Lanskap Politik Nepal Berubah: Mantan Ketua MA Sushila Karki akan Menjadi PM yang Baru

Pada Jumat (12/9/2025), Istana Kepresidenan Nepal mengumumkan bahwa mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, akan dilantik pada hari yang sama sebagai Perdana Menteri baru Nepal. Gelombang protes anti-korupsi generasi Z yang meletus pekan ini menyebabkan perubahan besar dalam semalam, menumbangkan rezim komunis pro-Beijing. Mantan Perdana Menteri Oli melarikan diri, hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri.

EtIndonesia. Setelah mereda gelombang protes generasi Z yang melanda Nepal, para pemimpin muda yang ikut serta dalam demonstrasi menyatakan dukungan terhadap Karki—perempuan pertama yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung—untuk menjadi perdana menteri sementara, sekaligus menyerukan pembubaran parlemen sebelumnya.

Pemimpin muda Jhunaar Ghadar mengatakan:  “Saya percaya Sushila Karki adalah sosok paling ideal untuk menjadi penjaga bangsa. Ia sangat memahami hukum dan pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung. Dalam enam bulan ke depan, setelah pemilu selesai, beliau akan membuka jalan bagi kemakmuran negara.”

Pemimpin muda Sumit Shrestha menegaskan:  “Negara kita tidak berada dalam kekosongan konstitusi. Meski ada kekosongan kepemimpinan, kita masih memiliki konstitusi dan presiden sebagai penopang. Kita akan maju sesuai konstitusi, dan telah mendorong Sushila Karki untuk memimpin negara.”

Karki, kini berusia 73 tahun, pada tahun 2016 menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Nepal, dan saat ini sudah pensiun. Ia dikenal dengan integritasnya, ketegasan, serta sikap anti-korupsinya.

Setelah protes generasi Z mereda, keamanan di Nepal telah diambil alih oleh militer. Pada  Jumat, ibu kota Kathmandu pada dasarnya sudah kembali normal. Namun, di sejumlah wilayah, pihak berwenang memperpanjang larangan berkumpul dan jam malam.

Di luar kamar jenazah salah satu rumah sakit di Kathmandu, keluarga korban protes diliputi kesedihan mendalam saat menerima kembali jenazah orang-orang terkasih mereka.

Menurut kepolisian Nepal, aksi protes anti-korupsi pekan ini telah menewaskan 51 orang dan melukai lebih dari 1.300 orang.

Pada Jumat, warga Kathmandu menggelar upacara pemakaman tradisional bagi para pengunjuk rasa dan aparat keamanan yang tewas dalam bentrokan.

Sehari sebelumnya, keluarga korban mengadakan vigil dengan menyalakan lilin di luar sebuah rumah sakit, serta mengumumkan rencana bertemu pihak militer Nepal untuk menuntut keadilan bagi kerabat mereka.

 “Kami harus memperjuangkan keadilan bagi keluarga kami yang terbunuh. Kami tidak bisa lagi terus diam,” ujar Kamal Subedi, kerabat korban. 

Sumber : NTDTV.com

Gejolak Berlanjut di Pucuk Pimpinan Zhongnanhai, Terungkap Latar Belakang Jatuhnya Liu Jianchao

Situasi politik Partai Komunis Tiongkok (PKT) semakin penuh teka-teki, kabar pejabat tinggi bermasalah terus bermunculan. Saat ini, Liu Jianchao, Menteri Departemen Hubungan Internasional Komite Sentral PKT, telah hilang selama lebih dari sebulan dan absen dalam parade militer di Beijing. Penyebab jatuhnya Liu menimbulkan berbagai spekulasi. Ada informasi yang menyebut ia terjerat kasus kebocoran rahasia, korupsi, dan skandal seksual. Liu juga disebut sebagai “agen lama” PKT

EtIndonesia. Pada Agustus lalu, sejumlah media asing melaporkan bahwa setelah menyelesaikan kunjungan ke Singapura, Afrika Selatan, dan Aljazair pada 30 Juli, Liu Jianchao dibawa oleh pihak berwenang untuk diinterogasi pada awal Agustus. Rumahnya juga digeledah. Namun hingga kini, pihak resmi tidak membantah kabar pemeriksaannya, dan namanya masih tercantum di daftar pimpinan situs web resmi Departemen Hubungan Internasional PKT.

Media Hong Kong baru-baru ini melaporkan bahwa pekerjaan sehari-hari dan kegiatan diplomasi departemen tersebut kini dipimpin oleh Wakil Menteri Li Mingxiang, yang tampak sedang bertindak sebagai pengganti Liu.

Secara umum diyakini, masalah Liu kemungkinan terkait korupsi atau kebocoran informasi. Ada rumor ia membantu keluarga elit memindahkan sejumlah besar dana ke luar negeri, bahkan diduga terlibat kebocoran intelijen pada level inti kekuasaan PKT.

Pada 13 September, kolumnis independen Du Zheng menulis di media Taiwan Up Media bahwa seorang mantan pejabat Tiongkok mengisyaratkan kasus Liu berkaitan dengan kebocoran rahasia, dan salah satu penyebab kebocoran itu terkait dengan “wanita cantik”. Namun detailnya tidak dijelaskan.

Artikel tersebut juga mengingatkan bahwa pada 16 Maret 2015, saat menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri, Liu Jianchao dalam kunjungan ke Korea Selatan secara terbuka menyebut Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Unifikasi Parlemen Korsel, Na Kyung-won, sebagai “wanita cantik”. Pernyataan itu dianggap tidak pantas oleh anggota parlemen Korsel.

Du Zheng menyebutkan, sistem diplomasi PKT yang melibatkan interaksi luas di dalam dan luar negeri menciptakan banyak “zona abu-abu”. Di kalangan pejabat, terutama di kedutaan besar dan konsulat, perilaku amoral seksual sangat merajalela, memberi citra buruk di dunia internasional. Kedutaan di Korea Selatan bahkan disebut sebagai salah satu titik terparah masalah ini.

Stasiun TV JTBC Korea Selatan pernah melaporkan bahwa pada 23 Februari 2016, tiga diplomat Tiongkok di Seoul terbukti melakukan pelecehan terhadap perempuan di sebuah restoran di Myeongdong, sehingga memicu kemarahan publik Korsel.

Skandal seksual di lingkaran diplomasi PKT juga kerap terjadi. Misalnya, mantan Menlu Qin Gang yang diberhentikan pada Juli 2023, kabarnya menjalin hubungan dengan seorang presenter TV hingga memiliki anak di luar nikah. 

Pada Januari 2015, Asisten Menteri sekaligus Kepala Protokol Zhang Kunsheng dicopot karena menerima suap dan melakukan transaksi seks. Pada Desember 2005, Asisten Menlu Shen Guofang tiba-tiba dicopot, yang juga dikaitkan dengan skandal seksual.

Liu Jianchao dan Dugaan Kebocoran Rahasia — Disebut “Agen Lama” PKT

Liu Jianchao adalah lulusan Jurusan Bahasa Inggris Universitas Bahasa Asing Beijing angkatan 1982. Setelah lulus pada 1986, ia dikirim ke Universitas Oxford untuk belajar hubungan internasional selama satu tahun, lalu pada 1987 kembali ke Tiongkok dan masuk Kementerian Luar Negeri.

Akademisi Tiongkok di pengasingan, Yuan Hongbing, baru-baru ini membocorkan kepada media luar negeri Kan Zhongguo bahwa Liu sangat “terjerat skandal seksual”. Padahal ia sedang dalam proses dipromosikan menjadi Menteri Luar Negeri berikutnya. Namun, karena merasa terancam oleh faksi Menlu Wang Yi, yang siap melaporkan berbagai kasus korupsi dan perilakunya, Liu mencoba membuat kesepakatan dengan sebuah negara besar, menyerahkan dokumen rahasia PKT. Rencana ini dimaksudkan sebagai jaminan jalan keluar bila ia digulingkan, yakni melarikan diri ke negara tersebut.

Namun, semua gerak-geriknya sudah berada di bawah pengawasan ketat polisi rahasia PKT. Bahkan, salah satu sekretaris pribadinya ternyata anggota jaringan intelijen yang ditugaskan Xi Jinping untuk memata-matai pejabat. Rencana pengkhianatannya belum sempat terwujud, Liu sudah ditangkap dan ditahan.

Kabar di lingkaran politik Beijing menyebut, setelah ditangkap Liu mengaku dijebak oleh kelompok Wang Yi, menolak mengaku bersalah, bahkan menuduh sekretaris wanitanya memiliki hubungan terlarang dengan Wang Yi.

Selain itu, Liu Jianchao dan Qin Gang juga disebut-sebut sebagai “agen lama” PKT.

Menurut artikel Du Zheng, PKT sejak era “membuka pintu” memang gencar merekrut agen. Badan intelijen memilih kader dari kampus maupun institusi tertentu. Bahwa kepala departemen strategis seperti Departemen Hubungan Internasional berasal dari kalangan intelijen bukanlah hal aneh. Liu, yang kini menjadi menteri departemen itu, memang disebut sebagai “agen lama”.

Mantan diplomat AS John J. Tkacik Jr. dalam tulisannya di Liberty Times menyebut, ketika ia bekerja di Kantor Penghubung AS di Beijing, Kedutaan Besar AS di Tiongkok, dan sejumlah konsulat di daratan Tiongkok, ia sering berinteraksi dengan staf muda yang ditugaskan oleh Biro Layanan Diplomasi PKT. Mereka sangat bersemangat mengorek informasi internal kantor AS. Di antaranya Qin Gang, yang kelak menjadi Menlu PKT.

Tkacik menilai, Qin Gang menggunakan latar belakang jurnalistiknya sebagai “kedok diplomasi” untuk menjalankan tugas intelijen.

Artikel Du Zheng menyimpulkan, meskipun Xi Jinping saat ini belum menghadapi krisis kekuasaan langsung, namun jatuhnya satu per satu pejabat dekatnya, seperti Qin Gang dan Liu Jianchao, telah meruntuhkan wibawanya, mempercepat keruntuhan rezimnya.

Pengamat politik Zhong Yuan juga menyatakan kepada Epoch Times bahwa karena sistem tertutup PKT, publik hanya bisa berspekulasi soal kesalahan Liu. Namun, yang jelas, Liu adalah pejabat pilihan Xi Jinping. 

Dua tahun terakhir, pertikaian internal di tubuh diplomasi PKT semakin sengit, saling menjatuhkan dan melaporkan, sehingga Liu hanyalah korban terbaru dari pertarungan kekuasaan.

Sumber : NTDTV.com

Laporan Dokter Magang di Tiongkok,  Luo Shuaiyu tentang Pengambilan Organ Hidup Bocor ke Luar Negeri,  Para Ahli : Fakta Kebenarannya Mengerikan

EtIndonesia. Bisakah Anda bayangkan suatu hari berjalan di jalan lalu tiba-tiba diborgol dan organnya diambil? Hal itu sangat mungkin terjadi. Kasus kematian tragis Luo Shuaiyu, seorang dokter magang di Rumah Sakit Kedua Xiangya Universitas Zhongnan, baru-baru ini kembali menjadi trending di Tiongkok.

