Satu Milimeter Keyakinan

EtIndonesia. Dia adalah bintang utama dalam sebuah kelompok akrobat, terkenal karena aksi berbahaya berjalan di atas tali baja pada ketinggian beberapa meter dari tanah.

Dengan bertelanjang kaki, dia menyeberangi tali sepanjang 10 meter yang terbentang lima hingga enam meter di udara. Di tangannya, dia memegang sebuah tongkat panjang bercorak unik: bagian tengah berwarna hitam, sementara kedua ujungnya dilapisi warna biru dan putih. Tongkat itu adalah alat keseimbangan yang membuat aksinya begitu menegangkan sekaligus indah.

Bertahun-tahun lamanya dia beraksi tanpa sekalipun melakukan kesalahan. Dia bahkan mampu menambahkan gerakan salto kecil dan lompatan ringan di atas tali baja, memukau setiap penonton yang hadir.

Namun, suatu ketika, dalam perjalanan pulang dari tur pertunjukan luar kota, truk pengangkut perlengkapan mengalami kecelakaan dan tongkat kesayangannya patah. Pihak manajemen grup akrobat sangat serius menanganinya, lalu membuat pengganti dengan ukuran yang sama persis—panjang, ketebalan, hingga beratnya—semua identik. Setelah dia merasa cukup terbiasa dengan tongkat baru, barulah pelukis memberi corak cat biru-putih seperti yang lama.

Hari pertunjukan pun tiba. Diiringi tepuk tangan meriah, dia naik ke tali baja dengan senyum percaya diri. Seperti biasa, dia menerima tongkat panjang dari asistennya. Dia menghitung blok warna biru dari ujung kiri—sampai ke blok kesepuluh—dan menggenggamnya. Lalu dari ujung kanan, dia pun menghitung blok kesepuluh, dan menggenggam dengan tangan satunya. Jarak inilah yang selama ini dia rasakan paling pas untuk menjaga keseimbangan.

Namun, kali ini dia merasa jarak kedua tangannya lebih pendek dari biasanya. Hatinya langsung bergetar:  “Apakah tongkat ini dipotong lebih pendek? Tidak mungkin!”

Dengan cemas, dia menggeser sedikit kedua tangannya ke kiri dan ke kanan, hingga menemukan posisi yang menurutnya pas. Tapi dia sadar, posisinya kini tidak lagi tepat di tengah blok biru. Sejak itu, dia mulai meragukan tongkatnya sendiri.

Sementara penonton kembali bertepuk tangan, dia tidak punya waktu untuk berpikir lebih jauh. Dia menarik napas dalam, menggenggam tongkat, lalu mulai melangkah ke tengah tali. Beberapa langkah pertama berjalan lancar, tetapi untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia merasa tidak percaya diri. Telapak tangannya mulai berkeringat.

Ketika tiba di tengah, dia mencoba melakukan lompatan kecil seperti biasa. Namun, keraguannya membuat keseimbangannya goyah. Seketika itu juga dia terjatuh ke bawah, mengalami patah tulang pergelangan kaki. Pertunjukan pun terhenti.

Belakangan, setelah diperiksa, panjang tongkat itu ternyata tidak berubah sama sekali. Hanya saja, sang tukang cat tanpa sengaja memperpanjang blok warna biru-putih satu milimeter lebih panjang dari biasanya.

Pesan yang bisa direnungkan:
Banyak kali, rasa percaya diri kita tidak runtuh karena perubahan nyata pada kenyataan, melainkan karena pikiran kita yang terjebak pada kebiasaan dan persepsi semata. Seperti tongkat yang panjangnya tetap sama, hanya pola cat yang berubah satu milimeter, tapi cukup untuk menggoyahkan keyakinan sang akrobat.

Kadang, yang membedakan antara keberhasilan dan kegagalan hanyalah satu milimeter rasa percaya diri. (jhn/yn)

Perlawanan Ukraina Sabotase Pusat Kereta Api Utama di Dekat Yekaterinburg, Melumpuhkan Logistik Tentara Rusia

EtIndonesia. Agen Atesh melakukan sabotase di jalur kereta api dekat Yekaterinburg, merusak peralatan relai. Hal ini mengganggu pergerakan kereta api militer di sepanjang semua rute strategis, menurut pernyataan mereka.

Dikatakan bahwa pusat ini digunakan untuk mengangkut amunisi, kendaraan lapis baja, bahan bakar, dan personel ke garis depan, serta ke pabrik dan gudang di Rusia utara dan timur. Kini, persediaan militer terbengkalai, yang menggerogoti logistik tentara Rusia.

“Atesh menunjukkan bahwa kita dapat menyerang jantung mesin militer, dan musuh tidak akan merasa aman di mana pun,” bunyi pernyataan tersebut.

Partisan Atesh secara teratur melakukan sabotase yang menargetkan aset tentara Rusia.

Pada tanggal 14 September, agen Atesh melakukan sabotase yang berhasil di sebuah jalur kereta api di Republik Karachay-Cherkessia, membakar sebuah lemari relai di antara dua stasiun kereta api. Jalur ini digunakan untuk mengirim amunisi dan peralatan militer dari perusahaan-perusahaan industri di Kaukasus Utara ke wilayah Rostov di Rusia, dan dari sana ke garis depan di Ukraina.

Pada tanggal 2 September, mereka mengganggu pengiriman peralatan Rusia di dekat Kota Debaltseve yang diduduki sementara dengan merusak infrastruktur kereta api. Kereta yang mengangkut bahan bakar, amunisi, dan peralatan secara teratur menggunakan jalur ini.

Pada akhir Agustus, partisan Atesh melakukan operasi di jalur kereta api di Kostroma, menghancurkan sebuah kabinet relai. Hal ini, kata mereka, menunjukkan bahwa tidak ada tempat aman yang tersisa bagi para penjajah. (yn)

Pilihan Tidak Sama, Nasib pun Beda

EtIndonesia. Saat bencana kelaparan melanda, semakin banyak orang yang mengungsi. Wang Laoliu pun ikut bergabung dengan barisan pengungsi, memanggul seluruh harta bendanya—sekarung ubi jalar.

