Trump Ajukan Banding Terhadap Vonis Pembayaran Ganti Rugi Atas Kasus Pencemaran Nama Baik E. Jean Carroll

 oleh Li Mei dan Gao Yu

Pada Jumat (26 Januari), juri yang beranggotakan sembilan orang di Pengadilan Federal Manhattan, New York menjatuhkan vonis kepada mantan Presiden Trump untuk membayar ganti rugi kepada penulis wanita E, Jean Carroll sebesar USD.83,3 juta. Trump segera mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa putusan tersebut sangat konyol dan dirinya akan mengajukan banding.

Karena jumlah ganti rugi jauh melebihi jumlah tuntutan penggugat sebesar USD.10 juta, sehingga putusan tersebut membuat terkejut para pengunjung yang hadir dalam pengadilan.

Trump menghadiri sidang hari itu, namun meninggalkan pengadilan sebelum putusan dijatuhkan.

Trump kemudian mengeluarkan pernyataannya melalui platform sosial “Truth Social” : “Ini benar-benar konyol ! Saya sepenuhnya tidak setuju dengan dua putusan itu, dan saya akan mengajukan banding atas penganiayaan politik yang dipimpin oleh Biden terhadap saya dan Partai Republik”.

Pengacara Trump, Alina Habba mengatakan : “Kami akan segera mengajukan banding. Kami akan mengesampingkan juri konyol itu. Saya ingin mengingatkan semua orang bahwa saya akan berjuang bersama Presiden Trump untuk menegakkan hak berbicara setiap orang yang diatur dalam Amandemen Pertama. Bahwasanya setiap orang berhak membela diri dan mengatakan : Saya tidak melakukan hal itu ketika mereka dituduh secara salah.”

Gugatan tersebut dapat ditelusuri kembali pada 2019 ketika itu E. Jean Caroll, seorang wanita penulis menuduh Trump yang menjabat  sebagai presiden, telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya di ruang ganti pakaian departemen store Bergdorf Goodman di Manhattan pada tahun 1990-an.

Carroll mengatakan bahwa Trum menyangkal telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya hampir 30 tahun lalu. Gegara itu reputasinya sebagai jurnalis yang dapat dipercaya menjadi hancur.

Trump mengatakan bahwa dirinya tidak mengenal E. Jean Carroll dan menuduhnya mengarang cerita untuk meningkatkan penjualan memoarnya.

Carroll juga telah mengajukan gugatan kedua pada November 2022. Juri memutuskan bahwa Trump harus membayar uang ganti rugi sebesar USD.5 juta kepada Caroll. Dan Trump masih mengajukan banding atas kasus tersebut.

Saat ini, Trump menjadi kandidat terdepan dalam pencalonan presiden dari Partai Republik. Meskipun ia diganggu oleh tuntutan hukum, tetapi hal itu tampaknya tidak mempengaruhi suara dukungannya yang luar biasa dari anggota Partai Republik. (sin)

Misi Pasukan Khusus Ukraina Hancurkan Su-34 di Rusia

Militer Terkini

Seiring dengan menurunnya bantuan militer Barat terhadap Ukraina, pola misi medan perang Ukraina pun mengalami sejumlah perubahan. Perang frontal berskala besar seakan mendampingi operasi di belakang garis musuh yang semakin berdampak oleh pasukan khusus serta serangan jarak jauh yang terus meningkat, telah mengubah situasi perang. Juga pasukan khusus Ukraina yang misterius itu telah muncul ke permukaan oleh karenanya.

Pada 3 Januari lalu, sebuah pesawat serbu pertahanan belakang Su-34 Rusia yang diparkir di bandara mengalami serangan misterius dengan cara dibakar. Waktu itu pesawat tersebut diparkir di sebuah pangkalan AU jauh di dalam wilayah Rusia. Peristiwa ini menjelaskan, pesawat Rusia tidak hanya mendapat ancaman dari drone dan rudal saat berada di udara, pada saat berada di darat pun mereka mengalami ancaman dari pasukan khusus Ukraina yang menyusup jauh ke dalam wilayah Rusia.

Belum lama ini, badan intelijen Kemenhan Ukraina (GUR) merilis sebuah rekaman video yang menunjukkan proses krusial serangan kali ini. Tengah malam, di apron yang tertutup salju itu, di bagian bawah badan pesawat Su-34 muncul kobaran api. Dari video tidak bisa dipastikan bagaimana api tersebut tersulut, tapi dapat terlihat sepertinya api berasal dari tangki bahan bakar eksternal yang berada di bawah lambung pesawat dekat dengan sistem air intake pada mesin pendorong sisi kanan. Seiring semakin besarnya kobaran api, bagian dalam air intake mesin pendorong menjadi terang. Orang yang mengambil gambar mengacungkan tiga jari di depan lensa kameranya, dan membuat simbol “tanduk iblis”, Anda juga bisa mengartikannya sebagai trisula yang melambangkan negara Ukraina.

Meskipun belum diketahui pasti kondisi kerusakan sebenarnya yang dialami Su-34 itu, tapi kejadian setelahnya, seperti yang diisyaratkan oleh media massa Ukraina, pesawat itu kemungkinan besar telah sepenuhnya hancur. Dalam pemberitaan oleh badan intelijen militer Ukraina menyindir, penyebab terbakarnya pesawat tersebut telah diklarifikasi. Direktur badan intelijen yakni Kyrylo Budanov membenarkan, peristiwa tersebut adalah hasil kerja mata-matanya di wilayah Rusia.

Lokasi diserangnya Su-34 itu adalah di pangkalan militer AU Shagol di wilayah Chelyabinsk. Pangkalan tersebut adalah markas besar resimen penerbangan campuran ke-2 AU Rusia, yang telah mulai dipersenjatai dengan jet tempur Su-34 sejak 2017 lalu. Resimen tersebut memiliki skuadron yang terbentuk dari pesawat pengintai tipe Su-24MR Fencer-E.

Pihak Ukraina sendiri hanya mengakui pihaknya bertanggung jawab atas serangan tersebut, tanpa mengungkapkan rincian dari operasi kali ini. Saat ini belum diketahui berapa orang yang ikut ambil bagian dari operasi tersebut. Dalam rekaman dapat terlihat di salju terdapat banyak jejak kaki yang berlalu lalang antara pengambil gambar dengan pesawat Su-34 tersebut.

Sekali ini jelas merupakan aksi nekad pihak Ukraina di wilayah Rusia, khususnya mempertimbangkan pangkalan AU Shagoly yang berjarak lebih dari 1000 mil dari perbatasan Ukraina. Di sisi lain, ini juga menunjukkan kerumitan yang disebabkan oleh tim operasi, yang mungkin melibatkan orang Ukraina, mungkin melibatkan warga Rusia yang direkrut oleh badan intelijen Ukraina. 

Bagaimana pun, memposisikan sebuah tim operasi berikut perlengkapan yang diperlukan di sekitar pangkalan AU Rusia, …..dan berhasil mendekati serta menghancurkan pesawat tempur Rusia, adalah tindakan yang teramat berisiko. Dan, dipastikan mereka juga harus meloloskan diri dengan ucapan selamat.

Ini tentunya bukan serangan pertama yang dilakukan oleh Ukraina terhadap pangkalan AU di dalam wilayah Rusia. Pada November 2022 lalu, pangkalan AU Ostrov di wilayah Pskov sisi barat Rusia yang berjarak sekitar 400 mil dari perbatasan Ukraina juga mengalami serangan. Dua unit helikopter Ka-52 dan 1 unit helikopter serbu Mi-28N dihancurkan dengan bom yang ditempatkan pada badan pesawat. Pada September 2023 lalu, pangkalan AU Chkalovsky yang berjarak kurang dari 20 mil dari Moskow juga mengalami serangan tim perusak. Badan intelijen Ukraina mengatakan, misi kali ini telah menghancurkan 2 unit pesawat bersayap tetap dan 1 unit helikopter dihancurkan.

Pada Mei 2023 lalu, gerilyawan pro Ukraina di wilayah Rusia menyebutkan, mereka telah menghancurkan sebuah pesawat tempur Su-24M di pabrik penerbangan Novosibirsk Aircraft Production Association Plant yang terletak di Novosibirsk, sebelah selatan Siberia. Mereka menyatakan, semoga operasi kali ini menjelaskan kalau “perang ini harus diakhiri”.

Jika dibandingkan, operasi pengrusakan terhadap pesawat serbu Su-34 yang dialokasikan oleh pangkalan AU Rusia bagi pasukan garis depan yang berada dalam kondisi perang, bukanlah peristiwa kecil yang bisa diabaikan. Namun hingga kini, pihak Kemenhan Rusia belum menyampaikan komentarnya terhadap isu tersebut.

Selain serangan terhadap pangkalan AU di dalam wilayah Rusia, pasukan khusus dan tim operasi khusus dari Departemen Keamanan Ukraina lainnya juga melakukan berbagai operasi serangan berskala lebih besar lainnya di wilayah Rusia. Serentetan peristiwa lainnya yang belakangan ini menjadi sorotan, termasuk serangan yang mengincar sasaran di wilayah Krimea, serangan terhadap kapal Armada Laut Hitam, dan serangan terhadap anjungan lepas pantai Laut Hitam yang dikuasai oleh Rusia, semuanya ada jejak mereka.

Menariknya adalah, peristiwa serangan yang mengincar pangkalan AU Ostrov, sejumlah saluran Telegram pro-Rusia yang kerap memuat berita serangan pesawat tempur Rusia terhadap Ukraina tidak mentolerir AU Rusia, dan menyalahkan buruknya persiapan pertahanan di sekitar infrastruktur militer Rusia, sehingga munculnya video yang memperlihatkan terkena serangan seperti itu hanya masalah cepat atau lambat saja.

Longgarnya langkah keamanan di sekitar pangkalan AU Rusia memang sudah bukan hal baru lagi. Masalahnya, sekarang Rusia jelas menghadapi ancaman dari pasukan khusus Ukraina dan tim operasi lain yang bergerak jauh di dalam wilayah Rusia. Dengan Ukraina yang mulai mementingkan serta menyuntikkan sumber daya yang ada bagi pasukan khusus dan tim operasinya, kurangnya personel pasukan Rusia serta rapuhnya pertahanan di garis belakang menjadi semakin terlihat membahayakan. Terutama pangkalan AU Rusia di Krimea mungkin akan mengalami ancaman lebih besar. Disini, Ukraina dan individu atau organisasi pro-Ukraina di Semenanjung Krimea memiliki lebih banyak opsi kerjasama, akan lebih besar kemungkinannya bagi pangkalan militer Rusia untuk mendapatkan serangan yang bersifat menghancurkan.

Ukraina telah menggunakan rudal balistik, drone jarak jauh, dan drone pengintai bermesin jet yang dimodifikasi untuk menghadapi pesawat Rusia yang diparkir di pangkalan, kerentanan pesawat-pesawat ini tidak mempunyai pelindung pesawat yang kokoh, walaupun ada instalasi pertahanan sementara, tapi sangat diragukan efektivitas yang dihasilkannya.

Dibandingkan beberapa serangan terhadap pangkalan AU Rusia sebelumnya, serangan yang mengincar Su-34 jelas memiliki makna propaganda yang lebih kuat, dan cukup memukul semangat tempur pasukan Rusia. Dengan mempertimbangkan selama ini Ukraina berharap dapat membawa peperangan kembali ke Rusia, juga situasi di garis depan yang masih stagnan, dan menerapkan metode serangan balasan yang berbeda, aktivitas pengrusakan pasukan khusus Ukraina dan tim operasi di dalam wilayah Rusia menjadi sangat penting.