Orang tua Luo Shuaiyu secara terbuka melaporkan praktik pengambilan organ hidup, berharap bisa membersihkan nama anak mereka. Mereka bahkan menolak uang tutup mulut sebesar 3 juta yuan, namun laporan mereka tidak mendapat tindak lanjut. 

Kini sebagian bukti sudah sampai ke luar negeri, membuka tabir gelap perdagangan organ manusia yang melibatkan Rumah Sakit Kedua Xiangya. Fakta-faktanya mengejutkan. Seorang pakar medis menyebutnya: mengerikan!

Dalam program “Kesehatan 1+1”, pembawa acara Jojo mengundang Dr. Lin Xiaoxu, seorang ahli virologi di AS, untuk menganalisis sebagian laporan orang tua Luo. Informasi yang diungkap cukup detail. Dari berbagai rincian, Dr. Lin menyingkap skandal menakutkan di balik transplantasi organ di Tiongkok, dan menyebutnya “sangat mengerikan”.

1. 1.119 Halaman Laporan – Mungkin Alasan Sebenarnya Luo Shuaiyu Tewas

Luo Shuaiyu mulai magang di Rumah Sakit Kedua Xiangya pada 2021, saat itu ia adalah mahasiswa pascasarjana Universitas Zhongnan. 

Pada 8 Mei 2024, ia ditemukan jatuh dari asrama rumah sakit dan tewas. Orang tuanya dipaksa menandatangani pernyataan bahwa ia bunuh diri sebelum boleh mengambil barang-barangnya, termasuk laptop.

Namun, mereka mendapati semua data di laptop sudah dihapus. Setelah meminta bantuan ahli IT, ditemukan ada 1.119 halaman dokumen laporan.

Sehari sebelum kematiannya, Luo pernah berkata:  “Kalau besok saya tidak bisa masuk kerja, tolong serahkan beberapa dokumen saya ke Komisi Disiplin.”

 Menurut Dr. Lin, hal ini menunjukkan besar kemungkinan Luo bukan bunuh diri, melainkan “dibuat bunuh diri” karena laporan tersebut.

Dari analisis data, dalam waktu hanya 2–3 tahun, Luo sudah sering terlibat dalam urusan transplantasi organ. Diduga pada 2022 ia diperintahkan atasan untuk mengumpulkan organ. Ia menuruti meski tidak rela. Karena tahu terlalu banyak rahasia, ia menyusun laporan pengaduan, dan akhirnya mungkin dibungkam.

2. Kasus Pertama: Organ Diambil Dulu, Penerima Baru Ditentukan Belakangan

Dr. Lin menjelaskan, dari 100-an halaman yang ia telaah, ada satu kasus yang sangat jelas memperlihatkan praktik pengambilan organ hidup.

  • Maret 2022, Liuyang:

Seorang pasien dengan pendarahan otak dirawat di rumah sakit TCM Liuyang pada 17 Maret.

Keesokan paginya (18 Maret, pukul 08:53), seorang staf Rumah Sakit Kedua Xiangya bernama “Guru Lan” mengirim pesan di grup berisi 54 orang bertajuk “Tim Donasi dan Pengambilan Organ”, menugaskan Luo Shuaiyu memimpin tim untuk mengambil organ di Liuyang.

  • 18 Maret, 23:49 → Tim menerima detail pasien: pria 37 tahun, antibodi sifilis positif, ginjal banyak batu.
  • 19 Maret, 00:33 → Info: pasien harus ulangi EEG (pemeriksaan otak).
  • 19 Maret, 02:02 → Operasi dimulai.
  • 02:55 → Kedua ginjal sudah diambil.
  • 03:21 → Selesai.
  • 05:48 → Baru dilakukan pemilihan awal penerima organ.

Masalah besar yang ditemukan:

  1. Pasien baru masuk 17 Maret, tapi 18 Maret pagi rumah sakit lain sudah diberi tahu ada organ siap diambil → seakan sudah tahu pasien akan “mati”.
  2. Luo belum punya izin praktik dokter saat itu, tapi dipaksa ikut dan bahkan memimpin pengambilan organ → ilegal.
  3. Tidak ada bukti pasien sudah dinyatakan meninggal.
  4. Pasien terinfeksi sifilis dan ginjal penuh batu, organ tidak layak transplantasi.
  5. EEG ulang membuktikan pasien bahkan belum dinyatakan mati otak.
  6. Operasi pengambilan dilakukan tengah malam tanpa konfirmasi kematian.
  7. Penerima organ baru dicari setelah organ diambil.
  8. Tidak jelas kenapa pasien dengan pendarahan otak mendadak dijadikan donor ginjal.
  9. Proses pengambilan ginjal sangat cepat (kurang dari 1,5 jam), menunjukkan tim sangat berpengalaman.

Dr. Lin menyimpulkan:  “Kasus ini jelas sekali menunjukkan adanya pengambilan organ dari orang yang masih hidup. Pasien belum mati, tapi organnya sudah diambil. Ini sungguh menakutkan.”

Kasus 2: Tidak Ada Koordinasi Organ, Pencatatan Serah Terima : Hati Tidak Usah Diambil

Dr. Lin menyatakan, ada sebuah rekaman yang menunjukkan bahwa di Tiongkok ada yang disebut sistem koordinasi organ, bahkan katanya di tingkat nasional. Namun kenyataannya, sistem itu sama sekali tidak ada. Para dokter sendiri memaki: “Bagi-bagi apa, omong kosong!”

Bagian rekaman penyerahan organ yang diikuti Luo Shuaiyu:

Rekaman pertama:

  • ?: Uh, jadi… hati ini mau atau tidak?
  • ?: Hati tidak usah.
  • ?: Kalau begitu ambil dua ginjal.
  • ?: Sudah bicara dengan keluarga pasien belum?
  • ?: Hati tidak usah.
  • ?: Ya.
  • ?: Kalau tidak diambil, hati itu dibagi ke mana?
  • ?: Bagi apa, omong kosong!!
  • Shuaiyu: Kita bisa lewat jalur bawah nggak?
  • ?: Ya, bisa lewat.
  • ?: Ini sebenarnya masih bisa dipakai untuk transplantasi hati, kamu… mau tidak? Kalau mau, kamu bakal dapat keuntungan besar… hehe.
  • Shuaiyu: Benar-benar (kata kasar) nyebelin.
  • ?: Keluarganya bilang ke dokter di rumah sakit bahwa mereka ingin jam 8 malam sudah di rumah. Tapi sekarang pihak sana masih mau dibagi lewat sistem online, nggak tahu siapa yang bisa dapat. (kata kasar) siapa yang mau?

Rekaman kedua:

  • Shuaiyu: (kata kasar)… ini kalian bawa buat dijahit nggak? Ahh… Ini rumah sakit terbesar di Shaoyang?
  • ?: Tempat ini tidak jauh dari Shaoyang.
  • Shuaiyu: Jaraknya dari Shaoyang berapa jauh?
  • ?: Naik mobil sekitar belasan kilometer.

Analisis Dr. Lin atas rekaman:

  1. Kalimat “Hati mau atau tidak” membuktikan sama sekali tidak ada proses pencocokan organ.
  2. Kalimat “Kita bisa lewat jalur bawah ini nggak?” menunjukkan kemungkinan adanya jalur khusus rumah sakit.
  3. Kalimat “Ini kalian bawa buat dijahit nggak?” mengindikasikan bahwa jenazah setelah pengambilan organ tidak ditangani dengan baik.

Dr. Lin menjelaskan: “Proses medis seharusnya sangat ketat. Harus dipikirkan bagaimana menjaga kesehatan pasien, bagaimana mencocokkan jaringan dengan benar, lalu menemukan penerima yang cocok dengan pertimbangan menyeluruh.” Namun faktanya, justru sebaliknya. 

Ia melanjutkan:  “Pokoknya pasien ini kami putuskan harus mati, saya mau ginjalnya, bagaimana? Maka dibedah, perut dibuka, lalu langsung ditanya, ‘Hati ini siapa yang mau?’”

Donasi Organ Palsu – Seluruh Sistem Pemerintah Terlibat Menutupi Fakta

Dalam data terbaru yang dibocorkan, ada beberapa dokumen bukti donasi organ. Namun setelah ditelusuri, banyak donor yang katanya menyumbangkan organ ternyata fiktif. Saat nomor kontak keluarga dicoba dihubungi, tidak ditemukan keberadaan mereka.

Di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok (PKT), pemalsuan data dalam transplantasi organ sudah sangat merajalela. Dr. Lin mengatakan, data mengenai donasi organ di Tiongkok adalah palsu; banyak pasien yang disebut mati otak sebenarnya tidak benar, bahkan data tes tidak bisa bernapas spontan pun dibuat-buat.

Ia menegaskan: “Pemalsuan di Tiongkok sudah terlalu umum. Jadi, organ dengan kualitas buruk pun tetap ditransplantasikan. Bahkan pasien belum mati otak, tapi mereka sudah lebih dulu memutuskan akan mengambil organnya. Jadi bisa dibayangkan, motivasi utama mereka hanyalah uang, uang dari bisnis transplantasi organ.”

Dr. Lin juga mengungkap, dokter membuat surat keterangan palsu, organ sudah diambil, lalu kalau benar ada keluarga yang datang menuntut, mereka biasanya terlambat – karena jenazah sudah lebih dulu dikremasi. Kasus semacam ini sering terjadi, lalu polisi akan turun tangan melindungi rumah sakit.

Ia menyimpulkan:  “Terlihat jelas bahwa seluruh sistem pemerintah dan sistem medis bekerja sama untuk menutupi kebenaran ini.”

Donor Dibunuh, Penerima Bersyukur – Rantai Tertutup Pengambilan Organ Hidup: Semua Demi Uang

Ibu Luo Shuaiyu mengungkapkan, pihak Rumah Sakit Xiangya pernah menawarkan uang tutup mulut sebesar 3 juta yuan untuk menghapus data di komputer putranya, tetapi keluarga menolak. Paman Luo juga mengatakan bahwa dalam waktu kurang dari tiga tahun, Luo Shuaiyu sudah ikut serta dalam lebih dari 200 operasi transplantasi ginjal, sehingga ia sangat mengetahui asal-usul ginjal-ginjal tersebut.

Dalam kasus pertama pasien dengan pendarahan otak, tidak ada informasi bahwa pihak rumah sakit pernah berkomunikasi dengan keluarga pasien atau bahwa keluarga setuju untuk mendonorkan organ. Bahkan saat proses pengambilan organ, penerima (resipien) belum ditentukan.