Di tengah perjalanan, dia bertemu seorang ayah dan anak yang sudah hampir mati kelaparan. Sang ayah juga membawa sebuah karung berat di punggungnya. Melihat Wang Laoliu membawa banyak ubi, dia meminta sebiji untuk anaknya. Wang Laoliu menolak.

Akhirnya, sang ayah berkata:  “Kalau begitu, maukah kamu menjualnya? Aku akan menukarnya dengan ini.”

Sambil berkata, dia menumpahkan isi karungnya ke tanah—penuh dengan perak!

Wang Laoliu terperangah. Seumur hidup miskin, dia bahkan tak pernah bermimpi melihat perak sebanyak itu. Dengan girang, dia pun menukar ubi jalar dengan perak, lalu mempercepat langkahnya, khawatir ayah dan anak itu berubah pikiran.

Namun, beberapa hari kemudian, Wang Laoliu kelelahan dan nyaris mati kelaparan. Perak yang dipanggulnya tak bisa ditukar dengan makanan, karena sepanjang jalan tak ada apa pun yang bisa dibeli. Tak lama, ayah dan anak itu berhasil menyusulnya, kini mereka memanggul karung berisi ubi jalar.

Melihat itu, Wang Laoliu menyesal. Dia mencoba membeli kembali ubinya, tapi sang ayah menolak. Putus asa, Wang Laoliu jatuh terduduk sambil memeluk peraknya—dan akhirnya mati kelaparan.

Di alam baka, dia berhadapan dengan Raja Yama.

 “Sebenarnya aku ingin memberimu kesempatan menjadi kaya, tapi siapa sangka itu justru merenggut nyawamu. Benarlah pepatah: manusia mati karena harta, burung mati karena makanan,” kata Raja Yama.

Wang Laoliu membela diri: “Aku miskin seumur hidup. Maka di kehidupan ini, aku tak mau lagi jadi orang miskin.”

Raja Yama berkata:  “Padahal hidupmu dulu tidak seharusnya semiskin itu. Kalau saja kamu hanya menjual separuh ubi, kamu masih bisa hidup. Tapi kamu menjual semuanya. Nah, untuk kehidupan berikutnya, aku beri dua pilihan: pertama, satu orang ditopang oleh sepuluh ribu orang; kedua, satu orang harus menopang sepuluh ribu orang. Mana yang kamu pilih?”

Tanpa berpikir panjang, Wang Laoliu menjawab: “Tentu saja aku ingin ditopang oleh sepuluh ribu orang!”

Dia pun pergi dengan penuh rasa syukur.

Tiga puluh tahun kemudian, Wang Laoliu kembali menghadap Raja Yama, mengeluh keras: “Tuan menipuku! Aku sudah hidup miskin seumur hidup!”

Raja Yama tertawa:  “Bagaimana bisa aku menipumu? Bukankah kamu memilih hidup yang ditopang sepuluh ribu orang? Itulah pengemis! Sepuluh ribu orang memberimu makan, tapi kamu tidak memberi siapa pun. Jangan salahkan aku, salahkan keserakahanmu sendiri.”

Kali ini Wang Laoliu meratap:  “Tuan Raja Yama, aku mohon, biarkan aku hidup enak di kehidupan berikutnya!”

Raja Yama mengangguk:  “Baik, ada dua pekerjaan bagus: menjaga sebuah gunung emas, atau menjaga sebidang tanah. Pilihlah.”

Wang Laoliu berpikir sejenak, lalu berkata: “Menjaga gunung emas pasti lebih baik.”

Raja Yama menatap punggungnya yang menjauh, lalu bergumam: “Hidupnya memang ditakdirkan miskin. Menjaga tanah berarti jadi pejabat besar; menjaga gunung emas berarti jadi seekor tikus, mengawasi lumbung padi…”

Pesan yang bisa direnungkan:

Hidup adalah hasil dari pilihan kita sendiri. Jalan yang sama bisa ditempuh dengan cara berbeda: ada yang berjalan santai, ada yang berlari, ada pula yang berkendara. Hasilnya tentu tidak sama.

Demikian pula dengan nasib. Ada yang menantang dengan senyum, ada yang meratap dengan tangis, ada pula yang diam menerima. Sikap berbeda, hasilnya pun berbeda.

Tak ada siapa pun yang bisa menetapkan pola hidupmu. Semua bergantung pada pilihanmu sendiri.(jhn/yn)

Militer AS Kembali Tenggelamkan Kapal Penyelundup Narkoba Venezuela, Trump: Tidak Menutup Kemungkinan Perang Darat

EtIndonesia. Pada Senin (15 September 2025), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militer AS kembali menenggelamkan sebuah kapal yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela. Serangan tersebut menewaskan tiga orang pria yang disebutnya sebagai teroris. Trump juga menegaskan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk melancarkan perang darat guna memberantas kartel narkoba asal Venezuela.

Menurut laporan AFP, Trump merilis sebuah video di media sosial yang memperlihatkan sebuah kapal terapung di laut sebelum akhirnya meledak menjadi bola api berwarna oranye.

Trump menjelaskan bahwa militer AS melakukan operasi ini di perairan internasional terhadap para penyelundup narkoba yang telah dikonfirmasi sebagai teroris, yang sedang berusaha menyelundupkan narkoba ilegal ke Amerika Serikat.

Menanggapi keraguan publik apakah serangan terhadap kapal Venezuela itu sejalan dengan hukum internasional, Trump menegaskan dari Kantor Oval:  “Kami punya bukti. Cukup lihat barang-barang yang berserakan di permukaan laut, itu kantong-kantong berisi kokain dan fentanil.”

Saat ditanya apakah militer AS akan memperluas operasi sampai menyerang wilayah Venezuela, Trump tidak menutup kemungkinan tersebut dan hanya menjawab kepada wartawan: “Kita lihat saja nanti.”