Banyak upaya serangan balasan yang dilakukan Ukraina pada semester kedua tahun lalu tidak mencapai hasil yang diharapkan, namun keberhasilan misi di garis perang rahasia yang lebih aktif, seakan telah mewujudkan kinerja perang pasukan Ukraina yang tidak bisa dibilang banyak.

Ukraina dengan kokoh menguasai beberapa pulau kecil di seberang Sungai Dnieper, yang dijaga ketat oleh pasukan Rusia, mengendalikan ketat sejumlah pulau kecil, dan menjadi pangkalan lintas Sungai Dnipro bagi pasukan Ukraina. Ini sepertinya adalah misi yang tidak mungkin, dan yang merampungkan misi ini adalah 73rd Naval Special Operations Center (Center 73) Ukraina.

Center 73 adalah salah satu pasukan khusus paling elite Ukraina, yang dikenal ahli dalam operasi di laut dan penggunaan drone,serta pasukan pengintai garis depan dan ahli pengrusakan di bawah air. Sebagai bagian dari pasukan khusus, mereka mengorganisir perang gerilya di wilayah yang telah dikuasai musuh, menyusup ke dalam kamp militer Rusia melakukan pengrusakan, dan melakukan persiapan merebut kembali wilayah yang dikuasai Rusia.

Musim panas tahun lalu, setelah pasukan Rusia menghancurkan Bendungan Kakhovka, banjir yang meluap telah menenggelamkan jalur pasokan logistik pasukan khusus Ukraina, termasuk basis militer Rusia dan segala sesuatu yang bisa dibayangkan, semuanya diterjang habis oleh banjir. Begitulah pada dasarnya “kompetisi” atas aliran Sungai Dnipro. Saat air laut surut, siapa yang bisa menguasai pulau-pulau ini, dan mengendalikan Sungai Dnipro, dia yang akan memenangkan kompetisi tersebut.

Di pihak Ukraina yang terjun dalam pertempuran ini terutama adalah anggota pasukan khusus Center 73, mereka selalu berada dalam jarak tembak pasukan Rusia yang menguasai bendungan Sungai Dnipro. Waktu itu, kedua belah pihak saling mengetahui bahwa salah satu sasaran serangan balik Ukraina adalah menguasai sungai ini, dan menjadikannya sebagai batu loncatan untuk merebut kembali wilayah selatan yang telah dikuasai Rusia.

Setelah bendungan itu hancur, komandan pasukan khusus menghabiskan 6 bulan untuk menyesuaikan kembali cara mereka berperang, dan untuk memastikan jalur perhubungan di seberang Sungai Dnipro, yang menuju wilayah selatan Ukraina. Yang bertanggung jawab atas misi ini adalah komandan Center 73 yang memiliki julukan “Skif”. Skif adalah sebutan singkat bagi suku pengembara Scythian Ukraina. Sekarang, pasukan ini telah mendirikan “negara imperium” yang rahasia di Krimea, mereka mengkamuflase dirinya menjadi hewan amfibi, mereka sangat cerdik, memiliki kesabaran yang sangat kuat, yang sewaktu-waktu mempersiapkan datangnya serangan mendadak. 

Prinsip dari misi mereka adalah sebisa mungkin mendekati Rusia untuk mengintai, meletakkan bom di bawah batang hidung Rusia, dan sangat menguasai operasi di bawah air. Mayoritas mereka berpendapat, ini adalah misi yang berisiko tinggi. Intinya, misi berisiko tinggi berarti hampir bisa dikatakan misi cari mati.

Dalam 6 bulan terakhir, pasukan rahasia Ukraina ini terus melakukan aksinya menyusuri Sungai Dnipro. Mereka beralih dari rakyat jelata yang biasa berubah menjadi pejuang pasukan khusus yang bergabung dalam misi di malam hari, ada yang mengenakan pakaian selam, ada yang bersenjata lengkap mengemudikan kapal cepat. Di pagi hari, setelah misi usai, mereka kembali menjadi rakyat yang tiarap. Anggota pasukan khusus Oleksandr Kindratenko mengatakan, “Jumlah kami sangat sedikit, dan telah menerima perlengkapan dan juga pelatihan dari Barat. Intinya, kami mampu berperang, juga mampu melakukan misi strategis tanpa harus mengerahkan senjata.”

Pasukan khusus Ukraina yang menguasai pulau-pulau kecil yang tersebar di pesisir Sungai Dnipro mungkin hanya ratusan orang, bahkan lebih sedikit. Mereka membelakangi sungai besar itu, dan menghadapi puluhan ribu pasukan Rusia, membangun basis serangan balasan, serta merampungkan misi yang hampir tidak mungkin.

Dalam perang selanjutnya, jika pasukan Ukraina sukses menyeberangi Sungai Dnipro, serta memutus jalur perhubungan darat antara Krimea dengan daerah lain yang telah dikuasai Rusia, maka pasukan Ukraina ada kemungkinan akan memutar-balikkan situasi perang secara drastis. 

Semua kisah yang bercorak legendaris di Sungai Dnipro ini, mungkin akan menjadi bagian yang paling seru dalam perang ini. (Sud/whs)

Makna Riil Buku Baru “Shareholder Capitalism” Bagi Dunia

Dr. Xie Tian

Prof. R. David McLean adalah seorang chair professor ilmu keuangan William G. Droms di McDonough School of Business, Georgetown University, juga sebagai Dekan Fakultas Keuangan. Dia pernah menulis sejumlah artikel terkait efisiensi pasar, prediktabilitas imbal hasil saham, dan interaksi antara pasar keuangan dengan investasi perusahaan.

 Buku terbarunya yang berjudul “Shareholder Capitalism: How to Pursuit of Profit Benefit All” diterbitkan oleh wadah pemikir dari Washington DC yakni Cato Institute pada 2023 lalu. Buku ini sangat menarik bagi pembaca, dengan membahas seputar masalah sosial AS, perusahaan di Amerika Serikat, perekonomian di Tiongkok, bisnis di Tiongkok, serta konspirasi dari kubu the Great Reset dunia, yang sangat memiliki makna realita.

Keseluruhan buku terbagi menjadi beberapa bagian yakni kata pengantar, tiga bagian topik utama (tiga artikel), berisi 18 bab seluruhnya, ditambah lagi satu kesimpulan. Topik ketiga artikel tersebut masing-masing adalah “Shareholder Capitalism in the Grand Scheme of Things”, “Common Fallacies”, dan “A Closer Look at Corporate Social Responsibility (CSR)”.

Dalam 7 bab pada bagian pertama “Shareholder Capitalism in the Grand Scheme of Things”, Profesor McLean membahas tentang laba, nilai dan keuntungan para pemegang saham, bagaimana masyarakat memanfaatkan sumber daya yang langka, fungsi laba dalam pertumbuhan dan inovasi, pemegang saham dan dukungannya terhadap inovasi, perusakan terhadap inovatif, serta pelajaran yang didapat dari penerapan komunisme dan juga sosialisme.

Dalam 6 bab pada bagian kedua “Common Fallacies”, Profesor McLean membahas tentang kesalahan para pemegang saham, kapitalisme pemegang saham (shareholder) dan kapitalisme para pemangku kepentingan (stakeholder), kekeliruan terhadap perilaku jangka pendek, apakah pemegang saham hanya memperhatikan perilaku jangka pendek, kekeliruan anggapan bahwa investasi adalah bagus sedangkan bagi dividen adalah buruk, serta apakah membeli saham akan menaikkan harga saham, dan lain sebagainya.

Dalam 5 bab pada bagian ketiga “A Closer Look at Corporate Social Responsibility (CSR)”, Profesor McLean membahas soal tata kelola perusahaan, memberi label tidak akan mengubah kenyataan, Corporate Social Responsibility (CSR) atau Corporate Political Activity, benarkah CSR dapat menambal kelemahan kebijakan pemerintah, serta masa lalu dan sekarang yang berkembang secara berkesinambungan, dan lain-lain.

Dalam kata pengantarnya Profesor McLean memaparkan secara jelas, dengan mengutip kata-kata Adam Smith yang terkenal: “Tidak pernah ada yang melihat seekor anjing secara sengaja dan adil tukar menukar tulang dengan anjing lain. Juga tidak ada yang pernah melihat hewan melakukan poster tubuh dan lolongan tertentu untuk memberikan sinyal kepada hewan lain yang menyatakan, ini adalah milikku, itu adalah milikmu, dan aku bersedia menukarnya denganmu.”

Saat menjabarkan pentingnya aktivitas barter dan perdagangan oleh manusia, Profesor McLean telah menggunakan contoh suku primitif Afrika sejak 320.000 tahun silam yang telah menggunakan Volcanic Glass (dibuat menjadi kapak dan belati) berwarna hitam untuk dibarter dengan pewarna hitam (disebut krayon kuno) dengan orang lain. 

Ada contoh lain yaitu manusia Neanderthal yang pernah hidup di Eropa pada 40.000 tahun silam, mereka telah hidup di daratan Eropa selama 200.000 tahun sebelum munculnya Homo Sapiens. Sekitar 10.000 tahun setelah Homo Sapiens muncul, manusia Neanderthal kemudian punah. Manusia Neanderthal dikabarkan lebih kuat daripada manusia modern, lebih cocok hidup di tengah cuaca musim dingin yang keras di Eropa, tapi manusialah yang bertahan hidup, sedangkan manusia Neanderthal tidak. Mengapa. Profesor McLean mengutip pandangan akademisi lain, yang beranggapan karena manusia memahami perdagangan dan pertukaran (barter), sedangkan manusia Neanderthal tidak pernah melakukan pertukaran? 

Tentu saja, mungkin akan lebih baik jika Profesor McLean berkesempatan mempelajari tentang perubahan umat manusia, yang telah memiliki lebih banyak pemahaman, misalnya peradaban manusia setiap lima ribu tahun sebagai satu siklus, sejarah manusia setiap seratus juta tahun sebagai satu siklus, dan sejarah umat manusia telah melalui beberapa kali lahirnya peradaban, perkembangan dan kejatuhan peradaban serta proses kehancuran peradaban, dan peradaban dari periode yang berbeda meninggalkan jejaknya, yang mungkin saling tercampur dan mengganggu, mengacaukan pemahaman baru kita.

Mengapa perdagangan dan pertukaran dapat membantu manusia bertahan hidup? Karena pertukaran dapat menyebabkan diferensiasi tenaga kerja, dan menjadi profesional. Ada orang mahir berburu, ada yang mahir bertukang, ada yang mahir menenun. 

Sejak manusia memulai pembagian kerja secara profesional, daging di seluruh masyarakat pun menjadi banyak, pakaian juga menjadi banyak, kualitas perkakas juga lebih meningkat. Setiap orang memperoleh keuntungan darinya, angka kelahiran pun meningkat, jumlah populasi pun meningkat. 

Jadi walaupun kita tidak memiliki keunggulan dari segi karakteristik biologis, tapi pertukaran dan pembagian kerja telah memastikan eksistensi manusia. 

Hingga 250 tahun silam, seorang filsuf Skotlandia bernama Adam Smith menulis sebuah buku berjudul “The Wealth of Nations”, yang menjelaskan betapa pentingnya perdagangan dan pertukaran, juga telah menetapkan pondasi ilmu ekonomi modern.