Dr. Lin menegaskan, secara normal harus ada uji sampel darah donor dan penerima untuk kecocokan jaringan. Tetapi dalam kasus itu, organ diambil terlebih dahulu, lalu baru disaring secara kasar, kemudian penerima langsung dijadwalkan operasi. Apakah pasien penerima bisa sehat setelah transplantasi, dokter sama sekali tidak peduli. Padahal ginjal itu sendiri tidak layak dipakai – penerima kemungkinan akan cepat mengalami kerusakan ginjal lagi, gagal organ, bahkan hidupnya justru semakin singkat.

Namun, pasien penerima tidak mengetahui asal-usul maupun kualitas organ. Ia percaya penuh pada dokter, dan bahkan berterima kasih karena merasa “susah payah” mendapatkan organ. Dr. Lin berkata:  “Padahal dokter-dokter ini sebenarnya hanya ingin mengambil uang Anda, karena organ itu sendiri tidak cocok untuk transplantasi. Sebenarnya ini adalah hal yang sangat menakutkan!”

Dr. Lin juga menambahkan, memang benar bahwa teknologi transplantasi di Tiongkok sudah maju, dengan banyak obat anti-penolakan. Terutama bila kecocokan kurang pas, dokter akan menggunakan obat anti-penolakan dalam jumlah besar, sehingga bisa bertahan sekitar setahun tanpa masalah.

Yang paling mengerikan adalah keluarga sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. “Karena seluruh proses dilakukan di dalam sistem medis, di ruang operasi. Keluarga pasien tidak mungkin bisa melihat, pasien donor juga tidak bisa, bahkan penerima pun tidak tahu… Ini sangat menakutkan.”

Ia melanjutkan:  “Dokter dan rumah sakit jelas mendapatkan keuntungan dari proses ini. Mekanismenya sendiri sudah menunjukkan, semua dilakukan hanya demi uang. Hal lain tidak ada artinya bagi mereka.”

Pembawa acara Jojo juga mengingatkan orang-orang yang berpikir untuk pergi ke Tiongkok demi transplantasi:  “Mungkin Anda mengira akan mendapatkan organ yang bagus. Namun kenyataannya, bisa jadi Anda menghabiskan banyak uang, bahkan mempertaruhkan hidup Anda, hanya untuk mendapatkan organ yang tidak cocok.”

Dr. Lin menyarankan agar warga Tiongkok daratan sangat berhati-hati. Ia menganjurkan membuat wasiat hukum yang menyatakan tidak pernah setuju mendonorkan organ, dan sebisa mungkin menghindari diambil sampel darah sembarangan, karena bisa saja digunakan untuk pencocokan organ. “Anda bisa saja suatu hari ditangkap di jalan, dinyatakan mati otak, lalu organnya diambil hidup-hidup.”

Ia menekankan:  “Sekarang di Tiongkok memang harus sangat waspada. Tes darah yang terlihat biasa saja, bisa jadi masuk ke database pencocokan organ, kita tidak tahu. Kasus orang hilang, terutama anak muda, jumlahnya semakin besar. Pertanyaan ini sudah sangat serius.”

Terakhir, Dr. Lin mengingatkan bahwa praktik pengambilan organ hidup oleh Partai Komunis Tiongkok sudah diungkap lebih dari 20 tahun lalu, meski dulu banyak orang tidak percaya. Kini semakin banyak bukti muncul, menunjukkan bahwa praktik ini benar-benar ada, bahkan berkembang hingga tanpa batas moral sama sekali.

Ia menyerukan:  “Skandal gelap ini harus ditolak oleh seluruh masyarakat, bukan hanya masyarakat Tiongkok, tetapi juga seluruh dunia harus berdiri melawan dan menghentikan kejahatan ini!”

Laporan disusun oleh Jin Hong / Lin Qing

KNEKS, BI, OJK, dan Akademisi Bahas Strategi Kebangkitan Ekonomi Syariah Indonesia Menuju Pusat Halal Dunia 2029

Surabaya – Seminar Flagship Ekonomi dan Keuangan Syariah menjadi salah satu sesi kunci dalam Festival Ekonomi Syariah Jawa (FESYAR) 2025. Acara yang digelar di Ballroom Almarwah, Masjid Agung Al-Akbar Surabaya ini menghadirkan empat narasumber utama untuk membahas strategi penguatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia menuju visi menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Eksekutif Departemen Regional Bank Indonesia, Muhammad Firdaus Muttaqin, yang menegaskan potensi besar ekonomi syariah global. “Nilai konsumsi negara-negara muslim mencapai US$ 2,43 triliun. Populasi muslim dunia lebih dari 2 miliar, dan didukung dengan tren halal lifestyle yang semakin menguat,” ujarnya. Ia menekankan perlunya sinergi semua pihak untuk mengoptimalkan potensi ini, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi rumah bagi lebih dari 60% muslim Indonesia.

Berikut adalah intisari paparan dari keempat narasumber:

1. KH. Salahuddin Al-Ayyub (Direktur Eksekutif KNEKS): Ekonomi Syariah sebagai Sistem Masa Depan Indonesia
KH. Salahuddin Al-Ayyub menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan hanya alternatif, melainkan sistem ekonomi masa depan Indonesia. Ia menyoroti pencapaian Indonesia yang kini berada di peringkat ketiga global dalam indeks ekonomi syariah, mendekati posisi Saudi Arabia di peringkat kedua. “Target RPJMN 2025–2029 menempatkan Indonesia sebagai nomor satu,” tegasnya.

Kunci keberhasilan selama ini, menurutnya, adalah semangat dan gerakan kolektif (berjamaah) yang didasarkan pada prinsip Islam sebagai way of life. Ia mengibaratkan perjuangan ekonomi syariah seperti perintah Allah kepada Siti Maryam untuk menggerakkan pangkal pohon kurma—meski secara logis tidak mungkin, tetapi dengan keyakinan dan ikhtiar, hasilnya datang dari Allah.

Ke depan, ia menyampaikan bahwa master plan ekonomi syariah 2025–2029 telah dimasukkan dalam dokumen perencanaan nasional, bahkan hingga level daerah melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). “Ini memastikan setiap pemda wajib mencantumkan program ekonomi syariah,” ujarnya.

2. Imam Hartono (Direktur Eksekutif Ekonomi dan Keuangan Syariah BI): Enam Inisiatif Strategis BI
Imam Hartono memaparkan kondisi terkini ekonomi syariah Indonesia yang tumbuh positif, dengan Halal Value Chain meningkat 4,39% pada triwulan I-2025. Literasi ekonomi syariah juga naik signifikan dari 16,3% (2020) menjadi 42% (2024).

BI merespons dengan menyusun framework kebijakan yang fokus pada enam inisiatif utama:

  • Gerbang Santri: Memberdayakan pesantren sebagai pusat ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan digitalisasi.
  • Gema Halal: Gerakan berjamaah untuk memperluas produk halal, sertifikasi, dan penguatan halal center.
  • Jawara Ekspor: Jaringan wirausaha syariah untuk mendorong ekspor dengan integrasi sistem informasi.
  • Sapa Syariah: Sinergi perdagangan dan pembiayaan syariah melalui penyempurnaan regulasi dan perluasan akses.
  • Kanalis Wave: Kolaborasi pengembangan ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf) sebagai kekuatan baru pembangunan.
  • Lintas Literasi: Edukasi nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah.

“Keenam ikhtiar ini dirancang untuk mendukung pencapaian target Indonesia sebagai pusat halal dunia pada 2029,” jelasnya.

3. Deden Firman Hendarsyah (Direktur Eksekutif Perbankan Syariah OJK): Menyeimbangkan Fungsi Komersial dan Sosial
Deden menyoroti masih rendahnya porsi aset keuangan syariah (11,4%) dan perbankan syariah (7,4%) secara nasional. Namun, ia melihat celah optimis: literasi keuangan syariah (43%) lebih tinggi daripada inklusinya (13,4%). “Ini adalah good problem—artinya ada pasar potensial yang sudah paham syariah tetapi belum menggunakan layanannya,” ujarnya.

OJK berfokus pada penguatan ekosistem melalui roadmap perbankan syariah yang menyeimbangkan ketahanan komersial dan dampak sosio-ekonomi. Ia menekankan pentingnya memadukan commercial finance dengan social finance, misalnya melalui produk Cash Wakaf Linked Deposit (CWLD) yang telah diimplementasikan beberapa bank syariah. “Dana sosial seperti ZISWAF dapat dimanfaatkan untuk membiayai UMKM yang belum bankable, lalu dibina hingga naik kelas,” paparnya.

4. Prof. Dr. Muhammad Nafik Hadi Ryandono (Guru Besar Ekonomi Syariah Unair): Tantangan dan Peluang di Tingkat Global
Prof. Nafik membeberkan sejumlah tantangan ekonomi syariah Indonesia, di antaranya:

  • Malaysia dan Arab Saudi masih unggul karena pendekatan top-down yang terencana.
  • Portofolio perbankan syariah masih didominasi murabahah (60-70%), bukan bagi hasil.
  • Riset dan model praktis masih kurang.
  • Perlu harmonisasi dan sinergi antar-stakeholder.

Namun, ia optimis karena SDM ekonomi syariah kini sudah melimpah dan semakin kompeten. “Kunci berikutnya adalah memilih leading sektor, seperti pariwisata halal, yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem—mulai dari hotel, kuliner, logistik, hingga transportasi syariah,” tegasnya.

Sinergi Menuju Ekosistem Terintegrasi
Dalam sesi tanya jawab, perwakilan KDKS Jawa Timur, Siti Nurhusnul, menyoroti belum seimbangnya pertumbuhan industri halal dengan keuangan syariah. Semua narasumber sepakat bahwa kuncinya adalah membangun ekosistem terintegrasi. KH. Salahuddin mencontohkan sudah dimulainya integrasi di rumah sakit dan hotel syariah, dimana kitchen, laundry, dan keuangan harus bersertifikat halal dan syariah. Imam Hartono menekankan pentingnya penguatan kompetensi pelaku, kualitas produk, dan akses pasar. Sementara Deden dan Prof. Nafik menyarankan penggunaan dana sosial untuk mendukung UMKM dan penentuan leading sektor yang tepat.

Seminar ditutup dengan apresiasi kepada semua narasumber dan komitmen bersama untuk mendukung Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2029. Acara ini tidak hanya menjadi pemantik diskusi, tetapi juga penguat sinergi antara pemerintah, regulator, akademisi, dan pelaku usaha dalam mewujudkan ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Presiden Prabowo Didampingi Kepala BNPB, Tinjau Lokasi Terdampak Banjir Denpasar

EtIndonesia. DENPASAR – Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M.,  melakukan peninjauan pasca banjir yang melanda wilayah Provinsi Bali, pada Sabtu (13/9/2025).

Kehadiran Presiden Prabowo ke Bali, menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah kepada warga yang dilanda musibah bencana. 