Ia menambahkan:  “Venezuela sedang mengirimkan geng kriminal, pengedar narkoba, dan narkoba itu sendiri ke Amerika Serikat. Ini tidak bisa diterima.”

Pekan lalu, militer AS juga mengumumkan bahwa mereka telah menenggelamkan kapal pertama yang diduga menyelundupkan narkoba dari Venezuela, menewaskan 11 orang.

Sementara itu, Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada 15 September mengancam akan menggunakan “hak bela diri yang sah,” dengan menyebut serangan bom tersebut membuat hubungan kedua negara benar-benar runtuh. AS dan Venezuela sendiri sudah memutuskan hubungan diplomatik sejak 2019.

Sumber : NTDTV.com

Eropa Timur Meledak! NATO, Rusia, dan Polandia di Ambang Bentrokan Besar

EtIndonesia. Eropa Timur kembali menjadi pusat perhatian dunia. Aroma mesiu semakin terasa ketika Rusia memamerkan kekuatan rudalnya, NATO memperkuat barisan pertahanan di sepanjang sayap timurnya, sementara Polandia mengambil langkah agresif dengan menutup perbatasan, memutus jalur logistik Rusia, hingga mendesak penerapan zona larangan terbang di Ukraina.

Situasi ini menegaskan bahwa konflik Rusia–Ukraina bukan lagi sekadar perang lokal, melainkan benturan besar yang melibatkan kekuatan global dan mengancam stabilitas kawasan.

Rusia Unjuk Kekuatan di Kaliningrad

Dalam beberapa hari terakhir, perhatian dunia tertuju ke Kaliningrad, eksklave Rusia yang terjepit di antara Polandia dan Lithuania. Militer Rusia menampilkan rudal balistik Iskander-M, kendaraan lapis baja terbaru, serta manuver pasukan payung dalam persiapan latihan gabungan “Zapad 2025” bersama Belarusia.

Rudal Iskander dengan jangkauan 500 km mampu menjangkau:

  • Vilnius (ibu kota Lithuania),
  • Riga (ibu kota Latvia),
  • Sepertiga wilayah Estonia,
  • Hampir seluruh Polandia, hingga
  • Pulau Bornholm (Denmark) dan sebagian wilayah Swedia.

Data intelijen menyebutkan Rusia masih menyimpan sekitar 500 unit rudal Iskander-M dan 400 rudal jelajah Kalibr berbasis laut. Kehadiran persenjataan ini meningkatkan kerentanan perbatasan NATO, memaksa negara-negara anggota memperkuat sistem pertahanan udara.

Kremlin berdalih bahwa latihan ini untuk melindungi Kaliningrad. Namun, analis Barat menilai manuver tersebut sejatinya simulasi serangan ke Suwałki Gap, koridor sempit antara Polandia dan Lithuania yang dianggap titik terlemah NATO di Eropa Timur.

Polandia Bergerak Cepat dan Agresif

Polandia sebagai negara garis depan merespons dengan langkah tegas:

  • Menutup total perbatasan dengan Belarusia, termasuk jalur kereta api.
  • Mengizinkan pasukan NATO masuk untuk memperkuat pertahanan.
  • Mengusulkan penerapan zona larangan terbang di atas Ukraina, guna mencegah rudal dan drone Rusia mengancam wilayahnya.

Menteri Luar Negeri Polandia, Radosław Sikorski, menyatakan bahwa secara teknis NATO mampu melaksanakan larangan terbang, namun keputusan itu harus diambil kolektif bersama sekutu.

Selain itu, Polandia mengumumkan pembangunan jalur logistik kereta baru dari Silesia ke pelabuhan Odesa, Ukraina. Proyek ini akan memperkuat rantai pasokan darat, mengurangi ketergantungan Ukraina pada jalur laut yang rawan serangan, sekaligus menjadikan Polandia simpul logistik utama NATO di kawasan.

NATO Turun Gunung

Langkah Polandia mendapat dukungan cepat dari sekutu NATO:

  • Prancis mengirim tiga jet tempur Rafale dari skuadron strategis.
  • Denmark mengirim dua jet F-16 dan sebuah kapal perang ke Polandia.
  • Jerman menempatkan 2.000 tentara dan ratusan unit perlengkapan militer di Lithuania.
  • Amerika Serikat mengirim 38 tank Abrams M1A2, 14 kendaraan pendukung, serta pesawat intelijen RC-135V.
  • Portugal memilih memperkuat armadanya dengan membeli jet Rafale, menggantikan F-35.

Kehadiran kekuatan udara, laut, dan darat ini menandai bahwa sayap timur NATO kini berada dalam siaga penuh.

Ukraina Serang Balik dengan Ganas

Di medan perang, Ukraina melancarkan serangan balik yang signifikan:

  • Donetsk: Brigade ke-132 Rusia hancur di Dobropillia, gudang amunisi meledak hebat.
  • Sumy–Kursk: Ukraina merebut beberapa desa, menguasai 130 km² wilayah Rusia.
  • Zaporizhzhia: Drone FPV Ukraina menghancurkan sistem pertahanan udara Buk-M3.
  • Krimea: Kapal perang cepat Ivanovets milik Armada Laut Hitam ditenggelamkan.
  • Belgorod: Dua jembatan vital pasokan Rusia ke Kharkiv dihancurkan.

Strategi memutus suplai Rusia terbukti efektif. Pasukan di garis depan kini menghadapi kekurangan logistik, penurunan moral, dan potensi mundur dari beberapa wilayah.

Infrastruktur Rusia Jadi Target Utama

Serangan Ukraina kini menyasar langsung ke jantung infrastruktur Rusia:

  • Rel kereta di Oryol dan Pskov rusak berat akibat ledakan, mengganggu 15 perjalanan kereta.
  • Kilang minyak Kirishi dekat St. Petersburg terbakar, memangkas produksi hingga 25%.
  • Pabrik kimia di Perm Krai lumpuh total setelah dihantam drone jarak jauh.