Menariknya adalah, di era Adam Smith, pertukaran/perdagangan pada masa itu telah melibatkan penggunaan mata uang, dan tidak hanya dengan barter (barang dengan barang). Masyarakat pada masa itu, menjadikan mata uang sebagai kekayaan, jadi orang di masa itu berpendapat, penjual memperoleh untung lebih banyak dalam perdagangan, karena mereka mendapatkan uang (devisa). Pada waktu itu, ada pembatasan dagang, untuk mencegah mata uang keluar dari negara yang memilikinya, bahkan dari wilayah setempat. 

Tentu saja, Adam Smith menentang pandangan ini, ia menyebutkan kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan dari perdagangan, dan tidak hanya pihak penjual yang memperoleh keuntungan. Membandingkan perilaku orang Eropa 250 tahun silam dengan perilaku orang hari ini, melihat Partai Komunis Tiongkok yang mati-matian mendorong ekspor (untuk menjadi penjual) dan mengejar surplus perdagangan yang tinggi (menumpuk devisa), tak tertahankan lagi, orang akan tertawa.

Melihat masa lalu, kembali ke dunia kita hari ini, Profesor McLean lebih lanjut menjelaskan, untuk memelihara perdagangan dan pertukaran, masyarakat harus mempunyai hak untuk memiliki kekayaan, hanya orang yang memilikinya yang dapat meraih pendapatan dari sumber daya yang dimilikinya, dan bisa menjual sumber daya ini. 

Dan satu-satunya tugas penting pemerintah, adalah memastikan hak individu untuk memiliki kekayaannya, dan mendorong perdagangan bebas. Fakta yang sederhana ini, telah diterapkan lebih dari 200 tahun oleh orang Eropa, dan di Tiongkok hari ini, hak kepemilikan pribadi, perdagangan adil, pemerintah menjamin perdagangan bebas, semua itu hanya di atas kertas saja, bahkan di atas kertas pun belum bisa diterapkan.

Yang dimaksud dengan “kapitalisme” menurut penjelasan Profesor McLean , istilah ini sebenarnya dikemukakan dengan maksud melecehkan kaum sosialisme pada abad ke-19. Tetapi makna kata kapitalisme sendiri, bukan istilah filosofi, sebenarnya menerangkan semacam masyarakat dimana manusia dapat melakukan barter perdagangan bebas dan menghormati hak kepemilikan kekayaan. Oleh karenanya, dalam sistem ekonomi kapitalisme, orang selalu melakukan seperti itu selama ribuan tahun, bertransaksi dan berdagang dengan bebas, serta fungsi dari pemerintah hanya memastikan hak kekayaan setiap pribadi, sehingga akan dapat mendorong semakin banyak perdagangan dan barter. 

Dengan demikian, kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi akan terjadi dengan sendirinya, masyarakat pun akan maju. Betapa prinsip yang begitu sederhana! Sayangnya rakyat Tiongkok masih saja bersusah payah menemukannya. Jelas-jelas kapitalisme baru saja menyelamatkan negeri Tiongkok dari revolusi sosialisme selama 30 tahun itu (1949-1979), dan menyelamatkan ekonomi Tiongkok, sampai hari ini para petinggi PKT justru mundur ke momentum ekonomi terencana seperti masa Mao Zedong dulu, anehnya banyak rakyat Tiongkok justru mengikutinya, sungguh menyedihkan.

Poin penting buku ini adalah kapitalisme pemegang saham (shareholder capitalism) dibangun di atas pondasi perdagangan yang saling menguntungkan, hak kepemilikan kekayaan, dan pemilik usaha. Yang dimaksud dengan perusahaan atau bisnis, adalah seseorang atau sekelompok orang, mereka ahli dalam membuat semacam produk atau pelayanan, lalu diperdagangkan atau dibarter. Pemilik perusahaan atau bisnis ini, yang muncul baik lewat sistem kepemilikan usaha, atau kemitraan, perseroan terbatas atau perusahaan, mereka dapat dikatakan adalah “pemegang saham” (shareholders).

“Kapitalisme pemegang saham” (shareholders capitalism), tadinya merupakan konsep dasar di dalam buku pelajaran keuangan di Fakultas Ekonomi, merupakan poros utama isi pelajaran, dan tak pernah ada bantahan. Tetapi sejak era 1970-an McLean memperhatikan, konsep ini semakin mendapat serangan. Khususnya dalam 10 tahun terakhir ini, konsep ini telah semakin menuai serangan yang semakin kuat dari perusahaan, politisi, media massa, dan juga kalangan akademisi. 

Sementara itu Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum, WEF) dan pendirinya yakni Klaus Schwab, telah menjadi pengkritik yang paling keras. Konferensi WEF setiap musim panas di Davos, Swiss, termasuk para pemimpin bisnis kelas dunia, pemimpin politik dan media massa, mereka menyerukan, kapitalisme pemegang saham merugikan, dan harus digantikan. Yang ikut menggaungkannya, termasuk suatu asosiasi CEO perusahaan AS yang menamakan dirinya “Meja Bundar Bisnis” (Business Roundtable) belum lama ini mengeluarkan pernyataan, tanggung jawab utama suatu perusahaan, tidak seharusnya menciptakan kekayaan bagi para pemegang sahamnya. CEO dari BlackRock Inc., sebuah perusahaan pengelola kekayaan terbesar di dunia yakni Larry Fink juga ikut-ikutan dengan memberikan tekanan terhadap eksekutif perusahaan, menuntut mereka agar lebih banyak mengejar target CSR. McLean menjelaskan, tujuan dirinya menulis buku ini adalah, meluruskan kembali prinsipnya dan membersihkan sumbernya. Jelas, di mata penulis, ini adalah suatu pekerjaan yang sangat dibutuhkan dan halal.

Buku ini bukan suatu karya akademis, siapapun dengan tingkat pendidikan sekolah menengah ke atas dapat memahaminya, orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan ilmu ekonomi pun tidak sulit memahami penjelasan dan tujuan penulisnya. Pada banyak bagian juga terdapat lelucon, yang juga dipenuhi pengetahuan dan ada keasyikannya, bisa membuat pembaca menambah wawasan. Misalnya pada bab pertama “What Is a Profit?” (apa itu laba?), yang telah mengutip kata-kata Thomas Sowell, “Laba mungkin adalah topik yang paling disalah-tafsirkan dalam ilmu ekonomi”. 

Ada pula ungkapan “laba adalah sisa makanan” (profit is a leftover), yang juga sangat menarik. Karena keuntungan memang yang tersisa di paling akhir, yaitu pendapatan perusahaan setelah dikurangi biaya, lalu dikurangi lagi dengan pajak, itulah yang tersisa di akhir. Dan biaya yang dibayarkan perusahaan, telah membantu perusahaan hulu yang telah menyediakan bahan baku bagi mereka; pajak yang dibayarkan perusahaan, telah membantu menjaga kelangsungan pemerintahan dan orang-orang yang butuh tunjangan. Pemegang saham hanya bisa mendapatkan “sisa makanan” saja, orang lain khususnya para pejabat pemerintah dan orang yang menerima tunjangan, memang tidak ada yang perlu dipersalahkan atau dicela!

Dalam buku disebutkan sejumlah spesifikasi dan batasan pemerintah, membuat lidah kelu. Misalnya, kebun apel di Amerika, pemilik kebun harus menaati lebih dari 12.000 aturan, dan 9.500 aturan di antaranya baru ditambahkan dalam satu dasawarsa terakhir. Ini memang jumlah yang keterlaluan.

Bab ketujuh buku ini adalah “Lessons from Communism”. Pada dasarnya penulis menggunakan kedua kata komunisme dan sosialisme secara bergantian, dan telah mengevaluasi tiga contoh yakni Uni Soviet, Tiongkok dan kedua Jerman (Jerman Timur yang sosialis dan Jerman Barat yang kapitalis). 

Penulis mengevaluasi dari beberapa masalah sederhana namun tajam, mempertanyakan di bawah sistem komunisme, memaksimalkan laba perusahaan bukanlah tujuannya, dalam kondisi seperti ini, apakah konsumen mendapat manfaat dan hidup lebih baik? Para buruh apakah hidup lebih baik? Hubungan antara pemasok dengan konsumen apakah menjadi lebih baik? Penggunaan sumber daya, apakah lebih efisien? Kehidupan rakyat, apakah menjadi lebih baik? Itu saja beberapa pertanyaan yang krusial. 

Tentu saja, bagi seluruh dunia, dan bagi rakyat Tiongkok, jawaban atas pertanyaan itu sudah jelas dan tidak perlu disebutkan lagi. Tapi yang sangat disayangkan adalah para penganut sosialisme sayap kiri di AS, pemerintahan Deep State, dan para penganut komunisme yang berniat mengendalikan manusia di dunia dan Tiongkok, mereka benar-benar harus membaca buku Profesor McLean ini, tapi penulis memperkirakan, mereka tidak akan mau membacanya, juga tidak akan membacanya.

Yang membuat penulis agak terkejut sekaligus senang adalah, buku baru yang dapat mengembalikan masyarakat manusia menjadi normal, mengkritik The Great Reset, dan Deep State di dunia ini, ternyata justru diterbitkan oleh sebuah penerbit wadah pemikir AS yang cenderung berhaluan kiri, mau tidak mau penulis harus menyampaikan rasa hormat pada Cato Institute atas upayanya ini. (sud/whs)

Penelitian : Kanker Usus Besar Dapat Dihentikan dengan Menyalakan Protein ‘Seperti Saklar Lampu’

EtIndonesia. Para peneliti di Australian National University telah mempelajari cara menggunakan obat untuk mengaktifkan protein penghambat kanker yang dapat membersihkan DNA berbahaya dari tubuh “seperti saklar lampu”.

“Dalam keadaan aktif, protein bertindak seperti sistem pengawasan, mendeteksi tanda-tanda kerusakan DNA di sel kita,” kata peneliti dr. Abhimanu Pandey tentang protein Ku70.

Dia menambahkan bahwa “DNA yang rusak” biasanya merupakan tanda peringatan dini bahwa sel dapat menjadi kanker. Ku70 berpotensi membalikkan atau setidaknya menghentikan kerusakan.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa Ku70 dapat ‘mendinginkan’ sel kanker dan membersihkan DNA yang rusak. Protein ini mencegah sel-sel kanker menjadi lebih agresif dan menyebar ke seluruh tubuh, sehingga pada dasarnya menonaktifkan sel-sel tersebut dan menjaganya dalam keadaan tidak aktif.”

Global Cancer Observatory (Globocan) menyebut, terdapat sekitar 9.503.710 kasus kanker baru dan 5.809.431 kematian akibat kanker di Asia pada tahun 2020. Di Indonesia, kasus kanker usus besar merupakan kanker dengan angka kematian tertinggi ke-5. Selain itu, kanker usus besar adalah penyakit tertinggi kedua yang dialami pria setelah kanker paru-paru dengan jumlah kasus baru mencapai 34.189.

Di Australia tempat penelitian ini dilakukan, 100 orang meninggal setiap minggunya akibat kanker usus, menurut penelitian tersebut.

Namun, 90% kasus dapat berhasil diobati jika diketahui sejak dini, menurut data yang kini diterbitkan di Science Advances.

“Kami tahu deteksi dini dan pengobatan sangat penting untuk mengatasi tidak hanya kanker usus tetapi juga potensi kanker lainnya,” kata peneliti Si Ming Man Man.