Dikutip dari siaran pers, Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, setelah sebelumnya memerintahkan Kepala BNPB untuk hadir pada kesempatan pertama dan kemarin Wakil Presiden Gibran Rakabuming telah meninjau lokasi berbeda, kali ini Presiden langsung datang untuk melihat sejauh mana proses penanganan yang dilakukan oleh seluruh unsur terkait.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., (kemeja dan rompi hijau) saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (13/9). Sumber Foto: Cahyo – Biro Pers Sekretariat Presiden

Selain itu Presiden juga menginstruksikan agar seluruh proses penanganan bencana dilakukan cepat, tepat dan menyeluruh serta mengutamakan keselamatan masyarakat.

Pada kesempatan ini Presiden meninjau rumah-rumah warga yang terdampak banjir di Gang Gajahmada IV, Banjar Kerenceng, Kota Denpasar, yang mengalami kerusakan cukup parah.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., (kemeja dan rompi hijau) saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (13/9).

Saat tiba di lokasi, Kepala BNPB memberikan laporan perkembangan yang telah dilakukan semua pihak dari mulai pemerintah daerah, pemerintah pusat dan juga lembaga lain serta relawan.

Presiden ditemani Kepala BNPB kemudian, menyusuri pemukiman melihat kerusakan yang diakibatkan meluapnya Sungai Badung dan berdialog dengan warga setempat. (***)

Pria Hampir Kehilangan Lengannya Setelah Digigit Pencuri Saat Percobaan Perampokan

EtIndonesia. Seorang pemilik toko lansia di Turki hampir kehilangan lengan kirinya setelah tangannya terinfeksi parah akibat gigitan manusia saat percobaan perampokan.

Dokter sering memperingatkan bahwa gigitan manusia lain seringkali lebih berbahaya daripada gigitan anjing atau kucing, tetapi seorang pria berusia 60 tahun di Istanbul, Turki, mengalami hal itu dengan cara yang sulit setelah hampir kehilangan lengannya.

Kasus ini terjadi tahun lalu, tetapi baru dilaporkan oleh media Turki tahun ini, setelah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah oleh para dokter yang merawat pasien tersebut.

Pada awal tahun 2024, seorang pemilik toko berusia 60 tahun dirampok saat bekerja di tokonya di Üsküdar, sebuah distrik di Istanbul. Dua pria bertopeng memasuki toko setelah tutup dengan niat yang jelas untuk mencuri, sehingga pemilik toko mencoba menghentikan mereka.

Dalam perkelahian fisik yang terjadi, pria berusia 60 tahun itu berhasil melumpuhkan salah satu pencuri, yang menggigit tangannya dengan keras dalam upaya putus asa untuk melarikan diri.

Tersiksa oleh rasa sakit yang luar biasa, pemilik toko terpaksa melepaskan pencuri itu, yang melarikan diri bersama komplotannya. Kedua pria itu masih buron hingga hari ini, tetapi pria berusia 60 tahun itu tidak terlalu khawatir tentang hal itu dan lebih bersyukur atas cobaan yang tak terduga.

Dia pergi ke klinik setempat untuk mengobati luka di tangannya, dan dia dipulangkan setelah menerima perawatan medis yang diperlukan. Sayangnya, kesehatannya memburuk tak lama kemudian, karena dia mulai mengalami demam dan tremor. Dia pergi ke Rumah Sakit Pelatihan dan Penelitian Sultan Abdulhamid Han, di mana dokter memberi tahunya bahwa dia menderita infeksi yang disebabkan oleh gigitan perampok.

Meskipun staf rumah sakit telah berupaya sebaik mungkin untuk mencegah infeksi, kondisi pria lanjut usia itu memburuk selama dua minggu berikutnya dan infeksi menjalar ke lengannya. Lengannya telah berubah warna dan membengkak hingga dua kali lipat ukuran normalnya, tetapi dokter tidak berdaya untuk menghentikannya.

Menghadapi risiko amputasi, rumah sakit memutuskan untuk mencoba terapi oksigen hiperbarik, yang dapat membantu luka, terutama yang terinfeksi, sembuh lebih cepat.

Taruhan dokter membuahkan hasil, dan dalam seminggu, pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Setelah membersihkan luka dan membuang jaringan nekrotik, rumah sakit berhasil menyelamatkan lengan pria tersebut. Setelah tiga bulan menjalani fisioterapi, dia kembali dapat berfungsi sepenuhnya.

“Bakteri dari flora mulut manusia dapat menyebabkan masalah serius dengan menembus jaringan subkutan. Dalam kasus ini, ukuran tangan pasien meningkat secara signifikan, sehingga mempersulit pemulihannya,” ujar Dr. Yavuz Aslan kepada Kantor Berita Demirören (DHA).

Kasus ini saat ini sedang didokumentasikan dalam literatur medis, yang menyoroti betapa parahnya infeksi yang disebabkan oleh gigitan manusia. Sedangkan pemilik toko, baru-baru ini dia harus menghadapi perampokan lagi, tetapi kali ini tidak ada gigitan.(yn)

Pengemudi Mobil ‘Hantu’ Tertangkap di Republik Ceko Setelah Enam Tahun yang Panjang

EtIndonesia. Pengemudi mobil balap Formula 2 misterius yang mirip Ferrari ditangkap oleh polisi Ceko enam tahun setelah keberadaan mobil tersebut di jalan tol negara itu pertama kali dilaporkan oleh para pengendara.

Pada tahun 2019, polisi Ceko mulai menerima laporan tentang mobil balap Formula 1 merah yang ngebut di jalan tol. Kendaraan itu terekam kamera pengawas dan pihak berwenang bahkan berhasil melacak tersangka, tetapi karena pengemudinya selalu mengenakan helm visor, dia tidak dapat diidentifikasi, sehingga kasus terhadap mereka dibatalkan.

Selama enam tahun berikutnya, legenda pembalap mobil hantu tersebut semakin berkembang di negara Eropa Tengah tersebut, dan polisi kesulitan mengidentifikasi mereka.

Dewi Fortuna akhirnya berpihak pada mereka Minggu lalu, ketika mobil balap merah itu terlihat di sebuah pom bensin dekat Dobříš, sekitar 40 kilometer barat daya Praha. Polisi berhasil membuntuti pengemudi hantu tersebut ke sebuah properti di desa Buk, 37 mil dari ibu kota Ceko.

Foto dan video dari penangkapan bersejarah pengemudi mobil balap yang sulit ditangkap ini menunjukkan dia sedang diderek oleh kendaraan lain ke properti pribadi, dengan polisi di belakangnya.

Ketika diminta keluar dari mobil, pria berusia 51 tahun yang tidak disebutkan namanya itu meminta polisi untuk keluar dari propertinya karena mereka memasuki properti tanpa izin. Setelah berdebat dengan mereka selama beberapa menit, pria itu setuju untuk dibawa ke kantor polisi setempat untuk diinterogasi.

Sayangnya bagi polisi, tersangka menolak menjawab sebagian besar pertanyaan yang diajukan, dan putranya mengatakan kepada wartawan setempat bahwa dia dan keluarganya tidak tahu apa-apa tentang kegiatan ilegal yang dituduhkan polisi kepada mereka.

“Polisi diduga melihat kami menderek mobil Formula 1, yang mereka klaim telah melaju kencang di jalan tol beberapa menit sebelumnya – tentu saja kami sama sekali tidak tahu apa-apa tentang ini,” kata putra pengemudi tersebut.

Mengenakan setelan balap Formula 1 berwarna merah dan helm pelindung, pengemudi hantu asal Ceko tersebut membantah pernah mengemudikan kendaraan tersebut – yang diidentifikasi sebagai mobil Formula 2 Dallara GP2/08 yang digunakan antara tahun 2008 dan 2010 – di jalan tol. Karena semua bukti foto dan video yang dikumpulkan polisi selalu menunjukkan pengemudi mengenakan helm, mustahil untuk membuktikan bahwa dia adalah orang yang sama.

“Mobil balap jenis ini secara hukum tidak diizinkan untuk dikendarai di jalan raya karena tidak memenuhi persyaratan teknis yang sah,” kata kepolisian Ceko dalam sebuah pernyataan. “Mobil formula tersebut memiliki tepian yang tajam dan tidak memiliki lampu, lampu sein, pelat nomor, atau fitur keselamatan penting lainnya. Mengemudikan mobil formula atau mobil balap sejenisnya berbahaya tidak hanya bagi pengemudinya sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.”

Jika terbukti bersalah, pengemudi hantu tersebut akan dikenakan denda sebesar 240 dolar – 480 dolar dan larangan mengemudi selama enam bulan hingga satu tahun.(yn)

Takdir Setiap Orang Sudah Digariskan, Tapi Nasib Diciptakan Sendiri — Bagaimana Mengendalikan Setiap Langkah Hidupmu?

EtIndonesia. Setiap orang pasti pernah bertanya dalam hati: “Kenapa aku tidak bisa memilih titik awal hidupku?”

Takdir dan Nasib: Menggenggam Arah Hidupmu

Kita tidak bisa menentukan lahir di keluarga mana, tumbuh di lingkungan seperti apa, atau bagaimana kondisi awal yang menyertai kita. Semua itu adalah takdir—sebuah titik mula yang sudah ditetapkan. Terkadang, takdir ini membuat kita merasa seolah-olah segalanya sudah digariskan.

Namun, itu tidak berarti kita tidak bisa memengaruhi perjalanan berikutnya.

Kadang takdir memberi kita awal yang berat: keluarga yang tidak ideal, masa kecil penuh kesulitan, atau rintangan yang tampak mustahil dilewati. Saat itu, mungkin kita merasa putus asa, terpuruk, bahkan ingin menyerah. 

Tapi di persimpangan hidup, kita akan sadar dan bertanya: “Kalau semua sudah ditentukan, apakah aku masih bisa mengubahnya?”

Takdir Adalah Awal, Nasib Adalah Jalan

Kita memang tak bisa memilih dari mana kita mulai, tetapi kita selalu bisa memilih kemana kita akan melangkah. Nasib adalah jalan itu—hasil dari setiap pilihan, usaha, dan sikap yang kita ambil.

Nasib bukan sekadar keberuntungan acak, melainkan akumulasi dari keputusan-keputusan kecil sehari-hari.

Apakah kamu pernah merasa masa depanmu suram karena kegagalan, atau terjebak dalam tantangan hidup yang tak ada ujungnya? Itu adalah pengalaman yang dialami banyak orang. Namun, kekuatan sesungguhnya terletak pada iman terhadap masa depan dan pilihanmu di saat ini.

Cara Mengendalikan Nasib

1. Ubah Mindset: Dari Rasa Sakit Menjadi Pertumbuhan

Begitu kamu sadar bahwa bukan semua hal ditentukan dari luar, melainkan dari caramu merespons, maka perubahan besar bisa terjadi.

Kesulitan bukanlah akhir, tapi titik awal untuk berkembang. Tantangan yang dulu menakutkan justru menjadi peluang untuk tumbuh lebih kuat.

2. Berani Keluar dari Zona Nyaman

Sering kali kita sibuk resah dengan masalah, tapi jarang bertanya: “Apakah aku pernah benar-benar keluar dari zona nyaman?” 