Dampak langsung terlihat: bursa saham Moskow sempat menangguhkan perdagangan, dan pemerintah Rusia mempertimbangkan memperpanjang larangan ekspor bensin untuk menjaga pasokan domestik.

Reaksi Internasional

Dalam konferensi strategi Eropa di Yalta (15 September 2025), utusan khusus AS, Keith Kellogg menyebut bahwa perang bisa segera berakhir jika Tiongkok menghentikan dukungannya pada Rusia. Ia juga menyoroti kemajuan teknologi Ukraina, termasuk rudal jarak jauh “Flamingo” dengan jangkauan 3.000 km, yang dinilai bahkan melampaui kemampuan banyak negara Barat.

Namun, Ukraina menghadapi kendala teknis: sekitar 60% drone baru yang diterima rusak akibat kualitas komponen impor dari Tiongkok.

Dukungan dari sekutu terus berdatangan:

  • Estonia memberikan bantuan militer €100 juta.
  • Denmark membangun pabrik bahan bakar roket di Ukraina, mempercepat produksi dengan bypass lebih dari 20 aturan ketat.

Meski begitu, perbedaan pandangan tetap ada di Eropa. Mantan PM Inggris, Boris Johnson mendorong penyitaan aset Rusia €30 miliar, sementara Presiden Finlandia menolak, menilai Ukraina lebih membutuhkan senjata, intelijen, dan dana, bukan pasukan langsung.

Penutup: Babak Baru Perang Panjang

Dari Kaliningrad hingga Kharkiv, dari Vilnius hingga Odessa, perang ini semakin memperjelas wujudnya: konflik jangka panjang yang menuntut stamina militer, logistik, dan diplomasi.

  • Bagi Rusia, setiap kilometer wilayah yang direbut harus dibayar mahal dengan ribuan korban jiwa dan hancurnya infrastruktur.
  • Bagi Ukraina, setiap serangan balik adalah taruhan besar demi kedaulatan dan kelanjutan dukungan internasional.
  • Bagi NATO, terutama Polandia dan negara Baltik, perang ini bukan lagi sekadar konflik jauh di perbatasan, melainkan ancaman nyata di depan pintu rumah.

Pencerahan dari Lalat yang Berhasil Keluar

EtIndonesia. Seorang profesor dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, bernama Wick pernah melakukan sebuah eksperimen menarik. Dia memasukkan beberapa ekor lebah ke dalam sebuah botol kaca yang diletakkan secara horizontal. Bagian dasar botol diarahkan ke sisi yang terang oleh cahaya, sementara mulut botol tetap terbuka.

Lebah-lebah itu pun terus-menerus terbang ke arah cahaya. Mereka berulang kali menabrak dinding kaca, berusaha keras menuju tempat yang menurut insting mereka adalah jalan keluar. Namun kenyataannya, cahaya yang mereka kejar hanyalah ujung buntu. Setelah berulang kali gagal, mereka akhirnya kelelahan dan menyerah. Lebah-lebah itu hanya diam di sisi botol yang terang, nyaris tak berdaya hingga sekarat.

Kemudian, Profesor Wick mengeluarkan lebah-lebah tersebut dan menggantinya dengan beberapa ekor lalat. Botol tetap diletakkan dengan posisi yang sama. Hanya dalam beberapa menit, semua lalat berhasil terbang keluar melalui mulut botol.

Alasannya sederhana: lalat tidak terpaku pada satu arah. Mereka mencoba ke segala sisi—ke atas, ke bawah, ke arah cahaya, maupun menjauhi cahaya. Begitu menemui jalan buntu, mereka segera mengubah arah. Meski sering menabrak dinding kaca, akhirnya mereka menemukan jalannya menuju leher botol, lalu keluar dengan bebas.

Profesor Wick pun menyimpulkan sebuah pelajaran penting: Lebih baik mencoba berulang kali meski sering salah arah, daripada pasrah tanpa berbuat apa-apa.

Kesuksesan tidak memiliki rahasia besar. Kuncinya adalah berani mencoba, mengubah, mencoba lagi, berubah lagi, hingga akhirnya menemukan jalan yang benar.

Banyak orang sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal, melainkan karena mereka lebih sering gagal, lebih sering melakukan kesalahan, dan dari situlah mereka menemukan jalannya menuju keberhasilan.Pesan yang bisa direnungkan:
Jangan takut salah langkah atau menemui kegagalan. Lebih baik banyak mencoba dan terus bergerak, daripada diam menunggu nasib. Karena jalan keluar hanya ditemukan oleh mereka yang berani mencari.(jhn/yn)

Di Balik 43 Penghargaan, Film Dokumenter State Organs Mengungkap Kedok Kejahatan Pengambilan Organ Secara Hidup

EtIndonesia. Baru-baru ini di Toronto International Nollywood Film Festival (TINFF) ke-9, sebuah film dokumenter mengetuk nurani moral umat manusia dengan cara yang paling berat. Dokumenter berjudul State Organs karya produser Tionghoa-Mei Song Meixin, terpilih dari hampir 300 film peserta dan meraih penghargaan Produser Wanita Terbaik, sekaligus menarik perhatian besar dunia perfilman internasional.

Film ini berfokus pada lebih dari 30 wawancara eksklusif yang mengejutkan, menghimpun kesaksian para korban dan keluarga mereka, mengungkap penganiayaan sistematis Partai Komunis Tiongkok (PKT) selama 26 tahun terhadap praktisi Falun Gong, khususnya kejahatan yang mengerikan berupa pengambilan organ hidup. 

Pada 7 September 2025, film dokumenter State Organs diputar di Festival Film TINFF Toronto. Penayangan tersebut mendapat sambutan kuat dari para penonton. (Yi Ling/ Epoch Times)

Bagi Song Meixin, ini bukan sekadar sebuah film, tetapi sebuah kebenaran yang harus dihadapi.