Man menambahkan bahwa skrining kanker seperti kanker usus besar mungkin akan segera mencakup pemeriksaan kadar Ku70.

“Penelitian kami menunjukkan Ku70 adalah biomarker kekebalan tubuh yang baik, artinya ini membantu kami memprediksi siapa yang akan mengalami kondisi lebih baik atau lebih buruk setelah didiagnosis menderita kanker usus.” (yn)

Sumber: nypost

Dari Terpilihnya Lai Ching-te Menelaah “Mimpi Taiwan” dan “Mimpi Tiongkok”

Yuan Bin

“Jika di Tiongkok, dan Anda adalah putra dari seorang pekerja tambang, ayah meninggal di usia dini, ibu harus membesarkan 6 anak seorang diri. Perkirakan apa karir Anda sekarang? Benar, di sejumlah tempat, Anda bisa saja menjadi presiden!” Ini adalah postingan seorang warganet pada situs Weibo (di daratan) Tiongkok, setelah mengetahui William Lai Ching-te terpilih sebagai Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) yang ke-16.

Tidak perlu dipertanyakan lagi, yang ia maksudkan dengan “di sejumlah tempat” itu adalah di Taiwan, dan “putra seorang pekerja tambang” yang bisa menjadi presiden yang dimaksud adalah Lai Ching-te. Dalam pemilu primer internal Partai Progresif Demokrat (DPP) pada 2019 ketika persaingan antara Tsai dan Lai begitu sengit, Lai Ching-te diwawancarai televisi dan ditanya soal julukan “cucu emas Taiwan” yang diberikan padanya, Lai Ching-te pun menjawab, “Saya tidak pernah merasa cucu emas, karena saya dilahirkan di keluarga miskin, masa kecil saya tidak makan dengan menggunakan sendok emas.”

Lai Ching-te Memang Benar Dilahirkan dari Keluarga Miskin 

Penulis sempat secara khusus memeriksa riwayat hidup Lai Ching-te, dan ia dilahirkan di sebuah keluarga pekerja tambang, serta sejak kecil ia tumbuh dewasa di kawasan kumuh. 

Pada usia 2 tahun, ayahnya meninggal dunia akibat kecelakaan. Setelah itu sang ibu seorang diri harus membesarkan 6 anaknya, bahkan berhasil mendidik Lai Ching-tee menjadi pelajar teladan di National Taiwan University dan Harvard University. Setelah lulus dari perguruan tinggi, Lai Ching-te menjadi dokter. 

Kemudian, ia terjun ke dunia politik setelah ia menjadi penyelenggara umum Asosiasi Dukungan Dokter Nasional tim kampanye Chen Ding-nan saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Taiwan, ia lebih dulu menjabat sebagai perwakilan Majelis Nasional, anggota legislatif, Walikota Tainan, Perdana Menteri (kepala kabinet), dan terakhir sebagai Wakil Presiden Republik Tiongkok (Taiwan).

Di medsos X (dulu Twitter) luar negeri beredar perkenalan diri William Lai Ching-te dalam ajang kampanye pemilu, ia menjelaskan dirinya adalah putra seorang pekerja tambang dan bangga dengan latar belakangnya tersebut. 

Sebenarnya, yang memiliki latar belakang dan kehidupan seperti ini bukan hanya Lai Ching-te seorang. Presiden Republik Tiongkok yang ke-10 dan ke-11 yakni Chen Shui-bian juga berasal dari keluarga miskin, dilahirkan di Desa Guantian Kabupaten Tainan di sebuah keluarga petani yang miskin, status keluarganya tergolong keluarga miskin kelas 3, yaitu paling miskin di antara yang miskin. Kali ini setelah hasil pemilu presiden Taiwan dirilis, latar belakang Lai Ching-te membuat banyak warga (daratan) Tiongkok merasa sangat tersentuh.

Seorang warganet berkata, “Lai Ching-te terpilih sebagai pemimpin Taiwan, saya merasa tak ada yang istimewa, tidak senang juga tidak terkejut, karena siapa pun sama saja. Saya terkejut, karena ayahnya adalah seorang pekerja tambang batu bara biasa, yang hanya menggali batu bara, dan tidak ada latar belakang apapun. Itu pun belum seberapa, di usia 2 tahun ia telah kehilangan ayahnya, 6 orang bersaudara dibesarkan ibunya seorang diri, bahkan bisa mendidiknya sampai menjadi dokter. Di generasi kami ada yang memiliki 3-4 bersaudara, ada pula sampai 6-7 bersaudara, tapi banyak di antaranya yang meninggal karena kelaparan, sakit, atau meninggal di usia muda; banyak juga saudara seusia yang dijual karena orang tuanya tidak sanggup membesarkannya, seorang wanita mampu membesarkan 6 anak, beban seberat ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan ‘rajin’ saja. Terlebih lagi berhasil mendidiknya menjadi mahasiswa, apalagi seorang mahasiswa kedokteran. Saat ini bagi kita sekolah kedokteran sangat menguras biaya dan waktu. Poin pentingnya adalah, jika Taiwan tidak memberikan jaminan kehidupan bagi setiap keluarga, diperkirakan Lai Ching-te paling-paling hanya akan mewarisi profesi ayahnya, yakni menjadi pekerja tambang setelah tamat sekolah menengah.”

Ada pula warganet yang berkata, “Membesarkan 6 anak, sama sekali tidak mungkin dilakukan tanpa adanya sistem pengobatan yang baik dan jaminan sosial yang baik. Sekarang di Dinasti Langit (maksudnya: RRT, Red.) memeriksakan demam saja susah, sedikitnya 800-900, jika tidak jangan coba-coba ke rumah sakit.” Seorang influencer medsos menulis di Weibo, “Seorang anak dari keluarga pekerja tambang dibesarkan orang tua tunggal, setelah berhasil menjadi dokter lalu meninggalkan profesinya dan terjun ke politik selama 30 tahun, yang memulai karir dari perwakilan akar rumput hingga anggota legislatif, sampai wakil presiden, sampai terpilih menjadi ‘presiden’, tanpa bicara soal pendirian politiknya, ada semacam rasa alam semesta paralel yang tidak nyata.”

Mengapa “ada semacam rasa alam semesta paralel yang tidak nyata”? 

Karena sama-sama etnis Tionghoa, tapi yang hidup di Taiwan dengan yang hidup di daratan Tiongkok boleh dibilang mengalami nasib yang sangat berbeda.

Di Tiongkok hari ini, kekuasaan sepenuhnya dimonopoli oleh kaum elite Merah (PKT), yang kelasnya sudah ditetapkan. Sesepuh PKT Chen Yun (salah satu pemimpin paling berpengaruh di RRT 1980-an dan 1990-an. Red.) pernah mengatakan: “Sepertinya anak keturunan kita lebih bisa diandalkan, dan tidak akan menggali kubur leluhurnya sendiri.” Ia mengeklaim, “Tanah air ini adalah hasil perjuangan kita, dan oleh karena itu pula seharusnya yang mewarisi tanah air ini adalah keturunan kita.” 

Ia juga menyebutkan, satu keluarga petinggi PKT setidaknya harus ada satu orang penerus kekuasaan, dan gerakan ini mendapat persetujuan dari Deng Xiaoping. Maka berdasarkan maksud Chen dan Deng, Departemen Organisasi Komite Pusat RRT menerbitkan dokumen yang menjadi kebijakan resmi: setiap keluarga petinggi PKT akan ada satu orang yang diatur menjadi kader pejabat, sedangkan selebihnya meraup kekayaan “di masyarakat”, para pejabat daerah pun menirunya, dan berpatokan pada kebijakan ini. Maka di Tiongkok dari atas sampai ke bawah terbentuklah kelompok elite milik keluarga yang dipimpin oleh beberapa keluarga besar tertentu dan menjadi kompleks, yang memonopoli dan mewarisi turun temurun kekuasaan politik seluruh negeri. Para princelings atau keturunan pejabat generasi kedua dan ketiga PKT yang tidak kebagian jabatan di pemerintahan, akan berbisnis dan menjadi konglomerat, yang menguasai hampir semua urat nadi perekonomian negara.

Keturunan dari kelas bawah seperti Willliam Lai Ching-te, di Tiongkok saat ini sama sekali tak mungkin dapat memasuki masyarakat kelas atas, terlebih lagi tidak mungkin menjadi pemimpin negara, mayoritas dari mereka hanya akan menjadi korban yang diperas dan ditindas, menjadi pekerja tambang atau budak, mungkin pemungut sampah, mungkin juga menjadi pengantar gofood bekerja kelelahan sampai mati, mungkin terbunuh karena membela HAM, mungkin juga bernasib seperti Yang Gailan (karena himpitan ekonomi, seorang ibu muda di Provinsi Gansu membunuh 4 anaknya yang kemudian bunuh diri pada 2016. Red.) atau menjadi kaum papa yang dihidupi negara. Kaum yang beruntung dengan jumlah teramat kecil, bisa menjadi ketua distrik saja sudah sangat beruntung.

Dengan kata lain, legenda kehidupan Lai Ching-te hanya mungkin terjadi di Taiwan, dan tak akan mungkin bisa terjadi di daratan Tiongkok. Seperti seorang warganet yang menyesali, “Pada masyarakat yang beradab terdapat kesetaraan dan penghormatan pada orang lain, putra seorang pekerja tambang pun bisa menjadi presiden. Sementara itu di negara PKT, bisakah mempunyai kesempatan ‘melayani rakyat’, harus melihat reinkarnasi berikutnya.” “Negara yang tidak memiliki surat suara: Naga melahirkan naga, burung Hong (fenghuang = burung mitologi Tiongkok, red.) melahirkan burung Hong, putra pekerja tambang menggali lubang. Namun Lai Ching-te, putra seorang pekerja tambang, telah terpilih menjadi Presiden Republik Tiongkok. Surat suara: dapat membuat ayam cemani berubah menjadi burung Hong.”

Ada yang Bertanya Apa itu “Mimpi Taiwan”? Apa Pula “Mimpi Tiongkok”?

Lai Ching-te terpilih menjadi presiden adalah sebuah jawaban yang sangat jelas.

Apa itu “mimpi Taiwan” (Taiwan dream, red.)? Yaitu mimpi akan kesetaraan dan keadilan, yakni mimpi indah dimana warga dapat hidup dengan penuh martabat.

Apa itu “mimpi Tiongkok” (China dream, red.) di bawah kekuasaan PKT? Itu adalah mimpi dimana kekuasaan menguasai segalanya, yakni mimpi indah para keluarga Merah. Bagi masyarakat luas Tiongkok, mimpi seperti itu hanya merupakan sebuah mimpi buruk yang sesungguhnya! (sud/whs)

Pemasaran Sinovac Dihentikan, Ahli Virus Berturut-turut Meninggal Dunia

Pinnacle View

Setelah pandemi COVID-19 melanda, Tiongkok mungkin salah satu negara yang paling awal mengeluarkan vaksin, serta paling banyak terjual, dan yang paling banyak disuntikkan adalah vaksin jenis Sinovac, tidak hanya disuntikkan pada warga Tiongkok, juga telah dijual ke seluruh dunia. Tetapi belum lama ini Tiongkok justru mengumumkan dihentikannya produksi vaksin Sinovac untuk selamanya.

Ada pakar Tiongkok yang menyebutkan, awalnya Sinovac dibuat untuk menanggulangi virus yang paling awal menyebar, setelah beberapa kali virus tersebut mengalami mutasi maka Sinovac pun tidak lagi efektif, benarkah sesederhana itu? 