Nasib baik jarang datang dengan sendirinya, dia perlu diciptakan. Belajar keterampilan baru, mencoba pola hidup berbeda, atau bahkan pindah kerja—semua itu adalah langkah awal menuju takdir baru.

3. Pilih Lingkungan dan Orang yang Tepat

Ketika kamu dikelilingi orang-orang dengan energi positif—baik keluarga, sahabat, maupun rekan kerja—hidupmu akan terasa lebih ringan. Nasib pun ikut berubah, karena kamu tidak lagi berjalan sendirian. Orang yang kamu pilih untuk berjalan bersama bisa menjadi kunci perubahan besar.

4. Sadari Setiap Pilihan Membentuk Nasibmu

Banyak orang mengeluh “sial”, padahal tanpa sadar merekalah yang memilih jalan itu setiap hari. Nasib tidak jatuh dari langit. Dia lahir dari keputusan-keputusan kecil: apakah kamu menghadapi tantangan dengan berani, atau lari darinya.

Kalau kamu memilih untuk terus melangkah dengan sikap positif, maka “keberuntungan” akan semakin berpihak padamu.

Penutup: Garis Akhir Ada di Tanganmu

Takdir memang menentukan titik awal, tetapi nasib adalah jalan yang bisa kamu ciptakan. Hasil akhir hidupmu tidak ditentukan dari mana kamu memulai, melainkan oleh pilihan-pilihan yang kamu buat di sepanjang perjalanan.

Kamu tidak harus terbelenggu oleh masa lalu. Kamu juga tidak perlu putus asa karena ketidakpastian hidup. Ketika kamu memahami bahwa takdir adalah awal, nasib adalah tujuan, kamu akan sadar bahwa segala kemungkinan ada di tanganmu.

Sekaranglah saatnya untuk mendefinisikan ulang perjalanan hidupmu. Berani memilih, berani berubah, dan arahkan nasibmu menuju kehidupan yang benar-benar kamu inginkan.(jhn/yn)

Mantan Presiden Brasil  Jair Bolsonaro Dijatuhi Hukuman Lebih dari 27 Tahun, AS Pertimbangkan Gunakan Kekuatan Ekonomi dan Militer

Pada  Kamis (11 September), majelis kecil pertama Mahkamah Agung Brasil dengan perbandingan suara 4 banding 1 menjatuhkan putusan bersalah kepada mantan Presiden Jair Bolsonaro dan tujuh sekutu intinya atas tuduhan merencanakan kudeta. Bolsonaro dijatuhi hukuman 27 tahun 3 bulan penjara. Terkait kasus ini, Gedung Putih Amerika Serikat secara langka mengeluarkan pernyataan keras bahwa Presiden Trump “tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan ekonomi maupun militer AS untuk membela kebebasan berbicara global.”

EtIndonesia. Pengadilan Brasil menyatakan, Bolsonaro yang kini berusia 70 tahun, bersama pejabat tinggi pemerintah, pada periode 2021–2023 berkonspirasi untuk mencegah presiden terpilih Luiz Inácio Lula da Silva menjabat, dengan menyebarkan informasi palsu terkait pemilu, menggerakkan militer, menyusun rencana kudeta, bahkan mempertimbangkan memberlakukan darurat militer.

Bolsonaro dan 7 terdakwa lainnya dijerat 5 tuduhan, termasuk: membentuk kelompok kriminal bersenjata, dengan kekerasan berusaha meruntuhkan sistem demokrasi, merencanakan kudeta, merusak properti publik, serta menghancurkan benda-benda bersejarah yang dilindungi.

Bolsonaro dijatuhi total hukuman 27 tahun 3 bulan penjara, yang mencakup: 24 tahun 9 bulan penahanan dalam sistem tertutup, serta 2 tahun 6 bulan kurungan dalam sistem setengah terbuka atau terbuka. Ia juga didenda 124 hari, dengan tarif harian sebesar dua kali upah minimum (pada 2025 setara 1.518 real Brasil), yang jika dikonversi ke dolar AS (kurs saat ini sekitar 5,39 real per dolar) totalnya kurang lebih 70.000 dolar AS.

Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan vonis terhadap 7 terdakwa lainnya berdasarkan analisis peran masing-masing, dengan hukuman penjara maksimal 26 tahun. Mantan ajudan pribadi Bolsonaro, Mauro Cid, dalam kasus ini berperan sebagai saksi pelapor dan mencapai kesepakatan pengakuan dengan jaksa. Ia hanya divonis maksimal 2 tahun penjara dalam sistem terbuka.

Meskipun putusan bersalah telah dijatuhkan, para terdakwa masih bisa mengajukan banding. Putusan baru berkekuatan hukum tetap setelah semua proses hukum selesai. Jika hukuman melebihi 8 tahun, terpidana harus menjalani kurungan penjara, namun karena faktor usia dan kondisi kesehatan, Bolsonaro masih berpeluang menjalani tahanan rumah.

Kasus ini memicu perhatian luas di dunia internasional. Presiden AS Donald Trump menyatakan “terkejut dan tidak puas” atas vonis tersebut. Sebelumnya ia menyebut kasus ini sebagai “perburuan politik” terhadap Bolsonaro, bahkan menyamakan dengan tantangan hukum yang sedang dia hadapi di AS, seraya menilai bahwa pengalaman Bolsonaro menunjukkan kebebasan berbicara tengah ditekan.

Selain mengkritik keras pemerintah Brasil, Trump juga menaikkan tarif impor terhadap produk Brasil seperti kopi dan daging sapi. Ia juga memberlakukan sanksi berdasarkan Magnitsky Act kepada hakim ketua kasus ini, Alexandre de Moraes, dengan tuduhan “melanggar kebebasan fundamental.”

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada 10 September menyatakan bahwa Presiden Trump “tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan ekonomi dan militer Amerika Serikat untuk membela kebebasan berbicara di dunia.”

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada 11 September menulis di platform X: “Hakim pelanggar HAM yang dikenai sanksi, Alexandre de Moraes, terus melakukan penganiayaan politik. Ia bersama hakim Mahkamah Agung Brasil lainnya menjatuhkan putusan yang tidak adil dengan memenjarakan mantan Presiden Bolsonaro.” Ia menegaskan, Amerika Serikat akan “memberikan respons terhadap perburuan politik ini.”

Sumber : NTDTV.com

Suhu Hati Menentukan Bentuk Kehidupan

EtIndonesia. Di sebuah ruang kelas, seorang profesor membawa sebuah wadah berisi bongkahan es. 

Dia berkata kepada para mahasiswa: “Di bawah nol derajat, air akan berubah menjadi es. Ini adalah bentuk pertama dari air. Dalam kondisi ini, air tidak bisa bergerak, hanya diam di tempat, dan tempat itu saja yang menjadi batas keberadaannya.”

Lalu profesor menyalakan api dan memanaskan wadah itu. Es pun perlahan meleleh, berubah menjadi air. 

Profesor berkata:  “Ini adalah bentuk kedua dari air, juga bentuk yang paling sering kita temui. Dalam keadaan ini, air bisa mengalir ke sungai-sungai kecil, lalu menuju samudra.”

Setelah beberapa saat, air dalam wadah mulai mendidih, berubah menjadi uap, hingga akhirnya lenyap di udara. 

Profesor lalu mematikan api, menunjukkan wadah kosong itu kepada para mahasiswa, dan bertanya:  “Kemana menurut kalian air itu pergi?”

Para mahasiswa saling berpandangan, bingung, tak tahu arah pembahasan profesor.

Profesor kemudian tersenyum dan menjelaskan:  “Air memiliki tiga bentuk, yang dipengaruhi oleh perbedaan suhu. Begitu juga dengan kehidupan manusia—bentuk hidup seseorang sangat ditentukan oleh suhu batinnya.

·        Bila hati seseorang dingin dan acuh terhadap sekitar, maka ruang hidupnya sempit, hanya sebatas tempat dia berpijak.

·        Bila hatinya biasa-biasa saja, dia bisa mengalir lebih jauh, bergabung dengan aliran besar, namun tetap tak bisa lepas dari batas bumi.

·        Tapi bila hatinya menyala penuh semangat seperti air mendidih, dia akan berubah menjadi uap, terbang ke angkasa. Dia tidak hanya memiliki bumi, tetapi juga langit—dunianya menjadi tak terbatas.”

Pelajaran yang Bisa Diambil

Bagaimana sikapmu terhadap hidup yang kamu jalani sekarang?

Mungkin hidup sering kali tidak berjalan sesuai harapan, namun bila kamu memilih bersikap terlalu dingin, hanya kesedihan dan kesempitan yang akan kamu dapatkan.

Cobalah menaikkan suhu hatimu sedikit saja—dengan semangat, kepedulian, dan keberanian—maka dunia yang lebih luas akan terbuka untukmu.(jhn/yn)

Pasar Properti Beijing Melonjak Tak Terkendali dengan Kejatuhan yang Mengguncang Negara

EtIndonesia. Pasar properti Beijing mulai runtuh! Harga rumah di kawasan lingkar keempat, yang dulu selangit, kini turun menjadi 20.000 yuan (± Rp45 juta) per meter persegi. Di luar wilayah lingkar kelima, penurunan lebih mengejutkan—di beberapa kompleks harga rumah langsung terpangkas setengah. Sementara itu, Shenzhen dan Shanghai juga tak luput, banyak kawasan emas di kota-kota tersebut kini mengalami penurunan harga lebih dari 50%. Saat ini, jumlah rumah kosong sangat besar dan tak ada peminat, sementara kapan pasar perumahan akan mencapai titik terendah masih menjadi tanda tanya.

“Semua pembeli rumah di Beijing kalah total, tidak ada yang selamat. Harga di lingkar keempat dulu mencapai lebih dari 100.000 yuan per meter, sekarang sudah ada rumah siap huni di Asian Games Village hanya 26.000 yuan per meter, dan semua orang bisa membelinya, langsung bisa masuk tanpa repot,” ujar seorang warganet Beijing. 

Seorang agen properti Beijing menuturkan: “Pada 2023, seorang klien membeli rumah seharga 12,3 juta yuan. Bulan lalu, di kompleks yang sama unit dengan tipe serupa hanya terjual 8,8 juta yuan. Padahal dia masih punya utang bank 9 juta yuan untuk kredit rumahnya. Saya khawatir banyak orang tidak akan sanggup menanggung ini.”

Seorang warganet Beijing lain mengatakan: “Tidak diragukan lagi, ini adalah kompleks dengan penurunan harga paling gila di Beijing, dari puncaknya 20.000 lebih per meter persegi, sekarang tinggal 6.000-an per meter, turun 80%. Sebuah apartemen 2 kamar tidur seluas 85 meter persegi kini hanya sekitar 80.000 yuan, sudah termasuk gudang bawah tanah dan 7 peralatan rumah tangga.”