 “Banyak orang memperhatikan kejahatan pengambilan organ hidup yang dilakukan PKT. Karena ini adalah tantangan bagi seluruh peradaban manusia. Hal ini sangat menyentuh hati sutradara, sehingga merasa bahwa ini adalah kisah yang layak untuk dibuat,” kata Produser State Organs Song Meixin. 

Pada 7 September 2025, produser State Organs, Song Meixin, mengatakan: “Dalam drama sejarah besar ini, setiap pilihan manusia sedang menuliskan sebuah akhir.” (Yi Ling/ Epoch Times)

Menyuarakan Kebenaran Membutuhkan Keberanian

Dalam film tersebut, narasumber dan seorang mantan dokter militer Tiongkok, Zheng Zhi mengalami pergulatan batin yang sulit dibayangkan oleh orang biasa. Pada akhirnya, ia memilih bersuara dan mengungkapkan kejahatan besar PKT ini. Ia menegaskan dalam film bahwa pengambilan organ hidup oleh PKT sudah dimulai sejak tahun 1990-an, ketika teknik dan sistem prosedurnya telah matang. Sejak tahun 1999, ketika PKT mulai menganiaya Falun Gong, para praktisi Falun Gong menjadi target utama pengambilan organ hidup.

“Pengambilan organ hidup di dalam tubuh PKT sebenarnya sama sekali bukan rahasia. Di berbagai biro, rumah sakit, dan semua tingkatan pemerintahan di Tiongkok daratan, hal itu pada dasarnya dilakukan secara terbuka, hanya saja tidak ada yang berani berdiri untuk mengungkapkannya,” katanya. “Ini adalah kejahatan paling kejam dalam sejarah umat manusia, yang tak mungkin dibayangkan oleh manusia normal.”

Dalam keluarga Zheng Zhi, banyak anggota yang bekerja di dalam sistem PKT, sehingga ia sangat memahami betapa kejamnya Partai Komunis. Ia berkata: “Saya masih punya keluarga, dan mereka bersama saya menghadapi ancaman hidup dan mati. Namun saya harus berdiri, demi seluruh umat manusia, demi setiap keluarga, setiap orang tua, setiap anak, agar kelak tidak pernah lagi mengalami penderitaan.”

Pada 7 September 2025, Zheng Zhi, seorang saksi langsung pengambilan organ hidup oleh PKT, mengatakan: “Pengambilan organ hidup di dalam tubuh PKT sama sekali bukan rahasia. Di berbagai biro, rumah sakit, dan semua tingkatan pemerintahan di Tiongkok daratan, hal itu pada dasarnya dilakukan secara terbuka, hanya saja tidak ada yang berani berdiri untuk mengungkapkannya.” (Yi Ling/ Epoch Times)

Ruang bioskop penuh sesak. Setelah pemutaran, penonton masih lama tidak bisa tenang.

Produser film Inggris, Olayinka Quadri:  “Kami sangat emosional setelah menontonnya. Saya tidak bisa percaya bahwa kejahatan seperti ini masih ada di dunia.”

Sutradara Mina Soliman:  “Biarkan seluruh dunia tahu tentang hal ini.”

Banyak penonton keturunan Tionghoa juga tidak bisa menyembunyikan kemarahan mereka.

Seorang penonton Chen Jie:  “Saya sangat terkejut dengan kekejaman Partai Komunis Tiongkok. Kejahatan terhadap kemanusiaan semacam ini harus membuat masyarakat internasional memberi tekanan lebih besar kepada PKT, dan menjatuhkan sanksi yang lebih keras.”

Seorang penonton Max Xu:  “Mereka (PKT) tidak punya rasa kemanusiaan, tidak punya batas moral. Partai Komunis Tiongkok benar-benar harus musnah, harus diakhiri.”

Pendiri sekaligus CEO Festival Film Internasional Nollywood Toronto (TINFF), Isioro T. Jaboro (TJ), memberikan pujian tinggi:  “Ini adalah sebuah isu sosial yang membahas masalah kemasyarakatan, dan dibuat dengan sangat baik. Bioskop penuh sesak. Kita membutuhkan dokumenter seperti ini, kita membutuhkan kisah seperti ini untuk disampaikan.”

Hingga saat ini, State Organs telah meraih 43 penghargaan internasional di berbagai festival film dunia, termasuk Leo Awards (Kanada), Silver Remi Award di Houston International Film Festival, Manhattan Film Festival, New York International Film Awards, serta Accolade Humanitarian Award. Semua penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas kualitas profesional film, tetapi juga mencerminkan perhatian serius masyarakat internasional terhadap isu pengambilan organ hidup oleh PKT.

Produser Song Meixin menekankan:  “Kita harus tahu apa itu sejarah yang sebenarnya, karena kebenaranlah yang bisa membuka semua kedok ini.”

Keberhasilan State Organs bukan hanya kemenangan sebuah film, tetapi juga seruan moral. Film ini membuat penonton benar-benar merasakan keputusasaan dan penderitaan para korban, sekaligus mengajak orang berpikir: di hadapan kejahatan keji dan brutal semacam ini, apakah kita masih bisa berdiam diri?

Sumber : NTD Toronto 

95 dari 97 Terlapor Kasus Dugaan Kartel Pinjol Tolak Laporan Investigator KPPU

Jakarta, 11 September 2025 – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghadapi penolakan dari hampir seluruh pihak terlapor dalam perkara dugaan kartel layanan pinjaman online (pinjol). Sebanyak 95 dari 97 terlapor dalam Perkara Nomor 05/KPPU-I/2025 secara resmi menolak Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) yang disusun oleh investigator KPPU.

Penolakan tersebut disampaikan dalam sidang majelis komisi yang dipimpin oleh Rhido Jusmadi di Kantor KPPU Jakarta, Kamis (11/9). Agenda sidang adalah penyampaian tanggapan terlapor terhadap LDP serta alat bukti berupa surat, dokumen, dan daftar saksi atau ahli.