Banyak ilmuwan pakar vaksin Tiongkok, termasuk ilmuwan yang mengembangkan Sinovac telah mengalami kondisi naas, bahkan beberapa di antaranya meninggal mendadak, apakah hal itu ada kaitannya dengan dihentikannya vaksin Sinovac tersebut?

Produksi Sinovac Secara Ganjil Distop, Kualitas Diragukan, Banyak Pakar Meninggal Satu Persatu

Pemberitaan terkait banyaknya efek samping dari vaksin Sinovac buatan dalam negeri Tiongkok sebelumnya sudah sering muncul, vakni Sinovac menimbulkan banyak sekali masalah, bahkan juga banyak terjadi fenomena meninggal mendadak setelah disuntik vaksin Sinovac.

Komentator politik sekaligus pakar teknologi biokimia yakni Heng He dalam acara “Pinnacle View” di stasiun televisi NTDTV menuturkan analisanya, jika vaksin Sinovac memang efektif, dengan kecepatan pengembangan pada masa awal, maka dari vaksin tersebut dapat terus dikembangkan berbagai jenis vaksin untuk mengatasi mutasi virus yang berbeda, dan tidak sampai mengalami dihentikannya produksi, tetapi sekarang perusahaan itu sudah dihentikan secara total dan tidak lagi mengembangkan vaksin. 

Sebagai sejenis vaksin yang pengalamannya begitu matang, dan menguasai pangsa pasar yang begitu besar, mendadak telah dihentikan produksinya, dijelaskan dengan alasan mutasi, sungguh tidak masuk akal. Penyebab utamanya seharusnya adalah kualitas vaksin yang bermasalah.

Sinovac diluncurkan paling awal dengan kecepatan yang mengagumkan, tidak hanya dipromosikan ke seluruh dunia, bahkan dijadikan taktik diplomasi vaksin. Sekarang pihak penguasa kembali mempromosikan vaksin jenis lain dengan berbagai keunggulannya. Berarti kualitas jenis vaksin dengan virus non aktif yang dulu dipromosikan oleh pemerintah adalah palsu. Kecuali pemerintah menjelaskan bahwa kualitas vaksin jenis ini tak layak atau proses produksi vaksin mengalami masalah, jika tidak, maka akan sangat sulit menjelaskannya.

Produser televisi independen Li Jun dalam acara “Pinnacle View” menyatakan, saat vaksin Sinovac ini baru saja diluncurkan sudah menuai banyak keraguan, kasus kematian mendadak setelah disuntik vaksin juga sangat tinggi. Hong Kong pada 2022, pernah melakukan statistik, dan dari 1.300 pasien yang meninggal akibat vaksin, 87% di antaranya disuntik dengan Sinovac.

Beberapa waktu lalu ada pemberitaan yang menyebutkan, di kota Nantong Provinsi Jiangsu ada seorang warga bernama Jiang Yong (nama samaran) mengatakan bahwa satu dua tahun belakangan ini belasan orang sanak keluarganya meninggal mendadak setelah divaksin. Pamannya pada pagi hari divaksin, sore hari setibanya di rumah merasa tidak enak badan, lalu malamnya meninggal dunia. Bibinya bersikukuh mendapatkan vaksin ketiga, sekembalinya di rumah dia mendadak merasa kepayahan, lalu diantarkan ke rumah sakit, dan meninggal dunia akibat pendarahan otak.

Namun pemerintah Tiongkok tidak mengizinkan adanya kecurigaan. Di internet ada kasus anak perempuan berusia 12 tahun meninggal dunia dua hari setelah divaksin. Ibunya meminta penjelasan kematian putrinya, pemerintah justru menangkapnya. Ada lagi berita beredar di internet, tentang warganet yang ibunya meninggal mendadak setelah divaksin dan ia sebarkan di medsos Weibo, akibatnya dia ditangkap polisi dan dipaksa untuk mengaku telah berbohong. Ia berkata, “Ibuku telah meninggal, bagaimana bisa saya berbohong tentang kematian ibu saya?”

Li Jun juga mengemukakan suatu fenomena aneh yang terjadi belakangan ini, yakni sekelompok pakar vaksin Tiongkok berturut-turut meninggal dunia. Pada 1 Oktober 2023 lalu, Cao Xiaobin, raja vaksin COVID-19 dari Beijing Sinovac Biotech Ltd. meninggal dunia di usia hanya 45 tahun. 

Pada 27 Oktober 2023, kepala ilmuwan CDC Tiongkok  yakni Wu Zun’you meninggal dunia di usia 60 tahun. Pakar virus dari Wuhan University bernama Wu Jianguo juga mendadak meninggal dunia pada Oktober juga. Sebelumnya sejumlah pakar vaksin COVID-19 yang telah lebih dulu meninggal dunia adalah Zhao Zhendong (53), Zeng Bing (52), Liu Bin (37), dan pakar penelitian uji asam nukleat (PCR) bernama Bai Xiaohui (42). Mereka semua adalah para ahli yang terkenal di bidang penelitian vaksin dan virus di Tiongkok, yang meninggal dunia berturut-turut di usia yang relatif tidak begitu tua.

Mengenai para pakar yang meninggal mendadak, Heng He juga secara khusus menyebutkan tentang seorang pakar vaksin dari Academy of Military Medical Sciences yakni Zhou Yushen, sejak sebulan lebih pandemi itu merebak, ia adalah yang pertama mengajukan hak paten atas vaksinnya, tapi beberapa bulan kemudian ia mendadak meninggal dunia.

Pembawa acara “Pinnacle View” yakni Shi Shan mengatakan, awalnya setelah pandemi merebak di Wuhan, pihak militer mengirimkan seorang perwira wanita berpangkat mayor jenderal untuk memimpin sekelompok ilmuwan biokimia ke Wuhan. Vaksin yang dikembangkan oleh pihak militer, diinjeksikan secara terbuka terhadap setiap pakar, termasuk mayor jenderal wanita tersebut. Mereka adalah orang yang paling besar dosis vaksinnya, dan paling sering disuntik vaksin.

Vaksin Masuk Rantai Korupsi, Bahaya Vaksin Asli Lebih Besar daripada Vaksin Palsu

Mengenai kasus kematian akibat vaksin dari Tiongkok, pemimpin redaksi The Epoch Times bernama Guo Jun berkata dalam acara “Pinnacle View”, seorang teman baiknya di Hong Kong divaksin pada siang hari, lalu meninggal di sore hari itu. Informasi lebih rinci mengenai kasus ini bisa ditemukan di surat kabar Hong Kong, karena pihak pemerintah Hong Kong telah menetapkan, informasi seperti ini harus dipublikasikan, tidak seperti PKT yang tidak pernah mengungkap data mengenai efek samping setelah disuntik dengan dua jenis vaksin jenis Sinovac dan juga Sinopharm.

Guo Jun mengatakan, seorang kerabatnya yang lain setelah divaksin juga mengalami Lung Nodule. Ada teman di daratan Tiongkok yang mengatakan, dirinya lebih rela disuntik dengan vaksin palsu yang mungkin isinya hanya air suling, daripada disuntik dengan vaksin asli buatan Tiongkok yang berefek samping bahkan berisiko mengakibatkan kematian itu.

Banyak pekerja medis di Tiongkok yang sebenarnya tidak divaksin. Dia mengenal sejumlah pekerja medis yang menolak mentah-mentah dirinya divaksin. Khususnya para profesional yang meneliti vaksin tersebut. Dia juga memperoleh informasi yang mengatakan, para pejabat tinggi PKT, khususnya pejabat setingkat deputi nasional ke atas, mereka tidak divaksin dengan vaksin produksi dalam negeri, juga tidak divaksin dengan vaksin buatan luar negeri. Sejumlah pakar medis menganalisa, diterapkannya kebijakan Nol COVID secara ketat oleh petinggi PKT, adalah dikarenakan mereka sendiri tidak divaksin, dan tidak mau ada kontak dengan lingkungan yang ber-virus.

Ada kabar menyebutkan, Wakil Direktur Komisi Kesehatan Beijing bernama Lu Ming telah dilengserkan, karena menerima suap dari Sinovac Biotech, membiarkan vaksin yang tidak memenuhi syarat beredar di pasaran. Masalah vaksin Tiongkok sebenarnya tidak hanya masalah proses pengembangannya, masalah pada proses produksi dan distribusinya juga sangat serius. Vaksin virus seharusnya dibekukan, tapi biaya penyimpanan beku itu sangat tinggi, banyak vaksin menjadi rusak karena tidak disimpan dengan baik dalam penyimpanan beku, tapi tetap saja disuntikkan pada manusia. Di bawah pemerintahan dengan pola aksi seperti pemerintah Tiongkok ini, masalah seperti ini sulit diselesaikan.

Baru-baru ini dalam rapat besar Komisi Pusat Inspeksi Disiplin, pemimpin PKT Xi Jinping mengemukakan, dalam lima bidang utama anti korupsi yang difokuskan tahun ini meliputi biofarmasi. Mengapa farmasi menjadi fokus pemberantasan korupsi? Pimred The Epoch Times Guo Jun menyatakan, selama empat tahun virus COVID-19 ini menyebar, segala bisnis di Tiongkok mengalami depresi, hanya bidang farmasi yang meraup keuntungan besar, salah satunya adalah vaksin, termasuk juga reagen PCR, berbagai produk sanitasi, juga alat-alat medis, antara lain ventilator, masker, dan lain-lain. Yang lebih hebat lagi adalah membangun kabin bergerak juga salah satu industri besar. Belum lagi berbagai jenis obat-obatan untuk menyembuhkan COVID-19 yang belum tentu efektif. Ada yang mempromosikan dengan status seorang pakar, yang sebenarnya mempromosikan obat yang dimiliki sahamnya oleh keluarganya. Hal semacam ini terus berkembang di internal PKT, dan menimbulkan reaksi keras, jadi para produsen obat tahun ini mungkin akan mengalami kejadian tidak mengenakkan.

Pandemi Gelombang Baru Kompleks & Ganas, Pandemi Tanda Pergantian Dinasti

Sejak akhir tahun lalu di Tiongkok terjadi gelombang pandemi baru yang diawali dengan banyaknya anak-anak yang mengalami demam panas. Kemudian pandemi dari anak-anak itu menyebar pula ke kaum muda dan kalangan usia paruh baya. Pandemi kali ini menyerang lebih ganas. Belakangan ini berbagai pelosok di Tiongkok terjadi banyak fenomena kasus kematian mendadak. Termasuk sejumlah kota besar seperti Beijing juga demikian, dan karena banyak sekali warga meninggal dunia pada saat hampir bersamaan, krematorium kembali beroperasi 24 jam seperti masa puncak pandemi sebelumnya.

Heng He mengomentari, secara teoritis, setelah divaksin kekebalan tubuh akan dapat dirangsang. Tapi dalam praktiknya bukan berarti setelah divaksin akan terbebas dari masalah.

Tingkat efektivitas vaksin berikut berbagai macam efek sampingnya harus diamati dan diperiksa dengan uji klinis jangka panjang. Tiongkok dengan cepat mengeluarkan vaksin yang harus disuntikkan pada setiap orang, sebenarnya sama artinya dengan tidak melakukan uji klinis, langsung melakukan eksperimen cepat berskala besar terhadap sekelompok manusia. 