Pasar properti yang pernah menjadi lokomotif ekonomi Tiongkok kini menghadapi longsor yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Setelah sebagian wilayah Beijing mencabut aturan pembatasan pembelian, terjadi aksi jual besar-besaran sehingga harga rumah jatuh tak terkendali. Di luar lingkar kelima seperti Huilongguan (Distrik Changping) dan Shunyi, harga rumah turun hingga 50%. Di kawasan sekitar Beijing kondisinya lebih parah, harga jatuh hanya menyisakan “sisa-sisa.”

Seorang agen properti di Beijing membocorkan bahwa harga rumah di Huilongguan sudah turun di bawah 20.000 yuan per meter persegi. Banyak warganet terkejut, mengatakan harga rumah Beijing sudah kembali ke era 10.000 yuan per meter.

Agen lain menjelaskan: “Di kompleks perumahan di Fangshan, rumah yang dulu harganya lebih dari 2 juta yuan, sekarang hanya 800.000-an yuan.”

“Pada dasarnya harga rumah di sekitar Beijing turun minimal 70%. Yang paling parah di Yongqing, dulu beli di atas 20.000 yuan per meter, sekarang dipajang hanya 4.000 yuan.”

Agen properti lain berkata: “Contohnya, di kompleks Rongze Jiayuan, Changping, sebuah unit 3 kamar tidur seluas 104 meter persegi pada Juni masih bisa terjual 5,2 juta yuan. Awal Agustus sudah turun jadi 4,6 juta, akhir Agustus langsung anjlok ke 3,85 juta yuan. Dalam sebulan turun lebih dari 15%.”

Bukan hanya Beijing, harga rumah di kota besar lain seperti Shenzhen dan Shanghai juga anjlok lebih dari 50%.

Seorang warganet Shenzhen berkata: “Dulu 128.000 yuan per meter, sekarang hanya bisa dijual 38.000 yuan. Komplek Moon Bay Garden di Nanshan yang dulu jadi primadona, kini anjlok 70%, benar-benar ‘dipotong lutut.’ Sekitar 70% pemilik di komplek itu mengalami kerugian besar.”

Seorang warganet Shanghai menuturkan: “Rumah di dalam lingkar kota Shanghai sekarang 1 juta yuan pun tak ada yang mau. Di kawasan dekat Taman Emas, Distrik Yangpu, dua unit apartemen tua kecil terjual cepat hanya dengan harga total 850.000 dan 880.000 yuan. Dulu, beli rumah di dalam lingkar kota dengan harga puluhan ribu yuan saja tidak pernah terbayangkan.”

Banyak warganet mengatakan kini banyak perusahaan besar di Shanghai melakukan PHK dan pemotongan gaji. Harga rumah di pinggiran kota kembali ke level 10 tahun lalu. Banyak orang tak mampu bayar cicilan, hingga muncul rasa iri kepada mereka yang tidak membeli rumah dan tidak memiliki utang KPR.

Ada juga yang berkomentar, “Sekarang kota-kota penuh dengan rumah kosong. Penurunan harga separuh baru permulaan, ke depannya akan lebih parah.”

Kapan pasar properti Beijing akan benar-benar mencapai titik terendah? Mungkin hanya waktu yang bisa memberi jawaban.

Sumber : NTDTV.com

Pemuda Gen Z Nepal dan Militer Memulai Perundingan, Ajukan Perdana Menteri Baru

Pada Kamis (11/9/2025), setelah tumbangnya rezim komunis di Nepal, generasi muda aktif mendorong perundingan dengan pihak militer untuk memilih pemimpin sementara baru. Saat ini sudah muncul dua kandidat populer. Sementara itu, terjadi peristiwa pelarian massal dari penjara, yang memicu bentrokan sengit antara militer dan narapidana, sehingga jam malam kembali diperpanjang.

EtIndonesia. Militer Nepal menyatakan bahwa pada Kamis (11/9/1015) pagi, 14.307 narapidana melarikan diri dari penjara, di mana 1.455 orang berhasil ditangkap kembali, sementara lebih dari 12.000 lainnya masih buron.

Dalam bentrokan sengit kedua belah pihak, sedikitnya 2 narapidana tewas, dan 12 hingga 13 orang lainnya terluka. Militer kemudian memperpanjang jam malam serta menyerukan warga agar tetap tenang.

Militer mengumumkan bahwa mulai Kamis, mereka akan mengadakan perundingan dengan para pemuda pengunjuk rasa untuk segera membentuk pemerintahan sementara.

Saat ini, kandidat perdana menteri dengan tingkat popularitas tertinggi adalah Wali Kota Kathmandu, Balendra Shah dan mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki.

Perwakilan pemuda mengumumkan kepada massa yang berkumpul di luar markas besar Angkatan Darat Nepal bahwa mereka merekomendasikan Sushila Karki sebagai perdana menteri sementara, yang langsung disambut dengan sorak-sorai.

Perwakilan Generasi Z, Rehan Raj Dangal, menyatakan: “Di antara tokoh-tokoh yang diakui masyarakat sebagai bermoral dan adil, kami sepakat merekomendasikan Ibu Sushila Karki untuk membentuk dan memimpin pemerintahan sementara.”

Karki pada Kamis pagi telah lebih dahulu memulai perundingan dengan Panglima Angkatan Darat Nepal.

Kaum muda berharap agar dalam waktu 6 hingga 12 bulan dapat digelar referendum untuk membentuk pemerintahan sipil dan sepenuhnya mengakhiri sistem komunis.

Pemimpin muda Ojashwi Thapa mengatakan: “Di masa depan, kami berharap tidak ada lagi korupsi seperti sebelumnya. Ratusan ribu pemuda terpaksa bekerja ke luar negeri. Kami berharap hari-hari seperti itu tidak akan terulang lagi.”

Ojashwi Thapa juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah merencanakan pembubaran parlemen, pemilu ulang, serta amandemen konstitusi.

Sumber : NTDTV.com

Apa yang Diketahui dari Charlie Kirk, Influencer Komentator Konservatif AS, Tewas Ditembak pada Usia 31 Tahun

Komentator politik konservatif asal Amerika Serikat, Charlie Kirk, tewas ditembak saat berbicara di hadapan mahasiswa di Utah Valley University, Orem, Utah, Selasa (10/9/2025) waktu setempat. Gubernur Utah, Spencer Cox, menyebut peristiwa ini sebagai sebuah “pembunuhan politik.”

EtIndonesia. Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 12.10 siang waktu lokal ketika Kirk tengah menyampaikan pidato dalam rangkaian tur American Comeback. Satu tembakan dilepaskan dan mengenai bagian lehernya. Kirk segera dilarikan ke rumah sakit oleh tim pengamannya, namun beberapa jam kemudian dinyatakan meninggal dunia. Ia meninggalkan seorang istri, Erika Kirk, dan dua anak.

Kirk,  lahir pada 14 Oktober 1993 di Arlington Heights, Illinois, dikenal luas sebagai pendiri Turning Point USA, organisasi konservatif yang banyak berfokus pada aktivisme politik di kalangan anak muda. Ia kerap tampil dengan gaya retorika yang tajam dan berhasil menggerakkan basis pemilih muda dalam sejumlah pemilu belakangan ini.

Dibesarkan oleh seorang ibu yang berprofesi sebagai konselor kesehatan mental dan ayah seorang arsitek, Kirk sejak kecil menonjol dalam bidang akademik. Ia meraih prestasi Eagle Scout, tanda kepemimpinan yang kemudian membawanya terjun lebih dalam ke dunia politik.

Karier politiknya dimulai sebagai relawan kampanye Senat saat masih duduk di bangku SMA. Namanya makin dikenal publik setelah menyoroti apa yang ia sebut sebagai bias progresif dalam buku pelajaran sekolah. Sejak itu, ia aktif berkeliling kampus untuk berdiskusi dengan mahasiswa, bahkan membuka meja “prove me wrong” guna berdebat langsung dengan peserta diskusi.

Kirk dikenal dekat dengan pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, kerap diundang ke Gedung Putih dan mempromosikan program-programnya melalui media sosial maupun wawancara televisi. Bahkan, Gubernur California Gavin Newsom baru-baru ini mewawancarai Kirk dalam episode perdana podcast barunya.

Trump dalam unggahannya di platform Truth Social menyebut Kirk sebagai sosok “legendaris” dan memerintahkan agar bendera AS dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri untuk menghormatinya.

Terkait kasus ini, pihak kepolisian sempat menangkap seorang pria lanjut usia, namun dibebaskan setelah pemeriksaan. Direktur FBI Kash Patel sempat mengumumkan bahwa seorang tersangka sudah diamankan, tetapi beberapa jam kemudian menyatakan orang tersebut juga dibebaskan setelah diinterogasi lebih lanjut.

“Kami masih melanjutkan penyelidikan dan akan terus memberikan informasi demi transparansi,” kata Patel dalam pernyataan di platform X.

Gubernur Spencer Cox menegaskan kembali bahwa insiden ini adalah sebuah pembunuhan politik. Menurut keterangan kepolisian, tembakan diduga dilepaskan dari sebuah gedung di area kampus, kemungkinan dari lantai tiga atau atap, yang mengindikasikan penembakan jarak jauh.

Rekaman kamera keamanan kampus menunjukkan sosok tersangka berpakaian serba hitam. Hingga kini, aparat belum menemukan bukti adanya pelaku lain yang terlibat.

“Kami sedang mencari siapa pun yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait pelaku penembakan ini,” ujar Cox.

“Penyelidikan masih berjalan, tetapi saya ingin menegaskan dengan sangat jelas kepada siapa pun yang melakukan ini: kami akan menemukan Anda, mengadili Anda, dan meminta pertanggungjawaban Anda dengan hukuman seberat-beratnya sesuai hukum,” ujar Gubernur Utah, Spencer Cox.

Ia juga menambahkan bahwa negara bagian Utah masih menerapkan hukuman mati.

Kirk dikenal sebagai salah satu aktivis politik paling berpengaruh di dunia, terutama karena advokasinya terhadap kebebasan berbicara. Pada 2019, ia mendirikan Turning Point Action, yang dengan cepat tumbuh menjadi salah satu organisasi konservatif akar rumput terbesar di Amerika Serikat. Organisasi ini banyak menggerakkan pemilih, khususnya kaum muda dan mahasiswa konservatif.

Dalam pernyataan misinya, Turning Point Action menyebut tujuannya adalah “memberdayakan basis konservatif melalui aktivisme akar rumput dan menyediakan sumber daya yang diperlukan bagi pemilih untuk memilih pemimpin konservatif sejati.”

Hanya dalam beberapa tahun, kelompok ini menjelma menjadi kekuatan penting dalam gerakan konservatif, menggelar kampanye di berbagai negara bagian untuk mendukung kandidat, termasuk Donald Trump dan Gubernur Florida Ron DeSantis.

Gelombang Ucapan Belasungkawa

Kabar meninggalnya Charlie Kirk memicu gelombang ucapan duka dari berbagai pemimpin nasional maupun internasional.

