi ditemukan di tubuh seorang pria yang tewas dalam tragedi tenggelamnya kapal Titanic. Surat itu dijual di balai lelang lelang pada 21 Oktober 2017.

Surat itu pun laku terjual dengan harga sekitar 126.000 pound atau sekitar 2,2 miliar Rupiah. Harga itu memecahkan rekor untuk benda korespondensi yang dilelang.

Surat tersebut adalah salah satu benda yang selamat dari tenggelamnya kapal Titanic di Samudera Atlantik.

Surat itu ditulis oleh penumpang kelas satu, Alexander Oskar Holverson pada ruang perpustakaan kapal Titanic. Surat itu ditujukan kepada ibunya mengenai betapa mewahnya kapal yang dia naiki. Dia juga memuji makanan dan musik yang disuguhkan di atas kapal.

Surat yang akhirnya sampai di tempat tujuan setelah tubuh Holverson ditemukan, dijual oleh keluarga Holverson pada sebuah balai lelang yang diselenggarakan oleh Henry Aldridge & Son di kota Devizes, Inggris selatan. Kunci besi dari Titanic juga dijual seharga 76.000 poundsterling pada kesempatan tersebut.

Titanic adalah kapal laut terbesar saat itu. Kapal menabrak gunung es pada tanggal 14 April 1912, di Atlantik saat berlayar dari Southampton di Eropa menuju New York di Amerika Serikat. (waa)

Polisi Menangkap Sejumlah Orang di Riau dan Sulawesi Tengah Diduga Berkaitan dengan Jaringan ISIS

Epochtimes.id- Pihak kepolisian menahan sembilan orang yang diduga memiliki hubungan dengan jaringan teroris yang setia kepada ISIS. Kelompok ini diduga merencanakan serangkaian serangan terhadap pos polisi.

Melansir dari Reuters, polisi anti-terorisme berjibaku melawan gerakan radikalisme yang terinspirasi oleh kelompok ekstremis ISIS.

Polisi mengatakan delapan orang ditangkap pada selasa (24/10/2017) di Kampar, Riau dan satu orang di Sulawesi tengah. Mereka diduga memiliki hubungan dengan jaringan teroris paling terkenal di Indonesia yakni Jemaah Asharut Daulah (JAD) yang berbaiat kepada ISIS.

“Mereka merencanakan serangan ke kantor polisi dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat provinsi,” kata juru bicara kepolisian Brigjen Rikwanto tentang orang-orang yang ditangkap di Riau.

Dia menambahkan bahwa orang-orang tersebut dicurigai bergabung dengan sebuah kamp pelatihan di provinsi tetangga. Di tempat ini mereka belajar menembakkan senjata dan menggunakan bom.

Detasemen 88 Polri biasanya melakukan pemantauan dan penggerebekan menjelang akhir tahun, menggagalkan plot militan yang menargetkan perayaan Tahun Baru dan Natal dan tempat-tempat wisata yang populer.

Pihak berwenang menduga ada ratusan simpatisan ISIS di Indonesia, beberapa di antaranya telah pergi ke Suriah untuk bertarung bresama kelompok tersebut.

Ada kekhawatiran yang meningkat kembalinya para teroris ini karena ISIS sudah mulai kehilangan wilayah kendalinya di Timur Tengah.

Empat orang tewas ketika teroris yang terkait ISIS melancarkan serangan senjata dan bom di pusat ibu Jakarta pada Januari 2016 lalu. (asr)