Seluruh 95 terlapor telah menyampaikan tanggapan tertulis disertai bukti-bukti pendukung baik dalam bentuk hard copy maupun soft file. Satu terlapor lainnya menyampaikan penolakan secara lisan di persidangan dan berkomitmen menyerahkan tanggapan tertulis paling lambat Senin, 15 September 2025, pukul 08.30 WIB. Sementara satu terlapor lagi tidak hadir tanpa pemberitahuan.

Perkara ini menyangkut dugaan pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yang dilakukan oleh penyelenggara layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman online.

Pasca sidang ini, Majelis Komisi akan mempelajari seluruh tanggapan dan dokumen yang diajukan para terlapor. Proses persidangan akan dilanjutkan pada 15 hingga 18 September 2025 dengan agenda inzage atau pemeriksaan alat bukti yang diajukan oleh para terlapor.

Perkembangan kasus ini terus menjadi sorotan mengingat maraknya keluhan masyarakat terhadap praktik pinjol yang diduga melakukan kolusi dalam menentukan suku bunga, syarat, dan ketentuan pinjaman.

Presiden Donald Trump Gugat The New York Times, Tuntut Ganti Rugi Setara Rp 229,5 Triliun

EtIndonesia. Pada 15 September 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap The New York Times dengan tuntutan ganti rugi sebesar 15 miliar dolar AS atau setara Rp 229,5 Triliun. 

Trump menulis di media sosial Truth Social:  “Hari ini, saya dengan bangga mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai 15 miliar dolar AS terhadap The New York Times.”

Trump mengecam The New York Times sebagai salah satu surat kabar “terburuk dan paling bejat” dalam sejarah Amerika. Ia menuduh media itu telah “berbohong selama beberapa dekade,” membuat pernyataan palsu tentang dirinya, keluarganya, dan perusahaan-perusahaannya.

Trump menegaskan:  “Saya merasa terhormat dapat menuntut pertanggungjawaban surat kabar yang dulunya dihormati ini—yang sekarang sudah menjadi ‘tabloid murahan’—sebagaimana kami juga menggugat jaringan berita palsu lainnya.”

Ia menambahkan bahwa gugatan ini diajukan di negara bagian Florida, seraya menekankan:
“The New York Times sudah terlalu lama dibiarkan bebas untuk berbohong, mencemarkan nama baik, dan memfitnah saya. Sekarang saatnya berhenti!”

Sumber : NTDTV.com

Pemilu Rusia Kacau! Hacker Ukraina Bikin Sistem Moskow Lumpuh Total

EtIndonesia. Pemilu nasional Rusia yang digelar pada 14 September 2025 berubah menjadi kekacauan digital setelah mengalami serangan siber besar-besaran. Serangan tersebut diklaim berasal dari kelompok peretas Ukraina dan sukses melumpuhkan sistem elektronik milik pemerintah Rusia.

Serangan DDoS Melumpuhkan Sistem Pemilu

Menurut laporan resmi, sistem Komisi Pemilihan Umum Rusia, server e-voting, hingga sejumlah portal layanan publik pemerintah mendadak tidak bisa diakses. Insiden itu terjadi di hari pertama pemungutan suara nasional, tepat saat jutaan warga Rusia hendak menggunakan hak pilih mereka.

Otoritas Rusia akhirnya mengakui adanya gangguan besar, dengan menyebut serangan ini sebagai salah satu insiden siber terburuk yang pernah dialami selama pemilu. Meski demikian, pejabat Rusia berusaha meyakinkan publik bahwa perhitungan suara “tetap berjalan” dengan menggunakan metode manual.

Kyiv Klaim Tanggung Jawab

Pemerintah Ukraina tidak menutup-nutupi keterlibatannya. Kyiv menegaskan bahwa serangan itu memang dilakukan untuk menggagalkan apa yang mereka sebut sebagai “pemilu ilegal” Rusia di wilayah pendudukan Ukraina seperti Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.

“Selama Rusia tetap memaksakan pemilu di tanah yang mereka rampas, kami akan melawan dengan segala cara, termasuk di ruang siber,” ujar salah satu pejabat tinggi Ukraina dalam pernyataannya. 

Kyiv juga mendesak komunitas internasional agar tidak mengakui hasil pemilu Rusia yang berlangsung di wilayah pendudukan.

Moskow Marah, Barat Diminta Bersikap

Di pihak lain, Moskow mengecam Ukraina dengan keras, menuding serangan ini sebagai bentuk “terorisme digital” yang mengancam kedaulatan Rusia. Kremlin juga menuding negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat dan anggota NATO, telah memberikan dukungan teknologi dalam operasi siber tersebut.

Sementara itu, sejumlah pengamat menilai serangan ini bisa menambah eskalasi konflik. Barat kini dihadapkan pada dilema: apakah akan mengutuk serangan siber yang mengganggu proses pemilu Rusia, atau tetap berpihak pada Ukraina dengan menilai pemilu tersebut memang tidak sah di wilayah pendudukan.

Pemilu di Bawah Bayang-Bayang Perang

Pemilu kali ini merupakan yang pertama sejak Rusia memperluas kontrolnya di wilayah Ukraina. Bagi Kremlin, pemilu adalah simbol legitimasi politik. Namun bagi Kyiv, hal itu justru dianggap sebagai upaya pencaplokan yang dilegalkan secara sepihak.

Insiden serangan siber 14 September 2025 ini semakin mempertegas bahwa konflik Rusia–Ukraina kini tidak hanya berlangsung di medan perang darat, udara, dan laut, tetapi juga telah merambah secara frontal ke medan perang digital.

Detik-detik Kapal Narkoba Venezuela Dihantam Rudal AS, Tiga Tewas Seketika!

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali memanas. Presiden Donald Trump pada Senin 15 September 2025 malam mengumumkan bahwa angkatan bersenjata AS berhasil menghancurkan sebuah kapal cepat milik jaringan pengedar narkoba Venezuela di perairan internasional Karibia.