“Tidak ada yang lebih memahami dan memiliki hati bagi pemuda Amerika Serikat selain Charlie,” tulis Donald Trump di platform Truth Social.

“Ia dicintai dan dikagumi oleh SEMUA orang, terutama saya. Kini ia telah tiada. [Ibu Negara] Melania [Trump] dan saya menyampaikan belasungkawa kepada istri tercintanya Erika dan keluarganya. Charlie, kami mencintaimu!”

Wakil Presiden  AS JD Vance menuliskan di X: “Berilah ia peristirahatan kekal, ya Tuhan.”

Ketua DPR AS, Mike Johnson (Partai Republik–Louisiana), menyebut peristiwa ini sangat menjijikkan.

 “Kekerasan politik semakin sering terjadi di masyarakat Amerika. Ini bukanlah jati diri kita. Hal ini melanggar prinsip dasar negara kita, warisan Yudeo-Kristen, tatanan masyarakat sipil, cara hidup Amerika, dan ini harus dihentikan,” ujarnya di Capitol Hill.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menyampaikan doa di X: “Berdoa untuk @charliekirk11.” Kirk dikenal sangat aktif menggunakan media sosial.

Mantan Presiden Barack Obama menuliskan di X: “Kita belum tahu apa motif pelaku yang menembak dan membunuh Charlie Kirk, tetapi kekerasan yang keji seperti ini tidak punya tempat dalam demokrasi kita.”

 “Michelle dan saya mendoakan keluarga Charlie malam ini, terutama istrinya Erika dan dua anak mereka yang masih kecil,” tambah Obama.

Mantan Presiden Joe Biden juga menyampaikan belasungkawa: “Tidak ada tempat bagi kekerasan semacam ini di negara kita. Harus segera diakhiri. [Mantan Ibu Negara] Jill [Biden] dan saya mendoakan keluarga serta orang-orang terdekat Charlie Kirk.”

Presiden Argentina, Javier Milei, menuliskan: “Belasungkawa saya untuk keluarga Charlie Kirk dan seluruh anak muda di dunia yang mengagumi serta mendengarkannya. Ia adalah penyebar ide kebebasan yang luar biasa dan pembela teguh Barat. … Dunia telah kehilangan sosok manusia yang luar biasa.”

Sementara itu, Turning Point USA dalam pernyataannya menulis:  “Dengan duka mendalam kami mengonfirmasi bahwa Charles James Kirk telah tewas ditembak. Semoga ia diterima dalam pelukan penuh kasih Juruselamat kita, yang telah menderita dan wafat untuk Charlie.”

Organisasi tersebut juga meminta masyarakat mendoakan keluarga Kirk serta menghormati privasi dan martabat mereka di masa berduka.

Laporan ini juga melibatkan kontribusi T.J. Muscaro

Sumber : Theepochtimes.com

Setiap Tetes Usaha, Itu Sedang Membentuk Cahaya Hidupmu!

EtIndonesia. Dalam hidup, pasti ada momen-momen ketika kita merasa frustrasi.

Kita berkata pada diri sendiri: “Hidup ini sulit sekali!” atau “Padahal aku sudah berusaha keras, tapi kenapa rasanya tidak ada yang berubah?”

Seolah-olah semua usaha yang kita lakukan hanyalah “menuang air ke dalam keranjang bambu”—tak berbekas sama sekali.

Namun, kenyataannya tidak demikian. Setiap tetes usaha kecil yang kita lakukan dalam keseharian, diam-diam sedang menjadi pondasi untuk hidup yang lebih bercahaya di masa depan.

1. Hubungan yang Terbentuk dari “Rasa Sedih dan Pahit”

Ini kisah tentang seorang perempuan bernama H. Hidupnya penuh lika-liku: dia pernah melalui pernikahan yang kandas, ditambah lagi merasa dirinya tidak memiliki keterampilan istimewa. Setelah bercerai, demi bertahan hidup, dia akhirnya memilih bekerja di industri hiburan malam (eight major industries).

Di lingkungan itu, H menemukan banyak rekan kerja perempuan. Mereka saling menjaga, tapi anehnya di balik keakraban, tetap ada nuansa persaingan. H juga mulai heran: banyak dari mereka sudah bertahun-tahun bekerja di sana, tapi tetap saja tidak berhasil menabung.

Bukankah alasan utama memilih pekerjaan ini adalah demi penghasilan yang lebih besar? Lalu kenapa hasilnya justru sebaliknya?

Dengan rasa penasaran, H mulai memperhatikan lebih cermat pola interaksi di sekitarnya. Dia mendapati, karena hampir semua orang di sana punya kisah masa lalu yang pahit, ikatan di antara mereka terjalin lewat rasa senasib sepenanggungan.

Misalnya, kalau ada yang kehabisan uang di akhir bulan, teman lain akan berkata: “Kamu bulan ini gajinya lebih kecil, biar aku pinjamin dulu.”

Atau, kalau ada pelanggan yang bertindak kurang ajar, akan ada rekan yang langsung pasang badan melindungi temannya.

Namun, seiring waktu H menyadari ada masalah besar: uang yang mereka dapatkan bukannya dipakai untuk memperbaiki keadaan keluarga, melainkan habis untuk saling membantu. Lingkaran “sedih dan pahit” ini akhirnya justru membuat mereka tidak bisa lepas dari keterpurukan.

2. Belajar Mengamati “Pola Pikir Orang Kaya”

Setelah menyadari lingkaran internalnya penuh dengan energi “kesengsaraan”, H mulai mengalihkan perhatian pada pelanggan yang datang. Ada yang kaya, ada yang biasa saja, tapi H mencoba mencari tahu: apa perbedaan orang-orang yang benar-benar sukses dengan dirinya?

Dia mendengarkan cerita-cerita mereka dengan rasa ingin tahu. Dari situlah, dia menemukan bahwa cara berpikir orang kaya sangat berbeda. Kalau ingin mengubah nasib, dia harus meninggalkan pola lama dan mulai membentuk cara berpikir baru.

3. Mengelola Diri Layaknya “Sebuah Brand”

Langkah pertama, H mulai merawat diri lebih serius.

·        Dia melakukan perawatan wajah secara rutin.

·        Dia lebih selektif dalam memilih pakaian yang sesuai dengan citra dirinya.

·        Dia mulai menjaga pola makan, memilih makanan sehat agar tubuhnya tetap bugar.

Setiap kali dia bercermin, dia merasa dirinya berbeda. Dia tampak lebih “berharga” dan ingin lebih menghargai dirinya sendiri.

Kemudian, H memutuskan berhenti merokok—sebuah kebiasaan umum di lingkungannya. Dia sadar, meski memakai parfum, bau rokok tetap menempel, menciptakan kesan yang tidak menyenangkan.

Namun, perubahan terbesar ada pada cara berpikirnya. H mulai belajar memperhatikan gaya bicara, kebiasaan, dan hobi orang-orang sukses. Dia mencari tahu film apa yang mereka tonton, kegiatan apa yang mereka lakukan di waktu senggang, hingga dengan siapa mereka biasanya bergaul.

Awalnya memang sulit, tapi dia memulai dari hal kecil: setidaknya jangan kehilangan wibawa di depan orang lain.

Lama-kelamaan, dia menemukan bahwa sebagian pelanggan justru lebih menghargai perempuan yang berwawasan dan berkelas, bukan hanya yang bisa minum atau berpesta. Maka, H pun mulai memperkaya dirinya lewat bacaan dan belajar dari internet. Sedikit demi sedikit, dia menemukan gaya percakapan yang lebih cerdas, bisa mencairkan suasana dengan elegan tanpa berlebihan.

H pun semakin sadar bahwa dirinya harus dikelola layaknya sebuah brand. Uang yang dia hasilkan tidak dihamburkan, tapi diinvestasikan kembali untuk mengembangkan dirinya. Karena menurutnya: “Kalau tamu membayar untuk datang padaku, aku harus tampil dengan versi terbaikku.”

4. Meraih Harga Diri Baru

Perubahan ini membuat H semakin “on track”. Dia mulai menyukai dirinya yang baru: lebih sehat, lebih percaya diri, lebih bernilai.

Suatu hari, ketika dia bercermin, dia tidak hanya melihat wajah yang cantik, tapi juga merasakan harga diri yang jauh lebih tinggi. Dia bahkan memutuskan untuk membereskan kamarnya—membuang semua barang murah yang dulu dibeli karena “murah”, dan hanya menyisakan barang-barang yang benar-benar berkualitas, yang menambah nilai hidupnya.

Perlahan, langkah-langkah kecil inilah yang mulai membentuk cahaya hidupnya.

5. Saat Usaha Terhenti di “Titik Macet”, Bagaimana Tetap Bertahan?

Dalam perjalanan menjadi pribadi yang lebih baik, tentu H juga pernah menghadapi banyak hambatan. Misalnya, dia pernah mengeluarkan biaya besar untuk perawatan medis estetika—ibarat dirinya “masuk bengkel perbaikan”.

Bagi H, biaya sepuluh juta yen (contoh angka) bukan jumlah kecil. Maka, sebelum memutuskan, dia bertanya pada dokter: “Kalau saya habiskan sepuluh juta untuk perawatan, apa saja perubahan yang bisa terjadi?”

Dokter menjelaskan detail manfaatnya: garis senyum akan berkurang, pipi lebih berisi, dan seterusnya. 

Namun H menjawab: “Sekarang saya hanya punya dana lima ribu. Kalau begitu, saya akan mulai dari yang bisa saya lakukan sekarang.”

Setiap kali dia menyelesaikan perawatan kecil, meski nilainya jauh di bawah target, hatinya merasa: “Aku sudah melangkah ke arah tujuan sepuluh juta itu.”

Itu menumbuhkan rasa percaya diri baru. Dia melihat hasil kecil yang nyata, dan itu membuatnya berdiri lebih tegak.

Pelan tapi pasti, H belajar bahwa progres kecil tetap berarti, karena itu menunjukkan dirinya bergerak ke arah yang benar. Sikap inilah yang membuat gurunya kagum—di lingkungan yang keras sekalipun, ia masih bisa menjaga pola pikir positif dan terarah.

Suatu ketika, salah satu rekannya mendapat seorang klien yang rela memberi sejumlah besar uang dengan syarat dia berhenti bekerja dan hanya bisa dihubungi oleh klien itu. 

Rekannya sangat gembira, bahkan berkata pada H:  “Kalau aku bisa, kamu yang punya kondisi lebih baik pasti juga bisa!”

Namun ketika situasi serupa datang padanya, H menolaknya. Dia sadar, meski uang itu bisa membawanya keluar dari lingkaran lama, pada saat yang sama itu juga akan mengurung kebebasannya. Dia merasa hidupnya seperti akan kembali dipenjara.

Keputusan itu penting. Karena sejak saat itu, dia tahu bahwa tujuannya bukan lagi sekadar mengejar uang, tapi menghargai dirinya sebagai pribadi yang bernilai.