Berdasarkan hukum, melakukan eksperimen harus dengan sukarela. Tapi di Tiongkok tak bisa dibiarkan ada suara yang berbeda, warga tidak ada hak untuk bersuara, vaksin apapun yang disuntikkan harus diterima oleh warga.

Masalah di Tiongkok adalah pemerintah yang tidak transparan, semua orang tidak mendapat informasi yang pasti, tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dalam kondisi pandemi seperti ini, pasti didominasi satu macam virus tertentu, walaupun terdapat juga virus lain, tergantung besar kecil komposisinya, apakah mencapai taraf pandemi, apakah beberapa jenis virus menyebar bersamaan, ini sama sekali tidak kita ketahui, inilah yang dimaksud dengan pemerintah tidak transparan dan tidak bertanggung jawab, inilah yang menyebabkan masalah ini terlihat sangat membingungkan.

Jika dikatakan seseorang terjangkit beberapa macam virus adalah suatu fenomena umum, maka yang harus dipertimbangkan lagi adalah satu kemungkinan lainnya, yaitu imunitas warga Tiongkok rata-rata telah menurun, maka penurunan imunitas ini apakah ada kaitannya dengan metode pengobatan atau pencegahan tertentu yang diterapkan oleh pemerintah. Ini adalah suatu faktor sosial yang sangat kompleks.

Pandemi 1918, telah mengalami 3 puncak gelombang dengan tingkat kematian yang sangat tinggi, tapi setelah 3 puncak gelombang itu mendadak lenyap tak berbekas. Tidak seperti kali ini walaupun awalnya tingkat kematian tidak begitu tinggi, tapi terus berlanjut berkepanjangan, dan sepertinya tidak ada kemungkinan akan menghilang.

Maka dalam sejarah manusia, berbagai jenis pandemi yang meraja-lela, acap kali baru akan berakhir setelah terjadi pergantian dinasti. Pandemi flu Spanyol juga berhenti seiring dengan berakhirnya PD-I, begitu perang usai penyakit itu pun lenyap. (sud/whs)

Pasangan Mengadopsi Bayi Baru Lahir yang Ditinggalkan di Stasiun Pemadam Kebakaran

EtIndonesia. Hampir dua tahun yang lalu, Chris dan Brittany Tyler sedang berada di rumahnya di Louisville, Kentucky, ketika mereka membaca berita online tentang bayi baru lahir yang diserahkan di stasiun pemadam kebakaran setempat berdasarkan Undang-Undang Bayi Aman di negara bagian tersebut, yang menyediakan tempat aman bagi orangtua untuk meninggalkan bayi di bawah 30 hari tanpa hukuman.

Bulan lalu, keluarga Tyler secara resmi mengadopsi bayi yang ditinggalkan di stasiun pemadam kebakaran, seorang anak laki-laki yang mereka beri nama Samuel.

“Dia telah menjadi bagian dari keluarga kami sejak hari pertama,” kata Chris Tyler kepada “Good Morning America” tentang balitanya yang sekarang, yang hampir berusia 2 tahun dan menyukai pelukan dan Mickey Mouse, menurut orangtuanya.

Chris Tyler mengatakan dia dan istrinya menjadi orangtua asuh hampir tujuh tahun lalu setelah berjuang melawan ketidaksuburan selama bertahun-tahun.

Keluarga Tyler yang sudah menjadi orangtua dari dua anak angkat, berusia 5 dan 7 tahun, mengatakan ketika mereka membaca berita tentang bayi yang diserahkan di stasiun pemadam kebakaran, mereka “berdoa dan berharap” mereka akan diminta untuk mengasuh bayi tersebut.

Menurut Letkol Bobby Cooper, asisten kepala Departemen Pemadam Kebakaran Louisville, petugas pemadam kebakaran di sebuah stasiun di Louisville sedang melakukan pergantian shift sekitar jam 8 pagi pada 12 Mei 2022, ketika bel pintu stasiun berbunyi.

Di depan pintu, petugas pemadam kebakaran menemukan bayi yang baru lahir terselip dengan aman di dalam kotak, bersama dengan catatan dari ibu kandungnya.

“[Petugas pemadam kebakaran] memberi tahu transportasi darurat, EMS, untuk dapat membawa Samuel ke rumah sakit anak-anak setempat, untuk memeriksakannya dan memastikan bahwa dia sehat dan mendapatkan perawatan yang tepat yang dia butuhkan,” kata Cooper kepada GMA, menambahkan: “Petugas pemadam kebakaran kami melakukan pekerjaan luar biasa dalam menanganinya dan memberi tahu pihak yang berwenang.”

Hanya beberapa hari kemudian, saat berjalan-jalan dengan putra sulung mereka, keluarga Tyler mengatakan mereka menerima panggilan telepon yang meminta mereka untuk mengasuh bayi tersebut. Keesokan harinya, mereka berada di unit perawatan intensif neonatal di rumah sakit setempat, menggendong Samuel.

“Dia berada di NICU selama beberapa minggu sebelum dia siap pulang [karena] dia sangat kecil,” kata Brittany Tyler, menambahkan bahwa berat Samuel hanya 3 pon ketika dia tiba di rumah sakit. Dan kami bisa mengunjunginya di NICU sepanjang waktu.”

Ketika keluarga Tyler membawa pulang Samuel pada 2 Juni 2022, mereka mengatakan dia langsung “cocok” dengan keluarga tersebut.

“Anak-anak lain sangat menyukainya,” kenang Brittany Tyler. “Kami memiliki bayi asuh lain saat itu yang usianya hanya beberapa bulan lebih tua, dan mereka langsung menjadi teman.”

Mengingat bahwa Samuel diserahkan berdasarkan Safe Infants Act, keluarga Tyler mengatakan bahwa mereka sudah tahu sejak awal bahwa kecuali terjadi keadaan yang tidak terduga, dia akan dapat diadopsi, dibandingkan menjadi penempatan asuh yang lebih umum dan berjangka pendek.

Setelah hampir dua tahun melalui proses adopsi, keluarga Tyler resmi mengadopsi Samuel pada 18 Desember 2023.

Mengikuti tradisi keluarga, setelah upacara adopsi, pasangan itu mengatakan mereka membawa Samuel ke toko Build-A-Bear setempat, tempat dia membuat beruang pemadam kebakaran.

Beruang hanyalah salah satu cara yang menurut keluarga Tyler telah mereka upayakan untuk mengedepankan kisah kelahiran Samuel.

Sejak kelahirannya, keluarga tersebut telah mengunjungi stasiun pemadam kebakaran tempat Samuel diserahkan dan merayakan peristiwa penting di sana, termasuk ulang tahun pertama Samuel.

“Kami punya foto bagus dari petugas pemadam kebakaran yang sedang bertugas hari itu sambil menggendongnya, dan kita berbicara tentang orang-orang bertubuh besar ini… dan hanya senyuman lebar,” kata Chris Tyler. “[Mereka] tahu bahwa ada hubungan khusus antara Samuel dan stasiun pemadam kebakaran itu, dan khususnya dengan mereka.”

Petugas pemadam kebakaran juga telah memastikan Samuel memiliki hubungan dengan ceritanya, termasuk dengan memberikan keluarga Tyler surat yang ditinggalkan untuk putra mereka, yang menurut keluarga Tyler mereka simpan untuk ditunjukkan kepadanya seiring bertambahnya usia.

Cooper mengatakan bahwa Departemen Pemadam Kebakaran Louisville “sangat bangga” dengan peran yang mereka mainkan dalam kisah hidup Samuel.

“Kami beruntung orangtua dan keluarganya mengizinkan kami untuk terus menjadi bagian dari kisahnya, membawanya ke pemadam kebakaran untuk merayakan ulang tahunnya dan memberi tahu dia bahwa pemadam kebakaran setempat adalah bagian dari kisah hidupnya,” dia berkata. “Dan kami berharap mereka terus melakukan hal yang sama.”

Cooper mengatakan dia berharap cerita keluarga Tyler meningkatkan kesadaran akan undang-undang tempat berlindung yang aman, yang versinya ada di seluruh 50 negara bagian, yang memungkinkan penyerahan bayi yang baru lahir dengan aman di lingkungan yang dilindungi.

“Ini adalah dunia yang tidak sempurna, dan kita tidak memiliki solusi sempurna untuk setiap situasi, tapi ini adalah pilihan lain bagi seorang ibu,” katanya. “Jika seorang ibu berada dalam situasi krisis dan membutuhkan tempat berlindung bagi bayinya, ini adalah sumber daya lain yang tersedia.”

Keluarga Tyler juga mengatakan bahwa mereka berharap bahwa dengan berbagi cerita mereka, hal ini akan meningkatkan kesadaran tidak hanya mengenai pilihan tempat berlindung yang aman, namun juga akan perlunya pembinaan dan adopsi.

Di Amerika Serikat, 114.000 anak berada dalam sistem pengasuhan yang menunggu untuk diadopsi pada akhir tahun 2021, menurut Administrasi Anak dan Keluarga AS.

Chris Tyler mengatakan bahwa seiring bertambahnya usia Samuel, dia dan istrinya berencana untuk menceritakan kepada putra mereka kisah luar biasa tentang semua orang yang membantunya menjadi bagian dari keluarganya.

“Kami benar-benar ingin memberi tahu dia bahwa seseorang mencintainya meskipun mereka tidak akan bersamanya seumur hidupnya,” kata Chris Tyler. “Bahwa [ibu kandungnya] mencintainya dan menginginkan yang terbaik untuknya, dan dia percaya bahwa dia akan pergi ke tempat yang baik, dan kami bersyukur kepada Tuhan karena dia datang kepada kami.”(yn)

Sumber: goodmorningamerica

Wanita Dipecat Karena Kurang Berinteraksi dengan Pelanggan

EtIndonesia. Seorang wanita menyatakan bahwa dia “dipecat saat itu juga” karena tidak cukup berinteraksi dengan pelanggan – meskipun dia mengatakan bahwa dia akan bertindak berdasarkan masukan yang konstruktif.

Dalam apa yang dia sebut sebagai “salah satu pekerjaan favorit yang pernah dia miliki”, Natalie (@natalieulwelling) mengatakan kepada 5,5 juta pemirsa TikTok bahwa dia dipecat karena “alasan yang bahkan tidak masuk akal”.

Natalie, yang baru bekerja di sektor ritel selama sebulan, dipanggil ke rapat setelah atasannya mengawasi kamera dan menyadari bahwa dia “kurang berinteraksi dengan pelanggan”.

Sebaliknya, manajemen mengatakan yang terbaik adalah mereka “berpisah”.

“Ini butik, ini bukan kantor perusahaan. Saya tidak menyangka akan langsung dipecat,” kata Natalie kepada pemirsa.

Dia kemudian mengatakan kepada seniornya bahwa dia berharap dia bisa mengetahuinya lebih awal karena dia merasa ini adalah “perbaikan yang mudah”, dan bahwa dia adalah “kandidat yang tepat untuk pekerjaan itu”.

“Ini membuat frustasi karena [manajer] mengatakan ‘tidak semua orang adalah orang yang suka bergaul’,” tambah Natalie.

Untungnya bagi Natalie, dia memiliki ribuan sesama TikToker di sisinya.

“Itu sangat membuat frustasi. Sungguh ironis bagaimana mereka membiarkan Anda pergi karena cara Anda berkomunikasi dengan tamu, namun mereka tidak bisa berkomunikasi dengan Anda,” kata seseorang, sementara yang lain menambahkan: “Anda mungkin tidak melakukan kesalahan apa pun. Mereka mungkin memecat Anda karena alasan yang tidak mereka kemukakan.”