Kronologi Serangan

Menurut pernyataan resmi Pentagon, operasi dilakukan oleh unsur gabungan Angkatan Laut dan Penjaga Pantai AS. Kapal cepat yang dicurigai membawa muatan narkoba dalam jumlah besar terdeteksi melakukan manuver mencurigakan di jalur laut internasional. Setelah peringatan berulang kali diabaikan, unit tempur AS melakukan tembakan presisi hingga kapal tersebut meledak dan terbakar hebat.

Rekaman video resmi yang dirilis memperlihatkan detik-detik dramatis kapal kartel meledak di tengah laut. Api membubung tinggi, sebelum kapal akhirnya tenggelam.

“Tiga orang awak kapal yang diduga pengedar narkoba tewas di lokasi. Tidak ada korban di pihak Amerika Serikat,” ujar juru bicara Pentagon, Brigjen Marcus Levin, dalam konferensi pers singkat.

Serangan Kedua dalam Sebulan

Insiden ini menjadi serangan kedua AS terhadap kartel narkoba Venezuela dalam sebulan terakhir. Awal September lalu, militer AS juga menargetkan operasi serupa di dekat Kepulauan Karibia, yang memicu protes keras dari Caracas.

Pemerintah Venezuela menuduh Washington melakukan “agresi militer terselubung” dan melanggar kedaulatan. Sebaliknya, AS menegaskan langkah ini murni operasi internasional memerangi narkotika.

“Amerika Serikat tidak akan membiarkan kartel narkoba Venezuela membanjiri wilayah kami dengan racun. Kami akan menghentikan mereka di laut, sebelum narkoba itu sampai ke jalanan kita,” tegas Presiden Trump dari Gedung Putih.

Pengerahan Militer AS di Kawasan

Sebagai bagian dari strategi penguatan, AS meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Karibia.

  • Kapal serbu amfibi USS Iwo Jima dikerahkan sebagai pusat komando bergerak.
  • Marinir Ekspedisi ke-22 ditugaskan siaga penuh untuk operasi lintas laut.
  • Sepuluh jet tempur F-35 ditempatkan di pangkalan udara Puerto Riko guna memberikan perlindungan udara.

Langkah ini mempertegas komitmen Washington untuk menekan jaringan narkotika sekaligus menegaskan posisi strategisnya di Amerika Latin.

Dampak Politik dan Regional

Analis menilai, operasi militer ini bukan hanya soal perang melawan narkoba, tetapi juga bagian dari strategi tekanan politik Washington terhadap rezim Presiden Nicolás Maduro. Hubungan kedua negara sudah memburuk sejak sanksi ekonomi AS diperketat dan pengakuan Washington terhadap oposisi sebagai “pemerintahan sah” Venezuela.

Sementara itu, sejumlah negara tetangga seperti Kolombia dan Brasil dikabarkan memperketat patroli lautnya, khawatir konflik ini bisa meluas menjadi ketegangan regional.

Operasi Darat Israel Dimulai: 1 Juta Warga Disuruh Mengungsi, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

EtIndonesia. Situasi di Jalur Gaza kembali memanas. Pada malam 15 September, setelah gelombang serangan udara intensif yang mengguncang kota, tank-tank Israel bergerak masuk ke jantung Kota Gaza. Langkah ini menandai dimulainya operasi darat besar-besaran yang telah lama diprediksi oleh analis militer internasional.

Tujuan Operasi: Hancurkan Hamas

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah menghancurkan infrastruktur Hamas sekaligus melemahkan kemampuan organisasi tersebut melancarkan serangan roket maupun operasi lintas batas.

“Tidak ada jalan mundur. Hamas harus dilenyapkan dari Gaza,” tegas Netanyahu dalam pernyataan resminya di Tel Aviv.

Evakuasi Massal Warga Sipil

Israel sebelumnya menyerukan sekitar 1 juta warga Gaza untuk segera mengungsi ke “zona aman” di bagian selatan. Data dari lembaga kemanusiaan menunjukkan setidaknya 300.000 orang telah meninggalkan Kota Gaza hanya dalam hitungan jam setelah seruan itu. Namun, PBB dan kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa jalur evakuasi tidak sepenuhnya aman karena masih terjadi pertempuran di beberapa titik.

Kekhawatiran dari Kalangan Militer dan Intelijen Israel

Meski pemerintah Israel menegaskan operasi ini krusial, sejumlah perwira militer dan intelijen menyuarakan peringatan keras. Mereka menilai langkah ini berisiko tinggi:

  • Nyawa 20 sandera Israel yang diyakini masih hidup ditahan Hamas bisa terancam.
  • Potensi korban besar di pihak militer Israel sendiri, mengingat Hamas memiliki jaringan terowongan dan jebakan yang kompleks di Gaza.
  • Operasi yang berkepanjangan dikhawatirkan akan memicu eskalasi regional, termasuk kemungkinan intervensi kelompok milisi pro-Iran di Lebanon dan Suriah.

Dukungan Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang sehari sebelumnya bertemu dengan Netanyahu, menyampaikan dukungan penuh Washington. “Pemerintahan Trump berdiri bersama Israel,” ujarnya. Namun Rubio juga menambahkan harapan agar operasi ini dilakukan secara cepat dan tidak berlarut-larut.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial. Dia menegaskan bahwa jika Hamas berani melukai para sandera Israel, maka “konsekuensinya akan fatal.”

Reaksi Internasional

  • PBB menyerukan penghentian operasi darat dan membuka koridor kemanusiaan untuk warga sipil.
  • Uni Eropa memperingatkan kemungkinan krisis kemanusiaan yang lebih besar bila Israel tidak mengizinkan bantuan masuk secara aman.
  • Mesir dan Qatar berupaya menjadi mediator untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, namun hingga kini belum ada kesepakatan gencatan senjata.

Situasi di Lapangan

Saksi mata melaporkan bahwa tank-tank Israel bergerak dari sisi utara Gaza, menembus kawasan permukiman padat. Ledakan dan tembakan artileri terdengar hampir tanpa henti sepanjang malam. Rumah sakit di Gaza dilaporkan kewalahan dengan jumlah korban luka yang terus bertambah, sementara listrik dan pasokan air semakin terbatas.