6. Belajar Itu Harus Satu Langkah Satu Jejak

Di awal proses belajar, H hanya membaca buku atau sesekali menghadiri seminar dan mendengarkan siaran radio. Rekan-rekannya menganggapnya membosankan. Sama seperti banyak dari kita—sering bertanya-tanya, “Kapan belajar ini akan benar-benar mengubahku?”

Namun, H membuktikan bahwa cara paling lambat justru sering kali yang paling cepat. Dengan konsistensi, sedikit demi sedikit ia berubah: cara berbicara lebih tenang, wawasannya lebih luas, pembawaannya lebih anggun. Ketika orang berbicara dengannya, mereka merasakan daya tarik baru yang tulus.

Kini, penghasilannya bahkan melampaui banyak rekannya—tanpa harus mengorbankan diri dengan cara-cara yang merusak kesehatan atau harga dirinya.

Melihat Diri Sebagai “Pribadi yang Bernilai”

H membuktikan, ketika seseorang menumbuhkan rasa “aku berharga” dalam dirinya, maka jalan hidupnya pun akan berbeda.

Sayangnya, banyak orang yang meskipun punya sumber daya belajar lebih besar, justru mudah terjebak dalam rasa bersalah dan kecewa saat gagal. Mereka merasa harus membuang seluruh pencapaian setiap kali menemui rintangan, seolah-olah mulai lagi dari nol.

Padahal, jika kita selalu memperlakukan diri dengan kasar, perjalanan perubahan akan terasa berat. Kita akan berusaha terlalu keras, terlalu tegang, dan cepat putus asa.

Sebaliknya, jika kita mampu melihat sisi baik diri sendiri, mengapresiasi setiap titik cahaya kecil, maka perjalanan pertumbuhan akan terasa lebih ringan, alami, dan berkelanjutan.

Pelajaran dari H

Guru yang mengamati H berkata, apa yang membuatnya begitu terkesan adalah: meskipun lingkungan H keras dan sumber daya belajarnya terbatas, ia tetap bisa konsisten menjaga dirinya dalam kondisi baik.

·        Dia mengatur pola makan sehat.

·        Dia berolahraga rutin.

·        Dia mengubah pola pikirnya selangkah demi selangkah.

H tidak pernah menetapkan target besar yang kaku, seperti “aku harus jadi orang seperti ini dalam waktu sekian tahun.” Dia hanya memilih arah yang lebih baik daripada keadaan sekitarnya, lalu berjalan ke sana. Dengan cara itu, jalannya terbuka perlahan.

7. Bagaimana “Pemandangan Hidup” Bisa Semakin Terang?

Saat H pertama kali bekerja, tujuannya sederhana: “Aku harus bertahan hidup.”

Banyak orang juga memiliki tujuan yang sama. Namun, kenapa ada orang yang berjalan dan akhirnya bisa melihat “pemandangan indah”—gunung yang megah, samudra yang luas—sementara yang lain justru terjebak di gua yang gelap?

Kuncinya ada pada cara berpikir di dalam diri masing-masing.

Lingkungan H tidak memberi contoh baik. Sebagian besar orang di sekitarnya terlalu takut menghadapi hidup, sehingga berakhir kembali ke lingkaran penderitaan. H berbeda karena ia mau mengamati.

Dia bertanya pada dirinya:  “Kenapa orang-orang yang bekerja di sini lebih lama dariku tetap hidup susah? Kenapa tubuh mereka makin rusak dan hidup mereka makin dipenuhi kesedihan?”

Meski tidak langsung tahu jawabannya, H sadar: “Jalan ini tidak tepat. Aku harus mencoba arah yang lain.”

 Dengan sikap itu, dia mulai melangkah. Tidak dengan ekspektasi muluk, tapi dengan tekad untuk mencoba.

Perlahan, dia keluar dari rasa rendah diri. Dia belajar melihat nilainya sendiri dan berkata:  “Aku ini berharga. Dari sinilah aku akan menemukan cahaya yang hanya milikku.”

Nilai diri sejati tidak lahir dari sekadar kata-kata motivasi atau slogan. Ia muncul dari keyakinan hati—yang dibangun setahap demi setahap melalui usaha nyata.

Banyak buku berkata: “Kamu layak!” atau “Kamu harus percaya diri!”.Tapi jika kita tidak benar-benar berbuat sesuatu, ucapan itu hanya jadi ilusi sesaat. Sebentar terharu, lalu kembali dirundung keraguan: “Apa aku yang tidak berbuat apa-apa juga layak?”

Itulah sebabnya, harga diri dibangun dari langkah nyata, bukan sekadar kata-kata. Semakin kita berjalan, semakin kita bisa menghargai diri sendiri, dan itu menjadi pondasi bagi kepercayaan diri yang sesungguhnya.

8. “Bodhisattva Sisi Gelap” yang Memberi Peringatan

Guru H memberi pesan terakhir: meskipun H tidak punya teladan yang jelas untuk ditiru, dia tetap beruntung memiliki banyak “Bodhisattva sisi gelap” di sekitarnya.

Mereka adalah orang-orang yang meski bekerja keras, tetap hidup susah. Melihat mereka, H belajar berkata pada dirinya: “Aku tidak mau seperti itu. Aku harus mencari jalan lain.”

Kadang kita merasa gagal karena tidak punya panutan sukses di sekitar kita. Ditambah lagi, orang-orang di lingkungan kita suka mengeluh, menyalahkan, dan berpikir negatif. Tapi di situlah kesempatan. Daripada ikut terjerumus, gunakan mereka sebagai cermin. Tanyakan: “Apa yang membuat mereka sampai hidup begini, dan bagaimana aku bisa menghindari jalan itu?”

Dengan begitu, bahkan pengaruh negatif bisa menjadi penunjuk arah yang berharga. Kita belajar dari kesalahan orang lain agar bisa melangkah ke jalan yang benar.

Penutup: Langkah Kecil Menuju Cahaya

Kalau saat ini kamu belum punya tujuan jelas, sering merasa cemas, itu tidak apa-apa. Yang penting, lakukan apa yang bisa dilakukan hari ini—selangkah demi selangkah.

Suatu hari, kamu akan menemukan jalan keluar. Kamu akan menemukan cahayamu sendiri. Ingatlah: kamu unik, dan kamu berhak bersinar dengan cara yang khas milikmu.

Semoga pemandangan hidupmu semakin lama semakin terang.

Polandia Mengatakan Serangan Drone Rusia ‘Bukan Kesalahan’ Setelah Komentar Trump

EtIndonesia. Polandia dengan tegas menolak pada hari Jumat (12/9) tanggapan Presiden AS, Donald Trump bahwa serangan drone ke wilayah udaranya bisa jadi merupakan kesalahan, dan menyebutnya sebagai “serangan Rusia yang disengaja”.

Polandia, yang didukung oleh pesawat dari sekutu NATO-nya, menembak jatuh drone yang melanggar wilayah udaranya pada hari Rabu, pertama kalinya anggota aliansi militer Barat tersebut diketahui menembak selama perang Rusia di Ukraina.

Para pemimpin Eropa mengecam keras serangan drone tersebut dan menuntut sanksi baru terhadap Moskow. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dijadwalkan bertemu pada hari Jumat atas permintaan Polandia untuk membahas insiden tersebut.

Rusia mengatakan pasukannya telah menyerang Ukraina pada saat serangan tersebut dan tidak bermaksud untuk menyerang target apa pun di Polandia.

Trump mengatakan kepada wartawan di Washington pada hari Kamis: “Itu bisa saja merupakan kesalahan.”

‘Tidak Ada Kesalahan’

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk menanggapi di X: “Kami juga berharap serangan pesawat nirawak di Polandia adalah sebuah kesalahan. Namun ternyata tidak. Dan kami tahu itu.”

Polandia adalah salah satu sekutu terdekat AS di Eropa, dipuji oleh pemerintahan Trump karena mengalokasikan sebagian besar ekonominya untuk pertahanan sekutu NATO mana pun, termasuk Amerika Serikat sendiri. Tindakan pemimpinnya yang secara langsung menentang Trump di depan umum hampir tidak pernah terdengar, dan merupakan tanda kekhawatiran Eropa atas kesediaan presiden AS untuk mempertimbangkan pendapat Moskow.

Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Cezary Tomczyk mengatakan: “Saya pikir ini adalah pesan yang harus sampai kepada Presiden Trump hari ini: tidak ada kesalahan – ini adalah serangan Rusia yang disengaja.”

Warsawa menggambarkan serangan pesawat nirawak tersebut sebagai upaya Rusia untuk menguji kemampuan Polandia dan NATO dalam merespons. Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski mengunjungi Kyiv pada hari Jumat.

Pertanyaan tentang Pertahanan Eropa

Insiden ini telah menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan NATO menghadapi serangan pesawat tak berawak dan keamanan transportasi udara sipilnya.

Para pemimpin Eropa mengatakan ini adalah bukti terbaru bahwa Moskow tidak tertarik pada kesepakatan damai di Ukraina, beberapa minggu setelah Trump menjamu Presiden Vladimir Putin di Alaska dan menarik tuntutan agar Rusia menerima gencatan senjata segera.

Menteri luar negeri Prancis yang akan segera lengser mengatakan duta besar Rusia akan dipanggil pada hari Jumat dan Inggris mengumumkan paket sanksi baru terkait Rusia.

Trump telah berulang kali menetapkan tenggat waktu bagi Moskow untuk menyetujui gencatan senjata atau menghadapi sanksi baru, tetapi kemudian menarik kembali rencananya.

Para pejabat Eropa telah berada di Washington minggu ini dengan harapan dapat mengoordinasikan sanksi terhadap Rusia dengan Pemerintah AS. Mengumumkan sanksi semacam itu secara bersamaan sebelumnya merupakan praktik standar, tetapi tidak dilakukan sejak Trump kembali menjabat.

Prancis mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan mengerahkan tiga jet tempur Rafale untuk membantu Polandia melindungi wilayah udaranya dan Jerman mengatakan akan memperkuat komitmennya terhadap perbatasan timur NATO. Jepang mengatakan telah memutuskan untuk menurunkan batas harga minyak mentah Rusia sebagai hukuman bagi Moskow atas perang yang terus berlanjut di Ukraina.

Rusia dan sekutu dekatnya, Belarus, memulai latihan militer gabungan yang telah lama direncanakan pada hari Jumat. Latihan ini akan mencakup latihan di kedua negara serta di Laut Baltik dan Laut Barents.

Rusia juga terus melancarkan serangan terhadap Ukraina, menewaskan tiga orang di wilayah Sumy, Ukraina utara, menurut jaksa penuntut Ukraina setempat.

Pesawat tanpa awak Ukraina menyerang pelabuhan Primorsk di barat laut Rusia, membakar sebuah kapal dan sebuah stasiun pompa, kata gubernur wilayah tersebut. Ini adalah serangan pesawat tanpa awak pertama yang dilaporkan terhadap salah satu terminal ekspor minyak dan bahan bakar terbesar di negara itu.(yn)