Yang ketiga menulis: “Ini gila. Mereka jelas mempunyai beberapa masalah dalam tim manajemennya. Jangan biarkan hal ini membuat Anda kecil hati, ini adalah kerugian mereka.”

Sementara itu, ada yang dengan blak-blakan mengatakan: “Bruh, saat saya berbelanja, saya benar-benar tidak ingin karyawan berinteraksi dengan saya.” (yn)

Sumber: indy100

Khawatir Krisis Laut Merah Merugikan Kepentingannya Sendiri, PKT Secara Halus Mengubah Posisinya Terhadap Houthi

Laut Merah yang merupakan jalur perairan internasional tersibuk, kini hampir lumpuh setelah tiga bulan serangan oleh pasukan bersenjata Houthi. Sikap “netral” Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Houthi juga diam-diam berubah karena hal ini berdampak pada perdagangan perusahaan-perusahaan Tiongkok dengan Uni Eropa dan Timur Tengah

Wang Ziqi, Yi Ru dan Tony

Pasca dimulainya perang Israel-Hamas, angkatan bersenjata Houthi di Yaman yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap kapal dagang yang transit di Laut Merah mulai November tahun lalu.

Selain membom posisi Houthi di Yaman, Amerika Serikat telah mengklasifikasikan ulang Houthi sebagai teroris global yang ditetapkan secara khusus.

Posisi PKT juga mengalami sedikit perubahan.

Menurut Financial Times, Washington berharap Tiongkok dapat menggunakan hubungan dekatnya dengan Iran untuk memberikan tekanan terhadap negara tersebut.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi pada 10 Januari yang menyatakan kecaman “terkeras” terhadap Houthi. Namun, Tiongkok abstain dalam pemungutan suara tersebut.

Setelah itu, Partai Komunis Tiongkok meminta Houthi untuk “segera berhenti mengganggu kapal sipil dan menghormati kebebasan navigasi semua negara di perairan Laut Merah” sesuai dengan persyaratan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Pada 14 Januari, ketika Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mesir, dia sekali lagi meminta Houthi untuk berhenti menyerang kapal sipil.

Pada 18 Januari, juru bicara Kementerian Perdagangan Partai Komunis Tiongkok menyebutkan bahwa “Laut Merah adalah saluran perdagangan internasional yang penting.” Ia menyatakan bahwa Tiongkok akan “memberikan dukungan dan bantuan kepada perusahaan perdagangan asing pada waktu yang tepat.”

Ming-Shih Shen, peneliti dan direktur Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional di Taiwan: ” Alasannya adalah untuk menghindari keterlibatan PKT dalam perang ini, dengan mengatakan bahwa Anda berada di belakangnya, dan kemudian memicu kecurigaan Amerika Serikat. Karena Amerika Serikat dan PKT sekarang sedang memperkuat pengenduran hubungan kedua negara.  Lebih jauh lagi, ketika harus mengutuk Yaman di acara-acara internasional dan di konferensi internasional tentang masalah Laut Merah, tentu saja tidak akan canggung untuk ikut serta atau secara terbuka mengutuknya.”

Namun demikian, Kementerian Perdagangan Partai Komunis Tiongkok belum mengirimkan sinyal bantuan diplomatik atau militer untuk menyelesaikan krisis jalur air Laut Merah.

Shuh-Fan Ding, Profesor Emeritus, Sekolah Urusan Internasional, National Chengchi University, Taiwan mengatakan bahwa kenyataannya, PKT kini menghadapi dilema. Apalagi,  beberapa tahun terakhir, Tiongkok memang telah melakukan banyak upaya di Teluk Persia dan menjalin hubungan dekat dengan Iran. Jika Tiongkok mengkritik Houthi di awal, hal itu tidak akan kondusif bagi perkembangan hubungannya dengan Iran; namun, di sisi lain, karena Iran anti-Amerika, jika Tiongkok ingin Iran menahan Houthi, Tiongkok tidak akan dapat melakukannya. Jika Tiongkok meminta Iran untuk menahan Houthi, Iran akan mencurigai bahwa Tiongkok berusaha membantu Amerika Serikat.”

Partai Komunis Tiongkok (PKT) sebelumnya telah mempertahankan apa yang disebut sebagai sikap netral terhadap Houthi.

Ming-Shih Shen  mengatakan bahwa meskipun PKT diam-diam mendukung pemberontak Yaman, pada awalnya PKT tidak berani mendukung mereka secara terbuka.

Shen mengatakan: “Karena berbagai negara di Timur Tengah memiliki pandangan yang berbeda terhadap pemberontak Yaman, seperti Arab Saudi dan sebagainya. Namun demikian, belakangan diketahui bahwa beberapa senjata yang digunakan oleh pemberontak Yaman berasal dari Partai Komunis Tiongkok, terutama rudal anti-kapal. Hal ini dikarenakan Partai Komunis Tiongkok dan Iran berada dalam satu poros kejahatan yang sama. Iran mendukung pemberontak Yaman.”

Pada 19 Januari, seorang pejabat senior Houthi mengatakan kepada media bahwa kapal-kapal Rusia dan Tiongkok tidak berada di bawah ancaman di Laut Merah.

Namun, tampaknya Partai Komunis Tiongkok tidak dapat sepenuhnya menjauh dari masalah ini.

Ming-Shih Shen menegaskan : “Meskipun dia mengatakan tidak akan menyerang, apakah akan ada serangan yang tidak disengaja?  perusahaan pelayaran normal tidak akan mengambil risiko itu. Entah mereka akan mengambil jalan memutar atau langsung melewati Afrika, dan biaya untuk melewati Afrika akan meningkat paling tinggi.

Pengalihan rute juga dapat menyebabkan keterlambatan kapal kargo. Ini adalah kerugian besar bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Selain itu, beberapa perusahaan asing sedang mempertimbangkan untuk memindahkan jalur produksi mereka dari Tiongkok ke lokasi yang lebih dekat dengan operasi mereka.

Shuh-Fan Ding : “Karena dalam perdagangan internasional, bukan hanya kapal dagang Tiongkok yang melewatinya, tetapi kapal dagang yang mungkin mengangkut barang ke Tiongkok juga melewati wilayah itu. Oleh karena itu, justru  meningkatkan biaya pengangkutan dan asuransi. Pada akhirnya akan diteruskan ke harga barang di Tiongkok. Selanjutnya akan memengaruhi seluruh perekonomian Tiongkok. Secara khusus, situasi ekonomi Tiongkok secara keseluruhan tidak baik serta tingkat konsumsi juga tidak baik. Jadi, Tiongkok juga menyadari bahwa ini bisa menjadi masalah, sehingga posisi Tiongkok terpaksa berubah.”

Ahmed Aboudouh, seorang peneliti non-residen di Program Timur Tengah Atlantic Council, mengatakan kepada Voice of America bahwa Tiongkok dapat menjadi salah satu pecundang terbesar jika konflik di Timur Tengah berkembang. Sebagai contoh, “jika harga minyak naik menjadi $250 per barel, atau jika program Belt and Road Tiongkok dihantam.” (Hui)

Mahkamah Internasional Turun Tangan, Israel: Mematuhi Hukum Internasional dan Berhak Membela Diri

Pada Jumat (26 Januari), badan peradilan tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mahkamah Internasional di Den Haag, memutuskan bahwa Israel harus mengambil langkah-langkah untuk menghindari pembunuhan warga sipil dan penghancuran infrastruktur di Gaza. Perdana Menteri Israel Netanyahu menekankan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri dan selalu mematuhi hukum internasional. berikut selengkapnya

Yi Jing – NTD

Dalam keputusan awal Mahkamah Internasional di Den Haag pada  Jumat 26 Januari, Israel diminta untuk mencegah pembunuhan dan melukai warga Palestina yang tidak bersalah di Gaza dan meningkatkan bantuan kemanusiaan. Keputusan tersebut tidak menyerukan gencatan senjata.

Pada Desember tahun lalu, Afrika Selatan mengajukan pengaduan ke pengadilan internasional terhadap operasi militer Israel di jalur Gaza sebagai genosida terhadap warga Palestina dan menuntut segera dilakukan gencatan senjata.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan bahwa Israel berkomitmen pada hukum internasional dan menegaskan kembali hak Israel mempertahankan diri untuk melindungi negara dan rakyatnya, yang tidak dapat disangkal.

Netanyahu juga mengatakan: “Tuduhan genosida yang ditujukan terhadap Israel tidak hanya salah, tapi juga keterlaluan.”

Netanyahu menegaskan : “Perang kami adalah melawan teroris Hamas, bukan melawan warga sipil Palestina.”

Permintaan Afrika Selatan, yang juga mencakup pengadilan genosida, ditolak oleh mahkamah.

Joan Donoghue, presiden Mahkamah Internasional, mengatakan, “Pada tahap proses ini, pengadilan tidak perlu menentukan apakah Israel telah melanggar kewajibannya di bawah Konvensi Genosida.

Pnina Sharvit Baruch dari Institut Studi Keamanan Nasional Israel  mengatakan bahwa ia khawatir dengan tren internasional yang “merendahkan Israel”. Ia menyebutkan, Israel dan genosida dalam kalimat yang sama dimaksudkan untuk memberikan tekanan kepada negara-negara untuk tidak mendukung  dan mengisolasi Israel.”

Pada hari itu, sejumlah besar orang yang memegang bendera Israel berkumpul di luar Mahkamah Internasional untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Israel.

Leib, anggota Pasukan Cadangan Israel menuturkan : Di sini, Negara Israel sedang menjalani persidangan atas genosida, dan kami adalah orang-orang yang selamat dan apa yang telah kami lalui, (tuduhan) ini benar-benar konyol.”

Pada saat yang sama, para pendukung Palestina juga memprotes keputusan pengadilan yang tidak melakukan gencatan senjata.

Pada hari yang sama di Israel, keluarga sandera berkumpul di luar kediaman resmi Perdana Menteri Israel untuk menuntut kesepakatan dan tindakan lebih lanjut untuk menyelamatkan orang-orang yang mereka cintai.

Slulik Cooper, ayah seorang sandera berkata : “Kami perlu melakukan apa yang kami pikir perlu dilakukan, bukan Den Haag (Pengadilan Internasional). Kami berjuang untuk hidup kami melawan peristiwa paling brutal dalam sejarah sejak Perang Holocaust. Kami akan memenangkan pertarungan ini.” (Hui)

Banyaknya Kematian Mendadak Pemuda dan Paruh Baya di Tiongkok, Rumah Sakit, Rumah Duka dan Krematorium Membludak

oleh Li Yun, Xiong Bin dan Wang Peihan

Wabah virus partai komunis Tiongkok (COVID-19) yang merebak dari Wuhan, Hubei 4 tahun silam sampai saat ini belum juga meninggalkan Tiongkok. Ketidakjelasan dari wabah ini di Tiongkok juga terus dipertanyakan oleh dunia luar. Berdasarkan situasi yang terjadi saat ini yang dituturkan oleh masyarakat Tiongkok terungkap, bahwa banyak rumah sakit, rumah duka dan krematorium dipadati orang lantaran jumlah pasien yang membludak dan jumlah kematian yang meningkat, bahkan termasuk kematian mendadak pemuda dan paruh baya. 