Krispy Kreme Hadirkan Donat Kolaborasi Bertema “Houses of Hogwarts” bersama Harry Potter

0

Jakarta, 16 September 2025 — Dunia sihir Harry Potter kembali hidup, kali ini melalui donat! Krispy Kreme Indonesia meluncurkan koleksi terbatas “Houses of Hogwarts Doughnuts Collection” hasil kolaborasi dengan waralaba legendaris Harry Potter. Koleksi ini menawarkan empat varian donat yang terinspirasi dari empat asrama ikonik Hogwarts: Gryffindor, Slytherin, Hufflepuff, dan Ravenclaw.

Benedicta Gisela Setiati, Marketing Manager PT Premier Doughnuts Indonesia—pemegang lisensi Krispy Kreme di Indonesia—menyatakan antusiasmenya. “Kami ingin menghadirkan keajaiban dunia sihir dengan cara yang manis dan menyenangkan. Koleksi ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membangkitkan nostalgia kebersamaan bagi seluruh generasi penggemar Harry Potter.”

Setiap donat didesain dengan detail warna dan lambang khas masing-masing asrama. Gryffindor dihadirkan melalui donat berisi krim biscoff dengan lapisan red velvet icing dan taburan serpihan karamel. Ravenclaw diwujudkan dalam donat glasir blueberry dengan sprinkles biru dan mint yang menyegarkan. Slytherin menampilkan donat berisi krim cokelat dengan taburan oreo dan elemen ular hijau yang ikonik. Sementara Hufflepuff menghadirkan kelezatan donat berisi custard karamel dan lapisan icing pisang dengan taburan cookies crumble.

Koleksi spesial ini telah tersedia di seluruh gerai Krispy Kreme Indonesia sejak 15 September 2025. Konsumen juga dapat menikmati pak spesial satu lusin berisi 6 donat Houses of Hogwarts dan 6 Signature Original Glazed® dengan harga Rp179.000, lengkap dengan kemasan bertema Harry Potter. Produk dapat diperoleh melalui gerai fisik maupun layanan delivery.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi perluasan pengalaman bagi penggemar Harry Potter, yang hingga lebih dari 25 tahun sejak kemunculannya tetap menjadi fenomena budaya pop global. Warner Bros. Discovery Global Consumer Products sebagai pemegang lisensi terus menghadirkan inovasi produk yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan dunia sihir dalam bentuk baru.

Sebagai merek donat ikonik yang telah beroperasi di lebih dari 30 negara, Krispy Kreme terus berkomitmen memberikan pengalaman menyenangkan dan memorable melalui produk-produk kreatifnya. Kehadiran kolaborasi ini di Indonesia—di bawah PT Premier Doughnuts Indonesia—juga menegaskan posisi Krispy Kreme sebagai pemain utama dalam industri makanan dan minuman yang terus berinovasi menghadirkan kebahagiaan bagi konsumennya.

Dengan tren kolaborasi merek dan franchise yang semakin digemari, kehadiran donat Harry Potter ini diprediksi akan menarik minat tidak hanya penggemar setia, tetapi juga kalangan generasi muda yang akrab dengan budaya pop dan kuliner kreatif.

Setelah Serangan Udara, Tank Israel Masuk ke Pusat kota: Operasi Perebutan Kota Gaza Dimulai

Laporan media Palestina lokal di Gaza menyebutkan pada Senin (15 September) malam, setelah serangan udara besar-besaran Israel terhadap Kota Gaza, tank-tank Israel langsung memasuki pusat kota. Media AS juga mengutip pejabat Israel yang menyatakan bahwa militer Israel telah melancarkan serangan darat ke Kota Gaza.

EtIndonesia. Situs berita Amerika Axios melaporkan, berdasarkan sumber Israel, pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk menghancurkan organisasi bersenjata Palestina Hamas dan merebut kota tersebut.

Dalam sepekan terakhir, militer Israel telah menghancurkan puluhan gedung tinggi yang disebut digunakan Hamas untuk tujuan militer. Pada saat yang sama, Israel menyerukan sekitar 1 juta warga Palestina di Kota Gaza untuk bergerak ke selatan menuju apa yang disebut “zona aman kemanusiaan.” Pihak Israel menyatakan, sejauh ini sekitar 300 ribu warga Palestina telah meninggalkan Kota Gaza.

Axios melaporkan, beberapa jam sebelum operasi militer Israel dimulai, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru saja bertemu dengan Netanyahu dan sejumlah pejabat tinggi kabinet Israel.

Dua pejabat Israel mengatakan, Rubio menyampaikan kepada Netanyahu bahwa pemerintahan Trump mendukung operasi darat, namun berharap operasi bisa segera dimulai dan segera diakhiri.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan: “Rubio tidak menginjak rem atas operasi darat ini.” Seorang pejabat AS juga menyatakan, pemerintahan Trump tidak akan menghalangi Israel, dan akan membiarkan Israel sendiri menentukan jalannya perang di Gaza. “Ini bukan perang Trump, ini adalah perang Bibi (julukan Netanyahu). Apa pun yang terjadi di masa depan, ia harus menanggung konsekuensinya.”

Laporan menyebutkan, termasuk Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir, pimpinan badan intelijen Mossad, Badan Keamanan Nasional (Shin Bet), serta unit intelijen militer, semuanya pernah memberi saran kepada Netanyahu untuk menentang peluncuran operasi ini. Mereka menilai langkah ini bisa membahayakan nyawa sandera Israel, menimbulkan banyak korban di pihak militer Israel, dan belum tentu bisa benar-benar menghancurkan Hamas.

Laporan juga menyebutkan, bersamaan dengan masuknya tank-tank Israel ke Kota Gaza, Presiden Trump memperingatkan Hamas agar tidak mencelakai 20 sandera Israel yang masih mereka tahan.

Sumber : NTDTV.com