Pada 26 Januari, sejumlah warga sipil di Tiongkok menuturkan bahwa banyak orang di sekitar mereka meninggal mendadak, dan rumah sakit di Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir ini telah kelebihan beban pasien yang butuh perawatan. 

Mr. Chen, warga Kota Ma’anshan, Provinsi Anhui mengatakan : “Ada seorang teman yang berada di rumah sakit untuk berobat, memberitahukan bahwa situasi rumah sakit cukup parah, penuh sesak oleh warga yang butuh pengobatan dan perawatan. Sekarang virus corona baru sudah diganti namanya menjadi infeksi mikoplasma.”

Sekitar Festival Pertengahan Musim Gugur tahun 2023 ( September 2023), gelombang baru epidemi kembali melanda, banyak warga masyarakat di Tiongkok sampai berulang kali terinfeksi. Namun PKT mengklaim bahwa itu karena virus-virus seperti influenza A, influenza B, corona baru, virus syncytial, adenovirus, mikoplasma dan lainnya sedang menyebar.

Mr. Chen mengatakan bahwa banyak sekali penduduk setempat yang meninggal dunia karena tiba-tiba terjatuh di jalan, menderita infark miokard atau infark otak pada musim dingin tahun lalu.

“Orang yang meninggal karena infark jantung, infark otak jauh lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Saya sering mendengar dari ranjang pembaringan musik belasungkawa yang dimainkan rombongan duka ketika lewat di jalan depan rumah ketika hari masih pagi. Orang yang meninggal semakin banyak sekarang. Sudah dapat dipastikan antrean di krematorium panjang, karena jenazah datang di luar kapasitas normal krematorium,” kata Mr. Chen.

Mengapa begitu banyak orang yang mati dalam waktu yang hampir bersama ? Mr. Chen percaya bahwa vaksinasi dengan vaksin buatan dalam negeri yang paksakan oleh pihak berwenang telah merusak sistem kekebalan orang.

Mr. Chen mengatakan : “Karena itu sudah dijadikan tugas politik, jadi Anda mau tidak mau harus divaksin. Jika Anda menolak, maka Anda tidak akan diizinkan meninggalkan komunitas, Anda tidak boleh pergi ke supermarket, anak-anak Anda tidak boleh masuk ke sekolahan. Dibuat agar Anda tidak bisa menjalani kehidupan normal.”

Banyak orang meninggal mendadak di Shangqiu, Henan, dan masyarakat setempat juga percaya bahwa hal ini terkait dengan efek samping dari vaksinasi.

Mr. Li, warga Shangqiu, Provinsi Henan mengatakan : “Tidak sedikit orang yang saya kenal telah meninggal dalam waktu dekat ini, bahkan pemuda yang berumur 40-an, 50-an meninggal karena infark miokard dan infark otak. Pemuda yang menerima vaksin banyak yang terkena penyakit seperti tumor, leukemia, dan efek samping dari vaksinasi”.

Mr. Li mengatakan bahwa selama lebih dari 3 tahun pemerintah berupaya mengendalikan penyebaran epidemi, banyak orang yang dipaksa menerima 3 kali suntikan vaksin.

“Jika vaksin itu efektif, maka tidak sampai ada begitu banyak orang yang meninggal. Pada saat seperti sekarang ini di tahun lalu, di mana-mana terjadi kematian sampai peti mati pun kehabisan stok,” katanya. (sin)

Israel : UNRWA Adalah Cabang Sipil Hamas Sehingga Tidak Kompeten Ikut Menangani Urusan Pascaperang

oleh Li Ming

Setelah menuduh sejumlah personil Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East. UNRWA) telah berpartisipasi dalam serangan teror Hamas ke Israel pada 7 Oktober tahun lalu, Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel menyatakan bahwa Israel akan mencegah UNRWA ikut dalam menangani urusan pascaperang, karena UNRWA telah menjadi cabang sipil Hamas.

Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz pada Sabtu (27 Januari), memposting pesannya di platform sosial “X” yang memuji keputusan pemerintah AS untuk menangguhkan pendanaan kepada UNRWA. Kemudian ia menyatakan bahwa Israel akan mencegah UNRWA ikut dalam menangani urusan pasca perang Gaza.

Dalam postingannya Israel Katz menekankan : “Selama bertahun-tahun kami telah memperingatkan bahwa UNRWA melanggengkan masalah pengungsi, menghambat perdamaian, dan (badan tersebut) telah berubah menjadi satu cabang sipil Hamas di Gaza”.

Katz melanjutkan dengan menulis : “UNRWA bukanlah solusi. Banyak pesonilnya yang berafiliasi dengan Hamas. Mereka tidak hanya menganut ideologi pembunuh, tetapi juga membantu kegiatan teroris dan mempertahankan otoritas Hamas”.

Katz diakhir pesannya juga meminta PBB untuk segera mengambil tindakan terhadap individu dalam kepemimpinan UNRWA.

Sebelumnya, pemerintah Israel mengeluarkan pernyataan pada 26 Januari, menuduh 12 orang personil UNRWA ikut serta dalam serangan teror Hamas di Israel pada 7 Oktober tahun lalu, dan memberikan bukti yang relevan kepada pejabat senior UNRWA dan pemerintah AS. Selanjutnya, Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Italia berturut-turut mengumumkan penangguhan bantuan keuangan kepada UNRWA.

Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada situs berita “Axios” bahwa informasi yang diberikan oleh Badan Keamanan Dalam Negeri Israel dan Angkatan Pertahanan menunjukkan bahwa personil UNRWA secara aktif berpartisipasi dalam serangan teroris pada 7 Oktober tahun lalu dengan menggunakan kendaraan dan fasilitas UNRWA.

“Ini adalah informasi intelijen yang kuat dan terbukti. Sebagian besar informasi intelijen tersebut merupakan hasil interogasi terhadap militan yang ditangkap dalam serangan  7 Oktober tahun lalu”.

Pada 27 Januari, UNRWA mengumumkan bahwa mereka telah memecat beberapa anggota staf yang diduga ikut serta dalam serangan teror Hamas pada 7 Oktober tahun lalu. Filippo Lazzarini, penanggung jawab UNRWA mengatakan, bahwa keputusan itu diambil untuk melindungi kemampuan badan tersebut dalam memberikan bantuan kemanusiaan.

Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa Guterres “sangat terkejut” mengetahui tuduhan Israel tersebut. Dia mengatakan dirinya berjanji akan segera melakukan pemeriksaan terhadap UNRWA, namun dia tidak mengungkapkan rincian seperti siapa yang akan ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan tersebut.

Selama bertahun-tahun Israel telah menuduh UNRWA membiarkan sekolah-sekolah yang mereka kelola untuk dijadikan sebagai tempat kegiatan teror oleh Hamas, dan mempromosikan kurikulum yang anti-Israel. Pasca penyerangan 7 Oktober tahun lalu, beberapa orang personil UNRWA bahkan secara terbuka “merayakan serangan itu” di media sosial. (sin)

12 Orang Personil UNRWA Terlibat Serangan Teror Hamas, Banyak Negara Menangguhkan Pendanaan 

Pada Jumat (26 Januari) Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East. UNRWA) mengumumkan bahwa pihaknya telah meluncurkan penyelidikan atas tuduhan yang dibuat oleh Israel terhadap UNRWA, bahwasanya ada 12 orang personilnya yang terlibat dalam serangan teror Hamas ke Israel pada 7 Oktober tahun lalu. Sebagai tanggapan, Amerika Serikat, Kanada, Australia dan negara-negara lain mengumumkan penangguhan pendanaan untuk UNRWA

 oleh Li Qingyi dan Zhang Ruiqi

Kepala UNRWA mengatakan pada Jumat (26 Januari) bahwa setiap personilnya yang terlibat dalam aksi teroris akan dimintai pertanggungjawaban. Ia juga menambahkan, demi melindungi kemampuan badan tersebut dalam memberikan bantuan kemanusiaan, pihaknya akan segera mengakhiri kontrak kerja dengan personil yang bersangkutan dan melakukan investigasi terhadap mereka.

Sebagai tanggapan, Amerika Serikat langsung menyatakan bahwa pihaknya akan menghentikan sementara pemberian dana apa pun kepada badan PBB tersebut, yang kemudian langsung diikuti oleh Australia, dan Kanada.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan bahwa Amerika Serikat mendukung penyelidikan PBB terhadap UNRWA.

Menteri Luar Negeri Israel pada Sabtu (27 Januari) mendesak negara-negara lain untuk menangguhkan pendanaan kepada UNRWA. Inggris, Italia dan Finlandia menjadi negara yang mengumumkan penangguhan pendanaan pada hari Sabtu.

UNRWA awalnya didirikan untuk membantu pengungsi perang tahun 1948 ketika negara Israel didirikan. Amerika Serikat, negara donor utama menghentikan pendanaan pada masa pemerintahan Trump. Namun bantuan tersebut diteruskan pada tahun 2021 oleh Presiden Biden. (sin)

Ketika COVID-19 Menyebar, Peringatan WHO : Penyakit X 20 Kali Lebih Kuat dari COVID-19

Wang Yanqiao dan Xiong Bin

Empat tahun sejak merebaknya COVID-19, epidemi ini terus menyebar di Tiongkok. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memperingatkan untuk bersiap menghadapi “Penyakit X” yang mana 20 kali lebih kuat dari COVID-19.

Zhang, warga Harbin (suara samaran): “Sekarang sepertinya ini bukan hal baru. Terutama infark miokard dan infark otak, ini bahkan lebih umum.”

Mr He, warga Weifang, Provinsi Shandong (suaranya samaran) berkata: “Mereka yang telah menerima vaksin telah menjalani pemeriksaan fisik hari ini, dan sangat sedikit dari mereka yang tidak memiliki bintil paru.”

Dong Yuhong, seorang pakar virologi dan penyakit menular dari Eropa menunjukkan bahwa infark miokard, infark serebral, dan nodul paru yang disebabkan oleh vaksin mungkin disebabkan oleh vaksin yang mengandung virus COVID-19. 

“Ini (virus) dapat mengaktifkan beberapa saluran pembekuan darah di dalam tubuh, dan jika ada penyumbatan di area ini, mudah menyebabkan  infark miokard atau infark serebral. Selain itu, jika dapat menyebabkan fungsi sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan kerusakan dapat menyebabkan peradangan abnormal pada paru-paru,” katanya.

Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengeluarkan peringatan. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, bahwa dunia harus menandatangani “perjanjian pandemi” pada  Mei tahun ini untuk bersiap menghadapi gelombang pandemi berikutnya. Penyaklit inii menjadi populer dan disebut “Penyakit  X” yang 20 kali lebih kuat daripada virus corona baru.

“Yang disebut penyakit X bukanlah penyakit nyata yang sedang terjadi saat ini, melainkan penyakit hipotetis. Epidemi ini mungkin 20 kali lebih serius daripada epidemi COVID-19 saat ini,” ujar Dong Yuhong.

The Epoch Times melaporkan bahwa sejak tahun lalu, hampir seratus pejabat senior Partai Komunis Tiongkok (PKT) di tingkat nasional, provinsi, dan kementerian meninggal satu per satu.

Berdasarkan inventarisasi yang tidak lengkap, setidaknya 1 pejabat senior PKT di tingkat negara bagian, 2 wakil di tingkat negara bagian, dan 83 pejabat senior PKT di tingkat provinsi dan kementerian meninggal dunia sepanjang  2023 dan setidaknya 75 di antaranya adalah anggota PKT (87,2%). (Hui)